Komunikasi Kesehatan Konsep Dasar dan Prinsip Komunikasi

Focus Group 1 : Rajiv Hidayatullah Erina Nindya Lestari Maya Ligina Amalia Amelia Shervina Al-Mursyid Khansa Asikasari
1|Konsep Dasar dan Prinsip Komunikasi

Daftar Isi

Daftar Isi ………………………………………………………………………………….. 2 BAB I Pendahuluan …………………………………………………………………….... 3 BAB II Pembahasan ……………………………………………………………………... 4 2.1 Konsep Dasar dan Prinsip Komunikasi …………………………………….. 4 2.1.1 Definisi Komunikasi ………………………………………………. 4 2.1.2 Tujuan Komunikasi ……………………………………………….. 5 2.1.3 Karakteristik Komunikasi ………………………………………… 6 2.1.4 Komponen Komunikasi …………………………………………... 7 2.1.5 Prinsip Komunikasi ……………………………………………….. 9 BAB III Kesimpulan …………………………………………………………………… 11 Daftar Pustaka ………………………………………………………………………….. 12

2|Konsep Dasar dan Prinsip Komunikasi

BAB I Pendahuluan
Manusia berperan sebagai mahluk indivu dan juga mahluk sosial dalam hidupnya. Sebagai mahluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri dan tidak terlepas dari individu yang lain. Dan pada hakikatnya, manusia itu akan selalu hidup bersama-sama. Manusia membutuhkan orang lain untuk dapat mendukung segala tindakan dalam memenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu dibutuhkan sarana untuk dapat menghubungkan manusia yang satu dengan manusia lainnya. Sarana itu berupa komunikasi. Komunikasi merupakan dasar dari interaksi antar manusia. Dengan adanya komunikasi, manusia dapat berhubungan dan berinteraksi satu sama lain. Dari hubungan tersebut diperoleh suatu kesepakatan yang dapat dipahami bersama sehingga interaksi dapat berjalan dengan baik. Hubungan dan interaksi yang dipupuk dengan baik akan berdampak positif, sehingga manusia dapat mencapai hakikatnya sebagai mahluk sosial serta mendapatkan keuntungan dalam jalinan komunikasi tersebut. Namun, dalam melakukan proses komunikasi, kita harus memahami lebih mendalam mengenai konsep dasar dan juga prinsip komunikasi. Hal ini dilakukan agar proses komunikasi yang kita lakukan dapat lebih terarah dan memiliki acuan yang jelas. Selain itu, dengan memahami konsep dasar serta prinsip komunikasi tersebut, maka proses komunikasi yang dilakukan dapat memperoleh kepuasan yang maksimal dan mencapai tujuan sesuai yang diharapkan oleh masing-masing individu yang melaksanakan proses komunikasi.

3|Konsep Dasar dan Prinsip Komunikasi

BAB II Pembahasan

2.1 Konsep Dasar dan Prinsip Komunikasi 2.1.1 Definisi Komunikasi Komunikasi memiliki beberapa arti dilihat dari berbagai sudut pandang. Salah satunya dilihat secara etimologis, komunikasi merupakan serapan dari Bahasa Inggris yaitu communication. Communication ini berakar dari Bahasa Latin yaitu communis yang memiliki arti sama.1 Selain itu, komunikasi juga dapat didefinisikan oleh beberapa ahli, di antaranya menurut Onong Uchjana Effendy berpendapat bahwa komunikasi adalah proses

menyampaikan sebuah informasi dari seseorang ke orang lain yang berfungsi dalam memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku dengan berbagai cara di antaranya dengan langsung maupun tidak langsung.1 Kemudian Laswell turut pula menyampaikan pendapatnya yang dikutip dalam buku yang ditulis Wiryanto, menurutnya penggambaran komunikasi itu adalah dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut: who, say what, in which channel, to whom, with what effect. Untuk lebih jelasnya dijabarkan bahwa who disini mengenai oleh siapa informasi tersebut diberikan, say what adalah informasi atau ide yang disampaikan oleh pengirim pesan, in which channel berarti penggunaan media dalam melakukan komunikasi untuk mempermudah pengirim pesan dalam menyampaikan pesan tersebut, to whom yaitu kemana pesan tersebut akan ditujukan, sedangkan with what effect artinya pengaruh yang diberikan oleh komunikasi yang baru saja dijalankan oleh pengirim dan penerima pesan.1 Ahli selanjutnya yang ikut serta dalam memberikan pengertian atau definisi mengenai komunikasi adalah Gode. Gode berpendapat bahwa komunikasi adalah proses yang membuat sama persepsi kepada banyak orang dan tidak hanya menjadi monopoli satu atau segelintir orang saja.1 Raymond S. Ross juga menyampaikan idenya mengenai komunikasi yang memiliki arti suatu proses transaksional yang melibatkan menyortir, memilih dan membagi simbol dalam suatu cara yang berasal dari pengalamannya sendiri atau sebuah respon yang serupa kepada yang diharapkan oleh sumber.1 Dan ahli terakhir yang berpendapat mengenai
4|Konsep Dasar dan Prinsip Komunikasi

komunikasi adalah Carl I. Hovland yang dikutip oleh Onong Uchjana Effendi, menurutnya komunkasi adalah upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegas asas-asas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan sikap.1 Dengan melihat beberapa definisi komunikasi baik secara etimologis maupun berdasarkan pendapat para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah suatu proses transaksional atau upaya dalam penyampaian informasi yang memiliki pengirim pesan, media komunkasi, penerima pesan dan memiliki efek dalam penyamaan persepsi seseuai dengan yang diharapkan oleh pengirim pesan.

2.1.2 Tujuan Komunikasi Setelah membahas cukup mendalam mengenai pengertian dan definisi komunikasi, selanjutnya membahas tentang tujuan dari komunikasi. Saat ini teknologi komunikasi mulai berkembang pesat, meskipun begitu pada dasarnya komunikasi memiliki tujuan yang tetap sama. Beberapa tujuan dari komunikasi adalah penemuan jati diri karena dengan kita berkomunikasi kita menjadi belajar untuk mengenal diri sendiri dan juga orang lain.2 Dengan berkomunikasi bersama orang lain kita memperoleh umpan balik yang berharga mengenai perasaan, pemikiran dan perilaku kita. Di samping itu dapat pula diperoleh melalui proses perbandingan sosial, perbandingan kemampuan dan pendapat kita. Komunikasi juga sebagai sarana untuk saling berhubungan dengan membina dan memelihara hubungan kita bersama orang lain. Tujuan komunikasi lainnya adalah untuk meyakinkan orang lain untuk mengubah sikap dan perilakunya.2 Pengubahan sikap dan perilaku orang lain tersebut dapat dilakukan dengan cara berusaha mengajak orang lain untuk melakukan sesuatu, mencoba cara yang baru, membeli produk yang baru, dan lain sebagainya. Komunikasi juga dapat berlaku sebagai sarana untuk hiburan.2 Kita bisa menggunakan banyak media komunikasi untuk bermain dan juga menghibur diri. Adakalanya hiburan ini merupakan tujuan utama dari komunikasi, namun adakalanya juga hiburan ini hanya untuk menarik perhatian orang lain agar kita dapat mencapai tujuan-tujuan lain. Komunikasi bertujuan sebagai sumber pemberi informasi dan juga menyebarluaskan informasi dalam rangka mendidik penerima pesan.2 Dengan adanya komunikasi ini,
5|Konsep Dasar dan Prinsip Komunikasi

diharapkan para penerima pesan akan semakin bertambah dan semakin luas pengetahuannya tentang segala hal dalam berbagai bidang kehidupan. Pengirim pesan juga memberikan informasi agar dapat dilaksanakan oleh penerima pesan. Namun pada kenyataannya penerima pesan dapat melakukan ataupun tidak melakukan sesuatu yang diperintahkan oleh pengirim pesan tersebut.

2.1.3 Karakteristik Komunikasi Komunikasi memiliki karakteristik-karakteristik tertentu yang dapat ditunjukkan melalui proses simbolis. Proses simbolis yang dimaksud di sini dikarenakan manusia atau individu hidup dalam suatu lingkungan yang dipenuhi oleh simbol-simbol yang tergabung dalam bentuk pesan.3 Kemudian tiap individu akan memberikan tanggapan terhadap simbolsimbol yang ada dalam pesan tersebut, misalnya penilaian individu terkait ketika individu tersebut menanggapi suatu rangsangan atau stimulus. Untuk dapat memahami simbol-simbol berupa pesan, individu melewati suatu hasil pembelajaran dalam berinteraksi di tengah masyarakat, dengan cara mengkomunikasikan simbol-simbol berupa pesan baik secara verbal maupun non-verbal.

Komunikasi merupakan proses sosialisasi yang berasal dari interaksi sosial, dimana saat interaksi sosial tersebut terjadi relasi sosial antara pengirim pesan dan penerima pesan.3 Interaksi sosial tercipta dari komunikasi yang berjalan dengan lancar. Ketiga hal yaitu proses sosialisasi, interaksi sosial dan juga relasi sosial itu tidak mampu dipisahkan karena saling berkaitan, dan harus ada dalam suatu proses komunikasi untuk menciptakan sosialisasi yang maksimal. Komunikasi dapat berupa proses satu arah ataupun dua arah.3 Komunikasi satu arah ini dapat terjadi apabila pengirim pesan berkomunikasi tanpa meminta umpan balik dari penerima pesan misalnya saat berpidato. Sedangkan komunikasi dua arah adalah komunikasi antara pengirim pesan dan penerima pesan, dimana penerima pesan dapat memberi umpan balik, misalnya saat diskusi. Komunikasi bersifat koorientasi dengan fokus komunikasi antar kelompok dalam masyarakat yang berlangsung secara interaktif dan dua arah.3 Dengan sifat koorientasi ini, memandang sumber informasi yaitu pengirim pesan dan penerima pesan dalam suatu situasi komunikasi yang dinamis. Selain itu komunikasi juga dapat bersifat purposif dan persuasif.3
6|Konsep Dasar dan Prinsip Komunikasi

Komunikasi dapat bersifat purposif karena pada hakikatnya komunikasi merupakan aktivitas pertukaran pesan-pesan dengan tujuan tertentu yang sudah ditentukan. Sedangkan komunikasi bersifat persuasif karena komunikasi bertujuan untuk mempengaruhi perubahan sikap penerima pesan. Komunikasi dapat mendorong interpretasi dari masing-masing individu.3 Hal ini dikarenakan, dalam proses komunikasi penerima pesan harus menginterpretasikan pesan sesuai dengan maksud pengirim pesan. Untuk dapat menginterpretasikan pesan, terjadi pula aktivitas pertukaran makna dalam komunikasi. Komunikasi yang berlangsung antar manusia tidak dapat dipahami hanya melalui kata-kata yang diucapkan atau yang ditulis. Namun komunikasi dapat dipahami dalam dua makna, yaitu makna denotatif, makna yang berasal dari arti kata berdasarkan kamus dan makna konotatif yaitu arti kata berdasarkan konteks tertentu. Makna kata tersebut dapat dipahami dengan disesuaikan pada situasi yang berbeda. Dan karakteristik komunikasi yang terakhir yaitu komunikasi terjadi dalam suatu konteks.3 Hal ini disebabkan karena komunikasi dilakukan oleh manusia selalu berada dalam konteks ruang dan waktu. Konteks yang dimaksud dapat berupa lingkungan fisik, antar budaya, psikologis, personal, kelompok, organisasi ataupun massa.

2.1.4 Komponen Komunikasi Dalam setiap tahapan proses komunikasi dibutuhkan suatu komponen-komponen yang dapat mendukung kelancaran proses komunikasi tersebut. Komponen-komponen komunikasi di antaranya mencakup sumber atau pengirim pesan, encoding atau proses penyandian, pesan, media atau saluran, hambatan, penerima, decoding atau proses penerimaan, umpan balik, situasi komunikasi, kompetensi komunikasi dan aturan komunikasi.4 Sumber atau pengirim pesan merupakan pusat informasi yang berasal dari individu yang menyampaikan pesan.5 Sumber atau pengirim pesan ini merupakan komponen awal dari proses komunikasi. Setelah informasi disampaikan oleh sumber, proses penyandian pun terjadi. Proses penyandian ini disebut dengan encoding. Proses penyandian terjadi melalui pengalihan pesan dalam bentuk simbol atau lambang. Proses penyandian dilakukan untuk dapat mempermudah penyampaian informasi.

7|Konsep Dasar dan Prinsip Komunikasi

Kumpulan dari simbol atau lambang hasil dari proses penyandian, kemudian terstruktur membentuk pesan.5 Simbol atau lambang tersebut memiliki makna sesuai dengan maksud informasi yang ingin disampaikan oleh pengirim pesan. Lambang atau simbol dapat bersifat verbal maupun non verbal. Lambang atau simbol bersifat verbal dapat berupa katakata ataupun tulisan. Sedangkan lambang atau simbol bersifat non verbal dapat berupa isyarat, gerakan, sikap ataupun gambar. Media atau saluran sangat diperlukan sebagai perantara dari proses komunikasi.5 Media yang biasa digunakan untuk proses komunikasi misalnya jika berbicara dan mendengarkan menggunakan media suara, saat memberi isyarat menggunakan media visual, ketika mencium sesuatu menggunakan media penciuman dan apabila kita melakukan sentuhan melalui media taktil. Namun selain menggunakan panca indera kita sebagai media komunikasi, kita pun dapat menggunakan berbagai media dari luar yaitu media elektronik seperti radio, televisi dan internet atau media cetak seperti buku, majalah dan surat kabar. Saat melakukan proses komunikasi, seringkali kita mengalami suatu hambatan.5 Hambatan tersebut dapat mengakibatkan terganggunya proses penerimaan pesan sehingga pesan sampai pada penerima pesan dengan tidak sempurna atau bahkan penerima pesan tidak dapat menerima pesan tersebut sama sekali. Hambatan ini dapat berupa hambatan kejiwaan, hambatan fisik, bahasa, perbedaan etnis, status sosial ataupun lingkungan. Ketika proses penyampaian pesan telah selesai, maka pesan akan diterima oleh penerima pesan.5 Penerima pesan ini dapat berupa individu maupun sekelompok orang yang saling berkaitan misalnya berkaitan karena berada dalam komunitas tertentu yaitu sebagai sesama penonton televisi, pembaca majalah atau pendengar radio. Setelah sebelumnya disinggung mengenai encoding atau proses penyandian, maka pada tahap akhir dilakukan pula suatu proses yang dinamakan decoding. Decoding ini adalah proses penerimaan dan pemahaman terhadap pesan yang telah diberikan oleh pengirim pesan. Namun tidak hanya sampai di situ, diperlukan pula adanya umpan balik atau tanggapan dari penerima pesan terhadap pesan yang telah disampaikan oleh sumber.5 Tanggapan tersebut dapat berupa tanggapan yang disampaikan secara refleks atau spontan maupun tanggapan secara terstruktur dan logis. Umpan balik dapat diberikan oleh penerima pesan setelah mengetahui pengaruh dari pesan yang disampaikan pengirim pesan. Pengaruh tersebut dapat berkaitan dengan pernambahan wawasan pendidikan, pengaruh terhadap kejiwaan maupun pengaruh terhadap perilaku penerima pesan.
8|Konsep Dasar dan Prinsip Komunikasi

Situasi komunikasi juga merupakan komponen yang sangat mendukung lancarnya proses komunikasi.6 Terdapat beberapa jenis situasi komunikasi yaitu dengan atmosfir yang formal maupun informal dan juga atmosfir yang penuh persahabatan atau permusuhan. Selain situasi komunikasi, kompetensi komunikasi pun tidak kalah pentingnya dalam proses komunikasi.6 Kompetensi komunikasi merupakan pengetahuan yang dimiliki oleh pengirim pesan dan penerima pesan. Sehingga dengan adanya dasar pengetahuan, maka sumber dan penerima pesan dapat berkomunikasi dengan lebih terampil. Dan yang terakhir adalah adanya aturan komunikasi yang merupakan suatu batasan agar proses komunikasi tetap berada pada alur yang benar karena pada dasarnya proses komunikasi diharapkan dapat memberikan dampak positif.6 Namun jika ternyata dari proses komunikasi ini menghasilkan dampak negatif, maka di sinilah peran aturan komunikasi untuk memberikan batasan yang pantas dilakukan dalam proses komunikasi. Aturan ini dapat disepakati antara kedua belah pihak agar mencapai keadilan. Komponen-komponen komunikasi yang telah disebutkan tersebut, saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Sehingga jika seluruh komponen komunikasi ini dapat berjalan dengan sinergis maka proses komunikasi dapat berjalan dengan optimal.

2.1.5 Prinsip Komunikasi Dalam komunikasi tentu ada prinsip-prinsip yang mendasari terjadinya komunikasi tersebut. Terdapat lima prinsip komunikasi yang efektif yang akan dibahas selanjutnya. Prinsip yang pertama yaitu sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang ingin disampaikan karena setiap manusia pasti ingin dihargai dan dianggap penting oleh orang lain.7 Komunikasi yang dibangun dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati, akan membentuk kerjasama yang baik dan akan meningkatkan efektivitas kinerja baik sebagai individu maupun secara keseluruhan. Menurut Dale Carnegie dalam bukunya How to Win Friends and Influence People, rahasia terbesar yang merupakan kunci berhubungan dengan sesama manusia adalah memberi penghargaan yang jujur dan tulus. William James menambahkan, kebutuhan untuk dihargai merupakan sifat dasar manusia. Prinsip kedua adalah empati yaitu kemampuan untuk menempatkan diri pada kondisi atau situasi orang lain.7 Kita harus dapat memahami dan mendengar orang lain terlebih
9|Konsep Dasar dan Prinsip Komunikasi

dahulu agar dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan. Keterbukaan dan kepercayaan ini diperlukan dalam membangun kerjasama dengan orang lain. Dalam kegiatan komunikasi sangat diperlukan kemampuan untuk mendengar dan menangkap umpan balik dari penerima pesan supaya terhubung interaksi yang baik dalam berkomunikasi. Prinsip yang ketiga yaitu dapat dimengerti, maksudnya adalah pesan yang kita sampaikan dapat diterima dan dimengerti oleh penerima pesan.7 Prinsip ini berkaitan dengan penyampaian pesan melalui media atau alat bantu audio maupun visual yang berarti bahwa pesan disampaikan dengan cara atau sikap yang dapat diterima oleh penerima pesan. Prinsip komunikasi yang keempat adalah kejelasan. Kejelasan sangat penting agar tidak terjadi ambigu atau multi tafsir oleh penerima pesan yang dapat menimbulkan dampak yang tidak sederhana.7 Kejelasan bisa juga diartikan dengan keterbukaan dan transparansi. Kedua hal ini sangat penting supaya tidak timbul sikap saling curiga yang nantinya dapat menurunkan semangat dan antusisme dalam berkomunikasi. Prinsip yang kelima dalam komunikasi adalah rendah hati.7 Prinsip ini berhubungan dengan prinsip yang pertama. Membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang dimiliki setiap individu. Dengan adanya lima prinsip-prinsip komunikasi yang efektif ini, kita dapat menjadi komunikator yang handal dan dapat membangun jaringan yang baik dalam berkomunikasi.

10 | K o n s e p D a s a r d a n P r i n s i p K o m u n i k a s i

BAB III Kesimpulan
Manusia dalam perannya sebagai mahluk sosial senantiasa melakukan komunikasi sebagai proses penyampaian pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan dengan tujuan dan maksud tertentu. Untuk dapat mengoptimalkan proses komunikasi, maka perlu adanya pemahaman mengenai konsep dasar dan prinsip komunikasi yang berupa pengertian, tujuan, karateristik, komponen dan prinsip komunikasi itu sendiri. Komunikasi bertujuan untuk penemuan jati diri, saling berhubungan, saling meyakinkan, hiburan dan juga pemberian informasi. Karakteristik yang menonjol dari komunikasi adalah proses simbolis, proses sosialisasi, proses satu arah atau dua arah, bersifat koorientasi, mendorong interpretasi dan terjadi dalam konteks. Sedangkan komponen-komponen komunikasi yaitu sumber atau pengirim pesan, encoding atau proses penyandian, pesan, media atau saluran, hambatan, penerima, decoding atau proses penerimaan, umpan balik, situasi komunikasi, kompetensi komunikasi dan aturan komunikasi. Dan yang terakhir, prinsip komunikasi yaitu menghargai, empati, dimengerti, kejelasan dan rendah hati. Diperlukan adanya koherensi antar kesemua poin yang telah dijelaskan diatas agar dapat memperoleh esensi yang maksimal dari proses komunikasi.

11 | K o n s e p D a s a r d a n P r i n s i p K o m u n i k a s i

Daftar Pustaka
1. Yuliano B. Pengertian Komunikasi [Internet]. 2012 Mar 14 [cited 2013 Sept 17]. Available from: http://budiyuliano.blog.unissula.ac.id/2012/03/14/pengertian-komunikasi/. 2. Materi Penunjang 2, Komunikasi dan Motivasi [pdf]. Tersedia di: http://repository. usu.ac.id [diakses : 9 September 2013] (anon, tanpa tahun). 3. Putri H, Trikaloka, Achmad Fanani. Komunikasi Kesehatan.Yogyakarta: Merkid Press; 2013. 4. Universitas Gunadarma. Komponen Komunikasi Menurut Laswell [Internet]. 2009 Oct 2 [cited 2013 Sept 9]. Available from: http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/

10/komponen-komunikasi-menurut-laswell/. 5. Devito JA. Komunikasi Antar Manusia. 5th ed. Tangerang: Karisma Publishing Group; 2011. 6. Afri. Komponen Komunikasi [Internet]. 2010 Feb 6 [cited 2013 Sept 9]. Available from: http://afri.student.umm.ac.id/2010/02/06/komponen-komunikasi/. 7. Filia D. Pengaruh Komunikasi Dokter dan Quality Assurance terhadap Mutu Pelayanan dan Daampaknya pada Kepuasan Pasien Rawat Inap Rumah Sakit Bersalin Limijati Bandung. Jakarta: Universitas Bina Nusantara; 2010.

12 | K o n s e p D a s a r d a n P r i n s i p K o m u n i k a s i

13 | K o n s e p D a s a r d a n P r i n s i p K o m u n i k a s i

Related Interests