KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga saya bisa menyelesaikan referat Ilmu Kandungan mengenai Cephalopelvic Disproportion Saya juga menyampaikan terima kasih kepada : 1. Dr. Meman W, Sp.OG selaku dokter penguji yang telah membimbing saya sehingga saya dapat menyelesaikan referat ini dengan baik. 2. Teman-teman yang turut membantu terselesaikannya referat ini. Saya menyadari masih banyak kekurangan dalam pembuatan referat ini. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat saya harapkan demi kesuksesan karya tulis saya selanjutnya.

Penulis

1

DAFTAR ISI

JUDUL ……………………………………………………………………………………………………………………….………………………… i KATA PENGANTAR …………………………………………………………............................................................1 DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………………….…………………………………………….2 BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………………………………….………………………………..3
A. Latar Belakang ……………………………………………………………………..................................................3 B. Tujuan ………………………………………………………………………………………………………………………………………3

BAB II ISI …………………………………………………………………………………………………………………………….…………….4
A. Pengertian CPD…………………………………………………………………....................................................4 B. Etiologi…………………………………………………………………………….......................................................6 C. Manifestasi klinik …………………………………………………………........................................................12 D. Klasifikasi panggul sempit…………………………………………………………………………...........................15 E. Prognosis…………………………………………………………….…………………………………………………………………..18 F. Penanganan CPD………………………………………………….……………………………………………………….……….20

BAB III PENUTUP…………………………………………………….……………………………………………………………………..23 A. Kesimpulan…………………………………………………………………………........23 B. Saran……………………………………………………………………………………..23

BAB IV DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………........................................................ 24

2

umumnya disebabkan oleh janin yang besar. Latar Belakang Cephalopelvic Disproportion (CPD) adalah diagnosa medis digunakan ketika kepala bayi dinyatakan terlalu besar untuk muat melewati panggul ibu. kelainan janin (passenger). Untuk mengetahui klasifikasi panggul sempit 3. Disproporsi sefalopelvik sejati seperti itu sekarang sudah jarang ditemukan. Untuk mengetahui pengertian dan etiologi dari cephalopelvic disproportion 2. Panggul sempit (pelvic contaction) merupakan salah satu kelainan jalan lahir yangakan menghambat kemajuan persalinan karena ketidaksesuaian antara ukuran kepala janindengan panggul ibu. Kelainan persalinan ini menurut ACOG dibagi menjadi 3yaitu kelainan kekuatan (power). Untuk mengetahui penatalaksaanaan disproporsi kepala panggul 3 . B.Tujuan Adapun tujuan yang ingin dicapai dari pembuatan referat cephalopelvic disproportion ini adalah: 1. Untuk mengetahui pemeriksaan disproporsi kepala panggul 4. Istilah disproporsisefalopelvik muncul pada masa dimana indikasi utama seksio sesarea adalah panggul sempityang disebabkan oleh rakhitis.BAB I PENDAHULUAN A. dan kelainan jalan lahir(passage).

serta pinggir atas simfisis. Secara klinis.PENGERTIAN Disproporsi sefalopelvik adalah keadaan yang menggambarkan ketidaksesuaian antara kepala janin dan panggul ibu sehingga janin tidak dapat keluar melalui vagina. tangan di vagina diangkat sampaimenyentuh arcus pubis dan ditandai dengan jari telunjuk tangan kiri. lineainnominata. Konjugata diagonalis adalah jarak dari pinggirbawah simfisis ke promontorium. Selisih antara konjugata veradengan konjugata obstetrika sedikit sekali. Pintu Atas Panggul Pintu atas panggul dibentuk oleh promontorium corpus vertebra sacrum 1.5 cm.Dengan jari tetap menempel pada promontorium. janin yang besar ataupun kombinasi keduanya.Konjugata obstetrika merupakan konjugata yang paling penting yaitu jarak antarabagian tengah dalam simfisis dengan promontorium. promontorium teraba sebagai penonjolan tulang. 4 . panjangnya lebih kurang 11 cm.BAB II ISI A.Disproporsi sefalopelvik disebabkan oleh panggul sempit. konjugata diagonalis dapat diukurdengan memasukkan jari telunjuk dan jari tengah yang dirapatkan menyusur naik keseluruh permukaan anterior sacrum.Konjugata vera yaitu jarak dari pinggir atas simfisis ke promontorium yang dihitungdengan mengurangi konjugata diagonalis 1. Jarak antaraujung jari pada promontorium sampai titik yang ditandai oleh jari telunjuk merupakanpanjang konjugata diagonalis.

Pintu Bawah Panggul Pintu bawah panggul bukanlah suatu bidang datar namun terdiri dari dua segitigadengan dasar yang sama yaitu garis yang menghubungkan tuber isciadikum kiri dankanan. 5 .5 cm). Terdapat penyempitan setinggi spinaisciadika. Diameter anteroposterior setinggi spinaisciadica berukuran 11. Diameter pada Pintu Atas Panggul Panggul Tengah (Pelvic Cavity) Ruang panggul ini memiliki ukuran yang paling luas. Pintu bawah panggul yang dapat diperoleh melalui pengukuran klinis adalah jarak antara kedua tuberositas iscii atau distansia tuberum (10.5 cm. jarak dari ujungsacrum ke tengah-tengah distensia tuberum atau diameter sagitalis posterior (7.5 cm. jarak antara sacrum dengangaris diameter interspinarum berukuran 4.5 cm). sehingga bermakna penting pada distosia setelah kepala engagement. Diameter sagital posterior.dan jarak antara pinggir bawah simpisis ke ujung sacrum (11.Gambar 1.5 cm. Jarak antara kedua spina ini yang biasa disebut distansia interspinarum merupakan jarak panggul terkecil yaitu sebesar 10. Pengukuran klinis panggultengah tidak dapat diperoleh secara langsung.5 cm).

ETIOLOGI Istilah Cephalopelvic disproportion mulai digunakan pada abad 20 untuk menggambarkan adanya hambatan persalinan akibat ketidakseimbangan ukuran kepala bayi dengan pelvis ibu.Presentasi muka Presentasi muka adalah presentasi kepala dengan defleksi maksimal hingga oksiputmengenai punggung dan muka terarah ke bawah (kaudal terhadap ibu). Pemeriksaan USG dapat membantudiagnosis bila anak letak kepala dan kepala belum masuk pintu atas panggul.Kelainan posisi dan presentasi 3. anak yang besar dapat menimbulkan kesulitan dalam persalinan jikaberatnya lebih dari 4500 gram.B. Presentasi mukadapat disebabkan: Panggul sempit Bayi besar 6 .Janin yang besar 2.Penyebab anak besar yaitu: Diabetes mellitus Herediter Multiparitas Kesukaran yang ditimbulkan dalam persalinan karena besarnya kepala atau besarnyabahu.Penyebab dari cephalopelvic disproportion: :1. dapat timbul inersia uteridan kemungkinan perdarahan postpartum akibat atonia uteri juga lebih besar. Janin yang Besar Janin yang besar ialah janin yang beratnya lebih dari 4000 gram.Kelainan Posisi dan Presentasi Yang termasuk kelainan posisi dan presentasi yaitu : a.Panggul sempit I. Karena regangan dinding rahim oleh anak yang sangat besar. Menurutkepustakaan lain. II. .Jika panggul normal biasanya diusahakan persalinan pervaginam karena penentuanbesarnya anak dengan palpasi Leopold sangat sulit.

mulut. tulang pipi. pada pembukaan yang cukup besar. dilakukan seksio sesarea.1 Presentasi Muka Pengelolaan pada presentasi muka: Kala I: observasi sampai pembukaan lengkap Kala II: Bila dagu di depan. dan dagu. akan teraba pinggir orbita.Multiparitas Lilitan tali pusat di leher Anencephal Presentasi muka kadang-kadang dapat dicurigai dalam kehamilan jika dari pemeriksaanluar ditemukan: oTonjolan kepala sepihak dengan punggung oDitemukan sudut fabre oBJJ sepihak dengan bagian kecil. Gambar 2. 7 . hidung. Tetapi. Sedangkan dalam persalinan yaitu dengan pemeriksaan dalam. bila dagutetap di belakang. persalinan pervaginam atau ekstraksi forceps.

