HERPES ZOSTER Herpes zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus varisela-zoster yang menyerang

kulit dan mukosa, infeksi ini merupakan reaktifasi virus yang terjadi setelah infeksi primer. Virus ini berdiam di ganglion posterior susunan saraf tepi dan ganglion kranialis. Saat virus ini mendapatkan stimulus, maka terjadilah reaktivasi dan menyebabkan herpes zoster. Keadaan ini lebih sering terjadi pada orang-orang dengan imunosupresi.

Etiologi Herpes zoster disebabkan oleh reaktivasi virus varicella zoster yang laten di dalam ganglion posterior atau ganglion intrakranial. Virus dibawa melalui sternus sensory ke tepi ganglia spinal atau ganglia trigeminal kemudian menjadi laten. Varicella zoster, yaitu suatu virus rantai ganda DNA anggota famili virus herpes yang tergolong virus neuropatik atau neurodermatotropik. Reaktivasi virus varicella zoster dipicu oleh berbagai macam rangsangan seperti pembedahan, penyinaran, penderita lanjut usia, dan keadaan tubuh yang lemah meliputi malnutrisi, seorang yang sedang dalam pengobatan imunosupresan jangka panjang, atau menderita penyakit sistemik. Apabila terdapat rangsangan tersebut, virus varicella zoster aktif kembali dan terjadi ganglionitis. Virus tersebut bergerak melewati saraf sensorik menuju ujung-ujung saraf pada kulit atau mukosa mulut dan mengadakan replikasi setempat dengan membentuk sekumpulan vesikel

PATOGENESIS Masa inkubasi varicela 10-21 hari pada anak imunokompeten (ratarata 14-17 hari) dan pada anak yang imunokompromais biasnya lebih singkat

pada sebagian besar penderita yang terinfeksi. yang mengakibatkan terjadinya viremia primer (biasanya terjadi pada hari ke 4-6 setelah infeksi pertama). tetapi tetap mempunyai kemampuan untuk berubah menjadi infeksius apabila terjadi reaktivasi virus. pada fase ini. vzv berpindah temoat dari lesi kulit dan permukaan mukosa ke ujung syaraf sensoris dan ditransprtasikan secara centripetal melalui serabut syaraf ke ganglion sensoris. siklus replikasi virus pertama terjadi pada hari ke 2-4 yang berlokasi pada lymph nodes regional kemudian diikuti penyebaran virus dalam jumlah sedikit melalui darah dan kelenjar limfe. VZV masuk ke dalam tubuh manusia dengan cara inhalasi dan sekrsi pernafasan (droplet infection) ataupun kontak lansung dengan lesi kulit. Pada saat terjadi reaktivasi. patogenesisnya belum seluruhnya diketaui. yang mengakibatkan timbulnya lesi di kulit yang khas. Pada ganglion tersebut terjadi infeksi laten (dorman) dimana virus tersebut tidak lagi menular dan tidak bermultiplikasi. orofaring ataupun conjunctiva. partikel virus akan menyebar ke seluruh tubuh dan mencapai epidermis pada hari ke 14-16. .yaitu kurang dari 24 hari. Seorang anak yang menderita varicella akan dapat menularkan kepada yang lain yaitu 2 hari sebelum hingga 5 hari setelah timbulnya lesi. Pada herpes zoster. kemudian virus akan menyebar ke sumsum tulang serta batang otak dan melalui syaraf sensoris akan sampai ke kulit dan kemudian akan timbul gejala klinis. yang mengakibatkan terjadinya viremia sekunder. reaktivasi virus tersebut dapat diakibatkan oleh keadaan yang menurunkan imunitas seluler seperti pada penderita karsinoma. virus akan kembali bermulktiplikasi sehingga terjadi reaksi radang dan merusak ganglion sensoris. replikasi virus tersebut dapat mengalahkan mekanisme perahanan tubuh yang belum matang sehingga akan berlanjut dengan siklus replikasi virus ke dua yang terjadi di hepar dan limfa . VZV masuk ke dalam tubuh manusia melalui mukosa saluran pernafasan bagian atas. Selama terjadinya varicella. droplet infection ddapat terjadi 2 hari sebelum hingga 5 hari setelah timbul lesi di kulit. penderita yang mendapat pengobatan immunosuppressive termasuk kortikosteroid dan pada orang penerima organ tlansplantasi.

Perdarahan adalah biasa. Malaise. Bila tidak terjadi absorbs tetapi vsikel pecah. setelah beberapa hari menjadi keruh. Isi vesikel mula-mula jernih dan translusen. dan penderitaan yang cukup berat dapat menyertai herpes zoster. Neuralgia dapat beberapa hari sebelum kelainan kulit atau bersama-sama.Gambaran Klinis Lesi-lesi intraoral adalah vesikuler dan ulseratif dengan tepi meradang dan merah sekali. maka infeksi ekunder mudah terjadi yang . Daerah tersering adalah torakal Selain mengenai N. Pasien sering kali datang dengan sakit hebat 1 sampai 2 hari sebelum vesikelvesikel virusnya timbul. lidah. 4. Keterlibatan divisi dua dari saraf trigeminus secara khas akan menyebabkan ulserasi palatum unilateral yang meluas ke atas. kadang-kadang didahului oleh demam. dan mukosa pipi dapat terkena lesi ulseratif unilateral jika mengenai cabang mandibuler dari saraf trigeminus. vesikel menjadi krusta yang berwarna coklat yangkemudian rontok dalam beberapa hari dengan meninggalkan macula yang berangsur-angsur akan menghilang. Kelainan kulit mula-mula berbentuk eritema yang kemudian menjadi papel yang akan bersatu membentuk bulae. 3. Spinalis. Dapat menyerang pria dan wanita tapi biasanya pada orang dewasa. juga dapat menyerang ganglion Gasseri dan Geniculatum. Bila bercampur darah disebut : herpes zoster. kadangkadaang pada anak-anak. demam. tetapi tidak keluar dari raphe palatum. 1. Bibir. Bila terjadi absorbs. 2.

terutama pada orang tua dengan herpes zoster parah. Misalnya. Antivirus. Obat antivirus tidak disarankan untuk semua pasien. Biasanya pengobatan hanya diperlukan untuk meredakan nyeri dan mengeringkan inflamasi. Namun. Jika tidak cukup membantu. Dalam beberapa kasus. Pada herpes zoster torakal dan di lengan. Dan jika menyerang muka maka kelenjar pre aurikuler membesar. Pereda nyeri. yang sering adalah paralisis fasialis. . Dalam situasi ini obat antivirus tidak diperlukan. obat antivirus seperti asiklovir. atau jika mempengaruhi mata. 1. remaja dan anak-anak yang terkena herpes zoster di perut seringkali hanya memiliki gejala ringan dan berisiko rendah terkena neuralgia pasca herpes. Neuralgia pos herpetic dapat terasa beberapa minggu-bulan setelah erupsi hilang. Obat-obat tersebut tidak membunuh virus tapi menghambat perkembangbiakan virus. Jika menyerang perut bawah dan tungkai akan menyebabkan pembesaran kelenjar inguinal. silakan tanyakan kepada dokter Anda untuk meresepkan analgesik yang lebih kuat. Nyeri ini kadang-kadang sangat keras. Parasetamol dapat digunakan untuk meredakan sakit. Salah satu masalah terbesar herpes zoster adalah rasa nyeri.menyebabkan ulsera atau nekrosis dan menyembuh dengan sikatriks yang dalam. disebut herpes abortif. 5. Herpes zoster supra orbitalis dapat disertai paralisis otot intrinsic dan ekstrinsik mata. dalam beberapa kasus dokter mungkin tetap memberikan obat antivirus bahkan setelah 3 hari perkembangan ruam. limfe regional. Herpes zoster biasanya disertai dengan pembesaran kelenjar. 2. Obat antivirus paling berguna pada tahap awal ruam (dalam 3 hari setelah ruam muncul). Neuralgia hebat pada orang tua. kelenjar limfe aksila besar. famsiklovir. Kadang-kadang terjadi paralisis. 6. Dengan demikian. tingkat keparahan serangan herpes zoster dapat diminimalkan. Pengobatan Herpes zoster biasanya sembuh sendiri setelah beberapa minggu. dan valaciclovir mungkin diberikan. Bila herpes zoster hanya pada stadium papel.

Pada susunan saraf tepi. pusing. Kecenderungan ini terjadi pada pasien yang terkena herpes zoster di atas usia 40 tahun. pegal). Pada masa aktif penyakit ini. gatal. Disamping gejala kulit dapat juga dijumpai pembesaran kelenjar getah bening regional. Steroid. Penyakit akibat infeksi dari mumps virus adalah penyakit gondongan. dan lebih sering pada orang dewasa. Diagnosa Frekuensi penyakit ini pada pria dan wanita sama. MUMPS Mumps virus adalah ssRNA virus yang termasuk dalam genus Rubulavirus. Steroid juga tidak mencegah neuralgia pasca herpes.3. terdapat gejala prodomal. Sebelum timbul gejala kulit. Umumnya penderita mumps adalah anak-anak usia 5 sampai 15 tahun. jarang timbul kelainan motorik. Virus ini akan menyerang kelenjar air liur ( kelenjar parotid). Lokalisasi penyakit ini adalah unilateral dan bersifat dermatomal sesuai dengan tempat persarafan. Masa tunasnya 7-12 hari. Steroid membantu mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan lepuhan. kemudian menjadi warna keruh. Kelainan pada wajah sering disebabkan karena gangguan pada saraf trigeminus atau saraf fasialis. Postherpetic neuralgia adalah rasa nyeri yang timbul pada daerah bekas penyembuhan lebih dari sebulan setelah penyakitnya sembuh. Vesikel ini berisi cairan yang jernih. Nyeri ini dapat berlangsung selama beberapa bulan bahkan bertahun-tahun dengan gradasi nyeri yang bervariasi. baik sistemik (demam. penggunaan steroid untuk herpes zoster masih kontroversial. maupun gejala prodomal local (nyeri otot-tulang. lalu dapat menjadi pustule dan krusta. yang dalam bahasa Inggrisnya disebut mumps. Virus ini merupakan virus yang memiliki amplop dan pada sepanjang permukaannya terdapat tonjolan-tonjolan yang terlihat menyerupai paku-paku yang besar. Setelah itu timbul eritema yang dalam waktu singkat menjadi vesikel yang berkelompok dengan dasar kulit yang erimatosa dan edema. Namun. Cara penularan mumps adalah melalui droplet ludah atau kontak langsung dengan bahan yang . timbul lesilesi baru yang kirra-kira berlangsung selama seminggu. malese).

Pada anak. Masa inkubasinya sekitar dua minggu. Mumps. dan keguguran merupakan komplikasi dari mumps. dan sakit pada saat menelan. dan Rubella). Komplikasi gondongan terjadi satu minggu setelah gejala penyakit ini muncul. pankreasitis. Artinya ketika seseorang sehat tertular (kontak) dengan penderita gondong. Mulainya biasa ditandai dengan nyeri dan pembengkakan pada satu atau kedua kelenjar parotis. Pembengkakan parotis . PATOGENESIS Sesudah masuk dan mulai pembelahan dalam sel saluran pernafasan. baru pada dua minggu kemudian penyakit itu muncul/terjadi. Masa inkubasi berkisar dari 14-24 hari. Klasifikasi Group : V (-) ssRNA Ordo : Mononegavirales Famili : Paramyxoviridae Genus : Rubulavirus Spesies : Mumps Virus Etiologi Gondong disebabkan oleh virus Mumps yang menyerang kelenjar-kelanjar air liur di mulut. nyeri kepala dan malaise. orchitis. Nama imunisasi untuk mencegah infeksi mumps virus adalah MMR ( untuk pertahanan terhadap Measles. Perawatan dapat dilakukan dengan cara memberi Paracetamol atau Acetaminophen pada anak yang menderita gejala demam. Gejala yang paling umum apabila seseorang terinfeksi mumps virus adalah pembengkakan pada kelenjar parotid. Meningitis. manifestasi prodromal jarang tetapi mungkin nampak bersama dengan demam. oophoritis.terkontaminasi oleh ludah yang terinfeksi. virus dibawa darah ke banyak jaringan. diantaranya ke kelenjar ludah dan kelenjar lain yang paling rentan. utamanya menyerang kelenjar-kelenjar parotis yang terletak pada tiap-tiap sisi wajah bawah dan di depan telinga. panas tinggi. dengan puncak pada 17-18 hari. Penyakit gondongan atau mumps dapat dicegah dengan cara imunisasi. nyeri otot (terutama leher).

Pembengkakan perlahan-lahan menghilang dalam 3-7 hari tetapi kadang-kadang berakhir lebih lama. nyeri diperoleh terutama oleh cairan rasa asam seperti jus lemon atau cuka. Pembengkakan dapat maju dengan sangat cepatnya. pembengkakan kelenjar submandibula sering terjadi dan biasanya menyertai atau dekat pasca pembengkakan kelenjar parotis. Kelenjar sublingual paling kurang sering terinfeksi. Pembengkakan parotis biasanya disertai dengan demam sedang. jarang berupa urtikaria. Satu kelenjar parotis biasanya membengkak sehari atau dua hari sebelum yang lain. tetapi pembengkakan mengurang lebih lambat daripada pembengkakan parotis. edema akut laring telah juga diuraikan. suhu normal lazim(20%). Sedikit nyeri disertai dengan infeksi mandibula. terjadi kurang sering. Ruam eritema makulopapuler. biasanya secara bilateral. Walaupun hanya kelenjar parotis yang terkena pada sebagian besar penderita. Edema faring dan palatum molle homolateral menyertai pembengkakan parotis dan memindah tonsil ke medial. Pada 10-15% penderita hanya kelenjar-kelenjar submandibuler yang mungkin membengkak. sehingga pembengkakan lebih mudah disadari dengan pandangan daripada dengan palpasi. tetapi suhu 40ºC atau lebih jarang. Edema diatas manubrium dan dinding dada sebelah atas mungkin dapat terjadi karena penyumbatan limfatik. pembengkakan jelas pada daerah submental dan pada dasar mulut. walaupun biasanya berpuncak pada 1-3 hari. mula-mula mengisi rongga antara tepi posterior mandibula dan mastoid dan kemudian meluas dalam deretan yang melengkung ke bawah dan ke depan. paling mencolok pada badan.khas. diatas dibatasi ole zigoma. Pembengkakan jaringan mendorong lobus telinga ke atas dan ke luar. Kemerahan dan pembengkakan pada lubang saluran Wharton sering kali menyertai pembengkakan kelenjar. Daerah pembengkakan lunak dan nyeri. tetapi lazim pembengkakan terbatas pada satu kelenjar. . mencapai maksimum dalam beberapa jam. Edema kulit dan jaringan lunak biasanya meluas lebih lanjut dan mengaburkan batas pembengkakan kelenjar. Kemerahan dan pembengkakan sekitar lubang saluran Stensen adalah biasa. dan sudut mandibula tidak lagi dapat dilihat.

Penyakit yang ditimbulkan Penyakit yang timbul sebagai akibat dari infeksi mumps virus adalah penyakit gondongan. Pankreakitis ( kerusakan pada kelenjar pancreas di dalam perut). 4.Morfologi Merupakan virus yang beramplop dan memiliki suatu nukleokapsid/ kapsid. tetapi sterilitas jarang terjadi 2. Penyakit mumps jarang sekali dijumpai dapat menyebabkan kematian. Kapsid ditutupi oleh amplop. Permukaannya tertutupi oleh tonjolan-tonjolan yang terlihat menyerupai paku-paku yang besar. Keguguran . Komplikasi gondongan terjadi satu minggu setelah gejala penyakit ini muncul. Penyakit mumps lebih sering ditemukan pada anak-anak yang berusia 5 sampai 15 tahun ( ada juga sumber yang menyebutkan anak usia 2 hingga 12 tahun ). Inflamasi otak ( jarang terjadi ) 3. Kapsidnya berfilamen dan memiliki panjang 600-1000 nm dan lebar 18 nm. Resiko terkena adalah 1 per 30 penderita mumps. Virus ini akan menyerang kelenjar air liur ( kelenjar parotid). yang dalam bahasa Inggrisnya disebut mumps. namun demikian penyakit ini dapat menyerang berbagai macam usia. Orchitis (pembengkakan testis) dapat terjadi pada 10–20% penderita laki-laki. Kelenjar ini terletak di daerah telinga. Berikut adalah penyakit-penyakit yang ditimbulkan akibat komplikasi dari penyakit gondongan: 1. Masa inkubasi dari penyakit mumps ini adalah antara 14-21 hari (rata-rata 18 hari). Berdiameter 150-300 nm dan panjang 1000-10000 nm.

Sakit perut . karena ditakutkan dapat menyebabkan meningkatnya gejala Reyes Syndrome pada anakanak). makan. Kelenjar yang membengkak akan menyulitkan penderita untuk membuka mulut.Sakit kepala . Treatment / Perawatan Tidak ada perawatan spesifik yang dapat dilakukan untuk penyakit gondongan atau mumps ini. bila terjadi fatal) Gejala Gejala–gejala yang ditimbulkan akibat terinfeksi mumps virus adalah sebagai berikut : . Antibiotik juga tidak berperan banyak karena penyakit ini dikibatkan oleh infeksi virus. minum air . Hal ini karena mumps virus hanya memilliki satu jenis antigen virus yang dapat menyerang korbannya.Muntah . Perawatan dapat dilakukan dengan cara memberi Paracetamol atau Acetaminophen pada anak yang menderita gejala demam ( tidak diberikan Aspirin. Pembengkakan dapat terjadi pada salah satu kelenjar. 6.Menggigil . Encephalitis (sangat jarang.Tengkuk terasa tegang .Demam yang tinggi . menyebabkan oophoritis 7. bercakap.5. Pada saat dewasa. . dan biasanya hanya bersifat sementara). Orang yang sudah pernah terinfeksi mumps virus tidak akan terinfeksi untuk kedua kalinya. Kehilangan pendengaran ( hanya terjadi pada salah satu telinga saja.Susah menelan Penyakit gondongan / mumps dapat menular dari satu orang ke orang lainnya melalui droplet ludah atau kontak langsung dengan bahan yang terkontaminasi oleh ludah yang terinfeksi. mumps cenderung menginfeksi ovarium. dan minum. Selain itu penderita juga dianjurkan untuk istirahat yang cukup.Terjadi pembengkakan pada kelenjar air liur. atau kedua kelenjar sekaligus.

HIV menyebakan kerusakan parah pada sistem imun dan menghancurkannya. Ini dilakukan dengan menggunakan DNA limfosit CD4+ untuk bereplikasi.putih yang banyak. Human immunodeficiency virus (HIV) dibentuk oleh sebuah pusat atau inti silindris . Mumps. merupakan virus RNA diploid berserat tunggal (single stranded) berdiameter 100-120nm. Seperti retrovirus lain. Imunisasi ini dinamakan MMR ( untuk pertahanan terhadap Measles. Proses inilah yang menghancurkan limfosit CD4+. HIV memiliki enzim reverse transcriptase. Jenis retrovirus memiliki kemampuan untuk menggunakan RNAnya dan DNA sel induk untuk membuat DNA virus baru dan terkenal pula karena masa inkubasi yang lama. INFEKSI HIV HIV pertama kali ditemukan oleh sekelompok peneliti yang dikepalai oleh Luc Montagnier pada tahun 1983. tetapi akan surut setelah itu dan suhu badan akan yang tinggi juga akan turun. yang mampu mengubah RNA menjadi DNA pada sel yang terinfeksi. Pencegahan Penyakit gondongan atau mumps dapat dicegah dengan cara imunisasi. ETIOLOGI Penyebab AIDS adalah virus HIV (Human immunodeficiency virus) yang merupakan suatu retrovirus yang termasuk famili lentivirus. HIV menginfeksi tubuh. kemudian berintegrasi dengan DNA sel pejamu dan selanjutnya dapat berproses untuk replikasi virus. memiliki masa inkubasi yang lama (masa laten klinis) dan pada akhirnya menimbulkan tanda dan gejala AIDS. Makanan yang bersifat asam dan jus buah harus dihindari. dan Rubella). Imunisasi pertama dilakukan pada anak yang berumur satu tahun dan imunisasi yang kedua diberikan pada saat anak berumur 3 atau 5 tahun. dan berkumur menggunakan obat kumur. Vaksin ini berlaku sepanjang usia. karena jus buah dapat menstimulasi kelenjar parotid untuk menghasilkan lebih banyak air liur yang dapat menyebabkan bertambahnya rasa sakit. Bengkak pada kelenjar parotid hanya akan berlangsung selama 2-3 hari. makan makanan yang lunak.

Manifestasi oral dari penderita AIDS dapat disebabkan oleh infeksi jamur dari spesies Candida (seperti pada candidiasis oral). dan (3) Air Susu Ibu.yang dikelilingi amplop lipid berbentuk bulat. HIV menginfeksi sel T helper yang memiliki reseptor CD4 di permukaannya. telah dikenal suatu pola umum perjalanan infeksi HIV. organ limfoid. dalam darah seseorang tampak viral load . Inti bagian tengah dari bulatan ini terdiri atas dua rangakaian asam ribonukleat (RNA). Setelah itu penderita HIV mengalami periode klinis laten (asimptomatis) yang bertahan selama bertahun-tahun. Pathogenesis Virus HIV masuk ke dalam tubuh melalui berbagai cara. dimana terjadi penurunan sel T CD4 yang 4 progresif dalam jaringan limfoid. Setelah virus HIV masuk ke dalam tubuh. Kemudian diikuti gejala konstitusional serta tanda-tanda infeksi oportunistik atau neoplasma yang memasuki periode AIDS. Seperti pada definisi yang telah dijelaskan di atas. komsumsi alkohol yang berlebihan seperti pada leukoplakia. (2) cairan sperma dan cairan vagina. pada penderita AIDS akan terjadi kemunduran sistem imun sehingga tubuh tidak mampu untuk mengatasi berbagai macam infeksi sehingga berbagai penyakit akan lebih mudah timbul dan lebih berat bila dibandingan dengan seseorang yang tidak menderita HIV atau AIDS. sel dendritik. antara lain: (1) melalui cairan darah. dihubungkan dengan muatan virus yang tinggi diikuti berkembangnya respon selular dan hormonal terhadap virus. Saat infeksi HIV primer. virus (pada herpes simpleks dan herpes zoster). Walaupun perjalanan infeksi HIV bervariasi pada setiap individu. bahkan iritasi berulang. sehingga penurunan sel T CD4 menurunkan imunitas dan menyebabkan penderita mudah terinfeksi. Sistem imun manusia sangat kompleks. merokok. Fungsi penting sel T helper antara lain menghasilkan zat kimia yang berperan sebagai stimulasi pertumbuhan dan pembentukan sel-sel lain dalam sistem imun dan pembentukan antibodi. kerusakan pada salah satu komponen sistem imun akan mempengaruhi sistem imun secara keseluruhan. timbul infeksi primer yang menunjukkan waktu HIV pertama kali memasuki tubuh. Periode sindrom HIV akut berkembang sekitar 3-6 minggu setelah terinfeksi. makrofag.

000. mialgia atau nyeri otot. diare. Orang dewasa yang baru terinfeksi akan mengalaim sindrom retroviral akut. muntah. ditandai lebih tingginya kadar muatan virus. dan sering terdiagnosa sebagai influenza atau mononukleosis infeksiosa. progresi penyakit lebih cepat. Perkembangan infeksi HIV pada bayi dan anak tidak dapat ditentukan dengan pasti. Manifestasi yang berbeda mungkin berhubungan dengan sistem imun yang belum matang (imature). mual. Tanda dan gejalanya termasuk demam. mereda setelah beberapa hari. Selama infeksi primer. mengakibatkan berubahnya respon pejamu terhadap infeksi HIV. sakit kepala. berat badan turun serta timbul ruam. Virus akan menargetkan limfosit CD4+ dalam KGB dan timus selama masa ini. membuat seseorang terinfeksi HIV rentan terhadap infeksi oportunistik serta membatasi kemampuan produksi limfosit T di timus.yang sangat tinggi dan berarti ada banyak sekali virus dalam darah. Tes antibodi HIV dengan menggunakan enzyme-linked immunoabsorbent assay (ELISA) atau enzyme immunoassay (EIA) akan menunjukkan hasil positif.000. jumlah limfosit CD4+ dalam darah turun secara nyata. Patogenesis infeksi HIV pada anak berbeda dengan orang dewasa. keringat malam. Tanda dan gejala ini umumnya terjadi dua sampai empat minggu setelah infeksi. MANIFESTASI ORAL . Jumlah kopi virus per milliliter dalam plasma atau darah dapat melebihi 1. sekitar 15-20% mempunyai perjalanan penyakit yang cepat dengan AIDS dan kematian di dalam 4 (empat) tahun pertama.

dan 95% pada pasien HIV/AIDS. 65-88% pada orang yang mengkonsumsi obat-obatan jangka panjang. Infeksi candidiasis didominasi oleh Candida albicans. 45% pada neonatus. guilliermondii ) dapat menjadi patogen. glabrata. C. .1. dan C. C. dan C. yang melaporkan adanya lesi oral yang kemungkinan disebabkan oleh genus Kandida. krusei.11 Terdapat 150 jenis jamur dalam famili Deutromycetes. 45-65% pada anak-anak sehat. Candidiasis Candida adalah jamur flora normal yg terletak di mukosa rongga mulut yang akan berubah menjadi patogen apabila sistem kekebalan tubuh host menurun. pada penderita yang sedang menjalani terapi immunosuppressive. Kandidiasis oral pertama sekali dikenalkan oleh Hipocrates pada tahun 377 SM. albican merupakan jamur terbanyak yang terisolasi dari tubuh manusia sebagai flora normal dan penyebab infeksi oportunistik. 50-65% pada pasien yang memakai gigi palsu lepasan. Terdapat sekitar 30-40% Kandida albikan pada rongga mulut orang dewasa sehat. albicans. C. C. dan tujuh diantaranya ( C. Kandidiasis oral merupakan salah satu penyakit pada rongga mulut berupa lesi merah dan lesi putih yang disebabkan oleh jamur jenis Kandida sp. C. tropicalis. Candidiasis merupakan lesi di dalam mulut karena infeksi HIV dan dijumpai 90 % pada penderita AIDS. dimana Kandida albikan merupakan jenis jamur yang menjadi penyebab utama. kefyr. 90% pada pasien leukemia akut yang menjalani kemoterapi. parapsilosi.

Odds dkk.Kandidiasis oral dapat menyerang semua umur. tidak dapat dilepas. Infeksi ini dapat ditumpangi oleh jamur kandida dan biasanya asimtomatik. Karakteristik yang paling khas adalah proyeksi seperti-jari yang tersebar dari dasar lesi. Meningkatnya prevalensi infeksi Kandida albikan ini dihubungkan dengan kelompok penderita HIV/AIDS. terutama mengenai sisi lateral dan ventral lidah. Lesi ini biasanya bilateral pada bagian ventrolateral lidah atau menyerang pada permukaan dorsal lidah. permukaannya kasar. sekitar 44. 2.545 penderita HIV/AIDS.8% adalah penderita kandidiasis. Secara klinis OHL tampak sebagai lesi putih. . Oral Hairy Leukoplakia Oral Hairy Leukoplakia (OHL) adalah suatu bercak putih. area retromolar. OHL ini dapat dijumpai pada semua penderita dari berbagai golongan resiko. bervariasi mulai dari lapisan vertikal sampai plak keriput. dan palatum molle. dasar mulut. penderita yang menjalani transplantasi dan kemoterapi maligna. mukosa bukal. namun terkadang mengenai permukaan mukosa lainnya. Bentuk lesi yang seperti rambut disebabkan karena hiperplasia epitel yang padat dan dapat mempunyai panjang sekitar 1 cm. Saat mulut dalam keadaan kering akan tampak berbulu “hairy”. OHL adalah lesi mulut yang merupakan indikator dari infeksi HIV stadium lanjut dan merupakan tanda patognomotik dari AIDS. ( 1990 ) dalam penelitiannya mengemukakan bahwa dari 6. baik pria maupun wanita.

Penyakit Periodontal Besar hubungan antara penyakit periodontal dengan gigi pada penderita HIV. melalui ibu kepada anaknya. 4. tidak sakit. Sarkoma Kaposi Sarkoma Kaposi adalah neoplasma di jaringan ikat dan seringkali terkait dengan AIDS. . varicosity. Sarkoma Kaposi disebabkan oleh virus yang dulu bernama KS-herpes virus. Pada tahap awal. hematoma. Dalam infeksi HIV. Lesi ini berkembang menjadi nodul dan membingungkan antara kelainan pada mulut yang berhubungan dengan vaskularisasi seperti hemangioma. Transmisi melalui kontak sesksual. tapi sekarang bernama Human Herpes Virus-8 (HHV-8). Sarkoma Kaposi berupa makula berwarna merah-keunguan pada mukosa mulut. Lesi ini muncul pada mukosa rongga mulut terutama pada mukosa palatal dan gingival. Terdapat bukti menunjukkan bahwa penyakit HIV biasanya terjadi pada penggunaan jarum suntik intravena (IV). lesi ini lebih sering ditemukan pada pria.3.tidak memucat saat dipalpasi. dan pyogenic granuloma (jika terjadi pada gingiva). Kaposi’s Sarcoma ditemukan pada penderita HIV. Hal ini berhubungan dengan buruknya kebersihan mulut dan kurangnya perhatian pada kesehatan rongga mulut sehingga memicu.

5. kehilangan perlekatan jaringan periodontal. Necrotizing Ulcerative Periodontitis (NUP) Nekrosis. ulserasi. Gingiva menjadi tidak melekat lagi pada gigi dan membentuk saku (poket) yang akan bertambah dalam sehingga makin banyak tulang dan jaringan pendukung yang rusak. destruksi jaringan . Penyakit periodontal merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut yang mempunyai prevalensi yang tinggi di Indonesia. perhatian dokter gigi mulai beralih lebih kepada penegakan diagnosis penyakit periodontal daripada karies. NUP dapat digambarkan sebagai pemanjangan proses dari NUG dimana dalam keadaan ini terjadi lepasnya tulang alveolar. Ciri-ciri NUP: nekrosis jaringan lunak. merupakan bentuk dari periodontitis yang tumbuh cepat secara progresif pada penderita HIV. membengkak dan mudah berdarah. Sejalan dengan waktu. Gingivitis yang tidak dirawat akan menyebabkan kerusakan tulang pendukung gigi atau disebut periodontitis. Gingivitis adalah bentuk penyakit periodontal yang ringan. dengan tanda klinis gingiva berwarna merah. Bahkan di Amerika dan Jepang. bakteri dalam plak gigi akan menyebar dan berkembang kemudian toksin yang dihasilkan bakteri akan mengiritasi gingiva sehingga merusak jaringan pendukungnya. Bila penyakit ini berlanjut terus dan tidak segera dirawat maka lama kelamaan gigi akan longgar dan lepas dengan sendirinya.Ada dua tipe penyakit periodontal yang biasa dijumpai yaitu gingivitis dan periodontitis.

. terdapat lubang dalam yang sulit dibersihkan. atau bila pengobatan dengan ZDV tidak menunjukkan hasil. antara lain: Fluconazole. obat yang dapat diberikan adalah ZDV dengan dosis awal 1000 mg/hari dalam 4 – 5 kali pemberian (BB: 70 kg). namun hanya terjadi dalam beberapa bulan pada penderita yang terinfeksi HIV . Semua infeksi oportunistik pada penderita AIDS umumnya dapat diobati terutama bila pengobatan dilakukan sedini-dininya. suspensi nystatin. itraconazole. Dosis 2 x 100 mg/12 jam (BB 60 kg). jika tidak dilakukan perawatan yang tepat. Pada keadaan yang lanjut dengan infeaksi oportunistik yang berat. Terdapat pembentukan poket karena hilangnya jaringan lunak ataupunjaringan keras. tidak ada rasa nyeri. dan suspensi amphotericin B (amphotericin B diberikan secara intravena pada kasus yang berat). Destruksi jaringan dapat meluas sampai ke muco-gingival junction PENATALAKSANAAN Sampai saat ini penyakit AIDS selalu berakhir dengan kematian. pemberian 100 mg/4jam. kerusakan jaringan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk terjadi. dan lepasnya jaringan tulang interproksimal.periodontal. Kehilangan tulang secara cepat ini juga cenderung terjadi pada individu berusia muda. Penderita kadang-kadang langsung mengalami lesi nekrosis. Didanosin (DDI) digunakan bila penderita tidak toleran terhadap ZDN atau sebagai pengganti bila ZDV sudah amat lama digunakan. Tetapi ada beberapa obat-obat antijamur yang masih dapat berguna. Pada individu imunokompeten. Candidiasis Oral Kebanyakan obat antijamur yang diberikan pada penderita candidiasis oral tidak memberikan hasil yang memuaskan. yang merupakan tanda terjadinya periodontitis konvensional. karena pasien mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh akibat limfosit T CD 4+ yang rendah. obat yang terbukti dapat memperlambat laju penyakit adalah zidovudin (ZDN). clotrimazole. 1. Dosis yang diberikan adalah 500 – 600 mg/hari.

Pengobatan dengan antivirus seperti: acyclovir. sebab jarang menimbulkan permasalahan medis. pemberian vitamin E akan memberikan perbaikan dan mengurangi lesi. REFERENSI ORAL MANIFESTATIONS RELATED TO IMMUNOSUPPRESSION DEGREE IN HIVPOSITIVE CHILDREN AND MANAGEMENT (A Literature Review) Irna Sufiawati *. tetapi pada umumnya lesi-lesi tersebut akan muncul kembali setelah terapi dihentikan. Tindakan pembedahan mungkin dapat dilakukan dengan metode pembekuan. 3.2. Febrina Rahmayanti Priananto** Oral Medicine Departement. famciclovir. Pada dasarnya tidak memerlukan perawatan. Pada beberapa kasus keluhan akan berkurang dan hilang dengan pemberian acyclovir (zovirax) dosis tinggi sebagai anti virus (anti-EBV). atau valacyclovir pada kasus yang sering kambuh. 4. Ulkus aphthous. Pemberian obat anestesi secara topikal dapat mengurangi rasa sakit dan nyeri dengan segera. Faculty of Dentistry. Berdasarkan penelitian. Oral hairy leukoplakia. University of Indonesia . Herpes simpleks dan herpes zoster.

FAKULTAS KEDOTERAN USU. 2009 . SpKK. DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIS.VARICELLA DAN HERPES ZOSTER. Ramona Dumasari Lubis. dr.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful