HUBUNGAN ANTARA PELAKSANAAN TUGAS KESEHATAN KELUARGA DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN PERAWATAN LANJUT USIA DENGAN STROKE

Oleh : Anang Satrianto S!Ke" N# NIDN! $%$&'()($(

NURSING PROGRAMS
INSTITUTE O* HEALTH S+IEN+ES BAN,UWANGI

1

2

BAB 2 TINJAUAN TEORI

2.1

Keluarga

2.1.1 Definisi keluarga Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan (Effendy,2000). Hal ini dapat dikatakan bahwa keluarga merupakan suatu sistem yang saling berinteraksi satu sama lainnya dalam memenuhi kebutuhan termasuk kesehatan, sehingga keluarga mempunyai peranan penting dalam mengembangkan, mencegah dan mengatasi atau memperbaiki masalah kesehatan yang ada dalam keluarga. Keluarga uga dipandang sebagai instansi (lembaga) yang dapat memenuhi kebutuhan insani (!manui,200"). 2.1.2 Bentuk keluarga a. Keluarga inti (nuclear family) adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak#anak. b. Keluarga besar (extended family) adalah keluarga inti di tambah dengan sanak saudara, misalnya kakek, nenek, kakek, keponakan, saudara, sepupu, paman, bibi dan sebagainya. Keluarga $ndonesia umumnya menganut tipe keluarga besar (extended family), karena masyarakat $ndonesia terdiri dari berbagai suku hidup dalam suatu komuniti dalam adat istiadat yang sangat kuat. %entuk keluarga ini

3

merupakan keluarga tradisional dimana beberapa generasi tinggal dalam satu rumah, tipe keluarga luas seperti ini saling memberikan dukungan penting dan dukungan yang terus menerus kepada anggota keluarga yang lain. c. Keluarga berantai (serial family), adalah keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan suatu keluarga inti. d. Keluarga duda atau anda (single family), adalah keluarga yang ter adi karena percerian dan kematian. e. Keluarga kabitas (cahabitation), adalah dua orang yang men adi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga (Effendy,&''() 2.2 Pemberi Pera atan !Caregiver" )emberi perawatan (caregiver) adalah merupakan seseorang yang secara langsung terlibat dalam perawatan. Keluarga pemberi perawatan adalah anggota keluarga yang berusia dewasa dan berada dirumah, baik full time atau part time, seseorang tersebut bisa yang mempunyai hubungan darah, suami*istri, teman,atau seseorang yang sehari#hari merawat klien. +alam sebuah keluarga anggota keluarga akan mempunyai tanggung awab pada anggota keluarga yang lain yang mengalami keterbatasan. )emberi perawatan ika dilihat dari usia mayoritas berada di usia

pertengahan (,-#./ tahun), namun rata#rata usia pemberi perawatan adalah 20 tahun sampai /, tahun. Hal ini akan berbeda ika yang dirawat berusia -0 tahun keatas, usia rata#rata pemberi perawatan adalah /" tahun, dan ika yang dirawat berusia lebih dari .- tahun maka pemberi perawatannya rata#rata ., tahun.

4

)emberi perawatan terbesar adalah seorang wanita dengan rata#rata prosentase -00#"-0, wanita lebih kepada menger akan perawatan yang sulit seperti buang air, mandi dan berpakaian, sedangkan laki#laki lebih kepada kebutuhan finansial, perencanaan perawatan (1amily 2aregi3er !lliance, 200-). 2.# Peran Dan Tugas Keluarga

2.#.1 Peran )eran adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan dalam masyarakat. )eran adalah sesuatu yang menun ukkan kepada beberapa set perilaku yang kurang lebih bersifat homogeny yang diidentifikasi dan diharapkan secara normatif dari seseorang dalam situasi tertentu (1riedman, &''(). +apat dikatakan bahwa peran merupakan sesuatu yang diharapkan akan dilakukan seseorang yang kemudian akan memberikan pemenuhan kebutuhan. 4ika mengaitkan peranan keluarga dengan upaya memenuhi kebutuhan indi3idu, keluarga merupakan lembaga pertama yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. 5elalui perawatan, dan perlakuan yang baik dari orang tua, anak dapat memenuhi kebutuhan#kebutuhan dasarnya, baik fisik, bilogis, maupun sosiopsikologisnya (6ahmat,&''/). 2.#.2 Tugas Keluarga 7ntuk dapat mencapai tu uan asuhan keperawatan kesehatan keluarga, keluarga mempunyai tugas dalam pemeliharaan kesehatan para anggotanya dan saling memelihara. 1reeman membagi lima tugas keluarga yang harus dilakukan keluarga yaitu8

5

a.

$engenal angg'tan(a

gangguan

%erkembangan

kese&atan

setia%

Keluarga mempunyai peranan yang amat penting dalam mengembangkan, mengenal, dan menemukan masalah kesehatan dalam keluarga sebagai antisipasi men aga kesehatan dalam keluarga. 9troke adalah penyakit yang dapat dengan tiba#tiba mengenai salah satu anggota keluarga, hal yang perlu dikenal keluarga tentang penyakit stroke adalah mengenai pengertian penyakit stroke, apa faktor resiko yang menyebabkan stroke, tanda dan ge ala penyakit stroke, dampak kesehatan dari penyakit stroke antara lain

kelumpuhan, perubahan mental, gangguan komunikasi, gangguan emosional, kehilangan rasa indera. !pabila keluarga telah memiliki pemahaman maka dapat dimanfaatkan dalam memperbaiki dan mencegah masalah kesehatan yang ditemukan dalam keluarga (1riedman,&''(). b. $engambil ke%utusan untuk melakukan tin)akan (ang te%at Keluarga merupakan pusat pengambilan keputusan terpenting, termasuk membuat keputusan tentang masalah kesehatan keluarga. Keluarga dalam tugasnya mengambil keputusan bagi anggota keluarga disebut sebagai pelayanan ru ukan kesehatan primer (1riedman,&''(). !dapun dasar pengambilan keputusan tersebut yaitu hak dan tanggung awabnya sebagai kepala keluarga,

kewenangan dan otoritas yang telah diakui oleh masing# masing anggota keluarga, hak dalam menentukan masalah dan kebutuhan

6

pelayanan

terhadap

keluarga

dan

anggota

keluarga

yang

bermasalah, tentu sa a keputusan itu menyangkut pelayanan apa yang akan digunakan (Effendi,&''(). )engambilan keputusan sehubungan sikap yang harus

dilakukan keluarga terhadap anggota keluarga yang menderita stroke antara lain sikap yang harus diambil bila anggota keluarga mengalami serangan stroke berulang, ketersediaan dan kemampuan akses perawatan kesehatan bagi keluarganya dalam mengatasi masalah kesehatan yang ter adi pada keluarga yang menderita stroke, kaitannya dengan fungsi keluarga secara ekonomi

menyediakan dana perawatan bagi anggota keluarga yang sakit stroke (Effendi,&''(). *. $emberikan ke%era atan ke%a)a angg'ta keluarga (ang sakit )an (ang ti)ak )a%at membantu )irin(a sen)iri karena *a*at atau usian(a terlalu mu)a 5erupakan tugas setiap anggota keluarga merawat anggota keluarga lain yang sakit sebagai fungsi pokok keluarga secara asuh yaitu memenuhi kebutuhan dan pemeliharaan dan perawatan anggota keluarga yang sakit serta memenuhi kebutuhannya

(Effendi,&''(). Keluarga dengan anggota keluarga yang menderita stroke sudah tentu memerlukan perawatan terhadap dampak#dampak penyakit stroke yang menimbulkan ketidakmampuan pada

pemenuhan kebutuhan indi3idunya. )ada dasarnya stroke akan berdampak pada terganggunya pemenuhan kebutuhan sehari#hari

7

antara lain gerak atau mobilitas seperti ketidakmampuan bangun dari tempat tidur dan mengambil makan, selain itu adalah kebutuhan buang air besar dan kecil, berpakaian, dan berkomunikasi. :ugas keluarga yang diharapkan adalah membantu dalam memberikan perawatan sesuai kondisi pasien agar kebutuhan perawatannya terpenuhi (1riedman,&''()). ). $em%erta&ankan suasana ruma& (ang menguntungkan

kese&atan )an %erkembangan ke%riba)ian angg'ta keluarga Keluarga memainkan peran yang bersifat mendukung anggota keluarga yang sakit. +engan kata lain perlu adanya sesuatu kecocokan yang baik antara kebutuhan keluarga dan asupan sumber lingkungan bagi pemeliharaan kesehatan anggota keluarga (Holman, Killen dalam 1riedman,&''(). Kondisi pasien stroke yang mengalami perubahan motorik, perubahan mental. gangguan komunikasi, gangguan emosional dimana keadaan seperti ini membutuhkan perawatan dan modifikasi lingkungan baik lingkungan sosial yang bisa berupa dukungan keluarga baik secara ekonomi maupun secara psikologis memberikan rasa aman pada setiap anggota keluarga selain itu dukungan lingkungan fisik keluarga bisa memberikan kenyamanan bertempat tinggal berada di ruang yang tertata, menghindari dari cidera ter atuh dengan memodifikasi lingkungan kamar tidur dan kamar mandi yang di tata dengan bahan yang tidak licin, serta kebersihan rumah yang dapat meningkatkan dera at kesehatan pasien (1riedman, &''().

8

e.

$em%erta&ankan &ubungan timbal balik antara keluarga )an lembaga kese&atan+ (ang menun,ukkan %emanfaatan )engan baik fasilitas- fasilitas kese&atan (ang a)a Hubungan yang sifatnya positif akan memberi pengaruh yang baik pada keluarga mengenai fasilitas kesehatan. +iharapkan hubungan yang positif terhadap pelayanan kesehatan akan merubah perilaku setiap anggota mengenai sehat sakit. )eran anggota keluarga terhadap penderita stroke adalah segera berkun ung pada fasilitas kesehatan yang terdekat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, melakukan kontrol kesehatan secara rutin untuk menghindari resiko stroke berulang

(1riedman,&''(). 2.#.# .akt'r- .akt'r /ang $em%engaru&i Peran a. .akt'r Internal

&). 7mur 9emakin cukup umur tingkat kematangan dan kekuatan seseorang, maka akan lebih matang seseorang tersebut dalam berfikir dan berkarya. Hal ini akibat dari pengalaman dan kematangan iwanya (Huclock,&''(). 9eorang anggota keluarga dengan usia yang lebih tua cenderung lebih perhatian terhadap anggota keluarga yang lain. 2). )endidikan 5akin tinggi pendidikan seseoran makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pengetahuan yang dimiliki. 9ebaliknya tingkat pendidikan yang rendah akan menghambat perkembangan

9

sikap

seseorang

terhadap

nilai

yang

baru

diperkenalkan

(Kuncoroningrat, 2000). ,). )eker aan )eker aan merupakan kebutuhan yang harus dilakukan terutama dalam menun ang kehidupannya dan kehidupan keluarga

(:homas,&''(). %eker a pada umumnya uga akan menyita waktu yang berpengaruh terhadap kehidupan keluarga. /). $nformasi $nformasi merupakan fungsi penting untuk membantu mengurangi rasa cemas. 5enurut friedman peran uga dipengaruhi oleh

kepribadian indi3idu, kemampuan indi3idu, temperamen, sikap kebutuhan indi3idu. 9eseorang indi3idu menerima peran#peran tertentu berdasarkan harapan masyarakat dan dimodifikasi oleh identifikasi indi3idu tersebut terhadap model# model peran dan karakteristik kepribadian indi3idu. b. &) .akt'r Eksternal ;ingkungan 9emua yang ada disekitar kita dan pengaruhnya dapat

mempengaruhi perkembangan dan perilaku orang atau kelompok lingkungan yang merupakan bagian dari diri seseorang yaitu bagian social adaptif yng melibatkan baik social internal maupun eksternal (<ursalam,200&). 2) Kebudayaan

10

5erupakan keseluruhan yang komplek yang didalamnya tercantum ilmu pengetahuan, kebudayaan, kesenian moral, hkum adat istiadat, kemampuan lain serta kebiasaan yang di dapat oleh menusia sebagai anggota masyarakat. ,) Kepercayaan 5erupakan keyakinan indi3idu akan sesuatu kepercayaan disini berhubungan antara manusia dengan :uhan, kepercayaan

merupakan dasar indi3idu unutk mencari setiap informasi atau pengetahuan. /) 6as 5erupakan kepribadian atau ciri khas yang terdapat dalam tubuh indi3idu. 6as berkaitan erat dengan kebudayaan dan kepercayaan dalam menerima informasi (9oemargono,2000). -) 9osial ekonomi 1aktor# faktor lain yang mempengaruhi peran adalah sosial ekonomi, sesuai dengan pendapat yang di kemukakan oleh Effendi. Keadaan sosial ekonomi yang rendah pada umumnya karena ketidakmampuan dalam mengatasi masalah yang mereka hadapi, sebaliknya pada keadaan sosial ekonomi yang tinggi akan efektif dan mudah untuk berbagai usaha untuk masyarakat (Effendy,&''(). 2.0 Pr'ses $enua ! Aging Process" Aging proses disebut sebagai siniscere yang artiya adalah men adi tua, proses penuaan merupakan sebuah proses siklus kehidupan yang ditandai dengan menururnya berbagai fungsi organ#organ tubuh antara lain ter adi

11

perubahan pada sistem pencernaan, pernafasan, kardio3asculer, endokrin, reproduksi dan lain#lain. )erubahan berbagai system dalam penuaan adalah berbeda antar lan ut usia. %anyak cara yang ditempuh lan ut usia untuk mengurangi penuaan (+adang Hawari). !dapun faktor yang mempengaruhi proses penuaan adalah hereditas, nutrisi, status kesehatan, pengalaman hidup, lingkungan dan stress (<ugroho,&''-). )embagian usia lan ut terdiri dari kelompok aktif yaitu kelompok usia lan ut yang keadaan fisiknya masih mampu bergerak tanpa bantuan orang lain dan mampu melaksanakan sendiri kebutuhan sehari# harinya. Kelompok usia lan ut pasif, yaitu kelompok usia lan ut yang keadaan fisiknya membutuhkan bantuan orang lain karena bisa disebabkan penyakit atau kelumpuhan atau karena kondisi fisik yang merupakan akibat proses penuaan sehingga ketahanan tubuh terhadap gangguan atau serangan infeksi luar (+armo o,200/). 2.1 2tr'ke 9troke dalam istilah awam adalah merupakan serangan otak yang ter adi secara tiba#tiba dengan akibat kematian atau kelumpuhan sebelah bagian tubuh. 9ecara sederhana, stroke ter adi ika aliran darah ke otak terputus. %erat dan ringannya dampak serangan stroke tersebut sangat ber3ariasi, tergantung pada lokasi dan luas daerah otak yang rusak. 9troke ringan sesungguhnya merupakan peringatan yang sangat umum ter adi pada mereka yang berusia diatas .0 tahun, mereka berpeluang mengalami stroke yang lebih serius.

12

+ata menun ukkan -0.000 warga !merika mengalami stroke ringan dalam waktu satu tahun, dan sepertiganya akan terkena serangan susulan yang lebih berat. 9erangan stroke sebetulnya dapat dicegah bila isyarat#isyarat awal dapat di perhatikan.

2.1.1 .akt'r resik' (ang men(ebabkan str'ke a. .akt'r tak terken)ali &) 7sia 7sia sangat berpengaruh menyebabkan stroke. 9emakin bertambah usia, maka semakin tinggi resikonya. 9etelah berusia -- tahun, resikonya akan berlipat ganda di setiap kurun waktu sepuluh tahun. +ua pertiga dari semua serangan stroke ter adi pada orang yang berusia diatas .- tahun. :etapi, itu tidak berarti bahwa stroke dapat menyerang pada orang lan ut usia tetapi pada semua kelompok umur. 2) 4enis kelamin )ria lebih beresiko terkena stroke dari pada wanita, tetapi penelitian menyimpulkan bahwa ustru lebih banyak wanita yang meninggal karena stroke. 9erangan stroke pada pria ter adi pada usia yang lebih muda sehingga tingkat kelangsungan hidup lebih tinggi. ,) Keturunan

13

9troke terkait keturunan, faktor genetik yang sangat berperan adalah tekanan darah tinggi, antung, diabetes, dan cacat pada pembuluh darah. =aya hidup dan pola suatu keluarga uga dapat mendukung resiko stroke. b. .akt'r terken)ali &) Hipertensi 5erupakan faktor resiko utama. 9ecara medis, tekanan darah diatas &/0*'0 tergolong hipertensi. >leh karena dampak hipertensi pada keseluruhan resiko stroke menurun seiring dengan pertambahan umur, pada orang lan ut usia faktor#faktor lain diluar hipertensi lebih beresiko. 2) )enyakit antung 1aktor resiko berikutnya adalah penyakit antung antara lain

atrialfibrillation, cacat pada katub antung, 3entrikuler hyperthropy kiri, dan faktor lain pada penatalaksanaan operasi antung yang tanpa diduga plak terlepas dari dinding aorta dan hanyut ikut aliran darah ke otak yang kemudian menyebabkan stroke. ,) +iabetes )enderita diabetes memiliki resiko , kali terkena stroke dan mencapai tingkat tertinggi pada usia -0#.0 tahun. 1aktor penyebab lain penyebab stroke karena /0- penderita diabetes adalah mengidap hipertensi.

14

/)

Kadar kolesterol darah )enelitian menyebutkan bahwa makanan kaya lemak enuh dan kolesterol tinggi meningkatkan kadar kolesterol dan resiko

aterosklerosis. Kadar kolesterol atas 2/0 mg*dl sudah berbahaya dan menempatkan seseorang pada resiko terkena stroke dan antung. -) 5erokok 5erokok adalah penyebab nyata ter adinya stroke, yang lebih banyak pada usia dewasa muda daripada usia tengah baya atau lebih tua. )erlu diketahui bahwa merokok memicu produksi fibrinogen (faktor penggumpal darah) lebih banyak sehingga merangsang timbulnya aterosklerosis. )asien perokok, kerusakan yang di timbulkan auh lebih parah karena dinding bagian dalam pembuluh darah otak men adi lemah. .) !lkohol berlebihan )eningkatan konsumsi alkohol meningkatkan tekanan darah

sehingga memperbesar resiko stroke. :etapi konsumsi yang tidak berlebihan dapat mengurangi daya penggumpalan platelet dalam darah. Edisi &( <o3ember, 2000 dari The New England Journal f !edicine ,

dilaporkan bahwa physicians health study memantau 22.000 pria yang selama rata#rata &2 tahun mengkonsumsi alkohol satu kali sehari. :ernyata hasilnya, menun ukkan adanya penurunan resiko stroke secara nmenyeluruh. Klaus %erger 5.+. dari "rigman And

15

#oman$s %ospital di "oston menemukan bahwa manfaat ini masih ditemukan pada konsumsi seminggu sekali. Keadaan lapangan yang demikian tetap membuat disiplin manfaat alkohol dalam konsumsi cukup sulit dikendalikan, yang ada ustru efek sampingnya lebih berbahaya. )enelitian lain menyebutkan bahwa konsumsi alkohol secara berlebihan dapat mempengaruhi umlah platelet sehinggga

mempengaruhi kekentalan dan penggumpalan darah, yang men urus ke perdarahan di otak serta memperbesar resiko stroke iskhemik. 2.3 Peruba&an- %eruba&an %a)a lan,ut usia :erkait dengan stroke pada lan ut usia mengalami berbagi perubahan antara lain sebagai berikut8

a.

9istem Kardio3asculer %erubahnya elastisitas dinding aorta, katup antung menebal dan kaku dan kurang lentur. Hal ini ter adi karena ?at# ?at lemak oleh kolesterol, produk sampah sel mati, kalsium menggumpal dan menempel pada pembuluh darah dan timbul plak. %egitu plak terbentuk pembuluh darah menyempit dan aliran terhambat. 9elain itu plak bisa pecah bisa ikut dalam aliran darah dan bisa sampai ke otak, menyumbat pembuluh darah otak dan ter adi stroke (:im 3itahealth,200/).

b.

9istem )ersyarafan

16

)ada

sistem

persyarafan

berat

otak

menurun

&0#200,

menurunnya hubungan persyarafan lambat dalam respon terhadap waktu untuk bereaksi, khususnya dengan stress. %erkurangnya saraf panca indera seperti pendengaran, mengecilnya saraf pencium, perasa, lebih sensiti3e terhadap pembuluh suhu. darah :er adinya dapat stroke atau karena

penyumbatan

menyebabkan

gangguan

kelumpuhan pada otak karena sistem oksigenasi, pasokan aliran darah ke otak dan nutrisi otak akan terganggu. )enyumbatan pembuluh darah pada otak bagian kanan ataupun kiri memberikan dampak lumpuhnya sistem persyarafan mulai yang mengendalikan koordinasi gerak, bicara, sensori, dan keseimbangan (:im3itahealth,200/). c. 9istem 5usculoskeletal :ulang kehilangan density (cairan) dan makin rapuh, pinggang lutut dan ari# ari pergelangan terbatas. :endon mengkerut dan

mengalami sklerosis. >tot# otot polos tidak begitu berpengaruh pada perubahan musculoskeletal. )ada stroke sistem musculoskeletal sangat mendukung dalam latihan gerak pasca stroke, bila dalam angka waktu yang lama pasien stroke tidak segera melakukan latihan gerak pada sendinya, maka akibat selan utnya akan ter adi perubahan. )erubahan yang akan memperparah dari penyakit stroke ini adalah ter adinya kaku sendi dan otot mengkerut, misalkan bila otot#otot kaki mengerut, kaki terasa sakit ketika harus berdiri dengan tumit menyentuh lantai, sehingga ini akan membutuhkan fisioterapi (:im 3itahealth,200/). d. 9istem Endokrin

17

)ada lan ut usia produksi dari hampir semua hormon menurun. 1ungsi paratiroid dan sekresinya tidak berubah, namun akti3itas tiroid dan daya pertukaran ?at. Ke adian ini disertai dengan produksi aldosteron dan menurunnya sekresi hormon kelamin, misalnya

progesteron, estrogen dan testosterone. :erganggunya sistem endokrin termasuk timbulnya penyakit diabetes adalah resiko besar yang memicu ter adinya stroke karena pada diabetes cenderung disertai hipertensi (:im 3itahealth,200/). 2.4 5an,ut Usia )engan 2tr'ke ;an ut usia merupakan kelan utan dari usia dewasa yang dapat dimulai di usia pertengahan (!iddle Age) yaitu kelompok usia /- tahun keatas sampai usia lan ut sangat tua (&ery ld Age) diatas '0 tahun sedangkan menua

(men adi tua) adalah proses menghilangnya secara perlahan@lahan kemampuan aringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita (+armo o, 200/). ;an ut usia umumnya mengalami berbagai perubahan pada sistem organ. )ada sistem kardio3asculer elastisitas antung pada usia "0 tahun menurun sekitar -00 pada usia '0 tahun, curah antung ternyata menurun dan menimbulkan efek pada otot, paru, gin al karena aliran darah ke organ berkurang. !danya akti3itas fisik pada lan ut usia menyebabkan tekanan darah meningkat lebih cepat daripada orang muda, selain itu perubahan yang lebih bermakna pada orang lan ut usia adalah perubahan pada pembuluh darah. )roses itu disebut sebagai arteriosklerosis atau pengapuran dinding pembuluh darah yang dapat ter adi dimana#mana.

18

)roses pengapuran pada pembuluh darah akan berlan ut men adi proses yang menghambat aliran darah yang suatu saat dapat menutup pembuluh darah tadi. )ada tahap awal, gangguan dari pembuluh darah yang menyebabkan elastisitasnya berkurang akan memacu antung beker a lebih keras, kerenanya ter adi hipertensi. 9elan utnya, bila ter adi sumbatan maka aringan yang dialiri ?at asam oleh pembuluh darah ini akan rusak atau mati hal ini disebut infark. %ila ke adian ini ter adi pada pembuluh darah otak akan ter adi stroke, dan kebanyakan berusia diatas /- tahun. 9erangan stroke ter adi secara tiba#tiba. <amun sebenarnya ge ala# ge alanya sudah muncul auh sebelum serangan itu ter adi, karena mirip dengan ge ala penyakit biasa, orang sering menyepelekannya sebagai masalah yang tidak serius. 9ebagian besar penyakit stroke mengalami serentetan ge ala dari rasa kesemutan sedikit dan sebentar, kehilangan pandangan se enak, hingga kehilangan keseimbangan seke ap tidak menyebabkan seseorang ter atuh, sampai akhirnya timbul ge ala mati rasa mendadak pada wa ah lengan atau kaki di satu bagian sa a kiri atau kanan, mendadak bingung, sulit bicara dan sulit mengerti, kesulitan penglihatan mendadak disalah satu atau kedua mata, mendadak kehilangan keseimbangan atau koordinasi, atau kesulitan ber alan yang biasanya dibarengi rasa pusing serta sakit kepala mendadak tanpa penyebab yang elas. )enyakit stroke sering membawa penderitanya atuh pada keadaan yang tidak di inginkan. !kibat atau dampak dari penyakit stroke di tentukan oleh bagian otak mana yang cidera, tetapi perubahan@perubahan yang ter adi setelah stroke, baik yang mempengaruhi bagian kanan atau kiri otak pada umumnya adalah kelumpuhan sebelah bagian tubuh adalah cacat yang paling umum akibat

19

stroke. %ila menyerang bagian kiri otak ter adi hemiplegia kanan dan sebaliknya. Kelumpuhan ter adi dari wa ah bagian kanan hingga kaki sebelah kanan termasuk tenggorokan dan lidah. %ila dampaknya lebih ringan disebut hemiparesis kanan. %ila yang terserang adalah bagian kanan otak, yang ter adi adalah hemiplegia kiri dan yang lebih ringan adalah hemiparesis kiri. %agaimanapun, pasien stroke hemiplegia atau hemiparesis akan mengalami kesulitan melaksanakan kegiatan sehari#harinya seperti ber alan, berpakaian, makan, atau mengendalikan buang air besar atau kecil, terlebih bila kerusakan pada cerebellum maka koordinasi gerak akan berkurang sehingga pasien sulit alan, duduk, tidur meraih barang dan ada uga yang mengalami disfagia sehingga sulit menelan dan makan. Aang kedua perubahan mental, stroke tidak selalu membuat mental penderita merosot dan beberapa gangguan adalah bersifat sementara. :api setelah stroke memang terdapat ganggguan pada proses pikir, kesadaran, konsentrasi kemampuan bela ar dan fungsi intelektual. 9emua hal tersebut dengan sendirinya mempengaruhi penderita, marah, sedih dan tidak berdaya seringkali menurunkan semangat hidup dan muncul dampak emosional yang berbahaya. +ampak dari pasien stroke yang lain adalah mengalami gangguan komunikasi, yang berhubungan dengan mendengar, berbicara, membaca, menulis, dan bahkan bahasa isyarat dengan gerakan tangan. Ketidakberdayaan ini sangat membingungkan orang yang merawatnya. =angguan selan utnya adalah gangguan emosional oleh karena pasien stroke tidak mampu mandiri lagi, besar mengalami kesulitan mengendalikan emosi. )enderita mudah merasa takut, gelisah, marah, dan sedih atas kekurangan fisik dan mental mereka. )erasaan seperti ini tentunya merupakan

20

tanggapan yang wa ar sebagai trauma psikologis akibat stroke meskipun gangguan emosional dan perubahan kepribadian tersebut bisa uga disebabkan pengaruh kerusakan otak secara fisik. )enderitaan yang umum adalah depresi dengan tanda @ tanda antara lain sulit tidur, kehilangan nafsu makan atau ingin makan terus, lesu, menarik diri dari pergaulan, mudah tersinggung cepat letih, membenci diri sendiri, dan berfikir untuk bunuh diri. +epresi dapat menghalangi penyembuhan atau rehabilitasi. Kehilangan indera rasa pasien stroke mungkin kehilangan kemampuan indera merasakan (sensorik) yaitu sentuh atau arak yang menganggu

kemampuan pasien mengenal benda yang sedang dipegangnya, paling ekstrem tidak mampu mengenali anggota tubuhnya sendiri. !da pasien stroke yang merasa nyeri, mati rasa, seperti ditusuk# tusuk pada anggota tubuh yang lemah. )ada pasien yang menderita kelumpuhan merasakan bahu ke arah luar, ini disebabkan sendi yang tidak dapat bergerak lagi karena kurang di gerakkan, dengan demikian gerakan aktif sendi sangat penting, selain mencegah pembekuan uga agar kekuatan motorik pulih kembali sehingga gerakan tersebut makin mudah dilakukan. Kehilangan kendali kandung kemih merupakan ge ala yang biasanya muncul setelah stroke dan seringkali menurunkan kemampuan saraf sensorik dan motorik. )asien stroke mungkin kehilangan kemampuan untuk merasakan buang air besar atau buang air kecil kehilangan kendali kandung kemih secara permanen setelah stroke tidak la?im. :etapi, meskipun demikian kehilangan kemampuan ini sulit dihadapi pasien stroke (:im 3itahealth,200/).

21

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.