Pada citra, filter highpass dan filter lowpass dapat direpresentasikan sebagai matriks 2D.

Pada bank filter, sebagai contoh jenis wavelet haar, filter highpass dan lowpass didapat sebagai berikut :

Proses dekomposisi pada citra dengan menggunakan transformasi wavelet diskrit dapat dilakukan dengan cara mentransformasikan terhadap baris-baris citra, kemudian dilanjutkan dengan mentransformasikan terhadap kolom-kolom citra. Ilustrasinya adalah sebagai berikut :

Pada gambar diatas, proses dekomposisi citra dengan level dekomposisi satu, menghasilkan empat buah subband, yaitu :

1. 2. 3. 4.

cA : koeficien aproksimasi atau LL cH : koeficien Horisontal atau HL cV : koeficien Vertikal atau LH cD : koeficien Diagonal atau HH Proses dekomposisi tersebut dapat dilakukan sebanyak lebih dari satu kali, yaitu sebanyak jumlah level yang telah ditentukan sebelumnya. Untuk melakukan dekomposisi lebih dari satu kali, proses dekomposisi selanjutnya dilakukan dekomposisi pada koeficien aproksimasi (cA) atau LL, karena berisi sebagian besar dari informasi citra. Kemudian didapat 4 subband lagi, yaitu LL1, LH1, HL1 dan HH1. Begitu seterusnya hingga mencapai level yang diinginkan.

HL2 dan HH2 adalah matriks hasil dekomposisi level 2. HL1 dan HH1 adalah matriks hasil dekomposisi level 1.LH1. Memang belajar teori lebih susah daripada prakteknya. Untuk memudahkan perkalian terhadap baris.sepertinya tulisan diatas benar-benar membingunkan. Hmm…. Jadi disini saya akan memberikan sebuah contoh proses dekomposisi dengan menggunakan Transformasi Wavelet Diskrit dengan jenis haar. Sebagai contoh. sebaiknya dilakukantranspose pada matriks M. misal terdapat citra dengan matriks input sebagai berikut : Filter lowpass dan filter highpass dengan jenis haar adalah sebagai berikut : Langkah pertama adalah mengalikan filter lowpass dengan matriks M terhadap baris. Matriks LL1 digunakan untuk melakukan dekomposisi ke level 2. LH2. sehingga didapat : . Sehingga didapat LL2.

Kemudian dilakukan perkalian matriks MT dengan filter lowpass yang menghasilkan matriks D1T. LH dan HH. sama seperti langkah diatas. namun dilakukan dengan mengalikan filter lowpass terhadap baris dan filter highpass terhadap kolom untuk HL. Proses tersebut menghasilkan matriks D2. Untuk mengembalikan ke baris dan kolom sebenarnya. mengalikan filter highpass terhadap baris dan filter lowpass terhadap kolom untuk LH dan mengalikan filter highpass terhadap baris dan kolom untuk HH. sebagai berikut : Matriks D2 ini yang disebut dengan koeficien aproksimasi (LL). Langkah selanjutnya adalah melakukan perkalian filter lowpass dengan matriks D1terhadap kolom. dilakukan prosestranspose kembali pada matriks D1T. . Untuk mencari nilai HL.