Laporan Kasus

“Glaukoma Primer Sudut Tertutup Kronik”

Pembimbing :

dr. Rosalia Septiana, Sp.M

Disusunoleh :

Fressy Theresia 4 !""# $%

F&K'LT&S K(D)KT(R&* '*+,(RS+T&S T&R'M&*&-&R& .&K&RT& / "%

Pati Tanggal Pemeri0saan : # )0tober / "% Pemeri0sa Moderator : Fressy Theresia : dr. Pasien 1uga mengeluh pada 0edua matanya sering 0eluar air mata 1i0a melihat penglihatan yang silau.STATUS PASIEN I.tetapi pasien lupa nama obatnya dengan obat tersebut pasien merasa membai0.tetapi penglihatan mata 0iri tetap tida0 ada perubahan. 6e0ot54e0ot yang dirasa0an pasien bermula dari 0epala men1alar 0e dahi 0iri lalu 0emata 0iri. Pasien telah berobat 0e poli mata RS'D Kudus dan mendapat pengobatan berupa obat tetes mata. Sp. 1i0a malam hari pasien tida0 ada 0eluhan. mata 0iri tida0 sering 4e0ot54e0ot.a2a : -adudero /3/ su0olilo. S :4! tahun : +slam : Petani : . IDENTITAS PASIEN *ama leng0ap 'mur &gama Pe0er1aan Su0u bangsa &lamat : *y.M II. Semen1a0 4e0ot54e0ot pasien merasa penglihatan mata 0irinya sema0in 0abur sehingga sangat mengganggu a0ti7itas pasien sebagai petani. 6e0ot54e0ot yang dirasa sema0in sering terutama pada siang hari. ANAMNESIS &namnesis se4ara Keluhan 'tama : &utoanamnesis pada tanggal # )0tober / "% : Mata 0iri 4e0ot 5 4e0ot Ri2ayat Penya0it Se0arang: Pasien datang dengan 0eluhan mata 0iri 4e0ot54e0ot 0urang lebih % minggu yang lalu. Kemudian 8 hari 0emudian pasien .Rosalia Septiana.

STATUS #FTA!M#!#GI Gam$ar% #D #S .. Suhu 9T. Ri2ayat trauma mata 95. : : : "/ 3> mm<g >>?3 menit %!. : Ri2ayat menderita penya0it yang sama dalam 0eluarga tida0 di0etahui. PEMERIKSAAN FISIK A. nro4os95. Mata merah 9:. Ri2ayat Diabetes melitus 95.0ontrol 0embali 0e poli mata RS'D Kudus dan pasien mondo0. mual muntah 95.am0esmas. III..>@ 6 /% ? 3 menit =ai0 6ompos mentis 6u0up Respiration Rate 9RR. Ri2ayat Penya0it Dahulu : 5 5 5 5 5 Ri2ayat Penya0it Keluarga Ri2ayat so4ial e0onomi Ri2ayat <ipertensi 95. Ri2ayat asma 95.. : Keadaan 'mum Kesadaran Status -iAi : : : ". ITA! SIGN Tensi 9T. Kesan (0onomi : 0urang. : Pasien seorang ibu Petani. =iaya ditanggung . *adi 9*. Ri2ayat alergi 95.

hiperemis95.ek*i *iliar (/)0 inCiltrat 95.. in1e0si 0on1ungti7a 95. (dema 95. in.. strabismus 95. edema 95. +n1e0si silier dan in1e0si 0on1ungti7a /. hiperemis 95.. enoCtalmus 95. keru1 Edema merata (+)0 arku* *enili* (/) .. hiperemis 95. e0soCtalmus 95. enoCtalmus 95. entropion 95. bleCarospasme (+). nyeri te0an 95. 1ernih. e0tropion 95..ek*i kon. Pupil mid5midriasis B 8 mm %... (dema 95.... Putih =ulat. entropion 95..un-ti. in1e0si siliar 95. bleCarospasme 95.3 3 2 1 Keterangan: ". (dema 95..a Palpe$ra PEMERIKSAAN i*u* Korek*i "ul$u* okuli #&U!I SINISTRA(#S) "3! tida0 di0ore0si -era0 bola mata normal. lagoCtalmus 95. inCiltrat 95. &r0us senilis #&U!I DE'TRA(#D) !3$ tida0 di0ore0si -era0 bola mata normal. e0soCtalmus 95. strabismus 95. nyeri te0an 95.... arku* *enili* (/) Kornea Sklera Kon. Putih =ulat. e0tropion 95.... (dema 95.a (/)0 in. lagoCtalmus 95. hiperemis95.un-ti....

ernih. Kemudian 8 hari 0emudian pasien 0ontrol 0embali 0e poli mata RS'D Kudus dan pasien mondo0..tetapi penglihatan mata 0iri tetap tida0 ada perubahan. syne0ia 95... =ulat...4o0lat.. batas tegas. e0sudat 95. Kripta9:. 6e0ot54e0ot yang dirasa0an pasien bermula dari 0epala men1alar 0e dahi 0iri lalu 0emata 0iri. mual5muntah 95.. e0sudat 95. I . Pasien telah berobat 0e poli mata RS'D Kudus dan mendapat pengobatan berupa obat tetes mata.. inCiltrat 95. / T+) digitalis : * la0rimasi 9:. si0atri0s 95..on. edema95.. 1ernih . batas tegas.. si0atri0s 95.. reCle0s pupil 9:. 1i0a malam hari pasien tida0 ada 0eluhan. !on. hiCema 95. ablatio 95. &amera #2uli Anterior (&#A) Iri* Pupil !en*a itreu* Retina Fundu* Re6lek* TI# Si*tem !akrima*i 0erati0 presipitat 95. Semen1a0 4e0ot54e0ot pasien merasa penglihatan mata 0irinya sema0in 0abur sehingga sangat mengganggu a0ti7itas pasien sebagai petani.dang0al.ernih Papil *++ bulat.tetapi pasien lupa nama obatnya dengan obat tersebut pasien merasa membai0. ablatio 95. mata 0iri tida0 sering 4e0ot54e0ot. RESUME Su$. Keruh.ekti6% Telah diperi0sa pasien perempuan umur 4!th 0e poli 0lini0 mata RS'D Kudus datang dengan 0eluhan mata 0iri 4e0ot54e0ot 0urang lebih % minggu yang lalu. atroCi (+) 4o0lat.. leta0 sentral B : D % mm.. edema95.0erati0 presipitat 95.ernih Papil *++ bulat. syne0ia 95.. nro4os95. .. Pasien 1uga mengeluh pada 0edua matanya sering 0eluar air mata 1i0a melihat penglihatan yang silau. 6e0ot54e0ot yang dirasa sema0in sering terutama pada siang hari.mid dilata*i. inCiltrat 95. hipopion 95. : TI# di-itali* N/7 la0rimasi9:.leta0 sentral. Mata merah 9:.ekti6% #D #S . Kripta(+)0 atroCi 9:. #$.0edalaman 4u0up. 3 % 4 5mm0 re6lek* pupil (+) Keru1 *e$a-ian . hiCema 95. hipopion 95.

B : 4 %mm..ernih Pupil !en*a itreu* I... atroCi (+) 4o0lat. edema95. edem yang merata.ernih. syne0ia 95. DIAGN#SA DIFFERENSIA! i. e0sudat 95. iii. 0ripta iris 95..batas tegas ablatio*ilier 95. )S -lau0oma primer sudut terbu0a )S -lau0oma primer sudut tertutup a0ut )S -lau0oma primer sudut tertutup suba0ut )S -lau0oma primer sudut tertutup 0roni0 )S -lau0oma se0under Iri* Kripta(+)0 atroCi 9:. #S ditemu0an 7isus "3! ..Papil *++ bulat. i7... $ulat mid dilata*i0 3 % 4 5 mm0 letak *entral0 re6lek* pupil (+) Keru1 *e$a-ian . leta0 sentral.. (/) : Keru10 oedem merata0arku* T+) digitalis *:/ *enili* (/) 0eruh.. ar4us senilis 9:. ar4us senilis 9:. ii. dang0al Kripta9:. in1e0si 0on1ungti7a 9:.. in1e0si silier 9:. =ulat. Pemeri0saan ob1e0tiC : Dari pemeri0saan 7isus )D !3$ F )S "3! . edema95.i*u* Retina 2on. e0sudat 95.. : *enili* (/) 9erni10 arku* T+) digitalis : * . DIAGN#SA KER9A OS Glaukoma primer sudut tertutup kronik II. 7. .a (/)0In.0edalaman 4u0up !3$ *ormal .. syne0ia 95.ek*i "3! Papil *++ bulat. 6)& 1ernih dang0al. 0ornea 0eruh.4o0lat. dengan 0eluhan penyerta la0rimasi 9:..atroCi iris 9:.ernih . se1a0 0urang lebih % minggu yang lalu.un-ti.un-ti.. reCle0s pupil 9:. 0abur 9:.. . DASAR DIAGN#SIS Pemeri0saan sub1e0tiC : Pasien datang dengan 0eluhan utama mata 0iri 4e0ot54e0ot 9:.Eang dirasa0an pasien sema0in hari penya0itnya sem0in berat..ernih . Pada #D ditemu0an 7isus !3$.batas tegas ablatio 95.a Fundu* re6le8 kornea TI# &#A In.ek*i kon.

Huo &d .8 G / tetes / dd " )D 6endo 4arpine 4G / tetes 4?" )S -lu0on /8 mg " dd " K6L /8 mg / dd " ="/ ! mg % dd " )peratiC: 5 Ren4ana )S Trabe0ule0tomi I'.itam '.pupil bulat mid dilatasi. B : D 8 mm.leta0 sentral. PEM"A:ASAN U*ul % 5 5 : Penga2asan 3 e7aluasi T+). 0ore0si 7isus dengan pin hole Pemeri0saan gonios0opi untu0 mengetahui lebar sempitnya sudut bili0 mata depan. reCle0s pupil 95. III. . PR#GN#SIS )K'L+ D(KSTR& 9)D. TERAPI Pasien dira2at inap Medi0amentosa: Timolol . dan T+) digitalis *:/. dubia ad malam dubia ad malam dubia ad bonam dubia ad bonam Huo &d Kosmeti0am : Huo &d .isam Huo &d Sanam : : ad bonam ad bonam ad bonam ad bonam )K'L+ S+*+STR& 9)S.

untu0 mendete0si atau menilai hilangnya lapang pandang a0ibat 0erusa0an saraC penglihatan. 5 Pemeri0saan )6T 9)pti4al 6oheren4e Tomography. untu0 membantu dalam penega0an diagnosis glau0oma.5 Pemeri0saan perimetri untu0 pemeri0saan lapang pandangan dengan 0omputer. Saran% 5 5 5 5 5 (du0asi pasien untu0 mengistirahat0an mata untu0 beberapa hari. &2asi T+) -una0an tetes mata se4ara teratur Konsumsi obat se4ara teratur Kontrol se4ara teratur .

=eberapa ge1ala umum glau0oma adalah penglihatan 0abur. lapang pandang. glau0oma menempati urutan 0edua 9/ G. -lau0oma yang penyebabnya tida0 di 0etahui disebut glau4oma primer. Pada glau0oma se0under. gonios0opi. Me0anisme pening0atan te0anan intrao0ular pada glau0oma adalah gangguan aliran 0eluar humor akueus a0ibat 0elainan sistem drainase sudut 0amera anterior 9glau0oma sudut terbu0a. Dari / 1uta lebih pendudu0 +ndonesia. antara lain pemeri0saan ta1am penglihatan. glau0oma merupa0an salah satu penyebab utama 0ebutaan yang ire7ersibel. . diper0ira0an terdapat / 1uta pengidap glau0oma.. Disamping anamnesa yang 4ermat dan teliti. setelah 0atara0 sebagai penyebab 0ebutaan. atau gangguan a0ses humor akueus 0e sistem drainase 9glau0oma sudut tertutup. memperbai0i patogenesis yang mendasarinya. Pengobatan pada glau4oma hanya ditu1u0an untu0 mempertahan0an 7isus dan lapang pandang yang ada dengan menurun0an te0anan intrao0ular dan apabila mung0in. ge1ala spesiCi0 tergantung pada 0eadaan atau penya0it yang menyebab0annya. Diseluruh dunia. sedang0an glau4oma yang penyebabnya di0etahui disebut glau4oma se0under. terlihat halo dan sa0it 0epala. perlu dila0u0an pemeri0saan guna dapat mendiagnosis suatu glau0oma. TonograCi dan tes pro7o0asi dila0u0an bila memung0in0an. Di &meri0a Seri0at.TIN9AUAN PUSTAKA +. P(*D&<'L'&* -lau0oma merupa0an salah satu penya0it mata yang ditandai dengan mening0atnya te0anan intrao0ular yang disertai pen4e0ungan dis0us opti0us dan penge4ilan lapangan pandang. te0anan bola mata. % 1uta pendudu0 +ndonesia buta. hilangnya lapang pandang periCer.

.

/. Perubahan lapangan pandang %. tapi 1i0a penyebabnya tida0 di0etahui disebut sebagai glau0oma primer. Mata terasa sa0it oada pagi hari ii. Pening0atan T+). -lau0oma Primer i. (dema 0ornea 4. -lau0oma berasal dari 0ata yunani Iglau0osJ yang berarti hi1au 0ebiruan. Dilatasi pupil 8.i0a penyebab glau0oma di0etahui.++. 2. /. Lebih 1elasnya glau0oma dapat di0lasiCi0asi0an sebagai beri0ut : 1.KL&S+F+K&S+ -L&'K)M& -lau0oma di0lasiCi0asi0an sebagai glau0oma sudut terbu0a dan tertutup. disebut sebagai glau0oma se0under. +++. %. yang memberi0an 0esan 2arna tersebut pada pupil penderita glau4oma. -lau0oma sudut sempit ". . D(F+*+S+ -lau0oma adalah suatu neurophaty opti4 yang disertai dengan penyempitan lapang pandang 0has glau4omatosa dan e0s0a7asio dis0us opti0us. -lau0oma simple0s 9sudut terbu0a. Pening0atan T+). =ili0 mata depan dang0al. Kemerahan di badan silier. dimana pening0atan te0anan intra o0uler merupa0an salah satu Ca0tor resi0onya. ". -lau0oma 6ongenital .

-lau0oma Se0under i. =edah 7.i. Trauma i7. dll 4. 0anal S4hlemm. ii. Pada 0eadaan Cisiologis pada bagian ini ter1adi pengaliran 0eluar 4airan bili0 mata. humor aKueus dihasil0an di bili0 posterior oleh badan siliar. Perubahan lensa ii. mata 0eras seperti batu dan dengan rasa sa0it. Dalam 0eadaan normal. =erde0atan dengan sudut ini didapat0an 1aringan trabe0ulum. bili0 mata depan dang0al. Steroid. 0ornea buram. garis S4h2albe dan 1on1ot iris. +. atau gangguan a0ses humor akueus 0e sistem drainase 9glau0oma sudut tertutup. Menyertai penya0it 0ongenital lainnya 3. Kornea terlihat 0eruh. lalu mele2ati pupil masu0 0e bili0 anterior 0emudian 0eluar dari bola mata melalui trabe0ula mesh2or0 0e 4analis s4hlemm. Kelainan u7ea iii. P&T)F+S+)L)-+ Sudut bili0 mata dibentu0 dari 1aringan 0orneos0lera dengan pang0al iris..dimana sudah ter1adi 0ebutaan total a0ibat te0anan bola mata memeri0a gangguan Cungsi lan1ut. papil atroCi dengan e0s0a7asi glau0omatosa. Me0anisme pening0atan te0anan intrao0ular pada glau0oma adalah gangguan aliran 0eluar humor akueus a0ibat 0elainan sistem drainase sudut 0amera anterior 9glau0oma sudut terbu0a. CotoCobia..s4lera spur. mata besar. -lau0oma &bsolut -lau4oma absolut merupa0an stadium a0hir glau4oma 9sempit atau terbu0a. Primer atau inCantile : epiCora. . Rubeosis 7i.

separuh dari penderita glau0oma tida0 . Keadaan seperti ini sering ter1adi pada sudut bili0 mata yan sempit 9tertutup. -(.Pada glau4oma sudut terbu0a 0elainan ter1adi pada 1aringan trabe0ular.. )leh 0arena itu.&L& D&* T&*D& -lau0oma disebut sebagai Ipen4uri penglihatanJ 0arena ber0embang tanpa ditandai dengan ge1ala yang nyata.adi te0anan intra o0uler mening0at 0arena adanya hambatan outClo2 humor a0uos a0ibat 0elainan pada 1aringan trabe0ular. . sedang0an sudut bili0 mata terbu0a lebar. . 1aringan trabe0ular normal sedang0an te0anan intrao0uler mening0at 0arena obstru0si me0ani0 a0ibat penyempitan sudut bili0 mata. sehingga outClo2 humor a0uos terhambat saat men1ang0au 1alinan trabe0ular. Pada glau4oma sudut tertutup..

ada0ah hambatan pengaliran humor aKuos. -onios0opi. Perimetri. 3. D+&-*)S+S 1. Pemeri0saan untu0 mengu0ur te0anan bola mata.menyadari bah2a mere0a menderita penya0it tersebut. ge1ala5ge1ala beri0ut mung0in timbul: 5 5 5 5 <ilangnya lapang pandang periCer Sa0it 0epala Penglihatan 0abur Melihat pelangi bila melihat sumber 4ahaya. Pada glau0oma sudut terbu0a a0an ter1adi penglihatan yang 0abur dan penurunan persepsi 2arna dan 4ahaya. Fundus0opi. Pemeri0saan . =iasanya di0etahui disaat penya0itnya sudah lan1ut dan telah 0ehilangan penglihatan. Pemeri0saan lapang pandangan dengan 0omputer. mata merah. Pada Case lan1ut glau0oma. untu0 mendete0si atau menilai hilangnya lapang pandang a0ibat 0erusa0an saraC penglihatan. . nausea. sa0it 0epala. Eang pertama hilang adalah lapang pandang periCer yang pada a0hirnya hanya a0an menyisa0an penglihatan yang seperti tero2ongan 9tunnel 7ision. Ter1adi penurunan luas lapang pandang yang progresiC.. maupun non 0onta0. Penderita biasanya tida0 memperhati0an 0ehilangan lapang pandang periCer ini 0arena lapang pandang sentralnya masih utuh. 4. penglihatan 0abur dan 0ehilangan penglihatan. bai0 dengan alat 0onta0 menyentuh bola mata . Pada glau0oma sudut tertutup dapat ter1adi ge1ala nyeri.+. 2. &dalah pemeri0saan untu0 menilai 0eadaan sudut bili0 mata. 'ntu0 melihat gambaran dan menilai 0eadaan bagian dalam bola mata terutama saraC opti0. Tonometri.

• Terapi bedah Trabe0uloplasti 1i0a T+) tetap tida0 bisa ter0ontrol dengan pengobatan medi0amentosa yang ma0simal. beta?olol. .++. Terapi a2al yang diberi0an adalah penye0at beta 9timolol. dan metipranolol. Dapat 1uga dila0u0an 4ryotherapi 9altrnatiC tera0hir. Terapi obat5obatan Terapi ini tida0 diberi0an pada 0asus yang sudah lan1ut.leng0ap ini hanya dila0u0an pada penderita yang di4urigai menderita glau0oma sa1a. . • +ride4tomy ataupun Trabe0ulotomi 9bedah drainase. atau 0ontraindi0asi dengan trabe0uloplasti atau diperlu0an T+) yang lebih rendah lagi. atau simpatomimeti0 9adrenalin dan depri7erin.i0a pengobatan belum eCe0tiC ma0a dapat dila0u0an pening0atan 0onsentrasi obat. le7obunolol. / /. 4arteolol.. . 1i0a trabe0uloplasti gagal. 'ntu0 men4egah eCe0 samping obat diberi0an dengan dosis terendah dan Cre0uensi pemberiannya tida0 boleh terlalu sering. Mioti0um 9pilo4arpine dan 4arba4hol. mengganti 1enis obat atau menambah dengan obat lain. mes0i merupa0an antiglau0oma yang bai0 tida0 boleh diguna0an 0arena eCe0 sampingnya. pada mata yang prognosanya sudah sangat 1ele0. P(*&T&L&KS&*&&* ".

multiply.S. DaCtar Pusta0a ". -lau0oma dapat dira2at dengan obat tetes mata.blogspot. (disi %. . http:33ningrum2ahyuni. Sagung seto. http:33de7ilieC. d00.S.+++. )leh 0arena itu sema0in dini dete0si glau0oma ma0a a0an sema0in besar ting0at 0esu0sesan pen4egahan 0erusa0an mata. <.. +lmu Penya0it Mata. +lyas. +lmu Penya0it Mata . tablet.4om31ournal3item3""3-lau0oma 5. =alai Penerbit Fa0ultas Kedo0teran 'ni7ersitas +ndonesia. operasi laser atau operasi mata. +lyas. pada 0ebanya0an 0asus glau0oma dapat di0endali0an.a0arta. K)MPL+K&S+ -lau0oma dapat menyebab0an hilang penglihatan sebagian atau seluruhnya +L.4om3/ $3 !3/$3glau0oma5neo7as0uler3 ANA!ISA KASUS Diagnosa pada pasien ini adalah )DS glau0oma primer sudut tertutup stadium a0ut berdasar0an: • Identita* Pa*ien .a0arta / / 3.2ordpress.4om3/ " 3" 3glau0oma5sudut5tertutup5a0ut. / 4. . http:330ari0aturi1o. <.html 4. (disi /. Menurun0an te0anan pada mata dapat men4egah 0erusa0an penglihatan lebih lan1ut. /. PR)-*)S+S Mes0ipun tida0 ada obat yang dapat menyembuh0an glau0oma.

Diamo? 9&setaAolamid. -onios0opi: 'ntu0 menilai lebar sempitnya sudut bili0 mata depan b.Pasien seorang perempuan usia 8% tahun.. diperoleh 7isus pada mata 0anan dan 0iri pasien masing5masing !3#. adanya rasa mual. ar0us senilis 9:. % ? " tablet: Merupa0an inhibitor 0arboni0 anhidrase sehingga mengurangi bi0arbonat dalam 4airan bola mata dan air yang dise0resi bersamanya dengan a0ibat penurunan te0anan intrao0ular. " ? " tablet Diberi0an pada pasien untu0 men4egah 0e0urangan 0alium.. 6)& 0eruh dan dang0al. Laboratorium dan 0onsul 0e bagian lain: 'ntu0 persiapan operasi. hilang 1i0a pasien tidur. Kampimetri: 'ntu0 menilai a0ibat yang ditimbul0an glau0oma yaitu ber0urangnya lapang pandang 4. Timolol . T+) 9% .8 dan !3$ tetapi tida0 di0ore0si. Keluhan tambahan pasien adalah sa0it 0epala hebat.uran a. 4. • Pemerik*aan an. dan T+) 9%%. hal ini sesuai dengan Ca0tor predisposisi dari glau0oma a0ut yaitu biasa ter1adi pada usia lebih dari 4 tahun. Cundus reCle0s 95. hal ini sesuai dengan ge1ala sub1e0tiC dari glau0oma a0ut yaitu nyeri pada mata.8 Ta1am penglihatan )S !3$ Pada pemeri0saan Cisi0 mata. edema 0ornea. operasi iride0tomi atau trabe0ule0tomi dila0u0an setelah te0anan intrao0ular pasien normal 0embali. 0eluhan50eluhan pasien di atas 1uga dengan ge1ala glau0oma sub1e0tiC a0ut. • Anamne*i* Keluhan utama pasien saat datang pertama 0ali adalah 0edua mata sa0it se1a0 / hari yang lalu. • Penatalak*anaan a. mmhg dan la0rimasi 9:. lensa 0eruh... &spar K 9suplemen 0alium. 9menghambat produ0si humor a0ueus. pupil mid5dilatasi dengan diameter D 8mm.isus : 5 Ta1am penglihatan )D !3#. b. yang merupa0an eCe0 samping pema0aian dari asetaAolamid. melihat bayangan pelangi. • Statu* o6talmiku* .8 G / ? " tetes: Merupa0an beta blo0er yang berguna untu0 menurun0an . berlangsung beberapa 1am. pandangannya 0abur mendada0.

Prognosis ad 7isam dan ad sanam dubia 0arena 0emung0inan dapat ter1adi atroCi ner7us opti0 1i0a tida0 ditangani dengan segera dan mung0in dapat 0ambuh lagi.te0anan intrao0ular d. . • Pro-no*i* Prognosis ad 7itam dan 0osmeti0am adalah bonam 0arena tida0 menyebab0an 0ematian dan tida0 mengganggu 0osmeti0 pasien. Penderita die7aluasi sampai mata tenang 0emudian dapat dila0u0an indi0asi operasi yaitu : +ride0tomi periCer atau trabe0ule0tomi 9membuat 4elah pada 1aringan trabe0ulum agar humor a0ueus dapat mengalir 0e u7eos0leral.