struktur Organisasi proyek

Struktur organisasi proyek secara umum dapat diartikan dua orang atau lebih yang melaksanakan suatu ruang lingkup pekerjaan secara bersama – sama dengan kemampuan dan keahlianya masing – masing untuk mencapai suatu tujuan sesuai yang direncanakan. Dengan adanya organisasi kerja yang baik diharapkan akan memberikan hasil efisien, tepat waktu serta dengan kualitas tinggi. Suatu proyek konstruksi yaitu proyek fisik yang dicapai dengan kegiatan konstruksi merupakan suatu sistem. Sedangkan sistem itu sendiri secara konseptual berpengertian adanya perangkat atau kelompok yang menyangkut beberapa usur yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan bersama.

Proyek konstruksi yang mempunyai tujuan menghasilkan suatu bangunan fisik yang memenuhi dan persyaratan melalui suatu ruang lingkup pekerjaan tertentu yang dilakukan beberapa orang atau beberapa kelompok orang. Untuk proyek proyek besar yang harus di laksanakan oleh beberapa kontraktor, maka pemilik proyek dapat memberikan kepercayaan yang penuh pada suatu badan yang disebut manajemen konstruksi ( MK ) yang bertindak dan atas nama pemilik sebagai manajer. dalam sebuah proyek konstruksi, bagian – bagian manajemen dari struktur organisai yang ada didalamnya antara lain:
      

Pemilik proyek atau owner konsultan perencana konsultan pengawas kontraktor Project manajer Site Enginer Pengedali operasional proyek

seluruh bagian dalam organisasi proyek adalah satu kesatuan secara utuh yang apabila salah satu tidak bekerja dengan baik maka dapat mempengaruhi kelancaran proses pelaksanaan proyek.                      logistik proyek arsitek atau drafter gambar kerja Quantity surveyor Quality Qontrol. Safety atau K3 Pelaksana proyek Surveyor administrasi proyek Perpajakan Akutansi Teknik informatika proyek mekanikal elektrikal mandor tukang bangunan kepala tukang pekerja bangunan satpam warung makan preman setempat pemerintah daerah aparat kepolisian dll masing – masing dari bagian struktur organisasi harus berfungsi dengan baik agar pekerjaan konstruksi dapat selesai dengan tepat waktu. efisien serta dengan kualitas yang memuaskan. misalnya apabila bagian administrasi tidak terampil dalam mengatur arus keluar masuk keuangan proyek maka dapat menyebabkan kendala dalam pengadaan pembelian material atau keterlambatan upah pekerja sehingga mengurangi motivasi dan semangat dalam bekerja .

mengandung resiko tinggi menyangkut keselamatan umum dan tertib bangunan Kontrak dengan luar negeri formatnya sesuai kesepakatan Jenis-jenis Kontrak proyek Konstruksi  Menurut cara terjadinya: Hasil tender Penunjukan negosiasi – – –  Menurut cara penentuan harga: Fixed price or lump sum price contract Fixed unit price contract Escalation contract Cost plus fee contract Target estimate with penalty and incentive fee contract – – – – – Jenis-jenis Kontrak Konstruksi menurut Keppres 80 tahun 2003  Berdasarkan bentuk imbalan .Pengaturan hukum Kontrak kerja proyek konstruksi     Kontrak Proyek Konstruksi termasuk perjanjian untuk melakukan pekerjaan (KUHP pasal 1601 b) Isinya diatur oleh: Pihak-pihak yang terlibat dan sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku Bentuk Kontrak Proyek Konstruksi tertulis.

Kontrak proyek system Harga satuan Adalah kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu. untuk Setiap satuan/unsur pekerjaan dengan Spesifikasi teknis tertentu.– – – – – ¨ – –  Lump sum Harga satuan Gabungan lump sum dan harga satuan Terima jadi (turn key) persentase Berdasarkan jangka waktu pelaksanaan Tahun tunggal Tahun jamak Berdasarkan jumlah pengguna barang/jasa: Kontrak pengadaan tunggal Kontrak pengadaan bersama – – Pengertian sistem Kontrak proyek konstruksi Kontrak proyek system Lump sum Adalah kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu. yang volume . berdasarkan harga satuan yang pasti dan tetap. dengan jumlah harga yang pasti dan tetap. dan semua resiko yang mungkin terjadi dalam proses penyelesaian pekerjaan sepenuhnya ditanggung penyedia barang/jasa.

dimana konsultan yang bersangkutan menerima imbalan jasa berdasarkan prosentase tertentu dari nilai pekerjaan fisik konstruksi/pemborongan tersebut. Kontrak proyek system Persentase Adalah kontrak pelaksanaan jasa konsultansi bidang konstruksi atau pekerjaan pemborongan tertentu. Sedangkan pembayarannya didasarkan Pada hasil pengukuran bersama atas volumePekerjaan yang benar-benar telah dilaksanakan oleh penyedia barang/jasa. Kontrak proyek system Gabungan lump sum & harga satuan Adalah kontrak pengadaan barang/jasa yang merupakan gabungan lump sum dan harga satuan dalam satu pekerjaan yang diperjanjikan. Jenis-jenis Kontrak proyek konstruksi yang lain       Kontrak rancang bangun (design and build contract) Kontrak putar kunci (turn key contract) Contractors full pre financing Build operate and transfer (BOT) Build operate and own (BOO) Build lease and transfer (BLT) . Kontrak proyek system Terima jadi Adalah kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu dengan jumlah harga pasti dan tetap sampai seluruh bangunan/konstruksi peralatan dan jaringan utama maupun penunjangnya dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan kriteria kinerja yang telah ditetapkan.Pekerjaannya masih bersifat sementara.

Membuat Rencana kerja dan syarat – sayarat pelaksanaan bangunan ( RKS ) sebagai pedoman pelaksanaan. Membuat gambar kerja pelaksanaan. kemudian proses pelaksanaanya diserahkan kepada konsultan pengawas wewenang konsultan perencana adalah:   Mempertahankan desain dalam hal adanya pihak – pihak pelaksana bangunan yang melaksanakan pekerjaan tidak sesuai dengan rencana. Melakukan perubahan desain bila terjadi penyimpangan pelaksanaan pekerjaan dilapangan yang tidak memungkinkan desain terwujud di wujudkan. . Menentukan warna dan jenis material yang akan digunakan dalam pelaksanaan pembangunan. Tugas konsultan perencana dalam pelaksanaan proyek konstruksi adalah:        Mengadakan penyesuaian keadaan lapangan dengan keinginan pemilik bangunan. Memproyeksikan keinginan – keinginan atau ide – ide pemilik ke dalam desain bangunan. Mempertanggungjawabkan desain dan perhitungan struktur jika terjadi kegagalan konstruksi. Membuat rencana anggaran biaya bangunan. perencana dapat berupa perorangan atau badan usaha baik swasta maupun pemerintah.konsultan perencana dalam pelaksanaan proyek Konsultan perencana adalah pihak yang ditunjuk oleh pemberi tugas untuk melaksanakan pekerjaan perencanaan.

Saat pelaksanaan pembangunan berlangsung pihak konsultan perencana dapat membuat jadwal pertemuan rutin dengan kontraktor untuk membahas hal-hal yang mungkin perlu mendapat pemecahan dari perencana misalnya saat aproval material atau pembuatan gambar shop drawing sebagai pedoman pelaksanaan proyek. misalnya gambar kontrak yang jelas tanpa adanya pertentangan perbedaan antar gambar serta perbedaan gambar rencana dengan kondisi dilapangan. selain itu dalam hal spesifikasi bangunan juga dijelaskan dengan detail agar tidak terjadi hambatan dalam pemilihan material saat pekerjaan pembangunan berlangsung. masalah lainya misalnya perbedaan gambar rencana dengan kondisi exsiting lapangan sehingga kontraktor membuat gambar perubahan yang memerlukan persetujuan konsultan perencana dalam pelaksanaan proyek sehingga diperlukan kerjasama dan hubungan yang baik antara kontraktor dan konsultan perencana .Agar pelaksanaan proyek pembangunan dapat berjalan dengan baik diperlukan konsultan perencana yang bagus dalam menghasilkan setiap detail perencanaan bangunan. hal-hal yang sering menjadi permasalahan dari produk perencana misalnya material yang telah ditentukan pada RKS sulit ditemukan pada saat pembangunan atau harganya terlalu mahal melebihi RAB sehingga kontraktor mengusulkan persetujuan perubahan material untuk digunakan sebagai pengganti.

biaya. Tahap 1 : Tahap Konsep Rancangan (1) Sebelum kegiatan perancangan dimulai. selanjutnya digunakan sebagai dasar untuk konsep rancangan. Pelaksanaan tahapan-tahapan pekerjaan Perancangan dilaksanakan sebagai berikut: Setiap tahapan pekerjaan perancangan dapat dilaksanakan jika tahap pekerjaan sebelumnya telah mendapat persetujuan penguna jasa. Tahap 2 : Tahap Prarancangan / Skematik Desain (1) Prarancangan Pada tahap ini berdasarkan Konsep Rancangan yang paling sesuai dan dapat memenuhi persyaratan program perancangan. Setelah diperiksa dan mendapat persetujuan dari pengguna jasa. (2) Pada tahap ini arsitek melakukan persiapan perancangan yang meliputi pemeriksaan seluruh data serta informasi yang diterima. arsitek menyusun pola dan gubahan bentuk arsitektur yang diwujudkan dalam gambar-gambar. membuat analisis dan pengolahan data yang menghasilkan: a. perlu ada kejelasan mengenai semua data dan informasi dari pengguna jasa yang terkait tentang kebutuhan dan persyaratan pembangunan agar supaya maksud dan tujuan pembangunan dapat terpenuhi dengan sempurna. elektrikal. biaya. Setelah program rancangan diperiksa dan mendapat persetujuan pengguna jasa. Sedangkan nilai fungsional dalam bentuk diagram-diagram. TAHAPAN KERJA ARSITEK DAN HONORARIUM I. dan waktu pelaksanaan pembangunan disajikan dalam bentuk laporan tertulis maupun gambar-gambar. Program Rancangan yang disusun arsitek berdasarkan pengolahan data primer maupun sekunder serta informasi lain untuk mencapai batasan tujuan proyek serta kendala persyaratan/ketentuan pembangunan yang berlaku. . mekanikal. dan atau bidang keahlian lain bila diperlukan) yang melandasi perwujudan gagasan rancangan yang menampung semua aspek. Jenis Tugas dan Lingkup Pekerjaan Arsitek Layanan Utama Jasa Arsitek dalam pekerjaan perencanaan dan perancangan Arsitektur akan dilaksanakan dalam tahapan pekerjaan sebagai berikut: Pekerjaan Pekerjaan Pekerjaan Pekerjaan Pekerjaan Pekerjaan Tahap Tahap Tahap Tahap Tahap Tahap ke ke ke ke ke ke 1 2 3 4 5 6 : : : : : : Tahap Tahap Tahap Tahap Tahap Tahap Konsep Rancangan Pra Rancangan / Skematik Desain Pengembangan Rancangan Pembuatan Gambar Kerja Proses Pengadaan Pelaksanaan Konstruksi Pengawasan Berkala. dan kendala proyek. Aspek kualitatif lainnya serta aspek kuantitatif seperti perkiraan luas lantai. Setelah mendapatkan persetujuan dari pengguna jasa konsep ini merupakan dasar perancangan tahap selanjutnya. sistem konstruksi. Konsep Rancangan yang merupakan dasar pemikiran dan pertimbangan-pertimbangan semua bidang terkait (baik struktur. informasi penggunaan bahan. (2) Sasaran tahap ini adalah untuk: a. b. Membantu pengguna jasa dalam memperoleh pengertian yang tepat atas program dan konsep rancangan yang telah dirumuskan arsitek. kebutuhan. tujuan. arsitek akan melakukan kegiatan tahap selanjutnya.

hasil pengembangan rancangan ini dianggap sebagai rancangan akhir dan digunakan oleh arsitek sebagai dasar untuk memulai tahap selanjutnya. berdasarkan hasil Pengembangan Rancangan yang telah disetujui pengguna jasa. Untuk memastikan dan menguraikan ukuran serta wujud karakter bangunan secara menyeluruh. serta biaya yang paling ekonomis. sistem mekanikal-elektrikal. terutama ditinjau dari keselarasan sistem-sistem yang terkandung di dalamnya baik dari segi kelayakan dan fungsi. kesemuanya disajikan dalam bentuk gambar-gambar. Bahan bangunan akan dijelaskan secara garis besar dengan mempertimbangkan nilai manfaat. c. (2) Sasaran tahap ini adalah: a. arsitek bekerja atas dasar prarancangan yang telah disetujui oleh pengguna jasa untuk menentukan: a. waktu pembangunan yang paling singkat. Sistem konstruksi dan struktur bangunan. d. Untuk mematangkan konsep rancangan secara keseluruhan. waktu. c. Memperoleh kesesuaian pengertian yang lebih tepat atas konsep rancangan serta pengaruhnya terhadap kelayakan lingkungan. (2) Sasaran tahap ini adalah: a. Untuk melengkapi kejelasan teknis dalam bidang administrasi pelaksanaan pembangunan dan memenuhi persyaratan yuridis yang terkandung dalam dokumen pelelangan dan dokumen . Arsitek menerjemahkan konsep rancangan yang terkandung dalam Pengembangan Rancangan tersebut ke dalam gambar-gambar dan uraian-uraian teknis yang terinci sehingga secara tersendiri maupun secara keseluruhan dapat menjelaskan proses pelaksanaan dan pengawasan konstruksi. dan laporan tertulis. b. dan terpadu.Untuk memperoleh kejelasan kuantitatif. c. dan nilai ekonomi. pasti. Untuk memperoleh kejelasan teknik pelaksanaan konstruksi. ketersediaan bahan. Perkiraan biaya konstruksi akan disusun berdasarkan sistem bangunan. Arsitek menyajikan dokumen pelaksanaan dalam bentuk gambar-gambar kerja dan tulisan spesifikasi dan syarat-syarat teknik pembangunan yang jelas.b. serta disiplin terkait lainnya dengan mempertimbangkan kelayakan dan kelaikannya baik terpisah maupun secara terpadu. konstruksi. Tahap 3 : Tahap Pengembangan Rancangan (1) Pada tahap Pengembangan Rancangan. serta perhitungan kuantitas pekerjaan dan perkiraan biaya pelaksanaan pembangunan yang jelas. Setelah diperiksa dan mendapat persetujuan dari pengguna jasa. Setelah diperiksa dan mendapat persetujuan dari pengguna jasa. b. lengkap dan teratur. agar supaya konsep rancangan yang tergambar dan dimaksud dalam Pengembangan Rancangan dapat diwujudkan secara fisik dengan mutu yang baik. Menunjukkan keselarasan dan keterpaduan konsep rancangan terhadap ketentuan Rencana Tata Kota dalam rangka perizinan. Tahap 4 : Tahap Pembuatan Gambar Kerja (1) Pada tahap Pembuatan Gambar Kerja. b. Mendapatkan pola dan gubahan bentuk rancangan yang tepat. dan terinci. tepat. Gambar Kerja yang dihasilkan ini dianggap sebagai rancangan akhir dan siap digunakan untuk proses selanjutnya. estetika. diagram-diagram sistem. dan ekonomi bangunan. agar supaya biaya dan waktu pelaksanaan pembangunan dapat dihitung dengan seksama dan dapat dipertanggungjawabkan.

perjanjian/kontrak kerja konstruksi. b. Memberikan penjelasan teknis dan lingkup pekerjaan. Untuk membantu pengguna jasa dalam merumuskan kebijaksanaan dan memberikan pertimbanganpertimbangan untuk mendapatkan keputusan tindakan pada waktu pelaksanaan konstruksi. c. Memberikan nasihat dan rekomendasi pemilihan Pelaksanaan Konstruksi kepada pengguna jasa h. Melakukan prakualifikasi seleksi pelaksana konstruksi. d. wajib diganti oleh pengguna jasa sesuai dengan ketentuan yang berlaku atau yang ditetapkan dan disepakati bersama sebelumnya. c. Untuk membantu Pengawas Terpadu atau MK khususnya dalam menanggulangi masalah-masalah konstruksi yang berhubungan dengan rancangan yang dibuat oleh arsitek. Melakukan penilaian atas penawaran tersebut. Arsitek melakukan peninjauan dan pengawasan secara berkala di lapangan dan mengadakan pertemuan secara teratur dengan pengguna jasa dan Pelaksana Pengawasan Terpadu atau MK yang ditunjuk oleh pengguna jasa. Mempersiapkan Dokumen Pelelangan. c. Pengawasan pelaksanaan konstruksi d. Membagikan Dokumen Pelelangan kepada peserta/lelang. e. g. Penanganan pekerjaan pengawasan berkala dilakukan paling banyak 1 (satu) kali dalam 2 (dua) minggu atau sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam sebulan. b. Perhitungan besaran luas dan volume serta biaya pelaksanaan pembangunan yang jelas. Untuk turut memastikan bahwa pelaksanaan konstruksi dilakukan sesuai dengan ketentuan mutu yang terkandung dalam rancangan yang dibuat oleh arsitek. maka biaya-biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan perjalanan arsitek ke lokasi pembangunan. Tahap 6 : Tahap Pengawasan Berkala (1) Dalam tahap ini: a. (2) Apabila lokasi pembangunan berada di luar kota tempat kediaman arsitek. b. (2) Pada Tahap Pelelangan arsitek membantu pengguna jasa secara menyeluruh atau secara sebagian dalam: a. Penugasan pelaksana konstruksi c. Menerima penawaran biaya dari pelaksana konstruksi. (3) Sasaran tahap ini adalah: a. Pemilihan pelaksana konstruksi b. arsitek mengolah hasil pembuatan Gambar Kerja ke dalam bentuk format Dokumen Pelelangan yang dilengkapi dengan tulisan Uraian Rencana Kerja dan Syarat-Syarat teknis pelaksanaan pekerjaan-(RKS) serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) termasuk Daftar Volume (Bill of Quantity/BQ). . arsitek tidak terlibat dalam kegiatan pengawasan harian atau menerus. Tahap 5 : Tahap Proses Pengadaan Pelaksana Konstruksi (1) Penyiapan Dokumen Pengadaan Pelaksana Konstruksi Pada tahap ini. khususnya masalah-masalah yang erat hubungannya dengan rancangan yang dibuat oleh arsitek. Dalam hal ini. Menyusun Perjanjian Kerja Konstruksi antara Pengguna Jasa dan Pelaksana Konstruksi (3) Sasaran tahap ini adalah: Untuk memperoleh penawaran biaya dan waktu konstruksi yang wajar dan memenuhi persyaratan teknis pelaksanaan pekerjaan sehingga Konstruksi dapat dipertanggungjawabkan dan dilaksanakan dengan baik dan benar. Sehingga secara tersendiri maupun keseluruhan dapat mendukung proses: a. f.

Hak Milik dan Hak Kekayaan Intelektual (1) Hak Milik a. Dokumen Perancangan tersebut baik sebagian maupun keseluruhan tidak diperkenankan digunakan oleh pengguna jasa untuk proyek lain ataupun ditambahkan pada proyek yang bersangkutan kecuali atas seizin dari arsitek dengan suatu persetujuan tertulis. (2) Hak Perwujudan Rancangan a. dan dengan kesepakatan penambahan imbalan jasa atas penggunaan dokumen tersebut sesuai dengan ketentuan imbalan jasa. Pengguna Jasa mendapatkan hak perwujudan rancangan sebanyak 1 (satu) kali setelah memenuhi kewajiban membayar imbalan jasa atas penugasan untuk pembuatan rancangan arsitektur dan segala sesuatu yang menyangkut penugasan tersebut kepada arsitek.II. b. Perwujudan ulang berdasarkan rancangan arsitektur dengan atau tanpa perubahan apapun. dalam setiap kondisi akan tetap berada pada Arsitek. Undang-Undang Nomor 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta. dan Peraturan Perundang-undangan yang mengatur Hak Kekayaan Intelektual lainnya. b. b. dapat membeli Buku Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dengan Pengguna Jasa harga Rp.000. c. termasuk setelah penyelesaian proyek atau setelah pemutusan hubungan kerja. Hak kepemilikan atas setiap dokumen perancangan yang telah dibuat oleh Arsitek. e. Pesan melalui Sekretariat IAI Jakarta 021 – 530 4719 . b. (5) Hak Kekayaan Intelektual meliputi hak-hak di atas diatur sesuai dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku antara lain: a. Hak perwujudan adalah hak untuk merealisasikan atau mewujudkan suatu rancangan arsitektur menjadi suatu wujud karya arsitektur yang nyata.100. Informasi lebih detail. (3) Tanda Nama Arsitek berhak untuk membubuhkan tanda nama arsitek pada gambar arsitektur (4) Hak Dokumentasi dan Hak Penggandaan a. Undang-Undang Nomor 15 tahun 2001 tentang Merek. Undang-Undang Nomor 31 tahun 2000 tentang Desain Industri. c. Arsitek memiliki hak dokumentasi termasuk membuat gambar-gambar atau foto-foto maupun rekaman dalam bentuk lainnya baik keadaan di dalam maupun di luar bangunan hasil rancangannya. Undang-Undang Nomor 14 tahun 2001 tentang Paten. Hanya arsitek yang memiliki hak penggandaan atas gambar-gambar rancangan arsitektur yang dibuatnya. wajib memberitahukan dan dengan persetujuan tertulis dari arsitek dan dengan imbalan jasa sesuai ketentuan imbalan jasa perwujudan ulang rancangan arsitektur yang berlaku. d. ataupun bila rancangan yang telah diselesaikan tersebut tidak direalisasikan.

98% 1.59% 1.25% 1. dan tingkat kesulitan yang rendah: a.37% 1.88% 1.67% 1. Tipe Industri: bengkel.60% 2.18% 2. dan dibiayai oleh Pemerintah sesuai tercantum dalam Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.92% 4. maka persentase imbalan jasa dengan/dapat mengikuti kurva Lampiran 2.71% 3.00% 5. (2) Bangunan Sosial Memiliki sosial yang tidak bersifat komersial (nonkomersial): a.00% 1.25% 3 8.50% 6.39% 2.32% 2.29% 1.34% 2.92% 2.76% 1. Tipe Hunian: asrama.01% 3.50% 1.50% 6.67% 1. TABEL PERHITUNGAN IMBALAN JASA ARSITEK Biaya Bangunan sampai Khusus Kurang Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Lebih Rp 200 juta 200 juta 2 milyar 4 milyar 20 milyar 40 milyar 60 milyar 80 milyar 100 milyar 120 milyar 140 milyar 160 milyar 180 milyar 200 milyar 220 milyar 240 milyar 260 milyar 280 milyar 300 milyar 500 milyar 500 milyar Mengikuti Ketentuan dari Pemerintah yang berlaku Kategori Bangunan Sosial 1 < 2.41% 1.03% 1.86% 1.00% 7.62% 1.20% 2.00% 8.38% 3.50%  Catatan: • Jika biaya bangunan terletak antara dua jumlah biaya yang tercantum dalam kolom pertama tabel tersebut di atas. kompleksitas.88% 2.52% 4.62% 2.51% 1. digunakan. Bangunan rumah tinggal atau hunian dengan luas maksimum 36 m2.09% 1.25% 1. (3) Bangunan Kategori 1 Memiliki karakter sederhana.13% 4.48% 5. gereja dan tempat peribadatan lainnya.07% 1.60% 4.90% 5.00% 2 7.34% 1.78% 4. bangunan pelayanan masyarakat dengan luas bangunan maksimum 250 m2.88% 2.52% 3. Masjid.B.16% 1. hostel b.50% 2.20% 2.76% 1.50% 2.51% 1.50% 5. KATEGORI BANGUNAN (1) Bangunan Khusus Bangunan-bangunan yang dimiliki. rumah penampungan yatim piatu.04% 1.59% 2.58% 3.54% 1.29% 2.20% 3.00% 6. gudang .51% 4.12% 1.92% 3. b.

rumah jompo f. toko. Tipe Rekreasi: gedung olahraga. Tipe Pelayanan Medis: rumah sakit. ruang serbaguna. bioskop. ruko. pasar. rukan. masjid. Tipe Industri: gardu pembangkit listrik. penjara. kompleksitas. kantor. restoran. tempat perawatan g. dan lain-lain dengan luas lebih dari 250 m2 g. Tipe Peribadatan: gereja. museum. renovasi. stadion. kampus. dan tingkat kesulitan rata-rata a. sanatorium e. taman umum (5) Bangunan Kategori 3 Memiliki karakter khusus. kafetaria. gudang pendingin. ruang pameran. kompleks perumahan b. tempat parkir (4) Bangunan Kategori 2 Memiliki karakter. pusat penelitian / riset f. Tipe Komunitas: galeri. Tipe Pelayanan Medis: klinik spesialis. Tipe Komunitas: auditorium. gimnasium. pabrik c. ruang konser. Tipe Hunian: rumah tinggal privat b. pusat perbelanjaan. kantor pelayanan umum e. hotel c. perpustakaan. terminal. superblok/fungsi campuran d. kondominium. Tipe Pendidikan: laboratorium. dan tingkat kesulitan tinggi: a. klenteng. kantor lembaga tinggi negara. Tipe Komersial: bangunan-bangunan tidak bertingkat. Tipe Pendidikan: sekolah. istana d. perkantoran. Tipe Lain: kantor kedutaan. bangunan dengan dekorasi khusus . ruang pertemuan. kolam renang. ruang konferensi. Tipe Komersial: bangunan parkir bertingkat. klinik umum. hanggar.c. stasiun. monumen. kompleksitas. pemugaran. Tipe Komersial: bandara. Tipe Hunian: apartemen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful