You are on page 1of 2

Fathiah Isralestina 5211100174 Error Correction

Error correction adalah proses pelacakan kesalahan selama transmisi data (proses
penerimuntuk melakukan pengiriman data dari salah satu sumber data ke penerima data menggunakan komputer / media elektronik )berlangsung. Cara melakukan error correction

apabila terjadi kesalahan pada data adalah melakukan perbaikan dengan metode koreksi, yaitu: 1. Kirim ulang. 2. Cara ini adalah solusi termudah dimana komputer peneriman hanya perlu meminta komputer pengirim untuk mengulang pengiriman data. Mengirim data koreksi. Data koreksi yang dimaksud adalah kembali mengirim data yang sama tetapi data tersebut harus ditambahkan kode tertentu dilengkapi dengan data duplikat sebagai data cadangan. 3. Subtitusi simbol. Pada bagian data yang rusak, komputer penerima dapat mengganti bagian yang rusak tersebut dengan karakter lain. Biasanya karakter yang digunakan adalah karakter SUB. 4. Stop-and-Wait ARQ (automatic repeat request). Metode ini merupakan metode yang biasa digunakan dalam telekomunikasi untuk mengirim informasi antara dua perangkat yang terhubung. Metode ini memastikan informasi yang dikirim lengkap dan tidak ada yang terbuang/terjatuh pada saat paket bit diantarkan.Ini pun merupakan salah satu metode error correction dimana blok data akan dikirim setelah ACK ( acknowledgement) dari receiver diterima oleh transmitter terlebih dahulu. 5. Go-Back-N ARQ. Merupakan bentuk pengkontrolan kesalahan yang didasarkan atas teknik kontrol arus sliding window. Dalam metode ini, stasiun bisa mengirim deretan frame yang diurutkan berdasarkan suatu modulo bilangan. Jumlah frame balasan yang ada ditentukan oleh ukuran jendela, menggunakan teknik kontrol arus jendela penggeseran, teknik ini juga bekerja apabila terdapat blok data yang rusak maka blok data tersebut dan selanjutnya akan dikirim ulang. 6. Selective Repeat, adalah apabila terdapat satu blok data yang rusak maka hanya blok data tersebut yang akan dikirim ulang. 7. Selective Reject ARQ, lebih efisien dibanding go-back-N ARQ, karena selective reject meminimalkan jumlah retransmisi. Dengan kata lain, receiver harus mempertahankan penyangga sebesar mungkin untuk menyimpan tempat bagi

Fathiah Isralestina 5211100174


frame SREJ sampai frame yang rusak diretransmisi, serta harus memuat logika untuk diselipkan kembali frame tersebut pada urutan yang tepat. 8. FEC (Forward Error Correction), merupakan metode yang akan mendeteksi adanya data yang salah atau tidak sama dengan yang dikirimkan oleh pengirim, kemudian akan dilakukan koreksi atas kesalahan tersebut sehingga data yang diterima sama persis dengan yang dikirim. Pada perancangan ini, metoda FEC yang akan digunakan adalah dengan menggunakan kode yang dikembangkan oleh R.W. Hamming dari Bell Laboratories yang dinamakan hamming code. Kesalahan bit yang diterima oleh penerima dapat dideteksi dan dikoreksi oleh penerima dengan ketentuan bahwa kesalahan yang terjadi hanya 1 bit pada data stream yang dikirimkan dan kesalahan tersebut tidak pada bit hamming code. Tujuan dari error correction adalah memperbaiki performa system transmisi data digital. Dengan menambahkan bit redundansi kedalam data yang akan dikirim maka akan meningkatkan rate transmisi atau dengan kata lain bendwitdth yang dibutuhkan jika data rate dari data aslinya diinginkan tetap. Hal ini berarti akan mengurangi efisiensi bandwidth jika kondisi SNR yang diinginkan tetap tinggi. Tetapi dengan Cannel Coding, akan dihasilkan BER (bit error rate) yang baik pada kondisi SNR yang rendah. Inilah yang menjelaskan teori Shannon, yaitu bagaimana cara mempeperbaiki error tanpa mengorbankan bit rate yaitu dengan bekerja pada SNR yang cukup rendah tetapi BER yang dihasilkan tetap baik (kecil). Contoh soal: Tentukan jumlah bit untuk kode hamming dengan ketentuan berikut : 2n m + n + 1 m = 12 (jumlah bit data) n = Jumlah bit kode hamming bila n = 2 maka 22 12 + 2 + 1 bila n = 3 maka 23 12 + 3 + 1 bila n = 4 maka 24 12 + 4 + 1 bila n = 5 maka 25 12 + 5 + 1 4 15 salah 86 salah 16 17 salah 32 18 benar

maka ditetapkan n= 5, sehingga jumlah bit data stream (data yang akan dikirimkan) adalah jumlah bit data ditambah jumlah bit kode hamming = 12 bit + 5 bit = 17 bit