You are on page 1of 44

TUMOR JINAK DAN GANAS PADA REPRODUKSI A.

Pengertian Tumor adalah terbentuknya neoplasma yang di sebabkan oleh pertumbuhan atau regnerasi sel tubuh yang tidak wajar. Tumor adalah sekumpulan sel yang membelah diri dengan sangat cepat sehingga tumbuh dan jumlahnya menjadi semakin banyak dan tidak terkendali. Untuk beberapa jenis tumor tertentu, kumpulan sel yang tumbuh dengan sangat cepat ini terlihat sebagai benjolan jika sudah mencapai tahap yang cukup lanjut. Namun demikian, tidak semua kanker harus terlihat sebagai benjolan apalagi pada stadium awal. Dalam keadaan normal, pembelahan sel selalu terkendali. Di dalam tubuh kita terdapat sistem yang mengatur kapan sel membelah dan seberapa cepat sel - sel tersebut harus memperbanyak diri. Jika sistem pengaturan ini terganggu maka sel - sel akan membelah secara tidak terkendali sehingga menyebabkan timbulnya tumor. Sebenarnya perbanyakan jumlah sel ini dilakukan tubuh untuk menggantikan sel - sel yang secara rutin mengalami kematian serta untuk menambah jumlah sel tubuh pada masa pertumbuhan. Sel akan mati jika sudah mencapai masa tertentu. Tumor sendiri dibedakan menjadi dua yaitu : Tumor jinak Tumor disebut jinak jika kecepatan pembelahan sel - selnya tidak terlalu tinggi dan sel - sel hasil pembelahan yang cepat tersebut masih menunjukkan keabnormalan yang relatif rendah. Tumor jinak biasanya terbungkus oleh semacam selaput yang membuat jaringan. Kumpulan sel - sel tumor ini terpisah dengan jaringan yang normal di sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain. Itulah mengapa tumor jinak relatif lebih mudah diangkat melalui metode operasi pembedahan. Tumor jinak juga biasanya tidak membahayakan kesehatan penderitanya. Tumor ganas tumor ganas, kecepatan pembelahan selnya sangat tinggi dan sel - selnya menunjukkan keabnormalan yang relatif besar. Tumor ganas juga tidak terbungkus oleh selaput seperti halnya tumor jinak sehingga akan menyulitkan untuk mengangkat sel tumor ganas sampai bersih melalui metode pembedahan sehingga biasanya pengobatan atas tumor ganas ini dilakukan dengan menggunakna metode penyinaran atau kemoterapi. Tumor ganas ini biasa disebut dengan kanker. Tumor ganas juga bisa menyerang dan merusak jaringan di sekitarnya. Sel - sel tumor bisa masuk ke dalam pembuluh darah dan menyebar ke bagian bagian tubuh yang lainnya. Proses penyebaran sel tumor ganas ini disebut sebagai metastasis.

Tumor pada alat reproduksi wanita dijumpai pada semua umur (18 – 80 tahun) dengan rata-rata puncaknya pada usia 50 tahun. Kejadian paling sering pada kelompok umur 30 – 40 tahun. B.Macam-macam tumor jinak dan ganas 1.Tumor pada vulva Tumor jinak a. a) Tumor Kistik. Kisti Inclusi (kista epidermis), terjadi akibat perlukaan, terutama pada persalinan karena episiotomi atau robekan, dimana suatu segmen epitel terpendam dan kemudian menjadi kista. Kista ini terdapat dibawah epitel vulva/perineum maupun vagina berwarna kekuningkuningan atau abu-abu biasanya bergaris tengah kurang dari 1 cm dan berisi cairan kental. Umumnya kista ini tidak menimbulkan keluhan. b) Kista sisa jaringan embrio. Kista Gartner, berasal dari saluran mesonefridikus ujolfifi. Terdapat pada dinding lateralanterolateral vagina sampai pada vulva dekat urethra dan klitoris. Dindingnya terdiri dari epitel torak atau kubus berisi cairan jernih tanpa musin. Biasanya berukuran kecil dan multhipel namun dapat mencapai ukuran kepala janin, dengan konsistensi yang lunak. Kista bidrokele saluran nuck, berasal dari sisa prosesus vaginalis peritoneum yang terletak dalam saluran inguinal, kadang-kadang melanjutkan diri sampai pada labium mayor. Terletak mulai dari saluran inguinal sampai dinding labium mayor, kadang-kadang terdiri dari beberapa kista. Kista saluran Nuvck berisi cairan jernih dengan dinding selaput peritoneum. Dengan demikian kista ini harus dibesarkan dengan hernia (burut) inguinal dan varikokel yang sering terdapat pada kehamilan.

b. Kista Kelenjar Kista Bartholini, terjadi akibat radang. Dapat berasal dari bartholinitis kronis. Teraba sebagai suatu tonjolan pada bagian belakang dari labium majus, mudah digerakkan. Umumnya tidak memberikan keluhan,tetapi kadang-kadang mengalami pernanahan. Kista sebasea, Berasal dari kelenjar sebasea kulit yang terdapat pada labium mayor, labium minor dan mons veneris, terjadi karena penyumbatan saluran kelenjar sehinggga terjadilah

penimbunan sebum.Kelenjar ini biasanya terletak dekat dibawah permukaan kulit berwarna kuning keabu-abuan, dengan batas yang jelas dan konsistensi keras, ukuran kecil sering multiple. Dindingnya berlapis epitel kelenjar dengan isi sebum (minyak yang berfungsi melindungi elemen rambut dan mengatur keseimbangan kelembapan) yang mengandung Kristal kolesterol. Kristal ini sering mengalami infeksi. terapi: kalau perlu eksisi. Hidranenoma, berasal dari kelenjar keringat, ada yang mengatakan berasal dari saluran wolfri. Penyakit fox-forduce (apoxsin miliara), terjadi akibat sumbatan saluran kelenjar keringat sehingga membentuk banyak kristal kecil dengan diameter 1-3mm, multiple, terasa gatal. Kelainan ini dapat juga terjadi di ketiak dan gelenggang susu. Dapat mengalami kekambuhan apabila terjadi gangguan emosi antara lain rangsang seksual. Kista paraurethra (skene), terjadi karena saluran kelenjar ini tertutup oleh infeksi. Kista ini biasa menonjol pada dinding depan vagina, dan sering mengalami infeksi. Kista endrometriosis, jarang sekali terjadi, namun dapat tumbuh pada vulva maupun vagina. Kista pada vulva ini umum hanya memerlukan pengangkatan kalau mengganggu saja. Pada kista yang mengalami infeksi dapat dilakukan insisi. Terapi: operatif dan non operatif. b.Tumor solid. Tumor epitel a. Konidiloma akuminatum (Kutil Genitalis)

Kutil Genitalis (Kondiloma Akuminata) merupakan kutil di dalam atau di sekeliling vagina, penis atau dubur, yang ditularkan melalui hubungan seksual. Kutil genitalis sering ditemukan dan menyebabkan kecemasan karena: Tidak enak dilihat Bisa terinfeksi bakteri Bisa merupakan petunjuk adanya gangguan sistem kekebalan.

Penyebab Virus papilloma. Pada wanita, virus papiloma tipe 16 dan 18, yang menyerang leher rahim tetapi tidak menyebabkan kutil pada alat kelamin luar dan bisa menyebabkan kanker leher rahim. Virus tipe ini dan virus papiloma lainnya bisa menyebabkan tumor intra-epitel pada leher rahim (ditunjukkan dengan hasil Pap-smear yang abnormal) atau kanker pada vagina, vulva, dubur, penis,mulut, tenggorokan atau kerongkongan. Gejala Kutil genitalis paling sering tumbuh di permukaan tubuh yang hangat dan lembab. Pada pria, area yang sering terkena adalah ujung dan batang penis dan dibawah kulit depannya (jika tidak disunat). Pada wanita, kutil timbul di vulva, dinding vagina, leher rahim (serviks) dan kulit di sekeliling vagina. Kutil genitalis juga bisa terjadi di daerah sekeliling anus dan rektum, terutama pada pria homoseksual dan wanita yang melakukan hubungan seksual melalui dubur. Kutil biasanya muncul dalam waktu 1-6 bulan setelah terinfeksi, dimulai sebagai pembengkakan kecil yang lembut, lembab, berwarna merah atau pink. Mereka tumbuh dengan cepat dan bisa memiliki tangkai. Pada suatu daerah seringkali tumbuh beberapa kutil dan permukaannya yang kasar memberikan gambaran seperti bunga kol (blumkol). Pada wanita hamil, pada gangguan sistem kekebalan (penderita AIDS atau pengobatan dengan obat yang menekan sistem kekebalan) dan pada orang yang kulitnya meradang, pertumbuhan kutil ini sangat cepat. Diagnosa Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Kutil yang menetap bisa diangkat melalui pembedahan dan diperiksa dibawah mikroskop untuk meyakinkan bahwa itu bukan merupakan suatu keganasan.Wanita yang memiliki kutil di leher rahimnya, harus menjalani pemeriksaan Pap-smear secara rutin. Pengobatan Kutil pada alat kelamin luar bisa diangkat melalui laser, krioterapi (pembekuan) atau pembedahan dengan bius lokal. Pengobatan kimiawi, seperti podofilum resin atau racun yang dimurnikan atau asam trikloroasetat, bisa dioleskan langsung pada kutil. Tetapi pengobatan

dan pembengkakan. dan akhir-akhir ini juga dimasukan kedalam golongan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual. disebabkan infeksi menahun. Pada pria yang belum disunat. Tumor ini mempunyai kecendrungan untuk kambuh lokal. Karunkula urethra granulomatosa. Karunkula urethra. kekambuhan bisa dicegah dengan menjalani penyunatan. e. berwarna merah kusam dan tidak menimbukan nyeri seperti pada karunkula urethra neoplasma. Pilihan lainnya adalah pengangkatan kutil dari uretra melalui pembedahan endoskopik. Kutil di uretra bisa diobati dengan obat anti kanker seperti tiotepa atau florourasil. disuria. perdarahan. dispareunia. Penyakit ini disebabkan oleh virus HPV type 6 dan II. Gangguan yang ditimbulkan antara lain adalah nyeri pada saat waktu berjalan dan duduk. ada 2 macam: Karunkula urethra neoplasma . mikroskopik sebagai papiloma urethra yang ditutup oleh epitel transisional yang tersusun sebagai lipatan dengan tipe yang sering menyerupai pertumbuhan ganas.ini memerlukan waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan. Tumor Jaringan Mesodermal . dengan demikian lubang muara urethra ini menonjol akan tetapi tidak mempunyai tangkai. d. penonjolan ini terdiri dari jaringan granulomatosa pada muara-muara urethra terutama bagian belakang yang meluas ke samping juga. Hiperkreatosis. bisa melukai kulit di sekelilingnya dan sering gagal. Kutil genitalis sering kambuh dan memerlukan pengobatan ulang. deramatitis.sistemik dan local Operatif Albothyl c. Yang berbahaya ialah lesi yang berpigmen dan tak meluas sehingga sebaiknay diperiksa secara histologik. Nevus pigmentosus Pada pemeriksaan mikroskopik menunjukan sel nevus yang khas dengan inti biru tua dan terletak di bawah lapisan epitel. Menurut Masson sel nevus berasal dari melanosit dalam epidermis atau darisel Schwann dari serabut saraf yang menuju ke kulit. Terapi Podophyllin 25% dalam tincture benzoin Sulfonamide. terdiri dari polip merah muda dengan tangkai pada tepi dorsal muara urethtra.

kondisi dsitrophia kulit vulva seperti pada lichen sclerosus et atrophicus. dapat bertangkai dan mencapai ukuran besar(hamper mnyerupai fibroma). berasal dari otot polos ligamentum rotondum dekat pada labium majus dengan konsistensi lunak. Paritas dan suku/ras tidak mempunyai peran. Tumor Ganas pada Vulva a. paling tidak mengenai 30% wanita kelompok umur 50-70 tahun. Hemangioma. Lipoma. e.a. berasal dari otot polos ligamentum rotundum dekat pada labium mayus tersusun seperti pusaran air/konde. obesitas dan hipertensi (> 50%). berasal dari jaringan disekitar labium majus. Umumnya ditemukan pada golongan sosial ekonomi rendah dengan hygiene seksual yang kurang mendapat perhatian. dapat tumbuh besar dengan konsistensi lunak dan berwarna putih keabu-abuan. d. Fibroma. Leiomima. Pada wanita pasca menopause biasanya terjadi karena adanya varices yang kecil-kecil dan dapat menyebabkan perdarahan pasca menopause. kondiloma akuminata. leukoplakia dan kraurosis diduga sebagai pemicu timbulnya karsinoma vulva (lesi pra-neoplastik).Dapat dilakukan terapi dangan operasi b. Dapat dilakukan terapi dangan operasi c. Karsinoma vulva jarang ditemukan pada golongan umur < 45 tahun dan jauh lebih jarang lagi pada wanita hamil (dalam kepustakaan pernah dilaporkan pada wanita hamil berusia 29 tahun). Mikroskopik tampak seperti limfangioma namun tidak berwarna. lunak. berasal dari konginetal biasanya akan menghilang sendiri pada pertumbuhan anak. Limfangioma. berasal dari jaringan pembuluk limfe. Neurofibroma. berbentuk polipoid dan berwarna seperti daging. f. berasal dari sarung serabut saraf. Karsinoma Vulva Epidemiologi 80-85% terdapat pada wanita baki (pasca menopause). terutama yang dalam decade ke-7 sebagai puncak insidensi. jarang sekali dijumpai. dan merupakan 3-4% dari semua keganasan ginekologik. kondiloma lata. Iritasi menahun seperti pada limfogranuloma inguinale. Etiologi . biasanya kecil saja.

sedang sisanya yang 10% karsinoma baoselulare. justru mengakibatkan penyakitnya menjadi lebih parah. labia minora. bahkan kedua labia mayora dapat simetris terkena (kissing). karena pedih saat BAK. Histologik lebih dari 80 % adalah epideermoid dengan diferensiasi baik. Bagi mereka yang masih kawin. klitoris. Lesi bilateral tidaklah jarang. Patologi Lesi primer berupa ulkus dengan tepi induratif atau sebagai tumbuhan eksofitik (wart/kutil) dengan tempat predileksi terutama di labia mayora. adenokarsinoma. Diagnosis akan lebih mudah dibuat bila ditemukan benjolan. Setelah ia sadar untuk berobat. ulkus atau lesi yang berdarah. tumo campuran yang merupakan 1-2% dari semua karsinoma vulva. masih ada kemungkinan keterlambatan lagi sampai berbulan-bulan dalam menegakan diagnosis yang pasti akibat pemberian pelbagi salep dan krem yang ternyata tidak memberikan kesembuhan. oleh karena mereka pada umumnya dari golongan lansia. Superinfeksi dari lesi ganas juga menimbulakan rasa sakit dan lebih banyak iritasi akibat keputihan yang terus menerus. Factor etnik tak berpengaruh. malu untuk mengemukakan kepada rekan sebaya. Gambaran klinik dan diagnosis Biasanya makan waktu cukup lama sebelum penderita meminta pertolongan. meskipun disebut tentang lambatnya menarche (15-17 tahun) dan awalnya menopause (40 tahun) dalam riwayat penyakitnya. Penderita ini datang dengan keluahan samar-samar mengenai iritasi vulva atau gatalgatal pada vulva. Hanya sekitar 5% yang dtang dengan pembesaran kelenjar lipat paha / abses sebagai keluhan utama. dan komisura posterior.Tidak banyak diketahui mengenai factor etiologi jenis tumor ganas ini. Nyeri biasa dikeluhkan bila lesinya terdapat dekat klitoris atau uretra. apalagi kepada mereka yang lebih muda. meskipun lesi granulomatosa sering ditemukan pada suku Negro. fibrosarkoma atau miosarkoma. Sekitar 25% penderita datang berobat tanpa didahului biopsy. umumnya sudah tak melayani suami lagi secara seksual dan tak pernah kelainan yang ada pada vulvanya disampaikan kepada suam. sampai pada suatu saat timbul perdarahanatau mengeluarkan bau yang tak sedap yang menjadikan orang yang diseputarmenanyakan keadaannya. Diagnosis Dini .

tumor ini histologik dapat berupa leiomiosarkoma. b. dan epitelioid sarcoma. intratumor. sebagian mons veneis dan hymen Pada tingkat klinik I dan II : dilakukan vulvektomi radikal dengan limfadenektomi bilateral kelenjar inguinal luar dan dalam. Penyebarannya sanagat cepat. vagina.Perasaan gatal atau terbakar di vulva harus mendapat perhatian. angiosarkoma. keputihan. limfadenektomi inguinal bilateral dapat ditunda pelaksanaannya 5-7 hari kemudian. dalam satu tahap. fibrosarkoma. Bleosin.atau ulkus datar yang mudah berdarah dengan tepi induratif. atau perfusi jaringan melalui infuse saluran getah bening di kaki penderita. limfosarkoma. Kalaupun posesnya sudah agak lanjut. rhabdomiosarkoma. Daerah tersebut dapat berupa kutil. Pada tingkat klinik III dan IV : diberikan sitostatika seperti MMC. Endoxan. untukmencari area yang mencurigakan akan keganasan. liposarkoama. Bila kondisi penderita tidak memungkinkan dalam satu tahap. uterus yang merambat langsung atau secara limfogen atau embolisasi melalui . benjolan kecil yang berwarna kemerahan. labia minora. karena secara hematogen · Tumor ganas sekunder pada vulva. agak meninggi. mungkin ditemukan luka yang dalam yang telah mengalami infeksi dan nekrotik atau tampak seperti bunga kobis/kol. atau berpigmen. Doxorubisin secara sitematik baik sebagai obat tunggal / dalam kombinasi. Golongan resiko tinggi ialah : Diabetes Mellitus Obesitas Hygiene seksual yang tidak baik Lichen scelerosus atrophicus Leukopiakia dan karusosis vulva Penanganan Pada tingkat klinik 0 : dikerjakan vulvektomi dengan mengangkat kedua labia mayora. 5FU. Sarkoma pada vulva Sarcoma vulva sangat jarang tapi metastasis berjarak jauh umu terjadi. berasal dari jaringan dekat vulva seperti serviks uteri.

3. Penyebab Secara Umum : 1. Infeksi HPV (Human Papiloma Virus) atau kutil kelamin Pernah menderita kanker leher rahim atau tumor vagina. Penderita ini datang dengan keluhan samar-samar mengenai iritasi vulva atau pruritus (gatal-gatal) vulva. Jaringan di sekitarnya mengkerut disertai gatal-gatal. Pemeriksaan • Staging (menentukan stadium kanker) Merupakan suatu proses yang menggunakan hasil=hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan daignostik tertentu untuk menentukan ukuran tumor. tergantung dari factor resikonya. Penanganan dengan kemoterapi tunggal (MTX) atau kombinasi.nyeri ketika berkemih. keadaan tumor. 8. Gambaran Klinis Biasanya makan waktu cukup lama sebelum penderita m e m i n t a pertolongan. Pada akhirnya akan terjadi perdarahan dan keluar cairan yang encer. 2. Golongan social rendah 13. 9. penebalan ataupunl u k a t e r b u k a p a d a a t a u d i sekitar lubang vagina. 5. Infeksi sifilis Diabetes Meilitus Obesitas Hipertensi Usia Hubungan seksual pada usia dini Berganti-ganti pasangan seksual 10. Infeksi HIV 12. . Personal hygine yang tidak baik. Paling sering ditemukan adalah metastasis koriokarsinoma yang member gambarankhas berwarna biru kehitaman. 7.Kanker vulva mudah dilihat dan teraba sebagai benjolan. Kadang terbentuk b e r c a k bersisik atau perubahan warna.Gejala lainnya adalah:.nyeri ketika melakukan hubungan seksual. H a m p i r 2 0 % p e n d e r i t a y a n g t i d a k menunjukkan gejala. Merokok 11.pembuluh darah balik. 6. 4.

h) S t a d i u m I V B : .J i k a hasil menunjukkan bahwa telah terjadi kanker vulva. c) Stadium IA Kanker stadium 1 yang telah menyusup sampai kedalaman kurang dari 1 mm. atau telah menyebar K e kelenjar getah bening kiri dan kanan. dengan ukuran lebih besar dari2 cm tetapi belum menyebar ke kelenjar getah bening f) StadiumIII: Kanker ditemukan di vulva dan/atau perineum serta telah menyebar k e jaringan terdekat (misalnya uretra. anus) dan/atau telah menyebar kekelenjar getah bening selangkangan terdekat. rektum atau tulang panggul. b) Stadium 1 Kanker ditemukan di vulva dan atau perineum (daerah rectum dan vagina ).Ukuran tumor sebesar 2 cm atau kurang dan belum menyebar ke kelenjar getah bening. e) Stadium II: Kanker ditemukan di vulva dan/atau perineu.k a n d u n g kemih. g) S t a d i u m I V A : Kanker telah menyebar keluar jaringan terdekat.penyebaran tumor ke organ sekitarnya dan penyebaran ke getah bening atau organ yang jauh y a n g p e n t i n g dilakukan untuk menentukan jenis pengobatan dan prognosis penyakit. vagina. R o n t e g e n d a n d) C T s c a n d a n M R I Stadium kanker vulva dari system FIGO : a) Stadium 0 Kanker hanya di temukan di permukaan kulit vulva. yaitu ke uretra bagian atas. makadilakukan beberapa p e m e r i k s a a n u n t u k m e n g e t a h u i p e n y e b a r a n k a n k e r k e daerah lain: a) Sistoskopi (pemeriksaan kandung kemih) b) Proktoskopi (pemeriksaan rektum) c) Pemeriksaan panggul dibawah pengaruh obat bius. Dengan mengetahui yang stadium akan penyakitnya oleh maka dapat ditentukan biopsi rencana pengobatan dijalani penderita. d) Stadium IB: Kanker stadium I yang telah menyusup lebih dalam dari 1 mm.

hati dan jantung juga tidak jarang. II. Pencegahan : Ada 2 cara untuk mencegah kanker vulva: a. kemudian otak. tahi lalat. AdenokarsinomaPada vulva jarang dan umumnya berasal dari kelenjar bartholini. Bila terjadi penyebaran secara hematogen.Menghindari faktor resiko yang bisa dikendalikan b. keputihan atau berpigmen. Deteksi Dini Perasaan gatal atau terbakar di vulva harus mendapatkan perhatian.Kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di dalam panggul dan/atauke organ tubuh yang jauh. Hampir 5% dari semua melanoma maligna muncul di vulva yang merupakan hanya 1% dari kulit permukaan seluruh tubuh. benjolan kecil yang berwarna kemerahan.Mengobati keadaan prekanker sebelum terjadinya kanker invasif. d. . benjolan atau kelainan vulva lainnya yang sifatnya menetap. sebab itu eksisi lokalyang luas sudah memadai untuk tujuan kuratif. Pengobatan NIV ( Neoplasia Intraepitaeal Vagina : I. Terdapat predileksi di labia minora dan klitoris. Lesi ini hampir tak pernah menyebar ke kelenjar getah bening. III displasia ringan.paru (terasering). untuk m e n c a r i a r e a y a n g m e n c u r i g a k a n a k a n k e g a n a s a n . sesekali pada labia mayora sebagai makulakemerahan/ kecoklatan atau sebagai nodul kecil yang mengalami ulserasi di tengahnya (ulkusrodens). e. Melanoma vulva Melanoma vulva adalah keganasan nomor dua pada vulva sesudah karsinoma. atau ulkus datar yang mudah berdarah dengan tepi induratif. Menyebar secaralimfogen denga membentuk nodul satelit sekeliling tumor primer untuk kemudian bermestastasiske kelenjar limfa regional. Basalioma (basal sel karsinoma)Biasanya ditemukan di daerah yang berambut. sering meluas kevagina dan urethra berupa benjolan (nodul) yang berwarna hitam kebiruan. b e r a t ) bisa mencegah sejumlah kasus kanker invasive. anak sebar terdapat di paru. c. sedang.Keadaan prakanker bisa ditemukan dengan menjalani pemeriksaan system reproduksi secara teratur dan memeriksakan setiap ruam. agak meninggi. D a e r a h t e r s e b u t d a p a t berupa Wart (kutil).

rhabmiosarkoma. Penyakit PagetMerupakan lesi intra epitelial vulva yang sering bersama-sama dengan munculnyaadenokarsinoma kelenjar apokrin Karsinoma verukosaKarsinoma ini adalah keganasan pada vulva berbentuk tumor eksofitik seperti papil padakondiloma akuminata. atau seprti bunga kol (cauliflower like). Tumor ganas sekunder pada vulvaBerasal dari jaringan dekat vulva seperti serviks uteri. Tumor inihistologik dapat berupa leiomiosarkoma (paling sering). angiosarkoma. uterus yang merembetlangsung atau secra limfogen atau embolisasi melalui pembuluh darah balik. Penyebarannya sangat cepat. Penanganan dengan kemoterapi tunggal (MTX) atau kombinasi. Tumor solid Granuloma Bukan neoplasma yang sebenarnya. Di tempat itu mukosa vagina tampak merah dan berbintik. b.Kadangkadang kambuh kembali dan dapat juga menjadi ganas. berisi cairan musin. Tumor kistik. Tumor vulva dan vagina hendaknya dibedakan dengan vaginitisemfisematosa. dan epiteloidsarkoma. limfosarkoma. Sarkoma pada vulvaSarkoma vulva sangat jarang tapi metastasis berjarak jauh umum terjadi. tergantung dari faktor resikonya. terdiri dari epitel torak yang mengeluarkanmucus. kista ini dilapisis epitel seperti endoserviks. Ini disebabkankarena pemberian hormone estrogen sintesis lain. h.f.fibrosarkoma.terutama terletak dekat serviks uteri. g. Tumor-tumor di vagina umunya mempunyai sifat yang sama dengan yang ddapatkan pada vulva. vagina. Peran radioterapi dan atau kemoterapi sebagaiadjuvans perlu dipertimbangkan. jaringan pengikat dan jaringan lemak seperti yang biasa terdapat pada daerah glutea. fossaiskhiorektales. liposarkoma.Tumor pada vagina a.karena secra hematogen.Adenosis vaginaBerasal dari sisa saluran paramesonefridikus Muler berupa tumor jinak vagina. Dapat juga saluran Muller terjadi di dekat serviks biasanya soliter. 2. serta apabila terdapat di vagina berada pada daerah parakolpos.Tumor miksoid vagina Konsistensi lunak seperti kista berisi jaringan miksomatosa. seringkali berbentuk polip terutama terjadi pada bekas operasi kolpografidan histerektomi total dan dapat bertahan sampai bertahun-tahun. . Jaringan merupakan granulasi yang terbatasbatas. diberikan pada ibu . Paling seringditemukan adalh metastasis koriokarsinoma yang memberi gambaran khas yang berwarna birukehitaman.akan tetapi dapat multiple. Prognosiscsangat buruk. . i.

d.Diagnosis ditegakkan dengan kolposkopi yang terlihat sebagai ulserasi dikemudian dilanjutkan dengan biopsy dan pemeriksaan histopatologi.Jaringandi sekitarnya mengkerut disertai gatal-gatal. Nyeri ketika berkemih Nyeri ketika melakukan hubungan seksual. II. Tingkat pra-maligna Sebelum menjadi infasif. c. Tumor ganas pada vagina Tumor ganas primer di vagina sangat jarang. Begitu juga bilamana vulva ikut terlibatdalam proses. Patologi Terbanyak (hampir 99%) adalah squamous cell carsinoma. berat) dan KIS (karsinoma in situ). b.S).  Gejala lainnya adalah: a. b. Hampir 20% penderita yang tidak menunjukkan gejala. III (Displasia ringan.penderitawaktu hamil muda (sindrom D.Kadang terbentuk bercak bersisik atau perubahan warna. 1. Karsinoma vagina Epidemiologi Kanker vagina jarang terjadi. penebalan ataupun luka terbuka pada atau di sekitar lubang vagina. maka dianggaptumor ganas itu adalah tumor ganas vulva. Penyebaran . lesi itu melalui tingkatan pra-maligna yang disebut sebagai NIV(N eoplasia Intraepitelial Vagina) I. maka dianggap sebagai tumor ganas serviks uteri. c.  Gejala Kanker vulva mudah dilihat dan teraba sebagai benjolan. sisanya adenokarsinoma danembrional rhabdomiosarkoma (sarkoma botrioides). Bilamana serviks uterus ikut terlibat dalam proses. sedang. Tumor ini dapat menjadi adenocarcinoma. yang berlangsung beberapa tahun dan dapat dideteksi awal melalui Pap¶smear atau bilamana perlu biopsi terarah dengan bimbingan kolposkop terhadap µlesi yang mencurigakan.E. biasanya diderita oleh wanita berumur 50 tahun ke atas.Pada akhirnya akan terjadi perdarahan dan keluar cairanyang encer. a.Insidensi.

endofitik ulseratif. Gambar klinik dan diagnose Karsinoma in situ lebih sering didapat sebai proses yang multifokal. karsinoma intra epithelial Proses masih terbatas padadinding vagina Proses sudah meluas sampai jaringan para vagina.kolpomikroskopi dilakukan untuk membuat diagnosis dini.Bila proses terdapat pada sepertiga bagian atas vagina.Biopsi harus dibuat pada daerah yang dicurigai. penyebarannya akan terjadi seperti pada karsinoma serviks. e.atau setelah pembedahanyang tidak radikal pada karsinoma in situ serviks uterus.atau sudah menginfiltrasimukosa rektum/kandung kemih f.dapat berasal dari urethra.berbentuk eksopitik seperti bunga kol.atau pasca radiasi karsinoma serviksuterus.Adenokarsinoma vagina yang jarang.Ia dapat ditemukan bersama-sama dengan tumor sejenis di bagian lain dari traktus genitalis. Pembagian tingkat keganasan menurut FIGO Tingkat 0 I II III IV Kriteria Karsinoma in situ. Pada klinik yangsudah h. g.tetapi belum mencapai dinding panggul Proses telah meluas sampai ke salah satu/kedua dinding panggul. Proses sudah keluar dari panggul kecil. Penanganan maju.pengambilan bahan untuk pemeriksaan sitologik dari dinding vagina perlu pula pengambilanbahan dari ekto-danendoserviks. Pembagian tingkat keganasan Umumnya karsinoma epidermoid pada vagina muncul di 2/3 di bagian proksimal vagina.kelenjar Bartholin.atausebagai metastasis dari karsinoma endometrium/ovarium.biopsi terarah dengan bimbingan kolposkop.Lokasi papilomatosa.bila berlokasi pada sepertiga bagian distal vagina. Diagnosis dini Pada pemeriksaan rutin secara berkala.Pada pemeriksaan in spekulo dapat ditemukan ulkus dengan tepi yang induratif atau pertumbuhan tumor eksofitik seperti bunga kol (cauliflower) yang mudah berdarah padasentuhan. penyebarannya akanmenyerupai karsinoma vulva. paling sering di dinding paling atas (proksimal)atau depan bawah(distal)vagina.sehingga bukti histologik dapatmenegakkan diagnosis.pemeriksaan kolposkopik.infiltratif atau .

b. C). a. 1. Perlu mendapat perhatian khusus bila wanita berusia 45 – 55 tahun ditemukan tumor adneksa. . elektrokoterisasi. dan Hertig membagi histologik tumor ini dalam 3 jenis menurut keganasannya: Jenis papiler : tumor belum mencapai otot tuba dan difeensiasi selnya masih baik. Penyebaran secara hematogen ke paru-paru atau tulang. yang ternyata efektif. perlu dicurigai kemungkinan adanya tumor ganas tuba terutama pada nullipara atau primipara. Disertai rasa nyeri dan adanya getah vagina yang semula kekuning-kuningan kemudian bercampur darah.Untuk tingkat klinik 0.hanya vaginektomi dilakukan lebih luas(>1/2 puncak vagina harusdiangkat). dapat dilakukan vaginektomi.sedang operasi pada bagian bawah vagina mendekati operasi pada karsinoma vulva. batasdaerah normal dengan tumor masih dapat ditunjukkan.Operasi pada tumor di bagian atas vagina sama dengan operasi padakarsinoma serviks uterus.Aktinomisin-D dan Cytoxan/Endoxan)hanya untuk pengobatan embrional rabdomiosarkoma (sarkoma botrioides) pada anak-anak. Endometriosis yang sebenarnya bukanneoplasma lebih sering didapat pada tuba. Jenis papilo-alveolar (adenomatosa) : tumor ini telah memasuki otot tuba danmemperlihatkan gambaran kelenjar. Kemoterapi dengan peraturan VAC (Vincristine. bedah krio (cryosurgeri). Tuba uterine falopii dan jaringan sekitarnya: Tumor-tumor yang disebabkan oleh radang. 1) 2) 3) Tubba Fallopii (saluran telur) Patologi : Hsu. penggunaan sitostatika topikal atau sinar laser. Tumor tubauterine yang neoplastik jarang seklai ditemukan. Jenis alveo-meduler : terlihat mitosis yang atipik dan terlihat invasi sel ganas ke dalamsaluran limfa tuba. Tumor junak pada tuba Tumor tuba uterine dapat berupa neoplasma maupun non neoplasma. Tumor ini berbentuk polipoid seperti buah anggur yang berasal dari bagian atasvagina dan dapat menonjol keluar sampai di introitus vagina. Tumor pada Tuba a.Untuk tingkat klinik I dan II dilakukanopersi atau penyinaran. Tumor ganas pada tuba Deteksi dini tumor ganas tuba fallopi sukar diupayakan. terkadang dikira ganas. Taymor.

dengan perluasan ke panggul. harus ada sitologi positif untuk menyebutnya sebagaitingkat klinik IV.Tumor terdapat di IC II IIA IIB IIC III permukaan luar. atau kapsulnya pecah IB ataukedua-duanya. atau kapsulnya pecah.Tak ditemukan tumor di permukaan luar. Tingkat Klinis Keganasan : Tingkat Klinik IA Kriteria Pertumbuhan tumor terbatas pada salah satu tuba. Deteksi dini tumor ganas tubaFalloppii sukar diupayakan. Perluasan proses dan/ atau metastatis ke uterus atau ovarium. Kalau sudah ada keluhan. Gambaran klinik dan diagnosis Pada awal penyakit tidak menimbulkan gejala diagnosis sering terlambat dibuatkarena letaknya yang sangat tersembunyi dan pemeriksaan histologik atas spesimen yangdikirim. Begitu pula ditemukannya metastasiskeparenkim hati. tetapi dengan asitesdan/atau cucian rongga perut positif. ovarium dan uterus. tuba. kemudian melalui pembuluh getah bening ke abdomen. Tumor dari tingkatan klinik 1A dan IB. Tumor terbatas pada panggul kecil dengan bukti histologik penyebaran ke usus halus IV atau omentum. vagina.b. ataukedua-duanya. tetapi ada asites ataucucian rongga perut positif. leher. tidak adaascites.ditemukan tumor adneksa (tumor radang: hidrosalping. c. perlu dicurigai kemungkinan akan adanya tunor ganas . kapsulnya utuh. Pertumbuhan tumor melibatkan satu atau dua tuba.Tak ada tumor di permukaan luar. d. Penyebaran : Pada umumnya terjadi secara langsung ke alat sekitarnya. kapsulnya utuh. daerah inguinal. Tumor melibatkan satu atau dua tuba dengan penyebarankelenjar limfa intraperitoneal. Pertumbuhan tumor terbatas pada kedua tuba. Bilamana didapatkan efusi pleural. Perlu dapat perhatian khusus bila wanita berusia (45-55 tahun). Tumor dari tingkat klinik IIA atau IIB. piosalping atau abses tubo-ovarial dansebagainya) disertai rasa nyeri dan adanya getah vagina yang semula kekuningkuningankemudian bercampur darah. tidak adaasites.Tumor terdapat di permukaan luar. Pertumbuhan tumor melibatkan salah satu atau kedua tubadengan metastasis berjarak jauh. biasanya sudah terlambat. Perluasan proses ke jaringan panggul lainnya. atau kedua-duanya.

Tumor ektoserviksa. biasanya terdapat pada wanita multipara. maka perlu dipikirkan kemungkinan keganasan di tuba atau ovarium. khususnya di daerah subdiafragmatika dan mengirimkan sample cucianrongga perut untuk pemeriksaan sitologi eksfoliatif. Akan tetapi bilamanahasilnya sel ganas positif. sebagai penampilan servisitis. Penanganan Penanganan utama yang dianjurkan adalah TAH + BSO + OM + APP (TotalAbdominal Hysterectomy + Bilateral Salpingo-Oophorectomy + Omentectomy +Appendectomy). sedangkan di serviks maupun di kavum uteri dapat dinyatakantidak ada keganasan.lebih lebih jika ada mas tumor pada adneksa. Folikel atau kista Naboth: kista retensi kelenjar endoserviks. Kista ini jarang mencapaiukuran besar berwarna putih mengkilap berisi cairan mucus. cukup panjang untuk memungkinkan mengdakan eksplorasi secara Gentle (lembut) seluruh rongga perut dan panggul. Kalau kista inimenjadi besar dapat menyebabkan perasaan nyeri. Wanita beranak satu (sterilitas satu anak) biasanyaoleh karena mengalami infeksi gonokokus yang menimbulkan peradangan tuba dan menjadi buntu. Kuldoskopi dan laparoskopi juga tak banyak berarti karena sulit membedakan tumor ganas tuba dari tumor radang. Dapat dipertimbangkan (Optional) instilasi Phosphor 32 radioaktif ataukhemoterapi profilaksis. Kista sisa jaringan embrional: berasal dari saluran mesonefridikus Wolffi terdapatdinding samping ektoserviks Kista endometriosis: letaknya superficial. Rasa sakit ini yang menyebabkan penderita datang ke dokter Pemeriksa sitologi usapan serviks tidak banyak membantu. e. Transvagina/transrektal USG dapatmembantu untuk menegakkan diagnosis. D). . b. Sayatan dinding perut harus longitudinal linea mediana. Radioterapi hanya dikerjakan pada tumor bed dan jenis histologik keganasan tertentu seperti disgerminoma. a. Perasaan nyeri ini dapat intermiten atau terus menerus dan menjalar ke pangkal pahadan punggung bagian bawah (regio sakro-koksigeal). Tumor pada uterus Tumor jinak pada uterus 1.tubaterutama pada nullipara atau primipara. kecuali bilamana pemeriksaan tersebut disertai tindakan biopsi. c. Histero-salpingografi (HSG) tidak dianjurkankarena dapat berakibat meluasnya proses ganas/radang.

Bagian ujung polip dapat mengalami nekrosis. biasanya terletak superficial. Polip endoserviks diangkat dan perlu diperiksasecara histologik. Polip endometriosisumumnya diangkat dengan cara kauterisasi dan bedah laser. Polip plasenta menyebabkan uterusmengalami subinvolusio yang menimbulkan perdarahan. 3.Gangguan c. . yang Adenoma sering ini biasanya lunak merupakan dan adalah berwarna metroragi penampilan kemerahsampai hyperplasiaendometrium. Polip ini berkembang karena pengaruh radang maupun virus.infertilias. adenofibroma Mioma submukosum Plasenta Adenoma-adenofibromaBiasanya terjadi dari epitel endometrium dengan stroma yang sesuaidengan daur haid. 1) 2) 3) b.tumor-tumor lain dapat dilakukan ekstirpasi. dapat menyebabkan metroragi. sertamudah berdarah. e. Harusditegakkan apakah polip itu suatu adenoma. Tangkainya dapat panjang hingga keluar dari vulva. Polip plasentaBerasal dari plasenta yang tertinggal vili setelah partus dalam maupun berbagai abortus. Tumor endometriuma. kauterisasi dan krioterapi. d. Polip berasal dari: Adenoma. dengan konsistensi ditimbulkan menometroragi. Mempunyai kecenderungan kambuh kembali.Kebanyakan papiloma ini adalah sisa epitel yang terlebih pada trauma bedahmaupun persalinan. Mioma submukosumSarang mioma dapat tumbuh bertangkai dan keluar dari uterus menjadimioma yang dilahirkan. Tumor endoserviksPolip: sebetulnya adalah suatu adenoma maupun adenofibroma yang berasaldari selaput lender endoserviks. Terapi tumor ektoservikstergantung pada kelainan ataupun potensi akan kelainan yang dapatdisebabkannya. sarcoma botriodes. Umunya bersifat ekspektatif saja. merahan. adenokarsinomaserviks atau mioma yang dilahirkan. 2. a. Kista Nabothi dapat diinsisi. Tumor berkonsistensi kenyal berwarna putih. Polip endometriumSering didapati terutama dengan pemeriksaan histeroskop. Hemangioma: jarang terjadi.Pemeriksaan histology memeperlihatkan korialis tingkatdegenerasi yang dilapisi endometrium. Papiloma: dapat tunggal maupun multiple seperti kondiloma akuminata.Epitel yang melapisi biasanya adalah epitel endoserviks yang dapat juga mengalamimenjadi lebih semakin kompleks. dapat membesar padawaktu kehamilan.d.

HemangiomaTumor jinak pembuluh darah ini jarang sekali ditemukan.Efek fibromatosa baik pada permukaan maupun pada tempat lain dalam abdomen. ovarium. c. Kanker Rahim adalah tumor ganas pada endometrium (lapisan rahim). Tumor pganas pada uterus.sebaliknya banyak penderita kanker rahim yang tidak memiliki faktor resiko. c.Wanita yang memiliki faktor resiko tidak selalu menderita kanker rahim. b. 5. paling sering menyerang wanita berusia 50-60 taun. Penyebab Penyebabnya yang pasti tidak diketahui. Mioma submukosum: berada id bawah endometrium dan menonjol ke dalamrongga uterus. 6. diliputi oleh serosa. mioma dapat kita bagi menjadi: a.Menurut letaknya.Penelitian telah menemukan beberapa faktor resiko pada kanker rahim: a. sistem getah bening atau ke bagian tubuh lainnyamelalui pembuluh darah).tuba falopii. Mioma intramural: mioma terdapat di dinding uterus di antara serabutmiometrium.Kanker rahim biasanyaterjadi setelah masa menopause.4. Sejumlah besar estrogen yang disuntikkan kepada hewan percobaan di laboratorium menyebabkan hiperplasia endometrium dan kanker.Kanker bisamenyebar (metastase) secara lokal maupun ke berbagai bagian tubuh (misalnya kanalis servikalis. Bentuk histologinya dapat beraneka ragam. Miometrium Neoplasma ini berasal dari otot uterus dan jaringan ikat yang menumpangnya. b. Umunya didapatkansecara kebetulan pada pemeriksaan histologik uterus yang diangkat karena perdarahan. 1. Mioma subserosum: apabila tumbuh keluar dinding uterus sehingga menonjol pada permukaan uterus. (faktor resiko adalah sesuatu yang menyebabkan bertambahnya kemungkinan seseorang untuk menderita suatu penyakit). Usia Kanker uterus terutama menyeranga wanita berusia 50 tahun keatas. AdenomiosisAdenomiosis adalah adanya sarang enometriosis di antara serabut miometrium. Kadang tidak dapatdijelaskan mengapa seorang wanita menderita kanker rahim sedangkan wanita yang lainnya tidak. tetapi tampaknya penyakit ini melibatkan peningkatan kadar estrogen. daerah di sekitar rahim.Salah satu fungsi estrogen yang normal adalah merangsang pembentukan lapisan epitel pada rahim. Hiperplasia endometrium Terapi Sulih Hormon (TSH) .Wanita yang menderita kanker rahim tampaknya memiliki faktor resiko tertentu.

tetapi setiap wanita memberikan reaksi yang berlainan. Obesitas Tubuh membuat sebagian estrogen di dalam jaringan lemak sehingga wanitayang gemuk memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi. k. Tingginya kadar estrogenmerupakan penyebab meningkatnya resiko kanker rahim pada wanita obes. n. Kanker kolorektal Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun Menopause setelah usia 52 tahun Tidak memiliki anak Penyakit ovarium polikista Polip endometrium. Pemakaian estrogen dosis tinggi dan jangka panjang tampaknya mempertinggi resiko ini. Diabetes (kencing manis) Hipertensi (tekanan darah tinggi) Tamoksifen Wanita yang mengkonsumsi tamoksifen untuk mencegah atau mengobatikanker payudara memiliki resiko yang lebih tinggi. h. RasKanker rahim lebih sering ditemukan pada wanita kulit putih. d. 2. f.Wanita yang mengkonsumsi estrogen dan progesteron memiliki resiko yang lebih rendah karena progesteron melindungi rahim. Wanita yang mengkonsumsi estrogentanpa progesteron memiliki resiko yang lebih tinggi. Kemandulan Gejala Gejala kanker rahim tidak spesifik. e. mencegah osteoporosisdan mengurangi resiko penyakit jantung atau stroke. o.TSH digunakan untuk mengatasi gejala-gejala menopause. j. g. i.Keuntungan yang diperoleh dari tamoksifen lebih besar daripada resiko terjadinyakanker lain. m. Studi terbaru menunjukkan bahwa penderita kanker rahim biasanya mengalami gejala berikut ini secara menetap: • tekanan abdomen (merasa penuh.bengkak atau kembung) • Perasaan ingin buang air kecil terus menerus Gejala lainnya meliputi: 1) Gangguan pencernaan yang menetap (gas atau mual) . l. Resiko ini tampaknya berhubungan dengan efek tamoksifen yang menyerupai estrogen terhadap rahim.

dokter ahli .Perdarahan dari mulut rahim. Diagnosa Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan berikut: • Pemeriksaan panggul • Pap smear • USG transvagin • Biopsi endometrium. c. kandungan atau ke RS 3. b.2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 10) 12) 9) 11) 13) 14) Perubahan kebiasaan BAB tanpa alasan jelas. dilakukan pemeriksaan berikut: d. Melakukan pemeriksaan pap smear Melakukan pemeriksaan dalam • Rahim agak membesar. Jaringan yang keluar dari mulit rahim diambil dan dikirim ke dokter ahli patologianatomid.lunak • Setelah pemeriksaan dalam kemungkinan terjadi perdarahan • Pada pemeriksaan speculum :.seperti sembelit Kehilangan nafsu makan atau cepat merasa kenyang Lemas & letihlesu yang berkelanjutan Sakit pada daerah sekitar pinggang/panggul Perubahan dalam siklus menstruasi Perdarahan rahim yang abnormal Perdarahan vagina atau spotting pada wanita pasca menopause Nyeri perut bagian bawah atau kram panggul Nyeri atau kesulitan dalam berkemih Nyeri ketika melakukan hubungan seksual.Jaringan keluar dari mulut rahimc. Untuk membantu menentukan stadium atau penyebaran kanker. Dengan mengetahui gejala nya diharapkan bidan dapat meduga degredasi ganas Perdarahan diantara 2 siklus menstruasi (pada wanita yang masih mengalami menstruasi) Perdarahan yang sangat lama berat dan sering (pada wanita yang berusia diatas 40 tahun) Keluar cairan putih yang encer atau jernih (pada wanita pasca menopause) padakanker rahim dengan bertindak : a. Bidan segera merujuk penderita untuk menegakkan diagnose pasti ke puskesmas.

stadium. Bidan mempunyai tugas menegakkan diagnosis dini kanker rahim dengan : 1. Merujuk penderita untuk menegakkan diagnosa pasti Staging (Menentukan stadium kanker) Stadium I : kanker hanya tumbuh di badan Rahim Stadium II : kanker telah menyebar ke leher rahim (serviks) Stadium III : kanker telah menyebar ke luar rahim. • Pengambilan pap smear • Pemeriksaan dalam untuk menilai rahim3. tetapi masih di dalam rongga pangguldan belum menyerang kandung kemih maupun rektum. e. Stadium IV : kanker telah menyebar ke dalam kandung kemih atau rektum atau kanker telah menyebar ke luar rongga panggul. 3. Kelenjar getah bening panggul mungkin mengandung sel-sel kanker. pengaruh hormon terhadap pertumbuhan tumor dan kecepatan pertumbuhan tumor serta usia dan keadaan umum penderita.• Pemeriksaan darah lengkap • Pemeriksaan air kemih • Rontgen dada • CT scan tulang dan hati • Sigmoidoskopi • Limfangiografi • Kolonoskopi • Sistoskopi. Metode pengobatan: Pembedahan . 1. Melakukan KIE dan Motivasi tentang gejala klinik stadium awal• Beser putih atau bercampur darah • Perdarahan mendadak/sedikit setelah menopause • Terjadi sesak di bagian bawah abdomen 2. 4. Pengobatan Pemilihan pengobatan tergantung kepada ukuran tumor. Melakukan pemeriksaan sederhana .

Efek samping pengobatan kanker 1. 2. Jika jaringanmemiliki reseptor. Terapi hormonal dilakukan pada: • penderita kanker rahim yang tidak mungkin menjalani pembedahan ataupun terapi penyinaran • penderita yang kankernya telah menyebar ke paru-paru atau organ tubuh lainnya • penderita yang kanker rahimnya kembali kambuh. Wanita yang telah menjalani histerektomi tidak akan mengalami menstruasi dan tidak dapat hamil lagi.Sebelum dilakukan terapi hormon. 2. .Kebanyakan penderita akan menjalani histerektomi (pengangkatan rahim). Penyinaran bisadilakukan sebelum pembedahan (untuk memperkecil ukuran tumor) atau setelah pembedahan(untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa) 3. Pada stadium I.Beberapa penderita mengalami mualdan muntah serta gangguan berkemih dan buang air besar. Jika kanker telah menyebar atau tidak memberikan respon terhadap terapi hormonal. Kemoterapi Pada terapi hormonal digunakan zat yang mampu mencegah sampainya hormon ke selkanker dan mencegah pemakaian hormon oleh sel kanker.Terapi penyinaran merupakan terapi lokal. Pada terapi hormonal biasanya digunakan pil progesteron. Hot .maka diberikan obat kemoterapi lain. penderita biasanya mengalami nyeri dan merasasangat lelah. doksorubisin dan sisplastin. Jika ovarium juga diangkat. Setelah menjalani histerektomi. maka kemungkinan besar penderita akan memberikan respon terhadap terapihormonal. penderita menjalani tes reseptor hormon. II atau III dilakukan terapi penyinaran dan pembedahan. Hormon bisa menempel pada reseptor hormon dan menyebabkan perubahan di dalam jaringan rahim. Terapi hormonal merupakan terapi sistemik karena bisa mempengaruhi sel-sel diseluruh tubuh. Kebanyakan penderita akan kembali menjalani aktivitasnya yang normaldalam waktu 4-8 minggu setelah pembedahan. Terapi penyinaran (radiasi)Digunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Kedua tubafalopii dan ovarium juga diangkat (salpingo-ooforektomi bilateral) karena sel-sel tumor bisamenyebar ke ovarium dan sel-sel kanker dorman (tidak aktif) yang mungkin tertinggalkemungkinan akan terangsang oleh estrogen yang dihasilkan oleh ovarium. hanya menyerang sel-sel kanker di daerah yangdisinari. maka penderita juga mengalamimenopause. yaitu siklofosfamid.

dan mesodermal) dengansifat-sifat histologis maupun biologis yang beraneka ragam. Pada beberapa penderita. Epitelialcampuran. Borderline malignancy. Musinosa. C. G. Karsinoma. tidak jelas jinak tapi juga tidak pasti ganas (borderline malignanc yatau carcinoma of low-malignant potential) dan yang jelasganas (true malignant).Tumor Sinus Endodermal. Wanita yang memiliki faktor resiko kanker rahim sebaiknya lebih sering menjalani pemeriksaan panggul. 3. 4) Tumor-tumor Germ-cell : A. Patologi Pertumbuhan tumor prime diikuti oleh infiltrasi ke jaringan sekitar yang menyebabkan berbagai keluhan samar-samar seperti perasaan sebah. Tumor pada ovarium a. Oleh sebab itu histiogenesis maupunklasifikasinya masih sering menjadi perdebatan.Penderita merasakan kehilangan sehingga mengalami kesulitan dalam melakukanhubungan seksual Pencegahan Setiap wanita sebaiknya menjalani pemeriksaan panggul dan Pap smear secara rutin. f. Gynandroblastoma. 1. Pap smear dan tes penyaringan (termasuk biopsiendometrium). nafsu makan menurun. Benigna. Brenner. makan sedikit terasa cepat menjadikenyang. D.E. Endometroid. Klasifikasi Tumor Ovrium Epitelial menurut WHO yang dimodifikasi : 1) Tumor Epitelial yang umum : A. dermoblast (ektodermal.B. B. sering kembung. Tumor ini dapat jinak (benigna). Kecenderungan untuk melakukan implantasi dirongga perut merupakan ciri khas suatu tumor ganas ovarium yang menghasilkan ascites. Tumor tak terklasifikasi. D. 30% dalam masa reproduksi dan 10% pada usia yang jauh lebih muda. Serosa. E).entodermal. Kira-kira 60% terdapat pada usia peri-menopausal.flashes dan gejala menopause lainnya akibat histerektomi biasanyalebih berat dibandingkan dengan gejala yang timbul karena menopause alami. C.Androblastoma (sertoli-leydig). Tumor ganas ovarium dapat merupakan berasal dari kumpulan ketiga tumor dengan histiogenesis yang beranekaragam. F. Tidak terklasifikasi 3) Tumor-tumor lipid cell. Karsinoma tak terdiferensiasi. . Disgerminoma.untuk menemukan tanda-tanda pertumbuhan yang abnormal. Maligna. Tumor Granulosa-theca cell : a. Clearcell(mesonephroid) : a. 2) Sex-cord stromal tumours : A. B. 2. b.c. Benigna. H.b. histerektomi bisa mempengaruhi hubungan seksual.

Tumor-Tumor Epitelial Ovarium Ada 2 jenis : serosa dan musinosa. Pada pemeriksaan mikroskopik terlihat gambaran sarangsarangsel telur yang besar. kecuali di bagian-bagian yang mengalami degenerasi. 88. atau lainnya). Tumor-Tumor Sel Germinal (Germcell tumours) Tumor ini berasal dari sel germinal dan derivatnya. c. Sel-sel sertoli merupakan sumber dari estrogen pada gonadlelaki.adalah bentuk feminisasi dari Androblastoma.KarsinomaEmbrional. konsistensi kenyal. Tumor dengan permukaanrata. Immatur.C. a. bundar.monodermal (stroma ovarii dan/ atau karsinoid. Disgerminoma Biasanya terdapat pada wanita muda dan sangat radioaktif. 3)Tmor Sel Granulosa. berwarna sawomatang sampai keabu-abuan. kalau perlu pasca bedah dapat dipertimbangkan radioterapi pada Tumor bed karena tumor ini sangat radiosensitif dan radiocurable. 2)TUmor Sertoli cell. a.Teratoma : 1. atau poligonal.Poli-Embrioma. AndroBlastoma atau tumor yang berasal dari mesenkhim akan mendiferensiasi ke dalamstruktur gonadal laki-laki : 1). Kistadenokarsinoma papiliferum pseudo-musinosa merupakan satu variasidari tumor dengan kemungkinan penyebaran lokal yang tinggi. b. F. yang potensial mampu mendiferensiasi ke dalamstruktur gonad laki-laki dan wanita hingga tumor dapat mengakibatkan munculnya tanda-tanda maskulinisasi atau feminisasi pada penderitanya.mikroskopik terlihat gambaran tubuler dan berhubungan denagan gejala/ tanda defeminisasi atau maskulinisasi. Tumor-Tumor Stroma Sex-Cord Diduga berasal dari mesenkhim gonad . 2. Arrhenoblastoma . 4)TUmor Sel Theca.Matur(solidatau kistik) 3. E. terpisah oleh septa jaringan ikat. . Perubahan ke arah ganas terjadi pada yang berjenis serosa.6%dapat disembuhkan hanya dengan USO (Unilateral Salpingo Oerectomy). D. ovoid. Kedua-duanya mempunyai kecenderungan untuk tumbuh bilateral dan berimplantasi di rongga peritoneum.Khoriokarsinoma.

c. Tumor sinus endodermal Berasal dari jolk sac atau saccus vitellinus. terdiri dari sel-sel telur dan sel-sel yang menyerupai sel-sel Sertoli-Leydig atau sel-sel granulosa. Tumor ini tumbuh cepat dan mempunyai prognosis yang buruk. Gonado Blastoma Tumor yang diperkenalkan oleh Scully pada tahun 1953 dijumpai dalam ovariumatau testis yang disgenetik. Pada pemeriksaan mikroskopik didapatkanretikulum dengan ruangan berbentuk kistik (sinus endodermal) di tengahnya. e.Gonadoblastoma mempunyai potensi untuk menjadi ganas. terdiri atas campuran jaringan sel telur yang matang (matur) dan yang tidak matang (immatur). Teratoma maligna yang ganas berbentuk solid. Terapinya pembedahan dengan khemoterapi sebelum atau sesudahnya. kadang kala disertai perdarahan dari uterus dan ascites. akan tetapiunsur-unsur teratoid masih dapat dikenal. 1. d. Sarkoma OvariumTumor ganas ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Sarkoma teratoid: sering terdiri dari elemen-elemen tanpa diferensi. Sinus tersebutterdiri atas pembuluh darah ditengahnya oleh sel-sel kuboid. Teratoma Diduga berkembang dari jaringan embrional yang pluripoten dan mampu membentuk elemen-elemen dari ketiga lapisan embrional.umumnya ditemukan pada gadis atauwanita muda (20 tahun) dan sangat ganas. Pada pemeriksaan klinik ditemukan tumor di samping uterus.Pada pemeriksaan mikroskopik ditemukansinsio ± dan sitotrofoblas tanpa villikhoroalis. d. Tumor tumbuh cepat dengan prognosis jelek. Kebanyakan penderitanya wanita dan seringmenunjukkan kario-tipe yang abnormal dengan mengandung khromosom Y. . Teratomaganas biasanya ditemukan pada anak-anak dan pada penderita dalam masa pubertas. a. Khoriokarsinoma Tumor primer berasal dari ovarium jarang ditemukan mempunyai ciri-ciri sepertikhoriokarsinoma sesudah kehamilan (NTGG = Neoplasia Trofoblast Ganas Gestasional ). Tumor-Tumor yang berasal dari Stroma Ovariuma.b. Teratoma ovarium bisa ditemukan dalam bentuk kistik maupun solid.

atau M1 3. b. terdiri atas sel-sel epitel yang tersusun tidak rata dan stroma yang berproliferasi cepat. 3. Termasuk dalam golongan ini adalah Tumor Krukenberg yang mempunyai gambaran mikroskopik khas. dan supraklavikular. Diagnosis penyebaran intraperitoneal / kelenjar IV retraperitoneal Penyebaran ke alat-alat jauh FIGO I Ia Ib Ic II IIa IIb IIc III Diagnosis didasarkan atas 3 gejala/ tanda yang biasanya muncul dalam perjalanan penyakitnya yang sudah agak lanjut : a) Gejala desakan yang dihubungkan dengan pertumbuhan primer dan infiltrasike jaringan sekitar. Penetapan tingkat klinis keganasan UICC T1 Tia Tib Tic T2 T2a T2b T2c T3 Kriteria Terbatas pada ovarium Satu ovarium. . tanpa ascites Kedua ovarium. Sarkoma paramesonefrik : merupakan mixed mesodermal tumor. 1. berupa sel-sel yang menyerupai cincinsignet di tengah-tengah stroma. untuk seterusnya menyebar ke alat-alat yang jauh. Penyebaran sel-sel tumor jugacepat secara hematogen. tanpa ascites Jaringan panggul lainnya. dengan ascites Perluasan ke usus halus/ omentum dalam panggul. apabila tumor belum meluas pada waktu operasi dilakukan. mamma atau kelejar tiroid. ada ascites Dengan perluasan ke panggul Uterus dan/ atau tuba. usus-usus. Tumor primernya berasal dari korpusuterus. Stromal Sarkoma : berasal dari jaringan mesenkhim dan dapat ditemukan dalam 2 jenis : 1) Stroma-cell sarcoma dan 2) Leiomiosarkoma. Sebagian besar dari Tumor Krukenberg adalahmetastatis darikarsinoma ventrikuli (gaster).2. hati dan otak. Tumor biasanya ditemukan pada wanita usia lanjut. tanpa ascites Jaringan panggul lainnya. 2. Prognosis umumnya baik.mediastinal.terutama paru-paru. Karsinoma Ovarium Metastatik Karsinoma ini biasanya bilateral dan solid. tumbuh cepat dan dapatmenimbulkan rasa nyeri di perut bagian bawah. Penyebaran Tumor ganas ovarium menyebar secara limfogen ke kelenjar para aorta. tanpa ascites Satu/ dua ovarium.

. Pemakaian USG (Ultra Sono Graphy) dan CTscan (Computerised axial Tomography scanning) dapat memberi informasi yang berhargamengenai ukuran tumor dan perluasannya sebelum pembedahan. Radioterapi Sebagai pengobatan lanjutan umumnya digunakan pada tingkat klinik TI dan T2(FIGO: Tingkat I dan II). 6. Terapi Tumor Ganas Ovarium Pada tingkatan awal. wanitamasih muda. Pada tingkat klinik T3 dan T4 (FIGO: tingkay III dan IV) dilakukan debulking dilanjutkan dengan khemoterapi.antimetabolit (seperti Adriamisin) dan agens lain(seperti Cis-Platinum).hanya efektif pada jenis tumor yang peka terhadap sinar (radiosensitif) sepertidisgerminoma dan tumor sel granulosa. Laparotomi eksploratif disertai biopsi potong beku (Frozen section) masih tetap merupakan prosedur diagnostik paling berguna untuk mendapat gambaran sebenarnhya mengenai tumor dan perluasannya seta menentukan strategi penanganan selanjutnya. derajat keganasan tuor rendah seperti disgerminoma. Penanganan paliatif tumor ganas ovarium sering menggunakan preparat hormon progestativa. yang diberikan kpada panggul saja atau seluruh rongga perut. Radiasi untuk membunuh sel-sel tumor yang tersisa. Luas prosedur pembedahan ditentukan oleh insidensi dari seringnya penyebaran ke sebelahyang lain (bilateral) dan kecenderungan untuk menginvasi badan rahim (korpus uteri). 5. Sejumlah Khemoterapi obat sitostatika telah digunakan. termasuk agens alkylating (seperti Sekarang telah mendapat tempat yang diakui dalam penanganan tumor ganasovarium.tumor sel granulosa.intensitas gejala ini sangat bervariasi dengan tipehistologik tumor dan usia penderita.chlorambucil ). Pemeriksaan ginekologik dan palpasi abdominal akan mendapatkan tumor ataumasa. prosedur adalah TAH + BSO + OM + APP (optional).Tindakan konservatif (hanya mengangkat tumor ovariumnya saja : Oophorektomi atau oophoro kistektomi) masih dapat dibenarkan jika tingkat klinik penyakit T1a. cyclophospamide. 4. di dalam panggul dengan bermacam-macam konsistensi mulai dari yang kistik sampai yang solid (padat). blum mempunyai anak. maskulinisasi atau hiperestrogenisme . dan arr henoblastoma Atau low potential malignancy=bordeline malignancy.b) c) Gejala diseminasi/ penyebaran yang diakibatkan oleh implantasi peritonealdan bermanifestasi adanya ascites Gejala hormonal yang bermanifestasi sebagai defeminisasi.

Hal ini memungkinkan kita membuat penilaian akurat proses penyakit. Ovarium masih teraba pada menopause Keluhan utama : 1. Seterusnya setiap setahun sekali. bahkan kadang sampai ketiga (third-look laparotomi). Petanda tumor ini sangat berguna untuk diagnosis maupun pemantauan(monitoring) dan penanganan/ pengobatan. Kista di atas 45 tahun d. Tumor yang mensekresi endokrin adalah penting karena mereka dapat menampakkandiri dengan kelainan-kelainan endokrin. setipa 6 bulan. Second-look laparotomi Untuk memastikan keberhasilan penanganan dengan radioterapi ataukhemoterapi. setiap 4 bulan. 5. d. Kista pada anak/remaja b.7. b. Tanpa keluhan 2. setiap 2 bulan. Bisa dihentikan atau perludilanjutkan dengan alternatif pengobatan lain. lazim dilakukan laparotomi kedua. Sampai 1 tahun setelah penanganan.hingga dapat menetapkan strategi pengobatan selanjutnya. Kemudian sampai 5 tahun setlah penanganan. Komplikasi Obstruksi usus merupakan komplikasi yang sering terjadi pada kasus tingkatanlanjut yang dikelola dengan melakukan reseksi usus sekali atau beberapa kali untuk membuat by pass bila kondisi penderita mengizinkan. Kista cepat besar 3. Pengamatan lanjut Untuk tumor ganas ovarium skema/ bagan pengamatan lanjut (follow up control)adalah sebagai berikut : a. Kemudian sampai 3 tahun setelah penanganan. dan pengobatannya mungkin akan sangat efektif dengan mengendalikan gejala-gejalanya. Neoplasma Ovarium yang jarang Teratoma ovarium (termasuk Tumor sinus Endodermal ). Konsep tatalaksana kanker ovariumPredisposisi : a. c. Menarik perhatian karena pekanya terhadap khemoterapi dan hubungannya dengan petanda tumor (tumor marker ) AFP(Alfa Feto-protein). Kista usia lanjut c. Stadium lanjut : Kahesia . 8.

Padat kenyal gerak terbatas3. sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal. yang bisa berupa bahan kimia. Selain itu. E . Badan atas kurus.  Fase inisiasi Pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam bahan genetik sel yang memancing sel menjadi ganas. Penyakit ini oleh Word Health Organization (WHO) dimasukkan ke dalam International Classification of Diseases (ICD) dengan kode nomor 17. Pembuluh darah prominen 3. Beberapa jenis kanker payudara sering menunjukkan disregulasi hormon HGF dan onkogen Met.- Tumor pada abdomen Asites Metastase-kaki edema Pemeriksaan kanker ovarium : Inspeksi : 1. serta ekspresi berlebih enzim PTK-6.edema tungkai Pemeriksaan palpasi : 1. Perubahan dalam bahan genetik sel ini disebabkan oleh suatu agen yang disebut karsinogen. Terdapat asites 5. radiasi (penyinaran) atau sinar .Tumor pada payudara Tumor jinak Tumor ganas pada payudara Kanker adalah suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya.Pemeriksaan dalam :Terasa teraba tumor abdomen. Ovarium masih teraba setelah menopause.  Transformasi Sel-sel kanker dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses rumit yang disebut transformasi. Teraba tumor 2. cepat dan tidak terkendali. yang terdiri dari tahap inisiasi dan promosi. Nerbenjol-benjol 3. Terlihat tumor pada abdomen 2. kanker payudara (Carcinoma mammae) didefinisikan sebagai suatu penyakit neoplasma yang ganas yang berasal dari parenchyma. Gerak terbatas 4. Konsitensi: padat kenyal. virus.

matahari. Progesteron. Selain itu. Tulang merupakan jaringan unik yang terbuat dari matriks protein yang mengandung kalsium dengan kristal hydroxyappatite sehingga mekanisme yang biasa digunakan oleh sel kanker untuk membuat ruang pada matriks ekstraselular dengan penggunaan enzim metaloproteinase matriks tidaklah efektif. suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan berubah menjadi ganas. Tanpa faktor angiogenik negatif seperti angiostatin. Sel yang belum melewati tahap inisiasi tidak akan terpengaruh oleh promosi. progesteron juga menginduksi sekresi kalsitonin sel luminal dan morfogenesis kelenjar. diperkirakan berperan sebagai aktivator lintasan tumorigenesis pada sel payudara yang diinduksi oleh karsinogen. Progestin akan menginduksi transkripsi regulator siklus sel berupa siklin D1 untuk disekresi sel epitelial. Sekresi dapat ditingkatkan sekitar 5 hingga 7 kali lipat dengan stimulasi hormon estrogen. oleh karena estrogen merupakan hormon yang mengaktivasi ekspresi pencerap progesteron pada sel epitelial. Oleh sebab itu. yang berarti bahwa osteoklas hasil induksi sel kanker merupakan mediator osteolisis dan mempengaruhi diferensiasi dan aktivitas osteoblas serta osteoklas lain hingga meningkatkan resorpsi tulang. Bahkan gangguan fisik menahunpun bisa membuat sel menjadi lebih peka untuk mengalami suatu keganasan. VEGF merupakan mitogen angiogenik positif yang bereaksi dengan sel endotelial. sel endotelial yang berinteraksi dengan VEGF sel kanker melalui pencerap . pathological fractures atau spinal cord compression. Tetapi tidak semua sel memiliki kepekaan yang sama terhadap suatu karsinogen.  Fase metastasis Metastasis menuju ke tulang merupakan hal yang kerap terjadi pada kanker payudara. menyebabkan sel lebih rentan terhadap suatu karsinogen. sebuah hormon yang menginduksi ductal side-branching pada kelenjar payudara dan lobualveologenesis pada sel epitelial payudara. Karena itu diperlukan beberapa faktor untuk terjadinya keganasan (gabungan dari sel yang peka dan suatu karsinogen).  Fase promosi Pada tahap promosi. resorpsi tulang yang memungkinkan invasi neoplastik terjadi akibat interaksi antara sel kanker payudara dengan sel endotelial yang dimediasi oleh ekspresi VEGF. beberapa diantaranya disertai komplikasi lain seperti simtoma hiperkalsemia. Kelainan genetik dalam sel atau bahan lainnya yang disebut promotor.Metastasis demikian bersifat osteolitik.

 Klasifikasi Terdapat beberapa jenis sel kanker yang dapat terkultur pada kanker payudara.  Histopatologi Berdasarkan WHO Histological Classification of breast tumor. akan meluruhkan matriks ekstraselular.VEGFR-1 dan VEGFR-2. Non-invasif karsinoma o o Non-invasif duktal karsinoma Lobular karsinoma in situ 2. kanker payudara diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Invasif karsinoma o Invasif duktal karsinoma       Papilobular karsinoma Solid-tubular karsinoma Scirrhous karsinoma Special types Mucinous karsinoma Medulare karsinoma o Invasif lobular karsinoma     Adenoid cystic karsinoma karsinoma sel squamos karsinoma sel spindel Apocrin karsinoma . sel BT-20 dan sel BT-549. sel MDA-MB-231. sel MB-MDA-468. bermigrasi dan membentuk tubulus. yaitu sel MCF-7. sel T-47D.

ukuran tumor: o o o T 0: tidak ditemukan tumor primer T 1: ukuran tumor diameter 2 cm atau kurang T 2: ukuran tumor diameter antara 2-5 cm . Banyak sekali cara untuk menentukan stadium. Stadium hanya dikenal pada tumor ganas atau kanker dan tidak ada pada tumor jinak. N. namun yang paling banyak dianut saat ini adalah stadium kanker berdasarkan klasifikasi sistem TNM yang direkomendasikan oleh UICC (International Union Against Cancer dari World Health Organization)/AJCC (American Joint Committee On cancer yang disponsori oleh American Cancer Society dan American College of Surgeons). penilaian TNM sebagai berikut: • T (tumor size). dan M dinilai baik secara klinis sebelum dilakukan operasi. juga sesudah operasi dan dilakukan pemeriksaan histopatologi (PA). Untuk menentukan suatu stadium. harus dilakukan pemeriksaan klinis dan ditunjang dengan pemeriksaan penunjang lainnya yaitu histopatologi atau PA. Pada kanker payudara.    Karsinoma dengan metaplasia kartilago atau osseus metaplasia Tubular karsinoma Sekretori karsinoma Lainnya 3. sudah sejauh manakah tingkat penyebaran kanker tersebut baik ke organ atau jaringan sekitar maupun penyebaran ketempat lain. "N" yaitu node atau kelenjar getah bening regional dan "M" yaitu metastasis atau penyebaran jauh. Sistem TNM TNM merupakan singkatan dari "T" yaitu tumor size atau ukuran tumor . USG. rontgen . scintigrafi. Ketiga faktor T. Paget's Disease  Stadium Stadium penyakit kanker adalah suatu keadaan dari hasil penilaian dokter saat mendiagnosis suatu penyakit kanker yang diderita pasiennya. dan bila memungkinkan dengan CT scan. dll.

dapat berupa borok. N. kelenjar getah bening regional (kgb): o o o o N 0: tidak terdapat metastasis pada kgb regional di ketiak/aksilla N 1: ada metastasis ke kgb aksilla yang masih dapat digerakkan N 2: ada metastasis ke kgb aksilla yang sulit digerakkan N 3: ada metastasis ke kgb di atas tulang selangka (supraclavicula) atau pada kgb di mammary interna di dekat tulang sternum • M (metastasis). dan M didapatkan. ketiga faktor tersebut kemudian digabung dan akan diperoleh stadium kanker sebagai berikut: • • • • • • • Stadium 0: T0 N0 M0 Stadium 1: T1 N0 M0 Stadium II A: T0 N1 M0/T1 N1 M0/T2 N0 M0 Stadium II B: T2 N1 M0 / T3 N0 M0 Stadium III A: T0 N2 M0/T1 N2 M0/T2 N2 M0/T3 N1 M0/T2 N2 M0 Stadium III B: T4 N0 M0/T4 N1 M0/T4 N2 M0 Stadium III C: Tiap T N3 M0 . kulit payudara kemerahan atau ada benjolan kecil di kulit di luar tumor utama • N (node). edema atau bengkak.o o T 3: ukuran tumor diameter > 5 cm T 4: ukuran tumor berapa saja. tetapi sudah ada penyebaran ke kulit atau dinding dada atau pada keduanya. penyebaran jauh: o o o M x: metastasis jauh belum dapat dinilai M 0: tidak terdapat metastasis jauh M 1: terdapat metastasis jauh Setelah masing-masing faktor T.

3. dan ERBB2+. p53. dinamika fungsional gen dan genom dapat diamati seperti proses transkripsi mRNA. CA 27. yang disebut profil genetik. siklin E. pencerap faktor pertumbuhan epidermal-2. beberapa diantaranya adalah: • Profil genetik dari American Society of Clinical Oncology yang menawarkan klasifikasi berdasarkan CA 15.29. pencerap progesteron. DNA/ploiditas dengan penggunaan sitometri. Dengan demikian.[10] • Subtipe berdasarkan ESR1/ERBB2 dengan profil ESR1+/ERBB2-. perlu diketahui ekspresi genetik khas dari tiap sel yang merupakan hasil transkripsi kluster gen tertentu. kemudian dicari kesamaan kluster pada sel lain dari jenis yang berbeda.[8] Sejumlah profil genetik telah diajukan oleh berbagai pihak. penghambat aktivator plasminogen 1. CEA. luminal B. cathepsin D.• Stadium IV: Tiap T-Tiap N-M1 Genetik Array-mikro DNA Array-mikro DNA merupakan suatu metode yang diawali dengan membandingkan sel normal dengan sel kanker dan melihat perbedaan yang terjadi pada ekspresi genetik antara dua jenis sel. analisis single-nucleotide polymorphism. deteksi metastasis-mikro pada sumsum tulang dan kadar sel tumor dalam sirkulasi darah. identifikasi domain pengikat dari protein asam nukleat. multiparameter assays tertentu. . namun beberapa grup periset mempertimbangkan bahwa beberapa grup/kluster gen mempunyai kecenderungan untuk meninggalkan jejak genetik pada sel lain hingga terjadi ekspresi genetik yang sama.Untuk mendapatkan profil genetik dari sebuah tumor.[10]  Profil intrinsik Perou-Sørlie Dari sudut pandang histologi. luminal A. sel tumor payudara merupakan jaringan kompleks yang terdiri dari berbagai jenis sel selain sel kanker. aktivator plasminogen urokinase. Walaupun perbedaan ekspresi genetik tersebut belum tentu menunjukkan ciri khas onkogen sel kanker. • Profil genetik yang disebut normal breast-like. dan ERBB2+. basal.[9] Penggunaan kategori berikut sebagai dasar diagnosa juga dianggap belum cukup. pencerap estrogen. ESR1-/ERBB2-.

dan sel epitelial luminal. faktor von Willebrand. keratin-17. baik sel endotelial dari kultur HUVEC maupun HMVEC. dan tanpa ekspresi HER-2 (bahasa Inggris: human epidermal growth factor receptor 2). Sebuah kluster genetik yang nampaknya merupakan ciri khas makrofaga/monosit adalah ekspresi CD68. Terdapat dua jenis sel epitelial pada kelenjar ini. meninggalkan jejak genetik seperti ekspresi gen berupa protein imunoglobulin saat melakukan infiltrasi dan memberikan variasi pada kluster genetik seperti yang terjadi pada ekspresi sel RPMI-8226 dari kultur mieloma multipel. acid phosphatase 5. yaitu sel basal atau sel mioepitelial. seperti CD34. progesteron maupun keduanya. Makrofaga. X-box binding protein-1 dan hepatocyte nuclear factor-3. chitinase dan lysozyme. Sel payudara normal maupun yang kaya akan adiposa dengan kluster genetik meliputi fatty-acid binding protein 4 dan PPAR 4. 5. terjadi ekspresi berlebihan protein . 1. Ekspresi protein dari sel stromal merupakan kluster genetik yang teridentifikasi terlebih dahulu dan meliputi beberapa isomer kolagen 3.Pada profil intrinsik. Sebuah kluster gen merupakan ciri khas ekspresi genetik sel endotelial. ditemukan 8 kluster genetik yang merupakan variasi sel-sel tertentu yang terdapat di dalam tumor. Sedangkan kluster genetik sel luminal meliputi faktor transkripsi yang berkaitan dengan pencerap estrogen seperti GATA-binding protein-3. Lintasan onkogenik Klasifikasi menurut lintasan onkogenik terbagi menjadi 4 subtipe yang disebut • luminal A yang disertai ekspresi pencerap hormon. 6. 2. Sel endotelial. Pada subtipe luminal A. Banyak gen yang hanya dimiliki oleh salah satu jenis sel ini dan jarang ditemukan gen yang dimiliki oleh kedua sel. CD31. Kluster genetik sel basal meliputi keratin-5. Sebuah kluster geneteik meliputi kluster diferensiasi CD3 dan 2 subunit pencerap sel T ditemukan pada sel MOLT-4 dari kultur leukimia. Sel B. baik estrogen. integrin-4 dan laminin. Sel T juga meninggalkan jejak genetik yang menjadi indikasi aktivitas infiltrasi. Sel stromal.

. Borok itu semakin lama akan semakin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara. dan mudah berdarah. • basal-like dengan ekspresi berlebih protein yang berperan pada proliferasi dan diferensiasi sel. Rasa sakit atau nyeri pada umumnya baru timbul apabila tumor sudah besar. khususnya melalui ekspresi pencerap estrogen. lintasan p21 dan transduksi sinyal dalam siklus sel pada checkpoint antara fase G1 dan fase S. atau bila sudah muncul metastase ke tulang-tulang.[12] • • • luminal B dengan pencerap hormon +. hasil sampling dari 2. basal B dengan lintasan sel mesenkimal dan/atau sel punca/sel progenitor  Gejala klinis Gejala klinis kanker payudara dapat berupa: Benjolan pada payudara Umumnya berupa benjolan yang tidak nyeri pada payudara. HER-2 over-expressing dengan pengecerap hormon -. mengkerut. HER-2 +.544 kasus yang terjadi di Amerika. Ciri-ciri lainnya antara lain: • • Pendarahan pada puting susu. 11% adalah kanker triple negative dan 4% merupakan jenis HER-2 over-expressing. semakin lama akan semakin besar.[13] Beberapa ahli lain menambahkan subtipe seperti. triple negative dengan pencerap hormon -. Benjolan itu mula-mula kecil. berwarna merah muda atau kecoklat-coklatan sampai menjadi oedema hingga kulit kelihatan seperti kulit jeruk (peau d'orange). sudah timbul borok. lalu melekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau pada puting susu. HER-2 +. HER-2 -. Berdasarkan klasifikasi ini. sering berbau busuk. 73% didapati mengidap subtipe luminal A. atau timbul borok (ulkus) pada payudara.yang berperan dalam lintasan metabolisme asam lemak dan lintasan transduksi sinyal selular yang menggunakan steroid. • • basal A dengan lintasan ETS dan gen BRCA1. 12% penderita luminal B. Erosi atau eksema puting susu Kulit atau puting susu tadi menjadi tertarik ke dalam (retraksi).

Keluarnya cairan (Nipple discharge) Nipple discharge adalah keluarnya cairan dari puting susu secara spontan dan tidak normal. Faktor-faktor penyebab • Faktor risiko Menurut Moningkey dan Kodim. dan kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain. kanker payudara jenis mastitis karsinimatosa. dan cairan selain air susu. tetapi terdapat banyak faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara diantaranya: 1.5 cm. Seorang wanita harus waspada apabila dari puting susu keluar cairan berdarah cairan encer dengan warna merah atau coklat. kelenjar getah bening aksila berdiameter lebih 2. adanya nodul satelit pada kulit payudara. Faktor reproduksi: Karakteristik reproduktif yang berhubungan dengan risiko terjadinya kanker payudara adalah nuliparitas. 1990). menopause . menarche pada umur muda. edema kulit. serta terdapat dua dari tanda-tanda locally advanced. dan penyebaran kanker ke seluruh tubuh (Handoyo. Kanker payudara lanjut sangat mudah dikenali dengan mengetahui kriteria operbilitas Heagensen sebagai berikut: • • • • • • • • terdapat edema luas pada kulit payudara (lebih 1/3 luas kulit payudara). berlangsung terus menerus. menyusui dan pemakai pil kontrasepsi. kulit terfiksasi pada dinding toraks. hanya pada satu payudara (unilateral). Cairan yang keluar disebut normal apabila terjadi pada wanita yang hamil. yaitu ulserasi kulit. keluar sendiri tanpa harus memijit puting susu. terdapat model parasternal. adanya edema lengan. penyebab spesifik kanker payudara masih belum diketahui.• Kemudian timbul pembesaran kelenjar getah bening di ketiak. adanya metastase jauh. terdapat nodul supraklavikula. bengkak (edema) pada lengan.

wanita yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama mempunyai risiko tinggi untuk mengalami kanker payudara sebelum menopause. Laporan dari Harvard School of Public Health menyatakan bahwa terdapat peningkatan kanker payudara yang signifikan pada para pengguna terapi estrogen replacement. Kurang dari 25% kanker payudara terjadi pada masa sebelum menopause sehingga diperkirakan awal terjadinya tumor terjadi jauh sebelum terjadinya perubahan klinis. Diperkirakan. tidak ada peningkatan risiko terjadinya kanker payudara. Sel-sel yang sensitive terhadap rangsangan hormonal mungkin mengalami perubahan degenerasi jinak atau menjadi ganas[15]. Obesitas: Terdapat hubungan yang positif antara berat badan dan bentuk tubuh dengan kanker payudara pada wanita pasca menopause. Sedangkan pada hiperplasia atipik. Suatu metaanalisis menyatakan bahwa walaupun tidak terdapat risiko kanker payudara pada pengguna kontrasepsi oral. Penggunaan hormon: Hormon estrogen berhubungan dengan terjadinya kanker payudara. risiko meningkat hingga 5 kali. Konsumsi lemak: Konsumsi lemak diperkirakan sebagai suatu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Risiko utama kanker payudara adalah bertambahnya umur. melakukan studi prospektif selama 8 tahun tentang konsumsi lemak dan serat dalam hubungannya dengan risiko kanker payudara pada wanita umur 34 sampai 59 tahun.pada umur lebih tua. 4. 5. periode antara terjadinya haid pertama dengan umur saat kehamilan pertama merupakan window of initiation perkembangan kanker payudara. 6. Pada hiperplasis dan papiloma. fibroadenoma. Variasi terhadap kekerapan kanker ini di negara-negara Barat dan bukan Barat serta perubahan kekerapan sesudah migrasi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh diet terhadap terjadinya keganasan ini. Radiasi: Eksposur dengan radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas meningkatkan terjadinya risiko kanker payudara. Willet dkk.5 sampai 2 kali. 3. Secara anatomi dan fungsional. dan fibrosis. risiko sedikit meningkat 1. Dari beberapa penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa risiko kanker radiasi berhubungan secara linier dengan dosis dan umur saat terjadinya eksposur. . Penyakit fibrokistik: Pada wanita dengan adenosis. payudara akan mengalami atrofi dengan bertambahnya umur. dan kehamilan pertama pada umur tua. 2.

Faktor Usia sangat berpengaruh -> sekitar 60% kanker payudara terjadi di usia 60 tahun. Biasanya disebut lumpectomy. • Radical Mastectomy. yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara. bukan seluruh payudara. Riwayat keluarga dan faktor genetik: Riwayat keluarga merupakan komponen yang penting dalam riwayat penderita yang akan dilaksanakan skrining untuk kanker payudara. yaitu operasi pengangkatan sebagian dari payudara. Resiko terbesar usia 75 tahun [16] Faktor Genetik Kanker peyudara dapat terjadi karena adanya beberapa faktor genetik yang diturunkan dari orangtua kepada anaknya. • Total (Simple) Mastectomy. tetapi bukan kelenjar di ketiak. Pada studi genetik ditemukan bahwa kanker payudara berhubungan dengan gen tertentu. Ada 3 jenis mastektomi (Hirshaut & Pressman. yaitu pengangkatan hanya pada jaringan yang mengandung sel kanker. Operasi ini selalu diikuti dengan pemberian . Pengobatan kanker Ada beberapa pengobatan kanker payudara yang penerapannya banyak tergantung pada stadium klinik penyakit (Tjindarbumi. Apabila terdapat BRCA 1. serta benjolan di sekitar ketiak. 1992): • Modified Radical Mastectomy. yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara saja. probabilitas untuk terjadi kanker payudara sebesar 60% pada umur 50 tahun dan sebesar 85% pada umur 70 tahun. yaitu suatu gen kerentanan terhadap kanker payudara. tulang selangka dan tulang iga. 1994). Terdapat peningkatan risiko keganasan pada wanita yang keluarganya menderita kanker payudara. yaitu: Mastektomi Mastektomi adalah operasi pengangkatan payudara. jaringan payudara di tulang dada.7. Gen pensupresi tumor yang berperan penting dalam pembentukan kanker payudara diantaranya adalah gen BRCA1 dan gen BRCA2. Faktor genetik yang dimaksud adalah adanya mutasi pada beberapa gen yang berperan penting dalam pembentukan kanker payudara gen yang dimaksud adalah beberapa gen yang bersifat onkogen dan gen yang bersifat mensupresi tumor.

warna kulit di sekitar payudara menjadi hitam. Molekul cAMP tersebut terbentuk dari ekspresi pencerap CT yang terhubung adenylate cyclase oleh paling tidak satu buah guanine nucleotide-binding protein.25(OH)2D3.CT dapat menginduksi sel kanker payudara untuk memproduksi cAMP dan menghambat perkembangan sel kanker. Efek pengobatan ini tubuh menjadi lemah. Lintasan metabolisme Asam bifosfonat merupakan senyawa penghambat aktivitas osteoklas dan resorpsi tulang yang sering digunakan untuk melawan osteoporosis yang diinduksi oleh ovarian suppression. hiperplasia dan kanker. Efek dari kemoterapi adalah pasien mengalami mual dan muntah serta rambut rontok karena pengaruh obat-obatan yang diberikan pada saat kemoterapi. menunjukkan efektivitas untuk menurunkan metastasis sel kanker payudara menuju tulang. dan meningkat seiring inkubasi senyawa penghambat pertumbuhan seperti tamoxifen dan 1. . tapi juga di seluruh tubuh (Denton. hiperkalsemia dan kelainan metabolisme tulang. nafsu makan berkurang. Tidak hanya sel kanker pada payudara. 1996). Radiasi Penyinaran/radiasi adalah proses penyinaran pada daerah yang terkena kanker dengan menggunakan sinar X dan sinar gamma yang bertujuan membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operasi (Denton. penggunaan dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping seperti osteonekrosis dan turunnya fungsi ginjal. melalui mekanisme adrenomedulin. Biasanya lumpectomy direkomendasikan pada pasien yang besar tumornya kurang dari 2 cm dan letaknya di pinggir payudara. Respon cAMP terhadap CT dapat menurun ketika sel terinkubasi senyawa mitogenik berupa 17beta-estradiol dan EGF.radioterapi. Namun penggunaan tamoxifen meningkatkan risiko terjadi polip endometrial. serta Hb dan leukosit cenderung menurun sebagai akibat dari radiasi. Kemoterapi Kemoterapi adalah proses pemberian obat-obatan anti kanker atau sitokina dalam bentuk pil cair atau kapsul atau melalui infus yang bertujuan membunuh sel kanker melalui mekanisme kemotaksis. serta oligonukleotida dan proto-onkogen c-myc. Walaupun pada umumnya asupan asam bifosfonat dapat ditoleransi tubuh. 1996).

Pada sel MDA-MB-231. tetapi keterpaparan terus-menerus pada mammografi pada wanita yang sehat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker payudara. pencegahan yang dilakukan antara lain berupa: Pencegahan primer Pencegahan primer pada kanker payudara merupakan salah satu bentuk promosi kesehatan karena dilakukan pada orang yang "sehat" melalui upaya menghindarkan diri dari keterpaparan pada berbagai faktor risiko dan melaksanakan pola hidup sehat.[25] Pencegahan sekunder Pencegahan sekunder dilakukan terhadap individu yang memiliki risiko untuk terkena kanker payudara. Hampir setiap epidemiolog sepakat bahwa pencegahan yang paling efektif bagi kejadian penyakit tidak menular adalah promosi kesehatan dan deteksi dini. Setiap wanita yang normal dan memiliki siklus haid normal merupakan populasi at risk dari kanker payudara. • . Beberapa metode deteksi dini terus mengalami perkembangan. Pada wanita dengan faktor risiko mendapat rujukan untuk dilakukan mammografi setiap tahun. yaitu pencegahan pada lingkungan. dan milestone. Senyawa efektor adenylate cyclase seperti forskolin dan senyawa beta-adrenergic receptor agonist seperti isoproterenol hanya menghasilkan sedikit produksi cAMP. Pencagahan primer ini juga bisa berupa pemeriksaan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) yang dilakukan secara rutin sehingga bisa memperkecil faktor risiko terkena kanker payudara. skrining dengan mammografi tetap dapat dilaksanakan dengan beberapa pertimbangan antara lain: • Wanita yang sudah mencapai usia 40 tahun dianjurkan melakukan cancer risk assessement survey. Karena itu. Begitu pula pada kanker payudara. pada pejamu. strategi pencegahan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar.Respon berupa produksi cAMP yang kuat. CT akan menginduksi fosforilasi c-Raf pada serina posisi ke 259 melalui lintasan protein kinase A dan menyebabkan terhambatnya fosforilasi ERK1/2 yang diperlukan Strategi pencegahan Pada prinsipnya. tidak ditemukan pada senyawa selain CT. Pencegahan sekunder dilakukan dengan melakukan deteksi dini. Skrining melalui mammografi diklaim memiliki akurasi 90% dari semua penderita kanker payudara.

Pencegahan tertier ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup penderita serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan. Penanganan yang tepat penderita kanker payudara sesuai dengan stadiumnya akan dapat mengurangi kecatatan dan memperpanjang harapan hidup penderita. bila dikombinasikan dengan mammografi maka sensitivitas mendeteksi secara dini menjadi 75% Pencegahan tertier Pencegahan tertier biasanya diarahkan pada individu yang telah positif menderita kanker payudara. Tindakan pengobatan dapat berupa operasi walaupun tidak berpengaruh banyak terhadap ketahanan hidup penderita. Pada stadium tertentu. Bila kanker telah jauh bermetastasis. Foster dan Constanta menemukan bahwa kematian oleh kanker payudara lebih sedikit pada wanita yang melakukan pemeriksaan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dibandingkan yang tidak. dilakukan tindakan kemoterapi dengan sitostatika.• Wanita normal mendapat rujukan mammografi setiap 2 tahun sampai mencapai usia 50 tahun. Walaupun sensitivitas SADARI untuk mendeteksi kanker payudara hanya 26%. pengobatan yang diberikan hanya berupa simptomatik dan dianjurkan untuk mencari pengobatan alternatif. .

S. Surabaya: Bagian Obstetri dan ginekologi Sulistyo. Myoma uteri di Rumah Sakit. Sunardi Saiman R. 1976 http://tumor ganas.Daftar Pustaka Rahardjo. Soetomo 1972-1974. R.Dr.com/kanker-indung-telur-atau-ovarium/ http://astaqauliyah. 2007.Ilmu Kandungan. Myoma uteri di rumah sakit Hasan Sadikin Bandung.skripsi.com/2010/05/referat-kedokteran-epidemiologi-etiologi-dan-patofisiologipenyakit-kista-ovarium/ Prawirohardjo.com/1101/kanker-ovarium/ http://rahmat-dharmawan. 19701972. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka edisi 2 . Medan : Kngr Myoma Ginekol Indonesia III. Sarwono.