You are on page 1of 17

TUGAS KIMIA ORGANIK LANJUT (KOL) Mekanisme Reaksi Adisi

DISUSUN OLEH : 1. FENNY RIZKY PRATIWI (06101410002) 2. WINDA MAYANG LESTARI (06101410026) 3. MELA ROZALIA (06101410027) 4. WARSITO (06111410016)

DOSEN PEMBIMBING : Drs. Andi Suharman, M,.Si

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN JURUSAN PENDIDIKAN MIPA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2013

1. perhatikan beberapa contoh dari reaksi adisi.CH2 = CH2 + HBr CH2 = CH2 + H2SO4 CH3 . Adisi hidrogen pada alkena dengan bantuan katalis ini disebut juga hidrogenasi katalitik. Adisi hidrogen Senyawa alkena direaksikan dengan H2 dengan katalis Pt.CH3 CH3CH.Pengertian dan Jenis-jenis Reaksi Adisi 1. Pt CH3.CH3 │ OH CH3 .CH3 │ Br CH3 CH2 OSO3H H+ CH3CH.CH2 │ │ Br Br CH3CH. Contoh 1 : Contoh 2: Contoh 3: Contoh 4: Contoh 5: CH2= CH2 + H2 kat. dan hasil yang diperoleh adalah alkana. biasanya terjadi pada senyawa yang mengandung ikatan tidak jenuh atau ikatan rangkap.Berikut ini. Contoh: Ni CH3 .1. Ciri khas dari senyawa alkena adalah ikatan rangkap yang dapat berubah menjadi ikatan tunggal dengan cara reaksi adisi.C= C + X–Y X Y │ │ -C–C│ │ Dala Reaksi adisi yang dapat terjadi pada alkena adalah: 2. Jenis-jenis Reaksi Adisi 2.CH2 = CH2 + Br2 CH3 . 2.CH2 = CH2 + H2O Berdasarkan contoh-contoh di atas dapat dilihat bahwa zat yang mengadisi pada ikatan rangkap selalu membagi diri pada ke dua atom C yang dihubungkan oleh ikatan rangkap. Pengertian Reaksi Adisi Adisi mempunyai makna harfiah yaitu penambahan. Reaksi adisi dalam kimia organik. Pd. atau Ni.CH2 = CH2 + H2 CH3CH2 CH3 .1 Reaksi-reaksi Adisi Pada Alkena Pola umum reaksi adisi pada alkena adalah: │ │ .

HBr. yang dapat melarutkan kedua reaktan.CH3 │ I Catatan: apabila alkena yang bereaksi berstruktur asimetrik maka arah adisinya mengikuti kaidah Markovnikov.CH2Br │ CH3 2. Adisi alkena Hasil adisi alkena pada alkena yang sejenis dalam kondisi tertentu adalah suatu senyawa dengan jumlah C dan atom H dua kali lipat dari alkena semula.1.1.1. misalnya karbon tetraklorida (CCl4). Contoh: CH3 . 2. Alkena dapat bereaksi dengan asam sulfat pekat dingin dan menghasilkan alkil hidrogen sulfat. Adisi asam halogen Asam halogen yang lazim digunakan dalam adisi ini adalah HCl.2.3. dan HI.5. Kadang-kadang digunakan pelarut yang polaritasnya sedang.CH = CH2 + H2SO4 CH3 CH CH3 + HI │ OSO3H 2.1. Adisi halohidrin Yang dimaksud dengan adisi halohidrin adalah adisi unsur-unsur hipohalit (HOX). Contoh: CH3 -C = CH2 │ CH3 + H2 O H+ OH │ CH3 C. Hasil adisi ini adalah suatu alkohol. misalnya asam asetat.CH = CH2 + HI CH3CH. Adisi air Air dapat mengadisi alkena bila berlangsung dalam suasana asam.2. Reaksi dilangsungkan dengan mengalirkan gas asam halogen kering kedalam alkena. Contoh: CH3.CH = CH2 + Br2 │ CH3 CCl4 Br │ CH3C.4. Adisi klor atau brom dalam lingkungan air pada alkena mengahasilkan senyawa yang mengandung –Cl atau –Br dan gugus –OH pada dua atom C yang berdampingan.7. Adisi halogen Adisi halogen (klor atau brom) pada alkena dilakukan dengan mencampurkan kedua reaktan dalam pelarut inert. Contoh: CH2 = CH2 + Br2 H2O CH2.CH2 │ │ Br OH 2.6. Contoh: CH2 = CH2 + HI CH3 CH2 I CH3 .1. .1. Adisi asam sulfat. atau mengaduk alkena cair dengan asam sulfat.CH3 │ CH3 2. Reaksi ini dilangsungkan dengan cara mengalirkan gas alkena kedalam asam sulfat.

C . Alkilasi alkena Yang dimaksud dengan alkilasi alkena dalam hal ini adalah adisi alkana pada alkena. adisi senyawa karbonil memberikan hasil adisi dengan ciri bagian positif dari zat yang mengadisi mengikatkan diri pada atom O sedangkan bagian negatifnya pada atom C.CH2 . Hal ini karena diantara atom C dan O memiliki perbedaan keelektronegatifan.C-CH3 │ CH3 H2SO4 pekat 0-10oC CH3 │ CH3 │ CH3 .CH = CH2 + CH3 -CH = CH2 │ │ CH3 CH3 CH3 CH3 │ │ (1) CH2=C.X │ Reaksi-reaksi adisi yang dapat terjadi pada senyawa karbonil adalah: 2.O .C .2 Reaksi-reaksi adisi pada senyawa karbonil Sebagai suatu gugus fungsi.OMgX + HOH │ R │ .O . Adisi pereaksi Grignard .1. gugus karbonil bersifat polar. Oleh karena itu kepolaran gugus karbonil dinyatakan dengan: -C = O │ Sebagai akibatnya.C .1.8.2.C = CH –C-CH3 │ │ CH3 CH3 │ 2. Digunakannya istilah alkilasi tersebut karena yang mengadisi pada molekul alkena adalah atom H dan gugus alkil.MgX │ Hasil adisi tersebut bila ditambah dengan air menjadi alkohol: R │ .OH + Mg(OH)X │ alkohol .Oleh karena itu hasil tersebut merupakan bentuk dimer dari alkena semula dan reaksinya dinamakan dimerisasi.C = CH2 + H .CH2 – C-CH3 │ CH3 CH3 (2) CH3 .C = O + RMgX │ R │ . yaitu atom O lebih elektronegatif daripada atom C.C . Contoh : CH3 │ CH3 │ CH3 .C-CH3 │ │ H CH3 2. Dengan demikian pola umum reaksi adisi pada senyawa karbonil dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi: -C = O + │ X–Y Y │ -C . Contoh : CH3 .

C = O + ROH │ H HCl kering │ .C . Adisi derivat (turunan) amoniak Bila derivat amoniak dituliskan dengan rumus G-NH2 maka adisinya pada senyawa karbonil dituliskan dengan persamaan reaksi: .C = NOH + H2O │ G-N–H suatu oksim 2. Adisi alkohol Alkohol dapat mengadisi pada gugus karbonil aldehida dalam lingkungan asam anhidrat dan mengahsilkan senyawa asetat. senyawa akrolein yang rumus strukturnya : H2C = CH – C = O │ H Gugus karbonil dalam senyawa karbonil ini.CH – C = O │ │ Br H . CN │ . Bila misalnya G-NH2 berupa HO-NH2 (hidroksilamina) maka hasil akhir adisinya adalah senyawa oksim.OH H2O COOH │ .C .2.OH │ asam hidroksi karboksilat 2.OH │ senyawa sianohidrin Hasil adisi tersebut jika dihidrolisis menghasilkan asam hidroksi karboksilat. Pada umumnya. Adisi asam sianida .C = O + HCN │ CN │ . .C = O + H2N-G │ │ .C = N-G + H2O Ada sejumlah derivat amoniak yang dapat mengadisi pada senyawa karbonil.C .C .2.2.C .4. adisi pereaksi asimetrik (X-Y) terjadi sedemikian sehingga bagian positif dari zat yang mengadisi mengikatkan diri pada atom C dan bagian negatifnya ke atom Cβ.OH │ G-N–H │ . Contoh : H2C = CH – C = O + HBr │ H H2C .3. .C = O + H2N-OH │ .OR │ H + ROH OR │ .2.OR │ H Suatu asetal adalah senyawa yang memiliki gugus karbonil dan ikatan rangkap di antara atom Cβ.C . Contoh. ikut menentukan arah adisi.2.

3-butadiena) Dalam reaksi adisi pada diena terkonjugasi. maka didapatkan : . hasil langkah pertama tersebut bereaksi dengan spesies yang memiliki sepasang elektron. Langkah pertama dalam mekanisme reaksi adisi elektrofilik adalah spesies yang bermuatan positif (elektrofil) menyerang ikatan rangkap pada alkena. Mekanisme reaksi adisi Elektrofilik Jika sebuah elektrofil bereaksi dengan alkena. Contoh: CH2 = CH – CH = CH2 + HBr (1) CH3 .4.CH2 H FeCl3 H + Cl2 CH2 .CH – CH = CH2 │ Br (2) CH3 .CH2 . umumnya akan terbentuk sebuah kation antara(biasanya sebuah karbokation). ternyata zat yang mengadisi tidak hanya mengikatkan diri pada atom-atom C berikatan rangkap yang berdampingan. (3) mekanisme reaksi adisi radikal bebas. W = spesies yang memiliki sepasang elektron (tanda garis pada W menyatakan pasangan elektron).CH2 │ Br 2. Reaksi adisi pada sikloalkana Dalam adisi ini sistem cincin dari siklopropana dan siklobutana terputus sehingga hasil reaksinya berupa senyawa rantai terbuka (alifatik). Dalam langkah ke dua.CH = CH .3 Reaksi adisi pada diena terkonjugasi Yang dimaksud diena terkonjugasi adalah senyawa hidrokarbon yang mempunyai dua buah ikatan rangkap yang dipisahkan oleh sebuah ikatan tunggal misalnya: CH2 = CH – CH = CH2 (1. masing-masing adalah : (1) mekanisme reaksi adisi elektrofilik. Mekanisme Reaksi Adisi Mekanisme reaksi adisi yang akan anda pelajari dalam kegiatan belajar ini juga ada tiga macam. (2) mekanisme reaksi adisi nukleofilik.CH2 Cl Cl Dari kedua contoh diatas tampak bahwa sebuah ikatan karbon-karbon terputus dan kedua atom dari zat yang mengadisi terikat pada kedua ujung rantai propana.2. 80 oC CH2 . Adisi elektrofilik merupakan reaksi khas pada alkena. yang seringkali merupakan spesies yang bermuatan negatif. Contoh: CH2 H2C CH2 + H2 Ni. A. Bila langkah–langkah tersebut di atas dituliskan persamaan reaksinya dengan pengandaian : Y+ = elektrofil. tetapi juga pada atom-atom C berikatan rangkap yang terletak dikedua ujung sistem yang terkonjugasi tersebut.CH2 .

Adisi asam halogen pada alkena . Polarisasi ini memperlemah ikatan Br-Br. HBr. dan muatan parsial negatif pada atom Br yang berjauhan dengan molekul alkena. maka hasil adisinya hanya ada satu macam. maka adisinya mempunyai kemungkinan dua macam hasil. sehingga terjadi muatan parsial positif pada atom Br yang berdekatan dengan molekul alkena. Adisi asam halogen pada alkena. Akibat serangan tersebut molekul brom terpolarisasi.C Br + C + Br .C CBr Pada langkah 1. sehingga akhirnya terjadi pemutusan ikatan secara heterolitik dalam langkah 2.Langkah -1: │ │ -C=C+ Y+ Langkah -2: Y │ │ -C-C+ │ Y + │ -C–C│ │ W Y │ │ -C–C│ │ + W- Perlu diketahui bahwa tidak semua adisi elektrofilik mengikuti mekanisme seperti yang dituliskan di atas. Bila alkenanya simetrik (kedua sisi dari atom C berikatan rangkap terdapat atom/gugus yang sama). Ikatan rangkap pada alkena alkena dapat diadisi dengan mudah oleh asam-asam halogen HCl.menyerang hasil dari langkah 2 sehingga terjadi senyawa visinaldibromida. Pada langkah 3 ion Br. elektronmolekul brom.Br C Br Br C Langkah 2: C Br Br C -C Br + ion bromonium siklik C+ Br - Langkah 3: Br . Sebagai contoh. 2. pada reaksi brominasi langkahlangkah yang terjadi adalah: Langkah 1: -C=C+ Br . dan HI. Dari hasil pemutusan ikatan secara heterolitik tersebut diperoleh Br+ dan Br-.1. Tetapi jika alkenanya asimetrik (atom/gugus yang diikat oleh kedua atom C yang berikatan rangakap berbeda).

dapat dipakai untuk meramalkan hasil adisi ICl pada suatu alkena asimetrik. Peramalan hasil tersebut dimungkinkan karena . Langkah 1: 1 CH2 = CH – CH3 + H+ 2 3 (1) CH3 . Kaidah Markovnikov diatas.asimetrik terjadi dengan dua cara. Contoh: CH2 = CH – CH3 + HCl CH3 . perhatikanlah langkah-langkah mekanisme berikut ini.CH – CH3 (Isopropil klorida) │ Cl ClCH2 – CH2 – CH3 (n-propil klorida) +CH2 – CH2 – CH3 + Cl- tidak terbentuk Dengan memperhatikan langkah-langkah reaksi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa terjadinya adisi Markovnikov karena mengarah pada terbentuknya karbokation yang lebih stabil (dalam hal ini berupa karbokation isopropil) sedangkan terjadinya adisi anti Markovnikov mengarah pada terbentuknya karbokation yang kurang stabil (dalam hal ini berupa karbokation n-propil). yaitu yang mengikuti kaidah Markovnikov dan yang tidak mengikuti kaidah Markovnikov (adisi anti Markovnikov). Dengan memahami mekanisme adisi asam halogen pada alkena asimetrik. yaitu: dalam adisi ionik pada alkena asimetrik. bagian positif dari zat pengadisi mengikatkan diri pada atom C berikatan rangkap sedemikian sehingga diperoleh karbokation yang lebih stabil.+CH – CH3 + ClCH3 . maka kaidah Markovnikov dapat dinyatakan secara lain.CH – CH3 (Adisi Markovnikov) │ Cl CH2 – CH2 – CH3 (Adisi anti Markovnikov) │ Cl + HCl Untuk mengetahui bagaimana terjadinya kedua macam produk tersebut.+CH – CH3 (karbokation isopropil) (2) +CH 2 – CH2 – CH3 (karbokation n-propil) Terjadinya kedua macam karbokation dalam langkah 1 ini adalah sebagai akibat dari perbedaan posisi serangan H+ terhadap atom C yang berikatan rangkap. Bila serangan H+ pada atom C1 maka terjadi karbokation: CH3 .+CH – CH3 (karbokation isopropil) Suatu karbokation sekunder Bila H+ menyerang atom C2 terjadi karbokation: – CH2 – CH3 (karbokation n-propil) suatu karbokation primer +CH2 Langkah 2: CH3 .

Terbentuknya senyawa bromoalkohol. khususnya dalam langkah 1 dan 2 yaitu: Langkah 1 : -C=C+ Br Br C Br Br C Langkah 2 : . dapat dijelaskan dengan uraian berikut ini. Langkahlangkah dalam mekanisme reaksi di atas adalah: Langkah 1: CH2 H ║ │ CH3 . Pembentukan bromohidrin dari alkena memiliki mekanisme reaksi yang hampir sama dengan mekanisme brominasi alkena. 2.C – CH3 + H – O – H + Catatan: + CH3 .3 Pembentukan bromohidrin Brominasi suatu alkena dilangsungkan dalam larutan air hasil adisinya yang utama adalah senyawa bromoalkohol.2 Adisi Air pada Alkena Pembuatan alkohol sekunder dan tersier dapat dilakukan dengan reaksi adisi air pada alkena dengan menggunakan katalis asam. ternyata menghasilkan tersier-butil alkohol.C – O-H + H+ │ CH3 Tersier –butil alkohol 2. Mekanisme yang terjadi dalam adisi air pada alkena dapat dipelajari dalam contoh dibawah ini.C – CH3 + H2O │ CH3 Reaktan H – O – H │ H H2O + H + + dalam langkah -1 ini diperoleh dari reaksi : + H–O–H │ H Langkah 2: + CH3 . yang sering juga disebut bromohidrin. Asam yang lazim digunakan sebagai katalis adalah H2SO4 atau H3PO4. Contoh: 2-metil propena diberi air dengan katalis asam pada 250C. sedangkan hasil sampingannnya adalah senyawa visinal-dibromida. Dalam adisi ini berlaku kaidah Markovnikov.bagian positif dari ICl adalah I dan bagian negatifnya adalah Cl (Cl lebih elektronegatif daripada I).C – CH3 + H2O │ CH3 CH3 │ CH3 .

Mekanisme reaksi adisi nukleofilik pada senyawa karbonil dituliskan sebagai berikut: Langkah -1: .C Br Br C -C Br + ion bromonium siklik C.O+ -C CBr +H2O H3O + + -C COH Br senyawa bromohidrin Hasil sampingan yang berupa senyawa visinal-dibromida terbentuk melalui langkah: Br . Dalam gugus karbonil terdapat ikatan rangkap karbon-oksigen.C CBr 3. atom aksigen lebih elektronegatif daripada atom karbon. Karena atom C tersebut tuna (defisien) elektron maka gugus karbonil mudah sekali diserang oleh spesies yang kaya elektron.O: H .+ Br - Langkah 3 : Langkah 3 dalam mekanisme pembentukan bromohidrin adalah serangkaian nukleofil H2O pada produk langkah 2: H H -C Br + CH . yaitu nukleofil atau basa Lewis.C Br + C + Br . Oleh karena itu maka elektron-elektron pi dalam gugus karbonil ditarik dengan kuat oleh oksigen. yang masing-masing memiliki gugus karbonil. Mekanisme Reaksi adisi Nukleofilik Reaksi adisi nukleofilik merupakan reaksi khas pada aldehid dan keton. sehingga terjadi muatan parsial positif pada atom C dan muatan parsial negatif pada atom O : -C = O │ Langkah penting dalam reaksi-reaksi pada senyawa yang mengandung gugus karbonil adalah pembentukan ikatan pada atom C gugus karbonil tersebut.

Oleh karena itu langkah-langkah dalam mekanisme adisi HCN pada aldehida/keton adalah: Langkah -1: R C= O H(R') + CN H(R') R C CN O- Langkah -2: R O C H(R') CN + H+ H(R') R C CN OH senyawa sianohidrin Adisi senyawa-senyawa lain pada aldehida/keton.C .O -Y Z -C-O- Langkah-2: Z -C-O- Dalam adisi nukleofilik. maka serangan nukleofil pada keton lebih terhalang.Z -C=O + Z nukleofil -C O Z + Y+ elektrofil .1. pada umumnya aldehida lebih cepat bereaksi daripada keton. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan diantara atomatom yang diikat oleh atom C gugus karbonil pada aldehida dan keton. HCN terdiri dari bagian positif (elektrofil) yang berupa H+ dan bagian negatif (nukleofil) yang berupa CN-. Berikut ini disajikan beberapa contoh reaksi adisi nukleofilik pada aldehida/keton: 3. maka sifat pereaksi Grignard adalah sebagai senyawa organologam. NaHSO3. Unsur . Dalam setiap senyawa organologam terdapat ikatan antara atom C dan atom logam. Contoh: bila pereaksi Grignard mengadisi pada suatu aldehida. R C = O H aldehida R keton R C = O Atom C gugus karbonil pada aldehida mengikat atom H. juga mengikuti mekanisme yang sama dengan adisi HCN. sedangkan pada keton berikatan dengan gugus alkil/aril. Adisi HCN (pembentukan sianohidrin) Sebagai suatu asam. seperti misalnya pereaksi Grignard. Dengan kata lain reaksi adisi nukleofilik pada keton lebih sukar atau lebih lambat daripada aldehida. Karena gugus alkil/aril jauh lebih ruah dari hidrogen.

maka senyawa yang diperoleh dinamakan hemiketal. misalnya: + HONH3Cl+ C6H5NHNH3Cl- : hidroksilamina hidroklorida : fenilhidrazina hidroklorida .logam │ Atom C dalam senyawa organologam bersifat sebagai nukleofil.3.MgX 3. 3.logam yang elektropositif mengakibatkan ikatan di antara atom C dan atom logam menjadi: . Adisi derivat amoniak (G-NH2) Seperti halnya NH3 senyawa-senyawa derivat amoniak bersifat basis. Oleh karena itu derivat amoniak dengan asam dapat membentuk garam. Langkah-langkah dalam mekanisme reaksinya adalah: Langkah -1: R C = O + R'OH H R OC H OR' + H+ C H OR' R C OOR' Langkah-2: R OH hemiasetal Bila yang dilarutkan dalam alkohol berupa keton. Produk hemiasetal akan mencapai suatu kesetimbangan dengan aldehida dilarutkan dalam alkohol.C .2. bagian positifnya (MgX)+ dan bagian negatifnya R’ sehingga mekanisme adisinya pada aldehida adalah sebagai berikut: Langkah -1: R C=O H(R') + RH R C OR Langkah – 2: R C H R O+ (MgX)+ H R C R O . Adisi alkohol Reaksi adisi nukleofilik alkohol pada gugus karbonil aldehida akan menghasilkan suatu produk hemiasetal. Oleh karena itu dalam pereaksi Grignard R’-Mg-X.

Garam hasil reaksi antara senyawa derivat amoniak dengan asam. Langkah pelepasan H2O dan H+ dari hasil langkah 2 : H │ │ . Langkah serangan nukleofil G-NH2 pada gugus karbonil yang telah terpotonasi : 3. Adisi derivat amoniak pada senyawa karbonil merupakan adisi nukleofilik yang memerlukan derajat keasaman rendah. agak sukar teroksidasi oleh udara jika dibandingkan dengan bentuk asalnya. maka langkah-langkah dalam mekanismenya adalah sebagai berikut: Langkah-1: O C H + OHOH H C O- Langkah-2: H C OH O+ C H H O C H O+ OH C = O Selanjutnya: .C = O + H+ + C = OH 2. Langkah protonasi gugus karbonil oleh asam : . Bila sebagai contoh aldehida yang tidak mengandung H digunakan benzaldehida. Suasana asam seperti ini diperlukan untuk protonasi atom O pada gugus karbonil sehingga mengakibatkan atom gugus karbonil mudah diserang oleh nukleofil.C = OH + G-NH │ │ │ . sehingga dalam bentuk garam itulah cara yang terbaik untuk penyimpanan derivat amoniak.C = N + .C–N+-G │ │ OH H . Bila derivat amoniak dinyatakan dengan rumus G-NH2 maka langkah-langakah dalam mekanismenya dengan senyawa karbonil adalah sbb: 1. Bukti-bukti dari eksperimen menunjukkan bahawa reaksi Cannizaro ini mengikuti pola mekanisme adisi nukleofilik.4.C–N+-G │ │ OH H 4. aldehida-aldehida yang tidak mengandung H dapat mengalami oksidasi dan reduksi serta menghasilkan suatu alkohol dan suatu garam dari asam karboksilat. H + . Reaksi Cannizarro Reaksi Cannizarro dapat terjadi apabila didalam lingkungan alkali pekat.G + H2O + H+ │ │ 3.

terjadi pada langkah 1. orientasi adisinya berlawanan dengan kaidah Markovnikov.2: Langkah–3: Langkah-4: RO● + H●●Br Br● + . sedangkan yang berlangsung dibawah pengaruh peroksida merupakan adisi radikal bebas dan tidak mengikuti kaidah Markovnikov.CH – CH3 (Adisi Markovnikov) │ Br CH2 – CH2 – CH3 (Adisi anti Markovnikov) │ Br 2) CH2 = CH – CH3 + HBr Mekanisme yang terjadi pada kedua contoh diatas memang berbeda. Selanjutnya radikal bebas yang dihasilkan pada langkah-1 tersebut mengabstraksi atom H dari HBr (langkah-2 ) dan mengahsilkan radikal bebas Br•. Contoh reaksi yang mengikuti mekanisme adisi radikal bebas adalah reaksi antara HBr dengan alkena dibawah pengaruh suatu peroksida.C = C │ │ . maka radikal bebas cenderung mencari pasangan untuk elektron tunggal tersebut. Oleh Kharasch dan Mayo dinyatakan bahwa adisi HBr pada alkena asimetrik yang tidak dibawah pengaruh peroksida adalah adisi elektrofilik yang mengikuti kaidah Markovnikov. misalnya alkena. Oleh karena itu radikal bebas dapat bereaksi dengan senyawasenyawa yang dapat menyediakan elektron. Dalam reaksi adisi HBr pada alkena dengan pengaruh peroksida. perhatikanlah dua buah contoh adisi HBr pada alkena berikut ini: 1) CH2 = CH – CH3 + HBr CH3 . Mekanisme Reaksi Adisi Radikal Bebas Radikal bebas adalah suatu spesies yang memiliki elektron yang tidak berpasangan.C – C ● + HBr │ Br 2 RO● ROH + Br● langkah inisiasi -C–C● │ Br │ -C–C● │ Br + Br● langkah propagasi Dekomposisi peroksida dan menghasilkan radikal bebas RO●. Pada langkah 3 radikal bebas Br• mengikatkan diri pada salah satu atom C berikatan rangkap dalam alkena dengan cara menggunakan elektron . Agar anda lebih jelas memahami fakta tersebut.H C H hasil reduksi O+ H+ CH2OH C = O OH COO+ hasil oksidasi H+ 5. Pada dasarnya dalam adisi HBr pada alkena dengan pengaruh peroksida mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: Langkah-1 : R – O – O – R Langkah.

tetapi juga oleh iradiasi cahaya dengan dengan panjang gelombang tertentu. Fakta ini merupakan petunjuk bahwa memang terjadi reaksi rantai. digunakan dasar hasil kajian terhadap reaksi berbagai radikal bebas dengan beragam alkena. Diperoleh pula fakta bahwa adisi anti–Markovnikov tidak hanya disebabkan oleh adanya peroksida. Bila ditinjau dari sudut kestabilan radikal bebas yang terbentuk. Bila diperhatikan hasil dari langkah–4. . Mekanisme reaksi yang dituliskan diatas didukung oleh fakta yaitu bahwa molekul peroksida yang sedikit sekali jumlahnya mampu mengubah orientasi adisi sejumlah besar molekul HBr. Oleh karena itu dalam adisi HBr pada propena yang mengikuti mekanisme radikal bebas diperoleh n-propil bromida. Hasil dari langkah-3 ini adalah perubahan alkena menjadi suatu radikal bebas. yang pembentukannya melalui reaksi: CH2 – CH – CH3 + HBr │ Br ● CH2 – CH2 – CH3 + Br● │ Br Bila ditinjau dari faktor polar dapat dijelaskan bahwa meskipun radikal bebas bersifat netral namun mempunyai kecenderungan untuk menarik atau melepaskan elektron. (b) Faktor polar. Oleh karena itu radikal bebas memiliki sebagian dari ciriciri nukleofil atau elektrofil. Zat antara tersebut berstruktur: CH2 – CH – CH3 │ Br ● Radikal bebas dengan struktur seperti diatas merupakan radikal sekunder. Pada langkah-4. radikal bebas yang terbentuk pada langkah-3 mengabstraksi atom H dari HBr. yang memungkinkan disosiasi HBr menjadi atom H dan Br. Oleh karena itu atom karbon lainnya memiliki satu elektron tidak berpasangan. Disamping itu ikatan pi juga terputus sebagian. yaitu: (a) Kestabilan radikal bebas yang terbentuk.tunggal yang dimilikinya dan salah satu elektron pi. dan atom C berikatan rangkap yang lain telah memperoleh sebagian elektron yang akan dibawanya setelah terjadi zat antara radikal bebas. Dalam langkah terminasi radikal bebas ini dapat bergabung dengan radikal yang lain. terlihat bahwa adisi sudah terjadi namun disertai produk lain yang berupa radikal bebas Br•. mirip dengan yang terjadi pada langkah-2. yang menyimpulkan tentang adanya tiga faktor yang terlibat. dapat diberikan penjelasan bahwa pada tahap reaksi antara radikal bebas Br• dengan propena dihasilkan suatu keadaan transisi yang dituliskan sbb: CH2 = CH – CH3 + Br● CH2 │ CH – CH3 Keadaan transisi B Dalam keadaan transisi tersebut ikatan antara brom dan salah satu atom C yang berikatan rangkap. yang pembentukannya berjalan lebih cepat daripada radikal primer. baru terbentuk sebagian. dan (c) Faktor sterik. Dalam menjelaskan fakta bahwa adisi HBr pada propena dengan pengaruh peroksida menghasilkan n-propil bromida.

CCl3 + ●CCl3 │ Cl .CH – CH2.Karena keelektronegatifannya maka dapat diperkirakan bahwa atom Br memiliki ciri-ciri elektrofil. Karena keadaan transisi strukturnya tidak terlalu rapat maka cukup memiliki kestabilan.CH – CH2. Dengan demikian dalam keadaan transisi pada reaksi propena dengan radikal bebas Br• yang dituliskan dengan rumus struktur: CH2 ● CH – CH3 ● maka atom Br memiliki elektron lebih banyak daripada elektron yang digunakan dalam pemakaian bersama (sharing) atas pemberian dari elektron ikatan rangkap.CCl3 + Cl●●CCl3 ● ROCl + ●CCl3 R. Hal yang demikian menyebabkan keadaan transisi menjadi polar. Adisi radikal bebas juga terjadi pada reaksi antara karbon tetraklorida dan alkena dengan pengaruh senyawa peroksida (ROOR). Adisi radikal bebas pada atom C terminal (C1) hambatannya lebih kecil daripada adisi pada atom C2.CH – CH2. yang persamaan reaksinya dituliskan dengan: R – CH = CH2 + CCl4 peroksida R – CH -CH2 – CCl3 │ Cl Langkah-langkah dalam mekanisme reaksi tersebut di atas adalah: 1) R – O – O – R 2 RO● 2) RO● + Cl●●CCl3 3) CCl3● + RCH= CH2 4) R.CCl3 R.

Daftar Pustaka 1.. 3. Erlangga. Kimia Organik 3. Jakatra: Penerbit Erlangga. Worth Publishers. Organic Chemistry. Morrison & Boyd.. Fessenden/ A. H. 2. 1970. Suatu Kuliah Singkat. Wahyudi/Ismono. Hadyana Pudjaatmaka (1986).J. R.Fessenden.S. 2nd. J. Hart/Suminar Achmad.. Ed. Jakarta 4. (1987). 3rd Edition). (2000). (terjemahan dari Organic Chemistry. Depdikbud. Kimia Organik. Jakarta . Inc. Kimia Organik.