You are on page 1of 6

PARAQUAT

Parakuat diklorida, biasa disebut parakuat, adalah herbisida yang digunakan untuk mengendalikan rumput liar di area agrikultural maupun non-agrikultural. Parakuat digunakan di lebih dari 120 negara dan umumnya dijual dalam larutan 20 % dengan merk Gramoxone®. Saat ini parakuat me rupakan pestisida ke-3 paling banyak dijual secara global.Keracunan parakuat pada upaya bunuh diri mengakibatkan beberapa ratus ribu kasus kematian tiap tahunnya.Diperkirakan bahwa 798 000 orang meninggal karena keracunan pestisida yang diseng aja pada 1999, lebih dari 75% terdapat di negara berkembang. Parakuat dapat dideskripsikan sebagai agen bunuh diri utama di banyak negara karena sangat toksik. Keracunan parakuat sistemik ditandai dengan luka bakar saluran pencernaan atas dan juga gagal organ multipel, termasuk paru sebagai target organ utama. Racun tersebut juga memiliki efek terhadap sejumlah organ seperti hati, ginjal, sistem saraf pusat, jantung, kelenjar suprarenal, dan otot. Pada kasus yang fatal, kematian umumnya disebabkan oleh gagal napas akibat edema paru atau fibrosis paru yang terjadi dalam kurun waktu beberapa hari hingga sebulan setelah onset keracunan. Hingga saat ini belum terdapat antidot atau terapi khusus yang diakui sebagai standar tatalaksana baku. Paraquat mempunyai ciri berupa : a. berupa massa padat, tetapi biasanya dalam bentuk konsentrat 20-24% b. berat molekul 257,2 D c. pH 6,5–7,5 dalam bentuk larutand. titik didih pada 760 mmHg sekitar 175oC– 180oC. d. berwarna kuning keputihan dan berbau seperti ammonia e. sangat larut di dalam air, kurang larut dalam alkohol, dan tidak larut dalamsenyawa hidrokarbong. f. stabil dalam larutan asam atau netral dan tidak stabil dalam senyawa alkalih. g. tidak aktif akibat paparan sinar ultraviolet

paraquat mempunyai efek terhadap traktus gastrointestinal. yaitu 1-methyl-4-phenyl-1. Akhirnya telah disadari bahwa paraquat dapat menjadi faktor etiologi dari penyakit Parkinson. Patofisiologi Ketika masuk dalam tubuh per oral dalam dosis yang adekuat.2. Kadang-kadang diakhiri dengan kematian akibat gagal jantung akut. Paraquat juga bersifat neurotoksik. dan organ lainnya. perut atas. hepar. nyeri abdomen. produk Syngenta. mialgia. Pada pasien yang terpapar dalam konsentrasi yang sangat tinggi. Pada kasus tertelannya paraquat yang masif. Kerusakan lanjut berupa fibrosis paru. serta gagal jantung yang berkembang pada 24 jam pertama.6-tetrahydropyridine (MPTP).3. Gramoxone larutan 20%. yang kebanyakan terjadi 7-14 hari setelah paparan. beberapa di antaranya meninggal lebih cepat (sekitar 48 jam) akibat kegagalan sirkulasi. Pusing. akibat dari efek korosif paraquat terhadap mukosa. Diare yang kadang-kadang dengan darah juga dapat terjadi. sakit kepala. Paru-paru merupakan target organ utama dari paraquat dan efek toksik yang dihasilkan dapat menyebabkan kematian walaupun toksisitas melalui inhalasi terbilang jarang. Gejala dan tanda dini dari keracunan melalui melalui pencernaan di antaranya rasa terbakar pada mulut. ginjal. dada.Paraquat yang digunakan lebih dari 120 negara bekerja secara non selektif menghancurkan jaringan tumbuhan dengan mengganggu / merusak membran sel. Muntah dan diare dapat berujung hipovolemia. demam. dapat bermanifestasi muntah. Gejala Klinis Gejala yang timbul bergantung pada jalur masuk paparan dan konsentrasi paraquat dalam tipa produknya. letargi. penyebab kematian. Paraquat secara struktural menyerupai neurotoksikan dopaminergik. merupakan namadagang dari paraquat yang paling banyak dipakai . jantung. dan koma adalah contoh lain dari gejala sistemik dan susunan saraf pusat (SSP). kerongkongan. . Edema paru akut dan kerusakan paru-paru dini dapat terjadi dalam beberapa jam akibat paparan akut yang berat. diare. gagal ginjal dan hati.

tetapi hal ini terjadi hanya pada kulit yang tidak intak. sesak napas. erosi dan ulkus. Proteinuria. dan azotemia menunjukkan adanya kerusakan ginjal. Hal ini menjadi alasan mengapa metode terapi untuk mengeliminasi paraquat beberapa jam setelah tertelan dapat menurunkan angka mortalitas. ALT. dan takipnea biasanya muncul 2-4 hari setelah tertelannya paraquat. Sebelum diberikan terapi untuk membatasi absorbsi dan efeknya. Keracunan fatal dilaporkan telah terjadi akibat kontaminasi paraquat yang lama. oesofagus. tetapi dapat muncul setelah 14 hari. Beberapa penelitian menjelaskan tentang fenomena toksisitas pada hati ini dan pada tahun 1977 oleh Cagen dan Gibson menemukan bahwa paraquat tidak bersifat hepatotoksik pada jenis tikus tertentu. keracunan gastrointestinal yang lain berupa kerusakan sel-sel hati yang menyebabkan peningkatan bilirubin dan enzim hati seperti AST. vesikel. Asidosis metabolik dan hiperkalemia dapat terjadi akibat gagal ginjal. Kelainan patologik ini dapat terjadi dalam beberapa jam pertama setela masuknya paraquat yang melalui pencernaan. Keracunan ini bermanifestasi sebagai edema dan nyeri akibat ulseratif pada mulut. Kerusakan lokal pada kulit berupa dermatitis kontak. Gejala pada kulit biasanya terjadi pada pekerja tani akibat keracunan paraquat. pyuria. faring. Khususnya dalam bentuk konsentrat. paraquat menyebabkan kerusakan lokal pada jaringan yang terpapar dengan zat tersebut. lambung. Kontak yang lama akan menyebabkan eritema. Traktus gastrointestinal adalah tempat pertama atau keracunan fase I ke permukaan mukosa melalui proses pencernaan dari zat tersebut.Pankreatitis dapat menyebabkan nyeri abdomen berat. Batuk. Oligouria atau anuria mengindikasikan adanya nekrosis tubular akut. batuk berdahak adalah awal dan manifestasi terpenting dari kerusakan paru akibat paraquat. termasuk paruparu. terjadi suatu reaksi dari konsentrasi tersebut pada jaringan paru-paru. Kontak yang lama pada kulit . kulit yang erosif akan mempertinggi tingkat absorbsinya. Pada beberapa kasus. dan perubahan pada kuku. gagal ginjal dapat terjadi akibat terbentuknya konsentrasi tinggi. hematuri. Sianosis secara progresif dan sesak napas menunjukkan adanya gangguan pertukaran oksigen pada paru yang rusak. dan usus. Walaupun absorbsi melalui kulit lambat. dan LDH. Oleh karena ginjal merupakan organ yang mengeliminasi paraquat dari jaringan tubuh. Pada derajat yang lebih tinggi.

Kontak racun pada kuku dapat menyebabkan bintik putih atau pada kasusu berat dapat terjadi atrofi kuku. Sebagai tambahan. Gejala-gejala yang dapat ditemukan: o Segera: muntah o Beberapa jam: diare.akan menimbulkan pengikisan atau ulserasi. kerusakan hati.efusi pleura. paparan melalui inhalasi tidak menyebabkan keracunan sistemik karena penguapan dan konsentrasi yang rendah dari paraquat. Gejala dan tanda klinis keracunan parakuat tergantung dari dosis parakuat yang tertelan: • Dosis ringan (<20 mg ion paraquat/kg berat badan): asimtomatik atau mual-muntah dan diare. yang cukup untuk mempermudah absorpsi ke sistemik. nyeri perut. beberapa pekerja tani dapat terpapar melalui inhalasi semprotan dengan gejala perdarahan hidung akibat kerusakan lokal. • Dosis sedang hingga berat (20-40 mg/kg ion parakuat/ kg berat badan): Beberapa pasien dapat bertahan hidup. Gejala-gejala yang dapat ditemukan: o Efek segera: muntah . Kontaminasi pada mata menyebabkan konjungtivitis berat dan kadang-kadang berlanjut ke kelainan kornea. hipotensi dan takikardi o Satu atau dua minggu kemudian: batuk. namun sebagian besar pasien akan meninggal dalam 2-3 minggu karena gagal paru. Namun. hemoptisis. ulserasi mulut dan tenggorokan o Satu sampai 4 hari: gagal ginjal. fibrosis paru dengan penurunan fungsi paru • Dosis fulminan (>40 mg/kg ion parakuat/kg berat badan):Kematian karena kegagalan multi organ dapat terjadi dalam waktu 1-4 hari.

larutan 15% sebanyak 1 liter untuk orang dewasa atau 15 mg/kg berat badan untuk anak-anak. Oksigen tidak diberikan kecuali terjadi hipoksia berat karena dapat meningkatkan toksisitas parakuat. Dalam jumlah yang berlebih. Penggunaan diuresis paksa tidak dianjurkan lagi. dan kejang Paru-Paru Sebagai Organ Target Ginjal merupakan jalur utama ekskresi parakuat. ulserasi mulut dan esofagus. nyeri perut. gagal ginjal dan hati. . pernapasan dan sirkulasi berada dalam kondisi baik. koma. Hal tersebut menjelaskan mengapa paru menjadi target organ pada keracunan parakuat. dapat digunakan Fuller’s earth . miokarditis.kasikan bila terdapat bukti gagal ginjal. Hemodialisis dan dialisis peritoneal diindi. Hal itu dilakukan dengan membantu eliminasi racun melalui ginjal. pankreatitis.o Beberapa jam sampai beberapa hari: diare. Pengendalian Keracunan Paraquat Penanganan keracunan parakuat yang pertama adalah memastikan bahwa jalan napas. Dengan demikian. Bilas lambung harus dilakukan dengan hati-hati karena risiko terjadinya cedera esofagus. Pasien perlu diberi cairan yangadekuat untuk mengoptimalkan pembersihan parakuat dari ginjal. Suspensi bentonite 7% (minimal 500 ml) dimasukkan ke dalam lambung 1-2 jam setelah parakuat tertelan. Bila tidak ada. dengan memperhatikan keseimbangan antara cairan dan elektrolit. penggunaan oksigen dapat meningkatkan jumlah radikal bebas yang terbentuk dan menambah kerusakan yang terjadi pada jaringan paru. oleh karena itu fungsi ginjal harus dipantau dengan seksama dan fungsinya dijaga tetap optimal. yaitu karena jaringan paru kaya akan oksigen. anion superoksida menyebabkan pembentukan radikal bebas hidroksil. Selanjutnya dilakukan usaha sesegera mungkin untuk mengeluarkan sebanyak mungkin parakuat untuk mengurangi absorpsi. yang dapat menghancurkan sel melalui peroksidasi lipid dan inhibisi enzim seluler yang esensial. Hal tersebut disebabkan oleh radikal bebas yang diproduksi oleh parakuat di dalam tubuh bereaksi dengan molekul oksigen membentuk anion superoksida.

esofagus atau lambung. Selain itu antiemetik golongan fenotiazin seperti proklorperazin dapat pula diberikan. Antibiotik dapat diberikan bila terdapat infeksi. misalnya Ondansetron 8 mg (5 mg/m2 untuk anak-anak) dengan suntikan intravena perlahan. Analgesik yang agresif (misalnya opiat) mungkin diperlukan bila pasien sangat kesakitan karena cedera korosif pada mulut.php/idnmed/article/download/1212/1172 http://www.com/doc/122580949/Paraquat . http://indonesia.digitaljournals. harus dihindari karena dapat berinteraksi dengan dopamin yang mungkin diperlukan untuk fungsi ginjal. Selanjutnya diberikan obat antiemetik untuk mengendalikan muntah. Perawatan mulut dilakukan untuk mengatasi ulserasi dan reaksi inflamasi.org/index. Obat yang dapat digunakan antara lain antagonis SHT3.com/doc/97597713/Intoksikasi-Herbisida http://www. atau obat pencahar (contoh: manitol atau magnesium sulfat).karbon aktif (Norit®) dengan dosis 100 g untuk orang dewasa atau 2 g/kg berat badan untuk anak.lahan atau infus selama 15 menit.scribd. Asupan nutrisi peroral dihindari jika diduga terdapat cedera orofaring atau esofagus.scribd. Antagonis dopamin. seperti metoklopramid.