You are on page 1of 11

Pendahuluan Malaria adalah penyakit protozoa Anopheles.

yang disebarkan melalui gigitan nyamuk Protozoa penyebab malaria adalah genus plasmodium yang dapat

menginfeksi manusia maupun serangga. Diduga penyakit ini berasal dari Afrika dan menyebar mengikuti gerakan migrasi manusia melalui pantai Mediterania, India dan Asia Tenggara. Nama malaria mulai dikenal sejak zaman kekaisaran oma!i, dan berasal dari kata Italia malaria atau "udara kotor# dan disebut juga demam oma!i.$ %aat ini diperkirakan minimal terjadi &'' juta kasus malaria akut di dunia setiap tahunnya yang menyebabkan lebih dari l juta kematian. %ekitar (') dari penyakit ini terjadi di Afrika, terutama menyerang anak*anak balita. penyakit di benua tersebut. $ Malaria dalam kehamilan merupakan masalah obstetrik, sosial dan medis yang membutuhkan penanganan multidisipliner dan multidimensional. .anita hamil merupakan kelompok usia de!asa yang paling tinggi berisiko terkena penyakit ini dan diperkirakan /') kematian akibat malaria di Afrika terjadi pada ibu hamil dan anak balita.$,, Di Afrika kematian perinatal akibat malaria diperkirakan terjadi sebanyak $0'' kasus1hari. Di daerah*daerah endemik malaria, ,'*2') bayi yang dilahirkan mengalami berat lahir rendah. $,, Di Indonesia, sejumlah daerah*daerah tertentu, yaitu daerah ra!a dan pantai juga merupakan daerah endemis malaria. 3leh karena itu malaria juga merupakan masalah kesehatan di Indonesia. %ehubungan dengan kejadian malaria dalam kehamilan, kita sebagai ahli obstetrik harus memahami diagnostik dan penanganan malaria pada ibu hamil untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas untuk ibu dan janinnya. Makalah ini akan membahas malaria dalam kehamilan, dan upaya penanganan maupun pen4egahannyal Interaksi antara Malaria dengan Kehamilan Malaria dan kehamilan adalah dua kondisi yang saling mempengaruhi. Perubahan fisiologis dalam kehamilan kehamilan dan perubahan patologis akibat malaria mempunyai efek sinergis terhadap kondisi masing*masing, sehingga semakin menambah Malaria adalah penyebab kematian utama anak balita di Afrika +,')- dan sekitar $') dari kematian akibat seluruh

arus dilakukan penga!asan ketat terhadap pemberian 4airan. . infeksi malaria dan kematian. falciparum. malaria 4enderung menampakkan gejala atipik yang mungkin disebabkan adanya perubahan hormonal. kontrol suhu dll. dengan tingkat infeksius l&) lebih tinggi daripada saat tidak hamil Terapi harus %ejumlah anti malaria merupakan kontra indikasi diberikan saat selektif hamil dan seringkali menimbulkan efek samping yang berat.falciparum lebih sering terjadi selama kehamilan. 6ebih :atal P. P.. falciparum dapat menyebabkan keadaan yang memburuk dan dramatis untuk ibu hamil. antimalaria ditransfer kepada janin+>fek imunitas .falciparum malaria dalam kehamilan 4enderung lebih berat. janinnya maupun dokter yang menanganinya.Patofisiologi Patofisiologi malaria dalam kehamilan sangat dipengaruhi oleh perubahan sistem imunologis oleh adanya organ baru yaitu plasenta. Penyebabnya kemungkinan karena adanya imunosupresi dan hilangnya a47uired immun selama kehamilan 8ejala lebih Atipik Dalam kehamilan. sepsis puerperalis dan kematian akibat malaria berat dan hemoragis. hipoglikemia. terutama pada nulipara. pertumbuhan janin terhambat dan an4aman persalinan prematur.masalah baik bagi ibu hamil. 3leh karena itu terapinya sering sulit. Masalah pada bayi baru lahir adalah berat lahir rendah. prematuritas.. Malaria dalam Kehamilan: Masalah yang berlipat ganda 6ebih terjadi sering Malaria lebih sering terjadi dalam kehamilan daripada populasi umum. Terjadi penurunan sistem imunitas didapat yang dramatis selama kehamilan. terutama infeksi malaria berat yang disebabkan P. Primigra5ida umumnya paling mudah terpengaruh oleh malaria. berupa anemia. demam. pertumbuhan janin terhambat . imunologis dan hematologis selama kehamilan. malaria serebral. Tabel l. edema pulmonar. Masalah lain Penanganan komplikasi malaria sering sulit karena pengaruh perubahan fisiologis selama kehamilan. %umber= +. <eputusan untuk terminasi kehamilan juga sering dipersulit oleh risiko kematian janin. 6ebih 9erat Disebabkan perubahan hormonal dan imunologis koloni parasit 4enderung membesar $' kali lilpat sehingga semua komplikasi P.

ilangnya kekebalan antimalaria se4ara konsisten berhubungan dengan terjadinya imunosupresi selama kehamilan misalnya= peningkatan le5el kortisol serum. kehamilan gambaran atipik lebih sering terjadi karena proses imunosupresi.al ini dikondisikan untuk men4egah penolakan terhadap janin. mulai dari afebris. Akan tetapi. suatu organ baru saat hamil: P. . . demam tidak terlalu tinggi yang terus menerus hingga hiperpireksia. . yaitu= . fal4iparum untuk memperbanyak diri.= Apakah yang hilang adalah 4ell mediated immunity saja.ipotesis *. penurunan respon limfoproliferatif. Peran plasenta.ipotesis ?l= .ipotesis *&= plasenta adalah organ yang baru bagi seorang primigra5ida sehingga memungkinan adanya imunitas host yang langsung menerobos atau adanya zat tertentu pada plasenta yang memudahkan P. falciparum mempunyai kemampuan unik untuk melakukan cytoadhesion dan adhesion molecules spesifik terhadap AD &B dan intercellular adhesion molecul-l yang mungkin terlibat dalam proses infeksi malaria yang berat pada anak dan !anita de!asa yang tidak hamil. Demam : Pada trimester kedua Pasien dapat mengeluhkan berma4am*ma4am pola demam.Terdapat sejumlah hipotesa yang menjelaskan patofisiologi malaria dalam kehamilan. Ahondroitin sulfat A dan asamCC diketahui merupakan molekul perekat untuk membantu melekatnya parasit ke sel. kejadian ini tidak menurunkan reaksi imunologis pada ibu multigra5ida yang pernah menderita malaria. atau transfer antibodi mediated immunity se4ara pasif juga terganggu sehingga ibu hamil mudah terkena malaria@ . Gejala klinik %elama kehamilan lebih dari setengah kasus malaria bermanifestasi atipik1tidak khas.

koma.al ini disebabkan= $.emolisis eritrosit yang diserang parasit . malaria akan menambah berat anemia. hipoglikemia dan anemia.( minggu. . penurunan kesadaran. dan menghilang pada trimester dua kehamilan. Peningkatan kebutuhan :e selama hamil &. Anemia yang signifikan +. . Dalam kondisi seperti ini. yang merupakan endemis malaria. Komplikasi malaria dalam kehamilan nemia: Malaria dapat menyebabkan atau memperburuk anemia. muntaber dan lain*lain. . Anemia merupakan gambaran klinik yang sering ditemukan pada pasien multigra5ida dengan imunitas parsial yang hidup di daerah hiperendemis. Anemia meningkatkan kematian perinatal dan morbiditas serta mortalitas maternal. !plenomegali : Pembesaran limpa bisa terjadi . <omplikasi yang sering timbul dalam kehamilan adalah edema paru. sehingga semua kasus anemia harus diperiksa kemungkinan malaria. 9ahkan splenomegali yang menetap sebelum hamil bisa menge4il selama kehamilan.emolisis berat dapat menyebabkan defisiensi asam folat. Adanya defisiensi asam folat sebelumnya dapat memperberat anemia ini. anemia merupakan gejala yang sering ditemukan selama kehammilan.harus ditangani dengan transfusi darah. <omplikasi yang lebih jarang adalah kejang. Komplikasi: <omplikasi 4enderung lebih sering dan lebih berat selama kehamilan. Anemia yang disebabkan oleh malaria lebih sering dan lebih berat antara usia kehamilan $B*. Penyebab utama anemia adalah malnutrisi dan ke4a4ingan. <elainan ini meningkatkan risiko edema paru dan perdarahan pas4a salin.b DE*/gr).. %ebaiknya diberikan pa4ked red 4ells daripada !hole blood untuk mengurangi tambahan . Malaria bisa bermanifestasi sebagai anemia.nemia : Di negara berkembang.

.5olume intra5askuler. kejang. Meningkatnya kebutuhan glukosa karena keadaan hiperkatabolik dan infeksi parasit . . khususnya !hole blood dapat menyebabkan edema paru. khususnya yang mendapat terapi 7uinine harus dimonitor kadar gula darahnya setiap 2*B jam sekali. Peningkatkan respon pulau*pulau pankreas terhadap stimulus sekresi +misalnya guinine.ipoglikemia pada pasien*pasien malaria tersebut dapat tetap asimtomatik dan dapat luput terdeteksi karena gejala*gejala hipoglikemia juga menyerupai gejala infeksi malaria. "dema paru akut >dema paru akut adalah komplikasi malaria yang lebih sering terjadi pada !anita hamil daripada !anita tidak hamil. 3leh karena itu semua !anita hamil yang terinfeksi malaria fal4iparum. . Transfusi yang terlalu 4epat. yaitu= takikardia.ipoglikemia juga bisa rekuren sehingga monitor kadar gula darah harus konstan dilakukan. pingsan dan lain*lain yang hampir menyerupai gejala malaria serebral. <eadaan ini bisa ditemukan saat pasien datang atau baru terjadi setelah beberapa hari dalam pera!atan. menggigil dll. berikut= $. :aktor*faktor yang mendukung terjadinya hipoglikemia adalah sebagai <ejadiannya lebih sering pada . >dema paru akut bertambah berat karena adanya anemia sebelumnya dan adanya perubahan hemodinamik dalam kehamilan. #ipoglikemia <eadaan ini juga anehnya merupakan komplikasi yang 4ukup sering terjadi dalam kehamilan. berkeringat. penurunan kesadaran. %ebagai respon terhadap star5asi1kelaparan &. Akan tetapi sebagian pasien dapat menunjukkan tingkah laku yang abnormal. dan &. <elainan ini sangat meningkatkan risiko mortalitas.menyebabkan terjadinya hiperinsulinemia dan hipoglikemia. trimester .

9arier plasenta dan antibodi Ig 8 maternal yang menembus plasenta dapat . %elain itu penyebaran infeksi se4ara transplasental ke janin dapat menyebabkan malaria kongenital.dan pneumonia algid +syok septikemia. insufisiensi plasenta.ipoglikemia maternal juga dapat menyebabkan ga!at janin tanpa ada tanda*tanda yang spesifik. falciparum dapat menimbulkan masalah bagi janin. .Akibatnya dapat terjadi abortus spontan. Infeksi malaria yang diderita lebih berat dengan parasitemia yang tinggi. infeksi malaria sendiri dapat menekan respon imun. falciparum lebih serius. . persalinan prematur.juga lebih sering terjadi dalam kehamilan karena imunosupresi ini. 9aik malaria P.<adang*kadang hipoglikemia dapat berhubungan dengan laktat asidosis dan pada keadaan seperti ini risiko mortalitas akan sangat meningkat.E) 5s &&). Imunosupresi Imunosupresi dalam kehamilan menyebabkan infeksi malaria yang terjadi menjadi lebih sering dan lebih berat. diperkirakan timbul pada D0) kehamilan. vivax dan P. Perubahan hormonal selama kehamilan menurunkan sintesis imunoglobulin. 6ebih buruk lagi. insufisiensi plasenta. Malaria kongenital Malaria kongenital sangat jarang terjadi. hipoglikemia. berat badan lahir rendah dan ga!at janin. Penurunan fungsi sistem retikuloendotelial adalah penyebab imunosupresi dalam kehamilan.al ini menyebabkan hilangnya imunitas didapat terhadap malaria sehingga ibu hamil lebih rentan terinfeksi malaria. akan tetapi jenis infeksi P. anemia dan komplikasi*komplikasi lain dapat menimbulkan efek buruk terhadap janin. kematian janin dalam rahim. +Dilaporkan insidensinya mortalitasnya l0. Tingginya demam. Infeksi sekunder +Infeksi saluran ken4ing dan pneumonia. gangguan pertumbuhan janin +kronik1temporer-. $isiko Terhadap %anin Malaria dalam kehamilan adalah masalah bagi janin. Pasien juga lebih sering mengalami demam paroksismal dan relaps.

persalinan prematur dan semakin meningkatnya morbiditas dan mortalitas pada janin. kematian janin dalam rahim. sering asimtomatik dan juga jarang terjadi parasitemia. Akan tetapi pada populasi non imun dapat terjadi malaria kongenital. imunitas yang didapat tinggi sehingga mortalitas jarang terjadi. %trategi penanganannya adalah pen4egahan dengan kemoprofilaksis. berikutnya. h. Pada daerah endemik. kapan saja dalam satu minggu pas4anatal. khususnya pada keadaan epidemi malaria. anemia dan gangguan integritas plasenta meyebabkan berkurangnya hantaran nutrisi ke janin sehingga menyebabkan berat lahir rendah. Masalah ini lebih sering terjadi pada kehamilan pertama dan kedua karena kadar parasitemia akan menurun pada kehamilan. Parasitemia yang berat terjadi terutama pada trimester .erpes. isiko malaria dalam kehamilan lebih tinggi dan dapat menyebabkan kematian maternal serta abortus spontan pada GB') kasus. <eempat spesies plasmodium dapat menyebabkan malaria kongenital. abortus. Toksoplasmosis dan sifilis. ubella. iritabilitas. Diferensial diagnosisnya adalah inkompatibilitas . Diagnosis dapat ditegakkan dengan melakukan apus darah tebal dari darah umbilikus atau tusukan di tumit. deteksi dini dan pengobatan yang adekuat. malariae.melindungi janin dari keadaan ini. Pregnancy malaria dan intensitas transmisinya Manifestasi klinik malaria dalam kehamilan berbeda antara daerah dengan transmisi rendah dengan transmisi tinggi karena berbedanya tingkat imunitas. Neonatus dapat menunjukan adanya demam. . tetapi yang lebih sering adalah P. %ekuestrasi plasmodium di plasenta dan terjadi plasenta malaria. infeksi AMF. sedangkan hasil pemeriksaan plasmodium di darah tepi seringkali negatif. <adar 7uinine plasma janin dan klorokuin sekitar l1& dari kadarnya dalam plasma ibu sehingga kadar subterapeutik ini tidak dapat menyembuhkan infeksi pada janin. ikterus dll. Di daerah dengan transmisi rendah. dan &. %trategi penanganan malaria pada ibu hamil di area dengan transmisi tinggi adalah terapi intermiten dan pemakaian kelambu berinsektisida. hepatosplenomegali. 9erat lahir rendah dapat terjadi !alaupun telah diterapiH namun malaria yang asimtomatik jarang terjadi. masalahnya sangat berbeda. masalah minum. anemia.

Penatalaksanaan Malaria dalam Kehamilan Ada & aspek yang sama pentingnya untuk menangani malaria dalam kehamilan. tekanan darah. Pertahankan asupan kalori yang adekuat. %emua faktor tersebut harus selalu dipertimbangkan saat memberikan terapi pada pasien* pasien malaria dengan kehamilan.indari obat yang menjadi kontra indikasi . %elain itu. Penanganan proses persalinan Terapi Malaria Terapi malaria dalam kehamilan harus energetik. bilirubin dan kreatinin serum serta glukosa darah. ikterus. 3leh karena itu harus dilakukan monitoring ketat serta me nilai kemungkinan timbulnya komplikasi pada setiap pemeriksaan15isite rutin. %eksama= Perubahan fisiologis dalam kehamiklan menimbulkan masalah yang khusus dalam penanganan malaria. lebih baik memperlakukan semua kasus sebagai kasus malaria fal4iparum.indari pemberian 4airan yang berlebihan1kurang. Antisipatif= malaria dalam kehamilan dapat tiba*tiba memburuk dan menunjukkan komplikasi yang dramatik. dan memeriksa tingkat keparahan penyakit dengan melihat keadaan umum. sejumlah obat anti malaria merupakan kontraindikasi untuk kehamilan atau dapat menimbulkan efek samping yang berat. hemoglobin. %8PT. .. yaitu= $. suhu. • • • • • Pilih obat yang sesuai dengan tingkat keparahan penyakit dan pola sensiti5itas di daerah tersebut +terapi empiris. antisipatif dan seksama(careful>nergetik= Tidak membuang*buang !aktu.indari kelebihan1kekurangan dosis obat . Pengobatan malaria . pu4at. Penanganan komplikasi &. hitung parasit.

. Penanganannya adalah dengan pemberian 4ephalosporin generasi ketiga.arus di berikan transfusi bila kadar hemoglobin D0 g). pneumonia dll. 8agal 8injal= 8agal ginjal dapat terjadi pre prenal karena dehidrasi yang tidak terdeteksi atau renal karena parasitemia berat. diuretik dan pemasangan 5entilator bila diperlukan.dan impending odema paru +membantu menurunkan jumlah 4airan-. Darah pasien dikeluarkan dan diganti dengan pa4ked sel. pemberian oksigen. 9ila sebabnya adalah kelebihan 4airan. dilanjutkan infus dekstrosa $'). Transfusi ganti= Transfusi ganti diindikasikan pada kasus malaria fal4iparum berat untuk menurunkan jumlah parasit.ipoglikemia= Dekstrosa . output..0*0').0*l mg intramuskuler.5. %ebagian dari pasien*pasien tersebut dapat mengalami syok septikemia. Tindakan ini terutama bermanfaat pada kasus parasitemia yang sangat berat +membantu membersihkan. sering menyertai kehamilan dengan malaria. monitoring tanda*tanda 5ital dan intake* Penanganannya meliputi pemberian 4airan yang seksama. dapat diberikan glukagon '.ntimalaria dalam kehamilan %emua trimester Trimester dua Trimester tiga <ontraindikasi = 7uinine= Artesunate1artemether1arteether = meflo7uineH pyrimethamine1sulfadoIine = sama dengan trimester . 8lukosa darah harus dimonitor setiap 2*B jam untuk men4egah rekurensi hipoglikemia. Anemia= . = prima7uineH tetra4y4lineH doIy4y4lineH halofantrine Penanganan Komplikasi Malaria 3dem paru akut= pemberian 4airan yang dimonitor dengan ketatH tidur dengan posisi setengah duduk. %yok septikemia= Infeksi bakterial sekunder seperti infeksi saluran kemih. . 0'*$'' 44 i. pemberian 4airan. yang disebut Jalgid malariaJ. diuretik dan dialisa bila diperlukan.

Malaria fal4iparum merangsang kontraksi uterus yang menyebabkan persalinan prematur. serta bradikardia atau deselerasi lambat pada janin yang berhubungan dengan kontraksi uterus karena hal ini menunjukkan adanya ga!at janin. <ala II harus diper4epat dengan persalinan buatan bila terdapat indikasi pada ibu atau janin. Distres maternal dan fetal dapat terjadi tanpa terdeteksi. bahkan untuk !anita hamil dengan malaria beat sebaiknya dira!at di unit pera!atan intensif. dapat dipertimbangkan untuk melakukan induksi persalinan. Pemberian 4airan denan seksama juga merjupakan hal penting. harus dipertimbangkan tindakan transfusi ganti. . %elanjutnya dapat diberikan dosis terapeutik klorokuin dan prima7uine. disebabkan baik dehidrasi maupun o5erhidrasi harus di4egah karena kedua keadaan tadi dapat membahayakan baik bagi ibu maupun janin. %eksio sesarea ditentukan berdasarkan indikasi obstetrik. harus diberikan kemoprofilaksis dengan memakai klorokuin. 9ila diperlukan. hipoglikemia. . Pada kasus parasitemia berat. 3leh karena itu untuk men4egah reakti5asi malaria 5i5aI dari reakti5asi hipnozoit di hepar. Penanganan malaria &i&a' dalam kehamilan Penggunaan prima7uine dalam kehamilan merupakan kontraindikasi.al ini dengan4epat. pemberian antipiretika seperti parasetamol dll.arus diupayakan segala 4ara untuk menurunkan suhu tubuh . 8a!at janin sering terjadi dan seringkali tidak terdeteksi. edema paru dan infeksi sekunder akibat malaria pada kehamilan aterm dapat menimbulkan masalah baik bagi ibu maupun janin. Malaria fal4iparum berat pada kehamilan aterm menimbulkan risiko mortalitas yang tinggi. Diberikan klorokuin 0'' mg per minggu hingga masa laktasi selesai. :rekuensi dan intensitas kontraksi tampaknya berhubungan dengan tingginya demam.Penanganan saat persalinan Anemia. baik dengan kompres dingin. Pemberian prima7uine dalam masa laktasi juga merupakan kontraindikasi. 3leh karena itu perlu dilakukan monitoring yang baik. 3leh karena itu perlu dilakukan monitoring terhadap kontraksi uterus dan denyut jantung janin untuk menilai adanya an4aman persalinan prematur dan takikardia.

oleh karena itu setiap ibu hamil yang tinggal di daerah endemis malaria selama masa .% <akkilayaJs .Kemoprofilaksis dalam kehamilan Malaria dapat menimbulkan masalah yang fatal bagi ibu hamil dan janinnya. <lorokuin 0'' mg harus diberikan satu kali setiap minggu.eb site= Pregnan4y and Malaria. merupakan bagian penting dari pera!atan antenatal di daerah yang tinggi penyebaran Daftar Pustaka Dr. Pilihan antimalaria untuk kemoprofilaksis dalam kehamilan adalah klorokuin karena obat ini paling aman untuk dipergunakan selama hamil.9. malarianya. P. pemberian klorokuin saat ini dibatasi karena risiko timbulnya resistensi obat. Namun. Dosis meflokuin mungkin perlu ditingkatkan pada trimester ketiga karena peningkatan klirens obat pada saat ini.al ini kehamilannya harus dilindungi dengan kemoprofilaksis terhadap malaria. . Akan tetapi obat* obat alternatif tersebut baru dapat diberikan pada trimester kedua. $*$E. Di daerah yang diketahui telah resisten terhadap klorokuin dapat diergunakan pirimetamin1sulfadoksin atau meflokuin.