You are on page 1of 2

Polifenol merupakan molekul kimia dengan lebih dari satu unit fenol.

Polifenol ini banyak ditemukan secara alami pada tumbuhan. Polifenol terkenal sebagai senyawa yang berfungsi sebagai antioksidan, sehingga dapat melindungi tubuh dari radikal bebas dan mencegah penuaan. Selain itu, polifenol juga dapat berfungsi sebagai anti inflamasi dan anti tumor. Jenis polifenol yang terbesar dan memiliki peranan penting adalah flavonoid. Selain sebagai antioksidan, flavonoid ini juga dapat mencegah penyakit kardiovaskular dengan cara menurunkan laju oksidasi lemak sehingga dapat mencegah penyakit aterosklerosis(Astawan dan Kasih, 2008). Falvonoid ini biasanya terdapat pada bagian epidermis daun atau pada kulit buah(Clifford and Ashihara, 2006). Flavonoid ini merupakan golongan senyawa bahan alam yang terdiri dari senyawa fenolik yang merupakan pigmen pada tumbuhan. Sebagai antioksidan, flavonoid ini dapat mencegah terjadinya kanker pada manusia. Selain itu, flavonoid juga dapat melindungi struktur sel dan meningkatkan efektivitas vitamin C, sebagai antiinflamasi dan juga antibiotik. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa senyawa flavonoid ini dapat dijadikan sebagai anti mikroorganisme seperti bakteri dan virus. Sehingga, flavonoid memiliki manfaat yang penting bagi kesehatan manusia(Subroto dan Saputro, 2007). Saponin merupakan golongan triterpen glikosida yang rasanya pahit dan umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil, terutama kacang-kacangan. Saponin ini memiliki sifat seperti sabun, yang akan berbusa pada lingkungan air dan dapat merusak membran, seperti membran sel-sel darah pada manusia. Sehingga, penggunaan saponin akan berbahaya jika langsung disuntikkan pada tubuh. Namun, konsumsi obat yang mengandung senyawa saponin secara oral memiliki tingkat toksik yang rendah. Senyawa saponin ini dapat berfungsi sebagai anti maag, penurun kolesterol dan bahkan dapat juga sebagai anti kanker(Clifford and Ashihara, 2006). Adapun alkaloid adalah senyawa organik pada tumbuha yang bersifat basa bernitrogen. Sumber utama alakloid ini adalah tumbuhan dikotil, umumnya terdapat pada daun dan kulit buah. Alkaloid ini biasa dijadikan obat sebagai antibiotik, juga berfungsi dalam mendetoksifikasi racun di dalam tubuh. Namun, konsumsi alkaloid yang berlebihan justru akan menjadikan senyawa ini menjadi toksik yang berbahaya bagi tubuh(Sumardjo, 2006).

Referensi : Astawan, M., dan A.L. Kasih. 2008. Khasiat Warna-Warni Makanan. Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. hal. 31. Subroto, A., dan H. Saputro. 2007. Gempur Penyakit dengan Sarang Semut. Penebar Swadaya. Depok. Hal. 28. Clifford, M.N., and H. Ashihara. 2006. Plant Secondary Metabolites. Blackwell Publishing. USA. p. 3, 89-90. Sumardjo, D. 2006. Pengantar Kimia. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. hal. 439.