1

Tigapuluh Satu Hari Menuju Keselamatan dalam Jalan Veda

Disusun dan diberi komentar oleh :

Stephen Knapp (Sri Nandanandana dasa)
Diterjemahkan oleh :

Gusti Nyoman Ambara

2

Tigapuluh Satu Hari Menuju Keselamatan Dalam Jalan Veda
Disusun dan diberi komentar oleh : Stephen Knapp (Sri Nandanandana dasa) Diterjemahkan oleh : Gusti Nyoman Ambara

Booklet ini disusun berdasarkan sloka-sloka terpenting dari Bhagavad-gita dan dengan jelas menunjukkan betapa mudah dan sederhananya Jalan Veda. Dengan mempelajari satu pelajaran setiap hari serta menambahkan prinsipprinsip yang disarankan ke dalam kehidupan anda hingga pada akhir hari ke-31, sepanjang anda tidak menyerah untuk mentaati prinsip-prinsip spiritual yang telah anda pelajari ini, maka anda akan telah memiliki semua yang anda butuhkan utuk mencapai keselamatan. Keselamatan atau moksha, sebagaimana hal itu disebut dalam bahasa Sansekerta, berarti pembebasan dari keberadaan material melalui keinsafan diri. Hal terpenting dalam pembahasan ini adalah : Jangan pernah menyerah untuk selalu berupaya meningkatkan kesadaran spiritual demi tercapainya kebebasan spiritual yang sudah anda pelajari melalui petunjuk-petunjuk ini. Booklet ini dibuat untuk dapat didistribusikan secara bebas demi kemajuan dari Sanatana-dharma, yaitu jalan spritual yang universal dan abadi bagi setiap orang. Silakan meng-email atau mengirimkan booklet ini kepada siapapun yang memerlukannya, kepada siapapun yang ingin mendistribusikannya atau kepada siapapun yang dapat terbantu oleh booklet ini. Semua sloka yang ada dalam booklet ini diambil dari Bhagavad-gita Menurut Aslinya yang disusun oleh Srila A. C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada.

Versi HTML dari booklet ini, berikut dengan informasi spiritual lainnya, tersedia secara gratis dalam website : http://www.stephen-knapp.com

Versi lain berupa booklet yang diformat dalam Microsoft Word yang dapat digunakan untuk pencetakan massal atau diformat ulang bagi keperluan pribadi, juga tersedia dan bisa di-emailkan pada anda dengan cara mengirim email permintaan anda ke : Srinandan@aol.com.

3

Pendahuluan
Beberapa pustaka spiritual terbesar di dunia serta petunjuk-petunjuk spiritual teragung terdapat di dalam Kepustakaan Veda. Dan inti dari Jalan Veda, yang disebut juga oleh sebagian orang sebagai Hinduisme, adalah Upanishad, Vedanta Sutra dan terutama Bhagavad-gita. Bhagavad-gita menguraikan ajaran-ajaran Tuhan Sri Krishna terpenting yang merupakan dasar dari kebijaksanaan Veda. Di sini, kita akan mengambil beberapa dari sloka-loka penting dari Bhagavad-gita dan menyajikannya menjadi suatu rangkaian kegiatan 31 hari yang membimbing kita pada keselamatan, atau disebut sebagai moksha dalam bahasa Sansekerta. Yang dimaksud dengan keselamatan di sini adalah pembebasan dari keberadaan material yang akan membawa kita kembali ke Kerajaan Tuhan. Jalan ini ditujukan bagi semua orang, dan dengan pasti akan membimbing anda menuju pada suatu kehidupan baru yang lebih menggembirakan. Dengan terus membaca booklet ini, anda akan melihat bagaimana Tuhan adalah teman anda yang selalu memperhatikan anda. Tuhan ingin agar anda memahami pengetahuan tentang identitas spiritual anda serta hubungan kasih sayang abadi anda denganNya. Kadang-kadang anda mungkin merasa putus asa, tertekan atau diselimuti oleh kedukaan yang begitu sering terjadi di dunia yang penuh kesulitan ini. Atau bahkan anda merasa tidak yakin pada diri sendiri mengenai jalan mana yang harus anda tempuh. Namun Tuhan ingin anda bangkit dari semua keterpurukan itu dan kembali kepadaNya. Dan anda dapat melakukan itu dalam hidup ini, sekarang juga. Dengan memahami dan menjalani Jalan Spiritual Veda ini, saya ingin menunjukkan kepada anda, betapa sederhana namun agung serta mendalamnya jalan tersebut. Untuk itulah maka booklet ini disusun untuk membantu mengilhami dan membimbing anda melalui satu bulan masa refleksi dan peningkatan menuju pembebasan spiritual. Dengan mengikuti petunjuk-petunjuk sederhana selama 31 hari ke depan, satu pelajaran setiap harinya, anda akan dibebaskan dari begitu banyaknya kebingungan dalam hidup ini. Anda akan mencapai pencerahan dan kedamaian yang lebih tinggi. Anda akan melihat bahwa mencapai Tuhan bukanlah hal yang terlalu sulit. Ini dapat dilakukan dan akan merubah hidup anda. Ini juga sangat sederhana, mudah dan tidak membutuhkan biaya. Anda dapat melakukannya sendiri, bersama teman-teman atau keluarga anda. Menghidupkan kembali hubungan anda dengan Tuhan Sri Krishna adalah suatu pengalaman yang paling membahagiakan, yang akan mengisi kekosongan dalam hidup anda. Tuhan Sri Krishna telah selalu menjadi teman anda. Beliau menunggu anda berpaling kembali kepadaNya. Saat inilah kesempatan anda untuk membangunkan kembali kesadaran anda pada sifat-sifat spiritual anda yang sejati dan bagaimana anda selalu terhubung kepadaNya. Inilah kedudukan sejati kita. Untuk inilah kita hidup. Dan sekaranglah saatnya anda membuka pintu anda kepada kedudukan yang khusus ini. Inilah pesan dari Tuhan pada anda sebagaimana Dia menyampaikannya pada Arjuna, salah seorang sahabatNya, dalam Bhagavad-gita. Yang anda perlu lakukan sangatlah sederhana, yaitu cukup dengan membuka hati anda untuk menerima pesanNya ini. Jika anda mempunyai pertanyaan sesudah membaca booklet ini, silakan sampaikan pertanyaan tersebut pada orang yang memberi booklet ini pada anda, atau hubungi pura / kuil setempat, atau hubungi kami secara tertulis melalui email. Kami akan lakukan apapun yang kami bisa untuk membantu anda. Ingatlah, anda tidak sendiri. Kita semua berteman dan di hadapan Tuhan kita semua sama. Gunakan booklet pendek ini untuk memulai doa, meditasi, refleksi atau saat-saat hening pagi harian anda. Gunakan satu hari untuk berkontemplasi pada setiap poin dan untuk membuat perubahan penting dalam kemajuan spiritual anda. Ini tidaklah berarti bahwa melulu dengan hanya membaca booklet ini anda akan mencapai pembebasan, namun bila anda menambahkan sifat-sifat atau kegiatan-kegiatan yang disarankan dalam sloka-sloka tersebut serta secara serius menjaganya untuk terus dipraktekkan dalam hidup anda, maka pada saat mengakhiri rangkaian latihan ini maka paling tidak anda sudah memiliki semua yang anda butuhkan untuk mencapai moksha. Gunakan salinan Kitab Bhagavad-gita, jika anda tidak memilikinya, untuk melanjutkan pelajaran anda serta kemajuan spiritual anda. Gunakan booklet ini sesering mungkin sesuai kebutuhan anda untuk berintrospeksi pada diri sendiri dan untuk melihat sejauh mana anda telah mencapai kemajuan. Atau juga untuk melanjutkan pemantapan kemajuan anda menuju pembebasan dari keberadaan material serta kembalinya anda ke dunia spiritual. Anda akan menyadari bahwa tataran spiritual jauh lebih dekat daripada yang anda pikirkan sebelumnya.

4

HARI KE – 1 : MEMULAI HIDUP BARU ANDA
“Dalam usaha ini tidak ada kerugian ataupun pengurangan, dan sedikitpun kemajuan dalam menempuh jalan ini dapat melindungi seseorang terhadap rasa takut yang paling berbahaya ” (Bg.2.40) *** Salah satu dari hal terpenting yang harus dipahami adalah bahwa setiap kemajuan kecil dalam jalan spiritual bersifat abadi. Ia akan selalu ada bersama anda. Ia tidaklah sama dengan materi atau pertumbuhan badan yang akan habis atau berakhir dalam waktu yang singkat, atau setidak-tidaknya, selama anda masih memiliki tubuh anda. Sebagai contoh, anda mungkin bekerja sangat keras untuk mendapatkan uang yang akan anda pergunakan untuk membiayai suatu liburan yang menyenangkan. Namun bagaimanapun menyenangkannya liburan anda itu, uang anda akan tetap habis dipergunakan pada akhirnya dan ketika anda kembali anda harus mulai lagi bekerja untuk mendapatkannya kembali. Anda mungkin melanjutkan pendidikan lagi untuk meningkatkan karir pekerjaan yang lebih baik, dan ternyata pada saat anda menyelesaikan pendidikan itu anda menemukan bahwa ternyata lowongan pekerjaan di struktur karir anda tersebut sudah tidak ada lagi. Atau anda mungkin memulai bekerja di suatu bidang pekerjaan yang benar-benar menjadi pilihan anda, dan ternyata anda diberhentikan dari pekerjaan tersebut sehingga anda harus kembali mencari pekerjaan yang baru. Anda mungkin sedang menjalani suatu kehidupan yang sangat menyenangkan bersama istri atau suami anda beserta keluarga anda, tinggal di suatu rumah yang indah dan sebagainya. Dan kemudian waktu berjalan di mana anda akhirnya menjadi tua dan sakit-sakitan dan akhirnya andapun harus meninggal. Anda dipaksa untuk meninggalkan semua yang telah anda miliki. Tidak seorangpun menginginkan hal seperti ini, tetapi inilah sifat dari kehidupan material. Selalu terjadi perubahan terus menerus, suka atau tidak suka, dan inilah yang menekan anda. Namun demikian, apapun kemajuan spiritual yang telah anda buat tidak akan pernah berkurang, berubah ataupun hilang. Sedangkan semua yang lain hanya akan bersifat sementara. Bahkanpun bila anda hanya membuat suatu kemajuan spiritual yang sangat kecil di dalam hidup anda, maka hal itu akan tetap bersama anda untuk nantinya diambil dan ditambahkan kembali dalam kehidupan anda yang akan datang. Dengan kemajuan itu, maka secara alamiah anda akan untuk maju terus melalui satu masa kehidupan ke satu masa kehidupan selanjutnya. Dengan cara ini juga anda tidak akan pernah memasuki kegelapan ataupun situasi seperti di neraka setelah anda meninggal. Anda akan selalu terlindungi. Memanglah, kemana kita pergi sesudah kita meninggal adalah sesuatu yang selalu menjadi kegelisahan utama banyak orang. Sebagaimana kegelisahan tentang kepastian bahwa kita akan selalu menjadi bertambah tua dan jompo. Namun bagi seseorang yang mengikuti jalan spiritual, ketakutan dan kegelisahan seperti itu tidak akan pernah ada.

5

HARI KE – 2 : MENGAPA KITA KHUSUK PADA TUHAN?
“Banyak orang pada masa lampau disucikan oleh pengetahuan tentang Aku dengan dibebaskan dari ikatan, rasa takut dan amarah, khusuk sepenuhnya berpikir tentangKu dan berlindung kepadaKu – dan dengan demikian mereka semua mencapai cinta bhakti rohani kepada-Ku” (Bg.4.10) *** Ketika mulai menjalani jalan pengetahuan spiritual, seseorang mungkin bertanya apa yang begitu khusus dari jalan itu. Mengapa kita harus khusuk pada Tuhan? Apakah itu akan berjalan dengan semestinya? Tapi menurut sloka di atas, Tuhan Sri Krishna menjelaskan bahwa proses ini bukanlah sesuatu yang baru. Ada sangat banyak orang di masa lalu yang telah berhasil melakukan hal tersebut. Tentu saja, kita telah mendengar mengenai para acharya dan para guru spiritual yang telah mencapai keberhasilan. Mereka kemudian menyebar-luaskan ajaran-ajarannya kepada orang lain. Tapi masih ada sangat banyak orang biasa yang tidak pernah kita kenal, yang juga telah berhasil melakukan hal tersebut dan mencapai wilayah spiritual. Dan anda mungkin juga akan menjadi salah satu dari mereka. Jadi kita tidak perlu merasa ragu jika kita benar-benar ingin mencapai keberhasilan dalam jalan ini. Proses ini, yang terdiri atas pengetahuan spiritual sejati serta pengabdian pada Tuhan, adalah cara termudah dan paling tepat sasaran. Ini akan dijelaskan lebih lanjut sambil kita melaksanakan latihan ini. Pengetahuan serta proses ini akan membantu anda mengerti Tuhan. Dengan pemahaman dan penyadaran seperti ini, telah ada sangat banyak orang yang mencapai keberuntungan spiritual. Untuk itu kita harus terus meningkatkan antusiasme kita untuk terus maju, sebab kita tahu bahwa kita sedang mengikuti sebuah jalan di mana telah banyak orang yang menjalaninya dan mencapai keberhasilan paling utama dalam hidup.

6

HARI KE – 3 : SELALU PERCAYA DAN TETAP BERJALAN DALAM CAHAYA
“Tetapi orang yang bodoh dan tidak percaya serta ragu-ragu tentang Kitab-kitab Suci yang diwahyukan, tidak akan mencapai Tuhan Yang Maha Esa; melainkan mereka jatuh. Tidak ada kebahagiaan bagi orang yang raguragu, baik di dunia ini maupun di penjelmaan yang akan datang.” (Bg.4.40) *** Selalu dibutuhkan kepercayaan untuk memulai sesuatu yang baru, tidak perduli apakah itu adalah memulai suatu pekerjaan baru, pindah ke tempat yang baru, menikah dan sebagainya. Kita harus percaya bahwa hal itu akan memberi manfaat pada kita. Tapi dalam kasus ini kita tahu bahwa dengan mengikuti jalan spiritual, akan terbentuklah perkembangan positif dalam hidup kita, dalam kesadaran kita dan bahkan dalam dunia ini. Inilah tujuan jangka panjang yang merupakan karunia dari semua itu – yaitu mencapai kesadaran Tuhan. Tentu saja, sebagaimana dikatakan dalam sloka di atas, bagi mereka yang tidak percaya dan ragu pada petunjuk Tuhan di dalam pustaka suciNya, maka mereka tidak akan mencapai kesadaran Tuhan dan juga kebahagiaan abadi. Hal yang terpenting adalah bahwa kebahagiaan itu sendiri harus muncul dari dalam diri. Tidak ada kegiatan badan atau kegiatan di luar yang akan menghasilkan kebahagiaan, jika anda tidak pernah mempunyai kegembiraan di dalam hati anda sendiri. Mungkin ada beberapa kegiatan badan yang bisa memberikan perasaan senang, nyaman dan mengasyikan. Namun tidak akan pernah muncul kebahagiaan, jika kegiatan-kegiatan itu tidak memberi anda kepuasan di tingkat spiritual yang lebih tinggi. Kenyataannya adalah bahwa semua kegiatan badan hanya memberikan kita suatu kesibukan untuk dilakukan guna menghabiskan waktu. Kegiatan-kegiatan badan itu bagaikan suatu taktik pengalihan perhatian yang membuat pikiran dan badan anda sibuk sementara waktu terus berlalu. Memang kita selalu melihat bahwa selalu ada orang-orang yang meragukan pustaka suci Tuhan atau petunjukpetunjukNya. Tapi kita harus bersimpati pada mereka, karena pengalaman menunjukkan berulangkali bahwa individuindividu dengan keyakinan seperti itu, suatu keyakinan yang hanya memberikan kesenangan sementara, jauh lebih sering mengalami perasaan hampa dibanding mengalami perasaan terpenuhi. Mereka bahkan sering merasa kecewa, sinis bahkan tersisihkan dalam hidup walaupun mungkin mereka tidak mau mengakui hal tersebut. Tentu saja kita tidak ingin menempuh jalan seperti itu. Bagaimanapun, dengan berjalan menempuh cahaya kesadaraan spiritual, maka itu berarti bahwa apapun yang anda lakukan akan selalu membawa kesenangan dan kebahagiaan dalam tingkat yang jauh lebih tinggi dan lebih dalam lagi. Begitu kita melanjutkan perjalanan dalam jalan spiritual ini, segala sesuatunya akan menjadi makin jelas, karena segala keindahan dan kebahagiaan telah ada di dalam diri anda. Anda adalah hasil kreasi dari sumber segala keindahan dan kesenangan. Jalan spiritual ini akan mengungkapkan sisi rohani dalam diri anda, dan akan membebaskan anda dari kesalahan dalam mengenali rintangan, kesulitan hidup dan ilusi yang sedang terjadi di sekitar kita. Pengalaman seperti ini membuat kepercayaan kita semakin meningkat. Dengan upaya kita, kita dapat menyaksikan apa yang dapat terjadi dalam hidup kita sendiri, apabila kita melaksanakan petunjuk-petunjuk ini dengan serius.

7

HARI KE – 4 : PENGETAHUAN ROHANI, SUATU JALAN MENUJU KEDAMAIAN DAN KEMURNIAN
”Di dunia ini, tiada yang semulia dan sesuci pengetahuan yang melampaui hal -hal duniawi. Pengetahuan seperti ini adalah buah matang dari segala kebatinan. Orang yang sudah ahli dalam latihan bhakti menikmati pengetahuan ini sesudah beberapa waktu.” (Bg.4.38) ”Orang yang sadar kepadaKu sepenuhnya, karena dia mengenal Aku sebagai Penerima Utama segala korban suci dan pertapaan, Tuhan Yang Maha Esa penguasa semua planet dan dewa, da penolong yang mengharapkan kesejahteraan semua makhluk hidup, akan mencapai kedamaian dari penderitaan kesengsaraan material.” (Bg.5.29) *** Pengetahuan adalah inti dari kekuatan, serta memotivasi kita untuk berubah dan berkembang. Dan pengetahuan spiritual sendiri berasal dari kekuatan cahaya. Bila digunakan dengan benar, maka pengetahuan spiritual dapat menghubungkan anda dengan diri sejati anda hingga mencapai suatu titik di mana anda akan merasakan keberadaan Yang Maha Kuasa. Pengetahuan adalah juga suatu kesadaran pada tujuan dari hidup ini. Sloka-sloka di atas menjelaskan mengenai para orang bijaksana yang mencapai kedamaian abadi, karena mereka mengetahui bahwa tujuan utama kehidupan adalah memahami identitas spiritual kita dan Tuhan. Mereka melibatkan semua kegiatan mereka untuk kemajuan dalam mencapai tujuan tersebut. Hal itu perlu dilakukan untuk membuka selubung ilusi atau maya yang menutupi kita, sehingga inti dari realitas spiritual kita tersembunyikan. Inilah salah satu dari beberapa hal utama yang dapat dilakukan oleh pengetahuan spiritual kepada kita. Oleh karena itu, dengan mengikuti jejak dari para orang bijaksana itu, kita dapat masuk ke dalam kedamaian mulia dengan memanfaatkan pengetahuan rohani, untuk merasakan diri sejati kita dan untuk memahami serta mengerti tujuan utama dalam hidup kita. Kemudian kita dapat menikmati pengetahuan yang lebih dalam dari pikiran itu, dan yang selalu terhubungkan secara abadi dengan Tuhan Yang Maha Kuasa. Pemahaman inilah yang sesungguhnya mengungkapkan tujuan utama dari keberadaan manusia dan membawa kedamaian melewati kehidupan material yang rumit. Inilah pentingnya pengembangan kesadaran pada pengetahuan rohani dan ini sangatlah berbeda dengan pengetahuan material dan pendidikan biasa. Pendidikan yang sesungguhnya seharusnya tidaklah melulu hanya dilakukan untuk mencapai suatu keterampilan atau keahlian semata, seperti menjadi artis, menjadi montir mobil atau menjadi dokter dan menjadi teknisi komputer. Pendidikan yang sesungguhnya adalah pendidikan yang bisa mengungkapkan siapakah kita ini sebenarnya dan apakah dimensi spiritual itu. Pendidikan inilah yang juga seharusnya menunjukkan bagaimana kehidupan material kita ini hanyalah seperti sekilas kerlip cahaya bila dibandingkan dengan keberadaan jiwa kita yang abadi. Inilah yang harus kita rasakan. Itulah sebabnya disebutkan sebagai berikut : ”Pengetahuan ini adalah raja pendidikan, yang paling rahasia di antara segala rahasia. Inilah pengetahuan yang paling murni, pengetahuan ini adalah kesempurnaan dharma, karena memungkinkan seseorang melihat sang diri secara langsung melalui keinsafan. Pengetahuan ini kekal dan dilaksanakan dengan riang. (Bg.9.2)

8

HARI KE – 5 : MENGAPA PENGETAHUAN INI DIBERIKAN KEPADA ANDA
”Ilmu pengetahuan yang abadi tersebut mengenai hubungan dengan Yang Maha Kuasa, hari ini Kusampaikan kepadamu,sebab engkau adalah penyembah dan kawanKu; karena itulah engkau dapat mengerti rahasia rohani ilmu pengetahuan ini.” (Bg.4.3) *** Satu hal yang sudah pasti adalah bahwa ketika anda di sini dan membaca tulisan ini, maka itu berarti anda hidup. Dan bila anda hidup, maka anda ada di sini untuk suatu tujuan. Ingatlah bahwa anda spesial. Anda ada di sini bukan karena kebetulan saja. Anda adalah makhluk spiritual yang ada di dalam badan material. Anda ada di sini karena Tuhan memiliki tujuan tertentu. Anda adalah bagian spiritual dari Tuhan dan anda memiliki semua kesempatan untuk meraih kembali kesadaran dan realisasi tersebut. Ketika kita meningkatkan kesadaran kita hingga mencapai tingkat di atas kegiatan–kegiatan biasa, bebas dari pengaruh mental dan nafsu, maka kita akan mendapatkan sekilas pemahaman dari kenyataan yang menyadarkan kita bahwa kita adalah makhluk spiritual, melampaui segala hal-hal duniawi yang ada di sekitar kita. Dengan selalu menyadari hal itu, kita selalu terhubung langsung dengan Tuhan. Sebagai makhluk spiritual anda selalu terhubung dengan Tuhan. Hal itu tidak pernah berubah. Yang anda perlukan hanyalah membangkitkan sepenuhnya kesadaran anda untuk memahami nikmatnya rasa saling mengasihi yang tepat dalam hubungan antara anda dengan Tuhan. Tuhan memberikan fasilitas penuh bagi makhluk hidup untuk bangkit dalam kesadaran ini dengan menyediakan pustaka-pustaka suci yang berisikan pesan-pesanNya, seperti Bhagavadgita, sebagaimana disediakanNya juga para guru dan pendidik yang akan menunjukkan jalan pada kita. Tuhan juga memberikan dorongan untuk mempelajari dan meneliti pengetahuan ini dengan menyediakan inspirasi dari dalam diri kita, yaitu keberadaan Roh Yang Utama [Paramaatma]. Dalam setiap hal Tuhan adalah sahabat anda. Dia sangatlah memperhatikan anda, dan karena itulah anda diberiNya hadiah berupa pengetahuan dalam booklet ini. Ini semua adalah rancangan Tuhan bagi kemajuan anda. Jika anda menggunakan pengetahuan ini dengan benar, hubungan timbal-balik antara anda dengan Tuhan akan meningkat. Hubungan anda dengan Tuhan akan semakin jelas dan kedudukan anda sebagai penyembah Tuhan akan semakin nyata, sehingga misteri rohani ini akan terungkapkan. Tuhan sangat memperhatikan anda, sehingga anda diberiNya kesempatan ini sekarang.

9

HARI KE – 6 : MEMPELAJARI KEBENARAN SPIRITUAL AKAN MEMBERIKAN PEMAHAMAN YANG LEBIH BAIK
”Setelah memperoleh pengetahuan yang sejati dari orang yang sudah insaf akan dirinya, engkau tidak akan pernah jatuh ke dalam khayalan seperti ini, sebab dengan pengetahuan ini engkau dapat melihat bahwa semua makhluk hidup tidak lain daripada bagian Yang Maha Kuasa, atau dengan kata lain, bahwa mereka milikKu.” (Bg.4.35) *** Ketika anda melanjutkan perjalanan anda dalam jalan pengabdian kepada Tuhan serta pemahaman pada petunjukpetunjukNya, maka tidak hanya hubungan anda dengan Tuhan yang akan tumbuh kembali serta berangsur-angsur terungkap, namun anda juga akan melihat bahwa semua makhluk hidup adalah juga makhluk spiritual yang melupakan kesejatian mereka karena mereka terbelenggu oleh berbagai jenis material dalam kehidupan. Bentuk kehidupan sebagai manusialah yang menyediakan fasilitas terbaik berupa kecerdasan untuk menganalisa dan memahami identitas spiritual kita. Karena semua makhluk memiliki sifat dasar spiritual, maka mereka semua juga adalah bagian dari Tuhan. Mereka semua adalah milik Tuhan. Sebenarnya semua ini semata-mata merupakan suatu penampilan dari energi Tuhan. Dalam kesadaran ini anda akan menyadari bahwa sebenarnya Tuhan ada di manamana. Apakah yang bukan Tuhan? Karena itu anda tidak perlu merasa kesepian lagi, karena semua keberadaan adalah bagian dari Tuhan dan segala sesuatu adalah energi Tuhan. Lebih dari itu, dalam kebenaran abadi ini anda akan menyadari bagaimana segala sesuatu selalu begitu seimbang. Ciptaan material berasal dari penyebab awal, yaitu Tuhan. Dan segala sesuatu yang terjadi pada kita selalu berdasarkan pada proses aksi dan reaksi, atau proses sebab dan akibat. Inilah yang disebut sebagai Hukum Karma. Tidak ada sesuatupun yang terjadi tanpa suatu alasan tertentu. Meskipun demikian, mereka yang tidak memiliki pemahaman spiritual ini tidak dapat mengerti semua hal itu. Pada kenyataannya, mereka sering kali menentang dan menghina pandangan spiritual ini. Mereka terus berpura-pura dan akhirnya terpaku pada kebodohan mereka sendiri. Dengan begitu, mereka tidak memiliki harapan lagi untuk melakukan segala sesuatu selain hanya menghabiskan energi mereka dalam hidup yang mereka anggap hanya sekali ini saja. Mereka sama sekali tidak memahami apa yang ada di luar semua itu. Inilah sebabnya mengapa Tuhan Sri Krishna menjelaskan sebagai berikut : ”Para rohaniwan yang sedang berusaha, yang mantap dalam keinsafan diri, dapat melihat segala hal tersebut dengan jelas. Tetapi orang yang pikirannya belum berkembang dan belum mantap dalam keinsafan diri tidak dapat melihat apa yang sedang terjadi, meskipun mereka berusaha melihat.” (Bg.15.11)

10

HARI KE – 7 : IKUTILAH TUJUAN KEHIDUPAN
”Para yogi yang melepaskan ikatan, bertindak dengan badan, pikiran, kecerdasan dan bahkan dengan inderainderapun hanya dimaksudkan untuk pensucian diri.” (Bg.5.11) *** Begitu anda mengalami peningkatan dalam pensucian spiritual dan keinsafan diri, anda akan memahami bagaimana cara menggunakan semua aspek kehidupan anda menuju kemajuan spiritual. Sehingga, mulai dari anda bangun tidur di pagi hari, mengurus anak dan keluarga, pergi bekerja, berhubungan dengan orang lain hingga makan dan tidur, semuanya bisa dilakukan dalam suatu cara yang dapat meningkatkan perkembangan spiritual anda. Semua kegiatan dapat menjadi suatu bahan pelajaran yang bisa dipelajari dan dapat memberi wawasan ke dalam hubungan kita dengan Tuhan serta semua bagianNya. Selain itu kegiatan-kegiatan itu juga bisa memberikan kita wawasan atas kesia-siaan kita selama mengejar kesenangan berdasarkan nafsu belaka, yang akhirnya justru akan menegaskan betapa sangat perlunya kita melanjutkan peningkatan spiritual kita. Dengan cara ini, kita akan tetap termotivasi untuk menggunakan badan kita sebagai sebuah alat, bersama dengan pikiran dan kecerdasan, untuk proses pemurnian keberadaan rohani kita. Dengan melakukan kebiasaan ini untuk tujuan hidup yang sebenarnya, maka kita akan terus mencapai keinsafan yang lebih dalam dan lebih dalam lagi. Begitu kita berkembang, maka dalam waktu yang sangat dekat, kita dijamin untuk bebas dari wawasan duniawi dan keberadaan material, serta kita kembali ke kerajaan Tuhan. Sebagaimana Tuhan Sri Krishna menjelaskan sebagai berikut : ”Orang yang bebas dari amarah dan segala keinginan material, insaf akan diri, berdisiplin diri dan senantiasa berusaha mencapai kesempurnaan, pasti akan mencapai pembebasan dalam Tuhan Yang Maha Kuasa dalam waktu yang dekat sekali.” (Bg.5.26)

11

HARI KE – 8 : RAJINLAH DALAM MENJALANI JALAN INI
”Dari manapun pikiran mengembara karena sesuai sifatnya yang berkedip-kedip dan tidak mantap, seseorang dengan pasti harus menarik pikirannya dan membawanya kembali di bawah pengendalian sang diri. Seorang yogi yang pikirannya sudah dipusatkan padaKu pasti mencapai kesempurnaan tertinggi kebahagiaan rohani. Dia berada di atas pengaruh sifat nafsu, dia menginsafi persamaan sifat antara dirinya dan Tuhan Yang Maha Kuasa, dan dengan demikian dia dibebaskan dari segala reaksi perbuatan terdahulu.” (Bg.6.26-27) *** Umumnya upaya menapaki jalan spiritual tidaklah selalu mudah. Kita telah terlalu terbiasa dengan gaya hidup material di mana sering kali kita harus mentoleransi dorongan yang tidak perlu dari indera-indera kita. Kita juga menderita akibat goncangan suasana hati dari pikiran kita. Kita bahkan disituasikan untuk memerlukan sesuatu atau menginginkan milik orang lain di sekitar kita. Semua hal itu dapat mempengaruhi kita melalui berbagai cara, sebagaimana indera-indera kita dapat menarik kita ke segala arah. Itu terjadi antara lain dengan membuat kita berkompromi untuk merubah standard spiritual, peraturan dan praktek kita. Tetapi kita harus tetap terus berusaha dan tidak menyerah. Sesederhana itulah caranya. Jika kita melihat bahwa kita sudah mulai melenceng dari jalur kita, secepatnya kita harus berusaha kembali ke jalur kita lagi. Jika pikiran kita mengembara ke arah yang keliru, gunakanlah kecerdasan untuk menariknya kembali ke tempatnya semula Kita tidak pernah boleh merasa lemah dan tertekan. Kita juga tidak boleh berpikir bahwa proses ini tidak akan berjalan dengan baik. Ingatlah bahwa ada banyak orang yang telah lebih dulu sukses sebelum kita. Anda dapat melangkah mundur dulu untuk melihat bagaimana energi material bekerja, atau bagaimana pikiran bereaksi kepada berbagai situasi yang berbeda. Lalu ingatlah selalu bahwa anda adalah roh, anda bukanlah pikiran. Jadi andalah yang bertugas menguasai pikiran. Ini memang memerlukan praktek yang memakan waktu yang cukup lama. Seberapa baik anda menguasai pikiran anda akan menunjukkan seberapa besar kemajuan yang anda capai. Pada saatnya, dengan kemajuan spiritual yang telah dicapai, pikiran tidak akan terlalu gelisah lagi atau tertarik pada kegiatan material lagi. Pikiran akan kehilangan minatnya pada hal-hal tersebut. Bagaimana cara anda menguasai pikiran adalah dengan cara bagaimana anda memberinya kesibukan. Semakin sering anda membaca buku-buku spiritual dan Veda, atau berkumpul dengan teman-teman lain untuk mendiskusikan topik spiritual serta kegiatan ketuhanan, atau bermeditasi dan menyanyikan nama suci Tuhan, maka semakin positiflah akibat yang terjadi pada pikiran anda. Kemudian, dengan semakin murninya pikiran maka kehidupan akan menjadi semakin damai. Begitu kita semakin bebas dari ikatan duniawi, maka kita juga akan semakin tidak tertarik pada kegiatan-kegiatan, kebiasaan-kebiasaan dan keinginan-keinginan yang meragukan dan melemahkan itu. Inilah yang membentuk jalan bagi pikiran kita untuk selalu terpusat pada Tuhan, tidak tergoncang dan tergeser kembali, sehingga kita mencapai kebahagiaan terbesar.

12

HARI KE – 9 : TINGKATKAN TERUS KUALITAS KARAKTER ANDA
”Sifat rendah hati, bebas dari rasa bangga, tidak melakukan kekerasan, toleransi, kesederhanaan, mendekati guru kerohanian yang dapat dipercaya, kebersihan, sifat mantap dan pengendalian diri; melepaskan ikatan terhadap obyek-obyek kepuasan indera-indera, bebas dari keakuan yang palsu, mengerti buruknya kelahiran, kematian, usia tua dan penyakit; ketidak-terikatan, kebebasan dari ikatan terhadap anak-anak, istri, rumah dan sebagainya, keseimbangan pikiran di tengah-tengah kejadian yang menyenangkan dan tidak menyenangkan; bhakti kepadaKu yang murni dan tidak pernah menyimpang, bercita-cita tinggal di tempat yang sunyi, ketidakterikatan pada khalayak ramai; mengakui bahwa keinsafan diri adalah hal yang penting dan usaha mencari Kebenaran Mutlak dalam filsafat – Aku menyatakan bahwa segala sifat tersebut adalah pengetahuan, dan apapun yang ada di luar sifat-sifat itu adalah kebodohan.” (Bg.13.8-12) *** Kita harus selalu sadar betapa pentingnya upaya peningkatan karakter kita secara berkesinambungan, serta juga pentingnya upaya penambahan sifat-sifat yang dapat membantu kita untuk mencapai tujuan kita. Sloka di atas menyajikan sejumlah sifat-sifat seperti itu. Kita harus mempertimbangkan serta memahaminya, sehingga kita bisa menambahkan sifat-sifat tersebut pada karakter kita sebaik mungkin. Secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut, kerendahan hati adalah suatu cara memahami diri kita sebagai percikan spiritual yang tidak berbeda dengan jiwa lain yang tak terhitung jumlahnya, yang tersebar dalam seluruh ciptaan. Pemahaman seperti ini akan membimbing kita pada hilangnya kebanggaan diri, kita akan menjadi toleran dalam segala situasi dan kita akhirnya akan menjalani kehidupan yang sederhana. Tidak melakukan kekerasan dapat diartikan sebagai selalu berbuat baik dan penuh pemahaman dalam setiap pikiran, ucapan maupun tindakan. Tataran level tertinggi dari tidak melakukan kekerasan adalah membebaskan manusia dari penderitaannya dengan cara memberi mereka pengetahuan spiritual sehingga mereka bisa terangkat dari kehidupan material ini. Pelaksanaan hal ini juga mengarahkan kita menuju ketidak-terikatan terhadap obyek-obyek pemuasan indera-indera. Kebersihan adalah pangkal dari kesalehan, sebagaimana sering dikatakan orang. Oleh karena itu kita harus selalu berusaha untuk membersihkan baik badan maupun pikiran kita. Keakuan palsu dapat diartikan sebagai pengidentifikasian diri pada badan yang bersifat sementara ini, padahal badan ini bukanlah diri yang sebenarnya. Dengan bebas dari keakuan palsu, maka itu berarti anda melihat diri sendiri sebagai makhluk spiritual yang melulu hanya menempati badan, seperti sedang berada dalam suatu wadah atau seperti seorang supir dalam kendaraannya. Maka semua perbedaan yang bersifat material, seperti kecantikan, kecerdasan, kekuatan, kekayaan dan sebagainya itu tidak akan mengkotak-kotakan kita serta tidak akan membuat kita menjadi sombong. Pengertian akan buruknya kelahiran, kematian, usia tua dan penyakit dapat diartikan sebagai kesadaran akan kekacauan atau ketidak-wajaran yang disebabkan hal-hal tersebut pada kita. Kita memiliki tujuan-tujuan, tetapi siklus kelahiran dan kematian mengacaukan semuanya itu dan bertentangan dengan kesejatian kita yang abadi. Ketidakterikatan pada anak-anak kita, istri kita, keluarga kita dan lainnya adalah berarti memahami bahwa anda boleh berinteraksi dengan mereka dan anda bertanggung-jawab atas mereka, namun demikian mereka adalah milik Tuhan. Mereka bukanlah milik anda seutuhnya, mereka hanya titipan dari Tuhan dan selamanya akan menjadi milik Tuhan. Semua perhatian dan cinta kasih anda pada mereka haruslah dilakukan secara tulus, sebagaimana anda juga harus mengajarkan kesadaran Tuhan pada mereka. Jika anda berkeluarga dan memiliki anak, maka keluarga dan anakanak anda adalah tanggung-jawab anda. Ketidak-terikatan ini bukanlah berarti bahwa anda dapat menggunakan kehidupan spiritual sebagai alasan untuk menelantarkan hal-hal yang menjadi tanggung-jawab anda. Itu tentu saja sangat bertentangan dengan apa yang dimaksud dengan hidup secara spiritual. Dengan hidup secara spiritual, justru andalah yang menjadi pihak yang paling bertanggung-jawab. Dengan melihat keluarga serta semua milik anda dari sudut pandang pikiran yang tepat ini, maka anda akan diarahkan untuk selalu seimbang dan selalu sama dalam menghadapi suka maupun duka. Ini merupakan hal yang sangat penting. Inilah yang mengarahkan anda menuju bhakti yang murni secara terus menerus pada Tuhan. Inilah juga yang menimbulkan keinginan pada anda untuk tinggal dalam suatu keadaan yang sunyi atau jauh menyendiri dari keramaian duniawi. Suatu keadaan yang akan menunjang keberlangsungan proses keinsafan diri anda. Semua sifat inilah yang dinyatakan oleh Tuhan Sri Krishna sebagai pengetahuan, yang akan membawa kita pada kemajuan. Kebalikan dari prinsip-prinsip ini dinyatakan sebagai kegelapan, yang akan membawa seseorang jatuh ke dalam kebodohan dan mengakibatkan akan terus berlangsungnya keberadaan material orang tersebut.

13

Tuhan Sri Krishna berkata sebagai berikut : “Kebebasan dari rasa takut, pensucian khidupan, pengembangan pengetahuan rohani. Kedermawanan, pengendalian diri, pelaksanaan korban suci, mempelajari Veda, pertapaan dan kesederhanaan; tidak melakukan kekerasan, kejujuran, kebebasan dari amarah, pelepasan ikatan, ketenangan, tidak mencari-cari kesalahan, kasih sayang terhadap semua makhluk hidup dan pembebasan dari loba; sifat lembut, sifat malu, ketabahan hati yang mantap; kekuatan, mudah mengampuni, sifat ulet, kebersihan dan kebebasan dari rasa iri dan gila hormat – sifat-sifat rohani inilah, yang dimiliki dari orang suci yang diberkati dengan sifat rohani, wahai Putera Bharata. ” (Bg.16.1-3)

14

HARI KE – 10 : TERIMALAH GURU KEROHANIAN YANG TEPAT
”Cobalah mempelajari kebenaran dengan cara mendekati seorang guru kerohanian. Bertanya kepada beliau dengan tunduk hati dan mengabdikan diri kepada beliau. Orang yang sudah insaf akan dirinya dapat memberikan pengetahuan kepadamu karena mereka sudah melihat kebenaran itu.” (Bg.4.34) *** Satu hal yang harus dipahami adalah bahwa kita harus selalu meyakinkan diri kita bahwa kita sedang mengarah pada tujuan yang benar. Jika muncul pertanyaan atau timbul masalah yang harus dipecahkan ketika kita sedang menempuh jalan spiritual, maka seringkali tidaklah cukup jika kita hanya bergantung pada jawaban dari buku. Anda membutuhkan seorang guru kerohanian. Seorang guru yang kepadanya kita dapat mendekat untuk mohon petunjuk darinya. Seorang guru yang sejati dapat menolong kita dengan meyakinkan diri kita bahwa kita tetap berada di jalur yang benar. Kadang-kadang orang sering merasa tidak memerlukan keberadaan seorang guru. Namun dalam dunia material ini, kita semua dilahirkan dalam berbagai tingkatan kegelapan. Dibutuhkan seorang guru kerohanian untuk menarik kita keluar dari ilusi ini. Tidak perduli bagaimana cara seseorang mendapatkan pengetahuan spiritual, apakah dari booklet ini, ataukah dari seorang teman ataupun melalui cara-cara lain, semua itu dapat dilacak kembali hingga menuju kepada seorang guru kerohanian di suatu tempat. Oleh karena itu, penerimaan seorang guru kerohanian yang tepat sangatlah penting. Hanya dengan bersikap cukup rendah hati saat menerima pengetahuan spiritual dari luar sajalah maka kita bisa memenuhi syarat untuk menerima pengetahuan spiritual dari dalam Seorang guru adalah seseorang yang seharusnya berasal dari suatu sampradaya atau sistem garis perguruan turuntemurun yang terpercaya. Apa yang diajarkannya harus selalu sesuai dengan apa yang dijelaskan dalam pustaka suci, sebagaimana juga dengan apa yang diajarkan oleh para sadhu yang sudah lebih maju serta juga para penyembah. Sistem pengawasan dan pengecekkan yang unik inilah yang digunakan dalam sistem Veda. Jadi seseorang tidak begitu saja bisa menyatakan dirinya adalah seorang guru dan mengajarkan apa yang dia sukai saja. Tetapi guru, pustaka suci serta para resi haruslah saling menguatkan dan saling membenarkan satu sama lain, untuk meyakinkan bahwa masyarakat tidak dikelabui atau diberi petunjuk yang tidak tepat. Jika seorang guru menyatakan sesuatu yang tidak ditentukan di dalam pustaka suci, atau tidak dianjurkan serta tidak disetujui oleh resi-resi bijaksana lainnya, maka wewenangnya patut untuk dipertanyakan. Sehingga dengan mengikuti pengawasan seperti ini, seseorang dapat dapat membuktikan bahwa ia sedang mengikuti petunjuk yang benar. Begitu seorang guru yang tepat sudah ditemukan, maka anda harus mendekatinya dengan sopan dan penuh hormat. Anda tentu saja tidak dapat memintanya untuk langsung memberikan pengetahuan spiritual kepada anda, karena pengetahuan itu sangatlah sulit diperoleh. Sebagai pengganti dari bimbingan dan petunjuk yang diberikan oleh guru, secara tradisional anda diharapkan untuk memberikan semacam pelayanan, yang disebut dakshina, yaitu suatu persembahan dalam wujud uang. Ini juga sekaligus dilakukan untuk mensucikan kegiatan kerja anda serta waktu yang anda gunakan untuk bekerja mencari uang yang digunakan untuk persembahan tersebut. Seorang guru yang telah sadar diri serta telah berpengalaman dapat membimbing anda karena ia telah menerima anda untuk mengikuti jejak langkahnya menuju kesadaran spiritual yang sama seperti yang telah dimasukinya sebelumnya. Bagaimanapun, seseorang harus tetap berhati-hati karena jiwa seperti ini sangatlah jarang ada. Dan jika sekiranya kita menemukan guru seperti ini, maka kita harus mendekatinya dengan sangat serius. Seperti yang Tuhan Sri Krishna katakan sebagai berikut : ”Di antara beribu-ribu orang, mungkin ada satu berusaha mencapai kesempurnaan. Dan di antara mereka yang sudah mencapai kesempurnaan, hampir tidak ada satupun yang mengetahui tentang diriKu dengan sebenarnya.” (Bg.7.3)

15

HARI KE – 11 : SESUAIKAN MAKANAN ANDA UNTUK MENCAPAI KESADARAN YANG LEBIH TINGGI
”Kalau seseorang mempersembahkan daun, bunga, buah atau air dengan cinta bhakti, Aku akan menerimanya.” (Bg.9.26) *** Ada beberapa hal yang disampaikan dalam sloka ini. Pertama, sloka ini menjelaskan bahwa betapa mudahnya pemujaan kepada Tuhan itu. Sering kali ada dugaan bahwa ritual Veda atau Hindu menghabiskan biaya yang besar, khususnya untuk upacara-upacara yang diselenggarakan di kuil dan pura. Kadang-kadang ketika kami berkunjung ke kuil tertentu di India, para pendetanya sering mencoba menyuruh kami untuk ikut dalam suatu ritual dan meminta persembahan uang – dakshina, yang besar. Sebenarnya, kita tidak perlu merasa terpaksa membuat persembahan yang boros atau membayar biaya yang besar pada pendeta jika kita tidak mempunyai kemampuan untuk itu. Pelayanan kebaktian bukanlah dimaksudkan untuk berbisnis, tapi itu adalah suatu ungkapan persembahan cinta kita kepada Tuhan. Tanpa cinta dan bhakti, bahkan persembahan yang paling mewahpun tidak akan ada artinya di mata Tuhan. Dengan disertai cinta dan bhakti saat melakukan persembahan, maka itulah sebenarnya modal yang terbesar bagi kita.Bahkan meskipun persembahan kita hanya sederhana sekali. Persembahan sederhana yang disertai dengan cinta tulus serta bhakti akan jauh lebih diterima oleh Tuhan Sri Krishna. Jadi kita dapat memuja Tuhan dengan pergi ke pura atau kuil, menemui para dewa, memanjatkan doa kita dan menyampaikan persembahan sederhana sesuai dengan kemampuan kita. Kita juga dapat meletakkan sebuah arca dewa, sebuah gambar atau sebuah simbol di rumah dan mempersembahkan persembahan sederhana kita di sana. Tentu saja, jika kita punya banyak uang, kita bisa membangun sebuah pura atau kuil. Jika kita mau, kita bisa juga menjadi sponsor dari sebuah festival keagamaan dan hal-hal lainnya. Yang terpenting adalah bahwa kita harus selalu menyampaikan rasa cinta dan bhakti yang dapat diterima oleh Tuhan. Kedua, sloka ini juga menyampaikan bahwa Tuhan hanya menginginkan hal-hal yang tidak menyebabkan kesulitan bagi yang lain. Tuhan tidak meminta persembahan darah ataupun daging dari hewan yang dikurbankan. Dengan ini, sebagaimana ditegaskan oleh Tuhan di sini, kita mempersembahkan bunga-bungaan, buah-buahan, biji-bijian atau sayur-sayuran yang dapat dirangkai dengan indah. Selanjutnya, sesudah semua itu dipersembahkan, kita menerima sisa-sisa dari persembahan itu sebagai prasada, yang artinya adalah berkah Tuhan bagi kita. Karena kita telah ikut serta menerima makanan suci yang telah dipersembahkan kepada Tuhan, maka kita juga mendapatkan kemajuan spiritual yang besar, karena prasada ini mensucikan pikiran dan badan kita. Hal ini telah pernah dibuktikan dalam percobaan yang menunjukkan bagaimana makanan yang diberi doa akan secara khusus berubah struktur molekulnya menjadi lebih positif, yaitu lebih menyehatkan tubuh. Maka dari itu, jika kita memasak makanan dengan disertai kesadaran yang tepat, serta dengan niat untuk dipersembahkan padaNya dalam wujud dewaNya atau gambarNya, dengan doa dan pemujaan padaNya, maka dapatlah kita bayangkan bagaimana perubahan positif yang terjadi pada masakan tersebut dan betapa masakan tersebut telah tersucikan. Lebih lanjut lagi, jika kita serius untuk membuat kemajuan spiritual, maka tentu saja kita tidak akan mau memasukkan ke dalam badan kita sesuatu yang akan mengurangi energi kita, menurunkan kesehatan kita, atau bahkan melemahkan vibrasi, pikiran-pikiran serta kesadaran kita. Beberapa hal seperti itu adalah antara lain tembakau, narkotika, alkohol dan juga daging. Daging adalah produk dari kekerasan, karena hewan harus dibunuh dahulu untuk dapat diambil dagingnya. Sudah tentu, tidak ada satu makhluk hiduppun yang mau dibunuh secara sukarela. Oleh sebab itu kekerasan semacam ini akan masuk ke dalam sistem tubuh anda bila anda makan daging. Hal itu akan menurunkan kesadaran dan kepekaan anda hingga suatu titik tertentu di mana anda tidak lagi merasakan adanya kekeliruan dalam hal membunuh binatang hanya demi memuaskan selera dan lidah anda. Jangan lupa untuk mempertimbangkan mengenai bagaimana begitu banyak obat-obatan yang telah diberikan kepada hewan-hewan tersebut agar dapat cepat tumbuh besar untuk dapat segera disembelih. Demikian juga dengan kondisi bagaimana hewan-hewan tersebut dijagal dan disembelih. Tapi jika anda sungguh-sungguh berniat untuk meningkatkan kesadaran diri anda serta menjaga diri anda untuk terhindar dari karma yang diakibatkan oleh kekerasan dalam pembunuhan yang sebenarnya tidak perlu terjadi itu, maka anda haruslah mempertimbangkan hal ini dan mengatur jenis makanan yang anda makan dengan tepat. Setidaknya anda akan melakukan diet vegetarian. Dengan kata lain, kita tidak ingin menyakiti makhluk lain serta diri kita sendiri, oleh karena itu kita tidak mau ikut serta dalam memakan sesuatu yang menyebabkan kekerasan sepeti itu, karena itu akan menghambat kemajuan spiritual kita. Pelaksanaan diet tidak makan daging tidaklah sesulit yang dibayangkan, terutama ketika kita telah merasakan citarasa yang lebih tinggi dari pengolahan sayur-sayuran yang lezat.

16

HARI KE – 12 : ANDA BUKANLAH BADAN
”Orang yang mempunyai pengelihatan kekekalan dapat melihat bahwa sang roh yang tidak dapat dimusnahkan bersifat rohani, kekal dan di luar sifat-sifat alam. Wahai Arjuna, walaupun sang roh berhubungan dengan badan material, sang roh tidak berbuat apa-apa dan juga tidak terikat.” (Bg.13.32) *** Dalam latihan spiritual, mungkin hal yang paling penting untuk selalu disadari adalah bahwa anda bukanlah badan anda. Anda adalah roh yang ada di dalam badan itu. Roh melampaui badan seutuhnya, dan tidak bisa disetarakan dengan badan. Roh bukanlah milik dari keturunan tertentu atau kelompok etnis tertentu. Roh juga bukanlah Hindu, Kristen, Muslim, Yahudi dan sebagainya. Roh juga bukan sesuatu yang berkebangsaan Amerika, India, Russia, China, Pakistan atau yang lainnya. Menurut Upanishad, roh juga tidak senang atau sedih, tidak frustrasi atau terpenuhi, juga tidak terbayangkan tapi merupakan sesuatu yang harus dibayangkan. Roh juga tidak dilahirkan, tumbuh, berubah atau mati. Roh mungkin berada di dalam badan, dan karena keakuan palsu maka kita mengira bahwa diri kita adalah badan ini. Tapi bagaimanapun kita diberi kebebasan untuk berpikir sesuka kita. Ada pepatah yang mengatakan bahwa sesuatu yang bersifat sementara atau berubah bukanlah kebenaran yang abadi. Kita harus melampaui sesuatu yang disebut sementara itu untuk bisa mendapatkan secercah pemahaman mengenai apakah kenyataan dan kebenaran itu. Roh ada di dalam suatu keadaan abadi yang seutuhnya melampaui pikiran, badan dan indera-indera kita. Hanya dengan wawasan spiritual sejatilah kita bisa melihat identitas asli kita, melampaui badan dan seluruh sifat-sifat material ini. Roh tidaklah pernah terlibat dan ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang terkait dengan energi material. Hanya badan dan keinginan-keinginan badan saja yang membuat kita terikat pada sifat material. Kita terjebak dalam keberadaan material ini karena kita selalu berpikir bahwa kita adalah badan ini. Inilah sebabnya mengapa begitu penting bagi kita untuk selalu meningkatkan kehidupan spiritual serta untuk selalu juga memunculkannya di atas tekanan mental dan badan yang membatasi pandangan menuju identitas spiritual kita. Di sanalah kita dapat mencapai potensi kita seutuhnya, melampaui batas-batas yang menekan kita akibat ketertarikan kita pada keberadaan material. Semakin kita menjadi spiritual, semakin kita mampu melihat dimensi spiritual.

17

HARI KE – 13 : ANDA BERSIFAT ABADI
Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa berkata : ”Sambil berbicara dengan cara yang pandai engkau menyesalkan sesuatu yang tidak patut disesalkan. Orang bijaksana tidak pernah menyesal baik untuk yang masih hidup maupun untuk yang sudah meninggal. Pada masa lampau tidak pernah ada suatu saatpun Aku, engkau maupun semua raja ini tidak ada; dan pada masa yang akan datang tidak satupun di antara kita semua akan lenyap.” (Bg.2.11-12) ”Tidak ada kelahiran maupun kematian bagi sang roh pada saat manapun. Dia tidak diciptakan pada masa lampau, dia tidak diciptakan pada masa sekarang, dan dia tidak akan diciptakan pada masa yang akan datang. Dia tidak dilahirkan, berada untuk selamanya dan bersifat abadi. Dia tidak terbunuh apabil a badan dibunuh.” (Bg.2.20) *** Sekali kita memahami dengan benar bahwa kita adalah roh yang bersifat rohani dan kekal, maka seluruh sikap kita akan berubah. Kematian mungkin saja merupakan suatu kekhawatiran besar bagi banyak orang, tapi sebenarnya kematian hanyalah pergantian badan saja. Kematian adalah seperti pergantian pakaian saja. Roh tidak pernah mati, jadi tidaklah perlu ada keluh-kesah atau kedukaan untuk mereka yang sudah meninggal. Wajarlah jika kita merasa kehilangan mereka, namun mereka telah pergi ke tempat lain sebagaimana nanti kita juga akan pergi pada saat giliran kita masing-masing tiba. Jika kita telah siap secara spiritual, maka tidaklah ada yang perlu ditakutkan dari kematian. Sebenarnya, roh-roh yang telah maju dapat meninggalkan badan mereka cukup jauh hingga mereka mampu merasakan apa yang ada di luar kematian. Mereka dapat melihat semua itu, sehingga mereka tahu kemana mereka akan pergi nantinya, sesuai dengan tingkat kesadarannya. Ini semacam “mati sekarang, pergi nanti”. Maka , tidak ada lagi yang perlu ditakutkan. Justru inilah salah satu dari tujuan hidup manusia, jika ia mampu melakukannya. Untuk itu, satu hal yang perlu kita sadari adalah bahwa kita abadi dan kelahiran serta kematian itu hanyalah suatu penampilan dalam dimensi material. Seperti seorang pemain sandiwara yang memasuki panggung dan memainkan perannya dengan memakai kostum tertentu, sampai akhirnya tibalah masanya ia keluar dari panggung dan diingatkan lagi siapakah dia sebenarnya. Akhirnya, karena kita adalah makhluk abadi, maka tujuan sejati dari hidup kita adalah kembali masuk ke dimensi spiritual.

18

HARI KE – 14 : MEMBEBASKAN DIRI DARI KEINGINAN-KEINGINAN BADAN
”Wahai putera Kunti, suka dan duka muncul untuk sementara dan hilang sesudah beberapa waktu, bagaikan mulai dan berakhirnya musim dingin dan musim panas. Hal-hal itu timbul dari pengelihatan indera, dan seseorang harus belajar cara mentoleransi hal-hal itu tanpa goyah, wahai putera keluarga Bharata.” (Bg.2.14) ”Kalau seseorang dapat menahan dorongan indera-indera material dan menahan kekuatan keinginan dan amarah sebelum ia meninggalkann badan yang dimilikinya sekarang, maka kedudukannya baik dan ia berbahagia di dunia ini.” (Bg.5.23) *** Begitu kita memahami sifat keabadian kita yang melampaui badan kita, maka akan berkuranglah keinginan-keinginan badan yang memotivasi dan mempengaruhi kita. Keinginan-keinginan serta kenikmatan-kenikmatan yang ingin dicapai oleh badan itu semuanya bersifat sementara. Mereka memiliki awal dan akhir. Jadi kebahagiaan semacam itu datang dan pergi, mirip datang dan perginya musim dingin dan musim panas. Jika anda tidak suka keadaan cuacanya, tunggulah sejenak dan cuaca akan berubah. Sama halnya, tidak perduli apakah anda sedang berbahagia atau sedang bersedih, itu akan berubah bersama berjalannya waktu. Semuanya berjalan secara otomatis. Kesedihan selalu diikuti oleh kegembiraan, yang kemudian akan diikuti lagi dengan kesedihan berikutnya. Sifat material menyediakan perubahan-perubahan yang mengakibatkan kondisi seperti itu bisa terwujud. Sebenarnya, perubahan-perubahan seperti itu dapat dirasakan melalui penelusuran pikiran. Indera-indera merasakan berbagai macam sensasi dan pikiran yang memutuskan apakah hal tersebut dapat disetujui atau tidak. Kemudian pikiran mengembangkan suasana-suasana atas dasar kondisi-kondisi di luar yang terkait dengan hal itu. Itulah sebabnya ini disebut sebagai suatu tataran mental. Seperti yang kita lihat, seseorang yang terlibat dalam pemuasan atas keinginan-keinginannya sering kali hanya asyik dengan kedangkalan hidup ini. Sebagai contoh, seorang pemakai narkotika yang menjadi kecanduan, akhirnya sepenuhnya terobsesi pada obat-obatan itu untuk memuaskan rasa ketagihannya yang meningkat terus, sehingga akhirnya semua usahanya hanya terbuang untuk mendapatkan sensasi kepuasan yang sifatnya hanya sementara. Ia tidak pernah bisa berhenti. Sudah begitu banyak waktu, energi dan uang yang terbuang untuk itu, namun ia tetap tidak pernah mendapatkan kebahagiaan abadi, meskipun ia bisa saja merasa puas untuk waktu yang tidak terlalu lama. Sama juga halnya dengan orang yang selalu memuaskan keinginan-keinginan materialnya, pikiran-pikirannya serta indera-inderanya, maka ia akan selalu kehilangan banyak waktu dan energi. Meskipun nampaknya ia berusaha dan berharap untuk menemukan kebahagiaan, namun kebahagiaan yang diharapkannya itu adalah hanyalah kesenangan mental dan kesenangan indera-indera yang tersamarkan. Ini sama sekali bukanlah kepuasan dan pemenuhan yang sejati. Akibatnya, kebahagiaan sejati menyingkir dari orang yang seperti itu. Itulah sebabnya mengapa sering kali dikatakan bahwa untuk mencapai kebahagiaan, lebih baik seseorang menahan tekanan nafsu serta keinginannya daripada menuruti tekanan nafsu itu. Seperti samudera yang tetap tenang walaupun limpahan air yang diterimanya dari begitu banyak sungai sangatlah deras dan banyak. Ada satu masalah dalam upaya menenangkan pikiran, yaitu bahwa tataran mental sangatlah cepat berubah, karena suasana hati juga selalu cepat berganti. Dengan kata lain, sesuatu yang dianggap menyenangkan saat ini akan menjadi membosankan atau tidak memuaskan lagi di lain waktu. Jadi pikiran akan selalu merubah keinginannya. Dan semakin sering anda menurutinya, maka semakin besarlah minatnya untuk berubah-ubah. Maka semakin banyaklah tuntutan yang diajukannya pada anda. Nafsu birahi adalah majikan yang sangat tidak berbelas kasihan. Ia mirip seperti api yang disiram dengan bensin. Semakin sering anda menuruti kemauannya, semakin besarlah kebutuhannya. Maka itu, yang terpenting adalah bahwa kita bisa membebaskan diri kita dari konsep hidup yang didasarkan atas kebutuhan badan. Caranya adalah dengan menyadari bahwa kita adalah roh abadi yang ada dalam badan yang bersifat sementara. Dengan begitu kita akan menjadi bebas dari pengaruh badan, indera-indera dan juga tekanan mental dan keinginan-keinginan. Semakin besar kemampuan kita untuk melakukan hal itu, maka semakin berbahagialah hidup kita di dunia. Dan akhirnya akan semakin mudahlah kita melaksanakan perjalanan spiritual kita.

19

HARI KE – 15 : MENCAPAI KESADARAN SPIRITUAL
”Walaupun orang yang sudah mencapai sadar secara rohani sibuk dapat melihat, mendengar, meraba, mencium, makan, bergerak kesana-kemari, tidur dan menarik nafas, dia selalu menyadari dalam hatinya bahwa sesungguhnya dia sama sekali tidak berbuat apa-apa. Ia mengetahui bahwa saat berbicara, membuang hajat, menerima sesuatu dan membuka atau memejamkan matanya, ia selalu mengetahui bahwa hanyalah inderaindera material yang sibuk dengan obyek-obyeknya dan bahwa dirinya menyisih dari indera-indera material tersebut.” (Bg.5.8-9) ”Para resi yang rendah hati, berdasarkan pengetahuan sejati, melihat seorang brahmana yang bijaksana dan lemah lembut, seekor sapi, seekor gajah, seekor anjing dan orang yang makan anjing dengan pengelihatan yang sama.” (Bg.5.18) *** Ini adalah gambaran dari seseorang yang telah mencapai kesadaran sempurna. Orang seperti ini mengetahui bahwa ia adalah roh yang ada di dalam tubuh. Dalam kesadaran sempurna, anda tidak hanya sadar akan hal itu, tetapi anda dapat melihat hal itu. Anda dapat melihat bagaimana badan anda melakukan begitu banyak kegiatan, namun anda sebagai roh yang bersifat rohani, tetaplah berbeda dari semua kegiatan itu. Tanpa kesadaran sempurna, manusia sering lupa kalau mereka sebenarnya adalah makhluk spiritual dan mereka berpikir bahwa identitas nyata mereka adalah badan ini. Dengan keadaan itu mereka menjadi begitu antusias dan termotivasi untuk memberi perhatian dan menyenangkan badan. Itulah yang menjadi tujuan utama mereka dalam hidup ini. Tetapi hal itu jugalah yang memberi mereka kekhawatiran, yaitu ketika mereka bertambah tua dan semakin dekat pada kematian. Apa yang akan mereka lakukan selanjutnya? Apa yang akan mereka lakukan bila mereka kehilangan semua harta mereka, sesuatu yang selama ini memberi kesenangan pada pikiran dan indera-indera mereka? Jika demikian, apa lagi yang kemudian akan menjadi alasan mereka untuk hidup? Namun mereka yang ada dalam kesadaran sempurna dapat menyadari bahwa badan ini melulu hanyalah sebagai sebuah kendaraan, di mana kita sedang berkendara di dalamnya. Dan makhluk spiritual yang terbungkus dalam suatu bentuk material itu bukanlah hanya kita saja, tetapi juga adalah semua makhluk hidup lain yang ada di dunia material ini. Jadi orang yang sudah mencapai kesadaran sempurna dapat melihat bahwa seorang manusia yang terpelajar, seekor sapi, seekor gajah, seekor anjing atau kucing, burung, serangga, tumbuhan dan sebagainya adalah bentukbentuk lain yang menunjukkan kehidupan, kesadaran, serta menunjukkan tanda-tanda dari keberadaan roh di dalamnya. Oleh sebab itu, seseorang dengan kesadaran sempurna akan selalu bersikap hormat serta bersahabat terhadap semua makhluk hidup. Ia dapat melihat bahwa mereka semua itu adalah bagian dari Tuhan. Inilah cara dari seorang penyembah, yang setara tingkatnya dengan yogi yang paling maju, dalam melihat Tuhan di mana-mana dan dengan demikian ia tidak pernah kehilangan Tuhan. Sebagaimana Tuhan Sri Krishna menjelaskan di lain tempat sebagai berikut : ”Seorang yogi yang sejati melihat Aku bersemayam di dalam semua makhluk hidup, dan dia juga melihat setiap makhluk di dalam diriKu. Memang, orang yang sudah insaf akan dirinya melihat Aku, Tuhan Yang Maha Esa yang sama di mana-mana. Aku tidak pernah hilang bagi orang yang melihat Aku di mana-mana dan melihat segala sesuatu berada di dalam diriKu, dan diapun tidak pernah hilang bagiKu. Seorang yogi yang seperti ini, yang menekuni pengabdian yang patut dihormati kepada Roh Yang Utama, dengan mengetahui bahwa Aku dan Roh Yang Utama adalah satu, selalu tetap di dalam diriKu dalam segala keadaan.” (Bg.6.29-31)

20

HARI KE – 16 : ADA KEHIDUPAN SESUDAH KEMATIAN
”Seperti halnya sang roh terkurung di dalam badan, terus menerus mengalami perpindahan di dalam badan ini, dari masa kanak-kanak sampai masa remaja sampai usia tua, begitu juga sang roh masuk ke dalam badan lain pada waktu meninggal. Orang yang tenang tidak bingung karena pergantian ini.” (Bg.2.13) ”Seperti halnya seseorang mengenakan pakaian baru, dan membuka pakaian lama, begitu pula sang roh menerima badan-badan jasmani baru, dengan meninggalkan badan-badan lama yang tidak berguna.” (Bg.2.22) *** Sebagaimana kita pahami, badan kita berubah bersamaan dengan kita tumbuh. Badan kita memproduksi sel-sel baru, kita bertambah tinggi. Kemudian sesudah memasuki usia pertengahan, ketika pertumbuhan arah meninggi kita sudah berhenti, kita seringkali mulai bertambah gemuk. Pertama kali kita memiliki badan bayi, kemudian badan anak-anak, kemudian badan orang dewasa dan akhirnya kita memiliki badan orang tua. Badan bisa saja sehat, kuat dan atletis ketika kita masih muda. Namun ketika kita tua badan menjadi sakit-sakitan, keriput dan lamban. Namun bagaimanapun, seseorang dengan badan tuanya mungkin masih tetap memiliki keinginan-keinginan atau ambisi yang sama dengan seorang yang masih muda, tetapi badannya yang sudah tua tidak bisa melakukan apa yang menjadi keinginannya. Jadi kita menyaksikan perubahan-perubahan yang terjadi pada badan. Ini berati kita ada di dalam badan dan sama sekali berbeda dengan badan yang kita tempati. Demikian juga halnya seperti badan yang berubah selama hidup, kita juga berganti badan pada saat kematian. Karena itu, jika kita bisa menyadari perbedaan kita dengan kendaraan material kita itu, maka kita bisa terbebaskan dari kebingungan dan perasaan tertekan pada saat kita diharuskan berhenti menggunakan badan lama kita. Ini dapat dibandingkan dengan pergantian pakaian. Sudah sewajarnya, karena kita abadi sebagaimana ditentukan demikian, maka keberadaan kita tidaklah berhenti karena kematian badan kita. Keberadaan kita terus berlanjut. Jika kita sadar akan identitas spiritual kita pada saat kematian kita datang, maka perubahan seperti itu tidak akan membingungkan kita. Bagaimanapun, apa yang kita lakukan di dalam hidup ini akan menentukan jenis badan yang akan kita dapatkan nanti. Planet bumi ini mirip suatu pintu gerbang yang mengijinkan kita masuk ke dalam dimensi-dimensi lain yang ada. Dengan tindakan-tindakan dan pikiran–pikiran kita, yang merupakan suatu bentuk lain dari meditasi, kita mengembangkan suatu jenis kesadaran tertentu. Pada saat datangnya kematian, jenis kesadaran tersebut akan membawa kita pada bentuk keberadaan yang paling cocok untuk kita. Dan sesuatu yang memiliki pengaruh kuat dalam membentuk kesadaran kita adalah jenis pemujaan apa yang kita lakukan. Itulah sebabnya Tuhan Sri Krishna menjelaskan mengenai hal terbaik yang seharusnya kita lakukan sebagai berikut : ”Orang yang menyembah para dewa akan dilahirkan di antara para dewa; orang yang menyembah leluhur akan dilahirkan di antara para leluhur; orang yang memuja hantu dan roh halus akan dilahirkan di tengah-tengah makhluk-makhluk seperti itu; dan mereka yang menyembahKu akan hidup bersamaKu.” (Bg.9.25)

21

HARI KE – 17 : MENCAPAI KENIKMATAN SPIRITUAL YANG LEBIH TINGGI
”Barangkali kepuasan indera-indera sang roh yang berada di dalam badan dibatasi, walaupun keinginan terhadap obyek-obyek indera tetap ada. Tetapi bila ia menghentikan kesibukan seperti itu dengan mengalami rasa yang lebih tinggi, kesadarannya menjadi mantap.” (Bg.2.59) *** Tidaklah cukup dengan melulu hanya menekan keinginan dan desakan dari indera-indera kita. Anda mungkin bisa melakukan itu untuk beberapa waktu, namun pada saat tertentu mereka akan datang lagi dalam bentuk yang berbeda, mungkin sebagai kemarahan, kekerasan atau frustrasi dan perasaan tidak puas. Juga tidaklah sehat untuk mencoba memuaskan semua keinginan, karena hal itu juga tidaklah mudah, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Sesudah anda mulai mewujudkan sifat-sifat keabadian anda dan menjadi mulai bebas dari keinginan-keinginan badan, maka satu-satunya jalan yang dapat anda lakukan untuk secara total mengatasi dorongan dari indera-indera itu adalah hanya dengan selalu terhubung pada strata spiritual dan mulai merasakan kenikmatan dari kebahagiaan rohani. Kebahagiaan seperti itu, yang sejatinya memang adalah sifat dari roh, dibangunkan pada saat seseorang menghidupkan kembali kedudukan roh yang sejati sebagai pelayan Tuhan. Kebahagiaan ini dinikmati dalam suasana pelayanan, yang sejatinya merupakan suatu kedudukan dasar dari roh. Di dalam dunia materil kita selalu melayani sesuatu. Mungkin kita melayani pasangan kita, anak-anak kita, pegawai kita, pemerintah atau pikiran dan indera-indera kita. Mungkin kita tidak mau melayani, tapi kita ditekan untuk melakukan itu. Jadi secara alamiah, kita selalu terlibat dalam suatu pelayanan. Tentu saja, ketika kita melayani mereka yang kita cintai, maka akan timbul rasa bahagia dalam pelaksanaan pelayanan itu. Tetapi sesungguhnya, kebahagiaan jiwa yang paling dalam dicapai ketika kita menyatukan kecenderungan sifat pelayanan kita serta kebutuhan cinta kita hanya kepada Yang Maha Kuasa. Tuhanlah Sang Maha Pencinta, dan berkah serta kebahagiaan utama hanya dapat dicapai ketika kita mengarahkan kebutuhan pelayanan dan cinta kita kepadaNya. Itulah yang tercapai ketika kita telah merasakan kenikmatan dari tataran spiritual yang jauh lebih nikmat dibandingkan dengan kesenangan yang kita dapat dari kenikmatan indera-indera. Maka bagi mereka yang telah mencapai kebahagiaaan yang lebih tinggi ini, pelayanan pada indera-indera akan nampak sebagai sesuatu yang membuang-buang waktu saja. Jadi begitu seseorang telah mulai merasakan peningkatan kebahagiaan spiritual, maka perhatian orang seperti itu kepada kesenangan-kesenangan di sekitarnya juga akan menurun. Ini bukan berarti orang itu akan serta merta menghentikan perhatiannya pada kondisi-kondisi kehidupannya, tapi ia menjadi lebih terbebaskan dan lebih tidak menghiraukan hal-hal seperti itu. Ia akan menjadi lebih berbahagia pada apapun yang terjadi padanya. Ia lebih mudah merasa puas terhadap apa yang dimilikinya dan ia lebih berbahagia dengan kebebasannya untuk mencari kehidupan spiritual. Bagaimanapun, begitu seseorang merasakan kebahagiaan spiritual, maka orang tersebut akan memahami nilai sejati dari hal itu. Ia juga akan berusaha membagikan dan memberikan cara-cara pencapaian kebahagiaan spiritual ini kepada orang lain agar orang lain juga dapat mencapai kebahagiaan spiritual mereka sendiri. Dengan semakin banyaknya orang yang terhubung pada kenikmatan yang lebih tinggi ini, maka tentu saja seluruh dunia berubah menjadi semakin baik. Maka pencapaian kenikmatan spiritual ini adalah sesuatu yang sangat berharga untuk dilakukan.

22

HARI KE – 18 : TUHAN MENGANUGERAHI ANDA SESUAI DENGAN USAHA ANDA
”Sejauh mana semua orang menyerahkan diri kepadaKu, Aku menganugerahi mereka sesuai dengan penyerahan dirinya itu. Semua orang menempuh jalanKu dalam segala hal, waha i putera Pritha.” (Bg.4.11) *** Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, kita dianugerahi pencapaian tertentu sesuai dengan apa yang telah kita lakukan dalam hidup. Dan sesuai dengan tingkat penyerahan diri serta pendekatan kita padaNya, maka Tuhan mengungkapkan diriNya pada kita. Sebenarnya semua yang kita lihat adalah penampilan dari energi Tuhan. Jadi tidak perduli apakah itu batu atau emas, hantu atau dewa, Brahman yang cemerlang atau Krishna sendiri, maka sebenarnya kita semua sedang berinteraksi dengan energi Tuhan Sri Krishna yang berbeda-beda tingkatannya. Dan kita akan mendapatkan sejumlah imbalan yang ada pada tingkat itu. Namun bila kita memusatkan perhatian kita secara langsung pada Tuhan Sri Krishna, maka Ia akan memberkahi kita sesuai dengan tingkat pendekatan kita padaNya serta sesuai dengan cinta yang telah kita kembangkan padaNya. Dengan begitu, jika kita bisa semakin murni dan semakin sungguh-sungguh, maka semakin besarlah anugerah wawasan dan pengungkapan spiritual mengenai hubungan kita dan Tuhan yang diberikanNya pada kita. Tentu saja mereka yang tetap ingin tinggal jauh dari Tuhan Sri Krishna selalu diberikan kehendak bebas untuk melakukan itu, setidaknya dalam hal penampilan serta cara berpikir mereka. Sebaliknya, Tuhan Sri Krishna tidak pernah berada jauh dari seseorang ataupun sesuatu. Atas berkah belas kasihNya yang tidak bersebab, Ia tetap ada dekat dengan semua orang dan menjadi sebab dari segala sesuatunya, yaitu sebagai Roh Yang Utama – Paramaatma yang bertempat di hati semua orang. Jadi Tuhan Sri Krishna memberkahi semua orang secara merata, sesuai dengan tingkat keinginan mereka untuk selalu bersamaNya dan untuk selalu mengertiNya.

23

HARI KE – 19 : MEMPERSEMBAHKAN PELAYANAN PADA TUHAN MEMBERI KITA KEBEBASAN
”Pekerjaan yang dilakukan sebagai korban suci untuk Visnu harus dilakukan. Kalau tidak, pekerjaan mengakibatkan ikatan di dunia material ini. Karena itu lakukanlah tugas kewajibanmu yang telah ditetapkan guna memuaskan Beliau, wahai putera Kunti. Dengan cara demikian, engkau akan selalu bebas dari ikatan.” (Bg.3.9) ”Orang yang bekerja dalam bhakti, yang menjadi roh yang murni, yang mengendalikan pikiran dan indera-indera, dicintai oleh semua orang dan diapun mencintai semua orang. Walaupun dia selalu bekerja, dia tidak pernah terikat.” (Bg.5.7) ”Orang yang berbhakti secara mantap mencapai kedamaian yang murni karena dia mempersembahkan hasil segala kegiatannya kepadaKu. Sedangkan orang yang tidak bergabung dengan Yang Maha Suci dan kelobaan untuk mendapat hasil dari pekerjaannya, menjadi terikat.” (Bg.5.12) *** Di dalam sloka-sloka ini kita melihat bagaimana seseorang mendapatkan akibat dari kegiatannya. Pekerjaan yang dilakukan dengan mementingkan diri sendiri, demi untuk perkembangan dan kesenangan seseorang saja, tanpa mempertimbangkan pengaruh serta konsekuensinya pada orang lain, sudah tentu akan mengikat orang pada dunia material ini. Ini menggambarkan proses terbentuknya karma, yang yang disusun melalui banyak masa kehidupan untuk bisa sampai pada suatu keseimbangan yang lengkap atas semua kegiatan seseorang itu. Bagaimanapun pada kenyataannya, adalah suatu hal yang mustahil untuk bisa sampai pada keadaan seimbang seperti itu, jika kita tidak menerapkan jalan spiritual dalam hidup kita. Semua kegiatan pasti akan memiliki kadar kesalahan di dalamnya, yang akan menghasilkan karma dan kelahiran berikutnya, yang bisa menyenangkan atau menyedihkan serta yang bisa sangat indah atau sangat mengerikan. Maka satu-satunya jalan bagi kita untuk bebas dari lingkaran karma, yang berupa kelahiran dan kematian yang berulang-ulang, adalah dengan selalu belajar mengetahui bagaimana cara untuk mulai terlibat dalam pelayanan kepada Tuhan. Hal ini meliputi pula kegiatan spiritual sejati yang akan menghapuskan semua karma kita, baik karma buruk maupun karma baik. Itulah cara untuk menjadi terbebaskan dari keadaan terikat pada turun dan naiknya keberadaan material. Mempersembahkan pelayanan atau hasil dari kegiatan kita kepada Tuhan adalah jalan menuju kebebasan.

24

HARI KE – 20 : BAGAIMANA CARA MELAYANI TUHAN
”Apapun yang engkau lakukan, apapun yang engkau makan, apapun yang engkau persembahkan atau berikan sebagai sumbangan serta pertapaan dan apapun yang engkau lakukan – lakukanlah kegiatan itu sebagai persembahan kepadaKu, wahai putera Kunti,” (Bg.9.27) ”Berpikirlah tentangKu senantiasa, jadilah penyembahKu, bersujud kepadaKu dan menyembahKu. Dengan berpikir tentangKu sepenuhnya secara khusuk, pasti engkau akan datang kepadaKu.” (Bg.9.34) ”Perbuatan korban suci, kedermawanan dan pertapaan tidak boleh ditinggalkan, kegiatan itu harus dilakukan. Roh-roh yang mulia sekalipun disucikan oleh korban suci, kedermawanan dan pertapaan.” (Bg.18.5) ”Dalam segala kegiatan, hanya bergantung kepadaKu dan selalu bekerja di bawah perlindunganKu. Dalam bhakti seperti itu, sadarilah Aku sepenuhnya. Karena engkau sadar akan Aku, engkau akan melewati segala rintangan kehidupan yang terikat atas karuniaKu. Akan tetapi, kalau engkau tidak bekerja dengan kesadaran seperti ini melainkan bertindak karena keak uan palsu, dan tidak mendengarKu, engkau akan hilang.” (Bg.18.5758) ”Di antara resi-resi yang mulia, aku adalah Bhrgu. Di antara getaran-getaran suara, Aku adalah Om yang bersifat rohani. Di antara korban-korban suci, Aku adalah ucapan-ucapan nama-nama suci Tuhan [japa] dan di antara benda-benda yang tidak bergerak, Aku adalah pegunungan Himalaya.” (Bg.10.25) ”Tenaga rohaniKu terdiri dari tiga sifat alam material, sulit diatasi. Tetapi orang yang sudah menyerahkan diri kepadaKu dengan mudah sekali dapat menyeberang melampaui tenaga itu.” (Bg.7.14) ”Oleh karena engkau kawanKu yang sangat Aku cintai, Aku akan menyabdakan perintahKu yang paling utama kepadamu, yaitu pengetahuan yang paling rahasia dari segalanya. Dengarlah pelajaran ini dariKu, sebab pelajaran ini demi kesejahteraanmu. Berpikirlah tentangKu senantiasa, menjadi penyembahKu, bersembahyang kepadaKu dan bersujud kepadaKu. Dengan demikian, pasti engkau akan datang kepadaKu. Aku berjanji demikian kepadamu karena engkau kawanKu yang sangat kucintai. Tinggalkanlah semua jenis dharma dan hanya menyerahkan diri kepadaKu. Aku akan menyelamatkan engkau dari segala reaksi dosa. Jangan takut.” (Bg.18.64-66) *** Sloka-sloka di atas menyajikan suatu rumus mengenai usaha terbaik untuk melayani Tuhan dengan cara yang paling disenangi Tuhan. Dikatakan bahwa anda tidak usah berusaha untuk bertemu Tuhan, tetapi bersikaplah sedemikian rupa sehingga Tuhan berkenan untuk bertemu dengan anda. Dan Tuhan akan mengungkapkan diriNya pada anda. Lalu, sikap bagaimanakah yang harus anda lakukan? Dengan membaca sloka-sloka di atas, akan menjadi mudah buat anda untuk mengerti bagaimana kita sebaiknya meluangkan sebagian waktu kita setiap hari untuk berbakti pada Tuhan. Ini sangat efektif dilakukan di pagi hari. Saat itu adalah saat terdamai dalam rentang waktu sehari tersebut, saat yang penuh dengan kekuatan, serta saat di mana pikiran sedang dalam kondisi sangat mudah menerima segala masukan. Pada saat itu, apapun yang anda lakukan mungkin akan memberikan kesan positif untuk keseluruhan hari itu. Menggunakan sebagian waktu untuk melakukan refleksi, meditasi dan memuja Yang Maha Kuasa itu sendiri adalah merupakan suatu pelaksanaan korban suci untuk kemajuan spiritual. Jadi inilah cara bagaimana kita belajar membaktikan sebanyak mungkin yang bisa kita lakukan sebagai persembahan untuk Tuhan, apakah itu semua yang kita lakukan, semua yang kita makan, semua pertapaan dan kesulitan yang kita alami untuk menjadi lebih spiritual. Hal yang terpenting adalah melakukan itu semua sebagai sarana untuk menyenangkan Tuhan. Bahkan pekerjaan kita dan waktu yang kita habiskan untuk bekerja akan menjadi spiritual ketika kita menggunakannya sebagai alat untuk mempersembahkan hasil bhakti kita pada Tuhan Sri Krishna. Anda dapat pergi ke kuil atau pura untuk melakukan pemujaan, atau tinggal di rumah dan mempelajari pustaka suci, bermeditasi atau menyanyikan nama-nama suci Tuhan [japa]. Sebagaimana disebutkan dalam sloka-sloka ini, Tuhan Sri Krishna sendiri berada dalam korban suci pengucapan nama-nama suci Tuhan. Ini berarti bahwa Tuhan muncul dalam nada suara nama-nama suciNya, yang dapat dirasakan oleh seseorang yang secara tepat melantunkannya. Mantra terbaik untuk melakukan ini adalah Hare Krishna Mantra, yang bunyinya adalah Hare Krishna, Hare Krishna, Krishna Krishna, Hare Hare / Hare Rama, Hare Rama, Rama Rama, Hare Hare.

25

Hal yang paling utama adalah selalu menyibukkan pikiran untuk selalu berpikir tentang Tuhan. Dengan cara itu pula, hal-hal seperti penggunaan waktu anda untuk berkorban suci serta berdana punia bagi kuil atau pura di tempat tinggal anda dapat dilakukan sebagai persembahan pada Tuhan yang secara spiritual akan mensucikan seseorang. Dan kemudian, sepanjang waktu selalulah bergantung pada Tuhan. Sadarlah selalu padaNya sebisa mungkin. Dikatakan bahwa dengan mengingat Tuhan, bahkan nerakapun bisa menjadi seperti surga. Dan dengan melupakan Tuhan, bahkan surga bisa menjadi seperti neraka. Maka dengan selalu sadar pada Tuhan, kita dapat melewati begitu banyak rintangan. Memahami bagaimana cara untuk menjadi sadar kepada Tuhan adalah hal yang paling rahasia dalam pengetahuan spiritual. Dan intisari dari hal itu adalah untuk selalu berpikir tentang Tuhan melalui berbagai sarana, dan jangan pernah melupakanNya. Selalu memujaNya dan mempersembahkan semua kegiatan anda padaNya, sebagaimana dijelaskanNya di dalam sloka-sloka di atas. Jika kita melakukan ini dan menghentikan semua pengabdian lain, serta hanya berkonsentrasi dalam proses mengingat Tuhan, dan dengan cara ini berserah diri padaNya, maka kita sudah pasti akan mencapaiNya. Ini adalah janji Tuhan pada kita. Tidak ada alasan untuk takut. Jika kita mengikuti proses ini, kita akan dibebaskan.

26

HARI KE – 21 : PELAYANAN BHAKTI PADA TUHAN MENGHASILKAN MOKSHA - KESELAMATAN
”Orang yang mulai mengikuti jalan bhakti tidak kekurangan hasil yang diperoleh dari mempelajari Veda, melakukan korban suci dengan kesederhanaan dan pertapaan, memberi sumbangan atau mengikuti kegiatan di bidang filsafat atau kegiatan yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil atau pahala. Hanya dengan melakukan bhakti, dia mencapai segala hasil tersebut, dan akhirnya dia mencapai tempat tinggal kekal yang paling utama.” (Bg.8.28) ”Arjuna yang baik hati, orang yang menekuni bhakti yang murni kepadaKu, bebas dari pengaruh kegiatan yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil atau pahala dan pengaruh angan-angan, yang bekerja demiKu, menjadikan Aku sebagai tujuan utama dalam hidupnya, dan ramah terhadap semua makhluk hidup – dia pasti datang kepadaKu.” (Bg.11.55) ”Meskipun penyembahKu yang murni yang selalu di bawah perlindunganKu sibuk dalam segala jenis kegiatan, dia mencapai tempat tinggal yang kekal dan tidak dapat dimusnahkan atas karuniaKu.” (Bg.18.56) ”Tempat tinggalKu yang paling utama itu tidak diterangi oleh matahari, bulan api maupun listrik. Orang yang mencapai tempat tinggalKu itu tidak pernah kembali lagi ke dunia material ini.” (Bg.15.6) *** Sekali lagi kita perlu menyadari sifat-sifat khusus dari bhakti pada Tuhan Sri Krishna. Pelayanan seperti itu adalah perlambang dari pemahaman spiritual. Itu juga merupakan Vedanta, akhir dari segala studi tentang Veda. Dengan mencapai kesimpulan ini, pencapaian dari semua proses lain juga menjadi tercakup, apakah itu dengan mempelajari Veda, melakukan pertapaan yang khusuk, pemberian dana punia bagi kepentingan sesama, ataupun pencapaian lain apapun yang ditawarkan dalam agama-agama lain. Itu sungguh-sungguh merupakan puncak dari semua praktek dan penyelidikan religius. Itu jugalah yang selalu dituju dalam penelitian filsafat serta pencarian religius. Dan hal itulah yang diberikan pada anda sekarang. Bhakti adalah proses penggunaan badan material dengan menyibukkannya dalam pelayanan langsung pada Tuhan. Pelayanan seperti itu memurnikan semua karma dan kegiatan kita. Kegiatan itu juga yang menjadi alat untuk menyibukkan diri dalam bhakti yang sama yang dilakukan oleh mereka yang telah terbebaskan dan melayani Tuhan di dunia spiritual. Maka dengan mengikuti sistem ini, kita sudah pasti akan mencapai tempat tinggal utama dari Tuhan dan tidak pernah akan kembali ke dunia material. Tidak ada maksud ataupun tujuan lain yang lebih tinggi dari hal ini.

27

HARI KE – 22 : BAGAIMANA JIKA SAYA TIDAK BISA MELAKUKANNYA DENGAN BENAR?
”Pusatkanlah pikiranmu kepadaKu, Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, dan gunakanlah semua kecerdasanmu dalam diriKu. Dengan cara demikian, engkau akan selalu hidup di dalam diriKu, tanpa ragu-ragu. Arjuna yang baik hati, perebut kekayaan, kalau engkau tidak dapat memusatkan pikiranmu padaKu tanpa menyimpang, ikutilah prinsip-prinsip yang mengatur bhakti yoga. Dengan cara demikian, kembangkanlah keinginan untuk mencapai kepadaKu. Kalau engkau tidak sanggup mengikuti latihan aturan bhakti yoga, cobalah bekerja untukKu, sebab dengan bekerja untukKu, engkau akan mencapai tingkat yang sempurna. Akan tetapi, kalau engkau tidak sanggup bekerja sambil sadar kepadaKu seperti ini, cobalah bertindak dengan melepaskan segala hasil pekerjaanmu dan berusaha menjadi mantap dalam diri sendiri. Kalau engkau tidak sanggup mengikuti latihan tersebut, lakukanlah pengembangan pengetahuan. Akan tetapi, semadi lebih baik dari pengetahuan, dan melepaskan ikatan terhadap hasil perbuatan lebih baik dari semadi, karena dengan melepaskan ikatan seperti itu seseorang dapat mencapai kedamaian jiwa.” (Bg.12.8-12) *** Suatu saat kita mungkin menjadi ragu-ragu apakah kita akan berhasil menjalani jalan spiritual ini, atau kita merasa bahwa kita mungkin tidak bisa melanjutkannya lagi karena berbagai alasan dan rintangan. Mungkin juga kita berpikir bahwa pikiran kita sudah terlalu terbebani untuk itu. Tidak perlu merasa susah. Di sini, dalam sloka-sloka di atas, Tuhan Sri Krishna telah memberikan solusi-solusinya. Cara terbaik adalah dengan selalu memusatkan pikiran dan kecerdasan padaNya menggunakan segala sesuatu yang ada. Tetapi bila pada saat-saat tertentu hal itu tidak bisa dilakukan, maka ada beberapa cara yang dianjurkan bagi anda untuk membantu mengatur pikiran, membuatnya terpusatkan dan bekerja menuju tujuan yang diperlukan. Silakan anda gunakan tingkat manapun yang terbaik bagi anda, sebagaimana telah diuraikan di atas. Kemudian tapakilah tangga kesuksesan spiritual dengan cara selalu mengingat Tuhan. Tidak pernah ada penekanan dan, sebagaimana dijelaskan telah sebelumnya, kemajuan apapun yang anda buat dalam jalan spiritual akan selalu bersifat abadi dan akan membantu anda untuk terus maju. Di sini Tuhan Sri Krishna dengan tegas menjelaskan bahwa keadaan terbaik adalah dengan selalu memusatkan pikiran dan kecerdasan padaNya dengan berbagai macam cara. Jika anda kesulitan untuk melakukannya, cobalah menjalankan prinsip-prinsip bhakti yoga, karena proses ini dapat membantu meningkatkan pikiran dan ketertarikan anda pada Tuhan. Jika itu tidak bisa dilakukan, maka penyerahan pekerjaan dan kegiatan seseorang pada Tuhan juga akan bisa membantu. Jika anda tidak bisa memakai prinsip itu, maka anda juga bisa menyerahkan hasil pekerjaan anda pada Tuhan dan berusaha bebas dari kelobaan. Atau anda juga bisa mempelajari pengetahuan spiritual mengenai kedudukan Tuhan, kegiatan-kegiatan dan kepribadianNya, sesuai dengan sifat dari identitas spiritual anda. Atau anda bisa secara sederhana bermeditasi pada perwujudan Tuhan sebagai Dewa dan penggambaran dari kegiatan-kegiatanNya, atau anda juga bisa memulainya dengan melepaskan ikatan pada hasil kerja anda. Semua ini dapat dilaksanakan dengan melakukan pelayanan di kuil atau pura atau kepada Dewa dan sebagainya. Tentu saja, seseorang dapat melakukan semua ini pada saat-saat yang berbeda, sebab semua proses itu akan membantu anda dalam pengembangan spiritual dan pencapaian kesadaran Tuhan. Sehingga jelaslah bahwa jalan Veda menuju peningkatan spiritual sangatlah luwes dan sangat luas jangkauannya. Jalan Veda juga mempersilakan seseorang untuk mendekati Tuhan dari berbagai kedudukan dalam hidup. Ada juga beberapa orang yang tidak mempunyai minat dalam praktek spiritual. Bagi mereka, hal seperti itu tidak pernah terlintas dalam pikirannya. Meskipun demikian, mereka mungkin dapat mendengar hal-hal mengenai Tuhan dari orang lain dan mereka tetap memuja Tuhan sebisa mereka. Karena mereka menerima saran dan petunjuk dari yang memiliki wewenang spiritual dan menjalankan pemujaan pada Tuhan, baik di rumah maupun di kuil atau pura, maka mereka juga dapat mencapai keberhasilan dalam jalan pelayanan bhakti, Sebagaimana Tuhan Sri Krishna menjelaskan sebagai berikut : ”Ada pula orang yang mulai menyembah Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa setelah mendengar tentang Beliau dari orang lain, walaupun mereka sendiri belum menguasai pengetahuan rohani, oleh karena mereka cenderung mendengar dari penguasa-penguasa, mereka melampaui jalan kelahiran dan kematian.” (Bg.13.26)

28

HARI KE – 23 : BAHKAN JIKA ANDA MELAKUKAN KESALAHANPUN, ANDA TETAP TERSELAMATKAN
”W alaupun engkau dianggap sebagai yang paling berdosa diantara para semua orang yang berdosa, namun jika engkau berada dalam kapal pengetahuan rohani, engkau akan dapat menyeberangi lautan kesengsaraan.” (Bg.4.36) ”Meskipun seseorang melakukan suatu perbuatan yang paling jijik, kalau ia tekun dalam bhakti, ia harus diakui sebagai orang suci karena ia mantap dalam ketabahan hatinya dengan cara yang benar. Dalam waktu yang singkat ia akan menjadi saleh dan mencapai kedamaian yang abadi. Wahai putera Kunti, nyatakanlah dengan berani bahwa penyembahKu tidak akan pernah binasa.” (Bg.9.30-31) *** Baiklah, jadi bagaimana jika suatu saat anda melakukan kesalahan ketika sedang melaksanakan hal ini? Atau bagaimana jika sebelum anda menerima jalan ini, anda telah melakukan begitu banyak kesalahan dan perbuatan berdosa? Beberapa orang mungkin saja berpikir, apakah mereka akan tetap mempunyai harapan? Namun janganlah membiarkan hal-hal seperti ini membuat anda menjadi tertekan, kecewa dan bersiap-siap untuk berhenti. Saya sudah menjelaskan bahwa apapun yang anda lakukan akan selalu memberikan manfaat yang abadi. Sehingga sebenarnya perasaan ingin berhenti seperti itu hanyalah merupakan suatu suasana hati yang sementara saja dari kondisi pikiran yang sedang tidak menyenangkan. Kita harus menguasai hal ini dan tetaplah fokus pada tujuan semula, yang hanya akan dicapai melalui keyakinan serta kemajuan yang tetap dan merupakan suatu program jangka panjang. Bagaimanapun, hal itu sebenarnya bisa dicapai dalam waktu singkat saja, tergantung pada kesungguhan kita melaksanakannya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Tuhan Sri Krishna di sini bahwa bahkan jika kita adalah seorang pendosa yang paling buruk, namun jika kita menerima jalan ini dan masuk ke dalam perahu pengetahuan spiritual serta menjalaninya dengan sungguh-sungguh, maka kita akan disucikan dari segala tindakan terdahulu kita dan kita dapat menyeberangi lautan keberadaan material ini menuju ke wilayah spiritual. Bahkan jika seseorang yang sedang berada di dalam jalan ini, oleh karena suatu alasan tertentu kemudian melakukan kesalahan, namun bila mereka menyadari dan menyesali kesalahannya serta tetap melanjutkan kesibukannya secara dengan tekun dalam bhakti, maka orang tersebut masih tetap dianggap berada dalam kebenaran. Ia kemudian akan disucikan dari kesalahan-kesalahan seperti itu. Tentu saja, ini tidaklah berarti bahwa anda dapat membuat suatu rencana untuk melakukan suatu kegiatan yang tidak jujur dan menganggap anda nantinya akan menjadi bebas dari akibat-akibat perbuatan tersebut karena anda tetap melaksanakan pelayanan bhakti. Ini jelas-jelas tidak mungkin akan terjadi. Anda akan tetap harus bertanggung-jawab atas akibat perbuatan anda itu. Dalam kenyataannya pemikiran bahwa anda dapat melakukan perbuatan berdosa dan kemudian melakukan pelayanan bhakti untuk membebaskan akibat dosa anda sangatlah tidak dibenarkan. Dengan melakukan hal-hal seperti itu, maka pelayanan spiritual yang anda lakukan akan menjadi hancur. Tetapi mereka yang tekun dalam kehidupan spiritual dan bersemangat untuk selalu melakukan yang terbaik tidaklah perlu merasa khawatir, karena meskipun dalam perjalanan itu mereka melakukan kesalahan, mereka dapat tetap yakin karena Tuhan Sri Krishna menjelaskan bahwa para penyembahnya tidak akan pernah binasa. Mereka akan selalu dilindungiNya dan pada saat mereka meninggal, mereka akan mencapai tempat tinggal yang abadi.

29

HARI KE – 24 : MEMAHAMI KESEMPURNAAN TUHAN
”Kapanpun dan di manapun pelaksanaan dharma merosot, dan hal-hal yang bertentangan dengan dharma merajalela – pada waktu itulah Aku sendiri menjelma, wahai putera keluarga Bharata. Untuk menyelamatkan orang saleh dan untuk menegakkan kembali prinsip-prinsip dharma, Aku sendiri muncul pada setiap jaman. Orang yang mengenal sifat rohani kelahiran dan kegiatanKu, tidak dilahirkan lagi di dunia material ini setelah meninggalkan badan, melainkan ia mencapai tempat tinggalKu yang kekal, wahai Arjuna.” (Bg.4.7-9) ”Aku adalah sumber dari segala dunia rohani dan segala dunia material. Segala sesuatu berasal dariKu. Orang bijaksana yang mengetahui kenyataan ini akan secara sempurna menekuni bhakti kepadaKu dan menyembahKu dengan sepenuh hatinya. (Bg.10.8) *** Sloka-sloka ini menunjukkan betapa pentingnya pemahaman atas kesempurnaan Tuhan. Tuhan adalah selalu merupakan sumber dari segala dunia material dan spiritual, namun walaupun demikian, Tuhan tidak pernah berada di bawah kendali dari hasil ciptaanNya. Sehingga Tuhan dapat masuk dan keluar semua hasil ciptaannya itu sekendakNya. Dan Tuhan melakukan itu untuk melindungi dharma serta jalan spiritual demi keselamatan umum. Bagaimanapun, jika Tuhan menghendaki para utusanNya atau para penyembah murniNya hadir untuk melindungi dan memelihara petunjuk-petunjuk serta jalan dharmaNya, maka keadaan itu hampir sama dengan kehadiranNya sendiri. Masyarakat tetap dapat menikmati manfaat yang sangat penting tersebut. Inilah sebabnya mengapa Tuhan Sri Krishna datang untuk menyelamatkan mereka yang saleh. Namun Ia juga datang untuk menghancurkan mereka yang jahat. Sehingga ini juga berarti bahwa ada waktu-waktu tertentu dimana langkahlangkah yang tegas harus dilakukan untuk melindungi dharma ketika ia ditekan oleh orang-orang yang hendak merusaknya, merubahnya atau membuatnya menjadi punah. Oleh karena itu para utusan Tuhan Sri Krishna haruslah mampu untuk tetap tegak membela segala sesuatu yang benar dan melakukan apapun yang perlu dilakukan bila ada sesuatu yang akan menghancurkan dharma. Seperti yang dijelaskan oleh Tuhan Sri Krishna, bahwa dengan memahami kesempurnaanNya serta alasan-alasan pemunculanNya di dunia, maka kita tidak akan dilahirkan lagi di dunia material ini. Orang bijaksana seperti itu, dengan mengetahui bahwa Tuhanlah asal mula dari segala sesuatu, tentu saja akan menyibukkan dirinya dalam pelayanan bakti pada Tuhan sepenuh hatinya.

30

HARI KE – 25 : MEMAHAMI KEKUASAAN TUHAN
”Semua makhluk yang diciptakan bersumber dari kedua alam tersebut. Ketahuilah dengan pasti bahwa Aku adalah sumber perwujudan dan peleburan segala sesuatu di dunia ini, baik yang bersifat material maupun yang bersifat rohani. Wahai perebut kekayaan, tidak ada kebenaran yang lebih tinggi daripadaKu. Segala sesuatu bersandar kepadaKu, bagaikan mutiara diikat pada seutas tali.” (Bg.7.6-7) ”Orang yang sadar kepadaKu sepenuhnya, yang mengenal diriKu, yang Maha Kuasa, sebagai prinsip yang mengendalikan manifestasi material, para dewa dan segala korban suci, dapat mengerti dan mengenal diriKu, Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, bahkan pada saaat meninggal sekalipun. ” (Bg7.30) ”Wahai putera Pritha, orang yang tidak dikhayalkan, roh-roh yang mulia, di bawah perlindungan alam rohani. Mereka tekun sepenuhnya dalam bhakti karena mereka mengenal diriKu sebagai Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, asal mula yang tidak dapat dimusnahkan.” (Bg.9.13) ”Akulah Ayah alam semesta ini, Ibu, penyangga dan kakek. Akulah obyek ilmu pengetahuan, yang mensucikan dan suku kata OM. Aku juga Rig, Sama dan Yayur [Veda]. Akulah tujuan, Pemelihara, Penguasa, saksi, tempat tinggal, Pelindung dan teman yang paling tercinta. Aku adalah ciptaan dan peleburan, dasar dari segala sesuatu, sandaran dan benih yang kekal.”(Bg.9.17-18) ”Seseorang dapat mengerti tentangKu menurut kedudukanKu yang sebenarnya, sebagai Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, hanya dengan cara bhakti. Apabila dia sudah sadar akan diriKu sepenuhnya melalui bhakti seperti itu, ia masuk kerajaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Bg.18.55) *** Sloka-sloka ini akan menolong kita untuk lebih lanjut memahami kekuasaan dan kedudukan Tuhan Yang maha Esa. Bacalah sloka-sloka tadi dan bermeditasilah atasnya. Hanya melalui sifat bhakti sajalah, dimana terjadi hubungan timbal-balik antara Tuhan dengan penyembahNya, maka seseorang dapat mengerti Tuhan. Cinta seperti inilah yang membuat Tuhan mengungkapkan diriNya pada penyembahNya. Dan bahkan kita, yang mungkin belum bisa murni sepenuhnya namun tetap tekun dan sungguh-sungguh, masih bisa mendapatkan sekilas berkah dari hubungan timbal-balik tersebut di mana Tuhan menampakan diriNya pada kita. Ingatlah, ketekunan adalah inti dari kemurnian. Dengan itu, Tuhan dapat memberikan apapun yang anda butuhkan. Yang paling penting adalah selalu memahami dan memusatkan pikiran anda pada Tuhan, terutama sekali pada saat datangnya kematian. Dengan melakukan itu, sudah dipastikan sesorang akan memasuki kerajaan Tuhan, dan meninggalkan dunia material ini ratusan kali lebih cepat dari waktu perjalanan yang ditempuh dengan roket di langit. Dan kini, sebagai seorang penyembah, saat duduk tenang sambil berpikir tentang Tuhan, kita harus terus berlatih meninggalkan dunia material ini. Itulah yang dimaksud dengan pemahaman akan pengetahuan sebagaimana diuraikan di dalam sloka-sloka tadi. Jadi bacalah lagi sloka-sloka tadi. Begitu kita meresapi informasi ini dan giat dalam bhakti pada Tuhan, maka kita akan selalu berada dalam pengaruh dan perlindungan dari kesempurnaan. Ini akan sangat berguna untuk memajukan pemahaman kita akan hubungan abadi kita dengan Tuhan. Begitu kita meresapkan kesadaran kita dalam pelayanan bhakti pada Tuhan, kita pasti akan masuk ke dalam kerajaan Tuhan.

31

HARI KE – 26 : TINGGAL DEKAT DENGAN TUHAN
”Di antara semua yogi, orang yang mempunyai keyakinan yang kuat dan selalu tinggal di dalam diriKu, berpikir tentangKu di dalam dirinya, dan mengabdikan diri kepadaKu dalam cinta bhakti rohani, sudah bersatu denganKu dalam yoga denngan cara yang paling dekat, dan dialah yang paling tinggi diantara semuanya. Itulah pendapatKu.” (Bg.6.47) ”Kepada mereka yang senantiasa berbhakti kepadaKu dengan cinta kasih, Aku berikan pengertian yang memungkinkan mereka datang kepadaKu. Untuk memperlihatkan karunia istimewa kepada mereka, aku yang bersemayam di dalam hatinya, membinasakan kegelapan yang dilahirkan dari kebodohan dengan lampu pengetahuan yang cemerlang.” (Bg.10.10-11) ”Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa berkata : Orang yang memusatkan pikirannya kepada bentuk pribadiKu dan selalu tekun menyembahKu dengan keyakinan besar yang rohani dan melampaui hal-hal duniawi, Aku anggap yang paling sempurna.” (Bg.12.2) ”Orang yang tidak iri tetapi menjadi kawan baik bagi semua makhluk hidup, tidak menganggap dirinya pemilik, bebas dari keakuan palsu, bersikap sama baik dalam suka maupun duka, bersikap toleransi, selalu puas, mengendalikan diri, tekun dalam bhakti dengan ketabahan hati, dengan pikiran dan kecerdasannya dipusatkan kepadaKu – penyembahKu yang seperti itu sangat Kucintai.” (Bg.12.13-14) ”Orang yang bersifat sama terhadap kawan dan musuh, seimbang dalam penghormatan dan penghinaan, panas dan dingin, suka dan duka, kemasyhuran dan fitnah, selalu bebas dari pergaulan yang mencemarkan, selalu diam dan puas dengan segala sesuatu, yang tidak memperdulikan tempat tinggal apapun, mantap dalam pengetahuan dan tekun dalam bhakti – orang seperti itu sangat Kucintai.” (Bg.12.18-19) *** Dalam sloka-sloka ini kita mempelajari kualitas dan ciri-ciri serta bahkan sebagian dari kebiasaan seseorang yang sangat dicintai oleh Tuhan. Kita dapat mengulang-ulang sloka-sloka ini beberapa kali lagi untuk mengingatkan diri kita mengenai apa saja yang kita perlukan untuk dapat mencapai kedudukan itu. Sebenarnya hal itu tidaklah terlalu sulit. Itu hanyalah suatu penggabungan hal-hal yang telah ditegaskan sebelumnya. Dan, sebagaimana telah diarahkan sebelumnya, kita memusatkan diri untuk selalu berada dalam Tuhan dengan tabah dan penuh kepercayaan, memujaNya dalam pelayanan cinta rohani, berbhakti padaNya dengan penuh cinta, dan berkonsentrasi pada wujud kepribadianNya sebagai Tuhan Sri Krishna. Kita selalu sangat dicintai Tuhan, terutama saat kita melihat segala sesuatu dan semua makhluk secara merata dalam wawasan spiritual dan saat kita sibuk dalam pelayanan padaNya sepanjang waktu yang kita miliki. Semakin sering kita mampu mengingat Tuhan, semakin besarlah imbalan Tuhan pada kita dalam wujud tambahan wawasan pengetahuan yang menghancurkan ketidaktahuan akibat kebodohan, yang menghalangi kita untuk maju secara spiritual. Maka kita selalu berusaha mendekatiNya. Semakin kita berusaha mendekatiNya, maka Tuhanpun akan semakin maju mendekati kita. Akhirnya, dengan bantuan Tuhan dan kesungguhan keinginan kita, kita akan selalu berada dekat denganNya.

32

HARI KE – 27 : BERTOLERANSI PADA MEREKA YANG TIDAK MEMPERDULIKAN TUHAN
”Orang jahat yang bodoh secara kasar, manusia yang paling rendah, yang kehilangan pengetahuannya akibat khayalan, dan yang ikut dalam sifat orang jahat yang tidak percaya kepada Tuhan, tidak menyerahkan diri kepadaKu.” (Bg.7.15) ”Aku tidak pernah terwujud pada mereka yang bodoh dan kurang cerdas. Bagi mereka, Aku di tutupi oleh kekuatan dalam diriKu [yoga-maya]; Karena itu mereka tidak mengetahui bahwa Aku tidak terlahirkan tidak pernah gagal.” (Bg.7.25) ”Orang bodoh mengejek diriKu bila Aku menurun dalam bentuk seperti manusia. Mereka tidak mengenal sifat rohaniKu sebagai Tuhan Yang Maha Esa yang berkuasa atas segala sesuatu yang ada .” (Bg.9.11) ”Sikap bangga, sikap sombong, sikap tak peduli, amarah, sikap kasar, dan kebodohan – sifat-sifat ini dimiliki oleh orang yang bersifat jahat, wahai putera Pritha.” (Bg.16.4) *** Sewajarnya, ketika hidup di dunia material, kita akan berhubungan dengan mereka yang tidak memiliki minat pada praktek spiritual atau religius. Mungkin mereka percaya pada Tuhan, namun mereka tidaklah terlalu tertarik lebih jauh lagi. Ini bisa ditoleransi. Dan umumnya mereka tidak menghina praktek keagamaan. Sehingga orang-orang seperti ini mungkin masih melakukan sedikit pelayanan kepada Tuhan atau sedikit berdiskusi tentangNya, namun tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari mereka. Walaupun begitu, kami telah melihat beberapa dari mereka berubah dan akhirnya menjadi penyembah yang sangat rajin. Namun anda tetap harus mendekati mereka dengan sangat hati-hati Di pihak lain, ada orang-orang yang benar-benar tidak mempercayai keberadaan Tuhan dan tidak menginginkan sama sekali adanya sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan. Anda mungkin dapat menyebut mereka sebagai orang-orang yang tidak memiliki kepercayaan karena mereka belum pernah mengalaminya secara spiritual. Mereka seperti anak-anak yang tidak memiliki atau hanya memiliki sedikit sekali latar belakang spiritual, tetapi mungkin akan mengatakan apapun tanpa bukti dan dasar yang tepat. Tentu saja, dunia ini adalah ciptaan material di mana setiap orang memiliki kebebasan untuk yakin sesuka hati mereka. Namun dari sloka-sloka di atas, dinyatakan bahwa karena kekurang-percayaan mereka itulah yang menyebabkan timbulnya kebodohan, khayalan, serta mungkin juga akibat kegiatan dan sikap jahat yang penuh dosa. Mereka yang tertutup oleh kegelapan karena dorongan kejahatan tidak akan pernah berserah diri pada Tuhan dan tidak pernah melakukan kegiatan pelayanan bhakti padaNya. Jika seolaholah mereka terlihat melakukan hal tersebut, sejatinya itu dilakukan hanya untuk keinginan-keinginan dan alasanalasan tersembunyi. Tetapi orang-orang yang benar-benar jahat adalah mereka yang mencemoohkan agama atau Tuhan, melakukan kekerasan dan menghina mereka yang sedang melakukan kegiatan pelayanan pada Tuhan. Orang-orang seperti ini tidak pernah memahami keberadaan Tuhan Yang Maha Kuasa, dan Tuhan tidak akan pernah mengungkapkan diriNya pada mereka, kecuali pada saat kematian mereka tiba. Dan akhirnya mereka akan dipaksa untuk menyerah pada kekuasaan Tuhan yang akan menutup badan mereka dan menendangnya menuju suatu keadaan yang berbeda. Dalam hal ini, sebaiknya kita menghindari orang seperti itu. Kita tidak pernah bermaksud untuk mengajaknya berdiskusi mengenai topik spiritual atau membujuknya untuk menerima kenyataan spiritual. Hal seperti itu hanya akan membuat mereka terganggu dan akan memberi mereka lebih banyak kesempatan untuk menyerang kita dan Tuhan. Kita tidak perlu membuat karma mereka menjadi lebih buruk dari saat ini. Dan kita tidak perlu memberikan alasan serta penjelasan atas penyangkalan dari orang-orang bodoh seperti itu. Jadi sebaiknya kita tetap bersikap sopan, memberi salam serta senyuman dan berlalu dari mereka. Mungkin, jika kita cukup berani, kita bisa menyiapkan makanan yang enak, manisan atau apapun yang disukai orang, mempersembahkannya pada Dewa atau gambar Tuhan yang akan menjadikan semua makanan itu sebagai prasada, makanan suci. Lalu kita dapat menawarkan makanan itu pada mereka yang jahat itu. Tentu saja, kita tidak perlu menyebutkan bahwa makanan itu adalah prasada. Kita hanya memberikan itu sebagai suatu tanda persahabatan. Mudah-mudahan dengan demikian, orang-orang itu dapat terhubungkan dengan substansi spiritual, yang tentu saja sangat berkhasiat. Seperti api, ia akan membakar anda tidak perduli anda tahu atau tidak. Sama halnya seperti itu, spiritualitas yang sejati dalam berbagai bentuknya akan selalu menghasilkan hasil positif.

33

HARI KE – 28 : KEDUDUKAN KHUSUS ANDA SEBAGAI PENYEMBAH TUHAN
”Sesudah dilahirkan dan meninggal berulang kali, orang yang sungguh-sungguh memiliki pengetahuan menyerahkan diri kepadaKu, dengan mengenalKu sebagai sebab segala sebab dan segala sesuatu yang ada. Roh yang mulia seperti itu jarang sekali ditemukan.” (Bg.7.19) ”O yang paling baik di antara para Bharata, empat jenis orang saleh mulai berbhakti kepadaku – orang yang berduka cita, orang yang menginginkan kekayaan, orang yang ingin tahu dan yang mencari pengetahuan tentang Yang Mutlak ......... Semua penyembah tersebut tentu saja roh yang murah hati, tetapi orang yang mantap dalam pengetahuan tentangKu Aku anggap seperti diriKu sendiri. Oleh karena dia tekun dalam bhakti rohani kepadaKu, tujuan tertinggi yang paling sempurna.” (Bg.7.16, 18) “Orang cerdas yang sedang berusaha mencapai pembebasan dari usia tua dan kematian berlindung kepadaKu dalam bhakti. Mereka sungguh-sungguh Brahman karena mereka mengetahui sepenuhnya segala sesuatu tentang kegiatan rohani yang melampaui hal-hal duniawi.” (Bg.7.29) ”Roh-roh yang mulia ini selalu memuji kebesaranKu, berusaha dengan ketabahan hati yang mantap, bersujud di hadapanKu, dan senantiasa sembahyang kepadaKu dengan bhakti.” (Bg.9.14) ”Aku tidak iri kepada siapapun, dan aku tidak berat sebelah kepada siapapun. Aku bersikap yang sama terhadap semuanya. Tetapi siapapun yang mengabdikan diri kepadaKu dalam bhakti adalah kawan, dia berada dalam diriKu, dan Akupun kawan baginya.’ (Bg.9.29) ”Aku sangat mencintai orang yang mengikuti jalan bhakti yang kekal ini, tekun sepenuhnya dengan keyakinan dan menjadikan Aku sebagai tujuan tertinggi.” (Bg.12.20) *** Sekarang kita dapat melihat betapa khususnya kedudukan seorang penyembah Tuhan. Itu sangatlah jarang untuk bisa dicapai. Seseorang mendapatkan kesempatan untuk menjadi penyembah hanya melalui dua cara yaitu : 1) Anda harus merubah diri anda agar memenuhi syarat dengan melalui banyak masa kehidupan melalui jalan spiritual, atau 2) anda mendapatkan dan secara cerdas menerima karunia dari penyembah murni lain, yang sebenarnya juga merupakan karunia dari Tuhan juga. Orang yang menjadi penyembah Tuhan, yang sibuk dalam pelayanan bhaktiNya melalui berbagai macam cara, adalah sebagaimana yang disebut oleh Tuhan Sri Krishna sebagai para roh mulia, sahabatNya yang sangat, sangat dicintaiNya. Oleh karena itu ketika seseorang telah dianggap sedemikian oleh Tuhan, maka kedudukan mereka sangatlah aman. Dalam keadaan itu semua yang harus kita lakukan adalah selalu tetap mengikuti jalan spiritual melalui bhakti dan kita akan dijamin untuk memasuki wilayah spiritual sesudah kematian. Bagaimanapun, dengan demikian kita hanya bisa berdoa untuk bisa menjadi alat Tuhan, untuk melakukan keinginan Tuhan dan menjadi saluran bagi datangnya kedamaian dan pengetahuan spiritual. Sehingga ketika Tuhan memanggil kita untuk kembali pulang ke dunia spiritual, maka itulah hari terindah dalam hidup kita. Demikianpun, bila Tuhan menginginkan kita untuk tetap tinggal di dalam ciptaan material ini untuk melakukan hal-hal lain, maka kita akan tetap siap sedia untuk menerimanya. Jika kesadaran kita telah menjadi spiritual, maka di mana kita berada tidaklah menjadi hal yang penting, karena kita melihat Tuhan dimanapun dan kita selalu akan berada dekat denganNya. Keberadaan kita saat itu sudah sangat spiritual, sehingga dalam segala situasi, kita sebenarnya sudah berada di rumah kita. Kita sudah berada di wilayah spiritual karena kita merasakan betapa kesadaran kita dipenuhi dengan getaran rohani.

34

HARI KE – 29 : MENJADI BESAR DENGAN MENJADI CONTOH BAGI YANG LAIN
”Perbuatan apapun yang dilakukan orang besar, akan diikuti oleh orang awam. Standard apapun yang ditetapkan dengan perbuatannya sebagai teladan, diikuti oleh seluruh dunia. (Bg.3.21) *** Jika menjadi penyembah merupakan suatu kedudukan yang sangat langka sebagaimana disebutkan sebelumnya, maka kita tidak perlu kemudian merasa berbangga diri. Kita berserah diri pada Tuhan untuk membuat diri kita menjadi rendah hati agar dapat mencapai keadaan yang lebih tinggi lagi, yaitu hubungan dengan Tuhan yang lebih tinggi dan lebih nyata. Itu tidaklah berarti bahwa kita menjadi begitu rendah hati sehingga kita sangat rendah di dalam pandangan orang lain, atau kita menjadi sangat gampang tersisihkan. Namun yang dimaksud adalah bahwa kita membebaskan diri kita dari kerumitan hidup dengan mengetahui bahwa kita melakukan kehendak Tuhan, serta terhubung dengan kemauanNya, sehingga energiNya dapat mengalir melalui kita mencapai semua yang lain. Untuk menjadi pelayan Tuhan yang baik kita harus juga menjadi cerminan dari cinta Tuhan yang tanpa syarat pada kita. Kita harus menjadi semacam kendaraan melalui mana cinta Tuhan dapat teralirkan untuk mencapai setiap orang. Kita selalu memandang setiap orang sebagai bagian dari keluarga Tuhan. Itulah yang dimaksud dengan menjadi besar dalam arti yang sebenar-benarnya. Kita semua dilahirkan dengan dibekali kepekaan, namun seringkali pernik-pernik dalam kehidupan membuat kita menjadi kurang peka. Kita tidak boleh membiarkan kehidupan membuat kita menjadi seperti itu. Kita harus selalu sadar akan perasaan, kepedihan, dan kebutuhann orang lain, serta mampu menanggapi hal-hal tersebut dengan kasih sayang dalam jalan spiritual. Kita harus selalu ingat bahwa semakin kita sering menolong dan membantu orang lain, maka sebenarnya semakin banyaklah kita menolong diri kita sendiri. Kita melakukan perbuatan menolong itu karena sebenarnya kitalah yang membutuhkan pertolongan itu. Dengan bersikap seperti itu, kita akan terjaga untuk selalu menjadi rendah hati serta pikiran kita selalu terpusat pada tujuan kita sebenarnya. Dengan bersikap seperti itu pula kita diberikan kekuatan untuk selalu mengingat bahwa kedudukan spiritual kita adalah sebagai penyembah Tuhan. Kita harus selalu ingat bahwa jika kita mencintai Tuhan, maka kita sebenarnya juga mencintai semua energiNya serta juga semua bagian-bagiaNya yang tak terhitung jumlahnya. Maka dari itu, kita perlu memberikan contoh atas apa yang seharusnya kita lakukan. Kita mungkin saja akan menjadi seorang guru yang baik, atau mungkin juga tidak. Menjadi baik dan menjadi terkenal adalah dua hal yang berbeda. Menjadi terkenal tanpa menjadi baik bisa merupakan sesuatu yang berbahaya. Banyak orang dengan kondisi seperti itu telah mengalami kehancuran. Jika anda terkenal tetapi anda tidak baik, maka ketika anda jatuh, maka setiap orang akan memperhatikan segala sesuatu yang terjadi pada anda. Untuk itu, kita haruslah menjadi baik menurut ukuran spiritual, yaitu tidak perduli apakah orang lain memperhatikan kita atau tidak memperhatikan kita. Kita harus menjadi contoh. Menjadikan diri kita sebagai contoh adalah cara terbaik untuk mengajarkan sesuatu. Dan sesudah standard dilaksanakan dengan diri kita sebagai contohnya, maka orang lain akan mengikuti dan menerima apa yang telah anda tetapkan. Paling tidak, mereka akan menghargai apa yang telah anda lakukan. Ada pepatah lama yang isinya mengatakan bahwa dunia tidak akan pernah mengenal tokoh-tokoh sejati terbesarnya. Adalah lebih baik menjadi seperti itu, daripada kita berpikir bahwa kita baik dan sempurna, lalu menjadi terkenal dan kemudian jatuh dari kedudukan anda. Itu akan menyebabkan orang lain menjadi terganggu karena kepercayaannya disalahgunakan. Maka, jadilah seorang penyembah dengan selalu rendah hati namun kuat; baik hati, pemurah tetapi tegas; serta selalu penuh cinta kasih namun adil dan merata. Dan yang terpenting, jadilah alat serta wakil dari Tuhan, di mana semua orang dapat memandang anda dengan penuh hormat dan kekaguman.

35

HARI KE – 30 : TERBEBASKAN PADA SAAT KEMATIAN
”Orang yang bersemadi padaKu sebagai Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, dengan pikirannya senantiasa tekun ingat kepadaKu, dan tidak pernah menyimpang dari jalan itu, dialah yang pasti mencapai kepadaKu, wahai Partha [Arjuna].” (Bg.8.8) ”Wahai putera Pritha [Arjuna], Aku mudah sekali dicapai oleh orang yang selalu ingat kepadaKu tanpa menyimpang, sebab dia senantiasa tekun dalam bhakti. Sesudah mencapai kepadaKu, roh-roh yang mulia, yogiyogi dalam bhakti, tidak pernah kembali ke dunia fana yang penuh kesengsaraan, sebab mereka sudah mencapai kesempurnaan tertinggi. Dari planet tertinggi di dunia material sampai dengan planet yang paling rendah, semuanya adalah tempat-tempat kesengsaraan, tempat kelahiran dan kematian dialami berulangkali. Tetapi orang yang mencapai tempat tinggalKu tidak akan pernah dilahirkan lagi, wahai putera Kunti.” (Bg.8.14-16) ”Keadaan hidup manapun yang diingat seseorang pada saat dia meninggalkan badannya, pasti keadaan itulah yang akan dicapainya, wahai putera Kunti.” (Bg.8.6) ”Siapapun yang meninggalkan badannya pada saat ajalnya sambil ingat kepadaKu, segera mencapai sifatKu. Kenyataan ini tidak dapat diragukan.” (Bg.8.5) *** Tuhan Sri Krishna di sini berkata bahwa semua planet dalam dunia material adalah tempat-tempat penuh penderitaan. Ini bukanlah rumah kita yang sebenarnya, juga bukan tempat di mana kita seharusnya berada. Semuanya itu hanyalah sementara di mana kita melaksanakan suatu cerita bersambung dari kelahiran dan kematian yang berulang kali. Sampai berapa lama lagi kita akan merasa cukup? Maka kita tidak boleh terlalu terikat pada segala sesuatu di dalam ciptaan ini pada saat kita meninggalkan badan kita. Dengan selalu melaksanakan jalan spiritual dan melakukan peningkatan di dalamnya, maka semakin mudahlah bagi kita untuk mengingat Tuhan. Dan bagi mereka yang melaksanakan jalan ini akan dengan mudah mengingat Tuhan juga pada saat mereka meninggal. Satu-satunya alasan mengapa orang-orang tidak bisa berpikir tentang Tuhan pada saat mereka meninggalkan badannya adalah karena mereka tidak pernah melatih hal itu selama hidupnya. Inilah maksud dari jalan spiritual, yaitu mengajarkan anda melakukan latihan itu. Jika tidak maka orang bisa saja menyibukkan diri mereka dengan jutaan hal lain tetapi melupakan satu hal yang teramat penting ini. Sehingga pada saat kematian, kesadaran mereka berada pada hal-hal lain tersebut. Dalam kenyataannya, di dalam setiap sistem yoga atau agama, inilah tujuan utamanya – yaitu mampu berpikir atau bermeditasi pada Tuhan pada saat seseorang meninggalkan badannya. Ini akan membuat seseorang akan kembali kepada Tuhan dan meninggalkan keberadaan material ini. Seperti yang dinyatakan dalam sloka-sloka di atas, keadaan kesadaran apapun yang ada kita pada saat kematian datang, akan kita bawa dalam kehidupan kita yang akan datang. Nyatanya, apapun yang kita pikirkan pada saat kita meninggalkan badan kita, akan mengarahkan kita menuju keberadaan kita selanjutnya. Maka itu, sangatlah penting untuk mencapai tingkat kesadaran yang tepat pada saat kita meninggal, serta sangatlah penting untuk selalu bisa dengan mudah memikirkan hal-hal serta obyek-obyek yang benar pada saat kematian datang. Mereka yang memikirkan Tuhan Sri Krishna pada saat seperti itu pasti akan mencapai sifatNya dan mencapai tempat tinggalnya. Jika sudah memasuki planet spiritual, maka kita tidak akan pernah dilahirkan lagi di dunia material.

36

HARI KE – 31 : SEBAR-LUASKAN PESAN INI
”Terjamin bahwa orang yang yang menjelaskan rahasia yang paling utama ini kepada para penyembah akan mencapai bhakti yang murni, dan akhirnya dia akan kembali kepadaKu. Tidak ada hamba di dunia ini yang lebih Kucintai daripada dia, dan tidak akan pernah ada orang yang lebih Kucintai. Aku memaklumkan bahwa orang yang mempelajari percakapan kita yang suci ini bersembahyang kepadaKu dengan kecerdasannya. Orang yang mendengar dengan keyakinannya tanpa rasa iri dibebaskan dari reaksi-reaksi dosa dan mencapai planet-planet yang menguntungkan, tempat tinggal orang saleh.” (Bg.18.68-71) *** Di sini kita dapat memahami betapa dashyatnya kata-kata dan petunjuk-petujuk dari Tuhan Sri Krishna. Dengan membaca Bhagavad-gita, percakapan antara Tuhan Sri Krishna dengan Arjuna, itu sudah merupakan suatu bentuk pemujaan dan meditasi yang akan meningkatkan kecerdasan seseorang. Hal itu juga merupakan bagian dari proses pemurnian kesadaran kita. Mendengarkan dengan penuh keyakinan atas pembicaraan itu juga segera akan membersihkan seseorang dari reaksi dari begitu banyak kegiatan berdosanya, dan membuat orang tersebut dapat memasuki planet-planet tempat tinggal orang saleh yang menguntungkan. Karena itu membaca Bhagavad-gita secara teratur haruslah selalu dilakukan. Harus pula didorong upaya peningkatan fungsi-fungsi pemberian manfaat bagi masyarakat dengan selalu membaca dan menjelaskan Bhagavad-gita. Hal itu akan menghasilkan suatu penyebaran energi positif dan akan menambah kekuatan spiritual bagi suasana di lingkungan tersebut, khususnya bagi yang ikut mengambil bagian. Tuhan Sri Krishna juga menjelaskan bahwa mereka yang menyebar-luaskan dan menjelaskan pesan ini pada orang lain akan mencapai bhakti yang murni. Kegiatan seperti ini merupakan pelayanan langsung pada Tuhan dengan cara menyebarkan ajaranNya. Dan Tuhan Sri Krishna juga berkata bahwa tidak ada hambaNya yang lebih dicintaiNya dibandingkan seseorang yang melakukan pelayanan ini. Beberapa hamba Tuhan pergi melanglang dunia dengan menanggung resiko yang besar untuk menyampaikan ajaran ini pada masyarakat umum. Dan dapatlah kita bayangkan betapa besar cinta kasih Tuhan pada mereka. Dengan melihat kondisi dunia saat ini dengan semua kejahatan, perang, pertikaian yang sedang terjadi, maka kita dapat memahami kebutuhan dalam masyarakat untuk diangkat menuju tingkat kedamaian dan kerjasama yang lebih tinggi. Dan kemudian kita juga sepakat bahwa seluruh dunia akan mendapatkan manfaat besar dengan mendengar petunjuk-petunjuk Tuhan ini. Untuk itu kita harus melakukan sesuatu agar pengetahuan spiritual ini dapat disebar-luaskan kepada semua di sekeliling kita. Dengan kita menyediakan sarana bagi kesuksesan sesama, maka kesuksesan kita akan dijamin. Dengan mengikuti petunjuk-petunjuk yang disampaikan dari Bhagavad-gita, anda dapat melihat betapa mudahnya melaksanakan inti dari Jalan Veda ini dan anda dipastikan akan berhasil. Yang anda perlukan adalah selalu bersikap serius, yakin dan sungguh-sungguh. Bergaullah dengan orang-orang yang sejalan serta dengan para penyembah, dan tambahkanlah prinsip-prinsip yang sudah diajarkan di sini ke dalam hidup anda. Anda akan segera mulai melihat perbedaan dalam hidup anda, dalam sikap anda, dalam pergaulan anda dengan orang lain dan dalam hubungan anda dengan Tuhan. Saya juga selalu berdoa bagi keberhasilan anda. [Tersedia dalam http://www.stephen-knapp.com]