MAHASISWA UPN “VETERAN” YOGYAKARTA BERSAMA MASYARAKAT MENUMBUHKAN KESADARAN TENTANG BENCANA TANAH LONGSOR

Lokasi studi di Dusun Ploso, Desa Wonolelo Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul

Mahasiswa KKN Angkatan 55

I.

Analisis Situasi Gerakan tanah adalah perpindahan material pembentuk lereng, berupa

batuan, bahan timbunan, tanah atau material campuran yang bergerak ke arah bawah dan keluar lereng (Varnes, D.J., 1978). Terjadinya gerakan tanah dapat menimbulkan bencana, terutama di daerah pemukiman atau adanya aktivitas manusia. Bencana gerakan tanah adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Hal ini dapat disebabkan, baik oleh faktor alam, faktor non alam, maupun faktor manusia, sehingga dapat mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, sarana dan prasarana, serta dampak psikologis. Kerugian jangka panjang dalam bentuk kehancuran lahan dengan berkurangnya tanah pucuk yang subur yang semakin meluas. Berkurangnya tanah pucuk yang subur berarti pula berkurangnya produktivitas tanah. Penggundulan hutan, pembukaan lahan usaha di lereng perbukitan terjal, pembuatan sawah basah pada daerah lereng lembah yang curam, merupakan tindakan memacu gerakan tanah.

II.

Kondisi Umum Lokasi KKN

II.1. Fisiografi Wilayah Kabupaten Bantul Pegunungan selatan Jawa merupakan pegunungan kapur dengan gejala karst dan dibeberapa tempat bagian bawah dari formasi kapur ini didasari oleh endapan vulkanik andesit tua seperti dapat dilihat di Batur Agung (Formasi Nglanggran)
1

dan di Merawan. Pegunungan Selatan Jawa memanjang arah Barat-Timur yang dimulai dari bagian Barat Teluk Tjiletuh di Jawa Barat sampai ke bagian Timur Segara Anakan. Dari Segara Anakan sampai ke Parangtritis, Zona Selatan (Pegunungan Selatan) mengalami penenggelaman dengan sisa-sisa dibeberapa tempat yang masih berada di beberapa di atas permukaan air laut yaitu di Pulau Nusakambangan dan Karangbolong. Pada bagian yang mengalami

penenggelaman ini untuk Jawa Tengah terisi oleh endapan-endapan yang berasal dari pengunungan Serayu Selatan. (Gambar 1).

Gambar 1. Peta tatanan fisiografi regional (Bemmelen, 1949). Secara morfografi dan morfogenesa, wilayah Kabupaten Bantul dapat dibagi menjadi tujuh satuan bentuklahan (Gambar 2), yaitu: 1. Dataran Aluvial: pedataran yang membentang dari timur-selatan.

Ketinggiannya antara 0 dan 50 m di atas permukaan laut. Dataran ini dilalui aliran sungai-sungai besar yang bermuara ke Samudera Hindia. 2. Kaki Gunungapi: berada pada tekuk lereng Gunung Merapi menuju daerah selatan yang berupa dataran aluvial sedangkan daerah tenggara merupakan rangkaian pegunungan selatan yan berupa bentuk karst.

2

Lereng Gunungapi: tersebar menempati tubuh Merapi dan Lamongan atau berada antara tekuk lereng kaki gunungapi dan puncak gunung api. daerah ini membujur dari puncak merapi sampai kabupaten sleman yang berupa kaki gunung berbatasan dengan kabupaten bantul tepatnya kecamatan Piyungan yang berupa dataran aluvial 5. Peta geomorfologi Kecamatam Piyungan Kabupaten Bantul. Tersebar di sekitar daerah kabupaten bantul yang berbatasan dengan Kabupaten Gunung kidul dengan berupa gawir sesar yang tersebar secara regional namun telah mengalami pelarutan yang intensif. merupakan sisa-sisa dari perbukitan disekitarnya yang mengalami erosi. 6. Satuan batuanya sama dengan perbukitan disekitarnya. 3 . Bukit Sisa: bukit-bukit kecil dengan ketinggian < 200 m. tepatnya tekuk lereng Merapi berbatasan dengan dataran aluvial. 3. Perbukitan Struktural: menempati bagian baratdaya yang dikendalikan oleh struktur lipatan dan sesar. memiliki morfologi positif dengan lereng curam. Kaki gunungapi. 4. Satuan ini umumnya memiliki kelas lereng agak terjal-terjal dengan kemiringan lereng berkisar antara 20’-30’.Gambar 2.

terdapat igir memanjang dari barat ke timur di bagian utara dengan lereng sangat curam.Proses terbentuknya satuan-satuan bentuklahan di daerah ini. sedangkan proses struktural terjadi karena adanya tenaga endogen sehingga membentuk Graben Bantul.3.. DAS Oya mempunyai satu sub-DAS yaitu sub4 . Proses fluvial terjadi akibat adanya tenaga pembentuk satuan bentuklahan dari tenaga air. didominasi oleh proses fluvial dan struktural.2. yaitu 15-30% hingga terjal di bagian atas 30-45%. Morfologi Perbukitan Baturagung terbagi atas 3 bagian. dan DAS Oya. yaitu lereng kaki. dan lereng atas. yaitu >45% mengarah ke utara yang merupakan bidang patahan (horst) batas sisi timur dari Graben Bantul di daerah penelitian. Morfometri Wilayah Kabupaten Bantul Menurut Santosa dan Adji (2006). lereng tengah. Topografi perbukitan ini mempunyai lereng yang miring di bagian bawah. Gambar 3 Peta Kelerengan Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul II.. II. Sungai dan Pola Pengaliran Kabupaten Bantul terdapat tiga daerah aliran sungai ( DAS ) yaitu DAS Progo. DAS Opak.

Progo Jumlah Kali Bedog 14 Sub Das 277. Bulus.00 910.50 96.40 97. Buntung.18 68. Gawe. Mruwe. DAS Progo mempunyai satu sub-DAS yaitu sub-DAS Bedog. Di samping itu air sungai juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Kedung Semerengan.387. Sungai sungai tersebut merupakan sungai yang berair sepanjang tahun (permanen).30 117. Opak Oya Kali Opak Kali Gawe Kali Buntung Kali Kuning Kali Mruwe Kali Kedung Semerengan Kali Code Kali Gajah Wong Kali Winongo Kali Bulus Kali Belik Kali Plilan 3.30 178.83 865. Code.58 178.40 4819. Tabel 1.00 119.29 Ha.10 653.00 Ha. Salah satu fungsi dari masing masing DAS adalah untuk mengairi areal pertanian.82 97.44 6617.51 278.30 Ha dan untuk DAS Progo luas lahan yang diairi adalah 4.80 2110.96 287.14 642.00 Nama Sub-DAS Luas (Ha) Luas Lahan yang diairi (Ha) 15 3. Untuk DAS Opak luas lahan yang diairi adalah 3.DAS Oya. Daerah aliran sungai dan panjang sungai (2006). Belik. Untuk DAS Opak mempunyai 12 sub-DAS yaitu sub-DAS Opak. Tepus. Secara keseluruhan DAS di wilayah Kabupaten Bantul menempati lahan seluas 45. Oya 2.60 Sumber : Dinas SDA Kabupaten Bantul 2010 5 .380. Gajah Wong.70 74.25 57.380.00 108.58 1455. Kuning.90 382.40 246.595. No Nama SubDAS 1. meskipun untuk sungai yang kecil pada musim kemarau debit airnya relatif sedikit.30 133. dan Plilan.34 1528. Winongo.58 185.

batulanau. 2. 1. dan lensa batugamping pada bagian atasnya sedangkan dibagian bawah napal pasiran dengan lensa batugamping. serta berpotensi terjadinya gerakan tanah. Lignit yang berasosiasi dengan batupasir tufa 6 . Formasi Sambipitu. Sesar Opak memotong Yogya Low dan Wonosari High dengan batuan andesit tua (OAF) sebagai penyusun struktur pemotongan sesar. yaitu radial yang memancar dari puncak Gunung Merapi yaitu radial sentrifugal. serta endapan permukaan yang berumur Kuarter. Formasi Gamping Wungkal Formasi ini tersusun dengan arah timur laut dan merupakan formasi dengan presentasi nilai terkecil. sedangkan di timur Opak masih terdapat Formasi Semilir dan Nglanggran yang juga terlibat dalam sistem sesar. Di sepanjang Sungai Opak terdapat sesar normal yang berada di sepanjang hampir 40 km dari pantai selatan Jawa di mulut sungai ke arah Prambanan Kabupaten Klaten dengan arah 30 sampai 40 derajat ke timur laut. Tediri dari tuff. Formasi Semilir Formasi ini memiliki struktur sedimen berlapis baik. Batuan sedimen terdiri dari dua formasi. batupasir tuffaan dan serpih batuan ini menempati bagian utara. pada batang sungaisungai besar berpotensi untuk terjadinya banjir. Struktur geologi yang berkembang di daerah Opak Pleret adalah sesar geser dan sesar normal.Secara umum dijumpai dua jenis pola pengaliran utama. erosi kuat. batuan gunung api. Batuan ini tersusun atas perselingan batupasir. Berdasarkan sifat-sifat batuan dapat diperinci menjadi tujuh formasi yaitu Formasi Sentolo. breksi batuapung dasitan. dan gumuk pasir. Sungai II. lembah sempit dan dalam. dan sedimen klastik karbonatan. Formasi Semilir Nglanggran. namun pada daerah selatan pada daerah muara sungai pola aliran sungai pola radial berkembang pola pengaliran sub-paralel. Stratigrafi Wilayah Kabupaten Bantul Stratigrafi daerah Bantul dan sekitarnya tersusun oleh batuan Tersier yang terdiri dari batuan sedimen klastik vulkanik. Formasi Wonosari.2. alirannya cepat. perairan. silangsiur berskala menengah dan permukaan erosi pada bagian bawahnya.

Bagian atas satuan ini terdapat batulempung dan serpih. Tahun 1995 (Gambar 4) dan laporan penelitian penyelidikan potensi airtanah. Daerah penelitian Memiliki variasi dari berbagai formasi geologi dengan material penyusun yang berbeda-beda. skala 1:100. Perbukitan Baturagung secara umum merupakan bentuklahan asal proses strukturisasi. II. Satuan bentuklahan yang didominasi oleh perbukitan struktural pada sebelah timur yang disebut Perbukitan Baturagung.000. yang 7 . Peta geologi wilayah Kabupaten Bantul Daerah penelitian merupakan lingkungan yang terbentuk dari proses pengangkatan yang mengakibatkan adanya jalur patahan pada sebelah barat Sungai Opak-Oyo. Secara keseluruhan ketebalan satuan ini diperkirakan 460 meter. mempunyai struktur longsoran bawah laut.gampingan dan kepingan koral pada breksi gunung api terdapat pada satuan ini di bagian tengah.I.3 Kondisi Geologi Berdasarkan Peta Geologi Lembar D. Tahun 2006.Yogyakarta. Kabupaten Bantul. Gambar 4.

baik gawir tunggal atau beberapa yang sejajar satu sama lain. telah dihasilkan peta struktur Pegunungan Selatan yang memperlihatkan sesar-sesar dengan pola huruf V yang diduga merupakan deep seated fault yang sampal ke permukaan (Gambar 5). Akibat adanya tenaga tersebut. terjadi karena adanya proses aliran air sungai yaitu Sungai Opak dan Sungai Oyo. II. Batas utara ditandai oleh gawir yang memanjang dan komplek. 1975).4 Penyebaran Daerah rawan bencana Geologi Pegunungan Selatan umumnya merupakan perbukitan yang terangkat dan mempunyai kemiringan ke selatan. Materi penyusun tersebut bersatu dengan endapan merapi muda yang berada di lapisan bawah dan endapan aluvial diatasnya.secara genesis merupakan dataran tinggi(plato) selatan Pulau Jawa yang telah mengalami pengangkatan dan patahan (Santosa dan Adji. didominasi oleh proses fluvial dan proses struktural. Satuan bentuklahan ini disebut dataran aluvial.. sedangkan proses struktural terjadi karena adanya tenaga endogen yang bergerak dari selatan menuju utara yang mengakibatkan patahan dan pengangkatan. Proses tenaga yang mempengaruhi terbentuknya lingkungan pengendapan fluvial. Proses erosi dan sedimentasi dari Perbukitan Baturagung yang mengisi cekungan menempati lembah-lembah antar perbukitan. Proses fluvial terjadi akibat adanya tenaga pembentuk satuan bentuklahan dari tenaga air. memiliki morfologi yang datar hingga landai. Berdasarkan tafsiran citra Landsat-1 dan anomali gaya berat (Untung dkk. maka terbentuk satuan bentanglahan yang sering disebut sebagai Graben Bantul. Proses terbentuknya satuan-satuan bentuklahan di daerah penelitian. 8 . 2006).

9 skala Richter telah menimpa daerah Yogyakarta dan sekitarnya termasuk daerah lokasi KKN. Ngambangan. Daerah yang dilewati sesar itu yakni Depok. Pada penelitian ini dicoba memodelkan struktur bawah permukaan dari zona sesar Opak di daerah Pleret. Studi kasus mengenai sesar (patahan) menjadi penting mengingat korban parah (korban jiwa maupun materil) akibat gempa Yogyakarta 27 Mei 2005 adalah daerah yang kondisi bawah permukaannya diperkirakan berupa sesar Opak.Gambar 5. tepatnya terletak 37 km dari garis pantai dengan episentrum di dasar samudera Hindia pada koordinat 8. Sumber gempa tersebut berpusat pada kedalaman 33 km. Aktifitas gempa tersebut telah memicu pergerakan sesar di wilayah Bantul dan sekitarnya. Tritohargo. Sesar (patahan) aktif tersebut diidentifikasi membentuk garis lurus di mulai dari pusat gempa pada koordinat 8.310 BT ). Kurang lebih 5500 jiwa kehilangan nyawa. dan kehilangan harta benda. dan Gondowulung di Yogyakarta.007 LS-110. 286 BT (1 kilometer dari garis pantai Parangtritis) ke arah timur laut sampai ke Prambanan. Gempabumi yang terjadi pada 27 mei 2006 sebesar 5.I. D.260 LS 110. ribuan warga luka-luka. Peta rawan bencana kabupaten Bantul. Yogyakarta. Bantul. 9 .

Curah hujan yang tinggi di daerah perbukitan mengakibatkan aliran air permukaan menjadi cepat dan besar. yaitu Sesar Opak (Gambar 3). dan curah hujan. sering dilanda bencana gerakan tanah. Permasalahan Daerah Sasaran KKN Sejak lama beberapa lokasi Dusun Ploso. berlereng sangat curam hingga tegak (Gambar 6). 10 . jumlah dan luasannya pun tampak meningkat dari tahun ke tahun. Di sisi lain. wilayah KKN dilalui zona sesar regional. Akibat interaksi dari seluruh kondisi tersebut. berlereng sangat curam hingga tegak (Gambar 2). berupa perbukitan berelief sangat kasar hingga dataran. Kecamatan Pleret. Gambar 6. Kabupaten Bantul. sedangkan di dataran rendah disusun endapan aluvial. Foto Udara daerah KKN Secara morfologi. geologi.III. berupa perbukitan berelief sangat kasar hingga dataran. Desa Wonolelo. maka dapat menimbulkan kerawanan terhadap terjadinya bencana gerakan tanah di daerah KKN. Secara geografis kondisi wilayah KKN memang memiliki variasi dalam hal morfologi. Secara morfologi. Di daerah perbukitan disusun oleh batuan volkanik.

Peta Citra Landsat daerah KKN Gambar 8.Gambar 7. Peta Geologi daerah KKN 11 .

dan berkesinambungan. Berdasarkan penjelasan di atas. Kabupaten Bantul IV. terencana. upaya mitigasi bencana. tingkat kerentanan gerakan tanah atau zonasi kerentanan. yaitu melalui gerakan 12 . Pada akhirnya diharapkan perencanaan dan pembangunan wilayah di daerah KKN dapat dilaksanakan secara terpadu. Kabupaten Bantul tingkat kerentanan gerakan tanah atau zonasi kerentanan. Sekaligus mewaspadai dan memperkecil kerugian harta-benda dan jiwa terhadap kemungkinan terjadinya bencana gerakan tanah. Selanjutnya dapat sebagai acuan pengembangan wilayah bagi Pemerintah Kabupaten Bantul maupun masyarakat sekitar. maka dianggap perlu untuk dilakukan inventarisasi tanda-tanda gerakan tanah di Dusun Ploso. ketahanan masyarakat terhadap bencana. upaya mitigasi bencana. hingga analisis resiko bencana gerakan tanah secara bertahap. Desa Wonolelo Kecamatan Pleret. Oleh karena itu. Kecamatan Pleret.Masyarakat di sekitar daerah rawan bencana sangat menginginkan dilakukannya inventarisasi kebencanaan di daerahnya. Lokasi rawan terjadinya bahaya gerakan tanah di darah Dusun Ploso. ketahanan masyarakat terhadap bencana. hingga analisis risiko bencana gerakan tanah. Solusi Yang Ditawarkan Untuk memecahkan permasalahan masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana. Hal ini sesuai dengan surat persetujuan dari pihak kepala desa. Gambar 9. Desa Wonolelo. maka diperlukan upaya-upaya nyata. perlu adanya informasi mengenai tanda-tanda bencana gerakan tanah. Informasi keberadaan tanda-tanda bencana gerakan tanah merupakan informasi awal tentang bencana gerakan tanah di lokasi KKN.

Pengembangan program dilaksanakan bersama-sama masyarakat di Dusun Ploso. Desa Wonolelo. Menentukan lokasi rawan bencana yang diwujudkan dalam bentuk peta titik-titik rawan bencana skala 1: 25. Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai wujud upaya nyata mahasiswa KKN UPN “Veteran” Yogyakarta Angkatan 55 adalah sebagai berikut: 1. Kabupaten Bantul. Kecamatan Pleret. Sosialisasi ditujukan kepada masyarakat di sekitar wilayah KKN mengenai tanda-tanda rawan bencana. Evaluasi kegiatan dilakukan sebagai tolak ukur berhasil atau tidaknya tujuan KKN. Menentukan arahan atau upaya penanggulangan Membangun ketahanan karakter masyarakat terhadap bencana melalui program gerakan sadar bencana di daerah rawan bencana. Strategi yang akan diterapkan adalah sebagai berikut: 1.000.000. Partisipasi mitra aparat desa/dukuh dan masyarakat ditunjukkan (Tabel 1): 1. 4. 2. 3. Mengenali tanda-tanda bencana di daerah sekitar Desa Wonolelo. Sejak tahap persiapan.bersama antara mahasiswa KKN UPN “Veteran” Yogyakarta Angkatan 55 dan masyarakat di daerah rawan bencana: 1. melalui keterlibatan dan partisipasi aktif masyarakat: 13 . Observasi dan pendataan langsung dilakukan di lapangan dengan cara mengumpulkan data primer. 4. Tahap persiapan dilakukan dengan cara mengumpulkan informasi mempelajari karakterisasi lokasi KKN 2. Kecamatan Pleret. 3. Memberi dasar-dasar mengenali tanda-tanda bencana Memberi penjelasan mengenai peta titik-titik rawan bencana dan zonasi kerentanan gerakan tanah skala 1: 25. 2. Kabupaten Bantul 3. Memberi pelatihan mitigasi dan praktek langsung di lapangan Membangun tanda-tanda evakuasi di lapangan seperti pembuatan patok petunjuk jalur evakuasi ketika terjadi bencana. 4.

b. BULAN. diamati.MINGGU KEGIATAN Administrasi Kompilasi data sekunder Pelepasan/kedatangan Survai tinjau Pengumpulan data primer Olah data Sosialisasi antar dukuh Presentasi di kelurahan Penarikan/pamitan SEPT 3 4 1 2 OKT 3 4 1 NOV 2 3 4 Lingkup data terdiri atas data primer dan data sekunder. 2. Melaksanakan sosialisasi secara terpadu. b. Merumuskan langkah-langkah sosialisasi. diperoleh oleh tim mahasiswa KKN secara langsung dari lapangan. Data primer adalah data yang langsung diambil. Menyelesaikan masalah administrasi Bersama masyarakat merumuskan rencana kegiatan atau membahas usulan rencana kerja mahasiswa KKN. melalui keterlibatan dan partisipasi aktif masyarakat: a. yaitu: 1. Waktu pelaksanaan dan tahapan pekerjaan secara bersama antara mahasiswa dan masyarakat. 3.a. melalui keterlibatan dan partisipasi aktif masyarakat: a. Menyiapkan materi sosialisasi. b. Mencari dan menemukan tanda-tanda bencana di lapangan. 14 . Data lokasi titik-titik gerakan tanah. yaitu: a. Mendatakan ketahanan ekonomi dan kearifan lokal masyarakat menghadapi bencana. Tabel 2. Tahap pelaksanaan kegiatan. c. Tahap evaluasi.

stratigrafi dan struktur geologi) di lokasi gerakan tanah/indikasi gerakan tanah. Data penggunaan lahan dan aktivitas manusia. Data geologi (litologi. Data geohidrologi di lapangan. 15 . baik lama maupun baru. Desa Wonolelo. Kondisi penggunaan lahan saat pengamatan. dan morfodinamis). 2. Petunjuk nyata di lapangan untuk langkah-langkah evakuasi bila terjadi bencana. b. Data aspek-aspek bentuklahan yang terdiri atas aspek morfologi (morfografi dan morfometri) serta aspek morfogenesa (morfostruktur aktif. yaitu: a. 6. Karakteristik litologi dan struktur geologi. 3. Kondisi tebal tanah. Data sekunder adalah data yang diambil secara tidak langsung. V. Peta geologi regional dari Badan Geologi Bandung. Kecamatan Pleret.b. erosi. e. Target Luaran Diperolehnya: 1. Data fisik regional yang meliputi iklim. 5. Kondisi curah hujan. sedangkan obyek pengamatannya terdiri atas: 1. hidrologi. penggunaan lahan yang diperoleh dari data Kabupaten Bantul Dalam Angka. tanah. 2. morfostruktur pasif. Kabupaten Bantul. terutama kelerengan dan pola pengaliran. Peta dan data tanda-tanda bencana Dokumen langkah-langkah evakuasi bila terjadi bencana. d. 3. Obyek KKN adalah titik-titik kejadian gerakan tanah dan masyarakat di Dusun Ploso. Bencana geologi lain yang ada: gempabumi. Karakteristik morfologi. 2. 4. dan banjir bandang. curah hujan. c. peta rupabumi dari Bakosurtanal Cibinong. berdasarkan laporan sebelumnya atau menggunakan data instansional.

Kabupaten Bantul. Membangun kesadaran masyarakat Dusun Ploso. Desa Wonolelo. Memetakan lokasi-lokasi yang menjadi titik-titik potensi terjadinya bencana tanah longsor di Dusun Ploso. Pemetaan dilakukan secara kontinu dengan melakukan perekaman data pada lokasi – lokasi yang dianggap berpotensi sebagai rawan bencana longsor seperti jembatan retak. sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan dan dapat hidup secara aman dan nyaman di daerah rawan bencana. 4. VI Rincian Kegiatan VI. Melakukan sosialisasi secara terpadu kepada masyarakat mengenai hal-hal yang berkaitan dengan karakteristik terjadinya bencana serta bagaimana usaha dini untuk menanggulangi datangya bencana tersebut. Kabupaten Bantulketika terjadi bencana tanah longsor (Gambar 9) 5.1 Pemetaan Daerah Rawan Bencana Longsor Daerah Dusun Ploso. Kurangnya kesadaran masyarakt akan hal itu yang melatarbelakangi pembuatan peta rawan bencana tanah longsor didaerah ini. Kegiatan ini bertujuan sebagai berikut : 1. lereng yang miring.2 Bentuk Kegiatan Utama Kegiatan pemetaan daerah rawan bencana longsor ini dilakukan dengan cara peninjauan langsung di lapangan pada daerah Dusun Ploso. tiang listrik miring. pohon – pohon yang mulai bergeser karena gerekan tanah dan lainya Dimana dilakukan dokumentasi pada titik-titik yang berpotensi mengalami 16 .4. Desa Wonolelo. Kecamatan Pleret. Desa Wonolelo akan pentingnya keselamatan karena hidup di daerah rawan bencana. Kecamatan Pleret. Terbangunnya kesadaran masyarakat akan bencana. 3. VI. Melengkapi fasilitas masyarakat mengenai pentingnya mengenai dampak lingkungan hidup dalam kehidupan bermasyarakat. 2. Membuat tanda serta petunjuk evakuasi di Dusun Ploso. Kecamatan Pleret. Kabupaten Bantul berada di daerah zona rawan akan bencana tanah longsor yang dapat merugikan masyarakat baik secara moril maupun materiil. Desa Wonolelo. Desa Wonolelo.

Kegiatan ini sebagai tambahan dalam kegiatan KKN angkatan 55 yang berlandaskan pengabdian pada masyarakat dalam bentuk pendidikan. Kegiatan ini bertujuan sebagai berikut : 1. Kecamatan Pleret. Kecamatan Pleret. Kabupaten Bantul 4. Kegiatan bimbingan belajar ini ditujukan untuk siswa – siswi Sekolah dasar di Desa Wonolelo.siswi Sekolah Dasar baik dalam bidang akademik maupun ekstrakulikuler. Mensosialisasikan kepada siswa – siswi Sekolah Dasar di Desa Wonolelo. Kabupaten Bantuluntuk pentingnya ilmu pengetahuan. Kabupaten Bantul masih termasuk desa dengan pendidikan yang masih tertinggal dari daerah perkotaan seperti di daerah kota Yogyakarta. Hal ini juga akan membangun semangat dan rasa peduli anak-anak terhadap pentingnya ilmu pengetahuan. Menumbuhkan semangat belajar bagi siswa-siswi Sekolah Dasar di Desa Wonolelo. Kecamatan Pleret.gerakan tanah dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Membangun kesadaran siswa Sekolah Dasar Desa Wonolelo. 2. Mencerdaskan siswa . Bentuk kegiatan adalah dengan memberikan materi tambahan berupa akdemik dan ekstrakulikuler diluar jam belajar. Kecamatan Pleret. Kecamatan Pleret. Kemudian setelah semua data dikumpulkan akan diplot pada peta rupa bumi daerah penelitian sebagai sarana bagi masyarakat dalam mengenali lokasi yang berpotensi terjadinya gerakan tanah.3 Bentuk Kegiatan Tambahan VI. VI. Melihat kondisi tersebut juga membangun ide untuk memberikan bimbingan belajar terhadap siswa Sekolah dasar pada khususnya mengenai pelajaran – pelajaran akademik maupun ekstrakulikuler.3. Kabupaten Bantul yang akan di adakan diluar jam Sekolah. Kabupaten Bantul akan pentingnya keselamatan karena hidup di daerah rawan bencana longsor. 17 .1 Bimbingan Belajar (Sekolah Dasar) Di Desa Wonolelo. 3.

Kabupaten Bantulyang terletak di kabupaten Bantul tanggap terhadap perkembangan teknologi. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan akhirnya akan diserahkan bantuan berupa modem internet untuk kantor kecamatan dan desa yang dapat digunakan untuk mengakses informasi yang dapat diberikan kepada masyarakat. dimana internet dapat dijadikan sebagai sarana koomunikasi dan pengembangan ilmu pengetahuan yang terbilang cepat. Kabupaten Bantul. Baik melalui media cetak maupun elektronik. PMI merupakan salah satu organisasi yang melayani kegiatan donor darah di Indonesia yang mulai terbentuk pada tanggal 3 September 1945. Di daerah Dusun Ploso. tentunya sudah tidak asing dengan PMI (Palang Merah Indonesia). Desa Wonolelo.3 Donor Darah Bila mendengar kata "Donor Darah". Membuat sarana kamunikasi elektronik (internet) untuk memenuhi keperluan masyarakat. Menjadikan masyarakat Dusun Ploso. Desa Wonolelo.3.3. Menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat Dusun Ploso. VI. Desa Wonolelo.2 Pengembangan Wawasan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Pada Masa sekarang ini telah ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berkembang pesat. Kecamatan Pleret. Kecamatan Pleret. Dengan penggunaan internet pengguna dapat mengakses informasi secara universal dalam berbagai bidang dan keperluan. Salah satunya adalah akses internet. Kecamatan Pleret. Desa Wonolelo. 18 . Bentuk kegiatan ini adalah dengan memeberikan pelatihan kepada masyarakat tentang penggunaan internet sebagai sarana akses informasi global yang ditujukan kepada seluruh masyarakat Dusun Ploso. yang juga kemudian ditetapkan sebagai Hari PMI. Untuk mengatasi hal tersebut dalam kegiatan KKN 55 ini melakukan kegiatan pengembangan wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat denga tujuan sebagai berikut : 1. Kabupaten Bantul yang terletak di kabupaten Bantul masih kurangnya akses internet bagi masyarakat pada umumnya. 2.VI. Kecamatan Pleret. Kabupaten Bantul 4. Memudahkan masyarakat dalam melakukan akses internet 3.

Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara mahasiswa dan warga untuk melakukan kerja bakti guna terciptanya suatu lingkungan yang nyaman dan bersih.4 Kerja Bakti Dusun Ploso. Penyakit HIV / AIDS 3. Kecamatan Pleret. Pendonor yang rutin mendonorkan darahnya setiap 3 bulan sekali dapat menurunkan resiko terkena penyakit jantung. Memeriksakan kesehatan secara teratur (donor darah dilakukan 3 bulan sekali) meliputi : tekanan darah. Terciptanya kesadaran masyarakat dalam hal kesehatan Pada kegiatan ini akan bekerjasama dengan PMI sekitar yang ditujukan kepada seluruh masyarakat Dusun Ploso. Kecamatan Pleret. Desa Wonolelo. 19 . Warga dapat mengetahui golongan darahnya 2. Kabupaten Bantul. donor darah menyebabkan tekanan darah menjadi rendah. Hal ini disebabkan antara lain karena masih banyak masyarakat yang terkontaminasi dengan mitos donor darah (penularan penyakit. hemoglobin.3. Membakar kalori dalam tubuh 6. penyakit dalam. suhu. VI. tinggi dan berat badan. terutama di bulan ramadhan dan setelah lebaran. dan badan merasa sehat 5. Mengurangi kelebihan zat besi dalam tubuh 4. Desa Wonolelo.laki sebesar 30% (British Journal Heart) seperti serangan jantung koroner dan stroke karena memungkinkan terjadinya pergantian sel darah baru.Semakin meningkatnya permintaan darah terkadang menyebabkan PMI mengalami kekurangan stok darah. dan lain sebagainya). Tujuan di adakannya kegiatan donor darah selain bermanfaat bagi orang lain juga bermanfaat bagi diri sendiri antara lain : 1. Kabupaten Bantul merupakan daerah dengan lingkungan yang sangat kental dengan suasana pedesaan. penyakit hepatitis A dan C. sehingga calon pendonor pun menjadi takut untuk melakukan donor darah. nadi. terutama pada laki .

000.00 Rp 160. Acara Pemetaan Daerah Rawan Bencana Longsor No. Biaya Program Rincian biaya di dalam pelaksanaan KKN 55 ini adalah sebagai berikut : VII.00 20 .000.00 Rp 50. Pada sekarang ini kebanyakan anak-anak usia dini mempunyai ke kreatifitasan yang tinggi.000. sedangakan pengkonsumsi disebut dengan konsumen. Kegiatan yang akan dilaksanakan berupa pelatihan kerajinan tangan. usaha masyarakat dalam memproduksi suatu barang atau jasa yang diperjual belikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memenuhi kebutuhan pelaku ekonominya. VII.00 Biaya Rp 100. Kegiatan ekonomi meliputi. Kabupaten Bantul.000. Sebagian kerajinan tangan bisa dipakai sendiri dan sebagian kerajianan yang unik bisa di jual. Kecamatan Pleret. Perlunya pengembangan kreatifitas dan inovasi merupakan upaya Tim KKN dalam memperbesar dan memperluas usaha masyarakat khususnya anak usia sekolah dasar dan remaja dengan pelatihan kewirausahaan sejak dini di Dusun Ploso. Pelaku ekonomi biasa disebut dengan produsen. Desa Wonolelo. Oleh karena itu diperlukan adanya suatu wadah penyaluran agar ke kreatifitasan mereka bisa berguna untuk dirinya sendiri maupun orang lain.00 Rp 50.000.000.00 3 4 5 Lapangan Kertas HVS Kompas Geologi Set Rim Buah 16 5 8 Rp 15.3.1.000.000.00 Rp 34. 1 2 Barang Peta Geologi Peta Rupabumi Alat Tulis dan Buku Satuan Lembar Lembar Jumlah 1 1 Harga Satuan Rp 100.VI.000.00 Rp 20.000.00 Rp 240.00 Rp 170.5 Pelatihan Kewirausahaan Sejak Dini Salah satu faktor yang menentukan sebuah pengembangan msayarakat adalah kegiatan ekonominya. Hasil dari penjualan kerajinan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

000.000.000.000. Barang Alat Tulis dan Satuan Jumlah Harga Satuan Biaya 1 Blocknote snack Pertemuan (6 X Set 1 Rp 200.000.000.000.00 Rp 100.000.2.00 Jumlah Total Biaya VII.00 Rp 1.00 2 3 Pertemuan) Whiteboard Peminjaman Orang Buah 50 1 Rp 3.000.00 Rp 900.00 Rp 15.00 Rp 100.000.960.200.000.00 Rp 20.6 7 GPS Palu Geologi Print Backdrop 5 X Buah Buah 8 8 Rp 20.000.000.000.00 Rp 5.000.00 Jumlah Total Biaya Rp 1.00 Rp 120.00 Rp 120.3.00 Rp 40.000.00 Rp 200.00 Rp 300.00 Rp 1. 1 2 Barang Modem Internet Pulsa Modem Satuan Buah Paket Jumlah 4 4 Harga Satuan Rp 300.000.000.00 11 12 Proyektor LCD Akomodasi Survey Hari 10 Rp 20.00 21 .000.000.000.0000.00 8 9 10 2 meter Papan Kayu dan Cat Kuas Cat Peminjaman Lembar Set Buah 2 8 8 Rp 150.00 Biaya Rp 1.00 Rp 50.000.000.400.00 Rp 160.000.00 Rp 200.00 Rp 120.00 Jumlah Total Biaya VII.000. Pengembangan Wawasan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi No.00 Rp 300.000.00 4 Proyektor LCD Hari 6 Rp 20.00 Rp 200. Acara Bimbingan Belajar (Sekolah Dasar) No.520.000.

000.00 Jumlah Total Biaya VII.520. Kerja Bakti 6. Donor Darah No. Kerajinan Tangan No.000. Kabupaten Bantul Total biaya keseluruhan adalah sebagai berikut : 1.000.00 Rp 5.00 Rp 1.000.00 Rp Rp Rp 100.000.000.00 500.000. Kerja Bakti No.6.000. Donor Darah 5.00 3.000.000.000.000.000.00 Rp 150.000.000. Acara Bimbingan Belajar (Sekolah Dasar) 3.000.00 Rp 1.830.00 Rp 350.00 350.VII.00 Biaya Rp 100.00 Jumlah Total Biaya VII.00 Rp 200. Kerajinan tangan Total Biaya Keseluruhan Rp 1. Desa Wonolelo.960. Kecamatan Pleret. Barang 1.000.400.00 Dusun Ploso.000. Pengembangan Wawasan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi 4. Acara Pemetaan Daerah Rawan Bencana Longsor 2. Perlengkapan kerajinan Peralatan kerajinan Jumlah Total Biaya Jumlah Rp 300. Barang 1 Akomodasi Satuan Buah Jumlah Harga Satuan 1 Rp 100.00 Rp Biaya Rp 200. Barang 1 2 Alat kebersihan Snack Satuan Set Orang Jumlah 1 50 Harga Satuan Rp 200.00 Rp 100.5.00 22 .00 Rp 500.4. 2.

M. 115.1992. NIP.031. 2 orang Mahasiswa Prodi Teknik Industri (Nama Peserta KKN Tematik angkatan 55 Lampiran ) X.014 23 . Surat Pernyataan Kesediaan Masyarakat (Dukuh dan Desa) (Lampiran 1) IX. Peserta KKN Mahasiswa KKN Tematik Angkatan 55 terdiri atas mahasiswa Program Studi Geofisika. Akuntansi dan Teknik Industri.100. 24 orang Mahasiswa Prodi Teknik geofisika 2. Besar harapan kami proposal ini dapat dikabulkan dan menjadi bahan pertimbangan. 6 orang Mahasiswa Prodi Teknik Geologi 3. 6 orang Mahasiswa Prodi Akuntansi 5.VIII. Penutup Demikian proposal ini kami ajukan kepada LPPM UPN “Veteran” Yogyakarta. 30 Juli 2013 Mengetahui. Ir. 1. 19580822. Geologi. Firdaus Maskuri. 2 orang Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional 4. Dosen Pembimbing Lapangan Ketua. Yogyakarta.T.001 Adi Wijayanto NIM.