DASAR-DASAR ORGANISASI

STRUKTUR ORGANISASI
Oleh : KELOMPOK III Putri Carolina Phn Dwika Septian Ihsan Agiska Ostavia Tarigan Sakti Wibowo Khairunniswah 091301004 091301013 091301060 101301013 101301084

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2013/2014

yang dapat membagi tugas menjadi pekerjaan kecil yang harus dilakukan oleh orang atau bagian tertentu. tingkatan/ jenjang hirarki. dan terjadi adanya koordinasi diantara tugas-tugas tersebut. mekanisme koordinasi formal. spesialisasi. serta pola-pola interaksi yang terdapat didalamnya. Kompleksitas Dalam hubungannya dengan kompleksitas. Struktur organisasi berhubungan dengan pengalokasian tugas dan tanggung jawab serta koordinasi diantaranya. Struktur organisasi seringkali dianggap suatu faktor penting yang memepengaruhi jalannya serta kinerja dari suatu organisasi. yang sering kali terjadi adalah melakukan perubahan struktur organisasi atau bisa disebut dengan retrukturasi.STRUKTUR ORGANISASI Efektivitas suatu organisasi dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain: strategi. Mintzberg (1993): Struktur organisasi adalah sejumlah cara yang dapat membagi suatu tugas menjadi pekerjaan kecil.  Koordinasi Adanya kerjasama dari berbagai pekerjaan untuk menyelesaikan suatu kegiatan. PENGERTIAN STRUKTUR ORGANISASI Robbins (1990): Struktur organisasi menerangkan bagaimana suatu tugas dialokasikan. ESENSI STRUKTUR ORGANISASI Dalam struktur organisasi memiliki esensi yang menurut Robbins (1990) dan Mintzberg (1993) menyatakan bahwa setiap kegiatan manusia yang terorganisasi memiliki dua persyaratan dasar yang sebenarnya saling bertentangan. Sehingga pada waktu terjadinya perubahan dan pengembangan organisasi. SDM. yaitu:  Pembagian Tugas Adanya pembagian tugas. siapa melapor pada siapa. Selain itu kompleksitas dapat dilihat juga dari aspek: . KOMPONEN STRUKTUR ORGANISASI 1. maka yang dibahas antara lain terkait dengan: luasnya diferensiasi. maupun struktur. sistem.

Spesialisai pekerjan 3. level/ hirarki. amupun jenis pekerjaan. 2. dasar dan kriteria pemeglompokkan sutau tugas/ kelompok supaya . b. MENDESAIN POSISI INDIVIDU Dalam menempatkan suatu individu pada posisi teretntu. Besar dan jumlah pekerjaan 2. yaitu yang berhubungan dengan ruang gerak dan waktu. Kompleksitas vertikal. yaitu berhubungan dengan besar tipe pekerjaan. 3. Kewenangan pengambilan keputusan dan pendelegasian MENDESAIN STRUKTUR ORGANISASI Mendesain suatu organisasi. maupun fungsi dalam organisasi. Sentralisasi Deskripsi mengenai bagaimana cara mengambil keputusan di dalam organisasi. Besar suatu unit kerja 7. Standarisasi pekerjaan 4. Dalam hal ini banyak tergantung falam jenis tugas. Formalisasi Adanya formalisasi dari peraturan dan prosedur yang antara lain melakukan standarisasi berupa tugas-tugas yang terdapat dalam organisasi. Komplesitas horizontal. c. Mekanisme kerja/ cara koordinasi 10. Dasar pengelompokkan unit kerja 6. yaitu derajat diferensiansi berdasarkan unit. antara lain bagaimana fungsi. Jumlah dan karakteristik sumber daya manusia di suatu unit kerja 8. maupun tanggung jawab pekerjaannya. banyak faktor yang perlu doperhatikan. Kompleksitas ruang (Spatial).a. tugas. Persyaratan pengetahuan dan keterampilan 5. Standarisasi kewenangan/ kekuasaan 9. maka karakteristik yang perlu dinilai pada suatu posisi antara lain adalah: 1.

mereka mengontrol proses kerja. Ketergantungan Proses/ Fungsi (Process Interdependencies) Ketergantungan dapat juga dilakukan berdasarkan spesialisasi. mereka akan belajar satu sama lain dan akan lebih dapat menyesuaikan satu sama lain dan akan lebih dapat menyesuaikan diri pada tugasnya masing-masing. Ketergantunga Skala Ekonomi ( Scale Interdependencies) Unit/ atau kelompok dapat juga dibentuk untuk mencapai besaran tertentu untuk dapat berfungsi secara efektif. Faktor-faktor yang mempengaruhi organisasi dalam memilih dan mendesain sturktur organisasi yaitu: FUNGSI PENGELOMPOKAN Pengelompokan adalah alat pokok untuk mengkoordinir pekerjaan dalam suatu organisasi. bahkan bila berdasarkan atau koordinasi alur kerja. yang akan menuju pada pengelompokkna berdasarkan fungsi. Sehingga dapat dikatakan bahwa pengelompokkan dapat menstimulasi adanya berbagai mekanisme penting. Posisi-posisi dapat dikelompokkan untuk merangsang munculnya interaksi berdsarkan proses. Pengelompokan merangsang adanya penyesuaian mutual. antara lain: 1. para pekerja memiliki integritas teritorial. Pengelompokkan dapat menciptakan suatu sistem supervisi diantara posisi dan unit. Pengelompokkan menuntut adanya posisi dan unit untuk bersama-sama menggunakan sumber daya yang ada. Pengelompokkan menciptakan pengakuan kinerja yang standar. KRITERIAN PENGELOMPOKKAN Dasar dari kriteria pengelompokkan yaitu antara lain: 1. Sehingga pengelompokkan memilikiberbagai fugsi dan peran penting. 2. 4. penyesuaian mutual. 1990 & Mintzberg. Karena kadang kala dalam organisasi satu . Bila para spesialis dikelompokkan. 3. 2. Ketergantunga Alur Kerja (Work Flow Interdependencies) Pengelompokan berdasarakan alur kerja dapat menciptakan rasa “menyelrsaikan tugas secara keseluruhan”. Pada pengelompokan berdasarkan alur kerja. 1993). 3.dapat menentukan pembagian tugas dan koordinasi yang efektif (Robbins. dan standarisasi.

Klien/pasar 7. Proses Pekerjaan Unit dapat dibagi berdasarkan proses atau aktivitas yang dilakukan oleh pekerja. alur kerka dan proses. Proses pekerjaan 2.jenis pekerjaan untuk tiap orang tidak memungkinkan. ketergantunga alur kerja. ketergantungan proses. Maka dari keempat kriteria diatas yaitu. dan ketergantunga sosial merupakan kriteria prima di organisasi dalam mendesain suatu unit maupun kelompok. Ketergantunga Sosial ( Social Interdependencies) Pengelompokkan juga dapat dibuat berdasarkan hubungan sosial yang terjadi. Keterampilan & pengetahuan 6. Hal ini menciptakan timbulnya suatu spesialisasi proses. Biasanya dari satu bagian dengan bagian lain memiliki keterkaitan . maka desain dan struktur biasanya merupakan kompromi dari berbagai faktor obyektif. Hal ini disebut dengan sosioteknikal. DASAR-DASAR PENGELOMPOKKAN Pengelompokkan dapat dilakukan berdasarkan : 1. 4. faktor kepribadian biasanya pegawai lebih menyukai untuk dikelompokkan berdasarkan kedekatan/ kesesuaian. Faktor sosial lain yang ikut berpengaruh antara lain adalah jenis pekerjaan. Faktor subyektif. Fungsi 3. Berdasarkan ini. Gabungan Keterangan tentang dasar-dasar pengelompokkan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Sehingga diperlukan pengelompokkan berdasarkan skala ekonomi. Matrix 8. Kadang kala pekerjaan harus dibentuk menjadi suatu kelompok untuk dapat saling memberikan dukungan dan bantuan dalam situasi yang sulit. Lokasi/tempat 5. Produk/keluaran 4. kepribadian dan sosial. ketergantungan skala ekonomi.

dibagi berdasarkan bagian assembling. Misalnya : di pabrik. Ciri-ciri organisasi fungsional antara lain : a.yang erat. biasanya mengarah pada aktivitas yang rutin dan monoton sehingga membuat pegawai menjadi bosan dan jenuh  Sukar melakukan rotasi. Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan b. dsb. Kekuatan dan kelemahan struktur berdasarkan proses kerja: Kekuatan :    Terdapat pembagian tugas secara tegas dan jelas Tidak terdapat tumpang tindih pekerjaan Dapat mendidik pegawai menjadi terspesialisasi pada pekerjaan tertentu Kelemahan :  Diperlukan koordinasi yang erat antar bagian  Dengan terspesialisasi pada satu jenis pekerjaan. dan sebagainya. keuangan. Dalam melaksanakan tugas tidak banyak koordinasi terutama pada tingkat pelaksanaan bawahan karena bidang tugasnya sudah tegas dan jelas digariskan. tidak perlu atas nama Direktur utama. . Fungsi Posisi dapat juga dibagi berdasarkan fungsi yang dilakukan di organisasi. Misalnya : produksi. Diperlukan pelatihan terlebih dahulu bila akan dilakukan rotasi pegawai 2. Pengelompokkan berdasarkan fungsi dapat juga disebut sebagai organisasi fungsional. marketing. las. Para direktur mempunyai wewenang komando pada unit-unit yang berada di bawahnya atas namanya sendiri. Pembagian unit organisasi didasarkan pada spesialisasi tugas d. dalam organisasi fungsional koordinasi dititikberatkan pada eselon atas c. yaitu organisasi yang disusun berdasarkan sifat dan macam-macam fungsi yang harus dilaksanakan.

Kekuatan dan kelemahan organisasi fungsional Hodge & Anthony (1988) dan Galbraith dkk (2002) menyatakan beberapa kekuatan dan kelemahan dari struktur fungsional sebagai berikut: Kekuatan :  Dapat berbagi pengetahuan. dalam hal ini koordinasi antar karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya mudah. yaitu dengan mengelompokkan pegawai bersama-sama. karena masing-masing sudah mempunyai pengertian yang mendalam mengenai bidangnya Kelemahan :  Lebih efektif untuk satu jenis produk dan jasa. sehingga kesimpang-siuran dapat diatasi  Spesialisasi para karyawan dapat dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin  Solidaritas kelompok tinggi. solidaritas dan kedekatan antar karyawan yang menjalankan fungsi yang sama pada umumnya tinggi  Koordinasi lebih baik . sehingga tidak terdapat standarisasi  Pembidangan tugas-tugas jelas. dengan struktur ini efisiensi akan lebih dapat dicapai  Standarisasi. Struktur fungsional cenderung untuk menciptakan hambatan antara area fungsional yang berbeda . unit pemasaran. struktur ini memungkinkan untuk melakukan spesialisasi dalam berbagai area keahlian tertentu  Skala ekonomis. unit keuangan dan lain-lain bekerja sendiri-sendiri (mandiri) tetapi berhubungan satu dengan lainnya. Padahal sebuah perusahaan biasanya memanajemeni berbagai produk dan jasa  Kesulitan dalam proses lintas fungsional. Karena bila tidak dikelompokkan. struktur ini akan mengurangi duplikasi dan variasi pada sistem dan prosedur. masing-masing dapat membuat sistem dan prosedurnya sendiri.Organisasi fungsional pada umumnya digunakan dalam perusahaan di mana pembidangan tugas umpanya unit produksi. akan menciptakan transfer pengetahuan dan keterampilan  Spesialisasi.

 Kesempurnaan produk. kemampuan untuk mendesain atau mendesain ulang suatu produk/ jasa akan lebih cepat dan mudah dilakuakan. Hasil Produksi/Keluaran Unit dapat dibentuk berdasarkan hasil ( produk atau jasa). Sukar untuk melakukan rotasi dan mutasi . perusahaan yang berorientasi pada produk pada umumnya memilki tingkatan otonomi yang tinggi. dengan focus terhadap masing masing produk. dan hal ini memungkinkan untuk mengembangkan arahan baru tanpa hambatan. para karyawan terlalu mementingkan bidangnya saja. teknisi computer. Misalnya Persuahaan yang besar memproduksi barang seperti. dan kurang dapat melihat organisasi secara keseluruhan 3. setiap divisi bertanggung jawab pada unit/divisinya masing masing sehingga kadangkala merasa harus . dengan terfokus pada masing masing produk memungkinkan organisasi untuk memfokuskan diri pada inovasi dan pengembangan produk. sehingga sukar untuk mengadakan mutasi/rotasi tanpa melalui pendidikan yang intensif terlebih dahulu  Koordinasi secara menyeluruh sukar dilakukan. dsb. video player. para karyawan terlalu menspesialisasi diri pada bidang tertentu saja. radio. Setiap divisi memilki tanggung jawab masing masing. Kelemahan:  Divergen.  Kebebasan beroperasi. cassettes. dalam struktur ini. sehingga koordinasi yang bersifat menyeluruh sukar dilaksanakan  Memunculkan rasa kebanggaan kelompok yang berlebihan di antara karyawan yang menjalankan fungsinya yang sama sehingga dapat menimbulkan ikatan kekeluargaan karyawan yang sempit. Galbraith dkk (2002) menyatakan kekuatan dan kelemahan dan struktur ini sebagai berikut: Kekuatan dan kelemahan struktur berdasarkan hasil produk: kekuatan:  Siklus pengembangan produk yang cepat.

atau politik akan mempengaruhi pola-poal organisasi yang akan memberikan perbedaan yang signifikan kepada organisasi tersebut. Lokasi/ Tempat pengelompokan dapat juga dilakukan berdasarkan tempat geografis dimana organisasi tersebut berada. setiap area fungsional terduplikasi dan standar kebijakan dan prosedur bisa berbeda. bahasa. .  Kehilangan skala ekonomis. yang pada akhirnya membuatnya kurang nyaman.  Duplikasi. pelanggan pada umumnya menginginkan untuk mengguanakan lebih dari suatu produk/jasa tetapi dengan struktur ini membuatnya harus berhubungan dengan banyak orang di perusahaan. Kekuatan dan kelemahan struktur berdasarkan lokasi kekuatan:  Focus lokal Sstruktur oragnisasi berdasarkan lokasi penting apabila factor budaya.berkompetisi dengan divisi yang lain. dengan membagi fungsi berdasarkan produk atau jasa. akhirnya tidak dapat bekerjasana untuk kepentingan organisasi.  Kontak pelanggan yang beragam.3 Struktur Organisasi Berdasarkan Produk General Motors Divisi Mobil Besar Divisi Mobil Kecil Buick Oldsmobile Cadilac Chevrolet Pontiac 4. Gambar IV. skala ekonomis/efisiensi menjadi berkurang.

keterampilan. klien. Gambar IV.  Mobilisasi SDM Struktur ini memerlukan seorang manajer yang bertanggung jawab pada daerahnya masing masing. maka pengambilan keputusan lebih cepat dan lebih singkat. Struktur Organisasi Berdasarkan Lokasi Direktur GM Divisi Regional Jabodetabek GM Divisi Regional Jabar GM Divisi Regional Jateng GM Divisi Regional Jatim GM Divisi Regional Jawa Berdasarkan hal tersebut. tidak perlu harus menunggu dari pusat. serta kesedian untuk ditempatkan didaerah juga sukar untuk diperoleh. maka akan sukar untuk memenuhinya. sehingga dengan adanya kedekatan lokasi akan mengurangi biaya.4. . Padahal memperoleh SDM yang memilki kualitas tersebut tidak mudah. proses kerja dan fungsi).  Mempersingkat dan mempercepat proses pengambilan keputusan dengan adanya struktur dimasing masing daerah. sebagai konsekuwensinya hal ini menuntut adanya manajer yang handal serta mengerti akan kondisi daerah tersebut. Efisiensi budaya Efisiensi dapat dilakukan bila sumber daya alam maupun pelanggan berada didaerah masing masing. tampak bahwa terdat 2 (dua) dasar esensi pengelompokkan yaitu berdasarkan: pasar (produk keluaran. Kelemahan:  Mobilisasi sumberdaya Struktur berdasarkan lokasi memberikan kekuasaan kepada pimpinan regional yang ada sehingga begitu terdapat kebutuhan konsumen yang bersifat global. dan tempat) fungsional (pengetahuan.

Dalam Bagian Kandungan Bagian Bedah Bagian Radiologi Bagian THT Bagian Peny.  Pimpinan dan masing masing bagian merasa memiliki otoritas yang besar dibagiannya sehingga kadangkala sukar untuk memikirkan kepentingan secara menyeluruh. ada kelompok/divisi psikiatri.5. Pengetahuan dan Keterampilan Posisi dapat dikelompokkan berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang khusus dimiliki oleh masing masing anggota di pekerjaannya. misalnya : terampil (skilled) dan kurang terampil (unskilled). Gambar IV. dapat juga dibagi berdasarkan pengetahuan dan keterampilan. bagian anak. Klien/Pasar Pengelompokan dapat dilakukan berdasarkan tipe klien/konsumen yang dihadapi. Misalnya : perusahaan asuransi/perbankan membedakan antara retail dan corporate (induvidual dengan perusahaan). Kekuatan dan kelemahan struktur berdasarkan pengetahuan dan keterampilan.5. Misalnya: dirumha sakit. Kelemahan  Koordinasi antar bagian kadangkala sukar untuk dicapai karena masing masing bagian lebih loyal kepada bagiannya. Kekuatan:  Sangat terspesialisasi.S Bagian Anak Bagian Peny. Struktur Organisasi Berdasarkan Pengetahuan dan Ketrampilan Direktur R. dsb. mata Bagian Psikiatri 6. struktur ini membuat pegawai menjadi terspesialisai yang disertai dengan kekhususan pengetahuan dan keterampialan yang dimiliki.  Pertanggung-jawaban yang ketat dan jelas. .

 Berorentasi pada jalinan hubungan. bila hubungan baik dan pengulangan bisnis adalah hal yang penting. organasasi.  Duplikasi. pelatihan atau dukungan dan hal ini dapat menjadi suatu nilai tambah bagi peruahaan. Struktur Organisasi Berdasarkan Klien/Pasar pada gambar IV. dan hal ini membuatnya memiliki kebutuhan dan keinginnya masing-masing. Matrix Yaitu pengelompokan jenis yang dibuat maupun berdasarkan situasi dan gabuangan kondisi antara profesi/fungsi. tugas. kesempatan untuk menjual area penjualan dapat hilang karena hanya terfokus pada beberapa konsumen saja. dengan struktur ini hal tersebut dapat diatasi. usaha-usaha pengembangan dapat trjadi duplikasi. Pengelompokan ini dapat sementara dan dapat pula tetap. 7.  Pemecah masalah. nasehat.6. Misalnya konsultasi. Kelemahan  Terlalu divergen.Kekuatan dan kelemahan struktur berdasarkan klien/pasar Galbraith dkk(2002) menyatakan kekuatan dan kelemahan dari struktur ini sebagai berikut : Kekuatan  Dapat disesuaikan dengan tuntutan pelanggan. seperti dibawwah ini : Kekuatan . dalam hal ini pengetahuan dan standar tidak dapat dibagi berdasarkan jenis pelanggan. saat ini semakin disadari oleh organisasi bahwa pelanggan memerlukan pemecahan masalah dan tidak sekedar produk dan jasa. Kekuatan dan kelemahan struktur berdasarkan matrix Struktur organisasi marix juga memiliki kekuatan dan kelemahannya masingmasing. maka struktur brdasarkan pelanggan merupakan suatu keuntungan. Setiap pelanggan memiliki karakteristiknya masing-masing.  Potensi penjuanalan.

8. dengan menggunakan SDM yang ada tidak perlu menambah pegawai dan dapat mengurangi biaya. Gabungan Struktur organisasi dapat juga dibuat berdasarkan gabungan dari semua hal di atas. dengan berbagai penugasan. dengan berbagai penugasan pekerjaan maka kejenuhan kerja seorang pegawai diharapkn akandapat berkurang. secara otomatis pekerjaan dan tugasnya juga bertambah. kadangkala dengan berbagai tugas dan tanggung jawab yang diberikan maka pegawai yang mendapatkan tanggung jawab tersebut kadangkala mengalami kerancuqan mana hal yang harus didahulukan. Kelemahan  Kerancuan tugas dan tanggung jawab.  Efisiensi biaya.  Ketidak puasan imbal jasa. otomatis memiliki atasan yang berbeda yang dapat menilai hasil kinerjanya tersebut.  Kerancuan dalam penilaian kinerja. Kekuatan dan kelemahan struktur berdasarkan gabungan Kekuatan: . pada organisasi matrix dapat saja terjadi seorang pegawaidiberikan penugasan pada bahagian macam proyek. maka bila hal ini tidak diikuti dengan penyesuaian imbal jasa akan manimbulkan masalah ketidakpuasan. tetapi seringkali pada kenyataanya terjadi kesulitan dan kerancuan dalam proses penilain kinerja tersebut. Misalnya holding company. pegawai yang memiliki berbagai tangung jawab dan penugasan. Sedangkan pegawai lainnya tidak. satu pegawai dapai berfungsi tidak hanya untuk satu bagian saja tetapi juga untuk bagian-bagian lainnya.  Pengembangan pegawai. sehingga akan dapat menimbulkan kecemburuan sosial.  Kecemburuan sosial pada sesama pegawai. wawasan dan keterampilan pegawai menjadi berkembang. Hal ini pada umumnya terdapat pada perusahaan besar/lompleks.  Mengurangi kejenuhan kerja. seorang pegawai yang diberikan tanggung jawab berbeda. Efisiensi SDM. pengetahuan.

 Keset manajer puncak  Kloset. karena perbedaan yang ada. Luas–sempitnya Tinggi–rendahnya Kedua kriteria tersebut memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing. Fungsinya:  Pengawasan langsung  Berhubungan dengan lingkungan  Mengembangkan oraganisasi 2. Strategic Apex (Manajer Puncak) Orang yang bertanggung jawab atas tercapainya misi organisasi dengan cara yang efektif. Organisasi modern secara umum lebih menyukai struktur organisasi yang datar. BENTUK STRUKTUR ORGANISASI Dibedakan atas kriteria: 1. yaitu: 1. Dapat mengatasi berbagai kelemahan dari masing-masing bentuk organisasi.  Sukar untuk melakukan standarisasi secara umum. Fungsi 3K:  Kaset. dan dapat memuaskan kebutuhan semua orang yang terkait dengan oraganisasi. sesuai denagn apa yang dibutuhkan.  Dapat membuat struktur secara khusus.  Dapat melihat perbandingan efektivitas dari masing-masing struktur. menampung segala masalah dari berbagai lapisan atas atau bawah. 2. Misalnya: supervisor. ELEMEN STRUKTUR ORGANISASI Mitzberg (1993). berdasarkan dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Middle Line (Manajer Madya) Penghubung antara strategic apex dan operating core. senior manajer. menyatakan bahwa terdapat beberapa elemen dasar dari organisasi yang memiliki fungsi-fungsi tertentu. Kelemahan  Terlalu kompleks. . menyampaikan segala macam panduan untuk menjalankan kegiatan.

e. 4. PENUTUP Struktur organisasi akan menunjang efektivitas organisasi karena dengan adanya struktur yang tepat. maka strategi organisasi akan semakin efektif dan berjalan dengan baik.g. Fungsinya:  Bertanggung jawab terhadap barang masuk. yang akhirnya akan mempengaruhi kinerja organisasi secara keseluruhan. 6. standarisasi prosedur dan produk.e. Technostructure (Pakar) Orang-orang yang bertanggung jawab membuat suatu pekerjaan lebih efektif dan efisien. Ideology Hal ini biasanya disebut dengan budaya yang di dalamnya terdapat belief. e. Fungsinya:  Menjadi pengikat  Menjadi acuan pegawai dalam bersikap dan berperilaku  Menjadi karakteristik khas organisasi yang membedakannya dengan organisasi lain. Fungsinya adalah memberikan saran dan nasehat mengenai cara penyelesaian suatu masalah dengan baik.g.3. 5. e. visi. Fungsinya membantu kelancaran proses produksi. Operating Core (Pelaksana) Orang-orang yang langsung berhubungan langsung dengan produksi barang/jasa. melakukan penjualan.g. Supporting Staff (Staf Pendukung) Orang yang membantu jalannya organisasi di luar kegiatan langsung produksi. i. potong pohon untuk kayu bakar  Distribusi hasil produksi. dan misi yang disetujui bersama. . membeli bahan mentah  Merubah masukan jadi keluaran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful