LAPORAN KASUS

Carcinoma Buli-Buli

PEMBIMBING :
dr. PANDU ISHAQ , Sp.U
OLEH :
NASTI YULI LESTARI
H1A 005 035

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK
MADYA DI LAB/SMF BEDAH
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM
RUMAH SAKIT UMUM PROVINSI NTB
MATARAM
2012

HALAMAN PENGESAHAN
Judul

: Carcinoma Buli-Buli

Nama

: Nasti Yuli Lestari

NIM

: H1A 005 035

Laporan kasus ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian
Kepaniteraan Klinik Madya pada Bagian/SMF Bedah Rumah Sakit Umum Provinsi
Nusa Tenggara Barat/Fakultas Kedokteran Universitas Mataram.

Mataram, 15 Maret 2012
Pembimbing,

dr. Pandu Ishaq, Sp.U

asma (-). IDENTITAS PASIEN Nama : Ny. tidak ada keluarga pasien yang menderita penyakit seperti pasien. Selain itu perut bagian bawah dirasakan semakin membesar dan teraba keras sejak 1 tahun dan kadang-kadang dirasakan nyeri. tidak bercabang dang tidak terputusputus. Riwayat hipertensi (-). namun hilang timbul. Demam (-). Pasien tidak ada mengeluh kencing keluar butiran pasir dan tidak pernah berbentuk batu.ANAMNESIS Keluhan Utama: Kencing darah Riwayat Penyakit Sekarang: Pasien datang ke poli urologi pada tanggal 31 januari 2011 keluhan kencing darah sejak ± 1 minggu yang lalu. Riwayat trauma pada kandung kemih (-). kencing manis (-). Riwayat Penyakit Dahulu: Riwayat kencing darah ± 1.LAPORAN KASUS I. tidak pernah menderita penyakit infeksi saluran kemih dan batu saluran kemih. Pancaran kencing baik. mual (-).5 tahun yang lalu. muntah (-) dan riwayat adanya kencing disertai pasir ataupun batu (-). Riwayat Penyakit Keluarga Menurut pengakuan pasien. disertai dengan gumpalan-gumpalan darah berwarna kehitaman. H Umur : 50 tahun Jenis kelamin : Perempuan Alamat : Pagesangan Pekerjaan : IRT Tanggal pemeriksaan : 3 Februari 2012 No RM : 268500 II. Riwayat Pribadi . kencing terkadang disertai nyeri. Tidak ada keluarga pasien yang pernah operasi ginjal maupun saluran kencing. Kencing berdarah terjadi sejak awal sampai akhir kencing.

S1S2 tunggal regular.5 0 C Respirasi : 20 kali/menit • Kepala : Normochepali • Mata : anemis (-/-). Os serumah dengan anggota keluarga yang merokok aktif. refleks pupil (+/+) • Leher : pembesaran KGB regional (-). murmur (-). dinding dada simetris Palpasi : iktus cordis teraba di ICS V midclavicula sinistra Perkusi : batas kanan jantung : ICS II parasternal dextra batas kiri jantung : ICS V linea midclavicula sinistra batas atas jantung : ICS II parasternal sinistra batas bawah jantung : ICS V midclavicula sinistra Auskultasi . spider nevi (-). fremitus teraba sama. sela iga melebar (-) Perkusi : sonor pada seluruh lapang paru Palpasi : pergerakan dinding dada simetris.Os memiliki kebiasaan mengkonsumsi minuman kopi setap hari sekitar 3-4 gelas sehari. gallop (-) • Abdomen Inspeksi : distensi (-). III. otot intercostalis interna dan eksterna (-). otot sternoklimatoideus (-).nyeritekan (-) Auskultasi : vesikuler (+/+). bising aorta (-) palpasi : defans muskular (-). massa (-) • THT • : dalam batas normal Thorak Pulmo Inspeksi: bentuk simetris. NT (-) perkusi : timpani seluruh lapang abdomen . normal. skelera ikterik (-/-). ronchi -/-. barrel chest (-). hematoma (-) Auskultasi : bising usus (+).PEMERIKSAAN FISIK Keadaan umum : Sedang Tekanan darah : 140/90 mmHg Nadi : 88 kali / menit Suhu : 36. wheezing -/Cor Inspeksi : iktus cordis tidak tampak . massa (-).

Pada pemeriksaan fisik didapatkan : Vital sign dalam batas normal.warna kulit sama dengan sekitarnya. tanda radang (-). Status urologis pada regio suprapubic: teraba masa (+). massa tumor (-). Riwayat konsumsi kopi (+). DIAGNOSIS Obs Hematuri ec Suspek Ca buli-buli VII. Selain itu perut bagian bawah dirasakan semakin membesar dan teraba keras sejak 1 tahun dan kadang-kadang dirasakan nyeri. ballottement (-) Perkusi : Nyeri ketok (-). hematoma (-) Palpasi : teraba masa (+). tanda radang (-). DIAGNOSIS BANDING • Batu buli-buli • Batu ureter • Tumor ginjal • Batu ginjal • Tumor ureter • Ca Buli VI. Kencing berdarah terjadi sepanjang kencing terkadang disertai nyeri. konsistensi padat keras. hematoma (-) palpasi : Nyeri tekan (-). • Ekstremitas : akral hangat IV. batas tidak tegas. immobile (+).• Status Urogenital Regio costovertebralis .nyeri tekan (+). batas tidak tegas. Inspeksi : Warna kulit sama dengan sekitarnya. immobile (+). V. konsistensi padat keras. Regio suprapubic Inspeksi : Tampak masa (-).RESUME Pasien wanita umur 50 tahun datang dengan keluhan kencing darah sejak ± 1 minggu yang lalu. nyeri tekan (+). USULAN PEMERIKSAAN .

HASIL PEMERIKSAAN PENUNJANG • Laboratorium WBC: 18. tidak tampak asites. CT Scan abdomen.5 U/L • USG Kesan : massa solid Ө 14 cm di abdomen bawah. BUN. SC - Sitologi urin - Sistoskopi untuk biopsy - IVP. DL.36 x 103 μl HB: 10. mobilitas terbatas.- Laboratorium: UL. • CT-Scan . Thorax Foto VIII.4 g/dl PLT: 667 x 103 μl Urea: 21 mg/dl SC: 0. batas tidak tegas.

vesika urinaria  cenderung masa vesika urinaria .Kesan: lesi padat ireguler pada aspek anterolateral.

• Hasil PA Sesuai dengan papillary urothelial cell carcinoma VIII. PLANNING TERAPI • Kemoterapi Sistemik • Radiasi paliatif IX. DIAGNOSIS Obs Hematuri ec Ca buli-buli stage T4NxM1 (stadium IV) IX. PROGNOSIS Dubia ad malam .• Thorax Foto Kesan : tampak nodul-nodul di seluruh lapang paru yang merupakan proses metastase.

Klinikal staging dan patologi staging pada Ca buli-buli - Staging Ca buli secara patologi Berdasarkan American Joint Comitee on Cancer. M0) . • T3b: Penyebaran tumor ke jaringan lemak di bagian luar kandung kemih cukup besar untuk dilihat pada tes pencitraan atau untuk dilihat secara makroskopik. dinding panggul. T3b. T4: Tumor telah menyebar keluar jaringan lemak dan masuk ke organ terdekat. atau multiple dengan ukuran tidak lebih besar dari diameter 5 cm N3: Metastasis di kelenjar getah bening lebih besar dari 5 cm M0: Tidak ditemukan metastase jauh M1: Ditemukan metastase ke bagian tubuh yang jauh (kelenjar getah bening jauh. 4. M0) Stage III (T3a. • T3a: Penyebaran tumor ke jaringan lemak di bagian luar kandung kemih hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop. • T4a: Tumor telah menyebar ke stroma dari prostat (pada pria). dan hati). Belum tumbuh ke dalam lapisan otot kandung kemih T2: Tumor telah tumbuh ke lapisan otot • T2a: Tumor telah mencapai lapisan otot superficial • T2b: Tumor telah mencapai lapisan otot yang lebih dalam T3: Tumor telah berkembang melalui lapisan otot kandung kemih dan ke dalam jaringan lemak yang mengelilinginya.Tugas 1. 5. • T4b: Tumor telah menyebar ke dinding panggul atau dinding perut. N0. vagina. 1997: Tx: tumor tidak dapat dinilai karena kurangnya informasi T0: tidak ada bukti tumor primer Ta: Non-invasive papillary carcinoma Tis: Carcinoma non invasive ( carcinoma in situ. Nx: Kelenjar getah bening regional tidak dapat dinilai karena kurangnya informasi. M0) Stage 0is (Tis. paru-paru. N0. M0) Stage I (T1. M0) Stage II (T2a or T2b. vesikula seminalis. 2. 3. N0. rahim. atau dinding perut. atau ke rahim dan / atau vagina (pada wanita).mengalami invasi pada stroma (jaringan utama) dari prostat. N0: Tidak ada penyebaran ke limfonodi regional N1: Metastasis di kelenjar getah bening tunggal ukuran 2 cm atau lebih kecil N2: Metastasis di kelenjar getah bening tunggal 2-5 cm. Stadium Carcinoma Buli-buli 1. N0. Stage 0a (Ta. tulang. N0. atau CIS) T1: Tumor telah tumbuh dari lapisan sel yang melapisi kandung kemih ke dalam jaringan ikat di bawahnya. or T4a.

b.- 6. Non transisional cell carcinoma: a) Adenocarcinoma b) Squamous cell carcinoma c) Undifferentiated carcinoma d) Mixed carcinoma 3. T2: teraba masa sebelum operasi. karsinokarsinoma. Stage IV(T4b. Transisional cell carcinoma 2. M1) Staging Ca buli secara klinis Dapat dilakukan saat pemeriksaan dengan palpasi bimanual dibawah narkose umum: T1: tidak teraba masa sebelum ataupun setelah operasi. limfoma. tidak teraba masa setelah operasi.M0. e.T4: teraba masa sebelum dan sesudah operasi. koriokarsinoma dan tumor mesenkim. T3. semua T. NMP22 adalah tes antibodi monoklonal ganda dirancang untuk mengukur secara kuantitatif aparat mitosis nuklir (MUMA) protein. . tumor karsinoid. Immunocyst tes untuk mendeteksi glycosylated carcinoembryonic antigen (CEA) yang berasal dari epitel transisional.N1-3. c. BTA-tes untuk mendeteksi faktor komplemen H (CFH) dan protein yang terkait (CFH-rp) dalam urin. Jenis carcinoma yang terjadi pada buli-buli 1. d. Karsinoma epitelian dan non epithelial Karsinoma epithelial di buli ditemukan dengan adenoma villi. 2. M0.N0. Urovysion tes mendeteksi sel kanker berdasarkan aneuploidi kromosom yang berhubungan dengan terjadinya kanker buli. semua T. Tumor marker Ca buli-buli a. dan melanoma. Karsinoma non epithelial ditemukan bersama dengan feokromositoma. semua N.

sebelum dipastikan oleh seorang dokter maka itu harus dianggap sebagai sebuah masalah yang serius dan bukan sekedar infeksi biasa. Terdapat kasus yang melaporkan. di tengah otot sirkuler. dan uretra posterior. dan yang terluar otot longitudinal. pasien kemudian menjadi tenang. Mukosa buli-buli terdiri atas sel-sel transisional yang sama seperti pada mukosa-mukosa pada pelvis renalis. pernah mengeluhkan kencing yang berwarna merah dan bercampur darah. lapisan otot yang tebal dan dalam terdiri dari lapisan-lapisan otot halus yang tebal yang membentuk lapisan dinding otot kantung kemih. Tetapi karena pernah mendengar bahwa itu adalah tanda adanya infeksi di saluran kemih dan bisa sembuh atau hilang dengan minum obat tertentu. dan pembuluh darah. • Otot detrusor.TINJAUAN PUSTAKA Tumor Buli-Buli atau juga bisa disebut tumor vesika urinaria (kandung kemih) merupakan keganasan kedua setelah karsinoma prostat. Bila Anda menemui keluhan kencing darah yang berulang atau menetap dengan atau tanpa rasa sakit. lapisan yang terletak di bawah epitelium. yaitu : • Epitelium. • Lamina propria. tapi bisa juga berarti tanda adanya batu saluran kencing bahkan keganasan atau kanker di saluran kemih. Buli-buli Kandung kemih adalah sebuah organ tubuh yang menyerupai sebuah ‘kantung’ dalam pelvis yang menyimpan urin yang diproduksi ginjal. bagian transisional dari epitel yang menjadi asal datangnya sel kanker. Pada dasar buli-buli . Buli-buli sendiri terdiri dari 3 lapis otot detrusor yang saling beranyaman. Kandung kemih dibagi menjadi beberapa lapisan. jaringan-jaringan. lapisan terluar yang terdiri dari lemak. Tapi ketahuilah jangan pernah meremehkan kencing berdarah karena itu bukan hanya berarti infeksi. Di bagian dalam adalah otot longitudinal. ureter. Tumor ini dua kali lebih banyak mengenai laki-laki daripada wanita. • Jaringan perivesikal lembut. Urin dialirkan ke kandung kemih melalui saluran yang dikenal sebagai ureter.

Hal ini akan menyebabkan kontraksi otot detrusor. terbukanya leher buli-buli. buli-buli terletak di belakang simfisis pubis dan pada saat penuh berada di atas simfisis sehingga dapat dipalpasi dan diperkusi. dan permukaan posterior. Di daerah industri kejadian tumor ini meningkat tajam. Permukaan superior merupakan lokus minoris (daerah terlemah) dinding buli-buli Buli-buli berfungsi menampung urine dari ureter dan kemudian mengeluarkannya melalui uretra dalam mekanisme miksi (berkemih). buli-buli mempunyai kapasitas maksimal. Secara anatomik. Pada saat kosong. dan relaksasi sfingter uretra sehingga terjadilah proses miksi. Sedangkan kapasitas buli pada anak menurut Koff adalah: (Umur + 2) x 30 ml. Perjalanan Penyakit Karsinoma buli merupakan 2% dari seluruh keganasan. dan merupakan keganasan kedua terbanyak pada sistem urogenitalia setelah karsinoma prostat. . yang volumenya untuk orang dewasa kurang lebih 300450 ml. Tumor ini dua kali lebih sering menyerang pria daripada wanita. Dalam menampung urine. dua permukaan inferiolateral. buli-buli terdiri atas 3 permukaan. yaitu permukaan superior yang berbatasan dengan rongga peritoneum.kedua muara ureter dan meatus uretra internum membentuk suatu segitiga yang disebut trigonum buli-buli. Buli-buli yang terisi penuh memberikan rangsangan pada saraf aferen dan menyebabkan aktivasi pusat miksi di medula spinalis segmen sakral S2-4.

Substansi ini diyakini terbawa dalam urine dan menyebabkan asal tumor dalam kaitannya dengan kontak dengan permukaan mukosa vesika dalam waktu lama. pabrik kulit. dan obat-obatan . Beberapa faktor resiko yang mempermudah seseorang menderita karsinoma buli-buli adalah: 1. dan iliaka komunis. dan pekerja salon/ pencukur rambut sering terpapar oleh bahan karsinogen berupa senyawa amin aromatik (2-naftilamin. Salah satunya adalah sifat karsinogenisitas dari β-naphthylamine yang telah ditemukan. paru-paru dan tulang. Coli dan Proteus spp menghasilkan nitrosamin yang merupakan zat karsinogen. tekstil. Etiologi dan faktor resiko Penyebab-penyebab tumor buli semakin banyak dan rumit. 4. benzidine. Keganasan buli-buli tejadi karena induksi bahan karsinogen yang banyak terdapat di sekitar kita. laboratorium. Substansi kimia lainnya yang diwaspadai bersifat karsinogenik adalah benzidine. dan 4-aminobifamil). iliaka eksterna. Perokok Resiko untuk mendapat karsinoma buli-buli pada perokok 2-6 kali lebih besar dibanding dengan bukan perokok. Infeksi saluran kemih Telah diketahui bahwa kuman-kuman E. perivesika. 2. dan beberapa substansi-substansi dalam industri kimia diyakini bersifat karsinogenik (Hueper. Tumor ini lama kelamaan dapat mengadakan infiltrasi ke lamina propria. Pekerjaan Pekerja pabrik kimia. 1942). terutama pabrik cat. Di samping itu tumor dapat menyebar secara limfogen maupun hematogen. obturator. Penyebaran hematogen paling sering ke hepar. otot. pabrik korek api. Kopi. Rokok mengandung bahan karsinogen amin aromatik dan nitrosamin. pemanis buatan. 3. Penyebaran limfogen menuju kelenjar limfe.Karsinoma buli-buli yang masih dini merupakan tumor superfisial. dan lemak perivesika yang kemudian menyebar langsung ke jaringan sekitarnya.

sesile atau ulcerasi. lesi eksofitik. fenasetin. Karsinoma non sel transisional • Adenokarsinoma Terdapat 3 kelompok adenokarsinoma pada buli-buli. B. Pada beberapa aksus sistitis glandularis kronis dan ekstrofia vesika pada perjalanan lebih lanjut dapat mengalami degenerasi menjadi adenokarsinoma buli-buli. atau uretra posterior. Dapat terjadi dekat atau jauh dari lesi oksofitik. serta pemakaian obat-obatan siklofosfamid yang diberikan intravesika. Karsinoma urotelial datar adalah tumor yang sangat agresif dan bertumbuh lebih cepat dari tumor papilari. Urakhus persisten . Karsinoma sel transisional Sebagian besar dari seluruh tumor buli adalah karsinoma sel transisional. Tumor ini bersifat multifokal yaitu dapat terjadi di saluran kemih yang epitelnya terdiri atas sel transisional yaitu di pielum. di antaranya adalah: 1. dapat juga fokal atau difuse. noduler (infiltratif) atau campuran antara bentuk papiler dan infiltratif. Carsinoma in situ berbentuk datar (non papiler anaplastik). Sedangkan jenis yang lainnya adalah karsinoma sel squamosa (± 10%) dan adenokarsinoma (± 2%). 2. Tumor ini biasanya berbentuk papiler. pemanis buatan yang mengandung sakarin dan siklamat. Jenis histopatologi Sebagian besar (± 90%) tumor buli-buli adalah karsinoma sel transisional. dan obat antituberkulosa INH dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan resiko timbulnya karsinoma buli-buli. A. opium. tumor non invasif (in situ). Primer terdapat di buli-buli Biasanya terdapat di dasar dan di fundus buli-buli. Bentuk tumor Tumor buli terdapat dalam bentuk papiler. ureter. sel-sel membesar dan nukleus tampak jelas.Kebiasaan mengkonsumsi kopi.

glandular. dan kata undifferentiated merujuk kepada sifat alamiah sel-sel tersebut yang bersifat anaplastik. infestasi cacing schistosomiasis pada buli-buli. dan endometrium. koriokarsinoma.Adalah sisa duktus urakhus yang mengalami degenerasi maligna menjadi adenokarsinoma. Karsinoma non epitelial ditemukan bersama dengan feokromositoma. kateter menetap yang dipasang dalam jangka waktu lama. Tumor ini tidak memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dari tumor lain. dan tidak berdiferensiasi. epidermoid atau adenokarsinoma tidak terjadi. diantaranya adalah prostat. dan melanoma. tumorkarsinoid. 3. Dalam karsinoma yang tidak terdiferensiasi. Yang tersering adalah campuran bentuk transisional dan skuamosa. rektum. limfoma. lambung. Tumor sekunder yang berasal dari fokus metastasis dari organ lain. mamma. sel-selnya belum matang sehingga diferensiasi ke arah pola yang jelas seperti papilari. skuamosa. Merupakan kombinasi antara bentuk transisional. dan tumor mesenkim Stadium / Derajat invasi tumor . • Karsinoma campuran Terdapat 4-6 % dari seluruh tipe tumor. • Karsinoma yang tidak berdiferensiasi Merupakan tipe tumor yang jarang (kurang dari 2 % dari seluruh tipe tumor buli). Rangsangan kronis itu dapat terjadi karena infeksi saluran kemih kronis. • Karsinoma sel skuamosa Karsinoma sel skuamosa terjadi karena rangsangan kronis pada buli-buli sehingga sel epitelnya mengalami metaplasia berubah menjadi ganas. batu buli-buli. Karsinoma epitelian dan non epitelial Karsinoma epiteliai di buli ditemukan dengan adenoma villi. dan pemakaian obat siklofosfamid secara intravesika. C. ovarium. karsinosarkoma.

vagina. T4: Tumor telah menyebar keluar jaringan lemak dan masuk ke organ terdekat. T3b: Penyebaran tumor ke jaringan lemak di bagian luar kandung kemih cukup besar untuk dilihat pada tes pencitraan atau untuk dilihat secara makroskopik.mengalami invasi pada stroma (jaringan utama) dari prostat. • T4b: Tumor telah menyebar ke dinding panggul atau dinding perut. tulang. rahim.Staging Ca buli secara berdasarkan American Joint Comitee on Cancer. Stadium Carcinoma Buli-buli . paru-paru. dinding panggul. N0: Tidak ada penyebaran ke limfonodi regional N1: Metastasis di kelenjar getah bening tunggal ukuran 2 cm atau lebih kecil N2: Metastasis di kelenjar getah bening tunggal 2-5 cm. atau multiple dengan ukuran tidak lebih besar dari diameter 5 cm N3: Metastasis di kelenjar getah bening lebih besar dari 5 cm M0: Tidak ditemukan metastase jauh M1: Ditemukan metastase ke bagian tubuh yang jauh (kelenjar getah bening jauh. atau CIS) T1: Tumor telah tumbuh dari lapisan sel yang melapisi kandung kemih ke dalam jaringan ikat di bawahnya. Belum tumbuh ke dalam lapisan otot kandung kemih T2: Tumor telah tumbuh ke lapisan otot • T2a: Tumor telah mencapai lapisan otot superficial • T2b: Tumor telah mencapai lapisan otot yang lebih dalam T3: Tumor telah berkembang melalui lapisan otot kandung kemih dan ke dalam jaringan lemak yang mengelilinginya. 1997: Tx: tumor tidak dapat dinilai karena kurangnya informasi T0: tidak ada bukti tumor primer Ta: Non-invasive papillary carcinoma Tis: Carcinoma non invasive ( carcinoma in situ. atau ke rahim dan / atau vagina (pada wanita). dan hati). • T4a: Tumor telah menyebar ke stroma dari prostat (pada pria). Nx: Kelenjar getah bening regional tidak dapat dinilai karena kurangnya informasi. vesikula seminalis. atau dinding perut. • • T3a: Penyebaran tumor ke jaringan lemak di bagian luar kandung kemih hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop.

N0. M0) 5. or T4a. Dapat diatasi dengan cara transuretral. namun masih sensitif terhadap radio terapi. dengan diferensiasi yang kurang baik. Tidak ada kelenjar limfe yang terlibat. Masih belum ada organ limfe yang terpengaruh hingga tahap ini. yang melibatkan jaringan-jaringan lunak di sekitar kantung kemih. N0. Tumor hanya menyebar di jaringan di bawah lamina propria. atau vagina. semua T. semua T. 2. semua N. Pembagian Stage berdasarkan derajat invasi tumor : • Stage 0 : menunjukkan tumor papilar. M0) 3. N0. 3. Transuretral dan sistektomi tidak terlalu berpengaruh. ukuran relatif kecil dengan dasar yang sempit.M0. Stage III (T3a. tidak ke dalam dinding otot kantung kemih atau lebih. Sering dapat diatasi dengan reseksi transuretral. Ukuran tumor lebih besar dari Grade 1. Stage II (T2a or T2b. M0) 6. M0) 4. Stage IV(T4b. N0. namun belum menginvasi lamina propria • Stage A : tumor sudah menginvasi lamina propria. Kurang berespon dengan radio terapi. Transuretral dan sistektomi tidak terlalu berpengaruh. N0.N0. Tumor berbentuk papiler. atau telah menyerang hingga jaringan limfe. M0) 2. namun belum menembus otot dinding vesika. prostat. dan berhubungan lebih luas dengan dinding vesika. T3b. 4. namun masih sensitif terhadap radio terapi. M0. Stage I (T1. menyebar sampai ke dalam muscularis propria.N1-3. M1) Pembagian Grade berdasarkan derajat diferensiasi sel tumor : 1. Tumor cenderung berbentuk noduler dan invasif. namun sudah radio-resistant. Stage 0a (Ta. Tumor telah menyerang pelvis atau dinding abdominal. uterus. . Stage 0is (Tis. cenderung menginvasi lamina propria atau otot detrusor. masih berdiferensiasi baik.1. Tumor berbentuk papiler.

tetapi pada karsinoma in situ atau karsinoma yang sudah mengadakan infiltrasi luas tidak jarang menunjukkan gejala iritasi bulu-buli. rasa tidak tuntas ketika selesai urinasi. Kambuhan (intermitten). sedangkan tangan kiri melakukan palpasi buli di daerah suprasimfisis untuk memperkirakan luas infiltrasi tumor. • Stage B2 : tumor ditemukan jauh di dalam lapisan otot. 3. menunjukkan gejala yang sama. Gejala seperti adanya iritasi pada urinasi juga dapat dihubungkan dengan kanker kantung kemih.• Stage B1 : neoplasma sudah menyebar superficial sampai setengah dari otot detrusor. Gejala pertama yang paling umum adalah adanya darah dalam urin (hematuria). ataupun berada dalam level mikroskopik. seperti rasa sakit dan terbakar ketika urinasi. • Stage D : tumor sudah bermetastasis. sering urinasi dalam jangka waktu yang pendek. Palpasi bimanual Palpasi bimanual dikerjakan dengan narkose umum pada saat sebelum dan sesudah reseksi tumor TUR buli-buli. yang termasuk kondisi inflamasi. 2. melibatkan ginjal dan kandung kemih. Iritabilitas vesikal dengan atau tanpa sakit biasanya menandakan adanya infiltrasi. Seringkali karsinoma buli-buli tanpa disertai gejala disuri. Tanpa disertai rasa nyeri (painless). Gejala klinis Gejala pada kanker buli-buli tidaklah spesifik. Hematuria dapat terlihat dengan mata telanjang. Waspadai bila pasien datang dengan mengeluh hematuria yang bersifat: 1. Banyak penyakit-penyakit lain. • Stage C : tumor menyebar sampai lapisan lemak perivesikal atau ke peritoneum. . walaupun tidak dalam semua kasus. Jari telunjuk kanan melakukan colok dubur atau colok vagina. Terjadi pada seluruh proses miksi (hematuria total).

terdapat nyeri pinggang jika tumor menyumbat saluran kemih sehingga terjadi hidronefrosis. harus diwaspadai secara serius akan kemungkinan adanya kanker kandung kemih.Hematuria dapat menimbulkan retensi bekuan darah sehingga pasien datang meminta pertolongan karena tidak dapat miksi. Beberapa pemeriksaan tambahan perlu dilakukan untuk membantu mendiagnosis kanker buli: 1. Pada pemeriksaan fisik terhadap penderita kanker buli biasanya jarang ditemui adanya kelainan karena tumor tersebut merupakan tumor epitel transisional kandung kemih yang letaknya superfisial dari buli-buli. Edema tungkai ini disebabkan karena adanya penekanan aliran limfe oleh massa tumor atau oleh kelenjar limfe yang membesar di daerah pelvis. Keluhan akibat penyakit yang telah lanjut berupa gejala obstruksi saluran kemih bagian atas atau edema tungkai.Tumor tersebut baru dapat diraba bila tumor tersebut sudah tumbuh keluar dari dinding buli-buli. Diagnosis Walaupun hematuria dan iritabilitas vesikal merupakan gejala yang paling sering dan menonjol dalam tumor epithelial. terutama bila dalam urin tidak ditemukan adanya basil tuberkulus. Gejala anemia dapat dijumpai bila ada perdarahan dari tumor yang sudah lanjut. Pemeriksaan laboratorium Kelainan yang ditemukan biasanya hanya ditemukan dalam darah dan urin. Namun sebuah diagnosa difinitif hanya dapat dilakukan setelah memeriksa jaringan kantung kemih yang dilakukan oleh seorang patologis. hati dan paru-paru. Dapat juga ditemukan gejala ganggunan fungsi ginjal berupa peningkatan kadar ureum dan kreatinin dalam darah yang terjadi bila tumor . kedua gejala tersebut juga seringkali terjadi sebagai bentuk dari kondisi-kondisi lain yang melibatkan organ urogenital lain. Mengingat pada kanker ini mudah terjadi metastasis ke kelenjar limfe regional. Dalam tubuh orang dewasa. Ada beberapa alat diagnosa yang dapat digunakan untuk melakukan diagnosa terhadap kanker kantung kemih. terutama yang berumur di atas 40 tahun.

Namun mereka juga dapat muncul dimana saja. seperti basal. Pada pemeriksaan ini selain melihat adanya filling defek pada buli-buli juga mendeteksi adanya tumor sel transisional yang berada di ureter atau pielum. Selain pemeriksaan laboratorium rutin. yaitu mendeteksi adanya kelainan kromosom sel-sel urotelium. 2. mengevaluasi kantung kemih dengan pemeriksaan visual langsung dengan menggunakan sebuah alat khusus yaitu cytoscope. terutama jika penderita berumur 40-45 tahun. dan dapat mengevaluasi ada tidaknya gangguan pada ginjal dan saluran kemih yang disebabkan oleh tumor buli-buli tersebut. Didapatkannya hidroureter atau hidronefrosis merupakan salah satu tanda adanya infiltrasi tumor ke ureter atau muara ureter. • Antigen permukaan sel dan flow cytometri. dan daerah di sekitar orifisium vesika. diperiksa pula: • Sitologi urin. 3. Pemeriksaan Radiologi Pemeriksaan Foto Polos Abdomen dan Pielografi Intra Vena (PIV) digunakan sebagai pemeriksaan baku pada penderita yang diduga memiliki keganasan saluran kemih termasuk juga keganasan buli-buli. Dengan pemeriksaan ini dapat dilihat ada atau tidaknya tumor di buli-buli sekaligus dapat dilakukan biopsi untuk menentukan derajat . maka dapat dilakukan pemeriksaan USG. trigonum. Banyak tumor yang muncul dari bagian yang lebih tergantung dari kantung kemih.tersebut menyumbat kedua muara ureter. Foto toraks juga perlu dilakukan untuk melihat bila ada metastasis ke paru-paru. yaitu pemeriksaan sel-sel urotelium yang terlepas bersama urin. Sistoskopi dan biopsi Sistoskopi dilakukan oleh urologis. Identifikasi dari sebuah tumor biasa dilakukan dengan cytoscopy. Pemeriksaan sistoskopi (teropong buli-buli) dan biopsi mutlak dilakukan pada penderita dengan persangkaan tumor buli-buli. Jika penderita alergi terhadap zat yang digunakan pada pemeriksaan PIV.

yang mana sering kali berada dalam tingkat yang harus diwaspadai.infiltrasi tumor yang menentukan terapi selanjutnya. jarang terjadi infeksi ginjal. buli • Tuberculosis traktus urinarius • Tumor cervix Komplikasi Dapat terjadi infeksi sekunder kandung kemih yang parah bila terdapat ulserasi tumor. Selain itu pemeriksaan ini dapat juga digunakan sebagai tindakan pengobatan pada tumor superfisial (permukaan). maka dapat terjadi retensi urin. yang memberikan keuntungan dapat mendeteksi kelenjar limfe yang membesar di dekat tumor yang menunjukkan bahwa kanker telah menyebar ke kelenjar limfe. ureter. Diagnosis Banding • Tumor ginjal atau tumor ureter • Endometriosis • Benign Prostatic Hipertrofi • Batu ginjal. CT scan atau MRI Berguna untuk menentukan ekstensi tumor ke organ sekitarnya. CT scanning merupakan x-ray detail dari tubuh. merupakan hasil dari nekrosis dan ulserasi dari permukaan tumor. Bila tumor menginvasi leher buli. MRI lebih sensitif dari CT Scan. Ulserasi ini terkadang dapat dilihat dalam kasus tumor-tumor yang tidak . yang menunjukkan persimpanganpersimpangan dari organ-organ yang mana tidak ditunjukkan oleh sinar x-ray konvensional. Pada obstruksi ureter. 4. Cystitis.

yang muncul di tempat lain di dalam kandung kemih harus berasal dari asal yang berbeda. Jika pertumbuhan tumor kembali terjadi di area yang sama. atau dengan Interferon Dilakukan dengan cara memasukkan zat kemoterapeutik ke dalam buli melalui kateter. mengurangi terjadinya rekurensi pada pasien yang sudah dilakukan reseksi total dan terapi pada pasien dengan tumor buli superfisial yang mana transuretral reseksi tidak dapat dilakukan. lalu dilakukan maintenan terapi sebulan atau dua bulan sekali. Namun tumor. toxemia. Bila terjadi bilateral. Hidroneprosis dan urosepsis. Hidronefrosis dapat disebabkan oleh oklusi ureter. Terapi Tindakan yang pertama kali dilakukan pada pasien karsinoma buli-buli adalah reseksi buli-buli transuretra atau TUR buli-buli. Kematian tidak jarang terjadi dikarenakan oleh komplikasi yang timbul karena disebabkan oleh tumor itu sendiri atau perawatan atas tumor tersebut. sering kali menjadi suatu gambaran yang harus diperhatikan. Walaupun toksisitas lokal sering terjadi. Instilasi intravesika dengan obat-obat Mitosimin C. Terapi ini dapat sebagai profilaksis dan terapi. Siklofosfamid. Cara ini mengurangi morbidatas pada pemberian secara sistemik. Pada tindakan ini dapat ditentukan luas infiltrasi tumor. antara lain: 1.menembus. dari beberapa gangguan dengan aliran darah. 5-Fluoro Uracil. . Tidak perlu terapi lanjutan akan tetapi selalu mendapat pengawasan yang ketat atau wait and see. BCG. dan kelelahan fisik dari iritabilitas vesikal. dengan gagal renal. toksisitas sistemik jarang terjadi karena ada pembatasan absorbsi di lumen buli. Doksorubisin. Kembalinya tumor dalam kantung kemih dapat menunjukkan tipe lain dari komplikasi. terjadilah uremia. cachexia. 2. tetapi muncul dalam 30 persen kasus dimana tumor menembus. Kantung kemih yang terkontraksi dengan kapasitas yang sangat kecil dapat mengikuti ulserasi dengan infeksi dan infiltrasi ekstensif dalam dinding kantung kemih. Zat ini diberikan tiap minggu selama 6-8 minggu. Terapi selanjutnya tergantung pada stadiumnya. kemungkinan hal tersebut adalah hasil dari perawatan yang kurang profesional dan kurang layak pada tumor asalnya.

radikal atau total Sisteksomi parsial dilakukan pada tumor infiltratif. prostat dan vesika seminalis. uterus. Pada wanita dilakukan pengangkatan buli. Cara ini sekarang tidak banyak dipakai lagi karena banyak menimbulkan penyulit. Ureterosigmoidostomi Yaitu membuat anastomosis kedua ureter ke dalam sigmoid. jaringan lemak sekitarnya. Saat ini tidak banyak dikerjakan lagi karena tidak praktis. Urin kemudian dikeluarkan melalui stoma dengan kateterisasi mandiri secara berkala. dilakukan pengangkatan buli. ovarium. tidak berkemih 1-2 jam setelah terapi. antara lain: a. Efisiensi obat dapat dicapai dengan membatasi intake cairan sebelum terapi. b. Sistektomi parsial. Pada pria. pasien dianjurkan berbaring dengan sisi berbeda. c. soliter yang berlokasi di sepanjang dinding posterolateral atau puncak buli. Sistektomi radikal adalah pengangkatan buli-buli dan jaringan sekitarnya (pada pria berupa sistoprostatektomi) dan selanjutnya aliran urin dari kateter dialirkan melalui beberapa cara diversi urine. vagina anterior atas.Pada apsien gross hematuri sebaiknya menghindari cara ini karena dapat menyebabkan komplikasi sistemik berat. . sedangkan untuk mengeluarkan urin dipasang kateter menetap melalui sebuah stoma. ceviks. Diversi urin kontinen Yaitu mengganti buli-buli dengan segmen ileum dengan membuat stoma yang kontinen (dapat menahan urin pada volume tertentu). d. 3. Konduit usus Yaitu mengganti buli-buli dengan ileum sebagai penampung urin. Cara diversi urin ini yang terkenal adalah cara Kock pouch dan Indiana pouch. Teknik ini dirasa lebih fisiologis untuk pasien. Diversi urin Orthotopic Adalah membuat neobladder dari segmen usus yang kemudian dilakukan anastomosis dengan uretra. Pada sistektomi radikal dilakukan pengangkatan seluruh buli dan jaringan atau organ di sekitarnya.

Radiasi eksterna Radiasi eksterna diberikan selama 5-8 minggu. Merupakan alternatif selain sistektomi radikal pada tumor ilfiltratif yang dalam. Prognosis Tumor superfisial yang berdiferensiasi baik dapat timbul kembali. cisplastin. Dan sekitar 30-40% pasien denagn tumor invasif akan bermetastase jauh meskipun sudah dilakukan sistektomi radikal dan radioterapi. sistoskopi berkala diperlukan minimal 3 tahun. Rekurensi lokal sering terjadi.karena berkemih melalui uretra dan tidak memakai stoma yang dipasang di abdomen. Tahun ketiga dan seterusnya: setiap 6 bulan. 5. 3. kemungkinan akan menjadi lebih invasif dan ganas. atau muncul papiloma baru. Terapi ajuvan dengan kemoterapi sistemik antara lain regimen sisplatinumSiklofosfamid dan Adriamisin Pada pasien tumor buli kadang ditemukan metastase regional atau metastase jauh. vinblastin. 2. dan secara rutin dilakukan pemeriksaan klinis. Tahun pertama dilakukan setiap 3 bulan sekali. Sistektomi dan radio terapi harus dipertimbangkan kemudian. Kontrol berkala Semua pasien karsinome buli harus mendapatkan pemeriksaan secara berkala. Jadwal pemeriksaan berkala itu pada: 1. 4. Pemberian single kemoterapi agentatau kombinasi menunjukkan respon yang baik pada pasien tumor buli metastase. Tumor baru juga dapat dikontrol dengan cara transuretral. Respon meningkat pada pemberian kombinasi: methotrexate. Tahun kedua setiap 4 bulan sekali. Dengan kewaspadaan konstan. tapi bila muncul kembali. siklofosfamid. sitologi urin serta sistoskopi. doxorubicin. .

Tumor papilari yang tidak menembus hanya berada pada kantung kemih. Adalah sangat penting untuk memeriksa pasien dalam interval reguler. Jika pemeriksaan ini dilakukan dalam interval tiap enam hingga delapan bulan pada awalnya. Sistektomi dapat untuk mengatasi 15-25% tumor Grade 3. Radioterapi pada neoplasma ganas dapat mengontrol 15-20% neoplasma selama 5 tahun. Beberapa pembelajaran otopsi menunjukkan bahwa kejadian metastasis dan ekstensi ekstra vesikel secara langsung adalah proporsional dengan tingkat kedalaman sejauh apa tumor tersebut telah menembus dinding kantung kemih. C dengan persentasi kematian saat operasi sebesar 5-15%. Tumor jenis ini dapat selalu dihancurkan dengan sempurna dengan fulgurasi.Secara umum. radium ataupun elektroeksisi. menembus lapisan membran dasar dan menembus dinding kantung kemih. Pada tumor Grade 1. prognosis tumor buli bergantung pada derajat invasi dan diferensiasi. dan perlahan-lahan waktu interval yang dibutuhkan semakin panjang. mereka memiliki karakteristik untuk tidak bermetastasis kecuali mereka melewati proses perubahan ganas. muncul kemungkinan kematian yang lebih tinggi setelah kegagalan untuk membuang semua tumor tersebut dengan sistektomi. Dalam kasus dari prosedur konservatif. Tumor yang telah menyebar ke lebih dari setengah jalan melewati muskularis biasanya tidak lagi terlokasi ke kantung kemih. Stage 0.4. Metode apapun dari perawatan yang mana mampu untuk secara sempurna melenyapkan tumor utama yang superfisial dan menembus akan dapat memberikan tingkat bertahan hidup 5 tahun yang baik. B1 hasil terbaik didapatkan dengan reseksi transuretral. Elektrosisi . Tumor kantung kemih yang menembus jauh lebih serius dan cepat atau lambat akan bermetastasi. maka prognosisnya dapat dikatakan sukses. Stage B2. Beberapa mungkin menghilang setelah terapi rontgen dalam atau proses instilasi atas podofilin. Sehingga adanya tumor yang kembali datang dapat dikenali lebih awal dan dapat diobati sebagaimana seharusnya. A. kemungkinan bertahan hidup 5 tahun dari kasus-kasus seperti ini setelah sistektomi sederhana hanya 10 persen.2. Ketika tumor menembus hingga sangat dalam. bukti atas sebuah efisiensi sama dengan yang dicapai dari reseksi segmental atau sistektomi jelas akan tergantung kepada segregasi pra-operasi dari tumor yang superfisial yang mana terletak cukup dalam.

transurethral dan elektrokoagulasi diketahui memberikan kenyamanan untuk berbulanbulan dan bahkan bertahun-tahun. Tumor yang terlokalisasi biasanya telah menginfiltrasi kurang dari setengah jalan menembus muskularis. pandangan-pandangan sebagian besar bergantung pada apakah tumor tersebut terlokasi di kantung kemih saja atau telah menyebar ke daerah di luar nya. pemecahan dari arus urinase dalam kasus tertentu dapat diikuti oleh penurunan dari masa total dari tumor. Lebih jauh lagi. Secara umum. . Sebuah prognosis yang bagus dapat diharapkan tercapai hanya setelah pemusnahan menyeluruh dari lokalisasi tumor sejenis dan kontrol atas kemungkinan datang kembalinya tumor yang teridentifikasi lewat pemeriksaam sistoskopik secara reguler sepanjang sisa hidup pasien. Terkadang radiasi eksternal dengan kontrol dari hemorrhage dan transplantasi uretral ke dalam kulit akan mengurangi iritabilitas vesikal.

Ash.DAFTAR PUSTAKA 1. Jewett. Purnomo.. http://www. J. 4. Sjamsuhidajat. 7. Urolology. 6. Campbell’s Urology sixth edition. Urol. B. C. 1947. Vol. J. Section on Neoplasms of the Bladder. Epithelial Tumors of Bladder. 1950. 44: 135-145. R dan Wilm de Jong. Radiologi Diagnostik. W. 1940. Saunders. L. FKUI. C. Jakarta: FKUI. 283-308. J. Dasar-Dasar Urologi Edisi Kedua. . 2005. 8. 1992. 3. 63: 815-820. 2003.htm Accessed on March.emedicine. J. 9. E. Hydronephrosis and Hydroureter. Buku Ajar Ilmu Bedah. C. B. 2. 2000. 2 pp. Urol..: The Utilization of Heat in Treatment of Tumors of Urinary Bladder: A Presentation of Technique.com/med/topic1055. Biology Behavior of Transitional Cell Papilloma of Bladder. Specialties. 57: 730737. Staf Pengajar Sub-Bagian Radio Diagnostik. Bagian Radiologi.B. and Corbus. H. 5. Jakarta: EGC. 10 2008. Cyclopedia of Medicine. J. Philadelphia : WB Saunders Company. 1950. Deming. Corbus. Philadelphia. Surgery. Jr. BB.Jakarta: Sagung Seto.