KOLOID

Pada pelajaran kelas 1 kita mengenal campuran homogen dan campuran heterogen. Campuran homogen yaitu campuran yang tidak dapat dibedakan antara zat terlarut dan zat pelarutnya. Sedangkan campuran heterogen yaitu campuran yang masih dapat dibedakan antara zat terlarut dan zat pelarutnya. Campuran homogen sering dikenal dengan nama larutan sejati sedangkan campuran heterogen dibedakab menjadi dua yaitu koloid dan suspense kasar. Contoh larutan sejati adalah larutan cuka, air laut, dan larutan alkohol dalam air. Contoh koloid adalah asap, kabut, cat dan mentega. Contoh Suspensi adalah campuran tepung beras dalam air, campuran kopi dalam air, dan campuran lumpur dalam air. Perbedaan antara ketiganya disajikan dalam table berikut. Larutan sejati - Homogen, tidak dapat dibedakan meskipun dengan memakai mikroskop ultra - Jernih - Satu fase - Tidak dapat disaring Stabil (tidak memisah) Diameter partikel < 10-7 cm Dapat meneruskan cahaya Koloid Tampak homogen, tetapi jika dilihat dengan mikroskop ultra tampak heterogen Tidak jernih Dua fase Dapat disaring dengan kertas saring ultra Umumnya stabil Diameter parikel 10-7 – 10-5 cm Dapat menghamburkan cahaya Suspensi kasar - Heterogen

-

-

-

-

-

Tidak jernih Dua fase Dapat disaring dengan kertas saring biasa Tidak stabil Diameter parikel > 10-5 cm Dapat memantulkan cahaya

selai. dan buangan knalpot. mentega. karet busa. gelas warna. air lumpur. cair. Namun. dan mayones. protoplasma. No 1 2 3 4 5 6 Padat Padat 7 Padat 8 Padat Gas Cair Fase Terdispersi Gas Gas Cair Cair Cair Medium Pendispersi Cair Padat Gas Cair Padat Nama Koloid Buih atau busa Contoh Buih sabun/ sampho/ detergen. kaca berwarna. perunggu. dan lem padat. santan. dan kuningan. pengeras rambut dan obat semprot. debu di udara. Emulsi padat Keju. lotion. semir padat. perlu diketahui bahwa campuran gas dengan gas tidak membentuk sistem koloid karena semua gas akan bercampur homogen. Aerosol padat Asap. intan. atau padat. lateks. mutiara. Buih padat atau Batu apung. permata. Lalu apa yang membedakan keduanya sehingga keduanya memiliki sifat yang berbeda. ombak dan limun. Sol padat Paduan logam. es krim. opal. agar – agar.Sistem Koloid Telah dijelaskan bahwa asap dan kabut termasuk koloid. tinta. tanah. sol belerang. semir cair. Aerosol cair Kabut. lava dan busa padat biscuit. sistem koloid dapat terbagi menjadi beberapa jenis. Emulsi cair Susu. awan. Berdasarkan fase terdispersi dan medium pendispersi sistem koloid dibedakan menjadi 8 macam koloid seperti pada tabel dibawah ini. Berdasarkan medium pendispersi ataupun fase terdispersi. krim kocok. cat. kanji. Sol (gel) Sol emas. minyak ikan. . Fase terdispersi maupun medium pendispersi dalam suatu sistem koloid dapat berupa gas. nasi. dan lem cair. jeli. putih telur. Perbedaan kedua jenis koloid tersebut terletak pada jenis fase terdispersi dan medium pendispersinya.

Jelaskan apa yang dimaksud dari masing – masing jenis campuran tersebut. Sebutkan macam – macam koloid berdasarkan wujud fase terdispersi dan medium pendispersinya. dan suspense. b. a. b. 1) susu 2) cat 3) ombak 4) obat semprot 5) putih telur 6) semir padat 7) perunggu 8) debu di udara 3. 2. Dalam sistem dispersi dikenal dengan 3 jenis campuran. yaitu larutan sejati. a. Berilah masing – masing 3 contoh. Lengkapilah daftar berikut ini. Kelompokkan sistem koloid berikut menurut jenisnya. c. No 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama sistem koloid Emulsi … … … … … Busa … Fase terdispersi … … Padat … … Padat … Gas Medium pendispersi … … Cair … … Padat … Padat … Kabut … Mentega Debu … … … Contoh 9) gelas berwarna 10) mutiara 11) limun 12) asap 13) karet busa 14) buangan knalpot 15) batu apung 4. misalnya larutan ataupun suspensi kasar? Jelaskan jawaban kalian! . Dalam bebagai industry ada kecendrungan untuk membuat produk dalam bentuk koloid. Berilah contoh dari masing – masing jenis campuran. koloid. Mengapa produk – produk yang dihasilkan oleh industry – industry tersebut harus berupa koloid dan bukan jenis campuran yang lain.Soal – soal latihan 1. Sebutkan perbedaan sifat antara ketiganya.

Sorot lampu mobil pada malam hari yang berdebu. Gerak brown akan semakin cepat jika ukuran partikel koloid semakin kecil. Di lingkungan sekitar kita sering terjadi Efek Tyndall. Efek Tyndall dan Gerak Brown a. 2. Terjadinya warna biru dilangit pada siang hari akibat partikel – partikel koloid yang berupa debu. Gerak Brown Gerak Brown adalah gerak acak partikel koloid dalam medium pendispersinya. koagulasi. dan juga adanya koloid liofil dan koloid liofob. Gerak Brown terjadi karena adanya tumbukan yang tidak seimbang antara molekul – molekul medium terhadap partikel koloid. koloid pelindung. atau berkabut akan tampak jelas. berasap. Efek Tyndall Efek Tyndall adalah peristiwa penghamburan cahaya oleh partikel koloid. Elektroforesis Elektroforesis adalah pergerakan partikel koloid di bawah pengaruh medan listrik. 1. gerak ini ditemukan oleh Robert Brown. Sorot lampu proyektor di gedung bioskop akan tampak jelas ketika ada asap rokok. awan dan kabut menghamburkan cahaya matahari yang melaluinya. Gerak Brown pada sistem koloid menyebabkan partikel – partikel koloid tersebar merata dalam medium pendispersinya dan tidak memisah meskipun didiamkan (stabil). serta dialysis. adsorpsi. Berikut ini akan dijelaskan satu persatu sifat tersebut. Kestabilan sistem koloid disebabkan adanya muatan listrik pada . Partikel – partikel koloid dapat bermuatan listrik karena terjadinya penyerapan ion pada permukaan koloid.Sifat – Sifat Koloid Beberapa sifat koloid yang penting untuk diketahui adalah efek tyndall dan gerak brown. Efek ini mula – mula diterangkan oleh John Tyndall (1830 – 1893) ahli fisika berkebangsaan inggris. b. Contohnya sebagai berikut. Adanya muatan listrik pada koloid dapat dijelaskan dengan elektroforesis. Berkas sinar matahari yang melalui celah daun pepohonan pada pagi hari yang berkabut akan tampak jelas. Muatan Listrik pada Partikel Koloid a.

permukaan partikel koloid. 2) Proses penjernihan air dengan tawas 3) Proses yang dilakukan ion Al3+ atau Fe3 pada penetralan albuminoid yang terkandung dalam darah sehingga terjadi penggumpalan yang dapat menutupi luka. misalnya pada masker gas. dengan tanah diatome dan arang tulang. . 4) Proses terjadinya delta di muara. Koagulasi Koagulasi atau pengumpalan adalah peristiwa pengendapan partikel – partikel koloid sehingga fase terdispersi terpisah dari medium pendispersinya. Adsorpsi Adsorpsi adalah proses penyerapan suatu zat di permukaan zat lain. Hal ini dilakukan dengan cara memasukkan dua batang elektroda ke dalam sistem koloid dan menghubungkannya dengan sumber arus searah. 4) Adsorpsi gas oleh zat padat. 1) Proses pengolahan karet dari bahan lateks. kapas atau sutra. 1) Penyembuhan sakit perut yang disebabkan oleh bakteri pathogen dengan serbuk karbon atau norit. Partikel koloid mampu mengadsorpsi ion positif dan negatif sehingga partikel koloid menjadi bermuatan listrik. Contoh pemanfaatan adsorpsi koloid sebagai berikut. Peristiwa adsorpsi disebabkan karena gaya tarik molekul – molekul pada permukaan adsorpen. Zat yang diserap disebut fase terserap dan zat yang menyerap disebut adsorpen. 3) Pencelupan serat wol. Hal – hal yang dapat menyebabkan koloid hilang kestabilannya adalah karena dialirkan arus listrik dengan rentang waktu yang cukup lama dan karena ditambahkan zat elektrolit yang dapat menyerap ion pada permukaan koloid. sebagai berikut. 2) Penjernihan air keruh dengan tawas (Al2(SO4)3). Koagulasi disebabkan oleh hilangnya kestabilan untuk mempertahankan partikel – partikel agar tetap tersebar di dalam medium pendispersinya. b. Proses – proses yang memanfaatkan sifat koagulasi koloid. Pada peristiwa elektroforesis partikel koloid akan dinetralkan muatannya dan digumpalkan pada elektroda. c. 5) Penjernihan air tebu pada pembuatan gula pasir. selain karena adanya gerak brown.

ion – ion atau molekul tersebut dapat melalui membrane lebih cepat daripada partikel koloid. Koloid Liofil dan Koloid Liofob Koloid liofil dan koloid liofob merupakan jenis sistem koloid yang terbentuk sol. Dialisis Dialisis adalah cara mengurangi ion – ion pengganggu yang terdapat dalam sistem koloid dengan menggunakan selaput semipermeabel. e. Prinsip kerja dalam proses dialysis sebagai berikut. 1) Kasein di dalam susu melindungi minyak atau lemak. 4) Gelatin merupakan pelindung yang mencegah pembentukan kristal besar es atau gula pada pembuatan es krim. dan sebagainya. Prinsip dialysis saat ini digunakan sebagai proses cuci darah pada penderita gagal ginjal yang dikenal sebagai blood dialysis. Sol merupakan sistem koloid dengan fase terdispersi padat dan medium pendispersi cair. Sol liofil merupakan jenis sol yang fase terdispersinya dapat mengikat atau menarik medium pendispersinya. seperti perkamen. Koloid pelindung membentuk lapisan di sekeliling partikel koloid lain sehingga melindungi muatan koloid tersebut> Contoh koloid pelindung sebagai berikut. d. Koloid Pelindung Koloid pelindung adalah koloid yang bersifat melindungi koloid lain supaya tidak mengalami koagulasi. sol dibedakan menjadi dua jenis yaitu sol liofil dan sol liofob. 2) Lesitin merupakan pelindung yang menstabilkan butiran – butiran halus air di dalam magarin. Berdasarkan sifat adsorpsinya. 3) Larutan gom digunakan untuk melindungi partikel – pertikel karbon dalam tinta gambar. Dispersi koloid dimasukkan dalam kantong yang terbuat dari membrane semipermeabel. selofan. Sehingga partikel koloid akan tetap berada dalam kantong membrane. Karena ion – ion atau molekul dalam larutan memiliki ukuran lebih kecil dari partikel koloid. Sedangkan sol liofob merupakan sol yang fase terdispersinya tidak dapat . 3.5) Proses penggumpalan debu atau asap yang berasal dari pabrik atau industry dengan menggunakan alat koagulasi listrik (Cottrel).

Mengapa partikel koloid bermuatan listrik? b. Sebutkan adanya efek Tyndall dalam kehidupan sehari – hari! 3. Contoh sol liofil adalah sol AgCl dan sol CaCO3. langit berwarna hitam. 5.mengikat atau menarik medium pendispersinya. Jelaskan apa nyang dimaksud dengan gerak Brown pada partikel koloid dan pengaruhnya terhadap sistem koloid dan juga penyebabnya. Mengapa pada siang hari. Salah satu sifat partikel koloid adalah bermuatan listrik. Jelaskan dengan singkat peristiwa – peristiwa tersebut lengkap dengan contohnya. Contoh sol liofob adalah sol emas. Jelaskan mengapa dikatakan bahwa efek Tyndall merupakan sifat khas yang membedakan sistem koloid dengan larutan. a. Para antariksawan yang kembali dari bulan menceritakan bahwa pada siang hari jika dilihat dari permukaan bulan. di dalam rumah cukup terang meskipun tidak secara langsung disinari cahaya matahari? b. Mengapa kita yang ada di bumi melihat langit berwarna biru? 2. a. Salah satu sifat khas dari partikel koloid adalah adanya efek Tyndall pada partikel tersebut. Mengapa partikel koloid bersifat stabil? . Jelaskan dengan singkat dan jelas kondisi – kondisi berikut ini. Adanya muatan listrik pada partikel koloid tersebut menyebabkan partikel koloid mampu menunjukan beberapa peristiwa. 4. b. a. Sol liofil Stabil Kekentalan tinggi Kurang menunjukan efek Tyndall Dibuat dengan cara Dispersi Kurang stabil Kekentalan kurang Efek Tyndall jelas Dibuat dengan cara kondensasi Sol liofob Penambahan elektrolit kurang berpengaruh Penambahan elektrolit akan mengendapkan terhadap pengendapan . Terangkan dengan singkat dan jelas mengenai terjadinya peristiwa – peristiwa berikut. Berikut dijelaskan perbedaan antara sol liofil dan sol liofob. Soal – Soal Latihan 1.

Jelaskan hubungan antara sifat sistem koloid pada deodorant yang mengandung tawas dengan kegunannya untuk menghilangkan bau badan. Berilah contoh emulsi air – minyak atau air – lemak yang distabilkan oleh koloid pelindung. 7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan koloid liofil dan koloid liofob dan bandingkan sifat antara keduanya. 8. 9. Mengapa sol liofil lebih stabil daripada sol liofob? jelaskan! . 10. Jelaskan tentang prinsip pengolahan air bersih secara sederhana.6. Dalam tiap contoh namailah koloid pelindungnya dan uraikan bagaimana kestabilan itu diperoleh.

misalnya pada pembuatan sol Fe(OH)3. Reaksinya: FeCl3(aq) + H2O(l) → Fe(OH)3(s) + 3HCl(aq) 3) Reaksi Redoks Reaksi redoks adalahreaksi yang disertai dengan perubahan bilangan oksidasi. Cara Kimia Merupakan pembentukan partikel koloid dari partikel larutan sejati melalui reaksi kimia seperti reaksi pengendapan. .Pembuatan Koloid Larutan koloid dapat dibuat menurut dua cara. a. Cara Kondensasi Pembuatan sistem koloid dengan cara kondensasi yaitu suatu cara pembuatan koloid dengan mengubah partikel – partikel larutan sejati yang terdiri atas molekul – molekul atau ion – ion menjadi partikel koloid. yaitu cara kondensasi dan cara dispersi Kondensasi Partikel Larutan Sejati Partikel Koloid Dispersi Partikel Suspensi Kasar 1. Sol Fe(OH)3 dibuat dengan menambahkan larutan FeCl3 ke dalam air mendidih. reaksi redoks dan reaksi pemindahan. Contoh: Sol belerang dapat dibuat dengan mengalirkan gas H2S ke dalam larutan SO2. Contoh: Sol AgCl dapat dibuat dengan mencampurkan larutan AgNO3 encer dengan larutan HCl encer atau NaCl encer. reaksi hidrolisis. 1) Reaksi Pengendapan Caranya dua buah larutan elektrolit encer dicampurkan sehingga menghasilkan endapan yang berukuran koloid. Cara kondensasi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu cara kimia dan cara fisika. Reaksinya: AgNO3(aq) + HCl(aq) → AgCl(s) + HNO3(aq) Tuliskan reaksi antara AgNO3(aq) dengan NaCl(aq)! 2) Reaksi Hidrolisis Hidrolisis adalah peristiwa terjadinya reaksi antara garam dengan air. Selain itu sol belerang dapat juga dibuat dengan mengalirkan gas H2S ke dalam larutan H2O2. Fe3+ akan mengalami reaksi hidrolisis menjadi Fe(OH)3.

Pembuatan koloid secara dispersi dapat dilakukan sebagai berikut. 2) Pengembuanan Uap Uap raksa yang dialirkan melalui air dingin dapat membentuk sol raksa. . Contoh cara mekanik adalah sol belerang dapat dibuat dengan menumbuk dan menggerus butir – butir belerang yang dicampur dengan kristal gula pasir.Reaksinya: 2H2S(g) + SO2(aq) → 3S(s) + 2H2O Tuliskan reaksi kimia antara H2S(g) dengan H2O2(aq)! 4) Reaksi Pemindahan Apabila ke dalam larutan Na2S2O3 ditambahkan larutan HCl. 2. Cara Fisika 1) Pendinginan Kelarutan suatu zat sebanding dengan suhu sehingga pendinginan dapat menggumpalkan menjadi koloid. a. ke dalam larutan tersebut akan terbentuk partikel – partikel yang berukuran koloid. Bila perlu ditambahkan zat pemantap ( stabilizer) untuk mencegah penggumpalan kembali. 3) Penggantian Pelarut Sol belerang dalam air dapat dibuat dengan melarutkan belerang ke dalam alkohol. Pada pembuatan cat. Cara Dispersi Koloid yang berasal dari suspensi kasar dapat dibuat dengan cara dispersi. Belerang yang terbentuk akan membesar sampai mencapai ukuran partikel koloid Reaksinya: Na2S2O3(aq) + 2HCl(aq) → 2NaCl(aq) + H2SO3(aq) + S(s) b. tinta. mentega sering ditambahkan zat pemantap. Cara Mekanik Pembuatan sistem koloid dengan cara penggerusan zat padat sehingga halus kemudian didispersikan ke dalam medium pendispersi. Kemudian larutan jenuh yang terjadi diteteskan ke dalam air sedikit demi sedikit.

yaitu partikel – partikel fase terdispersi dibuat dengan menggunakan loncatan bunga api. Contohnya pembuatan sol emas dan sol platina. Contohnya: endapan Al(OH)3 yang terdapat dalam air jika ditambah larutan AlCl3 akan berubah menjadi sol Al(OH)3. Tuliskan persamaan reaksi pada pembuatan sol belerang! 5. Jelaskan pembuatan koloid dengan cara homogenisasi. Cara ini biasanya digunakan dalam pembuatan sol logam. Cara ini dilakukan dengan menyemprotkan cairan menggunakan alat atomizer (pengatom) atau dengan sprayer untuk membentuk aerosol. c. Soal – soal Latihan 1. Jelaskan mengapa dalam pembuatan koloid cara mekanik perlu ditambahkan zat pemantap? 8. Jelaskan cara pembuatan sol AgCl! 4. Apakah yang dimaksud dengan kondensasi? 2. yaitu suatu cara yang digunakan untuk membuat suatu zat homogen dan berukuran koloid. Bagaimanakah cara pembuatan koloid melalui reaksi hidrolisis? 3. d. Cara Busur Bredig Pembuatan partikel koloid dengan cara busur Bredig. Jelaskan cara pembuatan contoh sol belerang dengan cara mekanik! 9. Contoh cara homogenisasi adalah dalam proses pembuatan susu. Sebagai contoh penyemprotan parfum. Pembentukan partikel koloid dapat juga dilakukan dengan cara dispersi dalam gas. Cara Homogenisasi Pembuatan koloid jenis emulsi dapat dilakukan dengan cara homogenisasi. Jelaskan pembuatan partikel koloid dengan cara Busur Bredig! 10. Cara Peptisasi Pembuatan sistem koloid dengan memecah molekul besar menjadi molekul yang lebih kecil dengan menambahkan zat kimia berupa zat elektrolit yang mengandung ion sejenis atau dengan menghilangkan ion – ion elektrolit yang menyebabkan pengendapan. Sebutkan cara fisika yang dilakukan untuk melakukan kondensasi! 6. Jelaskan pembuatan koloid dengan cara mekanik! 7. insektisida dan sebagainya. Dan koloid jenis apa yang menggunakan cara ini! .b.

Asap e. Awan 5. e. Efek Tyndall e. Kabut c. Pelindung c. Pemecah 6. Padat dalam gas d. Gerak Brown b. Cair dalam padat c. Cahaya dapat terlihat bila melalui sistem koloid. Sol As2O3 dibuat dengan mengalirkan gas H2S ke dalam larutan As2O3. Koagulasi 7. Mutiara termasuk jenis koloid… a. Sol belerang dibuat dengan mencampurkan serbuk belerang dengan gula kemudian dimasukkan ke dalam air. Efek Tyndall e. Berikut ini yang merupakan sifat koloid adalah… a. Sol emas dibuat dengan melompatkan bunga api listrik dari electron Au dalam air d. Padat dalam cair b. Gel agar – agar yang ditambahkan pada pembuatan es krim berfungsi sebagai koloid… a. Memantulkan cahaya c. Gas dalam padat 4. 3. Pengion d. Cair dalam cair e. Busa d. Elektroforesis c. Dialisis d. Koloid yang fase terdispersinya gas adalah… a. Dapat mengadsorpsi ion b. Satu fase . Pembuatan koloid dibawah ini yang termasuk cara kondensasi adalah… a. Pendingin b. Mutiara b. Sol Al(OH)3 dibuat dengan menambahkan larutan AgCl3 ke dalam endapan Al(OH)3 c.EVALUASI 1. Tidak stabil 2. Elektroforesis d. hal ini karena sifat koloid berikut… a. Peristiwa penjernihan air dengan tawas berkaitan dengan sifat koloid… d. Adsorpsi d. Pemisah e. b. Sol agar – agar dibuat dengan memasukkan serbuk agar – agar ke dalam air panas. Gerak Brown e. Ukuran partikelnya< 10-7 e.

Peptisasi 13. Kabut c. Sistem koloid di bawah ini yang termasuk golongan aerosol adalah… d. Zat padat dalam cair b. Agar . Darah b. kecuali… a. 1 dan 4 10. 1 dan 3 c. Susu 12. Elektroforesis e. Koagulasi 8. Asap b. Hidrolisis d.agar d. Zat cair dalam gas 14. Bensin e.c. Dialisis c. 2) Pemurnian gula pasir 3) Penyembuhan sakit perut oleh norit 4) Penjernihan air Merupakan contoh peristiwa koagulasi koloid. Pembuatan sol Fe(OH)3 dilakukan dengan cara… a. 2 dan 3 e. Zat cair dalam cair c. Dekomposisi d. Contoh koloid yang medium pendispersinya padat dan fase terdispersinya cair adalah… a. 1) Pembentukan delta pada muara sungai. Zat padat dalam padat e. Zat berikut yang bukan merupakan sistem koloid adalah… a. Elektrolisis b. Peristiwa berikut. Agar . Hidrolisis e. Peptisasi c. Mutiara e. Reaksi redoks 11. 2 dan 4 d.agar 9. Batu apung . Mekanik b. 1 dan 2 b. Prinsip cuci darah bagi penderita gagal ginjal dilakukan berdasarkan… a. Air susu merupakan sistem dispersi… a. gas dalam cair d. Awan c.

Tolak menolak antar partikel koloid yang bermuatan sama c. 1 dan 2 b. Buih d. Kabut c. 1 dan 4 19. Batu apung .a. 1) sol Al(OH)3 dari larutan aluminium klorida dan endapan Al(OH)3 2) sol Fe(OH)3 dari larutan besi (III) klorida dan air mendidih 3) sol belerang dari hidrogen sulfida dan gas belerang dioksida 4) tinta dari karbon Yang termasuk pembuatan koloid secara dispersi adalah… a. Buih e. Tumbukan antara partikel Medium 17. Sistem koloid yang fase terdispersinya padat dan medium pendispersinya gas adalah… a. Asap b. Gabus 16. Tinta 15. Salah satu perbedaan koloid dengan suspensi adalah… a. Berikut ini merupakan pembuatan koloid. tarik menarik antara partikel koloiud yang berbeda muatan d. Batu apung d. Gaya gravitasi b. Kabut c. Contoh koloid di bawah ini termasuk koloid padat dalam gas adalah… a. 2 dan 3 e. Koloid menghamburkan cahaya sedangkan suspensi meneruskan cahaya c. Tumbukan antar partikel koloid e. Gel e. 1 dan 3 c. Koloid stabil sedangkan suspensi tidak stabil d. Gerak Brown terjadi karena… a. Buih sabun e. Embun d. Koloid transparan sedangkan suspensi keruh 18. Susu b. Kabut b. Koloid bersifat homogen sedangkan suspensi bersifat heterogen b. Koloid dua fase sedangkan suspensi satu fase e. 2 dan 4 d.

Pembuatan sol Fe(OH)3 dengan diberi FeCl3 dalam air endidih e. Dekantasi e. cair.padat e. gas. Margarin adalah suatu emulsi dari… a. cair . Agar . Kelebihan elektrolit dalam suatu dispersi koloid biasanya dihilangkan dengan cara… a. Pembuatan sol belerang dengan dialiri gas H2S dalam larutan SO2 b. Elektroforesis c. Embun e. Pembuatan koloid berikut yang tergolong cara dispersi adalah… a. Pembuatan kanji dengan menambahkan amilum c. Air dalam minyak c. Selai b. Contoh emulsi yang dijumpai dalam kehidupan sehari – hari adalah… a. cair – cair 26.agar e. Pembuatan AgCl dengan mereaksikan larutan AgNO3 encer dengan larutan NaCl encer. gas b. gas – cair b.c. Gelatin c. Air dalam protein 25. Dialisis 24. Presipitasi d. Lemak dalam air d. Protein dalam minyak e. Minyak dalam air b. Kabut d. Fase terdispersi dan medium pendispersi pada buih berturut – turut adalah…. padat d. gas – gas c. padat e. padat . Asap 20. padat . cair d.cair d. Susu c. Asap 22. a. Elektrolisis b. Pembuatan sol emas dengan mereduksi larutan garam emas d. Asap 23. Sabun b. Kombinasi yang tidak mungkin menghasilkan sistem koloid adalah… a. 21. Batu apung . cair. Salah satu contoh koloid yang tergolong liofil adalah… a.

Penguapan d. Air es c. Minyak tanah e. gas. Koagulasi 29. Kristalisasi b. Dialisis d. Efek Tyndall b. cair 27. Buih c. Emulsi 28. Larutan koloid dimurnikan dengan cara… a. Gel b. Gejala atau proses yang paling tidak ada kaitannya dengan sistem koloid adalah… a. Dialisis c. Sistem koloid yang dibentuk dengan mendispersikan partikel zat padat ke dalam zat cair disebut… a. Sol e. Suatu emulsi akan terjadi jika kedua campuran ini dikocok dan ditambahkan… a. Destilasi e. Emulsi e. Larutan garam d. Air panas b. Bila minyak kelapa dicampurkan dengan air akan terjadi dua lapisan yang tidak saling melarut. Aerosol SELAMAT BEKERJA . Elektrolisis d. Ultra Mikroskop c.c. Air sabun 30.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful