Hari Akhir dan Bekalnya

ْ‫إِنّ الْحَمْدَ ِلِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِالِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا َمن‬
‫يَهْدِهِ الُ فَلَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضِْللْ فَلَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَ إِلهَ إِلّ الُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا‬
ُ‫عَبْدُ ُه وَرَسُوْلُه‬
.‫اَللهُمّ صَلّ وَ َسلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آِلهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِِإحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن‬
َ‫يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا الَ َحقّ تُقَاتِهِ وَلَ تَمُوْتُنّ إِلّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْن‬
‫يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي َخلَقَكُمْ ِمنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَ َخلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا‬
‫رِجَالً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا الَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلَرْحَام َ إِنّ الَ كَانَ َعلَيْكُمْ رَقِيْبًا‬
ْ‫يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا الَ وَقُوْلُوْا قَوْلً سَدِيْدًا يُصِْلحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ُذنُوْبَكُمْ وَمَن‬
... ُ‫ أَمّا بَعْد‬،‫ُيطِعِ الَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا‬
ّ‫ وَشَر‬،َ‫ وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى ال عَلَْيهِ وَسَلّم‬،ِ‫فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ ال‬
.ِ‫ وَكُلّ ضَلَلَةِ فِي النّار‬،ً‫ وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلَلَة‬،‫اْلُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا‬
MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMANI WA RAHIMUKUMULLAH!!!
Marilah kita meningkatkan taqwa kepada Allah  dengan menjalankan segala perintah Allah 
sesuai dengan kemampuan kita, dan meninggalkan segala yang dilarangNya, dan hendaklah kita
takut kepada hari akhir yang pasti datang. Pada hari itu, orang tua tidak bisa membantu anaknya.
Begitu juga sebaliknya, anak tidak bisa membantu orang tuanya. Masing-masing akan
mempertanggungjawabkan amalnya di hadapan Allah .
MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMANI WA RAHIMUKUMULLAH!!!
Hendaklah kita menyadari, bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara. Kita hanya
menumpang lewat. Dunia adalah waktu dan tempat beramal. Janganlah terepesona oleh
kehidupan dunia, sehingga membuat kita lalai dari hakikatnya serta melalaikan kewajiban kepada
Allah  yang menciptakan kita. Betapa banyak peringatan dari Allah  dan RasulNya tentang
hinanya kehidupan dunia.
MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMANI WA RAHIMUKUMULLAH!!!
Ingatlah, kematian pasti menjemput kita. Ingatlah peristiwa yang akan menyusulnya, saat semua
manusia dikumpulkan pada satu tempat. Hendaklah kita menyadari bagaimana keadaan kita saat
ajal menjemput. Saat harus meniggalkan kediaman kita, harus berpisah dengan keluarga, dan
akan menyendiri di kubur yang sempit, hanya amal yang menjadi teman. Sudahkah kita
menyiapkan amal yang menemani kita? Inagatlah, saat kita harus berangkat menuju akhirat yang
terpampang di depan mata, sementara dunia melambaikan tangan di belakang kita.
MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMANI WA RAHIMUKUMULLAH!!!
Kematian pasti akan dialami oleh sumua yang bernyawa, tak satupun akan mampu mengelak.
Allah  berfirman,

ْ ْ ْ
ْ
ْ
ْ
ْ
ْ
‫ت وِإّنَما ت ُوفّ َون أ ُجوركُم يوم الِقيامِة ف َمن ُزحِزح‬
‫و‬
‫م‬
‫ال‬
‫قة‬
‫ئ‬
‫آ‬
‫ذ‬
‫س‬
‫ف‬
ِ َ ُ َ ِ َ ٍ ‫كُُّل َن‬
َ
َ
ُ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
ْ
ْ
ْ
ْ
ْ
ْ ‫عن النار وأ‬
‫ع الُغوِر‬
‫تا‬
‫م‬
‫ل‬
‫إ‬
‫يا‬
‫ن‬
‫ل‬
‫ا‬
‫ياة‬
‫ح‬
‫ال‬
‫وما‬
‫ز‬
‫ا‬
‫ف‬
‫د‬
‫ق‬
‫ف‬
‫ة‬
‫جن‬
‫ال‬
‫ل‬
‫خ‬
‫د‬
َ
ّ
ُ ِ َّ ِ َ
ِ
َ َ َ َ َ َ َّ َ َ
َ
ُ ُ َ َ ِ َ ُّ ُ َ َ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah
disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam
syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan
yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran: 185)

Saat sakaratul maut, saat manusia dicabut nyawanya, ada yang dicabut nyawanya dalam keadaan
baik, dan ada yang dicabut dalam keadaan sedang menzhalimi diri mereka sendiri. Allah 
berfirman,

ْ
ْ ‫لين قالوا ربنا ال ث اْستقاموا تتنزل عل‬
َ
‫خافُوا وَل‬
‫ت‬
‫ل‬
ّ
‫أ‬
‫كة‬
‫ئ‬
‫ل‬
‫م‬
‫ال‬
‫م‬
‫ي‬
ِ َ ّ ‫ِإَّن ا‬
َ
َ
ُ
ُ
َ
ِ
َ
ّ
َ
ُ
َ
ُ
ِ
ُ
َ
َ
ّ
َ
ّ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
ُ
ُ
َ
ّ
َ
َ
َ
ُ
ْ
ْ
ْ‫تْحزنوا وأبشوا بالجنة التي كنت‬
‫دون‬
‫ع‬
‫و‬
‫ت‬
َ ُ َ ُ ُ ُ ِ َّ ِ َّ َ ِ ُ ِ َ َ ُ َ َ
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan Kami ialah Allah" kemudian mereka
meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan:
"Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah
yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS. Fushilat: 30)

Pencabutan nyawa orang shalih dilakukan dengan lembut, dan nyawapun akan keluar dengan
mudah. Setelah itu, ruh yang sudah dikeluarkan dari jasad itu diberi wewangian dari syurga. Para
malaikat membawa ruh itu ke hadapan RabbNya. Saat itu para pengahuni langit yang dilewati,
semuanya memuji ruh ini dan memanggil dengan nama yang terbaik, sebagaimana diceritakan
panjang lebar dalam hadits Bara’ bin ‘Azib.
Sedang orang yang dicabut nyawanya dalam keadaan menzhalimi dirinya, maka keadaannya
sebagaimana Allah  telah menceritakan dalam al-Qur’an,

ْ ْ
ْ
ْ
ْ‫ضربون وجوههْ وأْدباره‬
‫لين‬
ِ َ ّ ‫ولَْو َترى ِإذ يَتوَّف ا‬
َ ‫كَفروا الَملِئ‬
ُ َ َ َ َ ُ َ ُ ُ َ ُ ِ ‫كة َُي‬
َ
َ
َ
َ َ
ُ
َ
ْ
ْ
‫وذُوقُوا عَذاب الحِريِق‬
َ َ
َ
َ

“Kalau kamu melihat ketika Para Malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya
memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): "Rasakanlah olehmu siksa neraka yang
membakar", (tentulah kamu akan merasa ngeri).” (QS. al-Anfal: 50)

ْ
ْ
ْ
ْ ‫ول‬
ْ‫كة باِسطُوْا أَْيِديم‬
َ
ّ
‫ئ‬
‫مل‬
‫وال‬
‫ت‬
‫و‬
‫م‬
‫ال‬
‫ت‬
‫را‬
‫م‬
‫غ‬
‫ف‬
‫ن‬
‫مو‬
‫ل‬
‫ا‬
‫ظ‬
‫ال‬
‫ذ‬
‫إ‬
‫رى‬
‫ت‬
‫و‬
ِ
ِ
ِ
ِ
َ
ِ
ُ
ِ
ِ
ِ
َ َ َ
َ َ
َ
َ َ َ ُ
َ
َ
َ
ْ
ْ
ْ
ْ
ْ
ْ
ْ
ْ
‫ل‬
‫ا‬
‫ل‬
‫ع‬
‫ن‬
‫و‬
‫ول‬
‫تق‬
‫ت‬
‫ن‬
‫ك‬
‫ما‬
‫ب‬
‫ن‬
‫و‬
‫ل‬
‫ا‬
‫ب‬
‫ذا‬
‫ع‬
‫ن‬
‫و‬
‫ز‬
‫ج‬
‫ت‬
‫م‬
‫و‬
‫ي‬
‫ال‬
‫م‬
‫ك‬
‫س‬
‫نف‬
‫أ‬
‫ا‬
‫جو‬
‫ر‬
‫خ‬
‫أ‬
ِ َّ َ َ َ ُ ُ َ ُ ُ َ ِ ِ ُ َ َ َ َ َ ُ
َ
َ
ِ
ُ
ُ
ُ
َ َ ُ
َ
ْ
ْ ْ
ْ
ْ
ْ
‫ي الحِّق وكُنُت عن آياِتِه ت َستكِبُون‬
‫غ‬
َ
َ
َ
َ َ َ َ
َ
“Alangkah dahsyatnya Sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam

tekanan sakratul maut, sedang Para Malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata):
"Keluarkanlah nyawamu" di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan,
karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu
selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.” (QS. al-An’am: 93).
MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMANI WA RAHIMUKUMULLAH!!!
Ingatlah saatnya nanti kita dipikul di atas pundak dan akan ditinggalkan sendiri tanpa ada yang
menemani dan tanpa membawa harta. Allah  berfirman,

‫وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَادَى كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوّ لَ مَرّةٍ وَتَرَكْتُم مّا خَوّلْنَاكُمْ وَرَاء ظُهُورِكُمْ وَمَا نَرَى‬
ْ‫مَعَكُ مْ شُفَعَاءكُمُ الّ ذِينَ زَعَمْتُ مْ أَنّهُ مْ فِيكُ مْ شُرَكَاء لَقَد تّقَطّ عَ بَيْنَكُ مْ وَ ضَلّ عَنكُم مّا كُنتُ م‬
94 :‫زعُمُونَ )النعام‬
ْ َ‫)ت‬
“Dan Sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami
ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami
karuniakan kepadamu.” (QS. al-An’am: 94)
Saat itu, yang menjadi penentu adalah amal kita dalam kehidupan. Jika amal kita baik, maka
kebaikanlah yang akan kita rasakan sampai hari kiamat datang. Sebaliknya, jika amal seseorang
penuh dengan catatan hitam, maka penderitaan dan kepedihan akan mendera tanpa putus.
Begitulah penyesalan sudah tiada berguna. Karenanya, hendaklah kita menyadari sebelum
terlambat.
MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMANI WA RAHIMUKUMULLAH!!!
Hendaklah kita mengingat peristiwa saat sangkakala ditiup pertama kali, sehingga semua
makhluk yang ada di langit meninggal dunia, kecuali yang dikehendaki oleh Allah . kemudian
ditiup lagi untuk kedua kalinya, tiba-tiba semua manusia bangkit, mulai dari manusia pertama
sampai manusia terakhir. Dengan tanpa beralas kaki, tanpa busana dan dalam keadaan utuh
sebagaimana saat diciptakan, manusia seluruhnya berjalan menuju Rabb sang penguasa. Saat itu,
masing-masing sibuk dengan diri sendiri, tak mempunyai kesempatan untuk memperhatikan
orang lain. Allah  berfirman,

ْ ٌ ْ
ْ
ْ ‫لكل ا‬
‫ئ ِّمنُْم يْومِئٍذ َشأن يغنِيِه‬
‫ر‬
‫م‬
ِ
ِ
ِّ ُ
ٍ
ُ
َ َ

“Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” (QS.
‘Abasa: 37)

ْ
ْ
ْ ‫يْوم تر‬
ْ
ْ
ْ
ْ
ُ
ُ
‫حلَها‬
‫ل‬
‫ح‬
‫ت‬
‫ا‬
‫ذ‬
‫ل‬
‫ك‬
‫ع‬
‫ض‬
‫ت‬
‫و‬
‫ت‬
‫ع‬
‫ض‬
‫ر‬
‫أ‬
‫ما‬
‫ع‬
‫ة‬
‫ع‬
‫ض‬
‫ر‬
‫م‬
‫ل‬
‫ك‬
‫ل‬
‫ه‬
‫ذ‬
‫ت‬
‫نا‬
‫و‬
ّ
ّ
ِ
ٍ
ِ
َ
ُ
ُ
ُ
ٍ
َ َ َ
َ
َّ َ َ
َ َ ََ َ ََ َ
ُ
ُ َ َ َ َ َ
ٌ
‫ن عَذاب اَّلِ َشِديد‬
‫وَترى الناس سكارى وما ه بسكارى ولك‬
َ َّ ِ َ َ َ َ ُ ِ ُ َ َ َ َ ُ َ َّ
َ
َ َ

“(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang
menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang
hamil, dan kamu Lihat manusia dalam Keadaan mabuk, Padahal sebenarnya mereka tidak
mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras.” (QS. al-Hajj: 2)

MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMANI WA RAHIMUKUMULLAH!!!
Hendaklah kita merenungi hari yang dahsyat ini, saat seluruh manusia dikumpulkan di satu
tempat untuk mempertanggungjawabkan amalnya di hadapan Allah , satu hari yang
menyebabkan langit hancur berantakan, anak-anak yang baru lahir menjadi beruban. Janji Allah
 pasti akan terlaksana.

Ingatlah hari yang dinamai juga dengan hari taghabun (hari dinampakkannya kesalahankesalahan). Hari ini merupakan penyingkanpan yang hakiki, karena pada hari manusia
dikumpulkan sesuai dengan amal perbuatannya. Di antara manusia ada yang bertaqwa kepada
Allah . dan di antara manusia ada yang penuh berlumur dosa. Mereka akan digiring menuju
neraka jahannam dalam menahan haus yang menyiksa. Panas api neraka menipu pandangan
mereka, tergambar di pelupuk mata bahwa mereka dibawa menuju mata air yang akan
menghilangakan rasa haus, tetapi kenyataan berkata lain. Yang ditemuinya ternyata api yang
menyala menungggu kedatangan mereka. Iyadzan billah.
Allah  menggambarkan kepada kita tentang dahsyatnya hari itu dalam banyak ayat. Begitu juga
Rasulullah . Allah  berfirman,

َ ّ ‫ويْوم َتقُوم الساعة ُيْومِئٍذ يتَفرقُون ۝ فَأََّما ا‬
‫لين آمنُوا وعِملُوا‬
ِ
َ َ
َ َّ َ َ َ َ َ َّ ُ
َ َ
َ َ َ
ْ
ْ ‫الصالحات فهْ ف ر‬
َ
ّ
‫كَّذبوا‬
‫و‬
‫روا‬
‫ف‬
‫ك‬
‫ن‬
‫لي‬
‫ا‬
‫ما‬
‫أ‬
‫و‬
‫ن۝‬
‫و‬
‫ب‬
‫ح‬
‫ي‬
‫ة‬
‫ض‬
‫و‬
ُ َ َ ُ َ َ َ ِ َّ َ َ
َ ُ َ ُ ٍ َ َ ِ ُ َ ِ َ ِ َّ
ْ
ْ
ْ
ْ
‫ضرون ۝‬
‫ِبآياِتنَا ولَِقاء الخرة فأولئك ف العذاب مح‬
َ ُ َ ُ ِ َ َ ِ َ َِ ُ َ ِ َ ِ
َ
َ
“Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan. Adapun

orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, Maka mereka di dalam taman (surga)
bergembira. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al Quran) serta
(mendustakan) menemui hari akhirat, Maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka).”
(QS. ar-Rum: 14-16)
Itulah beberapa gambaran tentang hari kiamat yang pasti akan kita alami. Maka haendaknya kita
berlomba untuk melakukan amal akhirat. Senatiasa berdoa, semoga Allah  memberikan
kebaikan di dunia dan akhirat. Janganlah sekali-kali kita menjual akhirat dengan dunia yang
singkat ini. Barangsiapa yang menukar akhirat dengan dunia, maka dia pasti akan menyesal dan
akan merasakan kerugian tiada tara.

ْ
ْ
ْ
ْ
‫ت‬
‫فإذا‬
َ ّ ‫ت الطّ َاَّمة ُالكبى يوم يتذ‬
ِ ‫كر اِلنسانُ َما َسَعى۝ َوبُِّرَز‬
ِ ‫جاء‬
َ َ َِ
َ
ُ َ َََ َ َ ُ
ْ
ْ
ْ
ْ
‫لنيا۝ فَِإَّن الجِحي‬
‫طَغى۝ وآَثر الحياَة ا‬
‫ فَأََّما من‬.‫الجِحي لِمن يرى‬
َ
ُ
ّ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ َ َْ ُ َ
َ
ْ
ْ
ْ
ْ
‫ن ال َوى۝‬
‫خاَف مَقام رِّبِه و َنى النفس ع‬
‫ِه‬
َ ‫ي الَمأَوى۝ َوأََّما َمن‬
َ ِ َ َ َّ
َ َ ََ َ
َ
ْ ْ
ْ
‫فَِإَّن الجنََّة ِهي المأوى۝‬
َ
َ َ َ

Sebagai penutup khutbah yang pertama ini, marilah kita merenungi firman Allah ,

“Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang. Pada hari (ketika)
manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya. Dan diperlihatkan neraka dengan jelas
kepada Setiap orang yang melihat. Adapun orang yang melampaui batas,38. Dan lebih
mengutamakan kehidupan dunia. Maka Sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan
Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan
hawa nafsunya. Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).” (QS. an-Nazi’at: 34-41)

َ‫أَقُوْ ُل قَوْلِي هَذا أَسْتَغْفِرُ الَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِّنهُ هُو‬
ِ‫الْغَفُوْرُ الرّحِيْم‬
Khutbah yang kedua

ْ‫إِنّ الْحَمْدَ ِلِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِالِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا َمن‬
‫يَهْدِهِ الُ فَلَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضِْللْ فَلَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَ إِلهَ إِلّ الُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا‬
,‫عَبْدُ ُه وَرَسُوْلُهُ وبعد‬
MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMANI WA RAHIMUKUMULLAH!!!
Pada khutbah yang pertama, kita sudah membahas sedikit gambaran dahsyatnya hari akhir yang
pasti akan datang. Tidak seorangpun yang mampu menghindarinya. Tiada seorangpun yang
mampu menyembunyikan kesalahan yang pernah diperbuat. Saat itu yang menjadi saksi adalah
anggota tubuh kita sendiri yang senatiasa mendampingi kita saat beramal. Allah  berfirman
yang artinya, “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan
mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.”
(QS. Yasin: 65).
MA’ASYIROL MUSLIMIN RAHIMANI WA RAHIMUKUMULLAH!!!
Jika sudah mengetahui hal ini, maka sebagai seorang yang dikarunia akal pikiran oleh Allah ,
maka seharusnya kita memanfaatkan kesempatan yang diberikan Allah  untuk menyiapkan
bekal sebanyak mungkin. Kita jangan menunda-nunda, karena kita tidak mengetahui berapa lama
lagi hidup kita di dunia ini. Sekarang kita sehat, belum tentu besok masih sehat. Saat ini kita
masih hidup, belum tentu nanti sore masih menghirup udara. Betapa banyak kita dengar dan kita
saksikan, kematian yang secara tiba-tiba menghampiri seseorang, sehingga kadang sebagian
orang tidak percaya.
Manfaatkanlah kesempatan untuk berbuat baik, pergunakan semaksimal mungkin. Jauhi sikap
meremehkan perbuatan baik. Meskipun kecil di mata manusia, tapi bisa jadi bernilai besar di
hadapan Allah  karena keikhlasan si pelaku.
Kaitannya dengan pemanfaatan waktu, dalam sebuah riwayat diceritakan:

ْ‫َعنْ مُجَاهِدٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ أَخَذَ رَسُولُ الِ صَلّى الُ عَلَيْهِ وَ َسلّمَ بِبَعْضِ جَسَدِي فَقَالَ كُن‬
‫فِي الدّنْيَا كَأَنّكَ َغرِيبُ أَوْ عَابِرِ سَبِيلٍ وَعُدّ نَفْسَكَ فِي أَهْلِ اْلقُبُورِ فَقَالَ لِي اْبنُ عُمَرَ إِذَا‬
ْ‫أَصْبَحْتَ فَلَ تُحَدّثْ َنفْسَكَ بِالْمَسَاءِ وَِإذَا أَمْسَيْتَ فَلَ تُحَدّثْ نَفْسَكَ بِالصّبَاحِ َوخُذْ ِمن‬
‫حتِكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ قَبْلَ مَوْتِكَ فَإِنّكَ لَ تَدْرِي يَا عَبْدَ الِ مَا اسْمُكَ غَدًا‬
ّ ِ‫ص‬
Diriwayatkan dari mujahid dari Ibnu Umar , dia bercerita Rasulullah  memegang sebagian
anggota badanku dan bersabda, “Jadilah kamu di dunia seperti orang asing atau penyebrang
jalan. Dan anggaplah dirimu termasuk penghuni kubur.” Kemudian Ibnu Umar  berkata
kepadaku (Mujahid): “Jika kamu berada di waktu pagi, maka janganlah kamu menunggu siang.
Dan jika kamu berada di waktu siang, maka janganlah kamu menunggu pagi. Manfaatkanlah
sehatmu.sebelum datang sakitmu, dan hidupmu sebelum matimu. Karena kamu tidak tahu apa

‫”‪namamu besok, wahai hamba Allah .‬‬

‫اَللّهُ ّم صَلّ عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا صَلّيْتَ َعلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ‪ ،‬إِنّكَ‬
‫حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ‪ .‬وَبَارِكْ َعلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمّدٍ كَمَا بَارَكْتَ َعلَى إِبْرَاهِيْمَ وَ َعلَى آلِ‬
‫إِبْرَا ِهيْمَ‪ ،‬إِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ‪.‬‬
‫اَللّهُمّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ‪ ،‬وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلَمْوَاتِ‪ ،‬إِنّكَ‬
‫سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ‪.‬‬
‫رَبّنَا لَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ َأخْطَأْنَا رَبّنَا وَلَ تَحْمِلْ عَلَْينَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ‬
‫قَبْلِنَا رَبّنَا وَلَ تًحَمّلْنَا مَالَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى‬
‫الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ‪.‬‬
‫رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ‪ .‬والمد ل رب العالي‪.‬‬
‫‪Dikutib dari Majalah as-Sunnah, Solo. Edisi 03/IX/1426H/2005M‬‬

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful