You are on page 1of 34

Pajak Bumi dan Bangunan

Pajak bumi dan bangunan (PBB) adaíah pa|ak yang dípungut atas tanah dan bangunan
karena adanya keuntungan dan/atau kedudukan sosíaí ekonomí yang íebíh baík bagí orang
atau badan yang mempunyaí suatu hak atasnya atau memperoíeh manfaat darí padanya.
Dasar
Dasar pengenaan pajak dalam PBB adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). NJOP ditentukan berdasarkan
harga pasar per wilayah dan ditetapkan setiap tahun oleh menteri keuangan.
Besarnya PBB yang terutang diperoleh dari perkalian tarif (!"#) dengan NJOP . Nilai Jual $ena Pajak
ditetapkan sebesar %# dari NJOP (jika NJOP kurang dari & miliar rupiah) atau '# dari NJOP (jika NJOP
senilai & miliar rupiah atau lebih). Besaran PBB yang terutang dalam satu tahun pajak diinformasikan dalam
(afis )njeng *urat Pemberitahuan Pajak +erutang (SPPT).
Wajib Pajak
Wa|íb pa|ak PBB adaíah orang príbadí atau badan yang memíííkí hak dan/atau memperoíeh
manfaat atas tanah dan/atau memíííkí, menguasaí, dan/atau memperoíeh manfaat atas
bangunan. Wa|íb pa|ak memíííkí kewa|íban membayar PBB yang terutang setíap tahunnya.
PBB harus dííunasí paííng íambat 6 (enam) buían se|ak tanggaí díterímanya SPPT oíeh wa|íb
pa|ak. Karna Wa|íb Pa|ak Adaíah 5-8 buían. Padahaí Dí bontang pa|ak tersebut 5%. Dan dí kota
íaín 10%-15%
Pembayaran
Pembayaran PBB dapat dííakukan meíaíuí bank persepsí, bank yang tercantum daíam SPPT
PBB tersebut, atau meíaíuí ATM, meíaíuí petugas pemungut darí pemeríntah daerah serta
dapat |uga meíaíuí bukan kantor pos.
Istilah – Istilah dalam Pajak Bumi dan Bangunan
(Pasal 1 UU No. 12 TAHUN 1985 Jo UU No. 12 Tahun 1994)
&. Bumi! yaitu Permukaan bumi dan +ubuh bumi yang ada di bawahnya. Permukaan bumi meliputi +anah!
Perairan pedalaman termasuk rawa,rawa tambak pengairan serta laut wilayah -..
%. Bangunan! yaitu konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan se/ara tetap pada tanah dan0atau
perairan untuk tempat tinggal! tempat usaha dan tempat yang diusahakan.
1. Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)! yaitu harga rata,rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi
se/ara wajar. )pabila tidak terdapat transaksi jual beli! NJOP ditentukan melalui perbandingan harga
dengan objek lain yang sejenis! nilai perolehan baru! atau NJOP Pengganti.
'. *urat Pemberitahuan Objek Pajak (*POP)! yaitu surat yang digunakan oleh wajib pajak untuk
melaporkan data objek pajak menurut ketentuan undang,undang.
". *urat Pemberitahuan Pajak +erutang (*PP+)! yaitu surat yang digunakan oleh Ditjen Pajak untuk
memberitahukan besarnya pajak terutang kepada wajib pajak.
2. +ahun Pajak adalah jangka waktu satu tahun takwim! yaitu dari tanggal & Januari s0d 1& Desember.
Pengertian istilah Bangunan dalam undang-undang tentang Pajak Bumi dan
Bangunan
Bangunan! yaitu konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan se/ara tetap pada tanah dan0atau perairan
untuk tempat tinggal! tempat usaha dan tempat yang diusahakan.
Pasal & angka % 33 No. &% +ahun &45' jo 33 No. 12 TAHUN 1994.
+ermasuk dalam pengertian bangunan adalah 6
• jalan lingkungan yang terletak dalam suatu kompleks bangunan seperti hotel! pabrik! dan
emplasemennya dan lain,lain yang satu kesatuan dengan kompleks bangunan tersebut7
• jalan +O87
• kolam renang7
• pagar mewah
• tempat olah raga7
• galangan kapal! dermaga7
• taman mewah7
• tempat penampungan0kilang minyak! air dan gas! pipa minyak7
• fasilitas lain yang memberikan manfaat7
Pengertian Nilai ual !bjek Pajak "N!P# dalam undang-undang tentang Pajak Bumi dan Bangunan
Nilai ual !bjek Pajak "N!P#! yaitu harga rata,rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi
se/ara wajar. )pabila tidak terdapat transaksi jual beli! NJOP ditentukan melalui perbandingan harga
dengan objek lain yang sejenis! nilai perolehan baru! atau NJOP Pengganti
Pasal & angka 1 33 No. 12 TAHUN 19$% jo 33 No. 12 TAHUN 1994.

9ang dimaksud dengan 6
• Perbandingan harga dengan obyek lain yang sejenis! adalah suatu pendekatan0metode penentuan
nilai jual suatu obyek pajak dengan /ara membandingkannya dengan obyek pajak lain yang
sejenis yang letaknya berdekatan dan fungsinya sama dan telah diketahui harga jualnya
• Nilai perolehan baru! adalah suatu pendekatan0metode penentuan nilai jual suatu obyek pajak
dengan /ara menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh obyek tersebut pada
saat penilaian dilakukan! yang dikurangi dengan penyusutan berdasarkan kondisi fisik obyek
tersebut.
• Nilai jual pengganti! adalah suatu pendekatan0metode penentuan nilai jual suatu obyek pajak yang
berdasarkan pada hasil produksi obyek pajak tersebut.
Pengertian istilah *urat Pemberitahuan Objek Pajak (*POP) dalam undang,undang tentang Pajak Bumi dan
Bangunan
Surat Pemberitahuan !bjek Pajak "SP!P#! yaitu surat yang digunakan oleh wajib pajak untuk
melaporkan data objek pajak menurut ketentuan undang,undang.

Pasal & angka ' 33 No. &% +ahun &45' jo 33 No. 12 TAHUN 1994.
Pengertian istilah Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang "SPPT# dalam undang-undang tentang
Pajak Bumi dan Bangunan
Surat Pemberitahuan Pajak Terutang "SPPT#! yaitu surat yang digunakan oleh Ditjen Pajak untuk
memberitahukan besarnya pajak terutang kepada wajib pajak.

Pasal & angka " 33 No. &% +ahun &45' jo 33 No. 12 TAHUN 1994.
Nilai ual &ena Pajak (assessment :alue) adalah nilai jual yang dipergunakan sebagai dasar penghitungan
pajak! yaitu suatu persentase tertentu dari nilai jual sebenarnya.

Penjelasan Pasal 2 ayat (1) 33 No. &% +ahun &45' jo 33 No. &% +ahun &44'.
P'NAN((UN( PBB
Pasal ' 3ndang,3ndang Nomor &% +ahun &45" Jo 3ndang,3ndang Nomor &% +ahun &44'.
Apa yang dimaksud dengan Penanggung PBB ?
Penanggung PBB adalah orang atau badan yang 6
&. mempunyai hak atas bumi0tanah! dan0atau7
%. ;emperoleh manfaat atas bumi0tanah dan0atau7
1. ;emiliki! menguasai atas bangunan! dan0atau7
'. ;emperoleh manfaat atas bangunan
Siapa yang akan menetapkan penanggung pajak apabila suatu bidang dan bangunan tidak diketahui
secara jelas penanggung pajaknya ?
)pabila suatu bidang dan bangunan tidak diketahui se/ara jelas siapa yang akan menanggung pajaknya
maka yang menetapkan adalah Direktorat Jenderal Pajak. Penetapan ini ditentukan berdasarkan bukti,bukti7
)pakah ada perjanjian antara pemilik dan penyewa yang mengatur! siapa yang menanggung kewajiban
pajaknya dan siapa yang se/ara nyata mendapat manfaat atas bidang tanah dan bangunan tersebut.
Pengertian N!P
Nomor Objek Pajak adalah nomor identifikasi objek pajak (termasuk objek pajak yang dike/ualikan
sebagaimana Pasal 1 33 No 12 TAHUN 19$% s.t.d.t.d 33 No. &% +ahun &44') yang memiliki karakteristik
unik! permanen! standar dengan satuan blok dalam satu wilayah administrasi pemerintahan desa0kelurahan
yang berlaku se/ara nasional

Susunan N!P
NOP terdiri dari &5 digit dengan struktur sebagai berikut 6
• % digit pertama 6 $ode Dati .
• % digit kedua 6 $ode Dati ..
• 1 digit ketiga 6 $ode $e/amatan
• 1 digit keempat 6 $ode Desa0$elurahan
• 1 digit kelima 6 $ode Nomor Blok
• ' digit keenam 6 Nomor 3rut Objek
• & digit ketujuh 6 $ode $husus

&egunaan N!P
&. ;emudahkan mengetahui letak0lokasi objek pajak
%. ;emudahkan pemantauan penyampaian0pengambilan *POP! sehingga dapat diketahui objek yang
sudah0belum terdaftar
1. *ebagai alat untuk mengintegrasikan data atributik dan grafis (peta) PBB
'. ;engurangi kemungkinan adanya ketetapan ganda
". ;emudahkan penyampaian *PP+! sehingga wajib pajak dapat menerimanya dengan tepat waktu
2. <ajib pajak akan mendapatkan identitas atas setiap objek yang dimiliki0dikuasainya.
N)*A) UA* !B+'& PAA& T),A& &'NA PAA&
Apa yang dimaksud dengan Nilai Jual Obyek Pajak Tidak Kena Pajak NJOPTKP! ? "an berilah
contohnya #
= Nilai jual obyek pajak diberikan pengurangan yang sering disebut sebagai Nilai Jual Obyek Pajak
+idak $ena Pajak (NJOP+$P) untuk setiap <ajib Pajak adalah maksimum sebesar -p
&%..!, )pabila seorang <ajib Pajak mempunyai % (dua) Objek Pajak atau lebih! yang
diberikan NJOP+$P hanya obyek yang terbesar (8ihat $;$ Nomor.%&0$;$.'0%)
= >ontoh Perhitungan NJOP+$P 6
-.nt.h 1
8uas Bangunan 6 2 m%
-p ".?.!
,
Nilai Jual +anah dan Bangunan ......

-p 5..!,

,,,,,,,,,,,,,,,,,
(,)
Nilai Jual Obyek Pajak +idak $ena
Pajak (maksimum)

-p N i h i l
Nilai Jual Obyek Pajak untuk
Perhitungan Pajak

-.nt.h 2
8uas Bangunan 6 && m%
-p
%"..!,
Nilai Jual +anah dan Bangunan ......
-p
&%..!,
Nilai Jual Obyek Pajak +idak $ena
Pajak

,,,,,,,,,,,,,,,,,
(,)

-p
&1..!,
Nilai Jual Obyek Pajak untuk
Perhitungan Pajak

-.nt.h /
8uas Bangunan ) 6 &% m%
8uas Bangunan B 6 ? m%
Nilai Jual +anah dan Bangunan ())
-p
1..!,
Nilai Jual Obyek Pajak +idak $ena
Pajak

-p
&%..!,

,,,,,,,,,,,,,,,,,
(,)
Nilai Jual Obyek Pajak untuk
Perhitungan Pajak ())


-p
&5..!,
-p
%"..!,
Nilai Jual +anah dan Bangunan (B) -p N.(.8 ()
Nilai Jual Obyek Pajak +idak $ena
Pajak

-p
%"..!,
Nilai Jual Obyek Pajak untuk
Perhitungan Pajak (B)

SAN&S) A,0)N)ST1AS) +AN( ,)&'NA&AN BA() WA)B PAA& +AN( B'10ASA*AH 2
a. <ajib Pajak yang tidak menyampaikan *urat Pemberitahuan Obyek Pajak walaupun sudah ditegor
se/ara tertulis! dikenakan denda administrasi sebesar %"# dari pokok pajak.
b. <ajib Pajak yang melaporkan data obyek pajak tidak benar (lebih ke/il dari hasil pemeriksaan
Direktorat Jenderal Pajak)! dikenakan denda administrasi sebesar %"# dari selisih pajak yang terhutang.
/. Pajak terhutang yang pada saat jatuh tempo pembayaran tidak atau kurang dibayar! akan dikenakan
denda administrasi sebesar %# sebulan! dihitung dari saat jatuh tempo sampai dengan hari pembayaran
untuk jangka waktu paling lama %' (dua puluh empat) bulan.
A,A&AH SAN&S) P),ANA +AN( ,)T'1AP&AN BA() WA)B PAA& PBB +AN(
B'10ASA*AH 2
, <ajib pajak yang tidak mengembalikan *POP aau mengembalikan *POP tetapi isinya tidak benar atau
tidak lengkap dan atau melampirkan keterangan yang tidak benar sehingga menimbulkan kerugian
negara! maka akan dikenakan sanksi administrasi dan pidana kurungan selama,lamanya 2 (enam) bulan
atau denda setinggi,tingginya % (dua) kali lipat pajak yang terhutang7
, <ajib pajak yang dengan sengaja 6
, tidak mengembalikan atau menyampaikan kepada Direktorat Jenderal Pajak 7
, menyampaikan *POP tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap dan atau melampirkan keterangan
yang tidak benar7
, memperlihatkan surat palsu atau dipalsukan atau dokumen dipalsukan seolah,olah benar7
, tidak memperlihatkan data atau tidak meminjamkan surat atau dokumen lainnya7
, tidak menunjukkan data atau tidak menyampaikan keterangan yang diperlukan7 sehingga menimbulkan
kerugian bagi negara! akan dikenakan pidana penjara selama,lamanya % (dua) tahun atau denda
setinggi,tingginya sebesar " (lima) kali pajak yang terhutang.
, *anksi pidana tersebut dilipatkan dua! apabila seseorang melakukan lagi tindak pidana di bidang
perpajakan sebelum lewat satu tahun! terhitung sejak selesainya menjalani sebagian atau seluruh pidana
penjara yang dijatuhkan atau sejak dibayarnya denda.
A3 !bjek Pajak PBB
&. 9ang menjadi obyek PBB adalah bumi dan bangunan.
%. Bumi adalah permukaan bumi atau tanah dan isi yang ada di bawahnya! termasuk tanah pekarangan!
sawah! empang dan perairan pedalaman (Pasal & 3ndang,3ndang Nomor &% +ahun &45" JO 3ndang,
3ndang Nomor &% +ahun &44' ).
1. Bangunan adalah konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan se/ara tetap pada bumi! tanah atau
perairan untuk tempat tinggal! tempat usaha maupun tempat yang diusahakan (Pasal & 3ndang,3ndang
Nomor &% +ahun &45" JO 3ndang,3ndang Nomor &% +ahun &44' ).
+ermasuk dalam pengertian bangunan 6
a. Jalan lingkungan yang terletak dalam suatu kompleks bangunan! seperti hotel! pabrik dan
emplasemennya! yang merupakan satu kesatuan dengan komplek bangunan tersebut7
b. Jalan tol7
/. $olam renang7
d. Pagar mewah7
e. +empat olah raga7
f. @alangan kapal! dermaga7
g. +empat penampungan0kilang minyak! air dan gas! pipa minyak7
h. Aasilitas lain yang memberikan manfaat (Penjelasan Pasal & angka % 3ndang,3ndang Nomor 12
TAHUN 19$% JO 3ndang,3ndang Nomor &% +ahun &44' ).

B3 ,ike4ualikan dari 5engenaan PBB (Pasal % ayat (&) 3ndang,3ndang Nomor &% +ahun &45" JO
3ndang,3ndang Nomor 12 TAHUN 1994 )
&. +anah atau bangunan yang digunakan semata,mata untuk melayani kepentingan umum di bidang ibadah!
sosial! kesehatan! pendidikan dan nasional! yang dimaksudkan untuk tidak memperoleh keuntungan.
>ontoh objek yang dike/ualikan atau tidak dikenai PBB itu seperti 6 pesantren atau sejenisnya!
sekolahan0madrasah! tanah wakaf! rumah sakit pemerintah dan lain,lain .
%. +anah atau bangunan yang digunakan untuk kuburan umum! peninggalan purbakala! atau sejenis dengan
itu seperti museum.
1. +anah atau bangunan yang digunakan oleh perwakilan diplomatik atau konsulat berdasarkan asas
perlakuan timbal balik.
'. +anah yang merupakan hutan lindung! hutan suaka alam! taman nasional! tanah pengembalaan yang
dikuasai oleh desa dan tanah negara yang belum dibebani sesuatu hak.
". Bangunan yang digunakan oleh perwakilan organisasi internasional yang ditentukan oleh ;enteri
$euangan.

!B'& PAA& +AN( ,)(UNA&AN !*'H N'(A1A

9ang dimaksud dengan obyek pajak ini adalah obyek pajak yang dimiliki0dikuasai0digunakan oleh
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan.
!b6ek 5ajak 6ang digunakan .leh negara untuk penyelenggaraan pemerintahan! penentuan pengenaan
pajaknya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 1 angka (%) 33 No. &% +ahun &45' jo 33 No. 12 TAHUN 1994
Penda7taran
• *ubjek pajak PBB adalah mereka (orang atau badan) yang 6
B mempunyai hak atas bumi0tanah! dan atau.
B memperoleh manfaat atas bumi0tanah dan atau.
B memiliki! menguasai atas bangunan! dan atau.
B memperoleh manfaat atas bangunan.
• *ubjek tersebut harus mendaftarkan diri sebagai subjek pajak atau <ajib Pajak. Pendaftaran
dilakukan di $antor,kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan! yang wilayah kerjanya meliputi
letak tanah dan atau bangunan yang dimilikinya! dikuasai atau dimanfaatkan oleh orang atau badan
tersebut dengan menggunakan suatu formulir yang telah ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pajak.
Bagaimana tata cara penda$taran ?
-ara Penda7taran
• Orang atau badan yang akan mendaftarkan diri sebagai subyek pajak0<ajib Pajak serta
mendaftarkan tanah,tanah dan atau bangunan,bangunan yang dimiliki! dikuasai atau
dimanfaatkannya harus mengisi suatu formulir0blanko yang disebut *urat Pemberitahuan
Obyek Pajak (*POP).
• *POP tersebut oleh orang atau badan yang <ajib Pajak harus diisi dengan ketentuan
sebagai berikut 6
a. Jelas! artinya bahwa penulisan data yang diminta dalam *POP harus dibuat sejelas,
jelasnya! sehingga tidak menimbulkan salah tafsir yang dapat merugikan negara atau
<ajib Pajak sendiri.
b. Benar! artinya data yang menyangkut luas tanah dan atau bangunan! tahun dan harga
perolehan! letak tanah atau bangunan serta peruntukan atau penggunaannya! yang
dilaporkan0dituliskan dalam *POP harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
/. 8engkap! artinya bahwa semua kolom dalam *POP! baik yang menyangkut subyek
pajak0<ajib Pajak maupun data tanah dan atau bangunan harus diisi sesuai dengan
keadaan sebenarnya. $emudian *POP tersebut harus diberi tanggal pengisian *POP
dan ditandatangani oleh <ajib Pajak. )pabila karena sesuatu hal <ajib Pajak pengisian
*POP,nya kepada orang lain! maka <ajib Pajak tersebut harus memberikan kuasa
kepada orang di maksud dengan membuatkan surat kuasa di atas materai -p. 2.!,.
d. +epat waktu! artinya *POP yang sudah diisi oleh <ajib Pajak dengan jelas! benr! dan
lengkap serta ditandatangani harus dikembalikan ke $antor Pelayanan PBB tersebut di
atas selambat,lambatnya 1 (tiga puluh) hari setelah tanggal diterimanya *POP oleh
<ajib Pajak.
• Pengembalian *POP oleh <ajib Pajak ke $antor Pelayanan PBB dapat dilaksanakan
dengan /ara 6
a. menyerahkannya langsung ke $antor Pelayanan PBB atau7
b. mengirimkannya melalui pos ter/atat.
• <ajib Pajak yang terlambat mengembalikan *POP atau mengembalikan *POP sesuai
dengan waktu yang ditentukan namun pengisiannya tidak benar! maka kepada <ajib Pajak
yang bersangkutan dikenakan denda administrasi dan kepadanya akan diterbitkan *urat
$etetapan Pajak (*$P).
Pr.ses Pendataan 8
• Penyampaian dan Pengembalian *POP 6
, $egiatan ini dilaksanakan oleh petugas bekerjasama dengan aparat Pemerintah Daerah dan
atau instansi lainnya dengan /ara menyampaikan *POP kepada para <ajib Pajak serta
memantau dan menerima kembali *POP yang telah diisi dan ditandatangani oleh para <ajib
Pajak untuk digunakan sebagai bahan penetapan besarnya pajak terhutang sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
, $epada <ajib Pajak yang ada di wilayah yang belum memiliki Peta @aris! Peta Aoto dan Peta
Desa diberikan *POP $olektif ($P. PBB,%2) agar diperoleh :isualisasi lapangan.
, $epada <ajib Pajak yang ada di wilayah yang sudah memiliki Peta @aris! Peta Desa atau
Peta Aoto akan tetapi telah mengalami banyak perubahan Obyek dan *ubyek PBB! diberikan
*POP Perorangan ($P. PBB,%).
• Cerifikasi Data Obyek dan *ubyek PBB 6
, $egiatan ini dilaksanakan oleh petugas PBB bekerjasama dengan aparat Pemerintah Daerah
dan atau instansi lainnya dengan /ara men/o/okkan data Obyek dan *ubyek PBB yang sudah
terdaftar pada administrasi PBB dengan keadaan Obyek dan *ubyek PBB yang sebenarnya di
lapangan! untuk dipergunakan sebagai bahan penetapan besarnya pajak terhutang.
, Dalam kegiatan :erifikasi data Obyek dan *ubyek PBB kepada <ajib Pajak diberikan *POP
Perorangan bila ternyata data grafis yang tergambar dalam Peta Desa! Peta @aris maupun
Peta Aoto tidak banyak mengalami perubahan.
, Bilamana data grafis pada Peta Desa! Peta @rafis dan Peta Aoto mengalami perubahan seperti
perubahan batas Desa0$elurahan! batas persil atau bidang Obyek PBB maka dilakukan
pengukuran teristris dan penggambaran kembali pada bagian peta tersebut dengan
menggunakan Buku .dentifikasi Obyek dan *ubyek PBB ($P. PBB,%?).
• .dentifikasi Obyek dan *ubyek PBB
$egiatan ini dilaksanakan oleh petugas PBB bersama aparat Pemerintah Daerah dan atau
instansi lainnya atau dilaksanakan oleh pihak ketiga (dikontrakkan) dengan /ara men/o/okkan
informasi grafis yang ada pada Peta $erja dengan keadaan Obyek PBB di lapangan.
• Penyusunan Data )wal PBB 6
, Penyusunan data awal adalah semua kegiatan pendataan seluruh Obyek PBB dalam suatu
wilayah tertentu.
, $egiatan ini dilaksanakan oleh $antor Pelayanan PBB atau pihak lain yang ditunjuk oleh
Direktur Jenderal Pajak.
, Dalam melaksanakan penyusunan data awal PBB di/atat keterangan mengenai Obyek dan
*ubyek PBB termasuk dari nama! alamat! dan dilengkapi dengan pengisian *POP oleh <ajib
Pajak.
• $egiatan Pemutakhiran Data PBB
Pemutakhiran data adalah suatu kegiatan memperbaharui atau menyelesaikan data yang ada
berdasarkan :erifikasi0penilaian $antor Pelayanan PBB! dan atau *ubyek PBB dari pejabat
sebagaimana dimaksud dalam Pasal %& 3ndang,3ndang Nomor &% +ahun &45" tentang Pajak
Bumi dan Bangunan.
Saat PBB Terutang
*aat yang menentukan pajak bumi dan bangunan terutang adalah menurut keadaan objek pajak pada tanggal
& Januari
Tem5at PBB Terutang
• 3ntuk daerah Jakarta! PBB terutang di wilayah D$. Jakarta7
• 3ntuk daerah lainnya! PBB terutang di wilayah $abupaten Dati .. atau $otamadya Dati ..7
yang meliputi letak objek pajak
P'N(H)TUN(AN PBB
%aktor&$aktor apa sajakah yang berhubungan dengan penghitungan PBB terhutang ?
&. +arif Pajak
%. Nilai Jual Obyek Pajak
1. NJOP
'. Nilai Jual $ena Pajak (NJ$P)
". NJOP+$P
Bagimana 'raian masing&masing $aktor ?
&. +arif pajak adalah sebesar !" #.
%. NJOP berdasarkan tabel yang dikeluarkan oleh Dirjen Pajak
1. NJ$P atau Nilai Jual $ena Pajak yang besarnya ditetapkan sebesar % # dan ' # (khusus untuk
perumahan dengan NJOP -p & miliar) dari NJOP.
'. -umus untuk mengitung PBB adalah sebagai berikut 6 PBB B !" # D NJ$P.

Apa "asar Pengenaan Pajak "PP! PBB ?
&. Dasar Pengenaan Pajak adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)
%. NJOP adalah harga rata,rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi se/ara wajar. )pabila
tidak terdapat transaksi se/ara wajar! NJOP ditentukan melalui perbandingan harga dengan objek
lain yang sejenis! atau nilai perolehan baru! atau NJOP Pengganti.
3. Nilai jual sebagai DPP PBB dikelompokkan menjadi dua! yaitu kelompok ) dan kelompok B
(%2/9&0&3:49199$).
'. NJOP ditetapkan setiap tiga tahun oleh ;enteri $euangan! ke/uali untuk daerah tertentu ditetapkan
setiap tahun sesuai perkembangan daerahnya.

Bagaimana Penjelasan dan Ketentuan Nilai Jual Kena Pajak 'ndang&'ndang Nomor () TA*'N (++,
Jo Peraturan Pemerintah Nomor )- TA*'N )..)! ?
&. NJ$P adalah nilai jual yang digunakan sebagai dasar penghitungan pajak! yaitu suatu persentase tertentu
dari nilai jual sebenarnya.
%. Besarnya NJ$P ditetapkan sebesar 6
a. Obyek pajak perkebunan! kehutanan dan pertambangan sebesar ' # (empat puluh persen ) dari Nilai
jual Objek Pajak7
b. Objek pajak lainnya 6
, *ebesar ' # ( empat puluh persen ) dari Nilai Jual Objek Pajak apabila Nilai Jual Objek
Pajaknya -p &...! (satu milyar rupiah ) atau lebih7
, *ebesar % # (dua puluh persen ) dari Nilai Jual Objek Pajak apabila Nilai Jual Pajak Objeknya
kurang dari -p &...! (satu milyar rupiah).

Bagaimana Penjelasan dan mekanisme Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak ).(/K0K1.,/)...! ?
, NJOP+$P adalah batas minimal NJOP yang menurut ketentuan 33 tidak dikenakan pajak.
, NJOP+$P ditetapkan setinggi,tingginya -p &%..!, (dua belas juta rupiah) untuk setiap wajib
pajak.
, Besarnya NJOP+$P untuk setiap daerah kabupaten0kota! ditetapkan oleh $epala $anwil Ditjen Pajak
atas nama ;enteri $euangan berdasarkan pendapat Pemda setempat.
, )pabila seorang wajib pajak memiliki beberapa objek pajak! maka yang diberikan NJOP+$P hanya
salah satu objek pajak yang mempunyai nilai jual paling besar. *edangkan objek pajak lainnya tetap
dikenakan se/ara penuh tanpa dikurangi dengan NJOP+$P.

Bagaimana 0ekanisme Perhitungan dan Penilaian Objek PBB ?
A3 Pendekatan Penilaian
&. Pendekatan Data Pasar (!ar"e #aa Approa$h
o Pendekatan Data Pasar adalah suatu metode penghitungan NJOP dengan /ara
membandingkan antara objek pajak yang sejenis dengan objek lain yang telah diketahui harga
pasarnya.
o Pendekatan ini pada umumnya digunakan untuk menentukan NJOP tanah! namun dapat juga
digunakan untuk menentukan NJOP bangunan
%. Pendekatan Biaya (%os Approa$h)
o Pendekatan Biaya adalah suatu metode penghitungan NJOP dengan /ara menghitung seluruh
biaya yang dikeluarkan untuk membuat bangunan baru yang sejenis dikurangi dengan
penyusutannya.
o 3mumnya! pendekatan biaya digunakan untuk menentukan NJOP bangunan.
1. Pendekatan Pendapatan (&n$o'e Approa$h)
o Pendekatan Pendapatan adalah suatu metode penghitungan NJOP dengan /ara
mengkapitalisasikan pendapatan satu tahun dari objek pajak yang bersangkutan.
o Biasanya! pendekatan pendapatan diterapkan untuk objek pajak yang dibangun untuk
menghasilkan pendapatan! seperti hotel! gedung perkantoran yang disewakan! dsb.
o Pendekatan ini juga digunakan sebagai alat penguji terhadap nilai yang dihasilkan pendekatan
lainnya.
B3 -ara Penilaian
&. Penilaian ;assal (!ass Appraissal)
o NJOP bumi dihitung berdasarkan Nilai .ndikasi -ata,rata (N.-) yang terdapat pada setiap
Eona Nilai +anah (EN+).
o NJOP bangunan dihitung berdasarkan Daftar Biaya $omponen Bangunan (DB$B).
o Perhitungan penilaian massal dilakukan dengan menggunakan komputer (%o'puer Assised
(aluaion)%A()
%. Penilaian .ndi:idual (&ndi*idual Appraissal)
o Objek pajak bumi yang nilainya di atas -p 1.%. meter persegi.
o Objek pajak bangunan yang nilainya di atas -p &.122. meter persegi.
o Objek pajak yang nilai jualnya -p ".. atau lebih.
o Objek pajak tertentu! seperti rumah mewah! pompa bensin! jalan tol! lapangan golf! objek
rekreasi! usaha perkebunan! perhutanan! dan pertambangan.
P'NA()HAN
&'B)A&SANAAN P'N'1B)TAN STP
, Penerbitan *+P dilakukan se/ara selektif! dan tidak didahului dengan penerbitan *urat +eguran.
, *etelah <ajib Pajak menerima *+P! *urat Pemberitahuan Pajak +erhutang dan atau *urat $etetapan
Pajak! yang merupakan dasar penerbitan *+P tersebut! tidak lagi dianggap sebagai dasar penagihan
Pajak Bumi dan Bangunan.
, Jatuh tempo *+P berdasarkan 3ndang,3ndang PBB adalah & (satu) bulan sejak tanggal diterimanya
*+P oleh <ajib Pajak.


Bagaimana tata cara pelaksanaan penagihan ?
P'*A&SANAAN P'NA()HAN
• +indakan pelaksanaan penagihan diawali dengan pengeluaran *urat teguran sampai
pelaksanaan lelang.
• Namun demikian! dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat <ajib Pajak!
pemberitahuan melalui telepon! surat atau /ara lain sebelum lewat saat jatuh tempo
pembayaran hendaknya dilakukan.
• +indakan pelaksanaan penagihan harus dilaksanakan sampai tuntas! dengan hasil akhir
berupa pelunasan hutang pajak.
• 3rutan Pelaksanaan Penagihan 6
, Penerbitan surat teguran7
, Penerbitan surat paksa7
, Penerbitan surat perintah melakukan penyitaan7
, Pelaksanaan penyitaan7
, Pengajuan0permintaan jadual waktu dan tempat pelelangan7
, Pengumuman lelang7
, Pelaksanaan lelang.
>atatan 6
a. Apabila wajib pajak melunasi hutang pajaknya sebelum pelaksanaan penyitaan,
maka surat perintah melakukan penyitaan tersebut dicabut.
b. Apabila wajib pajak melunasi hutang pajaknya serta biaya-biaya lainnya
sebelum pelaksanaan lelang, maka Pengumuman Lelang tersebut dibatalkan.
Kapankan jangka 2aktu pelaksanaan penagihan ?
AN(&A WA&TU P'*A&SANAAN P'NA()HAN
• $egiatan tindakan pelaksanaan penagihan sejak tanggal jatuh tempo pembayaran sampai dengan
pengajuan permintaan penetapan tanggal dan tempat pelelangan meliputi jangka waktu paling /epat
14 hari. Penentuan jangka waktu tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut 6
• Penerbitan *urat +egoran sebagai awal tindakan pelaksanaan penagihan pajak dikeluarkan segera
setelah ? (tujuh) hari sejak saat jatuh tempo pembayaran dari jumlah pajak yang masih harus dibayar
dalam *+P7
• )pabila *urat +egoran tidak dipenuhi oleh <ajib Pajak0Penanggung Pajak! maka diterbitkan *urat
Paksa. Jangka waktu penerbitan *urat Paksa paling lambat %& hari sejak tanggal Pengeluaran *urat
+egoran.
• *urat Paksa memuat perintah kepada <ajib Pajak0Penanggung Pajak untuk melunasi hutang
pajaknya dalam waktu & D %' jam sejak tanggal pemberitahuan *urat Paksa. Jika dalam jangka waktu
tersebut hutang pajak tidak dilunasi oleh <ajib Pajak0Penanggung Pajak maka diterbitkan *urat
Perintah ;elakukan Penyitaan.
• Pengajuan permintaan penetapan tanggal dan tempat pelaksanaan lelang dilakukan paling /epat &
sejak tanggal pelaksanaan penyitaan. Dalam jangka waktu tersebut dilakukan persiapan,persiapan
yang menyangkut kelengkapan,kelengkapan 6
, dokumen,dokumen piutang pajak (tindakan *+P)7
, dokumen,dokumen yang menyangkut tindakan pelaksanaan penagihan (*urat +egoran! *urat
Paksa! *urat Perintah ;elakukan Penyitaan! Berita )/ara Penyitaan dan lain,lain
Pengurangan PBB
,alam hal a5a 5engurangan PBB di5erb.lehkan2
Pasal &4 33 PBB
K0K 34)/K0K1.,/(+++
K5P & (./PJ14/(++9
&. <ajib Pajak Orang Pribadi dan Badan karena kondisi tertentu Objek Pajak yang ada hubungannya dengan
*ubyek Pajak dan0atau karena sebab,sebab tertentu lainnya! yaitu 6
, Objek Pajak berupa lahan pertanian0perkebunan0perikanan0peternakan yang hasilnya sangat terbatas
yang dimiliki! dikuasai dan atau dimanfaatkan oleh <ajib Pajak Orang Pribadi7
, Objek Pajak yang dimiliki! dikuasai dan atau dimanfaatkan oleh <ajib Pajak Orang Pribadi yang
berpenghasilan rendah yang nilai jualnya meningkat akibat adanya pembangunan atau perkembangan
lingkungan7
, Objek Pajak yang dimiliki0dikuasai dan atau dimanfaatkan oleh <ajib Pajak Orang Pribadi yang
penghasilannya semata,mata berasal dari pensiunan! sehingga kewajiban PBB,nya sulit dipenuhi7
, Objek Pajak yang dimiliki0dikuasai dan atau dimanfaatkan oleh <ajib Pajak Orang Pribadi yang
berpenghasilan rendah! sehingga kewajiban PBB,nya sulit dipenuhi7
, Objek Pajak yang dimiliki! dikuasai atau dimanfaatkan oleh <ajib Pajak :eteran pejuang kemerdekaan
dan :eteran pembela kemerdekaan termasuk janda0dudanya7
, Objek Pajak yang dimiliki! dikuasai dan atau dimanfaatkan oleh <ajib Pajak :eteran pejuang
kemerdekaan dan :eteran pembela kemerdekaan termasuk janda0dudanya7
, Objek Pajak yang dimiliki! dikuasai dan atau dimanfaatkan oleh <ajib Pajak Badan yang mengalami
kerugian dan kesulitan likuiditas yang serius sepanjang tahun! sehingga tidak dapat memenuhi
kewajiban rutin perpajakan.
%. <ajib Pajak Orang Pribadi dalam hal objek pajak terkena ben/ana alam (seperti gempa bumi! banjir!
tanah longsor! gunung meletus) dan sebab,sebab lain yang luar biasa seperti kebakaran! kekeringan
(puso).
1. <ajib Pajak anggota :eteran pejuang kemerdekaan dan :eteran pembela kemerdekaan! termasuk
janda0dudanya.



Bera5akah besarn6a 5engurangan 6ang da5at diberikan ke5ada Wajib Pajak 2
Penjelasan Pasal (+ ayat (! '' PBB
K0K&34)/K0K1.,/(+++
K5P & (./PJ14/(+++
&. *etinggi,tingginya ?" # (tujuh puluh lima persen) dari besarnya pajak terutang! dan ditetapkan
berdasarkan pertimbangan kondisi objek pajak serta penghasilan <ajib Pajak untuk <P Orang Pribadi
atau Badan karena kondisi tertentu objek pajak yang ada hubungannya dengan subjek pajak dan atau
karena sebab,sebab tertentu lainnya.
%. *ampai dengan & # (seratus persen) dari besarnya pajak terutang untuk <P Orang Pribadi atau
Badan dalam hal objek pajak terkena ben/ana alam atau sebab,sebab lain yang luar biasa.
1. 3ntuk <P anggota :eteran pejuang kemerdekaan dan :eteran pembela kemerdekaan ditetapkan sebesar
?" # (tujuh puluh lima persen) dari besarnya pajak terutang.

Bagaimana 5erlakuan 5er5ajakan dalam hal 5engurangan 5ajak terutang tern6ata Wajib Pajak
mem5un6ai dan atau meman7aatkan lebih dari satu !bjek Pajak2
K5P & (./PJ14/(+++
Objek Pajak yang dapat diajukan permohonan pengurangan adalah Objek Pajak yang menjadi tempat
domisili <ajib Pajak

Bagaimana tata 4ara 5engajuan 5erm.h.nan 5engurangan PBB2
K0K 34)/K0K1.,/(+++
K5P & (./PJ14/(+++
&. Diajukan se/ara tertulis dalam Bahasa .ndonesia kepada $epala $antor Pelayanan PBB
%. ;enyebutkan prosentase pengurangan yang diminta.
1. Dilakukan dengan ketentuan 6
a 3ntuk ketetapan PBB s0d -p&. dapat diajukan se/ara perseorangan atau kolektif melalui
Pemda setempat ($epala Desa08urah dan diketahui >amat) dengan formulir yang telah ditentukan.
b 3ntuk ketetapan PBB di atas -p&. harus diajukan oleh <P yang bersangkutan.
/ Permohonan pengurangan yang diajukan oleh <P atau melalui Pemda setempat ($epala
Desa08urah) selanjutnya diberikan tanda terima berupa Aormulir Pelayanan <ajib Pajak dan
menata usahakannya.
'. Permohonan diajukan selambat,lambatnya 1 (tiga) bulan terhitung
a. *ejak tanggal diterimanya *PP+0*$P7 atau
b. *ejak terjadinya ben/ana alam atau sebab,sebab lain yang luar biasa.
". a. Permohonan pengurangan PBB dapat diajukan se/ara perseorangan atau kolektif.
b. Permohonan pengurangan PBB untuk wajib pajak badan.
2. )pabila batas waktu pengajuan tersebut tidak dipenuhi! maka permohonannya tidak diproses! dan
$epala $antor Pelayanan PBB yang bersangkutan harus memberitahukan se/ara tertulis kepada
<P0$epala Desa0 8urah! disertai penjelasan seperlunya.


A5a lam5iran dalam 5engajuan 5erm.h.nan 5engurangan 2
K5P & (./PJ14/(+++
&. 3ntuk <ajib Pajak Orang Pribadi melampirkan 6
, Aoto kopi *PP+0*$P tahun pajak yang diajukan permohonan pengurangan7
, Aoto kopi *++* tahun pajak terakhir7 dan
, Aoto kopi tanda penduduk.
%. 3ntuk anggota :eteran -. termasuk janda atau dudanya melampirkan 6
, Aoto kopi *PP+0*$P tahun pajak yang diajukan permohonan pengurangan7
, Aoto kopi *++* tahun pajak terakhir7
, Aoto kopi tanda penduduk7 dan
, Aoto kopi tanda tanda anggota :eteran yang berupa 6
= kartu tanda anggota :eteran ($+)) :eteran 0 *$ Pengakuan
= Pengesahan dan penganugrahan gelar kehormatan dari Departemen Pertahanan dan $eamanan
1. 3ntuk <ajib Pajak Badan melampirkan 6
, Aoto kopi *PP+0*$P tahun pajak yang diajukan permohonan pengurangan7
, Aoto kopi *++* tahun pajak terakhir7
, Aoto kopi *P+ PPh tahun pajak terakhir7 dan
, 8aporan keuangan perusahaan.


A5a ke5utusan atas 5erm.h.nan 5engurangan
PBB2
*urat $eputusan dapat berupa 6
&. ;engabulkan seluruh permohonan atau7
%. ;engabulkan sebagian atau7
1. ;enambah jumlah pajak yang terutang7
'. ;enolak.
Sebab-sebab Pengajuan &eberatan "S' - 1/9P3;92:::#
• <ajib Pajak merasa bahwa besarnya pajak terhutang pada *PP+ atau *$P yang diterimanya dari
$antor Pelayanan PBB tidak sesuai dengan keadaan obyek pajak yang sebenarnya. (al ini
terjadi karena ada beberapa kesalahan seperti 6
, $esalahan pada luas obyek pajak bumi dan bangunan7
, $esalahan klasifikasi obyek pajak bumi dan bangunan7
, $esalahan pada penetapan0pengenaan pajak terhutang.
• +erdapat beda persepsi mengenai peraturan perundang,undangan pajak (PBB) antara <ajib
Pajak dengan aparat pajak.
TATA -A1A P'N(AUAN &'B'1ATAN
Bagaimana Tata 6ara Pengajuan Keberatan S5 & (3/PJ14/)...! ?
 <ajib pajak dapat mengajukan keberatan kepada Direktur Jenderal Pajak /F. $epala $antor
Pelayanan PBB setempat! manakala besarnya pajak terhutang yang ter/antum dalam *PP+ atau *$P
yang diterima dirasakan tidak sesuai dengan keadaan obyek yang sebenarnya.
 Pengajuan keberatan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut 6
, *urat pengajuan keberatan dibuat se/ara tertulis dalam bahasa .ndonesia disertai dengan alasan,
alasan yang jelas.
,
*urat pengajuan keberatan harus dilampiri bukti,bukti resmi.
, $eberatan harus diajukan dalam jangka waktu paling lama 1 (tiga) bulan sejak diterimanya *PP+
atau *$P! ke/uali karena kondisi for/e majeure.
, Pengajuan keberatan tidak menunda kewajiban membayar pajak.
, $eberatan atas besarnya pajak terhutang pada *PP+ atau *$P harus diajukan untuk tiap,tiap obyek
pajak dengan surat kebertan tersendiri pada tiap tahun pajak.
 $etika mengajukan surat keberatan! <ajib Pajak harus bisa menunjukkan bukti,bukti untuk
memperkuat alasan atas keberatannya. Bukti,bukti tersebut antara lain 6
G Aotokopi $+P! $artu $eluarga! atau identitas <ajib Pajak lainnya7
G Bukti kepemilikan hak atas tanah0sertifikat7
G *urat pengukuran tanah atau gambar rin/ian dari tanah yang dimaksud7
G )kte jual beli atau segel (akte jual beli di bawah tangan)7
G @irik0petuk D (*PP+! *$P! *$.P,.PHD))7
G *urat Penunjukan $a:eling7
G .jin mendirikan Bangunan (.;B)7
G *urat keterangan 8urah0$epala Desa
G Aotokopi bukti pelunasan PBB tahun sebelumnya
G Bukti resmi lainnya.
 *etelah surat keberatan itu diajukan! <ajib Pajak akan diberi tanda bukti penerimaan.
Bagaimana 0ekanisme Proses Penyelesaian Keberatan S5 & (3/PJ14/)...! ?
 *etelah diterimanya surat keberatan tersebut! $antor Pelayanan PBB akan melakukan penelitian
mengenai kebenaran persyaratan yang diberikan0ditunjukkan dalam surat keberatan.
 Penelitian atas kebenaran bukti,bukti0persyaratan keberatan yang diajukan oleh wajib pajak tersebut
akan menentukan bisa diproses atau tidaknya surat keberatan tersebut.
 3ntuk memperoleh kejelasan mengenai surat pengajuan keberatan! bila dipandang perlu $antor
Pelayanan PBB akan0dapat melakukan peninjauan langsung atas obyek pajaknya di lapangan.
*ebelum dilakukan peninjauan di tempat obyek pajak! terlebih dahulu dikirimkan surat
pemberitahuan kepada wajib pajak0pemohon mengenai akan adanya peninjauan tersebut.
 $eputusan atas permohonan keberatan wajib pajak dapat berupa diterima seluruhnya! diterima
sebagian! atau ditolak.
 $antor Pelayanan PBB sebagai pihak yang menerima pengajuan surat keberatan akan memproses
penyelesaian keberatan tersebut dalam jangka waktu paling lama &% (dua belas) bulan sejak
diterimanya surat keberatan.
 )pabila dalam jangka waktu &% (dua belas) bulan tersebut lewat dan $epala $antor Pelayanan PBB
belum juga atau tidak memberikan keputusan keberatan! maka pengajuan keberatan wajib pajak itu
dianggap diterima. $emudian wajib pajak berkewajiban membayar pajak terhutang menurut
ketentuan data0bukti,bukti yang sebenarnya! seperti yang ditunjukkan dalam surat pengajuan
keberatan.
Bagaimana 0ekanisme Permohonan Keberatan agar "iterima Seluruhnya ?
 Permohonan keberatan akan diterima se/ara penuh apabila data0bukti,bukti yang disampaikan dalam
pengajuan keberatan tersebut seluruhnya terbukti kebenarannya.
 Dalam hal ini! atas pajak yang terhutang akan diadakan pembetulan! sesuai dengan data obyek yang
disampaikan.

Bagaimana 0ekanisme &eberatan ,iterima Sebagian 2
 Permohonan keberatan akan diterima sebagian saja apabila data0bukti,bukti yang disampaikan dalam
pengajuan keberatan tersebut hanya sebagian saja yang terbukti kebenarannya
 Dalam hal ini! besarnya pajak yang terhutang akan disesuaikan menurut keadaan yang sebenarnya
dan pada *PP+ dan atau *$P diadakan pembetulan seperlunya.

Bagaimana 0ekanisme &eberatan ,a5at ,it.lak 2
 Permohonan keberatan sama sekali ditolak apabila data0bukti yang diajukan oleh wajib pajak tidak
memenuhi persyaratan dan0atau tidak terbukti kebenarannya bila dibandingkan dengan data0bukti,
bukti yang diperoleh dari *POP atau dari instansi pihak lain yang terkait.
 Pengajuan $eberatan yang Dapat ;enambah Besarnya Pajak! apabila berdasarkan hasil peninjauan
obyek pajak di lapangan serta data yang diperoleh dari instansi lain yang terkait! ternyata terdapat
data0bukti yang menunjukkan adanya perubahan yang meningkatkan data obyek pajak. *ehingga
data0bukti tersebut akan dipakai sebagai bahan untuk membetulkan data0bukti pada *PP+ dan0atau
*$P. Dengan demikian! bagi wajib pajak yang mengajukan keberatan tersebut besarnya pajak
terhutang akan bertambah.

Bagaimana 0ekanisme Wajib Pajak 0engajukan &eberatan dan Perm.h.nan Pengurangan Se4ara
Bersamaan 2
, <ajib pajak yang mengajukan keberatan dan pengurangan se/ara sekaligus! maka permohonan
keberatannya harus diselesaikan terlebih dahulu.
, $epala $PPBB wajib memberikan penjelasan se/ara tertulis mengenai hal,hal yang menjadi DPP PBB
kepada wajib pajak.
, 3ntuk memper/epat penyelesaian dan tersedianya rentang waktu pembetulan $eputusan Penyelesaian
$eberatan! maka penyelesaian keberatan diupayakan selesai dalam jangka waktu 2 (enam) bulan sejak
diterimanya pengajuan keberatan.
Bagaimana tata cara banding ?
, <ajib Pajak dapat mengajukan permasalahan keberatannya ke tingkat banding! yaitu ke Badan
Penyelesaian *engketa Pajak (BP*P) di Jakarta.
, Banding tersebut dapat dilakukan dalam hal pengajuan keberatannya ditolak oleh $epala $antor
Pelayanan PBB mengenai besarnya pajak terhutang pada *PP+ dan atau *$P! karena data obyek
tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya atau karena adanya perbedaan penafsiran
peraturan,perundangan antara wajib pajak dengan aparat pajak.
, Pengajuan banding dapat juga diajukan karena subyek pajak tidak bersedia menjadi wajib pajak
atas penunjukan Direktur Jenderal Pajak! meskipun subyek pajak sudah memberikan keterangan!
namun keterangan itu tetap ditolak oleh Jenderal Pajak.
, Pengajuan banding oleh wajib pajak di alamatkan langsung kepada $etua BP*P Pajak di Jakarta.
, $eputusan banding yang diberikan ;ajelis Pertimbangan Pajak berlaku mengikat serta
mempunyai kepastian dan kekuatan hukum baik terhadap Direktorat Jenderal Pajak maupun
terhadap wajib pajak.
Bagaimana tata cara banding ?
, <ajib Pajak dapat mengajukan permasalahan keberatannya ke tingkat banding! yaitu ke Badan
Penyelesaian *engketa Pajak (BP*P) di Jakarta.
, Banding tersebut dapat dilakukan dalam hal pengajuan keberatannya ditolak oleh $epala $antor
Pelayanan PBB mengenai besarnya pajak terhutang pada *PP+ dan atau *$P! karena data obyek
tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya atau karena adanya perbedaan penafsiran
peraturan,perundangan antara wajib pajak dengan aparat pajak.
, Pengajuan banding dapat juga diajukan karena subyek pajak tidak bersedia menjadi wajib pajak
atas penunjukan Direktur Jenderal Pajak! meskipun subyek pajak sudah memberikan keterangan!
namun keterangan itu tetap ditolak oleh Jenderal Pajak.
, Pengajuan banding oleh wajib pajak di alamatkan langsung kepada $etua BP*P Pajak di Jakarta.
, $eputusan banding yang diberikan ;ajelis Pertimbangan Pajak berlaku mengikat serta
mempunyai kepastian dan kekuatan hukum baik terhadap Direktorat Jenderal Pajak maupun
terhadap wajib pajak.
Bagaimana tata cara Pemeriksaan Sederhana 7apangan berdasarkan S5 & (3/PJ14/)... ?
Pemeriksaan Sederhana *a5angan "S' - 1/9P3;92:::#
Pemeriksaan *ederhana 8apangan dilakukan untuk hal,hal sebagai berikut 6
&. <ajib pajak mengajukan keberatan terhadap ketetapan pajak 6

a. 3ntuk wilayah D$. Jaya sebesar -p "..! (lima juta rupiah) atau lebih.

b. 3ntuk <ilayah Bogor! +angerang! Bekasi! Bandung! *emarang! 9ogyakarta! *urabaya! ;edan!
Denpasar! dan 3jung Pandang sebesar -p %.".! (dua juta lima ratus ribu rupiah) atau lebih.
/. 3ntuk wilayah lainnya sebesar -p ".! (lima ratus ribu rupiah) atau lebih.
%. <ajib pajak mengajukan keberatan terhadap objek pajak yang lokasinya terletak di beberapa wilayah
$PPBB
1.
Perbedaan data luas objek pajak.
'. Perbedaan NJOP0m% antara $PPBB dengan <ajib Pajak sebesar %# (dua puluh per seratus) atau lebih
dengan tetap mempertimbangkan skala prioritas.
". +erdapat hal,hal yang meragukan pada data,data yang disampaikan wajib pajak.
BA8A90ANA 05KAN9S05 P5N850BA79AN K575B9*AN P50BA:A;AN PBB ?
13 U0U0
a. $elebihan pembayaran PBB pada prinsipnya adalah hak wajib pajak yang harus dikembalikan oleh
Pemerintah. $elebihan tersebut dapat dikembalikan (restitusi) atau dikompensasi dengan utang PBB
lainnya dan disumbangkan kepada negara.
b. -estitusi adalah kelebihan pembayaran PBB yang dikembalikan kepada wajib pajak dalam bentuk
uang tunai atau pemidahbukuan.
/. $ompensasi adalah kelebihan pembayaran PBB yang diperhitungkan dengan utang PBB lainnya yang
sudah atau belum jatuh tempo aau atas permintaan wajib pajak diperhitungkan dengan ketetapan
PBB tahun yang akan datang.
d. $elebihan pembayaran PBB yang disumbangkan kepada negara adalah kelebihan pembayaran PBB
yang atas pernyataan wajib pajak disumbangkan kepada negara.
S'BAB - S'BAB T'1A,)N+A &'*'B)HAN P'0BA+A1AN
APA :AN8 05N:5BABKAN T5;JA"9N:A K575B9*AN P50BA:A;AN ?
$elebihan pembayaran dapat terjadi dalam hal pembayaran PBB yang akan dilakukan oleh wajib pajak atas
objek pajak tertentu lebih besar dari jumlah PBB yang terutang! disebabkan6
, +erjadinya perubahan peraturan7
, Diterbitkan *urat $eputusan Pemberian Pengurangan atas objek Pajak tersebut7
, Diterbikannya *urat $eputusan Penyelesaian $eberatan atas objek pajak tersebut7
, $ekeliruan Pembayaran PBB atas objek pajak tersebut.
TATA -A1A 0'0P'1!*'H P'N('0BA*)AN
a. 3ntuk dapat memperoleh pengembalian kelebihan pembayaran PBB wajib Pajak harus
mengajukan permohonan yang akan diajukkan se/ara tertulis dalam bahasa .ndonesia kepada
Direktur Jenderal Pajak u.p. $epala $antor Pelayaan PBB setempat.
b. 3ntuk memastikan bahwa memang benar telah terjadi kelebihan pembayaran PBB dalam satu
tahun pajak! $antor Pelayanan PBB setempat melakukan penelitian seperlunya.
/. )tas dasar penelitian tersebut Direktur Jenderal Pajak u.p. $epala $antor Pelayanan PBB
setempat dapat menerima seluruhnya! sebagian atau menolak permohonan pengembaliaan
kelebihan pembayaran tersebut.
P'*A&SANAAN P'0B'1)AN P'N('0BA*)AN
a. Direktur Jenderal Pajak u.p. $antor Pelayanan PBB setempat paling lambat &% (dua belas) bulan
sejak saat diterimanya surat permohonan tersebut harus menerbitkan6
, *urat $eputusan $elebihan Pembayaran Pajak Pajak Bumi Bangunan (*$$PP.PBB)! apabila
jumlah PBB yang telah di bayar ternyata lebih besar dari seharusnya7
, *urat Pemberitahuan (*Pb)! apabila jumlah PBB dibayar sama dengan jumlah PBB seharusnya7
, *urat $etetapan Pajak (*$P)! apabila jumlah PBB yang di bayar ternyata kurang dari jumlah PBB
yang harus dibayar ternyata kurang dari jumlah PBB yang seharusnya.
b. )pabila jangka waktu &% (dua belas) bulantersebut terlampaui dan $P.PBB belum menerbitkan
keputusan! maka dalam waktu & (satu) bulan sejak berakhirnya jangka waktu tersebut $epala $antor
<ilayah Direktorat Jenderal Pajak menerbitkan *$$PP.PBB.
/. )tas dasar *$PP.PBB $P.PBB menerbitkan *urat Pemerintah ;embayar $elebihan Pembayaran
PBB (*$;$P.PBB) *P;$P.PBB berisikan perintah kepada Bank Operasional C (Bank +unggal)
untuk melakukan pembayaran sejumlah uang yang disebutkan ke rekening wajib pajak yang
bersangkutan.
d. Dalam hal wajib pajak mempunyai utang PBB atas objek lainnya dalam wilayah Daerah +ingkat ..
(Daerah +ingkat . untuk D$.) yang sama! maka kelebihan pembayaran PBB,nya diperhitungkan
terlebih dahulu dengan utang PBB atas obyek lainya.
e. )pabila wajib pajak menghendaki! kelebihan pembayaran PBB,nya dapat diperhitungkan dengan
penepatan PBB tahun yang akan datang atau disumbangkan kepada negara.
P'N'TAPAN TATA -A1A P'0BA+A1AN ,AN P'0BA()AN HAS)* PBB

Apa saja yang 2ajib diterbitkan oleh kepala Kantor Pelayanan PBB sebagai dasar penagihan pajak ?
Jelaskan #
P'N'TAPAN
*ebagai dasar penagihan pajak! kepala $antor Pelayanan PBB menerbitkan 6 (
a) *urat Pemberitahuan Pajak +erhutang (*PP+)7
(b) *urat ketetapan Pajak (*$P)7 dan
(/) *urat +agihan Pajak (*+P).
a. *urat Pemberitahuan Pajak terhutang (*PP+)
*PP+ adalah surat yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk memberitahukan besarnya
pajak yang terhutang kepada <ajib Pajak.
o

Dasar Penerbitan *PP+ 6
, *urat Pemberitahuan ini diterbitkan berdasarkan *urat Pemberitahuan Obyek Pajak
(*POP).
, Obyek pajak yang sebelumnya telah dikenakan .PHD)! *PP+ dapat diterbitkan
berdasarkan data obyek pajak yang telah ada pada $antor Pelayanan PBB yang
bersangkutan.
o

Pajak yang terhutang berdasarkan *PP+ harus dilunasi selambat,lambatnya 2 (enam) bulan
sejak tanggal diterimanya *PP+ oleh <ajib Pajak. Jadi bila <ajib Pajak menerima *PP+
pada tanggal &,',&444! maka PBB harus sudah dilunasi selambat,lambatnya pada tanggal
1&,4,&444.
o

+anggal 1&,4,&444 ini disebut juga tanggal jatuh tempo *PP+.
b. *urat $etetapan Pajak (*$P)
o

Dasar Penerbitan *$P
, *$P diterbitkan apabila *urat Pemberitahuan Obyek Pajak (*POP) yang disampaikan
melewati 1 hari setelah diterimanya *POP oleh <ajib Pajak dan setelah ditegor se/ara
tertulis ternyata tidak dikembalikan oleh <ajib Pajak sebagaimana ditentukan dalam
*urat +egoran7
, *$P diterbitkan0dibuat apabila berdasarkan hasil jumlah pajak atau keterangan lainnya
ternyata jumlah pajak yang terhutang lebih besar dari jumlah pajak berdasarkan *POP
yang dikembalikan oleh <ajib Pajak.
o

Pajak yang terhutang berdasarkan *$P harus dilunasi selambat,lambatnya & (satu) bulan
sejak tanggal diterimanya *$P oleh <ajib Pajak. Jadi bila <ajib Pajak menerima *$P
pada tanggal &,5,&444! maka PBB terhutang harus dilunasi selambat,lambatnya tanggal
1&,4,&444. +anggal 1&,4,&444 ini disebut juga tanggal jatuh tempo *$P.
o

Jumlah Pajak Dalam *$P
Jumlah pajak yang terhutang dalam *$P yang penerbitannya karena pengembalian *POP
telah lewat 1 hari setelah diterima oleh <ajib Pajak! adalah sebesar pokok pajak ditambah
dengan denda administrasi %" # dihitung dari pokok pajak.
-.nt.h 8
<ajib Pajak ) tidak menyampaikan *POP. Berdasarkan data yang ada! $epala $antor
Pelayanan PBB mengeluarkan *$P yang berisi 6
, Obyek pajak dengan luas dan nilai jual
, 8uas obyek pajak menurut *POP
, Pokok pajak B -p. &.!,
, Denda administrasi
%" # D -p. &.!, B -p. %".!,
IIIIIIIIIIII
, Jumlah pajak yang terhutang dalam *$P B -p. &%".!,
IIIIIIIIIII
Jumlah pajak yang terhutang dalam *$P! dasar penerbitannya disebabkan oleh hasil
pemeriksaan atau keterangan lainnya! adalah selisih pajak yang terhutang berdasarkan hasil
pemeriksaan atau keterangan lainnya dengan pajak yang terhutang dihitung berdasarkan
*POP ditambah denda administrasi sebesar %" # dari selisih pajak yang terhutang.
>ontoh 6
Berdasarkan *POP diterbitkan *PP+ B -p. &.!,
Berdasarkan pemeriksaan pajak yang
*eharusnya terhutang dalam *$P B -p. &".!,
,,,,,,,,,,,,,,,,,,, (,)
*elisih B -p. ".!,
Denda administrasi %" # D -p. ".!, B -p. &%."!,
,,,,,,,,,,,,,,,,,,, (,)
Jumlah pajak dalam *$P B -p. 2%."!,
BBBBBBBBBBBB (,)
/. *urat +agihan Pajak (*+P)
o

Dasar Penerbitan *+P
, <ajib Pajak terlambat membayar hutang pajaknya seperti ter/antum dalam *PP+! yaitu
melampaui batas waktu 2 bulan sejak tanggal diterimanya *PP+ oleh <ajib Pajak.
, <ajib Pajak terlambat membayar hutang pajaknya seperti ter/antum dalam *$P! yaitu
melampaui batas waktu & (satu) bulan sejak tanggal diterimanya *$P oleh <ajib Pajak7
, <ajib Pajak melunasi pajak yang terhutang setelah lewat saat jatuh tempo pembayaran
PBB! tetapi denda administrasi tidak dilunasi.
o

Besarnya denda administrasi dalam *+P dan saat jatuh tempo
Besarnya denda administrasi karena <ajib Pajak membayar pajaknya melampaui batas
waktu jatuh tempo *PP+ adalah sebesar % # (dua persen) sebulan yang dihitung dari saat
jatuh tempo sampai dengan hari pembayaran untuk jangka waktu paling lama %' (dua
puluh empat) bulan. )dapun saat jatuh tempo *+P yaitu & (satu) bulan sejak diterimanya
*+P oleh <ajib Pajak.
>ontoh 6
*PP+ tahun &441 diterima oleh <ajib Pajak pada tanggal &,1,&441 dengan pajak yang
terhutang sebesar -p. &.!, dan oleh <ajib Pajak baru dibayar tanggal & Oktober
&441.
Besarnya pembayaran pajak adalah 6
, Pokok pajak B -p. &.!,
, Denda administrasi selama % bulan
% D %# D -p. &.!, B -p. '.!,
IIIIIIIIIII
Pajak yang harus dibayar pada tanggal
& Oktober &441 B -p. &'..,
IIIIIIIIIII
Bila <ajib Pajak tersebut membayar pajaknya pada tanggal & Oktober &44" (setelah
lewat %2 bulan)! maka denda administrasi dihitung maksimum selama %' bulan. Jadi
jumlah pajaknya harus dibayar yaitu6
, Pokok pajak B -p. &.!,
, Denda administrasi selama %' bulan
%' D %# D -p. &.!, B -p. '5.!,
IIIIIIIIII(J)
Pajak yang harus dibayar pada tanggal
& Oktober &44" B -p. &'5..,
BBBBBBBBB
P'N'TAPAN TATA -A1A P'0BA+A1AN ,AN P'0BA()AN HAS)* PBB
BA8A90ANA 05KAN9S05 TATA 6A;A P50BA:A;AN PBB ?
BK *etiap pembayaran pajak harus dibukukan di $antor Perbendaharaan dan kas Negara.
BK 3ntuk memudahkan dan melan/arkan pembayaran PBB! $antor Perbendaharaan dan $as Negara
membuka rekening pada Bank Persepsi.
BK )pabila <ajib Pajak melunasi kewajiban PBB,nya melalui pemindahbukuan 0 transfer! pengiriman uang
melalui bank atau wesel pos! pada dokumennya disamping men/antumkan nama <ajib Pajak juga harus
di/antumkan Nomor *eri *PP+.
BK Dalam hal wajib pajak membayar langsung ke tempat pembayaran yang telah ditetapkan! pada saat
membayar /ukup menunjukkan *PP+ PBB dan sebagai bukti pembayarannya wajib pajak akan
menerima *urat +anda +erima *etoran (*++*).
BK )pabila *PP+ tahunan yang bersangkutan belum diterima wajib pajak! maka sepanjang *++* sudah
tersedia di +empat Pembayaran <ajib Pajak dapat membayar PBB dengan menunjukkan *PP+ tahunan
sebelumnya.
BK Dalam hal wajib pajak membayar atau melunasi PBB,nya melalui petugas pemungut! sebagai bukti
pembayaran akan diberikan +anda +erima *ementara (++*). *elanjutnya oleh Petugas Pemungut
dimasukkan dalam daftar penerimaan harian (DP( PBB) dan disetorkan ke tempat pembayaran yang
telah ditentukan.
BK *elanjutnya Petugas Pemungut menyetorkan hasil penerimaan PBB dari <ajib Pajak ke Bank atau $P@
+empat Pembayaran yang ditunjuk sebagaimana ter/antum dalam *PP+0*$P0*+P dengan menggunakan
DP( dalam rangkap dengan ketentuan! untuk daerah yang tidak sulit sarana dan prasarananya! tetapi
berdasarkan pertimbangan perlu ditunjuk Petugas Pemungut! penyetoran dilakukan setiap hari.
*edangkan untuk daerah yang sulit sarana dan prasarananya! penyetoran dapat dilakukan selambat,
lambatnya ? (tujuh) hari sekali.
P'N'TAPAN TATA -A1A P'0BA+A1AN ,AN P'0BA()AN HAS)* PBB
BA8A90ANA TATA 6A;A P50BA:A;AN PBB 057A7'9 %AS979TAS P5;BANKAN
575KT;ON9K K5P & 3<(/PJ1/)..)! ?
, Aasilitas Perbankan Hlektronik adalah fasilitas pelayanan perbankan se/ara elektronik seperti )njungan
+unai ;andiri ()+;)! Phone Banking! .nternet Banking atau fasilitas perbankan elektronik lainnya.
, )ppro:al >ode adalah bentuk pengesahan Dirjen Pajak atas pembayaran PBB yang dilakukan se/ara
elektronik! dalam format tertentu dan diproses se/ara otomatis melalui data elektronik.
, Penyetoran PBB dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas perbankan elektronik oleh +empat
Pembayaran Hlektronik.
, Pembayaran PBB dianggap sah apabila jumlah uang dalam rekening wajib pajak telah berhasil didebet
dan dipindahkan ke rekening penampungan penerimaan PBB pada +empat Pembayaran Hlektronik.
, Bukti penyetoran PBB yang diterbitkan +empat Pembayaran Hlektronik dipersamakan dengan *urat
+anda +erima *etoran (*++*) apabila telah di/antumkan +appo*al $ode+.
A3 Tata -ara Pemba6aran PBB melalui <asilitas Perbankan 'lektr.nik "AT0= )nternet Banking=
Ph.ne Banking= dsb#
&. <ajib pajak mendatangi fasilitas perbankan elektronik dengan membawa data tentang Nomor Objek
Pajak (NOP) dan +ahun Pajak.
%. ;embuka menu pembayaran PBB.
1. ;engisi elemen dalam tampilan dengan data point & di atas se/ara tepat! lengkap dan benar.
'. ;eneliti identitas <ajib Pajak yang terdiri dari NOP! nama! kelurahan! jumlah PBB terhutang! dan
+ahun Pajak yang mun/ul pada tampilan.
". ;engambil hasil keluaran fasilitas perbankan elektronik yang berupa L+anda +erima Pembayaran PBBL
yang dipersamakan dengan *++*.
2. ;enge/ek kebenaran L+anda +erima Pembayaran PBBL yang diperoleh.
B3 Tata -ara Pemba6aran PBB melalui 7asilitas -ash 0anagement Ser>i4e "-0S#
, Pembayaran PBB melalui >;* dilakukan sesuai dengan kesepakatan antara Bank dengan wajib pajak!
sepan,ang sistem yang menangani jenis pelayanan >;* ini terhubung dengan sistem pembayaran pajak
se/ara online.
&*AS)<)&AS)= P'N((!*!N(AN= ,AN &'T'NTUAN N)*A) UA* BAN(UNAN
&'*!0P!& A

&'*AS P'N((!*!N(ANN)*A) UA*
BAN(UNAN"15 9 02#
&'T'NTUANN)*A)
UA* BU0) "15 9
02#
& % 1
&. K &.1'. s0d &.122. &.%.
%. K 4%. s0d &.1'. 425.
1. K ?''. s0d 4%. 5%1.
'. K &.""2. s0d ?''. ?.
". K "1'. s0d 2"2. "4".
2. K '?2. s0d "1'. "".
?. K 15%. s0d '?2. '%4.
5. K 1'5. s0d 15%. 12".
4. K %?%. s0d 1'5. 1&.
& K %"2. s0d %?%. %2'.
&& K &1'. s0d %"2. %%".
&% K &55. s0d &4'. &4&.
&1 K &12. s0d &55. &2%.
&' K &%5. s0d &12. &1%.
&" K &'. s0d &%5. &&2.
&2 K 4%. s0d &'. 45.
&? K ?'. s0d 4%. 51.
&5 K 25. s0d ?'. ?&.
&4 K "%. s0d 25. 2.
% K "%. ".

&*AS)<)&AS)= P'N((!*!N(AN= ,AN &'T'NTUAN N)*A) UA* BAN(UNAN
&'*!0P!& B

&'*AS P'N((!*!N(ANN)*A) UA*
BAN(UNAN"15 9 02#
&'T'NTUANN)*A)
UA* BU0)"15 9
02#
% 1
& K &'.?. s0d &".5. &".%".
% K &1.2. s0d &'.?. &'.&".
1 K &%."". s0d &1.2. &1.?".
' K &&."". s0d &%."". &%.".
" K &.2. s0d &&."". &&.?".
2 K 4.?. s0d &.2. &.&".
? K 5.5". s0d 4.?. 4.%?".
5 K 5.". s0d 5.5". 5.'".
4 K ?.1. s0d 5.". ?.2?".
& K 2.2. s0d ?.1. 2.4".
&& K ".5". s0d 2.2. 2.%%".
&% K ".&". s0d ".5". ".".
&1 K '.". s0d ".&". '.5%".
&' K 1.4. s0d '.". '.%.
&" K 1.1". s0d 1.4. 1.2%".
&2 K %.5". s0d 1.1". 1.&.
&? K %.'. s0d %.5". %.2%".
&5 K %.. s0d %.'. %.%.
&4 K &.222. s0d %.. &.511.
% K &.122. s0d &.222. &."&2.

-!NT!H P'1H)TUN(AN PBB
Berikanlah contoh perhitungan PBB #
-.nt.h Perhitungan PBB 8
<ajib Pajak ) mempunyai obyek pajak berupa 6
, +anah seluas 6 5 m% dengan nilai jual -p. 1.!,0m%
, Bangunan 6 ' m% dengan nilai jual -p. 1".!,0m%
Berapakah besarnya pajak terhutang ?
Besarn6a 5ajak terhutang dihitung sebagai berikut 8
a. Nilai jual tanah -p. 1.!,0m%! jadi termasuk golongan NJOP bumi kelas %' ) (yang NJOP per
m% antara -p. %2%.!, s0d -p. 15.)! atau menurut ketentuan NJOP B -p. %5".!,0m% atau
jumlah NJOP bumi -p. %%5..!,
b. Nilai jual bangunan rumah -p 1".!,0m%! jadi termasuk golongan NJOP bangunan kelas 5 )
(per m%,nya antara -p. 1'5.!, s0d -p. 15%.!,)! atau menurut ketentuan NJOP B -p.
12".!,0m% atau jumlah NJOP bangunan -p. &'2..!,
/. Besarnya PBB terhutang adalah 6
, NJOP Bumi -p. %%5..!,
, NJOP Bangunan -p. &'2..!,
Jumlah NJOP -p. 1?'..!,
, Nilai Jual Obyek Pajak +idak $ena Pajak -p. 5..!,
, NJOP sebagai dasar pengenaan pajak -p. 122..!,
, Nilai Jual $ena Pajak (NJ$P) B % # D -p. 122..!, B -p. ?1.%.!,
, PBB +erhutang 6 !" # D -p ?1.%.!, B -p. 122.!,
BA8A90ANA K7AS9%9KAS9= P5N88O7ON8AN= "AN 'SA*A B9"AN8 P5;K5B'NAN
B5;"ASA;KAN K5P'T'SAN "9;5KT'; J5N"5;A7 PAJAK NO0O; >
K5P & (4/PJ14/(++? Jo S5 & )(/PJ14/(+++ ?
A3 B U 0 )
&. Tanah 5r.dukti7 adalah tanah yang sudah ditanami dengan komoditas perkebunan. Nilai jualnya
ditetapkan berdasarkan nilai jual obyek pajak tanah di sekitarnya0disekelilingnya yang sejenis
ditambah dengan & # (seratus persen) *tandar .n:estasi +anaman.
%. Tanah belum 5r.dukti7 adalah tanah yang dapat menghasilkan tetapi belum dimanfaatkan! yang
meliputi 6
a. +anah yang tidak0belum ditanami! yaitu tanah yang dapat menghasilkan komoditas perkebunan!
tetapi tidak0belum dimanfaatkan! seperti tanah /adangan! tanah bero dan tanah persiapan tanaman.
b. +anah yang belum menghasilkan! yaitu tanah yang sudah ditanami komoditas perkebunan tetapi
belum menghasilkan! seperti 6 tanah pembibitan0peremajaan dan tanah yang sudah ditanami
komoditas perkebunan.
&. Tanah tidak 5r.dukti7 adalah tanah yang tidak dapat ditanami seperti tanah rawa! tanah /adas!
tanah garapan! jurang dan tanah lainnya yang tidak dapat dimanfaatkan oleh perkebunan.
%. Tanah em5lasemen= yaitu tanah yang di atasnya terdapat bangunan,bangunan dan pekarangan.

B3 B A N ( U N A N
&. Bangunan! termasuk jalan lingkungan yang dipergunakan oleh perseorangan dan atau badan.
%. -uang pendingin! pabrik dan lain,lain.
BA(A)0ANA &*AS)<)&AS)= P'N((!*!N(AN= ,AN USAHA B),AN( P'1HUTANAN 2
A3 B U 0 ) "S'-2/9P3;91999#
 +anah Produktif adalah tanah yang sudah menghasilkan komoditas perhutanan yang berupa kayu
tebangan! rotan! damar dan komoditas perhutanan lainnya.
 +anah belum produktif adalah tanah yang dapat menghasilkan dan sewaktu,waktu akan
menghasilkan yang meliputi 6
G +anah hutan Non Blok +ebangan.
G +anah hutan Non Blok +ebangan yang dibudidayakan dengan tanaman seperti sonokeling! jati! kayu
manis dan lainnya.
G +anah hutan non Blok +ebangan yang ditanami dengan tanaman industri ((utan tanaman
.ndustri0(+.).
 +anah tidak produktif adalah areal yang tidak ada tegakannya seperti tanah rawa! hutan payau! hutan
yang digunakan pihak ketiga! waduk.danau! dan lainnya.
 +anah emplasemen! yaitu tanah yang diatasnya terdapat bangunan,bangunan dan pekarangan.
 (asil bersih setahun adalah pendapatan kotor dari hasil penjualan kayu bulat satu tahun dikurangi
dengan biaya eksploitasinya.
 Pendapatan kotor adalah total hasil produksi dalam tahun pajak sebelumnya dikalikan dengan harga
pasar kayu bulat dari tahun pajak berjalan sebagaimana harga pasar per & Januari.

B3 B A N ( U N A N
= Bangunan! termasuk jalan lingkungan yang dipergunakan oleh perseorangan dan atau badan!
nilai jualnya ditentukan berdasarkan klasifikasi sebagaimana ter/antum dalam $eputusan
;enteri $euangan.
= *ilo! $olang dan lain sebagainya! nilai jualnya ditentukan sesuai keadaan obyek pajak pada
saat penilaian dilakukan.
&*AS)<)&AS)= P'N((!*!N(AN= ,AN
USAHA B),AN( P'1TA0BAN(AN
• S' - 2%9P3;91999
• S' - 249P3;91999
Sebutkan jenis&jenis tanah pertambangan minyak dan gas Bumi #
A3 TANAH P'1TA0BAN(AN 0)N+A& ,AN (AS BU0)
, Tanah 5r.dukti7 ? adalah bumi yang dimanfaatkan untuk usaha penambangan ;inyak dan @as
Bumi dalam tahap eksploitasi0penambangan. Nilai jualnya ditetapkan sebesar nilai kapitalisasi
obyek pajak yaitu 4!" D hasil bruto dalam satu tahun sebelum tahun pajak yang bersangkutan.
, Tanah belum 5r.dukti7= meli5uti 8
• +anah0perairan untuk penyelidikan0eksplorasi! yaitu tanah0perairan yang sedang atau
akan dilakukan penelitian dalam usaha penambangan! yaitu terdiri dari 6
, daratan (on shore).
, perairan (off shore).
• Bumi yang dimanfaatkan untuk penambangan ;inyak dan @as Bumi dalam tahap
eksploitasi0penambangan tetapi belum dilaksanakan penambangannya (tanah Non
Produ/ing Open)! dan tanah0perairan yang telah selesai ditambang dan untuk sementara
ditinggalkan atau tutup (non Produ/ing Plug0abandon)
• Perairan yang dimanfaatkan untuk tujuan yang sama.
, Tanah tidak 5r.dukti7= meli5uti 8
Tanah em5lasemen= yaitu tanah yang diatasnya terdapat bangunan,bangunan dan pekarangan!
nilai jualnya ditentukan berdasarkan klasifikasi yang ditetapkan oleh $epala $antor <ilayah
Direktorat Jenderal Pajak.

Sebutkan dan jelaskan jenis&jenis tanah pertambangan energi panas dan bumi #
B3 P'1TA0BAN(AN 'N'1() PANAS BU0)
• +anah produktif! adalah bumi yang dimanfaatkan pada tahap eksploitasi0penambangan! nilai jualnya
ditetapkan sama dengan nilai kapitalisasi obyek pajak yaitu 4!" kali harga jual hasil tambang di
mulut tambang (-O;) dalam satu tahun sebelum tahun pajak yang bersangkutan.
• +anah belum produktif! meliputi 6
+anah yang dikuasai dan atau dimanfaatkan dalam tahap kegiatan penambangan terdiri dari 6
B +anah0perairan Penyelidikan umum! yaitu areal di dalam <ilayah $uasa Pertambangan (<$P)
yang akan0sedang dilaksanakan penyelidikan se/ara geologi umum atau geofisika di daratan!
perairan atau dari udara.
B +anah0perairan Hksploitasi! yaitu tanah0perairan di dalam <ilayah $uasa Pertambangan (<$P)
yang diperkirakan mengandung bahan galian dan karenanya perlu diteliti0diselidiki se/ara geologi
pertambangan guna menetapkan lebih teliti0seksama jumlah /adangan! kadar! dan sifat bahan
galian.
B +anah0perairan fasilitas eksploitasi! yaitu tanah0perairan yang dipergunakan untuk membangun
saranad an prasarana yang berhubungan langsung dengan kegiatan penambangan.
B Bumi yang dipergunakan untuk /adangan tambang! yaitu Bumi yang selesai dieksploitasi dan
sewaktu,waktu siap untuk ditambang.
• +anah tidak produktif! meliputi 6
B +anah $osong (tidak termasuk tanah kosong yang dilakukan penyelidikan umum! eksplorasi!
penambangan! tanah pengamanan dan tanah emplasemen).
B +anah pengamanan! yaitu tanah yang disediakan0berfungsi untuk pengamanan.
B +anah emplasemen! yaitu tanah yang diatasnya terdapat bangunan,bangunan dan pekarangan.


-3 B A N ( U N A N
&. Bangunan! termasuk jalan lingkungan yang dipergunakan oleh perseorangan dan atau badan.
%. *ilo! $ilang dan lain sebagainya.
&*AS)<)&AS)= P'N((!*!N(AN= ,AN
USAHA B),AN( P'1)&ANAN ,AN P'T'1NA&AN

S' - 229P3;91999
A3 B U 0 )
• +anah0Perairan yang dipergunakan untuk usaha bidang Perikanan meliputi perikanan laut! perikanan
darat! tambak! dan budidaya mutiara! terdiri dari 6
B 3ntuk usaha bidang Perikanan 8aut seperti 6 bagan! jermal! dan tangkul.
B 3ntuk usaha bidang Perikanan Darat.
B 3ntuk usaha bidang +ambak.
B 3ntuk usaha bidang Budidaya ;utiara.
• +anah emplasemen! yaitu tanah yang diatasnya terdapat bangunan,bangunan dan pekarangan.
B3 B A N ( U N A N
&. Bangunan! termasuk jalan lingkungan yang dipergunakan oleh perseorangan dan atau badan! nilai
jualnya ditentukan berdasarkan klasifikasi sebagaimana ter/antum $eputusan ;enteri $euangan.
%. *ilo! $ilang dan lain sebagainya! nilai jualnya ditentukan sesuai keadaan obyek pajak pada saat
penilaian dilakukan.
Pendaftaran Objek PBB yang belum terdaftar
S' - 4:9P92::@ +entang -andar .a"u Pela/anan Penda0aran 1b,e" Pa,a" 2u'i dan 2angunan dan
!uasi 1b,e" Pa,a" 2u'i dan bangunan
Pelayanan penda$taran objek PBB baru dilaksanakan dalam batas 2aktu maksimal >
&)
1 (tiga) hari sejak diterimanya berkas pendaftaran objek PBB baru se/ara lengkap (dalam hal tidak
diperlukan penelitian lapangan0:erifikasi)7
%)
5 (delapan) hari sejak diterimanya berkas pendaftaran objek PBB baru se/ara lengkap (dalam hal
diperlukan penelitian lapangan0:erifikasi)7

S - 1/929P3;92::% +entang -andar .a"u Pela/anan dan 3eersediaan -arana dan Prasarana P-T
P'1S+A1ATAN
AN(&A WA&TU
P'N+'*'SA)AN
WA)B TA0BAHAN WA&TU &'T'1AN(AN
&. ;engisi *POP dengan jelas!
benar! dan lengkap serta di
tandatangani
%. Aoto/opy $+P! kartu
$eluarga atau identitas lainnya dari
wajib pajak
1. Aoto/opy salah satu bukti
surat tanah antara lain6
a. *ertifikat7
b. *urat kapling7
/. *.PP+
d. )kta Jual Beli7
e. *urat tanah garapan7
f. *urat Perjanjian sewa
menyewa7
g. *urat keterangan
&. *urat $uasa dalam hal
*POP diisi dan ditandatangani
oleh kuasa <P
%. ;engisi Aormulir
.nformasi -in/i Objek Pajak
(.-OP)



1 hari
kerja

5 (ari
kerja
OP yang tidak memerlukan
penelitian lapangan
(:erifikasi)

OP yang memerlukan
penelitian lapangan
(:erifikasi)



8urah0$epala Desa7
h. Dokumen lainnya
'. Aoto/opy salah satu bukti
surat bangunan! antara lain6
a. .;B7
b. .PB7
/. *urat keterangan
8urah0$epala Desa7
d. Dokumen lainnya
". Aoto/opy NP<P atau surat
pernyataan tidak memiliki NP<P















0utasi atau 5erubahan !bjek9Subjek PBB
S' - 4:9P92::@ +entang -andar .a"u Pela/anan Penda0aran 1b,e" Pa,a" 2u'i dan 2angunan dan
!uasi 1b,e" Pa,a" 2u'i dan bangunan
Pelayanan mutasi objek0subjek PBB dilaksanakan dalam batas waktu maksimal 6
&)
1 (tiga) hari sejak diterimanya berkas mutasi objek0subjek PBB se/ara lengkap (dalam hal tidak
diperlukan penelitian lapangan0:erifikasi)7
%)
" (lima) hari sejak diterimanya berkas mutasi objek0subjek PBB se/ara lengkap (dalam hal diperlukan
penelitian lapangan0:erifikasi).

S-1/929P3;92::% +entang -andar .a"u Pela/anan dan 3eersediaan -arana dan Prasarana P-T
P'1S+A1ATAN AN(&A WA&TU P'N+'*'SA)AN
WA)B TA0BAHAN WA&TU &'T'1AN(AN
&. Permohonan se/ara tertulis dari
<ajib Pajak atau kuasanya7
%. ;engisi *POP dengan jelas!
benar! dan lengkap serta di
&. *urat $uasa dalam hal
*POP diisi dan ditandatangani
oleh kuasa <P
1 hari
kerja
" (ari
kerja
OP yang tidak memerlukan
penelitian lapangan
(:erifikasi)
OP yang memerlukan
penelitian lapangan
tandatangani
1. Aoto/opy $+P! kartu $eluarga
atau identitas
lainnya dari wajib pajak
'. Aoto/opy *PP+ dan bukti
pembayaran PBB tahun terakhir7
". Aoto/opy salah satu bukti surat
tanah atau bangunan antara lain6
a. )kta Jual Beli7
b. )kta (ibah7
/. .;B7
d. )kta <aris7
e. *urat keterangan
8urah0$epala Desa7
f. Dokumen lainnya
2. Aoto/opy NP<P atau surat
pernyataan tidak memiliki NP<P
















(:erifikasi)






Pembetulan SPPT9S&P9STP atas Pajak Bumi dan Bangunan
S-1/929P3;92::% +entang -andar .a"u Pela/anan dan 3eersediaan -arana dan Prasarana P-T
P'1S+A1ATAN
AN(&A WA&TU
P'N+'*'SA)AN
WA)B TA0BAHAN WA&TU &'T'1AN(AN
&.Permohonan se/ara tertulis dari <ajib Pajak
atau kuasanya7
%.;engisi *POP dengan jelas! benar! dan
lengkap serta di tandatangani. 3ntuk $esalahan
Eona Nilai +anah dan kesalahan nama <ajib
Pajak atau alamat objek0subjek pajak7
sedangkan untuk kesalahan yang disebabkan
karena memasukkan data tidak perlu mengisi
*POP.
1.Bukti Pendukung perlu dilampirkan6
a. Aoto/opy $+P! kartu $eluarga atau
&. *urat $uasa
dalam hal *POP
diisi dan
ditandatangani
oleh kuasa <P


1 hari
kerja

" (ari
kerja


OP yang tidak
memerlukan penelitian
lapangan (:erifikasi)
OP yang memerlukan
penelitian lapangan
(:erifikasi)

identitas lainnya dari wajib pajak7
b. )sli *PP+0*$P0*+P tahun yang
bersangkutan7
/. Bukti Pelunasan PBB tahun terakhir7
d. Aoto/opy salah satu surat tanah atau
bangunan antara lain6
&) *ertifikat
%) )kta Jual Beli7
1) )kta (ibah7
') .;B atau dokumen lainnya yang sejenis
'.Aoto/opy NP<P atau surat pernyataan tidak
memiliki NP<
















,asar 5engenaan 5ajak
Dari <ikipedia bahasa .ndonesia! ensiklopedia bebas
Belum ,i5eriksa
8angsung ke6 na:igasi! /ari
Dasar pengenaan pajak (a4 base) di dunia yang dikenal hingga saat ini dikelompokkan ke dalam tiga
kategori! yaitu6 Penghasilan dan Bisnis (&n$o'e and business)! $onsumsi (%onsu'pion) dan $ekayaan
(.ealh). 9ang selanjutnya pada masing,masing kategori tersebut dikenakan jenis pajak tertentu.
&. &ateg.ri 5enghasilan dan bisnis dikenakan pajak untuk jenis 7 pajak penghasilan orang pribadi
(personal in/ome taD)! pajak penghasilan badan hukum (/orporate in/ome taD)! pajak pertambahan
nilai (:alue added taD)! pajak pemotongan (se:eran/e taD)! pajak premi perusahaan asuransi
(insuran/e /ompany premium taD) dan pajak lisensi (li/ense taD).
%. &ateg.ri k.nsumsi dikenakan jenis pajak7 pajak penjualan (sales taD)! pajak honorarium (use taD)!
pajak bahan bakar minyak (fuel taDes)! pajak minuman beralkohol (al/oholi/ be:erage taDes)! pajak
produk tembakau (toba//o produ/ts taDes)! pajak hotel0motel (hotel0motel taD)! pajak restauran
(restaurant meals taD)! pajak per/akapan telepon (telephone /all taD)! dan pajak perjudian (gambling
taDes).
1. &ateg.ri keka6aan! terdiri dari jenis pajak 7 pajak bangunan (property taD)! pajak bumi (estate taD)!
pajak warisan (inheritan/e taD)! pajak hibah (transfer taDes).

Ari"el beropi" a"unansi ini adalah sebuah rinisan. Anda dapa 'e'banu .i"ipedia dengan
'enge'bang"ann/a.
PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB
Dasar !ukum
1. UU No. 12 Tahun 1985 sebagaímana teíah díubah terakhír dengan UU No. 12 Tahun 1994
Tentang Pa|ak Bumí dan Bangunan.
2. KMK No.201/KMK.04/2000 Tentang Penyesuaían Besarnya Nííaí |uaí Ob|ek Pa|ak Tídak Kena
Pa|ak Sebagaí Dasar Penghítungan Pa|ak Bumí dan Bangunan.
3. KMK No. 523/KMK.04/1998 Tentang Penentuan Kíasífíkasí dan Besarnya Nííaí |uaí Ob|ek Pa|ak
Sebagaí Dasar Pengenaan Pa|ak Bumí dan Bangunan.
4. KMK No. 1004/KMK.04/1985 Tentang Penentuan Badan atau Perwakíían Organísasí Internasíonaí
yang Menggunakan Ob|ek Pa|ak Bumí dan Bangunan Yang Tídak Díkenakan Pa|ak Bumí dan
Bangunan.
5. Kep Dír|en Pa|ak Nomor: KEP-251/P|./2000 Tentang Tata Cara Penetapan Besarnya Nííaí |uaí
Ob|ek Pa|ak Tídak Kena Pa|ak Sebagaí Dasar Penghítungan Pa|ak Bumí dan Bangunan.
6. Kep Dír|en Pa|ak Nomor: KEP-16/P|.6/1998 Tentang Pengenaan Pa|ak Bumí dan Bangunan.Surat
Edaran Dír|en Pa|ak Nomor: SE-43/P|.6/2003 Tentang Penyesuaían Besarnya Nííaí |uaí Ob|ek
Pa|ak Tídak
Kena Pa|ak (N|OPTKP) PBB dan Perubahan Nííaí Peroíehan Ob|ek Pa|ak Tídak Kena Pa|ak
(NPOPTKP) BPHTB Untuk Tahun Pa|ak 2004.
7. Surat Edaran Dír|en Pa|ak Nomor: SE-57/P|.6/1994 Tentang Penegasan dan Pen|eíasan
Pembebasan PBB atas Fasííítas Umum dan Sarana Sosíaí Untuk Kawasan Industrí dan Reaí
Estate.
Istilah Penting dalam UU PBB
( Pasaí 1 UU No. 12 Tahun 1985 |o. UU No. 12 Tahun 1994)
1. Bumi adaíah permukaan bumí dan tubuh bumí yang ada díbawahnya;
2. Bangunan adaíah konstruksí tekník yang dítanam atau dííekatkan secara tetap pada tanah
dan/atau peraíran;
3. Nilai Jual "byek Pajak adaíah harga rata-rata yang díperoíeh darí transaksí |uaí beíí yang
ter|adí secara wa|ar, dan bííamana tídak terdapat transaksí |uaí beíí, Nííaí |uaí Obyek Pa|ak
dítentukan meíaíuí perbandíngan harga dengan obyek íaín yang se|enís, atau nííaí peroíehan
baru, atau Nííaí |uaí Obyek Pa|ak Penggantí;
4. #urat Pemberitahuan "byek Pajak adaíah surat yang dígunakan oíeh wa|íb pa|ak untuk
meíaporkan data obyek pa|ak menurut ketentuan undang-undang íní;
5. #urat Pemberitahuan Pajak $erhutang adaíah surat yang dígunakan oíeh Dírektorat
|enderaí Pa|ak untuk memberítahukan besarnya pa|ak terhutang kepada wa|íb pa|ak;
"byek Pajak
( Pasaí 2 ayat (1) UU No. 12 Tahun 1985 |o. UU No.12 Tahun 1994 )
• Yang men|adí ob|ek pa|ak adaíah Bumí dan Bangunan
Pengertían Bumí
Bumi adaíah permukaan bumí dan tubuh bumí yang ada dí bawahnya.
Pengertían Bangunan
Bangunan adaíah konstruksí tekník yang dítanam atau dííekatkan secara tetap pada tanah
dan/atau peraíran.
Yang termasuk pengertían bangunan adaíah :
a. |aían ííngkungan yang teríetak daíam suatu kompíeks bangunan sepertí hoteí, pabrík,
dan empíasemennya dan íaín-íaín yang merupakan satu kesatuan dengan kompíeks
bangunan tersebut;
b. |aían TOL;
c. koíam renang;
d. pagar mewah;
e. tempat oíah raga;
f. gaíangan kapaí, dermaga;
g. taman mewah;
h. tempat penampungan/kííang mínyak, aír dan gas, pípa mínyak;
í. fasííítas íaín yang memberíkan manfaat;
Klasi%ikasi Bumi dan Bangunan
( Pen|eíasan Pasaí 2 ayat (1) UU No. 12 Tahun 1985 |o. UU No.12 Tahun 1994 )
Klasi%ikasi bumi dan bangunan adaíah pengeíompokan bumí dan bangunan menurut nííaí |uaínya
dan dígunakan sebagaí pedoman serta untuk memudahkan penghítungan pa|ak yang terhutang.

#ubyek PBB
( Pasaí 4 UU No. 12 Tahun 1985 |o. UU No.12 Tahun 1994 )
Yang men|adí sub|ek PBB adaíah orang atau badan yang secara nyata :
a. mempunyaí hak atas bumí/tanah, dan/atau;
b. memperoíeh manfaat atas bumí/tanah dan/atau;
c. memíííkí, menguasaí atas bangunan dan/atau;
d. memperoíeh manfaat atas bangunan.
Sub|ek Pa|ak yang díkenakan kewa|íban membayar pa|ak men|adí Wa|íb Pa|ak menurut UU PBB.
Apabíía suatu ob|ek pa|ak tídak díketahuí secara |eías síapa yang akan menanggung pa|aknya maka
yang menetapkan sub|ek pa|ak sebagaí wa|íb pa|ak adaíah Dírektorat |enderaí Pa|ak.
Penetapan íní dítentukan berdasarkan buktí-buktí :
• Apakah ada per|an|ían antara pemííík dan penyewa yang mengatur ?
• Síapa yang menanggung kewa|íban pa|aknya ?
• Dan síapa yang secara nyata mendapat manfaat atas bídang tanah dan bangunan tersebut?
$ari% Pajak
( Pasaí 5 UU No. 12 Tahun 1985 |o. UU No.12 Tahun 1994 )
Taríf pa|ak yang díkenakan atas ob|ek pa|ak adaíah sebesar 0,5 % (ííma persepuíuh persen).

Dasar Pengenaan PBB
( Pasaí 6 UU No. 12 Tahun 1985 |o. UU No.12 Tahun 1994 |o. Pasaí 2 (3) KMK-523/KMK.04/1998)
Yang men|adí Dasar Pengenaan PBB adaíah Nííaí |uaí Ob|ek Pa|ak (N|OP). Besarnya Nííaí |uaí Ob|ek
Pa|ak dítetapkan setíap tíga tahun oíeh Menterí Keuangan, kecuaíí untuk daerah tertentu dítetapkan
setíap tahun sesuaí dengan perkembangan daerahnya.
Meskípun pada dasarnya penetapan nííaí |uaí ob|ek pa|ak adaíah 3 (tíga) tahun sekaíí, namun untuk
daerah tertentu yang karena perkembangan pembangunan mengakíbatkan nííaí |uaí ob|ek pa|ak cukup
besar, maka penetapan nííaí |uaí dítetapkan setahun sekaíí. Daíam menetapkan nííaí |uaí, Menterí
Keuangan mendengar pertímbangan Gubernur serta memperhatíkan asas seíf assessment.
Nííaí |uaí sebagaí Dasar Pengenaan PBB díkeíompokkan men|adí dua, yaítu keíompok A dan keíompok B
(KMK-523/KMK.04/1998).
Daíam haí ada ob|ek pa|ak yang nííaí |uaí per M2 nya íebíh besar darí ketentuan Nííaí |uaí Ob|ek Pa|ak,
Nííaí |uaí Ob|ek Pa|ak yang ter|adí dí íapangan tersebut dígunakan sebagaí dasar pengenaan Pa|ak
Bumí dan Bangunan.

Dasar Penghitungan Pajak
( Pasaí 6 UU No. 12 Tahun 1985 |o. UU No.12 Tahun 1994 |o. PP No.25 Tahun 2002).
Yang men|adí dasar penghítungan PBB adaíah Nííaí |uaí Kena Pa|ak (assessment vaíue) atau N|KP, yaítu
suatu persentase tertentu darí nííaí |uaí sebenarnya. N|KP dítetapkan serendah-rendahnya 20% (dua
puíuh persen) dan setínggí-tínggínya 100% (seratus persen).
Besarnya persentase N|KP dítetapkan dengan Peraturan Pemeríntah dengan memperhatíkan kondísí
ekonomí nasíonaí.
Contoh :
Nilai jual suatu objek pajak sebesar Rp 1.000.000,00 persentase Nilai Jual Objek Pajak misalnya 20%
maka besarnya Nilai Jual Kena Pajak : 20% x Rp 1.000.000,00 Rp200.000,00

Dasar Penghitungan Pajak
( Pasaí 7 UU No. 12 Tahun 1985 |o. UU No.12 Tahun 1994).
Secara umum besarnya pa|ak yang terutang díhítung dengan cara mengaííkan taríf pa|ak dengan Nííaí
|uaí Kena Pa|ak (N|KP), atau íebíh íengkapnya sebagaímana díuraíkan pada rumus díbawah íní:
Nííaí |uaí Ob|ek Pa|ak (N|OP)
Nííaí |uaí Ob|ek Pa|ak Tídak Kena Pa|ak (N|OTKP)
Nííaí |uaí Ob|ek Pa|ak Kena Pa|ak
(N|OPKP)

Nííaí |uaí Kena Pa|ak (N|KP)
= 20% X N|OPKP (untuk N|OP < 1 Míííar); atau
= 40% X N|OPKP (untuk N|OP 1 Míííar atau íebíh)
Besarnya PBB terutang = 0,5 % X N|KP

XXXXX
XXXXX (-)
XXXXX

XXXXX


XXXXX