Authors

:

Lilik Kurniawan Yayan Akhyar Israr

Faculty of Medicine – University of Riau Pekanbaru, Riau 2010

© Belibis A-17.((http://www.Belibis17.tk 0

2.1 ANATOMI DAN FISIOLOGI Kornea adalah selaput bening mata yang dapat menembus cahaya. Membrane descement. infeksi. Gejala lainnnya yang mungkin ditemukan adalah mata terasa perih. Membrane bowman.2 Keratitis pungtata dapat disebabkan karena sindrom dry eye. Kelainan kornea sering menjadi penyebab timbulnya gejala pada mata. berbentuk heksagonal.1. atau dapat juga karena infeksi sekunder. 4. dan merupakan jaringan penututp bola mata sebelah depan yang terdiri dari :1 1. 5. 3. terdiri dari 5 lapis sel epitel tidak bertanduk yang saling tumpang tindih. Stroma. blefaritis. Kornea disarafi oleh banyak saraf sensoris terutama berasal dari saraf siliar longus dan saraf nasosiliar. sinar ultraviolet. intertitisial dan profunda. Pembiasan sinar terkuat dilakukan oleh kornea yaitu 40 dioptri. berlapis satu. Endotel. merupakan kolagen yang tersusun tidak teratur seperti storma. yang berasal dari mesotelium. merupakan membrane aseluler. bersifat sangat elastic. terdiri atas lamel yang merupakan susunan kolagen yang sejajar satu dengan yang lainnya. dan merasa kelilipan. Kornea merupakan bagian mata yang tembus cahaya dan menutup bola mata di sebelah depan. biasanya diklasifikasikan dalam lapisan yang terkena seperti keratitis superficial. keracunan obat. mata merah. Trauma ataun penyakit yang merusak endotel akan mengakibatkan sistem pompa endotel terganggu sehingga dekompensasi endotel dan terjadi edema kornea. rasa silau. Pada keratitis pungtata superficial biasanya penyembuhan berlangsung sempurna. gatal dan mengeluarkan kotoran. Gejala klinisnya dapat berupa.1 1 . apabila disebabkan oleh virus tidak perlu diberikan pengobatan karena penyembuhan dapat terjadi dalam 3 minggu4. Epitel. konjungtivitis kronis. Keratitis merupakan kelainan akibat terjadinya infiltrate sel radang pada kornea yang akan mengakibatkan kornea menjadi keruh. dan reaksi alergi yang merupakan sebagian besar penyakit ada jaringan ini.PENDAHULUAN Permukaan mata secara regular terpajan ligkungan luar dan mudah mengalami trauma.

Mata kering (sindrom dry eye). pada kerattitits pungtata subepitel berjalan kronis tanpa meperlihatkan gejala konjungtiva ataupun tanda akut. Jika penyebabnya adalah virus. Keratitits yang terkumpul di daerah membrane bowman. Iritasi atau alergi terhadapa obat tetes mata. virus yang memberikan gambaran infiltrate halus bertitik-titk misalnya keratitis pada herpes simplek dan herpes zoster. sinar dari las listrik) Iritasi akibat pemakaianlensa kontak jangka panjang. peka terhadap cahaya (fotofobia) dan penglihatan menjadi sedikit kabur. gatal dan mengeluarkan kotoran. Keratitis pungtata subepitel 3. Infeksi bakteri. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan menggunakan kartu snellen maupun secara manual yaitu menggunakan jari tangan. sinar lampu. reflek mengedip yang dapat merangsang reaksi sekresi mata sering air. maka kelenjar getah bening di depan telinga akan membengkak dan nyeri bila ditekan. Gejala lainnya yang mungkin ditemukan adalah mata terasa perih.4 PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan diagnostik yang biasa dilakukan adalah :6 .3. Keratitis pungtata superfisial Keratitis pungtata superfisial adalah suatu keadaan dimana sel-sel pada permukaan kornea mati. merah.KLASIFIKASI Keratitis pungtata diklasifikasikan sebagai berikut : 1. dan enterobacteriacia.3. Penyebabnya dapat berupa :1. Sinar ultraviolet ( sinar matahari.6 Infeksi virus. 2. GEJALA Mata biasanya terasa nyeri. berair. Jika penyebabnya adalah sinar ultraviolet. bakteri yang menyebabkan keratitis yaitu stapilococcus. pseudomonas. maka gejala-gejala biasanya munculnya agak lambat dan berlangsung selama 1-2 hari.Pemeriksaan tajam penglihatan Pemeriksaan tajam penglihatan dilakukan untuk mengetahui fungsi penglihatan setiap mata secara terpisah. 2 .

keratitis tidak perlu mendapatkan pengobatan yang khusus karena biasaya dapat sembuh lebih kurang dalam 3 minggu. . Pembasahan kornea kurang dari 15 detik menunjukkan film air mata tidak stabil.6 PENGOBATAN Keratitits pungtata superficial penyembuhannya dapat berakhir dengan sempurna. apabila virus yang menjadi penyebabnya. . Pemberian cendo citrol tetes mata (6 x 1 tetes) yang diindikasikan kortikosteroid dapat menekan infeksi sekunder.Uji dry eye Pemeriksaan mata kering atau dry eye termasuk penilaian terhadap lapis film air mata ( tear film ). tanda lain juga dapat dilihat seperti perdarahan peripapilar.5 Pada kasus ini pasien juga diberikan kloramphenikol salep mata yang mana fungsinya juga dapat menekan infeksi mikroba dan mengurangi perluasan peradangan.Tonometri digital palpasi Cara ini sangat baik pada kelainan mata bila tonometer tidak dapat dipakai atau sulit dinilai seperti pada sikatrik kornea.Ofthalmoskop Tujuan pemeriksaan untuk melihat kelainan serabut retina. . akan tetapi masa kerja kloramphenikol salep mata berlangsung lebih lama dibandingkan cendo xitrol tetes.5 3 . serat yang pacat atropi. tear lake juga dapat dilihat dengan cara focus kita alihkan kearah lateral bawah..Keratometri ( pegukuran kornea ) Keratometri tujuannya untuk mengetahui kelengkungan kornea. tekanan dapat dibandingkan dengan tahahan lentur telapak tangan dengan tahanan bola mata bagian superior. kornea ireguler dan infeksi kornea. danau air mata ( teak lake ). Penilaiannya dalam keadaan normal film air mata mempunyai waktu pembasahan kornea lebih dari 25 detik. Kloramphenikol salep mata efektif digunakan pada malam hari pada saat mau tidur. dilakukan uji break up time tujuannya yaitu untuk melihat fungsi fisiologik film air mata yang melindungi kornea. secara subjektif dapat dilihat tear lake yang kering atau yang terisi air mata. Pada cara ini diperlukan pengalaman pemeriksa karena terdapat factor subjektif.

Jika penyebabnya adalah mata kering.1 4 . diberikan antibiotik. Jika penyebabnya adalah sinar ultraviolet atau lensa kontak.4 Imunitas tubuh merupakan hal yang penting dalam kasusu ini karena diketahui reaksi imunologik tubuh pasien sendiri yang memberikan respon terhadap virus ataupun bakteri. diberikan salep antibiotik dan obat untuk melebarkan pupil. PROGNOSIS Keratitis pungtata superficial penyembuhan biasanya berlangsung baik meskipun tanpa pengobatan. diberikan salep dan air mata buatan. maka sebaiknya pemakaian obat dihentikan. Jika penyebabnya adalah reaksi terhadap obat-obatan.Jika penyebabnya adalah bakteri.

3. Dasar Teknik Pemeriksaan Dalam Ilmu Penyakit Mata. Jakarta : Balai Penerbit Buku Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. BPP ISFI. Jakarta : Balai Penerbit Buku Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 4.((http://www. 2006. 45-7. pada tanggal : 25 Maret 2010. Ilyas S.com/penyakit/869/Keratitis_Pungtata_Superfisialis. 223-4. 180-5.Belibis17.indonesiaindonesia. Edisi 3. ISO Indonesia vulome 41. 2006. Lecture Notes : Opthalmologi. Webmaster. Bron A. 73-4. 147-6. Keratitis Pungtata Superfisialis.html. James B. Penuntun Ilmu Penyakit Mata. 2003. © Belibis A-17.DAFTAR PUSTAKA 1. Jakarta Penerbit Erlangga Medikal Series. Webmaster. Edisi 2. Keratitis Pungtata Superfisialis. 450-2. 2.com/f/13182-keratitis-pungtata-superfisialis/. 66-0. 2006. Diunduh dari : http://www. Diunduh dari : http://medicastore. Ilyas S. pada tanggal : 25 Maret 2010. Chew C. 6. Jakarta : BPP ISFI. 5. Edisi 9.tk 5 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful