Fisiologis penuaan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Penuaan dapat didefinisikan sebagai suatu hal fisiologis di mana proses tersebut merupakan hal yang genetik, suatu terminasi yang tak terelakkan dari pertumbuhan normal.5 Manusia lanjut usia yang biasa dikenal sebagai istilah manula merupakan tahap akhir siklus kehidupan dari perkembangan normal yang dialami dan tidak dapat dihindari oleh setiap individu. Salah satu contohnya adalah kasus kehilangan gigi karena perubahan kondisi fisik pada rongga mulut.6 Beberapa siklus kehidupan, seperti pertumbuhan, pubertas dan menopause ditentukan oleh genetik, demikian pula dengan proses penuaan. Penting untuk membedakan antara kejadian yang merupakan tanda penuaan normal dengan yang disebabkan oleh penyakit yang biasanya terjadi pada manula.7

2.1

Teori Penuaan

Salah satu teori proses aging yang diterima secara luas adalah teori Neuroendokrin yang menguraikan tentang jaringan biokimia yang kompleks yang mengatur pelepasan hormon oleh tubuh manusia. Hipotalamus melepaskan hormon yang mempunyai bermacam reaksi berantai yang akan menstimulasikan organ-organ untuk melepaskan hormon yang akan menstimulasikan pelepasan hormon lain, dan selanjutnya menstimulasikan fungsi-fungsi tubuh. Proses menua menyebabkan penurunan dalam produksi hormon, sehingga menyebabkan berkurangnya kemampuan tubuh untuk mengatur dan memperbaiki bagian yang rusak.1,2

Universitas Sumatera Utara

kafein. radiasi). protein dan membrana fosfolipid.9 2. nutrisi atau keadaan patologis. alkohol dan nikotin yang berlebihan.Teori ”wear and tear” menyatakan bahwa tubuh dan selnya mengalami kerusakan karena penyalahgunaan dan penggunaan yang berlebihan. terutama DNA. sinaran ultra-violet dari matahari dan banyak lagi faktor fisikal dan tekanan emosi yang dihadapi oleh tubuh badan manusia. asupan lemak. H2O2. terpapar dengan molekul oksidan dari lingkungan (polusi. lambung. Komponen dalam sel tersebut merupakan pengguna oksigen untuk menghasilkan energi dan secara automatis terlibat dalam menghasilkan radikal bebas spesis oksigen. Mitokondria menghasilkan radikal bebas secara terus-menerus sepanjang hidup manusia. atau berhentinya fungsi dari organ yang vital. Reaktifitas dari setiap radikal bebas adalah bervariasi namun dapat menyebabkan kerusakan yang parah pada molekulmolekul biologis. gula. late adulthood (65+ tahun) dan kematian. childhood (3 – 12 tahun).2 Menurut Harman (1972) yang memperkenalkan teori radikal bebas. early adulthood (20 – 39 tahun). reactive oxygen species (ROS). kulit dan lain-lainnya diracuni dengan toksin yang terdapat dalam makanan dan lingkungan. middle adulthood (40 – 64 tahun). ginjal.8 ROS dihasilkan apabila radikal bebas yang dihasilkan dari aktifitas tubuh. OH) dapat mengubah DNA. protein dan lemak. O2-. ROS (contoh . Organ-organ seperti hati.1 Universitas Sumatera Utara .2 Fisiologi proses penuaan secara umum Tahapan hidup manusia dibagi kepada infancy (lahir – 2 tahun). dimana mitokondria bertanggungjawab atas kebanyakan reaksi radikal bebas yang berlaku dalam sel-sel.

7 Vaskularisasi yang berkurang menyebabkan memburuknya nutrisi dan pemberian oksigen ke jaringan. implikasi yang berlaku pada sistem pernafasan di mana kekuatan otot yang berkurang menyebabkan manula bernafas secara Universitas Sumatera Utara . yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan serangan jantung.Proses penuaan terjadi dalam dua bentuk.5 Pada gigi. tekanan darah sistolik dan denyut nadi cenderung meningkat. Sebagai contoh. Perubahan yang dapat dilihat seperti rontoknya rambut serta perubahan warna dari hitam menjadi putih. stamina serta tonus otot ketika melakukan aktifitas. Kerutan dan kulit yang kendur disebabkan oleh kurangnya lemak subkutan.1 Perubahan-perubahan penting yang terjadi adalah perubahan pada kulit merupakan manifestasi penuaan yang paling mudah dilihat. kulit yang berkerut dan kendur. berkurangnya daya pendengaran dan penglihatan. meningkatnya kolagen dan elastin yang terfragmentasi dan tidak elastik.10 Pada sistem muskulo-skeletal. dan lain-lain.5 Akibatnya terjadi kemunduran kekuatan. berkurangnya kapasitas paru. berkurangnya stamina. terjadi atropi secara keseluruhan pada massa otot di mana jaringan lemak dan jaringan ikat kolagen menggantikan sebagian serat-serat kontraktil otot. jumlah kolagen meningkat dan menjadi kurang elastis. pembuluh arteri menjadi kaku. dan lesi umum yang berlaku pada gigi tua adalah kalsifikasi pada arteriol. sistem pencernaan dan lain-lain. yaitu yang kelihatan dan yang tidak kelihatan. kelenturan. proses penuaan yang terjadi adalah kalsifikasi fibrillar pada pulpa yang terjadi lebih dari 90% gigi tua. Menurut Janssen (2005). Sering ditemukan arterosklerosis. perubahan yang tidak dapat dilihat adalah sistem internal seperti sistem kardiovaskular.7 Pada pembuluh darah.2. Biasanya kalsifikasi yang terjadi lebih banyak pada bagian akar dari pulpa jika dibandingkan bagian koronal.

dan karena menderita penyakit sistemik. protesa yang tidak adekuat.7.5. kelenjar saliva.dangkal. ginjal. Seterusnya suplai darah yang semakin lemah akan mengakibatkan penurunan stamina.2 Secara umum terjadi kemunduran sejumlah organ sejalan dengan meningkatnya usia. penyakit periodontal. Tulang vertebra yang mengalami kalsifikasi akan mengakibatkan perubahan postural tubuh.11 Tulang alveolar juga mengalami perubahan berupa hilangnya mineral tulang secara umum oleh karena usia melalui resorpsi matriks tulang. Kehilangan kalsium dan massa tulang yang menurun sejalan dengan usia. Akibatnya terjadi penurunan cardiac output. fungsi ginjal dan hati yang semakin lemah serta berkurangnya suplai oksigen dan energi ke sel-sel seluruh tubuh. osmolariti urine berkurang. Proses ini dapat dipercepat oleh tanggalnya gigi.7 Perubahan normal yang berlaku pada sistem kardiovaskular berupa atropi pada otot jantung terutama ventrikel kiri. kehilangan elastisitas pada dinding arteri (arteriosclerosis) serta deposit-deposit yang bertumpuk di dalam arteri(atherosclerosis).11 Penurunan fungsi sekresi meningkatkan retensi sampah produk metabolisme dan memiliki potensi penyebab terjadinya kerusakan skala rendah sel-sel di seluruh tubuh. akan menyebabkan osteoporosis di mana terjadi penurunan dimensi tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah fraktur.2. kalsifikasi pada vulva jantung. Seperti otak. hati.5 Universitas Sumatera Utara . semua perubahan ini dimulai dari sel atau jaringan : seperti ginjal dengan meningkatnya usia terjadi kerusakan sebagian dari nefron atau dengan kata lain glomeruli yang abnormal sehingga fungsi dari ginjal akan menurun. sensitifitas baroreseptor serta automatisitas nodus SA.

11 Pancaindera merupakan suatu hal yang sangat penting bagi manusia untuk mengumpulkan informasi dan mengantisipasi dalam interaksi sosial. berkurangnya kemampuan melawan penyakit. 12 b. palatum molle dan dasar mulut. 12 c.1. dan berkembangnya penyakit autoimun serta kanker. dilapisi oleh epitel yang tidak berkeratinisasi. dilapisi oleh epitel berkeratinisasi yang menyerupai epitel yang melapisi kulit pada tubuh. hidung (pembauan) dan lidah (pengecapan).1 2. penyembuhan luka menjadi lambat. telinga (pendengaran).Dengan meningkatnya usia. Lining Mucosa : Mukosa yang memerlukan fleksibilitas untuk membantu proses pengunyahan.3. Perubahan yang dapat berlaku adalah pada mata (penglihatan).1 Histologi mukosa rongga mulut Mukosa rongga mulut dilapisi oleh epitel berlapis gepeng (stratified squamous epithelium). Mukosa di lidah dilapisi oleh epitel yang berkeratinisasi dan tidak berkeratinisasi. namun diklasifikasikan kepada 3 kelompok menurut lokasi dan fungsinya : a. 12 Universitas Sumatera Utara . Mastikatory Mucosa : Mukosa yang terlibat dalam fungsi mastikasi yaitu gingiva dan palatum durum. Specialized Mucosa : Mukosa yang membalut bagian dorsal lidah yang berikatan langsung ke otot lidah.3 Mukosa mulut normal 2. sistem imun secara umumnya akan berkurang efektifitasnya sehingga akan meningkatkan resiko terhadap penyakit akibat infeksi. percakapan. maupun penelanan bolus makanan yaitu mukosa pipi.

Gambar 1 : Mukosa rongga mulut menurut lokasi dan fungsinya. dan tampaknya berkolerasi dengan pigmentasi pada kulit.12 2. dan keberadaan sel-sel yang mengandung pigmen. ketebalan dan derajat keratinisasi epitel. Warnanya dipengaruhi oleh vaskularisasi.2 Fisiologi mukosa mulut Warna mukosa mulut sangat dipengaruhi oleh ketebalan epitel yang menutupinya dan vaskularisasi pada lamina propria yang terletak dibawahnya. artinya warna gingival lebih gelap pada individu yang warna kulitnya lebih gelap. Mukosa mulut kelihatan lebih pucat pada daerah-daerah dengan tekstur mukosa yang berkeratinisasi seperti pada gingiva dan palatum durum. Warna gingival yang normal adalah merah jambu (coral pink) dengan tekstur permukaan seperti kulit jeruk (stippling) pada gingiva cekat dan tekstur yang licin pada gingiva bebas. Biasanya pigmen yang terlibat dalam memberi warna pada mukosa Universitas Sumatera Utara .3. Warna gingival bervariasi antar individu.

Melanin diproduksi oleh specialized pigments cells yang dikenal dengan melanocytes. makin besar pula derajat jaringan Universitas Sumatera Utara . Oleh karena epitel yang tipislah menyebabkan kapiler-kapiler yang terdapat dibawahnya dapat terlihat sehingga warna mukosa bagian-bagian rongga mulut tersebut tampak berwarna merah tua. berkurangnya keratinisasi. serta penebalan serabut kolagen pada lamina propia.7. yang terletak di lapisan sel basal epitel rongga mulut.6. Makin tebal jaringan hiperplastik yang terbentuk.4 2. kering. Damayanti) jaringan flabby merupakan respon dari jaringan ikat yang mengalami hiperplasia yang awalnya diakibatkan oleh trauma atau luka yang tidak dapat ditoleransi yang terjadi pada residual ridge. dasar mulut dan bibir bagian dalam memiliki lapisan epitel yang tipis. 4.12 Vestibulum.4 Perubahan klinis pada rongga mulut akibat proses penuaan Gambaran klinis yang dapat dilihat adalah mukosa tampak licin mengkilap (tidak ada stippling pada gingiva). mudah terjadi pendarahan bila terkena trauma (lebih parah jika terdapat kelainan sistemik) serta elastisitasnya berkurang.1 Jaringan flabby Pada kasus resorbsi tulang alveolar. Menurut Boucher (cit. dapat digerak-gerakkan dan berwarna merah tua. pipi. sering terjadi pada pasien yang sudah lama kehilangan gigi sehingga mengakibatkan linggir alveolar menjadi datar atau jaringan lunak sekitarnya menjadi flabby. pucat. mudah mengalami iritasi dan pembengkakan. berkurangnya vaskularisasi.rongga mulut adalah melanin dan hemoglobin dalam darah.4. Ini karena pertambahan usia menyebabkan sel epitel pada mukosa mulut mengalami penipisan.11 Antara perubahan klinis yang dapat terjadi adalah : 2.

13 Xerostomia merupakan simtom. Xerostomia adalah salah satu faktor yang penyebab berkurangnya sensitifitas taste buds. Sjogren’s Syndrome dan efek negatif dari radioterapi akibat pengobatan kanker. serta mengakibatkan sensasi mulut terbakar pada manula.7. dan meningkatkan kerentanan mukosa terhadap trauma mekanis dan infeksi mikrobial. penyakit-penyakit sistemis yang diderita pada usia lanjut dan obat-obatan yang digunakan untuk perawatannya dapat menyebabkan xerostomia pada manula.7 Universitas Sumatera Utara . Selain itu.flabby. penurunan aliran saliva akan mempersulit fungsi bicara dan penelanan.13. Keadaan ini disebabkan oleh adanya perubahan atropi pada kelenjar saliva sesuai dengan pertambahan umur yang akan menurunkan produksi saliva dan mengubah komposisinya sedikit. bukan suatu penyakit. Jadi. Biasanya terjadi pada penderita yang lama tidak memakai gigitiruan atau dapat juga terjadi pada penderita yang menggunakan gigitiruan yang tidak pas.14 Fungsi utama dari saliva adalah pelumasan. buffer. maupun saat makan.6. serta menaikkan jumlah karies gigi. pasien tidak dapat memakai gigitiruan sebagian / gigitiruan penuh. 6.4. Manula mengeluarkan jumlah saliva yang lebih sedikit pada keadaan istirehat.5.2 Kelenjar saliva Fungsi kelenjar saliva yang mengalami penurunan merupakan suatu keadaan normal pada proses penuaan manusia.7. Salah satu penyebab xerostomia adalah kelainan dalam produksi saliva. saat berbicara.6 2. 6. dan perlindungan untuk jaringan lunak dan keras pada rongga mulut. adanya penyumbatan atau gangguan pada kelenjar saliva sehingga menghambat pengaliran saliva ke rongga mulut.

Permukaan lidah ditutupi oleh banyak papilla pengecap dimana terdapat empat tipe papilla yaitu papilla filiformis. dan jumlahnya berkurang secara drastis dengan bertambahnya usia.14. sirkumvalata. dan foliate. Al-Drees) menyatakan bahwa fungsi penelanan (berkaitan dengan tekanan) menurun dengan meningkatnya umur sehingga manula terpaksa bekerja lebih keras untuk menghasilkan efek tekanan yang adekuat dan dapat menelan makanan.2. fungiformis. gangguan pada ketepatan waktu kontraksi Universitas Sumatera Utara . epiglottis. ini dapat disebabkan bertambahnya usia mempengaruhi kepekaan rasa akibat berkurangnya jumlah pengecap pada lidah. Dalam sistem pencernaan. laring dan faring.000 putik kecap.7. Aksi pergerakan lidah akan berubah dengan meningkatnya umur. Sistem pencernaan di rongga mulut menunjukkan penurunan fungsi dengan meningkatnya umur.11.15 Kesulitan untuk menelan (Dysphagia) biasanya muncul pada manula dan perlu di berikan perhatian karena populasi manula semakin meningkat setiap tahun.14 Fungsi penelanan pasti akan mengalami penurunan pada manula walaupun mempunyai rongga mulut yang sehat. Pada manusia terdapat sekitar 10. terdapat beberapa fase penting yang berkait erat dengan rongga mulut yaitu pengunyahan.3 Lidah dan pengecapan Orang tua biasanya mengeluh tidak adanya rasa makanan.4. pergerakan lidah dan kebolehan membuka serta menutup mulut (bibir). Perubahan yang terjadi adalah perlambatan dalam mencapai tekanan otot dan pergerakan yang efektif pada lidah. Robbins dkk (cit. seterusnya akan meningkatkan resiko untuk berkembangnya dysphagia. Sebagian papilla pengecap terletak dilidah dan beberapa ditemukan pada palatum.

Al-Drees) menyatakan bahwa terdapat penurunan massa dari otot bibir yaitu m. 14 Gambar 2 : Otot-otot mulut Universitas Sumatera Utara .4 Bentuk bibir Menurut Penna dkk (cit. Senyuman manula kelihatan lebih lebar secara transversal dan mengecil secara vertikal. 2.otot lidah sehingga menganggu fungsi pencernaan di rongga mulut secara keseluruhannya. Orbicularis oris pada manula dengan menggunakan analisa secara histomorphometric.14 Akibat gangguan pada sistem pencernaan dan kehilangan sensori pengecapan sehingga menyebabkan kehilangan selera makan. Ini menunjukkan bahwa memang berlaku penurunan massa dari otot Orbicularis oris pada bibir sehingga kemampuan otot ketika manula senyum semakin berkurang.4. manula kehilangan berat badan merupakan keadaan umum yang sering terjadi.

insiden yang menyangkut KRM sekitar 17.4.15 2.2. gambarannya klinisnya adalah kulit yang Universitas Sumatera Utara . yang diperparah dengan berkurangnya aliran saliva. angular cheilitis dan lichen planus. Hal ini menyebabkan mukosa mulut lebih mudah mengalami iritasi terhadap gesekan atau trauma. Diperkirakan 95% dari kanker sel squama berlaku pada manusia berumur 40 tahun dan ke atas.5 Tekstur permukaan mukosa mulut Perubahan yang berlaku pada sel epitel mukosa mulut berupa penipisan ketebalan lapisan sel. sekitar 2% dari lelaki dan 1% dari wanita yang mati karena KRM. 16 Angular cheilitis adalah lesi yang disebabkan oleh Candida dan Staphylococcus aureus (infeksi fungi) dan defisiensi vitamin B.6.9 kasus dari 100 000 populasi penduduknya. berkurangnya elastisitas serta berkurangnya vaskularisasi.5 Penyakit Mukosa Mulut yang Seiring Menyertai Proses Menua Sepanjang kehidupan manusia. Kanker rongga mulut (KRM) merupakan antara salah satu kanker dengan prevalensi yang tertinggi di seluruh dunia dan merupakan 1 dari 10 kanker yang menyebabkan kematian. Pada keseluruhan pasien mati karena kanker. Pada mukosa gingiva yang sehat karakteristiknya berupa stippling yang menghilang dengan bertambahnya usia.4. Di Perancis. terdapat berbagai macam penyakit mulut yang dapat diderita oleh manusia. Kanker sel squama merupakan kanker yang terbanyak dilaporkan pada kasus KRM. akibatnya mukosa gingiva menjadi licin. kering. Akibatnya secara klinis menyebabkan mukosa mulut menjadi lebih pucat. tipis. kebanyakannya adalah pasien berumur 60 tahun. Penyakit mulut yang biasanya seiring menyertai proses menua adalah kanker rongga mulut. dengan proses penyembuhan yang melambat.

papular. Sudut mulut yang berlipat menyebabkan saliva serta bakteri-bakteri bertumpuk pada sudut mulut dan menyebabkan infeksi mudah terjadi. disebabkan oleh kehilangan gigi dan gigi yang hilang tersebut tidak diganti dengan gigi palsu/ prothesa. Untuk memastikan diagnosa klinikal dari lichen planus. Gambaran histopatologis yang ditemui menunjukkan keterlibatan T lymphocytes dan macrophages serta degenerasi dari sel basal yang dikenali dengan liquefaction degeneration. 4. tekstur retikular atau papular harus ada. Namun beberapa tahun ini terdapat banyak penemuan yang menyatakan bahwa sistem imun memainkan peranan penting dalam perkembangan penyakit ini. bulosa (jarang). Autoreaktifitas dari T lymphocytes mungkin penyebab utama berkembangnya lichen planus karena tidak dapat membedakan antigen luar dan sel-sel tubuh. Keadaan ini juga dipengaruhi oleh dimensional vertikal rongga mulut yang menurun. dapat terjadi pada kulit dan mukosa rongga mulut. mirip plak. Imun sistem terlibat karena efek dari sitotoksik T lymphocytes bertindak melawan antigen yang terdapat pada lapisan sel basal sehingga menyebabkan lichen planus. 4.menggelupas disertai fissur pada sudut mulut.16 Etiologi dari lichen planus belum diketahui. Lesi lichen planus dapat berwarna putih dan dengan adanya atrofi epithelium. Komponen dari lesi terdiri dari beberapa tekstur : retikular. dan ulseratif. Tekstur selain dari retikular dan papular adalah tekstur tambahan untuk memastikan diagnosanya.16 Rata-rata pasien yang mempunyai lichen planus berumur 55 tahun dan ke atas.16 Universitas Sumatera Utara . eritematous.

Radikal bebas adalah teori yang diterima oleh banyak pihak yang merupakan penyebab kepada penuaan : Proses penuaan berlangsung ketika sel-sel secara permanen dirusak oleh serangan terus-menerus dari sejumlah partikel kimia yang disebut radikal bebas.8. antaranya adalah sinar matahari. Radikal bebas juga digenerasi dari tubuh manusia. dan elektron biasanya berpasangan. zat kimia. Contohnya radikal bebas yang tercipta sepanjang Universitas Sumatera Utara . maka radikal bebas ini akan menyerang molekul terdekat untuk mendapatkan elektron. pewarna dan pelezat makanan. Elektron yang tidak mempunyai pasangan akan mencari elektron lain untuk dijadikan pasangan. Antioksidan merupakan bahan yang dapat ditemukan dalam makanan yang dapat menghentikan sebagian besar mutasi-mutasi DNA sehingga dapat menghambat proses kemerosotan sel dari banyak segi.6. maka molekul-molekul inilah yang dikenal sebagai radikal bebas. Bila menimpa DNA.6 Faktor-faktor mempercepat/ memperlambat proses aging bermacam-macam faktor yang dapat mempercepat maupun Terdapat memperlambat proses penuaan. dan pengobatan dengan sinar ultra violet jangka panjang.1 Radikal-radikal bebas Molekul-molekul terdiri dari atom dan elektron.17 2. Dengan demikian ia menyebabkan kehancuran molekul lain. polusi udara. zat pengawet. terutama pada mitokondria di dalam sel-sel. Lama kelamaan kerusakan karena radikal bebas ini membuat tubuh menua dan mendapat berbagai penyakit.2.9 Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi terbentuknya radikal bebas. Terdapat kondisi dimana terdapat molekul-molekul yang mempunyai elektron yang tidak berpasangan. radikal itu menyebabkan mutasi-mutasi yang dapat memacu sel-sel berlaku secara menyimpang.

Vitamin E mempunyai peran dalam menghambat aterosklerosis dengan memangkas oksidasi kolesterol LDL. Semuanya mempunyai cara kerja dan efek yang berbeda. yang lebih penting lagi dapat menyelamatkan kerusakan arteri yang memicu serangan jantung dan stroke dengan merangsang enzim-enzim untuk metabolisme homosistein sehingga dapat mencegah penyumbatan arteri. esofagus. tanpa menjadikan dirinya berbahaya. rektum dan Universitas Sumatera Utara . dan Koenzim Q-10. Vitamin C.17 Vitamin C pula merupakan salah satu bentuk vaksinasi melawan kanker. 17 Vitamin E merupakan vitamin larut terhadap lemak yang berfungsi dalam menghambat aterosklerosis.9 2.6. Kalsium. 7. Secara kimiawi antioksidan dirancang untuk menawarkan radikal bebas yang merusak. Khromium.8. Beta Karoten.8.2 Antioksidan Antioksidan adalah bahan kimia yang dapat memberikan sebuah elektron yang diperlukan radikal bebas. 8. Magnesium. Dengan demikian dapat mencegah timbulnya kerusakan arteri dan timbulnya penyakit jantung. terutama kanker lambung.16 Antara antioksidan yang terdapat dalam makanan yang dapat menunda proses penuaan mencakup Vitamin B. Akhir dari proses metabolik tersebut akan menghasilkan radikal bebas yang akan merusak sel-sel tubuh seterusnya menyebabkan penuaan.17 Asam folat (vitamin B) yang terdapat pada sayuran hijau (dolasin). rongga mulut dan kemungkinan mulut rahim. mencegah kemerosotan fungsi mental dan menghentikan kanker. Zinc. Vitamin E. menghentikan serangan radikal bebas sehingga degenerasi dihambat atau proses penuaan diperlambat.proses produksi energi oleh mitokondria yang menggunakan oksigen sebagai bahan utamanya. sangat berperan dalam proses anti tua. Selenium.

8.payudara. Vitamin C juga dapat membantu menyelamatkan arteri dengan mendorong naiknya kolesterol HDL sehingga menghambat penyumbatan arteri.17 Universitas Sumatera Utara . Selain itu. mencegah penyakit asma dan bronchitis kronis serta mencegah katarak. vitamin C melawan penyakit periodontal yaitu gingiva mudah berdarah dan sariawan. Umumnya untuk rongga mulut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful