3-70

TABEL-TABEL DARI KOMPOSISI BAHAN MAKANAN
TERNAK UNTUK INDONESIA
TABLES OF FEED COMPOSITION
FOR INDONESIA

DATA ILMU MAKANAN UNTUK INDONESIA
NUTRITIONAL DATA

OLEH
HARI HARTADI, Lektor Muda SOEDOMO REKSOHADIPRODJO, Dekan SOEKANTO LEBDOSUKOJO, Professor ALLEN D. TILLMAN, Visiting Professor Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Program FFD, Yayasan Rockefeller Yogyakarta, Indonesia

PREPARED BY

L. C.KEARL, Associate Director L.E. HARRIS, Director

International Feedstuffs Institute Department of Animal, Dairy, and Veterinary Sciences Utah Agricultural Experiment Station Utah State University, UMC 46 Logan, Utah 84322 USA

Published by the International Feedstuffs Institute
Utah Agricultural Experiment Station, Utah State University
Logan, Utah
November 1980

Ucapan Terima Kasih
Pembuatan buletin dapat terlaksana berkat kerja sama yang sangat erat dari para anggota staf pengajar di Fakul­ tas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia, Bagian Pendidikan untuk Program Pengem­ bangan dari the Rockefeller Foundation, Yogyakarta dan the International Feedstuffs Institute, Utah State University, Logan, Utah. Pekerjaan ini sebagian dibiayaai oleh the United States Agency for International Develop­ ment dan the Rockefeller Foundation. Para pengarang menyatakan penghargaan kepada selu­ ruh instansi dan perorangan yang telah memberikan sumbangan depada proyek: Kepada lembaga-lembaga dan para ahli yang telah memberikan informasi tentang bahan-bahan makanan tropis. Kepada Sdr. Suprodjo Pusposutardjo dan Ny. Cayani Koentjoro dalam bantuannya menterjemahkan informasi­ informasi dari bahasa Inggris kedalam baliasa Indonesia. Kepada Saudara-saudara (i) Howard Lloyd, Kim Marshall, Janet Piggott, Rosemarie Obray, dan Karen Kleinschuster, Utah State University, dalam bantuan­ nya mengolah data, memprogramkan informasi-infor­ masi dalam komputer, mengetik dan mengedit naskah, dan Kepada para anggota staf pengajar yang berdedikasi di Universitas Gadjah Mada dan the International Feedstuffs Institute terhadap pelayanannya kepada proyek.

Acknowledgement
This bulletin was made possible by the close coop­ eration of personnel in the Animal Husbandry Faculty of the University of Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia, the Education for Development Program of the Rocke­ feller Foundation, Yogyakarta, and the International Feedstuffs Institute, Utah State University, Logan, Utah. It was partially financed by the United States Agency for International Development and the Rockefeller Foundation. The authors express their appreciation to all institu­ tions and personnel who contributed to the project:To the institutions and technical personnel supplying information on tropical feeds. To Mr. Suprodjo Pusposutardjo and Mrs. Cayani
Koetjoro for their help in the translations of the infor­ mation from English to Bahasa Indonesia.
To Howard Lloyd, Kim Marshall, Janet Piggott, Rosemarie Obray, and Karen Kleinschuster, Utah State University for processing the data, developing computer software to retrieve the information, typesetting and editorial assistance, and To the staff of dedicated people at the University
of Gadah Mada and the International Feedstuffs
Institute for their service to this project.

Pengontar

Memproduksi bahan makanan adalah merupakan suatu pekerjaan yang sangat penting yang sedang dihadapi oleh beberapa negara didunia. Olch karenanya, tantangan secara keseluruhannya adalah suatu perkembangan dalam arti mempergunakan seluruh sumber daya yang tersedia secara efisien untuk mengbasilkan bahan makanan bagi penduduknya. Dalam sektor produksi pertanian, cara yang terbaik untuk melcapainya dalam hal ini dengan jalan mengintegrasikan dalam suatu sistim produksi hewan-hewan (ternak-ternak) dan tanaman yang tersedia. Suatu produksi hewan yang efisien dapat dicapai dengan memberikannya balian makanan secara efisien sesuai dengan tujuan-tujuan pemeliharaannya (daging, telur, milk, kerja dan produksi sampingan), untuk ini memer, lukan suatu pengetahuan tentang kebutuhan gizi hewan dan komposisi dari bahan-bahan makanan ternak yang tersedia untuk makanannya. Tabel-tabel dari komposisi bahan makanan dalam buku ini dipersiapkan untuk dapat dipakai di Indonesia oleh para pengajar, penyuluh, petani, dan industri-industri bahan makanan dalam menyeimbangkan ransum hewan (ternak) dan unggas agar sumber-suniber bahan makanan yang tersedia dipara petani dan perdagangan komersiil dapat dipergunakan sepenuhnya. Tujuan utama dari para pengarang dalam mempersiap. kan buku ini adalah untuk menyajikan dalam suatu publikasi yang memuat beberapa informasi nilai gizi dari bahan-bahan makanan yang dipergunakan di Indonesia, dan dengan batasan-batasan seperti yang tercantum dibawah. Beberapa diantara kami (H.H., A. D. T., S. R.) telah memulai mengumpulkan data tentang komposisi bahan makanan semenjak tahun 1973 dengan maksud untuk bahan pelajaran dalam llmu Gizi Terapan bagi mahasiswamahasiswa di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Data tentang makanan-makanan di Indonesia pada saat itu sangat terbatas, dan sampai saat sekarang demikian pula. Oleh karenanya kani mempergunakan informasi dan disarikan untuk dipergunakan oleh para mahasiswa-mahasiswa dalam praktikum menyeinibangkan ransum-ransuni dilaboratorium. Dalam buku ini, analisa-aiialisa proksimasi dari bahan-bahan makanan mencirikan nilai rata-rata yang terdapat di Indonesia dan dari beberapa sumber-sumber yang lain. Hal-hal tersebut dipergunakan, seperti diterangkan dibeberapa bagian dalam buku ini untuk menghitung data biologis dari energi dan protein. Analisa-analisa bahan mineral juga memasukkan nilai-nilai kalsium dan fosfor di Indonesia dan nilai-nilai yang telah dipubiikasikan dari bahan makanan tropis; yang lainnya dari nilai-nilai yang telah dipublikasikan. Juga, agar tabel-tabel ini lebih berman. faat data bahan makanan dari Amerika Serikat (USA) dan Canada disisipkan diwilayah-wilayah yang terpilih dan kesemuanya itu ditandai dengan sebuah plus (+). Sebagai tambahan, nilai yang terhitung dari Amerika Serikat dan Canada ditandai dengan sebuah ampersand (&). Keseluruhan nilai-nilai yang tercantum dalam buku ini dapat dipergunakan, dengan catatan, sampai nilai­ nilai yang lebih terpercaya tersedia di Indonesia. Dalam kaitannya dengan hal ini, diharapkan bahwa pekerjaan kali ini akan berfungsi sebagai suatu perangsang untuk perkembangan dari suatu program sistimatis di Indonesia untuk mengumpulkan contoh-contoh bahan makanan, yang selanjutnya secara benar dicirikan dan diberi nama, dianalisa dan informasi-informasi ini dicatat dikembalikan keprogram komputer yang mengolah tentang komposisi dari bahan makanan yang tersedia untuk dipergunakan di Indonesia. Apabila pekerjaan tersebut telah berlangsung, publikasi ini harus diganti agar data yang dipergunakan dapat lebih gayut (relevant). "Kamus Bahan Makanan" dari the International Network of Feed Information Centers (INFIC) diper­ gunakan ttuk memberikan nama bahan makanan menu­ rut: Nama llmiah (Latin) ini merupakan istilah pertama dalam bahan makanan diikuti dengan nama dalam bahasa Indonesia dan nama Bahan Makanan Internasional dalam bahasa Inggris. Agar sasaran-sasaran dari proyek dapat tercapai, infor­ masi dari buku ini dapat dipergunakan oleh para maha­ siswa dan pengajar untuk menambah pengetahuannya tentang sumber-sumber bahan makanan disuatu wilayah, bagi para peneliti dalam bidang peternakan agar mereka dapat lebih tercapai sasarannya, bagi para penyuluh, dan bagi industri-industri bahan makanan agar kesemu­ anya dapat mernformulasikan diet yang lebih memenuhi, sesuai dengan kebutuhan gizi bagi ternaknya dan dengan itu mereka akan lebih memanfaatkan sumber-sumber bahan nakanan yang tersedia untuk menaikkan produksi pangan dan serat bagi penduduknya. Akhirnya, buku ini akan berfungsi sebagai suatuldasar untuk mendis­ kripsikan bahan nakanan dan mencirikan wilayah-wilayah yang tersedianya data sangat langka atau tidak ada sama sekali. Hari Haitadi L. C. Kearl Soedomo Reksohadiprodjo L. E. Harris Soekanto Lebdosukoyo Allen D. Tillman

III

Foreword

Food production is the most important task facing many countries in the world. Therefore, the challenge to all is the development of a means to efficiently utilize available resources to produce food for their people. In the agricultural production sector, this is best accomplished by integrating into one production system the available animals and plants. As efficient animal production is accomplished by efficiently feeding the animals for the purposes for which they are kept (meat, eggs, milk, by-products, work), this part requires a knowledge of the animal's nutrient requirements and the composition of the feeds available for feeding. The tables of feed composition in this booklet were prepared for use in Indonesia by teachers, extension personnel, farmers, and the feed industry in balancing animal and poultry rations in order to more fully utilize the feed resources available on farms and in commercial trading. The main objective of the authors in preparing the booklet is to provide in one publication some nutritional information on feeds used in Indonesia, and with the limitations listed below. Several of us (H.H., A.D.T., S.R.) began collecting data un feed composition in 1973 in order to teach classes in Applied Nutrition to stidents in Animal Hushandry at the University of Gadjah Mada. Data on Indonesia feeds were limited at that time, and still are. Therefore, we used published information on feed composition from tropical countries, and these were recorded on source forms and summarized for use by the students for laboratory exercises in balancing rations. In this booklet, the proximate analyses of the feeds represent the mean of values available in Indonesia and of those from other sources. These were used as explained elsewhere in the booklet for calculating the biological data on energy and protein. Mineral analyses also include Indonesia values on calcium and phosphorus and published values on tropical feeds from other sources; the others are from published values. Also, to make these tables more useful, data from the United States, U.S.A., and Canadian feeds are inserted in selected areas and these are indicated by a plus (+). In addition, calculated United States and Canadian values are marked with an ampersand (&). All values in this booklet can be used, but with caution, until more and better values are avail­ able in Indonesia. In this light, it is hoped that this exercise will act as a stimulus for the development of a systematic program in Indonesia for collecting feed samples correctly identifying and naming, analyzing, and recording this infoimation for computer retrieval of the composition on feeds available for use in Indonesia. When this is done, this publication should be replaced in order to use the more relevant data. The "International Feed Vocabulary" of the Inter­ national Network of Feed Information Centers (INFIC) is used in naming the feeds: The scientific (Latin) name is the first term in the feed name followed by the Indon­ esia name and the International Feed Name in English. To fulfill the objectives of this project, the information in this booklet can be used by students and educators to increase their understanding of the feed resources of the area, by those engaged in animal research that they may more fully achieve their objectives, by extension workers, and by the feed industry in order that all will te able to formulate diets which more fully meet the nutrient requirements of domestic animals and thereby they will more fully utilize the feed resources for increasing the production of food and fiber for their human pop. ulations. Finally, it will serve as a basis for describing feeds and identifying those areas for which data are seriously limited or are absent.

Hari Hartadi

L. C. Kearl

Soedomo Reksohadiprodjo Soekanto Lebdosukoyo Allen D. Tillman

L. E. Harris

IV

Daftar Isi
UCAPAN TERIMA KASIH PENGANTAR III
I

PEDOMAN DALAM MENGGUNAKAN TABEL (DAFTAR)
KOMPOSISI BAHAN MAKANAN 1

Program Dunia 1
International Network of Feed Information Centers 1
Keanggotan Didalam INFIC 2
Pusat-Pusat Tipe 1 2
Pusat-Pusat Tipe II 2
Anggota-Anggota Pengamat 2
Pengamat Dengan Kedudukan Tidak Resmi 2
Pertanggungan Jawab Geografis 2
Definisi-Definisi Dari Istilah-Istilah Ilmu Gizi 2
Pemberian Nama Bahan-Bahan Makanan 2
Perbendaharaan-Nania Bahan Makanan Internasional 3
Faset 1: Asalnmla/Sumber Dari Material Induk 3
Faset 2: Bagian (Part) 4
Faset 3: Prosesing dan Perlakuan-Perlakuan 4
Faset 4: Tingkat Kedewasaan (Kematangan) 5
Faset 5: Peinotongan 6
Faset 6: Grade 6
Kelas-Kelas Bahan Makanan Berdasarkan Karakteristik-
Karakteristik Fisik dan Kimia dan Penggunaannya 8
Nomer Bahan Makanan Internasional 8
Keterangan Tentang Bahan Makanan Internasional
(Nama Bahan Makanan) 8
Nama-Nama Bahan Makanan Internasional 9
Nama-Nama Negara 9
Cara Mencari Nama-Nama Bahan Makanan Dalam Bahasa Indonesia
Didalam Tabel Komposisi Bahan Makanan 11
Tabel-Tabel Komposisi Bahan Makanan 11
Data 11
Prosedur-Prosedur Yang Digunakan Dalam Penyederhanaan Data 11
Energi Tercerna (Digestible Energy) 11
Energi Termetabolisme (Metabolizable Energy) 11
Energi Neto (Net Energy) 12
Total Nutrient Tercerna (Total Digestible Nutrients) 12
Protein Tercerna (Digestible Protein) 12
Standard Vitamin A 12
Vitamin A 12
Beta-karotena (Pro-vitamin A) Ekuivalen (Dasar Pada Tikus) 12

DAFTAR PUSTAKA

14

V

TDN. Netto untuk Pertumbuhan (NEg). Energi Tercerna (DE). Tcrmetaboliskan (ME). Netto untuk Pemeliharaan (NEm). Netto untuk Produksi Susu (Lactation) (NEI) (1) Seperti yang Diberikan dan (2) Atas Dasar Bahan Kering 68 Kandungan Mineral-Mineral dan Vitamin Terpillih Dari BahanBahan Makanan Ternak di Indonesia (1) Seperti yang Diberikan dan (2) Atas Dasar Bahan Kering 104 Kandungan Asam Amino Dari Beberapa Bahan Makanan Ternak di Indonesia (1) Seperti yang Diberikan dan 130 (2) Atas Dasar Bahan Kering Komposisi Dari Suplemen-Suplemen Mineral (1) Seperti yang Diberikan dan (2) Atas Dasar Bahan Kering 140 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 vI: . 31 40 Kamus Kecil 1 Aneka Ragam lstilah Bahan Makanan dan Gizi Kamus Kecil 2 Bagian (-Bagian) Dari Bahan Makanan Induk Kamus Kecil 3 Proses-Proses dan Perlakuan-Perlakuan yang Dijalankan Terhadap Suatu Terhadap Suatu Produk Sebelum Diberikan Kepada Hewan 52 Kamus Kecil 4 Tingkat Kedewasaan untuk Tumbuh-Tumbuhan 60 Kamus Kecil 5 Nama-Nama Bahan Makanan Ternak Dalam Bahasa Indonesia Dengan Nama-Nama Ilmiahnya (Latin) 62 Kamus Kecil 6 Nama-Nama Bahan Makanan Ternak Dalam Bahasa Inggeris Dengan Nama-Nama Ilmiahnya (Latin) 65 TABEL-TABEL KOMPOSISI BAHAN MAKANAN Tabel 12 67 Komposisi Bahan Makanan Ternak di Indonesia: Komposisi Proksimasi. Protein Tercerna.KAMUS KECIL 29.

vitamin A) Equivalents (Based on the Rat) 27 REFERENCES CITED 28 VII .Contents ACKNOWLEDGEMENT FOREWARD IV 15 iI GUIDE FOR USE OF TABLES OF FEED COMPOSITION World Program 15 International Network of Feed Information Centers Membership in INFIC 16 15 Type I Centers 16 Type 11 Centers 16 Observer Members 16 Unofficial Observing Status 16 Geographic Responsibilities 16 Definitions of Miscellaneous Nutrition Terms 16 Rationale for Naming Feeds 16 International Feed Vocabulary 17 Facet 1: Origin 17 Facet 2: Part 18 Facet 3: Process(es) and Treatments 19 Facet 4: Scage of Maturity 19 Facet 5: Cutting 19 Facet 6: Grade 21 Classes of Feeds by Physical and Chemical Characteristics and Usage 21 International Feed Number 21 International Feed Description (Feed Name) 21 International Feed Names 22 Country Names 22 Locating Indonesian Feed Names in the Tables of Feed Composition 22 The Feed Composition Tables 24 Data 24 Procedures Used in Summarization of Data Digestible Energy 24 Metabolizable Energy 24 25 Net Energy Total Digestible Nutrients 25 Digestible Protein 25 24 Vitamin A Standards 25 Vitamin A 25 Beta-carotene (Pro.

Digestible Protein. Data Expressed (I) As Fed (2) Mositure Free 104 Amino Acid Content of Some Indonesian Feeds Data Expressed (1) As Fed (2) Moisture Free 130 Composition of Mineral Supplements (1) As Fed (2) Moisture Free 140 Table 13 Table 14 Table 15 VIII . and Net Energy. has been Subjected Before Feeding to the Animal 57 Stages of Maturity for Plants 61 62 65 Indonesian Feed Names with Their Scientific Names Common English Feed Names with their Scientific Names. Digestible. Metabolizable. TABLES OF FEED COMPOSITION Table 12 67 Composition of Indonesian Feeds: Proximate Composition.GLOSSARIES Glossary I Glossary 2 Glossary 3 Glossary 4 Glossary 5 Glossary 6 29 Miscellaneous Nutrition and Feed Terms Part(s) of Parent Feed Material 47 36 Process(es) and Treatment(s) to Which the Product. TDN. Data Expressed (1) As Fed (2) Mositure Free 68 Selected Minerals and Vitamin Content of Some Indonesian Feeds.

PROGRAM DUNIA Mengetahui pentingnya suatu program dunia tentang pengumpulan dan penyebar-luasan dari informasi bahanbahan makanan. Jadi hijauan dan limbah industri pertanian mem­ bentuk sumber utama dari makanan ternak. kan kondisi lingkungan dari suatu wilayah atau bahkan wilayah yang lebih sempit. bekerja sama dengan laboratorium­ laboratorium biologi untuk memperoleh informasi tentang penggunaan bahan makanan dari berbagai spesies binatang. Di tahun 1972. sangat sering tidak mendapat perhatian. Pusat-pusat Tipe II adalah pusat-pusat pengumpulan dan penyebar luaskan data. tetapi sumber alam ini. Mereka melakukan tugas­ tugas berikut: bekerja sama dengan laboratorium­ laboratorium analitis dalam pertukaran informasi dan data bahan kimia yang berkaitan dengan nilai-nilai gizi bahan makanan. untuk berkumpul dan bermusyawarah tentang kemungkinan pengembangan suatu organisasi dunia untuk mengumpulkan. Masalah utama yang timbul dalam mengevaluasi bahan makanan pada saat ini ialah langkanya informasi. Faktor-faktor ini menunjukkan pentingnya kebutuhan untuk mengumpulkan data melalui penelitian-penelitian makanan ternak praktis di semua negara. Tipe II dan Pengamat. sumber alam adalah populasi manusia dan tanah. Untuk itu dibutuhkan perhatian utama agar dapat dicapai penggunaan yang efisien dari hijauan makanan ternak tsb. harus dengan tepat diketahui sebelum makanan ternak dan unggas secara optimum dapat di formulasikan. Pusat-pusat ini menjalankan fungsi-fungsi berikut: bekerja sama dengan laboratorium-laboratorium analitis dalam hal pertukaran informasi dan data bahan kimia yang berkaitan dengan nilai-nilai gizi dari bahan makanan. mengecek keabsahan data. Dalam pembicaraan umum. Penggunaan dan nilai produksi dari bahan-bahan makanan dalam arti kata nilai ekonomi dan kebutuhankebutuhan nutrisional dari hewan ternak. Pusat-pusat Tipe I adalah pusat-pusat pengolahan. INFIC adalah suatu badan pusat-pusat pengumpulan data (informasi) yang bertujuan menggairahkan kesejahteraan ternak dan pertanian dengan cara menyediakan bank-data yang sistenatik yang memuat informasi yang mutakhir tentang nilai-nilai kimia dan biologi bahan-bahan makanan bagi ahli-ahli gizi ternak. 1 . nak. dan ini membutuhkan analisa bagi setiap macam bahan tersebut. mengecek keabsa­ han data.). Meskipun secara relatif kecil usaha yang dapat dikerjakan dalam menaikkan kegunaan sumber-sumber alam. Tipe I. meningkatkan. INTERNATIONAL NETWORK OF FEED INFORMATION CENTERS International Network of Feed Information Centers (INFIC) digolong-golongkan berdasarkan bentuk organisasi didalamnya dan bentuk pelayanannya. Organisasi Bahan Makanan dan Pertanian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menghimbau kepada wakil-wakil dari negara-negara yang bekerja sama dalam mengumpulkan komposisi bahan makanan dan data biologi hewan ternak. maka penelitian ilmu makanan ternak harus memperhati. menghasilkan data dalam bentuk data terpakai bagi para peminat (tabel-tabel bahan makanan. menyebarluaskan informasi yang diterima dari pusat Tipe I (Informasi ini diberikan mungkin atas dasar permintaan). Kelangkaan kebutuhan bahan makan untuk manusia menekankan pentingnya penggunaan bahan-bahan yang sesuai untuk kegunaan ini didalam makanan hewan ter. mengajukan data kepusat Tipe I untuk diolah dan dimasukkan ke­ bank data. Sampai saat sekarang pusat-pusat tersebut digolong­ golongkan dalam tiga tipe. Karena faktor-faktor lingkungan mempengaruhi kekhususan khemik dan fisik dari spesies-spesies tanaman. Hijauan padangan ataupun yang ditanam yang dapat digunakan oleh hewan liar dan hewan ternak adalah sumber alam yang terpenting untuk produksi hasil-hasil ternak. tetapi ada beberapa jalan untuk mengembangkan penggunaannya. pemberian lambang (kode) dan mengolahnya dalam bank data. mengadakan pertukaran data dengan pusat-pusat INFIC yang lain. cara tercapainya dll. bekerja sama dengan laboratorium-laboratorium biologi dalam memperoleh informasi tentang penggunaan bahan makanan dari berbagai spesies binatang. dan mempublikasikan daftar-daftar komposisi bahan makanan dan kebutuhan hewan ternak akan zat­ zat gizi untuk dipergunakan oleh semua negara.Pedoman Dalam Menggunakan Tabel (Daftaor) Komposisi Bahan Makanant Tingkat perkembangan suatu negara sangat bergantung dari laju perkembangan sosial-ekonomi dan sumber-sumber alamnya. untuk menggairahkan aktivitas penelitian dan pengumpulan bahan-bahan makanan di seluruh dunia dibentuklah International Network of Feed Information Centers (INFIC) (Badan Kerjasama Internasional Untuk Pusat Informasi Bahan-Bahan Makanan).

Utah USA. Federal Republic of Germany. Oceania and Southeast Asia: Tie Australian Feeds Information Center. Fisheries and Food. USA. Jerman. Sydney. pertukaran data. Addis Ababa. Latin America: The Instituto Interamericano de Cien­ cias Agricolas. Hohenheim Univer­ sity. Stuttgart. Utah State University. penelitian. DEFINISI-DEFINISI DARI ISTILAH-ISTILAH ILMU GIZI Drfinisi-definis. FeeddiVocabulary" Timur dan Selatan. PEMBERIAN NAMA BAHAN-BAHAN MAKANAN Dengan maksud mengoreksi ketidak tetapan di dalam praktek pemberian nama bahan-bahan makanan. Logan. Miasons-Alfort. dari istilah-istilah ilmu gizi termuat di dalam kamus-kecil 1. Logan. KEANGGOTAAN DIDALAM INFIC INFIC sifatnya terbuka bagi semua organisasi yang berkepentingan dengan informasi bahan makanan. The International Livestock Center for Africa. in coopera­ tion with FAO. Tropical Products Institute Anggota-Anggota Pengamat Centraal Veevoederbureau in Nederland Institut National de la Recherche Agronomnique International Livestock Center for Africa Universiti Pertanian. Federal Republic of Germany. Istilah-istilah tersebut berguna dalam menyeragamkan/menstandarisasi nomenklatur yang dipergunakan dalam memformulasikan ransum ternak. Anggotanya saat sekarang adalah: Pusat-pusat Tipe I Australian Feeds Information Center Dokumentationsstelle der Universitat Hohenheim International Feedstuffs Institute Pusat-pusat Tipe II Agriculture Canada Arab Center for Studies of Arid Zones and Dry Lands College of Fisheries. Costa Rica. San Jose. Hohenheim University. and the Canadian Department of Agriculture. Australia. and the International Feedstuffs Institute. Peniberian nama bahan makanan dan prosedure perekaman datanya telah diterima oleh INFIC. France Europe: The Documentation Center. Malaysia University of Ibadan Verband Deutscher Landwirtschaftlicher Unter- Unational Lanitcater und Feutsch Verba Forschungsanstalten suchungsund Pertanggungan jawab geografis Perwakilan-perwakilan INFIC bertanggungjawab untuk melengkapi informasi bahan makanan dari wllayah­ wilayah berikut: Africa: The Documentation Center. and the L'lnstitut d'Elevage et de Medecine Veterinaire des Pays Tropicaux. Amerika Utara tersebar luas Tengah dan Eropa. suatu sistem internasional dikembangkan di Amerika Serikat. Stuttgart. Aquaculture Division University of Washington Institute d'Elevage et Me'decine Veterinaire des Pays Tropicaux Instituto Interamericano de Ciencias Agricolas Korean Feedstuffs Institute Ministry of Agriculture. dan ini dikenal sebagai Perbenda­ Internasional ("Interharaan-Nama Bahan Makanan telah Sistem ini = IFV). Ethiopia. Ottawa. Utah State University. Setiap pusat INFIC fungsinya tidak tergantung pada pusat yang lain sesuai dengan tersedianya dana. Utah. Sistem ini dimodifikasi dengan mengikut-sertakan beberapa aspek dari sistem yang dikembangkan di Hohenheim. U. Canada. North America: The International Feedstuffs Institute. Sistem ini dirancang untuk memperkecil kesulitan-kcsulitan dalam meng-identifikasi bahan 2 Pengamat Dengan Kedudukan Tidak Restni Food and Agriculture Organization . menyebarluaskan informasi yang diterima dari pusat-pusat Tipe I dan Tipe II (informasi ini diberikan mungkin atas dasar permintaan). dan publikasi.Pusat-pusat Pengamat adalah pusat-pusat penyebar luaskan dan manjalankan tugas-tugas berikut: mengamati fungsi-fungsi dari pusat-pusat yang lain dan membantu dalam pemantapan hubungan dengan laboratoriumlaboratorium dan instansi-instansi yang lain dalam mencukupi (menyediakan) informasi yang langsung diperlukan.K. tenaga.

Asal dari bahan-bahan induk mungkin bermula dari satu diantara tiga tipe: Tanaman-tanaman yang tertentu (barley. PERBENDAHARAAN INTERNASIONAL .) international disulkan oleh Harris (1963) dan larris Mineral-mineral dan obat-obatan.) yang berlainan untuk produk yang sania di tempat yang bereda di dunia. rumput-rumputan. an dengan nama-nama umumnya sampai dengan tiga 3 . lial ini sering nieninibulkan perubahan nilai gizi dari bahan-bahan makanan. Nama seperti tersebut biasanya rama dagang atau nama umum dan tidak niemberikan keterangan yang jelas dan tepat dari bahan makanan tersebut. spesies. dsb. Australia. sebagal. lebih dari 17. nama ini digunakan di Amenrika Utara dan Selatan. Biasanya.NAMA BAHAN MAKANAN Perbendaharaan. Kanada. (1980) untuk menanggulangi ketidak-tetapan dalamn pemberian narna bahan-bahan makanan. Faset 1: Asalmula/Sumber dari Material Induk . dsb. Banyak produk yang digunakan sebagai makanan ternak diubah dalain bentuk lain secara proses mekanis dan/atau kimia. Nania-nama dari bahan makanan yang diperdagangkan diatur oleh pemerintah seperti yang terjadi di Amerika Serikat. Tetapi. domba. Banyak produk sampingan yang berasal dari bahan makanan manusia cocok untuk makanan ternak. Ciri-ciri bahan makanan dibedakan dan dipisahkan dengan mengkhususkan kualitas-kualitas dari bahan-bahan makanan yang dihu­ bung dengan perbedaan-perbedaan nilai gizinya. bahan makanan harus diberi keterang­ Asia Tenggara. Dalam menelaah daftar pustaka.padian. nama umum (jenis. Apabila suatu pedoman tidak dengan baik disiapkan untuk pemberian nama produk-produk tsb. lebih dan 20 penusadsb. perubahan-perubahan ini menaikkan nilai gizi yang mengakibatkan kenaikan efisiensi produksi ternak. sbb. setiap keterangan dan definisi-definisi seperti yang diniodifikasikan oleh dari faset asal terdiri dari: INFIC. dikenal sebagai Perbendaharaan Bahan-Bahan Makanan Internasional (Ilarris et al. (2) Bagian (Part) -diberikan kepada ternak. dan Mpsyarakat Ekonomi Eropa (MEE). unggas. Setiap ciri atau nama internasional dari suatu bahan makanan ditentukan dengan menggunakan pedonian pencirian dari satu satu atau lebih dari keenam faset.) atau bahan makanan.makanan dengan cara memberikan nama yang menciri kepada setiap bahan makanan. Sejalan dengan perkembangan teknologi untuk memproses makanan manusia. legume. seba­ gaimana proses yang dialami. dan Apabila mungkin. et al. Timur Tengah. dsb. ayam. meliputi seluruh keterangan yang dapat diterapkan pada bahan makanan tadi. Nama-nama tersebut nieliputi keterangan tentang proses yang dikerjakan oleh perusahaan/pabrik dan inungkin tanggungan kualitasnya. keraguan akan timbul. kedele.000 bahan Variates atau macam rnakanan telah dinamakan dan diistilahkan. Istilah-istilah Untuk tanaman atau hewan tertentu.) atau tidak tertentu (padi. oats. haan dan "nama umum" diketeinukan dengan namaleudb. tambahan produk-sampingan akan dengan sendirinya nieningkat. (5) Pemotongan .nama Bahan Makanan Internasional dirancang untuk memberi nana setiap bahan makanan setepat dan selengkap mungkin. strain). Dengan menggunakan nornenklatur ini.meliputi nama ilmiah (genus. varietas).: (1) Asal-mula (Origin) . (6) Grade . bangsa atau macam. 1980). dan merekam serta menyimpan (dalam bank-data) keterangan yang berhubungan dengan produk yang digunakan sebagai bahan makanan ternak. Nonien­ klatur Bahan Makanan Internasional menuat peraturan Genus untuk dapat digunakan oleh pemberi niama dalam memSpesies beri istilah atau nania suatu bahan makanan. Pemberian nama bahan makanan dan keterangannya yang lengkap secara internasional. hal ini sangat nienyukarkan kerja pemberian nama yang tepat bagi bahan makanan tsb. dan rumus kimia yang benar. (3) Proses-proses dan Perlakuan-perlakuan mana yang dialami oleh bagian tadi.. Suatu nornenklatur bahan makanan tidak tertentu (hewan darat. dan memberi kepastian bagi standardisasi internasional dalam menentukan bahan makanan. lini menyukarkan identifikasi bahanHlewan-hewan tertentu (sapi. NamaNama umum (Nama kebiasaan).(grade sesuai dengan tanggungan). beberapa bagian Eropa. ikan. (4) Tingkat kedewasaan.(khususnya untuk hijauan).

Contoh dan definisi-definisi adalah: Dedak (Bran) Tongkol (Cob) Perikardium dari biji padi-padian. Faset 2: Bagian (Part) .jagung. Tingkat ketiga harus memuat sifatsifat khusus yang penting lainnya (seperti misalnya strain e. pemurnian. pan/processing daging dan ikan untuk konsumsi manusia. seperti misalnya penga­ wetan.. pemisahan. Cod. Clover merah. daun. Tingkat kedua harus nana khusus (seperti niisalnya.. Dalam kasus ini. Setiap bagian harus dijelaskan dengan tepat disertai keterangan kegunaan yang jelas-jelas dirumuskan.tingkatan. Bagian dalam yang berserat dari buah jagung. biji. banyak produk sampingan tersedia untuk makanan ternak. pengurangan ukuran dan perlakuan­ perlakuan panas. penjelasan-penjelasan dari asal dan bagian harus diikuti dengan keterangan tentang perbedaan metode perlakuan (prosesing). Contoh-contoh suatu klasifikasi dimuat di Tabel 1. atau untuk menaikkan nilai gizinya. dika­ renakan adanya pembagina/pemfraksian yang lebih lanjut dari biji tanaman dan pencampuran kembali dari bagian-bagian menjadi bahan makanan baru setelah diproses. Jadi. 4 . setelah biji-biji jagung diambil. Kete. nama umum yang asli digunakan untuk mengganti nama ilmiah. Bromus scombrus Inermis Lembaga (Germ) Ikan Mackerel Atlantik Sapi Hereford - Brome halus - yang berpati selama penggilingan. Pada waktu yang lainpau.g. beberapa zat gizi yang lain manjadi naik nilai kegunaannya. Daftar susunan tentang keterangan perlakuan dan definisinya dimuat dalarn kamus kecil 3.. pemekatan/peng­ konsentrasian. obat-obatan dan senyawa-senyawa kimia disusun dalam daftar berdasarkan nomenklatur dant CRC (1977). dsb. Contoh nama-nama bahan makanan dengan bagian­ bagiannya dimuat di Tabel 2. clover. tangkai.. sapi.. Pada saat ini. bagian tanaman atau hewan yang dapat dimakan adalah jelas.. Bakal tanaman (embrio) yang ada didalam biji yang biasanya sering dipisahkan dari bagian endosperma TABEL 1 Contoh Nama Bahan Makanan Dengan Asal yang Spesifik dan Asal Tidak Spesifik Asal Spesifik Asal Genus spesles varletas Name Umum tingkat 1 Jenis tlngkat 2 bangsa/macam tingkat 3 strain Bos taurus -- Scomber. seperti misalnya. rangan dari bagian-bagian dan dzf. produk sampingan dari penyia.sinya dimuat kamus kecil 2. Rumus-rumus kimia digambarkan apabila tersedia. Hereford. Juga. - Bahan makanan dengan asal tidak khusus tidak mempunyai nama-nama iliniah. Atlantik). atau tulang. atau sebagai faktor yang tak terawasi yang dapat menurunkan nilai gizi. gamdum musim dingin. sesuatu perlakuan mempen­ garuhi proporsi dant asamn-asam lemak rantai pendek yang diproduksi oleh mikroflora dalam rumen dari sapi perah betina. Contoh dant definisi-definisi adalah: varietas Nama Urnum tlngkat 1 jenis tingkat 2 bangsa/macam tingkat 3 strain Hewan . Asl Tidak. Mineral-mineral. potongan daging. bangsa atau macam) e. Juga. Pembentukan "pellet" menaikkan koitsumsi sedangkan penggilingan mungkin mempengaruhi daya cerna dan pro­ tein dan karbohidrat. Sangatlah penting bagi pemberi makan untuk berhati­ hati terhadap bahan makanan yang mengalami perlakuan baik untuk pengawetan. Sehingga nama umum yang asli dan nama ilmiah menjadi sama (lihat Tabel 1). - Ikan - Rumput .g.g.Diberikan kepada Hewan Ternak Sebagaimana Dialami dalam Proses Faset dari keterangan bahan makanan ini menerangkan bagian dari bahan induk yang dimakan liewan ternak. schingga menurunkan kadar lemak air susu. dsb.. Panas mungkin merusak beberapa zat gizi atau sebaliknya. ikan. Tingkat pertama harus namajenis (genera) e.Spesifik (Nama/lmlah Tidak Terseda) Asal Genus spesies Hewan - Mkan - Rumput ­ - Faset 3: Prosesing dan Perlakuan-Perlakuan Banyak prosesing digunakan dalam penyiapan bahan makanan ternak dan beberapa macam perlakuan mungkin secara nyata mengubah nilai gizi dari bahan-bahan terse­ but.

lemak dihilangkan dengan ca-a dialirkan keluar (di kuras) dan residunya diproses.g. Bagian Dan Proses (Perlakuan) Asal Spes/fik Asal Ge'. tidak disimpan. dengan Asal dan Bagian AsalSpesfik Asal TABEL 3 Contoh Nama Dengan Asal. seperti yang ada protein) di bagian proses hatl perekat bagln almbah dlkering. atau (3) banyaknya biji atau butiran padian sangat besar pengaruhnya terhadap nilai gizi. bijian. Faset 4: Tingkat Kedewasaan (Kematangan) Tingkat kedewasaan adalah faktor yang penting yang mempengaruhi nilai gizi dari hijauan. atau diawetkan. Diekstraksi dengan panas dan tekanan mekanis. Dihidrolisa(Hydrolyzed). diterangkan dengan panjang inasa tumbuh dari tanaman tersebut. ken digiling aerial di-silase sager pecah menjadi bagian/unit yang lebih sederhana dengan reaksi kimia dengan menggunakan molekul air. katalisator. Suatu proses dimana mole­ kul yang kompleks (e. tingkat kedewasaan dijelaskan/ Contoh-contoh narna bahan makanan dengan prosesnya dimuat di Tabel 3. Bilamana tanaman-tanaman berbunga dan gugtir sesuai dengan musimnya. Sisa dari jaringan hewan yang dimasak didalam ketel uap setelah air diuapkan. diperlakukan. Segar(Fresh). (Reaksi mungkin terjadi dengan kehadiran enzime.TABEL 2 Contoh Nama-Nama Bahan Makanan. silase dan beberapa produk hewan ternak. atau dengan panas dan tekanan. Sinonim: expeller extracted.us spesies variates BOS taurus - Scomber Bromus scombrus Inarmis - ­ Genus spesles varletes Bo$ taurus - Scomber' "Bromus scombrus Inermis - Nama Umum tingkat 1 Jenis tingkat 2 bangsa/macam tingkat 3 strain Nama Umum Sapi Hereford - Ikan Mackerel Atlantik Brome halus - tingkat 1 jenis tingkat 2 bangsa/macam tingkat 3 strain bagian proses Sapi Hereford A- Ikan Mackerel Atlentlk utuh direbus ekstraksimekanis dikeringkan Brome halus ­ bagian air susu utuh baglan aerial air susu segar baglan aerial dikeringkan dengan hembusan udara Asel TIdak-Spesifik (Nama Ilmlah Tidak Tersedla) Asal Genus spesies Hewan Ikan Rumput _n _ varietas Nama Umum tingkat 1 Jenis tingkat 2 bangsa/macam tingkat 3 strain bagian - varietasdigiling - Asal Tidak Spes/fik (Name Ilmlh Tidak Tersedla) Hean ­ Ikan - Rumput - Asal Genus _ hati limbah perekat spesies baglan varietas Hewan - Ikan - Rumput ­ ­ aerial Name Umum tingkat 1 jenis tlngkat 2 bangsa/macam tingkat 3 strain Hewan - Ikan - Rumput ­ ­ Rendered-kering(Dry-Rendered). Ekstraksimekanis (Mechanically extracted). atau asam. hydraulically extracted. Baru saja diproduksi. proses kuno. . Ada suatu tingkat kedewasaan optimal dari tanaman-tanaman hijauan dimana lewat batas tersebut (1) komposisi kimia. (2) perbandingan daun dan batang. Dimaksud untuk menghilangkan lernak atau minyak dari biji.

Tingkat kedewasaan dengan definisi-definisi dimuat di kamus kecil 4. maka lana masa tumbuh dari tanaman digunakan sebagai "tingkat kedewasaan". dan palatabilitas. - Ikan . guna mengukur Didaerah subtropika. Genus Bos Scomber spesies varietas Name Umum tingkat 2 bangsa/macam' tingkat 3 strain bagian taurus Bromus scombrus Inermis Herefordi - Mackerel Atlantlk utuh halus - air susu segar bagian aerial proses dikeringkan direbus ekstraksi. Keterangan untuk ptongan didasari pada saat dan cara pemotongan dari pemotongan pertama sampai pemotongan terakhir dalarn satu tahun (pemotongan 2. khususnya bila diairi. dst. Contoh: I sampai 14 hari tumbuh. penghitungan dimulai dari penanaman pertama dari suatu tahun penanaman. selanjutnya harus dipertimbangkan dalam tingkat 2 bangsa/macam tingkat 3 strain bagian proses hati saear limbah perekat . grade-grade ini dan kualitas yang telah ditentukan harus disertakan sebagai keterangan dari bahan makanan tersebut. Proses Dan Tingkat Kedewasaan AsalSpesifik iklim subtropika. pemotongan-pemotongan hijauan seringkali diikuti dengan data tingkat kedewasaan bilarnana dimuat didalam tabel-tabel komposisi bahan makanan.dengan dikeringken digiling ekaki mekanis dengan hemnbusan udara tingkat kedewasean - - mulai berbunga Asal Tldak-Spesifik (Nama Imiah Tidak Tersedle) Asal Genus spesies Hewan - Ikan - Rumput ­ Faset 5: Pemotongan Beberapa tanaman hijauan dipotong dan dipanen beberapa kali dalam satu tahun. Karena kesukaran-kesukaran yang timbul dalam menentukan tingkat kedewasaan dari tanaman-tanaman yang berbunga dengan tidak bergantung musim. "Kurang dari 6 . dsb. Setiap potongan varletas Name Umum tingkat 1 jenls Hewan .Sangat lebih sulit menentukan tingkat-tingkat pertumbuhan dan tanaman-tanaman yang tidak berbunga atau berbunga secara tidak bergantung muslin seperti yang terjadi pada tanaman-tanaman tropika. Dikarenakan tingkat kedewasaan lebih penting daripada waktu pemotongan. Tingkat kedewasaan ini didasarkan atas interval empat belas hari panenan.. - Rumput ­ mempunyai kandungan zat gizi yang kIhusus maupun ciri-ciri fisiknya. Tingkat-tingkat kedewasLan didasarkan atas tingkat pertumbuhan atau pertumbuhan kenbali (regrowth) dan. 15 sampai 18 hari tumbuh. Metode ini menggunakan beberapa citra (visual) karakteristik yang relatif mudah dikenali. lemak. Tanggungan dinyatakan de­ ngan istilah "lebih dan" (minimum) dan "kurang dari" (maksimum) x % protein. dsb. tanaman mungkin dapat dipotong sepanjang tahun. Didaerah tropik dan sub-tropik. biasanya. metode langsung pertumbuhan tanaman telah dikembangkan..dikaring- bagian aerial di-silase ken dialling tingkat kedewasean - batas-batas pemotongan. Perubahanperubahan komposisi kimi.). Contoh nama-nama bahan makanan dengan tingkat kedewasaan dimuat dalam Tabel 4.. Bahan makanan seperti ini dijual berdasarkan kualitasnya dan grade res­ minya. Contoh-Contoh nama bahan makanan dengan pemotongan dimuat di Tabel 5. dewasa Faset 6: Grade Beberapa bahan makanan yang diperdagangkan dan bahan makanan ternak diberi grade resmi berdasarkan komposisi dari kualitas kharakteristiknya. Bagian. sama seperti tanaman-tanaman yang tumbuh didaerah TABEL 4 Contoh Nama-Nama Bahan Makanan Dengan Asal. Jadi.

Pemotongan dan Grade A sal Spesifik Sos taurus - Scomber scombrus - Bromus Inermls - Asal Genus spesles varletas Sos taurus - Scomber scombrus - Bromus inermis - Ikan Mackerel Atlantik utuh direbus ekstraksi.TABEL 5 Contoh Nama-Nama Makanan dengan Asal. Proses.. Tingkat Kedewasaan.. bagian proses hati segar Ikan - .Contoh dari nama bahan makanan dengan gradenya dimuat dalam Tabel 6... Hewan - Asal Tidak Spes/fik (Name Ilmlah Tidak Tersedla) Ikan - Rumput ­ - Asal Genus spesies varietas Name Umum tingkat 1 jenis tingkat 2 bangsa/macam tingkat 3 strain baglan Hewan -- Hewan - Iken - Rumput ­ Rumput ­ Ikan - Rumput ­ ­ limbah perekat dikeringken digiling baglan aerial di-silase hati limbah perekat dikeringken digiling - bagien aerial di-silase proses dewase segar tingkat kedewasaan pemotongan - dipotong 1 tingkat kedewasean pemotongan grade - dewasa dipotong 1 . segar tingkat kedewasean mulal berbunga - tingkat kedewasaan pemotongen grade - - mulai berbunga pemotongen dipotong 3 dipotong 3 protein 65% - Asal TIdak Spesifik (Name Ilmlah Ridak Tersodla) Asal Genus spesies varietes Name Umum tingkat 1 jenis Hewan tingkat 2 bangsa/mecam tingket 3 strain . . . Proses. Tanggungan dan istilah­ istilah kualitas digunakan sebagai keterangan dalam feset ini. Bagian. Tingkat Kedewasaan dan Pemotongan Asal Spesfik Asal Genus spesles varletas Name Umum tingkat 1 jenis tingkat 2 bangse/macam tingkat 3 strain bagian proses Sapi Hereford - TABEL 6 Contoh Nama-Nama Bahan Makan dengan Asal. 7. Contoh. Bagian.. 2% serat kasar" dan "Iebih dari 14% protein" adalah contoh dari grade kualitas.. mekanis dikerngken digiling Brome halus bagian aerial dikeringkan dengan hembusan Waea Name Umum tingkat 1 jenis tingkat 2 bangsaimacam tingkat 3 strain bagian proses Sapi Hereford - air susu segar Iken Mackerel Atlantik utuh direbus ekstraksimekanis dikeringken digiling Rumput halus ­ bagian aerial dikeringkan dengan hembusan udara air susu..

istilah dalam faset dapat ditata. Secara berurutan dinyatakan dengan Nama Bahan Makanan Internasional (NBI).) tetapi tidak silase ikan. beberapa contoh dedak halus yang meng. dan air. dan produk lain dengan lebih dari 10 persen serat kasar dan mangandung lebih dari 35 persen dinding sel. 3 Silase Kelas ini menyebutkan silase hijauan (jagung.buah-buahan.bijian. TABEL 7 Kelas-kelas Bahan Makanan Internasional Kode 1 Penjelasan dari kelas-kelas (persentase atas dasar bahan kering) Hijauankering dan jerami Kelas ini mengikutsertakan semua hijauan dan jerami yang dipotong dan dirawat. Kelas-kelas ini.. stover (bagian aerial tanpa biji dan tanaman jagung atau sorghum). sebagai contohnya. kulit biji polongan.Kelas-Kelas Bahan Makanan Berdasarkan KarakteristikKarakteristik Fisik dan Kimia dan Penggunaannya Bahan-bahan makanan dikelompokan dalam delapan kelas berdasarkan karakteristik fisik dan kimianya dan cara mereka digunakan dalam memformulasikan ransum (Tabel 7).tanamanpadangan. dll. rumput. Setiap faset diberi urutan yang logis. Nomor ter­ sebut merupakan Nomor Bahan Makanan Internasional (The International Feed Number) yang terdiri atas lima angka.jerami. biji-bijian. 1980). 2 Pasture.hiauandiberikan segar 4 Sumberenergi Termasuk kelompok ini adalah bahan. bekatul. 6 7 8 Sumber Mineral Sumber Vitamin (termasuk proses ensilasldart ragi) Additives Kelas ini mengikutsertakan bahan-2 seperti antibiotik.adung serat kasar 18% dan protein lebih dari 20% dikelaskan sebagai bahan makanan sumber energi karena kebiasaan cara penggunaannya. berdasarkan atas kebiasaan penggunaan bahan. Contoh dari penjelasan diatas menunjukkan bahwa nomer maksimum dari faset-faset digunakan untuk nama bahan makanan. limbah penggilingan. dipisahkan dengan koma sehingga istilah. Keterangan Tentang Bahan Makan Internasional (NaraBahan Makanan) Keterangan tentang bahan makanan interansional yang lengkap memuat semua keterangan yang dapat diterapkan kepada bahan makanan tsb. kaang-kacangan. Diskripsi Bahan Makanan Internasional dalam berbagai bahasa dan juga terhadap informasi yang lain tentang bahan makanan yang sama yang akan disebutkan kemudian. fodder (bagian aerial dari tanaman jagung atau sorghum). Sumber Protein Kelas ini mengikutsertakan bahan yang mengan­ dung protein kasar 20 persen atau lebih dant bahan berasal dari hewan (termasuk bahan yang disilase). meskipun mereka silase. sekam. Nomor Bahan Makanan Internasional Semua Diskripsi Bahan Makanan Internasional dicantumkan dalam Kumpulan Daftar Urutan Bahan Makanan (the Feed Description File) (Harris et al. akar-akaran dan umbi-umbian. Termasuk dalam kelompok ini adalah semua hijauan dipotong atau tidak. bahan makanan teisebut.mbian. Contoh dari hijauan kering dan jerami adalah: hay. dan diberikan segar. dengan sadar dibentuk dengan ketidak pastian batas antara kelas yang satu dengan kelas yang lainnya. hormon. Nomor klas bahan makanan yang disebutkan dimuka ditaruh didepan nomor bahan makanan internasional dalam terbitan ini. Contoh digambarkan di Tabel 8. bahan-2 pewarna dan pengharum. dsb. umbiU. Misalnya. Hijauan dan jerami ini rendah kandungan energi-netonya per unit berat biasanya karena tinggi kandungan dinding selnya. Setiap pemasukan yang baru kedalam daftar urutan diberikan suatu nomor penciri. alfalfa. biji.. 8 .bahan dengan protein kasar kurang dari 20 persen dan serat kasar kurang dari 18 persen atau dinding sel kurang dant 35 persen. maupun bungkil.akarakaran. obat-obatan.

Nama-nama internasional dibuat dengan menanggalkan diskripsi-diskripsi yang telah dimengerti (sebagai misal. Sebagai contoh: Nama Indonesia . Tanamen Padangan intermountain - Kelas 2 Rumput ­ Kelas 3 Legume Genus spesles varletas Jenis bangsa/macam strain bagian proses kedewasaan pemotongan Trifollum pretense - Clover merah - Oats - Alfalfa - rumput ­ ­ legume bagian aerial sinar matahari pertumbuhan akhir dipotong 2 bagian aerial sgar mula berbunge - bagian aerial di-silase mula berbunga dipotong 1 - grade Nomor Bahan Makanan 1.digiling dipakai untuk mengganti tepung kasar yang telah dik.. 1 Bahan No. a ina l Feed e cri I Cattle. 2 Bahan No. Sebagai misal.Bos spp.TABEL 8 Contoh dari Penjelasan Bahan Makanan Internasional Bahan No. Untuk mengatasi hal ini dan untuk miembuat agar in­ formasi dalam "Data Bank Dunia" lebih berharga. bagian arcial dalain hijauan segar). Untuk nienghindari kembali akan kekaburan dan terlalu banyaknya istilah yang didalan bahasa sehari-hari. atau dengan diskripsi-diskripsi yang telah umum dipakai dalam perdagangan (seperti contoh. Sapi. 3 Komponen Asal Spesifk Komponen Asal Tidak Spesifik Kelas 1 Kelas 2 Avena sativa - Kelas 3 Medicago sativa - Kelas 1 Genus spesies varietas Jenis bangsa strain bagian proses kedewasaan pemotongan grade Tanaman Padangan intermountain .07-844 Nomor Bahan Makanan Internasional 1-09-176 2-08-431 3-07-796 NAMA-NAMA BAHAN MAKANAN INTERNASIONAL Persyaratan akan sesuatu diskripsi yang tidak kabur dan orientasi pada pemilihan dari bahan makanan sesuai dengan kondisi pengolahan data memakai komputer mengarahkan pada beberapa diskripsi yang kelihatannya kurang umum didalam komunikasi harian. milk. tepung kasar . 2 Bahan No. air susu. 9 . Nama-nama BAHAN MAKANAN INTERNASIONAL dipakai dalam publikasi ini (Harris et al. nama-nania yang dipergunakan dalam tabel komposisi bahan makanan harus memperhatikan istilah yang umum telah mengetahuinya. Nama-nama Negara Identifikasi nama bahan makanan memakai nama-nama umum sering merupakan suatu kesulitan bagi mereka yang berusaha untuk memformulasikan makanan binatang. INFIC telah memformulasikan "NAMA-NAMA BAHAN MAKANAN INTERNASIONAL" yang harus dipergunakan didalam tabel-tabel komposisi bahan makanan. 3 Bahan No. Nama-nama dari seluruh negara-negara akan ditambah­ kan kenama dinaskah (file) sehingga mereka akan men­ jadi diketahui secara umum. 1 Bahan No..01 -395 Internasional bagian aerial sinar matahari ekhir mesa bunga dipotong 1 - bagian aerial segar mula berbunga bagian aerial di-silase - 2-03-287 3. nama bahan makanan yang secara jamak dipakai disuatu negara (atau wilayah) dikodekan dan menjadi "nama-nama yang lain" dalam naskah (file) nama internasional. segar. Oleh karenanya. kombinasi pendiskripsian seperti "AERIAL PART (BAGIAN AERIAL)" ditambah "SUN-CURED (DIKERINGKAN DENGAN SINAR MATAHARI)" berarti hijauan kering dalani istilah sehari-hari. eringkan .telah dihidratasikan . fresh.untuk bahan makanan seperti bahan-bahan berminyak dan alfalfa kering). 1980).

13. 13. dai TDN untuk kuda (Fonnesbeck. DATA Data analitis dinyatakan dalam sistim metrik dan sebagai kandungan bahan kering dalam makanan. tetapi sebelum data energi cukup tersedia. DE (kcal/kg) = GE (kcal/kg) x koefisien cerna GE c.. Tabel 13 memuat data dari kandungan mineral dan vitamin yang terpilih dari bahan-bahan makanan. et al. Juga.09 Energi Termetabolisme (Metabolizable Energy). Perbedaan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti: tanaman.: Rata-rata bahan ekstrak tanpa nitrogen (%)= 100 ­ % abu . Tabel 15 memuat data tentang komposisi dari mineral-mineral suplemen. Oleh karenanya. Swift 1957) *DE (Mcal/kg) = TDN %x 0. suatu daftar nama-nama bahan makanan dalam bahasa Indonesia dengan equivalen nama-nama llmiah dan bahasa Inggris dicantumkan dalam Glossary 5. ada keuntungan penggunaan bahan ekstrak tanpa nitrogen untuk menghi­ tung TDN. 14 dan 15. dari rata-rata energi tercerna dalam kcal/kg atau Mcal/kg b. Sebagai suatu bahan pustaka yang mudah bagi mereka yang tidak biasa dengar nama-nama dalam bahasa lnggris. yang nantinya digunakan untuk menghitung energi tercerna (DE). Data perkiraan yang terhitung diperoleh dari persamaan regressi diberi tanda asterik (*). Amerika Serikat dan Canada diberi tanda ampersand (&). PROSEDUR-PROSEDUR YANG DIGUNAKAN DALAM PENYEDERHANAAN DATA Prosedur-prosedur berikut ini digunakan untuk penghitungan dan penyederhanaan/peringkasan data.% ekstrak eter . dari TDN untuk babi (Crampton et al. dari rata-rata energi termetabolisme dalam kcal/kg atau Mcal/kg 10 .CARA MENCARI NAMA-NAMA BAHAN MAKANAN DALAM BAHASA INDONESIA DIDALAM TABEL KOMPOSISI BAHAN MAKANAN Semua data di-konversi-kan ke 100% bahan kering (bebas air).%protein kasar. Glossary-glossary ini dipergunakan sebagai suatu pustaka untuk mencari nama-nama bahan makanan dalam bahasa Indonesia di Tabel: 12. varietas. Nilai-nilai yang terhitung dar. tanah dan lama penyimpanan.0365 x TDN %+ 0. iklim. dihubunkgan dan jika mungkin mengadakan analisa dari bahan makanan yang tersedia. TDN. et al. 1957.% serat kasar . Tabel 12 memuat data domposisi proksimasi. termetaboliskan dan energi netto.04409 d. Juga suatu daftar nama-nama ilmiah dan umum tercantum dalam Glossary 6.172 e. Nilai-nilai ini diberi tanda dengan asterisk (*). persamian­ persamaan yang digunakan untuk menetukan nilai­ nilai berikut mi diberi tanda dengan asterisk: Energi Tercerna (Digestible Energy) Energi tercerna untuk setiap macam hewan ternak dihitung: TABEL-TABEL KOMPOSISI BAHAN MAKANAN Data tentang komposisi bahan makanan dalam bahasa Indonesia dicantumkan dalam Tabel-tabel: 12. a. dan Fonnesbeck 1968) *DE (Mcal/kg) =0. Nilai-nilai individual untuk setiap zat makanan di­ jumlahkan dan dihitung rata-ratanya. dari TDN untuk sapi dan domba (Crampton. Rata-rata nilai bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) dihitung dengan rata-rata data sbb. Tabel 14 memuat data tentang kandungan asam amino dalam bahan-bahan makanan. Swift 1957) *DE (kcal/kg) = TDN %x 44. 14 dan 15. Data ini diberi tanda plus (+). Energi termetabolisme untuk setiap hewan ternak dihitung: a. protein tercerna. energi tercerna. Bahan ekstrak tanpa nitrogen tidak lagi digunakan sebagai dasar dalam penghitungan ransum (diet). Data yang tersedia di Amerika Scrikat dan Canada akan ditanbahkan bilamana data dari Indonesian tidak tersedia. Analisa dari suatu contoh bahan makanan mungkin berbeda banyak dengan nilai rata-rata yang dicantumkan dalam iabel. 1957. Beberapa nilai (angka) dalam tabel komposisi bahan makanan yang tidak ditentukan dengan percobaan dihitung dengan persamaan-persamaan. 1967. nilai-nilai gizi yang tercantum harus dipergunakan dengan suatu pertimbangan.

550 mikrogram vitamin Apalmitat Beta-karotena (Pro-vitamin A) Ekuivalen (Dasar pada Tikus) I IU vitamin A aktif = 0.: a. dari koefisien cerna sbb.3. Swift 1957) *TDN %= 27.92 .175 ME ME b.: protein tercerna dalam % serat kasar tercerna dalam % bahan ekstrak tanpa Ntercerna dalam % ekstrak eter tercerna dalam % TDN dalam % 11 xI xI xI x 2.82 x DE (Mcal/kg) f. dari rata-rata TDN b. *TDN %dari persamaan regresi di Tabel 9 bila nilai-nilai bahan ekstrak tanpa nitrogen. d.01 DE (Mcal/kg) e. Protein Tercerna (Digestible Protein) g P Protein tercerna dihitung untuk setiap macam hewan sbb.35 x DE (Mcal/kg + 8. 1957.00202 x protein kasar 5) c. TDN untuk kuda dan babi tidak dihitung dari ME h.0.b. dari DE untuk sapi dan domba (Moe dan Tyrrell 1976) *ME (Mcal/kg) = -. dari DE untuk kuda (Fonnesbeck et al.65 x ME (McaI/kg) g.0. TDN untuk babi tidak dihitung dari DE f.344 mikrogram all-trans vitamin A asetat = 0.: ME (Mcal/kg) = 0.006787 4 . nilai-nilai energi neto (NE) untuk beberapa bahan makanan sapi dihitung dengan persamaan-persamaan yang dikembangkan oleh Garrett (1977): 2 NEm (Mcal/kg) = 1.12 + 0. Protein tercerna = %protein x koefisien cerna protein 100 x DE (kcal/kg) Energi Neto (Net Energy) Energi neto untuk sapi digemukkan a.82 x DE (Mcal/kg) c. 45 + 1.300 mikrogram all-trans vitamin A alkohol = 0. dari ME untuk sapi dan domba (Crampton et al. dari rata-rata energi termetabolisme sebenarnya (TME) dalam kcal/kg untuk ayam (Sibblad 1977) c. protein kasar. STANDARD VITAMIN A International standard untuk vitamin A dan karotena: Vitamin A IU = Unit Internasional (International Units) 1 IUvitamin A = 1 USP unit vitamin A = 0. 1967.0 miligram beta-karotena = 1667 IUvitamin A aktif ME didalam persamaan diatas dihitung sbb.6507 ME 3 4 . dar DE untuk babi (Asplund dan Harris 1969) *ME (kcal/kg) = (0.8646 ME + 3 + 0.325 0. dari rata-rata energi neto untuk NEm atau NE b. Fonnesbeck 1968) *TDN % = 20.115 . dan DE untuk kuda *ME (Mcal/kg) = 0.90 Persamaan ini hanya digunakan untuk bahan makanan kelas I e. dan serat kasar tersedia.04409 d. *dengan menggunakan persamaan-persamaan dari Knight dan Harris (1966) (lihat tabel 10).1028 ME + 0. Swift 1957) *TDN % = DE (McaI/kg) 0. ekstrak eter. dari rata-rata koreksi nitrogen energi termetabolisme (MEn) untuk unggas (National Research Council 1966).25 .0.6 mikrogram beta-karotena 1.178 ME .8971 ME + 0. nilai energi neto untuk air susu (NEI) dihitung menggunakan persamaan dari Moe dan Tyrrell (1976) *NE I (Mcal/kg) = 0. dari DE untuk sapi dan domba (Crampton et al 1957.005725 ME 2 NE (Mcal/kg) = 3.0.0245 TDN % Total Nutrient Tercerna (Total Digestible Nutrients) Total nutrient tercerna (TDN) untuk setiap hewan ternak dapat dihitung: a.

045 (EE) (NFE) .464 .6.013 2 2 (CF) + 0.4.1.041 (CF) 5 % TDN-54. konversikan karotena ke vitamin A dalam rasio (imban­ gan) yang sama seperti tikus.011 (EE) 2 (Pr) (NFE) + 0.020 (CF) 2 .189 (CF) + 3.647 (EE) (NFE) - 2 + 0.024 (CF) (NFE) .866 (NFE) + 0.951 (CF) + 0.0.550 3 % "TON 72.686 .173 [NFE) + 1.324 (Pr) -0. Standard internasional vitamin A didasarkan pada kemampuan penggunaan vitamin A dan beta-karotena oleh tikus.611 (N FE) + 0.115 (Pr) + 0.285 (CF) + 15. 37.015 (CF) 2 .464 (CF) + 4.0.003 (EE). gunakan derajad konversi di Tabel 11.0.0008 (EE)2 (Pr) Babi 4 %ITDN 8.937 .0U3 (CF) (EE) (Pr) ­ 0. NFE = 12.598 (EE) + 1.112 (EE)2 (Pr) 3 % OTDN .942 (ES) (Pr) . - 17.950 .704 (EE) -1.0.182 Kuda 1 'TDN * - 52.497 (Pr) .058 (EE) 2 + 0.967 (Pr) -0.018 (EE) (N FE) + 0.2.114 (EE) (NFE) . Pr Ekstrak Eter. .002 (CF) 2 -0.027 (CF) 2 + 0.0.085 (EE) (Pr) + 0. 8 Dalam 2 (Pr) Protein.315 (Pr) + 0.338 (Pr) + 0.215 (EE) (NFE) 0.675 (CF) .0.726 .820 0.0.009 2 (CF) (NFE) .0.338 (CF) .851 (NFE) .) .021 (CF) (NFE) + 0.039 (EE) 2 2 % *TDN .33.0. TABEL 9 Memperkirakan Total Digestibel Nutrient (TDN)a Domba Macam Hewan Sapi Persamaan.042 (Pr) + 0.008 (CF) (NFE} -0.553 + 1.602 (NFE) + 1.096 (EE) (NFE) .371 (Pr) + 0.022 (EE)2 (Pr) 2 %*TDN - -26.423 (NFE) + 0.792 -4.(Pr) 2 0.081 (EE) (NFE) + 0.119 (EE) (NFE) + 0.0.769 (CF) .564 (EE) + 0.087 (SE) (NFE) .440 (CF) . (Pr) .687 (EE) (NFE) + 0.028 (CF) 2 .0.0.193 (EE) (Pr) + 0.302 (EE) (Pr) -0.044 - (EFI (Pr) + 0.1.133 (EE) 0.638 (EE) + 3.012 (CF) (NFE) + 2.723 (NFE) + 1.032 (EE)2 .018 (CF) (NFE) + 0.1.384 (EE) 2 (Pi.886 (EE) + 0.0. EE Bahan ekstrak tanpa nitrogen.086 (CF) (NFE) + 0.243 (EE) + 0. diambil darl Serat Kasar.051 (EE)2 (Pr) (CF)2 -0.046 4 % *TDN- 22.685 + 1.0.0.347 (Pr) + 0.0005 (CF) 2 + 0.254 (CF) + 19.760 (EE) 2 .078 (EE) 2 + 0.100r (EE) (Pr) - 0.202.207 (EE) (NFE) + 0.106 (EE) persamaanpersamaan CF Harris et al (1972).334 (CF) + 6.863 (Pr) + 0.3. -54.036 (CF) (NFE) + .0.784 (NFE) + 2.020 (EE) 2 (Pr) (CF) 2 + 0.590 (Pr) -0.083 (EE) + 1.023 (E5)2 + 0.762 (NFE) + 1.122 (EE) 2 + 0.875 (EE) + 0.046 (EE)2 (Pr) 5 % *TDN - + 1.persamaan Regresi Untuk 1 % 'TDN .035 133.822 .010 (EE) -0.0.476 + 0.593 (EE) + 2.1.018 (CF) .0.280 (EE) + 1.074 (EE) 2 (Pr) 4 %*TON.073 (EE) (NFE) + 0.341 (EE) 2 .1.Untuk mengkonversikan gram atau miligram dari beta-karotena ke IU vitamin A dibagi dengan berturutturut 0.0006.0.0.017 + 1.006 (CF) (NFE) + 0.003 (NFE) + 2.038 Klas Bahan 1 Persamaan % 'TDN 92.945 (EE) - (EE) (Pr) + 0.039 (CF) (NFE) + 0.004 (EE) 2 (Pr) (SE) (Pr) -0.146 (EE) (Pr) + 0.055 (EE) (NFE) .601 (EE) (EE) (Pr) -0.031 (CF) 2 + 0. disarankan untuk meng.943 + 4.357 (CF) + 2. Karena beberapa species hewan tidak meng.0000006 atau 0.655 (NFE) + 0.670 (EE) 2 .0.049 (CF) 2 + 3.572 + 6.152 (EE) (Pr) + 0.008 (CF) (NFE) + 0.51.

933 X ­ 3.3.0.1.0 100.400 1 = 400 .43 Domba Domba Domba 2 3 4 Y = 0.932 X -3. 30.0 24.2.556 1 .76 Y = 0.77 .908 X ­ 3.850 X ­ 2.0.0 24.3.2.77 Y .77 Y = 0.2.3.76 4 1& 2 3 4 1& 2 1 Kuda Kuda Kuda Kelinci Domba Y .908 X .0.7 Kucing Mink Orang Tidak menggunakan karotena Tidak menggunakan karotena 1 .0.0.833 1 1667 1278 20.333 1 =1667 1 .897 X .0 24.01 Y .0.908 X .0 50.866 X ­ 3.06 ­ 0.722 X .98 Y .33 a Diambil darl Beeson (1965) 13 .77 Y-. 0.556 3.2.3.76 TABEL 11 Konversi dan beta-karotena ke vitamin A untuk beberapa speciesa IUvitamin A aktif (dihitung dari karontea) (%) 100.0 100.0.916 X .0 .0.33 Y .11 ­ 0.918 X ­ 3.91 X .44 Y .0 16.908 X .TABEL 10 Persamaan-persamaan yang digunakan untuk memperkirakan Protein Tercerna (Y) dari Protein (X) untuk lima macam hewan dan empat kelas bahan makanana Macam Hewan Sapi Sapi Sapi Sap[ Kambing Kambing Kambing Kelas Bahan 1 2 3 4 1& 2 3 Persamaan-persamaan Regresi Y Y Y Y .47 Y .0.0 33.916 X .0.849 X .500 1 = 500 Babi Kuda Tumbuh 30.3 Bunting Unggas Anjing Tikus Musang 1 .i Spesies Standard Sapi potong Sapi perah Domba Konversi dari mg betakarotena ke IU vitamin A (mg = IU) 1 = 1667 1 = 400 1 .

L. Meetings 17:283. 95616. Harris.. 1977. Logan. By Association of American Feed Control Officials. Relative potencies of vitamin A and carotene for animals. N. 1963. Animal Sci. Exp. Printing and Publishing Office. national Feedstuffs Institute. Calif. 2102 Constitution Avenue. Proc. (Edited by P. Animal Sci. Animal Sci. 16:541-545. International Network of Feed Informa­ tion Centers. G. Lloyd and V. 1977. 1957. Animal Science Department. Fonnesbeck. P. Symons. E. G. J.Daftar Pustaka AAFCO. 14 .. L. 1968. Logan. Harris.. L. 56:380-82.. Haendler. Animal Sci. Sibbald. Bul. P. Garrett. 16:753-56. Digestible protein estimation for NRC feed composition tables. R.. 1411. Harris. Harris. 479. 1976. Animal Sci. Knight. The true metabolizable energy values of some feedingstuffs. L. E. et al. USA 84322. Symposium on Feeds and Meat Terminology: Ill. L. P. W. Animal Sci. Sta. energy terminology. and L. Fonnesbeck. International Network of Feed Information Centers. Swift.. W. J. R. National Research Council. M. 24:924. J. Exp. W. E. J. Handbook of Biochemistry selected data for Molecular Biology. Official Publication. E. and Computerization of Diets. D. Utah Agric. Utah State University. International feed databank system. 1969. Fcnnesbeck. Soc. Inc. Animal Nutrient Require­ ments. 1967. V. 1980. An international feed nomenclature and methods for summarizing and using feed data to calculate diets. and the use of such information in calculating diets. E. Rechaussat. Association of American Feed Control Officials Incorporated. Harris. Biological inter­ relationships and glossary of energy terms (prepared by Lorin E. L. 20418. Crampton. Riviere. Logan. Vander Noot and L. 1968. E. an introduction into the system with instructions for describing feeds and re­ cording data. J. Use of regression equations in predicting availability of energy and protein. C. Harris. Arlin D. V. The Chemical Rubber Company. C. 26:1039. first revised ed p. Washington. R. W. Available from Inter. W. Harris. Metabolizable energy values for nutrient requirements for swine. Beeson. I. D. A system for naming and describing feeds. 35:658.C. M. Sta. L. E. Utah 84322. Feedstuffs 41(14):38-39. Kearl) Utah Agr. copyright 1978. Harris) Pub. 1977. W. V. INFIC. F. Tyrrell. The caloric value of TDN. The calorie value of TDN. University of California. Asplund. Poultry Sci. J. J. Digestibility of the proxi­ mate nutrients of forages by horses. E. K. Publication 1. L. Fonnesbeck. Utah. Animal Sci. 1978. Western Sec. Utah State University. 1957. Davis. CRC Publications. Fed. Digestion of soluble and fibrous carbohydrate of forage by horses. Publication 2. 1965. 1978. Utah 84322. and Lorin E. J. Unpublished data. and II.. Moe. Utah State Univer­ sity. 17:1336. V. National Academy of Sciences. R. Estimating metaboli­ zable and net energy of feeds.. 1966. 1972. MacKay. 1-35. 22:535. and L. 1966. H. Lydman. First International Sym­ posium Feed Composition. Kearl and P. Prepared on behalf of INFIC by the International Feedstuffs Institute. Amer.

the International Network of Feed Informa­ tion Centers (INFIC) was organized (INFIC 1978).economic development of its resources. Broadly speaking. terribly mismanaged. WORLD PROGRAM composition and animal nutrient requirement tables for use by all countries. animal nutrition work has to take into account the conditions prevailing in a given region or even a more localized area. The natural and cultivated forage that can be utilized by wild and domestic livestock is a most important source for the production of animal products. 0 Cooperate with biological laboratories in acquiring information on the utilization of feeds by various species of animals. 15 . to promote the activities of feed acquisition and documentation on a world-wide basis.). Primary attention must be given to achieving efficient use of these forages. • Check and validate data. summarize. Type II. Type I centers are processing centers. Because environmental factors affect the chemical and physical properties of plant species. however. These centers perform the following functions: Cooperate with analytical laboratories in the exchange of information and chemical data concerning nutrient values of feed. 0 Exchange data with other INFIC centers. therefore. is tile lack of information. 0 Cooperate with biological laboratories in acquiring information on the utilization of feeds by various species of animals. Currently there are three types of centers. Forages and crop by-products from the agro-industrial sector. The utilization and productive value of feeds in terms of their economic value and the nutritional requirements of animals must be precisely known be­ fore optimum livestock and poultry diets can be formulated. and Observer.GuideFor Use of Tables of Feed Composition The degree of development within a country largely depends upon the extent and socio. Although relatively little can be done to increase natural resources. INTERNATIONAL NETWORK OF FEED INFORMATION CENTERS INFIC Centers are classified according to the internal organization and the services they perform. the Food and Agriculture Organization of the Uited Nations (FAO) requested that representatives from countries engaged in collecting feed composition and animal biological data meet and discuss the possibility of establishing a world organization to collect. Type I. form the major source of animal feeds and these require individualized analyses. there are innumerable ways to improve their utilization. 0 Output data in forms applicable to user demands (feed tables. but this resource is. Tile critical need of food for the human popula­ tion precludes the use of all materials suitable for this purpose in the diets of farm animals. these resources are the human population and the land. The major problem in present feed evaluation. etc. on-line acquisition. In 1972. INFIC is an affiliation of documentation centers interested in promoting the welfare of animal ag­ riculture by providing animal nutritionists evert­ where with a systematized databank of the most up-to-date information on chemical and biological values of feeds. These factors point to the urgent need for generating data through applied nutrition research in all countries. too often. * Code and process data into the databank. Type II centers are collection and dissemination centers. They perform the following functions: Recognizing the need for a world-wide program concerned with the collection and dissemination of feed information. and publish feed 0 Cooperate with analytical laboratories in the exchange of information and chemical data concerning nutritive values of feed.

Disseminate information received from Type I or Type MEMBERSHIP IN INFIC INFIC is open to all organizations concerned with feed information. an international system was developed in the United States. Federal Republic of Germany. Hohenheim University. Germany and is known as the "Inter­ national Feed Vocabulary" (IFV). Observer centers are dissemination centers and per. personnel. the Middle East and Europe. Addis Ababa. Europe: The Documentation Center. Oceania and Southeast Asia: The Australian Feeds Information Center. and the Jnternational Feedstuffs Institute. The system has been designed to minimize feed indentification difficulties by * Forward data to a Type I center for processing and entry into the databank. Stuttgart. Current membership is: Type ICenters Australian Feeds Information Center Dokumentationsstelle der Universitat Hohenheim International Feedstuffs Institute Type 1i Centers Agriculture Canada Arab Center for Studies of Arid Zones and Dry Lands College of I 'sheries. U." Check and validate data. Fisheries and Food. Ottawa. Latin America: The Instituto Interamericano de Ciencias Agricolas. Sydney. Ethiopia. This system was modified by in­ clusion of some aspects of a system developed at Hohenheim. Miasons-Alfort. Utah. and the Canadian Department of Agriculture. Utah State University. Tropical Products Institute Observer Members Centraal Veevoederbureau in Nederland Institut National de la Recherche Agronomique International Livestock Center for Africa Universiti Pertanian. in cooperation with FAO. This system is in widespread use in North and South America. Geographic Responsibilities INFIC representatives are responsible for acquiring NIrersnaiearrspsbefoaquig feed information from the following geographical areas: Africa: The Documentation Center. research and publication. RATIONALE FOR NAMING FEEDS As a means of correcting the numerous inconsis­ tencies practiced by those workers who are naming feeds. " Disseminate information received from Type I centers (this information may be by request). Utah State University. Malaysia University of Ibadan Verband Deutscher Landwirtschaftlicher Untersuchungsund Forschungsanstalten Unofficial Observing Status Food and Agriculture Organization II centers (information may be by request).Institut d'Elevage et de Medecine Veterinaire des Pays Tropicaux. The International Live­ stock Center for Africa. North America: The International Feedstuffs Institute. Stuttgart. Australia. Utah. France. Federal Republic of Germany. data exchange. Logan. Logan. and the L. Aquaculture Division University of Washington Institute d'Elevage et Me'decine Veteraire des Pays Tropicaux Instituto Interamericano de Ciencias Agricolas Korean Feedstuffs Institute Ministr of Agriculture. USA. 16 . Hohenheim University.K. USA. Costa Rica. Each INFIC center functions in­ dependently with regard to financing. These terms are useful in standardizing the nomenclature used in formulating diets for animals. These feed naming and data recording procedures have been adopted by INFIC. form the following functions: " Observe the functions of other centers and assist in establishing contact with laboratories and other institutions providing pertinant information. San Jose. DEFINITIONS OF MISCELLANEOUS NUTRITION TERMS Definitions of miscellaneous nutrition terms are given in Glossary 1. Canada.

assigning a descriptive name to each feed. and do not describe the feed accurately. Such names. In reviewing the literature.(official grades with guarantees) o aodecriptrsdaplicaleot thatfeed Facet 1: Origin The origin of parent materials may be one of three types: Plants which are specific (barley. Generally. (1980) to overcome inconsistencies in naming feeds. The International Feed Vocabulary isdesigned to give a comprehensive name to each feed as concisely as possible. fish. are usually common or trade names. 1980). species. Atlantic).000 feeds have been described. strain). The terms and definitions as modified by the International Network of Feed Information Centers. variety). Australia. Hence the com­ mon origin and the scientific name become the same (see Table 1).) Animals which are specific (cattle. complicates the task of precisely naming these materials.g. cod.g. This often results in an alteration in the nutritive value of feeds. Feed descriptions are selected to specify qualities among feeds that relate to differences in nutritive value. etc. soybean. more than 20 percent of the "common names" were found to be different names (synonyms) for the same product from different areas of the world. The names of many commercial feeds are controlled by governnient regulation in the USA. etc. Examples of such classifications are given in Table 1. Cattle. This. An international feed nomenclature was proposed by Harris (1963) and Harris et al. each descriptor of the facet origin iscomposed of: scientific name (Latin) genus species variety or kind common name When possible.fed to animals as affected by process(es) (3) Process(es) and Treatment(s) . Feeds with a non-specific origin do not have a scientific name. etc. however. however. These names include a description of processes used in their manufacture and may include guarantees of quality. For specific plants and animals. etc. etc.) or non-specific (cereal. over 12. etc. (2) Part . confusion will reign. parts of Europe. Maize.to which the part has been subjected (4) Stage of Maturity Many of the by-products arising from the preparation of human food are suitable for animal feeds. Using this nomenclature. Many products used in animal feeding are changed by subjecting them to some form of mechanical and/or chemical process. This complicates the identification of feeds. As new technology develops for processing human foods. red (clover). the common origin substitutes for the scientific name. feeds should be described by their common names up to three levels. Fish.g. The International Feed Nomenclature is comprised of regulations for the use of descriptors terms when coining a feed name. Winter (wheat). Hereford. The second level should be more specific (such as breed or kind) e. tile Middle East.) Minerals and drugs. common name (generic. The first level should be the generic name e. legumes. is known as the international feed vocabulary (Harris et al. and it offers the potential for international standardization in describing feeds and the recording and storage (in databanks) of information pertaining to products used as animal feeds. These are: (i) Origin. grass. breed or kind. these changes increase the nutritive value resulting in increased efficiency of animal production. and chemical formula as appropriate. In this case. These names are being used in North and South America. poultry.) or non-specific (animal. and Southeast Asia. sheep. Canada and the European Economic Communities (EEC). The third level should list other important characteristics (such as strain e. oats. Clover. consisting of scientific name (genus. INTERNATIONAL FEED VOCABULARY name) is coined by using descriptors from one or more of six facets. 17 . Each international feed description (feed (6) Grade . Unless well-defined guidelines are established for naming these products. additional by-products are constantly being introduced. chicken.

The chemical formulas are designated where applicable. Each part has to be described precisely by a descriptor the use of which is clearly defined. there are those by-products from the preparation of meat and fish for human consumption. drugs and chemicals are listed according to the nomenclature of CRC (1977). rspecies Common Name level 1 Generic level 2 breed or kind level3stasa. .n- Common Name Animal - Fish - Grass level 1 Generic level 2 Genedrin Animal ­ - Fish ­ Grass level2 breed or kind level 3 strain part liver glue aerial part by-product 18 . .ses Fish Grass Origin Genus . Examples of feed names with parts are given in Table 2.. due to the extensive fractionation of plant The fibrous inner portion of the ear of corn from which the kernels have been re­ moved.Fed to Animals as Affected by Process(es) Cob This facet of the feed description represents the actual part of the parent material fed.i . Germ The embryo found in seeds and frequently separated from the starchy seeds and the reconstitution of many of the parts into new processed foods. seeds. Examples of definitions are: Bran The pericarp of cereal grains. meat trimmings. stems. Animal - Fish ­ Grass .variety. Today. Also.Origin and Non-specific Origin SpecificOrigin Origin Genus species variety TABLE 2 Example Feed Names with Origin and Part Specific Origin Origin Bos taurus - Scomber Bromus scombrus inermis - Genus species variety Common Name BoS taurus - Scomber Bromus scombrus Inermis - Common Name level 1 Generic level 2 breed or kind level 3 strain Cattle Hereford - Fish Mackerel Atlantic Brome smooth - level 1 Generic level 2 breed or kind level 3 strain part Cattle Hereford - Fish Mackerel Atlantic whole Brome smooth - milk aerial part Non-specificOrigin (Scientific Names Not Applicable) Non-specificOrigin (ScientificNames Not Applicable) Origin Genus species variety Animal . Facet 2: Part . In the past. or bones. TABLE I Example Feed Names with Specific.Minerals. many by-products are endosperm during milling..i' . available for animal feeding. Part descriptors and their definitions are given in Glossary 2.. the edible parts of plants and animals were obvious such as leaves.

then. those in proteins) are split into simpler units by chemical reaction with water molecules. etc. not stored. must be considered within the limits of cutting. Each cutting has a unique nutrient content as well as characteristic physical properties. or by heat and pressure. therefore. Exetc. or (3) the portion of seeds or grain greatly influences the nutritive value. or as uncontrollable Changes in chemical composition and palatibility. intermittantly as isoften the case for tropical plants. growth. Pelleting increases consumption while grinding may affect digestibility of protein and carbohydrates. Examples of definitions are: growth. catalyst. uchas re-associated with identifying stages of maturity in he iffren ing mehod ing the different methods of processing. Mechanicalextracted Extracted by heat and mechanical pressure. of these may significantly alter their nutritional Heat may damage some alte thir vlue. the actual length servation processes. thus decreasing the concen­ tration of fat in the milk. Dry-Rendered Residues of animal tissues cooked in open steam-jacketed vessels until the water has evaporated. tently.).g. Also. or preserved. are similar to those plants grown in temper­ factrs ntriivevale. Examples of feed names with processes are given in Table 3. of time the plant has been growing is used as the and thermal treatments. Synonyms: expeller extracted. or to improve nutritive value. due to the difficulty ithnientifying sa e o turity a te and part descriptors are followed by those distinguishof rocssig. hatredce Tereore orginature environments. It is more difficult to distinguish various stages of o g t in mane plt th donot blom or It is important. or acid. Stages of maturity with definitions are listed in Glossary 4. that a feeder be aware of the bloom or bloom not do that plants many in growth whether processes to which a feed has been subjected intended for preservation.Facet 3: Process(es) and Treatments Facet 4: Stage of Maturity Many processes are used in the preparation of animal feeds and somevalue. (2) the ratio of leaf to stem. concentration. There isan optimal stage of maima s n which opima tae chem­ of maturity for rodte forage crops beyond (I) the ical composition. The description for cutting refers to the sequence of cutting from the first to the last during a year (cut I.Hea utriionl ma damge omesome nutrients and conversely. This method utilizes various visual characteristics that are relatively easy to distinguish. are given in Glossary 3. infau­ and animal products. a straight forward method of measuring plant growth has been established. (The reaction may be produced by an enzyme. 19 . it may make other nutrients more available. Hydrolyzed Subjected to hydrolysis. factors that reduce nutritive value. Therefore. Facet 5: Cutting Many forage crops are cut and harvested several times during a year. such as pre- plants that bloom intermittantly. old process. origin however. Th~erefore. a process by which complex molecules (e.cut 2. such treatments alter the proportions of the lower fatty acids produced by rumen microflora of lactating cows. reducing particle size. "stage of maturity". fat removed by draining and processing the solid residue. hydraulically extracted. separating. factor silages.) In temperate zones. the stage of maturity is described by the length of time the plant has been growing. purification. Refers to removal of fat or oil from the seeds. When plants bloom intermit. Fresh Recently produced or gathered. These stages of maturity have been set on a It14dygowh15o28as The list of process descriptors and definitionsaipear fourteen-day harvesting interval. The maturity terms refer to stage of growth or of regrowth and. Stage ofnutritive maturityvalue is an of important encing the forages. Examples of feed names with stage of maturity are given in Table 4.etc. cured.

particularly if they are irrigated. The time to start counting cuttings for non-irrigated forages would be at the beginning of times combined with the stage of maturity when data are summarized for feed composition tables.­ ­ Grass level 1 Generic level 2 breed or kind level 3 strain Fish - Grass.. Part. and Process Specific Origin Origin Genus species. Non.pecific Origin (Scientific Names Not Applicable) Fish - Grass Origin - Genus species Animal - Animal ..... crops may be Since stage of maturity is more important than cutting date. the first rainy season.TABLE 3 Example Feed Names with Origin. the count should start from the first crop of the year. Examples of feed names with cuttings are given in Table 5. Process and Stage of Maturity Specific Origin Origin Genus species variety Common Name Scomber scombrus - Scomber taurus - Bromus inermis . Part. Common Name level 1 Generic level 2 breed or kind level 3 strain Cattle Hereford - Fish Mackerel Atlantic Brome smooth ­ 1 Generic level level 2 breed or kind level 3 strain part Cattle Hereford - Fish Mackerel Atlantic whole Brome smooth ­ milk fresh aerial part part process milk fresh whole aerial part process fan boiled mechanical air extracted dried dehydrated ground early boiled fan mechanical air extracted dried dehydrated ground stage of maturity -. variety TABLE 4 Example Feed Names with Origin.specific Origin (Scentific Names NoP Applicable) Origin Genus . - Fish . : - - Origin Animal - Non. For irrigated forages. ­ variety Common Name level 1 Generic level 2 breed or kind' level 3 strain part Animal liver Fish - Grass ­ part process liver fresh aerial part glue by-product dehydrated ensiled ground glue by-product aerial part process stage of maturity fresh dehydrated ensiled ground mature In tropical and subtropical areas. variety Common Name bloom . species . the various cuts for forages are some­ cut throughout the year. . Bos taurus - Bromus Inermis ­ scombrus - . 20 ..

21 . The examples. Stage of Maturity and Cutting Specific Origin Origin Genus species variety Common Name Bos taurus - Scomber scombrus - Bromus inermis - quality designations must be included as a definitive descriptor in the description i. part process stage of maturity liver fresh glue by-product part ground - aerial dehydrated ensiled mature cutting - -cut 1 International Feed Description (Feed Name) A complete international feed description consists of all descriptors applicable to that feed. etc. some bran samples may contain over 18 percent fiber and more than 20 percent protein and yet they are classed as energy feeds because they are commonly used in this way. For instance.. illustrate that the maximum number of facets are used to name a feed. The guarantee and quality terms are used as descriptors in this facet. This is illustrated by examples in Table 8. Process. 1980). are arbitrary and in borderline cases the feed is assigned to a class ac­ cording to its most common use. Each new entry in this file is assigned a current number for its identification. Part. Such feeds are sold on a quality description basis in accordance with their official gradings. Examples of feed names with grdde are given in Table 6. referred to above. It is numerically Facet 6: Grade Some commercial feeds and feed ingredients are given official grades on the basis of their composition and other quality characteristics. fresh boiled dehydrated ground mechanical air extracted dried stage of Maturity cutting - -early bloom - cut 3 Non-specificOrigin (ScientificNames Not Applicable) Origin Genus species variety Common Name level I Generic level 2 breed or kind level 3 strain--- International Feed Number Animal _ . Each facet is given in a logical sequence separated by commas so the facet terms may be recognized. This is the "International Feed Number" which consists of five digits. these grades and identified by the International Feed Number (IFN).f the feed. The feed class number previously mentioned is put in front of the international feed number in publications. by necessity. Fish _ Grass _ - Animal - Fish -- Grass All International Feed Descriptions are listed in the Feed Description File (Harris et al.. level 2 breed or kind Atlantic whole aerial part fan milk the way they are used in formulating diets (Table 7). The international feed number is the link between the International Feed Description in different languages and also to other information concerning the same feed which will be mentioned later. "Less than 2% fiber" and "more than 14% protein" are examples of quality grades.TABLE 5 Example Feed Names with Origin. Classes of Feeds by Physical and Chemical Cattle Hereford - level 1 Generic level 3 strain part process Fish Mackerel Brome smooth Characteristics and Usage Feeds are grouped into eight classes on the basis of their physical and chemical characteristics and These classes. Guarantees are expressed in terms of "more than" (min­ imum) and "less than" (maximum) %of protein. Thus. fat.

. Process. INFIC has formulated "International Feed Names" which should be used in feed composition tables. Part. diets. International names are coined by leaving out "understood" descriptors (for example. air susu.Bos spp. fresh. Cattle. names used in feed composition tables must consider using terminology taurus - scombrus Inermis Common Name level 1 Generic level 2 breed or kind level 3 strain part Cattle Hereford - Fish Mackerel Atlantic whole Brome smooth aerial part that is well understood. English ___common names with Scientific names are given in 22 . Sapi. 1980). Country Names Feed name identification using common names is often very difficult for those engaged in formulating animal protein Non-specific Origin (ScientificNames NotApplicable) Origin Genus Animal - Fish . Stage of Maturity. To overcome this and to make the information in the "World Databank" more meaningful. stage of maturity cutting - - mature cut 1 grade - - -- LOCATING INDONESIAN FEED NAMES IN THE TABLES OF FEED COMPOSITION As an easy reference for those not familiar with the Scientific names. aerial part in fresh forages). segar. milk. the names that the feed isknown by in each country (or region) are cod­ ed and become "other names" in the international name file. or by using descriptors common to commerce (for example. For example: Animal - Fish - Grass - level 2 breed or kind level 3 strain Nama Indonesia .. Grass - species variety Common Name level 1 Generic . __Cuttingand__Grade INTERNATIONAL FEED NAMES The requirements for an unambiguous and selection­ oriented description of feeds under the conditions of computer processing lead to some descriptions that look Origin Genus species variety aos Scomber - Bromus - very unusual in ordinary communication. To avoid a return to unambigu­ ousness and multiplicity of terms in common languages. Therefore.'sh glue aerial part by-product dehydrated ensiled Lround - International Feed Description - Bos spp. . Cutting and Grade Process. meal is used in place of dehydrated ground for feeds such as the oil meals and deiiydrated alfalfa). the combination of descriptors like "AERIAL PART" plus "SUN-CURED" stands for what in common language is usually called "hay".__Stage Specific Origin __ofMaturity. milk process fresh boiled fan mechanical air extracted dried dehydrated ground stage of maturity - a early bloom cutting grade cuttig : - -cut 65% c(Harris 3 International Feed Names are used in this publication et al. . Names from all countries will be added to the name file as they become known.TABLE 6 Example Feed Names with Origin. For instance. part process liver i. a list of Indonesian common names with Scientific names appears in Glossary 5.

gluten.TABLE 7 Code International Feed Classes Class description (percentages are on a dry matter basis) 3 Silages This class includes only ensiled forages (corn. medicants and water. mill by-products. Examples of dry forages and roughqges are: hay 5 straw fodder (aerial part from the maize plant or sorghum plant) stover (aerial part without ears without husks or aerial part without heads from the maize plant or sorghum plant) 6 hulls pods 7 Energy feeds Included in this group are products with less than 20 percent protein and less than 18 per­ cent crude fiber or less than 35 percent cell wall. 1 No. roots. nuts. as. roots. for example: grain. and forages fed green Included in this group are all forage feeds either not cut (including feeds cured on the stem) or cut and fed fresh. flavors. and tubers. 2 Pasture. even if they are ensiled. I Dry foragesand roughages 4 This class includes all forages and roughages cut and cured and other products with more than 18 percent crude fiber or containing more than 35 percent cell wall. grass. 2 Class 2 Grass ­ No. etc. Mineralsupplements Vitamin supplements(including ensiledyeast) Additives This class includes feed supplements such as antibiotics. 3 No.). hor­ mones. tubers.rangeplants. Protein supplements This class includes products which contain 20 percent or more of protein from animal origin (including ensiled products) as well as oil meals. Forages and roughages are low in net energy per unit weight usually because of the high cell wall content. coloring materials. but not ehsiled fish. 3 Class 3 Legume Specific Origin Class 1 Genus species variety Class 2 Avena sativa - Class 3 Medicago Genus species variety Meadow plants - Trifolium pretense - Intermountain sativa - Generic breed or kind strain part process maturity cutting grade- Meadow plants Grass ­ Legume Generic breed or kind strain part process maturity cutting grade Clover red - Oats - ­ - Alfalfa aerial part ensiled early bloom Intermounta n - - ­ aerial part sun-cured late vegetative aerial part fresh early bloom - aerial part sun-cured late bloom aerial part fresh early bloom - aerial part ensiled ­ ­ cut 2 - cut 1 cut 1 - - International feed number (IFN) 1-01-395 2-03-287 3-07-844 International feed number (IFN) 1-09-176 2-08-431 3-07-796 23 . 2 No. alfalfa. fruit. 8 TABLE 8 Examples of International Feed Descriptions Components Feed Feed Feed Components Feed Feed Feed No. etc. 1 Non-specificOrigin Class 1 No. grain.

soil. climate. These data are marked with a plus (+). Table 14 contains data on the amino acid content o€ feeds.% crude protein.172 e. the equations used to determine these values are marked with an asterisk in the follow. Swift. Calculated United States and Canadian values are marked with an ampersand (&).45 + 1. from TDN for swine (Crampton. and 15. from TDN for horses (Fonnesbeck. digestible. 13. DATA Analytical data are expressed in the metric system and are on an as fed and dry basis. These glossaries are to be used as a reference for locating Indonesian and English feed names in Tables 12. Table 13 contains data on selected mineral and vitamin content of feeds. 1968). 1957) *DE (Mcal/kg) = TDN% x 0. Estimated data calculated from regression equations are marked with an asterisk (*). 1966) Nitrogen-free extract isno longer used as an entity in calculating diets. in turn. Also. et al. are totalled and Individual values for each nutrient means calculated.01 DE (Mcai/kg) . *DE (Mcal/kg) = 0. These values are marked with an asterisk (*). Table 15 contains data on composition of mineral supplements. The mean nitrogen-free extract is calculated with mean data as: mean nitrogen-free extract (%) = 100 . 1957. All data ire converted to a 100% dry matter basis (moisture free). from the average metabolizable energy in kcal/kg or Mcal/kg b. Individual feed analyses for a given feed sample may vary widely from averages in the table. 14. and 15.%ether extract . from the average true metabolizable energy (TME) in kcal/kg for chickens (Sibblad. there is some advantage in having 2d d. from DE for cattle and sheep (Moe and Tyrrell. *DE (kcal/kg) = TDN% x 44. the nutritive values given should be used with judgement. metabolizable and net energy. ing list: Digestible Energy Digestible energy for each animal kind was cal­ culated: a. Swift.%ash ­ % crude fiber . Therefore. digestible protein. from TDN for cattle and sheep (Crampton. TDN. 1977) c. to be related when possible to analyses about the available feeds. Certain values in the tables of feed composition that are not determined experimentally are computed from equations. isused for calculating digestible energy (DE). et al. and Fonnesbeck. Metabolizable energy for each animal kind was calculated: a. Variations are influenced by factors such as crop. but until sufficient energy data becomes available.09 Metabolizable Energy The following procedures were used to calculate and summarize the data. 1957. 1976) *ME (Mcal/kg) =-. from the average digestible energy in kcal/kg or Mcal/kg b. variety. from the average nitrogen corrected metabo­ lizable energy (MEn) for poultry (National Research Council. THE FEED COMPOSITION TABLES Data on the composition of Indonesian feeds are given in Tables 12. et al. Available United States and Canadian data were added in the absence of Indon­ esian data.0365 x TDN% + 0. DE in kcal/kg f GE (kcal/kg) x GE digestion coefficient c. 13. 1967.04409 d. 1957). and length of storage.Glossary 6. 14. PROCEDURES USED IN SUMMARIZATION OF DATA nitrogen-free extract for calculating TDN that. Table 12 contains data on proximate composition.

178ME4 -.90 This formula isonly used for class I feeds e. net energy values for NE I were calculated by using the formulas of Moe and Tyrrell (1976) *NE 1 (Mcal/kg) = -.8971ME + .82 x DE (Mcal/kg) c. 1957)..00202 x crude protein %)x DE (kcal/kg) Net Energy Net energy for finishing cattle: a. 1957).1275ME' . crude protein. *TDN % DE (Mcal/kg) 0.. from digestion coefficients as: digestible protein in % digestible crude fiber in % digestible nitrogen free extract in % digestible ether extract in % TDN in%= Vitamin A xI xI IU International Units x1 x 2. Swift. from DE for swine (Asplund and Harris.3.0.35 x DE(Mcal/kg) + 8.04409 25 .25 Total 1 IUvitamin A = 1 USP unit vitamin A = 0. *TDN %= 20. TDN for swine isnot calculated from DE f.0245 TDN% Total Digestible Nutrients Total digestible nutrients (TDN) for each animal kind were calculated: a.005725ME d. Digestible Protein Digestible protein was calculated for each kind of animal as follows: a..300 microgram all-trans vitamin A alcohol = 0.. 12 + .325 The ME in the above formulas was calculated as follows ME (Mcal/kg) = 0.344 microgram crystalline all trans­ vitamin A acetate 0. b. from DE for horses (Fonnesbeck et al.. 1967. 8646ME 2 + . Fonnesbeck.115 . from the average net energy for NEm or NE.6507ME 4 .550 microgram vitamin A palmitate = VITAMIN A STANDARDS The'international standards for vitamin Aand carotene are: c. *by equations of Knight and Harris (1966) (see Table 10) NEg(Mcal/kg) = 3.65 x ME(Mcal/kg) TDN for horses and swine is not calculated from ME h.96 .1028ME' + .006787ME . *TDN %from regression equations in Table 9 when nitrogen free extract. 1957. 1968). from DE for horses *ME (Mcal/kg) = 0. Swift. from average TDN b. and crude fiber values are present (Harris et al.82 x DE (Mcal/kg) f. *TDN %= 27. from ME for cattle and sheep (Crampton et al.. 1957.e. net energy (NE) values for some cattle feeds were calculated from equations developed by Garrett (1977): 2 NEm(Mcal/kg) = 1. Digestible protein = %protein x protein digestion coefficient 100 b. from DE for cattle and sheep (Crampton et al. ether extract. 1972). 1969) *ME (kcal/kg) = (0.

760 (EE) 2 .039 (EE) 3 % *TDN = (Pr) - 17.018 (CF) (NFE) + 0.096 (EE) (NFE) .112 (EE) 3 % *TDN 2 (Pr) + 1.027 (CF) 2 + 0.357 (CF) + 2.055 (EE) (NFE) .038 Feed Class Equation 1 % *TDN = 92.0.334 (Pr) .0.045 (EE) (NFE) .423 (NFE) + 0.032 (EE)2 .440 (CF) .866 (NFE) + 0.875 (EE) + 0.769 (CF) .602 (NFE) + 1.0.006 (CF) (NFE) +0.942(CF) (NFE) + 0.035 133.0.601 (EE) (EE) (Pr) -0.068 (EE)2 + 0.073 (EE) (NFE) + 0.106 (EE) 2 (EE) (Pr) .851 (NFE) .004 (EE) (Pr) Horses 1H%5%TDN 52.0.726 -0.6.0.020 (EE)2 (Pr) + 3.820 + 1.020 (CF) 2 .0.023(EE) 2 +0.371 (Pr) + 0.063 (CF) (NFE) + 0.152 (EE) (Pr) + 0.015 (CF) 2 -0.202.2.182 (EE) (Pr) .1.018 (CF) -4.049 (CF) 2 + 3.3.243 (EE) + 0.0005 (CF)2 + 0.611 (NFE) + 0.003 (EE) 2 2 (Pr) 0.028 (CF) 2 -0.945 (EE) - (EE) (Pr) + 0.021 (CF) (NFE) + 0.081 (EE) (NFE) +-0.590 (Pr) .0.0008 (EE) Swine 4 %TDN- 2 (Pr) 8.550 (EE) (Pr) + 0.207 (EE) (NFE) + 0.0. NFE -Nitvgen Free Extract.863 (Pr) + 0.0.0.1.464 (CF) + 4.51.564 (EE) 2 + 0.341 (EE) 2 .0.0.687 (EE! (NFE) + 0.0.347 (Pr) + 0.822 .0.039 (CF) (NFE) + 0.042 (Pr) + 0.476 + +0.122 (EE) 2 + 0.133 (EE) 2 + 0.1.655 (NFE) + 0.0. Pr.003 (NFE) + 2.704 (EE) (EE) (Pr) .031 (CF) .0.670 (EE) 2 .0.315 (Pr) + 0.967 (Pr) .572 + 6.0. 26 .338 (CF) .215(EE) (NFE) 2 .012(CF) (NFE) .008 (CF) (NFE)-0.041 (CF) (NFE) .792 -4.937 .083 (EE) + 1.036 'CF) (NFE) + 2 % TDN = - 26.686 .1.723 (NFE) + 1.193 (EE) (Pr) + 0.384 (EE) 2 .TABLE 9 Regression Equations to Estimate Total Digestible Nutrientsa Sheep Animal Kind Cattle 1 %*TDN = 37.114 (EE) (NFE) -0.942 (EE) (Pr) + 0.100 (EE) (Pr) 0.784 (NFE) + 2.011 (EE)2 (Pr) (Pr) a In the equatilons CF .046 (CF) 2 + 0.943 + 4.72.008 (CF) (NFE) + 0.334 (CF) + 6.115 (Pr) + 0.087 (EE) (NFE) .00EE) 80 .598 (EE) 0.Protein.013 (CF) 2 + 0.0.950 .338 (Pr) + 0.280 (EE) + 1.046 (EE) 5 %*TDN = - 2 (Pr) + 1.044 (Pr) (CF) 2 -0.285 (CF) + 15.0.086 (CF) (NF) + 0.464 .0.078 (EE) 2 + 0.146 2 % *TDN - -54.0.0.119 (EE) (NFE) + 0.173 (NFE) + 1.951 (CF) + 0.762 (NFE) + 1.002 (CF) 2 .051 (EE) 2 - .324 (Pr) -0.018 (EE) (NFE) + 0.593 (EE) + 2.638 (EE) 4 % *TDN 22.497 (Pr) .009 (NFE) + 2.085 (EE) (Pr) + 0.886 (EE) + 0.074 (EE) 2 (Pr) 4 % *TDN = .022 (EE) 2 (Pr) + 1.387 (EE ) 0.Crude Fiber.1.647 (EE) 2 + 0.553 5 %*TDN = -54. EE - Ether Extract.0.017 (CF) 2 -1.685 + 1.675 (CF) .0.254 (CF) + 19.189 (CF)+3.302 (EE) (Pr) .024 (CF) (NFE) .

2.0000006 or 0.TABLE 10 Equations Used to Estimate Digestible Protein (Y) from Protein (X) for Five Animal Kinds and Four Feed Classes Animal Kind Feed Class TABLE 11 Conversion of Beta-Carotene to Vitamin A for Different Speciesa Conversion of mg of Beta-Carotene to IU lU of Vitamin A Activity (Calculated From Carotene).849 X .0.0 .2.3.333 1 .3.0.0.76 Y .76 Species Standard Beef cattle Dairy Sheep Swine Horses Growth Pregnancy Poultry Dogs Rats Foxes Cat Mink Man 1 = 555 1 .0006.01 Y .0 24.772 X .77 Y = 0.3 Taken from Beeson (1965).0.0 100.0.7 - 33.3.1.0 30.44 Y .77 Y .30.11 Y = 0.98 Y . 50.667 1 = 278 Carotene not utilized Carotene not utilized 1 -556 33.3 20.0.47 Y .908 X .1.77 Y = 0.43 Y .0.667 1 =400 1 -400 1 = 400-500 1 500 Regression Equations Cattle Cattle Cattle Cattle Goats Goats Goats Horses Horses Horses Rabbits Sheep Sheep Sheep Sheep 1 2 3 4 1& 2 3 4 1& 2 3 4 1& 2 1 2 3 4 Y = 0. it is suggested that conversion rates in Table 11 be used. 24.908 X .0 milligram beta-carotene = 1667 IU vitamin A activity To convert grams or milligrams of beta-carotene to IU of vitamin A divide by 0.33 Y .77 Y .carotene by the rat. 27 .667 1 -833 1 -1. the utilization of vitamin A and Beta .2. International standards for vitamin A are based or.3.933 X .918 X . 16.3.897 X .850 X .06 Y .3.2.0.932 X .3.0.908 X . Beta-carotene (Pro-vitamin A) Equivalents (Based on the Rat) I IU vitamin A activity = 0.0 of Vitamin A (mg = IUI 1 = 1.916 X .3.0 24.908 X .0.3.(%) 100.916 X .6 microgram beta­ carotene 1. respectively.0 100.76 Y = 0.2.916 X . Because the various species of animals do not con­ vert carotene to vitamin A in the same ratio as rats.866 X .

W. Relative potencies of vitamin A and carotene for animals. University of California. Utah State University. 1969. Metabolizable energy values for nutrient requirements for swine. 1980. Kearl) Utah Agr. The Chemical Rubber Company.and L.M. Inc. Kearl and P. Harris. The caloric value of TDN. Printing and Publishing Office. National Research Council. Fonnesbeck. P. Logan. E. W. Soc. Utah 84322. Association of American Feed Control Officials Incorporated. Exp. A system for naming and describing feeds. L. 479. Animal Sci. Arlin D.N. I. Animal Sci. 56:380-82. L. J. p 1-35. The calorie value of TDN. L. 1957. W. USA 84322. W. INFIC.C. Official Publication. Animal Sci. Available from Inter­ national FeedstuffsUtah Institute. W. Sta. E. Fonnesbeck. J. H. 16:541-545. 1978. Animal Science Department. Garrett. Fonnesbeck.V. Utah. Harris. Lloyd and V. 24:924. 95616. Animal Nutrient Require­ ments. Harris. MacKay. 1977. Washington. National Academy of Sciences. Digestibility of the proximate nutrients of forages by horses. Digestion of soluble and fibrous carbohydrate of forage by horses. Moe. Animal Sci. 1966. Harris. Utah State Univer­ sity. J. an introduction into the system with instructions for describing feeds and re­ cording data. L. (Edited by P.. 1977. 20418 Sibbald. L. F.References Cited AAFCO. Crampton. Sta. V. Utah State University. Amer. 17:1336. Lydman. Swift. Prepared on behalf of INFIC by the International Feedstuffs Institute. L. Utah Agric. 1976. International Network of Feed Informa­ tion Centers. 2102 Constitution Avenue. The true metabolizable energy values of some feedingstuffs.and H. Asplund. P. J. Proc. copyright 1978. Tyrrell. K. Exp. 1977. W. E. Western Sec. D. energy terminology. International feed databank system. ey StU Loan. and Lorin E. J. 1411. Harris. E. V. C. 1968. 1957. CRC Publications. 28 . E. etal. Use of regression equations in predicting availability of energy and protein. Poultry Sci. 1968. R. 1963. An international feed nomenclature and methods for summarzing and using feed data to calculate diets. 1972.. Handbook of Biochemistry selected data for Molecular Biology. R. and Computerization of Diets. 35:658. Beeson. E.. L. Logan. G. Fed. 22:535. Digestible protein estimation for NRC feed composition tables. Fonnesbeck. J.. Publication 2. and L. . D. Biological inter­ relationships and glossary of energy terms (prepared by Lorin E. and the use of such information in calculating diets. Unpublished data. G. Utah 84322 Knight.Symons. Davis Calif. 1978. 1967. Animal Sci. C. R. first revised ed. Harris) Pub.. 1966. M.Vander Noot and L. R. 1965.. J. Estimating metaboli. Haendler.. Harris. Rechaussat. Logan. Animal Sci. 16:753-56. P. Symposium on Feeds and Meat Terminology: I1l. Animal Sci. By Association of American Feed Control Officials. Harris. L. Bul. V. zable and net energy of feeds. International Network of Feed Information Centers. First International Sym­ posium Feed Composition. Riviere. Feedstuffs 41(14): 38-39. Publication 1. Meetings 17:283. E. E.

Kamus Kecil Glossaries 29 .

as fed (seperti yang diberikan) Lihat kandungan bahan kering (dry matter) dari contoh bahan makanan.suatu kata. dan (ii) bila tidak dicampur dengan bahan lain. untuk hewan dan bukan untuk manusia kecuali: (1) 'Option A' . keseluruhan atau diproses yang dibuat langsung dari bijian utuh yang tidak diubah nilai gizinya seperti yang dimaksud dalam Ayat 7 dant UndangUndang ini. telur. biasanya dalam kuantitas yang kecil. aditive bahan makanan. (3) Bahan-bahan kimia individual bila tidak dicam­ pur dengan bahan lain seperti yang diatur didalam Undang-Undang. Spesies-spesics untuk mana makanan atau ransum diperuntukkan dan fungsifungsinya.. Di-definisikan sebagai banyaknya panas yang o~P~ah ui 31 . simbol atau gambar atau setiap kombinasinya yang membedakan bahan makanan yang diperdagangkan oleh suatu penyalur dari penyalur yang lain. complete feed (makanan lengkap) Makanan yang cukup gizi untuk hewan tertentu didalam tingkat fisiologi tertentu. block (balok) Masa dari bahan makanan yang dipadatkan biasanya dengan timbangin berat 15 sampai 25 kg dan cukup kuat untuk mempertahankan bentuknya. tebon ('Stover'). 1 juta kalori adalah I megakalori (Mkal). daging. calorie (cal) (kalori (kal)) Unit untuk mengukur cnergi kimia.36 t. wool.50 sampai 15. brand name (nama dagang) Didefinisikan oleh "The Association of American Feed Control Official" sebagai . biscuit (biskuit) Bentuk dari pemasakkan adonan roti. cake (bungkil) Masa dari bahan inakanan yang bijibijian. atau cairan lainnya. aditive bahan suple. lemak. Satu kalori setara dengan 4. nama. men. dedak dan sekam (i) bila tidak digiling.KAMUS KECIL I Aneka Rogam Istilah Bahan Makanondon Gizi dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 gram air dant 14. (2) Hay. bulu. diproses yang tidak diubah nilai gizinya seperti yang dimaksud dalam Ayat 7 Undang-Undang ini.Seribu kalori dinyatakana sebagai 1 kilokalori (kkal) (kilo-kalori lebih dipilih daripada Kalori dieja dengan 'k' kecil). 'Option B' . atau ikan untuk mengeluarkan minyak.Bijian yang tak dicampur.03 kkal/mol. brick (bata) Masa dari bahan makanan yang dipadatkan dengan berat kurang dari I kg dan cukup kuat untuk mempertahankan bentuknya. commercial feed (bahan makanan komersial) Di­ definisikan didalani "The Uniform Feed Bill" (suatu Undang-Undang) dari Lembaga Pemeriksaan Bahan Makanan Amerika sebagai berikut: Istilah "bahan makanan komersial" mempunyai arti semua bahan yang disalurkan/dijual untuk makanan atau dicampurkan didalam makanan.Bijian utuh yang tidak dicampur. silase.jerami. apparent digestible energy (DE) (energi tercema nyata) (ET) Energi bruto (EB) makanan yang dimakan dikurangi energi fekal (EF). air susu. ke dalam campuran makanan dasar atau bagian dari padanya. untuk memenuhi kebutuhan khusus. Sinonim: Energi terabsorbsi nyata. Kalori standard yang dipergunakan untuk menunjukkan energi kimia dalam bahan makanan dan proses meta­ bolisme di-dasarkan pada panas pembakaran dari asam bensoat yang telah dengan tepat ditetapkan/ ditentukan yaitu 771. energi yang mengembang dalam I detik oleh aliran listrik/ampere dengan tahanan I ohm.janggel. Dibentuk/dicampur untuk diberikan sebagai satu-satunya makanan dan mampu dalam merawat hidup pokok atau produksi (atau keduanya) tanpa tambahan bahan/substansi lain kecuali air. adalah unit dari energi listrik di-definisikan sebagai 107 erg atau. aditive bahan premix. Lihat 'brick' (bata). dalam praktek..janin.5 0 C pada tekanan standard . perawatan dan produksi (pertumbuhan. concentrate (konsentrat) Suatu bahan makanan di­ pergunakan bersama bahan makanan lain untuk me­ ningkatkan keserasian gizi dari keseluruhan makanan additive (aditive) Suatu bahan atau kombinasi bahan yang ditambahkan. atau kerja) harus dinyatakan. ET (EB dari nakanan per unit berat kering x berat kering x berat kering dari feses). seperti perawatan. Lihat "GE digestion coefficient". antibiotic (antibiotik) Suatu obat yang disintese oleh suatu organismemikro dan mempunyai kemampuan (dalam konsentrasi sesuai) untuk menghambat pertumbuhan dari organisememikro yang lain.184 joule (J). balanced (serasi) Kandungan zat gizi dalam jumlah dan proporsi yang memenuhi kebutuhan fisiologi dari hewan ternak seperii yang sevara resmi dinyatakan dalam ilmu gizi ternak.0. pellets. energi dant makanan yang nyata tercerna. lemak. Lihat aditive bahan konsentrat.

(didalam oven pada 105 0 C) telah ditentukkan pada sampel "seperti yang diberi­ kan" ini diartikan/disebut sebagai "Bahan kering dari sampel yang diberikan". cull ( ) Bahan yang ditolak. crumbles ( ) Bahan makanan yang dipelet dikurangi ukurannya dengan menggunakan gilingan.Obatan Amerika Serikat sebagai berikut: Suatu bahan yang dibuat/disiapkan untuk kemudian dicampurkan ('diluted') untuk membentuk makanan lengkap atau bahan makanan suplemen (pelengkap) aditiv dan tidak seyogyanya diberikan sebagai suatu pelengkap atau diberikan secara bebas tanpa 32 .e. i. Bila bahan kering ditentukan pada suatu bagian sampel kering ii disebut sebagai "bahan kering dari bagian sampel kering". be­ bas air. customer-formula feed ( ) Makanan komersial yang komponennya dicampur berdasarkan pesanan tertentu dari pembeli akhir atau pengontrak.dan dimaksudkan untuk disatukmn dan dicampur sebagai suplemen (pelengkap) atau makanan lengkap. dextrose equivalent (keselarasan dekstrose) Ukuran untuk pengurangan bentuk/kekuatan ('reducing power') dar hidrolise gula dan pati dihitung sebagai dekstrose. dsb. dry matter content of feed samples (bahan kering dari sampel bahan makanan) Bahan kering dan sampel bahan makanan dan bahan-bahan lain ditunjukkan dalam tiga dasar bahan kering: 'as fed'. perlakuan atau pencegahan penyakit pada manusia atau hewan lain atau (b) suatu substansi selain makanan dimaksud untuk mempengaruhi struktur atau suatu fungsi dari tubuh manusia atau hewan lain. 'partially dry'. dan 'dry'. Disarankan bahwa analisis dilaporkan pada dasar "kering" (100% bahan kering atau bebas air). sebagai bahan yang jelek. analisa dijalankan pada sampel "seperti yang diberikan" atau "seperti yang dikumpulkan". dalam penilaian atau pemisahan. hay. Bila analisis dari sampel dipengaruhi oleh pengeringan sebagian. Sampel kering sebagian harus dianalisa bahan keringnya (ditentukan didalam over. ke dasar "kering". seperti yang diterima. range cubes'. diet (diet) Makanan dan minuman yang diberikan kepada atau dimakan oleh hewan. diluent (diluent) Substansi yang dapat dimakan yang dicampur dengan zat gizi atau aditive untuk dipergunakan. external marker (tanda eksternal) Lihat "indicator. culture (kultur) Media gizi untuk pengembangbiakan/ penumbuhan organisma mikro tertentu.beku dan telah disetimbangkan dengan udara.. siapkan dengan jalan ini sehingga dapat diambil sampel­ nya. feses. dianalisa kimia dan disimpan. digestible energy (energi tercerna) Lihat 'apparent digestible energy'. Suatu diluent depat juga disebut sebagai pelarut/pembawa. dan sebagai tambahan "bahan kering seperti yang diberikan" harusjuga dilaporkan. drug (obat) Di-definisikan oleh Badan Tentang Bahan Makanan dan Obat-Obatan Amerika Serikat (USFDA) sebagai berikut.: as fed (seperti yang diberikan) Diartikan sebagai makanan yang dimakan oleh hewan: istilah 'seperti yang dikumpulkan' dipergunakan untuk material yang tidak biasa dimakan oleh hewan. dry (kering) Lihat 'dry matter content of feed samples'. Istilah yang sama = kering udara ("air dry") (seringkali kering udara juga disebut sebagai "seperti yang diberikan"). segar. feed additive concentrate (bahan makanan konsentrat aditiv) Di-definisikan oleh Lembaga Bahan Makanan dan Obat. Istilah yang sama: kering udara. partially dry (kering sebagian) Diartikan sebagai bahan "seperti yang diberikan" atau "seperti yang dikumpul­ kan" yang telah dikeringkan didalam oven (biasanya dengan aliran udara) pada suhu 60 0 C atau kering. Analisa ini dinyatakan sebagai "bagian bahan kering % dari sam­ pel" seperti yang diberikan atau "seperti yang dikum­ pulkan". atau mudah dikontrol dalam pencampuran yang seragam dalam bahan makanan. dry (kering) Kering diperuntukkan bagi sampel yang telah di keringkan pada 105 0 C sampai semua air di­ hilangkan. fecal marker ( ) Lihat "indicator". urine.e. hijau. yang mengandung energi dan zat-zat gizi (atau keduanya) didalam makanan tersebut. 100% bahan kering. beberapa bahan di. lihat "marker. feed(s) (bahan makanan) Suatu bahan (bahan-bahan yang dimakan oleh hewan. lihat "as fed". emulsifier (pengemulsi) Suatu bahan yang berkemam­ puan menurunkan tegangan permukaan dari suatu sistem dimana bahan tersebut ditambahkan. pengobatan. pada 105 0 C) untuk mengkoreksi analisa kimia yang dikerjakan. Istilah yang sama. lstilah-istilah tersebut sbb. sampel sete­ lah diproses tersebut biasanya mengandung lebih dari 88% bahan kering (12% air). Bila bahan kerin:. i. external". basah. Analisa ini disebut sebagai "% bahan kering bagian dari sampel kering". cubes (kubus) Lihat 'pellet. Keselarasan ditunjukkan sebagai persen dari substansi kering. corn (jagung) Lihat maize (Istilah internasional).. Suatu substansi (a) dimaksud untuk digunakan dalam diagnose. fecal".

diantara beberapa bahan lain. dicampur. pellets". tidak disimpan.dicampurkan. Bahan tersebut mengandung. dan bahan makanan hijauan yang dicacah. diberi perlakuan atau diawetkan. satu aditiv atau lebih dalam jumlah yang serasi dalam suatu makanan dasar seperti misalnya dari 50 sampai 500 kg konsentrat harus dicampurkan untuk membentuk 1 ton makanan lengkap.kacangan). atau (2) Diberikan tanpa diencerkan sebagai pelengkap kedalam bahan-bahan makanan lain. fines (halus) Bahan/material yang dapat menembus/meta­ lui ayakan yang penampang lubangnya lebih kecil dari­ pada ukuran minimum untuk "crumbles. fungal amylase process distillers grains with solubles ( ) Ampas hasil penggabungan pelarutan dan distilasi padi-padian dan pengeringan setelah hidrolise pati oleh amilase ragi. Suatu "makanan konsentrat aditiv" tidak aman bila diberikan tanpa batas (bebas) atau sebagai pelengkap karena berbahaya bagi kesehatan hewan atau karena menghasilkan suatu sisa (residu) dari produk yang dimakan dalam bahan makanan berasal dari hewan ternak bila melebihi tingkat keamanan seperti yang ditentukan. suatu bahan makanan pelengkap aditiv. X 100 GE dar makanan per unit beret kering X beret kering makanan 33 . feed mixture (campuran bahan makanan) Lihat 'formula dibebaskan bila suatu substansi dioksidasi secara total didalam "bomb calorimeter" yang mengandung 25 sam­ pai 30 atmosfer oksigen. Sinonim = panas pembakaran. gross energy (GE) (energi bruto=EB). atau (3) Diberikan secara bebas bersama bagian lain dari ransum secara terpisah. diantara bahan-bahan lain. fresh (segar) Baru saja diproduksi atau diambil. feed additive premix (bahan makanan premiks aditiv) Di-definisikan oleh Lembaga Bahan Makanan dan Obat-Obatan Amerika Serikat sebagai berikut: Suatu bahan yang harus dicampurkan/diencerkan untuk keamanan penggunaannya didalam suatu bahan makanan konsentrat aditiv. food grade (grade makanan) Diperuntukkan bagi konsumsi manusia. feed additive supplement (bahan makanan pelengkap aditiv) Di-definisikan oleh Lembaga Bahan Makanan dan Obat-Obatan Amerika Serikat sbb. Suatu bahan makanan premiks aditiv mengandung aditiv dalam tingkat dimana keamanan/keselamatan hewan ternak dapat dijaga dan/atau tidak menunjukkan pengendapan pada produk yang berasal dari hewan ternak yang dapat dimakan manusia. Mengandung. satu aditiv atau lebih dengan konsentrasi yang tinggi dalam suatu makanan dasar seperti misalnya lebih dari 50 kg harus dicampurkan untuk membentuk 1 ton makanan lengkap. atau substansi seperti misalnya ampasjeruk ('citrus pulp'). Pengecualiannya adalah bahan yang "mendapat sanksi" dan peptisida kimia dibawah kondisi­ kondisi tertentu. hay silase. lstilah ini biasanya hanya diperuntukkan bagi bahan yang ber­ asal dari tanaman sebagai hijauan padangan. gross energy digestion coefficient (koefisien cerna energi bruto) Persen energi bruto yang nyata diserap (diabsorbsi) koefisien cerna GE = (GE dar makanan per unit beret kering X beret kering makanan) (GE dari feses per unit beret kering X beret kering feses) feed'. dan diproses sesuai dengan ketentuan pembuatnya/pabrik. free choice (pemberian bebas) Sistem pemberian ma­ kanan dimana hewan ternak diberi kebebasan tak terbatas terhadap bahan-bahan makanan yang ter­ pisah atau campurannya dari bahan-bahan makanan yang membentuk diet. formula feed (makanan racikan) Makanan yang serasi yang mengandung dua bahan makanan atau lebih. Sejumlah panas yang Suatu "bahan makanan pelengkap aditiv" aman untuk hewan ternak dan tidak menghasilkan residu yang tidak aman dalam makanan manusia yang berasal dari hewan ternak bila diberikan kepada ternak secara wajar. yang mengan­ dung 18% serat kasar dalam dasar kering yang di­ pergunakan sebagai makanan ternak. seperti tingkat keamanan yang telah ditentukan. atau suatu makanan lengkap. food additive (makanan aditiv) Di-definisikan oleh Lem­ baga Bahan-Bahan Makanan dan Obat-Obatan Amerika Serikat sebegai berikut: Setiap bahan yang menjadi komponen atau mempengaruhi kekhususan makanan ternak atau manusia bila bahan tadi tidak secara umum dikenal oleh para ahli yang terlatih dan berpengalaman untuk mengevaluasi bahan tadi sebagai cukup aman ditinjau dari prosedure ilmiah dibawah kondisi/ lingkungan dimana bahan tadi seharusnya diperguna­ kan.: Suatu bahan untuk makanan hewan ternak yang mengandung satu aditiv atau lebih dan diperuntukkan untuk: (1)Selanjutnya diencerkan dan dicampurkan sebagai pelengkap kedalam bahan-bahan makanan lain. forage (hijauan) Bagian aerial dari tanaman terutama rumput dan legume (kacang. feed grade (grade bahan makanan) Cocok untuk dimakan hewan tennak tetapi tidak untuk manusia.

preg' kenaikan. tidak ada kenaikan atau kehilangan energi dalam jaringan tubuh hewan. Termasuk disini adalah energi digunakan untuk perawatan tubuh (hidup pokok) saja atau hid­ up pokok dan produksi. Energi neto dapat juga dide­ finisikan sebagai energi bruto (GE) dari kenaikan/ pertambahanjaringan atau dari produk hasil sintese ditambah dengan energi untuk kebutuhan hidup pokok. atau energi neto untuk produksi saja (NEp). khromogen. external (indikator.. atau wool. mash ( ) Suatu campuran dari bahan-bahan makanan dalam bentuk tepung. fraksi feses yang larut dalam asam. dikurangi energi urine. Untuk manialia koreksi dibuat sebagai berikut: untuk setiap gram nitrogen yang hilang dari tubuh (imbangan nitrogen negatif) 7-45 kcal dikurangi (sebagai koreksi) dari energi termetabolisme. Dibawah suhu kritis. Laporan tentang energi neto harus dengan jelas mene­ rangkan fungsi-fungsi yang diikut-sertakan. Perbedaannya mungkin di­ akibatkan oleh hidup pokok tetapi kenyataan dalam praktek biasanya disebabkan oleh kebutuhan produksi. gain wool. fekal. kilocalorie (kcal) Seribu kalori kecil lstilah ini lebih dipilih dari pada Kalori. indicator. dapat sebagai: NEegg. metabolizable energy (ME) (energi termetabolisme) Intake dari energi bruto bahan makanan dikurangi dengan energi dalam feses. net energy (NE) (energi neto = NE) Perbedaan antara energi termetabolisme dan tambahan panas (heat increment). energi neto meliputi sebagain atau keseluruhan dari tambahan panas (heat increment). internal (indikator. Sebagai con­ tohnya. dikurangi energi dalam urine. ferioksida atau carmine). Ilarus selalu dengan jelas di­ nyatakan macam produksi yang terlibat. sebagai tarnbahan dari kebutuhan akan energi untuk hidup pokok yang dipergunakan untuk kerja atau kenaikan jaringan tubuh (pertumbuhan atau produksi lemiak atau kedu­ anya). meal ( ) Suatu bahan makanan yang digiling atau dikurangi ukurannya. niti'gen equilibrium metabolizable energy (MEn) (i:esetimbangan nitrogen energi termetabolisme) Intake energi bruto makanan dikurangi energi fekal dikurangi energi dari produksi gas dalam proses pen­ c-rnaan. indicator. Sinonim: external marker. kin ada nilai-nilai energi neto untuk hidup pokok (perawatan tubuh) ditambah produksi (NEm+p) . micro ingredients (bahan-bahan makanan mikro) Vitain. fekal) Suatu substansi digunakan untuk mewarnai atau nienandai suatu ransum sehingga feses yang dihasilkan dari ransum tsb. NEpe NE atau NEwork (egg wok(g. urinary (indikator. sebagai misalnya. NEmilk. marker. megacalorie (Mcal) (Satujuta kalori kecil) Lihat 'calorie'.telur.indicator.g. obat-obatan dan bahanbahan lain yang biasanya dibututhkan dalan jumlah (takaran) kecil dan diukur dalam miligram. mung. antibiotika. khromik oksida.184joules. urine) Substansi yang dengan lengkap terserap dari saluran pencernaan dan keseluruhannya dikeluarkan bersama air seni (urine) internal marker Lihat "indicator. Sinonim: 'mash feed'. telur.. dapat secara kuantitative dikumpulkan (e. preg = kebuntingan.g. mineral. bahan radioaktiO. Untuk unggas dan hewan manogastrik. nitrogen. external'. Penjelasan tambahan sangat diseyogyakan. silika. air susu. Energi neto untuk hidup pokok dari seekor hewan yang berproduksi mungkin tidak sama dengan berat badan yang sama. 34 . dikoreksi untuk nitro­ gen yang tertinggal atau hilang dari tubuh. sedikit lebih besar daripada tepung. Mereka dipergunakan untuk memperkirakan daya cerna nyata dan "intake" dari bahan kering. net energy for maintenance (NEm) (energi neto untuk hidup pokok) Bagian dari energi neto yang diguna­ kan untuk mengatur kesetimbangan energi dalam tubuh hewan. Pada saat hewan dalan stadium ini. lignin. dikurangi energi dalam gas hasil pencernaan. zat pewarna. atau untuk sintese. gas hasil proses pencer­ naan dapat diabaikan.g. internal) Substansi yang berasal dari makanan yang sedikit atau hampir tidak diserap dari saluran pencernaan dan mungkin dengan lengkap keluar bersama feses (e. atau bagian per juts (part per million). Satu kalori setara dengan 4. Sinonim: external marker. Lihat 'calorie'. NEgain.janin. Lihat 'calori'. milk = air susu. Perbedaan ini disebabkan oleh perubahan juilah hormon yang diproduksi dan per­ bedaan dari aktifitasnya. work = kerja).. fecal (tanda. eksternal) Substansi yang ditambahkan dalam makanan atau dimakan dan hampir tidak diserap dari saluran pencernaan dan mungkin keluar bersama feses tanpa perubahan (e. net energy for production (NEp) (energi neto untuk produksi) Bagian dari energi neto. wool = wol. Lihat 'indicator. energi neto untuk hidup pokok saja (NEm). interval". joule (J) Organisasi Standardisasi Internasional mendefinisikan I joule sebagai "suatu kerjaan bilamana suatu titik dipindahkan sejauh satu meter (m) dengan kekuatan satu newton (n) dan searah dengan tujuan kekuatan tersebut". Mereka dipergunakan untuk memperkirakan banyak feses yang dikeluarkan atau "intak" bahan kering. Sebagai contoh. feril oksida. dan methoksil dan serat).

FE . urinary indicator ( ) Lihat "indicator. supplement (suplemen) Suatu bahan makanan atau campuran bahan niakanan dicampurkan pada bahan lain untuk meningkatkan keserasian dari makanan akhir. Sinonim: weigh.feeding" memung. atau dicampurkan dengan bahan makanan lain untuk membentuk makanan lengkap (complete feed). Untuk unggas. presswater ( ) Cairan ekstrak didapat dari ikan atau daging dengan menekan ikan atau daging secara hidrolik diikuti dengan pengambilan lemak atau minyak (atau keduanya). pecah atau potongan. wet (basah) Bahan yang mengandung cairan. Lihat "cake". range wafers ( ) Lihat range cubes. mungkin tidak samasekali benar untuk hewan-hewan lainnya. sekam dan janggel. daya cerna atau kesetimbangan.73 kcal karena nilai tersebut mewakili rata-rata energi bruto dari urine yang tidak tercemar feses. 'buck'. pellets (pelet) Bentuk masa bahan makanan atau maka- nan yang dibentuk dengan menekan dan memadat. range cubes ( ) Pelet yang besar yang dimaksud disebarkan diatas tanah untuk makanan ternak. wilted (layu) Suatu produk yang telah kehilangan "turgor"-nya sebagai akibat proses pengeringan. kinkan hewan makan bilamana menghendaki. Sino- nim: pelet bahan mkanan. range cake ( ) "Cake" diberikan dipadangan (rangeland). faktor yang dipilih adalah 8. weighback (timbang balik) Makanan yang tidak dimakan bilamana hewan sedang dalam percobaan-percobaan pemberian makan. Lihat "dehulled". Diartikan dengan komponen dari makanan (diet) atau campuran dari domponen-komponen. premixed (premiks) Suatu campuran permulaan dengan bahan pengencer (diluent) atau pembawa (carrier) atau keduanya yang akhirnya dicampurkan kedalam bahan makanan atau campuran bahan makanan. Lihat 'micro-ingredients'. tebon. roughage (makanan kasar) Bahan makanan yang berasal dari tanaman. Sinonim: pelet tetes (molasses) tinggi. Lihat 'block'. 35 . orts ( ) Makanan yang tidak dimakan ketika hewan sedang dalam penentuan daya cerna. scratch grain ( ) Bijian utuh. Sinonim: 'scratch feed'. trace mineral (mineral mikro) Zat-zat mineral yang dibutuhkan oleh hewan dalam jumlah/takaran yang kecil. biasanya dengan mensentrefusi.. vitamins (vitamin) Komponen organik yang berfungsi sebagai bagian dari sistim enzime yang diperlukan untuk pemancaran energi dan pengaturan metabolisme. Sinonim: 'range wafers'. self-fed ( ) Diberikan terus menerus. biasanya diatas tanah (e.UE . ME = GE. kannya melalui lubang cetakan secara mekanis. trench silo ( ) Lubang/ruang dalam tanah yang diisi dengan hijauan segar kemudian ditutup untuk mence­ gah masuknya udara. tidak diadakan koreksi nitrogen untuk produk-produk ini. tinggi serat­ kasarnya. Sinonim: 'orts'." without hulls (tanpa sekam) Sekam yang diambil. Dapat diberikan tanpa dicampur dengan bahan lain. pit silo (silo) Sumuran dibawah tanah yang ditutup bila sudah penuh untuk mencegah masuknya udara dan dipergunakan untuk menyimpan silase. atau yang direndam atau dibasahi dengan air atau cairan lainnya. pelet keras. Dalam kasus hewan mensintese produk seperti air susu atau telur. "Self. koreksi (GPD = gas produk pencernaan). dan terbentuknya silase. without germ (tanpa lembaga) Bakal biji/lembaga secara keseluruhan atau sebagian terpisah dari pati­ endosperma. khususnya produk sampingan (limbah) dari tanaman yang dipanen (crop). . ration (ransum) Jumlah total bahan makanan (makanan = diet) yang diberikan (dijatahkan) depada seekor hewan untuk periode 24-jam. Lihat "degermed. Istilah yang sama: energi terkatabolisme.g. rendah daya-cernanya dan rendah proteinnya. urinary". Pelet lunak adalah pelet yang mengandung cukup cairan untuk pencegalian debu dan pendinginan dengan cepat. Contoh: jerami.GPD +. titer (titer) Titik pengerasan (dimana suatu bahan mulai mengeras) (ditentukan dengan pemanasan atau pendinginan) dari asam-asam lemak yang dilepaskan dari lernak dengan hidrolise. diberikan secara bebas bersama makanan lain secara terpisah. back (timbangan balik).Kalau nilai ini didapat dengan percobaan dengan aiijing. Diartikan untuk biji. "cake" biji-kapas).

and (ii) when unmixed with other materials. brand name Defined by the Association of American Feed Control Officials as "any word. commercial feed Defined in the Uniform Feed Bill (an Act) of the Association of American Feed Control Officials as follows: The term "commercial feed" means all materials which are distributed for use as feed or for mixing in feed. stover.184 joules (J). See brick. (3) Individual chemical compounds when not mixed with other materials which are by regulation exempted. It is compounded to be fed as the sole diet and is capable of maintaining life or promoting production (or both) without the consumption of any additional substance except water. calorie (cal) The unit for measuring chemical energy. symbol or device or any combination thereof identifying the commercial feed of a distributor and distinguishing it from that of others. silage. to fulfill a specific need. See blocks. or work) shall be specified.Unmixed seed. usually in minute quantities. cobs. to the basic feed mix or parts thereof. dextrose equivalent A measurement of the reducing power of sugars and starch hydrolyzates calculated additive An ingredient or combination of ingredients added.03 kcal/mole. The species for which the feed or ration is intended and its functions. antibiotic A drug synthesized by a microorganism and having the power (in proper concentration) to inhibit the growth of other microorganisms. (2) Hay.50 to calories 15. name.Unmixed unprocessed whole seeds which are not adulterated within the meaning of Section 7 of this Act. block Agglomerated feed compresed into a solid mass usually weighing 30 to 50 pounds and cohesive enough to hold its form. pellets. fats.GLOSSARY t Miscellaneous Nutrition andFeed Terms by an electric current of 1 ampere in a resistance of I ohm. in grading or separating. practically.. One thousand is is designated as I kilocalorie (kcal) (kilocalorie a large "C" be­ with spelled Calorie to preferred calorie spelled of the confusion with a small cause calorie sele witheofthallonfusionwithialsian with asmall "c"). fat. the energy expended in 1 second 36 . husks and hulls (i) when unground. balanced Containing nutrients in amounts and proportions that fulfill physiological needs of animals as specified by recognized authorities in animal nutrition. Syn: apparent absorbed energy. corn See maize (International term) crumbles Pelleted feed reduced to granular form with corrugated rollers. culture Nutrient medium bearing a colony of specific microorganisms.. It is defined as the amount of heat required to raise the temperature of I gram of water from 14. which has been precisely determined to be 771. customer-formula feed A commercial feed whose components are mixed according to the specific instructions of the final purchaser or contract feeder. feed additive supplement. such as maintenance or maintenance plus production (growth. biscuit Shaped and baked dough. Option B . pellets. milk. feed additive premix. One calorie is equivalent to 4. wool. eggs. which is the unit of electrical energy defined as 107 ergs or. concentrate A feed used with another to improve the nutritive balance of the total and intended to be diluted and mixed to produce a supplement or a complete feed. See GE digestion coefficient. or oiher liquids. energy of apparently digested food. 1 million calories is 1megacalorie (Mcal). fetus. See feed additive concentrate. as infer ior. for animals other than man except. food additive. apparent digestible energy (DE) Food intake gross energy minus fecal energy.50 C at standard pressure. meat. complete feed A nutritionally adequate feed for a specific animal in a specific physiological state. or fish to remove oils. DE = (GE of food per unit dry wt x dry wt of food) ­ (GE of feces per unit dry wt x dry wt of feces) as fed See dry matter content of feed samples. whole or processed made directly from the entire seed which are not adulterated within the meaning of Section 7 of this Act. g cull Material rejected. straw. (1) Option A . The standard calorie used for expressing the chemical energy in feeds and metabolic processes is based on the heat of combustion of benzoic acid.36 ± 0. cake The mass that results from pressing seeds. feathers." brick Agglomerated feed compressed into a solid mass weighing less than 2 pounds and cohesive enough to hold its form.

as dextrose. as received. dry See dry matter content of feed samples. diet The feed and water regularly offered to or consumed by an animal. If the analyses on a sample ai c affected by partial drying. and in addition the "as fed dry matter" should be reported. among other things. fresh.e.S. It contains. It contains. partially dry Partially dry refers to a sample of "as fed" or "as collected" material that has been dried in an oven (usually with forced air) at a temp. hay. or (3) Offered free choice with other parts of the ration separately available.. external marker See indicator. mitigation. drug Defined by the U. treatment or prevention of disease in man or other animals or (b) a substance other than food intended to affect the structure or any function of the body of man or other animals. feed additive concentrate Defined by the U. Food and Drug Administration as follows: An article for the diet of an animal which contains one or more food additives and is intended to be: (1) Further diluted and mixed to produce a complete feed. A diluent may also be a carrier. feces. fecal markers See indicators. feed(s) Material(s) consumsd by animals that contribute energy and nutrients (or both) to the diet. i. Food and Drug Administration as follows: An article intended to be further diluted to produce a complete feed or feed additive supplement and is not suitable for offering as a supplement or for offering free choice without dilution. 100% dry matter. but not human. 37 ." It isrecommended that analyses be reported on the "dry" basis (100% dry matter or moisture free). A feed additive premix contains additives at levels for which safety to the animal has not been demonstrated and/ or which may result when fed undiluted in residues in the edible products from food producing animals in excess of the safe levels established.S. or (2) Fed undiluted as a supplement to other feeds. emulsifier A material that lowers the surface tension of the system to which it isadded. some materials are prepared in this way so they may be sampled. see marker. dry Dry refers to a sample of material that has been dried at 1050 C until all the moisture has been removed.S. and dry. The partially dry sample must be analyzed for dry matter (determined in an oven at 105 0C) to correct subsequent chemical analyses of the sample to a "dry" basis. a feed additive supplement or a complete feed." Similar term: air dry (sometimes air dry is used for "as fed". feed additive supplement Defined by the U.S. wet. safe to use. Food and Drug Administration as follows: A substance (a) intended for use in the diagnosis. urine. If dry matter (in an oven at 1050 C) is determined on an "as fed" sample it is referred to as "dry matter of as fed sample".e. feed additive premix Defined by the U. The equivalent is expressed as a percentage of the dry substance. consump­ tion. Similar terms. the sample after these processes would usually contain more than 88%dry matter (12% moisture).. This analysis is referred to as "dry matter %of partial dry sample. external. digestible energy See apparent digestible energy. i. partially dry. erature usually at 600 C or freeze dried and has been equilibrated with the air. the analyses are made on the "as fed" or "as collected" sample. one or more additives in high concentration in a suitable feed base such that up to 100 pounds must be diluted to produce 1 ton of a complete feed. A "feed additive supplement" is safe for the animal and will not produce unsafe residues in the edible products from food producing animals if fed according to directions. or more amenable to being mixed uniformly in a feed. feed grade Suitable for animal. fecal. the term "as collected" is used for mater. chemically analyzed and stored. dry matter content of feed samples The dry matter content of feed samples and other materials is expressed on three dry matter bases: as fed. see as fed. moisture free. among other things. etc. This analysis is referred to as "partial dry matter %of 'as fed' or 'as collected' sample". Similar terms: air dry. ials which are not usually fed to the animal. cure. diluent An edible substance that is mixed with a nutrient or additive to reduce its concentration and thereby make it more acceptable to animals. A "feed additive concentrate" is un­ safe if fed free choice or as a supplement because of danger to the health of the animal or because of the production of residues in the edible products from food producing animals in excess of the safe levels established. Food and Drug Administration as follows: An article that must be diluted for safe use in a feed additive concentrate. Definitions of these terms follows: as fed As fed refers to the feed as it is consumed by the animal. one or more additives in amounts in a suitable feed base such that from 100 to 1000 pounds of concentrate must be diluted to produce I ton of a complete feed. green. If dry matter is determined on a partial dry sample it Isreferred to as "dry matter of partial dry sample.

For example." One calorie is equal to 4. Subscripts are suggested. or parts per million. there may be values for net energy for maintenance plus production (NEm+p).. or net energy for pro­ duction only (NEp). the acid soluble fecal fraction. fines Material that passes through a screen whose openings are smaller thsn the specified minimum size of crumbles. lignin. gross energy digestion coefficient The percentage of gross energy apparently absorbed. Net energy can also be defined as the gross energy of a gain in tissue or of the products synthesized plus the energy required for energy includes part or all of the heat increment. See calorie. Food and Drug Administration as follows: Any substance which becomes a component of or affects the characteristics of a feed or food if such substance is not generally recognized among experts qualified by scientific training and exper. radioactive materials). See calcrie metabolizable energy (ME) Food intake gross energy. free choice A feeding system in which animals are given unlimited access to the separate feed or mixtures of feeds constituting the diet. net indicator. and green chopped feeds. antibiotics. chromogen. meal An ingredient(s) that has been ground or other­ wise reduced to a particle size somewhat larger than flour. Excepted are substances having "prior sanction" and pesticide chemicals under certain conditions. forage Aerial plant material. Syn: mash feed.184 joules.g. fresh Recently produced or gathered.. micro-ingredients Vitamins. Below the critical temperature. This term is preferable to large Calorie. pellets. or preserved. internal Substances which occur naturally in the diet are minimally absorbed from the alimentary . minerals. GE digestion coefficient = (GE of food per unit (GE of feces per unit dry wt x dry wt of food) . and processed according to the manufacturer's specifications. minus urinary energy. minus fecal energy. Syn: external marker indicator. internal marker See indicator. They are used to estimate apparent digestibility and dry matter intake. minus energy in the gaseous products of digestion. and other materials normally required in small amounts and measured in milligrams. net energy (NE) The difference between metabolizable energy and heat increment. formula feed Feed consisting of two or more ingred- ients proportioned. indicator. cured. Syn: heat of combusion. fecal A substance used to color or mark the ration so the feces produced from the ration may be collected quantitatively (e. internal. primarily grasses and legumes containing more than 18% crude fiber on a dry basis. When an animal is in this state. See indicator. hay. external Substances which are added to the diet or taken orally and are minimally absorbed from the alimentary tract and may be virtually completely recovered unchanged in the feces (e. megacalo:le (Mcal) One million small calories. Syn: external marker. silica.dry wt x dry wt of feces) x 100 tract and may be virtually completely recovered un­ changed in the feces (e. marker. there is no 38 GE of food per unit dry wt x dry wt of food maintenance. fungal amylase process distillers grains with solubles The solid residue resulting from combining distillers grains and solubles and drying after hydrolysis of the starch by fungal amylase. used as animal feed.g. joule (J) The International Organization for Standardi­ zation defines I joule as "the work done when the point of application of a force of one newton (n) is displaced through a distance of one meter (m) in the direction of the force. not stored. ferric oxide. See calorie. silage. It includes the amount of energy used for maintenance only or for main­ tenance plus production. The term usually refers only to plant materials as pasture. net energy for maintenance (NEm) The part of net energy expended to keep an animal in energy equil­ ibrium. or substances such as citrus pulp. iron oxide or carmine). chromic oxide. net energy for maintenance only (NEm). drugs. fecal nitrogen. unbolted.S.g. kilocalorie (kcal) One thousand small calories. nce to evaluate its safety as having been adequately shown through scientific procedures to be safe under the conditions of its intended use. and methoxyl and fiber). urinary A substance which is completely absorbed from the alimentary tract and recovered in the urine. mash A mixture of ingredients in meal form.. They arc used to estimate fecal output or dry matter intake. food additive Defined by the U. external. dyes. gross energy (GE) The amount of heat that is released when a substance is completely oxidized in a bomb calorimeter containing 25 to 30 atmospheres of oxygen. food grade Suitable for human consumption.feed mixture See formula feed. Reports on net energy should clearly state which functions are included. mixed.

roughage Plant material. See cake. Similar term: katabolizable energy. weighback The feed which is not consumed when an animal is on a feeding. Syn: range wafers. See block. rupplement A feed used with another to improve nutritive balance of performance. For birds and monogastric mammals. but in practice it is usually charged to the production requirement. without germ Having had the embryos wholly or partially separated from starch endosperms. For mammals the correction is made as follows: for each gram of nitrogen lost from the body (equal to negative nitrogen balance) 7. low in digestibility and low in protein. Refers to micro-ingredients. bagasse. net energy for production (NEp) The part of net energy. This difference may be charged to maintenance. Self. or mixed with other feed ingredients to produce a complete feed. minus energy in the gaseous products of digestion. cottonseed cake). or wool. without hulls Having had the hulls removed.g. corrected for nitrogen retained or lost from the body. premixed (process) Mixed with a diluent or carrier (or both) preliminary to final mixing with other ingredients. See dehulled. that is used for work or for tissue gain (growth or fat production or both). trace mineral Mineral nutrient required by animals in very small amounts. primarily by. milk. NEpreg. it may not be entirely correct for other animals.. urinary vitamins Organic compounds that function as parts of enzyme systems that are essential for transmitting energy and regulating metabolism.45 kcal are substracted (correction) from the metabolizable energy. MEn = GEj . high in crude fiber. NEwool. NEmilk. cracked. For example. It should always be clearly stated which production fractions are included. Syn: high molasses pellets. Examples are: straw.a nonproducing animal of the same weight. or which has been soaked or moistened with water or other liquid. usually by centrifuging range cake Cake fed on the range. for example. Syn: orts. stover. Syn: pelleted feeds. pit silo A below-ground bin sealed when full to exclude air and used for storing silage. See degermed.45 kcal are added (correction) to the metabolizable energy and for each gram of nitrogen retained in the body equal to positive nitrogen balance 7. titer The solidification point (determined by heating or cooling) of the fatty acids liberated from a fat by hydrolysis. the preferable factor is 8.UE . It may be fed undiluted as a supplement to other feeds. a fetus. As this value was obtained with dogs. or NEwork. ration The total amount of feed (diet) allotted to one animal for a 24-hour period. peanut and oat hulls. Refers to seeds. offered free choice with other parts of the diet separately available. eggs. range wafer See range cubes. . Syn: scratch feed. pellets Agglomerated feed form by compacting and forcing feed through die openings by a mechanical process. For birds. range cubes Large pellets intended to be fed on the' ground. wet Material containing liquid. digestion or balance trial. minus urinary energy. self-fed Provided on a continuous basis. or for the synthesis of. usually on the ground (e. NEgain. there could be: NEegg. scratch grain Whole. tenance. The net energy for maintenance for a producing animal may be different from that for.73 kcal because it represents the average gross energy of urine not contaminated with feces.GPD + E correction. presswater Aqueous extract obtained from fish or meat by hydraulic pressing of the fish or meat followed by removal of fat or oil (or both). and maize (corn) cobs. orts The feed which is not consumed when an animal is on a feeding digestion or balance trial.feeding enables animals to eat at will. nitrogen equilibrium metabolizable energy (MEn) Food intake gross energy minus fecal energy.products of crop production. trench silo A trench that is filled with fresh forage and then sealed to exclude air and permit the formation of silage. in addition to that needed for body main. the gaseous products of digestion do not need to be considered. no correction is made for the nitrogen in these products.FE . The difference is due to amounts of hormones produced and to changes differnesininmountaofryactivi s dice to differences in voluntary activity. Refers to a component of a diet or to mixed components. Soft pellets are those containing sufficient liquid to require immediate dusting and cooling. or coarsely cut grain. wilted A product that has lost turgor as a result of desiccation.net gain or loss of energy in the body tissues. hard pellet. 39 urinary indicator See indicator. Syn: weighback. brick. In the case of animals synthesizing products such as milk or eggs.

bone phosphate (fosfat tulang) Sisa dari tulang setelah diberi perlakuan pertama-tama dengan larutan kaus. casein (kasein) Presipitat protein yang didapat dengan memberi perlakuan air susu tanpa lemak (skim milk) dengan asam atau "rennet". rosela dan kapas). tepung kedelai.bagian kecil dari jerami yang dipisahkan dani biji dalam pemukulan atau pemukulan atau pemrosesan. kemudian dalam l3rutan asam khlorida.g. saraf dan pembuluh-pembuluh darah. satu atau lebih tunas (buds) yang mungkin berkem­ bang menjadi tanaman baru. tik. daun. pasir. terpisah dari bijian atau padian browse (ramban) Cabang. bone protein colloids (koloid protein tulang) Gelatenisasi bahan yang diekstraksi dari tulang dengan perlakuan uap panas. (Bila tulang disertakan. "sweepings". jerami. carcass meat trimmings ( ) Jaringan lunak didapat dari hewan yang disembelih. mammals ( ) Sisa dari karkas tidak termasuk rambut. padian. kotoran. bijian. buku. tulang. bolls process residue ( ) Residu/sisa dari kapsul kapas yang muda dan tidak dibuka setelah diambil serat dan bijinya. dan buih dari taaaman semak. Lihat 'screenings'. bisulfite preservative (pengawet bisulfit) Suatu asam sulfit dipergunakan untuk mencegah dekomposisi dari produk-produk yang disimpan. chaff and dust (merang debu) Didefinisikan oleh "Association of American Feed Control Officials" sebagai bahan . (Bila kepala dan kulit disertakan. dimanan bahan yang lain (e. tetapi mungkin meliputi juga lemak. Harus ditulis (dilabel) "merang dan/atau debu" ("chaff and/or dust").g. blowings ( ) Lihat "mil dust" (lstilah internasional). Merupakan pucuk yang rudimentair atau tingkat tunibuh tanaman atau keduanya yang merupakan titik bakalan tumbuh dari cabang yang belum mengembang. dan otot jantung. and Vigna. bran(dedak) Perikardium dari bijian.. Bila mengandung lebih dari 15% abu kata "pasir" dan "kotoran laid' harus ditulis pada label. Bahan­ bahan yang ditambahkan diserap dalam. otot. bone glue residue ( ) Bagian dari tulang yang tersisa (sebagian besar kalsium fosfat) sesudah diambil bagian yang dipergunakan untuk pembuatan perekat dari tulang. bud (tunas) Pinggiran yang kecil atau ujung "protuberance" pada batang tanaman. atau dilapisi dengan bahan yang dapat dimakan. kuku. bulb ( ) Kumpulan membran yang berdekatan atau daun muda pada dasar pokok/batang tanaman meliputi diperdagangkan sebagai alat pembersih. istilah karkas dengan kepala dan kulit digunakan. cereal by-product (limbah padi-padian) Produk kedua dari penggilingan padi-padian. lstilah internasional: pulp. dan diendapkan dengan kapur dan dikeringkan. istilah karkas tanpa kepala dan kulit digunakan). istilah sisa karkas dan tulang digunakan). blood albumin (albumin darah) Salah satu protein darah. capsule chaff ( ) Serat yang lembut didapat setelah biji rosela (semacam biji kapas) atau polong­ annya (kapsulnya) diambil. AIV preservative (pengewet AIr) Pengawet untuk silase terdiri dari campuran asam khlorida dan asam sulfat. bone ash (abu tulang) Sisa bahan putih yang sarang setelah pembakaran tulang diudara terbuka. bolls ( ) Potongan atau kapsul dari tanaman tertentu (e... bone charcoal (arang tulang) Hasil yang didapat pada pembakaran tulang didalam bejana tertutup. vitamin A atau riboflavin) ditambahkan. carcass (karkas) Tubuh hewan tidak termasuk saluran pencernaan dan jaringan paru-paru. bila kepala dan kulit tidak disertakan.KAMUS KECIL 2 Baglon (-Baglon) Dor Bohan Makanon Induk aerial part (bagian aerial) Bagian tanaman diatas tanah. beans (biji leguminose) Khususnya tanaman dari genus Phaseolus. carcass residue. Mungkin meliputi sekam. Dolichos. bagasse (ampas) Ampas tebu.. brewers grains ( ) Endapan yang kasar dari proses pembuatan bir atau minuman sebangsanya. bungan. kulit.. buku dan bagian. Jaringan tersebut meliputi "straite". charcoal (arang batu) Bentuk gelap dan porus dari arang (karbon) dibuat dari pembakaran bahan 40 . chaff (merang) Bulu. ash (abu) Mineral yang tersisa setelah pembakaran dari bahan yang dapat terbakar. debu penggilingan atau "elevator". tanduk dan isi saluran pencernaan.. cannery residue (sisa pengalengan) Sisa yang dapat dimakan setelah penyiapan proses pengalengan. carrier (bahan pembawa) Bahan yang dapat dimakan e. sekam. pohon atau belukar berkayu.g.

cobs with grain (janggel dengan biji) Lihat "ears" (Istilah internasional). ) Partikel yang tertimbun/ elevator chaff and dust ( terakumulasi didalam pengumpul debu diatas "elevator" yang digunakan untuk menyimpan biji-bijian. fermentation solulles (larutan fermentasi) Bagian dari 'stillage' yang menembus saringan/kasa. hasilkan metil alkohol dalam hidrolisenya. lilin. ) Bijian dimana alkohol atau distillers grains ( minuman alkohol disuling/didistilasi. 41 . hidrogen. ears (enjet) Kepala buah meliputi janggel (cobs) dan biji. yang didapat pada pembuatan serat goni). distillers stillage ( dust (debu) Bahan partikel kering yang halus yang berasal dari pembersihan atau penggilingan biji-bijian atau bahan makanan yang lain. flour (tepung) Bentuk yang lunak.tanaman atau hewan. limbah serat goni. entire plant (tanaman keseluruhan) Tanaman berikut akarnya. cob fractions (fraksi darijanggel) Suatu campuran yang mengandung bentuk cincin. yang adalah kelas dari komponen yang meng. titik (biasanya pada permukaan tanah) dimanan batang dan akar saling bertemu. Sinonim: janggel dan biji. Tetapi tidak ternasuk kulit buali (husks). terdiri dari sebagian besar trigliseride dan asam-asam lemak. ) Lihat "stillage". ) Putik atau tepungsari dari tanaman familia cones ( pinus. cobs furfurlas residue (sisa furfural janggel) Sisa dari proses ekstraksi dari furfural janggel jagung. egg white (putih telur) Bagian yang putih dari telur unggas yang digunakan secara terpisah dari kuning telur. Terutama terdiri dari pati dan "gluten" dari endosperma. fiber by-product (limbah serat) Produk sekunder (kedua) yang didapat dari penibuatan bahan berserat (e. fatty acids ethyl (etil asam-asam lemak) Alifatik asam monokarboksilik jenuh yang dengan asli berada dalam lemak. bijian gulma. Didapati terutama pada jaringan vaskular dari tanaman. Mengandung larutan sel ikan dan air yang digunakan dalam proses tersebut. crown (mahkota) Pada suatu biji tanaman. flower extract (ekstrakbunga) Bahan yang diambil dari bunga-bunga dengan cara melarutkan/mencuci dengan suatu larutan/cairan. atau piring. dan minyak esensial dalam bentuk ester selain gliserol fermentation product (hasil fermentasi) Hasil dari perubahan bentuk secara enzimatik dari substrak organik. fiber (serat) Perpanjangan sel-sel tanaman yang saling melekat yang pada keadaan dewasa tidak berproto­ plasma.g. fatty acids nonglyceride ester (nongliseride ester asam­ asam lemak) Alifatik asain monokarboksilik jenuh yang berada dalam lemak. endosperm oil (minyak endosperm) Minyak-yangdida­ pat dari bagian endosperma. dan ininyak esensial dalam bentuk etil ester. egg albumen (putih telur) Bagian yang putih dari telur unggas. distillers residue (sisa penyulingan) Lihat "stillage" (Istilah internasional). halus dari hasil penggilingan padi-padian atau biji-bijian. yang berasal dari janggeljagung dan semua atau beberapa dari bahan berikut: glume. terdiri dari sebagian besar air. debu debu dan bahan asing lainnya yang didapat dari pemisahan/pengambilan biji padi-padian. cleanings (pembersih) Merang (chaf). padat atau lunak pada suhu kamar. bahan yang larut dalam air dan partikel halus dari proses fermentasi. cuttings (potongan) Bagian atau sektio dari tumbuhtumbuhan atau hewan. egg yolk (kuning telur) Bagian dalarn dari telur unggas yang berwarna kuning. tetapi mungkin terdapat pada jaringan lainnya. ) Ikan yang dimasak dan dieks. egg shells (kulit telur) Bagian uar yang keras yang membungkus telur unggas. cobs (janggel) Bagian dalam yang berserat dari pembungkus biji jagung darimana biji jagung diambil. fish stickwater ( traksi sampai bebas minyak/lemak. cracklings ( ) Sisa yang tertinggal setelah pengambilan (dengan udara panas kering) lenak dari jaringan lemak atau kulit hewan.. distillers solubles (larutan hasil sulingan) Filtrat "stillage". fatty acids (asam-asam lemak) Alifatik monobasik asam organik yang mengandung elemen-elemen karbon. dan oksigen. cobs with husks (janggel dengan kulit) Janggeljagung dengan kulit buah tetapi tidak dengan biji. flour by-product (limbah tepung) Produk sekunder didapat dari proses penggilingan padian untuk penyia­ pan tepung roti. fat (lemak) Suatu substansi. lemma. palea dan floret steril. lilin.

dan bahan-bahan berserat (merang) yang didapat dari proses pengambilan sekam dari oats atau biji padian yang lain. grain screening ( ) Didefinisikan oleh Badan Pengawas Bahan Makanan Amerika Serikat sebagai bahan yang didapat dari penyosohan/penyaringan biji padian dan yang mengandung 70% atau lebih bijian. bijian muda. sering. lint ( ) Bahan pelapis terluar yang berseiat dan tebal yang berbentuk spiral bulu/rambut pada biji tanaman kapas. grain (butir) Sekam. gluten ( ) Substansi yang kuat. keseluruhan biji (grain) pada spesies lainnya.'bolok. mempunyai dinding otot yang tebal dan lapisan yang kuat untuk menggiling makanan yang sudah sebagian tercerna didalam tei. graham flour (tepung graham) Tepung gandum. lactose (laktose) Kristal putih disakharida yang didapat didalam air susu. lard (minyak babi) Lemak babi yang diencerkan. hatchery by-product (limbah penetasan) Campuran kerabang telur. malt sprouts without hulls ( ) Produk didapat dari pembersihan "malted barley" atau pembersihan kern. Tidak meng. andung lebih dari 6. konstituen dari fosfatide kasar berasal dari minyak bijian. malt hulls ( ) Suatu produk yang terdiri hampir secara keseluruhan sekam dan didapat dari pembersihan "malted barley". glue by-product (limbah perekat) Produk sekunder didapat dari pembuatan perekat. kali merupakan campuran tepung dan bekatul gandum. kental dan mengandung nitrogen yang tersisa setelah'pencucian/pember. grits (grit) Bijian giling yang kasar dimana telah diambil dedak dan lembaganya. heads without seeds (kepala tanpa biji) Kepala dimana bijian telah diambil. heads (kepala) Bagian dari tanaman yang mengandung biji (e. 42 grounds with chicory residue ( ) Sedimen (e.an kelenjar) Sekelompok sel dari organ-organ kelenjar termasukjaringan-jaringan interselulairnya. .) malt sprouts with hulls ( ) Kecambah dari "melted barley" berikut sekamnya. germ oil (minyak lembaga) Minyak hasil ekstraksi dari lembaga padi-padian atau biji-bijian. kopi giling) yang mengandung sisa "chicory". hulls (sekam) Kulit terluar dari biji. gluten-low glutamic acid ( ) "Gluten" dimana sebagian asam glutamatnya telah diambil. grease (pelumas) Lemak hewan dengan titer dibawah 40 0 C. grain fines (menir) Partikel kecil yang tersaring dari proses pemecahan bijian padian. lactic acid bacteria (bakteria asam laktat) Setiap macam bakteria (terutama dari jenis Laktobasilus dan Streptokokus) yang produksi utama fermentasinya pada media yang cocok adalah asam laktat. juice (sari) Cairan dari jaringan biologis yang didapat dengan penekanan dan penyaringan dengan atau tanpa tambahan air. dan anak ayam yang tak terpakai yang dimasak. yang masih hijau atau sudah diperlakukan dan diberikan sebagai hijauan. groats (biji tanpa sekam) Biji dimana telah diambil sekamnya. Lihat "screenings". grain distillers saccharomyces ( ) Jenis ragi bersel satu. kernel ( ) Pada tanaman bijian. bagian dari biji tanpa sekam. dan digiling. tanpa atau dengan sebagian lemak diambil. husk (jenjet) (1) Lembaran yang menyelimuti/me­ lapisi biji jagung. bali dari "malt. telur yang tidak menetas. malt ( ) Kecambah bijian yang diuapi dimana akarnya telah diambil. termasuk didalamnya pecahan dan bijian yang ringan. sihan tepung gandum atau padian yang lain pada waktu pengambilan pati.fodder (tebon) Seluruh bagian dari tanaman (jagung dan cantel). (2) Lapisan terluar dari biji atau butiran. khususnya yang kering dan bermembran. gin by-product ( ) Blahan yang tersisa setelah proses pemisahan serat dan biji (ginning) dar buah kapas. kepala sorglIuii). gizzard (empela) Perut kedua dari unggas. yaitu fungi yang tidak atau sedikit mempunyai pertumbuhan misel. suatu biji yang telah diambil sekamnya. (Mengandung kurang protein daripada "malt sprounts with hulls. litter (liter) Bahan berserat yang dipergunakan untuk lantai kandang unggas. gland tissue (jan. beserta kotorannya (feses dan urine). kecuali akar. joints (persendian) Ruas dari batang tanaman.g. lecithin (lesitin) Suatu fosfolipid tertentu. perkembangan biak tanpa kawin dengan membentuk tunas dan menghasilkan alkohol sebagai produk fermentasi dari substrat karbohidrat..g. hay (hai) Bagian aerial dari rumput atau hijauan yang dipotong dan diproses untuk makanan ternak. gandum liar (buckwheat) dan oats liar.. gossypol (gosipol) Pigmen fenolik dari biji kapas yang beracun turhadap beberapa hewan.5% abu. germ (lembaga) Embrio (bakal tanaman) dari suatu biji. low oil (kadar minyak rendah) Mengandung sedikit minyak (biasanya 5%atau kurang). dikeringkan..

middlings( ) Limbah (produk sampingan) dari penggilingan yang mengandung beberapa proporsi endosperma. dedak dan lembaga. molasses fermentation solubles ( ) Bagian dari "stillage molasses" yang melewati penyaring. tidak dipisah-pisahkan ("ungrade") dan biasanya tidak diperiksa. buka. pounch contents (isi perut) Lihat "rumen contents" (istilah internasional). bahan yang larut dalam air. tendo. peelings (kulit) Lapisan terluar dari buah-buahan dan sayuran yang telah diambil. diagfragma. dan kuping). needles (jarum) Daun bulat panjang dan runcing. dan berbentuk cair pada suhu ruang.. dung substansi yang terlarut didapat dari "stillage molasses". kadang-kadang meliputi juga lemak. Harus mengandung tidak lebih dari 27% serat kasar dan tidak lebih dari 15% abu.marc ( ) "Pulp". "herbage". (Istilah ini meliputi otot tulang. amorf dan tak berwarna yang didapati didalam jaringan tanaman atau didapat dari perlakuan terbatas dari protopektin buah-buahan atau sayuran segar. oil (minyak) Suatu bahan yang terutama terdiri dari trigliseride dan asam-asam lemak. offal ( ) Sisa penggil/i:gan yang tertinggal dan berkwalitas rendah.. "grain screenings". nuts with shells with husks ( ) Buah kering sukar pecah/membuka mempunyai dinding keras dan menulang dan diselimuti dengan lapisan yang kering (e. nuts with shells ( ) Buah kering sukar pecah/mem. cemara. protein perekat yang terlarut. pasture (padang gembalaan) Rumput atau tanaman lain ditanam untuk dirumput/disenggut oleh hewan. otot jantung.g. medium with yeast ( ) Sel ragi disertai dengan (1) cairan yang mengandung medium dimana sel-sel tumbuh dan (2) produk sampingan dari metabolisme sel. pits ( ) Batu dari buah-buahan drupe. tidak termasuk bibir. atau b) mempengaruhi struktur fungsi tubuh hewan selain manusia. hidung. dan esofagus. molasses (tetes) Cairan yang kental limbah dari pabrik atau pemurnian gula. nodes (ruas) Persendian dari tangkai. meat (daging) Jaringan otot dari hewan sembelihan. (2) Bahan makanan yang mengandung antibiotik untuk memperbaiki pertumbuhan atau menaikkan efisiensi makanan. meat stickwater (daging ikan) Daging ikan bebas lemak (Didapat dari perebusan daging ikan dan mangandung larutan sel daging ikan. almonds). tidak termasuk dalam definisi yang sebelumnya ("grain screenings"). meat with hulls ( ) Suatu daging biji kacang (e.ak). milk albumin ( ) Fraksi protein yang menjendal dari "whey". oil refinery lipid ( ) Limbah yang didapat dari pemurnian minyak yang dapat dimakan. titik tempat kedudukan daun atau daun-daun. "spruce" dan "larch". saraf dan pembuluh darah. medicated feed (bahan makanan obat-obatan) (I) Bahan makanan yang mengandung obat-obatan untuk a) pengobatan untuk manghilangkan rasa sakit. pod (polongan) Kulit biji yang dapat membuka ataubuah (e. karcang-kacangan atau polongan kacang).g. mill dust ( ) Partikel bahan makanan yang halus berasal dari pengiriman/penimbunan dan pemrosesan inakanan dan bahan-bahan makanan. mill residue (limbah penggiiingan) Bagian dari makanan dan bahan makanan yang tersisa setelah proses penggilingan. molasses distillers solubles ( ) Cairan yang mengan. meats ( ) Lihat "nut meats". mempunyai dinding keras dan menulang. 43 .. dan kulit anggur. pencegahan penyakit menular pada hewan selain manusia. pith ( ) Gambaran ditengah yang memanjang/ melanjut dari jaringan "parenchym" dari tangkai pada sebagian terbesar vasa tanaman. terdiri dari sebagian terbesar air.. pearl by-product ( ) Limbah yang didapat dari pembuatan butiran barley. pectin (pektin) Setiap kelompok substansi pektin yang dimetilasi. dan partikel dari biji-bijian. mill run ( ) Produk yang keluar dari penggiling. seperti daun pinus. Lihat "screenings". nut meats ( ) Biji kacang yang telah diambil kulitnya. peel (kulit) Lihat "skin" (lstilah internasional). mixed screenings ( ) Didefinisikan oleh Badan Pengawasan dan Pemeriksaan Bahan Makanan Amerika sebagai campuran bahan-bahan yang didapat dari pemisahan/penyaringan bijian yang . Lihat "pearled". Lihat "9pulp" (Istilah internasional). dan lidah. kulit. yang menghasilkan larutan yang cair-encer dan bila dicampur dengan asam atau gula menghasil­ kan "gel" (elatin). kacang tanah) bersaia kulit bijinya..g.. dan air yang rnengembun dari uap yang digunakan untuk mema. media (media) Substrat zat-zat gizi untuk pembiakan bakteria (atau organisne lain) atau sel.. biji.

kacang. irisan nenas kaleng) diambil dalam pemrosesan dipabrik. biji gulma. "pomace". keseluruhan. rumen contents (isi rumen) lsi daf dua bagian pertama dari lambung hewan ruminansia. spent residue liquid ( ) Sisa cairan yang tertinggal setelah ekstraksi pati dari kentang. shoots (tunas/pucuk) Bagian aerial dari tanaman yang muda. kacang. starch (pati) Polimer-granula putih dari tanaman. "mixed screenings". telur. Sinonim: sampah. partikel yang halus dari dedak.e.. 44 . screenings (hasil ayakan) Di-definisikan oleh Badan Pengawasan dan Pemeriksaan Bahan Makanan Amerika sebagai bahan . biji kentang). (2) Jaringan terluar dadt hewan. seed balls (bola biji) Buah-buahan yang bulat dan biasanya kering atau berkapsul (e. solvent extracted flakes with reduced protein and carbohydrate ( ) Produk yang tersisa setelah sebagian protein dan bahan ekstrak tanpa nitrogen diambil dengan peng-ekstraksi-an dengan solvent dari kedelai pecah yang dihilangkan sekamnya.polished rice by-product (limbah penyosohan padi) Produk lain dari penyiapan padi/gabah setelah disosoh/digosok. spice (rempah) Setiap macam produk tanaman yang memberi aroma digunakan untuk bumbu makanan] masakan. refuse ( ) Bahan yang rusak. sekam. process residue (sisa proses) Bahan yang tersisa setelah beberapa bahan aslinya (e. 100 biji gulma yang dibatasi/tak diingini setiap pound-nya (lb). "peel". silk ( ) Bentuk/corak dari jenjet jagung. stalk (pokok) Batang utama (pokok) tanaman hijauan. skin (kulit) (1) Pembungkus luar dari buah atau Sinomin: "rind". "husk". Lihat "chaf' dan "dust". jelek. atau tangkai. i. protein (protein) Suatu kelas yang besar yang aslinya terbentuk dari kombinasi asam-asam amino.g. Hasil ayakan harus tidak mengandung lebih dari. seed (biji) Ovule tanaman yang dipupuk dan telah masak. Lihat "pulp (istilah internasional). "grain screenings". dan sejumlah kecil tepung. atau lebih yang diproduksi selama pemrosesan atau sisa dari pabrik atau proses industri. pomace ( ) Pulp. Sinonim: "paunch contents".. pulp fines ( ) Lihat "fines". Hasil ayakan harus tidak mengandung biji atau bahan lain dalam julah yang dapat mencelakakan hewan atau akan mengakibatkan penolakan ari susu dan daging karena bau atau aroma... solubles (bahan terlarut) Bahan yang larut (dan mung­ kin bahan padat yang halus) dalam cairan/larutan yang didapat daft pemrosesan bahan-bahan berasal daft tanaman atau hewan. pasir dan kotoran lain. process by-product (limbah proses) Satu atau lebih limbah dari pabrik makanan.g. seed skins (kulit biji) Lapisan luar dari beberapa bijian (e. Pengayakan Campuran dan Serabut dan/atau Debu. pulp (pulp) Sisa yang padat (termasuk biji dan kulit. dan tangkai buah. akar. spine (dud) Suatu bentuk khusus dari daun yang keras tajam dan runcing. apabila ada) setelah ekstraksi sari daft buah. shorts ( ) Limbah penggilingan tepung yang terdiri dari lembaga yang oval.g. serat. biji. split pea by-product (limbah pemecahan kacang) Lim­ bah daft pabrik pemecahan biji kacang-kacangan. pottasium salts (garam kalium) Komponen mineral mengandung kalium. keseluruhan. polishings (bekatul) Limbah padi/gabah terdiri daft sisa yang halus yang tertimbun pada saat penyosohan/ penggosokan beras (setelah sekam dan dedak halus diambil). pollen (tepung sari) Masa/kumpulan spora-kecil (biasanya debu/tepung yang halus) dari biji tanaman.. Mungkin meliputi pecahan biji yang besar atau kecil dan biji-bijian pertanian..kacangan dan buah polongan). Harus diterangkan sebagai Pengayakan Biji. jerami. solubles with low potassium salts and glutamic acid ( ) Limbah daft pembuatan monosodium glutamate dari filtrat Steffen. kerang/tiram. raisin syrup by-product (limbah sirup anggur) Limbah dari pembuatan sirup anggur. terdiri dari terutama kulit dan biji kacang yang pecah dan ditolak. debu/bubuk penggilingan. persendian/buku/ruas. Biji-biji gulma yang terlarang dan tak diingini haruslah nama-nania biji gulma seperti yang tertera dalam undang-undang dinegara bagian dimana hasil ayakan diperdagangkan dan dipergunakan. empat biji gulma yang terlarang setiap pound-nya (lb) dan tidak mengandung lebih daft.. skin scrapings ( ) Hasil pembersihan/rontokan dari kulit hewan sembelihan. shells (kerabang) Pembungkus tanaman (biji/buah) atau produk hewan ternak yang keras dan berserat atau berkapur. "marc". didapat dari pembersihan bijian/ padian yang termasuk dalam Undang-Undang Standardisasi Bijian (Grain) Amerika Serikat dan biji tanaman yang lain.

steep water ( ) Air yang mengandung bahan terlarut yang diambil secara ekstraksi perendaman jenuh. bijian atau tetes sesudah alkohol diambil secara destilasi. Sinonim: bahan yang tidak larut dan pemurnian sirup jagung. dan isinya. hati. stem (tangkai) Bagian aerial yang tebal dari tanaman yang berfungsi sebagai struktur penyangga dari daun.. "wood pulp") yang diberi perlakuan dengan sulfit. hati. dengan alkali. dan usus halus besirta isinya. buatan tepung pati (e. dan usus halus. vine (tanaman merambat) Semua tanaman yang batang­ nya membutuhkan penyangga atau menjalar diatas tanah.g. pucuk tebu).g. Jerohan mamalia meliputi esophagus. stickwater solubles ( ) Fraksi dari ikan yang larut dalam air dari mana cairan.i. limpa. straw(jeram. tembolok. tallow ( ) Lemak hewan dengan titer lebih dari 40 0 C. lambung. whole plant (tanaman utuh) Lihat "entire plant" (Istilah internasional). vine hay (hay tanaman menjalar) Hijauan dari tanaman menjalar/merambat yang dipotong dan dikeringkan dengan sinar matahari. straw pulp ( ) Suatu bentukan yang lunak dan basah yang terbuat dari jerami giling dicampur air. stubble ( ) Bagian bawah dari batang tanaman yang tertinggal diladang setelah dipanen. ta. jantung. paru-paru. masing­ masing dengan bakal tunas yang mampu berkembang menjadi tanaman baru (e..g. whey fermentation solubles ( ) Whey beserta substansi yang larut dalam air yang terjadi selama proses fermentasi whey. syrup by-product (limbah sirup) Produk kedua (limbah) yang terdiri terutama dari fraksi seperti lemak dari parijagung bersama protein dan sisa karbohidrat. Jerohan ikan meliputi insang.. tops (pucuk) Bagian ujung atas dari tanaman (e. pakan konstituent dari bagian tak tersaponifikasi dari lemak dan minyak hewan dan tanaman. stickwater solubles precipitated ( ) Endapan dari fraksi dari ikan yang larut dalam air (fish wtickwater). telur-telur muda. vinegar fermentation grains (bijian pembuatan cuka) Biji-bijian yang digunakan sebagai substrat untuk menyediakan korbohidrat yang kemudian diubah menjadi cuka. stem butts (pucuk) Bagian ujung dari tangkai/batang.. telah diambil.-. meat stick water". sugar (gula) Kristal manis yang ada dalam sukrose (seperti yang digunakan untuk memerangkan bahan makanan) yang mudah digunakan/diserap dan terbentuk secara alami di tanaman tebu/gula bit. atau risoma. sterols (sterol) Alkohol siklis yang padat yang meru. stickwater ( ) Lihat "fish stickwater. "sugar maple". "Hay" (Istilah internasional).Pembentuk utama dari endosperm biji.) Sisa tanaman setelah pemisahan/ pemanenan biji (padian. pati dari kentang). urea (urea) Bahan kristal putih yang mudah larut dipergunakan sebagai sumber nonprotein nitrogen untuk ruminansia. (bungajantan) Bunga jantan dari beberapa tanaman (e. lstilah internasional: bagian aerial tanpa jenjet tanpa sekam. bagian aerial tanpa kepala. whey (whey) Cairan dari air susu setelah dipisahkan dari bagian yang menjendal. stover (tebon) Batang dan daunjagung atau sorghum setelahjenjet jagung atau kepala sorghum dipanen. dan juga secara sintetis. lambung.. Steffen's filtrate (filtrat Steffen) Filtrat yang didapat dari presipitasi/pengendapan kalsium sukrat dalam proses Steffen dan dipergunakan sebagai sumber asam-asam amino. Bagian-bagian aerial (aerial parts) (Istilah internasional). kacangan) dengan pemukulan. tubers (tuber/umbi) Batang yang tebal pendek dan berair. yang biasanya terbentuk didalam tanah dan membentuk daun yang kecil-kecil. stillage (stilase) Masa (ampas) dari fermentasi biji. sorghum dan gula kelapa. 45 . bunga dipucuk batangjagung). Lihat "threshed". jantung. Lihat "bagian aerial". kentang). sulfite waste liquors ( ) Sisa dari produk-produk (e. syrup (sirup) Sari buah atau tanaman yang dikentaLkan. empela. unsaponifiable matter (bahan yang tak tersaponifikasi) Bahan ekstrat yang larut dalam eter setelah dengan lengkap bereaks. stick ( ) Lihat "fish stickwater. meatstickwater. yang didapat dari pemasakan dan penekanan ikan. viscera (jerohan) Semua organ didalam rongga badan. tankage ( ) Lihat "carcass residue with blood" (Istilah internasional).g. Lihat "steep extracted". Bahan ini diproduksi oleh mamalia selama metabolisme nitrogen. dan buah.g. limpa. starch by-product (limbah pati) Sisa dari pabrik pem. presswater". waste (sisa) Lihat "refuse" (Istilah internasional). whey albumin (albumin whey) Satu diantara protein­ protein whey.. tunas.

yeast fermentation grains (bostel) Sisa biji-bijian setelah digunakan sebagai sumber karbohidrat untuk fermentasi oleh ragi.wort ( ) Bagian cairan dari bijian pernbuatan bier.ula dan ekstrat air yang lain dari masa yang direndarn. Adalah cairan dari larutan . ) Lihat "medium with yeast". yeast with medium ( 46 .

blowings See mill dust (International term). the term carcass with head and skin is used. lemmas. straw. .g. soybean meal) to which ingredients (e.joints. and small fragments of straw that are separated from seed in threshing or processing. trees. dirt. blood albumin One of the blood proteins. or disks. mill or elevator dust. See screenings charcoal Dark porous forms of carbon made by in­ complete combustion of plant or animal matter. hulls. bud Small lateral or terminal protuberance on a plant stem. sand. and fruits of shrubs. joints. and Vigna bisulfite preservative An acid sulfite used to prevent decomposition of stored products.. It consists of rudimentary foliage or floral levels or both overarching a growing point on an undeveloped shoot. cones Ovule or pollen-bearing scales from trees of the pine family. skeletal. bolls process residue The residue from immature and unopened cotton bolls after removal of fiber and seed. mammals Residue from carcasses exclusive of hair. nerve. 47 . ash Mineral residue remaining after the burning of combustible material. cleanings Chaff. and other foreign matter removed from cereal grains. bone charcoal The product obtained by charring bones in a closed retort. sinew. bran Pericarp of grain brewers grains The coarse insoluble residue from brewed malt.GLOSSARY 2 Part(s) of Parent Feed Material aerial part The above-ground part of a plant AIV preservative A preservative for silage consisting of a mixture of hydrochloric and sulfuric acids. seeds.g. (If head and skin are included. cobs with grain See ears (International term). flowers. cut from corn (maize) cobs and all or some of the following: glumes. and cardiac muscles. The tissues consist chiefly of straite. bone ash The white porous residue that remains after burning bones in air. It must be labeled "chaff and/or dust. and blood vessels. International term: pulp.separated from grains or seeds in the usual commerical cleaning processes.g. grains.. sweepings. cob fractions A mixture containing rings. (If bones are included. cracklings The residue that remains after removal (by dry heat) of fat from adipose tissue or skin of animals. the term is carcass without head and skin)." If it contains more than 15% ash the words "sand" and "dirt" must appear on the label. cobs furfurals residue The residue from extraction of furfurals from corn (maize) cobs. bone glue residue Part of bone remaining (chiefly calcium phosphate) after removal of the part used in manufacturing bone glue. horns. beans Seeds of leguminous plants especially of the genera Phascolus. flax and cotton). and sterile florets. carrier An edible material (e. It may include hulls. and thereafter precipitated with lime and dried. chaff Glumes. skin. paleae. or coated into or onto the edible material. and contents of the digestive tract. The added ingredients are absorbed impregnated. casein The protein precipitate that results from treat­ ing skim milk with acid or rennet. bone protein colloids The gelatinous material extracted from bones by moist heat treatment. cobs with husks Corn (maize) cobs with the enveloping husks but without the grain. cobs The fibrous inner portions of the ears of corn (maize) from which the kernels have been removed. then in hydrochloric acid solution. chaff and dust Defined by the Association of American Feed Control Officials as material .. cereal by-product Secondary product resulting from the manufacture of a table cereal. the term carcdsa residue with bones is used). bolls The pods or capsules of certain plants (e. Dolichos. carcass residue. but they may include the accompanying fat. browse Small stems. or woody vines. bagasse Pulp from sugar cane. vitamin A or riboflavin) are added. capsule chaff The light fibrous material obtained by aspiration of flaxseed or flaxseed capsules. leaves. bone phosphate The residue of bones that have been treated first in caustic solution. carcass The body of an animal exclusive of the intestinal tract and lung tissue. carcass meat trimmings Soft tissues obtained from slaughtered animals. bulb Mass of overlapping membranous or fleshy leaves on a short stem-base enclosing one or more buds that may develop into a new plant. hoofs. if head and skin are not included.. cannery residue Edible residue that remains after a product is prepared for canning. dust. weed seeds.

fermentation solubles Parts of stillage that pass through screens. egg yolk Inner yellow-colored portion of the egg of birds. including light and broken grains. distillers stillage See stilage (International term). Syn: cobs with grain egg albumen Whites of birds' eggs. reproducing asexually by budding and typically producing alcoholic fermentations on carbohydrate substrates.. elevator chaff and dust Particles that accumulate in dust collectors above elevators used for grain storage. often a mixture of flour and bran. which is a class of compounds that yield methyl alcohol on hydrolysis. solid or plastic at room temperature. waxes. composed chiefly of triglycerides of fatty acids. fiber by-product A secondary product obtained during the manufacture of a fiber product (e. fat A substance.5% ash. fiber An elongate tapering plant cell that has at maturity no protoplasm.is obtained during the manufacture of flax). flax fiber 48 by-product. flower extract Material removed from flowers by leaching with a liquid. fatty acids ethyl Saturated aliphatic monocarboxylic acids occurring naturally in fats.crown On a seed plant. It is found chicfly in the vascular tissues of plants. consists of 70% or more of grains. distillers residue See stillage (International term). graham flour Whole wheat flour. grain Seed from cereal plants. glue by-product A secondary product obtained in manufacturing glue. but may occur in other sites. and essential oils in the form of ethyl ester. wild buckwheat. fs n n ae sdi rcsig flour Soft. except for the roots. grain distillers saccharomyces A genus of unicellular yeasts. gluten The tough. gluten low glutamic acid Gluten from which some of the glutamie acid has been removed. fermentation product Product formed by enzymatic transformation of organic substrates. viscid. and essential oils in the form of methyl ester. distllers iter a tmilling distillers rsiue solubles Seetillage Stillage filtrate. gland tissue An aggregate of cells of various special secreting organs with their intercellular contents. It must contain not more than 6. germ oil Oil extracted from the germ of cereal grains or other seeds. cobs an grain but not the husks. and It contains the aqueous cell solutions of the fish any water used in processing. germ Embryo of a seed. and essential oils in the form of esters other than those of glycerol. consisting chiefly of water. which are fungi having little or no mycelial growth. water-soluble substances and fine particles from the fermentation process. it has thick muscular walls and a tough lining for grinding food that has been partially digested in the crop. dust Fine dry particles of matter usually resulting from the cleaning or grinding of grain or other ears Fruiting heads of corn including cobs and grain Futinothed s fornncludi . including the roots. fish stickwater An aqueous oil-free extract of cooked fish. fragments of groats. gin by-product Material that remains after cotton fibers and seeds of cotton bolls are separated in ginning. flour by-product A secondary product obtained dur­ ing the milling of grain for preparation of bread flour. fodder Green or cured plants (maize and sorghum) that are fed in their entirety. Imma­ ture grains. waxes. the point (usually at ground level) at which stems and root merge. mnufactug glue. arately from the yolk. as forage.g. fatty acids methyl ester Saturated aliphatic monocarboxylic acids occurring naturally in fats. See aerial part (International term). and chaffy material obtained during the dehulling of oats and other cereal grains. It consists essentially of the starch and gluten of the endosperm. . endosperm oil Oil obtained from endosperms entire plant The whole plant. grain screenings Defined by the Association of American Feed Control Officials as material obtained from screening grains and which . finely ground bolted meal obtained by cereal grains and other seeds. nitrogenous substance that remains after the flour of wheat or other grain has been washed to remove the starch. hydrogen.. gossypol A phenolic pigment in cotton seed that is toxic to some animals. fatty acids Aliphatic monobasic organic acids containing only the elements carbon. egg shells The hard exterior coverings of eggs of birds. grain clippings The hulls. gizzard The second stomach of a bird. and wild oats. egg white The white of eggs from birds used sep. See screenings. grain fines Small particles screened from cracked grain.. and oxygen. cuttings Parts or sections from a plant or animal cuttingers grains Prarts orains fromwhal oor or a alcoholic lic distillers Grains from which alcohol beverages have been distilled. which. waxes. fatty acids nonglyceride ester Saturated aliphatic monocarboxylic acids occurring naturally in fats. which is a class of compounds that yield ethyl alcohol on hydrolysis.

or prevent diseases of animals other than man. with or without addition of water. nerves. husks (1) Leaves enveloping an ear of corn (maize).. . and germ. (2) A feed that contains an anti­ biotic intended to promote growth or increase feed efficiency. and skins from grapes. cardiac muscle. mill residue Part of a feed or feed ingredient that remains after a milling process.g. malt sprouts with hulls Sprouts from malted barley combined with malt hulls. grits Coarse ground grain from which the bran and germ have been removed. the point of insertion of a leaf or leaves. mixed screenings Defined by the Association of American Feed Control Officials as a mixture of material obtained from screening grains and of the screenings that are . meats with hulls Certain nut meats (e. excluded from the pre. mitigate.g. a dehulled seed. lactic acid bacteria Any of various bacteria (chiefly of the genera Lactobacillus and Streptococcus) that produce predominantly lactic fermentation of suitable media. See screenings. bran. (2) Outer coverings of kernels or seeds. heads The parts of a plant that contain the seeds (e. (Contains less protein than malt sprouts with hulls). and ears). molasses distillers solubles Liquid containing dissolved substances obtained from molasses stillage. being composed mostly of water. with or without partial removal of fat. the principal constituent of crude phosphatides derived from oil. marc Pulp. molasses The thick viscous by-product resulting from the manufacture of refined sugar. seeds. and blood vessels..soluble substances. unhatched eggs. lecithin A specific phospholipid. milk albumin The coagulated protein fraction from whey. those of peanuts) combined with their hulls. in other species. coffee grounds) that contain chicory residue. and the tongue. It must con­ tain not more than 27% crude fiber and not more than 15% ash. lactose A white crystalline disaccharide found in milk. the soluble glue proteins. and ground. grounds with chicory residue Sediment (e. meats See nut meats. hatchery by-product A mixture of eggshells. spruce. un­ graded and usually uninspected. groat Grain from which the hulls have been removed.bearing seeds. middlings A by-product of flour milling that contains varying proportions of endosperm. kernel In cereals. malt Sprouted and steam2d whole grain from which the radicle has been removed. joints Nodes of plant stems juice The aqueous substance obtained from biological tissue by pressing or filtering.g. as of pine. malt sprout cleaning with hulls Product obtained in cleaning malted barley or in recleaning malt. heads without seeds Heads from which the seeds have been removed. grain screenings. snout. 49 . and larch. treat. needles Slender pointed leaves. meat Flesh obtained from slaughtered mammals. it does not include the lips. ceding definition (grain screenings). mill dust Fine feed particles resulting from handling and processing feed and feed ingredients. and water condensed from the steam used in wet rendering).. low oil Containing very little oil (usually 5%or less). it some- times includes the accompanying fat. or b) to affect the structure of functioning of the bodies of animals other than man. lard Rendered fat of swine. meat stickwater An aqueous fat-free extract of meat (It is obtained in wet rendering meat products and contains the aqueous cell solutions. media Nutrient substrate for culturing bacteria (or other organisms) or cells. See pulp (International term). with the poultry excreta. mill run A product as it comes from the mill. hulls Outer covering of seeds. malt hulls Product consisting almost entirely of hulls and obtained from cleaning malted barley. molasses fermentation solubles That portion of molasses stillage which passes through screens. diaphragm. skin. (The term includes skeletal muscles. nuts with shells Dry indehiscent fruit having a hard bony ovary wall.. hay The aerial parts of grass or herbage cut and cured for animal feeding.g. sorghum heads). almond husks). and the particles of the grain. a whole grain. dehydrated. medium with yeast Cells of yeast combined with (1) the liquor containing the medium in which the cells grow and (2) the by-products of the cell metabolism. lint A fibrous coat of thickened convoluted hairs on the seeds of cotton plants. sinews. water.grease Animal fats with a titer below 400 C. especially when dry and membranous (e. nodes The joints of a stem. medicated feed (1) A feed that contains drug ingred­ ients intended a) to cure. and culled chicks that has been cooked. litter Fibrous material used on the floor of poultry houses. and esophagus.

refuse Damaged. shoots The immature aerial parts of plants.g. pollen A mass of microspores (usually resembling a fine dust) in a seed plant. polishings A by-product of rice consisting of the fine residue that accumulates as the rice kernels are polished (after hulls and bran have been removed). pea or bean pod). mixed screenings. process by-product One or more by-products from food manufacturing. raisin syrup by-product Residue from the manufacture of raisin syrup.. seeds. No grade of screenings must contain any seeds or othcr material in amount that is either injurious to animals or will impart an objectionable odor or flavor to their milk or flesh. pits Stones of drupacous fruits.g. grain screenings. Syn: rind. screenings Defined by the Association of American Feed Control Officials as material . It must be designated as Grain Screenings. Syn: bagasse. paunch contents See rumen contents (International fruits. obtained in term). silk The styles of an ear of corn. peel.. solubles Dissolved substances (and possibly fine solids) in liquids obtained in processing animal or plant materials. and dirt. seed skins Outer layers of some seeds (e. seed The fertilized and ripened ovule of a plant. i. pod A dehiscent seed vessel or fruit (e. shells The hard fibrous or calcareous covering of a plant or animal product. defective. shorts A by-product of flour milling that consists of germ offal. See chaff and dust. Syn: paunch contents. nut. pomace. oyster. pasture Grass or other plants grown for grazing animals. weed seeds. potato seed). peel See skin (International term). nut meats Nuts from which the shells have been removed. solvent extracted flakes with reduced protein and carbo­ hydrate The product remaining after some of the pro­ 50 . Mixed Screenings and Chaff and/or Dust. or excess edible material produced during or left over from a manufacturing or industrial process.nuts with shells with husks Dry indehiscent fruit having a hard bony wall enclosed by a dry outer covering (e. if present) remai:ing after extraction of juices from the cleaning of grains which are included in the United States Grain Standard Act and other agricultural seeds. offal Low-grade residue left from the milling of some product. potassium salts A mineral compound containing potassium. protein Any of a large class of naturally occuring complex combinations of amino acids.g. skin (1) The outer covering of a fruit or seed. fine particles of bran. It may include light and broken grains and agricultural seeds. and small amounts of flour. or stems.. . pith Continuous central strand of parenchymatous tissue occurring in the stems of most vascular plants. --solubles with low potassium salts ard glutainic acid The residue from manufacturing monosodium glutamate from Steffen's filtrate. marc. hulls. See pearled. oil refinery lipid By-product obtained in refining an edible oil. chaff. beans and peas). process residue Material remaining after some of the constituents of the original material (e.e. egg. peelings Outer layers of fraits or vegetables that have been removed. straw.. pulp fines See fines. pearl by-product By-product obtained in pearling barley. herbage. See pulp (International term). pineapple slices for canning) have been removed in a manufacturing process. (2) The dermal tissue of animals.. almonds). pomace Pulp. sand. skin scrapings Scrapings from hides of slaughtered animals. husk. pectin Any of the group of colorless amorphous methylated pectic substances occurring in plant tissues or obtained by restricted treatment of protopectin obtained from fruits or succulent vegetables. joints. The screen­ ings must contain not more than four whole pro­ hibited noxious weed seeds per pound and must contain not more than 100 whole restricted noxious weed seeds per pound. rumen contents Contents of the first two compart­ ments of the stomach of a ruminant. .. pulp The solid residue (including seeds and skins. The prohibited and restrict­ ed noxious weed seeds must be those named as such by the seed control law of the state in which the screenings are sold or used.g. and stems from fruit. elevator or mill dust. that yield viscous solutions with water and when combined with acid and sugar yield a gel. roots. oil A substance that consists cheifly of triglycerides of fatty acids and is liquid at room temperature. seedballs Rounded and usually dry or capsular fruits (e. polished rice by-product Another product produced during the preparation of polished rice.g.

spleen. peas. sugar cane tops). wood pulp) treated with sulfite. and intestines and their contents. It is produced by mammals during nitrogen metabolism. whey The watery part of milk separated from the coagulated curd. spleen. unsaponifiable matter Ether soluble material extract­ able after complete reaction with strong alkali. whey fermentation solubles Whey together with the watersoluble substances produced during the ferment­ ation of whey.g. stick Condensed stickwater or presswater. It is a sol­ ution of malt sugar and other water soluble extracts from malted mash. heart. the tassels at the end of a stalk of corn). split pea by-product The residue from the manufacture of split peas. and intestines and their contents. The principal part of seed endosperm. has been removed. sulfite waste liquors Residues from products (e. Hay (International term).. originally obtained by steam cooking and pressing the fish. undeveloped eggs. each with a bud capable of developing into a new plant (e. potato). waste See refuse (International term). The viscera of fish include the gills.. stomach. Syn: corn syrup refinery insolubles.g. Steffen's filtrate The filtrate obtained from the precipitation of calcium sucrate in the Steffen process and used chiefly as a source of amino acids.g. stem butts Proximal ends of stems. sugar maple. stomach. tubers Short thickened fleshy stems. liver.tein and nitrogen-free extract have been removed from dehulled. tankage See carcass residue with blood (International term). buds. vine hay Cut and sun-cured herbage from vines. whey albumin One of the whey proteins. sterols Solid cyclic alcohols that are the major constituents of the unsaponifiable part of animal and vegetable fats and oils. See aerial parts. viscera All organs in the great cavity of the body. tassels Male inflorescences of some plants (e. solvent extracted soybean flakes. sugar beet. sugar A sweet cyrstallizable substance that consists essentially of sucrose (as used in describing feeds) that occurs naturally in the most readily available amounts in sugarcane. consisting primarily of skins and broken and rejected peas. syrup Concentrated juice of a fruit or plant. . International terms: aerial part without ears without husks. meat stickwater.. spent residue liquid The liquid residue that remains after extracting starch from potatoes. stubble The lower parts of plant stems that remain standing in the field after harvest. See threshed. stillage The mash from fermentation of grains or molasses after removal of alcohol by distillation. meat stickwater. urea A highly soluble crystalline white compound used as a source of nonprotein nitrogen for ruminants. crop.. and also synthetically. lungs. stalk The main stem of an herbaceous plant. and fruit. gizzard. sorghum and sugar palm. stomach. tops The uppermost parts of plants (e. heart.g.. straw pulp A moist slightly cohering mass consisting of ground straw treated with water. stems The coarse aerial parts of plants which serve as supporting structures for leaves. The viscera of mammals include the esophagus. straw Plant residue remaining after separation of the seeds (grain. The viscera of poultry include the esophagus. stiff sharp-pointed leaf form. vines Any plant whose stems require support or lie on the ground. heart. and intestines but not their contents). stickwater See fish stickwater. whole plant See entire plant (International term). liver. aerial part without heads.g. yeast with medium See medium with yeast. presswater. Aerial parts (International term). spleen. liver. See fish stickwater. that usually form underground and bear minute scaled leaves. steepwater Water containing soluble materials removed by steep extraction. tallow Animal fats with titer above 40 0 C. staich from potatoes). or beans) by threshing. stickwater solubles precipitated Precipitated watersoluble fraction from fish stickwatcr. starch by-product The residue from the manufacture of starch (e. vinegar fermentation grains Grains used as the sub­ strate to provide a source of carbohydrate that is transformed into vinegar. or rhizomes. starch A white granular polymer of plant origin. stickwater solubles Water-soluble fraction from fish from which the liquid. syrup by-product A secondary product consisting chiefly of the fatty fraction of corn starch to­ gether with protein and residual carbohydrates. wort The liquid portion of malted grain. spine A specialized. yeast fermentation grains Residue of grains after being used as a source of carbohydrate for yeast fermentation. stover Stalks and leaves of corn or sorghum after the ears of corn or heads of sorghum have been harvested. See steep extracted. spice Any of various aromatic vegetable products used to season foods.

Lihat "fan air dried without heat" (Istilah internasional) bitterness extracted (ekstraksi rasa getir) Perlakuan untuk menghilangkan rasa getir/pahit. Lihat "fan air dired with heat" (Istilah internasional). close planted (jarak tanam rapat) Penanaman dengan jarak yang lebih pendek antara tanaman dalam baris tanam. atau hewan. Dimaksudkan untuk "pellets". Dimaksudkan untuk dua bahan yang akan dipisahkan (e. crushed ( cultured (kultur) Disiapkan untuk cadangan atau digunakan (e. cooked (dimasak) Dipanaskan dengan kehadiran air untuk mengubah karakteristik kimia dan fisik (atau keduanya) atau untuk mensterilkan. pengasapan. coarse bolted (hasil Mringan yang kasar) Pemisahan dari bahan induk dengan disaring melalui kasa kain yang kasar. aspirated (penghembusan) Penghilangan/pengambilan bahan yang halus dan ringan dari bahan yang lebih berat. alcohol extracted (ekstraksi alkohol) Diperlakukan dengan alkohol untuk mengambil/menghilangkan bahan-bahan yang larut dalam alkohol.. ) Lihat "rolled". debittered (bebas getir) Dihilangkan substansi penyebab rasa getir. dengan pengeringan. chopped (dicaeah) Dikurangi ukurannya dengan pemotongan. atau pemisahan magnetis) dimana bahan yang tidak dike. ditutup dan disterilisasi di dalam kaleng atau tempat sebangsanya yang lain.e..g. menyaring. Di­ maksudkan untuk ukuran dari biji-bijian. dibungkus. coagulated (penjendalan) Penebalan. D-activated (Vitamin D aktil) Diaktifkan dengan vita­ min D (e. bolted (diayak) Memisahkan dan bahan induk dengan menggunakan kain pemisah/penyaring.. Dimaksudkan untuk bahanbahan dari campuran bahan makanan.g. acidified (pengasaman) Penambahan suatu asam untuk menurunkan pH dibawah pH 7. dengan sinar ultra violet). ammoniated (diamonia) Dikombinasi atau disenyawa. tidak dimaksud untuk derajat pencampurannya. blended (dicampur) Pencampur atau penyatuan/ pengkombinasian. canned (dikaleng) Diproses. conditioned (dikembalikan ke keadaan semula) Pengembalian kadar air atau suhu (atau keduanya) sebelum mengalami proses sianjutnya.. clipped (dipetik) Dimaksudkan sebagai penghilangan bagian-bagian ujung/akhir dari biji padian. coarse sifted (hasil saringan yang kasar) Pemisahan bahan bahan berdasar ukuran tertentu dengan menggunakan saringan-saringan kawat. Dimaksudkan pada hijauan. Kadang presipitat/ endapan terbentuk yang mungkin diambil dengan cara mekanis (i. artifically dried (pengeringan buatan) Pengambilan air dengan cara yang tidak alami. menggosok. dan kemudian mungkin dapat didinginkan. ) Dipanaskan dengan suhu tinggi dengan calcined ( kehadiran udara. Dimaksudkan pada fraksi sterol tumbuhan. Lihat "pressure cooked". pembekuan atau penjendalan biasanya disebabkan oleh adanya bahan penjendal (coagulant). penjendalan (curd) dari whey). 52 . dedak dipisahkan dari bekatul). ) Dihancurkan dengan alat penggiling crumbled ( (rollers). menghembus. condensed (dikentalkan) Pengurangan isi (volume) dengan pengambilan air. blocked (dibalok) Dibentuk menjadi suatu masa yang besar dan padat. Bijian/padian dikembalikan ke keadaan semula sebelum digulung.KAMUS KECIL 3 Proses-Proses don Perlakuan-Perlakuan yang Dijalankan Terhadap Suatu Produk Sebelum Diberikan Kepada Hewan acid hydrolyzed (hidrolisa asam) Lihat "hydrolyzed". Lihat "tempered" (lstilah internasional). barn cured (perlakuan dalam lumbung) Pengeringan dengan hembusan udara lkwat celah dalam lumbung (ruang tertutup).g. crimped (dipelintir) Digulung kecil dengan alat penggulung. hendaki diambil atau dihilangkan. autoclaved (diautoklav) Dimasak dengan tekanan udara didalam autoklav.. air ashed (pengabuan diudara) Pengarangan dengan cara pembakaran di udara terbuka sampai menghasilkan abu. atau penggaraman atau dengan menggunakan penga­ wet kimia).g. cracked (dipecah) Pengurangan ukuran dengan cara penghancuran atau pemecahan/pelumatan. cleaned (dibersihkan) Dirnaksudkan untuk semua proses (e. kan dengan amonia atau komponen amonia. centrifuged (disentrifuse) Dipisahkan dengan tekanan berputar dan dijauhkan dari porosnya.

Dimaksudkan untuk jaringan tubuh bawah. Dimaksudkan untuk daun-daunan. puti penggunaan panas yang tinggi. dehulled (bebas sekam) Dihilangkan sekamnya.alkohol. dried (dikeringkan) Lihat "dehydrated. Dimaksudkan untuk rongga tubuh hewan. baktefia dalam pengawasan proses aerob atau anaerob.. digested (dicerna) Perlakuan dengan panas dan air. expended (mengembang) Bertambahnya isi (volume) akibat penurunan tekanan. mechanical (ekstraksi. etiolated (dietiolesi) Tumbuh dalam suasana kurang sinar/cahaya. menjalani fermentasi asam yang mencegah pembusukan. Pemecahan dengan kombinasi air. vitamin­ vitamin atau kelompok vitamin B." extruded (diekstrud) Dorongan melalui lubang/ celah dari suatu cetakan dengan tekanan. pemotongan. Dimaksudkan untuk suatu bahan makanan atau campuran bahan makanan yang memuai setelah diperlakukan dengan air. ceriping kentang).." fused (dicampur) Dicampur dengan melelehkan. mekanis) Lihat "mechanically extracted. extruded with steam (diekstrud dengan uap air) Do­ rongan melalui lubang/celah dan suatu cetakan dengan tekanan setelah sebelunmya diberi perlakuan dengan uap air. Dimaksudkan untuk produk (e. Dimaksudkan untuk granula pati dan bahan makanan. silo). dipadatkan dalam ruangan kebal udara (e. fan air dried with heat (dikeringkan dengan udara panas) Dikeringkan dengan menggunakan suatu alat yang menghasilkan aliran udara panas. dehydrated (dikeringkan) Dihilangkan sebagian terbesar kandungan airnya dengan pemanasan. asam-asam. Sinonim: "steam flaked. panas. field cured (perlakuan dilapangan) Dikeringkan dengan cara dibiarkan diudara terbuka. heat and acid precipitated (presipitat panas dan asam) 53 .defluorinated (dihilangkan fluornya) Dihilangkan sebagian dari fluorine. suatu proses dimana tanaman yang dicacah halus. Dimaksudkan untuk bahan makanan/makanan. gela­ tizied (digelatinisasi). Dimaksudkan untuk bijian dan butiidn.g. Di­ maksudkan untuk bahan makanan. Dimaksudkan untuk makanan/bahan makanan. Lihat "oven cured" (Istilah internasional). rongan melalui lubang/celah dari suatu cetakan dengan tekanan dan tanpa perlakuan dengan uap air. extrude without steam (diekstrud tanpa uap air) Do. finely screened (saring halus) Pemisahan berdasarkan ukuran dengan melewatkan melalui bahan yang dianyam halus. fermented (difermentasi) Aktifitas karena ragi.g. biji padi-padian dan tetes) yang dipergunakan dalam pembuatan alkohol. flaked (lempeng) (1) Disiapkan dengan metode meli. degermed (dihilangkan lembaganya) Dihilangkan sebagian atau keseluruhan embrio (lembaga) dipisahkan dari bagian endosperm yang berpati. fan air dried (dikeringkan dengan udara) Dikeringkan dengan menggunakan suatu alat yang menghasilkan aliran udara.dan antibiotik­ antibiotik." extracted. ground (digiling) Pengurangan ukuran dengan pencu­ kuran atau tekanan/himpitan. Dimaksudkan untuk tanaman. finely sifted (saring halus) Pemisahan berdasarkan ukuran dengan melewatkan melalui bahan yang dianyam halus. dan (2) pengambilan/penghilangan lemak dengan penekanan atau penguarasan.g. ensiled (diensilase) Pengawetan secara ensilase. pemipihan dengan menggunakan pasangan "rollers" (2) Memotong tipis (e. tekanan. dressed (diseragamkan) Diseragamkan dalam teksture dengan merusak atau menjaring lapisan luar (lump) atau dengan pemberian larutan/cairan. finely ground (giling halus) Pengurangan ukuran sampai sangat kecil dengan penekanan. Lihat "without hulls" (Istilah internasional). dan suhu untuk men-gelatinisasi pati. solvent (ekstraksi. eviscerated (dieviserasi) Pengambilan semua organ tubuh. atau khemis dan enzymatis dengan hasil akhir perubahan atau dekomposisi dari sifat fisik dan kimia yang alami.. fungi yang berfilamen. tekanan." dry milled (giling kering) Penggilingan dengan air panas atau uap air untuk pemisahan menjadi komponen yang terpisah. atau pukulan. solven) Lihat "solvent extracted. expeller extracted (ekstraksi ekpeler) Lihat "mechanically extracted." extracted. dry rendered (render kering) Melalui proses (1) pemasakan dalam bejana yang terbuka sampai air teruapkan/terevaporas. Dimaksudkan untuk biji-bijian. deribbed (hilang rangka) Dihilangkan rangka utamanya.

Dimaksudkan untuk biji-bijian (e. Di­ maksudkanuntuk lemak atau ininyak..g. micronized (mikronisasi) Pemanasan dengan generator api-gas infra merah sampai 150°C (200'F). suatu proses dimana molekul yang kompleks (e. new proses (proses baru) Lihat "solvent extracted." hydrolyzed (dihidrolise) Terhidrolise. disiapkan.Pemisahan dari suspensi atau larutan dengan pemanasan dan pengasaman. heat hydrolyzed (hidrolise panas) Lihat "hydrolyzed." old proses (proses kuno) Lihat "mechanically extrac­ ted. Dimaksudkan untuk lemak atau minyak. Dimaksudkan untuk biji. kibbled (giling kasar) Dipatalikan atau ditumbuk. pelleted (dipelet) Dibuat menjadi pelet.g. Dimaksudkan untuk bijian yang telah dihilangkan sekamnya (e. heat processed flaked (pembuatan lempeng dengan panas) Lihat "flaked. prepressed solvent extracted (diperas dan diekstraksi dengan solven) Diambil dari bahan sebagian.. Sinonim: "expeller extracted. pearled (digosok) Dikurangi ukurannya menjadi lebih kecil dan halus dengan mesin penyikat. homogenized (homogenisasi) Dihancurkan menjadi butiran dan diratakan dan cukup kecil untuk tetap tinggal sebagai emulsi untuk waktu yang lama.." maltase processed (diproses dengan maltase) Diperlakukan dengan enzima maltase.g." partially dry (kering sebagian) Lihat kandungan bahan kering dari contoh bahan/sampel.g. Dimaksudkan untuk menghilangkan lemak atau minyak dan biji-bijian." 54 . mixed (dicampur) Dua atau lebih bahan dikombinasi­ kan dengan pemutaran/agitasi sampai mencapai suatu derajad pencampuran. pressure cooked (dimasak dibawah tekanan) Dipanas­ kan secara basah atau kering dibawah tekanan yang lebih besar daripada atmosfir. premixed (premiks) Dicampur dengan suatu pelarut atau pembawa (atau keduanya) seblum dicampurkan lagi dengan bahan-bahan yang lain. molekul protein) dipecah dengan molekul air menjadi unit yang lebih sederhana/kecil dalanl suatu reaksi kimia. biji kapas) adalah cake. bijian. partially extracted (diekstraksi sebagian) Dihilangkan sebagian dari bahan makanan dengan proses kimia atau mekanis. "kembang jagung"/"brondong." leached (dicuci/diendapkan) Diakibatkan oleh adanya aksi putaran air atau larutan lain. dengan panas dan tekanan mekanis. molded (berjamur) Pertumbuhan jamur yang melebihi batas.. Dimaksudkan untuk lemak. atau asam atau dengan panas dan tekanan)." atau "popped corn")." heat processed (proses pemanasan) Disiapkan dengan metode yang meliputi penggunaan kenaikan suhu. Dimaksudkan untuk adonan yang memuai atau bahan makanan yang memuai yang sebelumnya telah dimasak pada saat proses penuaian tersebut. hydraulically extracted (ekstraksi hidrolik) Lihat "mechanically extracted. lactase hydrolyzed (hidrolise laktase) Lihat "hydrolyzed. (reaksi mungkin terjadi dengan kehadiran enzime.g." heat rendered (render panas) Pelelehan.g. mechanically extracted (ekstraksi mekanis) Diekstraksi dengan panas dan tekanan mekanis. mechanically extracted caked (kake hasil ekstraksi mekanis) Diekstraksi dari biji-bijian dengan panas dan tekanan mekanis dengan suatu cara sehingga hasil yang tersisa (e. atau penjernihan dengan panas (air dan lemak/minyak biasanya dihilangkan/diambil). precipitated (endapan) Terpisah dari suspensi atau larutan karena perubahan kimia atau fisik. ambilan/pengkilangan material zat besi dengan magnet (e. Istilah dimikronisasi digunakan untuk menerangkan perlakuan panas kering karena gelombang-pendek dipancarkan dalam proses pemanasan. barley yand digosok). beras sosoh). ekatraksi. polished (disosohkan) Disosoh dengan proses mekanis. popped (dikembangkan) Dipanaskan disertai dengan pemuaian sehingga persentase yang tinggi dari suatu letusan atau tumpahan terjadi. irradiated (di-radiasi) Diperlakukan." proses kuno. atau sari-buah. Dimaksudkan untuk biji-bijian (e. dan kemudian sebagian dengan solven organik. magnetic separation (pemisahrn secara magnetik) Peng. dengan atau tanpa tekanan. katalisator.." "hydraulically extracted. minyak. pulverized (bubuk/tepung) Lihat "ground.. malted (dimaltifikasi) Diubah menjadi "malt" (bijian yang direndam kemudian dikeringkan) atau diperlakukan dengan "malt" atau ekstrak "malt. iodinated (di-yodinat) Diperlakukan dengan yodium. diubah dengan energi penyinaran. Dimaksudkan untuk partikel lemak. pengambilan benda-benda besi dari campuran bahan makanan).

sun-cured on riders (kering matahari pada kerucut) Ditebarkan/ditimbun diatas anjangan kerucut atau "tripod". separation. Dimaksudkan untuk lemak atau minyak. dimana panas dan aktifitas mikrobia menyebabkan warna coklat. Lihat "steam rolled". Biasanya diikuti dengan pemuaian dan warna terbakar. ) Dicoklatkan. Dimaksudkan untuk partikel yang besar.. mensentrifusikan. solvent extracted cake (diekstraksi solven dan dikake) Pengambilan lemak atau minyak dart suatu bahan dengan pelarut organik dan ditekan/dipres untuk membuat kake. scoured ( ) Dibersihkan dengan penekanan dan penghambatan. Dimaksudkan untuk mengambil bagian yang lebih ringan dalam larutan dari bagian yang lebih berat (e. sizing (pemisahan) Lihat "screening".bijian. Di­ maksudkan untuk tanaman. shrunken (menyusut/mengeriput) Menjadi kecil/ berkurang karena kehilangan sebagian air.retort charred (diarangkan dim.g. sulfur fertilized (pupuk sulfat) Pemberian suatu bentuk element sulfat sebagai zat makanan. bejana) Dibakar sebagian didalam bejana labu yang tertutup.g. Untuk biji-bijian dimasak. Dimaksudkan untuk hijauan. tanked ( ) Lihat "steamed". Dimaksudkan untuk tulang yang diararigkan. Lihat "dehydrated". steep extracted (ekstraksi perendaman) Direndam dalam air atau pelarut lain untuk menghilangkan bahan-bahan yang terlarut. sun-cured (kering matahari) Dikeringkan dengan dibiarkan diudara terbuka. rolled (dipipihkan) Dipipihkan diantara dua roda / penggiling. atau dipanas­ toasted ( kan dengan membakar diatas kayu bakar atau gas atau pembakar listrik. kacang-kacangan. kemudian ditimbun secara berlapis ("stack") atau dalam bentuk ikatan ("bale"). seperti pada saat dikukus. spent (spen) Pengeluaran bahan-bahan penguap (e.jagung yang telah digiling basah). "tanked". pengambilan krim "cream" dari air susu).g. sifted (disaring) Pemisahan bahan manjadi beberapa ukuran dengan melewatkannya melalui saringan kawat atau nilon. Dimaksudkan untuk pengambilan rambut. steamed flaked (dibuat lempeng dan diuap) Disiapkan 55 dengan metode menggunakan uap-panas selama 12 sampai 14 menit. mengapungkan. biji kedelai) dengan menggunakan pelarut organik.. Sinonim: "steam cooked". Sinonim: "conditioned". scalped ( ) Dihilangkan dengan penyaringan dengan tirai. atau dipanaskan dengan udara kering pada suhu 150 °C (300 0 F). sun-cured brown (kering matahari. Dimaksudkan untuk bahan makanan berserat (e. screened (disaring) Dipisahkan dalam ukuran-ukuran tertentu dengan melewatkan bahan melalui saringan/ tirai. roasted (dioven) Dimasak didalam oven dengan udara kering-panas. tempered ( ) Dikembalikan ke keadaan kadar air atau suhu semula (atau keduanya) sebelum proses lanjutan. coklat) Dikeringkan sebagian dengan sinar matahari langsung. bentuk dan berat-jenis... magnetic ( ) Lihat "magnetic separation" ) Dipotong menjadi bentuk yang panshredded ( jang dan tipis/kurus. skimmed ( ) Pemisahan/pengambilan dengan mendiamkan. threshed ( ) Dipisahkan dari jerami/merang dengan pemukulan atau penyaringan. toxicity extracted (ekstraksi racun) Perlakukan untuk mengambil/menghilangkan bahan-bahan beracun. ) Diensilase pada saat masih stack ensiled ( ditimbun diatas tanah. "wafered alfalfa hay"). Sinonim: proses baru.. Dimaksudkan untuk biji.substansi. "steam rendered".g.g. ditekan dan dipipihkan melalui dua roda.rambut dari biji gandum. vacuum dehydrated (kering hampa) Dikeringkan dalam keadaan hampa. dikeringkan dengan sinar matahari. wafered (wafel) Penekanan menjadi bentuk yang bia­ sanya lebih diukur penampangnya daripada panjangnya. menjadi lempeng (lihat "flaked"). Lihat "straw". water extracted (diekstraksi air) Dihilangkan/diambil . Dimaksudkan untuk biji-bijian (e. separation (pemisahan) Pemisahan partikel berdasar atas ukuran. steamed rolled (dipipihkan diuap) Diperlakukan dengan tekanan uap untuk periode yang pendek dan dipipihkan. dikeringkan. Steffen process (proses Steffen) Suatu proses dalam memperlakukan gula bit ("sugar beet") untuk mendapatkan kembali tambahan gula melalui pengendapan kalsium sukrat. solvent extracted (ekstraksi solven) Pengambilan/ penghilangan dari suatu bahan (e. steamed (diuap) Diperlakukan dengan uap. spen arang tulang). stabilized (di-stabilisasi) Membuat lebih tahan terhadap perubahan khemik dengan penambahan suatu bahan.

untuk memu­ dahkan pemisahan bagian-bagiannya. dan presipitasi.g. Dimaksudkan untuk produk dimana bahan yang terlarut telah dihilangkan. yang mungkin mengandung sulful diokside. weathered ( ) Dibiarkan lebih lama terhadap udara.dengan air. 56 .. wet rendered (render basah) Lihat "steamed". Dimaksudkan untuk biji dengan sekamnya (e. hilangkan minyak. wet milled (giling basalt) Direndam dalam air. sinar matahari. whole pressed (ditekan utuh) Ditekan untuk meng. biji kapas). Dimaksudkan untuk butiran biji jagung.

. or to chemicals or enzyme. Refers to ingredients of a mixed feed. by drying. alcohol extracted Treated with alcohol to remove all alcohol-soluble substances. Refers to particles of grain. artifically dried Moisture removed by other than natural means. bran separated from flour). Sometimes a precipitate form which may be removed by mechanical means (i. canned Processed. barn cured Dried with forced ventilation in an enclosure. acidified Addition of an acid to provide a pH lower than pH 7. curd from whey). Refers to kernels of grain. crumbled Broken with corrugated rollers. air ashed Reduced by combustion in air to a mineral residue. See without hulls (International term). Refers to seeds. cultured Prepared for keeping or use (e. dehydrated Having had most of the moisture removed by heat.. and may be cooled after­ ward. coarse sifted Separated according to particle size by passage through coarsely woven wire sieves.g. chipped Cut or broken into fragments or cut into small. The grain to which this term refers may be tempered or condi­ tioned before it is crimped.e. does not imply uniformity of dispersion. ammoniated Combined or impregnated with ammonia or an ammonium compound. centrifuged Separated by a force moving away from a center. dressed Made uniform in texture by breaking or screening lumps or by applying liquid(s). coarse bolted Separated from parent material by means of a coarsely woven bolting cloth. Refers to plant or animal sterol frac­ tions. Heated in the presence of moisture to cooked alter chemical or physical characteristics (or both) or to sterilize. aspirated Removal of light materials from heavier materials.g. calcined Heated to high temperature in the presence of air. or magnetic separation) by which unwanted material is removed. cracked Reduced in size by a combined breaking and crushing action. cleaned Subjected to any process (e. bitterness extracted Treated to remove bitter taste. screening. with a resultant change or decomposition of the physical or chemcal nature. See without hulls (International term). defluorinated Having had fluorine partially removed. Refers to feed. bolted Separated from parent material by means of a bolting cloth.GLOSSARY 3 Process(es) and Treatment(s) to Which the Product has been Subjected Before Feeding to the Animal acid hydrolyzed See hydrolyzed. See tempered (International term). dehulled Having had the hulls removed. thin slices. Refers to forage. clotted. D-activated Activated with vitamin D (e. Re­ fers to leaves. aspiration. condensed Reduced in volume by removal of moisture.. close planted Planted with less than normal distance between rows. Refers to pellets. blocked Compressed into a large solid mass. See fan air dried without heat (International term). by ultra­ violet light). sealed and sterilized in cans or similar containers. clipped Refers to removal of ends of whole grain. autoclaved Cooked under pressure in an autoclave. See pressure cooked. See fan air dried with heat (International term).. usually by the action of a coagulant. coagulated Curdled. crimped Rolled with corrugated rollers. dry milled Milled by tempering with a small amount of water or steam to facilitate separation into com­ ponent parts. crushed See rolled.g. dried See dehydrated (International term). Refers to two ingredients (e. debittered Having had bitter substances removed. dry rendered Having undergone (1) cooking in open steam-jacketed vessels until the water has evaporated 57 .. smoking. deribbed Having had the primary veins removed. chopped Reduced in particle size by cutting. or salting or by using a chemical preserva­ tive). degermed Having had the embryos wholly or partially separated from the starch endosperms. digested Subjected to prolonged heat and moisture.g. packaged. scalping. blended Mingled or combined. conditioned Brought to predetermined moisture characteristics or temperature (or both) prior to further processing. or congealed.

Syn: artifically dried. cottonseed meal) is caked. new process See solvent extracted. iodinated Treated with iodine. old process See mechanically extracted. mixed Two or more materials Lombined by agitation to a specific degree of dispersion. The term micronized was coined to describe this dry heat treatment since microwaves are emitted in the heating process.and (2) removal of fat by draining and pressing. Refers to particles of fat. pearled Reduced by machine brushing to smaller. extruded Pushed through orifices of a die under press- ure. extruded without steam Pushed through orifices of a die under pressure and in the absence of steam. a process by which complex molecules (e. fan air dried with heat Dried with a device producing a current of heated air. homogenized Broken down into evenly distributed globules small enough to remain as an emulsion for long periods. tempering. kibbled Cracked or crushed. 58 . solvent See solvent extracted. molded Overgrown or otherwise acted upon by fungi. or altered by exposure to radiant energy. mechanical See mechanically extracted. mechanically extracted caked Extracted from seeds by heat and mechanical pressure in such a way that the remaining product (e.g. micronized Heating by gas-fired infrared generators to 1500 C (3000 F). Re. (2) Cut into flat pieces (e. Refers to removal of fat or oil from the seeds. heat rendered Melted. lactase hydrolyzed See hydrolyzed. Syn: expeller extracted. eviscerated Subjected to removal of all organs. fan air dried Dried with a device producing a current of air. extracted. gelatinized Ruptured by a combination of moisture. pressure. field cured Dried by exposure to the atmosphere. Refers to products (e. a process in which finely cut parts of plants. Refers to grain. and temperature to gelatinize the starchy part. finely ground Reduced to very small particles by impact. or acid or by heat and pressure). extracted. (The reaction may be pro­ duced by an enzyme. acids. shearing. with or without pressure. or bacteria in a controlled aerobic or anaerobic pro- cess. mechanically extracted Extracted by heat and mech­ anical pressure. irradiated Treated. Refers to residues of animal tissues. fused Blended by melting. ensiled Preserved by ensiling.. Refers to fat or oil. fermented Acted upon by yeasts. Refers to baked dough or to extruded feed that was cooked before or during the extrusion process.g. magnetic separation Removal of ferrous material by magnets (e. grains and molasses) used in the manufacture of alcohols. Refers to feed. Refers to starch granules of a feed. and pressure. extracted. (Water and fat are usually removed).g. See sun cured (International term).g. finely screened Separated according to particle size by passage through a finely woven meshed material. and rollers set close together. malted Converted into malt or treated with malt or malt extract. partially dry See dry matter content of feed samples. fers to feed. catalyst. expanded Increased in volume as a result of abrupt reduction in pressure. vitamins or the B complex group. Refers to plants. expeller extracted See mechanically extracted. prepared. ground Reduced in particle size by impact shearing or attrition. heat and acid precipitated Separated from a suspension or solution by action of heat and acid. Refers to the great cavity of an animal's body. hydraulically extracted Sec mechanically extracted. heat processed flaked See flaked. extruded with steam Pushed through orifices of a die under pressure and after preconditioning with steam. heat. potato flakes). leached Affected by the action of percolating water or other liquid. hydraulical­ ly extracted old process. filamentous fungi. maltase processed Treated with the enzyme maltase.. Refers to feed... Refers to a feed or feed mixture that is extruded after being subjected to moisture. flaked (1) Prepared by a method involving the use of high heat. those in proteins) are split into simpler units by chemical reaction with water molecules. removal of iron objects from mixed feed). Refers to fat or oil.g. undergo an acid fermentation that retards spoilage. and antibiotics. finely sifted Separated according to particle size by passage through a finely woven meshed material. partially extracted Partially removed from a feed by a chemical or mechanical process. hydrolyzed Subjected to hydrolysis.. heat hydrolyzed See hydrolyzed heat processed Prepared by a method involving the use of elevated temperatures.. packed in an air-tight chamber (e. Syn: steamed flaked. or attrition. or clarified by heat­ ing. etiolated Grown in reduced light. a silo).g.

See straw... Refers to removal of the beard from the wheat kernel. pelleted Made into pellets. Refers to fibrous feeds (e. Refers to a product from which soluble substances have been removed. cooked or heated with dry heat with an exit temp.. spent bone black). sifted Separated into different sizes by being passed through wire or nylon sieves. which may contain sulfur dioxide.g. retort charred Partly burned in a closed retort. flotation. . Steffen process A process for treating beet molasses to recover additional sugar through precipitation of calcium sucrate. See dehydrated. Refers to grain. screened Separated into different sizes by being passed over or through screens. See steam rolled. solvent extracted Removed from materials (e. wafered Agglomerated by compressing into a form that usually measures more in diameter or cross section than in length. as in steam cooking.g. and precipitation. For grains. Refers to grain (e. tanked See steamed. then put in a stack or bale. Refers to removal of the lighter part of a liquid from the heavier part (e. sun-cured brown Partially dried by exposure to the direct rays of the sun..g. Refers to grain (e. magnetic See magnetic separation. or parched by exposure to a wood fire or to gas or electric heat. whole pressed Pressed to remove oil. scoured Cleansed by impact or friction. separation..smooth particles. steamed Treated with steam. tempered Brought to predetermined moisture characteristics or temperature (or both) before further processing. steam rendered.g. toasted Browned.. Refers to forage. Refers to large particles. or centrifuging. steamed flaked Prepared by a method utilizing steam heat for 12 to 14 minutes. shredded Cut into long thin pieces. tanked. popped corn [maize]). cotton seeds). wafered alfalfa hay). sunlight. Refers to fat. sun-cured Dried by exposure to the atmosphere. rolled Compressed between rollers. dried. stack ensiled Ensiled while in a pile above ground. peas. steam rolled Preconditioned in steam under pressure for a short period and then compressed between rollers. polished Smoothed by a mechanical process.g. skimmed Removed by settling. pressure cooked Heated either wet or dry and under pressure greater than atmospheric pressure.g. water extracted Removed with water. corn [maize] that is being wet milled). to facilitate separation of the parts. Refers to dehulled grains (e. popped Heated with accompanying expansion until a high percentage of actual explosion or eruption occurs. solvent extracted caked Fat or oil removed from materials by organic solvents and pressed to make a cake. tempering and rollers set close together to make a thin flake. sun-cured on riders Stacked on tripods made of poles. or become smaller in size. spent Exhausted of absorbing properties (e.g. or beans. Syn: steam cooked. Refers to grain (e. or juice. Syn: new process. Usually accompanied by expansion and toasted appearance. stabilized Made more resistant to chemical change by an added substance. roasted Cooked in an oven by dry heat.. sizing See screening. or density. sulfur fertilized Supplied with a form of elemental sulfur as a nutrient. pulverized See ground. shape. where heat from microbial action causes browning. shrunken Compact. separation Classification of particles by size.. steep extracted Soaked in water or other liquid to remove soluble materials. toxicity extracted Treated to remove a poisonous substance. wet rendered See steamed. scalped Removed by screening. threshed Separated from straw by impaction and subsequent screening.g. then sun-cured. Refers to bone black. Rolling may entail tempering or conditioning. Syn: conditioned. precipitated Separated from suspension or solution as a result of a chemical or physical change. wet milled Steeped in water. erature of 1500 C (3000 F). removal of cream from milk)..g. pearled barley). vacuum dehydrated Dehydrated under vacuum. (see flaked). polished rice).. prepressed solvent extracted Removed from materials partly by heat and mechanical pressure and (later) partly by organic solvents. Refers to plants.d as by partial loss of water. premixed Mixed with a di'uent or carrier (or both) preliminary to final mixing with other ingredients. Refers to kernels of corn (maize). oil. soybean seeds) by organic solvents. Refers to fat or oil. Refers to seeds with hulls (e. weathered Prolonged exposure to air.

tumbuh. tunas pertama sampai pada bunga pertama Stadium dimana bunga mulai mekar dan stadium dimana 1/10 dari tanaman dalam keadaan berbunga. Stadium dimana tanaman dikeringkan pada batangnya. Stadium dimana tanaman sudah dapat dipanen bijinya Stadium setelah dewasa. tanaman setelah tanaman utama. Stadium dimana tanaman sedang tumbuh dan sebelum batang mulai memanjang.kembali pada permulaan musim kering. tumbuh-kembali dari biji yang tersebar ditanah/dimaksudkan untuk tumbuh musim gugur di daerah subtropik. beberapa biji gugur/tersebar dan tanaman mulai dipengaruhi cuaca (dimaksudkan untuk tanaman padangan). Stadium dimana 1/10 sampai 2/3 dari tanaman dalam keadaan berbunga. Early vegetative (Pertumbuhan awal) Late vegetative (Pertumbuhan lambat) Early bloom (Masa bunga awal) Midbloom (Masa bunga pertengahan) Full bloom (Masa bunga penuh) Late bloom (Masa bunga akhir) Milk stage (stadium masak susu) Dough stage (Stadium muai) Mature (Dewasa) Post ripe (Lewat masak) Stem cured (Pengeringan batang) Regrowth early vegetative (Pertumbuhan-awal kembali) 60 . Stadium dimana 2/3 atau lebih tanaman dalam keadaan berbunga. beberapa kepala bunga rumput mulai bertepung-sari. Stadium dimana biji-biji telah dibentuk tetapl masih muda dan lunak. Stadium dimana batang sedang mulai memanjang sampai menjelang berbunga. sebagian terbesar kepala bunga rumput bertepung sari. biji telah tersebar dan warna semula telah hilang (dimaksudkan untuk tanaman padangan) Stadium dimana tumbuh-kembali terjadi tanpa berbunga. Stadium dimana bunga mulal mengering dan gugur dan biji mulai terbentuk.Tumbuh Germinated (Berkecambah) Stadium dimana lembaga (embrio) didalam biji memulai pertumbuhannya setelah periode dewasa.KAMUS KECIL 4 Tingkat Kedewasoan untuk Tumbuh. Stadium dimana konsistensi biji-biji seperti memuai/ mengembang.

seeds have been cast and weather. some seeds cast and plants have begun to weather (applies mostly to range plants) Stage in which plants are cured on the stem. some grass heads are in anthesis Stage in which 1/10 to 2/3 of the plants are in bloom.stage Dough stage Mature Post ripe Stem cured Regrowth early vegetative . most grass heads are in anthesis Stage in which 2/3 or more of the plants are in bloom Stage in which blossoms begin to dry and fall and seeds begin to form Stage in which seeds are self formed but soft and immature Stage in which the seeds are of dough­ like consistency Stage in which plants are normally bar. early dry season regrowth 61 Early vegetative Late vegetative Early bloom Mid-bloom Full bloom Late bloom Milk . ing has taken place (applies mostly to range plants) Stage in which regrowth occurs without flowering activity. first bud to first flowers Stage between initiation of bloom and stage in which 1/10 of the plants are in bloom. vested for seed Stage that follows maturity. regrowth in stubble (applies pri­ marily to fall regrowth in temperate climates).GLOSSARY 4 Stages of Maturity for Plants Germinated Stage in which the embryo in a seed re­ sumes growth after a dormant period State at which the plant is vegetative and before the stems elongate Stage at which stems are beginning to elongate to just before blooming. vegetative crop after­ math.

KAMUS KECIL 5 Nama-Nama Bahan Makanan Ternak Dalam Bahasa Indonesia Dengan Nama-Nama lmiahnya (Latin) GLOSSARY 5 Indonesian Feed Names with Their Scientific Names IMPERATA CYLINDRICA AMMONIUM PHOSPHATEDIBASIC AMMONIUM PHOSPHATEMONOBASIC LIMESTONE LIMESTONE DOLOMITIC ACHA TINA FULICA SULFUR FERRICOXIDE FERROUS OXIDE FERROUSSULFATEMONOHYDRATE PUERARIA THUNBERGIANA FISH SORGHUM BICOLOR ARTOCARPUS AL TILIS ANIMAL DESMODIUMINTORTUM ETHYLENEDIAMINEDIHYDROIODIDE ROCK PHOSPHATE ROCK PHOSPHATE ROCK PHOSPHATE ROCK PHOSPHATE (CURACAO) GLIRICIDIA SEPIUM TRITICUM AESTIVUM CAJANUS CAJAN ZEA MA YS ZEA MA YS INDENTA TA ZEA MA YS ZEA MA YS CALOPOGONIUMMUCUNIODES GL YCINE IVIGHTI! CENTROSEMA PUBESCENS CAJANUS CA JAN VIGNA SINENSIS PUERARIA PHASEOLOIDES ARACHIS HYPOGAEA POTASSIUM BICARBONATE POTASSIUM CARBONATE POTASSIUM CHLORIDE POTASSIUM IODA TE POTASSIUM IODIDE CALCIUM PHOSPHATEDIBA SIC CALCIUM PHOSPHATE DIBA SIC (FURNA CE PHOSPHORICACID) CALCIUM CARBONATE CALCIUM SULFA TE' ANHYDROUS (GYPSUM) GL YCINE MAX ORBIGNYA COHUNE HIBISCUS ROSA -SINENSIS PENAEUS SPP CALLINECTES SAPIDUS MANIHOT SPP 62 Alang-alang Amonium-fosfat. debas air (Gypsum) Kedelai Kelapa sawit Kembang sepatu Kepala udang dan kulit Kepiting Ketela pohon . dibasik. dari asam fosfat Fosfat kurasao Garnal Gandum Gude Jagung Jagung Jagung Jagung Kacang asu Kacang bulu Kacang kupu Kacang merpati Kacang panjang Kacang ruji kudzu tropik Kacang tanah Kalium bikarbonat Kalium karbonat Kalium kloride Kalium-yodat Kalium-yodide Kalsium fosfat.2H1 Fosfat batu Fosfat batu. dibasik Amonium-fosfat. dibasik dai asam fosfat di-defluorinasi Kalsium fosfat. dari asam fosfat diabukan (dikalsium fosfat) Kalsium karbonal Kalsium sulfat. kadar fluorin rendah Fosfat di-defluorinasi. monobasik Batu kapur Batu kapur-magnesium (dolomit) Bekicot Belerang-elemental Besi (ferik)-okside Besi (feros)-okside Besi (feros)-sulfat. monohidrat Bitok todi kudzu Cairan ikan Cantel Daging buah Darah hewan Desmodium daun hijau Etilenediamin dihidroyod (yod organik) C2 H8N 2 .

dibasik. monobasik. pentahidrat Tepung biji bunga matahari Tepung biji kacang kapri Tepung biji kacang kara Tepung biji kapas IPOMOEA BA TA TAS COBALTOUS CARBONATE DOLICHOS LABLAB CRASSOSTREA SPP . monohidrat Siratro Stilo Sukun Tanah-liat koloid (batu padas lunak) Tebu tetes Tembaga karbonat Tembaga sulfat. monohidrat Natrium-yodide Natrium-kloride Natrium-selenit Natrium-tripolifosfat Padi Papaya Pisang Pisang Rumput benggala Rumput bintang Afrika Rumput ekor rubah Afrika Rumput gajah Rumput gigirinting Rumput jaragua Rumput jukut caladi Rumput kikuyu Rumput pangola Rumput para Rumput rhodes Rumput ruzi Rumput setari Rumput signal Sapi air susu Seng-asetat dihidrat Seng-karbonat Seng-kloride Seng-sulfat.Ketela rambat Kobalt karbonat Komak Kulit kerang (Tiram). digiling (tepung) Lamtoro Magnesium-okside Mangan (Manganus)-karbonat Nanas Nangka Natrium-bikarbonat Natrium-sulfat. dari asam fosfat diabukan Natrium-fosfat. dekahidrat Natrium-fluoride Natrium-fosfat.OSTREA SPP LEUCAENA GLA UCA MAGNESIUM OXIDE MANGANOUS CARBONATE ANANAS COMOSUS ARTOCARPUS HETEROPHYLLUS SODIUM BICARBONATE SODIUM SULFA TE DECAHYDRA TE SODIUMFLUORIDE SODIUM PHOSi'HATEDIBASIC SODIUM PHOSPHATEMONOBASIC SODIUMIODIDE SALT SODIUM SELENITE SODIUM TRIPOL YPHOSPHA TE OR YZA SA TIVA CARICA PAPA YA MUSA PARADISIACA SAPIENTUM MUSA SPP PANICUM MAXIMUM CYNODONPLECTOSTACHYUS CENCHRUS CILIARIS PENNISETUM PURPUREUM CYNODONDACTYLON HYPARRHENIA RUFA MELINIS MINUTIFLORA PENNISETUM CLANDESTINUM DIGITARIA DECUMBENS BRACHIARIA MUTICA CHLORIS GA YANA BRACHIARIA DECUMBENS SETARIA SPHA CELA TA BRA CHIARIA BRIZANTHA BOS TA UR US ZINC ACETATE DIHYDRA TE ZINC CARBONATE ZINC CHLORIDE ZINC SULFA TE MONOHYDRA TE PHASEOL US A TR OPURPUREUS STYLOSANTHES GRA CILIS ARTOCARPUS ALTILIS ROCK PHOSPHATE(SOFT) SA CCIIAR UM OFFICINARUM CUPPJCCARBONATE CUPRICSULFATE PENTAHYDRATE HELIANTHUS SPP PISUM SPP PHASEOL USA UREUS GOSS YPIUM SPP Tepung biji kapok CEIBA PENTANDRA 63 .

Tepung biji kedelai Tepung daging buah kelapa Tepung daging dan tulang Tepung daging sisa daging Tepung ikan Tepung ikan Tepung ikan Tepung tulang untuk makanan ternak Tepung tulang dikukus (Diuapi) Tepung bulu Tepung ikan kecil Tepung ikan merah Tepung ikan putih Tepung ikan tuna Tepung konsentrat protein ikan Tepung sisa penetasan unggas Turi Udang GL YCINEM XIX COCOS NUCIFERA ANIMAL ANIMAL BREVOORTIA TYRANNUS CL UPEA SPP .SARDINOPS SPP ENGRA ULIS RINGEN ANIMAL ANIMAL POULTRY FISH SCIAENOPS OCELLA TA GADIDAE (FAMIL Y) .LOPHIIDAE (FAMIL Y) RAJIDAE (FAMIL Y) THUNNUS THYNNUS .THUNNUS ALBA CARES FISH POULTRY SESBANIA GRANDIFLORA PENAEUS SPP 64 .

dent yellow Millet. blue Dolichos. cohune Pangolagrass Papaya Paragrass Pea Peanut Pigeonpea Pineapple Rhodegrass Rice Salt . dent white Maize. white Guineagrass Hibiscus.SINENSIS AR TOCARPUS HETEROPHYLLUS HYPARRHENIA R UFA CEIBA PENTANDRA PENNISETUM CLANDESTINUM PUERARIA THUNBERGIANA PUERARIA PHASEOLOIDES LEUCAENA GLAUCA ZEA MA YS ZEA MA YS INDENTA TA ZEA MA YS INDENTA TA SETARIA SPHACELA TA MELINIS MINUTIFLORA PENNISETUMPURPUREUM CRASSOSTREA SPP . redfish Fish.SARDINOPS SPP THUNNUS THYNNUS .THUNNUS ALBACARES GADIDAE (FAMIL Y) .KAMUS KECIL 6 Nama-Noma Bahan Makanan Ternak'Dalam Bahasa Inggers Dengan Nama-Noma Ilmlahnya (Latin) GLOSSARY 6 Common English Feed Names with their Scientific Names MUSA SPP MUSA PARADISIA CA SAPIENTUM PHASEOLUSA UREUS PHASEOL US A TROPURPUREUS CYNODON DA CTYLON ARTOCARPUS AL TILIS CENCHRUS CIL [ARIS CENTROSEMA PUBESCENS CALOPOGONIUMMUCUNOIDES MANIHOT SPP BOS TA UR US COCOSNUCIFERA GOSS YPIUM SPP VIGNA SINENSIS CALLINECTES SAPIDUS DOLICHOSLABLAB FISH BREVOORTIA TYRANNUS ENGRA ULIS RINGEN SCIAENOPS OCELLA TA CLUPEA SPP . pubescens Calopo Cassava Cattle Coconut Cotton Cowpea. golden Molassesgrass Napiergrass Oyster Palm.OSTREA SPP ORBIGNYA COHUNE DIGITARIA DECUMBENS CARICA PAPA YA BRA CHIARIA MUTICA PISUM SPP ARACHIS HYPOGAEA CA JANUS CAJAN ANANAS COMOSUS CHLORIS GA YANA OR YZA SA TI VA SALT 65 Banana Banana. whitepopinac Maize Maize. tuna Fish. hyacinth Fish Fish Fish. Chinese Jackfruit Jaragua Kapok Kikuyugrass Kudzu. purple Bermudagrass Breadfruit Buffelgrass Butterflypea. common Bean. Thunberg Kudzu. anchovy Fish. tropical Leadtree. sardine Fish.LOPHIIDAE ( FAMIL Y) RAJIDAE (FAMILY PANICUMMAXIMUM HIBISCUS ROSA . common Crab. mung Bean.

white Sweetpotato. giant Sorghum Soybean Soybean. African.Satintail. sheep Snail. perennial Stargrass Stylo Sugarcane Sunflower Sweetpotato. yellow Tickclover. scarlet IMPERA TA CYLINDRICA GLIRICIDIA SEPIUM PENAEUS SPP BRACHIARIA BRIZANTHA BRA CHIARIA DECUMBENS A CHA TINA FULICA SORGHUMBICOLOR GL YCINE MAX GL YCINE IIGHTY CYNODON PLECTOSTA CHYUS STYLOSANTHES GRA CILIS SA CCHAR UM OFFICINARUM HELIANTHUS SPP IPOMOEA BA TA TAS IPOMOEA BA TA TAS IPOMOEA BA TA TAS IPOMOEA BA TA TAS IPOMOEA BA TA TAS DESMODIUMINTORTUM TRITICUM AESTIVUM SESBANIA GRANDIFLORA 66 . Nicaraguan Shrimp Signalgrass. orange Sweetpotato. palisade Signalgrass. greenleaf Wheat Wistaria Tree. cogon Shad. purple Sweetpotato. mixed Sweetpotato.

Tobel-Tabel Komposisi Bahan Makanan Tables of Feed Composition 67 .

0 . 58. kernels.8 42. 86.7 4.5 29. ground ARTOCARPUS ALTILIS.2 20.8 8. 5. 6. basah 4-26-968 Pineapple.8 18.8 5.0 4. 3. Protein Tercerna.9 76.8 11.3 ' 40.5 3.5 30.0 17. whole.0 21. ekstraksi solven. kering. butiran dengan kulit.1 38.1 .2 4. bagian aerial.3 5.8 8.8 25. Daging buah.0 20.0 12. - - - " 32. hay. giant.0+ 46.3 .4 8.rrican. 100.6+ 0019 0020 0021 0022 0023 0024 0025 0026 5-03-650 86.7 .0 3.6 .1 32.5 17. 86.6 12.4 17. tanpa biji/kulit. leaves.5+ 47. - 26.5 30. meal rendered Tepung daging dan tulang.5.0 4.9 2.9: 1.2 2.6' 11.4 9.8 3.0 22.6 ­ 42. daging buah sisa dar kulit dan pulp.6 -. Netto untuk Composition of Indonesian Feeds: Proximate Composition.4 9. digiling Peanut. Bekicot. bagian aerial. keong. digiling Animal.3' 2. lemak penuh.3 2. meat.9 '48. fruit.0 51.3 15. Kacang tanah.6 3.4 3.5 .7 25. digiling Animal. meat.8* 10. kulit dan sumbu buah.2 8. digiling Peanut.5' .6' .1 10.4 '3. daging keong.8 30. sun-cured 2-27-195 15.4 56. butiran kering. digiling Peanut. Komposisl Behan Makenan Ternak di Indonesia: Komposisl Proksimasi. Energi Tercerna (DE).5 . daging buah pomance tanpa kulit segar Breadfruit.4 11. Darah hewan. 16. 100. sun-cured. segar Jackfruit. kernels with coats. tanpa biji/kulit. 100. fresh Nangka. 100. Nanas. segar Peanut.5 1. 100. 0013 0014 0015 0016 2-03-637 35.2 52.2 28. fresh buah.6 68.8+ 49. meat with bone. 100. bagian aerial. 6.3 -.7 0017 0018 5-03-649 86.5' 1-29-632 6. 6. Nangka. pomace. giant. daun.7 40. kering. 100.9 11.8 16.2 8.9 .9' 34.5 10. 100. 100.0' 6. 8' ­ .9 6.3 7.3 .0 12. meal rendered ARACHIS HYPOGAEA.8+ 42.4 2. 86.8 4.9 4-10-619 2.3 2.2 2. TDN. 16. .7 11.3+ 49.1e -. pomace without peelings. digiling 0001 Snail.2 48.3 6. kering.8 10. mature Kacang tanah.4 76.2+ '"86. keseluruhan keong. butiran kering.7 54. mature Kacang tanah.3 2. process residue.3 26.9.8 5.7 8.1 1.3 '4.3 2.8 44. meal 5-29-337 86.2 7. keong. 100.6* 1-03-623 14.3 3.7 2.1 12. tanpa rumah.2 7. segar Breadfruit.7 4.9 11.7 40. dewasa. 100.3 2. fresh Sukun. bagian aerial.8 2. 86.5* 7. 1. segar Breadfruit.0 - 5-12-355 . kering matahari Jackfruit. meal solvent extracted Kacang tanah.5 5.7 48. kering. 0002 dehydrated 0003 0004 Bekicot. fresh.8 2.1 3. daun.7' 8. 100. Data expressed Protein Digestible Nomor Bahan Makanan Ternak Internasional International Feed Number Bahan Kering Dry Matter 1%) Abu Ash (%) Ekstrak Eter Ether Extract (%) Serat Kasar Crude Fiber (%) Betn Nitrogen Free Extract () Protein Kesar Crude Protein (%) Sapi Cattle (1%) Nomor Antrian Entry Number Nama-Nama Ilmiah Nama. 100.4' 1. fresh ANIMAL.4' '8.0 19. blood. ekstraksi mekanis.0 59. denga.0 12.4 69.3 2. meal mechanical extracted Kacang tanah.1+ ­ - 5-03-652 2. 100.6 4.0 25.3 25.2 16. '31.14.4 56. kering.9 19.0 20. Digestible. 4 18.3 5-00-388 86. meal Tepung daging.2' 0027 0028 0029 0030 0031 0032 Sukun. limbah pengalengan nanas. and Net Energy. sisa daging.6 1.Name Bahan Makanan Internasional Scientific Names International Feed Name ACHATINA FULICA. '100. 86. leaves.9 38o3 1.8 89.7 1.8 6. 11.2 .0--1.9 49. .TABEL 12.4 .2 :1. 13.6 0005 0006 0007 0008 0009 0010 0011 0012 ANANAS COMOSUS.5 .5 11.0 17. TDN. dewasa. digiling Snail. 4-12-353 5-00-380 5-00-385 ' 12.2 8.7 1. Termetaboliskan (ME).1 7.1 46.4. rumah. Metabolizable. 4-12-352 fresh ARTOCARPUS HETEROPHYLLUS.5 12. 100.4 1. digiling Animal.3* 9. 2. kering Peanut. 7. kernels. African. Digestible Protein.7 .9 13.

' .* .02* 42.33 65.93' - 45.48& 61.17* 43.' 2.39* ..' 2. 3.47' 66.8' .86' 2.38' .6' 10. .1' 7.1+ - 56.54& 2.' 2.48* .. .68' 44.+1755. .' 1.+ 2. 2518.* 1.+1832.45* 5.32& 71.25& .' 2.+1762.0+ 38.02' . - -.45* 65.50& 2.30* .45' 47.10' 1.40+ 1.81* 2.' 1.+ 20.51' .24* . .+ 1923. 0005 0006 0007 0008 0009 0010 0011 0012 .87* 2.4* 53..21* 22. .70' 1.25& .6* 6.05' .24* 65.31' .47' .* .40' 50.89* 2.45' 1.' 2.* 3.* 2.39' 46.930 -.12* .* 1.63' .15' 12.71' 1.0' .00* .04' 1.+ 2.49& 1.45' .5+ 47.45& .17& 67.74* - ­ ­ 69 .+ 2874.49' - - .51 * 57.33' .94' - - - 2471.94* .+ 2.89' 2.50+ 2.70* 1.46' 2.+ 63. .18' 68.98' 2.44' 1.7' 3.77* 67.71' 1.+ 2231.01' 54.23* 2.39' 1.4' - 8.67' 54.89' -.94* 2.51' 2.19* 57. Netto untuk Produksl Susu (Lactation) (NEI) (1) Sepertl yang Diberikan dan (2) Atas Dasar Bahan Kering (1)As Fed (2) Moisture Free Tercerna Protein Nomor Antrian Entry Number Domba Shleps Sheep 1%) Kuda Horses (M) Energi untuk Sapi Energy for Cattle TDN TON (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) NEm NEm (McaI/ kg) NEg NEg IMcal/ kg) NE I NEI (Mcal/ kg) Energi untuk Domba Energy for Sheep TDN TDN (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energi untuk Kuda Energy for Horses TDN TDN (% DE ME DE ME (Mcall (Mcal/ kg) kg) Energi untuk Unggas Energy for Poultry MEn MEn kcal/ kg) NEP NE kca kg) 0001 0002 0003 0004 - - - - - .' 2.* 1.9* 12.10' 1. .32' 56.27& 66.89* 1.06+ 1.68& 2.' 2.+ 2.' 2.+2049.39' 2.06' 58.76' 1.0* 8.23' 7.* 3.36* 2.89* 2.4* 8.40' 50.86* 20.45' 2.+ 3096.07& 71.5' 3. 18' - - 0027 0028 0029 0030 0031 0032 1.520 . .56' 1.' 2.6+ 44.79+ 1.46* 1.44* .+1839.33* 1..53& 61.01' .' 1.' 2.44' 73.82' 1.360 79.* 1.46* 2.* .45' 1.4' 3.3' 8.99' 1.* 2.44' .' 2.* 1.+ 0019 0020 0021 0022 0023 0024 0025 0026 56.70& - - .27* 1.46* 66.+ 2928.* 2.95& 2.180 .01' .86' ..96' 1.15* -.48* 3.90* .4+ 62.9* 12.+1509. .89' 1.+ 2.6' 10..99' .76' ..11' .+ 2236.87' 2.+2381.44* 1.' .98* 1. .' . Natto untuk Pertumbuhan (NEg).9* 11.13' .30* .56& 1.08' .99' 1.41* .3* 8.27* .19' .86& 1.8' .5' 3.53' .40& .12' -.23' 43.24* 65.88' 1.5v 1.37* 1.86' 1.18* .+ 2.53' 76.06' 1.42' 1.5' 7.44* .+ 3.63' - - 0017 0018 40.4' 9. .* 2.68' 1.+ 2.98' 9.38' 1. .51' 65.08' 1.82' 1.* .12& 2.' 2. .08+ 1..* 2.36' 2.63* 49.32* 1.* 2.970 53.82' 1.85' - - 0013 0014 0015 0016 3.8* 7.52' 9.16' 1.* 2.07' 1.' 1.44* - - 40. - - - - - 2662. .59* 52.99' 1.42138.27' .81' 1.* 3.48' . .74& 1.' 3.90 9.91+ 2.54* 1.+ 1918.890 .70' 1.' .6* 1.35' .53' 76.87' 2.40' 1.* 1. 3.' 2.83' 1.38' .17* .' .91' 1.4* .1* 6.04* .84* 64.45* 77.29* .78* 2.Pemallharaan (NEm).+2047.* .94' - - - - - - 43.15& 1.0' 23.* 2.* .+1575. .00 .* 2.63& 9.26' .6' 1.1* 7.9+ - .27' .

fresh Sapi. 57 to 70 days' growth Rumput ruzi. Digestible Protein.9. segar 2-13-216 Signalgrass. segar Cattle.5 . mature 2-12-318 86. centrifuged dehydrated Sapi. TDN. kering Cattle.6 4. 100. air susu. fresh. 100.0 25. Data expressed Protein Digestible Nomor Antrian Entry Number Nama.7 7.7 49. bagian aerial.3.1 5. skimmilk.0 . 100.9' . Sapi.0 4.3 ­ . sun-cured. tumbuh 15 sampai 28 hari.Indonesia: Komposisi Proksimasi. Protein Tercerna. 100. 100.9 .6 24.7* 8.5 7.0 44. whey. bagian aerial.3 .4 36. bagian aerial. .6 .9 27.2 32.2 11. 1. segar Cattle. Energi Tercerna (DE). palisade.5 6.3 7. fresh. fresh.1 51.6 '43.7 2. -45. .6 2. segar Cattle.9 1.1 8. 2.2+ 32.9 13. milk.1 6. segar Signalgrass. 100.3 8. 43 to 56 days' growth 17.6 1.2 29.5 12.4' 6. lemak diambil. Rumput ruzi.5 28. segar 2-10-248 Paragrass.8 15.4 2. 24. air susu.3 4. 100.1 -. segar 2-13-836 Signalgrass. whey (hasil sisa pembuatan keju).9 9. bavian aerial.0* 1. 43 to 56 days' growth 70 20. fresh.3 1.2 4t3. palisade. Metabolizable.9 - . air susu. dewasa. air susu. 100. Rumput signal.8 37. fresh.5 '. centrifuged fresh Sapi.1 73.3 42.3' 2.0 - BRACHIARIA BRIZANTHA. _32. 100.3" BRACHIARIA MUTICA.6' 8.5 27.4 1.0 .6 7.2 10.6.0 .1 3.0' 4-08-134 .3 32.1 2.5' .4.5 3.8 3.1 10.2+ 25.2 2. kering Cattle. 1. sheep. 86.3 53.3 5.8 38.9 .3 3.2 55.4 . Digestible.2 3. tumbuh 43 sampai 56 hari.7 3. mature 2-11-331 21.0' .1 88.8 13.9 12.9 0057 0058 1-12-319 86. tumbuh 15 sampai 28 hart. 100. 100.3 44. 43 to 56 2-09-990 days' growth Rumput signal. palisade.2 8.1 9.7 5.3 .4 8.4 7. bagian aerial.7 2.2' 6. Rumput para. whey. sheep.9 1. tumbuh 57 sampai 70 hart.7 .1' 30.0 . 15 to 28 days' 0059 growth 0060 Rumput para.5> 9. 86. sheep.4" -. dewasa. bagian aerial.5 . 100.5 10. 1.4 1.5 - - 4. 2.4" 1. 2.1 5.5 1.1' 3.3> 11.7 8. skimmilk.7 1 1. and Net Energy.2+ 37. kering Signalgrass.6.9* 0053 0054 0055 0056 Rumput ruzi. Netto untuk TABEL 12.0 3.5 1. hay.2 6.8 23. 1. air susu. bagian aerial. segar Signalgrass.6 5.1 32. fresh.1 1.0 -.7 2. fresh 5-01-168 13. tumbuh 15 sampai 28 hart.8 .5 10. tumbuh 43 sampai 56 hart.3 8. tanpa lemak.1 .1 47. 1.6 28.4 .9 31.6' 0061 0062 21. bagian aerial. sheep. TDN. Termetabolican (ME). 100. 100.6 8.1 49. dehydrated Sapi.0 37.8* 30.5* BRACIIIARIA DECUMBENS.6 .8 2. segar 2-11-341 Paragrass. 15 to 28 0049 days' growth 0050 Rumput ruzi.9 52 6. bagian aerial. 2.2 6.7* 0051 0052 2-13-213 19.0 6. dewasa. segar Signalgrass. 9. whey. mature Rumput ruzi.5 35.8 37. tumbuh 43 sampai 56 hart. bagian aerial.8 38.1' .9 76. 15 to 28 2-09-974 0043 days' growth 0044 Rumput signal.Nama Ilmiah NamaNama Bahan Mekenan Internasional Scientific Names International Feed Name Nomor Behan Makanan Ternak Internasional International Feed Number Behen Kering Dry Matter (%) Ekstrak Eter Ether Extract 1%) Serat Kasar Crude Fiber 1%) Protein Betn Nitrogen Kasar Crude Free Extract Protein (%) %) Sapi Cattle (%) Abu Ash (N ) 0033 0034 0035 0036 0037 0038 0039 0040 0041 0042 BOS TAURUS.7* 3. 5. 100. sheep. segar Signalgrass.0 1 8 10. Komposlil Bahan Makenan Ternak dil Composition of Indonesian Feeds: Proximate Composition.3 2.6+ ­ ­ 5-01-175 5-01-170 4-01-182 .3' -.40 6.6 3.5 52.2 1.3* 5.4' 0045 0046 0047 0048 25. fresh.6 5.9 6.2.7 . fresh.8* . 7.9 11. segar Signalgrass. fresh.

2' -.87* 2.+1513.04& 3.28' 1. 3* .06* 1.75+ 5.25f 49.39* .25' .* 1.36& 3.35' 1.+ 2696.3* 6.7* 3.2' 1.04'1 ­ ­ 0049 0050 1.66& 127.3* 1.35& 9.35+ 1.62& 5.16+ 1.5* .95' .63' 1.* 55.67& .45* 2.141 - - ­ ­ 71 .19* .65' .Pemeliharaan (NEm).+1426.57' 1.' 2.78' 1.12' .18' ..* 53.14' 18.35& 84.18' 1.08' .41& 2.39+ .46* 2.45& 3.40' 1.00 3.+ 3.26* 1.35& .38& ..44* 2.* .29& 1.* 55.430 2.22& 72.1' 4.15' 11.51' .52* .45* .20& 69.35* 1.4+ 27.24' 57.65* 56.16* - - ­ ­ 0061 0062 1.2* . 8* - - - - - - - - - ­ 0045 1.20* - ­ ­ .+ .95& 1.94& 16.57& .06* .22& .92* 50.6* 1. 7' -.60 9.26& 4.8* 1.52* 2.2+ 26. Netto untuk Pertumbuhan (NEg).24' .8* 31.88& 85.25* * 58.23' 12.49* 1.+ 2.38' 59.77+ 1.48* .34& 92.* .01* 1.29' 12.' 58.+ .581 2.17& 2.76' 26.* 2.5' -.* .12* - - ­ ­ 0053 0054 .31& .* .55' 2.26' .89* 30.0' -1.45 2.61+ 1.45& 3.11+ 3.6* 1.38' 56.35' .59* .2* 11.29' 1.0' 12.02* 1.03' .' .48' 1.52& 2.6* 3.62* 2.26* .42* .19' ­ - - ­ 0051 0052 .21& 9.29* .+1760.2' 13.30' 14.4* 6.4* 12.57& 2.+1659.14' .* .11' .23* 1.48' 10.+ 4.i -.6' .+ 94.+ 3.1 2.+ 2087.00* - - ­ ­ 0055 0056 -.06+ 1.' 58.54' .03' - ­ ­ 0059 0060 1.42' .* .73' 1.43' 65.42* 2.51* .03+ 2.90' 1.51' .1* .97& 2.16' 1.68& .* 2.05' .5* 10.6* 9.+ 2.0' .93i - - ­ ­ 0057 0058 -.29& .0' 3.64* .51* .+ .* .07' .2' 43.21' 47.69& 3.* .56* .42* 2.* .7' 8.47* .11' 43.3* 1.93& 2.91' 1.42' .* 2.71& .+ - - - - - .+ J.51' 50.76& 3.' 2.07* .86' 1.15& 3.50* .82* .3* 11.* .16+ '. 4.41& 129.42* .22& 73.* 1.35* .15& .' 1.63& 72.25' 1. 3.11* 1.54 2.01' .21' .11 53.2* - - - 2319.1' 6.0 2.21' 1.88' 1.08' 13.' .0 2.8' 31.+ 5..' 59.82& 1.* 2.26* .44' .+ 5.* 2.7+ 32.44' .79' .25* 2.6' 10.46* 2.+ 3.03' 12. Notto untuk Produk$1 Susu (Lactation) (NE I) (1) Sepertl yang Diberikan dan (2) Atas Dasar Bohan Kering (1) As Fed (2) Moisture Free Tercerna Protein Nomor Antrian Entry Number Domba Shieps Sheep (%) Kuda Horses (%) Energi untuk Sap Energy for Cattle TDN TDN (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) NEm NEm (Mcal/ kg) NEg NE9 (Mcal/ kg) NEI NEI (Mcal/ kg) Energi untuk Domba Energy for Sheep TDN TDN (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME lMcal/ kg) Energi untuk Kuda Energy for Horses TDN TDN %) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energi untuk Unggas Energy for Poultry MEn MEn kcal/ kg) NEP NE kcla/ kg) 0033 0034 0035 0036 0037 0038 0039 0040 0041 0042 3.23& 2..34* 1.21' 52..* .* ..+ 2.75& ­ 0043 0044 -1.27& 7.8* 1.73+ .70& 2.39' 2.16' .10' 18.+ - - ­ ­ 26.83& - ­ ­ - ­ - 1795.46f .51+ 1.+ 3.* 1.* 2.43& .58& 80.22* .2+ 25.10' .' .2* - 16.1' .2' 6.26' 1.78' .6* 8.* .53' 0046 0047 0048 4. .4' .10' .56' 2.81& 84.53' .7* 1.14' 1.* 2.

31.5 61. 0085 segar 2-13-965 0086 Calopo. dehydrated 5-12-359 92.2 34.1.1 8 2.9 3. 18. 2. bagian aerial tumbuh 57 sampai 70 hari.8' 16.7 11.6 6.6 . Netto unuk Composition of Indonesian Feeds: Proximate Composition. muda. late vegetative Kacang merpati. masa bunga. bagian aerial.7 ' 35. bagian aerial.4 5.6 .2 27.1 - 3.TDN. 86.3 29. mature 2-10-250 2. buah.8 11. Energi Tercerna (DE).5 7.7 16. mature Rumput para. segar 2-13-963 0088 Calopo.1 7.1 1.9* 1.2 . immature 41-17-683 4-10-483 30. Protein Tercema.6 53.5 28.9 33.1 1103 12.7 62. fresh. Digestible Protein.6. 38.5* 12.5 11. segar Pigeonpea. 1.1' 10.3 .5 20.9 15.1 21. kering Pigeonpea.9 29.1 4. buah. segar Paragrass.6 1. kering Paragrass.6 8. mature Kacang merpati. keseluruhan atau dipotong.6 6.40.1 33. tepung.9 . gude.0' 1-12-334 5-03-716 - 0083 008 5-25-522 86.9 9 .0 2. 7.6' 5. 100.9 6.0 .3 76. Metabolizable.3 2.6 2. segar Papaya. hydrolyzed 0070 ground CAJANUS CAJAN.3 1.7 7.9 22. whole.1 8.20 1. 100. segar Pigeonpea.5 - 0071 0072 0073 007 0075 0076 0077 0078 0079 0080 0081 0082 2-03-712 19. 27.Termetabolisken (ME).5' 2-03-523' 100.0 .8 10.9 1.2 1. pertumbuhan awal.1 .9 20.2 9. . Papaya.6 6.22.0 14.11 . L 100. 100.0 36. kering.2 32.TABELI Komposisi Bahan Makanan Ternak di Indonesia: Komposisi Prokimasil. fresh. matang. 1-03-516 86. 27. masak.9. digiling 0069 Fish.0' .5 6. dewasa. 1 CALOPOGONIUM MUCUNOIDES. 100. fresh. bagian aerial.5 1. 4.0 9. 100.6 12. 100.8 5. seeds CALLINECTES SAPIDUS. fresh.5 7.) Rumput para.0 31.9* 3. dewasa.7' 4.8' .'8 12. .3 .4 . fresh Papaya.40 2-03-713 2-13-913 5. pra-berbunga. keseluruhan polongan.3 15. milk stage 0089 0090 0091 0092 CARICA PAPAYA.8 1. Kepiting. segar Papaya.5 8.1' .14 1. dewasa. mature Gude.0' 6.4 32.0 27. kering. 100.3 .9 BREVOORTIA TYRANNUS.1 3.5 6.1 2. bagian aerial.1.1 10.0' .7 11.0.7 7.3 1.3 31. . whole or cuttings. masa bunga.15.9 12.1 1. fresh. 49. fresh.0 2-13-914 3. bagian aerial. segar Pigeonpea. midbloom Kacang merpati.0 16.0 1A 6.3 18. fruit. segar Pigeonpea. fruit. 10.7 lO.11 8. blue. Kacang asu. 2.1 2. midbloom Kacang asu. sun-cured.5 111.1' 6. hijau. 4.11 3. (Cont. dewasa. 100. 100. bagian aerial. bagian aerial.6 35.9. fresh. digiling Pigeonpea. bagian aerial.0' 3.1' 16.4 38. TDN.6 2.14.4 4.7. gude.5 6.3 9.9.3 27. early vegetative Kacang merpati.1 41. 57 to 70 days' 0064 growth 0065 0066 0067 0068 Rumput para.5 .3 7.0 66.7 10.5 8. fresh.3 7. hay. 29. 2. bagian aerial.8' e .3 38. biji sangat 0087 muda.6 48. 9.4 8.8 7.7 : 4.1 . Tepung ikan. Digestible. 100.2' 3. keseluruhan kepiting. Data expressed F'rotein Digestible Bahan Kering Dry Matter (%) Abu Ash (% Ekstrak Eter Ether Extract Serat Kasar Crude Fiber (%) Betn Nitrogen Free Extract (% Protein Kasar Crude Protein %) Sapi Cattle 1%) Nomor Antrian Entry Number Nama-Nama Ilmlah Nama-Nama Bahan Makanan Internasional Scientific Names International Feed Name Nomor Bahan Makonan Ternak Internasional International Feed Number (%) BRACHIARIA MUTICA. Kaeang merpati. hay.6 39.1 3.7 2.7 .14 ' 3.3 '1.8 17. sun-cured. 1. digiling Crab. gude. dikeringkan. dimasak. fresh.3 2. 86.1 10.8 119 68.6. 100. 1.6 38.1 1. segar 0063 Paragrass.5 .5 72 . and Net Energy.4 7.6 .9 2.2' 8. 100.41 r11. gude.6 9.7 11. gude. 23.0 . 100.

4' .81' 1.29' .* .* .79' 90.00* 1.* 3.82' 57.60' .* .18' .29' 79.34* 68.* 2.21' 76.' 2.2' - - - - - - 42.11' 1.9' 3.78' .09* 57.54' 2.* 2.83* 84.* .20' .* 3.61' .9* 3.44* .0' 17.* 3.34' 49.13* .70' 3.0' 15.04* - 17.79* .21* 1.' 2.13' .08' .39* 60.54' 16.1 - 1. 47# 2.59* 69.* -.* 2.* 2.90' 1.' 2.64* 63.03' 18.' 1.69* .29' - - 4.27' .' .36* -.52* 1.54* 2.6* 15.96* 3.22' .6* 11.4' 3.55 .* 2.15* .0' .78* .26* .42* 1.0 .71' 2.68* .87' 1.0' 3.* 3.09' 6.30' 50.28' 1.69* .28' 1.74* .13' .' 49.' 2.3* 3.58' 1.35* .04* .9* 3.14' 1.37* .3' 11.' .55* .12' 1.03' 2.09* .02' 2.18' .25' 18.94* 1.86' 1.* 55.3' 4.43'1.40' .42' 2.66' 1.36' 54.* 3.16' 41..66' .25* - 73 .60* 1.' 2.61' 18.96' 1.25' .18* .' -.81' - - -.05'* 13.4' - - - - - - - 4.' .24' 1.05' 1.81' . .93* 1.67' 1.08' 0083 0084 - - -7.49' 2..09' 59.64# 57.68' 2.47* 49.' . .71' .0* .64* 1.' 2.* 2.8* 11.290 .11* .36' - - 0069 0070 . 0071 0072 0073 0074 0075 0076 0077 0078 0079 0080 0081 0082 3.17' .23* .57' 18.84* 1.17' .56* 1.' 1.5* .18' 1.50 7.63' 2.39v 1.- 0085 0086 0087 0088 0089 0090 0091 0092 3.37v 2.' 1.24' .13' 61.36* 60.66' 1.0' 10.* .* .88' 48.55* 2.310 -.66* 2.5' 7.* .9' 13.2* 17.7* 16.0' 2.41' 68.59* .42' .28' 2. Netto untuk Partumbuhen (NEg).38' .76' 2.* 2.76' .16' 1..3* 9.56' .52' 18.* 56.32' 16.9* 3.* 2.0' 3.72* .50' 3.58* .' .970 2.76' .* .36' .6* .' 3.37* .9' 3.' .* .154 .41 3.70* -8.32' 6.22' 1.66' 61.07' .' 24.58 e ..* .70' 1.60' - 77.08' 42.4' 9. 35.68' 61.40' 3.* 1.1' 3.48* . - .91' 1..2* 3.4' 12. .27' -.3* 16.21* .38' 1.0* 15.33v .32' 21.1' .* 2.' .34* .17' 41.29'1 - - 4.64' .20* ..Pemeliharaan (NEr).9' .4* 17.47* 1.9* 3.58' 2.64' . Netto untuk Produksi Susu (Lactation) (NEI) (1) Sepertl yang Diberikan dan (2) Atas Dasar Bahan Kering (1) As Fed (2) Moisture Free Tercerna Protein Nomor Antrian Entry Number Domba Shieps Sheep %) Kuda Horses (%) Energi untuk Sapi Energy for Cattle TON TON 1%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Meal/ kg) NEm NEm (Mcal/ kg) NEg NEg (Mcal/ kg) NEI NE I (Mcal/ kg) Energi untuk Domba Energy for Sheep TON TON (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energi untuk Kuda Energy for Horses TON TON (%l DE DE (Mcal/ kg) ME ME fMcal/ kg) Energi untuk Unggas Energy for Poultry MEn MEn kcal/ kg) NEP NE 0 kcal/ kg) 0063 0064 0065 0066 0067 0068 .49' 2.' 2.68' 1.18' 2.18' 1.78' .2* 10.69* 2. - .* 3.7' 3.68' 67.00' 2.5* 11.50' 2.0' 3.55* 17.95' - - - - .' 2.30 3.* 3.' .60* 1.11' 72.27* 18.38* 58.54' 2.6* 13.81* .25' 8.92* 1.10' 1.' 3.35' .37' 1.

pubescens. segar Buffelgrass.6 13.2 11. 100.8' 0113 0114 86.3 3.5 22.0 1. tumbuh 15 sampai 28 harn. 86. dewasa.5 1.2 46. pubescens.6' 0111 0112 Kacang kupu.9 39. pertumbuhan awal.TABEL 12. 100.0 2. bagian aerial.0 4. 15 to 0106 28 days' growth Kacang kupu. Kacang kupu.6 7. Komposisl Bahan Makanan Ternak di Indonesia: Komposisl Prokslmasl. dewasa. 2.9 8.6' 2-26-915 1-28-743 CENTROSEMA PUBESCENS. tumbuh 57 sampal 70 har. 100.3 8.1 32.2 6.6 8. segar Buffelgrass.1 11.0' 4.7 9. kering Butterflypea.1* .5 ?25. hay. mature Rumput ekor rubah Afrika. segar Butterflypea.2 . 100. 43 to 56 days' growth 2-27-834 20.0 6.8 .6 1.2 40. Protein Tercerna.8. segar 0095 Buffelgrass.1 16.2 11.4 1.50 .2 33. bagian aerial.1 7.14 9.6: 34.0 32.14 5.6 3.3 31. 100. 15 to 28 days' 0096 growth Rumput ekor rubah Afrika.0 23. Metabolizable.3 3.4 3.9 13.7 2.3 4. bagian aerial.8 42.1' 5.7 .0 26.1 . bagian aerial.4 6. 1. tumbuh 43 sampal 56 har. pubescens.8.5' 0107 0108 2-28-499 20. meal mechanical 0094 extracted CENCHRUS CILIARIS.9 2. bagian aerial.0 3.2 43.5 6.1 37.5 7.7" 2.4 1. digiling 0093 Kapok. ekstraksi mekanis.2 1. tumbuh 43 sampai harn.2 .3 .2 4.8 7. akhir masa bunga. mature 5-21-137 86. pra-berbunga. 10. 100.9.2 1. :10. 7.3 31. bagian aerial. bagian aerial. early bloom 2-11-460 20.2' 8.7 39. 100.2 10. bagian aerial. 1-12-335 sun-cured. hay.6 23.0. 100.5* 7.6 . 2. dikeringkan. flumput ekor rubah Afrika.3 36. mesa bunga.5' 17. bagian aerial. 3.14 3.6 36. 56 fresh. 31.9 7.Nama Ilmlah Nama.3 8.8 8.3 8.1' 16. fresh. segar 0115 Rhodesgrass. segar Butterflypea. bagian aerial.2 . 100. pubescens. fresh. 100. Tepung biji kapok.7 _8. fresh. 28. 1.0 9.7 9. bagian aerial.7 20.9 8.4 '48. sun-cured. Netto untuk Composition of Indonesian Feeds: Proximate Composition. fresh.5 21.2 8. Rumput rhodes.3 9.3' CHLORIS GAYANA. mature 25.7 3.6 3. segar Butterflypea.5* .5 1. segar Buffelgrass. 3. fresh.7 ­ - 2-11-366 20. 100.1 1.9 8.5 2.9 11.5.1 34. late vegetative Kacang kupu.6 4.8 32.6 24.2 8.7* 74 . 43 to 56 days' growth Rumput ekor rubah Afrika.7 30.2 49 24. and Net Energy. akhir mesa bunga.4 2. fresh.2* 0099 0100 0101 0102 0103 0104 2-13-920 30. TDN. Data expressed Protein Digestible Protein Kasar Crude Protein (%) - Nomor Antrian Entry Number Nama.6 5.6' 0117 0118 2-27-836 21.9* 0109 0110 2-21-149 25.6 31.4 40. segar Rhodesgrass.7 27.7* 18. fresh.1 1.Nama Bahan Makanan Internasional Scientific Names International Feed Name Nomor Bahan Makanan Ternak Internasional International Feed Number Bahen Kering Dry Matter (%) Abu Ash (% Ekstrak Eter Ether Extract (%) Serat Kasar Crude Fiber (%) Betn Nitrogen Free Extract (% Sapi Cattle (d CEIBA PENTANDRA.3 13.6 44.1 11. Digestible. fresh.0 9. late 2-13-287 bloom Kacang kupu. 1. 6. Energi Tercerna (DE). pubescens.3' . segar 0105 Butterflypea.9 .8 1'.4 32.4 . Termetaboliskan (ME).2 40. fresh.0 11.8 -4.6 8.0 38.4* 1-. seeds. 24 10. 100.4 42. 100.14 11.7 6.4 8.1 6. 15 to 28 days' 0116 growth Rumput rhodes.3 14.4 4. . bagian aerial. 6. tumbuh 15 sampai 28 harn. 2. 2. kering Buffelgrass. Digestible Protein. TDN.3' 0097 0098 2-11-361 22. 57 to 70 days' growth Rumput ekor rubah Afrika.6 1.6 8.

50' .' .89' 1.' 1.67' .' 2.49k - ­ - ­ - - 2.' 65.7' - - - - - - .1' - - - - - - 13.31' 1.' 45.511' 2.99' 1.' 1.64' .1' 12.34' 1.67' 2.6' 2.13' .08' - - - - ­ - - ­ 0099 0100 .0* .79' .2' 8.3' 6.62' 61.7' 18. 0113 0114 7.99' 15.07' .42' 58.5' - - - - - - 15.33' .' 2.0* 10.32' 1.49' .1' 5. Netto untuk Pertumbuhan (NEg) Natto untuk Produksl Susu (Lactation) (NEI) (1) Soperti yang Diberikan dan (2) Atas Dasar Bahan Kering (1) As Fed (2) Moisture Free Tercerna Protein Nomor Antrian Entry Number Domba Shieps Sheep (%) Kuda Horses (%) Energi untuk Sapi Energy for Cattle TDN TDN (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) NEm NJEm (Mcal/ kg) NEg NEg (Mcall kg) NEI NEI (Mcal/ Kg) Energi untuk Domba Energy for Sheep TDN TDN (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energi untuk Kuda Energy for Horses TON TDN (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Enargi untuk Unggas Energy for Poultry MEn MEn kcal/ kg) NEP NE kca kg) 0093 - 0094 - - 64.46' .' 1.' 2.13' 1.' .11' .9' 11.06' 13.' 2.26' - ­ ­ 0105 0106 4.5' 8.17' 17.1' 4.09' 1.51.27' 74.60' 32.45' 1.64' - - - - ­ ­ 0095 0096 1.0' .3' .20' 1.30' 1.03* 1.81* 2.49' - - - - ­ ­ 0107 0108 3.8' 11.2' 13.48' .' .98' .25' 1.' .23' 48.5' 1.' .45' 2.17' .Pemeliharaan (NEm).39' .' 52.5' .' 1.1' 39.74' .35' 1.* 59.91' .' 2.51' 2.18' - ­ -.59* 66.3* 1.60' 2.57w .56' 1.03' .12' .' 2.36' .' 2.27' 2.04' - ­ ­ 0101 0102 .56' .' .4' 7.06' 2.93* 2.84* .55' 2.44' 1.43' 59.98' .0' 1.46* .' 2.67' 1.691 .' ..61' 2.' .07 .91 1.6' 3.86' 2.3' 2.' 20. .30' 1.59' 2. .24' .' 2.' .6' 2.23' 1.85' .' .9' 4.' 2.56' .63* 2.0 .3' 1.' .36' 2.85' 1.37' 46.' 2.15' 76 56.72' .99' .74* 1.220 52.86' 1.91' .' .75' - - ­ ­ 0115 0116 0117 0118 1.07 .46' 57.26' .27' .23' .' 52.28' .9' 4.56' .1' 16.88' 2.' .0k 3.* 66.3* .' 2.17' 11.50' 2.11 .' 3.5' 4.49' 2.16' 17.' .29' 1.32' .12' - - - ­ - ­ - 0097 0098 1.94' 1.37' 1.5' 7.35' 1.' .2' 15.4' 17.1' 16.02' .4' 7.04' .10* .7' 19.65' .3' 1.56' .04' .56' .64* .70' 1.61' - - - 2.43' - - - - ­ ­ - - ­ ­ 52.' 2.22' 11.08' 37.46' 2.47' .87' 56.46' - - - - ­ ­ 0111 0112 3.4' 11.46' 60.24' .' .' 45.25' .40' .07' .34' 1.52' .' 59.70' 1.06' .' 2.50' 0109 0110 4.34' 16.4* 17.54' 1.2' .18' 12.' 3.2' 6.53' 1.51' .37' .24' 12.' .24' 56.87* - - - ­ ­ - 0103 0104 .52' 2.06' 1.71' 1.0' 19.38' .99' 40.70* 69.6' - - - - - - 13.'2.

9 .4 6.6 1.1 39.4 12. sardine.40. 100. Digestible P. tumbuh 15 sampal 28 harn.2 6.3 5. dewasa.8 3.8 10.4' 5.9 9.5 42.2' 2-00-711 . fresh.59 2. bagian aerial.7 41.7 6.9 9. 100.3 5.1 44. Bermuda.5* 8.8 1-00-702 CYNODON PLECTOSTACHYUS.2 2. tumbuh 57 sampai 70 hari. hay.4 16.6 2.2 65. dewasa.4 .4 5.2 17.0 11. Bermuda.3 34.5 3. 3. dewasa. 100.9 1.8 48. fresh. Tepung ikan. 0125 hydrolyzed ground 0126 COCOS HUCIFERA. 35.3 8.1 .0 35. 15 to 28 days' 0143 growth 0144 2-11-113 22.5 38. segar Rhodesgrass. meats.6 10. tumbuh 43 sampat 56 har.6' 2-09-911 1-03-911 100. hay. tumbuh 57 sampai 70 hari. segar Rhodesgrass. bagian aerial.4 8.5- 3.2 27.1 45.9 13.3 44. kering Bermudagrass.6 . 57 to 70 days' growth Rumput gigirinting.3 9.100. fresh. segar Stargrass.1 12. ekstraksi 5-01-573 solvent.6 21. Metabolizable. Bermuda. segar Bermudagrass.8 2. 86.4 9. digiling Fish.0 9. digiling Coconut. 100. fresh.6 21. bagian aerial. sun-cured. meats.4 2.2' .6* 1.6 1.TABEL12.0' 9.5' 11.6* 1. Termetabollslan (ME). Rumput bintang Afrika.6 1.7 42. 100. dikeringkan. mature 2-13-930 26. 43 to 56 days' growth Rumput gigirinting. mature 2-09-530 30.3 9.Nama Bohan Makanan Internasional Scientific Names International Feed Name Nomor Bahan Makanan Ternak Internasional International Feed Number Bahan Kering Dry Matter 1%) Ekstrak Serat Kesar Eter Crude Ether Extract Fiber (%) (%) Protein Betn Nitrogen Kasar Crude Free Extract Protein (%) 1 (%) Abu Ash (% Sapi Cattle %) CHLORIS GAYANA.6 11.0 24.0 3. 100. Bermuda. 5.1 40. (Cont.1 14.2 140. sun-cured.3 2.4 16.9' 2.6' 0135 0136 2-09-549 31. meats. fresh.8 9. digiling Coconut.9 - 4-08-190 86.8 2.5* .11. 53 CLUPEA SPP-SARDINOPS SPP. lemak penuh. 25.9 2.0 48.4f 1. dikeringkan. bagian aerial. Date expressed Protein Digestible Nomor Antrian Entry Number Nama-Nama llmiah Nama.2 15. kering.1 56. Digestible. dehydrated 0128 Tepung daging buah kelapa. 100.7 10. 2.7 7.0 2.9+ Tepung daging buah kelapa. mature Rumput gigirinting.5 3.4 1. fresh.6 2.7 49.1 38. ekstraksi mekanis. cut 1 Rumput rhodes.3 6. Bermuda.1 10.8 28. 1.5 36.6 8. dimasak. meal mechanical extracted 5-12-358 93.8 3. whole or cuttings.9 1. fresh.7 1. 3.5 4.6 2.0 43.1 29. 86.0 15.TDN. anid Net Energy.7' 2.5 1. Energi Tercerna (DE). 100. 2.-otein.9 8.9 2.3 . Tepung daging buah kelapa. kring Rhodesgrass.9. 11. 100. 86.6' 4.7 2. 57 to 70 days' growth Rumput rhodes. 100.1' 0129 0130 0131 0132 5-01-572 86.7 11.8 12. bagian aerial.4 3.7 7.8 . 15 to 28 days' 0133 growth 0134 Rumput gigirinting.3 30.2 29. bagian aerial.0 .6 18. dewasa. segar Bermudagrass.5 15. dikeringkan. 3.1 17. 100.0' 0137 0138 0139 0140 0141 0142 2-13-958 31.0 1.5 6.8 9.8 9.3+ 18. digiling 0127 Coconut.7 9.7' 5. tumbuh 15 sampai 28 har.8 67. segar Bermudagrass.6' 8.9 .8 72.5 2.7 . bagian aerial. Rumput gigirinting.) 0119 0120 0121 0122 0123 0124 Rumput rhodes. Komposl Bahan MakenenTernek dl Indonesia: Komposisi Proksimall! Protein Tercerna.1 7.3 11.8 10.6 .4 7.8 10. bagian aerial.4 44.7 14.2 6. segar Bermudagrass.9 2.9 51. bagian aerial. keseluruhan atau dipotong.2 1. TDN.7 1. Netto untuk Composition of Indonesian Feeds: Proximate Composition.3* 6. mature. meal solvent extracted CYNODON DACTYLON.

* 2.* 2.22' 2. Netto untuk Produksl Susu (Lactation) (NE I) (1) Sepertl yang Diberiken dan (2) Ate.1* 10.* .* 2.68' . .3* .12' 1.90' 2.+1248.09' .151 1.+ 1653.52' 14. 31..27* .27' .19' 1.78' .* 1..3+ 18.59' .3* 1.05' 11.77' .' 3.96* .1* 1.19* .2* 18.00' 34.48' .74 3.6' 1.29' .16' .* 2.611 2.41* 73.8* 2.19* .74' 2.2* 1..67' 56.* ..42' .15' 1.30' 11.72' .17' - - 0113 011 2.52' 50.39' .19e 1.48' 49. .' 1.' 1.+1460.21' 1.' 2.3' 5.94' .63' 2.10* .50* .* 1.60' .19' 54.4' 7.' 3.* 3.12' 1. .95' 22.670 58.36* 1.1* .7' 2.* 2.80' .09' 1.6' 2.260 .72' 1.24' - 0137 0138 0139 0110 0141 0112 1.28' . .81* 1.89' 1.1* 2.15' 1.38* 58. - .2' 6.33' 60.51' 50..63* .'N 1.65* 2.51' - 60.55* 1.65' . .20* 1.79* . - .' .0 2..06' .870 1.3' .43' .31' .820 .12' 12. 0129 0130 0131 0132 16.13' 1.19' 73.6* 5.28' .48' .90' 49.* 2.6' 8.640 1.' - .23* .5* 2.67' 60.72' 1.4' 1.+1255.72' 1..* .0' 1.06' 1.* 3.* 2.230 2.51' 3.57* 2.+1451.66' - - - 1411.29* .3' 2.' 1.83' .7' 5.* .* 2. .+ - - 0133 0134 2.* .50' 1.39 57.03' 12.69' 1.05' .60' . 0125 0126 -.23' 1..* 3.26' 1.Pemellharan (NEm) .* 2.76' 1.* .00* - - - - 18.13' 2.1' 2.. .51* .* .5' 8.6' 2.* 2..* 62.22' - - - 0135 0136 2.35' 77 61.06' 1.* 55.29* 70.29* 1.92* 43.* 36.23' - .* 2.91' 1.93* ..72* 2. . - 711.2' 1.17' . .* 2.16' .11* 63.67* 1. 3.84' 1.' 62.* 2.07' - - - 29.69' 60.15' . .100 - - 0127 0128 1. 1.94* 42.22' .6' 11.85' 1.' .8' 13.5' 8.48* 1.10' 18.32' 1. .8* 2.+ 1640.10* .36' .23k 1.51' 2.12' 1.* .70* 2.69' 2.59* 13.48' .80' .4' 5.65' 1.31' 18.' 2.66' 2.19' 2.* 2.6* 5.40' 60. .* 2. Daser Bahan Kering (1) As Fed (2) Moisture Free Tercernr Protein Nomor Antrien Entry Number Dombe Shleps Sheep (% Kuda Horses Energi untuk Sapi Energy for Cattle TON TON 1%) DE DE (MeaI/ kg) ME ME (Mcel/ kg) NEm NEm (Mcal/ kg) NEg NE 9 (McaI/ kg) NEI NEI (Mcal/ kg) Energi untuk Domba Energy for Sheep TDN TON DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcai/ kg) Energl untuk Kuda Energy for Horses TON TON 1%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (McaI/ kg) Energi untuk Unggas Energy for Poultry MEn ME n kcal/ kg) NEP NE kcal/ kg) 1%) 1%) 0119 0120 0121 0122 0123 0124 1.3* 19.' 2.08' 2.+ - - - 1422.30* 1-..* .1' . - .' 2.25' .81' 22.30w .9+ - .77' .7' e 18.88' 80.* 52.3' 2.641 2.88' 1.56* 2.26' 66.86' 85.1' 2.22' 1.6' 5.36' 1.18' .08' .* 2.59' 1.20* .7* 18. .* 2.30' .27* 2.27' .3' 6.85' 1. Netto untuk Pertumbuhan (NEg).29* 13..1' .65* .

7 5. segar 0145 Stargrass. Digestible.8 31. 43 to 56 days' growth 18. 100.3 11. 100.2 7.0 6. TDN. pra-berbunga. dewasa. bagian aerial.0 0163 0164 2-09-942 23.8 3.8 .7 15. tumbuh 43 sampai 56 hart. Metabolizable.7* 5.8 10. segar Tickclover. fresh.1' 2. fresh.8 10. segar Pangolagrass.7 10.4 38.00 12.9 7. masa bunga.6 2.4 12.4 1. hay.0 32.2 34.7 5.8' 8. bagian aerial. 100. 3.5 1.0 4.2 10.2 17.3 20. bagian aerial.3 . 1.9 . 2.3 '2.3' 7.3 .. segar 2-12-320 Stargrass.7 35.3 3.7 2. (Cont. Data expressed Protein Digestible Nomor Antrian Entry Number Nama-Nama Ilmiah Nama-Nama Bahan Makanan Internasional Scientific Names International Feed Name Nomor Bahan Makanan Ternak Internasional International Feed Number Behan Kering Dry Matter %) Abu Ash (%) Ekstrak Eter Ether Extract (%) Serat Kasar Crude Fiber (%) Betn Nitrogen Free Extract %) Protein Kasar Crude Protein %) Sapi Cattle 1%) CYNODON PLECTOSTACHYUS.7 5.9 33.5' 2. greenleaf.8 . Komak. kering 1-12-321 Stargrass. 1-12-336 mibloom 0159 0160 86. 1. pertumbuhan awal.1 . and Net Energy.1 6.5 2.8 34. 100. 2.0 1.9 26.4 7.3* 6. fresh. bagian aerial. 57 to 70 days' 2-13-922 growth Rumput bintang Afrika. Digestible Protein.8 8.5 9.8 29. 15 to 28 2-21-467 0154 days' growth Desmodium daun hijau. bagian aerial. tumbuh 43 sampai 56 hari. Termetaboliskan (ME). 6.3 6. Netto untuk Composition of Indonesian Feeds: Proximate Composition.8 12.4 10.5 15. segar 0161 Pangolagrass.0 DOLICHOS LABLAB.6 5.2' DIGITARIA DECUMBENS. 100.7' Desmodium diun hijau. segar Pangolagrass.1 6. sun-cured. 57 to 70 days' 2-10-347 growth Rumput pangola.4 .6 1. 3.0 33. Rumput pangola. bagian aerial.8 4.9 30.7 9. early 0172 vegetative 2-12-337 19.2 3. 100.7 2. bagian aerial.6 45.5' 15.8 4.6 11.3* 2.9 6.9* 2. masa bunga.3 4.3 12. fresh.9 10.5 1. 3. 86.21 78 . mature 28.5 38. 86. 100. hay. 100.7 1.5 2. bagian aerial. hay.1 49. hyacinth.0 30.7 7.7 30.6 3. segar 0153 Tickclover.1.8.4 . fresh.1' 4. greenleaf. sun-cured. mature Rumput bintang Afrika.3 35. segar Stargrass.8 7. kering 1-10-858 Pangolagrass. fresh.4 11.7 8.411 0155 0156 0157 0158 2-13-999 17. 2. fresh. fresh. Protein Tercerna.6 34.100.2 40.4* 1. TDN.8' 1. midbloom Desmodium daun hijau. tumbuh 57 sampal 70 hart.3' 3.4 12.5 3.5 4.7 45.8 52.5 1.TABEL 12.6 44.3 9. segar 2-05-662 Pangolagrass. bagian aerial.9 26. 50.5 2. bagian aerial. late vegetative 16 100.9* 0165 0166 0167 0168 0169 0170 Rimput pangola.1' 1. Desmodium daun hijau. bagian aerial.1 3.2 9.8 17.8' 20. tumbuh 57 sampai 70 har.7 2. Energi Tercerna (DE).8 9.0' 2. dewasa.5 3.9 5.4' 17. bagian aerial. 100.1 11.1 1. segar 2-14-000 Tickclover. tumbuh 15 sampat 28 hart.. dewasa.7 42.3 1.9 11.. segar 0171 Dolichos.2 48.3 44.2 5. 35.1 22.3 5. 100.4' 39. bagian aerial. 2.3 5. sun-cured.) Rumput bintang Afrika. dewasa.5 .7 45.5 35.4 1.7 31. greenleaf.6'.8 6. 15.3 DESMODIUM INTORTUM. 15 to 28 days' 2-10-092 0162 growth Rumput pangola.8 10. mature Rumput pangola.3 1.0' 8.3 5. fresh. mature 31. fresh.61 41. greenleaf. 40.5 44.0 1. 100.5 30.1 1. kering Tickclover.6 25.1 7.9* 1.8 5 9 . Komposisi Bahan Makana Ternak di Indonesia: Komposisi Proksimasi.4a 0147 0148 0149 0150 0151 0152 32.2' 11.0 . 43 to 56 days' 2-11-137 0146 growth Rumput bintang Afrika.6 16.6 1.4 . pertumbuhan awal. bagian aerial. 100.3 1.4 30.8' 6. fresh.9 .

59' 19.21' 1.22' .56* .38* 61.59' 2.8' - - - - - - 13.94' 1.93' 44.47* 1.69' .77' .Pemeliharaan (NEm).40' 1.92' 1.22' .1' 12.99' .21' 59.54* 1.* 2.3* 7.4 68.90' 1.8* 16.48' 56.46* .* .87' .* 2.24* .87* 2.14' 27.* 1.51* 2.5w 12.12* - - - 0147 0148 0149 0150 1.* .1' 4.10' .71' .1* 8.6* 16.38* .8' 2.* 2.5 - - - 79 .12* .21* .21* .29' 1.59' 58.36* 1.' 2.06' 36.25' 1.71' 2.40' .6* - - - - - - - - - - 0161 0162 1.* 2.00* 1.07* - - - 0165 0166 0167 0168 0169 0170 .16' 1.90* 1.77' 21.44" .49' 2.72' .1* 16.32' .50' 1.94* .' 1.35* 1.46* 1.90* 1.* 1.* 2.36' 1.* .99* - - 0159 0160 5.54* 2.36* 1.72' .2* 1.8' 6.58* 1.23* 27.2' 1.23* 65.58' 2.09' .* .39* 57.95' .2* .* 1.' kg) ME ME (Mcal/ kg) Energi untuk Kuda Energy for Horses TON TON (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energi untuk Unggas Energy for Poultry MEn MEn kcal/ kg) NEP NE kca/ kg) %) 0145 0146 1.0' 2.50* 2.7' 6.69' 55.0* 11.* 2.09' .57* 2.48' 10.0' 10.' 2.60' 1.3* 6.12' 39.83* 1.* 1.35' 53.96' 52.' 2.* 2.* .97' ".* 2.9* 2.22' 55.* .28' 10.77' 1.9* 8.39* .4' 3.50* 2.5* 2.57' .87' .43* .111 .* . Netto untuk Pertumbuhan (NEg).3' 10.45' .19' 1.* .68' 58.84* .29' 19.80' .12* .10' .37' 1.* .54' 1.0' 4.' 2.71' .87' 1.23' - 0153 0154 2.6' 5.27' 1.5' .98' - - - .11* 43.* .5* 1.57* 54.* 1.44* .26' 1.78' 1.23' .* .24* .78' 31.66' .59' .15' .4* 15.47* .42' 1..' .17' 13.13' .* 2.26* 16.27* .45' - 0155 0156 0157 0158 2.57* 51.57* .32* 1.82' .* 2.* .14' 20.0' 21.18* .98' 2.* 2.34' 56.16*' - - - - 0163 0164 1.48* 2.88' 2.29* 1.93* 1.* 2.23' 11.82* - - - 33.19' .27' 20. Notto untuk Produks Susu (Lactation) (NE I) (1) Seperti yang Diberikan dan (2) Atas Dasar Bahan Kerlng (1) As Fed (2) Moisture Free Tercerna Protein Nonor Antrian Entry Number Domba Shieps Sheep (%) Kuda Horses Energi untuk Sapi Energy for Cattle TDN TON (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) NEm NEm (Mcal/ kg) NE 0 NEg (Mcal/ kg) NEI NEI (Mcal/ kg) Energi untuk Domba Energy for Sheep TON TON (%) DE DE (Mv-.1' .93' 50.51' 1.0' 1.4* 1.* 2.2' 6.39 2.46* .08' - - - .36' .35' .26' 53.53* .19' .07' 45.8' 3.97* 0151 0152 1.08' .18' 17.39* 65.70' .* 2.05* 1.* 2.9* 18.9* 1.9* 10.' .* 2.97' 1.7' 1.6* 3.5' 1.3bi 1.2* 1.16' 43.* 59.53' 50.7* 6.* .17' .13* .19' .* 1.43' 57.44* .2' 5.3* 1.* 2.4* .' .41' .' 2.6* 3.* .43* 2.7' 19.14* .09* 1.42* 1.7' 5.* 2.8' 2.* 53.21' 1.9' 2.9' 2.36* .* 1.2* 2.64* 57.60* .8' 2.08* 1.28' 1.2' 2.42' 50.53' .45* .* 1.30' - 0171 0172 4.20' 54.* 2.* .* 1.44* .

anchovy. Tepung. Metabolizable. digiling 0177 Fish. Protein Tercerna.9 3. Nicaraguan. 100. 100.3 12.5 12. hydrolyzed GADIDAE (FAMILY)-LOPHIIDAE (FAMILY) RAJIDAE (FAMILY).9 11.8' 11. browse.9 3.6 61.1 19. white.1 2.8 62. . kering. dewasa.3 12.9 1. 5-12-357 018 hydrolyzed ground GLIRICIDIA SEPIUM. 26. (Cont. sun-cured.8 39.TABEL12.6 2.1 1.1 30. ikan putih. dikentalkan Fish.41 7.8 10.7* 10. segar Shad.2' 1. 86.9 11.11 25.8 1. 100.0 11.7 1.1 .6 2-04-571 Kedelai. keseluruhan atau dipotong.6 3. masa bunga. early 2-11-664 0186 vegetative Gamal.1 3.9 48.9 17. segar 0185 Shad. 1-12-339 midbloom 86.1 8.2 1.3.7 . solubles. kering. hyacinth. 100.1 117.2 ­ " 86.7 8.3+ .7 12.9 2.1 5. kering.Termetabolisken (ME). 43. 2. 100.9 3.1 2.0 8. dimasak.7 33. 2.2 . fresh. TDN.7 1. segar Soybean.5 5.9 12. 86.0 28. 2. Komposls Bahan MakananTernakdil Indonesia: Komposis iProksimasi.3+ . 20. sun-cured.6 4.0 27.7 2.6 32. d golyng 5-29-071 0182 Fish.0 23. Tepung.5' 2. 100. 9. 5-09-334' 0178 solvent extracted 0179 0180 Calran ikan. 100.7 .1 39.1 6.3 6. 11.0 60. 100.7 70.3 6. 100. seeds.9 25.6 19.8V: 21'.5 8. early vegetative 0193 0194 0195 0196 0197 0198 0199 0200 0201 0202 Kedelat. .0 26. fresh.1 1. whole. segar 2-08-564 Soybean.3 2.1 37.11 11. browse.0' 10. 11. 51.0 4. 13. fresh. pertumbuhan 0192 awal.3 8.93 27. 27.6 2. pertumbuhan awal. kering Shad. 18. bagian aerial.8 5.7 13.5.3' ­ ­ 2-04-569 1.9 5.8 65.8 29.50 3.3 80 .4+ 83.9 6. 50.TDN. Netto untuk Composition of Indonesian Feeds: Proximate Composition. digiling 0175 Fish. lemak penuh.3 9. dimasak. canpuran. 0181 kerilng.8 70.4 1.6 ­ - 25.3 1. bagian aerial. dewasa.8 417 19.8' 11.2 15. masa bunga.8' 11.6 '19. kering. bagian aerial. digiling 0183 Fish.8 33.8 7. baglin aerial. protein concentrate oil residue.3 13.7 3.5 3. segar Soybean. ground 5-04-596 211.5 1. 100.1 19. 100.0 4.0 3.1 9.0 11 8 18.2 6.8 3. bagian aerial. 28.1 18. 100.8 37-.9. keseluruhan atau dipotong.9 5. bagian aerial. Kedelai.4 179 20.2' GLYCINE MAX.3 52. Nicaraguan. mature Kedelai.3 7. midbloom Kedelai.2' ENGRAULIS RINGEN.0 10.9* 9. 100.6' 31. 5-12-360 0176 hydrolyzed ground FISH.2 2. konsentrat protein ikan.0 13. 0174 mature 1-12-338 86.0 11.9 . kering 0173 Dolichos. dimasak. 100.1 19.7 2. whole or cuttings. Digestible.1 . hay.7 21.2 5.3 15. masa bunga. 100.1 ­ - ­ - 5-01-969 Tepung.6 9.5 28.4 38. Dataexpressed Protein Digestible Protein Kasar Crude Protein Sapi Cattle Nomor Antrian Entry Number Nama-Nama Ilmiah Name-Name Bohan Makanen Intemasional Scientific Names International Feed Name Nomor Bahan Makanan Ternak Intarnesional International Feed Number Bahan Kering Dry Matter (%) Abu Ash (%) Ekstrak Eter Ether Extract (%) Serat Kasar Crude Fiber 1%) Betn Nitrogen Free Extract () (% (% DOLICHOS LABLAB. Energi Tercerna (DE). late bloom 2-01l-568 24.0 3.2 16.Nicaraguan. browse. sun-cured.6 17.3 6.7' 0187 0188 2-17. Tepung ikan. fresh. kering 1-01-513 Soybean. Digestible Protein. condensed 93. bagian aerial.7 2. and NetEnergy. 72. fresh.3 2. hay. Gamal. bagian aerial. digiling Soybean.0 6. bahan-bahan yang larut dart pemasakkan ikan.: 8.3 16.2 7. whole or cuttings.0 11.9 ­ - 86. ikan kecil. fresh.3 9. akhir masa bunga. segar 0192 Soybean.6 6. dewasa.7 3. 39. mature Tepung biji kedelai.) Komak.8 34. midbloom 86. bagian aerial.2' 3.9 14.6' 9.9' 19.1' 0189 0190 Gamal.2 14.

3' 8..94* . .4' 14.30* .+ 2580.33& 1.49' 1.+ 3.' 3.58' 51.' 2.+ 1.+ ­ - -­ 0183 0184 .' 2.42' 77.81* .3+ 55.0 2.10' 1.+ 1.60& 1.46# 76.70' 1.32* 1.Pemeliharean (NEm).65' .10' - ­ - ­ 0185 0186 5.' 3.16' 1.17* 2. Netto untuk Produk$l Susu (Lactation) (NE I) (1) Sepertl yang Diberikan dan (2) Atas Dasar Bahan Kering (1) As Fed (2) Moisture Free Tercerna Protein Nomor Antrian Entry Number Domba Shleps Sheep (%) Kuda Horses (%) Energi untuk Sapi Energy for Cattle TDN TDN (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) NEm NEm (Mcal/ kg) NE 9 NEg (MeaIl/ kg) NEI NE I (Mcal/ kg) Energi untult Domba Energy for Sheep TDN TON (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energi untuk Kuda Energy for Horses TON TON 1%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energi untuk Unggas Energy for Poultry MEn ME kcar/ kg) NEP NE kcaf/ kg) 0173 0174 8. ..* 3.90* - - ­ ­ 0187 0188 4.45' 1. ..890 .47' 52.56* 72.24* 1.27' .71' .7* 13.* - .' 1.' 1.17' 1.70* 2.34' 2.* 2.6* 42.* 3.95' .43' .06' .50' .6* 15.' 1.54' .59* 2..+1077.77' 3.54* .* .6* 9.77' .80* .* 3.1* 2.* 2.60' 1. .* 22.12' 1.* 2.22* .70' 1.83& 3. .62* - - ­ ­ 0189 0190 12.5' - 3..27' .80' ­ 69.* 2.05' 2.7' 20.* 2.83' .47* .69' .* 2.3' 10.97' 1.0' 11.79' 1.04* 2.21' 1.08' ..* 2.73k 18.' 3.* 2.41' - ­ - . . 2219.78' 1.39* 2.04* 86.80* 57. ..32' 69.42+ 2.96' 1.59' - - - - - ­ ­ ­ - ­ ­ ­ ­ ­ ­ 43.02* 2.0* 14.4* 14.56' 43.90& 1.70& 3.66* 1.94' 2.51* .26* .70* .75' 1.' 2.0' 15.08' 2. 49.92& 59.4* - - - - - - 19.4' 12.' .93* 2. 67.+ 3329.29& 51. .01* 2.34* .98' 19. .3+ - .6' - 18.96& 1.19& - .18' 1. .47* 2.28* 1.84* - - - ­ ­ 0175 0176 .5' 3..82* 1. - .65' 64. Netto untuk Pertumbuhan (NEg.26' 1.83' .8* 2.76' .11' 48.75* 1.* .* .1' 11.52' 2.8* 3.* 2.38' 66.* .25*'109* 44.32* 2.' 3.39' .90' 1.660 66..98& 83.17* - 1705.85' 81 .92* 1.80* 1. .87' 59.' .75+ 1.72' 75.* 1.71' . ­ .+1614.08' 1.* 2.51* 17.83* 2..59' 17.8* 19.98' - . .9' 11.93' 50.* 2.22* ..13' 1.60* 2.2' 20.+ - 43.59' 80.91' 2.0* 9.87* 2.61' 68. .+2104.84' . .2* 2.42* .' .27* 45.70' 69.92* 1.89* 1.* .' 3.82& .13* 1.78* .* 3.* 2.' 2. - .7' 14.' 3.+ 3.23* 1.08* 1.87v 1.55* 3.3 14.44' .' 2.42* 99.2' 4. . .9* 10.75' 56. .' 2. . .0' 9.76' 17.47* 53.63' 1.' 3. .+1876. .39' 3.* .850 1.42* 70.27' 1.24' .57* - 16.8' 10.95* 1.91* 49.24* 65.0 1.79' 1.1' 3..71* ­ ­ 0191 0192 0193 0194 0195 0196 0197 0198 0199 0200 0201 0202 3.76* .9* 4.69& 84.96* 61.4' 56.75* ­ - ­ 0177 0178 0179 0180 0181 0182 28.47* 19.46* 2.2' 9.

segar 2-15-422 Soybean.9 5. bagian aerial.5 30. cetakan minyak. 1.4 8. seeds.5' 34.2 8.0 22.4 14.6 17. fresh 86. dikeringkan. seeds.3* 15. bagian aerial.8.9+ 0221 0222 Tepung biji kapas.3 48.3 33 4 . digiling Sunflower.8 33.6 17. cetakan minyak. 100.6 34.4 6.1 7. pertumbuhan awal.2 14.1 35. seeds. dikeringkan.0 8.8 14.3 4. 100.0 8.7 3.0 . 34.2 2.7 12. 99 1-26-170 to 112 days' growth GOSSYPIUM SPP. 5.9+ 2. dikerlngkan.6 3. 82 7.0 39.4 5. 45. hay.7 16. seeds.) Tepung biji kedelai.7 20.3 1.0' 10.7 5. perennial. 10. Digestible Protein. segar 2-13-521 Soybean.1 17. 6.0 44.1 3.0 32. 100. kering.3 .7 ­ - 0227 0228 5-27-477 86.8 29.5 ­ - 0223 0224 86.0 16. sun-cured. dikeringkan. mechanical extracted 0204 caked 5-30-145 86. dikeringkan.0 2.6 60.8 41.5 29.6 i. segar 0209 Soybean.3 23.6 4. TDN. late bloom Kacang bulu. digiling Cotton.8 . ekstraksi mekanis.6 1.1 18.. Komposisi Bahan Makanan Ternak di Indonesia: Komposisi Proksimasi.7 2.4 8. bagian aerial.TABEL 12. 15 to 28 0210 days' growth Kacang bulu. 2. mechanical extracted 5-11-589 caked Tepung biji kapas.1 3. fresh.8 10. Tepung biji kapas.0 28. Termetaboliskan (ME). 21. 0225 digiling 0226 Sunflower.7 2. 100. 8. perennial.1 39.6 8.4* Kacang bulu.2 34. akhir masa bunga.7 29.4 30.8 35.2 26.6 15. dengan kulit biji.9' 4. fresh.28.9 12.40 GLYCINE WIGHTII.1 .12.1 10. 100.4 15. digiling 5-04-604 Soybean. cetakan minyak. akhir masa bunga. kering.7 25.2 12. 100. seeds.4 1.7 33.5 4. perennial.4' 0219 0220 5-01-608 86.0 14.9 3. ekstraksi solvent. 100. 100. seeds.0 16. 100. segar 2-04-577 Soybean.8' 12.8 . ekstraksi mekanis.3 . Kacang bulu.8+ 14.9 33. Tepung biji bunga matahari. 13. 3. Metabolizable. 39. 19. Protein Tercerna.6 14. 5. perennial.4 1. (Cont.0 4.0 12.3 6. meal solvent extracted Kedelai.5.7' 0211 0212 0213 0214 0215 0216 2-11-567 25.5 10.0 9.3 5.2 12.1 4. batang tanpa daun. fresh. meal solvent extracted 86. Netto untuk Composition of Indonesian Feeds: Proximate Composition. lemak penuh.4 21. 100.2' 6.2 HELIANTHUS SPP.3 4. kering Soybean. ekstraksi solvent.1 5. 100. 100. digiling Cotton.8 4. Digestible.4 30. full bloom Kacang bulu.9 .2 6. pra-berbunga. digiling 0203 Soybean. stems. -4.7. dewasa. TDN: Energi Tercerna (DE).4 2.4 100.1 15.1 33.1' 9.3 14.6 24. bagian aerial. lemak penuh.1 3. 57 to 70 days' growth 2-11-566 29.8 30. masa bunga penuh. r' ennial. digiling 5-11-590 Cotton. fresh. and Net Energy. bagian aerial.6 8. ekstraksi mekanis. meal mechanical extracted 5-08-530 86. segar Soybean.3 1.9 19.0 44.6+ 44. cetakan minyak.7 5.1 1.5 28. bagian aerial. seeds Tepung biji bunga matahari.7 33.1' 10.8 6. dengan kullt biji. 5.9 2.7 38. Data expressed Protein Digestible Nomor Bahan Makanan Ternak Internasional International Feed Number Bahan Kering Dry Matter (%) Abu Ash %) Ekstrak Eter Ether Extract (%} Serat Kasar Crude Fiber (%) Betn Nitrogen Free Extract (%) Protein Kasar Crude Protein (%) Sapi Cattle (%) Nomor Antrian Entry Number Nema-Nama Ilmiah Nama-Nama Bahan Makanan Internaslonal Scientific Names International Feed Name GLYCINE MAX.6.2 28.6 51.4 38.5 27.0 0205 0206 0207 0208 Tepung biji kedelal.1 311. ground 0217 0218 86.7 6.7 1.7 19.7 19.

Netto untuk Produksl Susu (Lactation) (NE I) (1) Sepertl yang Diberikan dan (2) Ates Dasar Bahan Kering (1)As Fed (2) Moisture Free Tercerna Protein Nomor Antrian Entry Number Domba Shleps Sheep (%) Kuda Horses (% Energi untuk Sapi Energy for Cattle TDN TDN (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) NEm NEm (Mcal/ kg) NEg NEg (Mcal/ kg) NEI NE I (Mcal/ kg) Energi untuk Domba Energy for Sheep TDN TDN (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energi untuk Kuda Energy for Horses TDN TDN (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energi untuk Unggas Energy for Poultry ME n MEn kcal/ kg) NEP NE kcak/ kg) 0203 0204 - - 67.65' 79.19' 2.' 3.' 3.72& 3.80' 2.86' - - - - - 0225 0226 73.' 2.56' 2.16' - - - -­ -­ 0205 0206 0207 0208 39.19' 1.61' 90.51' .3' 26.69' 1.95& 78.* 3.82' 2.50' 2.12* 1.' 3.'31 59.37' 70.43' 3 .0+ 17.94' .90' 1.51' .84' - - - 0211 0212 0213 0214 0215 0216 3.48' .02' - - - - - 0223 0224 - - 57.0* 10.+ 3.69' 2.86' 1.72' 81.68& 84.041 .4' 13.51' 614.35' 1.5' 16.19' 1.20& 2.09' 91.16' .80' 1.9' 3.45' 74.56' 1.+1805.09' 2. l 1.01' 1.73' 3.88' 47.56' 62.67' .10' 91.27' .27' - - - 0217 0218 8.49' 76.29' .73& 1.61' - - - 0221 0222 - - 60.86' 2.0' 3.2' 15.00' 3.50* 3.02' 3.81' 1.01& 1.85& 1.36& 1.0' 24.25' 2.71' 3.17& 1.46' 3.59' 3.5+ - 63.45' .64' 2.57' 3.04' 43.+1552.10k 2.27' 1.0' 10.08' 12.' 4.30' 2.* 1.+ - 12.' .' 3.59' 78.' .83' 1.73' 70.34' - 0209 0210 3.* 1.83' 74.43' 3.38' 68.9+ 1.26' .50' .' 3.' 2.2' 9.22' - - - - - - - - 4.97' 1.55 e .13' .4' 9.58' 2.614' .' 2.17* - - - - - .* 3.' 2.51' 1.63' .8' 3.09' 1.7' 5.' 2.8' 41.33' 2. 714.88' 61.77' - - - 0219 0220 15.69' 78.+ 2577.93' 1.89' 1.6' 12.91' 1.09' 22.15' 1.020 1.98' 1.69' 1.66' 2.' 2.16' 1.' 3.Pemeliharaan (NEm).2+ 47.0' 72.814 1.43 61. 4.60' 1.28' 2.6' 1.' 2.26' 61.4+ 2.59' .59' 1.60' 67.66' 1.52' 2.' 2.52' 50.16' 1.32' .9' 10.97' 3.16' 1.84' 1.' 2.46' 3.' .' 2.73' 2.0' 12.' 3.' 3.50' 1.79' 70.14e .' 2.9+ 46.' .5' 8.02' .95' 2.74' 1.* 2.* 3.' .' 3.59' - - - 0227 0228 - - 65.43' .2' 11.9' 3.01' 2.38' .+ 3.07' 2.' 3.26' 2.20' 1.30' 1.53' .69' 2.95' .27' 66.95' 2.25' - - - 2216.' 81.' 2.32' - 15.' 2.31& 2.41' 3.' 84.74* 1.' 3.7' 41.5' e 14.54* 78.' 2.67' 3.73' 1.68' 1.* 3.08' 1.414 .' 60.43* .' .41' 1.' 1.67' 2.30' 12. Netto untuk Pertumbuhan (NEg).04' .92' 2.02' 1.46' 2.15' .

0 19.3 7.8 53. 10.6 40. Energi Tercerna (DE). fresh. hay. fresh. 2. - HIBISCUS ROSA-SINENSIS. tumbuh 43 sampai 56 har. 43 to 56 days' growth Rumput jaragua.0 4. 46.3 12.7 . fresh.2 11.9 25.3 73 2.7 . bagian aerial. meal solvent 0230 extracted Tepung biji bunga matahari. 6.0 3.1 11. mature.0 10. 9.1 6. 100.0' 84 .4 100.4 '8.: 100.5 23. 15 to 28 0248 days' growth Alang-alang. cogon.5' 2-28-620 17. Protein Tercerna. cogon. 100.7. sun-cured. 50.8 1.0 . mature 2-29-311 23.8' .8 9.0' 7. dewasa.8 12.1' 1.1 IMPERATA CYLINDRICA. digiling Sunflower.3' A1.8 2.3 . Data expressed Protein Digestible Nomor Antrian Entry Number Name.7 1.4 11.2. tumbuh 57 sampai 70 hari. . fresh. 6.6 37. segar 0247 Satintail. fresh. bagian aerial.1 46.3 43.9 26.0 304 35.5' 13. 6.1 1.TABEL 12. 100. 100. kering Satintail. segar Jaragua.6 41.4 1.8 3. bagian aerial. ekstraksi solvent. ekstraksi solvent.2 35.9 8. bagian aerial.5 2. dewasa. bagian aerial.7 2. and Net Energy. Alang-alang.8 3.0 2.1 24. Rumput jaragua.6 29. cogon.8 7. Digestible Protein.6 6.5 . bagian aerial. sun-cured. bagian aerial.411 0251 0252 0253 0254 2-29-402 40. fresh.2' . kering 1-12-322 Jaragua.9 47. seeds. 0231 0232 5-30-034 86. segar Satintail. tanpa kulit biji. tumbuh 0237 15 sampal 28 har.4 17.0 50.0 4.9 25.0 14-. Netto untuk Composition of Indonesian Feeds: Proximate Composition. daun.2 8.5 1.0 54.9 1.1 35.6 1. segar 2-10-214 Jaragua. : 12.7 37.5 5.1 33. 100.0 18 i 1146. 100.8 2. segar Jaragua.2 .8 45.0 7.3 12.9 4 28.9 .5 1.2 1. Alang-alang.3 2. 9W.11 0255 0256 1-12-323 86.91 3.9 - .0 - 8* -2. bagian aerial. dikeringkan. Chinese.2' 0249 0250 2-29-721 26.9 10.8 13.7 32.0 26. 100.8' 2-09-509 2-11-551 Rumput jzragua.9' 8.. 2. 100. 0233 segar 0234 Hibiscus.4 18. digiling 0229 Sunflower. tumbuh 57 sampai 70 har. segar Satintail.8 4. (Cont.90 1-29-546 HYPARRHENIA RUFA. Komposhl Bahan Makenan Temak di Indonesia: Komposis Proksimasi. 30 7.6 50.9 9. 57 to 70 days' growth 2-09-725 26. seeds without hulls. 15 to 28 days' growth 0239 0240 0241 0242 0243 021 0245 0246 Rumput jaragua.1 3. '2.6 '2.7 4.2 29. segar 0238 Jaragua.5 2. TDN.0 8.0 2.6 58. 100.3 13. 100.7' . Kembang sepatu.9 11.7 6.8 11.) Tepung biji bunga matahari.6 2.9 19.4 40.3 32.. 1. Chinese. 57 to 70 days' growth Alang-alang.6 21. dengan kulit biji. 26.5 8.1 47. hay. fresh.3 1. Termetaboliskan (ME). dewasa. bagian aerial. cogon.2 2.7 2.0 9.2 3.6 1..2 2. leaves. 100. leaves. cogon.9 12. dewasa.8' 3. 86.0 .5: 1.2 1.9 13. mature 86. meal solvent extracted 5-30-032 86. Digestible.M .8 6. fresh 0235 0236 Kembang sepatu.0 2.91 2.7 3.0' 3.8 19. tumbuh 15 sampai 28 har.4 12.5 1.7 5.1 9. sun-oured 2-10-511 19.2 39. daun. bagian aerial.9 8. 100.7. Metabolizable. fresh.5 2.3 .3 12. mature Rumput jaragua.2 2. bagian aerial.Nama Ilmiah Nama-Nama Bahan Makanan Internasional Scientific Names International Feed Name Nomor Bahan Mekanan Ternak Internasional International Feed Number Bahan Kering Dry Matter (%) Abu Ash (%) Ekstrak Eter Ether Extract (%) Serat Kasar Crude Fiber (%) Betn Protein Nitrogen Kesar Free Crude Extract Protein %} (%) Sapi Cattle %) HELIANTHUS SPP.7' 8. 49. tumbuh 43 sampai 56 hart. bagian aerial.8 10.2' 2.9 2.8' 1. segar Satintail. TON. kering Hibiscus. 43 to 56 days' growth Alang-alang. dikeringkan.

31' .5' 41.98* .84' .90' 1.71' 1.' 60.49* 1.3' .55' .17' 1.6' 2.29* 67.' 2.35' 1.59' .29' .81' 1.' 1.61' 2.' 1.44' .47k 13.36' .0' 9.51' 76.5* .56' 2.24' 1.04' .19' 27.' 2.' 1.6' 7.21' 1.47' 48.20' .04' 27.06' .81' 1.1' - - - - - ­ e - ­ - - - - 27.' 2.62' 1.16' - - ­ - ­ 0249 0250 .2.30' .53' .35' 16.74' 1.57* 26.' 1.3' 1.45' 48.58* .16' 1.25* 1.04' 41.21* .8' 3.84' 1.87' 2.75' 1.' 2.46' 57.* 2.50' 2.12* .0 2.38' 1.' 1.* 2.68' 1.79' 1.27' .06' .* 2.68' .96' 2.1' 1.4' .05' .4' 1.' 1.50' .98' 54.441 1.9i .* 2.09' .10w .24' .' 2.' 2.14' 1.1' .90' 42.33' .29' 13.19' 1.* 55.63* .' 1.0* 2.70' .0' 2.11' 1.14' 1.9e 3.88* 1.18* 48.* 2.' 1.8' .* 2.23' .* 51.08* .21' 42.20' .* 2.57' .25* 1.9' 3.Pemeliharaan (NEm) .17' 1.* 2.3' .56' .92' - - ­ - ""­ 0233 0234 0235 0236 2.7* 1.45' .13' .28* .0' 1.58' .06' .88* 2.' 2.414 2.' 2.11' 53.' 1.33' 69.0' -1.87' 47.29* .* 1.* 3.* 2.53v 15.52' .7' 1.18' 1.1' 4.00' 59.76' 1.0' .7' 1.13' 66.88' 1.6' 8.' 61.61* 2. 1.59' .0* - - ­ ­ 0251 0252 0253 0254 -1.* 2.60 54.35' .' 1.02' .78' 1.37' .10' 1.46' 2.' 2.540 2.' 2.68* 2.94* 1.25' 1.5' 2.' 2.60' .28* 13.41' ­ ­ 0247 0248 1.59* 1.741*2.49* 59./ kg) Energi untuk Kuda Energy for Horses TON TDN (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energi untuk Unggas Energy for Poultry MEn MEn kcal/ kg) NEP NE kca kg) (McaI/ kg) (%) 0229 0230 - - 43.92' 41.57' .48' - ­ - ­ - ­ - ­ 0237 0238 0239 0240 0241 0242 0243 0244 0245 0246 .' 56.* 67.08' .65' 1.' 56.07' 36. 97* 58. - ­ - ­ .2' -3.17' .19' .47' 2.7* 2.17' .9' 8.32* - - ­ ­ 0231 0232 - - 58.5' .46' .47' 12.' 65.59* 2.96' 1.2' 4.6' 13. Netto untuk Pertumbuhan (NEg).50' 13.' 2.3' 1.44' 2.21' 27.42' .02* 1.' 2.95* 2.28* 1.48' .' 59.82' 1.4' 12.5* 1.01' - ­ .* 2.95' .13' .28' 13.18' .58' .* 3.1' 2.28' .1 2.' 2.82' 1.64' .47* 1.22' .' 1.7' 9.99' 62.56' .52' 65.26' 24.520 14.54* 1.55" .' 49.95' - - ­ ­ 0255 0256 .08' 1.6' .39' 1.90' 2.69' 16.89' .98' 55.* 2.8* 3.71' 1.8' 7.32' 1.08' - ­ - ­ - - - ­ ­ .0* 2.21* 1.7' 2.51' 49. Netto untuk Produksl Susu (Lactation) (NE I) (1) Seperti yang Diberikan dan (2) Atas Datar Bahan Kering (1) As Fed (2) Moisture Free Tercerna Protein Nomor Antrian Entry Number Domba Shleps Sheep Kuda Horses M%) Energi untuk Sapi Energy for Cattle TON TDN (M) DE DE (Mcal/ kg) ME ME NEm NEm (MealI kg) NEg NE9 (Mcal/ kg) NEI NEI (Mcal/ kg) Energi untuk Domba Energy for Sheep TDN TDN (M} DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mca.25' 1.5' .34* 2.920 50.18' .40 .29* .8' .17' .1' .65' 2.53* 1.' 2.53' .68' - - ­ ­ 85 .11' .

1' . keseluruhan umbi.5 1.5 18.9* 1.0 5. keseluruhan umbi. whitepopinac.0 40.8 23.1' -.9 3.0 39.6 6.0 4. 1. Metabolizable. Energi Tercerna (DE). segar Sweetpotato.2* 4-39-997 LEUCAENA GLAUCA.0' .5 6. daun dan batang.1 26.7' 241.9' 16.2: 20.3 1.3 . biji sangat muda.2 1. kering 4-01-150 Cassava.4 8. 4.7 5. 100.4 23.1 1. kulit umbi. bagian aerial.6 2. 2.1 .3 . segar Cassava.0* -.2 20. KomposisiBahan MakananTernak di Indonesia: Komposis Proksimasi.3 5.9 1.7 2.5 89. 100.5 6.0 60.0 3. tubers. hay.6 2. and NetEnergy. 4-39-996 26. leaves.1 4. 26.5 22. 2.1 4-.1' " .8 .3 26.7 7.0' -. leaves.0 2.3 82.8 6.1 85.6 6. daun. yellow. fresh Ketela pohon.2 1. kering 0267 Leadtree. dengan kulit. 100.3 22. segar Leadtree. segar Sweetpotato. putih.3 -. 2-02-493 dough stage Lamtoro. browse. daun dan batang.8 10.5 1.4 6. orange. bagian aerial.3 29. 100.3' -. 5 4-39-994 026 0262 0263 0264 0265 0266 egr39-995 28. fresh Ketela rambat.7 1. 100. 2.1 7. Termetabollskan (ME).9 1.5 6. 2-29-420 immature 28.8 11. 35.8 1.9' 20. peelings. mixed. segar Cassava.0 89.3 20.6 1.3' 1.0 17.2' 17. leaves.6 1.2 14.3 .1' 3.3 1.6 1.3 4. Protein Tercerna. 100. browse.9 3.3 1.4 1.3. tubers.9 2.3.3 5.2 . 2.TDN. dan 0277 tangkai.2 419 . 100. Ketela pohon.7 26. keseluruhan umbi.0 1. keseluruhan umbi.7 1.3' .0' 17. fresh 0279 0280 0281 0282 0283 0284 Ketela pohon. fresh . TDN.6 5.0 3. whitepopinac.7 . whitepopinac.2 4. keseluruhan umbi. keseluruhan akar. bagian aerial.5 . 1. Digestible Protein.1 23.0 28. 100. 100.6 11.5' 0269 0270 30.6 5.3 . segar Leadtree.TABEL12. daun muda.0 4.2 1.7 45.2 . 9' . 4.0 3.9* 12. giling.5 45. 5. keseluruhan akar. Netto untuk Composition of Indonesian Feeds: Proximate Composition. daun. 1. daun dan batang. 100.6 6. jingga.11 .5 2.1 83.2' Ketela pohon. tubers. fresh Ketela pohon. segar Leadtree. 100. fresh Ketela rambat.8' 0275 0276 Lamtoro. fresh Ketela rambat.2 1. Dataexpressed Protein Digestible Nomor Antrian Entry Number Name-Name Ilmlah Name-Nama Bahan Makanan Internaslonal Scientific Names International Feed Name Nomor Bahan Makanan Ternak Interneslonal International Feed Number Bahan Kering Dry Matter %) Abu Ash (%) Ekstrak Eter Ether Extract (%) Serat Kasar Crude Fiber %) Betn Nitrogen Free Extract (%) Protein Kesar Crude Protein (% Sapi Cattle %) IPOMOEA BATATAS. tepung.3 1.9* 14. whitepopinae. segar 2-11-899 0278 Cassava. tanpa kulit. Lamtoro. 2.0 3. batang.6 4. bagian aerial. 1' -.9 4. fresh 2-11-898 4-11-941 23. bagian aerial.4. pertumbuhan muda. 100. fresh. 100.0' 0271 0272 29.2 "124 21.5 21.6 4.5 8.1 6. whitepopinac.3 1. fresh. .1 3.1 23. fresh 86. '. 25.2 . 4-04-788 31.7 15. kuning. campur. fresh Ketela rambat.1 Sweetpotato. fresh. segar Cassava. 27.9 5.1 17. Digestible. segar Sweetpotato. 100.7 46. ungu.2 14.7 1.14 1111 48. bagian aerial. tubers. white.9 12. purple. 6.5 7. segar Sweetpotato. daun dewasa (tua). 2-17-4'39 late vegetative Lamtoro.1 .2 87. 0257 0258 0259 0260 Ketela rambat.6 12.6 8.7 10. tubers.1 5. tubers.1* -.3 3.5 .3: 1.5 44.6' 3.4 1. 23.2 20.2' MANIHOT SPP. 87. segar Leadtree.2' 22. tubers without peelings.1 -8.8' 0273 0274 2-29-421 29.3 3. 4-11-900 fresh 86 0285 0286 30.8 15.1 14.0 5. sun-cured 1-20-735 0268 ground Lamtoro. bagian aerial.41.5 11. 100.2 1.9 3.5' 6.

19' -.* 67.540 .' 3..66' .13* 2..20' - ­ ­ 0269 0270 6.7' 7.3' 1.' 71.' 2.' 2.93 86.1' 2.1* 15.53' ­ ­ 4.* 1.53* 23.* 3.71* 23.13' 2.52' .41' 2.42* 19.8' 19.2* 17.32* .3* .2* .99' 1.* 3.21' .' 71.8' 5.14' 2.1* 21.98' .00* .99' - - - - ­ ­ ­ ­ 0273 0274 - - - 0275 0276 6.6* 6. .80* 21.59' 29.* 3.33* 1.03' .39' 71.79* .26' .1* .12* 1.24* .5' .89* 85.2' 5.5' 1.*4 1.56'' - - - ­ ­ 0285 0286 .8* - - - - - ­ ­ 0277 0278 0279 0280 0281 0282 0283 0284 3. Netto untuk Produksl Susu (Lactation) (NE I) (1) Seplrtl yang Dlberikan dan (2) Ates Desar Bahan Kering (1) As Fed (2) Moisture Free Tercerna Protein Nomor Antrian Entry Number Domba Shleps Sheep (%) Kuda Horses 1%) Energi untuk Sapi Energy for Cattle TDN TDN 1%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) NEm NEm (Mcal/ kg) NEg NEg (McaI/ kg) NEI NEI (Mcal/ kg) Energi untuk Domba Energy for Sheep TDN TDN (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (MeaI/ kg) Energi untuk Kude Energy for Horses TDN TDN (% DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energi untuk Unggas Energy for Poultry MEn MEn kcal/ kg) NEP NE kcei/ kg) 0257 .29* 1.98' .* 3. .* 3.7' 0258 0259 0260 0261 0262 0263 0264 0265 0266 2.82' .32* 2.5' 1.Pemellharaan (NEm).3' 1.89* 75.81* -. - .40* 73.40* - ­ .4* 1.51' 22.* 3.870 86.02' 85.30 - - - - - - 25.7* 61.* 3.95' 2.14 .86' .24' 8.32' - - - ­ - 87 .12' 1.* .05* .54* .13* 2.79* 3.70* 1.38' - ­ ­ .71' 1.72* 1.60' - 26.8' 14.34# .86* 1.21* 2.1' . .3* 1.71* 3.00* 1.0* 13.* .5* 18.* .* 77.3* 21.1* 4.77' 1.7* 2.* 3.* 3.70* .* 1.79' 2..53* . .* 3.3' 1.' 71.3' .90' .70' .00' .51* .2* 17.15' 1.63' .96* 1.8' 15.01' 1.62' 1.1' 17.02' 2.8' 12.1* .74* 3.6' 23.* 1.* 3.76* 2.17* .* 68.38* 2.61' - .76* 3.3* 17. .* .1* - - - - - ­ ­ e .47' 1.* 33.70 5.34* .62* 63.38* .* 2.71' - - - - ­ ­ 0271 0272 5.80' 83.04 .6' 1.2* .50 .61' 1.0* ..' 2.76' - .91' 21.60' 1.1* .* 1.87* 77.39* 71.1' . .16' .67* 3.33k 20.* 1. ­ .38' 23.* 1.60* 16.00* 85. - - 22.93* .77 17. 130 .91' 69.3* 1.7' . ­ .30' - ­ ­ .01' 2.0' .11* 1.7* .* 3.710 .69* 2.54* 24. .* 3.* 1.* 1.74* 1.25' a 24.79* 3.42' . ­ .15' 84.3* .73' 17.8' 16.35* - - 0267 0268 15.76# .02' .7' 7.92' 1.2' 3.5* 1. Netto untuk Pertumbuhan (NEU).* 3.' 3.91' 1.340 .2' .3' 1.66' .* 1.6' - - - - - - .12' 2.' 3.73* 3.* 3.

3 62. Digestible Protein. 031 fresh.7 12. 100. 2.9 12.7 46. 100: 3.9 11.5 10.0 ­ l 0311 0312 5-11-965 86.5 60. 2.5 10.0 62. 10. 9.1' 1. 100.8 7. 100. ekatrakai solven Palm. tumbuh 43 sampai 56 hart.1 1.5 .6 2. Pisang.1 11. tanpa kulit. hay.0 7. kering 1-12-326 Molassesgrass.2 9. Energi Tercsrna IDE). bagian aerial.1 5.3 .9 2.6 13.6* 4-26-158 ORBIGNYA COHUNE.4 24. fresh Pisang. tumbuh 57 sampai 70 harl. Digestible.1' .3 . bagian aerial.5 .7 2.0 35.0 7.1 .1 21. kulit.0 3.6 4. fresh.9 8. masak. Rumput jukut caladi.TABEL 12. kering 4-00-484 0304 Banana. meats. sun-cured. mature 2-10-544 MUSA PARADISIACA SAPIENTUM. leaves.3 10.9 15. 19. tumbuh 15 sampai 28 hart.2 '.8 5. segar Banana.0 48. masak. common.9 1.6 4..4* 2. dengan kulit. TDN. meal solvent extracted 5-11-966 86.6 44.9 4.0 3. 15 to 28 days' 0288 growth Rumput jukut caladi. Metabolizable.8 2.6 37. bagian aerial.0 1.2 9843.0 .8 9.4' 0289 0290 2-09-525 22.5 1. 8. 86. 14. 43 to 56 days' growth Rumput jukut caladi. dewasa. 100.1 1.8 111. 100. 57 to 70 days' growth Rumput jukut caladi. fresh 2-11-003 Pisang. daun tanaman yang sedang tumbuh.5 9. palma. dehydrated or sun-cured 0305 0306 0307 0308 Pisang.5 1. 2.2' 5.0' .5 1l. batang. mechanical 0310 extracted caked Kelapa sawit. fruit without peelings.7 23.5 5.3 5. dewasa. 100.7 11. cohune.6 2. bagian aerial. 1.5e 0291 0292 0293 0294 0295 0296 0297 0298 0299 0300 0301 0302 2-10-727 33.2 11. fresh. 100. 16. 100. fresh 4-26-154 86.0 .8 1. bagian aerial.4a 3.2 30.2 13.6 .0 154 17.5 13.2 47. fresh MUSA SPP.3' . dart buah yang masak. 100. mature 2-12-327 40. segar Banana.7 '48. 0303 dimasak. ekstraksi mekanis 0309 Palm.8 1.8* .7 7.5 11. Kelapa sawit. mature 2-09-515 19.7 8.7 4. segar 4-00-187 Banana. common. segar Banana.9 2. kulit buah yang masak.6 3.5 33. segar 0313 Rice.0 9.8 . Netto untuk Composition of Indonesian Feeds: Proximate Composition.2' . bagian aerial.9' . peelings. buah. "13.5 f2. 3.1 7. common. 100. buah.3 8.4 10. fruit. buah. 100.3 1.5 .71 2.6 6.1 57.7 8. segar Molassesgrass. segar Molassesgrass.5 46. Padi. bagian aerial.6' 1.51 88 .4.0 1. bagian aerial.5 10.2 2. segar Molassesgrass.9 15.4 10.3 1. 5 2.2 16. 100.Nama Bahan Makanan Internasional Scientific Names international Feed Name (%) (%) (%) (%) (%) MELINIS MINUTIFLORA.4 111.7 89. 36. Komposisi Bahan Makanan Ternak di Indonesia: Komposls Prokslmaui.9 1. segar 0287 Molassesgrass. aerial part without heads.01 5.6 6.1 4'. cohune.9 -23 14. fresh. and Net Energy.4 3.8 3.7 49. Data expressed Protein Digestible Nomor 8ahan Makanan Ternak Internasional International Feed Number Behan Kering Dry Abu Matter Ash (%) (%) Ekstrak Eter Ether Extract Serat Kasar Crude Fiber Betn Protein Nitrogen Kasar Free Crude Extract Protein Sapi Cattle Nomor Antrian Entry Number Nama-Nama Ilmlah Nama.2 9.8 1.8 211.0 3.5 34. fresh.2 4.0 1.6 11.9 1.0 1.5 1.7 4.7 41.1 1.0* . bagian aerial.8. Termetaboliskan (ME).6 5. fresh Pisang. TDN.1 1.9 31.9 16.9 16.4 33. 5.2' 1.7 . buah. palma.9 1.2 .6' 10.0' = 2.9. ments. peelings. segar Banana.0 .4 36.2 53.0' 1.0 2. Protein Tercerna. 56.9 ORYZA SATIVA. 5.2 9. 100.1'' 2-03-129 Rumput jukut caladi. tanaman dewasa setelah dipanen. Pisang.

03* 47.22' .' 2.5' 1.10' 21.' 2.80* 2.54* .38* .42' 1.* 3.59' .51' .91' 2.07' .2* 5.41' 58.04* 1.73* 87.38* .' 2.69' 49.' 2.9' 1.' .58' 64.25' 70.' .41 .07' .95' 1.07* 2.* 3.68* - - ­ - ­ - .02' 2.32' .17' 2.' 1.32' 1.' 2.9* 2.40 1.58* 1.35' .81' 84.82' .40' 1.07' 17.56' 2.0' 5.351 50.27' - ­ ­ 0313 0314 .99* 1. Notto untuk Produksl Susu (Lactation) (NE ) (1) Sepertl yang Dlberikan dan (2) Atas Dasor Bahan Kering I (1) As Fed (2) Moisture Free Tercerna Protein Nomor Antrian Entry Number Domba Shleps Sheep Kuda Horses Energl untuk Sapi Energy for Cattle TDN TDN (M) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) NEm NEm (Mcal/ kg) NEg NEg (Mcal/ kg) NEI NEI (Mcal/ kg) Enargi untuk Domba Energy for Sheep TDN TDN (M) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energi untuk Kuda Energy for Horses TDN TON (%) DE DE (Meal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energl untuk Ungeas Energy for Poultry MEn ME kcaPl kg) NEP NE kcaI kg) %) (W6 0287 0288 1.14' 2.42' 2.68' 3.430 .4' .53' .73* .3* 1.5' 1.80* 3.17' 1.4911­ - - - ­ - ­ - - - - ­ - - ­ - 10.* .17' 13.3' 1.54 .' .21V 68.47* 57.20' - ­ ­ - - ­ ­ - ­ ­ 44.1' 16.' .60' - - ­ - 0303 0304 0305 0306 0307 0308 1.65* 1.36' .' 2.07' 40.24* 1.56* .92* .3' .71' .12' .0' 12.4* .19' 1.09' .53* 2.86' .26' 1.15' 1.63' 2.34' .05' .00' 2.78' 1.' .13' 1.' 3.25* 1.82* 86.690 1.10' .' 3.0 .76' 1.8' 2.88' .' 2.1141 - - -­ ­ 0289 0290 1.6' 4.1190 .72' 55.' 3.' .6' 4.130 .23' .' .11' 1.140 .19* 1.93' 9.91 1.39# 1.30* 2.37' 18.' 2.1' 5.1* .7' 10.134 .68* 56.09' 1.' . Natto untuk Pertumbuhan (NEg).26* 1.* .20' 69.26* .08* 1.5' 1.* .34' 68.36' 11.' 2.83' 6.02' 44.05' .2* 1.8' .10' - - ­ ­ 0291 0292 0293 0294 0295 0296 0297 0298 0299 0300 0301 0302 .25' 10.1' .6' .' 2.1' 12.39' 9.22' 60.38' .* 2.67' 2.' 3.67' 1.6' 9.* 2.* 2.46' 1.2.60* 1.5' 1.20' 1.39* .52* 2.4' .24* 1.90# -.9a 2.25' 60.72' - ­ ­ 89 .35' 66.71* 1.' 2.42' ..' 2.33' 1.450 .26' .65* 3.* .91' 1.1 .' .26' .27' .67' 1.49# .610 .Pemeliharsan (NEm) .02' 55.64' 83.95' 1.55' - ­ 0309 0310 - - - - ­ - ­ - 0311 0312 - - 71.' 3.46* 2.91' 72.80* 57.440 51.1' .39' .8* 75.01' - 49. 16# .67' 2.87' 20.0' 5.5' 1.1* .13' .3* 1.' 2.83* 3.' 1.58' 51.350 .3* 16.* .36' .' 3.8' 2.36' -.18' 6.* 2.76' 1.5' .80' 1.44' 2.' 3.5* 3.32' 11.52' .* 1.90' 1.02' 2.60 1.' .' .96' 1.78' 1.22* .4* .42' .25' 53.' 2.37' 19.69' 1.04' 20.' 3.8' 1.13' 61.5* 3.' 3.15' .56' - - ­ - ­ .8* 1.0' .' .' .42' 2.7' .57' 9.76' .42' .09' .22' 1.

100.3 .3 5.3 1. Netto untuk Composition of Indonesian Feeds: Proximate Composition.0 2. fresh.0 16.7 1.8 1.8* 4-03-942 4-03-932 1-08-075 4-03-943 2. biji dan kulit biji Rice. 41. 100. 86.3 85.9 6.0 13. dedak halus padi pabrik. 31.7' 0335 0336 21.9 35. 100.9 1. polishings 1.1* .0 33. 100. dikeluarkan setelah dipanen.0' 1.8 12.5 37. fresh.3 9.2 10.6 ­ - 5-25-525 an ­ ­ .0 19. 100. 86.3' 5.5 2.2 1.3 8.9 13.1 -8. segar 0333 Guineagrass. pecahan biji hasil penggilingan. 2.1 8.6* 8. Kepala udang dan kulit.7' 4.2* 4. fresh. TDN. grain Padi.1 1.0* 4. kadar serat kasar 9-13% 4-26-378 Rice. 100.8 .5 9.3 5. 11 16.3 73. Termetabollskn(ME).9 3.0 9. bran. bagian aerial. dedak halus padi.7 9.7 50.0* 1. kampung.1* Padi.8 32. 57 to 70 days' 2-09-659 growth Rumput benggala. 58.7 7. no.9 1. Digestible.6 . whole.6 .6 10.8 36.8' 8. 23 to 27% fiber Padi. more than 12% fiber Padi. 86.7 100.1 7.3 1. dewasa.6 1.7 12. 86. 86.2 15.7 60. 100. 1.6 26.6 10.4 23. beras sosohan Rice.0 14. kampung. tumbuh 15 sampai 28 harl.7 2.5 63.2 .3 11.2' . Energi Tercerna(DE). polished Padi.9 48. 111.7 11.2' 7.2 30. Digestible Protein.9 50.3 12.8 0321 0322 0323 032 0325 0326 0327 0328 0329 0330 0331 0332 4-12-351 4-03-939 86.2 13..6 12. 13 to 56 days' 2-09-910 growth Rumput benggala.9* 1. bagian aerial.3 31.2 1.1' 1.2' 1-20-811 0343 031 035 036 5-25-528 86. digiling Shrimp.1 9.2 3.2 1. polished broken Padi.5 1.6 8. 18.7 12.9 10.4 - 13.5' 2.4 39. digiling Shrimp. carapaces Udang.1 1. ditimbun. tumbuh 57 sampai 70 hart.7 3. tanpa kulit biji Rice. gabah.6 2.2 16.1 8. bagian aerial. 0316 mature 0317 0318 0319 0320 1-12-328 86.9 1.7* 1. 100. dehydrated 2-02-342 20.9 . 100. kadar serat kasar 15-20% 4-26-201 Rice.1 12. sun-cured.9 78.4 41. hulls Padi.5* 3. 15 to 28 days' 2-09-995 033 growth Rumput benggala.0 18. Rumput benggala. bran. beras.9 39. 100.7v .8 8.7 2. 31. 26.2 37.5* 8.7 2.2 3.4 50.11 5. 86.9 1. mengandung kulit biji.8 11.0 11.9' 5. 100.8 8. 100. 86. 3.1 38.6 17. sun-cured. kering Rice. (Cont. Protein Tercerna.3 5. kadar serat kasar 23-27% Rice. hay.) Padi. dedak halus padi. segar Guineagrass.2 6. kering Guineagrass. 21. 3.3' 7.7 8. segar Guineagrass. segar Guineagrass.0 27. hay without heads. tumbuh 13 sampai 56 har. mature Rumput benggala..0 3. 6-12% fiber Padi.6 11.2 12. Komposisi Bahan MakananTernak di Indonesia: Komposisl Proksimasi. beras.7 1.11 0337 0338 0339 030 0341 0312 27. groats.3 1.5 2.7 1.0 12.0 2. keseluruhan udang.9 2.2 21. bekatul padi Rice.3 3.2 6.9 10.8 . dewasa.TABEL12. Metabolizable. bagian aerial.1 29.8 73.7 13. .7 11.9 2. 86. kering 0315 Rice.9 19.5 10. 6.2' 1. TDN. bran.5 7. bagian aerial. kering.5 1.6 9.7 1. kulit biji.9 1. 86.2 1.5 31.3 2.5* .5 6.3 1.7 12. 100. fresh.5 1.o 1.1 10.1 11.5 2. 100. mature PENAEUS SPP.1 14. bagian aerial.9 6.8 10.6 PANICUM MAXIMUM. Data expressed Protein Digestible Abu Ash Ekstrak Eter Ether Extract Serat Ksear Crude Fiber Betn Protein Nitrogen Kesar Free Crude Extract Protein Sap[ Cattle Nomor Antrian Entry Number Nama-Nama Ilmiah Nama-Name Bahan Makanan Internasional Scientific Names International Feed Name Nomor Bahan Makanan Ternak Internasional International Feed Number Bohan Kering Dry Matter (%) () () (%) () (%) () ORYZA SATIVA.6 3.9 27.1 15.8 31. kering.5 67. 9. 100.9 1.9 70. biji tanpa kulit. groats. and Net Energy.

Pemaliharaan (NEm). Netto untuk Pertumbuhan (NEg), Netto untuk Produksi Susu (Lactation) (NEI) (1) As Fed (2) Moisture Free Teicerna Protein Nomor Antrian Entry Number Domba Shleps Sheep (%) Kuada Horses (%) Energi untuk Sapi Energy for Cattle TDN TDN (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) NEm NEm (Mcal/ kg) NEg NEg (Mcal/ kg) NEI NEI (Mcal/ kg)

(1) Sepertl yang Diberikan dan (2) Atas Dasar Bahan Kering Energi untuk Kuda Energy for Horses TDN TDN %) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energ untuk Unggas Energy for Poultry ME,, ME kcarl kg) NEP NE kcav/ kg)

Energi untuk Domba Energy for Sheep TDN TDN (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg)

0315 0316 0317 0318 0319 0320

-. 1' -. 1' 8.5' 9 .9 * 5.4* 6.3*

.6' .7* 8.5* 9.9* 5.4* 6.3'

33.* 1.'17* 1.10' 39.* 1.71' 1.27'

.75* -. 21* .87' -.25'

.71*

35.*

1.55'

1.18'

.83*

ll.*1.80' 1.37'
64.* 2.82* 2.46' 74.* 3.27* 2.86*

-

-

-

-

-

70.* 3.09* 2.73* 1.65* 1.10' 1.61' 81.* 3.59* 3.18' 1.920 1.28' 1.88' 25.* 29.* 1.11' 1.29'

-

-

-­ -

-

-

.74*
.86*

.67* -.67'
.78* -.78*

.52' .60'

49.' 2.18' 1.81*
57.* 2.53* 2.11'

0321 0322 0323 0324 0325 0326 0327 0328 0329 0330 0331 0332

3.6* 4.2' 5.2* 6.1' 5.0* 5.9* 6.0* 6.9* .0* .0' 8.6* 10.0'

3.6'

4.2*
5.2* 6.1* 5.0* 5.9* 6.0' 6.9* .7* .8' 8.6* 10.0'

12.* 14.*

.52'
.61*

.14' .16*

.70'-1.67 .82'-1.94*

*

.19*
.22*

44.* 1.94' 1.58' 51.* 2.26* 1.83'
66.* 2.93* 2.57* 77.* 3.40* 2.99' 75.* 3.33' 2.97' 88.* 3.87* 3.45' 73.* 85.* 3.22* 2.86* 3.74' 3.33*

-

-

-

51.* 2.26* 1.90' 1.12* 60.* 2.63* 2.21' 1.30*

.55' 1.15' .64* 1.34'

2578.+1745.+ 2998.+2029.+ 2996.+ 3483.+
-

72.+ 3.41+ 3.06& 1.88& 1.28& 1.81& 84.+ 3.96+ 3.55& 2.18& 1.49& 2.11& 66.* 2.92' 2.56* 1.53' 1.00' 1.52' 77.* 3.39* 2.97* 1.78' 1.16* 1.76' 11.+ 12.+ .71& .82& .33+ .38+ .74&-1.92& .86&-2.23& .16& .19&

-

-

-

3004.+2429.+ 3493.+2824.+ 74.+ 105.+ 86.+ 122.+ 2887.+1991.+ 3357.+2315.+

35.* 1.530 1.16' 40.' 1.78' t,35' 72.' 3.17' 2.82* 84.* 3.69' 3.27*

-

73.* 3.22* 2.86* 1.74' 1.18' 1.68' 85.* 3.74* 3.33* 2.03* 1.37' 1.96'

-

0333 0334

1.8' 8.9*

1.7' 8.4*

.49* .40' .24* 11.' 54.' 2.38* 1.95' 1.16'

.09* .25* .43' 1.20'

.43* .51' 12.* 57.* 2.52* 2.10'

-

-

-

0335 0336

1.2' 5.2*

1.2' 5.0'

.55' .45* .27' 13.* 53.* 2.32' 1.90' 1.13'

.09' .28' .38' 1.17'

13.* .59' .49 56.' 2.46* 2.04'

-

-

-

-

0337 0338 0339 034r, 0341 0342

1.1'

1.1'

4.2'
.4' 1.6' .8' 1.0*

4.1'
.5' 1,7 1.4* 1.7'

-

-

-

-

-

-

.59' .47' 13.* 49.* 2.16' 1.73' .51' .63' 14.* 54.* 2.37' 1.95'
41.* 1.79' 1.42' 47.* 2.08* 1.65'
-

-

-

.52* .40* 12.* 44.* 1.96N 1.53' 40.* 1.74* 1.37' 46.* 2.03' 1.60'

.26*

.97#
.85* .99*

.01' .03*

.26'

.97'

.09' .87* .10' 1.01*

.99' 29.' 1.21* 34.* 1.41' 1.16'

-

-

0343 0344

-

.

.

..
-

-

.

.

.
-

-

35.* 1.56' 1.19' 41.* 1.82' 1.38'

-

-

-

-

0345 0346 91

" "

" "

TABEL 1.

Komposisl Bahan Makanan Temak dl Indonesia: Komposl Prokaimasi; Protein Tmcerna; TDN: Enorgi Tercerne (DE),Termetaboliskan (ME), Netto untuk Composition of Indonesian Feeds: Proximate Composition, Digestible Protein, TDN, Digestible, Metabolizable, and Net Energy. Data expressed Protein Digestible Sapi Cattle (%)

Nomor Antrian Entry Number

Nama.Nama Ilmlah Nama.Nama Bahan Makanan Internesional Scientific Names International Feed Name

Nomor Bahan Makenan Tnak Intarnasional International Feed Number

Behan Kering Dry Matter (%

Abu Ash (%)

Ekstrak Serat Eter Kaar Ether Cru63 Extract Fiber (%) (%)

Betn Protein Nitrogen Kaar Free Crude Extract Protein (%) (%)

PENNISETUH CLANDESTINUM.
Rumput kikuyu, bagian aerial, tumbuh
15 sampal 28 harn, segar
0347 Kikuyugrass, fresh, 15
to 28 days' 0348 growth Rumput kikuyu, bagian aerial, tumbuh
43 sampal 56 hart, segar
Kikuyugrass, fresh, 43 to 56 days' growth
Rumput kikuyu, bagian aerial, tumbuh
57 sampai 70 hari, segar
Kikuyugraas, fresh, 57 to 70 days' growth

2-10-189

16. 100.

1.9 11.7

.4 3.9 2.5
23.9

6.8 41.7

3.3
20.2

2.5*
15.1*

0349 0350

2-13-704

19. 100.

1.3 6.8

.3
1.6

3.2 16.8

12.9
67.9

1.3 6.8

7*
3.7*

0351 0352 0353

2-10-190

25. 100. 10.

1.9 7.6
2.8

.5
7.1 2.0 28.1 .6
12.1

13.9 55.6 22.1

1.6 6.41 2.1

.8*
3.3'
.9'

0354
0355 0356

Kikuyugrass, fresh, mature

Rumput kikuyu, bagian aerial, dewasa,
segar
2-05-660

100.
86.
100.

7.0
9.0 10.5

1.5
2.6 3.0

30.3
30.3 35.2

56.0
33.7 39.2

5.3
10.1 12.1

2.40

6.11
7.40

Rumput kikuyu, bagian aerial, dewasa,
kering
1-12-332 Kikuyugress, hay, sun-cured, mature

PENNISETUM PURPUREUM.
Rumput gajah, bagian aerial, tumbuh 15
sampai 28 harn, segar
0357 Napiergrass, fresh, 15
to 28 days' 2-09-412 0358 growth
Rumput gajah, bagian aerial, tumbuh 13
sampai 56 hart, segar
Napiergrass, fresh, 43 to 56 days' 2-10-076 growth
Rumput gejah, bagian aerial, tumbuh 57
sampa1 70 hart, segar
Napiergrass, fresh, 57 to 70 days' 2-10-255 growth
Rumput bagian aerial, dewasa, segar gajah,
Napiergrass, fresh, mature
Rumput gajah, bagian aerial, dewasa,
kering Napiergress, hay, sun-cured, mature Rumput gajah, bagian aerial, dewasa,
daun, segar
Napiergrass, leaves, fresh
Rumput gajah, bagian aerial, dewasa,
batang, segar
Napiergrass, stems, fresh
2 1. 2-03-164

16. 100.

2.5
15.9

.5 3.2

1.6 29.3

6.3 O1.1

1.8 11.5

1.2'
7.6*'

0359 0360

18.
100.

2.7 15.4

.4 2.3

5.8 33.1

7.0 40.0

1.6 9.1

1.0'
5.7'

0361 0362 0363 036

21. 100.
"28.:

2.9
11.1 2 2.8 10.0

.5 2.

6.9 33.5

8.6 11.7

1.7 8.3 1.3 1.6

1.0e
119'

e
.5
1.8'

.'66 10.7
"12.6:

100.

2.1

38.2

115.0

0365

0366 0367 0368 0369 0370

1-20-808

100.

86.

13.4 1.7 10.1

11.5

2.0 .2 1.2

1.7

33.11

38.8 5.5 32.5

341.7

10.3 8.9 52.7 9.2 16.2

5.5 .6 3.6 2.0 10.1

41.7

.1.,1'

1.7'
.2*
.9'

2-03-167

17. 100. 20. 100.

2-25-691

2.0 10.1

.5
6.2 2.5 31.2

1.3'
6.11

PHASEOLUS ATROPURPUREUS.
Stratro, bagian aerial, pertumbuhan
awal, segar'.
0371 Bean, purple, fresh, 15 to 28 days' !0372 growth
0373 037 Siratro, bagian aerial, mesa bunga,
segar
Bean, purple, fresh, midbloom

2-13-827

21. 100. 211. 400.

.
2.1 10.2 2.5 10.1

,9 1.11 .8 3.3

8.0 39.0
9.0 37.5

6.1 29.8 9.1: 37.'9

3.11 16.6 2.6 10.8

2.5' 12.0'
1.7'
7.1

2-12-340

92

Pemeliharuan (NEm), Notto untuk Pertumbuhan (NE.), Netto untuk Produksl Susu (Lactation) (NEI) (1) Sepertl yang Diberikan dan (2) Ata Doaur Bahan Kering (1)As Fed (2) Moisture Free Tercerna Protein Nomor Antrian Entry Number Domba Shleps Sheep Kuda Horses Energi untuk Sapi Energy for Cattle TDN TDN %) DE DE (MeaI/ kg) ME ME (Mcal/ kg) NEm NEm (Mcal/ kg) NEg NEg (McaI/ kg) NEI NEI (Mcal/ kg) Energi untuk Domba Energy for Sheep TDN TDN (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energl untuk Kuda Energy for Horses TDN TDN (%) DE DE (MeaI/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energil untuk Unggas Energy for Poultry MEn ME kcaPl kg) NEP NE kca/ kg)

%)

%)

0347 0348

2.6* 15.94

2.4M 14.7'

.22' .38' .45' 10.' 62.' 2.76' 2.33' 1.37'

.23' .12' a .74* 1.41

.46* .39' 10.' 63.' 2.79' 2.37'

-

-

-

0349 0350

.6' 3.4'

.6* 3.3'

.36' .24M .35' .60' .67' 15.' 80.* 3.55" 3.13* 1.89' 1.26' 1.85'

.53' .610 14.1 73.' 3.230 2.81'

-

-

-

0351 0352 0353 0354 0355 0356

.7' 3.0' .8' 1.90 6.4 7.4

.7' 3.0' .81 2.0' 6.7' 7.8'

.33' .56' 15.' .661 60.' 2.66' 2.23' 1.31'
.490 23.* 1.00' .83' 56.' 2.M9' 2.07' 1.22' .941 MM.' 1.93' 1.56' 51.' 2.25' 1.82' 1.09'

.17' .34' .66' 1.36' .21' .51'

.670 .57' 15.' 61.' 2.68V 2.26' .88* 24.' 1.05' 59.' 2.62' 2.20' 44.' 1.94e 1.58' 51.' 2.26' 1.83o

-

-

-

.53* 1.26'
.27' .971 .31k 1.13'

-

-

-

Ml.' 1.65' 1.35' M8.' 1.92' 1.57'

-

-

0357 0358

1.2' 7.7'

1.1' 7.3'

8.' .36' .29* .18* 52.' 2.29' 1.86' 1.11'

.06'

.18'

.35' 1.15'

9.' .40 .33' 57.' 2.52' 2.10'

-

-

-

0359 0360

1.0' 5.5'

.9' 5.3'

9.* .39' .32' .19' 51.0 2.25* 1.82' 1.09'

.06' .20' .32' 1.13'

10.' .M2' .35' 55.' 2.421 1.99'

-

-

-

0361 0362 0363 0364 0365 0366 0367 0368 0369 0370

1.0' 4.7 .4' 1.3' 1.3* 1.5' .1' .3" 1.30 6.M*

.9' 4.5' .4' 1.5' 1.9i 2.2'

10.' .M6' .37' .22' 50.' 2.22' 1.80' 1.08' 13.' .56' .4M .28* .99' .841 .98*

.06' .23' .29' 1.12' .03* .28' .09* 1.00' .05' .06' .85' .98'

11.* .50' .42 55.' 2.44M 2.01' 15.* .67' .55' 54.' 2.39' 1.96' 39.' 1.740 1.37' M6.' 2.02' 1.59'

-

-

. .

. .

-

M6.* 2.01' 1.58'
39.e 1.71' 1.34' Ms.' 1.99' 1.56'

.. ..
-

. .
-

36.' 1.46' 1.19' 42.1 1.69' 1.39'
-

.I
.5# 1.2' 6.1'

9.' .O' .33' .19' 53.' 2.35' 1.92' 1.15* .24' .50' .M1' 11.' 57.' 2.50' 2.07' 1.23'

.07* .20* .410 1.19' .11' .25' .53' 1.27'

9.* .410 .3 55.' 2.M44 2.010
.52' .M3 12.' 59.' 2.60' 2.17'

-

. .. -

-

-

-

0371 0372 0373 0374

2.6'

12.M
1.7' 7.1'

2.40 11.6' 16' 6.7'

-

-

-

-

-

13.0 .58' .49' 6M.0 2.81' 2.38' lM.' .61' .51' 58.' 2.56* 2.140

. .
-

. ..
-

.. .
-

12.' .521 .421 .25' 49. 2.17' 1.74' 1.06'

.06' .26' .24' 1.09'

93

digiling 5-03-600 0382 Pea. early 0390 vegetative 0391 0392 0393 0394 0395 0396 Kacang ruji.1 11. Data expressed Protein Digestible Numor Antrian Entry Number Name-Nama Ilmiah Nama-Nama Bahan Makenan Internasional Scientific Names International Feed Name (Cont.2 2. seeds POULTRY.8 2. Digestible.6 17. Energi Tercerna (DE).2 15.5 11.0 41.0: 3.8 33. 31. 12.9 5 3 6.3 4. kudzu tropik. 26. bagian aerial.2* 12. kering.5 43.5 39. Netto untuk Composition of Indonesian Feeds: Proximate Composition. 100.2' 3. tropical.7 3. Kacang ruji. dimasak. digiling Poultry. 0375 0376 Siratro. akhir masa bunga.6 36. 100. hay. Komposisl Bahan AMakenan Ternak di Indonesia: Komposisi Prokimasi.0 . hydrolyzed 86. kudzu tropik. fresh. 2.. Tepung.5 40.2 7. 3. 1.1 2. segar 0401 Kudzu.7* 12. 100.6rL 11. fresh.6 3.5 3. 0381 dikerngkan.0 51.6 2. 0379 dtkeringkan.6* 4.0' 3.5 1.0 - 5-03-796 0387 0388 Tepung.0 12. 100. 1.6 37. fresh.4 4.3 7.9 26.8' 2-11-980 2-12-343 2-11-978 0397 0398 0399 0400 1-12-344 86.3 34. mature 2-10-428 23.2 8. lemak penuh.7 1. dihidrolisa. midbloom Kacang ruji. bulu. 100. tropical.3 39.2 7. kering. dewasa.0 .7 2.6 52. Digestible Protein.2 52.6 3. akhir masa bunga. 100. tropical.7 9.7 - .4 5.4 36. akhir masa bunga. 28. kering Bean. bagian aerial.4 60. mature Kacang ruji. segar Kudzu. hydrolyzed 0383 dehydrated ground 0384 0385 0386 Tepung.3 PUERARIA PHASEOLOIDES. digiling Poultry. hay. TDN. digiling Poultry.9 51.6 .3' Kacang ruji.6 26.9 4.9 6..4 8. 100.8 7. bagian aerial.1 30. 100. tropical. TDN. fresh PUERARIA THUNBERGIANA.0 9.3 8.7 . alat-alat dalam dan jaringan pengikatnya.9 12. 100. segar Kudzu.4' "12. tropical.7 34.5 1.0.6 31. fresh. Tepung biji kacang kara.8 10.1 7.3 - Nomor Bahan Makenan Tarnak Internasional International Feed Number Bahan Kering Dry Matter (%) Abu Ash (%) Ekstrak Eter Ether Extract (%) Serat Kasar Crude Fiber (%) Betn Nitrogen Free Extract (%) Protein Kasar Crude Protein (%) Sapi Cattle (1%) PHASEOLUS ATROPURPUREUS.3k 4. kudzu tropik. 59.8 2. dewasa.8 2.7 4.9 .0 14. 100. kudzu tropik.0'.8 .1 16.TABEL 12.3 1.1 _7 2.1 3. bagian aerial.17. Termetaboliskan (ME). seeds 5-08-185 86. bagian aerial. sisa penetasan unggas. late bloom Siratro. segar Kudzu.6* 0377 0378 1-12-342 86. 3.6 37. 2. todi. segar Kudzu. sun-cured.6 6.) 2-12-341 28.7 '2.9 8. thunberg. hatchery by-product. mung.3 . sun-cured.5 17.7 2.0 17.5 19. masa bunga.6 8.9 8.9 1.3' 14.7 . late bloom Kacang ruji. early 0402 vegetative 2-11-974 2-12-346 94 23. purple. kudzu tropik. kudzu tropik. daun. 100. bulu. 100.7 8.6 3.2 81. segar 0389 Kudzu.0 32. segar Bean. Metabolizable.4 .3 5.1 34. digiling 0380 Bean. late bloom - 2.7 40.2 20. Bitok.0' .4* 12. feathers. Protain Tercerna.0 7.4 1. 100.3 19. 2.8 3.9* 14. 8. pertumbuhan awal. viscera with feet with heads 5-14-508 with feathers. kudzu. fresh.7 4.5 '7.1 5.4* 4. leaves.3 2.7 29.7 89.0 8.0'­ PHASEOLUS AUREUS.9 3.4 9. kering Kudzu. 6.7' 3.8 16.3 10.. pertumbuhan awal. 100.3 6. 26.3 35. bagian aerial.6 59.4 60. Tepung biji kacang kapri. fresh. and Net Energy.6 - 5-03-795 91.5 10. tropical.0 1.6 2.0 34. bagian aerial. bagian aerial.9 22.3 28.5 34. meal 86. purple.0 33.0 7.6 1. dengan kepala.3 5.3 - PISUM SPP.8 3.5 38.2 4. 86. 22. lemak penuh. bagian aerial.

62' 2.Pamellheraan (NE.1k 3.72' 1.2' .+ 3.1* 15.33* -.55' .78* 2.* 3.0' 3.72' 40.65' .9' 3.2+ - 3.41' .08' 42.* 2.70' .3' 3.5* 14.2' 4..29* 60.23' 1.+1489.31' .31* 3.00* 1.142 .+ 2.' 2.33' 47.80* 3.02* 1.28' .35* - - - - - .' 2.3* .60' 2.76' .' 2.* 59.' 2. 0377 0378 3.5* 13.54& - 69.17' .75' 2.141 19.28' .20& 1.+ 3.48" .29* 1.21' - 3. .65* 1.90* 41.63' 62.8+ - 82.5' 2. .20* 3.* .70* 2.85' 1.* 3.7' 11.61' 3.20* 3.98+ 2.+1732.07* 1.* 2.64* . .2* 4. 0401 0402 2.03+ 1.+ 2609.* 2.+ 2. .9' 3.12.* 3.8* 42.' .* 2. .55' 15.90' 95.+ 78.* 2.41& 68.01* .* 2.26* 2.* 63.* 4.12& 2051.' - - - - - . Netto untuk Produksl Susu (Lactation) (NEI) (1) SepertI yang Dlberikan dan (2) Atas Dasar Bahan Kering (1) As Fed (2) Moisture Free Tercerna Protein Nomor Antrian Entry Number Domba Shieps Shep (%) Kuda Horses (%) Energi untuk Sap[ Energy for Cattle TDN TDN %) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) NEm NEm IMcal/ kg) NEg NEg (Mcal/ kg) NEI NEI (Mcal/ kg) Energi untuc Domba Energy for Sheep TDN TDN (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energi untuk Kuda Energy for Horses TDN TDN %) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energi untuk Unggas Energy for Poultry MEn MEn kcal/ kg) NEP NE kcai/ kg) 0375 0376 1.9+ 21.71' 19.35' .39' 47.4' 49.79* 2.39' 1.52* .23+ 1.10' 2.00& 2.2+ 21.8' 13.2' 3.47' .62' 1.08* 1.+1493.39' 1.23' 1.83* .66& 75.71' 1.22' .91' 86.66' .45 1.+ 1619.+1636.61* 17.* 60.21' 1.39' 1.33' - - - - - 4.39* 2.19' .* 2.89' 1.79* 2.6* 2. .98* 53.02* 1.37' .79' 3.73' 1.05' .34' 1.30* .30* .9+ 18.+ 1882.21* 74.75" .04& 2.73* 2.15' 1.16' .77* 2.17' 1.5' 10.35* .+ 2.72' 55.6' 13.68* - - - - - 0389 0390 0391 0392 0393 0394 0395 0396 3.2* 13. ..50* 2.' 2.6' 12.90* 3.75* 2.65* 2.53* 1.55 - - - 0379 0380 18.9' .26* 2.15' 1.1* .53' " - 57.00* . Netto untuk Pertumbuhan (NEg).59' 16.3* 13.57' .' 62. - .36' 16.36* 17.27* - - - - 0397 0398 0399 0400 10.61' 1.2* ..9* 12.37* .19' .* 4.93* .85* .11' 1.+ 0383 0384 0385 0386 - - 62.72' 2.2 13.* 63.70* .19' .* 3.s 1..33' 1.81+ 1.' 61.12' .3' 12.* 2.31* . .2' 3.62' 2.35' .33' 15.30* 70.37* 67.27' 95 62.27* 2.66* 2.85' 1.48* 49.* 60.142 2.90* 1.15' .* 3.33* 1.3' 45.62' 2. .9' 3.* 2.9* 12.91& - - - - 2382.32' .).8+ 21.90' '.70' 2. .' 62.65' 1.* 1.58& 2.74 99.9* 2.* 2.+ 3.* 2.+ - - 0387 0388 - - 85.97* e 3.41& 1.21' .29' 114.75' 2.26* 2.35+ 1.73' .61' 3.114 .' 62.62* .33& 2.37w 17.31' 14.39* - - - - 0381 0382 18.32' .1k 12.3' 1.62' .* 2.46& 2385. .35* 1.* 2.73' .38' . .35' 1.' 1.86+ 1.* 1.3* 3.62' .46' 1.

fresh. todi. daun.2 .. musin kering. stems.2 3.0 17.3 * 0419 0420 17.8 4.2 . tumbuh 6 minggu.4 19.5' 20. KomposislBahanMakananTernakdllndonila: Komposisi Proksimaul.3' 0417 0418 17.5'. 100. kering Wistariatree. 1.4 . scarlet.7 45. musin kering. TDN. keseluruhan atau dipotong.7 4.5 26. Netto untuk Composition of Indonesian Feeds: Proximate Composition. rumput timoti-emas.1 4.6 1.6 7. 100.0 . fresh. scarlet.2 11.3 14.3. scarlet.8* 1. segar Wistariatree. 100. bagian aerial.8 40. Dateexpressed Protein Digestible Protein Kesar Crude Protein Sapi Cattle Nomor Antrian Entry Number Nama-Nama Ilmish Name.6' 10. tumbuh 43 sampai 56 har. 0403 Bitok. bagian aerial. 4. 100.0 46. 15 to 28 2-39-998 days' growth (dry season) Turi. 2-12-347 20.5' 0406 0407 0408 Kudzu.8 4. segar 0404 0405 2-12-345 Kudzu. 15 to 28 2-12-015 0412 days' growth (wet season) Turi. 100. 31.3 46. bagian aerial.4 1.TDN: Energi Tercerna (DE).1 2. dimasak. 5.9 2.2 21. thun'erg.6 8. hay. musin kering.0 3.. digiling 0409 Fish. fresh. kudzu. 19.9 -.8 ' .77 2. Metabolizable. fresh. scarlet.8- 59. 1. 15 to 28 days' 0426 growth Rumput setari. sun-cured ground 16.7' 23.5 100.7 9. tumbuh 15 sampai 28 har. 29 to 42 2-12-016 days' growth (wet season) Turi.7 10.2 47. bagian aerial. Digestible. fresh.3 8. 43 to 56 2-12-017 days' growth (wet season) Turi. musim basah.3' 0413 0414 16. bagian aerial.0. 2. 1. ikan merah. scarlet. kudzu.) Nomor Bahan Makanan Ternak Internaslonal International Feed Number Bahan Kering Dry Matter 1%) Abu Ash () Ekstrak Eter Ether Extract () Serat Kasar Crude Fiber (% Betn Nitrogen Free Extract %) 1%) (%) PUERARIA THUNBERGIANA. batang/tangkai.5 15.6' SETARIA SPHACELATA. 43 to 56 2-40-000 days' growth (dry season) Turi.0. 25. bagian aerial..1 . segar 28. 100. 100. segar 0411 Wistariatree.5 3.4 17.8 8. 2.0 4512 1.9 42.4 9.2 .8 16. golden.3 14.0 4. bagian aerial.5 3.0 16.60.1 74.2 7.9 4.5 9.39 19.1 3. segar 0425 Millet.8 . go .9 17.6 7.6 3. leaves.5 4. fresh. 21.0'.0 36. daun dan batang. segar Wistariatree.5 7.6 27.2' 6.7 66. Rumput setari.2 1. 1. 29 to 42 2-39-999 days' growth (dry season) Turi.6 3.1.7- 4. bagian aerial. 17. segar Millet. and NetEnergy.3 25.1 42. segar Wistariatree. 100.5' 0421 0422 17.0 57. tumbuh 4 minggu.3.3'' 0423 0424 1-12-348 86.3 25. Termetaboliskan (ME). fresh.9 . kering.8 2.2 5. redfish.3 2.8 4. 19.9 9.8 16. tumbuh 6 minggu. 1.TABEL12. Digestible Protein.0 " 20.0 13.7 3. Protein Tercerna.1'.Nama Bahan Makenan Internaional Scientific Names International Feed Name (Cont.2 5.9 1. 4-13-251 77.5 8.4 .5 2.0 42. 1.1 8.3 1. rumput timoti-emas.6 . musim basah.1 43. 2.8 7. 0410 hydrolyzed ground 5-12-356 90.0 -. 7. molasses SCIAENOPS OCELLATA.01 Tebu. tumbuh 4 minggu.0 .7 10. golden. 100. 9 5.0 29.2 21. 100. bagian aerial.0 10. Turi.2. scarlet. giling.1 3. Tepung.5 6. 43 to 56 days' growth 2-11-530- 16.4 2.1' 0415 0416 17. .7 10. bagian aerial. fresh SACCHARUM OFFICINARUM.5 42. scarlet. 1.2 4.6r 19.1 ?25.1 14.8 4.3 7. segar Wistariatree.0 4.1 3. tumbuh 8 minggu.1o 7.8 6. whole or cuttings.5 6.7 15.3 . 100. segar Wistariatree.'0 18. tumbuh 8 minggu. tetes.6' .8 4.3 - SESBANIA GRANDIFLORA.8 42. musim basah. fresh.5. thunberg.1 6. fresh Bitok.1' .3 . 0427 0428 2-11-281 20.6. 5.6 4.3 2.0 7.7 9.6' . bagian aerial. todi. melase Sugarcane. 100.

.1* 5.* 2.52' .56* .69* 2.' 3.48' .00' 1.3' 19.33* 1.09' 1.49* 74.* 3.24* - ­ ­ - 0427 0428 1.* 1.9' - - - - - ­ ­ 0423 0424 16.* .85' .2' 18.4 2.50* 3.21' .45* 72. .i 1.09' .' 2.5* 20.56' 2.10* .4* 20.58' .98* .* .2* 5.' 2.92* 1.2' - ­ - 41.52* .42' 58.04* 2.* .23' 12.51' 77.41' 1.1' 18.42* 3.9' - - - - ­ - - - 13.18' .5* 20.0 3.9* 1.26* 2.23* 1.430 .* .9' - - - - - - - - - 12.31' .* .7* 3.71* 1.131 2.32* 10.7' 21.42* .47* 1.* .Pemeliharain (NEm).22' 1.8* 22.6* 3.6* 11.35* .81' 1.' 1.42* 1.40* .99* 1.3* 4.e 3.48* 74.86* .86' 1.83' ­ 19..60* 1.86' 1. Notto untuk Pertumbuhan (NEg).7* 10.2' 18.3* 15.* 2.2* 22.* 3.13' ­ ­ 97 .39' .4* 3.36' 60. - - - - - ­ .92* .7* 2.88' 53.4* 3.' .6' 9.7* 2.2' :.8' 61.58' 2.* 2. 0411 0412 3.87* 0417 0418 3.7* 22.1' 18.1 1.4' 3.58' 2.24' 55.340 .62' 58.16* ­ - ­ 0425 0426 1.0' 24.' 2.0' 16.24* . Netto untuk Produksl Susu (Lactation) (NEI) (1) Sepertl yang Dlberikan don (2) Atas Dasar Bahan Kerlng (1) As Fed (2) Moisture Free Tercerna Protein Nomor Antrien Entry Number Domba Shleps Sheep (%) Kude Horses (%) Energi untuk Sapi Energy for Cattle TDN TDN %) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Meal/ kg) NEm NEm (Mcal/ kg) NEg NEg (Mcal/ kg) NE I NEI (Mcal/ kg) Energi untuk Domba Energy for Sheep TDN TDN %) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energi untuk Kuda Energy for Horses TDN TDN (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energi untuk Ungges Energy for Poultry MEn MEn kcal/ kg) NEP NE kcaV/ kg) 0403 004 0405 0406 0407 0408 4.510 79.27' .8' 3.19' ­ ­ 0409 0410 - - .* 2.61* .2' 1.0* 14.730 69.9' - - - - - ­ 13.00' 34.1' - - - - - - - - - 12.00* 2.* 3.35' 1.* .' .55e .* 3.84* - - ­ ­ 0421 0422 3.5' 20.18* 2.58* 29.4' 2.62' - - ­ ­ .16' 1.3' 20.7' 9.28* 2.38' 71.15' .21* 59.66' 2.00* - - ­ ­ 0419 0420 3.51' .42* 2.76' ­ - 0413 0414 4.* .22* 68.7* - - - - - - - ­ ­ - 0415 0416 3.48* .' 3.3* 1.

Data expressed Protein Digestible Nomor Antrian Entry Number Noma-Noma Ilmiab Nama. 41.mature 1.3 8. luserne Brazilia. sun-cured.8 69. 57 to 70 days' growth Rumput setari.5 1b9 .5 9.1 10. golden. segar Stylo. 100.0 7.8 11. 100.6 41.7 3.5 T57.8 3.3 39.0 57. sun-cured. bagian aerial.3 2.2* .8 8. 43 to 56 days' growth Stilo. bagian aerial.5 10. hijauan.5 6. sun-cured.9 2.6 7. Cantel. segar Millet. segar 2-12-349 Stylo.6 534.2 2.4* 6. setelah biji dipanen. 1.9' 3. cut 2 Stilo. segar Stylo. meal mechanical extracted 5-02-023 86.6 38. dewasa. Protein Tercerna. late vegetative. hay. Energi Tercerna (DE). 0436 fresh Cantel. 2. 66. rumput timoti-emas. fresh.6+ 48. luserne Brazilia. fresh. bagian aerial. rumput timoti-emas. 100.7 *7. golden.2 3. 27. fresh 2-17-401 28. dimasak.4 2. dewasa. 1127. Digestible.1 7.6' 11.4 2.9 Rumput setari.0' 460. aerial part without heads. fresh. 8.2 9.7 100.9' 7.1 9.6 45. dewasa.5 31.5 114. ekstraksi 0455 mekanis. golden.4* 2.3* 1. setelah biji dipanen.4* 0443 0444 Cantel.6 .9 .3* 6.1 3930.8 .2' 8.1' 2-24-443 2. kering..7 2. hay. dewasa.12.7' 1.8 11.8 41.2 1.3. Tepung.8 48.0 - .6 2-11-738 Stilo. mature Stilo. bagian aerial.8 2.3 2. tumbuh 57 sampai 70 hart. aerial part without heads. dewasa.1 50. TDN.7 2.6' 2-10-789 2.2* 4. tuna. fresh.0' 0437 0438 0439 0440 0441 0442 1-07-961 4-04-379 86. pertumbuhan awal. 2 9 11.2 SORGHUM BICOLOR.2 1. and Net Energy.2 1.6 10. bagian aerial. 23.0' 8. 100. 11.7 1. segar Sorghum. 9.7 31.2 .0 8.3 2.5.4 1.1 9.0.6 48.90 0445 0446 0447 0448 0449 0450 0451 0452 0453 0454 2-24-461 24. stems.1' 2.0 28. 86. rumput timoti-emas. segar Stylo. fresh.9 .8 279. tanpa daun atau biji.3* 2-11-706 26.4 2. keseluruhan atau dipotong.9 12.6 46. mature 2-13-843 25. 86. mature Cantel. 1.2 2.2 .0 .9 .8 13.6' .5 5.4 . 20. Digestible Protein.2' . fresh.7 15. ikan tuna. 100.4 1. segar 0435 Sorghum.4 13.6 . 100. Netto untuk Composition of Indonesian Feeds: Proximate Composition.8 31. luserne Brazilia.2 .0 44. pra-berbunga. kering Style.6 10. 100.2' . 2.2 6.6 .7 2.5 13. mature 1-12-350 39.0 . dewasa.1 5. bagian aerial.6 r.6 5.2 12. 100. biji. 100. TDN. leaves. digiling 0456 Fish. 7.3+ 98 .9 1.2 A. ground Cantel.Nama Bahan Makanan Internaional Scientific Names International Feed Name (Cont. grain.6 2.8 8.1 1.) Nomor Bahan Mekanan Ternak Internasional International Feed Number Bahan Kering Dry Matter (%) Abu Ash (%) Ekstrek Eter Ether Extract Serat Kesar Crude Fiber Betn Nitrogen rree Extract Protein Kasar Crude Protein (%) Sapi Cattle (%) %) (%) %) SETARIA SPHACELATA.3 THUNNUS THYNNUS-THUNNUS ALBACARES.2 1.5 8.7 2. dewasa. 0429 0430 0431 0432 0433 0434 Rumput setari. daun. 100. 25. segar 2-04-320 Sorghum. giling Sorghum. 100. kering Sorghum.3' 5.7 6.2 80.1 47. 100.9 7.5 2. early bloom 22. segar Millet.9 3.2 37. batang.3 3.4 11'.8 31.5' 7.5 33.5 28.1 2. luserne Brazilia.4 11.8 9. mulai berbunga.TABEL12.5 1. Komposisi Bahan Makanan Ternak di Indonesia: Komposis Proksilmas. bagian aerial. setelah biji dipanen. .1 52.6. Termetaboliskan (ME). 12. kering 1-12-333 Millet.4 33.11 32. 100.3 6. bagian aerial.5 7. 21.8 3.7 34.3 41.0 23. tanpa pucuk. bagian aerial.9 33.5' 2. Metabolizable.8 .6 2. luserne Brazilia. Stilo.4 .5 3. fresh STYLOSANTHES GRACILIS.

0' .10* .6* 7.+ 2.17* .* 35.35' 10.* 2.08* 1.28* .1* 4.89* 48.6' .46* 2.* 2.20* 1.31* 14.83' 1.* .* 2.92' .93' -.56' 1.06* 1.48* 1.* 59.59* 2.65' .* 1.+2134.70* 2.32' .1' 2.68' 1. 0' .32' .3* 8.47* 13.* 2.44' 45.9' 4.53' 3.68& 1.* 2.5' 1.0''* 43.0 .5' 2.62* .1' 7.08' - - - 0437 0438 0439 0440 0441 0442 .84' .12* 1.1* 4.4* 1.59* .9+ 46.' 57.* 2.0' 6.32' 1.26* 1.04* .87' 59.59' 16.* 2.99' 1.4+ - 61.' 2.18+ 2.83' 1.28* - - 0443 0444 .5* 1.22' .55* .14* .49* 13.3' .9* 6.' .Pemeliharaan (NEm).99' .+1835.13* 1.0' .54' 15.60* 2.10' 1.46* 2.26' 2.62* 2. Netto untuk Pertumbuhan (NEg).53' 2.* 1.53* .62' 61.70' 1.29' .* 2.* 2.* 1.45' 1.* 2.24' .6* .9' 8.4' 451.# 2.* .* 62.07' 41.1* 42.39* 1.47* 56.12' 1.35* 59.7* 11.' 2.62' 1.27* .24* 1.29' 49.* - 1.7* 1.65* .40' .54* 1.55" .32' 15.8* 7.50' 2.98' .31' 51.07' 57.4* 6.11* 1.+ 3.39& 71.06' .96' - - - - .79' 3.38* .3' .61' 56.52* 1.62& 51.22' .31* 1.34* 1.* 2.51' 14.5' 2.4* 7.90* 1.32* 15.* 57.46' 48.18' - - - 2608.36' .28* 13.88' 1.52' .96* - - - - - 0445 0446 0447 0448 0449 0450 0451 0452 0453 0454 2.* 1.66* .9' 8.48* 2.75* 2.18* .24' .33* .56' 15.22' .* .# 2.50' 54.10* 1.18' .26* .7' .* 1.13& 1.09' .1' .4* 1.24' 1.6* 10.12' .56' - - 0455 0456 39.* 2.10' .1* .06' - - - - 3.81' 1.91* 86.58* 2.21* 1.7' 2.39' 1.* 2.47' .6 0435 0436 .4* 7.36' .66' .* 2.* 2.33* .56' .2* .61k 2.17' .33* .15' .* 59.70' 74.91' 1.1' .31& 1.19' .* 3.75' 56.23' 16.' .* 3.1' 476.13' .88* 1.* 62. Netto untuk Produksl Susu (lctation) (NEI) (1) Sepertl yang Diberikan dan (2) Atas Dasar Bahan Kering (1) As Fed (2) Moisture Free Tercerna Protein Nomor Antrian Entry Number Domba Shieps Sheep 1%)% Kuda Horses ) ) Energi untuk Sapi Energy for Cattle TDN TDN 1%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME kg) NEm NEm (Mcal/ kg) NEg NEg (Mcal/ kg) NEI NEI (Mcal/ kg) Energi untuk Domba Energy for Sheep TDN TDN (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energi untuk Kuda Energy for Horses TDN TDN (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energi untuk Unggas Energy for Poultry ME n MEn kcal/ kg) NEP NE kca' kg) IMcal/ 0429 0430 0431 0432 0433 0434 -. 0' -.* 54.7' 2.* 2.63' 1.03' - - - - .+ 3032.16* 30.50* 2.72' 1.67* .99+ 1.* 57.02* 1.* .34' .96& 1.01* .34' 47.* 1.41* 11.* .9* 1.* .17* .73* 2.40* 1.56' 15.10' .29* .19* - - - 69.4* 2.64* .04' 2.01' .13' .71' .56* 1.92* -.17* 1.44' 12.* 2.52* .* 3.74+ 2.* 2.6* 2.* 2.04' .9' 9.44* - .59* .9' 7.58' 80.* 59.6* 14.25* 1.19' 17.39* .30' .28* 48. .+ 7 - 99 .53' 2.58* 53.8* 6.63' 1.57+ 1.28' - - - - 41.* 3.20' -.71' .73* .07' 1.0* 8.83' 1.* 2.56* .

9 52.9 . dewasa. dewasa. bagiarn aerial.5 . 57 to 70 days' growth Jagung. ground 4-05-190 86. Gandum.9 6. 100. 100.8 4. 5.3 2.5' 6. 86.9 51. early 0464 vegetative 0465 0466 0467 0468 0469 0470 2-01-650 11. daun. fresh Jagung.1 .4 27. dewasa. tanpa kulit buah.3 22. 22.7 13.5 8. fresh.4 6.40 ZEA NAYS.7 2-10-417 2-13-006 0479 0480 Jagung. aerial part without ears without 1-12-179 husks.7 13. Metabolizable.0 55.7 16.7 17. bagian aerial. kering Cowpea.0 99 2.0 5. 1.7 6.6 2.8 4.8 30. bagian aerial.6 1. bagian aerial. late bloom 2-01-652 '5. tumbuh 43 0473 sampai 56 hari. bagian aerial.2 1. mulai berbunga.7 24.0 .9 2.0 2.0 4. tumbuh 57 sampai 70 hari. fresh.7 11.0 .9 29.8* 0459 0460 0461 0462 4-05-201 4-26-433 86. Kacang panjang. giling Wheat.8 1. grain.4 29. segar Cowpea. 31.4 1. bagian aerial.8 48. 100.0' 5.8 77.4 2.1 33.6' 0481 0482 0483 0484 0485 0486 86.40 9.4' 4 8* 2-02-812 100 .5 7.5 14. 100.91 4.5 18. dedak jagung.8 2.3 19.8 3.9 12.6 61.5 42. 86.4 1. Netto untuk Composition of Indonesian Feeds: Proximate Composition.3 5.2' 21.7 3. 100.7 3.8 71. bagian aeri3l.6 4.4 28.2 10.6 14. tumbuh 99 sampai 112 hari. common.3 17. Data expressed Protein Digestible Abu Ash (%N Ektrak Eter Ether Extract (%) Serat Kasar Crude Fiber () Betn Protein Nitrogen Kaesr Free Crude Extract Protein (%) () Sapi Cattle (%) Nomor Antrian Entry Number Nama-Nama Ilmiah Name-Name Behan Makanan Internaslonal Scientific Names International Feed Name Nomor Bahan Makenan Ternak Interneional International Feed Number Bahen Kering Dry Matter (%) 0457 0458 TRITICUM AESTIVUM. less than 7% fiber Gandum. 1. fresh. 99 to 112 days' growth 2-10-419 19. pertumbuhan awal. 15.1' 14. mature Jagung. segar Corn.8 .6 8.1 23. 4. common. akhir masa bunga. 100.4' 1.1 18. biji.9 8. akhir masa bunga. bagian aerial. segar 0463 Cowpea.4' 13.4 3.8 48. 1. and Net Energy. 100. Energi Tercerna (DE). tanpa kulit buah. sun-cured.0' 7.6' 3. 1 .Indonesia: Komposis Proksimpui.8 2. segar Corn.9 .4 29. early bloom Kacang panjang. fresh 4-02-841 20.9 13.8 3.3 :1.5 6.7 2.7 49. segar 2-01-651 Cowpea.1 2.2 3. 7. Digestiile Protein. hasil sampingan tepung gandum Wheat.0 9.9+ 60.9 2.4 8.1.7' a 23.5 4.9 '8. aerial part without ears without 2-02-809 husks. fresh. 100.Protein Tercerna.4 14. 43 to 56 days' growth 0475 0476 0477 0478 Jajung. 100.TABELI Komposlsi Behan Makanan Ternak d.9 2. common.0 8. 100.6 '5.2' 5.1' 9.1 99.0 57. 100. 100.8 12.5 7. TDN. bran Gandum. bagian aerial. leaves.0 6.2 2.4+ 12.0' 2.0 3. common. bran Jagung.1 .8 2-29-409 0471 0472 1-01-641 86.9 1. bagian aerial.5 10. flour by-product. kering Corn.5 .8 19.2' Kacang panjang.9 6. hay. Ternietaboliskan (ME).8 41.4' 1.5' VIGNA SINENSIS. penggilingan basah atau kering. segar 0474 Corn..6 7.3 3. segar Corn. 100.7 8.1 38.7 39. 100. Jagung.3 3.6 8. 13.3 1.2' 7.2' 3.0 .7 51.3a 8.4 2. 28.3 3. 15.7 9. 8. segar Corn.50 4.7 2. TDN.4* 18.8 30.3 8.5 2.9 15.6 11.2 2.1 16. Digestible.0 8.3 5.7 11.0: 25.6 11.2 45. sun-cured. fresh.0 12.1 5.2' 5.2 22.6 1. fresh. 100.3 2. pra-berbunga. dedak gandum Wheat.4 66.4 2. kering Corn.0 10.2 6.5e 2. bagian aerial.6' 1. pecahan gandum (pollards). common.0 3.5 1. late bloom Kacang panjang.1 2.5 29. segar Cowpea. late vegetative Kacang panjang.6 50.5 115. fresh.3 43.2 1.

46' .* .' 2.82' 72.68' 1.+ 2446.' 2.4' 2.26' .8' 25.36& 70.63' 9.+ 3.84' 1.0' 1.3' 9.23' 12.% .99' 2.10' .4* 11.' 2.77& 1.37' .94& 2.54' 11.99' 2.57' 51.' .4' 4.& 3.56' .60' - - 0473 0474 0475 0476 .* 2.5' 6.1* 5.26' .* 2.0* 60.55& 8.34' 1.67' 1.' 3.56' 2.26' 17.29' .55' .71& 43.' 3.94' 2.33' 67.38' .03& 2.41' .06& 1.31& .44& .85' 1.41* 59.23& 2.46& .2' 1.28' .7* 74.98& 1.97' 1.& 3.4' 14.28' 1.' .25& 74.82' 2.0' 3.97+ 1.4* 11.82& 1.* 2.4* 14.55' 1.18' 64.16' .10' .64' 2.11+ 2.' 2.11' 1.16' 62.25' 58.' 3.96' 1.71' 2.28' .33' 1.27& 2.3' 17.54' 2.6' 23.44' 60.' 1.44' 1.59' 3.8' 6.0* 13.2' 9.8' 3.& .12+ 2.14' 44.73' 1.24' .71' .20& 1.68& 1.78' 1.24& 1.0* 9.53& 3.5' 44.6' 2.+ 3.90' 1.52& 10.52' 2.+ 2.' 2.3' 2.+1105.40' 69.26& 2.37 e 49.' 2.25& .48' 3.' 64.& .Pemellharaan (NEm).19' .58' 1.08' 2.55' 1.31' .& .3' 1.69+ 1. Netto untuk Pertumbuhan INEg).68' 3.62& 1.25* 1.09' 1.13' 1.18' 1.2' 1.4' 4.+ 3.84' 2.60' 2.6' 3.* .* 3.' .57& 7.95' 52.4* 8.76' 3.' 1.81' 83.24' .59' 2.98' .4' 22.42' .05' 1.60' 1.93' .2' 14.58& 61.94& .49' .04& 2.' .33& .' .03& 2.' 2.5' 7.40 2.08& 1.+ 3.80' .23* 2.28& 67.1' 5.34* - - - - 2103.& 2.61' 81.+ 1.' 2.40' .42& .23& 69.+ 2.' 1.81' 0463 0464 0465 2.+ 1.51' 2.40& .40& 1.61& 10.48& .65' 1.25' 1.48' .' 41.* 3.95' 1.' 2.' 2.57' 1.27' 58.73' .57' 1.68& 11.28' - 101 .* 2.13& 2.+1602.4* 2.30' 12.4' 8.' 2.12& .39' 51.16& .69& 2.13+ 1.70& 3.23' 57.87' 16.8' 4.0 .5' 2.06' 1.92' 1.27' 1.06& 1.75' 64.1' 20.52' - - - - - 0466 0467 - - - - - 0468 0469 - - - - - 0470 .8' 4.59' .17' 20.22' 1.3' 4.70& 1.11' 9.19& 73.7' 12.63* 1.' 1.50+ 1.36& .+1378.35' 57.85& 1.60' 2.35' .+ .14& .62& 1393.16' 35.+ 3.53' .40* 1.88V .5* 8.+ 50.19' .19& .12' .39& 73.38& 69.' 2.89' 59.' .' 2.29' .37' - - 70.* 3.6' 1.+ 86.51' .3w 4.25' 21.' .' .98& 74.41' - - - - - - - - - 0477 0478 - - - 0479 0480 .59' .68+ 1.46' .16' 2.80& 3.' 2.8' 53.+ 75.19' 42.+ - 0462 68.+ 0459 0460 0461 12.48' .33& 71.' 2.09' 1.1' .52' .69& 10.59* 1.47' 59.47' 68.5' 7.5' 19.360 .+ 3.88* 85.61' 59.70& 1.11' .& .2' 2.8' 8.45+ .9' 3.56' 79.29' 1. Netto untuk Produksl Susu (Lactation) (NEI) (1) Seperti yang Diberlkan dan (2) Atas Daesr Bahan Kering (1) As Fed (2) Moisture Free Tercema Protein Nomor Antrian Entry Number Domba Shleps Sheep %) Kuda Horses (M) Energi untuk Sepi Energy for Cattle TON TON (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) NEm NEm (Meal/ kg) NEg NEg (Mcal/ kg) NE I NEI (Mcal/ kg) Energi untuk Domba Energy for Sheep TDN TON (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energi untuk Kuda Energy for Horses TON TON 1%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energl untuk Unggas Energy for Poultry MEn ME n kcal/ kg) NEP NE kcal/ kg) 0457 0458 9.+ 950.' 3.* .18' 13.3' 9.15+ 1.12' .62' 2.93' 1.45' - 0471 0472 8.5' 2.17' 1.' 3.40 11.22' - - - - 0481 0482 0483 0484 0485 0486 2.6' 1.92& 86.70' 1.+ - 1.68+ 2.5' .40& 1198.28' .2' 12.05' 2.& 3.10' 1.

) Jagung. 86. Energi Tercerna (DE). ground Jagung. Netto untuk Composition of Indonesian Feeds: Proximate Composition.8 2. dent yellow. 100.0 . tanpa kulit buah.2 68.9 4.Nama Ilmlah Nama-Nama Bahan Makanen Intemasional Scientific Names International Feed Name Nomor Bahian Makanan Ternak Internasional International Feed Number Behan Kering Dry Matter Abu Ash Ekstrak Eter Ether Extract Serat Ka%ar Crude Fiber Betn Nitrogen Free Extract (%) Protein Kasar Crude Protein %) Sapi Cattle (%) (%) (% (% (%) ZEA MAYS. grain. grain.2 .TABEL 12.6 80.2 69.3 . Protein Tercerna. kuning. Komposisi Bahan Makenan Tarnak di Indonesia: Komposisi Proksimasil. fresh 0489 0490 0491 0492 ZEA MAYS INDENTATA. Termetaboliskan (ME).0* 4. biji. giling Corn. dewasa.47 2. segar 2-02-814 0487 0488 Corn.1 2.2* 1.9 9.8 102 . ground 4-29-772 4-26-023 19.5 79. bagian aerial. Digestible. putih. 1. Jagung. Metabolizable.2. giling Corn. dent white.7 11. TDN.0 8.1 1. Data expressed Protein Digestible Nomor Antrian Entry Number Nama. Digestible Protein.7* 559 2.0 100.8 48.4 7.8 .1e 2. . stems.8 8.9 .4.4 1.2 6. 100. 1.5* 5.6 1. (Cont.1 37. and Net Energy. biji. TDN. batang tanpa daun.6 10.6 86.5 2.9 10.

' 3.46' 56.62' .' 2.37' - - 3321.146 .' .05' .86' 69.' 2.88' 1.514 2.55' 3.12' 1.03 e - - -- - 69.26' 2.70' 1.8' 6.26' 1.114 1.Pemeliharaan (NEm). Netto untuk Pertumbuhan (NEg).90' 86.7' 9.5' 6.59' 3.31' 1.06' 2.3' 1.4' 5.5' 6.02' .60' 81.' 3.' 3.19' 1.' 3.19' 1. Natto untuk Produksl Susu (Lactation) (NE I) (1) Sepertl yang Diberikan dan (2) Atas Daser Bahan Kering (1) As Fed (2) Moisture Free Tercerna Protein Nomor Antrian Entry Number Domba Shlaps Sheep (%) Kuda Horses %) Enargi untuk Sapt Energy for Cattle TDN TDN (%) DE DE Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) NEm NEm (Mcal/ kg) NEg NE 9 (Mcal/ kg) NEI NEI (Mcal/ kg) Enargi untuk Domba Energy for Sheep TDN TDN (%) DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energi untuk Kuda Energy for Horses TDN TDN DE DE (Mcal/ kg) ME ME (Mcal/ kg) Energi untuk Ungas Energy for Poultry MEn ME kcaPl kg) NEP NE kcaI kg) 1%) 0487 0488 0489 0490 0491 0492 .34 1.13' .62' 1.08' 1.' 3.' 3.5' 5.04' 80.08' 1.82' 3.8' 6.90' 1.14 - - - 74.69' 1.79' 3.02' 10.93 87.' 3.+ 3862.39' 47.38' 2.1' 5.85' 1 74.6' 5.7' .+ - 103 .28' 2.' 3.' .00' .25' 1.63' 1.

fresh 4-10-619 - . 100. sun-cured.70+ .42 .38+ .25+ . 86. slum Calclum (%) Fosfor Phospho.03+ 1.09 . Sapi.07+ . 100. meal Tepung daging. kering Peanut.27+ 1.43 .32+ 5-01-175 5-01-170 4-01-182 .76+ - 5-01-168 .30+ .65+ 4-08-134 - 104 . digiling Animal.44+ 4. digiling Animal. air susu. 86.09+ .23+ .61 .03+ .43+11.32+ . basah 4-26-968 Pineapple. digiling 0001 Snail. centrifuged dehydrated Sapi. Kacang tanah. segar Cattle.82+ 1. 13. digiling Animal.34+ . 100. Bekicot. kernels.14+ .03 - .92+ . rus (%) Bal.25+ . meat with bone.33+ - 5-03-652 - ARTOCARPUS ALTILIS.74+ 5-00-388 .12+ . fresh 0023 0024 0025 0026 0027 0028 0029 0030 0031 0032 BOS TAURUS. digiling Peanut. Darah hewan. . air susu. whey. mature Kacang tanah. giant. . 100. segar 0022 Breadfruit.27+ .60 . tanoa biji/kulit. kernels. 86. bagian aerial.61+ 9.03+ 1.68+ . daging keong.71 - .19+ 2.53+ . kering. whey. kering. 100.73+ .51 1.12+ .29 1.TABELI.07 . hay. 86.37+ .50+ . 100.17+ .36+ 1. fresh Sapi. African.71+ .25+ .37+ 1. air susu. meal rendered ARACHIS HYPOGAEA. kering.08+ . fresh.96+ . ground 5-00-380 5-0O-385 12. tanpa rumah. tanpa lemak. 100.69+ 1. 86.31+ 1. . dehydrated Sapi. 86.12+ 4. 7. rine (%) Kallum Potasslum 1%) Kal.80 - .96+ 1.29+ . meal rendered Tepung daging dan tulang. meal solvent extracted Kacang tanah. meat. segar Peanut. kering Cattle. 0002 dehydrated 5-29-337 86.06+ . rang Sul­ fur (%) ACKATINA FULICA.26 .20+ .6 .09 .08+ 1. air susu.52+ 8. 'keong. sisa daging.04+ .46+ 1. kulit dan sumbu buah.50 . .75+ . limbah pengalengan nanas.79+ .30 .94+ .20 .61+ . meal mechanical extracted Kacang tanah.05+ .28+ .17 . blood.07+ 1. dewasa.45 .95+ . kering. 86. 100. segar Cattle. 100. segar Cattle.23+ 9.32+ .nteil. meat. 9. 31.09 . 100.39 .32 .13 .10+ .17+ . Nanas. - .18+ 1.58+ .07 . Kandungan Mineral-Mlneral dan Vitamin Terpillih Dar Bahan-Bahan Makanen Ternak di Indonesia (1) Seprt yang Diberikan dan (2) Atas Daur Bahan Kering Selected Minerals and Vitamin Content of Some Indonesian Feeds Data expressed (1) As Fed (2) Mositure-Free Nama-Nama Ilmlah Nama-Nama Bahan Makanan Internaslonal SclentifP: Names . skimmilk. 0021 Daging buah.42+ .66+ .69 - - ". ber Natrlum Sodium 1%) Klorin Chlo. fruit. whey. 100.48+ 0011 0012 0013 0014 2-03-637 35. ekstraksi solven. butiran dengan kujit.96 .43+ .27+ .10+ .12+ .03+ 1. butiran kering.05+ .70 .50 0003 00011 0005 0006 0007 0008 0009 0010 ANANAS COMOSUS. tanpa biji/kulit. process residue.04 . 100. lemak diambil.07 . -.22 . lemak penuh.23+ . 100.23+ . milk.70+ 1.77+ .12+ . 100. butiran kering.06 .09+ 1.82+ 1.90 .35+ .03+ 1.49+ . whey (hasil sisa pembuatan keju). skimmilk.09+ .08 .29+ 0017 0618 0019 0020 5-03-650 86.01 .18 1. ekstraksi mekanis. mature Kacang tanah.10+ 1. air susu.53 1. centrifuged fresh Sapi.03 .26 - . digiling Peanut. digiling Peanut.17+ . fresh ANIMAL.23+ .05+ .06+ 5. kering Cattle.. kernels with coats.-onal Feed Name Nomor Bahen Makanan Ternak InterniIonal International Feed Number Bahan Kering Dry Matter (%) Nomor Antrian Entry Num.20 - 1-03-623 - - - - 0015 0016 5-03-649 86. 100.92+ 1.51+ 4.06+ . dewasa. bagian aerial.20+ .04+ .12+ . 100.80+ 1.29 .01 .30+ .

41+ . .38+ .6+ 6.+ .80+ .6+ 99. - .4+ 3.+ 36+ 2120..09+ .5.3+ ..12+ .6+ 49.89+ .01+ . - 0013 0014 ..11+ 1872..+ 1.7+ :7.+ .2+ .7 - - 1.14+10.13+ .6+ 68.10+14.11+ .+ 12.3+ 76.4+ .5+ 8. .7+ 1.3+.90 23.2+ 2.4+ 1.31 22.+ .12+16. 6.29+ ..18+ .12+49. - 43. 7. per (mg/kg) Mag. -- .90+ .+ 34. .00+ .11+35.30+ 1764.10+10.8..+ 11. . .6+ 71.+ 188.5+. - 1.24+82. . 38+ 1921.5+ 54.+ 446.Ko.09+ . + 2.+ .4+ 4.28+95.10+42.5+ 2.3+ .94+ . 12.11 - . .6+ 50.09+. 105 .01+ .+ ..09+ 1888. .29 .+ 10.31+ .93+ 3..3+ 115.6.12+ . .12+ 8.3 - *.50+ .3 5.2+ 38.+ 52.87+ -- .11+11.2+ .5+ 36. nesium Magnesium (%) Provitamin A (Karo Selenten) lum (CaroSelen.19+ 1.27 19. . 921. - 79.0+ 20..6+ 20. 18. tenat PantoKollne Niasin thenic Choline Niacin Acid (mg/kg) (mg/kg) (mg/kg) Ribo.66. 21.3+ 2..17+ 1.8+ 1.+ - 46.2+ - - .6+ 5.8+ 17. .20 .10+ .09 ..+ . .14+. belt CoEntry bait Number (mg/kg) Nomor Antrian Tern. min This­ min (mg/kg) 0001 0002 - - - - - - - - --- - - - - 0003 0004 0005 0006 0007 0008 0009 0010 . bap Cop. .80+ 4.. .1+ - _ - 17..35+ 2052.8+ 25.33+ 1652.5+ 3.09 .7+ 4.+ 7312. 0017 0018 0019 0020 0021 0022 0023 0024 0025 0026 0027 0028 0029 0030 0031 0032 .7+ 49.65+ - 11.60+ .0+ 1.00 - .+ 10.+-160..14+ . .79+ 51..3+ 29. 854. .+' 29. 42.8+ 1.69+ 4.2+ 4. 5.+ .35+ 1480.40+ - - 384.13+ 2177.3+ 4. 61.10+14.17+ .47+85.21+ .91+ 4.6+ 5.7.01+ - - 18.81+ .65+ 1.+ 14.7+ 6. 2.+ 162. Song Zinc tene) lum (mg/kg) (mg/kg) (mg/kg) Vitamin D2 Vitamin D2 (lU/kg) Vitamin B12 Vitamin Biotin 012 Biotin (pl/kg) (mg/kg) Asam Panto. 0015 0016 . .14+ .24+ .42+ .+ 8.47+ .30+ 1273.70 - - - .13+10.12+12. .2+ - - .+.00+ 2.18+ .27+.. - .11+ 1.+ 1. 45.9+ 42. .+. - - - .08+ 734.7+ .+ 186. fiavin Ribo f lavin (mg/kg) Tie.+ 0011 0012 - - .5+ .27+ .6+ 3..31+ 1823. .3+ .6+ 3..9+- .. .80 .9+ .2+ . .+ .01+ 1.11+ 2196.5 - .40+73.26+ .+ 53.7+ - 8.7+ 13.6+ 4.35+ .0+ 33. 9. 91.+ - - -.13+ .8+ 11. 60.1+ 1.67+ . ..25+ .4+ 3.10+10.49+ .59+ . .+ 2.5 20.10+ .12+16.+ 10.08+ 9.8+ 5.5 8.

. fresh. Data expressed (1) As Fed (2) Mositure-Free Nomor Antrian Entry Num- ber Nama-Nama Ilmiah Name-Nama Bahan Makanan Internasional Scientific Names !nternational Feed Name Nomor Bahan Makanan Ternak Intemasional International Feed Number Bahan Karing Dry Matter (% Natrium Sodium (%) Kal. bagian aerial.. tumbuh 15 sampai 2F hari.19 16.55 . 100.03 . 15 to 28 2-13-216 0034 days' growth Rumput ruzi.114 -l .11 :.95+ 1. dehydrated.03+. late vegetative Kacang merpati. 3 31. 15 to 28 days' 2-10-21t 0038 growth Rumput para. 100.10+ 0059 0060 5-25-522 86. - .30 0039 0040 21 .70 ­ 106 . 57 to 70 days' growth Rumput segar pare. midbloom Kacang merpati.30 . - - . segar Pigeonpea. dimasak.17 ­ - 0035 0036 19. . hay. 10. ­ ­ ­ - - - .08 . .70 .05 . tepung.Potas.M8 . . digiling Pigeonpea. phorue (%) Bale. Kacang merpati. 86. bagian aerial. dewasa.18 - 1-12-334.27 .02 .19 .03 .16 ­ 2-3-2 2-03-523 004 0045 0046 " ­ - ­ ­ . fresh.06 . segar Paragrass. keseluruhan kepiting. rang Sulfur () BRACHIARIA DECUMBENS. kering Pigeonpea. kering Paragrass.04 . keseluruhan polongan. .12 - . 3. fresh. gude.1 11.52 . mature Kacang merpati. bagian aerial. segar 0037 Paragrass.4 - - . fresh. mature Gude. 86. digiling - 0047 Fish.egar 0033 Signalgrass. seeds CALLINECTES SA"IDUS. 0049 0050 3. pra-berbunga. bagian aerial. dewasa.22 .05 .15 . blue. Kepiting. segar Pigeonpea. bagian aerial. fresh.041 .46 2. - . dikeringkan.19 ­ 001 0042 0043 2-10-250 24. 100. hay.71 ­ - 5-0-716 ' . dewasa.26 1.61 .4. 100. 1-03-516 -1 . . Rumput ruzi. Klorin Kalium slum Chlo. bagian aerial.16 . 43 to 56 days' 2-11-3 1 growth Rumput para. tumbuh 43 sampai 56 har. 100. tumbuh 43 sampai 56 har. fresh. sheep. segar 2-03-713 Pigeonpea. 86.01 - '2. segar Signalgrass. ­ - ­ - . mature 20.15 . . gude. - .."100.29 BREVOORTIA TYRANNUS.76 5.03+ . whole or cuttings.28 1.. gude. . fresh.11 . fresh.1.87 1. Kandungan Mineral-Mineral dan Vitamin Terpillih Dan Behan-Behan Makanan Ternak di Indonesia (1) Seprtl yang Diberikan dan (2) Atas Dasar Bahan Kering Selected Minerals and Vitamin Content of Some Indonesian Feeds.99 - 2-13-914.TABEL 13. . 100 . .05 .. Paragrass. wholn.05 . masa bunga.1r0 . fresh.38 .1. bagian aerial.00 1. kering.36 .05 ­ - . kering. 100.26 . Tepung ikan. gude. bagian aerial.21 1. sun-cured. tumbuh 15 sampai 28 harn. bagian aerial. .13 .28 .22 " BRACHIARIA MUTICA.Calrine slum cium (%) (%) %) Fosfor Phos. Rumput para. sheep.100.11 . ". 100! ­ - - . 100. 27. digiling Crab. .21 .05 . bagian aerial tumbuh 57 sampal 70 har.20 2..61 - .33 . segar Paragrass. 100.- .97 .67. keseluruhan atau dipotong.80 5..11 0051 0052 0053 005 0055 0056 0057 0058 27. bagian aerial. 43 to 56 2-13-213 days' growth 17.61 . mature Rumput para. hydrolyzed 5-12-359 0048 ground CAJANUS CAJAN. 2-13-vi3 92. sun-cured. - .08 . dewasa. ­ 100.

9 5. 0050 0051 0052 0053 00511 -. 0041 0042 0043 - .10.. . - .8 17.82 . . . - .. . - . .6 1. . 1. ..'4 11.6 27.. .'20. : " - . - .Sang ium Zinc (mg/kg) (mg/kg) Provita. - . min (mg/kg) 0033 0034 - - . 107. _ 1..05 .95 • . 30 .9 0059 0060 - 30.33 73. _ 0044 0045 0046 - - . ... _ _ 1. -_-.". .58 .21 .29 31. -..- . . . .. ' .. .02.8 2. ..5 6.6 . -"-... - -- . 2178. _ .27 - -­ - 0037 0038 54. 42. .16 --. . . ... - . .29 .15.22 2. --. 0055 0056 0057 0058 ..3.-.. 127. - 0039 0040 - .- - ' - - -" - 1873. 116. - - . . 3945. ten) (Carotene) (mg/kg) Vitamin D2 Vitamin D2 (IU/kg) Vitamin B12 Vitamin Biotin B12 Biotin (fg/kg) (mg/kg) Asam Panto­ tenet PantoKoline Niasin thenic Choline Niacin Acid (mg/kg) (mg/kg) (mg/kg) Ribo. flavin Ribo flavin (mg/kg) Tla­ min Thia. 0047 0048 - 9..40 - - 0035 0036 - - - - ... - . 6. . " .. - . min A (Karo.. .2 .11 ...2 10.20' 2.05 . . .. .8 7. .60 35. 8'69 10.33 3618.30 10.70 .9 . _ .Nomor Antrian Kobait CoEntry bait Number (mg/kg) Tembaga Copper (mg/kg) Megnesium Magnesium (%) Selenlum Solen.30 .. 26..4' - 2.07 . 1. . ..05 :16 14 ..3 5 . m - . 36. .114 .06 30 - - S - - - - . - .7 0049 - - - -- - -.21 - -..63 - - 25.. . .

411 ­ - CHLORIS GAYANA. pertumbuhan awal.06 ­ - . tumbuh 57 sampai 70 hart. mature 25. - .35 . tumbuh 57 sampai 70 hart.36 ..5 ­ ­ . segar 0075 Butterflypea.26 i . .. rus (%) (V) Bale. pubescens. 100.. CEIBA PENTANDRA. 20.19.110 0077 0078 2-28-1199 . - 1.02 .. . pra-berbunga. . 100. 100. Klorin Kallum slum Chlo. pubescens. fresh.. Kacang kupu.20* CENTROSEMA PUBESCENS. dewasa.51 . - .1 ­ - 0079 0080 2-1-149 25. 100. late 2-13-287 bloom Kacang kupu. Rumput ekor rubah Afrika. 100.22 1-28-743 86 100. - . matang. kering Buffelgrass.37 .25 1. - .05 . pubescens. Nomor Antrin Entry Num.. fresh.68 2. 100. bagian aerial.Free Name-Noma Ilmlah Nama-Nama Bahan Makanan Internasional Scientific Names International Feed Name Nomor Behan Makenan Tomsk Intemaional International Feed Number Bahan Kering Dry Matter (%) Nabium So..meal mechanical 0068 extracted CENCHRUS CILIARIS. pho. masak. sun-cured. kering ButterFlypea. bagian aerial. . Papaya.36 ­ " 0081 0082 Kacang kupu. rang Sulfur (V) 0061 0062 CALOPOGONIUM MUCUNOIDES.. segar 0069 Buffelgrass. segar Buffelgrass. 57 to 70 days' growth 2-27-834 20. fresh.07 - - . - . fresh. milk stage 4-17-683 - 30. pubescens. fresh. 100. bagian aerial.26 . pubescens. . 10.TABEL 13.44 . .11 . bagian aerial.21 1.06 .02 . - - - - . 15 to 0076 28 days' growth Kacang kupu. segar Papaya. 100..87 .21 . - . - .111 .83 . segar 2-13-965 Calopo. segar 2-13-963 Calopo. - . . dium (%) Koi. late vegetative Kacang kupu.97. fresh. . 57 to 70 days' 5-21-137 86.32 1.02 .08 100. digiling 0067 Kapok.53 1. segar 0085 Rhodesgrass. Calrine slum cium (V) (V) Fosfor Phos. - " - 1. fruit. dikeringkan. " .10 .32 :.C0 . bagian aerial. masa bunga.08 . mature Rumput ekor rubah Afrika.. 1-12-335 sun-cured. " - . 100.01 .81 . 100. Potas. mature 2-26-915 30. seeds.. segar Butterflypea. bagian aerial. akhir masa bunga. 100. '- - .20 - 0087 0088 2-13-930 la 26.17 .1"7 ­ 2-13-920 0070 0071 0072 0073 0074 growth Rumput ekor rubah Afrika. segar Butterflypea. 15 to 28 days' 0086 growth Rumput rhodes. 29. bagian aerial. fresh ... 100i. segar Rhodesgrass. bagian aerial. .4411 ­ - 0083 0084 86. masa bunga. Kacang asu. ekstraksi mekanis.10 ­ ­ - 0063 0064 0065 0066 - - .1O - " - . tumbuh 15 sampai 28 hart. hay. 11 : 37 . biji sangat muda. bagian aerial.early bloom 2-11--460 20. .17 . dewasa. fresh. bagian aerial.Mineral don Vitamin Torpillih Dri Bahan-Bahan Makenan Ternak di Indonesia (1) Sepertl yang Diberiken dan (2) Atas Dim Selected Minerals and Vitamin Content of Some Indonesian FeedL Data expressed (1)As Fed (2) Mositure. - ­ - - - .08 . segar butterflypea. fresh. - . fresh. midbloom Kacang asu. . .20 .28 . ­ . fresh. bagian aerial. akhir masa bunga.03 .21 - CARICA PAPAYA. 28. ber Kandungen Mineral. - - " . Rumput rhodes.09 . bagian aerial. buah. Tepung biji kapok. . hay.

Nomor Antrian Entry Number

Provitamin A KoTern. Mag. Solen(Karo. bait bags notium lur ten) CoCopMagSelen- Song (Caro. bait per nelum lum Zinc tene) (mg/kg) (mg/kg) (%) (mg/kg) (mg/kg) (mg/kg)

Vitamin D2 V amln 02 (I /kg)

Vitamin 812 Vitamin Blotin 812 Biotin (.ug/kg) (mg/kg)

Asam Panto­ tenat Panto. Koln Niasin thenic Choline Niacin Acid (mg/kg) (mg/kg) (mgfkg)

Riboflavin Ribo flavin (mg/kg)

Tin. min Thi. min (mg/kg)

0061 0062 0063 0064
0065

-

-

..

..

-.

.

.

.

.

.

-

-

0066

=

..

.

-

=

.

-

_

0067

-

-

-

-

0068

-

.

.

-

-

0069 0070 0071 0072 0073

2.50 8.36 "2.50 8.96 7.70 8.95

.0 .13 .04
.14 .12

. .

. .

.... ..
.

.
-

.. . -

-

-. -

-

.

-

. -

..... .
-

.. ­ .
-

.

-

-

-

-

0074

-

.l1

-

-

-

.

.

.

....-

0075 0076

. .

. .

. .

.. .

-

-

-

.

.

*-.. .

.. .

. .

0077 0078

-. -

-

-

.. .

. .

. .

.

. ­

.
-

.

.

-

=

0079. 008r)

-_-

..

., -

.
-

.

.- m

.. .,.

-

-

-

" -.

.

:.

-

0031 0082

. -

.

.
-.

.... . .

-

.

-

, -

. .. . .

--, .

. . . .

0083
0084

-

-

.

-

-

. -

.
..
-..

-

.
-

.

.. .
-

-. . ... .
-

r

-

0085 0086

-

.04

.20

- . -

-.. -.

.

,

.

.. .

-

. .

.. .

-

0087 0028

..... .
. .-.. -

-

-

-

-

1o9

TABEL 13

Kandungan Mineral-Mineral dan Vitamin Terpillih Dan Behan-Bahan Makanan Ternak dl Indonesia (1) Seperti yang Diberikan dan (2) Atas Dasar Behen Kering Selected Minerals and Vitamin Content of Some Indonesian FeedL Data expressed (1) As Fed (2) Mositure-Free

Nomor Antrian Entry Number

Nama-Nama Ilmiah Name-Name Bahan Makanan Internasional Scientific Names International Feed Name

Nomor Bahan Makenan Ternak Intemasional International Feed Number

Bahan Kering Dry Matter (%

Natrium Sodium (%)

Klorin Kelium Chio- Potas. rine slum (%) (%)

Kal. slum Cal. clum (%)

Fosfor BalePhosrang" phoSulrus fur (%) (%)

CHLORIS GAYANA. 0089 0090

(Cont.)

Rumput rhodes, bagian aerial, dewasa,
segar
2-09-911
Rhodesgrass, fresh, mature, cut 1

25. 100.

.02 .08

-

.49 1.94

.13 .51

.05 .20

­

CLUPEA SPP-SARDINOPS SPP.
Tepung ikan, keseluruhan atau
dipotong, dimasak, kering, digiling
0091 Fish, sardine, whole or cuttings, 5-12-358 0092 hydrolyzed ground
COCOS NUCIFERA.
Tepung daging buah kelapa, lemak
0093 penuh, dikeringkan, digiling 0094 Coconut, meats, dehydrated Tepung daging buah kelapa, ekstraksi mekanis, dikeringkan, digiling Coconut, meats, meal mechanical extracted

93. 100.

.20 .22

-

.40
5.40 .13 5.81

3.00 3.23

4-08-190

86. 100.
­

-

-

1.36

1.17,.08,.15 .09

.17

­

0095 0096

5-01-572

86. 100.

.04+ .04+

-

-

1.42+ 1.65+

.18+ .21+

.56+
.31+ .65+ .36

0097 0098

Tepung daging buah kelapa, ekstraksi
solvent, dikeringkan, dlgiling 5-01-573 Coconut, meats, meal solvent extracted

86.
100.

.04+ .04+

.03+ 1.41+ .03+ 1.63+

.16+ .19+

.57+ .66+

.32+

.37+

CYNODON DACTYLON.
Rumput gigirinting, Bermuda, bagian
aerial, tumbuh 43 sampal 56 har,
segar
0099 Bermudagrass, fresh, 43 to 56 days' 0100 growth
Rumput gigirinting, Bermuda, bagian
aerial, tumbuh 57 sampai 70 hart,
segar
Bermudagrass, fresh, 57 to 70 days' growth
Rumput gigirinting, Bermuda, bagian

2-09-549

31. 100 .

­

-

.

..

.10 .32

.08 .26

­ -.

0101 0102

2-13-958

31.
100.

-

-

.11 .35

.8

­

.26 .07

-

0103
0104

aerial, dewasa, segar
Bermudagrass, fresh, mature

2-00-711

35.
100.

-

..-

'.5
1.57

.14+

-

.40+ ,.20,

­ -

CYNODON PLECTOSTACHYUS.
Rumput bintang Afrika, bagian aerial,
tumbuh 15 sampai 28 har, segar
0105 Stargrass, fresh, 15 to 28 days' 0106 growth

2-11-113

22.
-,100.

-

.03
r
­

.13

.07 .31

.

DESMODIUM INTORTUM. Desmodium daun hijau, bagian aerial, pertumbuhan awal, segar 0107 Tickclover, greenleaf, fresh, 15 to 28 2-21-467 0108 days' growth
Desmodium daun hijau, bagian aerial,
pra-berbunga, segar
Tiokolover, greenleaf, fresh, late
vegetative
Desmodium daun hijau, bagian aerial,
masa bunga, segar

16.

-

.23

.08

100.

1.44

.50

0109 0110 0111

2-13-999

17. 100. 35.

-

-1.27

.21

.09
.55
­

2-14-000

0112

Tickolover, greenleaf, fresh, midbloom

Desmodium daun hijau, bagian aerial,
masa bunga, kering
Tiokclover, greenleaf, hay, sun-cured, mibloom

.02

-.

.29

:.31

.08

100.

.o6

.84

.90

.23

0113 0114

1-12-336

86. 100.

-

-

.

.

.

95* 1.11

-35

.41

­ ­

110

Nomor Antrian

Ko. bait CoEntry bait Number (mg/kg)

Tom. bags Copper (mg/kg)

Meg. nesium Megnesium (%)

Selen. lum Selen- Sang lum Zinc (mg/kg) (mg/kg)

Provlta. min A (Karo. ten) (Carotene) (mg/kg)

Vitamin D2 Vitamin D2 (U/kg)

Vitamin B1 2 Vitamin Biotin B1 2 Biotin (Dg/kg) (mg/kg)

Asam Panto. tenat PantoKoline Niasin thenic Choline Niacin Acid (mg/kg) (mg/kg) (mg/kg)

Ribo. flavin Ribo flavin (mg/kg)

Tia. min Thla­ min (mg/kg)

0089 0090

-

23.00 90.91

.04 .16

-

-

. .

. .

. .

.

0091 0092

-

21.10 22.69

.15 .16

1.80 .. 1.9i4;.4

.
-

.
-

-

.10 .11

3057. 3287.

66. 9;7 71. " , 10.4

-

.9 6.3

.3

.3

0093 0094

-

74.80

.32

-

-

-

-;'
-

86.98

.37

-

7. 8.

-

r

.M

3

.7
.8

0095 0096 0097 0098

.12+20.18+ .14+23.46+ .12+ 8.91+ .14+10.36+

.27+ .31+ .31+ .36+

-

45.58+ 53.00+
-

-

-

-

. . ...

.. .

. .

. .

891.+ 1036.+ 1023.+ 1189.+

23.+ 26.+ 24.+ 28..+

5.9+ 6.8+ 5.9+ 6.9+

2.9+ 3.4+ 3.2+. 3.7+,

.7+ .8+ .6+

.7T+

0099 0100

-

-

-

-

-

0101 0102 0103 01011

-

-

--

.

"

-"

-

"

-

2.16

--­

6.17

0105. 0106

-

- ....

.

-

-

,

-

.

-

-

-

-

_

0107 0108
0109
0110

-

-

_ -

. -

w -

,
-

.
-

_ -

-

-

_

.

.
. . . ..

.

.
.

.

--

. -

-

"

-

-

0111
0112

-

-

-

.10 .29

-

15.00, 113.35

-

-

. -

-

.

..

w .

-

.
-

0113

-

7,1 011411

.17 ­ - 0117 0118 23.13 . pertumbuhan awal. whole or cuttings. whole.96 . 05 -. phorus 1%) Balerang Sul. solubles. 100.80 - 86. Gamal.' - 0137 0138 2-17-493 midbloom Gamal. trIum Sodium (V) Klorin Chlorine 1%) Kallum Potasslum (%) Kalslum Calcium (%) Fosfor Phos.041 .22 . . bagian aerial. 57 to 70 days' growth 2-10-347 31. browse. masa bungs.35.20 ­ - 2. 100.19+ . kering. ­ - 1.i] -. anchovy. . - r - " . 17 . 100.941 . fresh. digling 0133 Fish. 100.90 . bahan-bahan yang larut dar pemasakkan ikan.30 3.61 Tepung. segar Pangolagrass.44.60+ .32 2. midbloom :o27. dikentalkan Fish.63 3. 100.01 .13 - Rumput pangola.33. kering.20 2. condensed 5-01-969 93. 43 to 56 days' 2-09-942 growth Rumput pangola. .65+ 4. Kandunpn Mlneral-Mineral dan Vitamin TrpllihDaIr Bahan-Bahan Makanan Terni di Indonesia (1) Sepertl yang Diberikan dan (2) Atas Dar Bahan Kering Selected Minerals and Vitamin Content of Some Indonesian Feeds. ikan putih. segar 0135 Shad.06 . hay. dimasak.03 .76+ 1. fur (%) DIGITARIA DECUMBENS. .104 . segar 0115 Pangolagrass.06 . fresh. 19' ­ - 0139 0140 1-12-339 86. white.17+ '25..02 ­ . - .67+ 5.. tumbuh 15 sampal 28 hari.11 . Nicaraguan. .34 ­ ­ - GADIDAE (FAMILY)-LOPHIIDAE FAMILY) RAJIDAE (FAMILY) Tepung.Nama Bahan Makanan Internasional Scientific Names International Feed Nam'e Nomor Bahan Makanan Ternak Intemalonal International Feed Number Bohan Kering Dry Matter 1%) Na. 100. 3.68 4. Tepung.26 . 100.48 . sun-cured. .86 . segar Pangolagrass. 51. 5-12-357 0134 hydrolyzed ground GLIRICIDIA SEPIUM.38 ENGRAULIS RINGEN.20 ­ . Nicaraguan. 67. .- - . Nicaraguan. Data expressed (1) As Fed (2)Mositure-Free Nomor Antrian Entry Number Nama-Name Ilmlah Nama. 40. dewasa. kering.51 8... fresh. 100. 5-12-360 0126 hydrolyzed ground FISH.39+ 2. .48 - r *. masa bunga. fresh. tumbuh 57 sampai 70 har.97.31 .06 . browse. '. bagian aerial.. 15 to 28 days' 2-10-092 0116 growth Rumput pangola. 100.30 . bagian aerial. - - - - 1.60 2. campuran. konsentrat protein ikan. - -. 3.38+ 3. dimasak. - - - ..01 .05 ­ - Rumput pangola. 7.21 3. .10 . 86. 86. - 0119 0120 0121 0122 0123 012 Pangolagrass.TABEL 13.91 - 25. Rumput pangola.00 . digsling 0125 Fish.33 .33 . sun-cured. 5-09-334 0128 solvent extracted 0129 0130 0131 0132 Cairan ikan. ikan kecil. early 2-11-66" 0136 vegetative Gamal. - - - . mature 2-05-662 . bagian aerial. whole or cuttings. fresh. mature 1.77 1. .25 -.10 . 2.0 .78.73 J4. bagian aerial.37+ 1. hydrolyzed 86. 100. . keseluruhan atau dipotong. bagian aerial.68 6. - . kering.. protein concentrate oil residue. segar 18.100. bagian aerial. kering Shad. digiling 5-29-071 Fish. I 1. segar Shad. 100-. dewasa. browse. 5.18 - . dimasak. fresh.70 1.00. 100.89 2. kering 1-10-858 Pangolagrass. tumbuh 43 sampai 56 harn. Tepung ikan.. keseluruhan atau dipotong.22+ -- . bagian aerial.71 - . digiling 0127 Fish.

. ." 61.8' 7. 0132 -- . . - - " - - -" " .00 1 .. tenat PantoKollne Niasin thenic .01 44. .... . ..+ 180. 12. - .- - . min Thla..8.0+: _ .. .1 . . - .76 - ." 0137 0138 ' . min A (Keroton) (Carotene) (mg/kg) Vitamin D2 Vitamin D2 (IU/kg) Vitamin B12 Vitamin Biotin B12 Biotin (pg/kg) (mg/kg) Asam Panto.8 . 483. . 1. ..14 01314... - - .05+ . .AO 06450 1.. .­ . - " - - .'+ 6650. . . - 0125 0126 - 9.. - '- . - .+ 351.6 7.143 - - - - - - - - - - - - - - .1+ 10.6+ .51 14. . 12.16 - 914.94 35..50 10.06+ 3. - _ . - .14+ .22 1.06 56. 11.2+ 70.Kobalt CoEntry bait Number (mg/kg) Nomor Antrian Tom. - - - 0121 0122 0123 0124 -- 13.31 5.8 12..2 8. .7+ 214..01 22. . ..1 3.30 11080.. . .7 70. .14+91. 5.07+47. flavin Ribo flavin (mg/kg) Tim. 0133 - - . - 36. 0119 0120 - .20 - .. .1 0127 0128 0129 0130 0131 .09 .. .Song ium Zinc (mg/kg) (mg/kg) Proviug.60 10.1+ 943. . .. .6+ - .90+ . 89.03+ 2.28 3405.79+ ..7 6. - -. - .holine Niacin Acid (mg/kg) (mg/kg) (mg/kg) Ribo.24 . .11 .32' '397. 6521.28 2. min (mg/kg) 0115 0116 - - - - - - - -- 0117 0117 0118 . " . nesium Magnesium (%) Selenlum Selen..92 87.- .11 5608. .14 2. . . ..1 . - - .20 .. ' - . .7+ . - .2 ' 3"7 0135 0136 - - - - . . .65 2. 83. 313 . 14. baga Copper (mg/kg) Mag...11 .. -.

60+ .20 . Data expressed (1)As Fed (2) Mositure-Free Nomor Antrian Entry Number Nama-Nama Ilmlah Nama. segar 2-04-577 Soybean..90 . .25 . 86.07 . pertumbuhan 0141 awal. . ground Tepung biji kedelai.23 ­ Kacang bulu.29+ . hay. perennial. seeds.19+ . 100. Kacang bulu. segar Soybean.30 . .26 .87+ 1. slum cium (%) (%) Fosfor Phosphorus (%) Bale­ rang Sul. 100.33 1.51+ . segar 0159 0160 0161 Soybean. digiling 5-04-604 Soybean. dewasa.18 .24+ 0153 0154 5-30-145 86. .28+ .88 . 39. meal solvent extracted Kedelai.41+ . .00 1. . lemak penuh. dewasa. ground 5-01-608 86.29 ­ - Kacang bulu. - . seeds. fresh. segar Soybean.04 - .25 - 0164 . mature 2-04-568 24. fresh.23 .- - - 1. - . 100.56+ . fresh.14 1. kering 1-04-543 Soybean.31. dewasa.64 :1. fresh. 1.21+ .27 . early vegetative 0143 0144 0145 0146 0147 0148 0149 0150 0151 0152 Kedelai.89 . 99 1-26-170 to 112 days' growth 86. perennial.47+ ­ - - - GLYCINE WIGHTII. Kallum slum Potas.09 . 57 to 70 2-11-567 25. 21. ­ 0162 0163 Soybean. bagian aerial.22+ . fur (%) GLYCINE MAX. ekstraksi mekanis.32 1. perennial. Tepung biji kapas. midbloom Kedelai. - ­ ­ ­ - . 28 100. -33+ . mechanical e tracted 5-11-589 caked 86.70+ .07 ­ .09 '119 .40 .19+ 2-04-571 2. ekstraksi solvent.16+ . mature Tepung biji kedelai.57 .24+ .58+ . - - - . 100. fresh.98 ~114 . batang tanpa daun. bagian aerial.31 .28+ Kedelai. sun-cured. cetakan minyak.28 .48. days' growth penuh. seeds. segar 0142 Soybean. bagian aerial.84+ .07. Kedelai. 100.21 84 .45 . .05+ . bagian aerial.50 . stems.44 .22+ . lemak penuh.46 1. digiling Cotton. masa bunga 2-13-521 . .TABEL 13.27 . sun-cured. bagian aerial.10+ . fresh 86.25+ .13 '15 . segar Soybean.25 . late bloom 2-1-422 100. mechanical extracted caked - 1. hay. seeds. kering.04+ 2.07 . cetakan minyak. fresh. bagian aerial.00 1.89+ .41 . bagian aerial.26 . dikeringkan.06+ 2.94 . segar Soybean. masa bunga.16 5-04-596 .Cal.29 - 1. kering 0165 0166 Soybean. akhir masa bunga..20+ .46 . 100. digiling Soybean. 100.34+ . 100.09 . 100.81 . . 86.63 1. ekstraksi mekanis.64 .66+ . cetakan minyak. digiling 0168 Cotton.03 .37.24 .58 . Kandunan Minqral.21 .66 - ­ - 0155 0156 0157 0158 Tepung biji kedelai.03+ 1. 100. akhir masa bunga. 100.83+ .13 1. full bloom Kaeang bulu.05+ . segar fresh.-08-564 . - - . .16 .38+ . 27.03+ 1. 100.06 . seeds.Nama Bahan Makanan Internesional Scientific Names International Feed Name Nomcr Bahan Makenan Ternak Internasional International Feed Number Bahan Kering Dry Matter (%) Natrium Sodium % Klorin Chlorine (%) ((al. pra-berbunga. bagian aerial. dikeringkan.23 ­ - 2-04-569 - . 0167 kering.Mineral dan Vitamin Tarpiilih Dan Bahan-Bahan Makanan Tnak di Indonesia (1) Seperti yang Dibarikan dan (2) Atas Dasar Bahan Kering Selected Minerals and Vitamin Content of Some Indonesian Feeds. late bloom Kedelai. 100. bagian aerial. bagian aerial. 19. perennial.. dikeringkan. akhir masa bunga.03+ 1. digiling Soybean. .11 GOSSYPIUM SPP.26+ 0169 0170 Tepung biji kapas. 26.

2+ ..8+ 3.32 - .15+ . . 5.. min Thia­ min (mg/kg) 0141 0142 0143 0144 0145 0146 0147 014R 0149 0150 0151 0152 - 2. . - " - - " - ". ..33 84. .7 14. 25.51+63.86+ .46 20.93 . - . ..4. ­ ..43 2570. . -.2 3. -- -.12 .44 54.26+ .11 - 6.4+ - .10+23. - . 2988.9 5. - - - .70 8.24 - 9...37 . .2+ - ..30+ . .95 - - - ..20 9.+ 14. 12. 32.41 .7.79+ . - . - 0164 0165 0166 - - - - - - -- - - - -- - - - - - -.7+ 18. .1 0155 0156 0157 0158 .80 .81+ .46 111.3+ 7.00 .35 . .+ .30 .31+ 2507. .72+ - - .4+ 6..12 63. 29. nesium lum Meg.- - . - .21 .72 - - .8 ... .16+ ..75+ 17.09 . .00 . - . .60 . - 27+ 2317.+ 24. Selen.2+ - - 0159 0160 0161 0162 0163 --. . Vitamin tenet B12 Panto.54 - - 72..32+ 2695.28 18.23+ .Nomor Antrian Kobait Co..3+ 0153 0154 - 17.2+ 2. . ..11.. .. - 0169 0170 - 16.01+ - . '38.5 4. ..5+ 2. - . 3019.. Entry bait Number (mg/kg) Tern.2+ 5. - - - - - 14. flavin Ribo flavin (mg/kg) Tia.70 . .10 54. .+ 15..09+19.5 :. bega Copper (mg/kg) MagSalen.. -.+ 31.46 . .4+ 7.. Sang nesium um Zinc 1%) (mg/kg) (mg/kg) Provitamin A (Karoten) (Caro. 12.6. .. Vitamin Blotin Koline Nlasin thenic 612 Blotin Choline Niacin Acid (pg/kg) (mg/kg) (mg/kg) ing/kg) (mg/kg) Ribo.8 3.7+ 17.9+ 6. - . --.27+ .36+ 2915. tene) (mg/kg) Vitamin D2 Vitamin D2 (IU/kg) Asam Panto.+ 21. .7 115 . .3 3.1+ 2.79+ - . - 0167 0168 - 46.41 2596. . 7.35 - - . -- .51 .+ 27. .3 14.+ .19+ .44+54.

71 . fresh.71+ . 1. . ekstraksi mekanis.'1. -. 141. segar Cassava.09 - 1.15.02 1.. 100.TABEL 13. tubers.09 - 0187 0188 campur. digiling Sunflower. fresh Ketela rambat.06+ 1. fresh. . bagian aerial.99 1. fresh 4-04-788 31. 1.- .07- .01+ ..Potasrine slum %) (%) Kalslum Calcium (%) Fosfor Phosphorus ( Bale.01+ 0189 0190 4-39-997 27.60 206 2100. ..09 -" HELIANTHUS SPP. Rumput jaragua.36 ­ 0179 0180 5-30-031' 86. - - 2 . Tepung biji bunga matahari.50 .10+ .05+ . cetakan minyak. Kaedungan Mineral-Mineral dan Vitamin Terpillih Dad Bahan-Bahan Makanan Ternak di Indonesia (1) Separti yang Diberikan dan (2) Atas Dater Bahan Kering Selected Minerals and Vitamin Content of Some Indonesian Feeds. . 86. kering. :100.80 2. dengan kulit biji.02+ .. digiling Sunflower..17 . dengan kulit biji.13 ­ ­ 116 . kulit umbi.11 . ekstraksi solvent.83 HYPARRHENIA RUFA..20 1. keseluruhan umbi.40 .05 1. bagian aerial. kuning. segar 2-29-311 0185 Satintail. -- - .014 1.29 1. hay.15+ .02 0195 019f 1-11-911 '23. seeds.417 . digiling Sunflower. rang Sulfur (%) M) GOSSYPIUM SPP. 03 . dium 1 1%) Klorin Kallum Chlo. dewasa.. hay.10 - ­ - . tanpa kulit biji. meal solvent extracted 86. -- " . dikeringkan. 100. 100. mature 49.Free Nomor Antrian Entry Number Nama. seeds Tepung biji bunga matahari. 100. ekstraksi solvent.Nama Iimlah Nama-Nama Bahan Makanan Internasional Scientific Names International Feed Name (Cont.05 - 1. lemak penuh. segar Sweetpotato.09 - -1. sun-cured 1-20-735 0191 0192 ground Lamtoro. 23. browse. bagian aerial. dewasa. - 1. segar Sweetpotato.51 . ' . 15 to 28 0186 days' growth IPOMOEA BATATAS.33 . segar Leadtree. <- . 100.-: " -:.55 . tubers.9. 2-02-493 dough stage MANIHOT SPP. meal solvent extracted 5-08-530 86.24+1 . Ketela pohon.29 . ekstraksi solvent. dengan kulit biji. . 100.13+ . yellow. . fresh 86. dikeringkan.50 2. kering Leadtree. 100. meal mechanical extracted Tepung biji bunga matahari.04 . biji sangat muda.21+ - 0193 019 . mature 0182 Rumput jaragua.. sun-cured. - - .10 . seeds without hulls. . bagian aerial. meal solvent extracted Tepung biji bunga matahari. digiling 0173 0174 Sunflower. 100. mixed. 100.03 .) Nomor Bahan Makenan Ternak Internasional International Feed Number Bahan Kering Dry Matter (%) Natrium So. - . cogon. giling.54 .18+ . .30 .03+' . .02+ . '. 2-10-214 segar 0181 Jaragua.21 ­ 0177 0178 5-30-032 86. seeds..61+ . - . dikeringkan. tumbuh 15 sampai 28 hari.05+ . Data expressed (1) As Fed (2) Mositure.19 . 1-12-322 kering Jaragua.- 0183 0184 - - - ­ - 7 - IMPERATA CYLINDRICA. whitepopinac.80 2. 5-11-590 digiling Cotton. seeds.94 1. daun dan batang.13 .95 1.27+ . peelings. bagian aerial.16 . Lamtoro.42 1.22 . keseluruhan umbi. 100.47 . tepung. .11 " 10 .35 .31+. whitepopinac.59 - 0175 0176 5-27-477 " 86.38 1. Ketela rambat. fresh. dikeringkan. daun dan batang.38 - LEUCAENA GLAUCA. 100.01 . Alang-alang.02 . - - . 0171 0172 Tepung biji kapas.

8 23.19 11.2 4. 20...74 .4 40. .12 ..69 - " " 3698 4 300.3 1.3 19.0 0177 0178 3.05 3. . .. 38. 3146. - 3190. .2+ - - - - 6.5+ .67 20. 0187 0188 0189 0190 - 1.0 0181 0182 0183 0184 - - 2. 3709.0 2. 10.99 ..80 5. (KaroAntrian bait baga nesium lur ten) Co.8 23. r­ 0193 0194 0195 0196 - " - . .8 23.1 11.77 - - - . min Thiamin (mg/kg) 0171 0172 - 17. 3.57 - - - .02 - - 132. .. .69 ! - " --- - 98.52 .0 26.4 3. .20 .. .. .10 3.0+ 3.10 3.+ 6..99 - . 117 . . CopMag.77 .8 4... . 44.8 3. min A Nomor KoTam.49 .16+ . . MagSolen. ­ 0185 0186 -- - . .47 - 2706.8 3.Song (CaroEntry bait per nesium ium Zinc tene) Number (mg/kg) (mg/kg) (%) (mg/kg) (mg/kg) (mg/kg) Vitamin D2 Vitamin D2 (itl/kg) Asam PantoVitamin tenat B12 PantoVitamin Biotin Koline Niasin thenic B12 Biotin Choline Niacin Acid (pg/kg) (mg/kg) (mg/kg) (mg/kg) (mg/kg) Riboflavin Ribo flavin (mg/kg) Tia. - - - . " . .40 .08 ..00 " " 2..27+ 4.. .4+ .Provita. 2.1 ..61 .8 6.16+ 2. - . - - ... Selen.5 0173 0174 --.0 0191 0192 .+ .4+ - . . :2.04 67. 314.0 0179 0180 - 3. . -" .. - ....00 00.61 .. 1006. - . - .114 ­ - .61 '59 .11 40.40 8. ­ . 22. 865.9 19.. . .0+ 431.61 .05 78.0+ 3.3 19.55 ..59 . . . .0+ - 1. . 34.05+ . " . ...5+ 0175 0176 3. " .10 3..4 7.. .8 3...7 3.0 2. .6+ 2. 2. 23.. .

31+ .12 - 4-26-154 24. Kelapa sawit. Pisang. 100.53 .24 . 86. bagian aerial.74 . kering Cassava. 86.61 . dedak halus padi. trIum Sodium (%) KalKlorin Kallum slum Chlo. . tanpa kulit.15+ - 0199 0200 4-11-900 30. - .1 .04 . tanpa kulit.09 .1. Rumput jukut caladi. fresh.12 . Pistng.60 1. Padi.51 1. buah.30 1. rine slum cium (%) (1%) () Fosfor Phos.64+ 5.) Nomor Bahan Makanan Ternak Intemasional International Feed Number Bahan Kering Dry Matter %) Na.21 . fruit without peelings. 100. segar 0201 Molassesgrass. common. fresh. 4-03-939 118 P6. - .. mengandung kulit biji. - - . keseluruhan akar. peelings.11 .54 2-10-727 33. fresh.05+­ .33 1.36+ . 100.01+ . kampung. 100. 0211 segar 0212 Banana. fresh Ketela pohon. 100.57 . Potas.07 - 1. 0197 0198 Ketela pohon.20 - . segar Cassava. fresh MUSA SPP.l11 . 100. 23 to 27% fiber Padi. - 69 " 0207 0208 Rumput jukut caladi.11 . - - . 15 to 28 days' 0202 growth Rumput jukut caladi. dedak halus padi.18 .­ 08 .20 .86 0221 0222 0223 0224 4-12-351. 0217 kadar serat kasar 9-13% 0218 Rice. masak.09+ 1.10 . 57 to 70 days' growth 2-09-515 19. buah. palma. bran.16 ­ -. tubers. segar 0205 0206 Molassesgrass. bagian aerial. 100.80 2. mechanical 0214 extracted caked Kelapa sawit.74+ . 100.05+ .72+ .23 . buah. . bagian aerial.06 .52 - - 5-11-966 86. ekstraksi solven Palm. no.63 .02 .36 . gabah.26+ .50 1.08+ . keseluruhan akar. meats. 100.69 . kampung. Kendungan Mineral-Mineral dan Vitamin Terpillih Dari Bahan-Bahan Makanen Ternak di Indonesia (1) Seperti yang Diberikan dan (2) Atas Dater 0ahan Kering Selected Minerals and Vitamin Content of Some Indonesian Feeds. cohune.28 .05 . meats.12 .53 .03 . .17 .15+ . biji dan kulit biji Rice.57 - 0203 0204 2-09-525 22.35+ . bran.10 .01'.23 1. tumbuh 43 sampai 56 har. dengan 4-01-150 kulit.4+ . grain V. tumbuh 57 sampai 70 hart. dewasa.10 1. .24 .06+ .13 .TABEL 13. cohune.07 - .37 1. .Cal. - Padi. more than 12% fiber Padi. bagian aerial. batang. 1. mature 2-03-129 36.20 - MUSA PARADISIACA SAPIENTUM. fur %) MANIHOT SPP. kadar serat kasar 15-20% 4-26-201 Rice. phorus (1%) Belerang Sul.62 - 0215 0216 5-11-965 86. 100. kadar serat kasar 23-27% Rice. meal solvent extracted 13.0. - .01+ . - .PO . bagian aerial. - - .21. segar 4-00-487 0210 Banana. 100.09 . ekstraksi mekanis 0213 Palm.28 ­ .08+ . 100.35+ 1.07+ . palma.20 . tumbuh 15 sampai 28 hart. kulit buah yang 0209 masak.05+ . fresh 35. Data expressed (1) As Fed (2) Moslture-Free Nomor Antrian Entry Number Nama-Nama Ilmiah Nama-Nama Bahan Makanan International Scientific Names International Feed Name (Cont. bran.17 . 43 to 56 days' growth Rumput jukut caladi.00 1. fresh. dedak halus padi pabrik. 6-12% fiber 0219 0220 4-26-378 86. 100.73 . segar Molassesgrass.44 . fresh ORBIGNIYA COHUNE.30+.17 - MELINIS MINUTIFLORA. .51 ­ ORYZA SATIVA.71 .23. ..55 1.07 . segar Molassesgrass. 100. tubers without peelings.05+ .

20 1 7 -.. .34 . . - 9 0213 0214 - 1.--- 30.05 .. 998. 5. .' -. lum Zinc tene) (mg/kg) (mg/kg) (mg/kg) Vitamin D2 Vitamin D2 (IU/kg) Vitamin B1 2 Vitamin Biotin B12 Biotin (pg/kg) (mg/kg) Asam Pantotenat Panto.+ ..0 0211 0212 - .. .8+ 3. 0215 0216 - . . 430.500: 30. - 25. - . .29 . . .05 - 27. .- 2I5 .90 1.- - -­ -.02 - .36 . 0201 0202 - - - " .5 29.15+ - - . min A Selen. - .110 1 l4b67 .'20 59.7 ' -.0 1.. '­ 0209 0210 - .60+ - 10 - - ...11 .05+ 3.1+ 1..9 11.4 1.12 - 1100. 35.13 . .90 1.13+ .98 1I. 269. ..2+ ..12 . .90 1 .7 - . Kollne Niasin thenic Choline Niacin Acid (mg/kg) (mg/kg) (mg/kg) Riboflavin Ribo flavin (mg/kg) Tlamin Thlamin (mg/kg) 0197 0198 - -. 2.28+ 16.5+ 9. .." --- -. ium ten) Selen. 17.21.05 ..­ - - - -..­ .61 .0 16.+ 38.23+ - 7.7. . . - .3 . 1 .44. 119 .0 .03+ . 313. 1279. " .­ - .5031.12 - - - - 51. nesium (%) Provita.30 .10 -. -- - - 5.08+ 956.10 .­ .5 2. . - 2.35 -. .3+ 9.50 13. - 0203 0204 9 .' 1160.3 2. * --.7 -60.6 3.30 14.. - - 0221 0222 0223 0224 - 11. 21.07. .00 .Nomor Antrian Kobait CoEntry bait Number (mg/kg) Tem. baga Copper (mg/kg) Magneslum Mag. - - - ... 21 1 .09+ 1111...70 13.04+ 3. (Karo..­ 0217 0218 0219 0220 - 11. ' - ..49+ .37 12.- ..00+.07 4. " - -' - - 0205 0206 0207 0208 --. -29 16 33 - .3.7 45. .0 8..Sang (Caro.9+ 2.31 . 0199 0200 - 3.05 - .10 . .33 1.

41 to 56 days' 2-09-910 growth Rumput benggala.36 - 0243 0244 digiling Shrimp. growth 15 to 28 days' 2-10-189 16. . .09 . keseluruhan udang.25+ - PENNISETUM PURPUREUH.04+ . Rumput kikuyu. Kikuyugrass. 0225 0226 0227 0228 0229 0230 0231 0232 Padi. kering Rice.07+ . hulls Padi.54+ . fresh. ber Nomor Bahan Makanen Ternak Internasional International Feed Number Bahan Kering Dry Matter 1%) Natrium Sodum Kforin Chlo.01 - - .26 . groats.77 ­ - Udang. segar Napiergrass.-. 15 to 28 days' 2-09-412 0252 growth 16. tumbuh 43 sampai 56 har.) 4-03-942 86. - -.00 .11 .25 - 0237 0238 27.14 . 100. beras.19+ 4-03-932 1-08-075 ..09+ . "" - - 100..51 . rang Sul- fur 1%) ORYZA SATIVA... Rumput gajah.51 .13" PENNISETUM CLANDESTINUM. - . bagian aerial.12+ .10+ *12+ Nomor Antrian Entry Num.02 . bagian aerial. polished broken Padi.07 . - - . bagian aerial.09+ . bagian aerial. fresh.52 8.30 .03+ . bagian aerial. polishings . 10o.67 ".08 .64 2.27+ .35 .14 . . 10+ 0250 100.16+ . Kandungan Mineral-Mineral dan Vitamin Terpillih Dan Bahan.16 . polished Padi.15 .. 86.. - - . segar 2-02-32 26.11+ .12 .. 57 to 70 days' 2-09-659 growth 20.15+ .52 . carapaces 5-25-528 86. 86.06 ­ . bagian aerial. . -" - .10+ 4-03-943 . 0239 dewasa. 100.30+ . bekatul padi Rice. . ':::.' - .48+ PANICUM MAXIMUM. 100. beras sosohan Rice. - . dewasa. mature 2-05660.11 42.03+ . kering Guineagrass. .02 .37'- Rumput segar kikuyu..08+ .04 26 100. 100 -. - .06 .04+ . segar 0233 Guineagrass. 100.10+ . segar Guineagrass.27+ . fresh.97 . rine (%) M Kalium Potassium 1%) Kelslum Calcium (%) Fosfor Phosphorus (%) Bele.. - - - -. 120-811 100.97 1. fresh. segar 0251 Napiergrass. biji tanpa kulit.06 . 100. segar Guineagrass.02+ . fresh.08+ '31+ ­ 0240 0241 0242 Guineagrass.3. - - 7..09+ 1.-. .26 . kulit biji.04+ .40 1.31 . 15 to 28 days' 2-09-995 0234 growth Rumput benggala.13+ .02+ .12+ "-. tumbuh 57 sampai 70 har. bagian aerial.09 . dewasa. whole.20 1. segar 0247 0248 0249 Kikuyugrass. beras. 0245 0246 digiling Shrimp.13 .07 .34 ­ - 0235 0236 24. 86.08+ .06 . 13 to 56 days' 2-10-076 growth vin 18.22 - 86. 86.22 . groats. tumbuh 15 sampai 28 harn. .10 . Rumput benggala.01.TABEL 13. . dehydrated . tumbuh 15 sampal 28 hari.. kering.23 . tumbuh 15 sampai 28 hart.05: 1. . - Rumput benggala. fresh. pecahan biji hasil penggilingan. bagian aerial. mature Rumput benggala. - " - . 100.38+ .10 - .08 - . hay. sun-cured.12+ .13+ .08 . fresh.34 ..11+ .11+ .+ : . tumbuh 43 sampai 56 har. mature PENAEUS SPP. 2. Kepala udang dan kulit.10+ i12+ .08+ . bagian aerial. 100.Bahan Mskanan Ternak di Indonesia (1) Seperti yang Diberikan dan (2) Ates Daar Bahan Kering Selected Minerals and Vitamin Content of Some Indonesian Feeds. 0. .70 . kering.09+_1 .03+ . 100. tanpa kulit biji Rice.09 . .05+ . .02+ . .04+ 1. 5-25-525.38 - 0253 0254 Rumput gajah. 100. Dole expressed (1)As Fed (2) Mositure-Free Nama-Nama Ilmiah Nama-Nama Bahan Makanan Internasional Scientific Ncmes Internatioval Feed Name (Cont.61 . fresh. - " .05+ 1.

8 4.. .67+ 24.14+ . - 0235 0236 - - .. - - - - " - 0241 0242 - - - - - -.+ 17.4 " - 0246­ 0247 02148 .59+ 1190. - 0243 0244 52..85 - 28. .10 - - -.5+ .. bait CoEntry bait Number (mg/kg) Tern.Nomor Antrian Ko.02 .30 - -_ - - . -- - 991.19+ - .+ .11 .121 ..7+ 0227 0228 0229 - - . ..6+ 44..02+ ...13 .+ - 26.+ 3. 3.06+ . nesium Magnesium (%) Provita.68+ 1383..93+ 2. . - .- -...10 . .6+ ..1+. . (Karoium ten) Selen. 6444.+ 1018.16+ 3. " " - 19. - " - " - - .12 .6+ . - - " "- - .7+ 7...+ " .+ 3.84+ 3.2+ . min Thia­ min (mg/kg) 0225 0226 - 2. min A Selen. .4+ 3..+ 8.. baga Copper (mg/kg) Meg.".10 . . .87+ 0230 0231 0232 - - .6+ 2'... . 1. - -..05+.5+ 1.37 - - -.+ 3.+ 482. - .75+ ..31+19..+ 22.+ 26. - 0237 0238 0239 0240 - -- . . "" . - .61 - 2.13 4..04 .5+ . ..27+16.12 -.83 17. .+ 15..1+ 51.6+ 1.7+ 2.01 .-.0+ 2. _. " - _ - - .114 .00 6.4+ 0233 0234 - - . tenet PantoKoline Niasin thenic Choline Niacin Acid (mg/kg) (mg/kg) (mg/kg) Ribo. .4+ . .10 - - - .10 26..36 - - - -­ -- 02149 0250 - - - - .4+ 3. 31.90.9+ .00 19.25+ - - - - P75. .43 - - - - 852..- - 0254 - - - . .02+ - 1. - -.- - - - - 1 • - .0+ 22.31+ .Seng (CaroZinc ium tene) (mg/kg) (mg/kg) (mg/kg) Vitamin D2 Vitamin D2 (IU/kg) Vitamin 612 Vitamin Biotin B12 Biotin (tg/kg) (mg/kg) Asam Panto. flavin Ribo flavin (mg/kg) Tia..2+ . .61 - - - - 552 512 -. .15 . ..4+.. 0253 - - - . 0251 0252 - 3. 1.+ 560.

alat-alat dalam dan jaringan pengikatnya.23 100 . mung. 10: . bagian 2-10-42R .17 .15 .17 . fresh.. kudzu tropik. 100. daun. seeds POULTRY. 100. kudzu tropik..51 . Tepung biji kacang kara.05 .19 .89+ ­ - - ­ 0269 0270 Tepung. lemak penuh.02 12.25+ .­ 2-11-980 '26. . viscera with feet with heads 5-14-508: with feathers.00 . thunberg. dewasa.01+. bagian aerial. rang Sul- fur (%) PENNISETUM 0255 0256 Rumput g~.04 ­ . kering..28+ .68+ 22. dewasa.81 ­ ­ 0271 0272 0273 0274 Kudzu. 0261 dikeringkan. segar Kudzu. ­ K 0279 0280 2-11-974 - - .28+ . - .07 1. hay. PUERARIA THUNBERGIANA.06+ 1. 100.76 3. Tepung butJ kacang kapri.28 - . bagian aerial.21 1. dihidrolisa.06 .05+ .30 1.02 . digiling Poultry. 1. 57 to 70 days' 2-10-255 growth Rumput gajah. - . tropical. hatchery by-product.34 . digiling 0265 Poultry.38+ .12 . batang.13+' . fresh 2-25-691 20.. . segar 0281 Kudzu.99+ 1.31 . bagian aerial. 100: - - - . mature Kacang ruji. midbloom Kacang ruji. tumbuh 57 sampal 70 hart.18 -. " -.. . .81 .22 . 100.) Nomor Bahan Makanan Ternak Internasional International Feed Number Bahan Kering Dry Matter (%) Natrium Sodium (%) Klorin Chlorine (%) Kallum Potassium (%) Kal. todi.28. bagian aerial. tropical. - .-. kudzu tropik. dewasa. fresh. . 0259 0260 Rumput gajah.04+ . masa bunga. . Kudzu. Data expressed (1) As Fed (2) Mositure-Free Nomor Antrian Entry Numher Nama-Nama Ilmiah NamaNamo Bahan Makanan Internasional Srieniific Names International Feed Name PURPUREUM.23. kering. sun-cured. fresh. kudzu.76+ . 100. 1nn.47+: . bulu. mature - 7 - 0277 0278 Kacang ruji. tropical. Tepung.82 .29 - . - - 19.44+-- 5-03-795 91. Kandungan Mineral-Mineral dan Vitamin Torpillih Da Bahan-Bahan Makenan Ternak dl Indonesia (1) Sepertl yang Diberikan dan (2) Atas Detar Bahan Kering Selected Minerals and Vitamin Content of Some Indonesian Feeds.15.08 . segar 2-11-978 - 06 .ak. - .65+1. bagian aerial. 2-03-167 21.31 ­ . segar 86. digiling Poultry. 0263 dtkeringkan. sisa penetasan unggas. Kacang ruji. hydrolyzed 0266 dehydrated ground Tepung.58 2.13 . tropical.56: 1.28 1.29 - 0257 0258 17.25 ­ PHASEOLUZ AUREUS. digiling 5-08-185 0262 Bean. . bulu.i:h. 100. 122 23 .06 .97 .61+ 0267 0268 5-03-796 86. 01+ .69+ . fresh 1-12-1U1 86. - - .17 . fresh dewasa. 100. digiling 5-03-600 0264 Pea.. segar Napiergrass. segar Napiergrass. lemak penuh. pertumbuhan awal. early vegetative Kacang ruji.40 ­ - 86. bagian aerial. kering Kudzu. .' 10031. Bitok.TABEL 13.53 .. slum Calcium (%) Fosfor Phosphorus (%) Bele. leaves.63 .09 -' ' - .09 . bagian aerial. kudzu tropik. pertumbuhan awal. hydrolyzed PUERARIA PHASEOLOIDES. 100..05+. tropical. stems. feathers.15+ .28+ .02 '. early 0282 vegetative 2-12-346 23. meal 86.45 . - - 2.31+ . segar Kudzu. segar Napiergrass.' 100.11 . - 100.03 .19 . kudzu tropik.30+ . (Cont. bagian aerial. ­ -- - - . fresh. dengan kepala.70 0275 0276 aerial.71+ 1. daun. fresh. seeds PISUM SPP. leaves. dima.

.02. 6373.00+ .8+ 89. - - - 5481. lur Zinc tene) (mg/kg) (mg/kg) (mg/kg) Vitamin D2 Vitamin D2 (IU/kg) Vitamin 812 Vitamin Biotin B12 Biotin (pg/kg) (mg/kg) Asam Panto- tenat Panto. - ­ .1 9. .35+ .39 . - - 13. ' - - - - - ­ ­ 0281-:-0282 - - - - .11 - -- - - - -.. . - - .99+ - . - -- -27.." . . .. ­ ­ - 0261 0262 - " - - - . . 123 .+ 962.. 0265 0266 0267 .4+ .3 0263 026- - - . 0277 0278 - ­ . ium ten) Selen.1+r . - -. - 2.+ 23. -+.+ - - 23...66 ..Nomor Antrian Kobait CoEntry bait Number (mg/kg) Ternbaga Copper (mg/kg) Magnesium Mag.60 -.. nesium (%) Provitamin A Selen(Karo.. - - .9+ 2. 1:l' 10. - . .­ " ­ 0279 0280 - .2. min Thiamin (mg/kg) 0255 0256 0257 0258 0259 0260 - - - .04+ .+ 662. .05+ 6.1+ 0268 - - - - - - - - ­ 0269 -:.06 ..1+ - 28. 19.0+ 1 . .+ 1ti.97+ .09 .6+ . . . 4+.82+67. flavin Ribo flavin (mg/kg) Tia.Sang (Caro... Koline Niasin thenic Choline Niacin Acid (mg/kg) (mg/kg) (mg/kg) Ribo.9+ 9.0+.. . .30 56.04+ 6.05+ 879.20+ . . ..+ - 32. . ­ 0274 -. . .31+ -m--' - - 81.90+74.1+ ­ .7+ .+ 21. 5. 0270 029 - - - - - - " .- -. . 2.84 " - - - ­ - - . - ..84+ . ­ .7+ 1.2.7+ .. .12+ .1 ....38+ .. . + 36. - - - ­ 0275 0276 -.1+ 21..22+ - ..4 7.00+ 5b9. 37 43..33 "-­ . .'7 ­ ­ 0271 0272 0273 - 41.43+ 3.29 .06+ - ­ - ­ .+ 31. .41 11. - - .0+ .28 1.+ 8.

.- SETARIA SPHACELATA.84 1. rumput timoti-emas. .60 . fresh. musin kering. fresh. fresh.. 43 to 56 2-12-017 days' growth (wet season) 17.0 3. segar Millet. fresh.89 1. Nomor Kandunpn Mineral-Mineral dan Vitamin Terpillih Dan Bahan-Bahan Maanan Ternak di Indonesia (1) Sepertl yang Diberikan dan (2) Atas Dasar Bahan Kefing Selected Minerals and Vitamin Content of Some Indonesian FeedL Data expressed (1)As Fed (2) Mositure-Free Antiran Entry Number Nama-Nama Ilmlah Name-Name Bahan Makanan Internaslonal Scientific Names International Feed Name Nomor Bahan Makanan Ternak Intemaslonal International Feed Number Bahan Kering Dry Matter (M Na. ­ 100. days' growth (dry season) 15 to 28 2-39-998 .. bagian aerial.48 . 5-12-356 0286 hydrolyzed ground SESBANIA CRANDIFLORA.03.09 .-. segar Wistariatree. 100. . segar Wistariatree. musim basah. 0295 0296 17. Turi. bagian aerial. sium () Kal. 100. 100. segar 0301 Millet. fresh.. segar Wistariatree.67 - .129 . golden. -- 100.­ 1. 29 to 42 2-39-999 days' growth (dry season) Furl. - . 15 to 28 2-12-015 0288 days' growth (wet season) 90.09 .- - - - 1. daun dan batang. segar Wistariatree..11 . tumbuh 8 minggu.09 - . . 17 08 .. hay. fur (M) 0283 0284 SACCHARUM OFFICINARUM.07 .12 . - . ­ - . Rumput setari." "21 -'K'' OE.. 100.50' 130 - 3. segar 0287 Wistariatree. bagian aerial. tumbuh 8 minggu." 100. digiling 0285 Fish. Tebu..41 0293 0294 Turi.. tumbuh 6 minggu.41 . 57 to 70 days' growth 2-13-8U3 25. - .12 SCIAENOPS OCELLATA. 100. molasses 4-13-251 77.22 . segar Wistariatree."53 0297 0298 Turi. ­ . Tepung. musim basah. - - . - . scarlet. - -K - - - . bagian aerial.27.99.TABEL 13. 0303 0304 Rumput setari. 1.37 . fresh.80 . scarlet.09 r 68.43 - 0289 0290 Turi. . golden. musim basah. tumbuh 15 sampai 28 hart. . rus ( ) Belerang Sul. trium Sodium (%) Klorin Chlorine %) Kellum Potes. tumbuh 4 minggu. dimasak. -. scarlet. musin kering. - - . 29 to 42 2-12-016 days' growth (wet season) 17. - - . 16. 15 to 28 days' 0302 growth 2-11-530 16. bagian aerial. kering Wistariatree. "" 1.20 .10 50 0305 0306 Rumput setari..15 - 2.43 0291 0292 Turi. tumbuh 4 minggu.19 - 3. pho.07 . . 100. rumput timoti-emas.60 .20. keseluruhan atau dipotong. bagian aerial. ikan merah. 1:26 0299 0300 Turi. giling. 100.- . fresh. musin kering.60' .16 .07 . bagian aerial. bagian aerial. scarlet..Al 16.36 '. bagian aerial.. tumbuh 57 sampai 70 hart.23 1. fresh..48 124 . tumbuh 6 minggu. . golden. . tetes. redfish. tumbuh 43 sampai 56 har. 43 to 56 2-40-00O days' growth (dry season) 17. scarlet. 100. rumput timoti-emas.40 . fresh. whole or cuttings. scarle .81 . scarlet. bagian aerial. slum Calcium (%) Fosfor Phos. segar Millet.' . 7. kering. 100. sun-cured 1-12-348 ground 86. - . 43 to 56 days' growth 2-11-281 20. melase Sugarcane...

36 . 4O. . - -. . .-.1 3. . 0291 0292 0293 0294 - - - - - - - - - -.. - -­ - -" - - 0299 0300 - - .jmin D2 (IU/kg) Vitamin 012 Vitamin Biotin B12 Slotin (g/kg) (mg/kg) Asam Panto- tenat PantoKollne Niasin thenic Choline Niacin Acid (mg/kg) (mg/kg) (mg/kg) Rlbo.4 1. - .95 843.3 0285 0286 - 7. -. -" " - . - - - - " - - ..1 1.5 2.Selen. " - . 35. Me. - . -" 125 .0 1. min Thla.-. .. 45.9 1. 1628. -. " 7 " . min A (Karo.00 80. . ..73 . .8 3.31 ..8 3.20 - 1. .10 .44 . . .Nomor Antrian Entry Number Provita.33 - . " " ' . - - - - - - . - 0289 0290 -- - .­ 0297 0298 .0 3. - - - - - - . . Ko. ten) bait baga WAlum lum (CaroagSelen. -- - - - . min (mg/kg) 0283 0284 - 62.60 8. - - .. ..09 1465. - - 0295 0296 --- . .08 ... - . -. flavin Ribo flavin (mg/kg) Tia. Conisium ium Zinc tene) bait per (mg/kg) (mg/kg) (mg/kg) (mg/kg) (mg/kg) 1%) Vitamin D2 V!. - -. .2 0287 0288 - . - - - " - 0301 0302 --- 0303 0304! - - - - - - - - --- - - - 0305 0306 - - - . - - -. 31..47 - - . 28.11 1. " : - ' : - -- . 2.. . . 1092. Tem.0 51.Sang Cop.

segar Stylo.25+ 0327 0328 0329 0330 4-05-201 -26-433i! 86. ground 5-02-023 6. .05 . Kacang panjang. 100.. sun-cured. bagian aerial. 100. 86. bagian aerial. fresh. '.13+ 1. 0326 Whet. hay.05 ..07 .18+'<.73+ 0 4-05-190 86.'1. tumbuh 13 0335 sampal 56 har. 1 . hijauan.01 100."'. ban Ganduim. segar 0336 Corn..61 4. segar 0307 Sorghum. luserne Brazilia.Ig+ . hasil sampingan tepung gandum Wheat.1 .06+ - . 100. 5 ­ - Kacang panjang.31 - 0315 0316 0317 0318 0319 0320 0321 0322 2-24-461 2. Stilo.. mature Stilo. biji. . common. segar Sorghum.40 . ' - ­ b. bagian aerial.03 1 0309 0310 0311 0312 1-07-961 4-04-379 86.07+ - . fresh.06+.67. mature Cantel. bagian aerial. fresh.91+ .100.19 86. aerial part without heads.08+ 1.67. bran Gandum.21 .. 100.410 . . rus (%) Balerang Sulfur (% SORGHUM BICOLOR.1 . dewasa. . grain. bagian aerial. 100. slum Calcium (%) Fosfor Phospho. luserne Brazilia. dewasa. segar 0331 Cowpea.22 . 86. grain. ­ 2-10-789 23. common. meal mechanical extracted 0325 0326 TRITICUM AESTIVUM. fresh..05 1 1. ' . daun.07+ . pertumbuhan awal.40 1.04+' . biji. kering Stylo. Cantel. .. keseluruhan atau dipotong.45 VIGNA SINENSIS. fresh. luserne Prazilia.01 0 . Tepung.03+ . 27.30 . segar Stylo.71+ .78 8. mature 1-12-350 - . 100.05+ 1. pra-berbunga.54 - 08 . luserne Brazilia. ­ - 23 2. dimasak.26.22 1. kering.15 . pecahan gandum (pollards).89 Stilo.09+ .09 - ­ - 1. 100.02 ­ .65 . 100.91+ . bagian aerial. aerial part without heads. tanpa pucuk.04+ .42 . Nomor Antrian Entry Number Kandungan Mineral-Mineral dan Vitamin Terpillih Dar Bahan-Bahan Makanan Ternak dil Indonesia (1) Sepertl yang Diberikan dan (2) Atas Dasar Bahan Kering Selected Minwals and Vitamin Content of Some Indonesian Feeds.38.05+ 1. 43 to 56 days' growth 2-10-19 19. giling Sorghum. 100.09 .. 43 to 56 days' growth Stilo..111 .38+ .1.09+ ' .311+. .67 . . 2-17-401 0308 fresh Cantel. 41. . segar 2-01-651 Cowpea. rine 1%) Kalium Potassium (%) Kal. 100. dewasa. Jagung.18 - '. 100. - ­ - ' .56+ .21+.. ekstraksi 0323 mekanis.10+ . . .09 .39 .78 011+ . flour by-product..02 . 100. sun-cured.11 . ' - .9 1. - - .* 86.13 .02+ . dewasa. fresh STYLOSANTHES GRACILIS. giling Wheat. . . cut 2 28.03+ .48 '. late vegetative .. fresh. less than .to+ -. .76 . - -27 ZEA MAYS.11.. segar 2-12-349 Stylo... late vegetative. ground Cantel.03+ . tuna..00 . pra-berbunga. bagian aerial.TABEL 13. dedak gandum Wheat. early 0332 vegetative 0333 03311 2-01-650 11. - 1. kering Sorghum.43 . setelah biji dipanen. . digiling 0324 Fish. '.22+ . pertumbuhan awal.82+ .29. setelah biji dipanen.07 08 .11 126 . 7.34+ ­ - 0313 0314 2-11-0 26.11 . ikan tuna. - . 100. bagian aerial. 63. Data expressed (1)As Fed (2) Mositure-Free Nama-Nama Ilmiah Nama-Nama Bahan Makanan Internasional Scientific Names International Feed Name Nomor Bahan Makenan Ternak Internasional International Feed Number Bahan Kering Dry Matter %) Natrium Sodium 1%) Korin Chlo. leaves. - .7 fiber Gandum.21 THUNNUS THYNNUS-THUNNUS ALBACARES.

.. min A Selen. .9+ 0327 0328 0329 . . . . - .. .11+14.8 .1+: 1.21 - - - - - - - . . " .93 26. .6+ 21..3 12.0 8.. . . 31.. ..04 ..50 23. . ..+ 2050.22 . . Kollne Niatin thenic Choline Niacin Acid (mg/kg) (mg/kg) (mg/kg) Rlibo. .50+ . . - ...00 17. 2. baga nesium CopMagper nesium (mg/kg) %) Provite. tenat Panto. - 0336 - 27. min This. . - - .. ... " - .07 4...11+ . .="- - .26 .0 0331 0332 0333 0334 -.26+ . .16 . 665.15 .+ 104..31 .08 - .90 .6+..0 .. . .15 .9+ 4. . - ... 36.9+ 278. - .0 1.16 .... 152.L .24+ ..... .17+ . . ..07 .5 3.6+ . .7+ 25. . ... .+ .8+ 33. .. . -" .. - " - " 0317 0318 0319 0320 -.+ 268.. .004. .127 .+ .5+' 6. (Karo.49+23. . . . . - - - - - . 131. 0311 0312 -- - - .1 28. -.49 - " ...8+ 7.Nomor Antrian Kobait CoEntry bait Number (mg/kg) MagTern. .85 . flavin Ribo flavin (mg/kg) Tie. .32+ 1797.60+ 4." .0' 7.26+ .5+ 2.89 6. .42+06. ..30 18. .9 . .89 .. .12+13.7+ 0330 - 5. - .5+ . - - - - - - - r - .50 4.52+ .30 .. Song lum Zinc tene) (mg/kg) (mg/kg) (mg/kg) Vitamin D2 Vitamin D 2 (lU/kg) Vitamin B1 2 Vitamin Biotin 612 Biotin (g/kg) (mg/kg) Asam Panto.84+ - - - - - 1763. " - . " 28+ 1545.17 " -.43+28.15+ - . Selen.10+12.84. 3....-.. ' - .17 - 28. 0323 032 0325 0326 . - .1+ 41. 7.+ 230.. 10..04+ - - 2. 773.28+ . 6.10+11. min (mg/kg) 0307 - - - - - - - - - 0308 0309 0310 - 20..22+ 2936. 0313 0314 - - . .19+ 2525... " .7+ 18. .62 . lum ten) (Caro. . " . - . . -" ..- - - .. .. . ...... -.+ 21.80 33.37+10.11 . .2+ 323. . . .. 0321 0322 -....09 .3+ 4." ..+ 121. - .19+ 1... 0315 0316 - 4.31+ . - - - . ..24 91.. - " - - '-- - - " - - - - 0335 - 5.

Potasrine slum 1%) 1%) Kalslum Cal. - - - .31+ . segar Corn.0+ - . giling Corn.02 _JO - 0341 0342 86. ground Jagung.07+ .12 . biji. . 100. 60. dedak jagung.02 .02+ .63 . dewasa..32 1. tanpa kulit buah. rang p~iorus {%) Sul. .TABEL 13.06 . dewasa. bran Jagung. segar Corn.30 .08­ . fur 1%) (%) ZEA MAYS. 100.02+ . kering Corn.03+ . dent white. tumbuh 57 sampai 70 hari. cium Fosfor Bele.26+ - 4-26-023 . bagian aerial. . aerial part without ears without 1-12-179 husks. putih. segar Corn. - - - .08+ 0345 0346 2-02-812 28. bagian aerial.Bahan Makanan Ternak di Indonesia (1) Sepa1r yang Diberikan dan (2) Atas Desar Bah Selected Minerals and Vitamin Content of Some Indonesian Feeds.28 .41- .. ground 20. bagian aerial.06+ .73 - 0343 0344 4-02-841 .23+ .26 .01 .28 - 0347 0348 2-02-814 19. 0337 0338 Jajung. 86.11+ 128 .64 . fresh. stems. leaves.02 . fresh Jagung. batang tanpa daun. fresh Jagung. tanpa kulit buah. . grain.03 14 0339 0340 Jagung.. Phos. aerial part without ears without 2-02-809 husks. grain.72+ . dent yellow. fresh ZEA MAYS INDENTATA. segar Corn. tanpa kulit buah.01 .. Jagung.. . Kendungan Mineral. penggilingan basah atau kering.36+ . trium Sodium KlorinKelium Chlo.01 .28 . sun-cured.05+ .Free Nomor Antrian Entry Numbpr Nama-Nama Ilmiah Nama-Nama Bahan Makanan Internasional Scientific Names International Feed Name (Cont. giling Corn. 100. 57 to 70 days' growth 2-10-417 22. dewasa. 100.05 .07 - 1. kering Corn. daun. - -. bagian aerial.09 100. - - 0349 0350 0351 0352 4-29-772 86. 100.Mineral dan Vitamin Terpillih Dari Bahan. biji.46 . Data expressed (1) As Fed (2) Mositure.08 .62+ . dewasa. 86.02+ .03+ .) Nomor Bahan Makanan Ternak Intemasional International Feed Number Behan Kering Dry Matter %) Na.5LI . 100. mature Jagung. 100.28 .06 - 1..05 .06 1 . bagian aerial.63 . kuning.10+ .33 .

. 5..08 . min Thla­ min (mg/kg) 0337 0338 - - - - - 0339 0340 - - 1.94+ .4+ .3 1.2+ 1. 3.02+ 3.. 488.07+t 20. .0+1523.Nomor Antrian Ko. - - .1 9..23.6 2..1 2..93+ 2.3+ - ... min A (Karo.03 .9+ 23..0 8.90 19.+ 568. . .39+ 1.12+ .12 .25+ .?2+ 22...9+ 20.20 .14+ 3. 52.5 5... .02+ .00 5. ten) (Carotene) (mg/kg) Vitamin D2 Vitamin D2 (lU/kg) Vitamin B12 Vitamin Biotin B12 Biotin (ug/kg) (mg/kg) Asam Panto.2 3...8+ 1. bait CoEntry bait Number (mg/kg) Ternbaga Copper (mgkg) Magnasium Magnesium 1%) Selenlum Selen.88+ 3.+ 578.09 .3.09+ - - . - - - - - . 7.6+ 5. 17. . .13 -.07+ .40 114 - 26.29+ - .12 - .8 3. . . 1.09+ - - 14. -- .Seng lum Zinc (mg/kg) (mg/kg) Provita. .06+ .3 10.0+ 5.0. tenat PantoKolna Niasin thenic Choline Niacin Acid (mg/kg) (mg/kg) (mg/kg) Ribo. .+ - - - .8 - - - 163.0+5400.39 . 20..5+ 9.78 - 0350 0351 0352 4.04 . 0341 0342 0343 0344 0345 0346 0347 0348 0349 - 4.5+ ..+ 129 .+ 6.40 5.9+ 3.4+ .+ . flavin Ribo flavin (mg/kg) Tie. - . .8+ 4.2 2.145 -. .0+ .5 1. .

41+ 1. ground EOS TAURUS.82+ . segar Cattle.0+ 3.60+ 3.60+ .66 - 1. 61.8+ .46+ . dine Arginin Arglnine (%) Sistin Cys.6 1.25 .20+' . digiling Peanut. Tepung ikan. 86. . meal rendered 5-00-380 5-00-385 12. 100.83+ .71+ 5. dengan rumah. 100. meat with bone.46+ . 86.50 - .4 3. meal mechanical 0014 extracted Kacang tanah. milk.93+ . digiling Animal. kering.7 . air susu.01 .36+ .0+ 1.65 .4 56.56+ 1. whole. 100.00 .TABEL 14. ekstraksi mekanis.31+ ' .95+. Bekicot.6 68. 100.39+ .3+ .20+ . meat.45+' . digiling Snail. 9. seeds 92. air susu.35 1.9+ - 0024 0025 0026 - - Sapi. 31.68+ 4.24 .09+ .8 130­ . giant. meal rendered Tepung daging dan tulang.0 1. skimmilk. meal solvent extracted Kacang tanah. centrifuged dehydrated Sapi. dikeringkan. 48. butiran kering.59+ 1. meal 5-29-337 86. 100.14 3. air susu. keseluruhan polongan.75+ .7+ 4.18+ .4 . keong. .70 1.2+ .69+ 2. meal Tepung daging.9+ 1. tine Glisn Gly. 18.84 . - 100.9 22.96+ 6. centrifuged fresh 86. tanpa rumah.79+ 3.65 1.53+ 2.22+ 3.5 27. digiling Animal.06 .30 . air susu. whey. tepung. tanpa lemak.0 . digiling 0013 Peanut.45+ ..2 1. keong.5 30. basah 4-26-968 Pineapple.8 37. kernels with coats. fresh 5-03-649 86. 100. whey.22+ . butiran dengan kulit. giant.53+ 5-00-388 ARACHIS HYPOGAEA.96 4.96+ - . meat. dimasak. segar Cattle. 1.71 1.148+ ­ ­ - . kering Cattle.89 1.4 56.74+ 5. skimmilk. Gude..30' / .0 .6 8.28 . 100.9+.23+ . kering.9 27.25+ . 0019 0020 Sapi. Nanas. 44.46+ 3.53+.0+ .3 26. kering Cattle. whole or cuttings. digiling 0001 Snail. 100. African. dehydrated 4-01-182 86.9+ 2.28+ .80 1. 100.75+ .06+ . 100.11 .35+ 3.02 .23+ 2.69 1.84+ .16+ 3. cine (%) (%) (%) (%) ACHATINA FULICA.32+ . kering. African. keseluruhan atau dipotong. - .72 . blood.5 3.55+ 1. kulit dan sumbu buah.2+ 0015 0016 0017 0018 5-03-650 86.3 58.81+ .0+ 1. process residue.7 .8 3. keseluruhan keong.70+ 3.7 0029 0030 5-03-716 86. butiran kering. digiling Pigeonpea.35 .01 .0 51.77 - 0005 0006 0007 0008 0009 0010 0011 0012 ANANAS COMOSUS. kernels. 86.30+ . nin Methionine Histi.2 1.3 . 100.05+ 1. din Histl. 23. 48. digiling Animal.8 5-12-355 .31+ .57 .'20 . 13. 86. 100. kering.2+ BREVOORTIA TYRANNUS.04 . daging keong. lemak diambil.0 66.4: 76.90 4.99 ­ 5-03-652 .70+ 3.0 32. Kandunan Asam Amino Dan Beberapa Bahan Makanan Ternak di Indonesia (1) Sepertl yang Diberikan dan (2) Atas Dasar Bahan Kering Amino Acid Content of Some Indonesian Feeds.97+ .77+ 6. 0002 dehydrated 0003 0004 Bekicot. fresh ANIMAL. Kacang tanah. 86.8 3. 5-01-175 5-01-170 - ­ 0021 0022 0023 Sapi.4 36. .7 54. ekstraksi solven. digiling Peanut. kering. limbah pengalengan nanas.70+ 5.60 . kernels. lemak penuh. Data Expressed (1) As Fed (2) Moisture Free Nomor Antrian Entry Number NamaNama Ilmiah Nama-Nama Bahan Makanan Internasional Scientific Names International Feed Name Nomor Bahan Makanan Ternak Internasional International Feed Number Bahan Kering Dry Matter (%) Protein Kasar Crude Protein (%) Methio.34 9.2 28. Darah hewan. sisa daging.8 5-01-168 . hydrolyzed 5-12-359 0028 ground CAJANUS CAJAN.43 . 100.1 46.8 4.0 3.89 2.30 4.65+ .00 .70+ . 100.26 .8 89.13 . digiling 0027 Fish.27+ .3 4. kering.7 .

Nomor Antrian Entry Number

Isolea. LOSsin sin ISOLeuleucine cne (%) 1%)

Lisn Lysine (%

Fenll. alanin Phenyl. alenine %)

Tirosin Tyro. sine (%)

Serine (%)

Treo. nin Threonine (1%)

Tripto. fan Trypto. phan (%

Velln Vallne (%)

0001 0002 0003 00011

4.06 4.72 2.50 2.91

4.39 5.11 1.982.30

7.72 8.98 ,96 1.12

3.35 3.90 1 42 1.65

1.20 1.40

-

3.88 11.51 1.38 1,61

.53 .62 -

3.84 4.147 1.98 2.30'

-

0005 0006 0007 0008 0009 0010 0011 0012

.02 .13

.02 17

.01 .07 5.95+ 6.92+ 2.97+ 3.45+ 2.68+ 3.11+

.03 .26 5.16+ 6.00+ 1.66+ 1.94+ 1.57+ 1.83+

.03 .26 1.80+ 2.09+ .88+ 1.02+ .73+ .85+

-

.01 .09 3.35+ 3.89+ 1.51+ 1.75+ 1.52+ 1.77+

.01 .09 .92+ 1.07+ .31+ -37+ .28+ .32+

.02 .17 6.12+ 7.12+ 2.31+ 2.68+ 2.26+ 2.63+

.82+ 9.34+ .95+ 10.86+ 1.60+ 1.86+ 1.51+ 1.76+ 2.93+ 3.40+ 2.83+ 3.29+

4.08+ 4.75+ 1.98+ 2.30+ 1.67+ 1.94+

0013 n014

1.57+ 1.83+

2.80+ 3.26+

1.39+ 1.62+

2.17+ 2.53+

1.54+ 1.79+

1.34+ 1.56+

1.15+ 1.34+

.44+ .51+

1.93+ 2.24+

0015 0016 0017 0018 0019 0020 0021 0022 0023 0024 0025 0026

-1.65+ 1.91+ .86 1.00

2.53+ 2.94+ 1,752.04

1.66+ 1.93+ 1.03 1.20

1.91+ 2.22+ 1.40 1.63

1.42+ 1.65+ .03 .04

2.90+ 3.37,
-

1.08+ 1.26+ .80 .93

.45+ .52+ -

1.76+ 2.04+ 1.06 1.23

.33+
2.58+ 1.99+ 2.32+
-

.26+
2.03+ 3.04+ 3.53+ -

.29+
2.27+ 2.32+ 2.70+

.17+
1.33+ 1.43+ 1.66+ -

.17+
1.33+ 1.143+ 1.67+
-

.05+
-39+

.26+
2.03+

1.05+ 1.22+
-

1.53+ 1.78+
-

.39. '2.09. .46+ 2.43+
-

.27
2.92 .86+ 1.00+

.73+ .84+

. .23+ .26+

. ,43+ .50+

. .83+ .96+

1.08+ 1.26+

.32+ .37+

.16+ .19+

-. 63+ .73+

0027 0028

3.40 3.71

4.70 5.13

5.00 5.45

2.60 2.84

':

1.80 1.96

-

2;70 2.94

.60 '.65

3.30 3.60

0029 0030

,77 .90

1.53 1.78

1'.41 1.64

1.75 2.04

.45 .52

.69 .80_

1.01 1.17

131

TABEL 14. Kandungan Asam Amino Dad Beberape Bahan Makenan Ternak di Indonesia (1) Seperti yang Diberikan dan (2) Atas Dater Behan Kering Amino Acid Content of Some Indonesian Feeds. Data Expressed (1) As Fed (2) Moisture Free Nomor Antrian Entry Number Nama-Nama Ilmih Nama-Nama Bahan Makanen Internasional Scientific Names International Feed Name CALLINECTES SAPIDUS.
Kepiting, keseluruhan kepiting,
kering, digiling Crab, blue, whole, dehydrated Nomer Bahan Makanan Ternak Internasional International Feed Number Bahan Kering Dry Matter %) Protein Kasar Crude Protein Methionun Methlonine Histi. din Histidine

Arginin Arginine

Sistin Cystine

1%)

GlIin Gly. cine

(%)

()

(1%)

(%)

(%)

0031 0032

5-25-522

86. 100.

29.3 34.1

1.54 1.79

.54 .63

.48 .56

-

.5 .5

CLUPEA SPP-SARDINOPS SPP.
Tepung ikan, keseluruhan atau
dipotong, dimasak, kering, digiling
0033 Fish, sardine, whole or cuttings, 5-12-358 0034 hydrolyzed ground COCOS NUCIFERA. Tepung daging buah kelapa, ekstraksi mekanis, dikeringkan, digiling 0035 Coconut, meats, meal mechanical 0036 extracted 0037 0038

93. 100.

67.8 72.9

2.90 3.12

.90 .97

2.00 2.15

A.50 A.84

1.8
1.9

5-01-572

86. 100. 86. 100.

18.6 21.6 '1.0 24.4

2.23+ 2.60+ 2.28+ 2.65+

.20+ .23+ .23+ .27+

.30+ .34€

.97+
1.13+ .98+ 1.114

.4+ .5+ .4+
.4+

Tepung daging buah kelapa, ekstraksi
solvent, dikeringkan, digiling 5-01-573 Coconut, meats, meal solvent extracted

.30+
.35+

CYNODON DACTYLON.
Rumput gigirinting, Bermuda, bagian
aerial, tumbuh 57 sampai 70 hart,
segar
0039 Bermudagrass, fresh, 57 to 70 days' 0040 growth

2-13-958

31. 100.

2.8 9.0

.33
1.06

.02 .06

,09
.29

­

.1
.3

ENGRAULIS RINGEN.
Tepung ikan, keseluruhan atau
dipotong, dimasak, kering, digiling.
0041 Fish, anchovy, whole or cuttings, 5-12-360 0042 hydrolyzed ground FISH.
Tepung, konsentrat protein ikan,
kering, digiling 0043 Fish, protein concentrate oil residue, 5-09-334 0044 solvent extracted 0045 0046 0047 0048 Cairan ikan, bahan-bahan yang larut
dart pemasakkan ikan, dikentalkan Fish, solubles, condensed 5-01-969

93.
100.

65.8 1.10 70.9:, 4.42

.80 .86

2.10 2.26

4.4011.7

4.741.8

86. 100. 51. 100. 86. 100.

72.0 83.7 31.8 62.1 52.6 61.2

4.65 5.41 1.60+ 3.13+3.19 3.71

2.92 ,3.140 .29+ .56+ .53 .62

2.67 3.11 .71+ 1.38+ 1.30 1.51

406 4.72 3.82+ 7.47+ 4.04 .4.70

1.9 2.2 1.5+
2.8+
1.5
1.7

Tepung, ikan kecil, campuran, dimasak,
kering, digiling 5-29-071 Fish, whole, hydrolyzed

GADIDAE (FAMILY)-LOPHIIDAE (FAMILY) RAJIDAE (FAMILY).
Tepung, ikan putih, keseluruhan atau
dipotong, dimasak, kering, digiling
0049 Fish, white, whole or cuttings, 5-12-357 0050 hydrolyzed ground GLYCINE MAX. Tepung biji kedelal, lemak penuh, 0051 kering, digiling 0052 Soybean, seeds, ground Tepung biji kedelai, ekstraksi
mekanis, dikeringkan, cetakan
minyak, digiling
Soybean, seeds, mechanical extracted caked

86.
100.

60.7
70.6

3.27
3.80

.87
1.01.

1.56 1.81

3.97 462

1.4
1.6

5-04-596

86. 100.

12.4 7.7

2.68+ 3.11+

.53+
.61+

.52+ .60+

1.91+ 2.224

1.0+ 1.1+

0053 0054

5-30-145

86. 100.

41.3

48.0

2.81 3.27

.60 .70

.60 .70

2.13 2.48

1.0
1.2

0055 0056

Tepung biji kedelat, ekstraksi solvent, dikeringkan, cetakan minyak, digiling 5-04-604 Soybean, seeds, meal solvent extracted 132

86. 100.

44.6 51.9

2.92+

.72+

.50+

3.39+

.83+

.58+

1.73+ 2.01+

1.0+

1.2+

Nomor Antrian Entry Number

Isoiea. sin iso teucine (%

Leasin Lou. One (%)

Limn Ly. sine (%)

Fenli. alanin Phenyl. alanine (%)

Tiro. sin Tyro. sine (%)

Serine (%)

Treonin Threonine (%)

Tripto. fan Trypto. phan (%)

Valin Vallne (%)

0031 0032

1.11 1.29

1.48 1.72

1.31 1.52

1.11 1.29

1.11 1.29

-

.93 1.08

.30 .35

1.39 1.62

0033 0034

3.30 3.55

4.60 4.95,

5.90 6.34

2.30 2.47

3.00 3.23

-

2.60 2.80

.. 60 .65

4.10, 4.41

0035 0036 0037 0038

.59+ .68+ .78+ .91+

1.17+ 1.36+ 1.36+' 1.59+

.55+ .64+, .56+ .66+.

.78+ .91+ .82+ .95

.49 .57+ '.54+ .63.

' -

.57. .66+ .62+ .73.'

19+ .22+

.88+ 1.02+

.19+. .98+ .22. 1.14+

0039
0040

.21
.67

.32',
.03

.24
.77

.24
.77

.16
.51

-

.22
71

.07
.22'

.30
96

-.

0041
0042

3.20
.3.45

6.00
6.47

5.20 5.60

2.60
2.80

2.00 2.16

-

-

2.90 3.13

.80,
.86
'

3.50 3.77

0043 '0044
0045

3.98 4.63
1.05.

6.09 7.08
1.90.

6.45 7.50
1.84+

3.35 3.90
1.05.

2.85. .3.31
45+

-

3.72 C.3
"'.89

1.06 1.23
.31+

4'.42 5.14
1.24+

1.05+

0046 0047 0048

2.06+ 2..26 2.63.

3.72+ 3.78 4.40

3.59+ 3.97 4.62

2.04+ 2.44
2.84

.87+ 1.82
2.12'

2.05+
-

1.73+ 2.25 2.62

.61+ .45 .52

2.43+ 2.379 3.24+

'

0049 0050

2.94 3.42

4.25 4.94

4.57 5.31

2.32 2.70

1.89 2.20.

-

-

2.'33 2.71

.71 .83

3.01 3.50

0051. '0052

2.08+ -'2.96. 2.42, .3.44+

229+4 '2.01+ 2.67'. 2.33+

.87+ 1.01+

-

1.62+ . 50+ 1,88+ .58+

1.93+ 2.24+

'0053 0054 0055 0056

2.37 2.76 1.94+ 2.26+

3.25, 3.78 3.15+ 3.66+

2.56 2.98 2.56+ 2.98+

2.08 2.42 2.04+ 2.37+

1.34
1.56 1.29+ 1.49+

1.63
1.90 2.03+ ' '1.59+ 2.36+ 1.85+ 133

1.00 1.16

2.11 2.45.

.61.: 1.'9'4+ .71+ '2.25+

100. hiji sangat muda.0 44. 2-17-439 late vegetative Lamtoro. .28 . browse..42 1.11 . 28. digiling 0057 Cotton. bagian aerial. 20. ekstraksi solvent. 0069 kuning.92 3. dengan kulit biji. 09 -31 . seeds.7 33.3 0063 0064 5-27-477 86.42 1.03 1. .96 .69 .17 . Ketela rambat.79 . tubers.09 . digiling Sunflower.0 28. fresh 2-29-421 86. cetakan minyak.51 .0 1.7 0067 0068 5-30-034" 86. whitepopinac. segar Leadtree. bagian aerial.52 1.22 L . 100.4. 32. 38.72.6 .1. segar Leadtree.5 22. seeds.1 . whitepopinac.33 1. dengan kulit biji. ekstraksi mekanis.0 . seeds without hulls.1 0065 0066 5-30-032 86. ekstraksi solvent.1 LEUCAENA GLAUCA.0 . cine (%) GOSSYPIUM SPP. nin Methlo. ekstraksi mekanis.28 . 411. &.8 23. Tepung biji bunga matahari. 6.75 .66 .77 . daun muda.79 . whitepopinac. fresh.27 1. pertumbuhan muda. mechanical extracted 5-11-589 0058 caked Tepung biji kapas.40 . Data Expressed (1) As Fed (2) Moisture Free Nomor Antrian Entry Number Nama-Nama Ilmlah Nama-Nama Bahan Malanan Internasional Scientific Names International Feed Name Nomor Behan Makanan Tonak Internasional International Feed Number Bahan Protein Kering Kamar Dry Crude Matter Protein 1%) (%) Methio. digiling Sunflower.2 .22 .1 6.98 1.'441 .11 .54 1. nine (1) Hiti. dengan kulit biji.62 .6 .81 2.33 1. 100.2 . 100.2.44 . 100.59 .77 1.66 . keseluruhan umbi.77 .. cetakan minyak.141 1. bagian aerial. leaves.6 .73 . giling. meal solvent extracted 5-08-530 86. dikeringkan. 0061 dunlowng 0062 Sunflower.1 4.66 .0 0059 0060 86.38 1.02 .87 .7 26.2 .43 2. daun dewasa (tua).7 batang. digiling Sunflower. tepung. tanpa kulit biji. segar Leadtree. 1. 16.21 . dikeringkan. .9 1.83 . bagian aerial. meal solvent extracted 86.21 3.9' 48.59 . digiling 5-11-590 Cotton. meal solvent extracted Tepung biji bunga matahari.43 1. bagian aerial.08 ­ .66 .5 3. 100.14 1.09 4. meal mechanical extracted Tepung biji bunga matahari.28 .52 .16 '1. lemak penuh. daun dan 0075 0076 0077 0078 Leadtree.6 .76 . din HIstidine (%) Arginin Argi.6 .55 11 1.19 . hrowse.3 .9 1. dikeringkan.3 IPOMOEA BATATAS. seeds.85 . fresh. 100. nine (%) Sistin Cystine (%) Glisin Gly.1 .37 . hay.67 .35 . 100.7" 4. 100.13 0079 0080 Lamtoro.4 23.39 . . Kandunan Asam Amino Dan Beberapa Bahan Makanan Ternak di Indonesia (1) Sepertl yang Diberlkan dan (2) Atas Dasar Bahan Kering Amino Acid Content of Some Indonesian Feeds.33 . daun dan batang. yellow. seeds Tepung biji bunga matahari.05 .08 . whitepopinac.7 1.0 39. sun-cured 1-20-735 0072 ground Lamtoro.68 . segar 29.TABEL 14. kering 0071 Leadtree. 2-29-420 immature 28.7 1.25 . 29.33 3. Tepung biji kapas.77 1.6 37. Lamtoro. 34. seeds.2.19 '2.48 .76 .9 2.1 18.69 2.7 0073 0074 30. leaves. . 1 100.50 . dikeringkan. segar 0070 Sweetpotato.59 1.21 .2 HELIANTHUS SPP. dikeringkan. 100.75. 7.3 .34 1. 2-02-493 dough stage Lamtoro.20 2.31 .49 1.2 C124 .51 .8 134 . fresh. ekstraksi solvent.93 . fresh 4-39-997 27.61 1. daun dan batang. kering.02 ' .44 1.11 3.49. whitepopinac. 100.

33 "1.00 2.63 .18 - .69 . .33 .341 156 .72 2.30 .18 2.914 2.40 1.64 .07 1. sin Isoleucine (% La. 1.98 .38. cne (%) " Lsin Ly. .26 2.52 2'.514 .62 -2.40 1.64..39 - 1-.26 .13 W59.39 1.55 .23 .06 2.98 3.24 .02 1. fan Trypto.33.68 135 .10 1.10 .145' 1. elanin Phenyl.90 1.39 . alanine (%} Tlrosin Tyrosine {%) Serine (%) Treo.92 1.85 2. 1.06 .59 1.56 1.77 .149 0075 0076 .39 '1. phen (% Valln Valine (M} 0057 0058 1.87 2.20 .62 1.45 ..85 99 .141 .02 1.44.54..08 .55.60 1. - -36 1.82 . - . sin Lou.38 1.29. 48 1.30 1. .147 - 1.51.43 .35 - 1.19 ­ - 1.61.23 - . 1.96 1.03' ..61 2.00 1.3 5 1.29 1.8 .92 .514.6 1.34 1.07 1. 2.80 0067 0068 1.18.51 .34 0077 0078 .0065 0066 : J .12 - 1. .90 2.23 1.50 1. 1.28 .76 0059: 0060 1.38 1. sine (%) Fenil. 0074 . nin Threonine (%) Trlpto.51 .00 - .88 2.26 - .26.51 1.37' 1.87 0069 0070 0.12 - . 2.971 11.147 2.59 1.Nomor Antrian Entry Number Isolea.07 .30 1.81 1.26 0071 0072.02 ".9.39 1.96 1.62 0061 0062 . . 86 .143.06 .30 2.36 1. .41.' '1.15 .95 - .79 .69 .22 .17 .47: 1.21 1.30 0079 0080 .75 2. 1.24 .78 .58 .1.73 0063 006.67 .06 .08 .12 1.12 '- . 111 1.76 .3~ 1.51 '0073.20 .69 .29 147 - 1.23 .39 1.93' '1. 1.07 . .55 1. .39 1.11 1.28 .15 2.54 1.17 . 1.4 1.59 .26 1.67 2.04 .33 1.31 .47 1.19 .28 ' - o.54 .44 1.413 74 2.4 2. - '.31 36 1.35 2.26 .46 .

91 1.09+ . keseluruhan udang.7+ 5-03-795 ' 91. nin Methlo.60 . 15. digiling 5-03-600 0104 Pea.88 1.1+ . groats.32 2.70 3.48 .90 2.3 5-25-525 86. seeds POULTRY.35 .67+ .19+ . dehydrated 4-03-939 86.28 3. 86 11)0.3 9. din Histi.19+ .6 100. 30 .3 736 2..22+ . Padi.72 .5 43.6+ .51 .00 . 100. 86. pecahan biji hasil penggilingan. 4-11-900 0082 fresh 30. 100. whole. 22.3 . carapaces Udang. 0101 dikeringkan.06 .43+ .52 4. Tepung.14+ . 100. mung. 86.59+. .78+ 0097 0098 0099 0100 5-25-528 86.1 . Data Expressed (1) As Fed (2) Moisture Free Nomor Antrian Entry Number Nama. cine (% (%) (%) MANIHOT SPP. 1.- 3. Tepung biji kacang kara. mechanical 0084 extracted caked Kelapa sawit. dedak halus padi pabrik. Ketela pohon. digiling Shrimp.34 . keseluruhan akar.7 8.74 .28+ . hatchery by-product. 100. 100. digiling Shrimp.72 .52 . 11.21 3.7 89. polishings PENAEUS SPP.81 . buah. digiling 0105 Poultry. biji dan kulit biji Rice. tubers without peelings.2+ .1 1.05+ 1.22+ .27 - . ekatraksi mekanis 0083 Palm.07+ .33+ .27+ .3 2.22+ . meal solvent extracted 5-11-966 86. 1.59 . dine Arginin Arginine (% Sistin Cys.58. gabah. beras.18 3. polished broken Padi. bran.5. beras. bekatul padi Rice.81 4.13+ . 6-12% fiber Padi. 63.01 .26 .92.26.25 .76 . groats. seeds PISUM SPP.9 13. 43A 50. biji tanpa kulit. buah.56+ .37+ 1.49+ .22 ..49+ . meats.2.2+ .2+ 4-03-942 4-03-932 .Nama Bahan Makanan Internasional Scientific Names International Feed Name Nomor Bahan Makanan Ternak Internaslonal international Feed Number Bahan Kering Dry Matter (%) Protein Kasar Crude Protein (%) Mothio.19+ .3 0085 0086 5-11-965 86.16+ .. Kelapa sawit. 12.51+ 6. 81. kadar serat kasar 9-13% 4-26-378 Rice. Tepung biji kacang kapri.2+" . meats.26 1.4 9.2+ .9 1.94 5. polished Padi.4m03-943 .47 1.2. PHASEOLUS AUREUS.3 .8 .12+ .1 ORBIGNYA COHUNE.6 12.TABEL 14.00 5. no.83+ .0 . digiling 5-08-185 0102 Bean.34 .9 86.62 . dihidrolisa.91 2.34+ 1.57+ .11+ . 22. bulu. tanpa kulit biji Rice.70 .32+ 1. 1.9 r1.38+ .21 .21 5.6+ 5-03-796 136 .12+ . cohune. kering. 100. dimasak.76 3.48+ . Kepala udang dan kulit. hydrolyzed 0106 dehydrated ground 0107 0107 0108 Tepung. cohune.9 1.3 0087 0088 0089 0090 0091 0092 0093 0094 0095 0096 ORYZA SATIVA. sisa penetasan unggas.1 9. segar 0081 Cassava. 100.72+ .Nama Ilmiah Nama. ekstraksi solven Palm.39+ .0 1. tine Glmn Gly. lemak penuh.8 8.56+ .29 . kering. nine (%} M Histi. 100. tanpa kulit. kerin8.61 . digiling Poultry.32 6..1 10. 1.56+ .4 .03 - . lemak penuh. meal 86.08 .12+ .57 . 86. palma. beras sosohan Rice.66 .57+ .65+ .92 7.40 .0 .24+ . palma. 100.50+ .0 6.3 . 100. feathers.54 .5+ .0 1.2+ .9 26.30 . grain Padi.0 .09+ .4 17. 0103 dikeringkan.14+ . Kandunpn Asam Amino Dari Beberapa Bahan Makanan Ternak di Indonesia (1) Seperti yang Diberikan don (2) Ates Dasar Bahan Kering Amino Acid Content of Some Indonesian Feeds.3 .24 .6 1. 1-19+ 1. 86. 100. 100.0 3.0 14.9 15.59 1 i47+ .09 ­ - .

46+ .27+ .20 .81 .11+ - - ' .71 2. :. 1.97.33+ .21 .99 4.43 .60+ .20 2.94 .51 . 137 .04+ .45+ .17 . .28+ 1.42+ . sin Tyrosine (%) Serine % Treo.26+ .81 2.56+ .69+ .60 .58+ .58.47 .40+ .66+ .46+ - .56 - .39 .41+ 0105 0106 0107 0108 3.45.28 .49+ 1.55+ .01+ 2.13+ .90 11.50+ .52 11.77 .70 .11 2.27 2.77+ 2.84+ .51 .52+ .44+ - . .09 9.44+ - .43 .70 .09+ .37+ .00 1. sin Isoleucine (%) Le.69 .47 1.69 5.59 .40 1.83 .04+ 6.31+ .43+ .45 . clne (% Lisin Ly. . .24+ .50+ .59 .06 .64+ .32+ . fan Tryptophan (%) Valin Vallne (%) 0081 0082 .49 9.51+ .58 .03 1.33+ .73 3.11+ .4o+ .03 .58 .56 .38+ .46+ - 0097 0098 0099 0100 1. elanin Phenyl.38 .93 .69+ .03 3.0 .81 7.48 .85 3.32+ .78 1.80 .30+ .60+ .10+ 1.49 .50 .62 5.10+ .17 3.20 .73+ 1.66 1.88 0087 0088 0089 0090 0091 0092 0093 0094 0095 0096 .98+ .33+ .9t) 2.38 - .26 2.42 .44+ .90+ 1.57 .11+ .1.35+ .96 - 3.40 . 0101 0102 1.61 0103 0104 1.21+ 1.80+ .28+ .89 2.37 3.90 - 1.05 ..65+ . 1.46+ .41 .36 6.40+ .50 .13 0083 0084 .20 . nin Threonine (%) Tripto.20 1.37.27+ .o .13 .36+ .11+ .32+ .01 .52+ 1.50 .50 .67+ .90+ 1.36+ .94 2.24+ 1.71 .10+ . elanine (%) Tlro.15 2. sin Leu.21+ 1.69.38+ .Nomor Antrlan Entry Number Isolea.50 .62 4. 1.39+ .25+ 1.27 2.60 .211 .72+ 2.43 .92 3.67 .00 3.05 .144 4.10 1.21+ .31+ .03 .51+ .70+ .50 - 1.77+ .00+ 1.80+ .11+ .10 - - .98 3.31 .80 0085 0086 .78+ .23+ . - 1.27 .46 1.19+ A300 3.02+ 1. sine (%) Fenll.38+ .30 2.69 .80 .119 1.38+ 6.17 .8 .87+.38+ .53+ .20 .17 .60+ .61 .72 2.11 3.76 .27+ .04 .

24+ . Jagung.46+ . ground ZEA HAYS. biji.2 . 51.9 . 59. ikan merah.7 11.11 . dimasak.67 . dent yellow.4 0123 0124 0125 0126 4-02-841 86. grain. digiling Poultry.09.7 66.15+ 1.5 7. meal mechanical extracted 0117 0118 TRITICUM AESTIVUM.6 10.9 10.53+ . 100. redfish. .11 .20 4.5+ .83+ .48 . grain.19+ . viscera with feet with heads 5-14-508 with feathers.14+ 4-05-190 . biji.33 .3 9. 100.0 - .23 3.34 . dent white.20 . ground Jagung. biji.36+ 1.11 .0 100.3+ .15 :17 . grain. dedak gandum Wheat.36+ .88 .33 1. ikan tuna. biji.31+ . nine (%) Sistin Cys.56 . 86. .4+ .7 11.4+ 0119 0120 0121 0122 4-05-201 4-26-133 86.3+ 5-02-023 86.18+ r. tine (%) Glisin Glycine (%) 4%) 0109 0110 Tepung.4 86. bran Gandum.09 . .3 0127 0128 0127 0128 .16+ 4.93+ 1. Kandunan Asam Amino Dan Beberapa Bahan Makanan Ternak dl Indonesia (1) Sepertl yang Diberikan dan (2) Atas Desar Bahan Kering Amino Acid Content of Some Indonesian Feeds.33 . giling Corn. tuna. 100.31+ . ekstraksi 0115 mekanis.33 .6 . digiling 0111 Fish. 100. ground Jagung. less than 7% fiber Gandum.21 .01 . giling Corn. . grain. dengan kepala.45 4.55 .22 .2 . 100.92 1.40i . kering Corn. keseluruhan atau dipotong. 100. Data Expressed (1) As Fed (2) Moisture Free Nomor Antrian Entry Number Nama-Nama Ilmiah Nama-Nama Bahan Makanan Internasional Scientific Names International Feed Name POULTRY.2 .94+ 1.59 . giling Wheat.2 . digiling 0116 Fish. keseluruhan atau dipotong.6+ .TABEL 14.41 .41+ - . dimasak. pecahan gandum (pollards).140 . (Cont.6 11.14 .36+ .35+ . giling 0114 Sorghum. putih. flour by-product.22+ 3.51+ .07 .85 .28 .3 86.99 .0 3.28+- 2. hydrolyzed 86.78 . bran ZEA HAYS INDENTATA.76 . alat-alat dalam dan jaringan pengikatnya.09+ . 86. 86.92 1.7 1.24 .42+ 1.09+ .95 4. penggilingan basah atau kering.1 18.3+ . biji.26+ .9 15.3 8. . ' 9.6 10.07 - 6.70 .) Nomor Bahan Makanan Ternak Internasional International Feed Number Bahan Kering Dry Matter %) Protein Kasar Crude Protein (%) Methlonin Methlo. 57. Jagung.3 8. whole or cuttings. dine Arginin Argi. nine (%) Histidin Histi.09' . giling Corn. 12. 100.41+ .. kuning.23 -138 . Tepung. hasil sampingan tepung gandum Wheat. .3 3.3+' . kering.30 2.28 .19+ .76 . Tepung.97+ 1.70 5.. dent white.21 .34+ .2 4.09 . putih.17 . ground THUNIJUS THYNNUS-THUNNUS ALBACARES.7 13. 0113 Cantel. kering. Gandum. 5-12-356 0112 hydrolyzed ground SORGHUM BICOLOR.34 . bulu. ground 4-04-379 90.3 1.24 .13+ .11 .0 8. 1.66. dedak jagung.44.21+ . 100.3 4-29-772 4-26-023 4-20-772 86. 16. 100. grain. kering. .6 SCIAENOPS OCELLATA. 100.28.0 59.

09+ .45 .40+ .44+.80 .57+ .58+ .Nomor Antrian Entry Number Isoleasin Iso.55 1.32 .63 .60 1.89+ 1. sin Tyro.47 .52 q. fan Tryptophan (%) Valin Valine (%) 0109 0110 - 3.67 - 3.47 .00 .80 3.44+ .00 2.11 .23+ 1.46 .47 .55 .34 0125 0126 0127 0128 .37 .48 .62+ .51+ .43 .59+ .47+ 1.33 .43+ .46 . nin Threo..46 . leucine Leasin Leucine 1%) 1%) Lisin Lysine (% Fenil.90 6.60 .53+ .29+ .09 .85 4.17 .33 .64+ 1.15 .97 - .56+ .54 .56 .36+* .10 5.42+ . nine 4%) Tripto.31 .68+ . alanin Phenylh alanine 4%) Tiro.55+ .11 .92 .24+ .12 . .67+ .25+ .78+ 0119 0120 0121 0122 .53+ .54 .54 .66+ .41+ .77+ 2.12 2.36 .28 - .65+ 2.10 .97 .o8 .50+ - 2.51+ .62+ .37+ .52 .48+ 1.52+ .00 .46+ .41 .03+ 3.38 50+ .27+ .55 2.34 .10 .43+ .511 .77+ .66+ .37 .57+ 3.86 .48 .09 . 3.76+ .93+ .61+ .41 - .86 1.93+ 2.33 .11 1.50+ .36 .42 .75+ .36 .89+ .00 .4o .56 .36+ 1.67 1.07 .62+ 1.87+ - .48 0111 0112 0113 01111 3.78 . .28+ 2. . - .41 - .34+ .21+ .65+ .64 .53+ .58+ 5.70 3.06+ 1.93 0123 0124 .50+ 5.18 2.60+ 0115 0116 0117 0118 2.24+ .31+ 2.49+ .08+ .80+ .42+ - .07 1.29 .40 1. sine %) Serine %) Treo.54 .36+ .39+ 1.40 3.58+ 139 .60 4.

01' 0. dari asam fosfat diabukan (dikalilum fosfat) CaHP0 4 phosphate. " - - - - " TANAH-LIAT KOLOID COLLOIDAL CLAY (Soft rock phosphate) 019 020 batu padas lunak soft rock phosphate ..Suplemen Mineral (1) Sepertl yang Diberikan (2) Atas Dasar Bahan Kering Composition of Mineral Supplements (1) As Fed (2) Moisture-Free Diskripsl.48 0. lium Potasslum (K) (% 1%) 1%) (%) Na­ trlum So­ dium (Na) () fosfat. 25.0. 100 - .TABEL 15.6-03.. ine (C) Magneslum Mag.01 0.C 39.400 95.07 - 015 016 - 6-01.UM ORGANIC) C2 HN - 2 .0. CaCO 3 carbonate fosfat.04 0.02 25. dibasic.74 20.49 . babes air (Gypsum) CaSO 4 sulfate.62 -' 18.05 . from furnace phosphoric acid (dicalcium phosphate) sulfat.06 0.95 27. - 100. dibasic 6-09-338 .50 0.00-397 6.. dibasik (NH 4 ) 2 HPO4 phosphate.04 18.00 - ' n - 028 (YOD.69 KALSIUM CALCIUM 009 010 011 012 - - karbonat.30 22.10 - 0.63 0. dibasik. 97.49 004 0. 97.45 0.069 6-01-080 99. 100.00 20. dibasic.087 85. . - L - 140 . KOBALT COBALT 017 018 - karbonat. anhydrous (Gypsum) 6. j 025 026 027 FOSFAT-KURASAO CURACAO PHOSPHATE ETILENEDIAMIN DIHIDROJOD ETHYLENEDIAMINE DTHYDROIODIDE (organic iodide) 605-586 6-01. dibasik. 22.8 - - - 0.00.068 0. 100. CoCO 3 carbonate 8-011566 1 - - - '100.00 24. steamed 8.Diskripsl Bahan Makanan Internasional Entry Number International Feed Name AMONIUM AMMONIUM 001 002 003 004 - Nomor Bahan Mekanan Ternak Intemasional International Feed Number Bahan Kering Dry Matter (%) Kalslum Calcium (Ca) (%) Klorin Chlor. - 013 014 - 6-25.32 29. 2HI.50 0. • -w - n - 023 024 - sulfat.0 .6 0.70 19.07 0. 97.01.70 19.00 - .947 - 17. Komposisi Dad Suplernn.01 0.00 - 9.01 0.18 0.71 - - - 12.06 0.33 12. dar asam fosfat di-defluorinasi phosphate. 100. 100.370 97..r - - - TEMBAGA COPPER (CUPRIC) 021 022 - karbonat. 100.32 0.30 0.65 .06 0. 7.842 34. c p 100.19 5.04 - TEPUNG TULAN(L BONE 005 006 007 008 untuk makanan ternak meal (Feeding bone meal) dikukus (diuapl) meal.12.61 0. 26. neslum (M) Fosfor Phosphorus (P) Ku.48 24. CuCO 3 carbonate 6-01-703* 6-01-719 -' ' -1 . monobasik (NH 4 )H2 PO 4 phosphate.53 5. pentahidrat.46 0.01 0.45 0.21 22.80 0.82 30.30 0.90 - 2..335 97.6-00.0- 100. 0.. 100. from defluorinated phosphoric acid fosfat.07 0. 100.01 - - .52 - 0.42 13. 100. monobasic fosfat. 100. pentahydrate - - - -15.07 0. CuSO4 ' 5H20 sulfate.05 0.30 27.39 21.52 0.60 0.06 0.07 0. 39.

urn Selen. . ...44 2.01 0.04 0...201 7 017 01 . 25.01 .17 .03 - - . on Besi Iron (Fe) () Man.18 - . . . lum (Se) () Song Zinc (Zn) (%) 001 002 003 004 2. . . - 021 023 024 026 - 0.60 2.- - - 0.5. ine (I) (%) Man.50 2. . .171- - - - - 0.01 S010 011 012 - . .. . 0.. -. rin Fluor. um Iod. 0. balt (CO) (%) TOrn.01 0. .54 . ' 12.. 0.01 013 014 .60 - 0. - . . bait Co... 019 020 "--. . ..25 - 0.03 0. . - _0.. .34 7 '141' . 0.01 ' 0.03 0.04 0.120. 10.03 0.03 0.04 0.01 0. .03 -­ ...120 0. ganese (Mn) (1%) Seleni.150 0. .04 - 0.Nomor Antrian Entry Number Belerang Sulful (S) (%) Ko...150 0.00 ..83 .03 0.55.51 - ' . bags Copper (Cu) (%) Fluo.21 0.00 0.24 0. .670 0.80 0.02 " . 0.150 006 006 . - 2. 23. .. - - - - .- - - - - - - - : - 007 008 2.01 0.-"' .030 - 0.20 46. .01 0. .0 0030 0.04 0. • - - .80 - -­ .060 .18 0.. Ine (F) (%) Yodi. . 0.50 2. 015 016 20. . .20 0.03 0.600 - 2. .40 -25 - 027 028 -80.03 0..

03-481 - 100.30 _ 0.. 6-01-869 - ---- - - _ _ _ _ sulfate. low fluorine 6.04 0.06 _ - 038 .03 - _ _ 2.02 _ 0.09 0.. kaear fluorin rendah rock. Fo 20 3 oxide 6.90 - - - MANGAN (MANGANUS) MANGANESE (MANGANOUS) 041 042 karbonat. monohydrate -- - 100.03 - 0.68 - 142 . KHCO 3 .00 - 100.00: 35.-14. 6.493 - - - - _ - 100..30 - - 0. Komposlsi Dan Suplemen-Suplemen Mineral (1) Sepertl yang Diberikan (2)Atas Daser Bahan Kering Composition of Mineral Supplements (1) As Fed (2) Moisture-Free Mag.10 0.00 ".magnesium (dolomit) 100. - 100. c p bicarbonate karbonat.036 - 100.03.03.06 0. monohidrat. - 38.00 ..41 13. ine (CO) (%) Fosfor Phos. 16.00 - - 54. GROUND (flour) FOSFAT PHOSPHATE KULIT KERANG (TIRAM).94R -36.02-431 100.99 0.29. DIGILING (tepung) 6. FeSO4 H2 0 6-20.lihat Etilanediamin dibldrojod ORGANIC IODIDE -see Ethylenedlamine dihydriodlde 043 044 OYSTERSHELL.30 0. 1. nesium Magnesium (Mg) (%) Kellum Potesslum (K) () Na.01 - 0. MnCO 3 carbonate 6. op carbonate 6.36 MAGNESIUM MAGNESIUM 039 040 - ok-ide Mi oxide 6402-756 100. trium So. FeO oxide sulfat.728 -..02-33 - - _ 34.TABEL 15. phorus (P) (M) (% 029 030 - oxide.05 . " - - . - _ - .. ORGANIK . K 2 CO3..945 - .29-495 -- 39. BATU KAPUR LIMESTONE 035 batu kapur 036 037 - limestone magnesium (dolomitic) 6-02-632 - - -.12 0.04 0. - KALIUM POTASSIUM 051 052 053 054 bikarbonat.100. 3.00 - 0. - - " _ - _ YODIUM. 049 050 batu.00 : - 0.03.21 045 046 047 048 - di-defluorinesi dari eam fosfat defluorinated..00 100 . 22. 6.06 9.40 - - - - _ BESI (FEROS) IRON (FERROUS) 031 032 033 - okside. - 100 - 56.12 _ 0.07 0. 0. from phosphoric acid batu rock 6-01-780 100.25 0. dium (Na) Nomor Antrian Entry Number Diskripsi-Diskripsi Bahan Makanan Internasional International Feed Name BESI (FERIK) IRON (FERRIC) Nomor Bahan Makenan Ternak Interneslonal International Feed Number Bahan Kering Dry Matter %) Kalsium Calcium (Ca) (N) Klorin Chlor. 32.

- - - - - - 035 036 037 038 0.01 - 041 - -------­ ---­ 042 47. urn lo Id...077 ..700 32.30 - - 031 032 033 034 .01 - 045 046 047 048 049 050 - ". - 0. - 77. - :-" -- 051 052 - --­ -- 053 054 - - 143 . - - -- -. . : - - - oi 0.920 -.. - - 0. .Nomor Antrian Entry Number Balerang Sulfur (S) M% Ko...00 -.. .. bait Cobait (Co) (%) Ternbaga Copper (Cu) Fluorln FluorIne (F) Yodl. • - '- - - - .80 -­ 043 - - - 044 - m - 0. lur (Se) M % Seng Zinc (Zn) % 029 030 - - - 57.: 18.04 -- - . .02 - 0.300 - - - .' Ine (I) N% Bal Iron (Fe) % N% Man..02 - -.287 0..350 - - -. 0..000 . " . len Manganeie (Mn) M% % Seleni­ um Selen. - 0. - " - 039 040 0.

dligasic. Na2 SO 4 • 10H 2 0.555 - - - - 52. -. dibaik.50 _ - . 6.. Cp sulfate.50 - 6-04-288 . monohydrate fosfat.00 " 25..27 - 24.100.18 16. eIJH 2 PO 4 -H 2 0 6-04-272 6. _ -C - - - 6-05. ...548 .. c p chloride 6-06. NasP3 0 tripolyphosphate 10 26. ZnSO4 • H2 0 _ - 100.75 ... 100. dium (Na) (%) Nomor Antrian Entry Number Diskripsl.03 - - - - - sulfate... 100. monohidrat. _ - 8 21...755 100. 7:- - - - - SENG ZINC 081 082 083 084 085 - asetat. decahydrate tripollfosfat. - - _ - _ _ 144 . monobasik. ZnCO 3 carbonate klorlde. Zn(C 2 H30 2 ) 2 " 2H 2 0. 100.100.08-076 .66 - - - - 39. Na 2 SeO 3 selenite 6-26-013 - _ _ - _ 100. KI iodide 6-03. Komposisl Darl Suplemen-Suplemen Mineral (1) Sepertl yang Dlbeikan (2)Atms Dazar Bahan Kerlng Composition of Mineral Supplements (1)As Fed (2) Moisture-Free Megneslium Magnesium (Mg) (%) Ke.03-759 . 6. ZnCI 2 . 603-758 - -..00 - BELERANG SULFUR 079 080 - elemental elemental 6-04-705 - 99. - - _ - NATRIUM SODIUM 061 062 063 064 065 066 067 068 069 070 - bikardonat. NaHPO -phosphate. NaF fluoride yodide.cp acetate dihydrate karbonat. dekahidrat. - 15..00 29. - 075 076 077 078 - - sulfate. 62. monobasic. 96. monohydrate ulfat. KIO 3 c p Iodate yodide. 086 087 088 100. .00 60. 604. dar asem fosfat diabukan.34 _ 6-04-275 6-04-279 _ _ _ _ _ - E4.40 - 100. monohlidrat. -­ - - 14.11fr furnace 21.TABEL 15.. - - - - 27. .. 100 - 21. .68 - - 071 072 - phosphate. NaCI chloride fluoride. Ilum Potassium (K) () Natrium So..60 - 604-292 6.288 97.06. KCI chloride yodat.50 32.- 47..04-152 100.80 31..00 phosphoric acid 073 074 selenit.33 16.. 100. NaHCO 3 bicarbonate kloride... - .80 22.00 - 100.549 6-05-552 100.Diskripsl Behan Makanan Internaslonal International Feed Name KALIUM POTASSIUM Nomor Bahan Makanan Ternak Internasional International Feed Number Bahan Kerlng Dry Matter (%) Kalslum Calcium (Ca) (%) Klorin Chlorine (CI) (%) Fosfor Phosphorus (P) (M) 055 056 057 058 059 060 - klorlde.100. 100. dihldrat. Nal iodide fdfat. . .

. - - - . - 04 05 06 07 068 - .. .- . gan Manganese (Mn) (N) Seleni­ um Selenlum (Se) (%) Sang Zinc (Zn) (M) 055 056 - ... .. - . .. - .. .97 088 17.. - r.. - . ..­ - 073 074 075 . . .. ... .. ...... .... - 09 070 . . - . - - - "62.... . rin FluorIne (F) (%) Yodi. - 08 087 - -. " - - 071 072 . .. . . 84......004 - . - 47. 0. ..15 - . - - ... . .6 .. . 057 058 .. 45.. .. bait Cobait (Co) (%) Tern... .­ " - - . -.30 ....17 - _ - 069 080 .... " 061 02 03 - .- - - - 45... .... .24 .. - - ... . fur (S) (%) Ko.. . 59. um lod.. . . .. ...50 - 0 . . . - .. .. ine (I) (%) Beall Iron (Fe) (N) Man. - 079 080 99...... . . baga Copper (Cu) (%) Fluo. - ... ..... . 078 077 078 - 9.. . - .95 -.. ... _ _ 081 082 08384085 - - - - - - - - - 29... .... . - . - ...79 ... .45 - - - ....66 ....00 99.... ... .Nomor Antrian Entry Number Belerang Sul. . ..... 68.. ..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful