Persyaratan Kesehatan Rumah Tinggal menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 829/Menkes/SK/VII/1999 adalah sebagai

berikut: 1. Bahan Bangunan a. Tidak terbuat dari bahan yang dapat melepaskan zat-zat yang dapat membahayakan kesehatan, antara lain sebagai berikut : · Debu Total tidak lebih dari 150 µg m3 · Asbes bebas tidak melebihi 0,5 fiber/m3/4jam · Timah hitam tidak melebihi 300 mg/kg b. Tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme patogen. 2. Komponen dan penataan ruang rumah Komponen rumah harus memenuhi persyaratan fisik dan biologis sebagai berikut: a. Lantai kedap air dan mudah dibersihkan b. Dinding · Di ruang tidur, ruang keluarga dilengkapi dengan sarana ventilasi untuk pengaturan sirkulasi udara · Di kamar mandi dan tempat cuci harus kedap air dan mudah dibersihkan c. Langit-langit harus mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan d. Bumbung rumah yang memiliki tinggi 10 meter atau lebih harus dilengkapi dengan penangkal petir e. Ruang di dalam rumah harus ditata agar berfungsi sebagai ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, ruang tidur, ruang dapur, ruang mandi dan ruang bermain anak. f. Ruang dapur harus dilengkapi dengan sarana pembuangan asap. 3. Pencahayaan Pencahayaan alam atau buatan langsung atau tidak langsung dapat menerangi seluruh bagian ruangan minimal intensitasnya 60 lux dan tidak menyilaukan. 4. Kualitas Udara Kualitas udara di dalam rumah tidak melebihi ketentuan sebagai berikut : a. Suhu udara nyaman berkisar antara l8°C sampai 30°C b. Kelembaban udara berkisar antara 40% sampai 70% c. Konsentrasi gas SO2 tidak melebihi 0,10 ppm/24 jam d. Pertukaran udara e. Konsentrasi gas CO tidak melebihi 100 ppm/8jam f. Konsentrasi gas formaldehide tidak melebihi 120 mg/m3 5. Ventilasi Luas penghawaan atau ventilasi a1amiah yang permanen minimal 10% dari luas lantai. 6. Binatang penular penyakit Tidak ada tikus bersarang di rumah. 7. Air a. Tersedia air bersih dengan kapasitas minmal 60 lt/hari/orang b. Kualitas air harus memenuhi persyaratan kesehatan air bersih dan air minum sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku. 8. Tersediannya sarana penyimpanan makanan yang aman dan hygiene. 9. Limbah a. Limbah cair berasal dari rumah, tidak mencemari sumber air, tidak menimbulkan bau dan tidak mencemari permukaan tanah. b. Limbah padat harus dikelola agar tidak menimbulkan bau, tidak menyebabkan pencemaran terhadap permukaan tanah dan air tanah. 10. Kepadatan hunian ruang tidur Luas ruang tidur minimal 8m2 dan tidak dianjurkan digunakan lebih dari dua orang tidur dalam satu ruang tidur, kecuali anak dibawah umur 5 tahun. Masalah perumahan telah diatur dalam Undang-Undang pemerintahan tentang perumahan dan pemukiman No.4/l992 bab III pasal 5 ayat l yang berbunyi “Setiap warga negara mempunyai hak untuk menempati dan atau menikmati dan atau memiliki rumah yang layak dan lingkungan yang sehat, aman , serasi, dan teratur” Bila dikaji lebih lanjut maka sudah sewajarnya seluruh lapisan masyarakat menempati rumah yang sehat dan layak huni. Rumah tidak cukup hanya sebagai tempat tinggal dan berlindung dari panas cuaca dan hujan, Rumah harus mempunyai fungsi sebagai : 1. Mencegah terjadinya penyakit 2. Mencegah terjadinya kecelakaan 3. Aman dan nyaman bagi penghuninya 4. Penurunan ketegangan jiwa dan sosial

1. f. 2. b. sarana sanitasi dan perilaku penghuni. d. a. d.2. g. sebagai berikut : Kelompok komponen rumah. d. 1) 2) 3) 4) c. c. Pemberian Nilai a.1 Parameter Penilaian Rumah Sehat Lingkup penilaian rumah sehat dilakukan terhadap kelompok komponen rumah. bersih dan tidak rawan kecelakaan 2) Dinding 1 = Bukan tembok ( terbuat dari anyaman bambu atau ilalang ) . c. b. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) b.2. kotor dan rawan kecelakaan 2 = Ada.Sumber: Keputusan Menteri Kesehatan RI No. meliputi : Sarana Air Bersih Sarana Pembuangan Kotoran Sarana Pembuangan Air Limbah Sarana Pembuangan Sampah Kelompok Perilaku Penghuni Membuka jendela kamar tidur Membuka jendela ruang keluarga Membersihkan rumah dan halaman Membuang tinja bayi dan balita ke jamban Membuang sampah pada tempat sampah 2. 2. 3. a. a. 1995. h. 2. sarana sanitasi dan perilaku penghuni. e. Petunjuk Tentang Perumahan dan Lingkungan Serta Penggunaan Kartu Rumah. Komponen rumah 1) Langit-langit 0 = Tidak ada 1 = Ada. e. Nilai minimum yang memenuhi kriteria sehat pada masing-masing parameter adalah sebagai berikut : Nilai minimum dari kelompok komponen rumah adalah : Langit-langit = 2 Dinding = 2 Lantai = 2 Jendela kamar tidur = 1 Jendela ruang keluarga = 1 Ventilasi = 1 Sarana pembuangan asap dapur = 2 Pencahayaan = 2 Nilai minimum dari kelompok sarana sanitasi adalah : Sarana air bersih ( SGL/SPT/PP/KU/PAH) = 3 Jamban ( sarana pembuangan kotoran ) = 2 Sarana pembuangan air limbah ( SPAL ) = 2 Sarana pembuangan sampah = 2 1.2 Cara Penilaian Rumah Sehat Penilaian rumah Penilaian rumah perlu ditentukan nilai minimum yang memenuhi kriteria sehat dan bobot pada kelompok komponen rumah. Perilaku Untuk perilaku tetap dikenakan nilai maksimum karena perilaku sangat berperan untuk mencapai rumah sehat. a. meliputi : Langit-langit Dinding Lantai Jendela kamar tidur Jendela ruang keluarga dan ruang tamu Ventilasi Sarana pembuangan asap dapur Pencahayaan Kelompok sarana sanitasi. b. c. 829 Menkes SK/VII/1999 Tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan Ditjen P2MPLM.

dialirkan ke selokan tertutup ( saluran kota ) untuk diolah lebih lanjut Sarana Pembuangan Sampah ( Tempat Sampah) = Tidak ada = Ada. tetapi tidak kedap air dan tidak ada tutup = Ada. tetapi luasnya < 10% luas lantai 2 = Ada. kedap air dan bertutup Perilaku Penghuni Membuka jendela kamar tidur 0 = Tidak pernah dibuka 1 = Kadang-kadang . sehingga tergenang tidak teratur di halaman rumah = Ada. kedap air dan tidak tertutup = Ada. sehingga kurang jelas untuk membaca normal 2 = Terang dan tidak silau sehingga dapa dipergunakan untuk membaca dengan normal Sarana Sanitasi Sarana Air Bersih ( SGL/SPT/PP/KU ) 0 = Tidak ada 1 = Ada. pasangan batu bata atau batu yang diplester). tidak bisa dipergunakan untuk membaca 1 = Kurang terang. bukan leher angsa. bukan leher angsa ada tutup ( leher angsa ). bukan leher angsa ada tutup. tidak ada tutup. bukan milik sendiri dan tidak memenuhi syarat kesehatan 2 = Ada. milik sendiri dan tidak memenuhi syarat kesehatan 3 = Ada. bukan milik sendiri dan memenuhi syarat kesehatan 4 = Ada. milik sendiri dan memenuhi syarat kesehatan b. disalurkan ke sungai/kolam = Ada. septic tank = Ada.2 3 3) 0 1 2 4) 0 1 5) 0 1 = Semi permanen/setengah tembok/pasangan bata atau batu yang tidak kedap air = Permanen ( tembok. 1) Jamban ( Sarana Pembuangan Kotoran ) = Tidak ada = Ada. diresapkan dan tidak mencemari sumber air ( jarak dengan sumber air ≥ 10 m) = Ada. luas tabung ventilasi/asap dapur ≤ 10% dari luas lantai dapur 2 = Ada. papan kedap air. dialirkan ke selokan terbuka = Ada. septic tank Sarana Pembuangan Air Limbah ( SPAL ) = Tidak ada. disalurkan ke sungai/kolam = Ada. diresapkan mencemati sumber air ( jarak dengan sumber air < 10 m) = Ada. leher angsa. dengan lubang ventilasi ≥ 10% luas lantai dapur ( asap keluar dengan sempurna atau ada ex haust fan atau ada peralatan lain yang sejenis ) Pencahayaan 0 = Tidak terang. 1) 2) 0 1 2 3 4 3) 0 1 2 3 4 4) 0 1 2 3 c. luas ventilasi ≥ 10% luas lantai Sarana pembuangan asap dapur 0 = Tidak ada 1 = Ada. Lantai = Tanah = Papan/anyaman bambu yang dekat dengan tanah/plesteran yang retak/ berdebu = Diplester/ubin/keramik/papan/rumah panggung Jendela kamar tidur = Tidak ada = Ada Jendela ruang keluarga = Tidak ada = Ada 6) 7) 8) Ventilasi 0 = Tidak ada 1 = Ada.

40 m. kelompok sarana sanitasi dan kelompok perilaku penghuni berdasarkan teori Bloom.75) Komponen Rumah Sehat Komponen rumah sehat meliputi: Langit-langit Di bawah kerangka atap atau kuda-kuda biasanya dipasang penutup yang disebut langit-langit yang tujuannya antara lain untuk menutup seluruh konstruksi atap dan kuda-kuda penyangga.2 = Setiap hari dibuka 2) 3) 4) 5) Membuka jendela ruang keluarga 0 = Tidak pernah dibuka 1 = Kadang-kadang 2 = Setiap hari dibuka Membersihkan rumah dan halaman 0 = Tidak pernah 1 = Kadang-kadang 2 = Setiap hari Membuang tinja bayi dan balita ke jamban 0 = Dibuang ke sungai / kebun / kolam sembarangan 1 = Kadang-kadang dibuang ke jamban 2 = Setiap hari di buang ke jamban Membuang sampah pada tempat sampah 0 = Dibuang ke sungai / kebun / kolam sembarangan 1 = Kadang-kadang dibuang ke jamban 2 = Setiap hari di buang ke jamban Untuk penjelasan selanjutnya dapat kami uraikan sebagai berikut: Hasil Penilaian Rumah = Nilai x Bobot 1. dimana diinterpretasikan terhadap : Lingkungan = 45% Perilaku = 35% Pelayanan Kesehatan = 15% Keturunan = 5% Dalam hal rumah sehat prosentase Pelayanan Kesehatan dan Keturunan diabaikan. d. b. e. agar tidak terlihat dari bawah. c. Pemberian bobot penilaian rumah diberikan pada masing-masing indikator : Bobot komponen rumah = 31 (25/80 x 100% = 31.3 1. c. b. dan ruang cuci dan ruang kamar mandi diperbolehkan sekurang-kurangnya sampai 2. Hasil penilaian rumah didapat : Rumah Sehat = 1068 – 1200 Rumah Tidak Sehat = < 1068 Pembobotan Pembobotan terhadap kelompok rumah.40 m dan tinggi ruang selebihnya pada titik terendah titik kurang dari 1.75 m. b. sehingga ruangan terlihat rapi dan bersih untuk menahan debu yang jatuh dan kotoran yang lain juga menahan tetesan air hujan yang menembus melalui celahcelah atap untuk membuat ruangan antara yang berguna sebagai penyekat sehingga panas atas tidak mudah menjalar kedalam ruangan dibawahnya. langit-langit harus menutup rata kerangka atap kuda-kuda penyangga dengan konstruksi bebas tikus tinggi langit-langit sekurang-kurangnya 2. Adapun persyaratan untuk langit-langit yang baik adalah : langit-langit harus dapat menahan debu dan kotoran lain yang jatuh dari atap.40 dari permukaan lantai kecuali. 3.25) Bobot Sarana Sanitasi = 25 (20/80 x 100% = 25) Bobot Perilaku Penghuni = 44 (35/80 x 100% = 43. dalam hal langit-langit/kasau-kasaunya miring sekurang-kurangnya mempunyai tinggi rumah 2. 2. d. sedangkan untuk penilaian Lingkungan dan Perilaku dapat dijelaskan sebagai berikut. . a. a. c. a. a. b. c. 2.

Dinding harus tegak lurus agar dapat memikul berat sendiri. Apabila luas jendela melebihi 20% dapat menimbulkan kesilauan dan panas. Untuk memperkuat berdirinya tembok ½ bata digunakan rangka pengkaku yang terdiri dari plester-plester atau balok beton bertulang setiap luas 12 meter. Lubang jendela dan pintu pada dinding. 1989 ) : a. Lantai harus disusun dengan rapid an rapat satu sama lain. Pengaruh-pengaruh buruk itu adalah ( Sanropie. Bahan untuk lantai biasanya digunakan ubin. Lantai ubin Lantai ubin adalah lantai yang terbanyak digunakan pada bangunan perumahan karena lantai ubin murah/tahan lama. sedangkan sebaliknya kalau terlalu kecil dapat menimbulkan suasana gelap dan pengap. harus disesuaikan dengan keadaan iklim daerah tersebut. dan kapur. 3. Bau pengap yang dikeluarkan oleh kulit. Jendela/lubang angin itu harus meluas kearah atas sampai setinggi minimal 1. dapat mudah dibersihkan dan tidak dapat mudah dirusak rayap. Luas jendela yang baik paling sedikit mempunyai luas 10-20% dari luas lantai. Ventilasi harus lancar diperlukan untuk menghindari pengaruh buruk yang dapat merugikan kesehatan manusia pada suatu ruangan kediaman yang tertutup atau kurang ventilasi. b. batu tersusun tegak di atas lubang harus di pasang balok lantai dari beton bertulang atau kayu awet. Ventilasi Ventilasi adalah proses penyediaan udara segar kedalam suatu ruangan dan pengeluaran udara kotoran suatu ruangan tertutup baik alamiah maupun secara buatan. maka luas jendela/lubang angin dapat dikurangi sampai dengan 1/20 dari luas ruangan. Untuk memperoleh jumlah cahaya matahari pada pagi hari secara optimal sebaiknya jendela kamar tidur menghadap ke timur. Untuk mencegah masuknya air kedalam rumah sebaiknya lantai dinaikkan 20 cm dari permukaan tanah Lantai papan Pada umumnya lantai papan dipakai di daerah basah/rawa. lubang angin harus diperbesar dan dapat mencapai 1/5 dari luas lantai ruangan. Sedangkan untuk daerah pantai laut dan daerah rendah yang berhawa panas dan basah. Dalam ruang kediaman. Dinding Adapun syarat-syarat untuk dinding antara lain : a. jumlah luas bersih jendela/lubang itu harus sekurang-kurangya sama 1/10 dari luas lantai ruangan. Lantai Lantai harus cukup kuat untuk menahan beban diatasnya. permukaan lantai harus rata dan mudah dibersihkan. Untuk kayu-kayu yang tertanam dalam air harus yang tahan air dan rayap serta untuk konstruksi di atasnya agar lantai kayu yang telah dikeringkan dan diawetkan. a. stabil tidak lentur waktu diinjak. atau bambu dengan syarat-syarat tidak licin. Pemberian lubang hawa/saluran angin dekat dengan langit-langit beguna sekali untuk mengeluarkan udara panas dibagian atas dalam ruangan. sehingga dinding tembok terhindar dari basah dan lembab dan tampak bersih tidak berlumut. Macam-macam lantai : Lantai tanah stabilitas. Ketentuan luas jendela/lubang angin tersebut hanya sebagai pedoman yang umum dan untuk daerah tertentu hanya sebagai pedoman yang umum dan untuk daerah tertentu.95 di atas permukaan lantai. beban tekanan angin dan bila sebagai dinding pemikul harus pula dapat memikul beban diatasnya. kayu plesteran. b. Yang perlu diperhatikan dalam pemasangan lantai adalah : Sekurang-kurangnya 60 cm di atas tanah dan ruang bawah tanah harus ada aliran tanah yang baik. Lantai tanah stabilitas terdiri dari tanah. Dinding harus terpisah dari pondasi oleh suatu lapisan air rapat air sekurang-kurangnya 15 cm dibawah permukaan tanah sampai 20 cm di atas lantai bangunan. Bertambahnya kadar asam karbon ( CO2 ) dari pernafasan manusia. sekurang-kurangnya terdapat satu atau lebih banyak jendela/lubang yang langsung berhubungan dengan udara dan bebas dari rintangan-rintangan.2. Jendela kamar tidur. 4. pasir. tidak mudah aus. dan c. bila lebarnya kurang dari 1 m dapat diberi susunan batu tersusun tegak di atas batu. agar air tanah tidak dapat meresap naik keatas. Lebih baik jika lantai seperti ini dilapisi dengan perlak atau kampal plastik ini juga berfungsi sebagai penahan kelembaban yang naik dari di kolong rumah. sehingga tidak ada lubang-lubang ataupun lekukan dimana debu bisa bertepuk. c. pakaian dan mulut manusia . 1) 2) 3) c. semen. Berkurangnya kadar oksigen diudara dalam ruangan kediaman. Untuk daerah pegunungan yang berhawa dingin dan banyak angin. dan setengah dari jumlah luas jendela/lubang itu harus dapat dibuka. jendela ruang keluarga dan ruang tamu Jendela dibuka pada siang hari agar cahaya matahari dapat masuk dan udara dapat berputar sehingga akan memperkecil resiko penularan penyakit infeksi. Contoh : tanah tercampur kapur dan semen. Diberi lubang hawa atau saluran angin pada ban atau dekat permukaan langit-langit ( ceiling ) yang luas bersihnya sekurang-kurangnya 5% dari luas lantai yang bersangkutan. maka jumlah luas bersih jendela. 5. b.

bila hanya huruf besar yang terbaca dan buruk. kurang. Caranya ialah dengan memasukkan kedalam ruangan udara yang bersih dan segar melalui jendela atau lubang angin di dinding. tetapi jangan pula terlalu sedikit. atau 40 watt dengan lampu pijar. Tetapi gerak udara ini harus dijaga jangan sampai terlalu besar dan keras karena gerak angina atau udara angin yang berlebihan meniup badan seseorang. Sarana Air Bersih 6. yang antara lain : masuk angin. Pemenuhan kebutuhan cahaya untuk penerangan alamiah sangat ditentukan oleh letak dan lebar jendela. maka jendela atau lubang ventilasi jangan terlalu besar/banyak.4 1. pilek atau kompilasi radang saluran pernafasan. e. Penerangan ini dapat diperoleh dengan pengaturan cahay buatan dan cahaya alam. Sarana pembuangan asap dapur Harus memiliki tempat pembuangan asap dapur seperti cerobong asap atau terdapat ventilasi yang sesuai untuk penyaluran asap pada saat memasak di dapur. keterbatasan sumber pendanaan. . Gejala ini terutama terjadi pada orang yang peka terhadap udara dingin. maka diperlukan suatu sistem pembaharuan mekanis. sehingga udara dalam ruangankyrang memenuhi syarat. penerangan minimum adalah 150 Lux sama dengan 10 watt lampu TL. Alat mekanis yang biasa digunakan/dipakai untuk sistem pembaharuan udara mekanis adalah kipas angin ( ventilating. Suatu cara untuk menilai baik tau tidaknya penerangan alam yang terdapat dalam rumah. dan selanjutnya menyebabkan gangguan kesehatan. bila jelas membaca koran dengan huruf kecil.d. Di antaranya adalah cakupan pembangunan yang sangat besar. Untuk menghindari akibat buruk ini. Jika ventilasi alamiah untuk pertukaran udara dalam ruangan kurang memenuhi syarat. bila samar-samar bila membac huruf kecil . adalah sebagai berikut : baik. pohon-pohon maupun tembok pagar yang tinggi. akan mengakibatkan penurunan suhu badan secara mendadak dan menyebabkan jaringan selaput lendir kan berkurang sehingga mengurangi daya tahan pada jaringan dan memberikan kesempatan kepada bakteri-bakteri penyakit berkembang biak. Pencahayaan alamiah Pencahayaan alamiah diperoleh dengan masuknya sinar matahari ke dalam ruanagn melalui jendela celah-celah atau bagian ruangan yang terbuka. Faktor lain yang juga menjadi kendala adalah kualitas dan kuantitas sumber air baku sendiri terus menurun akibat perubahan tata guna lahan (termasuk hutan) yang mengganggu sistem siklus air. dan filariasis . sebaran penduduk yang tak merata dan beragamnya wilayah Indonesia. Pencahayaan Sanropie ( 1989 ) menyatakan bahwa cahaya yang cukup kuat untuk penerangan di dalam rumah merupakan kebutuhan manusia. bila sukar membaca huruf besar. Selain itu. system mekanis ini harus bekerja terus menerus selama ruangan yang dimaksud digunakan. fan atau exhauster ). Sarana Sanitasi Rumah Menurut laporan MDGs tahun 2007 terdapat beberapa kendala yangmenyebabkan masih tingginya jumlah orang yang belum terlayani fasilitas air bersih dan sanitasi dasar. sehingga udara dalam ruangan akan berbau pengap. sedangkan udara kotor dikeluarkan melalui jendela/lubang angin di dinding yang berhadapan. 1) 2) 3) 4) b. pes. Diare merupakan penyebab kematian nomor 4 sedangkan kecacingan dapat mengakibatkan produktifitas kerja dan dapat menurunkan kecerdasan anak sekolah. Bila ingin menggunakan lampu pijar sebaiknya dipilih yang warna putih dengan dikombinasikan beberapa lampu neon. Lampu Flouresen ( neon ) sebagai sumber cahaya dapat memenuhi kebutuhan penerangan karena pada kuat penerangan yang relative rendah mampu menghasilkan cahaya yang bila dibandingkan dengan penggunaan lampu pijar. atau air conditioning. 2. Suhu udara dalam ruang ketajaman naik karena panas yang dikeluarkan oleh badan manusia dan Kelembaban udara dalam ruang kediaman bertambah karena penguapan air dan kulit pernafasan manusia. 7. a. Untuk memperbaiki keadaan ruang dalam ruangan. malaria. Penyediaan air bersih dan sanitasi lingkungan yang tidak memenuhi syarat dapat menjadi faktor resiko terhadap penyakit diare dan kecacingan. disamping itu masih tingginya penyakit yang dibawa vektor seperti DBD. cukup. meningkatnya kepadatan dan jumlah penduduk di perkotaan akibat urbanisasi. Pemerintah selama ini belum menempatkan perbaikan fasilitas sanitasi sebagai prioritas dalam pembangunan. Dengan adanya ventilasi silang ( cross ventilation ) akan terjamin adanya gerak udara yang lancar dalam ruang kediaman. Untuk penerangan malam hari dala ruangan terutama untuk ruang baca dan ruang kerja. Pencahayaan buatan Untuk penerangan pada rumah tinggal dapat diatur dengan memilih sistem penerangan dengan suatu pertimbangan hendaknya penerangan tersebut dapat menumbuhkan suasana rumah yang lebih menyenangkan. Sinar sebaiknya tidak terhalang oleh bangunan. Kebutuhan standar cahaya lami yang memenuhi syarat kesehatan untuk kamar keluarga dan kamar tidur menurut WHO 60-120 Lux.

f.3 mg/l. Jamban harus bebas dari bau atau kondisi yang tidak sedap dipandang. karena dapat mengganggu kesehatan. Fungsi dari tank adalah untuk menerima. 3. Di dalam tangki. c. maka cara ini tidak dapat dipertahankan lagi. tinja akan berada selama 1-3 minggu tergantung kapasitas tangki. halaman rumah. terletak langsung di bawah tempat jongkok. alam tersebut mempunyai kemampuan yang terbatas dalam daya dukungnya. umumnya langsung terletak di bawah ± 90 cm = kedalaman sekitar 2. Efek langsung misalnya dapat mengurangi insiden penyakit tertentu yang dapat ditularkan karena kontaminasi dengan tinja. Septic Tank. Secara ilmiah sebenarnya lingkungan mempunyai daya dukung yang cukup besar terhadap gangguan yang timbul karena pencemaraan air limbah tersebut. Terdiri dari tangki sedimentasi yang kedap air dimana tinja dan air ruangan masuk dan mengalami proses dekomposisi. Bentuk bulat. Cara demikian tentu sama sekali tidak dianjurkan. mencernakan tinja serta melindunginya dari lalat dan serangga lainnya. hanya lubang kakus dibuat dari tangki yang kedap air yang berisi air. di tepi sungai dan sebagainya. a. Kotoran manusia yang dibuang harus tertutup rapat. dengan makin bertambahnya penduduk. harus dibatasi seminimal mungkin. Pembuangan tinja yang buruk sekali berhubungan dengan kurangnya penyediaan air bersih dan fasilitas kesehatan lainnya. Hubungan keduanya dapat bersifat langsung ataupun tak langsung. dapat ditembok ataupun tidak. diantaranya : bahaya kontaminasi terhadap badan- a. Syarat-syarat Kualitas Air Bersih diantaranya adalah sebagai berikut : Syarat Fisik : Tidak berbau. b. g. maka jumlah air limbah yang harus dibuang terlalu banyak. c. d. Tinja dikumpulkan di dalam tanah dan lubang di bawah tanah. separuh di antaranya adalah di Indonesia.000 anak balita yang meninggal karena diare setiap tahun di Asia. Ada 4 cara pembuangan tinja yaitu: Pembuangan tinja di atas tanah. b. menyimpan. dan tidak berwarna Syarat Kimia : Kadar Besi : maksimum yang diperbolehkan 0. Kakus air (aqua privy). yang berarti makin meningkatnya kegiatan manusia. kolera dan lain-lain. Salah satu penyebab tingginya angka kejadian diare adalah rendahnya cakupan penduduk yang memanfaatkan sarana air bersih dan jamban serta PHBS yang belum memadai. cara ini menimbulkan kerugian lain. c. kemudian baru dibuang ke badan-badan air. merupakan cara yang paling memuaskan dan dianjurkan diantara pembuangan tinja dan dari buangan rumah tangga. bujur sangkar atau empat persegi panjang diletakkan vertikal dengan diameter antara 90 – 120 cm. Cara kerjanya merupakan peralihan antara lubang kakus dengan septic tank. Pegolahan air limbah dimaksudkan untuk melindungi lingkungan hidup terhadap pencemaran air limbah tersebut. Menurut data dari 200. macam kakus ini hanya baik digunakan di tempat di mana air tanah letaknya dalam. a. cara ini merupakan salah satu yang paling mendekati persyaratan yang harus dipenuhi. sehingga air limbah perlu dibuang. jarak jamban > 10 m dari sumur dan bila membuat lubang jamban jangan sampai dalam lubang tersebut mencapai sumber air. Metode pembuatan dan pengoperasian harus sederhana dan tidak mahal. Tetapi. Metode pembuangan tinja yang baik yaitu dengan jamban dengan syarat antara lain sebagai berikut : Tanah permukaan tidak boleh terjadi kontaminasi Tidak boleh terjadi kontaminasi pada air tanah yang mungkin memasuki mata air atau sumur. 2. . b. Dinidngnya diperkuat dengan batu. tidak berasa. Kesadahan (maks 500 mg/l) Syarat Mikrobiologis : Koliform tinja/total koliform (maks 0 per 100 ml air) Jamban dan Pembuangan Tinja Angka kesakitan penyakit diare di Indonesia masih tinggi.a. dan diperluka air pengenceran terlalu banyak pula. Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. Sarana Pembuangan Air Limbah Buruknya kualitas sanitasi juga tercermin dari rendahnya persentase penduduk yang terkoneksi dengan sistem pembuangan limbah (sewerag system).5 m. tetapi umumnya berkaitan dengan komponen-komponen lain dalam sanitasi lingkungan. d. Beberapa cara sederhana pengolahan air buangan antara lain sebagai berikut: Pengenceran Air limbah diencerkan sampai mencapai konsentrasi yang cukup rendah. Tidak boleh terjadi penanganan tinja segar atau bila memang benar benar diperlukan. misalnya thypus abdominalis. Disamping itu. Kondisi-kondisi demikian ini akan berakibat terhadap serta mempersukar penilaian peranan masingmasing komponen dalam transmisi penyakit namun sudah diketahui bahwa terhadap hubungan antara tinja dengan status kesehatan. Air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Kakus lubang gali (pit pravy). pada cara ini tinja dibuang begitu saja di atas permuakaan tanah. Namun demikian. cara ini hampir mirip dengan kakus lubang gali. e. sedanngkan hubungan tak langsung dari pembuangan tinja ini bermacam-macam. Tidak boleh terkontaminasi air permukaan Tinja tidak boleh terjangkau oleh lalat dan hewan lain. di kebun.

Untuk tempat sampah tiap-tiap rumah isinya cukup 1 m3. dan sebagainya. kucing dan sebagainya. yang keberadaannya banyak menimbulkan masalah apabila tidak dikelola dengan baik. danau. Irigasi Air limbah dialirkan ke parit-parit terbuka yang digali. . Selanjutnnya dapat menimbulkan banjir. Teknik pengelolaan sampah yang baik diantaranya harus memperhatikan faktor-aktor sebagai berikut : Penimbulan sampah Penyimpanan sampah Pengumpulan. a. kuat sehingga tidak mudah bocor.b. ganggang ( algae). bahan pembungkus. Tempat sampah janganlah ditempatkan di dalam rumah atau pojok dapur. dan sebagainya. bakteri dan oksigen dalam proses pembersihan alamiah. dan air akan merembes masuk kedalam tanah melalui dasar dan dindindg parit tersebut. Tempat sampah harus mempunyai tutup. Sarana Pembuangan Sampah Sampah merupakan sisa hasil kegiatan manusia. Adapun syarat tempat sampah adalah sebagai berikut : Terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan. plastik. Dinding dan dasar kolam tidak perlu diberi lapisan apapun. Apabila dibakar akan menimbulkanpengotoran udara. rumah potong hewan. b. d. pengendapan yang akhirnya menimbulkan pendangkalan terhadap badan-badan air. kertas. b. Kebiasaan membuang sampah disungai dapat mengakibatkan pendangkalan sehingga menimbulkan banjir. Pada tingkat rumah tangga dapat dihasilkan sampah domestik yang pada umumnya terdiri dari sisa makanan. d. maka perlu pengaturan pembuangannya. Hal ini terutama dapat dilakukan untuk air limbah dari rumah tangga. Harus ditutup rapat sehingga tidak menarik serangga atau binatang-binatang lainnya seperti tikus. seperti selokan. Kolam Oksidasi Pada prinsipnya cara pengolahan ini adalah pemanfaatan sinar matahari. Sangat dianjurkan agar tutup sampah ini dapat dibuka atau ditutup tanpa mengotori tangan. c. Berdasarkan asalnya. c. Apabila dibuang dengan cara ditumpuk saja maka akan menimbulkan bau dan gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia. perusahaan susu sapi. sehingga memungkinkan memungkinkan sirkulasi angin dengan baik. badan air dan udara. Agar sampah tidak membahayakan kesehatan manusia. tetapi tutup ini dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dibuka. pengolahan dan pemanfaatan kembali Pengangkutan Pembuangan. seperti penyimpanan sampah yaitu tempat penyimpanan sementara sebelum sampah tersebut dikumpulkan untuk diangkut serta dibuang (dimusnahkan). Ukuran tempat sampah sedemikian rupa sehingga mudah diangkat oleh satu orang atau ditutup. dan lain-lainya dimana kandungan zat-zat organik dan protein cukup tinggi yang diperlukan oleh tanam-tanaman. bahan dan peralatan yang sudah tidak dipakai lagi. ayam. dikosongkan isinya serta mudah dibersihkan. badan air masih tetap ada. Lokasi kolam harus jauh dari daerah pemukiman. dan didaerah yang terbuka. Air limbah dialirkan kedalam kolam berbentuk segi empat dengan kedalaman antara 1-2 meter. a. c. karena akan menjadi gudang makanan bagi tikus-tikus sehingga rumah banyak tikusnya. sungai. Dalam keadaan tertentu air buangan dapat digunakan untuk pengairan ladang pertanian atau perkebunan dan sekaligus berfungsi untuk pemupukan. 4. sampah digolongkan dalam dua bagian yakni sampah organik ( sampah basah ) dan sampah anorganik ( sampah kering ). Dengan demikian sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber pencemar pada tanah. e. kedap air.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful