You are on page 1of 25

Ulkus Diabetikum + DM Tipe 2 + Neuropati Diabetikum + Retinopati Diabetikum

Diajukan untuk memenuhi tugas responsi kepaniteraan Di bagian Ilmu Penyakit Dalam

disusun oleh Roni Dwi Herdianto 4151101066

Pembimbing

Yudith Yunia Kusmala, dr., M.Kes.,SpPD

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI CIMAHI 2011

BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM
RUMAH SAKIT DUSTIRA/FAK KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDRAL ACHMAD YANI

CIMAHI
Nama Penderita Jenis kelamin : Tn. Kukun Kurnia : Pria Ruangan : VII Umur : 60 tahun No.Cat. Med: 14162506 Agama : Islam

Jabatan/Pekerjaan : Pensiunan Alamat : Cijerah Blok II

Dikirim oleh

: keluarga

Tgl.Dirawat : 05 Juli 2011

Tgl. Diperiksa (Co-Ass) : 10 Juli 2011 Tgl. Keluar :Jam : -

Keadaan waktu pulang : sembuh/perbaikan /pulang paksa/lain-lain Penderita meninggal pada tgl. : Jam :

Diagnosa/Diagnosa Kerja : Dokter : Ulkus Diabetikum + Diabetes Mellitus tipe 2 Co-Ass : Ulkus Diabetikum + diabetik Diabetes Mellitus tipe 2 + Neuropati Diabetik + retinopati

A. ANAMNESA (Auto/Hetero)
KELUHAN UTAMA : Luka pada kaki kanan

ANAMNESA KHUSUS : Sejak 1 bulan yang lalu pasien mengeluhkan adanya luka dengan ukuran sebesar uang logam 100 rupiah dengan cekungan ditengahnya pada kaki kanannya dan sukar sembuh. Luka tersebut timbul setelah pasien terjatuh dari motor, luka diawali dengan rasa panas serta bengkak, perubahan warna kulit di sekitar luka yang berwarna kehitaman disertai adanya gelembung tampak berwarna kekuningan. Gelembung tersebut kemudian ditekan oleh pasien dengan menggunakan tangannya, setelah itu luka tersebut mengeluarkan nanah yang cukup banyak dan disertai dengan demam selama 3 hari. 3 tahun yang lalu pasien juga mengalami luka yang serupa. Luka tersebut timbul setelah kaki pasien

1

Pasien juga menjalankan aturan meminum obat dan olahraga yang dianjurkan. Riwayat kencing manis pada keluarga tidak ada. dan pusing. Riwayat menderita hipertensi diakui penderita sejak 10 tahun yang lalu tidak ada. tetapi pasien tidak merasakan perubahan berat badannya. 2 . terutama dalam melihat objek yang jauh. 3 tahun yang lalu pasien mulai merasa baal dan rasa kesemutan pada kedua kaki. Pasien kontrol teratur setiap bulan sesuai dengan petunjuk dokter. Keluhan adanya bengkak pada kedua kelopak mata. Rasa kesemutan tersebut terjadi terus menerus dan tidak menghilang ataupun berkurang dengan istirahat. Sejak 11 tahun yang lalu pasien mulai merasakan peningkatan dalam makan dan minum yang di ikuti dengan lebih seringnya buang air kecil sebanyak 3-5 kali per harinya dari kebiasaanya yaitu 1-2 kali per hari.terbentur ke tembok. jantung berdebar. Karena keluhan tersebut lalu penderita berobat ke poliklinik Rumah Sakit Dustira dan setelah diperiksa darah ternyata kadar gula darah penderita tinggi diatas 400. Sejak 2 bulan yang lalu pasien mulai merasa pandangannya menjadi agak kabur. Kemudian pasien merasakan perubahan pada dirinya yaitu mulai merasakan sering kesemutan pada kedua kakinya. hanya saja pasien kurang patuh dalam hal makanan. Keluhan adanya sesak nafas. sering merasa lemas. terutama pada pagi hari yang kemudian menghilang pada sore hari tidak ada. Sehingga oleh dokter yang memeriksa penderita dinyatakan menderita penyakit kencing manis. Pasien sering memakan makanan ringan atau ngemil diantara jam makan ataupun ketika sedang tidak melakukan kegiatan. nyeri dada yang menjalar ke tubuh yang lain tidak ada. karena keluhan tersebut pasien kemudian dirawat selama satu minggu di bangsal tujuh.

Penyakit turunan d. Keluhan keadaan umum : Panas badan Tidur Edema Ikterus Haus Nafsu makan Berat badan : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : ada (meningkat) : ada (meningkat) : Tidak ada Diare Obstipasi Tenesmi ad ani : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada Perubahan dalam BAB : Tidak ada Perubahan dalam miksi : Tidak ada Perubahan dalam haid :- f. DM 3. Ketagihan e. Keluhan-keluhan lain : Kulit Ketiak : Tidak ada : Tidak ada Pembesaran kelenjar : Tidak ada Kaku kuduk d. Penyakit menular c. Keluhan organ kepala : Penglihatan Hidung Lidah Gangguan menelan Pendengaran Mulut Gigi Suara : ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada Nyeri belakang sendi lutut: Tidak ada Nyeri tekan Luka/bekas luka : Tidak ada : ada a/r cruris dextra & sinistra Bengkak : Tidak ada c. : Tidak ada Keluhan organ di thorax : Sesak nafas Sakit dada Nafas berbunyi Batuk Jantung berdebar : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada Keluhan kelenjar limfe : Tidak ada Keluhan kelenjar endokrin : 1. Keluhan organ di perut : Nyeri lokal Nyeri tekan Nyeri seluruh perut : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada ANAMNESA TAMBAHAN a. Haid 2. Keluhan organ di leher : Rasa sesak di leher : Tidak ada g. Penyakit venerik : Cukup : Cukup : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada Nyeri berhubungan dengan : Makanan BAB Haid : Tidak ada : Tidak ada :- Perasaan tumor di perut : Tidak ada Muntah-muntah : Tidak ada 3 . Lain-lain :: ada : Tidak ada : Tidak ada e. Tiroid 4. Gizi : kualitas kuantitas b.a. Keluhan tangan dan kaki : Rasa kaku Rasa lelah Nyeri otot/sendi Kesemutan/baal Patah tulang : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Ada : Tidak ada b.

equal. isi cukup kiri : 84 x/menit.1 0C : Tidak ada : Tidak ada Suhu Keringat dingin Sianosis c.Gizi otot Bentuk badan : Cukup : Cukup : Piknikus : Compos Mentis : Kooperatif : Tampak sakit sedang : Kurang aktif : Terlentang dengan 1 bantal : 168 cm : 70 kg Umur yang ditaksir : Sesuai Kulit : Turgor kembali cepat b. Keadaan Umum Kesadarannya Watak Kesan sakit Pergerakan Tidur Tinggi badan Berat badan Keadaan gizi . Keadaan Pernafasan : Tipe Frekwensi Corak : Thoraco Abdominal : 23 x/menit : Normal Hawa/bau nafas : Tidak ada kelainan Bunyi nafas : Tidak ada kelainan 4 . isi cukup : 36.regular. KESAN UMUM : a.Gizi kulit . equal. STATUS PRAESEN I.B. Keadaan Sirkulasi Tekanan darah kanan : 130/80 mmHg kiri Nadi : 130/80 mmHg kanan : 84 x/menit. regular.

ke segala arah : Direk +/+. Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Ikterik -/: Anemis -/: Tidak ada kelainan : Normal. Indirek +/+ : Tidak dilakukan pemeriksaan : Tidak dilakukan pemeriksaan 5 .II.Palpasi 3. Telinga : Inspeksi Palpasi Pendengaran 5. Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Simetris. PEMERIKSAAN KHUSUS : a. Hidung : Inspeksi Sumbatan Ingus : Tidak ada kelainan : Tidak ada : Tidak ada : Simetris. Tengkorak : .Inspeksi .Palpasi 2.Inspeksi . Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan Reaksi konvergensi : +/+ Sklera Konjungtiva Iris Pergerakan Reaksi cahaya Visus Funduskopi 4. isokor : Simetris. Muka : . Kepala : 1. Mata : Letak Kelopak mata Kornea Refleks kornea Pupil : Simetris : Edema Palpebra -/: Tidak ada kelainan : +/+ : Bulat.

Tekanan vena jugularis : Normal. 5 + 2 cmH2O (tidak meningkat) 6 .Pulsasi vena leher : Tidak nampak . Rongga leher : Selaput lendir : Tidak ada kelainan : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Basah. Bibir : Sianosis Kheilitis : Tidak ada : Tidak ada Stomatitis angularis : Tidak ada Rhagaden Perleche 7.T1 tenang b. bersih 12345678 X2345678 O : Karies X : Tanggal Dinding belakang pharynx : Tidak hiperemis Tonsil : T1. Leher : 1. Inspeksi : .Trakea . Lidah : Besar Bentuk Pergerakan Permukaan 9. Rongga mulut : Hiperemis Lichen Aphtea Bercak 10. Gigi dan gusi : Tidak ada : Tidak ada : 87654X21 8765432X 8.Pembesaran vena : Tidak ada .Kel.tiroid : Tidak ada deviasi : Tidak ada kelainan .6.

Tiroid .Tumor : Tidak ada : Tidak ada kelainan : Tidak ada d. getah bening : Tidak teraba membesar .Tumor .Tumor Palpasi : .Rambut ketiak . Pemeriksaan Thorax : Thorax depan : Inspeksi : Bentuk umum : Simetris Sela iga : Normak.Kaku kuduk : Tidak ada kelainan : Tidak ada : Tidak ada kelainan : Tidak ada c. Ketiak : Inspeksi : . tidak melebar.Kel.Kel.sagital : Diameter frontal < diameter sagital Sudut epigastrium : < 90° Pergerakan Kulit Muskulatur Tumor Ictus cordis Pulsasi lain Pelebaran vena : Simetris : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada : Tidak terlihat : Tidak ada : Tidak ada 7 .Otot leher .Kel. Palpasi : . tidak menyempit Diameter frontal . getah bening : Tidak teraba membesar .2.

. tidak teraba ::::- Perkusi : Paru-paru : Kanan Suara perkusi : Sonor. Wheezing -/Paru kanan = paru kiri = Kiri paru kiri : ICS V Linea sternalis dextra : ICS V linea midclavicularis sinistra : ICS III Linea Parasternalis Sinistra : Satu sela iga ( 2 cm) Vokal Resonansi : Normal. Paru kanan = Kiri Paru kiri Batas paru-hepar : ICS V linea midclavikularis dextra Peranjakan Jantung : Batas kanan Batas kiri Batas atas Auskultasi Paru-paru : Kanan Suara pernafasan pokok : Vesikuler. 8 . tidak menyampit Kanan paru kanan paru kanan = = Kiri Paru kiri Paru kiri Vocal Fremitus : Normal Ictus Cordis : Lokalisasi Intensitas Pelebaran Thrill tidak terlihat.Palpasi : Kulit Muskulatur Mammae Sela iga Paru-paru : Pergerakan : simetris : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak melebar. paru kanan Suara tambahan : Ronkhi -/.

e. Abdomen : Inspeksi : Bentuk Otot dinding perut Kulit : Datar paru kiri : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan 9 . tidak menyempit : Tidak ada kelainan paru kanan = Paru kiri Vocal Fremitus : Normal . Perkusi : Kanan Batas bawah Peranjakan Auskultasi : Suara pernafasan : Vesikuler. wheezing -/paru kanan = = : : Vertebra Th X Satu sela iga Kiri Vertebra Th XI paru kiri Vokal resonance : Normal.Jantung : Irama : reguler P1 < P2 A2 < P2 A1< A2 Bunyi jantung pokok : M1 > M2 T1 > T2 Bunyi jantung tambahan : Tidak ada Bising jantung Bising gesek jantung Thorax belakang : Inspeksi : Bentuk Pergerakan Kulit Muskulator : Tidak ada : Tidak ada : simetris. Paru kanan = paru kiri : simetris. paru kanan Suara tambahan : Ronkhi -/-. Paru kanan = paru kiri : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan Kanan Kiri Palpasi Sela iga Muskulatur : Tidak melebar.

Ascites    : Tympani : Tidak ada Pekak samping : Pekak pindah Fluid Wave ::- Palpasi : Dinding perut Nyeri tekan lokal Nyeri tekan difus Nyeri lepas Defence Musculair Hepar : Teraba/tidak teraba Besar Konsistensi Permukaan Tepi Nyeri tekan : Tidak teraba :::::: Lembut : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada 10 .Pergerakan waktu nafas : Tidak ada kelainan Pergerakan usus Pulsasi Venektasi : Tidak terlihat : Tidak ada : Tidak ada Auskultasi Bising usus Bruit Lain-lain : (+) Normal : Tidak ada : Tidak ada Perkusi : .Suara perkusi .

femoralis : Ada Auskultasi : A. CVA (Costovertebra Angle) : Nyeri ketok -/g. Ballotement ginjal -/: Tidak ada f. Genitalia i. Lipat paha : Inspeksi : Tumor Kel. Rectum & anus : Ada : Tidak dilakukan pemeriksaan : Tidak ada kelainan : Tidak dilakukan pemeriksaan atas : Tidak ada kelainan : Tidak terbatas bawah Tidak ada kelainan terbatas k. ruang traube : kosong Pembesaran Konsistensi Permukaan Incissura Nyeri tekan Tumor/massa Ginjal Nyeri tekan :::::: Tidak ada : Tidak teraba. Getah bening Hernia : Tidak ada : Tidak terlihat membesar : Tidak ada : Tidak ada : Tidak teraba membesar : Tidak ada Pulsasi A. femoralis h. berwarana kehitaman (+) Lihat status dermatologikus Otot Edema : Tidak ada kelainan : Tidak ada Tidak ada kelainan Tidak ada 11 .getah bening Hernia Palpasi : Tumor Kel.Lien :Tidak teraba. Extremitas (anggota gerak) : Inspeksi : Bentuk Pergerakan Kulit : Tidak ada kelainan Cruris kering. Sakrum j.

Femoralis tidak ada kelainan l. Dorsalis pedis tidak ada kelainan A. Sendi-sendi : Inspeksi : Kelainan bentuk Tanda radang Lain-lain Palpasi : Nyeri tekan Fluktuasi Lain-lain m. Neurologik : Refleks fisiologik : . Poplitea tidak ada kelainan A.KPR : +/+ .APR : +/+ Refleks patologik Rangsangan meningen Sensorik : -/: Tidak ada kelainan : Tidak ada : Tidak ada kelainan : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada kelainan : Tidak ada : +/+ 12 .Clubbing finger Palmar eritem Palpasi : Nyeri tekan Tumor Edema : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada (pitting/non pitting) : Tidak ada Pulsasi arteri : Ada Tidak ada A. Tibialis posterior tidak ada kelainan A.

ada bagian yang kering dan ada bagian yang basah. : single. ukurang 3x0. dengan sudut lancip. Status dermatologikus Distribusi a/r ulkus : Lokalisata : Medial cruris dextra : Single. Batas tegas. Effloresensi luka : Ekskoriasi. krusta pustulosa. bentuk bulat.o. bentuk memanjang. hiperemis (+).5 cm. bau (+). 13 . ukuran 2x2x0. pus (+). tidak menimbul. nyeri tekan (-).2 cm. tidak menimbul dari permukaan. batas tegas.

% Batang Segmen Limfosit Monosit :-% : 60 % : 32 % :8% Telur cacing : Sisamakanan:- Bakteri : - LED : 10/35 ml/jam 14 . PEMERIKSAAN LABORATORIUM DARAH Hb : 13.9x1012 /mm³ Hematokrit : 33.III.1x109 /mm³ Eritrosit : 4.skatol Kekeruhan : Jernih Bau BJ Reaksi Reduksi Urobilin Bilirubin Sedimen : Leukosit :Eritrosit : Kristal :: Amoniak :: : : : - Konsistensi : Lembek Lendir Darah Parasit Eritrosit Lekosit : : : : : - Eosinofil : .4% Trombosit: 196x109/mm³ Hitung jenis : Basofil :-% URINE Warna : Kuning FAECES Warna : Kuning Bau : Indol .2 gr/dL Lekosit : 6.

Pasien juga menjalankan aturan meminum obat dan olahraga yang dianjurkan. Karena keluhan tersebut lalu penderita berobat ke poliklinik Rumah Sakit Dustira dan setelah diperiksa darah ternyata kadar gula darah penderita tinggi diatas 400. 3 tahun yang lalu pasien mulai merasa baal dan rasa kesemutan pada kedua kaki. Sejak 1 bulan yang lalu pasien mengeluhkan adanya luka dengan ukuran 2x2x0. Pasien sering memakan makanan ringan atau ngemil diantara jam makan ataupun ketika sedang tidak melakukan kegiatan. hanya saja pasien kurang patuh dalam hal makanan. 15 . Sehingga oleh dokter yang memeriksa penderita dinyatakan menderita penyakit kencing manis. dan pandangan menjadi kabur. seorang pensiunan. perubahan warna kulit di sekitar luka yang berwarna kehitaman disertai adanya gelembung tampak berwarna kekuningan. Sejak 11 tahun yang lalu terdapat keluhan klasik DM : polidipsi. Luka diawali dengan rasa panas serta bengkak. poliuri dengan jumlah BAK 3-5 kali per harinya dari kebiasaanya yaitu 1-2 kali per hari. setelah itu luka tersebut mengeluarkan nanah yang cukup banyak dan disertai dengan demam selama 3 hari dan luka tersebut tak kunjung sembuh. Pasien kontrol teratur setiap bulan sesuai dengan petunjuk dokter.IV. sering merasa fatigue.5 cm pada kaki kanannya. terutama dalam melihat objek yang jauh. Gelembung tersebut kemudian ditekan oleh pasien dengan menggunakan tangannya. Sejak 2 bulan yang lalu pasien mulai merasa pandangannya menjadi agak kabur. tetapi pasien tidak merasakan perubahan berat badannya. Kemudian pasien merasakan perubahan pada dirinya yaitu mulai hipestesi pada kedua kakinya. polifagi. Saat ini luka pasien tersebut telah mulai mengering dan pasien sudah tidak demam. RESUME Dari anamnesa (autoanamnesa) tanggal 10 Juli 2011 didapatkan : Seorang pria berumur 60 tahun. Datang ke RS Dustira dengan keluhan luka kaki sebelah kanan. sudah menikah.

1 0C Keringat dingin: Tidak ada 16 . Pharing tidak hiperemis 2. BU (+) normal. Ballotement (-) 5. nyeri tekan (-) Tungkai kiri : Tidak ada kelainan 6. ronkhi -/-. bau (+). pus (+). ruang traube kosong. Extremitas : Atas : tidak ada kelainan Bawah : Tungkai kanan : Ulkus a/r medial cruris dextra. isi cukup Suhu : 36. Kepala Muka : Simetris. hiperemis (+). Ren : Tidak teraba. Abdomen : Datar. Leher KGB : Tidak teraba membesar JVP : Tidak meningkat (5+2 cmH20) 3. Thoraks : Bentuk dan gerak simetris Pulmo : VBS kanan = kiri. puffy face Mata : Sklera ikterik -/Konjungtiva anemis +/+ THT : Tonsil T1-T1 tenang. 1. lembut. Neurologik : Refleks fisiologis : KPR : +/+ APR : +/+ Refleks patologis : -/- Kesan sakit : tampak sakit sedang Nadi : 84 x/menit reguler. equal.Pada pemeriksaan fisik didapatkan : Keadaan umum Kesadaran : Compos mentis Tekanan darah : 130/80 mmHg Pernafasan : 20 X/menit Sianosis : Tidak ada Pucat : Ada Pada pemeriksaan fisik lebih lanjut. wheezing -/Cor : Ictus cordis tidak terlihat dan tidak teraba BJ I – II murni reguler Batas jantung dalam batas normal 4. nyeri tekan (-) Hepar : Tidak teraba Lien : Tidak teraba.

HDL. PROGNOSIS Quo ad vitam Quo ad functionam : dubia ad bonam : dubia ad malam 17 .V. PENGOBATAN Non farmakologi : Edukasi tentang penyakit Diabetes Melitus Perawatan luka Perencenaan diet untuk DM Farmakologi : IVFD Ringer Laktat 15 tetes/menit (I.V line) Insulin R 6-6-6 unit subkutan 1/2 jam sebelum makan Metronidazole 3x500 mg. Protein urin (mikroalbuminuria) VIII. trigliserida 4. Apus luka : kultur & test sensitivitas 3. Gula darah puasa 2. USUL PEMERIKSAAN 1. DIAGNOSA KERJA Ulkus Diabetikum a/r medial cruris dextra + Diabetes Mellitus tipe 2 + Neuropati Diabetik + Retinopati Diabetik VII. DIFFERENTIAL DIAGNOSA Ulkus Diabetikum a/r medial cruris dextra + Diabetes Mellitus tipe 2 + Neuropati Diabetik + Retinopati Diabetik VI. Kolesterol total. Ureum kreatinin 5. IV Cefotaxim 3x1 gr IV IX. LDL.

kedua tungkai) Pada pasien ini terdapat luka pada kaki sebelah kanannya. baal-baal). dan nefropati (bengkak pada kelopak mata. tanda-tanda decompensatio cordis).DISKUSI STATUS DISKUSI ANANMESIS Diskusi Keterangan Umum Penderita adalah seorang laki-laki berusia 60 tahun. setelah itu luka tersebut mengeluarkan nanah yang cukup banyak dan disertai dengan demam selama 3 hari. dan tidak ada perbedaan insidensi yang mencolok antara pria atau wanita. Retinopati (penglihatan berangsur-angsur menurun). yang terjadi karena komplikasi diabetes mellitus. Diskusi Ananmnesa Khusus Sejak 1 bulan yang lalu pasien mengeluhkan adanya luka dengan ukuran sebesar uang logam 100 rupiah dengan cekungan ditengahnya pada kaki kanannya dan sukar sembuh. perubahan warna kulit di sekitar luka yang berwarna kehitaman disertai adanya gelembung tampak berwarna kekuningan. yaitu : Komplikasi akut : Hipoglikemi (penurunan kesadaran). Diabetes melitus dapat terjadi pada pada setiap golongan. hiperglikemi (penurunan kesadaran) dan infeksi (luka yang tidak sembuh-sembuh) Komplikasi kronik : Neuropati (kesemutan. Luka tersebut timbul setelah pasien terjatuh dari motor. Gelembung tersebut kemudian ditekan oleh pasien dengan menggunakan tangannya. 18 . Aterosklerosis (nyeri dada. Prevalensi DM meningkat sesuai dengan bertambahnya usia. Diskusi Keluhan Utama Luka di kaki sebelah kanan Pada kasus Diabetes Mellitus penderita sering datang dengan keluhan akibat komplikasi yang timbul baik akut maupun kronis. luka diawali dengan rasa panas serta bengkak.

Sejak 11 tahun yang lalu pasien mulai merasakan peningkatan dalam makan dan minum yang di ikuti dengan lebih seringnya buang air kecil sebanyak 3-5 kali per harinya dari kebiasaanya yaitu 1-2 kali per hari. Kemudian pasien merasakan perubahan pada dirinya yaitu mulai merasakan sering kesemutan pada kedua kakinya. tetapi pasien tidak merasakan perubahan berat badannya. yaitu : kelainan vaskuler : angiopati kelainan saraf : neuropati otonom dan perifer infeksi Adanya luka yang sukar sembuh. 3 tahun yang lalu pasien mulai merasa baal dan rasa kesemutan pada kedua kaki.Pada Diabetes Mellitus sering terjadi luka yang sukar sembuh. terutama dalam melihat objek yang jauh. Sejak 2 bulan yang lalu pasien mulai merasa pandangannya menjadi agak kabur. Bengkak pada kaki diabetik merupakan salah satu proses inflamasi yang terjadi di luka tersebut. sering merasa lemas. Pasien juga menjalankan aturan meminum obat dan olahraga yang dianjurkan. Pasien kontrol teratur setiap bulan sesuai dengan petunjuk dokter. hanya saja 19 . Terdapat 4 faktor utama yang berperan pada kejadian kaki diabetik. Seseorang dikatakan memiliki kaki diabetik jika dia menderita DM dan pada kakinya ditemukan kelainan yang disebabkan oleh DM. dan pusing. dan timbul komplikasi lain pada penderita Diabetes Mellitus bisa dijadikan alasan untuk penderita agar dirawat. Kelainan yang mengenai kaki penderita DM seperti borok/ulkus/gangren sering disebut kaki diabetik. dan polifagi. Keluhan tersebut menunjukkan sudah adanya komplikasi kronis dari Diabetes Mellitus. Keluhan-keluhan diatas menunjang untuk diagnosa Diabetes Mellitus dimana terdapat keluhan khas yaitu adanya polidipsi. poliuri.

seperti lemas. Hal ini untuk menyingkirkan adanya komplikasi DM ke kelainan makrovaskular yang dapat menyerang cardiovaskuler seperti infark jantung. akan tetapi karena gejala dari Diabetes Melitus tersebut pasien merasa sulit dalam mengatur pola makan. terutama pada pagi hari yang kemudian menghilang pada sore hari tidak ada.pasien kurang patuh dalam hal makanan. Riwayat menderita hipertensi diakui penderita sejak 10 tahun yang lalu. Faktor keturunan (genetik) mempermudah terjadinya komplikasi makro dan mikroangiopati pada penderita Diabetes Mellitus. Adanya penyakit hipertensi meningkatkan resiko penderita untuk lebih mudah terjadinya komplikasi dari Diabetes Mellitus lebih cepat. Hal ini bisa terjadi dikarenakan pengetahuan penderita tentang penyakit Diabetes Mellitus sudah baik. jantung berdebar. pucat sampai keluhan sesak nafas akibat penimbunan airan serta adanya edema. Pasien sering memakan makanan ringan atau ngemil diantara jam makan ataupun ketika sedang tidak melakukan kegiatan. Hal tersebut unutk menyingkirkan adanya komplikasi ke arah nefropati diabetik. nyeri dada yang menjalar ke tubuh yang lain tidak ada. Nefropati diabetik dapat menunjukkan gambaran gagal ginjal kronik. Nefropati diabetik merupakan komplikasi mikronik mikrovaskuler. Keluhan adanya sesak nafas. mual. decompensatio cordis. Keluhan adanya bengkak pada kedua kelopak mata. Riwayat kencing manis pada keluarga tidak ada. 20 .

diakibatkan karena endapan kolesterol dan atherosklerotik. A. nyeri tekan (). 21 . bentuk bulat. isi cukup Respirasi : 20 x/menit type thoraco abdominal Pada ekstremitas didapatkan ulkus pada regio medial cruris dextra. reguler . Kelainan pada pembuluh darah-pembuluh darah ini. pus (+). dan hal ini menunjukkuan pada penderita sudah terjadi neuropati diabetik. batas tegas. Pada penderita ini pulsai arteri tidak ada kelainan sehingga tidak perlu di amputasi. Pada pasien ini telah ada komplikasi dari DMnya. yaitu luka yang sukar sembuh pada kaki sebelah kanan. Tanda vital : Suhu afebris Tekanan darah 130/80 mmHg kanan = kiri Nadi 84x/menit kanan = kiri. A. Dorsalis pedis. tidak menimbul dari permukaan. yang ditujukan untuk indikasi amputasi. Penderita tampak sakit sedang yang berarti penderita terganggu aktivitasnya dan memerlukan bantuan orang lain untuk melakukan kegiatannya. Adanya ulkus tersebut merupakan komplikasi dari DM dimana harus diperiksa pula ada tidaknya pulsasi pada A. Tidak adanya nyeri tekan pada luka penderita bisa dikarenakan sensoris penderita sudah mulai menurun. A.Femoralis.Diskusi Pemeriksaan fisik Keadaan umum dan tanda-tanda vital Keadaan umum Kesadaran penderita compos mentis yang berarti penderita sadar sepenuhnya dan memberi respon yang adekuat terhadap stimulus yang diberikan. hiperemis (+).5 cm. serta adanya penglihatan yang mulai kabur. Tibialis posterior. ukuran 2x2x0. bau (+). yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang pada akhirnya mengakibatkan berkurangnya suplai nutrisi dan oksigen ke ekstremitas. Poplitea. ada bagian yang kering dan ada bagian yang basah. equal. adanya hipestesi dan parestesi pada kedua kaki.

penyulit DM. Diskusi diagnosa Ulkus Diabetikum a/r medial cruris dextra + Diabetes Mellitus tipe 2 + Neuropati diabetik + Retinopati Diabetik Diagnosa diabetes Mellitus sudah terdiagnosa sejak 11 tahun yang lalu pada pasien ini. adanya ulkus menjadi komplikasi makroangiopati pada pasien ini. Ureum kreatinin untuk mengetahui fungsi ginjal. hipoglikemi. 2. Urine : dalam batas normal. trigliserida untuk mencari faktor resiko yang mempermudah terjadinya komplikasi mikro dan makroangiopati. neuropati diabetik karena adanya gejala baal-baal dan kesemutan pada kedua kaki. LDL. HDL. serta adanya retinopati karena penglihatan yang sudah mulai kabur..Pada pemeriksaan Laboratorium didapatkan : 1. Pemeriksaan kadar albumin urine untuk mendiagnosa adanya komplikasi nefropati diabetik. intervensi farmakologis dan non farmakologis. Apus luka : kultur & test resistensi antibiotik untuk menetukan antibiotik yang digunakan tepat untuk bakteri yang ada. 22 . Faeces : dalam batas normal. makna dan perlunya pengendalian dan pemantauan DM. 3. Diskusi usul pemeriksaan Gula darah puasa & 2 jam PP untuk menegakkan diagnosa. Kolesterol total. Edukasi ini meliputi pemahaman tentang penyakit DM. Darah : dalam batas normal. Diskusi Pengobatan Edukasi tentang penyakit Diabetes Melitus.

terutama infeksi gram negatif Metronidazole 3x500 mg.Aktivitas ringan (-5% x Kalori basal) (10% x kalori basal)  -5% x2025 = -101. Quo ad functionam dubia ad malam karena penyakit DM merupakan penyakit kronik yang hanya bisa terkontrol gula darahnya jika teratur dalam pengobatannya.masalah khusus yang dihadapi. 23 . Diskusi Prognosis Quo ad vitam dubia ad bonam karena pada pasien ini tanda vital masih dalam batas normal.25 Insulin R 6-6-6 unit subkutan 1/2 jam sebelum makan untuk mempertahankan kadar glukosa darah mendekati normal. Prognosis bisa semakin buruk jika ditemukan komplikasi mikro dan makrovaskuler pada berbagai organ.5 kg Status gizi = (BB aktual : BB ideal) x 100% = (70 : 67. Dosis awal insulin yang diberikan 5 – 10 unit. IV untuk infeksi yang disebakan oleh bakteri anaerob.7 % Kalori Basal = 67. Sebaiknya penetuan dosis insulin menunggu hasil gula darah puasa dan sewaktu.25 = 2126. - Cefotaxim 3x1 gr. cara mengembangkan sistem penunjang dan mengajarkan keterampilann cara mempergunakan fasilitas kesehatan.5) x 100% = 103. penderita ini memiliki riwayat pengobatan yang baik.Umur > 40 tahun . Diet DM BB Ideal = TB – 100 – (TB/40 -150/40) = 168 – 100 – (168/40 – 150/40) = 67.5 kalori Total Kebutuhan Kalori = 2025 + 202. Selain itu.25kalori → 10%x2025 = 202.5 – 101.5 x 30 kalori =2025 kalori Koreksi : . IV untuk penyakit infeksi berat.

24 .