Pentingnya air bagi kehidupan Air merupakan zat yang paling penting dalam kehidupan setelah udara.

Sekitar tiga per empat bagian dari tubuh kita terdiri dari air dan tidak seorangpun dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa minum air. Selain itu, air juga dipergunakan untuk memasak, mencuci, mandi, dan membersihkan kotoran yang ada di sekitar rumah. Air juga digunakan untuk keperluan industri, pertanian, pemadam kebakaran, tempat rekreasi, transportasi, dan lain-lain. Penyakit-penyakit yang menyerang manusia dapat juga ditularkan dan disebarkan melalui air. Kondisi tersebut tentunya dapat menimbulkan wabah penyakit dimana-mana.

Volume air dalam tubuh manusia rata-rata 65% dari total berat badannya, dan volume tersebut sangat bervariasi pada masing-masing orang, bahkan juga bervariasi antara bagian-bagian tubuh seseorang. Beberapa organ tubuh manusia yang mengandung banyak air, antara lain, otak 74,5%, tulang 22%, ginjal 82,7%, otot 75,6%, dan darah 83%. Setiap hari kurang lebih 2.272 liter darah dibersihkan oleh ginjal dan sekitar 2,3 liter diproduksi menjadi urine. Selebihnya diserap kembali masuk ke aliran darah. Dalam kehidupan sehari-hari, air dipergunakan antara lain untuk keperluan minum, mandi, memasak, mencuci, membersihkan rumah, pelarut obat, dan pembawa bahan buangan industri.

Ditinjau dari sudut ilmu kesehatan masyarakat, penyediaan sumber air bersih harus dapat memenuhi kebutuhan masyarakat karena persediaan air bersih yang terbatas memudahkan timbulnya penyakit di masyarakat. Volume rata- rata kebutuhan air setiap individu per hari berkisar antara 150-200 liter atau 35-40 galon. Kebutuhan air tersebut bervariasi dan bergantung pada keadaan iklim, standar kehidupan, dan kebiasaan masyarakat.

Badan Perairan dan Fungsinya Badan Perairan dibedakan menjadi 2 yaitu badan perairan terbuka ( contoh : mataair, sungai, danau, laut ) dan badan perairan tertutup ( contoh : sungai bawah tanah ).Air di badan-badan air tersebut mengalir sebagai siklus hidrologi dengan penggeraknyaadalah sinar matahari. Proses evaporasi yaitu proses menguapnya air dari tumbuhan, hewan maupuntanah di litosfer ke atmosfer ( lapisan troposfer ) ; infiltrasi yaitu merembes danmenembusnya air dipermukaan tanah ke lapisan dalam tanah( badan air tertutup ) yangkemudian mengalir dan muncul kembali ke permukaan tanah ; air larian yaitu aliran airdi permukaan tanah ( badan air terbuka ). Hal-hal di atas merupakan Proses sirkulasiutama air antar bagian komponen alam. Badan pengairan terbuka terutama digunakan untuk kegiatan domestik, pertanian,industri , dan transportasi. Dalam kegiatan domestik, air terutama digunakan untuk membuang sampah dan mencuci, sedangkan untuk minum hanya memerlukan air relatif sedikit. Dalam hal potensi, air di manfaatkan untuk aktivitas pembangkit listri tenagaair, rekreasi, dean navigasi. Industri menggunakan air untuk sebagai pendingin danpembilas dan media pentransport materi sampah. Badan perairan penting lainnya adalah ekosistem bakau dan terumbu karang.Funsi dari kedua ekosistem tersebut adalah pencegah abrasi, sarang bagi berbagaispesies hewan

Perkembangan teknologi untuk memperbaiki kualitas air 9. pertanian dan perikanan. Perubahan kualitas air secara alami 5. peraba dan perasa. dalam arti dapat dideteksi oleh panca indera manusia yaitu melalui visual. Kualitas air adalah suatu keadaan dan sifat-sifat fisik. selanjutnya rasa tawar. Dampak ksploitasi tak terkendali adalah adanya penambahan materi / energi kebadan air. Sementara itu. Hasil indikasi dari panca indera ini hanya dapat dijadikan indikasi awal karena bersifat subyektif. sedangkan penciuman dapat mendeteksi adanyaperubahan bau pada air serta peraba pada kulit dapat membedakan suhu air. Pengaruh perubahan dan keefektifan kriteria kualitas air 8.perairan dan bahkan ekosistem bakau juga menjadi tempat sumberplasma nutfah dan pencegah intrusi air laut. bila diperlukan untuk menentukan kondisi tertentu. Persyaratan kualitas air dalam penggunaan air 7. perairan ideal adalah perairan yang dapat mendukung kehidupan organisme dalam menyelesaikan daur hidupnya. sehingga dapat menyebabkan penurunan kualitas air Kualitas dan Kuantitas Air Kualitas lingkungan perairan adalah suatu kelayakan lingkungan perairan untuk menunjang kehidupan dan pertumbuhan organisme air yang nilainya dinyatakan dalam suatu kisaran tertentu. kimia dan biologi suatu perairan yang dibandingkan dengan persyaratan untuk keperluan tertentu. industri dan lain sebagainya. . Faktor faktor khusus yang mempengaruhi kualitas air 6. Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kualitas air : 1. Faktor yang menyebabkan kualitas air bervariasi 4. Perubahan warna dan peningkatan kekeruhan air dapat diketahui secara visual. penciuman. Kualitas air yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. misal kualitas air tersebut telah menurun atau tidak harus dilakukan analisis pemeriksaan air di laboratorium dengan metode analisis yang telah ditentukan. Parameter fisik dalam kualitas air merupakan parameter yang bersifat fisik. seperti kualitas air untuk air minum. rumah sakit. Tingkat pemanfaatan dari penggunaan air 2. asin dan lain sebagainya dapat dideteksi oleh lidah (indera perasa). Faktor kualitas alami sebelum dimanfaatkan 3. Sehingga menjadikan persyaratan kualitas air berbeda-beda sesuai dengan peruntukannya.

Oksigen terlarut merupakan kebutuhan dasar untuk kehidupan makhluk hidup didalam air maupun hewan teristrial.1 mg/L atau sekitar ± 1. Sedangkan pengaruh yang tidak langsung adalah meningkatkan toksisitas bahan pencemar yang pada akhirnya dapat membahayakan organisme itu sendiri. Salinitas Salinitas merupakan parameter penunjuk jumlah bahan terlarut dalam air. hal ini dinyatakan dalam jumlah dan jenis biota perairan yang masih dapat hidup dalam perairan. Perubahan konsentrasi oksigen terlarut dapat menimbulkan efek langsung yang berakibat pada kematian organisme perairan. Penyebab utama berkurangnya oksigen terlarut di dalam air adalah adanya bahan-bahan buangan organik yang banyak mengkonsumsi oksigen sewaktu penguraian berlangsung.0 sampai 19. Selanjutnya secara keseluruhan parameter biologi mampu memberikan indikasi apakah kualitas air pada suatu perairan masih baik atau sudah kurang baik. Hal ini disebabkan oksigen terlarut digunakan untuk proses metabolisme dalam tubuh dan berkembang biak.5 % dari angka yang dibaca. Beberapa parameter yang diukur untuk mengetahui kulitas perairan yang tidak berbahaya bagi biota yang hidup didalamnya antara lain: a.Sedangkan parameter kimia yang didefinisikan sebagai sekumpulan bahan/zat kimia yang keberadaannya dalam air mempengaruhi kualitas air. konsentrasi oksigen minimum sebesar 2 mg/L cukup memadai untuk menunjang secara normal komunitas akuatik di periaran (Pescod. DO-meter adalah alat yang dipakai untuk mengukur kadar kandungan gas Oksigen (O2) dalam air atau air limbah dalam satuan mg/L atau (ppm). Zat-zat yang terlarut dalam air laut yang membentuk garam adalah : .9 mg/L dengan tingkat kesalahan 0. Konsentrasi oksigen terlarut yang aman bagi kehidupan diperairan sebaiknya harus diatas titik kritis dan tidak terdapat bahan lain yang bersifat racun. DO (Oksigen Terlarut) Oksigen terlarut merupakan faktor pembatas bagi kehidupan organisme. b. 1973). Konsentrasi yang dapat diukur adalah 0.

selanjutnya pada lapisan bawah terdapat lapisan pekat dengan degradasi densitas yang besar yang menghambat pencampuran antara lapisan atas dengan lapisan bawah.1. Rumput laut hidup di daerah terumbu karang. kerang darah dan tiram adalah jenis-jenis kerang yang hidup di daerah estuaria. Pada umumnya salinitas alami perairan terumbu karang di Indonesia 31 psu (Romimohtarto. angin dapat pula melakukan pengadukan lapisan atas hingga membentuk lapisan homogen sampai kira-kira setebal 50-70 meter atau lebih tergantung dari intensitas pengadukan. Sebaran salinitas di laut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pola sirkulasi air. curah hujan. Mangan (Mn). keberhasilan menempel lebih tinggi. gas Nitrogen (N2). 4. klorit (Cl). gas Oksigen (O2). Salinitas disebabkan oleh tujuh ion utama yaitu natrium (Na). 1985). Mugil (belanak) dan Tilapia (mujair). penguapan. kalsium (Ca). Gas terlarut : gas Karbondioksida (CO2). Tiram dapat hidup dalam perairan dengan salinitas yang lebih rendah daripada salinitas untuk kerang hijau dan kerang darah. salinitas air laut dapat berbeda secara geografis akibat pengaruh hujan lokal. 2. Variasi salinitas alami estuaria di Indonesia berkisar antara 15–32 psu. 2003). Kerapu dan beronang dapat hidup di daerah estuaria maupun daerah terumbu karang. Oksida Sulfat (SO4) dan Magnesium (Mg). Hasil penelitian yang dilakukan pada kerang hijau memberikan petunjuk bahwa salinitas yang lebih rendah dari 15 psu dapat menyebabkan kematian kerang tersebut. Nitrogen (N). 3. banyaknya air sungai yang masuk ke laut. sementara itu salinitas dinyatakan dalam satuan gr/l atau permil (0/00) (Effendi. dan aliran air sungai. Unsur utama : Khlorida (Cl). Ikan kakap hidup di perairan pantai dan muara sungai. Salinitas yang tidak sesuai dapat menghambat perkembangbiakan dan pertumbuhan. . Timbal (Pb) dan Merkuri (Hg). Biota estuaria biasanya mempunyai toleransi terhadap variasi salinitas yang besar (eury-haline). Natrium/ Sodium (Na). kalium (K). Unsur hara : Silika (Si). Daerah-daerah yang mengalami penguapan yang cukup tinggi akan mengakibatkan salinitas tinggi. magnesium (Mg). Di perairan lepas pantai yang dalam. Kerang hijau. Keberhasilan benih kerang darah untuk menempel pada kolektor tergantung pada salinitas. penguapan dan edaran massa air. Salinitas permukaan air laut sangat erat kaitannya dengan proses penguapan dimana garam-garam akan mengendap atau terkonsentrasi. Contohnya Chanos chanos (bandeng). Phosphor (P). Pada salinitas 18 psu. Lapisan dengan salinitas homogen. Berbeda dengan keadaan suhu yang relatif kecil variasinya. maka suhu juga biasanya homogen. Unsur runut : Besi (Fe). sulfat (SO4) dan bikarbonat (HCO3).

pemasukan atau pengeluaran air. Kehidupan ikan dan hewan air lainnya terganggu. sungai. b) c) Kecepatan reaksi kimia meningkat. Suhu air yang layak untuk budidaya ikan laut adalah 27 – 32 0C (Mayunar et al. maka angka terbaca dalam layar alat harus di plot dan dibaca dari tabel/grafik yang ada. karena bersama-sama dengan zat/unsur yang terkandung didalamnya akan menentukan massa jenis air. c. saluran air. stratifikasi suhu di suatu perairan ditentukan oleh keadaan cuaca dan sifat setiap perairan seperti pergantian pemanasan dan pengadukan.Salinity-meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur tingkat kegaraman dari air atau limbah cair. danau dan lain sebagainya akan menimbulkan akibat sebagai berikut: a) Jumlah oksigen terlarut di dalam air menurun. Kenaikan suhu perairan juga menurunkan kelarutan oksigen dalam air. 1997). maka akan menyebabkan ikan dan hewan air lainnya mati. Suhu Perairan Suhu air normal adalah suhu air yang memungkinkan makhluk hidup dapat melakukan metabolisme dan berkembangbiak. Jika batas suhu yang mematikan terlampaui. Tinggi suhu dapat menaikkan laju maksimum fotosintesa. dengan mengukur kandungan ion Na+ yang berada dalam larutan air/limbah tersebut. Kenaikan suhu air di badan air penerima.. Selanjutnya Kinne (1972) menyatakan bahwa suhu air berkisar antara 35 . Suhu merupakan faktor fisik yang sangat penting di air. 2001).. memberikan pengaruh langsung terhadap aktivitas ikan disamping akan menaikkan daya racun suatu polutan terhadap organisme perairan (Brown dan Gratzek. Selanjutnya. 1995.. sedangkan pengaruh secara tidak langsung yakni dalam merubah struktur hidrologi kolom perairan yang dapat mempengaruhi distribusi fitoplankton (Tomascik et al. densitas air dapat digunakan untuk menentukan kejenuhan air. Sumaryanto et al. 1980). Suhu air sangat bergantung pada tempat dimana air tersebut berada. Pengaruh suhu secara tidak langsung dapat menentukan stratifikasi massa air. Suhu dapat mempengaruhi fotosintesa di laut baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengaruh secara langsung yakni suhu berperan untuk mengontrol reaksi kimia enzimatik dalam proses fotosintesa. Untuk melihat kandungan NaCL dalam air tersebut. bentuk dan ukuran suatu perairan. dan bersama-sama dengan tekanan dapat digunakan untuk menentukan densitas air.

Pescod (1973) menyatakan bahwa toleransi untuk kehidupan akuatik terhadap pH bergantung kepada banyak faktor meliputi suhu. Semakin cepat arus dan semakin besar debit air maka penyebaran kualitas air semakin cepat dan semakin luas. adanya variasi bermcam-macam anion dan kation. untuk pH = 7 disebut sebagai netral (Hardjojo dan Djokosetiyanto.– 40 0C merupakan suhu kritis bagi kehidupan organisme yang dapat menyebabkan kematian.6 0C dan pada malam hari suhu berkisar antara 12. Keadaan suhu tersebut tergantung pada ketinggian tempat dari atas permukaan laut. nilai pH kurang dari 7 menunjukkan lingkungan yang masam sedangkan nilai diatas menunjukkan lingkungan yang basa. 1974). Kecepatan Arus Penyebaran kualitas air di badan air penerima. Arus laut jauh lebih rumit .2 0C sampai 34. d. suhu udara rata-rata pada siang hari di berbagai tempat berkisar antara 28. pH dipengaruhi oleh kapasitas penyangga (buffer) yaitu adanya garam-garam karbonat dan bikarbonat yang dikandungnya (Boyd.8 0C sampai 30 0C. Perairan laut maupun pesisir memiliki pH relatif lebih stabil dan berada dalam kisaran yang sempit. e.4. Nybakken. Ph pH merupakan suatu pernyataan dari konsentrasi ion hidrogen (H+) di dalam air.7 – 8. Suhu air umumnya beberapa derajat lebih rendah dibanding suhu udara disekitarnya. 1982. 2005). biasanya berkisar antara 7. jenis dan daur hidup biota. Perairan basa (7 – 9) merupakan perairan yang produktif dan berperan mendorong proses perubahan bahan organik dalam air menjadi mineral-mineral yang dapat diassimilasi oleh fotoplankton (Suseno. Besaran pH berkisar antara 0 – 14. sangat dipengaruhi oleh kecepatan arus dan debit air. sedangkan pH > 9.5 merupakan perairan yang sangat basa yang dapat menyebabkan kematian dan mengurangi produktivitas perairan. Di Indonesia. Perairan dengan pH < 4 merupakan perairan yang sangat asam dan dapat menyebabkan kematian makhluk hidup. baik sungai. besarannya dinyatakan dalam minus logaritma dari konsentrasi ion H. waduk dan laut. 1992). konsentrasi oksigen terlarut.

Sedangkan bagi binatang CO2 dan produkproduk sisa dapat disingkirkan dan O2 tetap tersedia. Senyawa ammonia. dan karenanya mengurangi aktivitas fotosintesa. Diperairan nitrogen biasanya ditemukan dalam bentuk amonia. amonium. Arus juga memainkan peranan penting bagi penyebaran plankton. Manfaat dari arus bagi banyak biota adalah menyangkut penambahan makanan bagi biotabiota tersebut dan pembuangan kotoran-kotorannya. f.1 mg/l pada suhu 25 0C dan pH 7. 1980). Pada umumnya nitrogen diabsorbsi oleh fitoplankton dalam bentuk nitrat (NO3–N) dan amonia (NH3–N). 2005). nitrit dan nitrat serta beberapa senyawa nitrogen organic lainnya. Secara alami senyawa ammonia di perairan berasal dari hasil metabolisme hewan dan hasil proses dekomposisi bahan organik oleh bakteri. Nitrogen Nitrogen merupakan salah satu unsur penting bagi pertumbuhan organisme dan proses pembentukan protoplasma. nitrat dan bentuk senyawa lainnya berasal dari limbah pertanian. Kekeruhan bisa mengurangi penetrasi sinar matahari.karena adanya gaya Coriolis. Untuk algae kekurangan zatzat kimia dan CO2 dapat dipenuhi. Mereka mempunyai kesempatan menghindari persaingan makanan dengan induk-induknya terutama yang hidup menempel seperti teritip (Belanus spp) dan kerang hijau (Mytilus viridis). Di perairan dengan dasar berlumpur. nitrit. Fitoplankton lebih banyak menyerap NH3–N dibandingkan dengan NO3–N karena lebih banyak dijumpai diperairan baik dala kondisi aerobik maupun anaerobik. serta merupakan salah satu unsur utama pembentukan protein. arus dapat mengaduk endapan lumpur sehingga mengakibatkan kekeruhan air dan mematikan organisme air. Terutama bagi golongan meroplankton yang terdiri dari telur-telur dan burayak-burayak avertebrata dasar dan ikan-ikan. Arus dapat mengakibatkan rusaknya jaringanjaringan jasad hidup yang tumbuh di daerah itu dan partikelpartikel dalam suspensi dapat menghasilkan pengikisan. Senyawa-senyawa nitrogen ini sangat dipengaruhi oleh kandungan oksigen dalam air. Jika kadar ammonia di perairan terdapat dalam jumlah yang terlalu tinggi (lebih besar dari 1. baik holoplankton maupun meroplankton. pemukiman dan industri.5) dapat diduga adanya . yakni gaya yang diakibatkan oleh perputaran bumi dan adanya pasang surut yang dipengaruhi oleh gaya tarik bulan (Hardjojo dan Djokosetiyanto. pada saat kandungan oksigen rendah nitrogen berubah menjadi amoniak (NH3) dan saat kandungan oksigen tinggi nitrogen berubah menjadi nitrat (NO3-) (Welch. Romimohtarto (1985) menyatakan bahwa arus mempunyai pengaruh positif maupun negatif terhadap kehidupan biota perairan.

juga berasal dari dekomposisi bahan organik (tumbuhan dan biota akuatik yang telah mati) yang dilakukan oleh mikroba dan jamur yang dikenal dengan istilah ammonifikasi (Effendi. g. 1987).3 mg/l (KLH. Sumber ammonia di perairan adalah hasil pemecahan nitrogen organic (protein dan urea) dan nitrogen anorganik yang terdapat dalam tanah dan air.2 mg/l (KLH. 2003). Umumnya fotosintesis bertambah sejalan dengan bertambahnya intensitas cahaya sampai pada suatu nilai optimum tertentu (cahaya saturasi). 2003). Konsentrasi nitrat yang tinggi di perairan dapat menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan organisme perairan apabila didukung oleh ketersediaan nutrient (Alaerst dan Sartika. Kedalaman kompensasi biasanya terjadi pada saat cahaya di dalam kolom air hanya tinggal 1 % dari seluruh intensitas cahaya yang mengalami penetrasi . Intensitas cahaya dan Kecerahan Cahaya matahari merupakan sumber energi yang utama bagi kehidupan jasad termasuk kehidupan di perairan karena ikut menentukan produktivitas perairan. kadarnya lebih kecil daripada nitrat karena nitrit bersifat tidak stabil jika terdapat oksigen. 2002).35 mg/L atau ppm dengann tingkat kesalahan ± 0. Kedalaman perairan dimana proses fotosintesis sama dengan proses respirasi disebut kedalaman kompensasi. 2004. Sedangkan semakin ke dalam perairan intensitas cahaya akan semakin berkurang dan merupakan faktor pembatas sampai pada suatu kedalaman dimana fotosintesis sama dengan respirasi. 2004).9 – 3. 1982). Konsentrasi yang dapat diukur dari 0. Sedangkan untuk nitrat adalah berkisar antara 0. Intensitas cahaya matahari merupakan faktor abiotik utama yang sangat menentukan laju produktivitas primer perairan. 1987). Nitrit merupakan bentuk peralihan antara ammonia dan nitrat serta antara nitrat dan gas nitrogen yang biasa dikenal dengan proses nitrifikasi dan denitrifikasi (Effendi. diatas nilai tersebut cahaya merupakan penghambat bagi fotosintesis (cahaya inhibisi). Nitrit (NO2) biasanya ditemukan dalam jumlah yang sangat sedikit diperairan alami.pencemaran (Alaerst dan Sartika. Nitrite-meter adalah adalah alat untuk mengukur kadar kandungan Nitrite-Nitrogen (N-NO2-) dalam limbah cair atau dalam air.0 sampai 0. DKP. Konsentrasi ammonia untuk keperluan budidaya laut adalah 0. Nitrat merupakan salah satu nutrien senyawa yang penting dalam sintesa protein hewan dan tumbuhan. Nitrat (NO3) adalah bentuk nitrogen utama di perairan alami. sebagai sumber energi dalam proses fotosintesis (Boyd.02 mg/L atau sekitar 4 % dari angka yang dibaca.

semakin keruh suatu badan air maka semakin menghambat sinar matahari masuk ke dalam air. Adapun penyebab kekeruhan ini antara lain meliputi tanah liat. khususnya makhluk hidup pada kedalaman air tertentu. Pengukuran kecerahan sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah. jika cahaya matahari yang masuk berkurang maka makhluk hidup dalam air terganggu. Di perairan. Nilai kecerahan dinyatakan dalam satuan meter. cahaya memiliki dua fungsi utama antara lain :  Memanasi air sehingga terjadi perubahan suhu dan berat jenis (densitas) dan selanjutnya menyebabkan terjadinya percampuran massa dan kimia air.dipermukaan air. bahan-bahan organik yang tersebar secara baik dan partikel-partikel kecil tersuspensi lainnya. Tingkat kekeruhan air di perairan mempengaruhi tingkat kedalaman pencahayaan matahari. Pengaruh tingkat pencahayaan matahari sangat besar pada metabolisme makhluk hidup dalam air. Cahaya merupakan sumber energi utama dalam ekosistem perairan. nilai ini sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca. Perubahan suhu juga mempengaruhi tingkat kesesuaian perairan sebagai habitat suatu organisme akuatik. kekeruhan dan padatan tersuspensi serta ketelitian seseorang yang melakukan pengukuran. Kedalaman kompensasi sangat dipengaruhi oleh kekeruhan dan keberadaan awan sehingga berfluktuasi secara harian dan musiman (Effendi. Menurut Alaerts dan Santika (1987) menyatakan bahwa ada 3 metode pengukuran kekeruhan yaitu: a) Metoda Nefelometrik (unit kekeruhan nefelometrik FTU atau NTU). Kekeruhan ini disebabkan air mengandung begitu banyak partikel tersuspensi sehingga merubah bentuk tampilan menjadi berwarna dan kotor. lumpur. demikian pula sebaliknya. Kekeruhan Kekeruhan merupakan sifat fisik air yang tidak hanya membahayakan ikan tetapi juga menyebabkan air tidak produktif karena menghalangi masuknya sinar matahari untuk fotosintesa. Kecerahan merupakan ukuran transparansi perairan. . 2003).  Merupakan sumber energi bagi proses fotosintesis algae dan tumbuhan air. karena setiap organisme akuatik memiliki kisaran suhu minimum dan maksimum bagi kehidupannya. waktu pengukuran. h. b) Metoda Hellige Turbidimetri (unit kekeruhan silica). yang ditemukan secara visual dengan menggunakan secchi disk.

sel-sel mikroorganisme dan lain sebagainya. Dalam daftar berikut ini. termasuk proses mencari mangsa dan menyeleksi makanan (terutama bagi predation dan filter feeding. Padatan tersuspensi dan kekeruhan memiliki korelasi positif yaitu semakin tinggi nilai padatan tersuspensi maka semakin tinggi pula nilai kekeruhan. d) Gangguan terhadap proses makan. bahan organik tertentu. f) Perubahan integritas habitat akibat perubahan ukuran partikel. e) Gangguan terhadap proses fotosintesis oleh ganggang atau rumput air karena padatan menghalangi sinar yang masuk. Metoda visual adalah cara kuno dan lebih sesuai untuk nilai kekeruhan yang tinggi. dapat dilihat bahwa padatan tersuspensi dalam jumlah yang berlebih (diukur sebagai total suspended solid –TSS) memiliki dampak langsung yangberbahaya terhadap kehidupan dan bisa mengakibatkan kerusakan ekologis yang signifikan melalui beberapa mekanisme berikut ini: a) Abrasi langsung terhadap insang binatang air atau jaringan tipis dari tumbuhan air. COD ( Chemical Oxygen Demand ) Hardjojo dan Djokosetiyanto (2005) menyatakan bahwa COD (Chemical Oxygen Demand) merupakan suatu uji yang menentukan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bahan oksidan. tidak terlarut dan tidak dapat mengendap langsung yang terdiri dari partikel-partikel yang ukuran maupun beratnya lebih kecil daripada sediment. Padatan tersuspensi menciptakan resiko tinggi terhadap kehidupan dalam air pada aliran air yang menerima tailings di kawasan dataran rendah. c) Menghambat tumbuhnya/smothering telur atau kurangnya asupan oksigen karena terlapisi oleh padatan. seperti tanah liat. sedangkan metode nefelometrik lebih sensitif dan dapat digunakan untuk segala tingkat kekeruhan. tingginya padatan terlarut tidak selalu diikuti dengan tingginya kekeruhan. yaitu lebih dari 25 unit. Padatan tersuspensi adalah padatan yang menyebabkan kekeruhan air. Akan tetapi. tetapi tidak berarti kekeruhannya tinggi pula. i. Air laut memiliki nilai padatan terlarut yang tinggi. b) Penyumbatan insang ikan atau selaput pernapasan lainnya.c) Metoda visual (unit kekeruhan Jackson). Uji COD biasanya menghasilkan nilai kebutuhan oksigen yang lebih tinggi dibandingkan uji BOD karena bahan-bahan yang stabil terhadap reaksi biologi dan .

Berikut akan disajikan derajat pencemaran suatu badan perairan yang dilihat berdasarkan nilai BOD5 (Tabel 2). b) Uji BOD memerlukan waktu yang cukup lama yaitu minimal lima hari. dan nilai BOD yang menunjukkan jumlah oksigen yang dikonsumsi dapat diketahui dengan menghitung selisih konsentrasi oksigen terlarut sebelum dan sesudah inkubasi (Hardjojo dan Djokosetiyanto. Angka COD merupakan ukuran bagi pencemaran air oleh zat-zat organic yang secara alami dapat dioksidasikan melalui proses mikrobiologis yang mengakibatkan berkurangnya oksigen terlarut di dalam air. Menurut Hardjojo dan Djokosetiyanto (2005) menyatakan bahwa dalam uji BOD mempunyai beberapa kelemahan. diantaranya adalah: a) Dalam uji BOD ikut terhitung oksigen yang dikonsumsi oleh bahan-bahan anorganik atau bahanbahan tereduksi lainnya yang disebut juga intermediate oxygen demand. 1987). Sedangkan nilai COD dapat memberikan indikasi kemungkinan adanya pencemaran limbah industri di dalam perairan (ALaerst dan Sartika. misalkan adanya germisida seperti chlorine yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang dibutuhkan untuk merombak bahan organik. BOD ( Biochemical Oxygen Demand ) BOD (Biochemical Oxygen Demand) atau kebutuhan oksigen menunjukkan jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh organisme hidup untuk memecah atau mengoksidasi bahan-bahan buangan di dalam air. maka berarti kandungan bahan-bahan buangan yang membutuhkan oksigen tinggi. Konsumsi oksigen dapat diketahui dengan mengoksidasi air pada suhu 20 0C selama 5 hari. Kisaran BOD5 (mg/l) Kriteria Kualitas Perairan . sehingga hasil uji BOD menjadi kurang teliti. d) Uji BOD tergantung dari adanya senyawa penghambat didalam air tersebut. j.mikroorganisme dapat ikut teroksidasi dengan uji COD. 1982). BOD menunjukkan jumlah oksigen yang dikonsumsi oleh proses respirasi mikroba aerob yang terdapat pada botol BOD yang diinkubasi pada suhu sekitar 20 0C selama 5 hari dalam keadaan tanpa cahaya (Boyd. Jika konsumsi oksigen tinggi yang ditunjukkan dengan semakin kecilnya sisa oksigen terlarut. 2005). c) Uji BOD yang dilakukan selama 5 hari masih belum dapat menunjukkan nilai total BOD melainkan hanya kira-kira 68 % dari total BOD.

sebagai nilai mutu lingkungan yang ditimbulkan oleh interaksi dari semua unsur atau komponen (fisika. Poernomo (1992) menyatakan bahwa daya dukung dinyatakan sebagai pemanfaatan maksimum suatu kawasan atau suatu ekosistem baik berupa jumlah maupun kegiatan yang ada di dalamnya.0 5.≤ 2. dan kesesuaian lahan potensial (potential land suitability). k.0 Tidak tercamar Tercemar ringan Tercemar sedang Tercemar berat Tabel 2 menyajikan tingkat pencemaran di badan perairan berdasarkan nilai BOD. yaitu kesesuaian lahan yang dinilai berdasarkan keadaan lahan pada saat dilakukan penelitian tanpa memperhitungkan jenis perbaikan lahan yang diperlukan. Sementara itu daya dukung ekonomi adalah tingkat produksi yang memberikan keuntungan maksimum dan ditentukan oleh tujuan usaha secara ekonomi. Daya dukung ekonomi merupakan tingkat skala usaha dalam pemanfaatan sumberdaya yang memberikan Daya dukung ekologis adalah jumlah maksimum organisme dalam suatu lahan yang dapat didukung tanpa mengakibatkan kematian karena factor kepadatan maupun terjadinya kerusakan lingkungan secara permanent (irreversible).14. Hal ini ditentukan oleh faktor-faktor lingkungan seperti suhu.1. B/C (benefit cost ratio) dan IRR (internal rate of return). pH.9 ≥15. kimia dan biologi) dalam suatu kesatuan ekosistem. Kenchington dan Hudson (1984) mendefinisikan daya dukung sebagai suatu kuantitas maksimum ikan yang didukung oleh suatu badan air selama jangka waktu yang panjang. CO2 dan parameter kualitas air lainnya. Dalam hal ini digunakan parameter parameter kelayakan usaha secara ekonomi seperti NPE (net present value). salinitas. Hardjowigeno (2001) mengemukakan bahwa daya dukung/kesesuaian lahan dapat pula dibedakan atas kesesuaian lahan sekarang (present land suitability).0 – 5. yaitu kesesuaian lahan yang dinilai .9 3. Daya Dukung Lingkungan Purnomo (1997) menyatakan bahwa daya dukung lingkungan perairan adalah suatu yang berhubungan erat dengan produktivitas perairan. 1998). Daya dukung (carrying capacity) merupakan areal dimana populasi organisme akuatik akan ditunjang oleh kawasan atau volume perairan tanpa mengalami penurunan mutu atau deteriorasi (Turner.

Kesesuaian lahan (land suitability) merupakan kecocokan (adaptability) suatu lahan untuk tujuan penggunaan tertentu. Penjelasan tersebut apabila diterapkan sebagai daya dukung lingkungan pesisir menjadi kemampuan badan air atau peraian di kawasan pesisir dalam menerima limbah organik. . 2000).berdasarkan lahan setelah diadakan perbaikanperbaikan tertentu yang diperlukan. Kemampuan assimilasi merupakan ukuran kemampuan air atau sumber air dalam menerima pencemaran limbah tanpa menyebabkan terjadinya penurunan kualitas air yang ditetapkan sesuai peruntukkannya (UNEP. sehingga dapat diusahakan penggunaan lahan yang lebih terarah berikut usaha pemeliharaan kelestariannya. Daya dukung lingkungan sangat erat kaitannya dengan kapasitas assimilasi dari lingkungan yang menggambarkan jumlah limbah yang dapat dibuang kedalam lingkungan tanpa menyebabkan polusi. termasuk didalamnya adalah kemampuan mendaur ulang atau mengassimilasi limbah tersebut sehingga tidak mencemari lingkungan perairan yang berakibat pada terganggunya keseimbangan ekologis suatu perairan (Widigdo. 1993). melalui penentuan nilai (kelas) lahan serta pola tata guna lahan yang dihubungkan dengan potensi wilayahnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful