Universitas Kristen Krida Wacana

Fakultas Kedokteran
Jln. Arjuna Utara No. 6 Jakarta 11510. Telephone : (021) 5694-2061,fax : (021) 563-1731

Tinea Pedis Florensia Nani

Abstrak Tinea pedis adalah jamur yang terjadi pada kaki. Penyakit ini merupakan suatu bentuk infeksi jamur jenis Epidermophyton, Trichophyton, Microsporum, dan C. albicans di kaki. Infeksi jamur sangat bisa menular. Jamur senang tumbuh pada tempat-tempat yang lembab. Kaki merupakan salah satu tempat yang lembab, apalagi kalau kita sering memakai sepatu tertutup yang panas dalam jangka waktu lama. Mudah sebenarnya mendiagnosis jamur di kaki dengan melihat bentuk kelainan kulit mulai dari kemerahan (eritema), erosi kulit dan skuama (kulit mengelupas), atau hiperkeratotik (terjadi penebalan), sampai kadang bisa membentuk saluran (fisura) bahkan pada kasus yang lebih jarang vesikel atau pustula (bentol2 berisi cairan). Kata kunci: Tinea pedis, fisura, maserasi

Alamat Korespondensi : Florensia Nani, Fakultas Kedokteran Ukrida, NIM: 102011131, kelompok: D4, E-mail: florensianani@ymail.com

riwayat penyakit dahulu dan riwayat penyakit dalam keluarganya. rambut dan kuku yang disebabkan oleh golongan jamur dermatofita. Tinea Pedis Istilah dermatofitosis harus dibedakan dengan dermatomikosis. siang. tinea . status pernikahan.Dermatomikosis merupakan arti umum. dan beratnya gejala. Hal-hal yang penting untuk ditanyakan: 1. Kenyataaannya. atau malam hari. yaitu keluhan yang menyebabkan penderita datang berobat. jenis kelamin. umur. Keluhan Keluhan utama. yaitu semua penyakit jamur yang menyerang kulit. Riwayat Penyakit Kapan gejala timbul dan apakah munculnya mendadak atau bertahap. dan pekerjaan. lama. Dermatofitosis adalah penyakit pada jaringan yang mengandung zat tanduk atau stratum korneum pada lapisan epidermis di kulit. Waktu timbulnya gejala seperti pada pagi. frekuensi. Karakter. alamat. Efek ini lebih nyata pada sela jari kaki keempat dan kelima. 2. Keadaan lembab dan hangat pada sela jari kaki karena bersepatu dan berkaos kaki disertai daerah tropis yang lembab mengakibatkan pertumbuhan jamur makin subur. Hal ini penting diketahui agar lebih membantu untuk menegakkan diagnosa.1-3 Tinea pedis merupakan infeksi dermatofita pada kaki terutama mengenai sela jari dan telapak kaki sedangkan yang terdapat pada bagian dorsal pedis dianggap sebagai tinea korporis. kemudian menentukan terapi yang terbaik serta meramalkan prognosisnya. suku bangsa. diagnosa banding. Identitas pasien seperti nama. 3. dan lokasi ini paling sering terkena. Pada kasus ini keluhan utama adalah gatal pada sela-sela jari kaki sejak 2 bulan yang lalu.Anamnesis Anamnesis adalah komunikasi dua arah yang dilakukan dokter dengan pasien atau dengan keluarga pasien untuk mengetahui keluhan riwayat penyakit pasien sekarang. agama.

foot mycosis. athlete foot. 1. kolam renang. 1-3 Epidemiologi Tinea pedis terdapat di seluruh dunia sebagai dermatofitosis yang paling sering terjadi. kamar mandi lebih cenderung terinfeksi. 1 Tinea pedis lebih sering terjadi pada usia dewasa daripada anak remaja terutama pada lakilaki dan jarang pada perempuan dan anak-anak. variasi suhu dan kelembaban. spora harus tumbuh dan menembus stratum korneum dengan kecepatan . mentagrophyte seringkali menimbulkan lesi yang vesikular dan lebih meradang sedangkan E. Jamur harus tahan terhadap efek sinarultraviolet. 1 Etiologi Jamur penyebab tinea pedis yang paling umum ialah Trichophyton rubrum (paling sering). Meningkatnya insidensi tinea pedis mulai pada akhir abad ke-19 sehubungan dengan penyebaran Trichophytonrubrum ke Eropa dan Amerika. floccosum bisa menyebabkan salah satu diantara dua pola lesi diatas. Sinonim dari tinea pedis adalah foot ringworm. interdigitale.2 Patogenesis Jamur superfisial harus menghadapi beberapa kendala saat menginvasi jaringan keratin.pedis jarang ditemukan pada populasi yang tidak menggunakan sepatu. misalnya buruh tambang (sampai 70%) dan atlit. karena ini bukan penyakit yang mengancam jiwa. Frekuensi tinea pedis di Eropa dan Amerika Utara berkisar 15-30% dan pada beberapa masyarakat tertentu lebih tinggi. Tingkat prevalensi tinea pedis secara nyata diketahui karena pasien tidak mencari nasihat medis kecuali kualitas hidup mereka dipengaruhi. Setelah proses adheren. persaingan dengan flora normal. T. Tinea pedis lazim ditemukan pada daerah beriklim tropis dan sedang. Diperkirakan 10% dari jumlah penduduk di banyak negara menderita penyakit ini. rubrum lazimnya menyebabkan lesi yang hiperkeratotik. kering menyerupai bentuk sepatu sandal (mocassinlike) pada kaki.(22) T. Kemungkinan infeksi berkaitan dengan paparan ulangan dermatofita sehingga orang yang menggunakan fasilitas mandi umum seperti pancuran. tonsurans (sering pada anak) dan Epidermophyton floccosum. asam lemak fungistatik dan sphingosines yang diproduksi oleh keratinosit. T. T.

Kelainan ini dapat meluas ke bawah jari (subdigital) dan juga ke sela jari yang lain. tetapi apakah bakteri tersebut membantu memulai infeksi baru masih belum diketahui. Peningkatan flora bakteri secara serentak mungkin dan bisa juga memainkan peran. Di antara jari IV dan V terlihat fisura yang dilingkari sisik halus dan tipis. 2 Keadaan basah dan hangat dalam sepatu memainkan peran penting dalam pertumbuhan jamur. Sekitar 60-80% dari seluruh penderita dengan gangguan sirkulasi (arteri dan vena) kronik akibat onikomikosis dan/atau tinea pedis. 2 Gambaran Klinis Gambaran klinis dari tinea pedis dapat dibedakan berdasarkan tipe: 1.(7) Bentuk klinis ini dapat berlangsung bertahun-tahun dengan menimbulkan sedikit keluhan sama sekali. yang pada umumnya juga telah diserang oleh jamur. maka sering terdapat maserasi.lebih cepat daripada proses proses deskuamasi. derajat peradangan sangat tergantung pada aktivasi sistem kekebalan tubuh. Mekanisme pertahanan baru muncul setelah lapisan epidermis yang lebih dalam telah dicapai. Selain itu hiperhidrosis. lipase. bakteri seperti coryneform bisa berperan sebagai ko-patogenesis penting. limfangitis dan limfadenitis. yang juga memberikan nutrisi. Jika perspirasi berlebihan (memakai sepatu karet/boot. Keadaan basah tersebut menunjang pertumbuhan jamur dan merusak stratum korneum pada saat yang bersamaan. dan enzim musinolitik. Terdapat bukti tambahan bahwa selama beberapa episode simtomatik pada tinea pedis kronik. Oleh karena daerah ini lembab. Interdigitalis Bentuk ini adalah yang tersering terjadi pada pasien tinea pedis. kolam renang. Proses penetrasi ini dilakukan melalui sekresi proteinase. Di tingkat ini. maka akan terlihat kulit baru. Bila bagian kulit yang mati ini dibersihkan. mobil yang terlalu panas) maka inflamasi akut akan terjadi sehingga pasien terasa sangat gatal. Aspek klinis maserasi berupa kulit putih dan rapuh. Trauma dan maserasi juga membantu terjadinya penetrasi.1 . Jamur penyebab ada di mana-mana dan sporanya tetap patogenik selama berbulan-bulan di lingkungan sekitar manusia seperti sepatu. akrosianosis dan maserasi sela jari merupakan faktor predisposisi timbulnya infeksi jamur pada kulit. kamar mandi dan karpet. gedung olahraga. Kelainan ini dapat disertai infeksi sekunder oleh bakteri sehingga terjadi selulitis. termasuk kompetisi dengan zat besi oleh transferin tidak tersaturasi dan juga penghambatan pertumbuhan jamur oleh progesteron. 2 Bukti eksperimen menunjukkan bahwa pentingnya faktor maserasi pada infeksi dermatofita sela jari.

kemudian meluas ke . eritema biasanya ringan dan terutama terlihat pada bagian tepi lesi. Lesi Vesikobulosa Bentuk ini adalah subakut yang terlihat vesikel.blogspot.Gambar 1. dari telapak.com/2012/05/tinea-pedis. Tinea pedis pada telapak kaki* Sumber: http://tipsdokterumum. tepi sampai punggung kaki terlihat kulit menebal dan bersisik.html 3. 7 Seluruh kaki.1 Tipe ini adalah bentuk kronik tinea yang biasanya resisten terhadap pengobatan. 3 Gambar 2.Tinea pedis tipe interdigiti Sumber: http://tipsdokterumum.blogspot.com/2012/05/tinea-pedis. Kelainan ini dapat mulai pada daerah sela jari.html 2. vesiko-pustul dan kadang-kadang bula yang terisi cairan jernih. Moccasin foot (plantar) Tinea pedis tipe moccasin atau Squamous-Hyperkeratotic Type umumnya bersifat hiperkeratosis yang bersisik dan biasanya asimetris yang disebut foci. Di bagian tepi lesi dapat pula dilihat papul dan kadang-kadang vesikel.

Keadaan tersebut menimbulkan gatal yang sangat hebat. Jamur juga didapati pada atap vesikel. Tinea pedis tipe ulseratif Sumber: http://tipsdokterumum.3 Gambar 3.blogspot.html 4. ulkus dan erosi pada sela-sela jari.com/2012/05/tinea-pedis. limfangitis dan kadang-kadang menyerupai erisipelas. 1. Setelah pecah.3 Gambar 4.html . Tipe Ulseratif Tipe ini merupakan penyebaran dari tipe interdigiti yang meluas ke dermis akibat maserasi dan infeksi sekunder (bakteri).1. vesikel tersebut meninggalkan sisik yang berbentuk lingkaran yang disebut koleret.com/2012/05/tinea-pedis.blogspot. Tinea pedis.punggung kaki atau telapak kaki. Infeksi sekunder dapat terjadi juga pada bentuk selulitis. vesikel yang meluas ke punggung kaki Sumber: http://tipsdokterumum. dapat dilihat pada pasien yang imunokompromais dan pasien diabetes.

kutil. Kulit dari bagian tepi kelainan sampai dengan bagian sedikit di luar kelainan . regional atau umum.6 Pemeriksaan Penunjang 1. Pengkajian distribusi termasuk meluasnya gangguan. perhatikan corak kulit. Ingat selalu bahwa latar belakang budaya klien dapat mempengaruhi standar hygine dan kerapian    Perhatikan adanya gangguan pigmentasi. seperti bau apek atau asam. seperti permukaan fleksor atau ekstensor.  Lokasi ( berhubungan dengan area kulit total )Perhatikan apakah pola lesi adalah lokal.Pemeriksaan fisik Inspeksi Kulit   Observasi tampilan keseluruhan klien. banyak gangguan putih yang melibatkan area kulit tertentu.variasi warna dan tampilan umum Perhatikan adanya bau badan. Pemeriksaan ini sangat menunjang diagnosis dermatofitosis. Pemeriksaan Kalium Hidroksida (KOH) pada kerokan sisik kulit akan terlihat hifa bersepta. telapak kaki.bintik bintik. seperti kekasaran. Palpasi Kulit    Perhatikan tekstur umum kulit dan lokasi perubahan. Perhatikan pola inspeksi pertama. Kaji suhu dengan menggunakan permukaan dorsal jari jari atau tangan yang paling sensitif terhadap persepsi suhu Kaji kelembaban dengan permukaan dorsal tangan dan jari jari yang relatif kering untuk mencegah kelembaban klien.kulit terbakar Observasi dan dokumentasikan adanya lesi Distribusi dapat bervariasi sesuai dengan perkembangan penyakit atau faktor eksternal. Perhatikan juga area mana yang terkena.warna keseluruhan. terutama bau yang tidk umum. dan lipatan kulit.pola penyebaran dan karakteristik lokasi. KOH digunakan untuk mengencerkan jaringan epitel sehingga hifa akan jelas kelihatan di bawah mikroskop. Kelembaban terbesar terdapat di telapak tangan.

KOH: Tampak hifa dan spora (mikrokonidia)** Sumber: http://www. kemudian ditambah 1-2 tetes larutan KOH dan ditunggu selama 15-20 menit untuk melarutkan jaringan. Yang dianggap paling baik adalah medium agar dekstrosa Sabouraud.1 Gambar 5. Tinea pedis tipe vesikobulosa.medicinesia. setelah itu dilakukan pemanasan.sisik kulit dikerok dengan pisau tumpul steril dan diletakkan di atas gelas kaca. Media agar ini ditambahkan dengan antibiotik (kloramfenikol atau sikloheksimid). koloni Downy Sumber: http://www.medicinesia.com/kedokteran-klinis/pemeriksaan-untuk-penyakit/ . Pemeriksaan ini dilakukan dengan menanam bahan klinis pada media buatan. Trichophyton rubrum.1 Gambar 6. Kultur jamur dapat dilakukan untuk menyokong pemeriksaan dan menentukan sepsis jamur.com/kedokteran-klinis/pemeriksaan-untuk-penyakit/ 2. kerokan diambil pada atap bula untuk mendeteksi hifa.

Pemeriksaan lampu Wood pada tinea pedis umumnya tidak terlalu bermakna karena banyak dermatofita tidak menunjukkan fluoresensi kecuali pada tinea kapitis yang disebabkan oleh Microsporum sp. yang biasanya batasnya tidak jelas. Gambar 7. Pemeriksaan ini dilakukan sebelum kulit di daerah tersebut dikerok untuk mengetahui lebih jelas daerah yang terinfeksi. Gambaran histopatologi dari tinea pedis.com/kedokteran-klinis/pemeriksaan-untuk-penyakit/ 4.medicinesia. Dermatitis kontak Tinea pedis harus dibedakan dengan dermatitis. dikotomi (bercabang dua) dan bersepta. Predileksinya pada bagian yang kontak dengan dengan . 1-3 Diagnosis Banding 1. Selain itu di dapatkan artrokonidia yaitu deretan spora di ujung hifa. bagian tepi tidak lebih aktif daripada bagian tengah. karakteristik dari tinea pedis atau tinea manum adalah adanya akantosis.3. hifa pada lapisan superfisial dari epidermis Sumber: http://www. Hasil KOH (-) tidak menyingkirkan diagnosis bila klinis menyokong. b) Kultur ditemukan dermatofit. hiperkeratosis dan celah (infiltrasi perivaskuler superfisialis kronik pada dermis). Pemeriksaaan laboratorium berupa a) Pemeriksaan langsung dengan KOH 10-20% ditemukan hifa yaitu double conture (dua garis lurus sejajar dan transparan). Pemeriksaan histopatologi.1 Diagnosis Kerja Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis dan gejala klinis khas.

4 Gambar 8. Tidak ditemukan jamur pada kultur tetapi hanya tanda-tanda peradangan. Dermatitis kontak Sumber: http://sailormanyahya. Tidak didapatkan jamur pada pemeriksaan kulit. bedak kaki dan sebagainya.sepatu.wordpress. Psoriasis Mengenai telapak kaki. psoriasis dapat ditemukan pada bagian tubuh yang lain dan pada psoriasis terdapat fenomena tetesan lilin. kaos kaki. jarang terdapat pustul. Adanya riwayat pengunaan sepatu baru. lesi yang batas jelas.com/2012/05/tinea-pedis. 1.blogspot. Auspitz dan Kobner.html 3. sedangkan pada tinea pedis hasilnya negatif. Psoriasis dengan eritrodermi eksfoliatif dan hiperkeratotik psoriasis yang simetri Sumber: Sumber: http://tipsdokterumum. Hiperhidrosis pada kaki . menebal.4 Gambar 9.com/2010/08/03/makalah-dermatitis-kontak-iritan/ 2. Dermatitis kontak akan memberikan tes tempel positif.

rubrum E. mentagrophytes Vesikel dan bula pada pertengahan kaki. pada umumnya sifatnya kronik dan sulit disembuhkan. bisa juga menggunakan obatobatan oral dan pemberian antibiotik jika terdapat infeksi bakteri. 4 Penatalaksanaan Medica Mentosa Secara umum penatalaksanaan tinea pedis didasarkan atas klasifikasi dan tipenya Tabel 1. Obat-obatan topikal biasanya cukup pada fase Tipe yang paling sering. erosi disertai maserasi pada telapak kaki dan bau yang sangat busuk. hyalinum S. mentagrophytes (var.Lesi dapat memburuk dan berwarna putih. Inflamasi / T. urea dan asam laktat untuk mengurangi hiperkeratosis. interdigitale) T. dimidiatum Hiperkeratosis yang difus. eritema dan retakan pada permukaan telapak kaki. berhubungan dengan defisiensi Cell Mediated Immunity (CMI) Interdigital T. kronik : ammonium klorida hexahidrate 20 % Antifungal topikal disertai dengan obat-obatan keratolitik asam salisilat. dapat juga ditambahkan dengan obat-obatan oral Gejala Klinis Pengobatan . krusta dan maserasi yang terjadi pada sela-sela jari kaki.2 Tipe Organisme Penyebab Moccasin Trichophyton rubrum Epidermophyton floccosum Scytalidium hyalinum S. floccosum S. eritema. Klasifikasi jenis Tinea Pedis dan pengobatannya. Obat-obatan topikal. dimidiatum Candida spp.

Efek samping dari obat-obatan ini sangat minimal. floccosum Eksaserbasi pada daerah interdigital. 1. Lotion 2 % bekerja pada daerah-daerah intertriginosa. yang biasanya terbuat dari alkohol atau komponen yang lain. namun apabila dalam keadaan berat maka indikasi pemberian glukokortikoid Ulseratif T. mentagrophytes E. antibiotik digunakan apabila terdapat infeksi sekunder a.Vesikobulosa (var. Obat dioleskan dua kali sehari dan diberikan sampai waktu 2-4 minggu. Efektif untuk semua jenis tinea pedis tetapi lebih cocok pada pengobatan tinea pedis interdigitalis karena efektif pada dermatofit dan kandida. Mikonazol krim. biasanya terdapat pada pasien imunokompromais dan pasien diabetes Obat-obatan topikal. edema dan gatal. eritema. Pengobatan umumnya dalam jangka waktu 2-6 minggu. Efek samping obat ini dapat terjadi rasa terbakar. Anti fungal topikal Obat topikal digunakan untuk mengobati penyakit jamur yang terlokalisir. menyebabkan komponen sel yang mengecil hingga menyebabkan kematian sel jamur. menghambat sintesis ergosterol. biasanya terdapat infeksi sekunder oleh bakteri. .5 Klotrimazole 1 %. Antifungal yang berspektrum luas dengan menghambat pertumbuhan bentuk yeast jamur. mentagrophytes) berhubungan dengan reaksi dermatofit akut. Ketokonazole 2 % krim merupakan antifungal berspektrum luas golongan Imidazol. rubrum T. bekerja merusak membran sel jamur dengan menghambat biosintesis ergosterol sehingga permeabilitas sel meningkat yang menyebabkan keluarnya zat nutrisi jamur hingga berakibat pada kematian sel jamur. Imidazol Topikal. Ulserasi dan erosi. Obat diberikan selama 2-4 minggu. biasanya terjadi dermatitis kontak alergi.

berbentuk kristal kekuningan. Asam benzoat dan asam salisilat.5 b. juga ada keluhan yang kurang menyenangkan dari para pemakainya karena salep ini berlemak. Alilamin Topikal. Piridones Topikal merupakan antifungal yang bersifat spektrum luas dengan antidermatofit.5 3. Sikolopiroksolamin tersedia dalam bentuk krim 1 % yang dioleskan pada lesi 2 kali sehari. Digunakan secara lokal 2-3 kali sehari. sukar larut dalam air tetapi larut dalam alkohol.18) Sikolopiroksolamin. Pada lesi dengan hiperkeratosis. Lesi interdigital oleh jamur yang rentan dapat sembuh antara 7-21 hari. Asam benzoat hanya bersifat fungistatik maka penyembuhan baru tercapai setelah lapisan tanduk yang menderita infeksi terkelupas seluruhnya. Kombinasi asam benzoat dan asam salisilat dalam perbandingan 2 : 1 (biasanya 6 % dan 3 %) ini dikenal sebagai salep Whitfield. menurunkan sintesis ergosterol. Haloprogin. Haloprogin tersedia dalam bentuk krim dan larutan dengan kadar 1 %. Efektif terhadap berbagai jenis jamur.2. Asam Undesilenat. antibakteri dan antijamur sehingga dapat digunakan dalam berbagai jenis jamur. Haloprogin merupakan suatu antijamur sintetik. Obat ini juga berguna pada tinea pedis yang sifatnya berulang (seperi hiperkeratotik kronik). Antijamur Topikal Lainnya. Terbinafine (Lamisil®). tolnaftat sebaiknya diberikan bergantian dengan salep asam salisilat 10 %. Dosis dari asam ini hanya menimbulkan efek fungistatik tetapi dalam dosis tinggi dan pemakaian yang lama dapat memberikan efek fungisidal. Tolnaftat 1% merupakan suatu tiokarbamat yang efektif untuk sebagian besar dermatofitosis tapi tidak efektif terhadap kandida. Berdasarkan penelitian yang dilakukan bahwa terbinafine 1% memiliki keefektifan yang sama dengan terbinafine 10% dalam mengobati tine pedis namun dalam dosis yang lebih kecil dan lebih aman. Pengunaan kliniknya untuk dermatofitosis. 5 5. Rasa gatal akan hilang dalam 24-72 jam. Asam benzoat memberikan efek fungistatik sedangkan asam salisilat memberikan efek keratolitik. kandidiasis dan tinea versikolor. Obat ini tersedia dalam bentuk salep campuran yang mengangung 5 % undesilenat dan 20% seng undesilenat. Reaksi iritatif dapat terjadi walaupun jarang terjadi 4.(11. Jangka waktu pengobatan 1 sampai 4 minggu. Dapat terjadi iritasi ringan pada tempat pemakaian. yang mengakibatkan kematian sel jamur. Antifungal oral .

nifedipin (dapat menimbulkan terjadinya edema). yang merupakan keluhan utama ialah sefalgia yang didapati pada 15 % penderita. dan imunitas penderita. Itrakonazole. Ketokonazole. Griseofulvin merupakan obat yang bersifat fungistatik.25 . yang juga efektif untuk dermatofitosis yaitu ketokonazole yang bersifat fungistatik.Pemberian antifungal oral dilakukan setelah pengobatan topikal gagal dilakukan. Efek samping dari griseofulvin jarang dijumpai. Setelah sembuh klinis dilanjutkan 2 minggu agar tidak residif.5 g untuk anak-anak sehari atau 10-25 mg/kg BB. vomitus dan diare. Interaksi dengan obat lain seperti antasida (dapat memperlambat reabsorpsi di usus).5 mg – 250 mg sehari bergantung berat badan.5 3. Itrakonazole diindikasikan pada tinea pedis tipe moccasion. penyebab penyakit. Pemberian obat tersebut untuk penyakit kulit dan selaput lendir oleh penyakit jamur biasanya cukup 2 x 100-200 mg sehari dalam selaput kapsul selama 3 hari. Griseofulvin diteruskan selama 2 minggu setelah penyembuhan klinis. Efek samping yang lain dapat berupa gangguan traktus digestivus yaitu nausea. Dosis harian yang dianjurkan dibagi menjadi 4 kali sehari. Secara umum. amilodipin.5 – 1 g untuk orang dewasa dan 0. Obat tersebut juga dapat bersifat fotosensitif dan dapat mengganggu fungsi hepar. Mekanisme sebagai antifungal yaitu menghambat epoksidase sehingga .0. dermatofitosis pada umumnya dapat diatasi dengan pemberian beberapa obat antifungal di bawah ini antara lain : 1. Terbinafin. Itrakonazole berfungsi dalam menghambat pertumbuhan jamur dengan mengahambat sitokorm P-45 yang dibutuhkan dalam sintesis ergosterol yang merupakan komponen penting dalam sela membran jamur. sulfonilurea (dapat meningkatkan resiko hipoglikemia). Di dalam klinik cara pemberian dengan dosis tunggal harian memberi hasil yang cukup baik pada sebagian besar penderita. Ketokonazole merupakan kontraindikasi untuk penderita kelainan hepar. Kasus-kasusyang resisten terhadap griseofulvin dapat diberikan obat tersebut sebanyak 200 mg per hari selama 10 hari – 2 minggu pada pagi hari setelah makan. Terbinafin berfungsi sebagai fungisidal juga dapat diberikan sebagai pengganti griseofulvin selama 2-3 minggu. Obat per oral. Itrakonazole merupakan suatu antifungal yangdapat digunakan sebagai pengganti ketokonazole yang bersifat hepatotoksik terutama bila diberikan lebih dari sepuluh hari. 5 4. dosisnya 62.1 2. Lama pengobatan bergantung pada lokasi penyakit. Griseofulvin dalam bentuk partikel utuh dapat diberikan dengan dosis 0.

sintesis ergosterol menurun. Sefalgia ringan dapat pula terjadi. Efek samping lainnyadapat berupa gangguan pengecapan dengan presentasinya yang kecil. Efek samping terbinafin ditemukan pada kira-kira 10 % penderita.7 % kasus.3 % . Terbinafin baik digunakan pada pasien tinea pedis tipe moccasion yang sifatnya kronik. Setelah mandi sebaiknya kaki dicuci dengan benzoil peroksidase. Rajin mencuci tangan dan mandi dengan air bersih. Ingat bahwa penyakit ini mudah menular dengan cepat. Jemur dan gantilah handuk dengan rutin untuk menjaga kebersihannya. Rasa pengecapan hilang sebagian atau seluruhnya setelah beberapa minggu makan obat dan bersifat sementara. yang tersering gangguan gastrointestinal di antaranya nausea. sehingga umumnya tidak terlihat. tidak berjalan dengan kaki telanjang di tempat-tempat umum seperti kolam renang serta menghindari hindari kontak dengan pasien yang sama. vomitus. Rajin gunting kuku tangan dan kaki. jemur di bawah sinar matahari agar sepatu berada dalam kondisi kering dan tidak lembab. diare dan konstipasi yang umumnya ringan. Jika ada bagian tubuh yang terinfeksi jamur dan tidak sengaja menggaruknya. dan mulai menginfeksi jaringan di bawah kuku. Penularan jamur ini biasanya asimptomatik. 5 Penatalaksanaan non medica mentosa Sehabis mandi. Pencegahan Salah satu pencegahan terhadap reinfeksi tinea pedis yaitu menjaga kaki tetap dalam keadaan kering dan bersih. nyeri lambung. Sebaiknya sehabis mencuci kaki dicuci bersih dan dikeringkan. keringkan daerah kaki secara seksama seringkali karena buru-buru daerah kaki tidak di keringkan Hati-hati dalam pinjam-meminjam kaos kaki dan sepatu. jamur akan menempel di bawah kuku. Eradikasi jamur merupakan suatu hal yang sulit dan membutuhkan proses yang panjang. Gangguan fungsi hepar dilaporkan pada 3. Pada suatu penelitian ternyata ditemukan bahwa pengobatan tinea pedis dengan terbinafine lebih efektif dibandingkan dengan pengobatan griseofulvin. 2 . Bahkan bisa jua kita secara tidak sadar memindahkan jamur tersebut ke daerah lainnya. menghindari pemakaian sepatu yang terlalu lama. menghindari lingkungan yang lembab. Usahakan mencuci sepatu bila hendak digunakan kembali.

Walaupun dengan pengobatan yang baik. tetapi bila tidak dilakukan pencegahan maka pasien dapat terkena reinfeksi.1-3 . Beberapa minggu setelah pengobatan dapat menyembuhkan tinea pedis. baik akut maupun kronik. Kasus yang lebih berat dapat diobati dengan pengobatan oral.Prognosis Tinea pedis pada umumnya memiliki prognosis yang baik.

interdigitale. p.McGlynn. Fitzpatrick’s dermatology in general medicine. Farmakologi danterapi. Salah satu pencegahan terhadap reinfeksi tinea pedis yaitu menjaga agar kaki tetap dalam keadaan kering dan bersih. US: Mosby. New york: McGraw-Hill. 2. editors. 2007. Sauser’ manual of the skin. T. 5. Keadaan lembab dan hangat pada sela jari kaki karena bersepatu dan berkaos kaki disertai berada di daerah tropis yang lembab mengakibatkan pertumbuhan jamur makin subur.h. Heffernan MP. 6th ed. Jakarta: Balai penerbitan FKUI. Daftar Pustaka 1. 89. hindari lingkungan yang lembab dan pemakaian sepatu yang terlalu lama. Elsen AZ. p. Katz SI. Bahry B. In.2001. p. tonsurans (sering pada anak) dan Epidermophyton floccosum. Setiabudy R. Burnside. piedra. 4th ed. Djuanda A. 2004. Nelson MM. Habif TP. onychomicosis.Kesimpulan Tinea pedis merupakan infeksi dermatofita pada kaki terutama mengenai sela jari dan telapak kaki. Diagnosis banding dapat berupa dermatitis kontak. 2000. psoriasis. Superficial fungal infections: dermatophytosis. dikotomi dan bersepta. 409-456. London: Mosby. Martin AG. Aisah S. Jakarta : EGC. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. In. Austen KF. Pengobatan dapat berupa antifungal topikal maupun oral dan apabila ditemukan infeksi sekunder maka indikasi penggunaan antibiotik. Freedberg IM. Clinical dermatology: a color guide to diagnosis and therapy. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan KOH dan pemeriksaan lampu Wood dan ditemukan adanya hifadouble counture. Purwantyastuti. 560-70.104. 3. 4. Suyatna FD. Mikosis. 2003. Nafrialdi. 6.Jamur penyebab tinea pedis yang paling umum ialah Trichophyton rubrum (paling sering). Hall JC. Setiabudi R. Hall JC.143. Unandar B. tinea nigra. . Jakarta: Fakultas Kedokteran UI. Diagnosis fisik. 8th ed. p. Hamzah M. 2004. 5th ed. T. Ganiswarna SG. 4th ed. editor. Obat jamur. Dermatology Mycology. dan hiperhidrosis pada kaki. In. Wolf K. In. Goldsmith LA. p. 244-47.