Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071.2004.

0018)

1

Pediatrics UTI and Pyelonephritis
Author: Stephen L Thornton, MD, Assistant Professor of Emergency Medicine, University of Kansas Hospital Diperbaharui tanggal 8 Agustus 2010

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pada pasien pediatrik, infeksi saluran kemih (ISK) adalah salah satu infeksi bakteri serius yang paling sering terjadi. Sering menjadi penyebab demam, dan dapat menyebabkan morbiditas yang signifikan jika tidak teridentifikasi dan diobati. Kemunculannya bervariasi berdasarkan umur pasien. Neonatus dan bayi sering hadir dengan gejala-gejala non-spesifik yang samar, dibutuhkan adanya indeks kecurigaan yang tinggi untuk ISK di kelompok usia ini. Pasien pediatrik yang berusia lebih tua, lebih mungkin untuk datang dengan keluhan yang lebih khas dan lokal. Perawatannya harus disesuaikan di dalam mengobati organisme kausatif yang paling sering teramati, mengingat meningkatnya resistensi antibiotik pada patogen-patogen saluran kemih. Jika tidak diidentifikasi atau dirawat secara tepat, ISK dapat berkembang menjadi pyelonephritis atau urosepsis. Komplikasi jangka panjang dari ISK dapat mencakup renal scarring, hipertensi, dan bahkan gagal ginjal. Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R.S. Sukanto

1

Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071.2004.0018)

2

PATOFISIOLOGI
Saluran kemih normalnya adalah lingkungan yang steril, dan memiliki beberapa mekanisme yang bekerja untuk menjaga sterilitas urin (urethral sphincter, panjang uretra, aliran anterograde konstan). Dalam banyak kasus, kegagalan dari salah satu mekanisme ini akan menyebabkan atau memperburuk infeksi. Organisme kausatif/penyebab yang paling umum adalah flora usus, biasanya gramnegative rod. Escherichia coli merupakan organisme yang paling sering diisolasi dari pasien pediatrik penderita ISK. Namun, semua organisme yang dapat mencapai sistem saluran kemih dapat menyebabkan infeksi, termasuk jamur (candida spesies) dan virus. Patogen-patogen dapat menginfeksi saluran kemih melalui penyebaran langsung melalui rute fecal-perineal-uretra, atau dari penyemaian hematogenous. Penyebaran hematogenous jauh lebih mungkin terjadi di neonatus daripada anak-anak yang lebih tua. Kebanyakan infeksi dimulai pada kandung kemih, dan dari sana, patogen dapat menyebar ke saluran kemih lalu ke ginjal (pyelonephritis) dan mungkin aliran darah (bakteremia). Pyelonephritis dapat menyebabkan renal scarring dan komplikasi jangka panjang seperti hipertensi dan gagal ginjal kronis. Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R.S. Sukanto

FREKUENSI
United States Prevalensi dan kejadian ISK bervariasi berdasarkan umur dan jenis kelamin. Secara keseluruhan, ISK diperkirakan mempengaruhi (2,4 - 2,8) % dari semua anak setiap tahunnya. Sebanyak 5% dari semua anak di bawah 2 tahun yang datang ke emergency department dalam keadaan demam, menderita ISK. Pendekatan menggunakan kriteria risiko rendah untuk bayi demam usia kurang dari 3 bulan, yang memiliki suhu lebih dari 38 ºC, ditunjukkan pada gambar di bawah.

2

Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071. tetapi diasumsikan mirip dengan yang di Amerika Serikat. 3 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R. Internasional Prevalensi dan kejadian internasional sulit untuk diukur secara akurat.0018) 3 Gambar: Pengaplikasian kriteria dan pendekatan risiko rendah untuk bayi demam: sebuah pendekatan yang wajar untuk merawat bayi demam usia kurang dari 3 bulan.S.2004. Sukanto . khususnya di negara-negara berkembang. yang memiliki suhu tubuh lebih tinggi dari 38 °C.

org/library/disease/UTI/goldman/ 4 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R.Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071. Sukanto .cirp.org/library/disease/UTI/goldman/ Grafik: Distribusi umur pada anak di bawah usia 2 bulan dengan ISK Diunduh dari: http://www.2004.S.cirp.0018) 4 Grafik: Distribusi umur pada anak di bawah usia 1 tahun dengan ISK Diunduh dari: http://www.

2004.org/library/disease/UTI/goldman/ 5 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R.S.Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071.0018) 5 Grafik: Hasil Kultur Bakteri pada 82 anak di bawah usia 1 tahun dengan ISK Diunduh dari: http://www. Sukanto .cirp.coli dengan bakteri lainnya pada anak perempuan dan lakilaki di bawah 1 tahun dengan ISK Diunduh dari: http://www.cirp.org/library/disease/UTI/goldman/ Grafik: Perbandingan hasil kultur E.

30% anak yang menderita ISK akan mengalami renal scarring. Ras Hasil studi menunjukkan bahwa non kulit hitam memiliki tingkat kejadian ISK yang lebih tinggi dibandingkan kulit hitam.0. Bayi laki-laki yang tidak disunat memiliki tingkat kejadian ISK yang lebih tinggi dibandingkan bayi perempuan.2004. Risiko kejadian ini tertinggi pada neonatus dan bayi yang sangat muda.Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071. wanita memiliki kejadian 12% ISK. atau gagal ginjal. Selama tahun pertama kehidupan. Jenis Kelamin Laki-laki tidak disunat secara signifikan lebih tinggi kejadian ISK dibandingkan lakilaki yang disunat. Setelah tahun pertama kehidupan. Sukanto Usia Prevalensi ISK dalam 3 bulan pertama kehidupan diperkirakan sebesar 7.0018) 6 MORTALITAS dan MORBIDITAS Bakteremia atau urosepsis dapat berkembang dari ISK.7% untuk perempuan. Kasus pyelonefritis yang parah dan/atau berulang dapat menyebabkan kerusakan ginjal.7% dibandingkan dengan 0. 6 .1 .2% ISK. Untuk anak-anak usia lebih dari 1 tahun. dan laki-laki memiliki kejadian 0. Kejadian tertinggi pada perempuan remaja yang aktif secara seksual. Sulit untuk memprediksi pasien mana yang akan berkembang menjadi pyelonefritis.S. kejadian ISK mendekati 10%. insufisiensi ginjal.5%. selama tahun pertama kehidupannya. perempuan memiliki kejadian ISK yang lebih tinggi dibandingkan lakilaki. Hal ini dapat menyebabkan hipertensi. Cystitis yang biasa dapat berkembang menjadi pyelonephritis. Sekitar 10 . KLINIS Sejarah Sejarah menunjukkan variasi usia pada pasien penderita ISK. meskipun terdapat bukti yang menunjukkan bahwa genetika mungkin berperan. dan sering nonspesifik untuk anak-anak yang berusia muda. Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R. laki-laki memiliki kejadian ISK sebesar 2. Pada remaja perempuan yang aktif secara seksual.

Sukanto .2004.com/search/GFDSearch.0018)  7 Neonatus       Penyakit kuning Demam Gagal tumbuh Kurang gisi Muntah Irritabilitas Gambar: Gejala yang muncul pada Nenonatus dengan ISK dan tanpa ISK Diunduh dari: http://www.globalfamilydoctor.Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071.asp?itemNum=8291  Bayi       Kurang gisi Deman Muntah Urin yang berbau menyengat Nyeri lambung Irritabilitas  Prasekolah     Muntah Nyeri lambung Demam Urin yang berbau menyengat 7 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R.S.

atau straining to void Perhatikan genitalia eksternal untuk menemukan tanda-tanda iritasi. aliran yang tidak lancar. trauma.0018)    8 Enuresis Simptom-simptom kemih (dysuria. Gadis remaja lebih sering mengalami vaginitis (35%) dibandingkan ISK (17%).S. pinworm. frequency) Enuresis Inkontinensia  Remaja   Remaja lebih sering datang dengan simptom-simptom kemih umum. Sukanto Secara Fisik .       Nyeri costovertebral angle (CVA) Nyeri perut saat diraba Nyeri suprapubik saat diraba Kandung kemih yang dapat diraba Dribbling. vaginitis. 8 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R. nyeri lambung Nyeri pinggang/punggung Urin yang berbau menyengat Simptom-simptom kemih (dysuria. urgency.2004. Temuan-temuan hasil pengujian fisik ISK dapat meliputi hal-hal berikut:  Hipertensi yang dapat meningkatkan kecurigaan terjadinya hidronefrosis atau penyakit parenkima renal. frequency) Anak-anak usia sekolah        Demam Muntah. urgency.Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071. atau pelecehan seksual. sering memiliki vaginitis yang terus menerus. Mereka yang didiagnosa mengidap cystitis.

Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071. khususnya setelah penginstrumentasian saluran kemih. Fever Vulvovaginitis Pediatrics.S.        E coli adalah patogen yang paling sering. khususnya pada wanita yang secara seksual aktif. Streptococcus group B.2004. Bacteremia and Sepsis Vaginitis Pediatrics. Appendicitis Obstruksi saluran kemih Pediatrics. menyebabkan 75 . Gastroenteritis Wilms Tumor Pinworm Batu ginjal uretritis (laki-laki)  Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R.90% kejadian ISK.0018) 9 ETIOLOGI  Infeksi bakteri adalah penyebab yang paling umum dari ISK. khususnya pada neonatus Pseudomonas aeruginosa   Jamur (spesies candida). Sukanto Problem-problem lain yang dipertimbangkan : Cystitis kehamilan Urolithiasis Vesicoureteral reflux 9 . Adenovirus (jarang terjadi) DIAGNOSIS BANDING                 Pediatrics. Spesies klebsiella Spesies proteus Spesies enterococcus Staphylococcus saprophyticus.

dikarenakan tingginya tingkat positif-palsu. meskipun beberapa pakar merekomendasikan 10. Jika terdapat lebih dari 50. 10 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R. dan kontaminasi kulit (misalnya. juga dianggap memadai untuk anak-anak besar yang dapat menyediakannya. leukosit > 10.90%.  Spesimen urin yang ditemukan positif pada dipstick nitrite.  Spesimen urin bersih yang diperoleh di pertengahan aliran.2004. dan oleh karena itu penggunaannya tidak disarankan. silinder. leukosit > 5 per lapangan pandang kecilmenunjukkan terjadinya infeksi. sel epitel).   Pewarnaan gram dari sedimen urin dapat menampilkan organisme.  Spesimen urin yang ditaruh di kantong tidak berguna untuk diagnosis ISK.0018) 10 LABORATORIUM  Standar kriteria untuk mendiagnosa infeksi saluran kemih (ISK) adalah pengisolasian sebuah patogen dari kultur urin yang diperoleh melalui aspirasi suprapubik. namun kateterisasi adalah teknik yang paling umum digunakan pada bayi dan anak-anak yang lebih besar. bakteri. dan sudah ditemukan lebih sensitif dan spesifik dibandingkan pengujian mikroskopik standar.000 CFU/mL dalam spesimen urin bersih yang diperoleh di pertengahan aliran dianggap sebagai ISK.S. atau darah dapat mengindikasikan terjadinya ISK. Sukanto .  Meskipun kultur urin adalah standar kriteria untuk diagnosis ISK.  Hemasitometer mengukur jumlah sel per volume. leukosit esterase. Kombinasi penghitungan sel menggunakan hemasitometer dan pewarnaan Gram sudah dibuktikan dari hasil studi memiliki sensitivitas mendekati 95%. Lebih dari 100. pengevaluasian analisis urin sering dibutuhkan untuk membantu pembuatan diagnosis awal ISK. Pengujian mikroskopik terhadap cairan urin dapat mengevaluasi terdapatnya leukosit.000 CFU/mL dalam sebuah spesimen yang dikaterisasi maka didefinisikan sebagai ISK. namun dibutuhkan 48 jam untuk kultur tersebut dinyatakan positif. eritrosit.  Terkait dengan aspirasi suprapubik.   Dipstick test memiliki sensitivitas yang mendekati 85 . Oleh karena itu.  Terkait dengan aspirasi suprapubik.Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071.  Meskipun aspirasi suprapubik adalah metode standar kriteria untuk mendapatkan urin.000/µl adalah konsisten dengan infeksi.000 CFU/mL sebagai batas cut off-nya.

sebuah propeptide dari calcitonin yang meningkat sebagai respons terhadap bacterial endotoxin.8 (99-100) Specificity % (Range) 78 (64-92) 98 (90-100) 72 (58-91) 81 (45-98) 83 (11-100) 70 (60-92) Pada pasien pediatrik. dapat membantu dalam mendiagnosa pyelonefritis dan kerusakan awal ginjal. meskipun ketika hasil-hasil analisis urinnya tidak jelas.0018) 11 Tabel : Sensitivitas dan Spesifisitas komponen dari urinalisis (tunggal maupun kombinasi) Test Leukocyte esterase Nitrite Leukocyte esterase or nitrite positive Microscopy: WBCs Microscopy: bacteria Leukocyte esterase or nitrite or microscopy positive  Sensitivity % (Range) 83 (67-94) 53 (15-82) 93 (90-100) 73 (32-100) 81 (16-99) 99.com/search/GFDSearch. harus diambil kultur darahnya.   Para pasien yang diduga bakteremia atau urosepsis.  Kira-kira 10-20% dari pasien pediatrik yang menderita ISK memiliki hasil analisis urin yang normal. dan meningkat pada penyakit yang parah.globalfamilydoctor. Sukanto  Studi-studi hematologikal cenderung tidak membantu dalam diagnosis ISK.Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071. Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R. dapat   Dapat terjadi abnormalitas elektrolit. kultur urin harus dikirimkan ke laboratorium. meskipun dapat diperoleh pada para pasien yang terlihat sakit.S. Procalcitonin. Fungsi ginjal dapat diukur melalui kadar creatinin serum dan BUN.asp?itemNum=8291 11 . jika terdapat abnormalitas-abnormalitas struktural.  Kemungkinan terdapat banyak organisme.2004. Gambar: Procalcitonin Untuk Mendiagnosis Pyelonefritis pada Anak Diunduh dari: http://www.

o o Penurunan penyerapan menunjukkan adanya sel yang rusak atau abnormal. o Renal ultrasonography memungkinkan pengidentifikasian abnormalitas- abnormalitas anatomis (yaitu. banyak yang meragukan penggunaan dan efektivitas dari rekomendasi pencitraan yang ada saat ini.Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071.2004. Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R. duplikasi) dan hydroureter/nephrosis. dan pemeringkatan VUR.0018) 12 STUDI PENCITRAAN  Pencitraan direkomendasikan oleh American Academy of Pediatrics untuk para pasien usia 2 bulan hingga 2 tahun yang menderita demam ISK. khususnya mengingat tren terbaru untuk meminimalkan eksposur ke ionizing radiation. meskipun dapat didugakan. dan pencitraan lebih lanjut menjadi tidak diperlukan lagi.  Meskipun masih menjadi standar perawatan. dengan alasan bahwa jika tidak terdapat keterlibatan ginjal selama fase akut. jika memang ada.  Rekomendasinya adalah untuk melakukan renal ultrasonography dan voiding cystourography (VCUG). Tidak memungkinkan pendiagnosisan definitif atas VUR. Beberapa pakar merekomendasikan untuk screening DMSA selama ISK akut.S. yang dapat mengarah pada komplikasi jangka panjang. maka tidak ada risiko renal scarring dan juga komplikasi lebih lanjut. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi dengan vesicoureteral reflux (VUR). o VCUG memungkinkan pendefinisian anatomis dari uretra dan kandung kemih. o DMSA adalah penginjeksian radionucleida yang menempel ke sel tubulus proksimal ginjal. 12 .  Baik renal ultrasonography dan VCUG tidak dapat mengevaluasi pyelonefritis atau renal scarring. Sukanto  Tc 99m Dimercaptosuccinic (DMSA) adalah standar kriteria untuk mendeteksi pyelonefritis dan renal scarring.

Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071.com/magazine/22/2/40/3/ Prosedur  Kateterisasi transuretral terhadap kandung kemih adalah prosedur yang paling umum dilakukan dalam pengevaluasian ISK. PENATALAKSANAAN  Perawatan Prehospital Perawatan prehospital jarang dilakukan pada pasien dengan infeksi saluran kemih (ISK). dalam hal ini.S. Sukanto .0018) 13 Gambar: DMSA menunjukkan defek uptake pada pole atas dan bawah ginjal kiri dan reduksi ringan pada pole bawah ginjal kanan Diunduh dari: http://www. dan komplikasinya juga rendah.australianprescriber. standar suportif untuk pasien septik harus diikuti. Kateterisasi dapat mengungkap adanya patogen. dan merupakan standar kriteria meskipun berpotensi terhadap terjadinya hematuria mikroskopis.  Aspirasi suprapubik terhadap kandung kemih juga dapat dilakukan untuk mendapatkan urin.2004. meskipun pasien yang urosepsitk dan shock mungkin datang ke klinik umum. 13 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R. Risiko infeksi lebih rendah dibandingkan dengan kateterisasi transuretral.

 Konsultasi  Konsultasi dengan ahli urologi biasanya tidak dibutuhkan saat kedatangan.  Pengobatan Antibiotik dimulai setelah analisis urin dan kultur diperoleh pada pasien dengan infeksi saluran kemih (ISK). kecuali terbukti terjadi gangguan pada saluran kemih yang jelas. direkomendasikan penggunaan antibiotik parenteral. dan spesies Klebsiella. Bukti terbaru mengindikasikan bahwa antibiotik oral adalah terapi yang memadai untuk ISK disertai demam pada bayi dan anak-anak.0018) 14  Perawatan Departemen Emergensi Tujuan utama harus mengidentifikasi ISK dan memulai perawatan yang tepat. maka bakteri yang bertanggung jawab untuk infeksi ini sangat mungkin sensitif pada Sefalosporin generasi Ketiga. Jika analisis urin adalah positif nitrit.  Konsultasi dengan spesialis penyakit menular mungkin berguna.  Pasien dengan penampakan toksik harus secara agresif dirawat dengan cairan intravena dan antibiotik parenteral. Namun. Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R.2004.S.  Pasien dengan penampakan nontoksik dapat dirawat dengan cairan oral dan antibiotik. Sadarilah kemungkinan terjadi peningkatan tingkat resistensi antibiotik dan memilih terapi antibiotik yang sesuai. hasil-hasil jangka pendek (demam) dan jangka panjang 14 . Direkomendasikan pemberian antiobiotik dalam jangka waktu 10 hari. Proteus. Untuk dugaan pyelonefritis. Perawatan jangka pendek tertentu harus diberikan untuk wanita remaja dengan penampakan non-toksik yang menderita ISK.Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071. Sukanto Antibiotika Antibiotik empiris harus dipilih untuk mengatasi uropatogen-uropatogen paling umum. bahkan untuk infeksi tanpa komplikasi. jika diduga terdapat resistansi drug atau organisme yang tidak biasa.coli dan Enterococcus. yaitu E. 8 % angka resistensi dari organisme nitrit-positif terhadap sefalosporin oral generasi pertama akan membatasi penggunaannya.  Pasien dengan penampakan toksik harus didaftarkan untuk terapi parenteral lanjutan.

 Dosis Dewasa: 3-5 mg/kg IV qd.S. terapi antibiotik oral umumnya memadai. Sesuaikan dosis pada gagal ginjal.Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071. Sukanto Tercatat kejadian hipersensitivitas .  Ampicillin (Omnipen. alternatifnya 1 mg/kg IV (q8h) Pediatrik: <5 tahun: 2. Pengetahuan tentang resistensi antibiotik lokal membantu dalam pemilihan antibiotik. Memberikan aktivitas sinergis dengan ampisilin.0018) 15 (renal scarring) setara dengan dengan yang menggunakan terapi parenteral.  Dosis Dewasa: 1-2 g/d IV/IM dibagi menjadi q6h Pediatrik: 100-200 mg/kg/d IV/IM dibagi menjadi q6h  Interaksi Probenesid dan disulfiram akan meningkatkan level. Principen) Memberi aktivitas bakterisida terhadap organisme rentan. sesuaikan dosis berdasarkan CrCl dan perubahan volume distribusi. evaluasi ruam dan bedakan dari reaksi hipersensitivitas. Kemungkinan resistensi antibiotik harus dipertimbangkan ketika memilih terapi empiris. Resiko B . Dapat diberikan IV / IM. Terdapat banyak aturan dosisnya. terutama ampisilin. hati-hati terhadap tingkat resistansi alergi sefalosporin yang tinggi  Gentamicin (Garamycin) Antibiotik aminoglikosida untuk menangani gram-negatif. dalam melawan bakteri gram positif termasuk spesies enterococcal.Fetal tidak terbukti di dalam studi-studi yang dilaksanakan pada manusia. dan memiliki efek aditif pada ruam ampicilin.5 mg/kg/dose IV/IM (q8h) 15 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R. Untuk cystitis tanpa komplikasi.2004. Menghambat sintesis protein dengan mengikat ribosom bakteri 30S dan 50S. Diberikan secara parenteral dan digunakan dalam kombinasi dengan gentamicin atau cefotaxime. dapat menurunkan efek kontrasepsi PO  Kontraindikasi  Peringatan Kehamilan. allopurinol menurunkan efek. tetapi terjadi pada beberapa studi terhadap binatang.

sehingga dapat terjadi depresi respiratori yang berkepanjangan. myasthenia Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R. dan kondisi-kondisi yang menekan transmisi neuromuskuler. Efikasi rendah terhadap organisme gram-positif. aminoglikosida meningkatkan efek dari blocking agents neuromuskuler.S. Dibutuhkan dosis pada interval q6-8h. sesuaikan dosis pada kasus kerusakan ginjal  Cefotaxime (Claforan) Sefalosporin generasi ketiga dengan spektrum gram-negatif. non–dialysis-dependent renal  Peringatan Kehamilan.  Dosis Dewasa: 1-2 g IV/IM (q6-8h) Pediatrik: 100-200 mg/kg/d IV/IM (q6-8h)  Interaksi Probenesid dapat meningkatkan level.5-2. Dapat digunakan untuk neonatus atau pasien sakit kuning. sefalosporin. hanya gunakan jika manfaatnya lebih besar dari resiko terhadap fetus.Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071.2004.5 mg/kg/dose IV/IM (q8h)  Interaksi Ko-administrasi dengan aminoglikosida lainnya. dapat terjadi beraneka tingkat kehilangan pendengaran permanen (monitor secara teratur)  Kontraindikasi Terdokumentasi insufficiency terajdinya hipersensitivitas. hati-hati dengan kegagalan ginjal (tidak pada dialisis).0018) 16 >5 tahun: 1. 16 . dan amfoterisin B dapat meningkatkan nephrotoxicity. Indeks terapetik ISK yang sempit (tidak dimaksudkan untuk terapi jangka panjang). Gunakan sebagai terapi parenteral awal untuk pasien pediatrik dengan komplikasi pyelonefritis akut. koadministrasi dengan loop diuretic dapat meningkatkan toksisitas pendengaran dari aminoglikosida. Sukanto gravis. Teramati adanya resiko D-Fetal pada manusia. penisilin. koadministrasi dengan furosemide dan aminoglycosides dapat meningkatkan nephrotoxicity  Kontraindikasi Terdokumentasi terjadinya hipersensitivitas. hypocalcemia.

Resiko B-Fetal tidak terbukti dalam studi-studi terhadap manusia.  Dosis Dewasa: 250-500 mg PO (q8h) Pediatrik: 30-50 mg/kg/d PO (q8h)  Interaksi Mereduksi efikasi dari kontrasepsi PO  Kontraindikasi Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R. Septra) Menghambat pertumbuhan bakteri dengan menghambat sintesis dihydrofolic acid. Aktivitas antibakterial dari TMP-SMZ meliputi patogen-patogen saluran kemih umum. terkecuali Pseudomonas aeruginosa.Fetal tidak terbukti di dalam studi-studi yang dilaksanakan pada manusia. Sukanto Terdokumentasi adanya hipersensitivitas  Peringkatan Kehamilan. koadministrasi dengan dapsone dapat 17 .  Amoxicillin (Amoxil. hati-hati terhadap alergi penicillin. Trimox) Berinterferensi dengan sintesis dari mucopeptida dinding sel selama multiplikasi aktif. tetapi terlihat pada beberapa studi terhadap binatang.2004. tetapi terjadi pada beberapa studi terhadap binatang.0018) 17  Peringatan Kehamilan. hati-hati dengan alergi sefalosporin  Trimethoprim dansulfamethoxazole (Bactrim DS. Aktivitas melawan gram-positif dan beberapa bakteria gram-negative. Sesuaikan dosis pada gagal ginjal. yang berdampak pada aktivitas bakterisidal yang melawan bakteri rentan.  Dosis Dewasa: 160 mg TMP/800 mg SMZ PO Pediatrik: <2 bulan: tidak direkomendasikan >2 bulan: 5-10 mg/kg/d PO ( q12h)  Interaksi Dapat meningkatkan PT ketika digunakan bersama warfarin (lakukan test koagulasi dan sesuaikan dosisnya). terkait dengan colitis akut. Sesuaikan dosis pada gagal ginjal akut.Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071. Resiko B .S.

dan hypoglycemia dapat terjadi dengan sulfonamides. anemia hemolitik. hati-hati dengan defisiensi folat (misalnya. level phenytoin dapat meningkat dalam koadministrasi. pasien dengan AIDS tidak dapat mentolerir atau merespon TMP-SMZ. dapat digunakan jika manfaatnya melebihi resiko terhadap fetus.S. diuresis. infuksi IV dalam jangka waktu lama atau dosis tinggi dapat menyebabkan depresi sumsum tulang (jika tanda-tanda tersebut terjadi. dikarenakan potensi toksisitas untuk bayi yang baru lahir (misalnya. Sukanto negatif. Terungkap adanya resiko C . kernicterus). dapat meningkatkan level zidovudine  Kontraindikasi Terdokumentasi terjadinya hipersensitivitas. orangorang dengan gejala kesulitan pencernaan). respons hypoglycemic terhadap sulfonylureas dapat meningkat dalam koadministrasi. usia <2 bulan  Peringkatan Kehamilan. berikan cairan untuk mencegah crystalluria dan pembentukan batu. koadministrasi diuretik akan meningkatkan terjadinya thrombocytopenia purpura pada orang tua. tetapi belum dilaksanakan atau dipelajari dalam manusia. hati-hati dalam kerusakan ginjal atau hati (lakukan analisis urin dan test fungsi ginjal selama berlangsungnya terapi). hentikan terapi jika terjadi perubahan hematologi. Bakterisida dan efektif terhadap organisme yang berkembang pesat membentuk dinding sel. dapat mempotensiasi efek methotrexate dalam depresi sumsum tulang. Jangan digunakan selama trimester terakhir kehamilan. orang dengan alkoholisme kronis.Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071. berikan 515 mg/d leucovorin). Efektif untuk perawatan infeksi-infeksi yang disebabkan oleh streptococcal atau 18 .2004. penyakit kuning. orang tua. sering lakukan penghitungan CBC. gondok. hemolisis dapat terjadi pada individu dengan defisiensi G-6-PD. Resistansi terjadi dengan adanya perubahan dari protein-protein pengikat penicillin.Fetal dalam studi-studi terhadap binatang.0018) 18 meningkatkan level darah dari kedua obat tersebut. anemia megaloblastik yang disebabkan oleh defisiensi folat.  Cephalexin (Keflex) Sefalosporin generasi pertama yang menghambat replikasi bakteri dengan menghambat sintesis dinding sel bakteri. hentikan begitu terlihat ruam kulit atau tanda-tanda efek Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R. mereka yang menerima terapi antikonvulsi.

(max: 4 g/d) Pediatrik: 25-50 mg/kg/d PO (q6h). max: 400 mg/d  Interaksi Probenecid meningkatkan konsentrasi serum.0018) 19 staphylococci. Sukanto  Cefixime (Suprax) . dibutuhkan modifikasi dosis pada gagal ginjal. tetapi terlihat dalam beberapa studi terhadap binatang. max: 3 g/d  Interaksi Probenecid meningkatkan konsentrasi serum. Resiko B . Terdokumentasi adanya hipersensitivitas dengan penicillin. Gunakan PO untuk pasien rawat jalan.  Dosis Dewasa: 250-1000 mg PO q6h untuk 10-14 hari.  Peringatan Kehamilan. PO generasi ketiga sefalosporin dengan aktivitas luas melawan bakteri gram-negatif. Dengan mengikat satu atau lebih protein pengikat penisilin. 19 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R. kemungkinkan peningkatkan dalam konsentrasi carbamazepine serum.Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071.S. colitis. tetapi terlihat pada beberapa studi terhadap binatang.Fetal tidak terbukti pada studi-studi terhadpa manusia. Dosis Dewasa: 400 mg PO qd Pediatrik: 8 mg/kg PO qd. koadministrasi dengan aminoglycosides akan meningkatkan potensi nefrotoksik  Kontraindikasi Terdokumentasi terjadinya hipersensitivitas  Peringatan Kehamilan. maka akan menghalangi sintesis dinding sel bakteri dan menghambat pertumbuhan bakteri.2004. koadministrasi aminoglycosides akan meningkatkan nephrotoxicity. Cefixime setara dengan quinolone dari hasil sebuah penelitian. termasuk staphylococci yang memproduksi penicillinase. Telah menunjukkan aktivitas yang lemah terhadap spesies staphylococcal dan enterococcal.  Kontraindikasi Terdokumentasi adanya hipersensitivitas. Tidak terlihat adanya resiko B-Fetal pada studi-studi terhadpa manusia.

fungsi ginjal yang gagal. Terungkap adanya resiko C . Lanjutkan perawatan paling tidak 2 hari (7-14 hari umumnya) setelah sinyal dan simptomnya hilang. caffeine. dapat meningkatkan efek anticoagulants (monitor PT)  Kontraindikasi Terdokumentasi terjadinya hipersensitivitas.  Dosis Dewasa: 250-500 mg PO bid untuk 7-14 hari Pediatrik: <1 tahun: tidak jelas 1-17 tahun: berkonsultasi dengan spesialis. ciprofloxacin mereduksi efek terapeISKk dari phenytoin.  Peringatan Kehamilan. tetapi tidak dilaksanakan atau dipelajari pada manusia. administrasi antacids 2-4 jam sebelum atau setelah minum fluoroquinolones.Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071. dan digoxin (monitor level digoxin). meskipun bukan pilihan pertama untuk anak-anak. PO: 10-20 mg/kg/dose Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R.2004. Dapat meningkatkan toksisitas theophylline. oleh karena itu. yang dibutuhkan untuk replikasi. dan translasi materi genetik.  Ciprofloxacin (Cipro) Fluoroquinolone yang menghambat sintesis DNA bakteri dan. dibutuhkan modofikasi dosis untuk fungsi ginjal yang gagal. cyclosporine. probenecid dapat meningkatkan konsentrasi serum ciprofloxacin.0018) 20 Terdokumentasi adanya hipersensitivitas terhadap penicillin. Quinolones memiliki aktivitas luas melawan organisme-organisme aerobik gram-positive dan gram-negative. Tidak memiliki aktivitas terhadap anaerob. colitis. dengan menghambat DNA gyrase dan topoisomerases. cimetidine dapat mempengaruhi metabolisme fluoroquinolones. tidak lebih dari 400 mg/dose >18 tahun: diadministrasi seperti pada orang dewasa  Interaksi Antacids. dapat digunakan jika manfaat lebih besar dari resiko terhadap fetus. pertumbuhannya. IV: 6-10 mg/kg/dose IV q8h untuk 10-21 hari. 20 .S. bukti menunjukkan penggunaannya aman. Sukanto PO bid untuk 10-21 hari. transkripsi.Fetal pada studi-studi terhadpa binatang. tidak boleh lebih dari 750 mg/dose. iron salts. and zinc salts dapat mereduksi level serum.

htm 21 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R.0018) 21 Bukan obat pilihan pertama untuk pediatrik. CrCl <50 mL/min) Gambar: Algoritma Penatalaksanaan ISK pada Anak Diunduh dari: http://www.edu.S. dikarenakan meningkatnya kejadian efek negatif saat dibandingkan dengan kontrol.nus.2004.sg/paed/academic/NEPH_paeduti.med. Sukanto . tidak ada data yang ada untuk dosis pasien pediatrik gagal ginjal (ie. melipISK arthropathy.Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071.

australianprescriber.Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071.0018) 22 Diunduh dari: http://www.S.2004.com/magazine/22/2/40/3/ FOLLOW UP  Perawatan Inap Selanjutnya Rawat inap dibutuhkan untuk individu-individu berikut yang mengalami infeksi saluran kemih (ISK):   Pasien yang toxemik atau septik Pasien dengan tanda-tanda obstruksi kemih atau penyakit-penyakit penyebabnya yang signifikan   Pasien yang tidak dapat mentoleransi cairan atau obat oral Bayi usia kurang dari 3 bulan dengan demam ISK (dianggap menderita pyelonefritis)  Semua bayi usia kurang dari 1 bulan dengan dugaan ISK bahkan jika tidak demam 22 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R. Sukanto Tabel: Terapi Antibiotik pada ISK .

begitu tidak demam lebih dari 24 jam. Kedua test tersebut dilakukan segera jika pasien gagal menunjukkan respons klinis yang diharapkan dalam 2 hari perawatan. PENCEGAHAN  Pencegahan ISK difokuskan pada pengidentifikasian dan pengkoreksian abnormalitas-abnormalitas struktural.Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071.S. jika kondisi pasien memberikan respons terhadap terapi seperti yang diharapkan.0018) 23  Perawatan Jalan Selanjutnya  The American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar semua bayi dan anak kecil (2 bulan hingga 2 tahun) yang mengalami ISK pertama kali.  Semua pasien dengan dugaan pyelonefritis harus dimulai dengan antibiotik parenteral.  Antibiotik profilaksis adalah kontroversial meskipun secara luas dipraktekkan untuk para pasien dengan vesicoureteral reflux (VUR) dan infeksi berlanjut. Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R. dan lalu ditransisi ke antibiotik oral. Profilaksis antibiotik terkait dengan peningkatkan resiko infeksi yang resisten. untuk menjalani ultrasonography saluran kemih dan voiding cysto-urography (VCUG).  Pengobatan Rawat Jalan dan Rawat Inap  Kebanyakan pasien dengan penampakan non-toksik dengan cystitis tanpa komplikasi akan baik kembali dengan antibiotik oral. Sukanto  Neonatus harus tetap menggunakan antibiotik parenteral selama 3-4 hari sebelum ditransisi ke antibiotik oral. 23 .  Semua pasien perlu di follow up untuk mengevaluasi respons terhadap antibiotik.  Tidak dibutuhkan pengulangan analisis urin dan/atau kultur urin.  Studi Randomized Intervention for Children With Vesicoureteral Reflux (RIVUR) secara terus menerus didesain untuk menentukan manfaat dari antimikroba profilaktik terkait dengan rekurensi dari infeksi saluran kemih dan kejadian renal scarring.2004.

tanpa gejala sisa lebih lanjut. dan.S. menghindari spesimen kantong)   Kegagalan untuk mengawali perawatan antibiotik yang tepat di saat yang tepat. dan pertimbangkan antibiotik parenteral dan perawatan inap untuk pasien ini.  ISK yang tidak dirawat dapat berkembang ke ginjal. urosepsis). High-grade VUR dapat membutuhkan koreksi bedah.0018) 24 KOMPLIKASI  Dehidrasi adalah komplikasi yang paling umum dari ISK dalam populasi pediatrik. dengan infeksi sistemik (misal. penurunan fungsi ginjal. terutama pada neonatus dan bayi demam  Kegagalan untuk mendiagnosis dan secara agresif merawat pyelonefritis untuk menghindari komplikasi akut dan kronis  Kegagalan untuk mendesakkan pengumpulan sampel urin (yaitu.Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071.  Komplikasi jangka panjang meliputi renal parenchyma scarring. dan tindak lanjut yang tepat. pada kasus akut. akan mencegah gejala sisa jangka panjang pada pasien dengan kasus-kasus yang lebih parah atau infeksi kronis. PROGNOSIS  Kebanyakan kasus ISK tanpa komplikasi akan segera memberikan respons terhadap perawatan antibiotik rawat jalan. 24 .2004. hipertensi. Sukanto LAIN-LAIN Kesalahan-kesalahan Medikolegal  Kegagalan dalam menentukan indeks kecurigaan yang tinggi terhadap infeksi saluran kemih (ISK).  Perawatan. kegagalan ginjal. Penggantian cairan secara intravena diperlukan untuk kasus-kasus yang lebih berat.   Low-grade VUR biasanya sembuh tanpa kerusakan permanen. Rawat ISK demam sebagai pyelonefritis. Kegagalan untuk menekankan/mengatur follow up dan pencitraan yang sesuai. pencitraan. Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R.

S.2004. 25 Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R.0018) 25 PERHATIAN KHUSUS  Kehamilan harus dipertimbangkan pada gadis remaja yang datang dengan gejalagejala ISK dan/atau vaginitis dan yang aktif secara seksual. Sukanto .Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071. untuk otitis media) telah ditemukan terkait dengan infeksi saluran kemih yang resisten terhadap obat.   Resistensi antibiotik antara uropathogen meningkat secara dramatis. Sadarilah bahwa paparan antibiotik sebelumnya (yaitu. dan harus selalu diingat ketika memilih terapi empiris yang digunakan.

med. “Gejala yang muncul pada Nenonatus dengan ISK dan tanpa ISK” [serial online] [dikutip 1 September 2010] Tersedia dari: URL: HYPERLINK: http://www.S.org/library/disease/UTI/goldman/ Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Anak Rumkitpolpus R.nus. “Grafik: Distribusi umur pada anak di bawah usia 1 tahun dengan ISK” Fever [serial online] [dikutip 1 September 2010] Tersedia dari: URL: HYPERLINK: http://www.cirp.edu.htm 26 .com/search/GFDSearch.globalfamilydoctor. “Grafik: Distribusi umur pada anak di bawah usia 2 bulan dengan ISK ” [serial online] [dikutip 1 September 2010] Tersedia dari: URL: HYPERLINK: http://www. “Algoritma Penatalaksanaan ISK pada Anak” [serial online] [dikutip 1 September 2010] Tersedia dari: URL: HYPERLINK: http://www.com/search/GFDSearch.cirp. “Are inflammatory markers helpful for diagnosing acute pyelonephritis” [serial online] [dikutip 1 September 2010] Tersedia dari: URL: HYPERLINK: http://www.asp?itemNum=8291 6.globalfamilydoctor.0018) 26 DAFTAR PUSTAKA 1.com/article/804866-media 2.asp?itemNum=8291 3.Journal Reading: Pediatrics UTI and Pyelonephritis FENY (FK UPH / 071.medscape. Journals of Pediatrics UTI and Pyelonephritis [Serial Online] [dikutip 1 September 2010] Tersedia dari URL: HYPERLINK: http://emedicine. Sukanto 5.org/library/disease/UTI/goldman/ 4.sg/paed/academic/NEPH_paeduti.2004.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times