atau presentasi akromion. janin tidak mungkinlahir pervaginam sehingga persalinan diakhiri dengan seksio sesarea.b. akan teraba sutura frontalis.Presentasi dahi jarang dapat diketahui dalam kehamilan. Presentasi Dahi Presentasi dahi adalah presentasi kepala dengan defleksi yang sedang. Letak Lintang Pada letak lintang. Biasanya merupakan keadaan sementara dan seringberubah menjadi presentasi muka atau belakang kepala. sumbu panjang anak tegak lurus atau hampir tegak lurus pada sumbu panjang ibu. Gambar 2. Etiologinyahampir sama dengan presentasi muka.Pada pembukaan yang cukup besar. dan pangkal hidung. Jika pungung terdapat di depan disebutdorsoanterior. oBJJ sepihak dengan bagian kecil. yang disebut presentasi bahu.2 Presentasi Dahi c. Namun dapat dicurigaikeadaan tersebut bila dengan pemeriksaan luar ditemukan: oTonjolan kepala teraba sepihak dengan punggung anak. anak dapat lahir spontan sebagaipresentasi belakang kepala atau muka. Pada letak lintang. Biasanya presentasi dahi baru didiagnosis saat persalinan yaitu dengan pemeriksaan dalam. jika di belakang disebut dorsoposterior.Pada presentasi dahi yang bersifat sementara. 8 . Jika presentasi dahi menetap. bahu menjadi bagian terendah. pinggirorbita. ubun-ubun besar. kecuali bila janin sangatkecil (TBBJ < 1800 gram).

sedangkan bagian-bagianbesar teraba di samping kiri atau kanan fossa illiaca. hanya beberapa jari di atas pusat. Jika tahanan terbesar ada di sebelah depan. terdapat di sebelah 9 .3 Letak Lintang Pada inspeksi.Penyebab letak lintang ialah: -Dinding perut yang kendur. ini disebabkan oleh bagian-bagian kecil sehingga punggung belakang. jika teraba tonjolantonjolan. fundus uteri maupun bagian bawah rahim kosong. Pada palpasi. punggung ada di sebelah depan.fundus uteri lebih rendah dari biasanya. seperti pada multiparitas -Kesempitan panggul -Plasenta previa -Prematuritas -Kelainan bentuk rahim -Mioma uteri -Kehamilan ganda Gambar 2. tampak bahwa perut melebar ke samping dan pada kehamilan cukup bulan. Sebaliknya.

Untuk menghindari rupture perineitotalis. yaitu dengan melakukan versi luar pada usia kehamilan 37 minggu atau lebih. episiotomi harus dibuat lebih lebar karena dalam hal ini perineum diregang oleh sirkumferensia oksipito frontalis. dan seksio sesarea bila usia kehamilan > 28 minggu. dan pada pihak yang bertentangan dengan scapula akan teraba klavikula.Kelainan Posisi (Positio Occipito Posterior Persistent) Keadaan Positio Occipito Posterior Persistent atau presentasi ubun-ubun kecil dibelakang adalah suatu keadaan yang disebabkan kegagalan rotasi interna. berputar sendiri menjadi letak memanjang. Pengelolaan letak lintang diawali saat kehamilan. persalinan dilakukanpervaginam.Adakalanya oksiput berputar ke belakang dan anak lahir dengan muka di bawah simfisis. pada pemeriksaan dalam dapat diraba sisi toraks sebagai susunan tulangtulang yang sejajar dan jika pembukaan sudah besar akan teraba scapula. Hanya sebagian kecil (4%) dari posisi oksipito posterioryang memerlukan pertolongan pembedahan. Bisa dibantu dengan traksi beban.Etiologinya yaitu kelainan panggul. -TBBJ > 1700 gr : dilakukan embriotomi bila syarat terpenuhi dan harus dilakukan eksplorasi jalan lahir. KPD.Penyulit yang timbul dalam persalinan yaitu kala II yang lebih panjang. anak yang pada permulaan persalianan dalam letak lintang. namun bila ada indikasi dapat dipilih antara vakum atau forceps. Kejadian ini disebut versio spontanea. Umumnya dapat lahir spontan. yang hanya mungkin jikaketuban masih utuh. kesempitan panggul tengah. -TBBJ > 2500 gr dan bagian terendah janin masih tinggi dilakukan seksio sesarea. Bila versi luar tidak berhasil. Ini terutama terjadi bila fleksi kepala kurang. Ada kalanya. Bila versi luar berhasil. fleksi kepalakurang serta inersia uteri. -Letak lintang kasip dilakukan embriotomi.Dalam persalinan. d. Sedangkanpada janin mati: -TBBJ < 1700 gr : persalinan spontan dengan cara konduplikasio korpore dan evolusispontan. 10 . pada janin hidup dilakukan partus pervaginam bila usiakehamilan < 28 minggu.

Panggul Sempit Batasan panggul sempit menurut Pedoman diagnosis dan Terapi Obstetri danGinekologi yaitu setiap kelainan pada diameter panggul yang mengurangi kapasitas panggul.Perkiraan panggul sempit dapat diperoleh dari pemeriksaan umum dan anamnesa.namun bukan berarti seorang wanita dengan tinggi badan normal tidak dapat memiliki panggul sempit.dan kifosis.Dari anamnesa persalinan dahulu juga dapat diperkiraan kapasitas panggul. 11 .misalnya pada tuberculosis vertebrae. Pada wanita dengan tinggi badan yang kurang dari normal ada kemungkinan memiliki kapasitas panggul sempit.poliomyelitis. sehingga dapat menimbulkan distosia pada persalinan.III.

Ruptur uteri. jika otot rahim menjadi lelah karena rintangan oleh pangul sempit. 5. jika his menjadi telalu kuat dalam usaha mengatasi rintangan yangditimbulkan panggul sempit.Sebaliknya. 4.Abdomen pendulum pada primi gravid 5. Kelainan pembukaan dapat terjadi karena ketuban belum pecah sebelum waktunya karena bagian depan kurang menutup pintu atas panggul.Biasanya anak lebih kecil dari ukuran bayi rata-rata Gambar 3. dapat terjadi infeksi intrapartum.Persalinan lebih lama dari biasanya.Kepala tidak dapat turun pada bulan terakhir 3. 2. Pengaruh pada persalinan : 1.Fundus menonjol ke depan hingga perut menggantung 4.Fistel vesikovaginal dan rektovaginal.C.1 Abdomen Pendulum dengan Kehamilan. karena gangguan pembukaan ataupun banyaknya waktu yang diperlukan untuk moulage kepala anak. 12 . selanjutnya setelah ketuban pecah kepala tidak dapat menekan pada serviks karena tertahan pada pintu atas panggul. akibat tekanan lama pada jaringan yang dapat menimbulkan iskemi yang menyebabkan nekrosis.MANIFESTASI KLINIK Pengaruh panggul sempit pada kehamilan : 1.Retroflexi uteri gravidi incarcerate 2.Sering terjadi kelainan presentasi atau posisi 3.

Selain panggul sempit dengan ukuran yang kurang dari normal. Pengaruh pada anak : 1. Pola Persalinan Kriteria Diagnostik Penanganan yang dianjurkan Penanganan Khusus Panggul dengan ukuran normal tidak akan mengalami kesukaran kelahiran pervaginam pada janin dengan berat badan yang normal.5 cm.6. lingkungan atau hal lain sehingga menimbulkan kesulitan pada persalinanpervaginam. Ukuran panggul dapat menjadi lebih kecil karena pengaruh gizi.Ruptur simfisis (simfisiolisis). 2.Kematian perinatal meningkat pada partus yang lama.Prolapsus foeniculi 3. juga terdapat panggul sempit lainnya. terutama jika diameter biparietalberkurang lebih dari 0.Paresis kaki ibu akibat tekanan dari kepala pada urat-urat saraf di dalam rongga panggul. 7. Yang paling sering terjadi adalah kelumpuhan nervus peroneus. pasien merakan nyeri di daerah simfisis dan tidak dapat mengangkat tungkainya. Panggul sempit yang penting pada obstetric bukan sempit secara anatomisnamun panggul sempit secara fungsional artinya perbandingan antara kepala dan panggul.Perdarahan otak karena moulage yang kuat. 13 .

nekrosis. neoplasma.pintu tengah panggul. pintu bawah panggul. atau panggul yang menyempit seluruhnya.atrofi. penyempitan dapat terjadi pada pintu atas panggul. split pelvis. 14 . skoliosis. fraktur. penyakit pada sendi sakroiliaka dan sendi sakrokoksigea. atrofi atau kelumpuhan satu kaki. panggul Robert. osteomalasia. luksasio koksa. spondilolistesis. yaitu: 1.Kelainan karena gangguan pertumbuhan intrauterine: panggul Naegele. 2.Kelainan panggul karena kelainan tulang belakang: kifosis. panggul asimilasi. 4. 3. Setiap penyempitan pada diameter panggul yang mengurangi kapasitas panggul dapatmenyebabkan distosia saat persalinan.Kelainan karena kelainan tulang dan/ sendi: rakitis.Kelainan panggul karena kelainan pada kaki: koksitis.Panggul ini digolongkan menjadi empat.

3.Kesempitan pintu atas pangul Panggul sempit relatif : Jika konjugata vera > 8. Ukuran-ukuran bidang tengah panggul tidak dapat diperoleh secara klinis harus diukur secara rontgenologis.5 cm). tetapi jika dapat juga menduga adanyakesempitan bidang tengah panggul jika: 1. 2. 15 .Jumlah diameter transversa dan diameter sagitalis posterior 13. Dikatakan bahwa bidang tengah panggul itu sempit jika : 1.5 cm.Kesempitan pintu bawah panggul Kriteria diagnosis : a.Diameter antara spina kurang dari 9 cm . 3.5 cm atau kurang. 2. Ukuran yang terpenting dari bidang ini ialah: 1.5 cm.5-10 cm Panggul sempit absolut : Jika konjugata vera < 8.Kesempitan panggul tengah Bidang tengah panggul terbentang antara pinggir bawah simfisis dan spina os ischiidan memotong sacrum kira-kira pada pertemuan ruas sacral ke-4 dan ke-5.Diameter antara tuber ischii 8. 2.5 cm + 5 cm = 15.5 cm b.D.Diameter sagitalis posterior dari pertengahan garis antara kedua spina kepertemuan sacral ke-4 dan ke-5 – 5 cm.5 cm atau kurang (10.KLASIFIKASI PANGGUL SEMPIT Klasifikasi panggul sempit : a.Kesempitan pintu atas panggul b.Diameter transversa (diameter antara kedua spina) – 10.Spina ischiadica sangat menonjol.Dinding samping panggul konvergen.Diameter anteroposterior dari pinggir bawah simfisis ke pertemuan ruas sakral ke-4 dan ke-5 – 11.Kesempitan bidang tengah c.

16 . Pemeriksaan dilanjutkan dengan perasat Muller.Dua jari lainnya di atas simfisus.Kesempitan pintu bawah panggul Bila jarak antara tuber os ischii 8 cm atau kurang.2 Bidang Panggul Persangkaan panggul sempit – Seseorang harus ingat akan kemungkinan panggul sempit jika: a.Tanda Osborn positif Teknik perasat Osborn: 1. dll.c. 3.Pada primipara ada perut menggantung. tungkai sedikit fleksi. -Kepala dapat ditekan sedikit. pincang. persalinan yang dulu-dulu sulit. 4.sekitar 0. Interpretasi perasat Osborn: -Kepala dapat ditekan ke dalam panggul.Pada multipara. e.) f. d.Ada kelainan letak pada hamil tua. Gambar 3. c. 2.Tentukan derajat tumpang tindih ketika kepala janin ditekan ke bawah dan kebelakang.Terdapat kelainan bentuk badan ibu (cebol. permukaan jari berada pada permukaan anterior darisimfisis.5 cm. berarti CPD (-).Pada primipara. skoliosis. kepala anak belum turun setelah minggu ke 36. berarti CPD sedang. terdapat sedikit tumpang tindih dari tulang parietal. b. tidak terdapat tumpang tindih dari tulangparietal.Pasien terlentang.Kepala janin dipegang oleh tangan kiri pemeriksa.

Teknik perasat Muller: 1. Pelvimetri rontgen. Vaginal toucher 4. Pemeriksaan pada disproporsi kepala panggul : 1.Satu tangan memegang kepala dari luar di atas simfisis. tulang parietalmenggantung di atas simfisis dengan dibatasi jari.Tangan luar mendorong kepala anak ke arah simfisis. berarti CPD (-). Tinggi badan ibu < 150 cm 17 .Pasien terlentang. sampai pintu atas panggul. berarti CPD positif.Dua jari dari tangan yang lain masuk ke dalam vagina.-Kepala tidak dapat dimasukkan ke dalam tulang panggul. 3. Magnetik Resonance Imaging (MRI) 3. berarti CPD (+). Interpretasi perasat Muller: -Kepala anak teraba oleh kedua jari. 2. tungkai sedikit fleksi. -Kepala anak tidak teraba oleh kedua jari.untuk mengukur ukuran panggul 2. 4.

5 cm.Kemungkinan pergerakan dalam sendi-sendi panggul. 3. pada panggul sempit relative dilakukan partus percobaan.5-10 cm (panggul sempit relatif).Bentuk Panggul 2. 5. Oleh karena itu.PROGNOSIS Prognosis persalinan dengan panggul sempit tergantung pada berbagai factor. yaitu CV < 8.5 cm. ukuran tersebut sering menjadidasar untuk memperkirakan jalannya persalinan. Karena banyaknya faktor tersebut. antara lain: -Riwayat persalinan yang lampau -Besarnya presentasi dan posisi anak -Pecahnya ketuban sebelum waktunya memperburuk prognosis -His -Lancarnya pembukaan -Adanya infeksi intrapartum -Bentuk panggul dan derajat kesempitannya. Diantara faktor-faktor tersebut. banyak faktor yang mempengaruhi hasil persalinan pada panggul dengan CV antara 8. 18 . 4.His.Besarnya kepala dan kesanggupan moulage kepala. Pada kesempitan pintu atas panggul. tidak ada anak yang cukup bulan yang dapat lahir pervaginam dengan selamat jika CV < 8. 6. dilakukan seksio sesarea. Berdasarkan literatur.Ukuran panggul menjadi derajat kesempitan.E. yang dapat diukur secara pasti dan sebelum persalinan berlangsung hanya ukuran-ukuran panggul. Pada panggul sempit absolute. diantaranya: 1.Presentasi dan posisi kepala.

Apabila persalinan dengan disproporsi kepala panggul dibiarkan berlangsung sendiri tanpa penagambilan tindakan yang tepat. Dengan persalinan tidak maju karena diproporsi kapala panggul. b. Moulage dapat dialami oleh kepala janin tanpa akibat yang jelek sampai batas-batas tertentu. Dengan adanya disprpoporsi kepala panggul kepala janin dapat melewati rintangan pada panggul dengan mengadakan moulage. jalan lahir mengalami tekanan yang lama antara kepala janin dan tulang panggul. Selanjutnya tekanan oleh promontorium atau kadang-kadang oleh simfisis dapat menyebabkan perlukan pada jaringan diatas tulang kepala janin dan dapat pula menimbulkan fraktur pada os parietalis. 19 . Bahaya pada ibu: a. Beberapa hari post partum akan terjadi fistula vesikoservikalis atau fistula vesikovaginalis atau fistula rektovaginalis. 2. akan tetapi apabila batas-batas tersebut dilampaui akan terjadi sobekan pada tentorium serebelli dan perdarahan intracranial. Bahaya pada janin: a. Partus lama dapat meningkatkan kematian perinatal apalagi bila ditambah dengan infeksi intrapartum. c. c. Hal itu menimbulkan gangguan sirkulasi dengan akibat terjadinya iskemia dan kemudian nekrosis pada tempat tersebut. b. Dengan his yang kuat sedang kemajuan janin dalam jalan lahir tertahan dapat timbul regangan segmen bawah uterus (rupture uteri mengancam) dan bila tidak segera diambil tindakan akan terjadi rupture uteri. timbul bahaya bagi ibu dan janin yaitu: 1. Partus lama yang seringkali disertai pecahnya ketuban pada pembukaan kecil dapat menimbulkan dehidrasi serta asidosis dan infeksi inrapartum.

20 .Seksio sesarea Seksio sesarea elektif dilakukan pada kesempitan panggul berat dengan kehamilan aterm. Partus percobaan Partus percobaan adalah percobaan untuk melakukan persalinan per vaginam padawanita-wanita dengan pangul relatif sempit.PENANGANAN DISPROPORSI KEPALA PANGGUL (CPD) Penanganan pada disproporsi kepala panggul yaitu : 1. Kita hentikan partus percobaan jika: oPembukaan tidak atau kurang sekali kemajuannya. Dalam keadaan – keadaan tersebut. bagian kepala dengan diameter terbesar dalam 1 jam tetap tidak mau melewati pintu atas panggul. oKeadaaan ibu atau anak menjadi kurang baik.F. Seksio juga dapat dilakukan pada kesempitan panggul ringan apabila ada komplikasi seperti primigravida tua dan kelainan letak janin yang tak dapat diperbaiki. atau disproporsi sephalopelvik yang nyata. oSetelah pembukaan lengkap dan ketuban pecah walaupun his cukup baik dan dilakukan pimpinan persalinan dengan baik. Jika seksio sesarea dilakukan pada saat pembukaan sudah lengkap dan atas indikasi sebab-sebab yang menetap(patus percobaan lengkap dan gagal). 2.Partus percobaan dimulai pada permulaan persalinan dan berakhir setelah kita mendapat keyakinan bahwa persalinan tidak dapat berlangsung per vaginam atau setelah anak lahir per vaginam. dilakukan seksio sesarea. oAdanya lingkaran retraksi yang patologis. Partus percobaan dikatakan berhasil jika anak lahirper vaginam secara spontan atau dibantu dengan ekstraksi (forceps atau vakum) dananak serta ibu dalam keadaan baik. oForseps atau vakum gagal. Partus percobaan hanya dilakukan pada letak belakang kepala. pada persalinan berikutnya tidak ada gunanya untuk melakukan persalinan percobaan lagi.

Seksio sesarea sekunder (sesudah persalinan selama beberapa waktu)dilakukan karena peralinan perobaan dianggap gagal atau ada indikasi untuk menyelesaikan persalinan selekas mungkin sedangkan syarat persalinan per vaginambelum dipenuhi. Menurut Thoms. Upaya ini dapat digolongkan ekstraksi vakum percobaan. dapat timbul gangguan putaran paksi jika diameter antara kedua spina <9 cm sehingga kadang-kadang diperlukan seksio sesarea. Kesempitan pintu bawah panggul jarang memaksa kita melakukan seksio sesarea.persalinan percobaan yang dipersingkat dapat dicoba lagi pada persalinan berikutnya.Jika jarak ini berkurang. dengan sendirinya arkus pubis meruncing.Dalam hal ini. 21 . baiknyadipergunakan ekstraktor vakum karena ekstraksi dengan forceps memperkecilruangan jalan lahir.5 cm = 18. 3. Pintu bawah panggul dikatakan sempit jika jarak antara tuber os ischii < 8 cm.Tindakan ini sudah tidak dilakukan lagi.5 cm). yang biasanya dapat diselesaikan dengan forceps dan dengan episiotomy yang cukup luas. yangberarti tidak bolah dipaksakan. Oleh karena itu. Jika persalinan terhenti karena kesempitan bidang tengah panggul. biasanya bidang tengah panggul juga sempit.Simfisiotomi Tindakan ini dilakukan dengan memisahkan panggul kiri dan kanan pada simfisis. pimpinan persalinan berikutnya mengikuti protocol yang berlaku bagipersalinan pada bekas seksio sesarea.Jika pintu bawah panggul sempit. Bila seksio sesarea dilakukan pada saat pembukaan belum lengkap atas indikasi ibu atau anak yang kurang baik (partus percobaan belum lengkap/gagal). Pada kesempitan bidang tengah panggul.biasanya arkus pubis dapat dipergunakan untuk menentukan kesempitan pintu bawah panggul. distosia dapat terjadi jika jumlah ukuran antar kedua tuberischii dan diameter sagitalis posterior <15 cm (normal 11 cm + 7.

Setelah janin meninggal. akan tetapi dialami kesulitan untuk melahirkan bahu karena terlalu lebar.Kraniotomi dan Kleidotomi Pada janin yang telah mati dapat dilakukan kraniotomi atau kleidotomi. Dibawah perlindungan spekulum dan tangan kiri penolong dalam vagina. sehingga janin dapat dengan mudah lahir pervaginam. Apabila tindakan dilakukan dengan hati-hati. maka dilakukan seksio sesarea. klavikula dan jika perlu klavikula belakang digunting. maka dilakukan seksio sesarea. terdiri atas perforasi kepala janin. tidak ada keberatan untuk melakukan kleidotomi (memotong klavikula) pada satu atau kedua klavikula. Pada janin yang telah mati dapat dilakukan kraniotomi atau kleidotomi. dan selanjutnya kelahiran anak dengan berkurangnya lebar bahu tidak mengalami kesulitan. 22 . tidak akan timbul luka pada jalan lahir. yang biasanya diikuti oleh kranioklasi.4. Kraniotomi adalah suatu tindakan yang memperkecil ukuran kepala janin dengan cara melubangi tengkorak janin dan mengeluarkan isi tengkorak. Apabila panggul sangat sempit sehingga janin tetap tidak dapat dilahirkan. Kleidotomi Tindakan ini dilakukan setelah janin pada presentasi kepala dilahirkan. Kraniotomi. Apabila panggul sangat sempit sehingga janin tetap tidak dapat dilahirkan.

janin yang besar ataupun kombinasi keduanya. pada saat tenaga kerja hal yang dapat berubah dengan cepat jika tenaga kerja tidak kemajuan dalam periode waktu tertentu. Disproporsi sefalopelvik adalah keadaan yang menggambarkan ketidaksesuaian antara kepala janin dan panggul ibu sehingga janin tidak dapat keluar melalui vagina. Beberapa wanita dengan kondisi seperti rakhitis. Jika ini adalah pilihan mereka. mereka harus mencari dokter atau bidan yang mendukung keputusan ini. 23 . Umumnya cephalopelvic Disproportion adalah memutuskan kasus per kasus pada saat melahirkan.BAB III PENUTUP Kesimpulan dan Saran Cephalopelvic Disproportion (CPD) adalah diagnosa medis digunakan ketika kepala bayi dinyatakan terlalu besar untuk muat melewati panggul ibu. Disproporsi sefalopelvik disebabkan oleh panggul sempit. atau yang memiliki anomali panggul mungkin masih vagina menyampaikan. Bahkan dengan dukungan dari dokter.

Sarwono. 1982. Jakarta: EGC 4. Israr YA. Cetakan Pertama. Lestari. Bagian Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung. Irwan M.BAB IV DAFTAR PUSTAKA 1. 7. 1983. (2007). Ilmu Kebidanan. Cunningham FG. Prawirohardjo.com/2008 6. 2005. Leveno KJ.132/search?q=cache:RqVXzDPzkgIJ:yayanakhyar. R. Arrest of Decent. Obstetri Williams. Edisi 21. Jakarta:EGC.Cephalopelvc Disproportion(CPD). Bandung: Elemen. 24 . Sinopsis Obsetetri.Obstetri Patologi. 2005. 2005. Gant FN. 2. dkk. dkk. 3. 2008. Edisi 3. 5. dkk.Obstetri Patologi.14. Sulaiman Sastrawinata. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Bagian Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung.wordpress.Obstetri Fisiologi. Mochtar. [Online]Hyperlink: http://72.235. Bandung: Elstar. EGC: Jakarta.

Related Interests