You are on page 1of 41

Bagian I

Process Metering and


Measurements

Disusun oleh:
Dr.Ir.Farida Idealistina Muchtadi
Email: lies@tf.itb.ac.id

Disusun oleh 1
Dr.Ir.Farida Muchtadi
Bagian I

Pendahuluan

Disusun oleh 2
Dr.Ir.Farida Muchtadi
Proses Metering

Disusun oleh 3
Dr.Ir.Farida Muchtadi
APLIKASI FLOWMETER

Tanker Unloading &


Backloding

Pipeline Receiving

Truck Loading

Pipeline Delivery

Disusun oleh 4
Dr.Ir.Farida Muchtadi
Macam Sistem Metering

Disusun oleh 5
Dr.Ir.Farida Muchtadi
APLIKASI SISTEM METERING
Custody Transfer
• Custody Transfer: Pemindahan produk untuk perdagangan /
transaksional (mensyaratkan akurasi yang relatif lebih tinggi)
• Dalam regulasi PERTAMINA (Panduan PERTAMINA PPDN
1990):
- kesalahan pengukuran ketinggian produk BBM di dalam
tangki timbun (Tank Gauging) untuk Custody Transfer
adalah sebesar maksimal 0.01%
- Sedangkan untuk pengukuran temperatur, ketelitian
ditetapkan sampai pada 0.25 oC

Stock Inventory
• Pengukuran untuk mengetahui ketersediaan produk
• Intertank Transfer

Disusun oleh 6
Dr.Ir.Farida Muchtadi
Kalibrasi Sistem Metering
• Supaya terjadi kesepakatan antara penjual-
pembeli tentang jumlah produk yang ditransfer
dari satu tangki ke tangki lainnya, maka secara
periodik sistem meter harus dikalibrasi. Kalibrasi
dilakukan oleh lembaga yang berwenang dan
diakui secara internasional dengan memberikan
sertifikat kalibrasi pada sistem meter.
• Kalibrasi adalah pembandingan antara sistem
meter yang digunakan dengan sistem meter
standar yang telah disertifikasi  Faktor Meter
Disusun oleh 7
Dr.Ir.Farida Muchtadi
Disusun oleh 8
Dr.Ir.Farida Muchtadi
TERMINOLOGI

Effective Range Range aliran, di mana performansi kurva meter tidak


menyimpang dari batas error

Indicated Volume Perubahan penunjukan meter yang terjadi selama


transfer melalui flowmeter

Gross Volume Volume yang ditampilkan dikalikan faktor meter,


tanpa dikalikan faktor koreksi temperatur dan
tekanan. (Termasuk endapan dan air yang ditransfer
melalui meter)

Gross Standard Volume gross yang telah dikoreksi pada kondisi


Volume temperatur dan tekanan standar. (misal: 150C and
101,325 kPa)

Disusun oleh 9
Dr.Ir.Farida Muchtadi
Net Volume: Volume gross dikurangi volume air dan endapan
yang ditransfer melalui meter
Net Standard Volume: Net Volume dikoreksi pada kondisi
temperatur dan tekanan standar (misal 15oC dan 101,325
kPa)
SPECIFIC VOLUME
• Specific volume = Volume / Massa (British = ft3/lb, SI = m3/kg)
SPECIFIC GRAVITY (SG)
• Untuk fluida = rasio dari density fluida pada spesifik temperatur dengan
density air pada spesifik temperatur
• Untuk gas: rasio dari density gas dengan density udara, keduanya diukur
pada tekanan dan temperatur standar
VISKOSITAS FLUIDA
• Viskositas adalah resistansi internal dari fluida untuk mengalir
• Viskositas sangat tergantung pada temperatur
• Viskositas mempengaruhi Bilangan Reynolds

Disusun oleh 10
Dr.Ir.Farida Muchtadi
FLUID PHYSICAL PROPERTIES

JENIS-JENIS TEKANAN
• Tekanan Gage : tekanan fluida dengan memperhitungkan
tekanan atmosfer di luar
• Tekanan Absolut: tekanan aktual fluida pada kondisi hampa
udara, mengabaikan tekanan atmosfer dari luar
• Tekanan Diferensial: perbedaan antara dua tekanan (tekanan
gage merupakan tekanan diferensial antara tekanan fluida dan
tekanan atmosfer)

DENSITAS
• Bervariasi dengan temperatur dan tekanan
• Pada umumnya, fluida memuai jika terjadi kenaikan temperatur,
sehingga density menurun
• Data density fluida pada temperatur tertentu dapat berupa tabel
atau grafik (Tabel ASTM)

Disusun oleh 11
Dr.Ir.Farida Muchtadi
Proses Metering
Berkaitan dengan sistem aliran
– Fluida adalah benda yang dapat mengalir, dapat
dalam bentuk cair, gas atau uap
– Keadaan fasa benda (padat, cair, uap dan gas)
tergantung pada tekanan dan temperatur.
• Benda yang pada keadaan alami berbentuk gas, pada
tekanan tinggi dan temperatur rendah dapat berubah
menjadi cair (gas alam  LPG)
• Benda yang pada keadaan alami berbentuk cair, pada
temperatur rendah dapat berubah menjadi padat (air
 es), pada temperatur tinggi berubah menjadi
bentuk uap dan gas (air  uap)

Disusun oleh 12
Dr.Ir.Farida Muchtadi
• Aliran fluida yang keluar dari suatu tangki akan
menyebabkan pengurangan volume cairan dalam
tangki. Volume cairan dalam tangki dapat diukur
dengan mengamati levelnya, dengan asumsi
bahwa penampang tangki sepanjang level
konstan.
• Pengukuran level, pada umumnya dilakukan untuk
mengetahui perubahan volume dalam tangki,
sebelum dan sesudah cairan dikeluarkan dari
tangki.
• Kedua macam pengukuran ini (aliran dan level)
dilakukan untuk cek dan ricek terhadap proses
pengukuran.
• Pengukuran tekanan dan temperatur dilakukan
untuk memastikan tidak adanya perubahan fasa
dari benda yang diukur.
Disusun oleh 13
Dr.Ir.Farida Muchtadi
Measurement (Pengukuran)
• Mengukur adalah suatu langkah untuk
membandingkan ukuran benda dengan suatu alat
ukur yang performansinya sudah diketahui.
• Performansi alat ukur juga perlu dicek dengan
cara membandingkan keluaran alat tersebut
dengan keluaran alat standar. Langkah ini disebut
kalibrasi.
• Hal ini dilakukan supaya ada kesamaan harga
pengukuran dari berbagai alat yang ada pada
berbagai negara. Supaya perdagangan lintas
negara dapat dilakukan dengan lebih jelas.

Disusun oleh 14
Dr.Ir.Farida Muchtadi
Mengapa diperlukan Kalibrasi?
• Karena sinyal yang masuk pada suatu alat
ukur tidak hanya sinyal pengukuran (harga
variabel yang ingin diukur), tetapi ada
berbagai sinyal lain yang mempengaruhi
penunjukan harga pengukuran, disebut
sebagai sinyal gangguan.
• Alat yang tidak sensitif terhadap berbagai
sinyal gangguan adalah alat yang baik.
• Pada umumnya alat standar mempunyai
prinsip kerja sederhana, sehingga tidak
banyak dipengaruhi input gangguan.
Disusun oleh 15
Dr.Ir.Farida Muchtadi
Meter Standar Aliran
• V = Volume bejana
Pipa Pengisi

V
• Switch1 akan
Switch 2
menghidupkan timer
• Switch2 akan mematikan
timer
V
Q
Switch 1 t
• Q = debit aliran
• V dan t sudah dikalibrasi • t = waktu stwith1 hidup
dengan baik sampai switch 2 mati

Disusun oleh 16
Dr.Ir.Farida Muchtadi
• Kalibrator meter aliran, misalnya “custody tranfer
metering systems” menggunakan cara seperti
yang disebutkan ini.
• Cara ini sederhana tetapi memerlukan alat2
yang akurasinya tinggi (volume bejana, switch
dan timer).
• Kalibrator alat ukur pada umumnya mempunyai
prinsip sederhana, dimana konversi dari variabel
yang diukur sampai dengan tampilan yang dapat
dibaca operator, mempunyai jalur konversi yang
pendek.
• Dengan jalur konversi yang pendek, maka tidak
banyak sinyal gangguan yang akan masuk
dalam sinyal pengukuran.

Disusun oleh 17
Dr.Ir.Farida Muchtadi
Input Pada Sistem Instrumentasi Atau
Sistem Pengukuran
• Input pengukuran adalah harga variabel
input yang ingin diukur
• Input gangguan adalah input yang tidak
dikehendaki, tetapi selalu ada pada semua
blok dalam sistem instrumentasi atau sistem
pengukuran, yang menyebabkan output
sistem tidak lagi sesuai dengan harga yang
dikehendaki.

Disusun oleh 18
Dr.Ir.Farida Muchtadi
Input Gangguan
Input gangguan disebabkan antara lain oleh:
• perubahan keadaan lingkungan (temperatur,
kelembaban, altitute, dsb)
• vibrasi sistem,
• sinyal elektromagnetik dari sumber yang
ada di sekitar sistem instrumentasi.
• Macam input gangguan : “interfering-
input“ dan “modifying-input”.
Disusun oleh 19
Dr.Ir.Farida Muchtadi
Interfering-input : input gangguan yang
berinterferensi dengan input pengukuran, mi-
sal: noise gelombang elektromagnetik yang
mengakibatkan noise pada output instrumen.
Modifying-input : input gangguan yang
mengubah karakteristik komponen dalam
instrumen, misal: perubahan temperatur udara
mempengaruhi koefisien gesekan pada bagian
alat yang bergerak dan mengubah sensitivitas
alat.

Disusun oleh 20
Dr.Ir.Farida Muchtadi
Input gangguan interferensi (Inter-
fering) dan modifikasi (modifying)

Disusun oleh 21
Dr.Ir.Farida Muchtadi
Pengurangan Pengaruh Input
Gangguan
Pengaruh input gangguan pada sistem dapat
dikurangi dengan memperbaiki kesalahan
setiap perangkat yang ada pada sistem
instrumentasi
1. Menggunakan bahan yang tidak sensitif
terhadap input gangguan. Cara ini mudah
tetapi tidak selalu dapat diterapkan pada
setiap peralatan instrumentasi, misal:
tidak mudah mencari bahan yang
tidak sensitif terhadap perubahan temperatur.
Disusun oleh 22
Dr.Ir.Farida Muchtadi
2. Menggunakan High-gain-feedback (Catubalik
Penguatan-Tinggi). Catubalik penguatan tinggi
mengurangi pengaruh input gangguan pada output
• Sistem Tanpa catu • Sistem catu balik
Balik penguatan tinggi

K1 K2

K1K1’ K2K2’ Kp

K1K 2 K1, K 2,
eo  .ei eo 
,
.ei
eo K K 1  K1K2 K P 1  K1' K 2' K P'
( 1  2)
eo K1 K2 1
eo,  ei
KP

Disusun oleh 23
Dr.Ir.Farida Muchtadi
3. Menghitung koreksi output
• Metoda ini memerlukan perhitungan atau
estimasi teoritis input gangguan pada harga
output. Sehingga jika input gangguan dapat
diukur, maka besar koreksi yang harus
ditambahkan atau dikurangkan dari
penunjukan output dapat dihitung.

Disusun oleh 24
Dr.Ir.Farida Muchtadi
4.Menerapkan tapis (filter)
input/output
• Tapis (filter) untuk menahan sinyal gangguan
supaya tidak berpengaruh pada output instr.
• Ada dua macam tapis, yaitu tapis input dan tapis
output.
• Tapis input dapat berupa tapis mekanis atau tapis
elektronik, sedangkan tapis output adalah tapis
elektronik.
• Tapis elektronik dapat digunakan jika freku-ensi
gangguan tidak sama dengan frekuensi perangkat
instrumentasi. tersebut.

Disusun oleh 25
Dr.Ir.Farida Muchtadi
Filter (tapis) input dan output
• Filter (tapis) input • Filter (tapis) output

Disusun oleh 26
Dr.Ir.Farida Muchtadi
Contoh Filter

Disusun oleh 27
Dr.Ir.Farida Muchtadi
Filter mekanik dan pneumatik

Disusun oleh 28
Dr.Ir.Farida Muchtadi
5. Menggunakan input gangguan tambahan
yang berlawanan sebagai kompensasi

Disusun oleh 29
Dr.Ir.Farida Muchtadi
TRANSDUSER PASIF DAN
AKTIF
• Transduser pasif • Transduser aktif

Disusun oleh 30
Dr.Ir.Farida Muchtadi
Metoda Null dan Metoda Defleksi
• Metoda Null • Metoda Defleksi

Disusun oleh 31
Dr.Ir.Farida Muchtadi
STANDAR DAN KALIBRASI
• Pada umumnya instrumen dilengkapi dengan
‘manual’, yang memuat bagian alat, cara
operasi, tabel spesifikasi, dsb
• Tabel spesifikasi mencantumkan karaktersitik,
yang menyangkut tingkat kepercayaan
penunjukan alat jika dibandingkan dengan
‘harga benar’.
• Harga pada tabel spesifikasi diperoleh dari
hasil pengujian (kalibrasi).
• Harga pada tabel spesifikasi hanya berlaku
untuk perioda waktu terbatas dan harus
dilakukan kalibrasi ulang.
Disusun oleh 32
Dr.Ir.Farida Muchtadi
Kalibrasi
• Kalibrasi adalah langkah pembandingan output
instrumen dengan output instrumen standar, untuk
menentukan tingkat kepercayaan instrumen.
• Penunjukan instrumen standar adalah harga
benar, sehingga instrumen standar harus
mempunyai karakteristik yang lebih baik dari pada
instrumen yang dites.
• Hasil kalibrasi memberi gambaran seberapa dekat
harga yang ditampilkan oleh instrumen dengan
harga benar (keluaran alat standar)

Disusun oleh 33
Dr.Ir.Farida Muchtadi
Mengapa harus dilakukan
kalibrasi ?
• Perdagangan global internasional menuntut
kesamaan ukuran dari keluaran perangkat.
• Untuk memperoleh kesamaan ukuran, maka
ada tingkatan dalam pembandingan instrumen
standar, di mana tingkat yang lebih tinggi
mempunyai hirarki yang lebih baik.
• Pada umumnya alat standar berupa alat ukur
atau standar benda yang memenuhi definisi
yang telah ditetapkan.

Disusun oleh 34
Dr.Ir.Farida Muchtadi
Kalibrasi Alat Ukur
Alat Ukur
Proses Yang dites
(Medium yang
diukur) Alat Ukur
Standar

Disusun oleh 35
Dr.Ir.Farida Muchtadi
Hirarki Standar Instrumentasi
• Standar Internasional : adalah definisi yang
menyatakan besarnya harga satuan tertentu yang
mudah dapat dilakukan pengulangan kembali.
Definisi ini dapat dilakukan pengubahan setelah
disetujui oleh dewan standarisasi internasional,
jika akurasi dan repeatability kurang baik.
• Contoh:
– sebelum tahun 1960: standar1meter adalah batang
platinum-iridium (International Meter Bar) yang disimpan
di Sevres, Perancis
– setelah tahun 1960: standar 1 meter didefinisikan
kembali sebagai 1.650.763,73 kali  lampu kripton-86
dalam vakum, berkaitan dengan transisi level energi
2p10 dan 5d5. Kepercayaan definisi ini adalah 2 dari
harga 108.
Disusun oleh 36
Dr.Ir.Farida Muchtadi
• Standar primer adalah penjabaran definisi Standar
Internasional supaya menjadi benda riel dan di-
simpan dalam berbagai biro standar internasional.
• Standar Sekonder: adalah standar industri,
tersimpan dalam laboratorium standar indust
misal: PLN menyimpan standar resistor, kapasitor,
induktor. Standar sekonder tidak keluar dari
laboratorium.
• Standar Kerja : adalah instrumen standar untuk
mengkalibrasi instrumen yang ada dalam industri.
Standar Kerja ini tersimpan dalam workshop
industri dan dapat dibawa untuk mengkalibrasi alat
yang terpasang pada ‘plant’.
Disusun oleh 37
Dr.Ir.Farida Muchtadi
KESALAHAN INSTRUMEN UKUR
• Kalibrasi dilakukan karena instrumen
kemungkinan besar mengandung
kesalahan.
• Kesalahan output instrumen timbul dari
berbagai sebab, yaitu:
1.Kesalahan Gross
2.Kesalahan Sistematik
3.Kesalahan Random

Disusun oleh 38
Dr.Ir.Farida Muchtadi
• Gross Error (kesalahan gross)
– kesalahan instrumen karena kesalahan manusia. Misal:
kesalahan pemilihan alat, kesalahan pembacaan data
(Reading error), kesalahan perhitungan komputasi,
kesalahan penggunaan daerah pengukuran, dan
sebagainya.
• Sistematic Error
– kesalahan instrumen akibat kesalahan komponen.
– Ada dua macam Sistematik Error, yaitu
“Environmental error“ dan ”Instrumental error”
• Environmental error adalah kesalahan instrumen karena
perubahan kondisi lingkungan, mis: perubahan temperatur
dan kelembaban udara, perbedaan lokasi, noise gel.
elektromagnetik dsb.
• Instrumental error adalah kesalahan instrumen karena
perubahan karakteristik komponen instrumen, misal:
manometer yang tidak vertikal, koefisien gesekan pada
pivot-bearing jarum penunjuk yang tidak sama pada arah
putaran
Disusun oleh berbeda. 39
Dr.Ir.Farida Muchtadi
• Random error
– kesalahan acak, karena kombinasi dari
berbagai sebab. Kesalahan ini tidak dapat
dihindarkan dan selalu muncul pd instrumen.
Kedua macam kesalahan instrumen yang
disebut pertama dapat dihilangkan dengan
cara: pemilihan instrumen, kalibrasi dan
setting instrumen yang baik.
Tetapi random-error tidak dapat dihilangkan
dan hanya dapat dikurangi dengan
perancangan eksperimental yang baik.
Disusun oleh 40
Dr.Ir.Farida Muchtadi
• Adanya
– input gangguan, baik input gangguan modifikasi
maupun input gangguan inerferensi
– Kesalahan dari alat ukur, yang disebabkan
kesalahan sistematik, kesalahan gross dan
kesalahan random
pada alat ukur,
maka setiap alat ukur perlu dikalibrasi untuk
setiap perioda waktu tertentu, tergantung pada
keadaan lingkungan, intensitas pemakaian alat
dan keadaan alat tsb.

Disusun oleh 41
Dr.Ir.Farida Muchtadi