PENETAPAN LEMAK DENGAN METODE EKSTRAKSI SOXHLET I.

TUJUAN PERCOBAAN

1. Mahasiswa dapat melakukan analisis kadar lemak dalam suatu bahan pangan 2. Mahasiswa dapat mengetahui kadar lemak dalam bahan pangan II. PERALATAN DAN BAHAN

1. Alat ekstraksi soxhlet lengkap dengan kondenser dan labu lemak 2. Alat pemanas listrik 3. Oven 4. Timbangan analitik 5. Erlenmeyer 6. Bahan : Mayonaise III. DASAR TEORI

1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 5 gr

Minyak atau lemak merupkan komponen bahan makanan yang penting. Istilah minyak atau lemak sebenarnya tergantung apakah pada suhu kamar bahan tersebut dalam keadaan cair atau padat. Bila pada suhu kamar dalam keadaan cair, maka disebut minyak, sebaliknya bila dalam keadaan padat disebut lemak. Lipid atau lipida lebih merupakan istilah ilmiah, yang mencakup baik minyak maupun lemak. Dalam pustaka asing, lipida yang kita makan umumnya disebut ditery fat, yang dapat kita terjemahkan lemak pangan. Lemak secara kimiawi tersusun oleh sekelompk senyawa yang berbeda. Dalam bahan makanan lemak dapat terdiri dari dua bentuk, yaitu yang tampak (visible) dan yang tidak tampak (invisible). Lemak yang tampak misalnya mentega, margarin, minyak goreng dan sebagainya. Lemak yang tidak tampak misalnya yang terdapat dalam berbagai bahan makanan seperti daging, kacang tanah, susu, telur, dan sebagainya. Fungsi dan manfaat lemak Sehubungan dengan fungsi lemak Sebagai bahan makanan lemak mempunyai peranan yang penting, karena (Pyke, 1977)

mengemukakan bahwa:(1). Kandungan kalorinya sangat tinggi. Oleh karena itu sangat penting untuk dikonsumsi oleh orang yang sedang mengerjakan

tugas/pekerjaan fisik yang berat. Selain itu adanya lemak dalam bahan makanan dapat

dan kondisi fisiologis. Oleh karena itu mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung lemak akan menjamin penyediaan vitamin-vitamin tersebut untuk keperluan tubuh. A.B. jenis kelamin. E dan K. penyebab makanan mempunyai tekstur khusus (lunak atau keras) dan menambah lezat hidangan serta memberikan rasa kenyang yang lebih lama (Sediaoetama.E dan K. yaitu vitamin A. D. seperti ginjal. Lemak dalam tubuh mempunyai peranan yang penting. tetapi juga kerusakan fisik yang mungkin terjadi padawaktu kecelakaan. asam lemak tak jenuh tunggal dan asam lemak jenuh (Depkes 1995). tidak saja sebagai isolator.(4). Asam lemak tak jenuh ganda dan asam lemak tak jenuh tunggal mudah dicerna dan berasal dari sumber pangan nabati (kecuali minyak kelapa). Asam lemak jenuh tidak mudah dicerna dan berasal dari sumber pangan hewani. Konsep kecukupan energi kelompok penduduk adalah nilai rata-rata kebutuhan. Berdasarkan kemudahan proses pencernaan. seperti kehamilan dan menyusui. 1989 dan Muhilal dkk 1998). yang disebut asam lemak esensial. Angka Kecukupan Gizi (AKG) Angka kecukupan gizi (AKG) adalah nilai yang menunjukkan jumlah zat gizi yang diperlukan untuk hidup sehat setiap hari bagi hampir semua penduduk menurut kelompok umur. Oleh karena itu mengkonsumsi lemak atau minyak perlu dibatasi 1/4 dari kecukupan energi atau jika dalam bentuk .(2). hati dan sebagainya. membantu penyerapan vitamin A.memberikan citarasa kelezatan yang lebih menarik. Selain itu juga sebagai penyusun membran yang sangat penting untuk berbagai tugas metabolisme. karena lemak cadangan yang ada yang ada dalam tubuh dapat melindungi berbagai organ yang penting. A. karena dapat merupakan prekursor pembentukan hormon tertentu seperti prostaglandin.(3). Lemak dan minyak yang terdapat di dalam makanan berperan sebagai sumber dan cadangan energi. Kandungan asam lemak sangat penting.B. lemak dibagi 3 yaitu : lemak yang mengandung asam lemak tak jenuh ganda. sumber asam lemak esensial. Lemak juga dapat melarutkan berbagai vitamin. Konsumsi lemak hewani yang berlebihan dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri dan penyakit jantung koroner. 1989 dan Muhilal dkk 1998).D. sedangkan pada kecukupan protein dan zat gizi lain adalah nilai rata-rata kebutuhan ditambah dengan 2 kali simpangan baku (2 SD) (Sediaoetama.

dan kondensator . dan cooling water out (Darmasih 1997). susun tabung pendidihan. ekstraksi dalam Soxhlet .minyak antara 2-4 sendok makan sehari. . condenser (pendingin). Soxhletasi merupakan penyarian simplisia secara berkesinambungan. menuangkan eter anhydrous dalam tabung pendidihan. cairan penyari dipanaskan sehingga menguap. Proses ini berulang terus dengan sendirinya di dalam alat terutama dalam peralatan. Sampel yang akan diekstraksi ditempatkan dalam suatu timbel yang permeabel terhadap pelarut dan diletakkan di atas tabung destilasi. Soxhlet terdiri dari pengaduk atau granul antibumping. Setelah sampai batas tertentu. syphon arm outlet. Sampel yang bisa diperiksa meliputi pemeriksaan lemak. syphon arm inlet. Prinsip Soxhlet ialah ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru yang umumnya sehingga terjadi ekstraksi kontiyu dengan jumlah pelarut konstan dengan adanya pendingin balik.extraction liquid. cooling water in. Langkah-langkah dalam metode Soxhlet adalah : menimbang tabung pendidihan . pelarut akan kembali masuk ke dalam tabung destilasi secara otomastis. cukup makan 2-4 jenis makanan yang berminyak atau berlemak (Depkes 1995) Metode yang digunakan adalah metode Soxhlet.kolesterol. dididihkan dan dikondensaasikan di atas sampel. still pot (wadah penyuling. Dalam hidangan sehari-hari. uap cairan penyari terkondensasi menjadi molekul-molekul air oleh pendingin balik dan turun menyari simplisia dalam klongsong dan selanjutnya masuk kembali ke dalam labu alas bulat setelah melewati pipa sifon. didinginkan dalam desikator lalu ditimbang (Nielsen 1998). Soxhlet yang digunakan untuk ekstraksi lipida (Wirakusumah 2007). tabung Soxhlet. Kondesat akan jatuh ke dalam timbel dan merendam sampel dan diakumulasi sekeliling timbel. mengeringkan tabung pendidihan yang berisi lemak yang terekstraksi pada oven 1000C selama 30 menit .trigliserida. Soxhlet merupakan suatu peralatan yang digunakan untuk mengekstrak suatu bahan dengan pelarutan yang berulang-ulang dengan pelarut yang sesuai. bypass sidearm. expansion adapter. thimble selulosa.

Sampel yang sudah dihaluskan. Keuntungan metode ini adalah : 1. pelarut dan lemak dipisahkan melalui proses penyulingan dan dikeringkan (Darmasih 1997). uapnya naik melewati Soxhlet menuju ke pipa pendingin. sari akan dialirkan lewat sifon menuju labu. Setelah dikeringkan dan didinginkan. Alat pendingin disambungkan dengan Soxhlet. 3. larutan sari ini terkumpul dalam thimble dan bila volumenya telah mencukupi. kemudian menetes ke thimble. labu diisi dengan petroleum spiritus 60 – 80°C sebanyak 175 ml. Digunakan petroleum spiritus karena kelarutan lemak pada pelarut organik. Dapat digunakan untuk sampel dengan tekstur yang lunak dan tidak tahan terhadap pemanasan secara langsung. Pelarut yang digunakan adalah petroleum spiritus dengan titik didih 60 sampai dengan 80°C. Air untuk pendingin dijalankan dan alat ekstraksi lemak kemudian mulai dipanaskan (Darmasih 1997). Digunakan pelarut yang lebih sedikit Pemanasannya dapat diatur Kerugian dari metode ini : . Air dingin yang dialirkan melewati bagian luar kondensor mengembunkan uap pelarut sehingga kembali ke fase cair. Proses dari pengembunan hingga pengaliran disebut sebagai refluks. 2. Soxhlet disambungkan dengan labu dan ditempatkan pada alat pemanas listrik serta kondensor . Pelarut melarutkan lemak dalam thimble. Fungsi batu didih ialah untuk meratakan panas. Thimble yang sudah terisi sampel dimasukan ke dalam Soxhlet. di atas sampel ditutup dengan kapas. ditimbang 5 sampai dengan 10 gram dan kemudian dibungkus atau ditempatkan dalam “Thimble” (selongsong tempat sampel) . Setelah proses ekstraksi selesai. Ketika pelarut dididihkan. Selanjutnya. labu kosong diisi butir batu didih. Proses ekstraksi lemak kasar dilakukan selama 6 jam.

dan MSG. PERANAN LEMAK DALAM MAYONAISE Mayonnaise adalah jenis bahan pangan berupa emulsi setengah padat yang dibuat dari minyak nabati. dan beberapa bumbu yaitu garam. cheese cream . bagian kedua disebut media pendispersi yang juga dikenal sebagai continuous phase. sehingga mencegah bersatunya . paprika. karena seluruh alat yang berada di bawah komdensor perlu berada pada temperatur ini untuk pergerakan uap pelarut yang efektif. Karena pelarut didaur ulang. kuning telur. seperti metanol atau air.1. 2. Bila dilakukan dalam skala besar. selain itu french dressing. Jumlah total senyawa-senyawa yang diekstraksi akan melampaui kelarutannya dalam pelarut tertentu sehingga dapat mengendap dalam wadah dan membutuhkan volume pelarut yang lebih banyak untuk melarutkannya. Mayonnaise merupakan salah satu contoh produk proses emulsi. mungkin tidak cocok untuk menggunakan pelarut dengan titik didih yang terlalu tinggi. juga merupakan beberapa contoh produk dengan proses emulsi yang banyak dimanfaatkan dalam jenis makanan kita. 3. Emulsi merupakan suatu dispersi atau suspensi suatu cairan dalam cairan yang lain. dan membentuk emulsi yang sangat halus dalam cuka atau lemon juice. gula. yang biasanya terdiri dari air. Emulsifier ini mampu membentuk sebuah selaput (film) di sekeliling butiran yang terdispersi. yaitu bagian yang terdispersi yang terdiri dari butir-butir yang biasanya terdiri dari lemak. Pada suatu emulsi terdapat tiga bagian utama. Mayonnaise merupakan emulsi minyak dalam air dengan kuning telur berfungsi sebagai emulsifier. Kadar minyak mayonnaise tidak boleh lebih dari 65%berat. dan bagian ketiga adalah emulsifier yang berfungsi menjaga agar butir minyak tadi tetap tersuspensi di dalam air. ekstrak yang terkumpul pada wadah di sebelah bawah terus-menerus dipanaskan sehingga dapat menyebabkan reaksi peruraian oleh panas. cuka/lemon juice atau asam sitrat. yang molekul-molekul kedua cairan tersebut tidak saling berbaur tetapi saling antagonistik.

seperti dalam pembuatan biskuit. asam lemak . dan sebagainya. gugus fosfat. Fosfatidilkolin merupakan jenis fosfolipid di lesitin. diantaranya adalah emulsifier. gliserol . Oleh karenanya bahan itu dapat dijadikan jembatan untuk mencampurkan antara bahan lemak dan bahan air. atau emlsifyng agent. Kuning telur merupakan emulsifier yang sangat kuat (terdapat sejenis bahan yang memiliki tingkat kesukaan terhadap air dan minyak sekaligus). Kebanyakan fosfolipid terdiri dari diglycerid. dan bagian emulsifiernya adalah kuning telur. albumin. fosfatidilkolin . Satu ujung molekul tersebut suka air dan ujung yang lainnya suka minyak. . dan fosfolipid (misalnya. pasta kanji. kecuali sphingomyelin yang merupakan turunan dari sphingosine bukan dari gliserol. Beberapa bahan yang dapat berfungsi sebagai emulsifier adalah kuning telur. atau beberapa tepung yang sangat halus seperti misalnya tepung paprika atau mustard. Sifat seperti itu sangat dibutuhkan dalam pengolahan berbagai jenis makanan. trigliserida . tetapi yang menyebabkan daya emulsifier yang kuat adalah kandungan lesitinnya yang terdapat dalam bentuk kompleks sebagai lesitin-protein. telur utuh. glycolipids . atau fosfatidilkolin dalam kuning telur. serta kuning telur yang terdiri dari asam fosfat . kolin . Sebenarnya ada beberapa istilah yang digunakan uuuntuk bahan/bagain yang ketiga. kue. bagian yang mendispersi (media pendispersi) asam cuka atau lemon juice. mayonaise. kasein. Identifikasi fosfolipid pertamakali yaitu lesitin. cake. dan phosphatidylinositol ). Fosfolipid termasuk dalam kelompok lemak/lipid yang komponen utamanya membrane sel karena fosfolipid dapat membentuk bilayers lipid. Lecithin adalah istilah umum pada setiap kelompok warna kecoklatan dan zat-kuning lemak yang terdapat pada hewan dan jaringan tumbuhan. pektin. Senyawa emulsifier ini molekul-molekulnya mempunyai aftinitas terhadap kedua cairan tersebut. dan molekul organic sederhana seperti kolin. gelatin. Pada produk mayonnaise bagian yang terdispersi adalah minyak nabati. paling sedikit sepertiga kuning telur terdiri dari lemak. phosphatidylethanolamine . Daya aftinitasnya harus parsial dan tidak sama terhadap kedua cairan tersebut. stabilizer.kembali butir-butir tersebut atau dengan kata lain dapat dikatakan untuk mencegah terjadinya pemisahan kembali antara lemak (bagian terdispersi) dan air (bagian pendispersi).

Ketika berada pada kondisi di dalam air fosfolipid tersebut membentuk berbagai struktur tergantung pada sifat spesifiknya dan dalam hal pembuatan mayonnaise fosfolipid tersebut membentuk/berperan sebagai emulsifier dimana yang berperan dalam menyatukan antara minyak nabati dan sam cuka/lemon juice yang merupakan bahan utama pembuatan mayonnaise menjadi suatu emulsi setengah padat yang kompak/mantap atau sering disebut juga emulsi permanen. Kepala hidrofilik berisi gugus fosfat bermuatan negative. Ekornya yang bersifat hidrofobik terdiri dari asam lemak rantai hidrokarbon. . yang kemungkinan juga terdiri dari kelompok/jenis polar yang lainnya. Hal ini berbeda dengan mayonnaise yang stabil dan tidak memisah lagi walaupun lama didiamkan/tidak langsung digunakan. berbeda dengan emulsi temporer yang terjadi pada french dressing yang selalu memisah antara minyak dan air jika tidak dikocok. oleh karenanya pada penggunaan French dressing ini harus segera digunakan sesaat etelah dilakukan pengocokan karena pada saat pengocokan inilah minyak dan air dapat bersatu namun jika tidak langsung digunakan maka akan cepat memisah. Bagian kepala fosfolipid merupakan bagian yang hidrofilik (tertarik pada air) dan bagian ekor yaitu tertarik pada hidrofobik (tidak suka dengan air/menjauhi air dan lebih terikat pada minyak/lemak). Emulsi permanen yang dimaksud disini yaitu pada campuran tersebut antara minyak nabati dan asam cuka/lemon juice yang dicampurkan tidak terpisah lagi.Mekanisme lesitin dapat menyatukan minyak (lemak) dan air (asam cuka/lemn juice pada pembuatan mayonnaise) adalah fosfolipid yang merupakan pembentuk lesitin terdiri dari bagian yang polar (air) dan bagian yang non polar (minyak/lemak).

Menuangkan pelarut heksan atau dietil eter ke dalam labu lemak secukupnya. Mendistilasi pelarut yang ada di dalam labu lemak. Menimbang labu lemak hasil pengeringan sampai beratnya tetap dan didinginkan dalam desikator. Mengambil labu lemak yang ukuran sesuai dengan alat ekstraksi soxhlet yang akan digunakan. Menimbang 5 gr sampel dalam bentuk tepung langsung dalam saringan timbel. menampung pelarutnya. mengeringkan dalam oven. Selanjutnya labu lemak yang berisi lemak hasil ektraksi dipanaskan dalam oven pada suhu 1050C. Meletakkan timbel atau kertas saring yang berisi sampel tersebut dalam alat ekstraksi soxhlet. 3. 5. 8. kemudian memasang alat kondenser diatasnya dan labu lemak di bawahnya. 6. mendinginkan dalam desikator dan menimbangnya 2. Menghitung berat lemak dengan rumus % lemak = . Sebagai alternatif sampel dapat dibungkus dengan kertas saring. yang sesuai ukurannya. 7. sesuai dengan ukuran soxhlet yang digunakan. kemudian menutup dengan kapas wool yang bebas lemak. Melakukan refluks minimun 2 jam sampai pelarut Yang turun kembali ke labu lemak bewarna jernih. 4. PROSEDUR KERJA 1.IV.

V.1 gram  % lemak = 62 % VI. PERHITUNGAN  Berat sampel  Berat lemak = 5 gram = 3. terjadi 4 siklus. DATA PENGAMATAN  Sampel yang digunakan = 5 gram mayonnaise  Pada saat ekstraksi. dengan waktu: Siklus pertama Siklus kedua Siklus ketiga Siklus keempat = 21 menit = 15 menit = 13 menit = 9 menit  Berat lemak yang dihasilkan = 3.1 gram .

Pelarut anhydrous merupakan pelarut yang benar-benar bebas air. expansion adapter. syphon arm outlet. Tahapan pertama yang kami lakukan ialah menimbang sampel sebanyak 5 gram dan kemudian dibungkus atau ditempatkan dalam thimble (selongsong tempat sampel). Soxhlet disambungkan dengan labu dan ditempatkan pada alat pemanas listrik serta kondensor. thimble selulosa. syphon arm inlet. Hal tersebut bertujuan supaya bahanbahan yang larut air tidak terekstrak dan terhitung sebagai lemak serta keaktifan pelarut tersebut tidak berkurang. Metode soxhlet ini dipilih karena pelarut yang digunakan lebih sedikit (efesiensi bahan) dan larutan sari yang dialirkan melalui sifon tetap tinggal dalam labu. Air untuk pendingin dijalankan dan alat ekstraksi lemak mulai dipanaskan. Setelah dikeringkan labu lemak diisi dengan pelarut anhydrous. Selain pelarut tersebut dan memiliki polaritas yang sama dengan pelarut yang digunakan sehingga lemak dapat dikeluarkan dari mayonaise. dan cooling water out. cooling water in. Alat pendingin disambungkan dengan soxhlet. Thimble yang sudah terisi sampel dimasukan ke dalam soxhlet. Soxhlet biasa digunakan dalam pengekstrasian emak pada suatu bahan makanan. Penetapan kadar lemak dengan metode soxhlet ini dilakukan dengan cara mengeluarkan lemak dari bahan dengan pelarut anhydrous. ANALISA PERCOBAAN Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan yaitu “Penetapan Kadar Lemak pada Mayonaise Menggunakan Metode Soxhlet (metode ekstraksi kering)” dapat dianalisa bahwa Soxhlet merupakan alat yang terdiri dari pengaduk atau granul anti-bumping. di atas sample ditutup dengan kapas. extraction liquid. Prinsip soxhlet ialah ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru yang umumnya sehingga terjadi ekstraksi kontiyu dengan jumlah pelarut konstan dengan adanya pendingin balik. sehingga pelarut yang digunakan untuk mengekstrak sampel selalu baru dan meningkatkan laju ekstraksi.VII. . Waktu yang digunakan lebih cepat. Kerugian metode ini ialah pelarut yang digunakan harus mudah menguap dan hanya digunakan untuk ekstraksi senyawa yang tahan panas. Pada saat ekstraksi air pendingin pada kondenser harus dijaga karena semakin rendah suhu maka cairan akan cepat menetes. condenser (pendingin). still pot (wadah penyuling) bypass sidearm.

kuantitas pelarut yang digunakan juga harus tepat sehingga lemak yang ada dalam sampel terekstrak semua. Proses ini terjadi ekstraksi kontiyu dengan jumlah pelarut konstan dengan adanya pendingin balik. Proses dari pengembunan hingga pengaliran disebut sebagai refluks. Hasil dari percobaan ini diperoleh persentasi kadar lemak sebesar 62%. dibagi dengan berat sampel. Kesalahan tersebut termasuk kesalahan waktu ekstraksi. kemudian dikalikan 100%. 01-4473-1998 disebutkan bahwa persentase kadar lemak pada Mayonnaise yaitu minimal 65%. sari akan dialirkan lewat sifon menuju labu. waktu ekstraksi. suhu pelarut. pemisahan tersebut berdasarkan titik didih yang mana pelarut akan lebih cepat berubah menjadi fase gas sehingga yang tertinggal pada labu hanyalah lemak. kuantitas pelarut. Dengan demikian. Proses ekstraksi dilakukan sampai tidak ada lagi lemak yang terkandung dalam bahan.Pada saat pelarut dididihkan. Berdasarkan tabel Standar Nasional Indonesia No. . uapnya naik melewati soxhlet menuju ke pipa pendingin. Tetapi pada praktikum hanya dilakukan sampai siklus ke 4 Hal ini disebabkan karena keterbatasan waktu dalam praktikum. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju ekstraksi adalah tipe persiapan sampel. uap cairan penyari terkondensasi menjadi molekul-molekul air oleh pendingin balik dan turun menyari simplisia dalam slongsong dan selanjutnya masuk kembali ke dalam labu alas bulat setelah melewati pipa sifon kemudian menetes ke thimble. Kadar lemak diperoleh melalui selisih berat labu lemak akhir dengan berat labu lemak awal. larutan sari ini terkumpul dalam thimble dan bila volumenya telah mencukupi. Hal ini bisa menyebabkan kadar lemak dalam sampel rendah karena lemak dalam sampel belum terekstrak secara sempurna. Selain itu. Selanjutnya mayonnaise yang telah diuji kadar lemaknya dibandingkan dengan Standar Nasional Indonesia No 01-4473-1998. Selanjutnya sampel dipisahkan dengan cara didestilasi. kadar lemak pada mayonnaise yang diperoleh dari percobaan ini tidak sesuai dengan literatur karena persentase kadar lemak mayonnaise hasil percobaan ini lebih rendah dari persentase kadar lemak pada literatur. Berdasarkan literatur tersebut. Pelarut melarutkan lemak dalam thimble. Kondesat akan jatuh ke dalam timbel dan merendam sampel dan diakumulasi sekeliling timbel. misalnya pada percobaan ini proses ekstraksi hanya dilakukan sampai siklus ke empat. kesalahan pada percobaan ini dapat disebabkan karena ketidaktepatan faktorfaktor tersebut. Cairan penyari dipanaskan sehingga menguap. tipe pelarut.

dapat disimpulkan bahwa: Prinsip Soxhlet ialah ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru yang umumnya sehingga terjadi ekstraksi kontiyu dengan jumlah pelarut konstan dengan adanya pendingin balik. dan cooling water out ( Menentukan persen kadar lemak yang terkandung dalam suatu bahan dapat dilakukan dengan cara menghitung selisih berat labu lemak akhir dengan berat labu lemak awal. thimble selulosa. dibagi dengan berat sampel. Berdasarkan table SNI No.VIII. 01-4473-1998 kadar lemak pada mayonnaise minimal 65% sehingga hasil dari percobaan ini tidak sesuai dengan literature karena hasilnya lebih kecil dari literature. syphon arm inlet. still pot (wadah penyuling. condenser (pendingin). Kadar lemak yang dihasilkan adalah sebesar 62 %.extraction liquid. kemudian dikalikan 100%. KESIMPULAN Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan. expansion adapter. Soxhlet terdiri dari pengaduk atau granul antibumping. syphon arm outlet. . bypass sidearm. cooling water in.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful