MAKALAH

BUDAYA POLITIK
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas Pendidikan Kewarganegaraan

Disusun Oleh :

1

Kebutuhan hidup manusia tidak cukup yang bersifat dasar. pengaturan kekuasaan.BAB I PENDAHULUAN Kehidupan manusia di dalam masyarakat. minum. budaya politik langsung mempengaruhi kehidupan politik dan menentukan keputusan nasional yang menyangkut pola pengalokasian sumber-sumber masyarakat. kegiatan partai-partai politik. telah menghasilkan dan membentuk variasi pendapat. Budaya politik. status sebagai anggota masyarakat. kegiatan ekonomi dan sosial. Kehidupan politik yang merupakan bagian dari keseharian dalam interaksi antar warga negara dengan pemerintah. Dengan demikian. pakaian dan papan (rumah). Dalam proses pelaksanaannya dapat terjadi secara langsung atau tidak langsung dengan praktikpraktik politik. proses pembuatan kebijakan pemerintah. seperti makan. anggota suatu partai politik tertentu dan sebagainya. Oleh karena itu. atau berita-berita tentang peristiwa politik yang terjadi. perilaku aparat negara. serta gejolak masyarakat terhadap kekuasaan yang memerintah. seringkali kita bisa melihat dan mengukur pengetahuan-pengetahuan. pemerintahnya. juga mencakup kebutuhan akan pengakuan eksistensi diri dan penghargaan dari orang lain dalam bentuk pujian. kehidupan pribadi dan sosial secara luas. Jika secara tidak langsung. Istilah budaya politik meliputi masalah legitimasi. pemimpim politik dan lai-lain. 2 . Setiap warga negara. biologis. Lebih dari itu. hal ini sebatas mendengar informasi. Manusia dalam kedudukannya sebagai makhluk sosial. senantiasa akan berinteraksi dengan manusia lain dalam upaya mewujudkan kebutuhan hidupnya. pemberian upah kerja. dalam kesehariannya hampir selalu bersentuhan dengan aspek-aspek politik praktis baik yang bersimbol maupun tidak. Kegiatan politik juga memasuki dunia keagamaan. perasaan dan sikap warga negara terhadap negaranya. Dan jika seraca langsung. merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat dengan ciriciri yang lebih khas. pandangan dan pengetahuan tentang praktik-praktik perilaku politik dalam semua sistem politik. dan institusi-institusi di luar pemerintah (non-formal). berarti orang tersebut terlibat dalam peristiwa politik tertentu. memiliki peranan penting dalam sistem politik suatu negara.

bahwa warga negara senantiasa mengidentifikasikan diri mereka dengan simbol-simbol dan lembaga kenegaraan berdasarkan orientasi yang mereka miliki. atau nasionalisme. Hakikat dan ciri budaya politik yang menyangkut masalah nilai -nilai adalah prinsip dasar yang melandasi suatu pandangan hidup yang berhubungan dengan masalah tujuan. Budaya politik adalah aspek politik dari nilai-nilai yang terdiri atas pengetahuan. dan ciri-ciri budaya politik. Budaya politik tersebut memberikan rasional untuk menolak atau menerima nilai-nilai dan norma lain. adat istiadat. Berikut ini adalah beberapa pengertian budaya politik yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk lebih memahami secara teoritis sebagai berikut : a. seperti militan. peranan. c. utopis. Seperti juga di Indonesia. demokrasi. Yang kedua (aspek generik) menganalisis bentuk. Dengan kata lain. 3 . Almond dan Verba mendefinisikan budaya politik sebagai suatu sikap orientasi yang khas warga negara terhadap sistem politik dan aneka ragam bagiannya. Budaya politik dapat dilihat dari aspek doktrin dan aspek generiknya. Pengertian Umum Budaya Politik Budaya politik merupakan sistem nilai dan keyakinan yang dimiliki bersama oleh masyarakat. seperti sosialisme. Lebih jauh mereka menyatakan. dan mitos. kebudayaan Indonesia cenderung membagi secara tajam antara kelompok elite dengan kelompok massa. Yang pertama menekankan pada isi atau materi. atau tertutup. bagaimana distribusi pola-pola orientasi khusus menuju tujuan politik diantara masyarakat bangsa itu. b. tahayul. O'G Anderson. setiap unsur masyarakat berbeda pula budaya politiknya. Namun. seperti antara masyarakat umum dengan para elitenya. terbuka. Dengan orientasi itu pula mereka menilai serta mempertanyakan tempat dan peranan mereka di dalam sistem politik. Kesemuanya dikenal dan diakui oleh sebagian besar masyarakat. menurut Benedict R.BAB II PEMBAHASAN A. dan sikap terhadap peranan warga negara yang ada di dalam sistem itu.

yaitu sistem dan individu. a. Rusadi Sumintapura Budaya politik tidak lain adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik. 4 . Dengan pengertian budaya politik di atas. yaitu sikap terbuka dan tertutup. Berikut ini merupakan pengertian dari beberapa ahli ilmu politik tentang budaya politik. Bentuk budaya politik menyangkut sikap dan norma. Pengertian Budaya Politik Menurut Para Ahli. prioritas kebijakan (menekankan ekonomi atau politik). Ball Budaya politik adalah suatu susunan yang terdiri dari sikap. pandangan ini melihat aspek individu dalam orientasi politik hanya sebagai pengakuan akan adanya fenomena dalam masyarakat secara keseluruhan tidak dapat melepaskan diri dari orientasi individual. Pola kepemimpinan (konformitas atau mendorong inisiatif kebebasan). sehingga terdapat variasi konsep tentang budaya politik yang kita ketahui.d. Terdapat banyak sarjana ilmu politik yang telah mengkaji tema budaya politik. sehingga tetap dalam satu pemahaman dan rambu-rambu yang sama. Dengan orientasi yang bersifat individual ini. tentang derajat perbedaan konsep tersebut tidaklah begitu besar. Namun bila diamati dan dikaji lebih jauh. Sidney Verba Budaya politik adalah suatu sistem kepercayaan empirik. kepercayaan. nampaknya membawa kita pada suatu pemahaman konsep yang memadukan dua tingkat orientasi politik. tidaklah berarti bahwa dalam memandang sistem politiknya kita menganggap masyarakat akan cenderung bergerak ke arah individualisme. b. emosi dan nilai-nilai masyarakat yang berhubungan dengan sistem politik dan isu-isu politik. tingkat militansi seseorang terhadap orang lain dalam pergaulan masyarakat. Jauh dari anggapan yang demikian. sikap terhadap mobilitas (mempertahankan status quo atau mendorong mobilitas). simbol-simbol ekspresif dan nilai-nilai yang menegaskan suatu situasi dimana tindakan politik dilakukan. Alan R. c.

nilai-nilai dan kepercayaankepercayaan. juga kecenderungan dan pola-pola khusus yang terdapat pada bagian-bagian tertentu dari populasi. atau mendeskripsikan masyarakat di suatu negara atau wilayah. dan gabungan dari keduanya. dengan melihat fokus yang diorientasikan. sikap. Bingham Powell. Seseorang akan memiliki orientasi yang berbeda terhadap sistem politik. keyakinan. Ketiga : budaya politik merupakan deskripsi konseptual yang menggambarkan komponen-komponen budaya politik dalam tataran masif (dalam jumlah besar). maka dapat ditarik beberapa batasan konseptual tentang budaya politik sebagai berikut : Pertama : bahwa konsep budaya politik lebih mengedepankan aspek-aspek nonperilaku aktual berupa tindakan. e. Budaya politik berisikan sikap. Gabriel A. bahwa budaya politik merupakan refleksi perilaku warga negara secara massal yang memiliki peran besar bagi terciptanya sistem politik yang ideal.d. Jr. Misal orientasi politik terhadap lembaga politik terhadap lembaga legislatif. Almond dan G. sebuah pola orientasiorientasi terhadap objek-objek politik. bukan per-individu. fungsifungsi dari struktur politik. tetapi lebih menekankan pada berbagai perilaku non-aktual seperti orientasi. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut diatas (dalam arti umum atau menurut para ahli). Hal-hal yang diorientasikan dalam sistem politik. Austin Ranney Budaya politik adalah seperangkat pandangan-pandangan tentang politik dan pemerintahan yang dipegang secara bersama-sama. apakah dalam tataran struktur politik. Almond memandang bahwa budaya politik adalah dimensi psikologis darisebuah sistem politik yang juga memiliki peranan penting berjalannya sebuah sistem politik. nilai dan keterampilan yang berlaku bagi seluruh populasi. Hal inilah yang menyebabkan Gabriel A. Hal ini berkaitan dengan pemahaman. Kedua : hal-hal yang diorientasikan dalam budaya politik adalah sistem politik. yaitu setiap komponen-komponen yang terdiri dari komponenkomponen struktur dan fungsi dalam sistem politik. eksekutif dan sebagainya. artinya setiap berbicara budaya politik maka tidak akan lepas dari pembicaraan sistem politik. 5 .

tetapi dipandang sebagai usaha jahat dan menantang. peranan dan segala kewajibannya serta input dan outputnya. maka komponen-komponen berisikan unsur-unsur psikis dalam diri masyarakat yang terkategori menjadi beberapa unsur. Orientasi afektif : yaitu perasaan terhadap sistem politik. Bingham Powell. Sebagai suatu lingkungan psikologis. Orientasi kognitif : yaitu berupa pengetahuan tentang dan kepercayaan pada politik. Jr. Almond dan Verba dengan lebih komprehensif mengacu pada apa yang dirumuskan Parsons dan Shils tentang klasifikasi tipe-tipe orientasi. C. Pada kondisi ini budaya politik memiliki kecenderungan sikap ”militan” atau sifat ”tolerasi”. Bila terjadi kriris. bahwa budaya politik mengandung tiga komponen obyek politik sebagai berikut. menuntut kerja sama yang luas untuk memperpadukan modal dan keterampilan. Orientasi evaluatif : yaitu keputusan dan pendapat tentang obyek-obyek politik yang secara tipikal melibatkan standar nilai dan kriteria dengan informasi dan perasaan. yaitu orientasi kognitif (cognitive orientations) dan orientasi afektif (affective oreintatations). BerdasarkanSikap Yang Ditunjukkan Pada negara yang memiliki sistem ekonomi dan teknologi yang kompleks. maka yang dicari adalah kambing hitamnya. terdapat dua komponen utama dari budaya politik. Maksud dari pernyataan ini menurut Ranney. Komponen-Komponen Budaya Politik Seperti dikatakan oleh Gabriel A. adalah karena budaya politik menjadi satu lingkungan psikologis. Sementara itu. Menurut Ranney. a. Tipe-tipeBudayaPolitik 1.B. bagi terselenggaranya konflik-konflik politik (dinamika politik) dan terjadinya proses pembuatan kebijakan politik. Almond dan G. peranannya. bukan 6 . bahwa budaya politik merupakan dimensi psikologis dalam suatu sistem politik. Jiwa kerja sama dapat diukur dari sikap orang terhadap orang lain. Budaya Politik Militan Budaya politik dimana perbedaan tidak dipandang sebagai usaha mencari alternatif yang terbaik. para aktor dan pe-nampilannya..

kritis terhadap diri sendiri. dan masalah yang mempribadi selalu sensitif dan membakar emosi. berusaha mencari konsensus yang wajar yang mana selalu membuka pintu untuk bekerja sama. Budaya Politik terbagi atas : a. tetapi bukan curiga terhadap orang. Maka. Tiap perkembangan baru dianggap sebagai suatu tantangan yang berbahaya yang harus dikendalikan. malah hanya berusaha memelihara kemurnian tradisi. dianggap selalu sempurna dan tak dapat diubah lagi. Tipe akomodatif dari budaya politik 7 . Pernyataan dengan jiwa tolerasi hampir selalu mengundang kerja sama. Kesemuanya itu menutup jalan bagi pertumbuhan kerja sama. Budaya Politik Yang memiliki Sikap Mental Akomodatif Struktur mental yang bersifat akomodatif biasanya terbuka dan sedia menerima apa saja yang dianggap berharga. Budaya Politik Yang memiliki Sikap Mental Absolut Budaya politik yang mempunyai sikap mental yang absolut memiliki nilainilai dan kepercayaan yang. b. Budaya politik yang bernada absolut bisa tumbuh dari tradisi. Jika pernyataan umum dari pimpinan masyarakat bernada sangat militan. Budaya Politik Toleransi Budaya politik dimana pemikiran berpusat pada masalah atau ide yang harus dinilai.disebabkan oleh peraturan yang salah. Ia dapat melepaskan ikatan tradisi. Kesetiaan yang absolut terhadap tradisi tidak memungkinkan pertumbuhan unsur baru. Berdasarkan sikap terhadap tradisi dan perubahan. dan bersedia menilai kembali tradisi berdasarkan perkembangan masa kini. tradisi selalu dipertahankan dengan segala kebaikan dan keburukan. maka hal itu dapat menciptakan ketegangan dan menumbuhkan konflik. jarang bersifat kritis terhadap tradisi. Pola pikir demikian hanya memberikan perhatian pada apa yang selaras dengan mentalnya dan menolak atau menyerang hal-hal yang baru atau yang berlainan (bertentangan). Usaha yang diperlukan adalah intensifikasi dari kepercayaan. bukan kebaikan. Tipe absolut dari budaya politik sering menganggap perubahan sebagai suatu yang membahayakan. b. Sikap netral atau kritis terhadap ide orang. Perubahan dianggap sebagai penyimpangan.

No Budaya Politik 1. Budaya politik kaula(subyek political culture). Gabriel Almond mengklasifikasikan budaya politik sebagai berikut : a. maka setiap sistem politik akan memiliki budaya politik yang berbeda. obyek-obyek input. ternyata memiliki beberapa variasi. c. BerdasarkanOrientasiPolitiknya Realitas yang ditemukan dalam budaya politik.Tidak terdapat peran-peran politik yang khusus dalam masyarakat. yaitu budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik sangat tinggi. Dari realitas budaya politik yang berkembang di dalam masyarakat. Perbedaan ini terwujud dalam tipe-tipe yang ada dalam budaya politik yang setiap tipe memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Perubahan mendorong usaha perbaikan dan pemecahan yang lebih sempurna. Dalam kehidupan masyarakat. obyek-obyek output. 2.Kaum parokial tidak mengharapkan apapun dari sistem politik.Frekuensi orientasi terhadap sistem sebagai obyek umum. yang disebabkan faktor kognitif (misalnya tingkat pendidikan relatif rendah).Orientasi parokial menyatakan alpanya harapanharapan akan perubahan yang komparatif yang diinisiasikan oleh sistem politik. yaitu tingkat partisipasi politiknya sangat rendah.Parokialisme murni berlangsung dalam sistem tradisional yang lebih sederhana dimana spesialisasi politik berada pada jenjang sangat 8 . e. b.melihat perubahan hanya sebagai salah satu masalah untuk dipikirkan. Berdasarkan orientasi politik yang dicirikan dan karakterkarakter dalam budaya politik. tidak menutup kemungkinan bahwa terbentuknya budaya politik merupakan gabungan dari ketiga klasifikasi tersebut di atas. Budaya politik parokial(parochial political culture). dan pribadi sebagai partisipan aktif mendekati nol. Budaya politik partisipan(participant political culture). Tentang klasifikasi budaya politik di dalam masyarakat lebih lanjut adalah sebagai berikut. c. Parokial Uraian / Keterangan a. d. b. yaitu masyarakat bersangkutan sudah relatif maju (baik sosial maupun ekonominya) tetapi masih bersifat pasif.

3. b.Parokialisme dalam sistem politik yang diferensiatif lebih bersifat afektif dan normatif dari pada kognitif. Mereka memiliki kebanggaan terhadap sistem politik dan memiliki kemauan untuk mendiskusikan hal tersebut.Frekuensi orientasi politik sistem sebagai obyek umum. e. yaitu menyelesaikan sesuatu hal secara politik. output.Masyarakat berperan sebagai aktivis. dan tingkat efficacy atau keberdayaan. yang ditunjukan oleh tingkat kompetensi politik.Bentuk kultur dimana anggota-anggota masyarakat cenderung diorientasikan secara eksplisit terhadap sistem politik secara komprehensif dan terhadap struktur dan proses politik serta administratif (aspek input dan output sistem politik) c.Terdapat frekuensi orientasi politik yang tinggi terhadap sistem politik yang diferensiatif dan aspek output dari sistem itu.Hubungannya terhadap sistem plitik secara umum. Mereka memiliki keyakinan bahwa mereka dapat mempengaruhi pengambilan kebijakan publik dalam beberapa tingkatan dan memiliki kemauan untuk mengorganisasikan diri dalam kelompok-kelompok protes bila terdapat praktik-praktik pemerintahan yang tidak fair. tetapi frekuensi orientasi terhadap obyek-obyek input secara khusus.Orientasi subyek lebih bersifat afektif dan normatif daripada kognitif.Sering wujud di dalam masyarakat di mana tidak terdapat struktur input yang terdiferensiansikan. obyek-obyek input.Anggota masyarakat partisipatif terhadap obyek politik d. karena mereka merasa memiliki setidaknya kekuatan politik yang 9 . dan terhadap output. d.No 2. f. Hal ini dikarenakan terjadinya harmonisasi hubungan warga negara dengan pemerintah. administratif secara esensial merupakan hubungan yang pasif. b. Uraian / Keterangan minim. Kondisi masyarakat dalam budaya politik partisipan mengerti bahwa Budaya Politik mereka berstatus warga negara dan memberikan perhatian terhadap sistem politik.Para subyek menyadari akan otoritas pemerintah c. dan terhadap pribadi sebagai partisipan yang aktif mendekati nol. Budaya politik partisipan merupakan lahan yang ideal bagi tumbuh suburnya demokrasi. Partisipan a. Subyek/Kaula a. dan pribadi sebagai partisipan aktif mendekati satu.

Mereka akan merasa tidak nyaman bila membicarakan masalah-masalah politik. Budaya Politik subyek lebih rendah satu derajat dari budaya politikpartisipan. Selain itu warga negara berperan sebagai individu yang aktif dalam masyarakat secara sukarela. sehingga sangat sukar untuk mengharapkan artisipasi politik yang tinggi. Budaya Politik parokial merupakan tipe budaya politik yang paling rendah. Tidak terdapat kebanggaan terhadap sistem politik tersebut. pengetahuannya sedikit tentang sistem politik. karena masing-masing warga negaranya tidak aktif. ketika berhadapan dengan institusi-institusi politik. yang didalamnya masyarakat bahkan tidak merasakan bahwa mereka adalah warga negara dari suatu negara. mereka lebih mengidentifikasikan dirinya pada perasaan lokalitas. Mereka tetap mengikuti berita-berita politik. 10 . Oleh karena itu terdapat kesulitan untuk mencoba membangun demokrasi dalam budaya politik parokial. Selain itu mereka juga memiliki kompetensi politik dan keberdayaan politik yang rendah. karena adanya saling percaya (trust) antar warga negara. dan jarang membicarakan masalah-masalah politik. Perasaan berpengaruh terhadap proses politik muncul bila mereka telah melakukan kontak dengan pejabat lokal. tetapi tidak bangga terhadap sistem politik negaranya dan perasaan komitmen emosionalnya kecil terhadap negara. Oleh karena itu mereka merasa perlu untuk terlibat dalam proses pemilu dan mempercayai perlunya keterlibatan dalam politik. Budaya politik ini juga mengindikasikan bahwa masyarakatnya tidak memiliki minat maupun kemampuan untuk berpartisipasi dalam politik. Masyarakat dalam tipe budaya ini tetap memiliki pemahaman yang sama sebagai warga negara dan memiliki perhatian terhadap sistem politik. Perasaan kompetensi politik dan keberdayaan politik otomatis tidak muncul. hanya bisa bila terdapat institusi-institusi dan perasaan kewarganegaraan baru. tipe budaya ini merupakan kondisi ideal bagi masyarakat secara politik. agar terciptanya mekanisme kontrol terhadap berjalannya sistem politik. Mereka tidak memiliki perhatian terhadap apa yang terjadi dalam sistem politik.ditunjukan oleh warga negara. Oleh karena itu dalam konteks politik. tetapi keterlibatan mereka dalam cara yang lebih pasif. Demokrasi sulit untuk berkembang dalam masyarakat dengan budaya politik subyek.

Akan tetapi. Asia. Di negara berkembang seperti Indonesia. kaum in-telektual dengan tindakan persuasif menentang sis-tem yang ada. tetapi seba-gian besar jumlah rakyat hanya menjadi subyek yang pasif. ada pula elite yang menyadari inisiatif rakyat yang menentukan tingkat pembangunan. menuntut konformitas atau mendorong aktivitas. maka dia menuntut rakyat menunjukkan kesetiaannya yang tinggi. dapat dibagi dalam tiga model kebudayaan politik sebagai berikut : Model-Model Kebudayaan Politik Demokratik Sistem Otoriter Demokratis Pra Industrial Industrial Dalam sistem ini Di sini jumlah Dalam sistem ini hanya cukup banyak aktivis industrial dan modernis terdapat sedikit sekali politik untuk sebagian kecil. Melainkan terdapat variasi campuran di antara ketiga tipe-tipe tersebut. Budaya politik subyek-parokial (the parochial.Budaya politik ini bisa dtemukan dalam masyarakat suku-suku di negara-negara belum maju. Dari sudut penguasa. Budaya politik parokial-partisipan (the parochial-participant culture) Berdasarkan penggolongan atau bentuk-bentuk budaya politik di atas. yaitu : a. maka elite itu sedang mengembangkan pola kepemimpinan inisiatif rakyat dengan tidak mengekang kebebasan. seperti di Afrika.subject culture) b. dan Amerika Latin. 11 . pariokal atau subyek. pemerintah diharapkan makin besar peranannya dalam pembangunan di segala bidang. ketiganya menurut Almond dan Verba tervariasi ke dalam tiga bentuk budaya politik. Modifikasi atau kompromi tidak diharapkan. apalagi kritik. Namun dalam kenyataan tidak ada satupun negara yang memiliki budaya politik murni partisipan. parti-sipan dan sedikit menjamin adanya meskipun terdapat pula keter-libatannya kompetisi partai-partai organisasi politik dan dalam peme-rintahan poli-tik dan kehadiran partisipan politik pemberian suara yang seperti mahasiswa. besar. Pola kepemimpinan sebagai bagian dari budaya politik. Budaya politik subyek-partisipan (the subject-participant culture) c. konformitas menyangkut tuntutan atau harapan akan dukungan dari rakyat. Jika pemimpin itu merasa dirinya penting.

yaitu politik dikembangkan berdasarkan ciri-ciri agama yang cenderung mengatur secara ketat setiap anggota masyarakat. David Apter memberi gambaran tentang kondisi politik yang menimbulkan suatu agama politik di suatu masyarakat.Suatu pemerintahan yang kuat dengan disertai kepasifan yang kuat dari rakyat. yaitu kondisi politik yang terlalu sentralistis dengan peranan birokrasi atau militer yang terlalu kuat. Budaya politik para elite berdasarkan budaya politik agama tersebut dapat mendorong atau menghambat pembangunan karena massa rakyat harus menyesuaikan diri pada kebijaksanaan para elite politik. 12 . biasanya mempunyai budaya politik bersifat agama politik. Budaya tersebut merupakan usaha percampuran politik dengan ciri-ciri keagamaan yang dominan dalam masyarakat tradisional di negara yang baru berkembang.

b. Budaya politik adalah aspek politik dari nilai-nilai yang terdiri atas pengetahuan.BAB III KESIMPULAN Budaya politik merupakan sistem nilai dan keyakinan yang dimiliki bersama oleh masyarakat. peranan dan segala kewajibannya serta input dan outputnya. dan mitos. setiap unsur masyarakat berbeda pula budaya politiknya. Budaya politik partisipan(participant political culture) 13 . Budaya Politik Toleransi c. Bentuk budaya politik menyangkut sikap dan norma. Tipe-tipeBudayaPolitik 1. Orientasi afektif : yaitu perasaan terhadap sistem politik. yaitu sikap terbuka dan tertutup. Budaya politik parokial(parochial political culture) b. para aktor dan pe-nampilannya. c. c. Budaya Politik Yang memiliki Sikap Mental Absolut d. BerdasarkanSikap Yang Ditunjukkan a. peranannya. Budaya Politik Militan b. b. Orientasi kognitif : yaitu berupa pengetahuan tentang dan kepercayaan pada politik. Budaya Politik Yang memiliki Sikap Mental Akomodatif 2. tahayul. Orientasi evaluatif : yaitu keputusan dan pendapat tentang obyek-obyek politik yang secara tipikal melibatkan standar nilai dan kriteria dengan informasi dan perasaan. a. Budaya politik dapat dilihat dari aspek doktrin dan aspek generiknya. seperti antara masyarakat umum dengan para elitenya. d. Budaya politik mengandung tiga komponen obyek politik sebagai berikut. Hakikat dan ciri budaya politik yang menyangkut masalah nilai -nilai adalah prinsip dasar yang melandasi suatu pandangan hidup yang berhubungan dengan masalah tujuan. Namun. adat istiadat. tingkat militansi seseorang terhadap orang lain dalam pergaulan masyarakat. BerdasarkanOrientasiPolitiknya a. Budaya politik kaula(subyek political culture) c. a.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis sebagai penyusun dan umumnya bagi yang membaca. Adapun makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tentang Budaya Politik.. Agustus 2013 Penyusun i14 . Bekasi.KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya serta petunjuk dan bimbingannya sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan makalah tentang Budaya Politik. Untuk itu kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk perbaikan makalah kami ke depan. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini. masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan.

....................................... C............. Tipe-tipe Budaya Budaya Politik .......................................................................................................................... A................................................................ B.......................................................................... BAB I PENDAHULUAN ................. Pengertian Umum Budaya Politik ......................... BAB III PENUTUP .... DAFTAR ISI ................. BAB II PEMBAHASAN ...........................................................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR . DAFTAR PUSTAKA i ii 1 2 2 5 5 12 15 ii ....................................... Komponen-komponen Budaya Politik....................................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful