LAPORAN PRAKTIKUM HIDROLOGI Pengukuran Debit Sungai

Disusun Oleh : Kelompok : 1 ( Satu ) (240110110060) (240110110061)

Nama dan NPM : 1. Safira Nurjanah 2. Rizqi Putri fathoni

3. Muhammad Rahmanda (240110110062) 4. Derry Prasetyo 5.Muhamad Chaesario Hari ,Tanggal Jam Dosen Asisten : Minggu, 9 Desember 2012 : 09.00-11.00 wib : : 1. Febri Primandani 2. Rizky Ananda 3. Rezsa Radhian R 4. Eva Febrianty Anissa 5. Dwi Pretty Sugiarti (240110110063) (240110100046)

JURUSAN TEKNIK DAN MANAJEMAN INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJAJARAN 2012

.BAB 1 PENDAHULUAN 1. peredaran dan agihannya. dan dampak buruk tersebut dapat pula terjadi akibat dari adanya proses pencemaran sehingga rusaknya kualitas air sehinga mahkluk hidup tidak dapat lagi mengambil manfaat air bersih dan sehat sebagai kebutuhan hidup. hal ini terjadi bilamana bumi kehilangan atau semakin berkurangnya sumberdaya air. Air jika tidak dikelola secara baik dan bijaksana juga akan memberikan dampak yang buruk bagi mahkluk hidup di bumi.1 Latar Belakang Keberadaan air saat ini tidak saja sebagai kebutuhan konsumsi semata namun air juga memiliki berbagai kegunaan dalam aplikasinya bagi manusia. terjadinya. termasuk hubungannya dengan makhluk-mahluk hidup. Informasi mengenai besarnya debit aliran sungai membantu dalam merancang bangunan dengan memperhatikan besarnya debit puncak (banjir) yang diperlukan untuk perencangan bangunan pengendalian banjir dan juga dilihat dari data debit minimum yang diperlukan untuk pemanfaatan air terutama pada musim kemarau. Karena perkembangannya yang begitu cepat. Sehingga dengan adanya data debit tersebut pengendalian air baik dalam keadaan berlebih atau kurang sudah dapat diperhitungkan sebagai usaha untuk mengurangi dampak banjir pada saat debit maksimum dan kekeringan atau defisit air pada saat musim kemarau panjang. Dalam suatu pengelolaan sumber daya air dengan perancangan bangunan air diperlukan suatu informasi yang menunjukkan jumlah air yang akan masuk ke bangunan tersebut dalam suatu satuan waktu yang dikenal sebagai debit aliran. sifat-sifat kimia dan fisiknya. Hidrologi adalah ilmu yang berkaitan dengan air bumi. hidrologi telah menjadi dasar dari pengelolaan sumber daya-sumber daya air rumah tangga yang merupakan pengembangan. agihan dan penggunaan sumber daya-sumber daya air secara terencana. dan reaksi dengan lingkungannya.

3. 2. Praktikan mengetahui pengaruh kecepatan air dan luas penampang terhadap debit air. Praktikan mengetahui cara mengukur kecepatan air dengan dua metode. .1. Praktikan mengetahui besarnya kecepatan air yang mengalir di suatu daerah aliran sungai. yaitu mengukur dengan alat ukur current meter dan metoda apung.2 Tujuan Praktikum Setelah melakukan praktikum ini diharapkan : 1. Praktikan mengukur luas penampang sungai di daerah aliran sungai. . 4.

demikian juga dgn sungai di bawah . Selanjutnya air itu akan mengalir di atas permukaan tanah yang paling rendah. atau batu yang banyak. sehingga menjadi alur alur yang tercipta makin hari makin panjang. Dalam sistem satuan SI besarnya debit dinyatakan dalam satuan meter kubik per detik (m3/dt). K e m a m p u a n p e n g u k u r a n d e b i t a l i r a n s a n g a t d i p e r l u k a n u n t u k mengetahui potensi sumberdaya air di suatu wilayah DAS. seiring denganmakin deras dan makin seringnya air mengalir di alur itu. dimana sungaiitu terbentuk dengan adanya aliran air dari satu atau beberapa sumber air yang berada diketinggian. debit air sungai adalah tinggi per mukaan air sungai yang terukur oleh alat ukur pemukaan air sungai. Pengukurannya dilakukan tiaphari. lamakelamaan dikarenakan sudah terlalu penuh.umpamanya disebuah puncak bukit atau gunung yg tinggi. maka semakin panjang dansemakin dalam. apabila air yang mengalir disituterhalang oleh batu sebesar alur itu. atau dengan pengertian yang lain debit atau aliran sungai adalah laju aliran air (dalam bentuk volume air) yang melewati suatu penampang melintang sungai per satuanwaktu. Debit aliran dapat dijadikan sebuah alat untuk memonitor dan mengevaluasi neraca air suat u k a w a s a n m e l a l u i pendekatan potensi sumberdaya air permukaan yang ada. Proses terbentuknya debit berkaitan dengan terbentuknya sungai. atau bercabang.maka mudahla h t e r k i k i s . namun karena ada b a g i a n bagian dipermukaan tanah yg tidak begitu keras. dimana air hujansangat banyak jatuh di daerah itu.Debit aliran merupakan satuan untuk mendekati nilai-nilai hidrologis proses yang t e r j a d i d i l a p a n g a n . kemudian terkumpul dibagian yang cekung. akhirnya mengalir keluar melalui bagian bibir cekungan yang paling mudah tergerus air. alur itu akan berbelok.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Debit Aliran Dalam hidrologi dikemukakan. mungkin mula mula merata.

dapat dilakukan dengan 2 metode yaitu: -Volumetric method Pengukuran debit dengan cara ini dilakukan pada sungai kecil (debitnyakecil). Adapun Teori yang mendasari dari pengukuran debit ini adalah percobaan Darcy.yaitu hukum Darcy yang mengatakan bahwa banyaknya volume air yang mengalir darisuatu tubuh sungai adalah hasil kali antara kecepatan aliran dengan luas penampangmedia yang dialirinya atau luas penampang media yang dialirinya atau luas penampang bangun alur yang dialirinya. terjadi dari air yang mengalir dari atas. kepekaan sungai. memakai bejana yang volumenya sudah diketahui/tertentu (misal = V). A = luas penampang. Jumlah p e n g u k u r a n d e b i t p a d a w a k t u p e r i o d e t e r t e n t u . dilakukan p e n g u k u r a n d e b i t m a k a s e m a k i n b a n ya k d a n s e m a k i n t eliti analisis datanya.kemudian mengukur waktu (dengan memakai stop watch) yang diperlukan untuk memenuhi persamaan : tVQ = .lama kelamaan sungai itu akan semakin lebar. Hal dimaksudkan untuk Semakin mencari banyak rating curve.permukaan tanah. guna pembuatan kurva tersebut. dan tingkat ketelitian yang ingindicapai. Pengukuran debit aliran air sungai pada umumnya dilakukan pada waktu-waktutertentu.Dapat ditulis : Q=V. kemudian menemukan bagian-bagan yang dapat di tembus ke bawah permukaan tanah dan mengalir ke arahdataran rendah yg rendah.Pada dasarnya pengukuran debit dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: Pengukuran debit secara langsung Pengukuran debit secara langsung. tergantung dari tujuan pengukuran.A dimana Q = debit aliran. V = kecepatan aliran.

4. biasanya diambil 0. misalnya dengan menggunakan c a i r a n penurut/tracer. C = konstanta. .dimana Q = debit aliran sungai/saluran. Pintu air Cipoletti.. Pengukuran debit secara tidak langsung. g .V = volume bejana.Contoh alat ukur debit yang menggunakan ambang/pintu-ukur. Beberapa jenis alat ukur debit a l i r a n sungai secara tidak langsung : -Velocity head rod A l a t u k u r d e b i t j e n i s i n i t e r d i r i d a r i b a t a n g / p a p a n k a yu b e r s k a l a . Dengan mengingat bahwa debit adalah perkalian antarak e c e p a t a n a l i r a n dengan luas penampang. Pengukuran debit sungai dengan cara ini dilakukan dengan men ghitungkecepatan air sungai (V). -Ambang/pintu-ukur Bangunan ambang/pintu ukur ini dibuat menurut kontruksi sedemikiansehingga ada hubungan langsung antara debit aliran (Q) dengan tinggi mukaair (H). d i m a n a p e r s a m a a n ya n g digunakan : V = 2 .g = percepatan gravitasi. yaitu :Pintu air Romyn. d i l e n g k a p i d e n g a n p e m b e r a t ya n g d a p a t d i p u t a r . dimana V = kecepatan rerata aliran sungai/saluran. kecepatan aliransungai dapat diketahui. Dengan menggunakan alat ter t e n t u d a n b e r d a s a r k a n rumus-rumus tertentu (termasuk rumus -rumus dalam hidrolika). Masih ada metode pengukuran debit sungai/saluran secara langsung. h . L. Kecepatan aliran dapat ditentukan dengan persamaan : V = C + X . h = selisih tinggi air akibat pemutaran batang/ papanukur sebesar 900 -Trupp’s ripple meter Alat jenis ini terdiri dari rangkaian papan ukur dan b a t a n g k a yu .t = waktu yang diperlukan untuk memenuhi bejana. Dimana V = kecepatan rerata aliran sungai/saluran.

-Pitot meter Alat ini dapat digunakan untuk pengukuran kecepatan pengaliran did a l a m p i p a ( p i p e f l o w ) d i l a b o r a t o r i u m . Padahal sesungguhnya kecepatan rerata aliran di sungai tidak hanya terdiriatas kecepatan aliran bagian zat cair yang ada di permukaan saja. T e r d i r i d a r i p i p a b e n g k o n g ya n g dimasukkan ke dalam aliran. dimana V =t s . tetapi jugakecepatan di setiap kedalaman sungai. dimana V = kecepatan. dimana V = kecepatan aliran. N . N = jumlah putaran kipas perdetik. g = percepatan gravitasi. h = selisihtinggi permukaan air di dalam tabung pitot. akibat adanya keepatan aliran disungai. . b = konstanta yangdiperoleh dari kalibrasi alat. setelah dihitungdari persamaan : V = a + b . -V Nocth Merupakan seperangkat alat yang terdiri dari papan yang salah satusisinya membentuk huruf V dan disertai alat ukur berskala. k a r e n a h a n ya m e l i p u t i k e c e p a t a n a l i r a n d i p e r m u k a a n s a j a .X = nilai yang tergantung pada lebar papan ukur (w). padahal besar kecepatan itu berbeda beda. h. g . -Pengapung (float) Pengukuran kecepatan alira dengan cara ini hanya untuk menaksir s e c a r a k a s a r . -Current Meter Prinsip kerja dari alat current meter adalah mengukur be s a r n y a kecepatan arus berdasarkan jumlah putaran kipas dalam alat. a = kecepatanawal yang digunkan untuk mengatasi gesekan mekanis. Dengan persamaan : V = 2 .

Selainitu untuk berbagai kondisi lapangan. diantaranya yaitu : 1.N) + 0. 2.2588. Intensitas hujan Karena curah hujan merupakan salah satu faktor utama yang memiliki komponen musiman yang dapat secara cepat mempengaruhi debit air. Alat ini banyak digunakan karena muda dioperasikanuntuk pengukuran kecepatan aliran sungai untuk berbagai kedalaman. Alat ini dilengkapi dengan counter.2518.N) + 0.95 maka V=( 0. Pengundulan Hutan Fungsi utama hutan dalam kaitan dengan hidrologi adalah sebagai penahantanah yang mempunyai kelerengan tinggi.0121 m/dt Jika N>0. dan siklus tahunan dengan karakteristik musim hujan panjang (kemarau pendek). yang menunjukkan j u m l a h putaran baling-baling. atau kemarau panjang (musim hujan pendek).61193 dengan diameter 125mm jika N<0.0050 m/dt Harga N = http://www.A Keunggulan current meter. pada dasarnya cara kerjanya sama hanya untuk cara kalibrasinya berbeda (kalibrasi stang dan kalibrasi bandul).scribd.Selain itu juga dibutuhkan luas penampang sungai ( A ) u n t u k menghitung debit.2 Faktor Penentu Debit Air Faktor-faktor penentu debit air. dapat dioperasikan langsung denganmemegang stangnya atau untuk kondisi yang tidak memungkinkan alat dapatditurunkan dengan kabel/batang. Diketahui kalibrasi untuk kincir nomor 1 – 8 .com/doc/77765707/Debit-Sungai-Friska 2. Yang menyebabkan bertambahnya debit air.95 maka V = ( 0. sehingga air hujan yang jatuh . dimana Q=V.

Sebagian besar air hujan akan menjadi aliran permukaan dan sedikit sekali infiltrasinya. untuk diuapkan kembali(”hilang”) ke atmosfer atau diserap oleh vegetasi yang bersangkutan.Kebanyakan kawasan hutan yang diubah menjadi lahan pertanian mempunyai kemiringan diatas 25%. 3. Pengalihan hutan menjadi lahan pertanian Risiko penebangan hutan untuk dijadikan lahan pertanian sama besarnya dengan penggundulan hutan. Intersepsi Proses ketika air hujan jatuh pada permukaan vegetasi diatas permukaan tanah. air hujan yang jatuh di atas lahan yang gundul akan menggerus tanah yang kemiringannya tinggi. Akibatnya adalah terjadi tanah longsor dan atau banjir bandang yang membawa kandungan lumpur. pembuatan teras dan lain-lain. seperti pengaturan pola tanam. pengelola daerah aliran sungai harus tetap memperhitungkan besarnya intersepsi karena jumlah air yang hilang sebagai air intersepsi dapat mempengaruhi neraca air regional. Penurunan debit air sungai dapat terjadi akibat erosi.Oleh karena itu hutan yang terjaga dengan baik akan memberikan manfaat berupaketersediaan sumber-sumber air pada musim kemarau. Evaporasi dan Transpirasi . Air tanah di daerah hulu merupakan cadangan air bagi sumber air sungai. 5. 4. Setiap kali hujan jatuh di daerah bervegetasi.di daerahtersebut tertahan dan meresap ke dalam tanah untuk selanjutnya akan menjadi airtanah. sehingga bila tidak memperhatikan faktor konservasi tanah. Selain akan meningkatnya kandungan zat padat tersuspensi (suspended solid) dalam air sungai sebagai akibat dari sedimentasi. juga akan diikuti oleh meningkatnya kesuburan air dengan meningkatnya kandungan hara dalam air sungai. Proses intersepsi terjadi selama berlangsungnya curah hujan dan setelah hujan berhenti. ada sebagian air yang tak pernah mencapai permukaan tanah dan dengan demikian. tertahan bebereapa saat. sebagai contoh. Pada musim hujan. Sebaiknya hutan yang gundul akan menjadi malapetaka bagi penduduk di hulu maupun di hilir. dapat mempengaruhi hasil air di daerah tersebut. Penggantian dari satu jenis vegetasi menjadi jenis vegetasi lain yang berbeda. meskipun intersepsi dianggap bukan faktor penting dalam penentu faktor debit air.

Mengetahui kemampuan sungai dalam mengairi sawah dan perkebunan lainnya. . serta cabang tanaman sehingga membentuk uap air di udara dengan adanya uap air diudara maka akan terjadi hujan. Berguna untuk mengetahui jumlah air yang akan memenuhi waduk dan jumlah air yang harus dialirkan dari waduk agar waduk tidak meluap sehingga kebutuhan air bagi masyarakat dapat terpenuhi. Sedikit demi sedikit. dengan adanya hujan tadi maka debit air di DAS akan bertambah juga. Perusahaan air minum (PAM) yang selama ini menggunakan atau memanfaatkan air sungai sebagai bahan utama untuk diolah menjadi air jernih. mengapa dikatakan salah satu komponen penentu debit air.3 Manfaat Perhitungan Debit Pengukuran debit sungai sangat bermanfaat untuk: 1. karena melalu kedua proses ini dapat membuat air baru. tanah dan permukaan daun. 2. Disini debit sungai sangat diperlukan agar ketersediaan air dapat diperkirakan dengan kebutuhan untuk produksi air. 3. sebab kedua proses ini menguapkan air dari permukaan air. yang kemudian akan dimanfaatkan oleh masyarakat.Evaporasi transpirasi juga merupakan salah satu komponen atau kelompok yang dapat menentukan besar kecilnya debit air di suatu kawasan DAS. 2. Untuk mengetahui besar volume air yang mengalir di sungai sehingga dapat segera diantisipasi kemampuan sungai untuk dapat menampung air atau tidak dalam jangka waktu tertentu.

Meletakkan botol di permukaan sungai sembari mengukur kecepatan botol mampu mengalir dalam lintasan yang ditentukan 6. 3.BAB III METODOLOGI Untuk melakukan pengukuran debit dengan metode apung dapat dilakukan dengan : 1. 8. 2. . Memilih tempat pengukuran pada sungai yang relatif lurus dengan tidak banyak arus beraturan. 3. Menghitung debit aliran dengan Menggunakan persamaan Q = A. 4. Menghitung lus penampang sungai menggunakan persamaan luas bidang trapesium 6. 2. 5. 4. Untuk melakukan pengukuran debit dengan metode apung dapat dilakukan dengan : 1.V dengan A adalah luas rata-rata dan V adalah kecepatan rata-rata serta dikalikan dengan koefisien kekasaran sebesar 0. Mengukur dimensi tempat yang akan digunakan untuk pengukuran seperti panjang permukaan sungai. Mengukur luas penampang sungai sebanyak 1 segmen tiap 1 titik pengukuran. Mengukur kedalaman sungai di tiap titik. 5. Memilih tempat pengukuran pada sungai yang relatif lurus dengan tidak banyak arus beraturan. Membaca kecepatan rata-rata untuk waktu 3 menit dari current meter. Membagi tempat pengukuran dalam 3 titik pengukuran. Mengukur kecepatan aliran air dengan menggunakan current meter 7.75. panjang permukaan bawah sungai dan kedalaman sungai dalamsatuan meter. Pengukuran dilakukan pada kedalaman tertentu. Menentukan jarak antara dua titik pengamat yang diperlukan sepanjang 10 m. Mencatat dimensi dan kecepatan dari tiap lintasan yang telah diukur 7. Membagi jalur dalam 3 lintasan.

3 m 3. Data untuk Luasan 1 (A1) Permukaan Atas Permukaan Bawah D1 D2 D3 D rata-rata V1 4.V BAB IV HASIL PRAKTIKUM Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan pada hari Minggu.115 m 0. Data untuk Luasan 1 (A3) Permukaan Atas Permukaan Bawah D1 D2 4m 3.10 m .170 m 0.88 m 0.96 m 0.9.120 m 10 m/ 27.09 m 0.145 m 0.2914 m/s Tabel.98 s = 0.155 m 10 m/ 34.3579 m/s Tabel. Data untuk Luasan 1 (A2) Permukaan Atas Permukaan Bawah D1 D2 D3 D rata-rata V1 4m 3.10 m 0.151 m 0. 9 November 2012.8 m 0. maka didapatkan hasilnya sebagai berikut : Hasil Data Pengukuran Debit Menggunakan Metode Apung Tabel.31 s = 0. Menghitung debit dengan menggunakan persamaan Q = A.145 m 0.

D3 D rata-rata V1 0.3646 m/s Kekasaran = 0.44464 m/s Perhitungan Debit Menggunakan Hasil Pengukuran Menggunakan Current Meter Q=A.2914 m/s A2 = x 0.12 = 0. Q = A.3646 m/s x 0.13 m 0.11 m . V = 0.49 s = 0.63395 m2 V1 = 10m/34.155 = 0.1067 m 10 m/ 22.75 = 0.1391 m3/s Q Hasil Data Pengukuran Debit Meter) Menggunakan Alat Ukur Arus (Current Permukaan atas Permukaan bawah 4.4776 m2 V2 = 10m/27.41613 m2 V3 = 10m/22.49s = 0.44464 m/s A rata-rata = 0.509226 m2 x 0.1067 = 0.75 Maka.98s = 0.31s = 0.25 m 4.V A1 = x 0.509226 m2 V rata-rata = 0.3579 m/s A3 = x 0.

7524 m2 0.0137 m3/s Q .1254 m3/s Selisih Q pada metode apung dan metode current meter sebesar : 0.2 Suhu 23.1 0. V = 0.7524 m2 x 1.Kedalaman Maka.18 m Kecepatan Rata-Rata 0.18 = 0.5 23.2 0.3 23.667 m/s = 0. luas penampang sungai adalah : A= Titik Ke1 2 3 x 0.4 Maka. Q = A.

Nilai jarak tersebut digunakan untuk menghitung kecepatan dengan menggunakan rumus V = L / t. Pada mengukur debit sungai menggunakan metode apung. ketinggian.BAB V PEMBAHASAN Pada praktikum mengukur debit sungai menggunakan metode apung dan menggunakan metode alat ukur (Current Meter). sedangkan nilai debit sungai akan berbanding lurus dengan luas penampang dan kecepatannya. begitu juga sebaliknya semakin kecil nilai ketinggian permukaan air dari dasarnya maka nilai kecepatannya akan semakin besar. selanjutnya nilai kecepatan tersebut digunakan untuk menghitung debit sungai. kecepatan akan berbanding terbalik dengan luas penampang. dan luas penampang akan berbanding lurus dengan lebar atau ketinggiannya. hal ini dikarenakan sesuai dengan persamaan umum Q = A V. . selain itu didapatkan pula hasil pengukuran berupa ketinggian permukaan air dari dasar sungai. Data pengukuran debit sungai di daerah aliran sungai Cikuda. Jadi. dihasilkan data nilai pengukuran berupa jarak antara dua titik pengamatan yang didapat dari pergerakkan benda yang tidak dapat tenggelam pada sungai yang relatif lurus dalam waktu 20 detik. Data kecepatan yang didapat dari hasil pengukuran menggunakan alat ukur memiliki nilai yang sama pada ketiga titik yang telah ditentukan. didapatkan hasil berupa kecepatan. dan jarak yang digunakan untuk menghitung debit. Nilai jarak yang didapat seharusnya berbanding lurus dengan nilai kecepatannya dan nilai kecepatan seharusnya berbanding lurus dengan nilai debit sungai. semakin besar nilai ketinggian permukaan air dari dasarnya maka nilai kecepatannya akan semakin kecil. Seharusnya nilai kecepatan yang didapat dari hasil pengukuran memiliki nilai yang berbedabeda. Jadi. didapatkan hasil pengukuran berupa kecepatan pada tiga tempat yang berbeda dalam waktu 60 detik di setiap pengukuran. semakin besar nilai jarak yang didapat dalam waktu yang konstan maka nilai kecepatan akan semakin besar. pada tanggal 9 Desember 2012 dengan menggunakan metode alat ukur (Current Meter).

Faktor kekurang telitian praktikan dalam melakukan pengukuran menggunakan alat ukur.Semakin besar nilai kecepatannya maka nilai debit sungainya juga akan semakin besar. masih memiliki kesalahan dalam pengambilan data di lapangan hal ini dapat disebabkan karena beberapa faktor diantaranya : 1. atau dapat juga disebabkan karena ke 3. 4. Kurang tepatan praktikan dalam menekan tombol stopwatch. 2. Kurang tepatan praktikan dalam menarik alat ukur pada saat waktu yang telah ditentukan dalam pengukuran telah habis. Kesalahan data yang didapat ini dapat juga disebabkan karena alat yang digunakan ketelitiannya telah berkurang. Hal-hal tersebut tentunya akan mempengaruhi data yang dihasilkan sehingga data menjadi kurang akurat dan menjadi tidak sesuai dengan persamaan umum debit sungai. Kurang tepat dalam menentukan pengukuran antara tinggi alat ukur dengan kedalaman dasar sungai. . Pada praktikum mengukur debit sungai menggunakan metode apung dan menggunakan metode alat ukur (Current Meter).

Semakin besar nilai jarak yang didapat dalam waktu yang konstan maka nilai kecepatan akan semakin besar. Debit aliran dapat dijadikan sebuah alat untuk memonitor dan mengevaluasi neraca air suatu kawasan melalui pendekatan potensi sumberdaya air permukaan yang ada. 2. dan luas penampang akan berbanding lurus dengan lebar atau ketinggiannya. Kecepatan akan berbanding terbalik dengan luas penampang. yang besarnya dinyatakan dalam 3. begitu juga sebaliknya semakin kecil nilai ketinggian permukaan air dari dasarnya maka nilai kecepatannya akan semakin besar . Semakin besar nilai kecepatannya maka nilai debit sungainya juga akan semakin besar. 4.BAB VI PENUTUP Kesimpulan Kesimpulan dari praktikum kali ini adalah sebagai berikut: 1. sedangkan nilai debit sungai akan berbanding lurus dengan luas penampang dan kecepatannya. Semakin besar nilai ketinggian permukaan air dari dasarnya maka nilai kecepatannya akan semakin kecil.

id/gdl.ac. Chay. PT Pradnya Paramita : Jakarta. Jurusan Teknik dan Manajemen Industri Pertanian FTIP UNPAD : Jatinangor.com/doc/77765707/Debit-Sungai-Friska (Diunduh pada hari rabu tanggal 12 Desember 2012 pada pukul 10.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdldantjekard-31257. Hidrologi dan Pengelolaan daerah Aliran Sungai. 2011.wordpress. (Diunduh pada hari rabu tanggal 12 Desember 2012 pada pukul 10. 1999.DAFTAR PUSTAKA Asdak. dan Takeda.itb. Dwiratna NP. 1995. Sosrodarsono. http://digilib.10 wib) .10 wib) http://www. Gadjah Mada University Press : Yogyakarta.com/category/pengukuran-debit-aliran/(Diunduh pada hari rabu tanggal 12 Desember 2012 pada pukul 10. S. Sophia. Penuntun Praktikum Hidrologi.10 wib) http://sanggapramana. Hidrologi untuk Pengairan.scribd..