PAJAK PENGHASILAN UU NO.

36 TAHUN 2008 Baldric Siregar
Pasal 1 Beberapa ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pa ak Penghasilan !"embaran Negara #epublik $ndonesia Tahun 1983 Nomor %&' Tambahan "embaran Negara #epublik $ndonesia Nomor 3()3* +ang telah beberapa kali diubah dengan Undang-Undang, 1- Nomor 7 Tahun 1991 !"embaran Negara #epublik $ndonesia Tahun 1991 Nomor 93' Tambahan "embaran Negara #epublik $ndonesia Nomor 3.%9*/ (- Nomor 1& Tahun 199. !"embaran Negara #epublik $ndonesia Tahun 199. Nomor )&' Tambahan "embaran Negara #epublik $ndonesia Nomor 3%)7*/ 3- Nomor 17 Tahun (&&& !"embaran Negara #epublik $ndonesia Tahun (&&& Nomor 1(7' Tambahan "embaran Negara #epublik $ndonesia Nomor 398%*/ diubah sebagai berikut, 1- 0etentuan Pasal 1 substansi tetap dan Pen elasann+a diubah sehingga rumusan Pen elasan Pasal 1 adalah sebagaimana tercantum dalam Pen elasan Pasal demi Pasal 1ngka 1 Undang-Undang ini(- 0etentuan Pasal ( a+at !1* sampai dengan a+at !%* diubah dan di antara a+at !1* dan a+at !(* disisipkan 1 !satu* a+at' +akni a+at !1a* sehingga Pasal ( berbun+i sebagai berikut, Pasal ( !1* 2ang men adi sub ek pa ak adalah, a- 1- orang pribadi/ (- 3arisan +ang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan +ang berhak/ b- badan/ dan c- bentuk usaha tetap41T1T1N, SUB560 P1510 !SP* 7U"1$ SP B6#108$# SP SP 9N :P Saat lahir Saat meninggal Saat berada di $ndonesia Saat meninggalkan $ndonesia Saat berniat tinggal di $ndonesia Saat meninggalkan $ndonesia SP 9N Badan Saat didirikan di $ndonesia Saat dibubarkan Saat berkedudukan di $ndonesia Saat tidak lagi di $ndonesia SP "N BUT Saat melakukan usaha di $ndonesia Saat tidak lagi melakukan 1

usaha di $ndonesia SP "N Selain BUT Saat menerima penghasilan Saat tidak lagi menerima dari $ndonesia penghasilan dari $ndonesia ;arisan Saat muncul 3arisan Saat 3arisan selesai dibagi !1a* Bentuk usaha tetap merupakan sub ek pa ak +ang perlakuan perpa akann+a dipersamakan dengan sub ek pa ak badan!(* Sub ek pa ak dibedakan men adi sub ek pa ak dalam negeri dan sub ek pa ak luar negeri!3* Sub ek pa ak dalam negeri adalah, a- orang pribadi +ang bertempat tinggal di $ndonesia' orang pribadi +ang berada di $ndonesia lebih dari 183 !seratus delapan puluh tiga* hari dalam angka 3aktu 1( !dua belas* bulan' atau orang pribadi +ang dalam suatu tahun pa ak berada di $ndonesia dan mempun+ai niat untuk bertempat tinggal di $ndonesia/ b- badan +ang didirikan atau bertempat kedudukan di $ndonesia' kecuali unit tertentu dari badan pemerintah +ang memenuhi kriteria, 1- pembentukann+a berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan/ (- pembia+aann+a bersumber dari 1nggaran Pendapatan dan Belan a Negara atau 1nggaran Pendapatan dan Belan a 9aerah/ 3- penerimaann+a dimasukkan dalam anggaran Pemerintah Pusat atau Pemerintah 9aerah/ dan .- pembukuann+a diperiksa oleh aparat penga3asan <ungsional negara/ dan c- 3arisan +ang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan +ang berhak!.* Sub ek pa ak luar negeri adalah, a- orang pribadi +ang tidak bertempat tinggal di $ndonesia' orang pribadi +ang berada di $ndonesia tidak lebih dari 183 !seratus delapan puluh tiga* hari dalam angka 3aktu 1( !dua belas* bulan' dan badan +ang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di $ndonesia' +ang men alankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di $ndonesia/ dan b- orang pribadi +ang tidak bertempat tinggal di $ndonesia' orang pribadi +ang berada di $ndonesia tidak lebih dari 183 !seratus delapan puluh tiga* 2

hari dalam angka 3aktu 1( !dua belas* bulan' dan badan +ang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di $ndonesia' +ang dapat menerima atau memperoleh penghasilan dari $ndonesia tidak dari men alankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di $ndonesia!%* Bentuk usaha tetap adalah bentuk usaha +ang dipergunakan oleh orang pribadi +ang tidak bertempat tinggal di $ndonesia' orang pribadi +ang berada di $ndonesia tidak lebih dari 183 !seratus delapan puluh tiga* hari dalam angka 3aktu 1( !dua belas* bulan' dan badan +ang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di $ndonesia untuk men alankan usaha atau melakukan kegiatan di $ndonesia' +ang dapat berupa, a- tempat kedudukan mana emen/ b- cabang perusahaan/ c- kantor per3akilan/ d- gedung kantor/ e- pabrik/ <- bengkel/ g- gudang/ h- ruang untuk promosi dan pen ualan/ i- pertambangan dan penggalian sumber alam/ - 3ila+ah ker a pertambangan min+ak dan gas bumi/ k- perikanan' peternakan' pertanian' perkebunan'atau kehutanan/ l- pro+ek konstruksi' instalasi' atau pro+ek perakitan/ m- pemberian asa dalam bentuk apa pun oleh pega3ai atau orang lain' sepan ang dilakukan lebih dari )& !enam puluh* hari dalam angka 3aktu 1( !dua belas* bulan/ n- orang atau badan +ang bertindak selaku agen +ang kedudukann+a tidak bebas/ o- agen atau pega3ai dari perusahan asuransi +ang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di $ndonesia +ang menerima premi asuransi atau menanggung risiko di $ndonesia/ dan p- komputer' agen elektronik' atau peralatan otomatis +ang dimiliki' dise3a' atau digunakan oleh pen+elenggara transaksi elektronik untuk men alankan kegiatan usaha melalui internet!)* Tempat tinggal orang pribadi atau tempat kedudukan badan ditetapkan oleh 9irektur 5enderal Pa ak menurut keadaan +ang sebenarn+a3- 0etentuan Pasal 3 diubah dan ditambah 1 !satu* a+at' +akni a+at !(* sehingga Pasal 3 berbun+i sebagai berikut, Pasal 3 !1* 2ang tidak termasuk sub ek pa ak sebagaimana dimaksud dalam Pasal ( adalah, 3

a- kantor per3akilan negara asing/ b- pe abat-pe abat per3akilan diplomatik dan konsulat atau pe abat-pe abat lain dari negara asing dan orang-orang +ang diperbantukan kepada mereka +ang beker a pada dan bertempat tinggal bersama-sama mereka dengan s+arat bukan 3arga negara $ndonesia dan di $ndonesia tidak menerima atau memperoleh penghasilan di luar abatan atau peker aann+a tersebut serta negara bersangkutan memberikan perlakuan timbal balik/ c- organisasi-organisasi internasional dengan s+arat, 1- $ndonesia men adi anggota organisasi tersebut/dan (- tidak men alankan usaha atau kegiatan lain untuk memperoleh penghasilan dari $ndonesia selain memberikan pin aman kepada pemerintah +ang danan+a berasal dari iuran para anggota/ d- pe abat-pe abat per3akilan organisasi internasional sebagaimana dimaksud pada huru< c' dengan s+arat bukan 3arga negara $ndonesia dan tidak men alankan usaha' kegiatan' atau peker aan lain untuk memperoleh penghasilan dari $ndonesia!(* :rganisasi internasional +ang tidak termasuk sub ek pa ak sebagaimana dimaksud pada a+at !1* huru< c ditetapkan dengan 0eputusan 7enteri 0euangan.- 0etentuan Pasal . a+at !1* huru< d' huru< e' huru< h' huru< l' dan Pen elasan huru< k diubah dan ditambah 3 !tiga* huru<' +akni huru< = sampai dengan huru< s' a+at !(* diubah' a+at !3* huru< a' huru< d' huru< <' huru< i' dan huru< k diubah' huru< dihapus' dan ditambah 3 !tiga* huru<' +akni huru< l' huru< m' dan huru< n sehingga Pasal . berbun+i sebagai berikut, Pasal . !1* 2ang men adi ob ek pa ak adalah penghasilan' +aitu setiap tambahan kemampuan ekonomis +ang diterima atau diperoleh ;a ib Pa ak' baik +ang berasal dari $ndonesia maupun dari luar $ndonesia' +ang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah keka+aan ;a ib Pa ak +ang bersangkutan' dengan nama dan dalam bentuk apa pun' termasuk, a- Penggantian atau imbalan berkenaan dengan peker aan atau asa +ang diterima atau diperoleh termasuk ga i' upah' tun angan' honorarium' komisi' bonus' grati<ikasi' uang pensiun' atau imbalan dalam bentuk lainn+a' kecuali ditentukan lain dalam Undang-undang ini/ b- hadiah dari undian atau peker aan atau kegiatan' dan penghargaan/ 4

c- laba usaha/ d- keuntungan karena pen ualan atau karena pengalihan harta termasuk, 1- keuntungan karena pengalihan harta kepada perseroan' persekutuan' dan badan lainn+a sebagai pengganti saham atau pen+ertaan modal/ (- keuntungan karena pengalihan harta kepada pemegang saham' sekutu' atau anggota +ang diperoleh perseroan' persekutuan' dan badan lainn+a/ 3- keuntungan karena likuidasi' penggabungan' peleburan' pemekaran' pemecahan' pengambilalihan usaha' atau reorganisasi dengan nama dan dalam bentuk apa pun/ .- keuntungan karena pengalihan harta berupa hibah' bantuan' atau sumbangan' kecuali +ang diberikan kepada keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu dera at dan badan keagamaan' badan pendidikan' badan sosial termasuk +a+asan' koperasi' atau orang pribadi +ang men alankan usaha mikro dan kecil' +ang ketentuann+a diatur lebih lan ut dengan Peraturan 7enteri 0euangan' sepan ang tidak ada hubungan dengan usaha' peker aan' kepemilikan' atau penguasaan di antara pihak-pihak +ang bersangkutan/ dan %- keuntungan karena pen ualan atau pengalihan sebagian atau seluruh hak penambangan' tanda turut serta dalam pembia+aan' atau permodalan dalam perusahaan pertambangan/ e- penerimaan kembali pemba+aran pa ak +ang telah dibebankan sebagai bia+a dan pemba+aran tambahan pengembalian pa ak/ <- bunga termasuk premium' diskonto' dan imbalan karena aminan pengembalian utang/ g- di>iden' dengan nama dan dalam bentuk apapun' termasuk di>iden dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis' dan pembagian sisa hasil usaha koperasi/ h- ro+alti atau imbalan atas penggunaan hak/ i- se3a dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta/ - penerimaan atau perolehan pemba+aran berkala/ k- keuntungan karena pembebasan utang' kecuali sampai dengan umlah tertentu +ang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah/ l- keuntungan selisih kurs mata uang asing/ 5

m- selisih lebih karena penilaian kembali akti>a/ n- premi asuransi/ o- iuran +ang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotan+a +ang terdiri dari ;a ib Pa ak +ang men alankan usaha atau peker aan bebas/ p- tambahan keka+aan neto +ang berasal dari penghasilan +ang belum dikenakan pa ak/ =- penghasilan dari usaha berbasis s+ariah/ r- imbalan bunga sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang +ang mengatur mengenai ketentuan umum dan tata cara perpa akan/ dan s- surplus Bank $ndonesia!(* Penghasilan di ba3ah ini dapat dikenai pa ak bersi<at <inal, a- penghasilan berupa bunga deposito dan tabungan lainn+a' bunga obligasi dan surat utang negara' dan bunga simpanan +ang diba+arkan oleh koperasi kepada anggota koperasi orang pribadi/ b- penghasilan berupa hadiah undian/ c- penghasilan dari transaksi saham dan sekuritas lainn+a' transaksi deri>ati< +ang diperdagangkan di bursa' dan transaksi pen ualan saham atau pengalihan pen+ertaan modal pada perusahaan pasangann+a +ang diterima oleh perusahaan modal >entura/ d- penghasilan dari transaksi pengalihan harta berupa tanah dan?atau bangunan' usaha asa konstruksi' usaha real estate' dan perse3aan tanah dan?atau bangunan/ dan e- penghasilan tertentu lainn+a'+ang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah!3* 2ang dikecualikan dari ob ek pa ak adalah !BU01N :B560 P1510* a- 1- bantuan atau sumbangan' termasuk @akat +ang diterima oleh badan amil @akat atau lembaga amil @akat +ang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah dan +ang diterima oleh penerima @akat +ang berhak atau sumbangan keagamaan +ang si<atn+a 3a ib bagi pemeluk agama +ang diakui di $ndonesia' +ang diterima oleh lembaga keagamaan +ang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah dan +ang diterima oleh penerima sumbangan +ang berhak' +ang ketentuann+a diatur dengan atau berdasarkan Peraturan 6

Pemerintah/ dan (- harta hibahan +ang diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu dera at' badan keagamaan' badan pendidikan' badan sosial termasuk +a+asan' koperasi' atau orang pribadi +ang men alankan usaha mikro dan kecil' +ang ketentuann+a diatur dengan atau berdasarkan Peraturan 7enteri 0euangan' sepan ang tidak ada hubungan dengan usaha' peker aan' kepemilikan' atau penguasaan di antara pihak-pihak +ang bersangkutan/ b- 3arisan/ c- harta termasuk setoran tunai +ang diterima oleh badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal ( a+at !1* huru< b sebagai pengganti saham atau sebagai pengganti pen+ertaan modal/ d- penggantian atau imbalan sehubungan dengan peker aan atau asa +ang diterima atau diperoleh dalam bentuk natura dan?atau kenikmatan dari ;a ib Pa ak atau Pemerintah' kecuali +ang diberikan oleh bukan ;a ib Pa ak' ;a ib Pa ak +ang dikenakan pa ak secara <inal atau ;a ib Pa ak +ang menggunakan norma penghitungan khusus !deemed pro<it* sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1%/ e- pemba+aran dari perusahaan asuransi kepada orang pribadi sehubungan dengan asuransi kesehatan' asuransi kecelakaan' asuransi i3a' asuransi d3iguna' dan asuransi bea sis3a/ <- di>iden atau bagian laba +ang diterima atau diperoleh perseroan terbatas sebagai ;a ib Pa ak dalam negeri' koperasi' badan usaha milik negara' atau badan usaha milik daerah' dari pen+ertaan modal pada badan usaha +ang didirikan dan bertempat kedudukan di $ndonesia dengan s+arat, 1- di>iden berasal dari cadangan laba +ang ditahan/ dan (- bagi perseroan terbatas' badan usaha milik negara dan badan usaha milik daerah +ang menerima di>iden' kepemilikan saham pada badan +ang memberikan di>iden paling rendah (%A !dua puluh lima persen* dari umlah modal +ang disetor/ g- iuran +ang diterima atau diperoleh dana pensiun +ang pendiriann+a telah disahkan 7enteri 0euangan' baik +ang diba+ar oleh pemberi ker a maupun pega3ai/ h- penghasilan dari modal +ang ditanamkan oleh dana pensiun sebagaimana dimaksud pada huru< g' dalam bidang-bidang tertentu +ang ditetapkan dengan 0eputusan 7enteri 0euangan/ 7

i- bagian laba +ang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer +ang modaln+a tidak terbagi atas saham-saham' persekutuan' perkumpulan' <irma' dan kongsi' termasuk pemegang unit pen+ertaan kontrak in>estasi kolekti</ - dihapus/ k- penghasilan +ang diterima atau diperoleh perusahaan modal >entura berupa bagian laba dari badan pasangan usaha +ang didirikan dan men alankan usaha atau kegiatan di $ndonesia' dengan s+arat badan pasangan usaha tersebut, 1- merupakan perusahaan mikro' kecil' menengah' atau +ang men alankan kegiatan dalam sektor-sektor usaha +ang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan 7enteri 0euangan/ dan (- sahamn+a tidak diperdagangkan di bursa e<ek di $ndonesia/ l- beasis3a +ang memenuhi pers+aratan tertentu +ang ketentuann+a diatur lebih lan ut dengan atau berdasarkan Peraturan 7enteri 0euangan/ m- sisa lebih +ang diterima atau diperoleh badan atau lembaga nirlaba +ang bergerak dalam bidang pendidikan dan?atau bidang penelitian dan pengembangan' +ang telah terda<tar pada instansi +ang membidangin+a' +ang ditanamkan kembali dalam bentuk sarana dan prasarana kegiatan pendidikan dan?atau penelitian dan pengembangan' dalam angka 3aktu paling lama . !empat* tahun se ak diperolehn+a sisa lebih tersebut' +ang ketentuann+a diatur lebih lan ut dengan atau berdasarkan Peraturan 7enteri 0euangan/ dan n- bantuan atau santunan +ang diba+arkan oleh Badan Pen+elenggara 5aminan Sosial kepada ;a ib Pa ak tertentu' +ang ketentuann+a diatur lebih lan ut dengan atau berdasarkan Peraturan 7enteri 0euangan%- 0etentuan Pasal ) a+at !1* huru< a' huru< e' huru< g' dan huru< h diubah dan ditambah % !lima* huru<' +akni huru< i sampai dengan huru< m' serta a+at !(* diubah sehingga Pasal ) berbun+i sebagai berikut , Pasal )-B$121 21NB 9$P6#06N1N01N !969U4T$B"6 6CP6NS6* !1* Besarn+a Penghasilan 0ena Pa ak bagi ;a ib Pa ak dalam negeri dan bentuk usaha tetap' ditentukan berdasarkan penghasilan bruto dikurangi bia+a untuk mendapatkan' menagih' dan memelihara penghasilan' termasuk, a- bia+a +ang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan kegiatan usaha' antara lain, 8

1- bia+a pembelian bahan/ (- bia+a berkenaan dengan peker aan atau asa termasuk upah' ga i' honorarium' bonus' grati<ikasi' dan tun angan +ang diberikan dalam bentuk uang/ 3- bunga' se3a' dan ro+alti/ .- bia+a per alanan/ %- bia+a pengolahan limbah/ )- premi asuransi/ 7- bia+a promosi dan pen ualan +ang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan 7enteri 0euangan/ 8- bia+a administrasi/ dan 9- pa ak kecuali Pa ak Penghasilan/ b- pen+usutan atas pengeluaran untuk memperoleh harta ber3u ud dan amortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak dan atas bia+a lain +ang mempun+ai masa man<aat lebih dari 1 !satu* tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dan Pasal 111/ c- iuran kepada dana pensiun +ang pendiriann+a telah disahkan oleh 7enteri 0euangan/ d- kerugian karena pen ualan atau pengalihan harta +ang dimiliki dan digunakan dalam perusahaan atau +ang dimiliki untuk mendapatkan' menagih' dan memelihara penghasilan/ e- kerugian selisih kurs mata uang asing/ <- bia+a penelitian dan pengembangan perusahaan +ang dilakukan di $ndonesia/ g- bia+a beasis3a' magang' dan pelatihan/ h- piutang +ang n+ata-n+ata tidak dapat ditagih dengan s+arat, 1- telah dibebankan sebagai bia+a dalam laporan laba rugi komersial/ (- ;a ib Pa ak harus men+erahkan da<tar piutang +ang tidak dapat ditagih kepada 9irektorat 5enderal Pa ak/ dan 9

3- telah diserahkan perkara penagihann+a kepada Pengadilan Negeri atau instansi pemerintah +ang menangani piutang negara/ atau adan+a per an ian tertulis mengenai penghapusan piutang?pembebasan utang antara kreditur dan debitur +ang bersangkutan/ atau telah dipublikasikan dalam penerbitan umum atau khusus/ atau adan+a pengakuan dari debitur bah3a utangn+a telah dihapuskan untuk umlah utang tertentu/ .- s+arat sebagaimana dimaksud pada angka 3 tidak berlaku untuk penghapusan piutang tak tertagih debitur kecil sebagaimana dimaksud dalam Pasal . a+at !1* huru< k/ +ang pelaksanaann+a diatur lebih lan ut dengan atau berdasarkan Peraturan 7enteri 0euangan/ i- sumbangan dalam rangka penanggulangan bencana nasional +ang ketentuann+a diatur dengan Peraturan Pemerintah/ - sumbangan dalam rangka penelitian dan pengembangan +ang dilakukan di $ndonesia +ang ketentuann+a diatur dengan Peraturan Pemerintah/ k- bia+a pembangunan in<rastruktur sosial +ang ketentuann+a diatur dengan Peraturan Pemerintah/ l- sumbangan <asilitas pendidikan +ang ketentuann+a diatur dengan Peraturan Pemerintah/ dan m- sumbangan dalam rangka pembinaan olahraga +ang ketentuann+a diatur dengan Peraturan Pemerintah!(* 1pabila penghasilan bruto setelah pengurangan sebagaimana dimaksud pada a+at !1* didapat kerugian' kerugian tersebut dikompensasikan dengan penghasilan mulai tahun pa ak berikutn+a berturut-turut sampai dengan % !lima* tahun-

10

!41T1T1N, $"UST#1S$ 0:7P6NS1S$ 06#UB$1N*

Thn

"aba

(&&7 !8&&-&&&-&&&* (&&8 !1&&-&&&-&&&* (&&9 !1%-&&&-&&&* (&1& 1%&-&&&-&&& (&11 (&&-&&&-&&& (&1( (%&-&&&-&&& (&13 3&&-&&&-&&& (&1. .&&-&&&-&&& Total 0ompensasi "aba P0P

(&&8 (&&9 !1&&-&&&-&&&* !1%-&&&-&&&* -

0ompensasi 0erugian (&1& (&11 (&1( 1%&-&&&-&&& (&&-&&&-&&& (%&-&&&-&&& 1%&-&&&-&&& (&&-&&&-&&& (%&-&&&-&&& 1%&-&&&-&&& (&&-&&&-&&& (%&-&&&-&&& -

(&13 (&1. 1&&-&&&-&&& 1%-&&&-&&& 11%-&&&-&&& 3&&-&&&-&&& .&&-&&&-&&& 18%-&&&-&&& .&&-&&&-&&&

!3* 0epada orang pribadi sebagai ;a ib Pa ak dalam negeri diberikan pengurangan berupa Penghasilan Tidak 0ena Pa ak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 711

)- 0etentuan Pasal 7 diubah sehingga Pasal 7 berbun+i sebagai berikut, Pasal 7 !1* Penghasilan Tidak 0ena Pa ak per tahun diberikan paling sedikit sebesar, a- #p1%-8.&-&&&'&& !lima belas uta delapan ratus empat puluh ribu rupiah* untuk diri ;a ib Pa ak orang pribadi/ b- #p1-3(&-&&&'&& !satu uta tiga ratus dua puluh ribu rupiah* tambahan untuk ;a ib Pa ak +ang ka3in/ c- #p1%-8.&-&&&'&& !lima belas uta delapan ratus empat puluh ribu rupiah* tambahan untuk seorang isteri +ang penghasilann+a digabung dengan penghasilan suami sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 a+at !1*/ dan d- #p1-3(&-&&&'&& !satu uta tiga ratus dua puluh ribu rupiah* tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat' +ang men adi tanggungan sepenuhn+a' paling ban+ak 3 !tiga* orang untuk setiap keluarga!(* Penerapan ketentuan sebagaimana dimaksud pada a+at !1* ditentukan oleh keadaan pada a3al tahun pa ak atau a3al bagian tahun pa ak!3* Pen+esuaian besarn+a Penghasilan Tidak 0ena Pa ak sebagaimana dimaksud pada a+at !1* ditetapkan dengan Peraturan 7enteri 0euangan setelah dikonsultasikan dengan 9e3an Per3akilan #ak+at41T1T1N, P70 1)(?P70-&11?(&1( !angka ini +ang dipakai untuk PT0P* PT0P terbaru, 9iri ;P (.-3&&-&&& Status ka3in (-&(%-&&& Penghasilan isteri digabung (.-3&&-&&& Tambahan anggota keluarga (-&(%-&&& Statu s T0?& T0?1 T0?( T0?3 0?& PT0P 9iri ;P (.-3&&-& && (.-3&&-& && (.-3&&-& && (.-3&&-& && (.-3&&-& && (-&(%-&&& 0a3in $steri Tanggunga n (-&(%-&&& .-&%&-&&& )-&7%-&&& 5umlah (.-3&&-&& & ()-3(%-&& & (8-3%&-&& & 3&-37%-&& & ()-3(%-&& & 12

No 1 ( 3 . %

) 7 8 9 1& 11 1(

0?1 0?( 0?3 0?$?& 0?$?1 0?$?( 0?$?3

(.-3&&-& && (.-3&&-& && (.-3&&-& && (.-3&&-& && (.-3&&-& && (.-3&&-& && (.-3&&-& &&

(-&(%-&&& (-&(%-&&& (-&(%-&&& (-&(%-&&& (-&(%-&&& (-&(%-&&& (-&(%-&&&

(.-3&&-&&& (.-3&&-&&& (.-3&&-&&& (.-3&&-&&&

(-&(%-&&& .-&%&-&&& )-&7%-&&& (-&(%-&&& .-&%&-&&& )-&7%-&&&

(8-3%&-&& & 3&-37%-&& & 3(-.&&-&& & %&-)(%-&& & %(-)%&-&& & %.-)7%-&& & %)-7&&-&& &

7- 0etentuan Pasal 8 a+at !(* sampai dengan a+at !.* dan Pen elasan a+at !1* diubah sehingga Pasal 8 berbun+i sebagai berikut, Pasal 8 !1* Seluruh penghasilan atau kerugian bagi 3anita +ang telah ka3in pada a3al tahun pa ak atau pada a3al bagian tahun pa ak' begitu pula kerugiann+a +ang berasal dari tahun-tahun sebelumn+a +ang belum dikompensasikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal ) a+at !(* dianggap sebagai penghasilan atau kerugian suamin+a' kecuali penghasilan tersebut 13

semata-mata diterima atau diperoleh dari 1 !satu* pemberi ker a +ang telah dipotong pa ak berdasarkan ketentuan Pasal (1 dan peker aan tersebut tidak ada hubungann+a dengan usaha atau peker aan bebas suami atau anggota keluarga lainn+a!(* Penghasilan suami-isteri dikenai pa ak secara terpisah apabila, a- suami-isteri telah hidup berpisah berdasarkan putusan hakim/ b- dikehendaki secara tertulis oleh suami-isteri berdasarkan per an ian pemisahan harta dan penghasilan/ atau c- dikehendaki oleh isteri +ang memilih untuk men alankan hak dan ke3a iban perpa akann+a sendiri!3* Penghasilan neto suami-isteri sebagaimana dimaksud pada a+at !(* huru< b dan huru< c dikenai pa ak berdasarkan penggabungan penghasilan neto suami isteri dan besarn+a pa ak +ang harus dilunasi oleh masing-masing suami-isteri dihitung sesuai dengan perbandingan penghasilan neto mereka!.* Penghasilan anak +ang belum de3asa digabung dengan penghasilan orang tuan+a41T1T1N, Amir memperoleh pengh !il n "p#00.000.000. I!$erin% & l h peg ' i &eng n pengh !il n "p(0.000.000. Sel in peg ' i) i!$eri *+g memp+n% i +! h ! lon &eng n pengh !il n "p,(.000.000. - Sem+ pengh !il n i!$eri-.er+gi n i!$eri &ig /+ng &eng n pengh !il n !+ mi 0$o$ l pengh !il n % ng &i.en i p * . men* &i "p22(.000.0001. - Pengh !il n i!$eri /oleh $i& . &ig /+ng p /il pengh !il n i!$eri /er ! l & ri ! $+ pem/eri .er* 0!+& h &ipo$ong PPh 2#1 $ + pe.er* n i!$eri $i& . & h+/+ng nn% &eng n +! h -pe.er* n /e/ ! !+ mi $ + nggo$ .el+ rg l in 0pengh !il n !+ mi % ng &i.en i p * . "p#00.000.0001. S+ mi i!$eri & p $ &i.en i p * . $erpi! h p /il 2 - 3ere. hi&+p /erpi! h) !ehingg PKP & n pengen n p * . &il .+. n !en&iri4!en&iri. - A& per* n*i n pemi! h n h r$ ) pengh !il n ne$o !+ mi4i!$eri &ig /+ng) l l+ /e! rn% p * . % ng &i/ % r m !ing4m !ing propor!ion l &eng n pengh !il n ne$o m !ing4m !ing.

14

8- 0etentuan Pasal 9 a+at !1* huru< c' huru< e' dan huru< g serta Pen elasan huru< < diubah sehingga Pasal 9 berbun+i sebagai berikut,

15

Pasal 9-B$121 21NB T$910 B:"68 9$0U#1NB01N !N:N969U4T1B"6 6CP6NS6* !1* Untuk menentukan besarn+a Penghasilan 0ena Pa ak bagi ;a ib Pa ak dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan, a- pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun seperti di>iden' termasuk di>iden +ang diba+arkan oleh perusahaan asuransi kepada pemegang polis' dan pembagian sisa hasil usaha koperasi/ b- bia+a +ang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi pemegang saham' sekutu' atau anggota/ c- pembentukan atau pemupukan dana cadangan' kecuali, 1- cadangan piutang tak tertagih untuk usaha bank dan badan usaha lain +ang men+alurkan kredit' se3a guna usaha dengan hak opsi' perusahaan pembia+aan konsumen' dan perusahaan an ak piutang/ (- cadangan untuk usaha asuransi termasuk cadangan bantuan sosial +ang dibentuk oleh Badan Pen+elenggara 5aminan Sosial/ 3- cadangan pen aminan untuk "embaga Pen amin Simpanan/ .- cadangan bia+a reklamasi untuk usaha pertambangan/ %- cadangan bia+a penanaman kembali untuk usaha kehutanan/ dan )- cadangan bia+a penutupan dan pemeliharaan tempat pembuangan limbah industri untuk usaha pengolahan limbah industri' +ang ketentuan dan s+arats+aratn+a diatur dengan atau berdasarkan Peraturan 7enteri 0euangan/ d- premi asuransi kesehatan' asuransi kecelakaan' asuransi i3a' asuransi d3iguna' dan asuransi bea sis3a' +ang diba+ar oleh ;a ib Pa ak orang pribadi' kecuali ika diba+ar oleh pemberi ker a dan premi tersebut dihitung sebagai penghasilan bagi ;a ib Pa ak +ang bersangkutan/ e- penggantian atau imbalan sehubungan dengan peker aan atau asa +ang diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan' kecuali pen+ediaan makanan dan minuman bagi seluruh pega3ai serta penggantian atau imbalan dalam bentuk natura dan kenikmatan di daerah tertentu dan +ang berkaitan dengan pelaksanaan peker aan +ang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan 7enteri 0euangan/ <- umlah +ang melebihi ke3a aran +ang diba+arkan kepada pemegang saham atau kepada pihak +ang mempun+ai hubungan istime3a sebagai imbalan sehubungan dengan peker aan +ang dilakukan/ g- harta +ang dihibahkan' bantuan atau sumbangan' dan 3arisan sebagaimana dimaksud dalam Pasal . a+at !3* huru< a dan huru< b' kecuali sumbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal ) a+at !1* huru< i sampai dengan huru< m serta @akat +ang diterima oleh badan amil @akat atau lembaga amil @akat +ang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah atau sumbangan keagamaan +ang si<atn+a 3a ib bagi pemeluk agama +ang diakui di $ndonesia' +ang diterima oleh lembaga keagamaan +ang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah' +ang ketentuann+a diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah/ h- Pa ak Penghasilan/ i- bia+a +ang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi ;a ib Pa ak atau orang +ang men adi tanggungann+a/ 16

- ga i +ang diba+arkan kepada anggota persekutuan' <irma' atau perseroan komanditer +ang modaln+a tidak terbagi atas saham/ k- sanksi administrasi berupa bunga' denda' dan kenaikan serta sanksi pidana berupa denda +ang berkenaan dengan pelaksanaan perundangundangan di bidang perpa akan!(* Pengeluaran untuk mendapatkan' menagih' dan memelihara penghasilan +ang mempun+ai masa man<aat lebih dari 1 !satu* tahun tidak dibolehkan untuk dibebankan sekaligus' melainkan dibebankan melalui pen+usutan atau amortisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 atau Pasal 1119- 0etentuan Pasal 11 a+at !7* dan a+at !11* serta Pen elasan a+at !1* sampai dengan a+at !.* diubah sehingga Pasal 11 berbun+i sebagai berikut, Pasal 11 !1* Pen+usutan atas pengeluaran untuk pembelian' pendirian' penambahan' perbaikan' atau perubahan harta ber3u ud' kecuali tanah +ang berstatus hak milik' hak guna bangunan' hak guna usaha' dan hak pakai' +ang dimiliki dan digunakan untuk mendapatkan' menagih' dan memelihara penghasilan +ang mempun+ai masa man<aat lebih dari 1 !satu* tahun dilakukan dalam bagianbagian +ang sama besar !76T:96 B1#$S "U#US* selama masa man<aat +ang telah ditentukan bagi harta tersebut!(* Pen+usutan atas pengeluaran harta ber3u ud sebagaimana dimaksud pada a+at !1* selain bangunan' dapat uga dilakukan dalam bagian-bagian +ang menurun !76T:96 S1"9: 76NU#UN* selama masa man<aat' +ang dihitung dengan cara menerapkan tari< pen+usutan atas nilai sisa buku' dan pada akhir masa man<aat nilai sisa buku disusutkan sekaligus' dengan s+arat dilakukan secara taat asas!3* Pen+usutan dimulai pada bulan dilakukann+a pengeluaran' kecuali untuk harta +ang masih dalam proses penger aan' pen+usutann+a dimulai pada bulan selesain+a penger aan harta tersebut!.* 9engan persetu uan 9irektur 5enderal Pa ak' ;a ib Pa ak diperkenankan melakukan pen+usutan mulai pada bulan harta tersebut digunakan untuk mendapatkan' menagih' dan memelihara penghasilan atau pada bulan harta +ang bersangkutan mulai menghasilkan!%* 1pabila ;a ib Pa ak melakukan penilaian kembali akti>a berdasarkan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19' maka dasar pen+usutan atas harta adalah nilai setelah dilakukan penilaian kembali akti>a tersebut!)* Untuk menghitung pen+usutan' masa man<aat dan tari< pen+usutan harta ber3u ud ditetapkan sebagai berikut,

17

!7* 0etentuan lebih lan ut mengenai pen+usutan atas harta ber3u ud +ang dimiliki dan digunakan dalam bidang usaha tertentu diatur dengan Peraturan 7enteri 0euangan!8* 1pabila ter adi pengalihan atau penarikan harta sebagaimana dimaksud dalam Pasal . a+at !1* huru< d atau penarikan harta karena sebab lainn+a' maka umlah nilai sisa buku harta tersebut dibebankan sebagai kerugian dan umlah harga ual atau penggantian asuransin+a +ang diterima atau diperoleh dibukukan sebagai penghasilan pada tahun ter adin+a penarikan harta tersebut!9* 1pabila hasil penggantian asuransi +ang akan diterima umlahn+a baru dapat diketahui dengan pasti di masa kemudian' maka dengan persetu uan 9irektur 5enderal Pa ak umlah sebesar kerugian sebagaimana dimaksud pada a+at !8* dibukukan sebagai beban masa kemudian tersebut!1&* 1pabila ter adi pengalihan harta +ang memenuhi s+arat sebagaimana dimaksud dalam Pasal . a+at !3* huru< a dan huru< b' +ang berupa harta ber3u ud' maka umlah nilai sisa buku harta tersebut tidak boleh dibebankan sebagai kerugian bagi pihak +ang mengalihkan!11* 0etentuan lebih lan ut mengenai kelompok harta ber3u ud sesuai dengan masa man<aat sebagaimana dimaksud pada a+at !)* diatur dengan Peraturan 7enteri 0euangan1&- 0etentuan Pasal 111 a+at !1* dan Pen elasan a+at !%* diubah serta di antara a+at !1* dan a+at !(* disisipkan 1 !satu* a+at' +akni a+at !1a* sehingga Pasal 111 berbun+i sebagai berikut, Pasal 111 !1* 1mortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh harta tak ber3u ud dan pengeluaran lainn+a termasuk bia+a perpan angan hak guna bangunan' hak guna usaha' hak pakai' dan muhibah !good3ill* +ang mempun+ai masa 18

man<aat lebih dari 1 !satu* tahun +ang dipergunakan untuk mendapatkan' menagih' dan memelihara penghasilan dilakukan dalam bagian-bagian +ang sama besar atau dalam bagian-bagian +ang menurun selama masa man<aat' +ang dihitung dengan cara menerapkan tari< amortisasi atas pengeluaran tersebut atau atas nilai sisa buku dan pada akhir masa man<aat diamortisasi sekaligus dengan s+arat dilakukan secara taat asas!1a* 1mortisasi dimulai pada bulan dilakukann+a pengeluaran' kecuali untuk bidang usaha tertentu +ang diatur lebih lan ut dengan Peraturan 7enteri 0euangan!(* Untuk menghitung amortisasi' masa man<aat dan tari< amortisasi ditetapkan sebagai berikut,

!3* Pengeluaran untuk bia+a pendirian dan bia+a perluasan modal suatu perusahaan dibebankan pada tahun ter adin+a pengeluaran atau diamortisasi sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam a+at !(*!.* 1mortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak dan pengeluaran lain +ang mempun+ai masa man<aat lebih dari 1 !satu* tahun di bidang penambangan min+ak dan gas bumi dilakukan dengan menggunakan metode satuan produksi!%* 1mortisasi atas pengeluaran untuk memperoleh hak penambangan selain +ang dimaksud pada a+at !.*' hak pengusahaan hutan' dan hak pengusahaan sumber alam serta hasil alam lainn+a +ang mempun+ai masa man<aat lebih dari 1 !satu* tahun' dilakukan dengan menggunakan metode satuan produksi setinggi-tinggin+a (&A !dua puluh persen* setahun!)* Pengeluaran +ang dilakukan sebelum operasi komersial +ang mempun+ai masa man<aat lebih dari 1 !satu* tahun' dikapitalisasi dan kemudian diamortisasi sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam a+at !(*!7* 1pabila ter adi pengalihan harta tak ber3u ud atau hak-hak sebagaimana dimaksud dalam a+at !1*' a+at !.*' dan a+at !%*' maka nilai sisa buku harta atau hak-hak tersebut dibebankan sebagai kerugian dan umlah +ang diterima sebagai penggantian merupakan penghasilan pada tahun ter adin+a 19

pengalihan tersebut!8* 1pabila ter adi pengalihan harta +ang memenuhi s+arat sebagaimana dimaksud dalam Pasal . a+at !3* huru< a dan huru< b' +ang berupa harta tak ber3u ud' maka umlah nilai sisa buku harta tersebut tidak boleh dibebankan sebagai kerugian bagi pihak +ang mengalihkan11- 0etentuan Pasal 1. a+at !(*' a+at !3*' a+at !%*' dan a+at !7* serta Pen elasan a+at !.* diubah sehingga Pasal 1. berbun+i sebagai berikut, 41T1T1N

Pasal 1. !1* Norma Penghitungan Penghasilan Neto untuk menentukan penghasilan neto' dibuat dan disempurnakan terus-menerus serta diterbitkan oleh 9irektur 5enderal Pa ak!(* ;a ib Pa ak orang pribadi +ang melakukan kegiatan usaha atau peker aan bebas +ang peredaran bruton+a dalam 1 !satu* tahun kurang dari #p.-8&&-&&&-&&&'&& !empat miliar delapan ratus uta rupiah* boleh menghitung penghasilan neto dengan menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto sebagaimana dimaksud pada a+at !1*' dengan s+arat memberitahukan kepada 9irektur 5enderal Pa ak dalam angka 3aktu 3 !tiga* bulan pertama dari tahun pa ak +ang bersangkutan!3* ;a ib Pa ak sebagaimana dimaksud pada a+at !(* +ang menghitung penghasilan neton+a dengan menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto 3a ib men+elenggarakan pencatatan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang +ang mengatur mengenai ketentuan umum dan tata cara perpa akan20

!.* ;a ib Pa ak sebagaimana dimaksud pada a+at !(* +ang tidak memberitahukan kepada 9irektur 5enderal Pa ak untuk menghitung penghasilan neto dengan menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto' dianggap memilih men+elenggarakan pembukuan!%* ;a ib Pa ak +ang 3a ib men+elenggarakan pembukuan atau pencatatan' termasuk ;a ib Pa ak sebagaimana dimaksud pada a+at !3* dan a+at !.*' +ang tern+ata tidak atau tidak sepenuhn+a men+elenggarakan pencatatan atau pembukuan atau tidak memperlihatkan pencatatan atau bukti-bukti pendukungn+a maka penghasilan neton+a dihitung berdasarkan Norma Penghitungan Penghasilan Neto dan peredaran bruton+a dihitung dengan cara lain +ang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan 7enteri 0euangan!)* 9ihapus!7* Besarn+a peredaran bruto sebagaimana dimaksud pada a+at !(* dapat diubah dengan Peraturan 7enteri 0euangan1(- 0etentuan Pasal 1) a+at !1* sampai dengan a+at !3* dan Pen elasan a+at !.* diubah sehingga Pasal 1) berbun+i sebagai berikut, Pasal 1) !1* Penghasilan 0ena Pa ak sebagai dasar penerapan tari< bagi ;a ib Pa ak dalam negeri dalam suatu tahun pa ak dihitung dengan cara mengurangkan dari penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal . a+at !1* dengan pengurangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal ) a+at !1* dan a+at !(*' Pasal 7 a+at !1*' serta Pasal 9 a+at !1* huru< c' huru< d' huru< e' dan huru< g!(* Penghasilan 0ena Pa ak bagi ;a ib Pa ak orang pribadi dan badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1. dihitung dengan menggunakan norma penghitungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1. dan untuk ;a ib Pa ak orang pribadi dikurangi dengan Penghasilan Tidak 0ena Pa ak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 a+at !1* !3* Penghasilan 0ena Pa ak bagi ;a ib Pa ak luar negeri +ang men alankan usaha atau melakukan kegiatan melalui suatu bentuk usaha tetap di $ndonesia dalam suatu tahun pa ak dihitung dengan cara mengurangkan dari penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal % a+at !1* dengan memerhatikan ketentuan dalam Pasal . a+at !1* dengan pengurangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal % a+at !(* dan a+at !3*' Pasal ) a+at !1* dan a+at !(*' serta Pasal 9 a+at !1* huru< c' huru< d' huru< e' dan huru< g!.* Penghasilan 0ena Pa ak bagi ;a ib Pa ak orang pribadi dalam negeri +ang terutang pa ak dalam suatu bagian tahun pa ak sebagaimana dimaksud dalam Pasal (1 a+at !)* dihitung berdasarkan penghasilan neto +ang diterima atau diperoleh dalam bagian tahun pa ak +ang disetahunkan21

13- 0etentuan Pasal 17 a+at !1* sampai dengan a+at !3* dan Pen elasan a+at !%* sampai dengan a+at !7* diubah serta di antara a+at !(* dan a+at !3* disisipkan . !empat* a+at' +akni a+at !(a* sampai dengan a+at !(d* sehingga Pasal 17 berbun+i sebagai berikut, Pasal 17 !1* Tari< pa ak +ang diterapkan atas Penghasilan 0ena Pa ak bagi, a- ;a ib Pa ak orang pribadi dalam negeri adalah sebagai berikut,

b- ;a ib Pa ak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap adalah sebesar (8A !dua puluh delapan persen*!(* Tari< tertinggi sebagaimana dimaksud pada a+at !1* huru< a dapat diturunkan men adi paling rendah (%A !dua puluh lima persen* +ang diatur dengan Peraturan Pemerintah!(a* Tari< sebagaimana dimaksud pada a+at !1* huru< b men adi (%A !dua puluh lima persen* +ang mulai berlaku se ak tahun pa ak (&1&!(b* ;a ib Pa ak badan dalam negeri +ang berbentuk perseroan terbuka +ang paling sedikit .&A !empat puluh persen* dari umlah keseluruhan saham +ang disetor diperdagangkan di bursa e<ek di $ndonesia dan memenuhi pers+aratan tertentu lainn+a dapat memperoleh tari< sebesar %A !lima persen* lebih rendah daripada tari< sebagaimana dimaksud pada a+at !1* huru< b dan a+at !(a* +ang diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah!(c* Tari< +ang dikenakan atas penghasilan berupa di>iden +ang dibagikan kepada ;a ib Pa ak orang pribadi dalam negeri adalah paling tinggi sebesar 1&A !sepuluh persen* dan bersi<at <inal!(d* 0etentuan lebih lan ut mengenai besarn+a tari< sebagaimana dimaksud pada a+at !(c* diatur dengan Peraturan Pemerintah22

!3* Besarn+a lapisan Penghasilan 0ena Pa ak sebagaimana dimaksud pada a+at !1* huru< a dapat diubah dengan 0eputusan 7enteri 0euangan!.* Untuk keperluan penerapan tari< pa ak sebagaimana dimaksud pada a+at !1*' umlah Penghasilan 0ena Pa ak dibulatkan ke ba3ah dalam ribuan rupiah penuh!%* Besarn+a pa ak +ang terutang bagi ;a ib Pa ak orang pribadi dalam negeri +ang terutang pa ak dalam bagian tahun pa ak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1) a+at !.*' dihitung seban+ak umlah hari dalam bagian tahun pa ak tersebut dibagi 3)& !tiga ratus enam puluh* dikalikan dengan pa ak +ang terutang untuk 1 !satu* tahun pa ak!)* Untuk keperluan penghitungan pa ak sebagaimana dimaksud pada a+at !%*' tiap bulan +ang penuh dihitung 3& !tiga puluh* hari!7* 9engan Peraturan Pemerintah dapat ditetapkan tari< pa ak tersendiri atas penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal . a+at !(*' sepan ang tidak melebihi tari< pa ak tertinggi sebagaimana tersebut pada a+at !1*1.- 0etentuan Pasal 18 a+at !(*' a+at !3*' a+at !.*' dan Pen elasan a+at !1* diubah serta di antara a+at !3a* dan a+at !.* disisipkan . !empat* a+at' +akni a+at !3b* sampai dengan a+at !3e* sehingga Pasal 18 berbun+i sebagai berikut , Pasal 18 !1* 7enteri 0euangan ber3enang mengeluarkan keputusan mengenai besarn+a perbandingan antara utang dan modal perusahaan untuk keperluan penghitungan pa ak berdasarkan Undang-undang ini!(* 7enteri 0euangan ber3enang menetapkan saat diperolehn+a di>iden oleh ;a ib Pa ak dalam negeri atas pen+ertaan modal pada badan usaha di luar negeri selain badan usaha +ang men ual sahamn+a di bursa e<ek' dengan ketentuan sebagai berikut, a- besarn+a pen+ertaan modal ;a ib Pa ak dalam negeri tersebut paling rendah %&A !lima puluh persen* dari umlah saham +ang disetor/ atau b- secara bersama-sama dengan ;a ib Pa ak dalam negeri lainn+a memiliki pen+ertaan modal paling rendah %&A !lima puluh persen* dari umlah saham +ang disetor!3* 9irektur 5enderal Pa ak ber3enang untuk menentukan kembali besarn+a penghasilan dan pengurangan serta menentukan utang sebagai modal untuk menghitung besarn+a Penghasilan 0ena Pa ak bagi ;a ib Pa ak +ang 23

mempun+ai hubungan istime3a dengan ;a ib Pa ak lainn+a sesuai dengan ke3a aran dan kela@iman usaha +ang tidak dipengaruhi oleh hubungan istime3a dengan menggunakan metode perbandingan harga antara pihak +ang independen' metode harga pen ualan kembali' metode bia+a-plus' atau metode lainn+a!3a* 9irektur 5enderal Pa ak ber3enang melakukan per an ian dengan ;a ib Pa ak dan beker a sama dengan pihak otoritas pa ak negara lain untuk menentukan harga transaksi antar pihak-pihak +ang mempun+ai hubungan istime3a sebagaimana dimaksud dalam a+at !.*' +ang berlaku selama suatu periode tertentu dan menga3asi pelaksanaann+a serta melakukan renegosiasi setelah periode tertentu tersebut berakhir!3b* ;a ib Pa ak +ang melakukan pembelian saham atau akti>a perusahaan melalui pihak lain atau badan +ang dibentuk untuk maksud demikian !special purpose compan+*' dapat ditetapkan sebagai pihak +ang sebenarn+a melakukan pembelian tersebut sepan ang ;a ib Pa ak +ang bersangkutan mempun+ai hubungan istime3a dengan pihak lain atau badan tersebut dan terdapat ketidak3a aran penetapan harga!3c* Pen ualan atau pengalihan saham perusahaan antara !conduit compan+ atau special purpose compan+* +ang didirikan atau bertempat kedudukan di negara +ang memberikan perlindungan pa ak !taD ha>en countr+* +ang mempun+ai hubungan istime3a dengan badan +ang didirikan atau bertempat kedudukan di $ndonesia atau bentuk usaha tetap di $ndonesia dapat ditetapkan sebagai pen ualan atau pengalihan saham badan +ang didirikan atau bertempat kedudukan di $ndonesia atau bentuk usaha tetap di $ndonesia!3d* Besarn+a penghasilan +ang diperoleh ;a ib Pa ak orang pribadi dalam negeri dari pemberi ker a +ang memiliki hubungan istime3a dengan perusahaan lain +ang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di $ndonesia dapat ditentukan kembali' dalam hal pemberi ker a mengalihkan seluruh atau sebagian penghasilan ;a ib Pa ak orang pribadi dalam negeri tersebut ke dalam bentuk bia+a atau pengeluaran lainn+a +ang diba+arkan kepada perusahaan +ang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di $ndonesia tersebut!3e* Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada a+at !3b*' a+at !3c*' dan a+at !3d* diatur lebih lan ut dengan atau berdasarkan Peraturan 7enteri 0euangan!.* 8ubungan istime3a sebagaimana dimaksud pada a+at !3* sampai dengan a+at !3d*' Pasal 9 a+at !1* huru< <' dan Pasal 1& a+at !1* dianggap ada apabila, a- ;a ib Pa ak mempun+ai pen+ertaan modal langsung atau tidak langsung 24

paling rendah (%A !dua puluh lima persen* pada ;a ib Pa ak lain/ hubungan antara ;a ib Pa ak dengan pen+ertaan paling rendah (%A !dua puluh lima persen* pada dua ;a ib Pa ak atau lebih/ atau hubungan di antara dua ;a ib Pa ak atau lebih +ang disebut terakhir/ b- ;a ib Pa ak menguasai ;a ib Pa ak lainn+a atau dua atau lebih ;a ib Pa ak berada di ba3ah penguasaan +ang sama baik langsung maupun tidak langsung/ atau c- terdapat hubungan keluarga baik sedarah maupun semenda dalam garis keturunan lurus dan?atau ke samping satu dera at!%* 9ihapus1%- 0etentuan Pasal 19 a+at !(* diubah sehingga Pasal 19 berbun+i sebagai berikut, Pasal 19 !1* 7enteri 0euangan ber3enang menetapkan peraturan tentang penilaian kembali akti>a dan <aktor pen+esuaian apabila ter adi ketidaksesuaian antara unsur-unsur bia+a dengan penghasilan karena perkembangan harga!(* 1tas selisih penilaian kembali akti>a sebagaimana dimaksud pada a+at !1* diterapkan tari< pa ak tersendiri dengan Peraturan 7enteri 0euangan sepan ang tidak melebihi tari< pa ak tertinggi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 a+at !1*1)- 0etentuan Pasal (1 a+at !1* sampai dengan a+at !%*' dan a+at !8* diubah' serta di antara a+at !%* dan a+at !)* disisipkan 1 !satu* a+at' +akni a+at !%a* sehingga Pasal (1 berbun+i sebagai berikut, Pasal (1 !1* Pemotongan pa ak atas penghasilan sehubungan dengan peker aan' asa' atau kegiatan dengan nama dan dalam bentuk apa pun +ang diterima atau diperoleh ;a ib Pa ak orang pribadi dalam negeri 3a ib dilakukan oleh, a- pemberi ker a +ang memba+ar ga i' upah' honorarium' tun angan' dan pemba+aran lain sebagai imbalan sehubungan dengan peker aan +ang dilakukan oleh pega3ai atau bukan pega3ai/ b- bendahara pemerintah +ang memba+ar ga i' upah' honorarium' tun angan' dan pemba+aran lain sehubungan dengan peker aan' asa' atau kegiatan/ c- dana pensiun atau badan lain +ang memba+arkan uang pensiun dan pemba+aran lain dengan nama apa pun dalam rangka pensiun/ 25

d- badan +ang memba+ar honorarium atau pemba+aran lain sebagai imbalan sehubungan dengan asa termasuk asa tenaga ahli +ang melakukan peker aan bebas/ dan e- pen+elenggara kegiatan +ang melakukan pemba+aran sehubungan dengan pelaksanaan suatu kegiatan!(* Tidak termasuk sebagai pemberi ker a +ang 3a ib melakukan pemotongan pa ak sebagaimana dimaksud pada a+at !1* huru< a adalah kantor per3akilan negara asing dan organisasi-organisasi internasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3!3* Penghasilan pega3ai tetap atau pensiunan +ang dipotong pa ak untuk setiap bulan adalah umlah penghasilan bruto setelah dikurangi dengan bia+a abatan atau bia+a pensiun +ang besarn+a ditetapkan dengan Peraturan 7enteri 0euangan' iuran pensiun' dan Penghasilan Tidak 0ena Pa ak!.* Penghasilan pega3ai harian' mingguan' serta pega3ai tidak tetap lainn+a +ang dipotong pa ak adalah umlah penghasilan bruto setelah dikurangi bagian penghasilan +ang tidak dikenakan pemotongan +ang besarn+a ditetapkan dengan Peraturan 7enteri 0euangan!%* Tari< pemotongan atas penghasilan sebagaimana dimaksud pada a+at !1* adalah tari< pa ak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 a+at !1* huru< a' kecuali ditetapkan lain dengan Peraturan Pemerintah!%a* Besarn+a tari< sebagaimana dimaksud pada a+at !%* +ang diterapkan terhadap ;a ib Pa ak +ang tidak memiliki Nomor Pokok ;a ib Pa ak lebih tinggi (&A !dua puluh persen* daripada tari< +ang diterapkan terhadap ;a ib Pa ak +ang dapat menun ukkan Nomor Pokok ;a ib Pa ak!)* 9ihapus!7* 9ihapus!8* 0etentuan mengenai petun uk pelaksanaan pemotongan pa ak atas penghasilan sehubungan dengan peker aan' asa' atau kegiatan diatur dengan atau berdasarkan Peraturan 7enteri 0euangan17- 0etentuan Pasal (( a+at !1* dan a+at !(* diubah' serta ditambah 1 !satu* a+at' +akni a+at !3* sehingga Pasal (( berbun+i sebagai berikut, Pasal (( !1* 7enteri 0euangan dapat menetapkan, 26

a- bendahara pemerintah untuk memungut pa ak sehubungan dengan pemba+aran atas pen+erahan barang/ b- badan-badan tertentu untuk memungut pa ak dari ;a ib Pa ak +ang melakukan kegiatan di bidang impor atau kegiatan usaha di bidang lain/ dan c- ;a ib Pa ak badan tertentu untuk memungut pa ak dari pembeli atas pen ualan barang +ang tergolong sangat me3ah!(* 0etentuan mengenai dasar pemungutan' kriteria' si<at' dan besarn+a pungutan pa ak sebagaimana dimaksud pada a+at !1* diatur dengan atau berdasarkan Peraturan 7enteri 0euangan!3* Besarn+a pungutan sebagaimana dimaksud pada a+at !(* +ang diterapkan terhadap ;a ib Pa ak +ang tidak memiliki Nomor Pokok ;a ib Pa ak lebih tinggi 1&&A !seratus persen* daripada tari< +ang diterapkan terhadap ;a ib Pa ak +ang dapat menun ukkan Nomor Pokok ;a ib Pa ak18- 0etentuan Pasal (3 a+at !1*' a+at !(*' dan a+at !.* huru< c diubah' a+at !.* huru< d dan huru< g dihapus dan ditambah 1 !satu* huru<' +akni huru< h' serta di antara a+at !1* dan a+at !(* disisipkan 1 !satu* a+at' +akni a+at !1a* sehingga Pasal (3 berbun+i sebagai berikut, Pasal (3 !1* 1tas penghasilan tersebut di ba3ah ini dengan nama dan dalam bentuk apa pun +ang diba+arkan' disediakan untuk diba+arkan' atau telah atuh tempo pemba+arann+a oleh badan pemerintah' sub ek pa ak badan dalam negeri' pen+elenggara kegiatan' bentuk usaha tetap' atau per3akilan perusahaan luar negeri lainn+a kepada ;a ib Pa ak dalam negeri atau bentuk usaha tetap' dipotong pa ak oleh pihak +ang 3a ib memba+arkan, a- sebesar 1%A !lima belas persen* dari umlah bruto atas, 1- di>iden sebagaimana dimaksud dalam Pasal . a+at !1* huru< g/ (- bunga sebagaimana dimaksud dalam Pasal . a+at !1* huru< </ 3- ro+alti/ dan .- hadiah' penghargaan' bonus' dan se enisn+a selain +ang telah dipotong Pa ak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal (1 a+at !1* huru< e/ b- dihapus/ c- sebesar (A !dua persen* dari umlah bruto atas, 27

1- se3a dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta' kecuali se3a dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta +ang telah dikenai Pa ak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal . a+at !(*/ dan (- imbalan sehubungan dengan asa teknik' asa mana emen' asa konstruksi' asa konsultan' dan asa lain selain asa +ang telah dipotong Pa ak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal (1 !1a* 9alam hal ;a ib Pa ak +ang menerima atau memperoleh penghasilan sebagaimana dimaksud pada a+at !1* tidak memiliki Nomor Pokok ;a ib Pa ak' besarn+a tari< pemotongan adalah lebih tinggi 1&&A !seratus persen* daripada tari< sebagaimana dimaksud pada a+at !1*!(* 0etentuan lebih lan ut mengenai enis asa lain sebagaimana dimaksud pada a+at !1* huru< c angka ( diatur dengan atau berdasarkan Peraturan 7enteri 0euangan!3* :rang pribadi sebagai ;a ib Pa ak dalam negeri dapat ditun uk oleh 9irektur 5enderal Pa ak untuk memotong pa ak sebagaimana dimaksud pada a+at !1*!.* Pemotongan pa ak sebagaimana dimaksud pada a+at !1* tidak dilakukan atas, a- penghasilan +ang diba+ar atau terutang kepada bank/ b- se3a +ang diba+arkan atau terutang sehubungan dengan se3a guna usaha dengan hak opsi/ c- di>iden sebagaimana dimaksud dalam Pasal . a+at !3* huru< < dan di>iden +ang diterima oleh orang pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 a+at !(c*/ d- dihapus/ e- bagian laba sebagaimana dimaksud dalam Pasal . a+at !3* huru< i/ <- sisa hasil usaha koperasi +ang diba+arkan oleh koperasi kepada anggotan+a/ g- dihapus/ dan h- penghasilan +ang diba+ar atau terutang kepada badan usaha atas asa keuangan +ang ber<ungsi sebagai pen+alur pin aman dan?atau pembia+aan +ang diatur dengan Peraturan 7enteri 0euangan28

19- 0etentuan Pasal (. a+at !3* dan a+at !)* diubah sehingga Pasal (. berbun+i sebagai berikut, Pasal (. !1* Pa ak +ang diba+ar atau terutang di luar negeri atas penghasilan dari luar negeri +ang diterima atau diperoleh ;a ib Pa ak dalam negeri boleh dikreditkan terhadap pa ak +ang terutang berdasarkan Undang-undang ini dalam tahun pa ak +ang sama!(* Besarn+a kredit pa ak sebagaimana dimaksud pada a+at !1* adalah sebesar pa ak penghasilan +ang diba+ar atau terutang di luar negeri tetapi tidak boleh melebihi penghitungan pa ak +ang terutang berdasarkan Undangundang ini!3* 9alam menghitung batas umlah pa ak +ang boleh dikreditkan' sumber penghasilan ditentukan sebagai berikut, a- penghasilan dari saham dan sekuritas lainn+a serta keuntungan dari pengalihan saham dan sekuritas lainn+a adalah negara tempat badan +ang menerbitkan saham atau sekuritas tersebut didirikan atau bertempat kedudukan/ b- penghasilan berupa bunga' ro+alti' dan se3a sehubungan dengan penggunaan harta gerak adalah negara tempat pihak +ang memba+ar atau dibebani bunga' ro+alti' atau se3a tersebut bertempat kedudukan atau berada/ c- penghasilan berupa se3a sehubungan dengan penggunaan harta tak gerak adalah negara tempat harta tersebut terletak/ d- penghasilan berupa imbalan sehubungan dengan asa' peker aan' dan kegiatan adalah negara tempat pihak +ang memba+ar atau dibebani imbalan tersebut bertempat kedudukan atau berada/ e- penghasilan bentuk usaha tetap adalah negara tempat bentuk usaha tetap tersebut men alankan usaha atau melakukan kegiatan/ <- penghasilan dari pengalihan sebagian atau seluruh hak penambangan atau tanda turut serta dalam pembia+aan atau permodalan dalam perusahaan pertambangan adalah negara tempat lokasi penambangan berada/ g- keuntungan karena pengalihan harta tetap adalah negara tempat harta tetap berada/ dan h- keuntungan karena pengalihan harta +ang men adi bagian dari suatu bentuk usaha tetap adalah negara tempat bentuk usaha tetap berada29

!.* Penentuan sumber penghasilan selain penghasilan sebagaimana dimaksud pada a+at !3* menggunakan prinsip +ang sama dengan prinsip +ang dimaksud pada a+at tersebut!%* 1pabila pa ak atas penghasilan dari luar negeri +ang dikreditkan tern+ata kemudian dikurangkan atau dikembalikan' maka pa ak +ang terutang menurut Undang-undang ini harus ditambah dengan umlah tersebut pada tahun pengurangan atau pengembalian itu dilakukan!)* 0etentuan mengenai pelaksanaan pengkreditan pa ak atas penghasilan dari luar negeri diatur dengan atau berdasarkan Peraturan 7enteri 0euangan(&- 0etentuan Pasal (% a+at !1*' a+at !(*' a+at !.*' a+at !)*' a+at !7*' dan a+at !8* diubah' a+at !9* dihapus' serta di antara a+at !8* dan a+at !9* disisipkan 1 !satu* a+at' +akni a+at !8a* sehingga Pasal (% berbun+i sebagai berikut, Pasal (% !1* Besarn+a angsuran pa ak dalam tahun pa ak ber alan +ang harus diba+ar sendiri oleh ;a ib Pa ak untuk setiap bulan adalah sebesar Pa ak Penghasilan +ang terutang menurut Surat Pemberitahuan Tahunan Pa ak Penghasilan tahun pa ak +ang lalu dikurangi dengan, a- Pa ak Penghasilan +ang dipotong sebagaimana dimaksud dalam Pasal (1 dan Pasal (3 serta Pa ak Penghasilan +ang dipungut sebagaimana dimaksud dalam Pasal ((/ dan b- Pa ak Penghasilan +ang diba+ar atau terutang di luar negeri +ang boleh dikreditkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal (.' dibagi 1( !dua belas* atau ban+akn+a bulan dalam bagian tahun pa ak!(* Besarn+a angsuran pa ak +ang harus diba+ar sendiri oleh ;a ib Pa ak untuk bulan-bulan sebelum Surat Pemberitahuan Tahunan Pa ak Penghasilan disampaikan sebelum batas 3aktu pen+ampaian Surat Pemberitahuan Tahunan Pa ak Penghasilan sama dengan besarn+a angsuran pa ak untuk bulan terakhir tahun pa ak +ang lalu!3* 9ihapus!.* 1pabila dalam tahun pa ak ber alan diterbitkan surat ketetapan pa ak untuk tahun pa ak +ang lalu' besarn+a angsuran pa ak dihitung kembali berdasarkan surat ketetapan pa ak tersebut dan berlaku mulai bulan berikutn+a setelah bulan penerbitan surat ketetapan pa ak30

!%* 9ihapus!)* 9irektur 5enderal Pa ak ber3enang untuk menetapkan penghitungan besarn+a angsuran pa ak dalam tahun pa ak ber alan dalam hal-hal tertentu' sebagai berikut, a- ;a ib Pa ak berhak atas kompensasi kerugian/ b- ;a ib Pa ak memperoleh penghasilan tidak teratur/ c- Surat Pemberitahuan Tahunan Pa ak Penghasilan tahun +ang lalu disampaikan setelah le3at batas 3aktu +ang ditentukan/ d- ;a ib Pa ak diberikan perpan angan angka 3aktu pen+ampaian Surat Pemberitahuan Tahunan Pa ak Penghasilan/ e- ;a ib Pa ak membetulkan sendiri Surat Pemberitahuan Tahunan Pa ak Penghasilan +ang mengakibatkan angsuran bulanan lebih besar dari angsuran bulanan sebelum pembetulan/ dan <- ter adi perubahan keadaan usaha atau kegiatan ;a ib Pa ak!7* 7enteri 0euangan menetapkan penghitungan besarn+a angsuran pa ak bagi, a- ;a ib Pa ak baru/ b- bank' badan usaha milik negara' badan usaha milik daerah' ;a ib Pa ak masuk bursa' dan ;a ib Pa ak lainn+a +ang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan harus membuat laporan keuangan berkala/ dan c- ;a ib Pa ak orang pribadi pengusaha tertentu dengan tari< paling tinggi &'7%A !nol koma tu uh puluh lima persen* dari peredaran bruto!8* ;a ib Pa ak orang pribadi dalam negeri +ang tidak memiliki Nomor Pokok ;a ib Pa ak dan telah berusia (1 !dua puluh satu* tahun +ang bertolak ke luar negeri 3a ib memba+ar pa ak +ang ketentuann+a diatur dengan Peraturan Pemerintah!8a* 0etentuan sebagaimana dimaksud pada a+at !8* berlaku sampai dengan tanggal 31 9esember (&1&!9* 9ihapus(1- 0etentuan Pasal () a+at !1* diubah dan ditambah ( !dua* huru<' +akni huru< g dan huru< h' a+at !(* sampai dengan a+at !%* diubah' di antara a+at !1* dan a+at !(* disisipkan 1 !satu* a+at' +akni a+at !1a*' serta di antara a+at 31

!(* dan a+at !3* disisipkan 1 !satu* a+at' +akni a+at !(a* sehingga Pasal () berbun+i sebagai berikut, Pasal () !1* 1tas penghasilan tersebut di ba3ah ini' dengan nama dan dalam bentuk apa pun' +ang diba+arkan' disediakan untuk diba+arkan' atau telah atuh tempo pemba+arann+a oleh badan pemerintah' sub ek pa ak dalam negeri' pen+elenggara kegiatan' bentuk usaha tetap' atau per3akilan perusahaan luar negeri lainn+a kepada ;a ib Pa ak luar negeri selain bentuk usaha tetap di $ndonesia dipotong pa ak sebesar (&A !dua puluh persen* dari umlah bruto oleh pihak +ang 3a ib memba+arkan, a- di>iden/ b- bunga termasuk premium' diskonto' dan imbalan sehubungan dengan aminan pengembalian utang/ c- ro+alti' se3a' dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta/ d- imbalan sehubungan dengan asa' peker aan' dan kegiatan/ e- hadiah dan penghargaan/ <- pensiun dan pemba+aran berkala lainn+a/ g- premi s3ap dan transaksi lindung nilai lainn+a/ dan?atau h- keuntungan karena pembebasan utang!1a* Negara domisili dari ;a ib Pa ak luar negeri selain +ang men alankan usaha atau melakukan kegiatan usaha melalui bentuk usaha tetap di $ndonesia sebagaimana dimaksud pada a+at !1* adalah negara tempat tinggal atau tempat kedudukan ;a ib Pa ak luar negeri +ang sebenarn+a menerima man<aat dari penghasilan tersebut !bene<icial o3ner*!(* 1tas penghasilan dari pen ualan atau pengalihan harta di $ndonesia' kecuali +ang diatur dalam Pasal . a+at !(*' +ang diterima atau diperoleh ;a ib Pa ak luar negeri selain bentuk usaha tetap di $ndonesia' dan premi asuransi +ang diba+arkan kepada perusahaan asuransi luar negeri dipotong pa ak (&A !dua puluh persen* dari perkiraan penghasilan neto!(a* 1tas penghasilan dari pen ualan atau pengalihan saham sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 a+at !3c* dipotong pa ak sebesar (&A !dua puluh persen* dari perkiraan penghasilan neto!3* Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada a+at !(* dan a+at !(a* diatur dengan atau berdasarkan Peraturan 7enteri 0euangan!.* Penghasilan 0ena Pa ak sesudah dikurangi pa ak dari suatu bentuk usaha tetap di $ndonesia dikenai pa ak sebesar (&A !dua puluh persen*' kecuali penghasilan tersebut ditanamkan kembali di $ndonesia' +ang ketentuann+a diatur lebih lan ut dengan atau berdasarkan Peraturan 7enteri 0euangan' !%* Pemotongan pa ak sebagaimana dimaksud pada a+at !1*' a+at !(*' a+at 32

!(a*' dan a+at !.* bersi<at <inal' kecuali, a- pemotongan atas penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal % a+at !1* huru< b dan huru< c/ dan b- pemotongan atas penghasilan +ang diterima atau diperoleh orang pribadi atau badan luar negeri +ang berubah status men adi ;a ib Pa ak dalam negeri atau bentuk usaha tetap((- 0etentuan Pasal (9 diubah sehingga berbun+i sebagai berikut, Pasal (9 1pabila pa ak +ang terutang untuk suatu tahun pa ak tern+ata lebih besar daripada kredit pa ak sebagaimana dimaksud dalam Pasal (8 a+at !1*' kekurangan pemba+aran pa ak +ang terutang harus dilunasi sebelum Surat Pemberitahuan Tahunan Pa ak Penghasilan disampaikan(3- 0etentuan Pasal 311 diubah sehingga berbun+i sebagai berikut, Pasal 311 !1* 0epada ;a ib Pa ak +ang melakukan penanaman modal di bidang-bidang usaha tertentu dan?atau di daerah-daerah tertentu +ang mendapat prioritas tinggi dalam skala nasional dapat diberikan <asilitas perpa akan dalam bentuk, a- pengurangan penghasilan neto paling tinggi 3&A !tiga puluh persen* dari umlah penanaman +ang dilakukan/ b- pen+usutan dan amortisasi +ang dipercepat/ c- kompensasi kerugian +ang lebih lama' tetapi tidak lebih dari 1& !sepuluh* tahun/ dan d- pengenaan Pa ak Penghasilan atas di>iden sebagaimana dimaksud dalam Pasal () sebesar 1&A !sepuluh persen*' kecuali apabila tari< menurut per an ian perpa akan +ang berlaku menetapkan lebih rendah!(* 0etentuan lebih lan ut mengenai bidang-bidang usaha tertentu dan?atau daerah-daerah tertentu +ang mendapat prioritas tinggi dalam skala nasional serta pemberian <asilitas perpa akan sebagaimana dimaksud pada a+at !1* diatur dengan Peraturan Pemerintah(.- Pasal 31B dihapus(%- 0etentuan Pasal 314 a+at !(* dihapus sehingga Pasal 314 berbun+i 33

sebagai berikut, Pasal 314 !1* Penerimaan negara dari Pa ak Penghasilan orang pribadi dalam negeri dan Pa ak Penghasilan Pasal (1 +ang dipotong oleh pemberi ker a dibagi dengan imbangan 8&A untuk Pemerintah Pusat dan (&A untuk Pemerintah 9aerah tempat ;a ib Pa ak terda<tar!(* 9ihapus()- 9i antara Pasal 314 dan Pasal 3( disisipkan ( !dua* pasal' +akni Pasal 319 dan Pasal 316 sehingga berbun+i sebagai berikut, Pasal 319 0etentuan mengenai perpa akan bagi bidang usaha pertambangan min+ak dan gas bumi' bidang usaha panas bumi' bidang usaha pertambangan umum termasuk batubara' dan bidang usaha berbasis s+ariah diatur dengan atau berdasarkan Peraturan PemerintahPasal 316 !1* ;a ib Pa ak badan dalam negeri dengan peredaran bruto sampai dengan #p%&-&&&-&&&-&&&'&& !lima puluh miliar rupiah* mendapat <asilitas berupa pengurangan tari< sebesar %&A !lima puluh persen* dari tari< sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 a+at !1* huru< b dan a+at !(a* +ang dikenakan atas Penghasilan 0ena Pa ak dari bagian peredaran bruto sampai dengan #p .-8&&-&&&-&&&'&& !empat miliar delapan ratus uta rupiah*!(* Besarn+a bagian peredaran bruto sebagaimana dimaksud pada a+at !1* dapat dinaikkan dengan Peraturan 7enteri 0euangan(7- 0etentuan Pasal 3( diubah sehingga berbun+i sebagai berikut, Pasal 3( Tata cara pengenaan pa ak dan sanksi-sanksi berkenaan dengan pelaksanaan Undang-Undang ini dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Nomor ) Tahun 1983 tentang 0etentuan Umum dan Tata 4ara Perpa akan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor (8 Tahun (&&7 tentang Perubahan 0etiga atas Undang-Undang Nomor ) Tahun 1983 tentang 0etentuan Umum dan Tata 4ara Perpa akan(8- 9i antara Pasal 3(1 dan Pasal 33 disisipkan 1 !satu* pasal' +akni Pasal 3(B sehingga berbun+i sebagai berikut, 34

Pasal 3(B 0etentuan mengenai pengenaan pa ak atas bunga atau diskonto :bligasi Negara +ang diperdagangkan di negara lain berdasarkan per an ian perlakuan timbal balik dengan negara lain tersebut diatur dengan Peraturan Pemerintah(9- 0etentuan Pasal 3% diubah sehingga berbun+i sebagai berikut, Pasal 3% 8al-hal +ang belum cukup diatur dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang ini diatur lebih lan ut dengan Peraturan PemerintahPasal $$ Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, 1- ;a ib Pa ak +ang tahun bukun+a berakhir setelah tanggal 3& 5uni (&&1 3a ib menghitung pa akn+a berdasarkan ketentuan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pa ak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun (&&& tentang Perubahan 0etiga atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pa ak Penghasilan(- ;a ib Pa ak +ang tahun bukun+a berakhir setelah tanggal 3& 5uni (&&9 3a ib menghitung pa akn+a berdasarkan ketentuan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang iniUndang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal 1 5anuari (&&9-

35