28/09/13

Derrida dan Dekonstruksi | Rumah Filsafat

Metode Dekonstruksi Jacques Derrida

Reza A.A Wattimena Pada bab sebelumnya kita sudah berusaha memahami konsep hermeneutika di dalam filsafat Hans-Georg Gadamer. Baginya hermeneutika adalah suatu upaya untuk menafsirkan teks untuk mendapatkan pemahaman tertentu. Dua konsep yang kiranya menjadi inti di dalam hermeneutika Gadamer adalah konsep peleburan horison-horison (fusion of horizons) dan konsep lingkaran hermeneutik. Konsep peleburan horisonhorison berisi penjelasan Gadamer mengenai proses penafsiran yang melibatkan isi asli teks sekaligus pikiran maupun perasaan orang yang membacanya. Peleburan kedua hal ini menghasilkan suatu tafsiran yang menciptakan pemahaman yang baru. Pembaca dengan latar belakang historis maupun konseptualnya menyatu dengan teks yang juga memiliki makna dan latar belakangnya sendiri. Sementara konsep lingkaran hermeneutik berisi penjelasan Gadamer tentang proses memahami suatu teks. Baginya makna keseluruhan suatu teks hanya dapat dipahami
rumahfilsafat.com/2009/11/29/derrida-dan-dekonstruksi/ 1/13

com/2009/11/29/derrida-dan-dekonstruksi/ 2/13 . Sebagai acuan utama saya menyandarkan diri pada tulisan Nicholas Royle yang berjudulDerrida. Untuk menggambarkan berarti untuk menyatakan apa adanya realitas yang ditemui. filsafat Derrida setidaknya berdasarkan pada dua tujuan. sastra. budaya. ataupun tulisan-tulisan aphoristik di dalam filsafat Nietzsche. bahwa keseluruhan dan bagian memiliki koherensi. dan kemudian mengembangkannya.28/09/13 Derrida dan Dekonstruksi | Rumah Filsafat dengan terlebih dahulu memahami bagian-bagian teks tersebut. termasuk di dalamnya tentang kematian. Dan sebaliknya bagian-bagian di dalam teks tersebut hanya bisa dipahami dengan memahami keseluruhan maknanya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Royle. seperti fragmen-fragmen para filsuf Yunani Kuno. Pengandaian dari konsep ini adalah.[1] Yang menarik dari pemikiran Derrida adalah kemampuannya untuk menggambarkan sekaligus mengubah pikiran kita tentang dunia. Gadamer menyediakan prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan bagi orang untuk membaca teks. baik itu realitas alam maupun rumahfilsafat. tindak mengubah dan menggambarkan realitas adalah dua jenis tindakan yang berbeda. memahaminya. Tentu saja di dalam pandangan umum. yakni menggambarkan dan mengubah cara berpikir pembacanya ataupun pendengarnya. kehidupan. dan tentang politik. filsafat. Pada bab ini saya akan memperkenalkan anda dengan metode dekonstruksi yang dirumuskan oleh Jacques Derrida. Hal ini berlaku bahkan untuk teksteks yang sekilas dibaca tampak tidak memiliki koherensi.

karangan Austin. Titik berangkat Derrida adalah teori tindakan tutur (speech act theory) yang banyak dikembangkan di dalam teori komunikasi maupun linguistik. Sebelum merumuskan pemikirannya sendiri secara orisinil. atau secara performatif. Untuk menggambarkan berarti orang sudah terlebih dahulu mengandaikan adanya kondisi-kondisi obyektif nyata yang sudah ada sebelumnya (pre-existing condition) di dalam realitas. ia banyak mendalami teori tindakan tutur.L Austin. Buku yang menjadi acuan utama Derrida adalah How to do Things with Words. Pernyataan konstatif adalah pernyataan tentang fakta rumahfilsafat. Ada keterkaitan yang mendalam antara menggambarkan (to describe) dan mengubah (to transform). dan teks itu sendiri adalah realitas kehidupan manusia. Untuk mengubah realitas orang perlu terlebih dahulu mampu memahami dan menggambarkan realitas. Namun bisakah pikiran yang berbeda juga mengubah realitas ke arah yang berbeda? Inilah pertanyaan yang kiranya menjadi titik awal yang pas untuk membahas pemikiran Derrida. Menurut Austin setiap tindakan berbicara manusia dapat diartikan dengan dua cara. yakni secara konstatif.com/2009/11/29/derrida-dan-dekonstruksi/ 3/13 . Sebaliknya untuk mengubah orang perlu berpikir dengan cara yang berbeda.28/09/13 Derrida dan Dekonstruksi | Rumah Filsafat realitas sosial.[2] Mengubah Teks Mengubah realitas menurut Derrida juga berarti mengubah teks. terutama seperti yang dirumuskan oleh J.

Dengan kata lain pernyataan performatif tidak hanya mau menggambarkan fakta. Di dalam upacara pernikahan. Biasanya pernyataan ini sifatnya deskriptif. Atau anda sedang membaca tulisan ini. Tulisan-tulisan Derrida seringkali berupa pembacaan ulang terhadap salah satu teks yang cukup berpengaruh di dalam rumahfilsafat. dan deklarasi. Misalnya saya sedang menulis di notebook. Pernyataan “saya bersedia” tidak hanya berupa pemaparan atas keputusan masingmasing mempelai. baik dalam kondisi susah maupun senang. seperti memobilisasi pasukan. Hal yang sama kiranya berlaku untuk pernyataan perang. Kedua pernyataan itu adalah pernyataan konstatif. deklarasi perang. tetapi juga perbuatan yang menyertai kata-kata itu.com/2009/11/29/derrida-dan-dekonstruksi/ 4/13 . yakni menggambarkan sesuatu secara langsung tanpa penilaian apapun.28/09/13 Derrida dan Dekonstruksi | Rumah Filsafat sebagaimana adanya. melainkan juga mau mengubahnya. mempelai pria dan wanita menyatakan bahwa mereka siap untuk selalu setia sampai mati. mengungsikan warga-warga di daerah berbahaya. Sebuah negara yang menyatakan perang terhadap negara lain juga mengandaikan adanya tindakan nyata. tantangan. tetapi juga pernyataan yang membuahkan tindakan. pengakuan. Menyatakan secara performatif berarti menyatakan sekaligus melakukan sesuatu. kedua mempelai siap untuk saling mencintai secara penuh satu sama lain. taruhan. dan sebagainya. Di sisi lain pernyataan performatif adalah pernyataan yang tidak hanya melibatkan kata-kata. Dengan kata lain sejak hari itu. ancaman. Biasanya pernyataan performatif itu berbentuk janji. doa.

Namun ia juga mengubah pemahaman kita tentang teks-teks yang ia baca.com/2009/11/29/derrida-dan-dekonstruksi/ 5/13 .[3] Dekonstruksi Dengan demikian Derrida tidak hanya menggambarkan rumahfilsafat. bahwa Derrida hanya menggambarkan kembali apa yang sudah tertulis di dalam teks. tetapi juga mengubah pemahaman kita tentang teks tersebut. dan bahkan American Declaration of Independence. Ia memang seorang pembaca dan pengajar yang sangat tajam dan detil. yakni menggambarkan teks. Di tangan Derrida teks-teks kuno itu berubah menjadi suatu teks yang menyegarkan dan penuh dengan pemahaman-pemahaman baru yang sebelumnya tidak terpikirkan. Ia sangat sabar meneliti teks-teks yang ia baca. Dapatlah dikatakan bahwa Derrida tidak hanya melakukan tindakan konstatif.28/09/13 Derrida dan Dekonstruksi | Rumah Filsafat sejarah filsafat. Namun pendapat ini hanya separuh benar. tulisan Kafka yang berjudul Before the Law. ia tidak hanya menggambarkan apa yang menjadi maksud asli pengarang teks. tetapi juga tindakan performatif. Di dalam proses pembacaannya. dan membuat tafsirannya sendiri atas teks-teks yang ia baca. Akan tetapi janganlah buruk sangka terlebih dahulu. yakni mengubah teks tersebut menjadi sesuatu yang baru. Ia menjauh dari tafsiran dominan. tulisah Shakespeare yang berjudul Romeo and Juliet. Sekilas orang akan mengira. Beberapa teks yang pernah dimaknainya kembali adalah tulisan Plato yang berjudul Phaedrus. Derrida adalah seorang pembaca yang sangat cermat.

dekonstruksi didefinisikan sebagai suatu strategi analisis yang dikaitkan dengan filsuf Perancis. namun bukan berarti tidak mungkin. seperti dikutip oleh Royle. Sejak saat itu konsep dekonstruksi terus menjadi subyek perdebatan banyak pemikir lintas displin ilmu.28/09/13 Derrida dan Dekonstruksi | Rumah Filsafat maksud teks-teks yang dibacanya secara persis. yang bertujuan untuk membuka pengandaian-pengandaian metafisis yang sebelumnya tidak dipertanyakan. dan mulai menjadi sebuah paham. Di dalam kamus filsafat. serta membuka kontradiksi internal di dalam filsafat maupun teori-teori bahasa. Royle bahkan berpendapat bahwa kita dapat memahami filsafat Derrida tanpa menggunakan konsep dekonstruksi sama sekali. Jacques Derrida. Bagaimana mungkin membaca secara tepat sekaligus mengembangkan makna teks dengan mengubahnya? Namun itulah yang kiranya dilakukan Derrida. dekonstruksi didefinisikan sebagai suatu tindakan untuk mengubah konstruksi dari suatu benda. tetapi juga mengubahnya menjadi teks yang memiliki makna baru. yakni sebuah isme. Di dalam kamus filsafat dan kamus Bahasa Inggris.com/2009/11/29/derrida-dan-dekonstruksi/ 6/13 . Menurut penelitian Nicholas Royle. Derrida sendiri tidak begitu suka dengan kata tersebut. Memang hal itu akan sangat sulit. Dua konsep itu yakni deskripsi/penggambaran (description) dan transformasi (transformation) dapat digabungkan menjadi dekonstruksi (deconstruction). Konsep itu pun melepaskan diri dari Derrida. Royle sendiri mendefinisikan dekonstruksi sebagai sesuatu yang rumahfilsafat. Sekilas konsep dekonstruksi ini tampak aneh dan kontradiktif.

apa yang membuat identitas dari sesuatu itu juga sekaligus bukan merupakan identitas. Derrida mau melakukan de-sedimentasi terhadap teks. Di dalam tulisan-tulisannya. seni. Yang ia lakukan hanyalah mengaktifkan kekuatan itu. dan membuka kemungkinan-kemungkinan baru yang sebelumnya tidak terpikirkan. melainkan juga menyentuh literatur. rumahfilsafat. Di dalam kajian lintas ilmu. Dekonstruksi juga tidak hanya bergerak di tataran filsafat. politik. Maka dapatlah dikatakan bahwa hakekat dari dekonstruksi itu sifatnya plural.28/09/13 Derrida dan Dekonstruksi | Rumah Filsafat bukan seperti yang dipikirkan orang banyak. arsitektur. pengalaman akan yang tak mungkin. Namun Derrida sendiri tidak pernah secara jelas mendefinisikan arti dari konsep dekonstruksi.com/2009/11/29/derrida-dan-dekonstruksi/ 7/13 . Derrida berulang kali menuliskan bahwa kekuatan untuk mengubah dan membelah itu sebenarnya sudah terkandung di dalam teks itu sendiri. dekonstruksi dapat digambarkan sebagai suatu kekuatan untuk mengubah dan membelah kepastian dan pakem-pakem lama yang tidak lagi dipertanyakan. Ia hanya menerapkannya dan membiarkan pembacanya merumuskan sendiri. Dalam arti ini ia mau menciptakan gempa di dalam teks. dan kemudian menyebarkannya ke keseluruhan teks. dan masa depan yang masih belum ada itu sendiri. Tidak ada satu definisi utuh yang bisa menjelaskan makna terdalam dari dekonstruksi.[4]Tentu saja beragam definisi tersebut pasti membuat orang bingung. cara berpikir untuk menggoyang apa yang sudah dianggap mapan. dan bahkan ilmu-ilmu alam.

Dengan dasar ini ia pernah menyatakan. yang melatarbelakangi teks tersebut. Sekecil apapun kontradiksi yang ada. Inilah yang menyebabkan tulisan-tulisan Derrida terasa bagai labirin yang tak berujung. bila teks sudah dibaca dan dimengerti secara teliti. Dengan kata lain setiap teks sudah selalu memiliki potensi untuk medekonstruksi. atau men-destabilisasi. bahwa segala sesuatu di dalam teks selalu bisa rumahfilsafat. tetap saja ia mampu membuka kemungkinankemungkinan baru yang sebelumnya tak terpikirkan bagi keseluruhan teks terkait. melainkan lebih tertarik bermain dengan detil-detil yang sebelumnya tidak diperhatikan. Dekonstruksi yang diterapkan Derrida tidak mau memberikan pandangan umum mengenai filsafat. Ini juga yang menyebabkan sulitnya kita menentukan posisi khas Derrida. Derrida lebih jauh menambahkan. Setiap karyanya harus selalu ditempatkan pada situasi dan konteks yang tepat. Derrida tidak memperlakukan para filsuf sebelum dia sebagai individu. dirinya sendiri.28/09/13 Derrida dan Dekonstruksi | Rumah Filsafat Dekonstruksi sebagai Gempa Tekstual Di dalam teks dekonstruksi hendak menciptakan gempa dengan terlebih dahulu mengungkapkan kontradiksi di dalam teks tersebut. bahwa dekonstruksi sudah selalu berada di dalam teks itu sendiri. Bahkan satu kalimat kecil yang tampaknya tidak bermakna bisa menjadi titik tolak untuk mengubah makna keseluruhan teks. Hal tersebut hanya bisa dilakukan. melainkan sebagai suatu teka teki yang harus dipahami dan kemudian dipecahkan. Di dalam proses penelusurannya terhadap teks-teks filsafat yang ada.com/2009/11/29/derrida-dan-dekonstruksi/ 8/13 .

28/09/13 Derrida dan Dekonstruksi | Rumah Filsafat dipisah dan dibagi terus menerus. dan mampu. Inilah yang dimaksud dengan konsep jejak (trace) di dalam pemikiran Derrida. Teks adalah sesuatu yang lentur dan lincah. dan bukan kebenarna pada dirinya sendiri. Tidak ada tafsiran dominan yang sifatnya otoritatif. dan iterabilitas. Dengan ini kita bisa memahami beberapa konsep lainnya yang kiranya identik dengan pemikiran Derrida.com/2009/11/29/derrida-dan-dekonstruksi/ 9/13 . Kebenaran dan makna di dalam teks harus terus dibedakan dan ditangguhkan kepastiannya. maka teks selalu bisa dibaca dan dimengerti dengan cara yang selalu berbeda. yaknidifferance. Sementara iterabilitas adalah kemampuan suatu teks untuk selalu dimaknai terus menerus di dalam konteks yang berbeda-beda. maka kebenaran itu sendiri pada dasarnya tidak ada. Teks adalah tanda yang bisa terus diulang dan dibedakan sesuai dengan horison pembaca dan penafsirnya. rumahfilsafat. Tidak ada bagian dari teks yang sifatnya stagnan atau permanen. Menurut Derrida yang bisa kita temukan dan ketahui adalah jejak-jejak dari kebenaran itu sendiri.[5] Karena kebenaran selalu harus. ditangguhkan dan dibedakan terus menerus. Kata differance adalah kata yang aneh. jejak-jejak. Kata itu sendiri terdiri dari dua kata yakni untuk membedakan (to differ). Jika tidak ada kesatuan utuh yang sifatnya permanen di dalam teks. Tidak ada atom di dalam teks. Kata ini tidak terdapat di dalam kamus bahasa manapun. dan untuk menunda kepastian (to defer).

seperti baikburuk. memindahkan. terutama perbedaan yang sifatnya oposisi. politik. Royle bahkan menegaskan bahwa dekonstruksi itu memiliki sifat mistik untuk mengubah dan menggoyang kepastian makna teks. Di dalam tulisannya tentang Plato. dan sebagainya.com/2009/11/29/derrida-dan-dekonstruksi/ 10/13 . sosial. Tidak hanya itu dekonstruksi juga mau memahami arti kata ‘dan’ dengan cara berbeda. tekstual. dan bahkan religiusitas. ada-tidak ada. Dekonstruksi adalah suatu upaya untuk memahami teks. lalu mengubahnya untuk memperoleh makna yang baru. [6] Derrida juga menambahkan bahwa inti dekontruksi adalah mengaburkan perbedaan-perbedaan yang telah dibuat oleh manusia. psikologis. Ani dan Dewi. terutama jika metode dipahami secara sempit sebagai suatu cara untuk mendekati dan memahami realitas. historis. dan bahkan skenario drama yang ditulis oleh Shakespeare. Derrida tidak hanya menggambarkan kembali apa yang ingin disampaikan oleh Plato. baik ‘dan’ buruk. Dalam arti ini dekonstruksi lebih dari sekedar metode.28/09/13 Derrida dan Dekonstruksi | Rumah Filsafat Di dalam bukunya tentang Derrida. dan mengubah semua konsep bahasa. Hal yang sama juga diterapkannya pada tulisan-tulisan cerita pendek yang ditulis oleh Kafka. Royle mengajukan tesis bahwa dekonstruksi Derrida adalah sebuah gempa tekstual. makan nasi dan rumahfilsafat. tetapi ia juga secara kreatif mengubah dan menafsirkan apa yang dimaksud Plato secara baru dan tak terduga. estetis. Tujuan utama dekonstruksi adalah untuk menggoyang. ‘Dan” fungsinya adalah membedakan sekaligus menambahkan. baik teks literatur ataupun realitas itu sendiri. etis.

Lebih jauh Derrida juga menambahkan. ada kemungkinan janji tersebut tidak akan terwujud. bahwa karena kata ‘dan’ selalu memiliki dua arti. Menurut Derrida setiap teks selalu sudah mengandung tegangan dan paradoks di dalamnya. terutama yang terkait dengan linguistik (filsafat bahasa).com/2009/11/29/derrida-dan-dekonstruksi/ 11/13 . Derrida menemukan kontradiksi di dalam konsep Austin mengenai pernyataan performatif. Misalnya di dalam pernyataan “saya berjanji”. yakni pernyataan yang disertai dengan tindakan ataupun penegasan. Kemungkinan bahwa suatu pernyataan performatif tidak akan pernah menjadi tindakan bukanlah kemungkinan sampingan. maka tidak ada kepastian di dalamnya. [7] rumahfilsafat. ‘Dan’ bisa berarti oposisi sekaligus menambahkan. dan menambahkan apa yang sebelumnya tidak ada. sehingga pernyataan itu tidak akan menjadi pernyataan performatif. selalu terkandung kemungkinan untuk tidak menjadi tindakan ataupun penegasan. Bahkan dapat juga dikatakan. Dengan kata lain arti kata ‘dan’ tidaklah pernah stabil. Di dalam pembacaannya terhadap tulisan-tulisan Austin. Maka oposisi tidak pernah stabil. melainkan sudah selalu merupakan kontradiksi di dalam pernyataan itu sendiri.28/09/13 Derrida dan Dekonstruksi | Rumah Filsafat minum air. karena itu memiliki potensi untuk mengubah. yang terpenting di dalam teks adalah menemukan apa yang tak terkatakan. dan kemudian mengolahnya menjadi suatu pemaknaan yang baru. Bagi Derrida setiap bentuk pernyataan performatif. Karena itu oposisi dan menambahkan itu sifatnya saling terkait.

dan mengubahnya ke arah yang sama sekali tidak terduga. Kemungkinan untuk melakukan dekonstruksi sudah selalu terkandung di dalam teks itu sendiri.28/09/13 Derrida dan Dekonstruksi | Rumah Filsafat Kesimpulan Dekonstruksi adalah sebuah metode sekaligus melampaui metode itu sendiri. rumahfilsafat. baik teks literatur ataupun teks sebagai realitas. London: Routledge. hal. [4] Lihat. dekonstruksi adalah sebuah gempa yang menggetarkan seluruh teks. hal. ibid. sehingga pemaknaan dan arti baru yang sebelumnya tidak terungkapkan bisa tampil dan justru menjadi dominan.*** [1] Pada bab ini saya mengacu pada Nicholas Royle. 21. melainkan juga mau mengungkap kontradiksi yang terletak di dalam detil teks. hal. Dekonstruksi itu sendiri adalah teks. [3] Lihat. 2003. 22. apa adanya. [2] Lihat. Menurut Royle di dalam tulisannya tentang Derrida. Dalam bahasa Derrida dekonstruksi hendak menemukan kontradiksi dan menggetarkan seluruh teks. Derrida. Dekonstruksi tidak hanya menggambarkan teks. ibid. 24. Kemungkinan yang tampak seperti hantu.com/2009/11/29/derrida-dan-dekonstruksi/ 12/13 . namun sama nyatanya seperti teks itu sendiri. ibid.

[7] Lihat.28/09/13 Derrida dan Dekonstruksi | Rumah Filsafat [5] Lihat. hal. hal. ibid. 29. 26. [6] Lihat. ibid. ibid. rumahfilsafat.com/2009/11/29/derrida-dan-dekonstruksi/ 13/13 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful