You are on page 1of 5

SATPEL PENDIDIKAN KESEHATAN 1. Topik 2.

Tujuan Umum Penjelasan Perawatan Post Operasi serta Perawatan Kateter di Rumah Setelah dilakukan selama 30 menit, diharapkan klien dan keluarga mampu menerapkan perawatan post operasi dan

perawatan kateter di rumah 3. Tujuan Khusus 1. Menguraikan kembali perawatan setelah operasi 2. Menguraikan tujuan pemasangan kateter (kateterisasi) 3. Menjelaskan prinsip perawatan kateter di rumah 4. Menyebutkan kembali teknik perawatan kateter saat di rumah 4. Materi/isi (secara garis besar) a. Prinsip perawatan post operasi sistem perkemihan b. tujuan pemasangan kateter (kateterisasi) c. prinsip perawatan kateter di rumah d. teknik perawatan kateter saat di rumah 5. Metoda pembelajaran a) b) Diskusi Tanya jawab

6. Media/Alat bantu 7.

peraga/alat Leaflet Pendahuluan (5 menit) Perkenalan Menjelaskan tujuan Penyajian (20 menit) a. Prinsip perawatan post operasi sistem perkemihan b. tujuan pemasangan kateter (kateterisasi) c. prinsip perawatan kateter di rumah d. teknik perawatan kateter saat di rumah Penutup (5 menit) Menyimpulkan hasil penyuluhan pada pasien

Kegiatan /Strategi

8. Sasaran 9. Waktu (menit) 21 Evaluasi (tuliskan pertanyaan/pernyataan)

An. A dan Keluarga 20 Menit a. Jelaskan tentang prinsip perawatan post operasi sistem perkemihan

b. Jelaskan tujuan pemasangan kateter (kateterisasi) c. Sebutkan prinsip perawatan kateter di rumah d. Sebut dan Jelaskan teknik perawatan kateter saat di rumah Jakarta, 9 Oktober 2013

Yang membuat

Puti Fatimah

MATERI A. Tindakan Perawatan Pasca Pembedahan Pemasangan Kateter Pemberian Obat Anti Nyeri Penggantian Balutan secara aseptik Pemantatauan Intake dan Output Perawatan Kateter Tingkatkan cairan peroral Tingkatkan personal hygine dan lingkungan Makan makanan bergizi, misalnya: nasi, lauk pauk, sayur, susu, buah. Konsumsi makanan (lauk-pauk) berprotein tinggi, seperti: daging, ayam, ikan, telor dan sejenisnya. Minum sedikitnya 8-10 gelas per hari. Usahakan cukup istirahat. Mobilisasi bertahap hingga dapat beraktivitas seperti biasa. Makin cepat makin bagus. Mandi seperti biasa, yakni 2 kali dalam sehari. Kontrol secara teratur untuk evaluasi luka operasi dan pemeriksaan kondisi tubuh. Minum obat sesuai anjuran dokter. B. Prosedur Perawatan Kateter Definisi Perawatan kateter adalah suatu tindakan keperawatan dalam memelihara kateter dengan antiseptik untuk membersihkan ujung uretra dan selang kateter bagian luar serta mempertahankan kepatenan posisi kateter Tujuan: Menjaga kebersihan saluran kencing Mempertahankan kepatenan (fiksasi) kateter Mencegah terjadinya infeksi Mengendalikan infeksi Persiapan alat dan bahan: Sarung tangan steril Pengalas Bengkok Lidi waten steril Kapas steril Antiseptic (Bethadin) Aquadest / air hangat Korentang Plester

Gunting Bensin/alkohol Pinset Kantung sampah Pelaksanaan: Siapkan alat dan bahan Beritahu pasien maksud dan tujuan tindakan Dekatkan alat dan bahan yang sudah disiapkan Pasang tirai, gorden yang ada Cuci tangan Oles bensin pada plester dan buka dengan pinset Buka balutan pada kateter Pakai sarung tangan steril Perhatikan kebersihan dan tanda-tanda infeksi dari ujung penis serta kateter Oles ujung uretra dan kateter memakai kapas steril yang telah dibasahi dengan aquadest / air hangat dengan arah menjauhi uretra Oles ujung uretra dan kateter memakai lidi waten + bethadin dengan arah menjauhi uretra Balut ujung penis dan kateter dengan kasa steril kemudian plester Posisikan kateter ke arah perut dan plester Rapikan klien dan berikan posisi yang nyaman bagi pasien Kembalikan alat ke tempatnya Cuci tangan Dokumentasikan tindakan Kateter merupakan benda asing pada uretra dan buli-buli, bila tidak dirawat dengan baik akan menimbulkan komplikasi serius. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk merawat kateter menetap : Banyak minum, urin cukup sehingga tidak terjadi kotoran yang bisa mengendap dalam kateter Mengosongkan urine bag secara teratur Tidak mengangkat urine bag lebih tinggi dari tubuh penderita agar urin tidak mengalir kembali ke buli-buli Membersihkan darah, nanah, sekret periuretra dan mengolesi kateter dengan antiseptik secara berkala Ganti kateter paling tidak 2 minggu sekali

PROBLEM SETELAH KATETER DILEPAS Merupakan keadaan yang wajar bila setelah kateter dicabut, dalam beberapa jam masih terjadi tetesan urine, karena terjadi dilatasi otot sfinkter oleh kateter. Bila tetesan terus berlangsung lebih lama dari yang wajar agar segera dilaporkan kepada dokter karena gejala ini merupakan gejala kerusakan sfinkter. Stress karena inkontinen akan bertahan dalam beberapa bulan bila kateter pernah terpasang lebih dari beberapa hari. Ketidakmampuan berkemih biasanya terjadi setelah kateter diangkat. Pada pasien harus dianjurkan banyak minum cairan guna merangsang sfinkter dan harus dikaji

kembali kemungkinan terjadinya distensi. Usaha-usaha untuk memperlancar berkemih harus dilaksanakan. Orang tidak boleh lebih lama dari 8 jam tidak berkemih kecuali minum dibatasi. Cystitis (peradangan kandung kencing) bisa terjadi setelah kateter diangkat akibat kurang sempurnanya pengosongan kandung kencing. Karena itu maka abnormalitas mengenai warna, bau, sedimen harus segera dilaporkan.

PERAWATAN KLIEN DENGAN DAUER KATETER DI RUMAH Tidak jarang klien setelah boleh pulang ke rumah masih memakai dauer kateter untuk keperluan drainase temporer atau permanen. Idealnya kateter dan pipa penyambung untuk drainase jangan sering dicabut. Namun setiap malam pipa harus dipindahkan dari kantong di paha ke kantong di tempat tidur untuk semalaman kemudian esoknya dipindahkan lagi. Untuk mengurangi resiko kontaminasi, klien harus mencuci tangan dulu, kemudian menghapus kateter dan pipa penyambung dengan alkohol 70 % sebelum membuka dan memasangkan sambungan. Ujung yang tidak disambungkan dari kantong penampung harus ditutup dengan kasa steril yang dieratkan dengan tali karet. Mandi dibawah pancuran atau berendam dengan kateter diperbolehkan asal tidak ada luka bedah yang belum sembuh. Plester yang mengeratkan kateter pada tempatnya hendaknya diganti setelah mandi.