METODE PENGUJIAN KADAR AIR AGREGAT SNI 03-1971-1990

RUANG LINGKUP : Metode pengujian dilakukan pada agregat yang mempunyai kisaran garis tengah 6,3 mm sampai 152,4 mm. RINGKASAN : Metode ini sebagai pegangan dalam pengujian untuk menentukan besarnya kadar air agregat, dan tujuannya untuk memperoleh angka prosentase dari kadar air. Kadar air agregat adalah besarnya perbandingan antara berat air yang dikandung agregat dengan agregat dalam keadaan kering, dinyatakan dalam persen. Peralatan yang digunakan antara lain; timbangan, oven, dan dalam [logam tahan karat. Berat benda uji untuk pemeriksaan agregat tergantung pada ukuran butir maksimum sesuai daftar "Berat Minimum Benda Uji". Prosedur pengujian melalui tahapan sebagai berikut: timbang dan catat berat dalam (W1);, masukkan benda uji kemudian timbang dan catat beratnya (W2); hitung berat benda uji (W3 = W2 -W1); keringkan benda uji beserta dalam oven; setelah kering timbang dan catat berat benda uji beserta dalam (W4), kemudian hitung berat benda uji kering (W5 = W4 - W1). Hitung agregat dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Kadar air agregat: 100 x (W3 – W5) / W5 dengan, W3 = berat benda uji semula berat; W5 = benda uji kering Hasil pengujian ini dapat digunakan dalam pekerjaan; perencanaan campuran dan pengendalian mutu beton; perencanaan campuran dan pengendalian mutu perkerasan jalan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful