You are on page 1of 30

LABORATORIUM KIMIA FARMASI

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS HASANUDDIN

LAPORAN PRAKTIKUM
SINTESIS OBAT
“SINTESIS KLOROFORM”

DISUSUN OLEH :

NAMA

: AYU ZEFANIA K. P

NIM

: N11107371

KEL/GOL

: V/JUMAT PAGI

ASISTEN

: INUL HAJAR S.ALI

MAKASSAR
2008

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Saat

ini

penggunaan

senyawa

halogen

dalam

kehidupan

masyarakat telah tersebar luas, utamanya dalam industri obat-obatan.
Banyak unsur halogen yang sering digunakan sebagai bahan untuk
membuat racun serangga seperti obat nyamuk dan pestisida oleh karena
kemampuan meracuni (toksik) yang dimilikinya.
Kloroform adalah salah satu senyawa yang terbentuk dari unsur
halogen yaitu klor (Cl). Beberapa waktu yang lalu kloroform digunakan
sebagai anestesi inhalasi. Namun seiring munculnya penelitian-penelitian
tentang senyawa kloroform ditemukan bahwa senyawa ini berbahaya bila
masih tetap digunakan sebagai anestesi karena sifatnya yang hepatoksik
dan mudah teroksidasi oleh udara menjadi senyawa phosgen yang sangat
toksik.
Namun disamping dampak berbahaya yang ditimbulkannya,
kloroform tetap digunakan oleh beberapa bidang ilmu pengetahuan
terutama bidang farmasi. Kloroform tetap digunakan sebagai salah satu
pelarut organik.
Kloroform tidak dapat dibuat oleh alam, oleh karena itu perlu
dilakukan suatu sintesis kloroform untuk memperolehnya. Tentu saja
proses untuk mensistesis kloroform ini tidak gampang, ada prosedur-

prosedur tertentu yang harus diikuti agar tercipta suatu senyawa kloroform
yang baik dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan-keperluan tertentu
utamanya di bidang farmasi. Untuk itu dilakukanlah percobaan ini agar
mahasiswa farmasi dapat memahami cara pembuatan kloroform dan
dapat dengan tepat membuat suatu senyawa kloroform..

I.2

Maksud dan Tujuan percobaan

I.2.1 Maksud Percobaan
Mengetahui dan memahami cara-cara pembuatan halogen dari
metana.
I.2.2 Tujuan Percobaan
Mensintesa kloroform dari reaksi aseton / alkohol dengan kapur klor
menggunakan metode destilasi dan menghitung persen rendamennya.

I.3

Prinsip Percobaan
Pembuatan senyawa kloroform dari reaksi substitusi antara alkohol

atau aseton dengan gas klor, yang disuspensikan dengan air suling
melalui proses destilasi menggunakan kondensor lurus yang akan
mengkondensasikan uap klorida yang terbentuk akibat pemanasan
sebagai uap CHCl3 akan dihasilkan dalam bentuk tetesan dan kemudian
dihitung nilai rendamennya.

kloroform dipakai untuk pertama kali.97-99).BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. Penambahan sedikit etanol akan bekerja . Kloroform dikenal karena sering digunakan sebagai bahan pembius. Chloroform (CHCl3) biasa digunakan sebagai obat bius. Jika hidrokarbon terhalogenasi sederhana (kloroform. tetapi seperti kebanyakan hidrokarbon terhalogenasi. chloroform biasa digunakan sebagai zat anastesi dalam operasi bedah dan pelarut dalam obat-obatan bagi hewan (13). meskipun kebanyakan digunakan sebagai pelarut nonpolar di laboratorium atau industri. Di masa lalu. Pada tahun 1847. Wujudnya pada suhu ruang berupa cairan. namun mudah menguap (6).2 Teori Umum Pengertian Kloroform Kloroform adalah nama umum untuk triklorometana (CHCl 3). Kloroform akan terurai sedikit dengan lambat karena pengaruh udara membentuk fosgen. maka senyawa terfluorinasi parsial relatif tidak toksik (2. manjur dan tidak mudah meledak.11-13). trikloretilen) dapat mengakibatkan kerusakan hati. zat itu merusak hati dan ginjal (4. Senyawa ini tidak berwarna tetapi memiliki bau dan biasa digunakan sebagai pelarut serta larutan pembersih.

. reaksi haloform lebih baik.) dalam air yang didesinfeksi dengan klor. Konsentrasi zat-zat organik → konsentrasi yang tinggi menaikkan kandungan haloform. Pembentukan haloform dipengaruhi oleh : 1. 3. sebagai produk samping klorinasi yang dikenal dengan “THMs (trihalomethanes)“. Tri halometan merupakan produk samping desinfeksi. sehingga menjadi senyawa organik terkhlorinasi. Calcium Chloro hypochlorit) melalui tiga tingkatan reaksi : 1. Senyawa ini akan menangkap produk tersebut dan tidak mempengaruhi penguraian (4. Klorinasi dari hasil oksidasi. Klor terlarut/Hipoklorit dapat bereaksi dengan zat organik (karbon organik. monobromodiklorometan (CHCl2Br). 2. C – org. 2.98). Kloroform dibuat dari alkohol dengan kapur klor (bleaching powder. dimana senyawa ini dikatagorikan “karsinogenik” (penyebab kanker).“menyetabilkan” dengan membentuk dietilester asam karbonat. pH → pH lebih tinggi. Oksidasi oleh halogen. chlorophenoles. Ca(OCl)Cl. Hidrolisa alkalis dari senyawa yang baru terbentuk (3. seperti THM. dibromomonoklorometan (CHClBr2) dan bromoform (CHBr3) dengan kondisi tertentu dapat terbentuk. Oleh karena itu reaksi haloform tidak diinginkan terjadi (12).22) Senyawa haloform seperti kloroform (CHCl 3).

Penyimpanan yang terlalu lama pada bahan kimia cair terutama kaporit juga akan mengurangi gugus aktif khlor sehingga daya desinfeksi berkurang (12). Untuk menjaga kualitas air perpipaan. 4. mutagenik dan karsinogenik 5. Frekuensi pemakaian desinfektan alternatif gas klor yaitu kaporit maupun sodium hipochlorit harus diatur sedemikian rupa supaya tidak lebih dari batas “kadaluarsa”. 6. 8. keberadaan sisa khlor sangat diperlukan dalam suatu sistem jaringan distribusi karena dapat mengurangi risiko tumbuhnya mikroba dan terjadinya kontaminasi. 9. umumnya kadar khlornya berkurang antara 2 .5 ppm tidak cocok digunakan dalam hal – hal tertentu bahkan tidak dianjurkan. Gas klor tidak efektif dalam membunuh protozoa Cryptosporidium-c.3.5 .1. Reaksinya dengan air yang mengandung warna tinggi (Tannin dan Lignin) akan membentuk senyawa klorolignin sangat sulit didegradasi karena mengandung senyawa organik terklorinasi dengan berat molekul yang tinggi.4% per bulan pada temperatur kamar . Gas khlor tidak efektif dalam membunuh virus Hepatitis A meskipun bakteri mati oleh desinfektan ini. dimana pada badan air penerima dapat terurai menjadi senyawa klorolignin dengan berat molekul lebih rendah yang bersifat lebih toksik. Air olahan dengan kadar sisa khlor 0. . 7. Apabila larutan disimpan terlalu lama. Dosis klor → lebih tinggi menyebabkan kemungkinan haloform terbentuk lebih besar.

Fosgen Gas fosgen telah digunakan sebagai satu senjata kimia dalam parit-parit dalam Perang Dunia Pertama.1 2.4 1.Temperatur (oC) 10 15 20 25 30 35 Kehilangan kadar klor aktif 0.0 3.1 0. tetapi hampir seabad kemudian. tetapi kehadiran berterusannya dalam atmosfera hari ini adalah disebabkan oleh buatan orang iaitu hidrokarbon berklorin yang digunakan dalam industri kimia (7). Mereka menemui tahap-tahap fosgen dalam atmosfera telah berkurang semenjak kajian-kajian . Angka Penurunan Efisiensi Natrium hipoklorit berdasarkan Perbedaan Suhu Untuk pelarut yang mengandung halogen seperti kloroform (CHCl 3) sebelum dibuang harus dilakukan konsultasi terlebih dahulu dengan pengurus atau pengelola laboratorium tempat dimana bahan tersebut akan dibuang (11).6 (g/L ) per hari Tabel. walaupun begitu ia sekarang dalam kuantiti beberapa sahaja dalam semua latitud.2 5. penyelidikan baru telah menemui fosgen itu adalah sekarang adalah kuantiti penting dalam atmosfera (7). Fosgen masih lagi disimpan stok dalam telaga gedung-gedung senjata ketenteraan selepas Perang Dunia Kedua. Ahli-ahli sains menemui bahawa tumpuan atmosferik utama gas adalah di atas Khatulistiwa.

Contration batas dapat diukur 5 ug phosgene (9). racun serangga. Fosgen yang terbentuk akibat penguraian oksidasi kloroform dapat dibuktikan keberadaannya dengan pembentukan warna kuning dengan benzidin. Wilayah kerjanya Uji fosgen metode untuk konten SNI No : SNI 19-1426-1989. fosgen boleh dengan perlahan dioksidakan oleh sinaran ultra ungu.phenyl bensinamine di dietil phthalate). Lebih tinggi ke atas di atmosfera. Jika jumlah fosgen banyak—akan terjadi reaksi lanjut dengan pembentukan oligomer atau polimer-polimer—dan terjadi kekeruhan (4.(p-netro bensil) pyridine dan 0.99).25% y . walau bagaimanapun penggunaannya sedang dikurangkan (7). Menentukan konten dari phosgene dilakukan dengan metode colorimetry. Fosgen memainkan peranan besar dalam penyediaan farmaseutikal. damar dan polimer-polimer. racun herba. . walaupun begitu kehadiran berterusannya adalah sebagai penyumbang kepada kehabisan ozon (7). Menghasilkan warna yang diukur mereka dalam penyerapan panjang gelombang 475 nm oleh spectrophotometer. Pengujian pokok: Phosgene diserap oleh penyerap solusi (0.5% N .sebelumnya dalam tahun 1980an dan 1990an. dan ia meneruskan untuk memainkan peranan dalam pengurangan lapisan ozon (7). buih-buih sintetik.

Jika larutan yang terdiri dari dua buah komponen yang cukup mudah menguap. . Kondensor dan Cooler 2. misalnya larutan benzena-toluena. dimana antara komponen satu dengan komponen yang lain terdapat dalam campuran : a. Jadi ada perbedaan komposisi antara fase cair dan fase uap. dan hal ini merupakan syarat utama supaya pemisahan dengan destilasi dapat dilakukan. saling melarutkan menjadi campuran homogen. Dalam keadaan standar berupa cairan. Semua proses destilasi memerlukan beberapa peralatan yang penting seperti : 1. Kalau komposisi fase uap sama dengan komposisi fase cair. maka pemisahan dengan jalan distilasi tidak dapat dilakukan (8). Mempunyai sifat penguapan relatif (α) cukup besar. b. Kolom Stripping (8).Pengertian Destilasi Destilasi adalah suatu cara pemisahan larutan dengan menggunakan panas sebagai pemisah atau “separating agent”. larutan n-Heptan dan nHeksan dan larutan lain yang sejenis didihkan. Menara Fraksionasi 3. maka fase uap yang terbentuk akan mengandung komponen yang lebih menguap dalam jumlah yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan fase cair. Proses pemisahan secara distilasi dengan mudah dapat dilakukan terhadap campuran.

antara uap dan sisa cairan akan berada dalam keseimbangan. memisahkan campuran azeotrop (campuran dua atau lebih komponen yang sulit di pisahkan). berarti menunjukkan adanya suatu pemisahan. atau dengan menggunakan tekanan tinggi. sebelum campuran dipisahkan menjadi distilat dan residu (8). sehingga mampu memisahkan dua komponen yang memiliki perbedaan titik didih yang berdekatan.bertingkat ini memiliki rangkaian alat kondensor yang lebih baik. . hanya dis. Pada proses pemisahan secara destilasi. Destilasi Azeotrop. fase uap akan segera terbentuk setelah sejumlah cairan dipanaskan. Fase uap yang mengandung lebih banyak komponen yang lebih mudah menguap relatif terhadap fase cair. 3. prinsipnya memisahkan dua atau lebih komponen cairan berdasarkan perbedaan titik didih yang jauh berbeda. Macam-macam Destilasi 1. sama prinsipnya dengan dis. biasanya dalam prosesnya digunakan senyawa lain yang dapat memecah ikatan azeotrop tsb. maka akhirnya akan diperoleh komponen-komponen dalam keadaan yang relatif murni (8). Uap dipertahankan kontak dengan sisa cairannya (dalam waktu relatif cukup) dengan harapan pada suhu dan tekanan tertentu.sederhana. 2. Sehingga kalau uap yang terbentuk selanjutnya diembunkan dan dipanaskan secara berulang-ulang. Destilasi Sederhana. Destilasi Fraksionasi (Bertingkat). Tidak membentuk cairan azeotrop (8).c.

motede yang digunakan adalah dengan menurunkan tekanan permukaan lebih rendah dari 1 atm. maka ia akan menjadi panas pada waktu keluar dari kondensor. uap refrigeran menyerahkan panasnya (kalor laten pengembunan) kepada air dingin di dalam kondensor. sehingga mengembun dan menjadi cair. Kondensor berguna untuk pengembunan dan pencairan kembali uap refrigeran.4. Selama refrigeran mengalami perubahan dari fasa uap ke fasa cair. dalam prosesnya suhu yang digunakan untuk mendistilasinya tidak perlu terlalu tinggi (14). Destilasi vakum: memisahkan dua kompenen yang titik didihnya sangat tinggi. Kondensor Kondensor adalah suatu alat yang menarik hawa panas baik yang kentara maupun tak kentara dari gas yang telah ditekan. jadi dengan kata lain. Jadi karena air pendingin menyerap panas dari refrigeran. gas tersebut dicairkan oleh kondensor ini (10). 5. shg titik didihnya juga menjadi rendah. dimana terdapat . Uap refrigeran yang bertekanan dan bersuhu tinggi pada akhir kompresi dapat dengan mudah dicairkan dengan mendinginkannya dengan air pendingan (dengan udara pendingin pada sistem dengan pendinginan udara) yang ada pada suhu normal. dan memindahkannya kesuatu medium pendinginan udara atau air. Dengan kata lain. Destilasi Kering : memanaskan material padat untuk mendapatkan fasa uap dan cairnya. Biasanya digunakan untuk mengambil cairan bahan bakar dari kayu atau batu bata.

tekanan (tekanan pengembunan) dan suhunya (suhu pengembunan) konstan.96) Nama resmi : Aqua Destillata Nama lain : Air suling RM / BM : H2O / 18.02 Pemerian : Cairan jernih. Kalor yang dikeluarkan dari dalam kondensor adalah jumlah kalor yang diperoleh dari udara yang mengalir melalui evaporator.2 Uraian Bahan 1. Allihn kondensor/Bolkuler. Suhu yang diperoleh selama destilasi adalah suhu dari zat murninya dan selama destilasi sisanya akan tertinggal dalam labu. Aquadest (2. kemudian dialirkan kedalam melalui pipa kapiler /katup ekspansi (10). Cara ini dapat digunakan untuk memurnikan pelarut (5. Pendingin Liebig. harus dipasang miring untuk menjaga supaya uapnya tidak mengembang sebelum masuk pendingin. pendingin bola ini harus dipasang tegak. II. tidak berwarna.22-23).campuran refrigeran dalam fasa uap dan cair. Macam-macam kondensor : 1. 2. kalau miring akan terjadi pengembunan di bagian bawah dari bola. . tidak berbau. Uap refrigeran menjadi cair sempurna didalam kondensor. dan tidak mempunyai rasa.

dalam kloroform P dan dalam eter P. Pemerian : Cairan tidak berwarna. Kegunaan : Zat tambahan. jauh dari nyala api. rasa panas. sebagai cairan penampung hasil sintesa kloroform. Alkohol. Aseton (2. Nama resmi : Acetamum Nama lain : Dimetil keton RM / BM : (CH3)2CO / 58.27) .Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik Kegunaan : Sebagai bahan pensuspensi kaporit. Alkohol (2. di tempat sejuk. terlindung dari cahaya. Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air. Mudah terbakar dengan memberikan nyala biru yang tidak berasap. Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat. mudah menguap dan mudah bergerak. 2. bau khas. jernih.08 3.65) Nama resmi : Aethanolum Nama lain : Etanol.

Penyimpanan : Dalam wadah yang kering Kegunaan : Sebagai bahan pembentuk CL2 dan Ca(OH)2. Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat Keguanaan : Sebagai zat tambahan 4.151) . mudah menguap. Kloroform (1. 38 / 1. dan kloroform P membentuk larutan jernih. dan eter P.Pemerian : Cairan jernih tidak berwarna. bau khas. dengan etanol ( 95%)P.98 Pemerian : Serbuk putih kotor. Nama resmi : Chloroformum Nama lain : Kloroform. Kaporit (batu klor) (2.48 5.694) Nama resmi : Calcium Chloro Hypochlorite Nama lain : kapur klor RM / BM : CaOCl2 / 126. bau khas Kelarutan : Larut sebagian dalam air dan dalam etanol (95%)P. mudah terbakar. triklorometana RM/ BM/ BJ : CHCl3 / 119. dapat bercampur dengan air.

dengan eter. terlindung dari cahaya. cukup dapat dikira-kirakan. . Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik bersumbat kaca. dan benzen. mudah khas.22-24) 1. 3. dengan heksan dan dengan lemak. Pengukuran suhu tidak usah dilakukan karena tidak dikehendaki yang tepat. pengawet. dapat bercampur dengan etanol. Kelarutan : Sukar larut dalam air. Perubahan sususnan alat diperbolehkan asal dapat memberitahukan apa yang dikerjakan dan memberikan alasan penggunaan alat-alat yang dipakai. Penggerusan dalam mortir jangan terlalu lama.3 Prosedur Percobaan (3. zat tambahan II. Sebaiknya pipa bengkok yang menurun (12cm) ditaruh potongan selang karet (5cm) yang di dalamnya telah dilapisi vaselin tipis . 4.Pemerian : Cairan jernih. Kegunaan : Anestetikum umum. rasa manis dan membakar. sebab nanti klornya banyak yang hilang dan hasilnya tidak jadi. menguap. 2. Pipa yang menurun tersisa ±4 cm. bau tidak berwarna.

Sebelum labu jadi dingin. kloroform mengalami oksidasi menjadi phosgeen yang toksik. 6. 9. Pada penyimpanan biasanya diberi 1-2 % alkohol untuk mengubah kloroform menjadi dietil karbonat yang tidak berbahaya. .5. 10. 7. Hilangnya asam dapat diketahui dengan menguji air pencucian dengan kertas lakmus. Selama pembuatan tidak boleh lengah. Jangan misalnya mengeringkan hanya 10 ml kloroform dengan 10 g CaCl2 anhidrat. 8. hendaknya lekas-lekas pipa alonga yang tercelup dalam air penampung dipisahkan. kalau tidak akan ada kemungkinan bila labu mendingin penampung tersedot masuk ke dalam labu melalui pendingin dan ini menyebabkan pecahnya labu yang belum begitu dingin. nanti semua kloroform akan habis. hilangnya alkohol dapat diketahui dengan menguji air pencuci dengan Iodoform reaksi. Dengan adanya cahaya dari udara. Pemilihan labu yang kecil disini artinya yang sesuai yakni hendaklah labu tersebut (untuk destilasi biasa) tidak lebih dari 2/3 dan tidak kurang dari 1/3.

botol semprot. 1. batang pengaduk. III.1. kapas. alkohol. labu alas bulat. dan lap kasar.1. kondensor lurus. Kertas perkamen 3. Kapur klor 1.BAB III METODE KERJA III. erlenmeyer. gelas ukur. lampu spiritus. Ditimbang sebanyak 30 gram. Lumpang . III. batu didih. lumpang dan alu. corong pisah. aseton. statif dan klem. Neraca analitik 3.2 Cara Kerja NO Cara Kerja 1. kapur klor.2 Bahan Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah aquadest. lem. Kapur klor 2. Disiapkan Gambar alat dan kapur klor Keterangan bahan 2.1 Alat dan Bahan III. pipa alonga. dan tissue roll.1 Alat Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah ember.

Dimasukkan batu didih ke dalam labu alas bulat 6. Labu alas bulat Kapur klor yang telah disuspensikan air dituangkan dengan pada labu alas bulat dengan 1. 7. Alkohol . 5. 8. Disusun alat destilasi 1. 3. 4. Statif Klem Kondensor Selang air masuk Selang air keluar Labu alas bulat Erlenmeyer Pipa alonga Ditambahkan alkohol pada labu alas bulat 1.disuspensikan dengan 2. 5. Batang pengaduk batang 3. Labu alas bulat 2. Labu alas bulat menggunakan 2. 6. Alu air di dalam lumpang 4. Lumpang pengaduk 7. 2. 1.

Erlenmeyer 9. 1. Nyala spritus 8. Statif dengan lampu spiritus 2. Kondensor 4.8. Kloroform ditambahkan etanol 11. Corong pisah corong 2. Pipa alonga 9. Klem 3. Labu alas bulat 7. Selang air masuk 5. Gelas ukur pisah 10. Gelas ukur Dilakukan yang sama prosedur untuk sintesis dari aseton BAB IV . Kloroform dipisahkan dengan air menggunakan 1. Selang air keluar 6. Dilakukan pemanasan 1.

2 Reaksi a. Reaksi dengan alkohol 8 CaOCl2 + 8 H2O 8 Cl2 + 8 Ca(OH)2 2 CH3CH2OH + 2 Cl2 2CH3CHO + 4HCl 2CH3CHO + 2 Cl2 2CCl3CHO + 6HCl 2CCl3CHO + Ca(OH)2 2CHCL3 + Ca(COOH)2 8CaOCl2 + 2CH3CH2OH + 8H2O 2CHCl3 + 7Ca(OH)2+Ca(CH3COO)2+10HCl b. Untuk reaksi dengan alkohol .1 Data Pengamatan No. Reaksi dengan aseton 6 CaOCl2 + 6 H2O 6Cl2 + 6 Ca(OH)2 2 CH3COCH3 + 6 Cl2 2CCl3COCH3 + 6HCl 2 CCl3COCH3 + Ca(OH)2 2CHCl3 + Ca(CH3COO)2 6CaOCl2 + 2CH3COCH3 + 6 H2O 2CHCl3 + 5Ca(OH)2 + Ca(CH3COO)2 + 6HCl IV. 2 ml 0. 1 2 Pelarut Alkohol 50 ml Aseton 50 ml Berat kapur klor 30 gram 30 gram Volume sintesa 0.3 Perhitungan 1.5 ml IV.HASIL PENGAMATAN IV.

98 = 0.2 ml = 0.059 x 119.48 x 0.2 % 2.38 = 7.236 mol Mol CHCl3 = 2 x mol CaOCl2 8 = 1 x 0.043 x 100% = 4.059 mol Berat teori m = mol CHCl3 x Mr CHCl3 = 0.236 mol 4 = 0. Reaksi dengan aseton x 100 % .043 g Berat CHCl3 praktek m = BJ x V = 1.296 g % Rendamen = Berat CHCl3 Praktek Berat CHCl3 teori 0.296 = 7.8CaOCl2 + 2CH3CH2OH + 8H2O 2CHCl3 + 7Ca(OH)2+Ca(CH3COO)2+10HCl Berdasarkan reaksi maka 8 mol CaOCl2 = 2 mol CHCl3 30 Mol CaOCl2 = 126.

38 = 9.236 mol Mr = 2 x mol CaOCl2 6 = 1 x 0.85 % BAB V PEMBAHASAN .48 x 0.431 x 100% = 7.98 = 0.431 g Berat CHCl3 Praktek m = BJ x V = 1.079 mol Berat teori m = mol CHCl3 x Mr CHCl3 = 0.74 = 9.74 g % Rendamen = Berat CHCl3 Praktek x 100 % Berat CHCl3 teori 0.5 ml = 0.079 x 119.236 mol 3 = 0.6CaOCl2 + 2CH3COCH3 + 6 H2O 2CHCl3 + 5Ca(OH)2 + Ca(CH3COO)2 + 6HCl Berdasarkan reaksi maka 6 mol CaOCl2 = 2 mol CHCl3 Mol CaOCl2 = Mol CHCl3 30 gram = 126.

Pertama kali kloroform digunakan sebagai salah satu anestesi inhalasi (melalui rongga pernapasan). pengawet. dan sebagainya. Namun dengan adanya penelitianpenelitian yang berlangsung setelahnya diketahui bahwa kloroform tidak aman digunakan sebagai anestesi karena sifatnya yang mudah teroksidasi dibawah udara dan cahaya membentuk senyawa fosgen yang sangat toksik dan utamanya berisiko hepatoksik. Adapun tingkat reaksi yang terjadi pada sintesa kloroform dengan menggunakan alkohol yaitu : 1. Klorinasi dari hasil oksidasi CH3CHO +Cl2 CCl3CHO + HCl .Sesuai teori yang telah dipaparkan di bab sebelumnya. secara umum dapat dikatakan bahwa kloroform (CHCl 3) ialah salah satu senyawa yang terbentuk dari unsur halogen yaitu klor (Cl) dimana dalam proses sintesisnya berubah menjadi senyawa hidrokarbon terhalogenasi sederhana. Oksidasi oleh halogen CH3CH2OH + Cl2 CH3CHO + HCl 2. Tetapi penggunaannya di bidang farmasi masih tetap diteruskan utamanya sebagai pelarut organik. Pada percobaan ini dilakukan sintesa terhadap senyawa kloroform melalui metode destilasi kapur klor (kaporit) dengan pensuspensi air dan melalui reaksi dengan alkohol dan reaksi dengan aseton.

Selain itu. Kondensor lurus diletakkan .3. Pada metode ini. uapnya akan naik dalam labu destilasi dan uap tersebut akan melewati kondensor dan terjadi pendinginan oleh aliran air di dalam kondensor yang akan mengubah uap menjadi cairan dan masuk ke dalam labu penampung dengan kata lain kondensor berfungsi untuk mengkondensasikan uap kloroform yang terbentuk akibat pemanasan. Hidrolisa alkalis dari senyawa yang baru terbentuk CCl3COCH3 + Ca(OH)2 CHCl3 + (CH3COO)2Ca Perbedaan alkohol dengan aseton terletak pada reaksi aseton yang lebih kuat. penggunaan aseton akan menghasilkan volume koloroform yang lebih banyak dibandingkan menggunakan alkohol. Penggunaan labu destilat ini menunjukkan bahwa metode yang digunakan adalah metode destilasi. Klorinasi dari hasil oksidasi CH3COCH3 + 3Cl2 CCl3COCH3 + 3HCl 2. Adapun rangkaian alat yang digunakan berupa labu destilat yang dihubungkan dengan kondensor lurus dan pipa alonga. Hidrolisa alkalis dari senyawa yang baru terbentuk CCl3CHO + Ca(OH)2 CHCl3 + (HCOO)2Ca Jika yang digunakan adalah alkohol maka hanya ada dua tingkat reaksi (destilasi bertingkat) yaitu : 1. Penggunaan labu destilat dimaksudkan karena pemanasan yang dilakukan lebih kuat sehingga diperlukan wadah yang tahan pemanasan yang ekstrim. dimana destilasi itu sendiri merupakan proses pemurnian zat berdasarkan titik didihnya.

diletakkan beberapa batu didih didalam labu destilat yang nantinya diisi suspensi kaporit dengan tujuan untuk menghindari terjadinya bumping atau ledakan. Pertama-tama yang harus dilakukan dalam memulai sintesis kloroform ini adalah mensuspensikan 30 gram batu klor/kaporit dengan aquadest + 300 ml yang digerus di dalam lumpang alu. Selama pemanasan. Penggerusan tidak boleh terlalu lama karena dapat menguapkan klor cukup banyak sehingga hasilnya tidak jadi. Batu didih yang digunakan berasal dari bahan porselin atau keramik dan harus diaktifkan terlebih dahulu dengan cara merebusnya dengan air hingga mendidih. Penggunaan aquadest (H 2O) sebagai pelarut dengan tujuan agar terbentuk Ca(OH)2 (basa) dan Cl bebas yang nantinya akan . Sebelum dilakukan pemanasan. Suspensi ini segera dimasukkan ke dalam labu dan diusahakan tidak masuk ke pipa samping labu destilat. tujuannya untuk memperbesar pori-pori batu didih tersebut. Dengan membesarnya pori-pori batu didih maka semakin efektif pula mekanisme yang dilakukannya untuk menangkap uap-uap panas yang terbentuk di dalam labu destilat sehingga panas di dalam labu destilat tersebar merata dan tidak bertumpu pada satu tempat saja. labu destilat harus ditutup dengan kapas supaya uapnya tidak keluar sehingga tidak terhirup (dapat merusak hati). lalu ditambahkan alkohol 50 ml.miring untuk menjaga supaya uapnya tidak mengembang sebelum masuk pendingin.

Setiap kali telah diperoleh tetesan kloroform. Uap kloroform yang dihasilkan akan terkondensasi menjadi tetesan air setelah melalui kondensor yang tersambung dengan pipa along pada ujungnya. . setelah itu pemanasan dilanjutkan lagi. CaOCl2 (Kaporit) + H 2O Ca(OH)2 (air) (basa) + Cl2 (Cl bebas) Pemanasan dilakukan dengan api bebas untuk menghindari frothing atau buih dengan cara mengarahkan api bebas itu ke sekitar permukaan alas labu destilat sehingga buih-buih menguap. ini bertujuan untuk memudahkan pemisahan kloroform (kloroform tidak dapat bercampur dengan air) dan agar kloroform tidak menguap (hasil yang diperoleh sedikit). Sebagai penampung digunakan erlenmeyer yang telah diisi aquadest. pemanasan dihentikan kemudian labu destilat dibasuh dengan lap basah hingga suhunya turun. Selama pemanasan juga dilakukan pendinginan labu destilat dengan lap basah. dimana Ca(OH) 2 akan bereaksi dengan CCl3CHO membentuk kloroform. Pemanasan yang dilakukan tidak tinggi (+70oC) karena dalam labu destilat terdapat dua larutan yaitu aquadest dengan titik didih 100oC dan alkohol dengan titik didih 80 oC yang akan bereaksi dengan klor menghasilkan kloroform yang memiliki titik didih +60oC. Agar memperoleh kloroform murni maka dilakukan dengan pemanasan sedikit melewati titik didih kloroform.digunakan pada tingkat reaksi hidrolisis alkalis. Hal ini bertujuan untuk memperoleh suhu yang naik ekstrim untuk mendapatkan kloroform yang baik.

dimana akan terbentuk dua lapisan yaitu lapisan air pada bagian atas karena berat jenisnya lebih kecil daripada kloroform sedangkan lapisan kloroform berada di bawah.85%. Selain itu.Kloroform yang telah terbentuk dipisahkan dari air dengan menggunakan corong pisah. .5 ml yang menggunakan aseton dengan persen rendamen sebesar 7. Reaksinya seperti berikut : 2 CHCl3 + (kloroform) O2 (oksigen) 2 COCl2 (fosgen) + HCl (asam klorida) Untuk menghindari terbentuknya fosgen. Penambahan alkohol dapat mengubahnya menjadi dietil karbonat yang tidak berbahaya. Reaksinya seperti berikut : COCl2 + 2C2H5OH (fosgen) (etanol) (C2H5O)2CO + 2 HCl (dietil karbonat) (asam klorida) Berdasarkan hasil percobaan diperoleh volume kloroform 0. juga dapat ditambahkan alkohol sebagai stabilisator (tidak mempengaruhi kemurnian kloroform).2 ml dengan menggunakan alkohol dengan persen rendamen sebesar 4. maka penyimpanan kloroform haruslah ditempat yang terlindung dari cahaya dan tertutup rapat. Hasil akhir ditambahkan dengan 1 ml etanol karena kloroform yang diperoleh mempunyai sifat dapat terurai oleh pengaruh cahaya dan oksigen menjadi senyawa fosgen yang sangat toksik.2% dan 0. Setelah itu dikur volumenya di gelas ukur.

Kemurnian bahan dan kebersihan alat yang tidak terjamin. 2.Adapun faktor-faktor kesalahan yang mempengaruhi hasil percobaan yaitu : 1. Kurangnya pemahaman dan keterampilan praktikan dalam merangkai alat dan melakukan sintesa berupa kesalahan menimbang batu klor sebagai sampel (tidak tepat 30 gram) dan kemungkinan adanya lapisan kloroform yang ikut tersaring dengan air. BAB VI PENUTUP .

sedangkan persen rendamennya adalah 7.2% 2.5 ml. Hasil sintesa kloroform dengan alkohol adalah 0. maka diperoleh hasil sintesa kloroform dan hasil rendamen sebagai berikut : 1. DAFTAR PUSTAKA 1.Jakarta : DEPKES RI .1 Kesimpulan Dari hasil praktikum yang telah dilakukan. Hasil sintesa kloroform dengan aseton adalah 0. Untuk laboratorium : Pengadaan alat dan bahan praktek harus ditingkatkan.1979.2 ml.VI. sedangkan persen rendamennya adalah 4.2 Saran Untuk asisten : Keramahan dan kepeduliannya dalam membimbing praktikan tetap dipertahankan. Dirjen POM.Farmakope Indonesia Edisi III.85% VI.

2002.2. http://saintek. 4. Penuntun Praktikum Kimia Organik II. diakses tanggal 26/10/08. 8.htm. Kimia Organik 2.php. 7. 9. http://nanggroe.chem-is-try.wordpress. diakses tanggal 26/10/08. http://id. 5. Nogrady. Makassar : Unversitas Hasanuddin Press. diakses tanggal 26/10/08. 10. Bandung : Penerbit ITB. diakses tanggal 26/10/08. http://hikmatun.gunadarma.ac.org/. diakses tanggal 26/10/08.com/. Ebel.com. diakses tanggal 26/10/08. 3.kloroform. diakses tanggal 26/10/08. Siegfried. Yoyakarta : Gadjah Mada University Press.uin-suka.id.blogster.htm . 11.pdf . http://www. Lethe. Obat Sintetik.com/forum/showthread. 6. Christiana. 13. Makassar : Universitas Hasanuddin Press.htm. http://ndonewsia. 12.htm. 14.html.org/wiki.htm . http://tegarrezavie.wikipedia. diakses tanggal 26/10/08. .1992. diakses tanggal 26/10/08.htm.2006. Tim Dosen. 2008. http://smk3ae.id.ac. http://ridwan.doc. Thomas.wordpresscom.staff. Kimia Medisinal.php.com.