PROPOSAL PENYULUHAN

KEGAWATDARURATAN PSIKIATRI

Disusun oleh:

DEVI MELLINDA, S. Ked. FADILA ZITRIA, S. Ked. KOMARUDDIN, S. Ked. MUHAMMAD IQBAL, S. Ked.

FK. YARSI FK. YARSI FK. UMJ FK. YARSI

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN JIWA RUMAH SAKIT JIWA ISLAM JAKARTA 2013

0

SATUAN ACARA PENYULUHAN I. Leaflat METODE 1.00-11. IV. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS Setelah dilakukan penyuluhan selama 60 menit diharapkan para peserta dapat: 1. IDENTITAS Topik Sub Topik Hari/Tanggal Waktu Sasaran Tempat : : Kegawatdaruratan Psikiatri : Rabu/20 Maret 2013 : 10. MATERI (TERLAMPIR) MEDIA 1. Microphone 4. Diskusi 3. Tanya jawab VI. LCD 3. diharapkan pasien dan keluarga pasien yang merupakan sasaran dari penyuluhan ini memahami tanda-tanda dan gejala Kegawatdaruratan Psikiatri. V. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang pentingnya mengetahui Kegawatdaruratan Psikiatri. Memahami tentang Kegawatdaruratan Psikiatri 2. Laptop 2. 1 . Ceramah 2.00 WIB : Pasien dan keluarga pasien yang berkunjung ke poliklinik : Ruang tunggu poliklinik II. Memahami gejala Kegawatdaruratan Psikiatri dan tindakan yang akan dilakukan III.

Penutup 10 menit 2 . Isi   Penyuluhan Mengucapkan salam Memperkenalkan diri        Menyimpulkan materi  Memberikan kesempatan peserta  untuk bertanya Menutup dan  mengucapkan salam Audiance Menjawab salam Memperhatikan Menyampaikan pengetahuannya Mendengarkan dan memperhatikan penyampaian materi Mendengarkan dan memperhatikan Aktif mengajukan pertanyaan Menjawab salam Waktu 5 menit 45 menit 3.KEGIATAN PENYULUHAN NO Kegiatan 1. Pembukaan 2.

Sebagai ujung tombak di lapangan. dll). adalah bentuk pelayanan yang paling diharapkan untuk hasil maksimal. seperti: panik. dalam hal ini adalah sebagai bagian dari pelayanan kedaruratan medik yang terintegrasi. Hal ini juga sejalan dengan peningkatan pemahaman bahwa perubahan status mental seseorang dapat disebabkan oleh penyakit organik (sesuai dengan konsep hirarki dalam pemahaman diagnosis gangguan jiwa). Dalam pelaksanaannya sering diperlukan pemeriksaan fisik serta laboratorium yang sesuai dan memadai. yang dibuat untuk menghadapi kasus kedaruratan yang memerlukan intervensi psikiatrik. dll. sindrom neuroleptik maligna. BATASAN DAN PENGERTIAN Kedaruratan psikiatri merupakan cabang Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kedokteran Kedaruratan. Kasus yang datang minta pertolongan sangat bervariasi. hingga yang merupakan kasus-kasus psikiatrik. Pemahaman kesehatan masyarakat bahwa kasus-kasus tersebut merupakan keadaan yang perlu pertolongan segera. Diperlukan keterampilan dalam assessment dan teknik evaluasi untuk membuat diagnosis kerja. 3 . dan lain-lain. B. peran dokter umum sangat penting. kekerasan dan penyalahgunaan zat merupakan masalahmasalah serius yang perlu intervensi segera. intoksikasi.BAB I PENDAHULUAN A. Ada yang sekedar ingin meminta resep. Dokter masa kini harus mengembangkan perannya untuk menjadi bagian dari ruang gawat darurat psikiatrik. delirium. LATAR BELAKANG Tindakan bunuh diri. menyebabkan dokter akan lebih banyak menemui kasus-kasus kedaruratan psikiatrik tersebut. krisis perkawinan. skizofrenia atau psikosis akut. ada yang memerlukan teman bicara. Ketiga kondisi tersebut merupakan sebagian dari berbagai kondisi kedaruratan psikiatrik. gejala putus zat. seperti tindakan bunuh diri. Pendekatan Consultation-Liaison Psychiatry bermanfaat untuk beberapa penanganan kasus-kasus kedaruratan. Kerja sama dalam suatu tim. kondisi medik umum (delirium.

antara lain:      Kondisi gaduh gelisah Dampak tindak kekerasan Bunuh diri (Suicide) Gejala ekstra piramidal akibat penggunaan obat Delirium 4 .Kasus kedaruratan psikiatrik meliputi gangguan pikiran. perasaan dan perilaku yang memerlukan intervensi teraupeutik segera.

BAB II KEGAWATDARURATAN PSIKIATRI A. terutama yang mengenai lobus frontalis dan temporalis otak       Faktor risiko lain terjadinya tindak kekerasan adalah:          Adanya pernyataan seseorang bahwa ia berniat melakukan tindak kekerasan Adanya rencana spesifik Adanya kesempatan atau suatu cara untuk terjadinya kekerasan Laki-laki Usia muda (15-24 tahun) Status sosioekonomi rendah Sistem dukungan sosial yang buruk Adanya riwayat melakukan tindak kekerasan Tindakan antisosial lainnya 5 . Tindak kekerasan dapat timbul akibat berbagai gangguan psikiatrik. farmakologik dan psikososial. Gambaran Klinis dan Diagnosis: Gangguan psikiatrik yang sering berkaitan dengan tindak kekerasan adalah:  Gangguan psikotik. TINDAK KEKERASAN (Violence) Violence atau tindak kekerasan adalah agresi fisik yang dilakukan seseorang terhadap orang lain. seperti skizofrenia dan manik. Tindak kekerasan dan ancaman tindak kekerasan sering terjadi di ruang gawat-darurat psikiatrik serta sering menyebabkan permintaan konsultasi ke psikiatri. tapi dapat pula terjadi pada orang biasa yang tidak dapat mengatasi tekanan hidup sehari-hari dengan cara yang lebih baik. disebut mutilasi diri atau tingkahlaku bunuh diri (suicidal behavior). terutama bila penderita paranoid dan mengalami halusinasi yang bersifat suruhan (commanding hallucinations) Intoksikasi alkohol atau zat lain Gejala putus zat akibat alkohol atau obat-obat hipnotik-sedatif Katatonik furor Depresi agitatif Gangguan kepribadian yang ditandai dengan kemarahan dan gangguan pengendalian impuls (misalnya gangguan kepribadian ambang dan antisosial) Gangguan mental organik. Prosedur ini meluputi intervensi prilaku. Jika hal itu diarahkan kepada dirinya sendiri. Para dokter dan staf harus mengetahui cara cepat memulai prosedur pencegahan peningkatan tindak kekerasan ini.

berikan lagi obat yang sama. Pasien yang menderita gangguan organik kronik seringkali memberikan respons yang baik dengan pemberian -blockers. dengan dosis ratarata perhari 13-14 mg Lorazepam 2-4 mg. seperti propanolol. Bila dalam 20-30 menit kegelisahan pasien tidak berkurang. baru benxodiazepin. mula-mula berikan antikonvulsan. maksimal 4 injeksi sehari. trifluoperazin atau haloperidol diberikan 5 mg per-oral atau IM Olanzapine 2. Hindari pemberian antipsikotik pada pasien yang mempunyai risiko kejang. diazepam 5-10 mg per-IV secara perlahan (dalam 2 menit) Bila pasien sudah mendapat antipsikotik sebelumnya. 6 . ulangi dosis yang sama. misalnya carbamazepine. Untuk penderita epilepsi. dan kekejaman terhadap hewan Mempunyai catatan kriminal Pernah berdinas militer/polisi Mengendarai kendaraan secara ugal-ugalan Riwayat tindak kekerasan dalam keluarga Terapi Psikofarmaka: Terapi obat tergantung diagnosisnya. benzodiazepin juga dapat menurunkan inhibisi yang secara potensial dapat memperburuk kekerasan pada pasien. Biasanya untuk menenangkan pasien diberikan obat antipsikotik atau benzodiazepin:    Flufenazin.    Pengendalian impuls yang buruk Riwayat percobaan bunuh diri Adanya stresor yang baru saja terjadi Riwayat tindak kekerasan merupakan indikator terbaik Faktor tambahan lain adalah:       Adanya riwayat bahwa yang bersangutan pernah menjadi korban kekerasan Riwayat masa kanak-kanak yang meliputi triad: mengompol. Benzodiazepin mungkin tidak akan efektif pada pasien yang sudah toleran. main api.5-10 mg per-IM.

7 . Gambaran Klinis dan Diagnosis: Mengidentifikasi pasien yang mempunyai kecenderungan bunuh diri merupakan hal yang sangat penting namun sulit. Motifnya bervariasi. Pencegahan tindak bunuh diri yang terbaik adalah dengan mendeteksi dini dan menatalaksanai gangguan jiwa yang mungkin menjadi faktor kontribusi tadi. atau kemarahan yang tidak disadari (unconscious) terhadap orang-orang yang bermakna bagi dirinya. Ide-ide bunuh diri dan percobaan bunuh diri merupakan hal yang sering dijumpai di ruang gawat darurat. Secara diagnostik. Ide bunuh diri terjadi pada orang-orang yang rapuh sebagi respons terhadap berbagai tekanan pada setiap usia. orang-orang tersebut mungkin memenuhi kriteria gangguan kepribadian antisosial atau ambang. Hal-hal berikut ini menunjukkan risiko tinggi terjadinya tindak bunuh diri:          Laki-laki Usia makin tua Isolasi sosial/hidup seorang diri Riwayat bunuh diri atau percobaan bunuh diri dalam keluarga Riwayat menderita sakit atau nyeri kronik Baru menjalani operasi Tidak mempunyai pekerjaan Sudah membereskan segala urusan duniawinya Akan mengalami ‘ulang tahun’ (anniversary) suatu kehilangan Gangguan jiwa yang sering berkaitan dengan bunuh diri: Adalah gangguan mood.B. dan bisa saja terdapat untuk waktu yang lama tanpa diakhiri dengan suatu tindakan bunuh diri. antara lain manipulasi yang disengaja. skizofrenia dalam jumlah yang relatif kecil. konflik antara keinginan untuk bertahan dengan stres yang tak tertanggungkan lagi. persepsi pasien bahwa ia tak mempunyai banyak pilihan lagi. ketergantungan alkohol. Ada beberapa kasus yang melakukan tindakan menyakiti diri sendiri tapi dengan cara yang jelas-jelas tidak mematikan. atau perilaku itu berkaitan dengan suatu ide atau perilaku yang aneh pada skizofrenia. BUNUH DIRI (Suicide) Bunuh diri (suicide) adalah kematian yang diniatkan dan dilakukan oleh seseorang terhadap dirinya sendiri. dan kenginginan untuk melepaskan diri dari malahnya. Tema utama pada kasus-kasus ini umumnya meliputi suatu krisis yang menyebabkan penderitaan yang mendalam (intens) disertai perasaan tak berdaya dan tak ada harapan.

Mereka ini biasanya minta dipulangkan segera setelah keadaan fisiknya membaik. diskinesia tardif. Terapi Psikofarmaka: Seorang yang sedang dalam krisis karena baru ditinggal mati atau baru mengalami suatu kejadian yang jangka waktunya tak lama. dan agitasi. Sindroma Neuroleptik Maligna adalah suatu sindrom toksik yang berhubungan dengan penggunaan obat antipsikotik. atau sebelum betul-betul baik. C. selama 2 minggu.Yang paling sulit secara klinis dan medikolegal adalah parasuicides. distonia akut. Meskipun demikian. biasanya akan berfungsi lebih baik setelah mendapat tranquilizer ringan. Perlu diwaspadai suatu keadaan yang meskipun jarang terjadi namun sangat berbahaya. Gejalanya meliputi: kekakuan otot. distonia. dan sulit bagi terapis untuk memaksa mereka untuk tetap menjalani perawatan inap. akinesia. yaitu mereka yang berulangkali melakukan hal-hal berbahaya tetapi menyangkal adanya ide-ide bunuh diri. Boleh diberikan di instralasi gawat darurat asal dibuat perjanjian kontrol keesokan harinya secara pasti. meskipun biasanya terapi definitif pasien-pasien yang mempunyai kecenderungan bunuh diri adalah antidepresan. Hati-hati memberikan benzodiazepines pada pasien yang hostil. SINDROMA NEUROLEPTIK MALIGNA Pasien sering juga datang ke gawat darutat karena keadaan yang disebabkan oleh efek samping pemberian obat-obatan antipsikotik seperti Parkinsonism. misalnya lorazepam 3x1 mg sehari. Obat pilihannya adalah golongan benzodiazepin. 8 . karena penggunaan benzodiazepin secara teratur dapat mengkatkan iritabilitas pasien. lebih bijaksana untuk tetap merawat mereka secara involunter apabila frekuensi perilaku parasuicide-nya meningkat. Jangan bemberikan obat dalam jumlah banyak sekaligus kepada pasien (resepkan sedikit-sedikit saja) dan ppasien harus kontrol dalam beberapa hari. akatisia akut. Pemberian antidepresan biasanya tidak dimulai di ruang gawat darurat. terutama bila tidurnya terganggu. mutisme.

Penyulit lain dapat berupa trombosis vena.Gambaran Klinis dan Diagnosis: Sindroma neuroleptik Maligna ditandai oleh demam tinggi (dapat mencapai 41. dan gangguan kesadaran. Sindroma Neuroleptik Maligna biasanya terjadi dalam hari-hari pertama penggunaan antipsikotik pada saat dosis mulai ditingkatkan. Faktor risiko lain adalah: Dehidrasi. Tingkat mortalitas dapat mencapai 20 persen.5 C). kemudian dilanjutkan PO selama 7 hari setelah itu Benzodiazepines atau ECT dapat diberikan apabila obat-obatan lain tak berhasil 9 . o Kekakuan yang parah dapat menyebabkan rhabdomyalosis. Sindroma Neuroleptik Maligna paling mungkin terjadi pada pasien yang menggunakan antipsikotik potensi tinggi dalam dosis tinggi atau dosis yang meningkat cepat. tekanan darah yang labil. kekakuan otot yang nyata sampai seperti pipa (lead-pipe rigidity). renjatan dan kematian. Penggunaan antipsikotik dengan lithium juga pernah dihubungkan dengan timbulnya sindrom ini. Terapi Psikofarmaka:      Amantadine 200-400 mg PO/hari dalam dosis terbagi Bromocriptine 2. instabilitas otonomik (takikardia. usia muda (20-40 tahun). dapat dinaikkan sampai 45 mg/hari Levodopa 50-100 mg/hari IV dalam infus terus menerus Dantrolence 1 mg/kg/hari IV selama 8 hari.000. serta pengekangan/pengikatan. amantadine. umumnya dalam sepuluh hari pertama pengobatan antipsikotik. levodopa. keringat berlebihan). dan bromocriptine. myoglobinuria dan akhirnya gagal ginjal.5 mg PO 2 atau 3 kali/hari. laki-laki. Gangguan ini dapat pula terjadi pada pasien yang baru menghentikan terapi dengan obat-obatan agonis dopaminergik seperti cabidopa. malnutrisi. Sindroma biasanya akan berkembang penuh dalam 48 jam sesudah awitan. emboli paru. Angka kejadian berkisar antara 1-10/10.

takikardia. Daya ingat dan fungsi kognitif umum mungkin terjadi 7. DELIRIUM Gambaran Klinis dan Diagnosis: Gambaran klinis yang dapat ditemukan pada pasien dengan delirium sangat beragam diantaranya: 1. Persepsi Halusinasi visual dan auditorik sering ditemukan 8. ilusi dan halusinasi terutama visual. tremor. misalnya flushing. mengamuk. Gangguan pemusatan perhatian ditandai oleh adanya kesulitan mempertahan. bila delirium berat akan mencakup orientasi tempat dan orang 6. Gangguan kesadaran Penurunan kejernihan tingkat kesadaran terhadap lingkungan (kesadaran berkabut) 3. Prodromal Biasanya pasien akan mengeluh kelelahan. kaitannya dengan sindrom putus zat. berkeringat. gangguan tidur 2. Hiperaktivitas. menjadi iritabel. Hambatan dalam fungsi konitif (hendaya daya ingat segera dan jangka pendek namun daya ingat jangka panjang tetap utuh. ketakutan yang tidak beralasan. inkoordinasi dan inkontinensia urine Diagnosis Kriteria diagnostik Delirium yang berhubungan dengan kondisi medik umum (DSM-IV-TR) a. Mood Gejala yang sering nampak adalah marah. distorsi persepsi. Bahasa dan kognitif Sering terjadi abnormalitas dalam berbahasa dan terjadi inkoherensi. Orientasi Gangguan orientasi waktu sering terjadi (pada delirium yang ringan). hipertermia dsb. cemas. b. Perubahan mood dapat berfluktuasi sepanjang hari 9. Hipoaktivitas. Kewaspadaan Terdiri dari hiperaktivitas dan hipoaktivitas. hendaya daya pikir dan pengertian abstrak dengan 10 .D. seluruh aktivitas menurun sehingga sering dikatakan sebagai depresi 4. asteriksis. Gangguan tidur-bangun Individu sering menunjukkan agitasi pada malam hari dan masalah perilaku pada saat waktu tidur keadaan ini disebut Sundowning 10. memusatkan dan mengalihkan perhatian 5. nausea. Gangguan kesadaran (berkurangnya kejernihan kesadaran terhadap lingkungan dalam bentuk memusatkan. Gejala neurologi Meliputi disfasia. mempertahankan dan mengalihkan perhatian).

tempat dan orang) c.atau tanpa waham sementara. tetapi yang khas terdapat sedikit inkoherensi. pemberiksaan fisik atau laboratorium untuk menemukan penyebab delirium ini Terapi Psikofarmaka: Selain hal-hal yang benar-benar merupakan keadaan gawat-darurat. Berdasarkan bukti dari riwayat penyakit. perjalanan penyakitnya singkat dan ada kecenderungan berfluktuasi sepanjang hari d. lumpuh. ada gangguan psikiatrik yang sebetulnya tidak membahayakan nyawa pasien tetapi dirasakan sangat menakutkan bagi pasien sehingga seringkali ditemukan di ruang gawat-darurat. pingsan. Awitannya tiba-tiba (dalam beberapa jam atau hari). disorientasi waktu. hilang ingatan dan keluhan sensomotorik lainnya. 11 . Yang tersering adalah gangguan panik yang mirip dengan serangan jantung serta gangguan konversi yang mirip dengan gangguan neurologik karena gejalannya daat berupa: kejang.

Related Interests