You are on page 1of 1

Energi Terbarukan dan Dimetil Eter

Energi terbarukan (renewable energy) adalah energi yang berasal dari sumber yang menghasilkan energi secara terus-menerus seperti geotermal, panas matahari, angin, ataupun uap. Sekitar 16% dari energi yang digunakan manusia berasal dari energi terbarukan, dengan rincian 10% energi berasal dari pembakaran biomassa yang umumnya digunakan pemanfaatannya sebagai pemanasan, dan 3,4% berasal dari hidroelektrik. Energi terbarukan terhitung sebanyak 3% dan meningkat pesat. Energi terbarukan mengalir secara alami melalui fenomena-fenomena seperti panas matahari, angin, tumbuhan, dan panas geotermal, seperti dikemukakan Organisasi Energi Internasional. Energi terbarukan memiliki sumber dan kesempatan yang besar untuk menghasilkan efisiensi energi serta teknologi penunjang untuk sumber energi akan menghasilkan cadangan energi dan keuntungan ekonomi secara signifikan. Berbagai jenis energi terbarukan sudah dilakukan, misalnya: 1. Bahan bakar transportasi. Biofuel terbarukan sudah memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap penurunan penggunaan bahan bakar fosil di Amerika sejak tahun 2006. Sebanyak 93 miliar liter biofuel yang diproduksi di seluruh dunia dan sebanding dengan 68 miliar liter bahan bakar fosil, atau sekitar 5% dari produksi minyak dunia. 2. Panas matahari. Pemanas air menggunakan panas yang berasal dari cahaya matahari memberikan pengaruh penting terhadap sumber energi di banyak negara, terutama China yang sudah memanfaatkan 70% dari seluruh dunia (180GWth) dan energi yang berasal dari matahari ini paling banyak digunakan sebagai pemanas air, penggunaannya mencapai 50-60 juta rumah penduduk di China. Seluruh dunia yang menggunakan pemanas air ini mencapai 70 juta rumah penduduk. 3. Pembangkit listrik. Energi terbarukan menyediakan 19% kebutuhan listrik di seluruh dunia. Pembangkit listrik ini telah digunakan di berbagai negara misalnya 14% kebutuhan listrik yang berasal dari pembangkit listrik di negara bagian Amerika, Lowa, 40% di Denmark, serta 40% di Jerman bagian utara, Schleswig-Holsten. Terdapat pula berbagai jenis sumber energi terbarukan yang sudah diciptakan manusia salah satunya adalah dimetyl eter. Dimetyl eter (DME) merupakan salah satu bahan bakar yang diklaim sebagai penghasil bahan bakar terbersih kedua di dunia. Dalam pembuatan dan proses produksinya, DME tidak melibatkan sulfur ataupun nitrogen, tidak beracun, mudah terurai, tidak menimbulkan korosi, dan emisi gas buangnya lebih kecil dari bahan bakar fosil. Karakteristik DME yaitu memiliki kemiripan bilangan cetane dengan bahan bakar diesel. Bahkan dikatakan pula bahwa penggunaan DME pada mesin tidak membutuhkan modifikasi besar-besaran terhadap komponen mesin itu sendiri. Sekitar 10.000 ton per tahun DME diproduksi di Jepang saja dan di dunia produksi DME mencapai 150.000 ton per tahun.