You are on page 1of 8

PENGARUH SESAR TERHADAP PERMEABILITAS BATUAN PADA MEDAN PANASBUMI

10062011
ABSTRAK Wilayah Indonesia mempunyai potensi panasbumi yang sangat besar. Hal ini merupakan dampak positif dari letak Indonesia yang dilalui oleh jalur gunungapi (ring of fire). Sedangkan keberadaan sistem panas bumi umumnya berkaitan erat dengan kegiatan vulkanisme dan magmatisme. Dimana sistem panas bumi biasanya berada daerah busur vulkanik (volcanic arc) dari sistem tektonik lempeng. Daerah vulkanik mempunyai lithologi dominan berupa batuan beku, selain itu pula daerah vulkanik mempunyai struktur geologi yang kompleks. Batuan beku merupakan batuan yang mempunyai permeabiliatas primer yang kecil. Karena proses deformasi yang menyebabkan adanya rekahan, batuan beku yang awalnaya mempunyai permeabilitas total yang kecil akan menjadi mempunyai permeabilitas total yang lebih besar. Katakunci: Struktur, Sesar, Permeabilitas, Panasbumi PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Secara umum medan panasbumi di Indonesia berasosiasi dengan daerah magmatik dan vulkanik. Karena pada daerah tersebut tersedia sumber panas bumi. Negara Indonesia yang berada di jalur ring of fire atau jalur gunungapi merupakan suatu wilayah yang memiliki potensi panas bumi. Jalur gunungapi sepanjang pantai barat Pulau Sumatera menerus ke daerah selatan Pulau Jawa, memanjang hingga ke Pulau Bali dan Nusa Tenggara, kemudian berbelok ke arah utara ke Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku dan Kepulauan Filipina. Pembentukan busur vulkanik menjadi landasan terhadap besarnya potensi panas bumi, sekaligus peluang untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia (Iim dkk, 2006).

Gambar 1. World High Temperature Geothermal Provinces (Sumber: Geothermal Energy, 1998, University of Utah) Sampai saat ini telah teridentifikasi sebanyak 251 lokasi prospek panasbumi yang tersebar di berbagai daerah (Ditjen GSDM, 2004). Sampai saat ini di Indonesia terdapat 7 (tujuh) lapangan panasbumi yang telah berproduksi

Sistem panasbumi ialah terminologi yang digunakan untuk berbagai hal tentang sistem air-batuan dalam temperatur tinggi di laboratorium atau lapangan (Santoso.yaitu Kamojang. 2004).2005) Proses-proses yang terjadi pada daerah panasbumi Indonesia yang terletak disekitar jalur ring of fire sangat berhubungan erat dengan sistem tektonik lempeng. 2006) adalah: 1. 2. Dieng (Jawa Tengah). Lokasi Lapangan Panasbumi di Indonesia (Sumber: LIPI. Derajat. Sedangkan tujuan dari penulisan ini yaitu mengetahui hubungan antara struktur sesar pada suatu medan panasbumi terhadap permeabilitas batuan panasbumi didaerah tersebut. serta Sibayak (Sumut) (Dwikorianto. Oleh sebab itu pada bagian selanjutnya akan dibahas mengenai struktur geologi pada medan panas bumi serta kenampakan dan pengaruhnya terhadap sistem panasbumi yang telah ada. Daerah panasbumi (geothermal area) atau medan panasbumi (geothermal field) ialah daerah dipermukaan bumi dalam batas tertentu dimana terdapat energi panas bumi dalam suatu kondisi hidrologi-batuan tertentu (Santoso. Wayang Windu (Jawa Barat). 2006). Sumber panas (heat source) Batuan reservoir (permeable rock) Batuan penutup (cap rock) Serta aliran fluda (fluida circulation) . 4. Dan biasanya pada daerah yang sangat terpengaruh dengan tektonik lempeng akan mempunyai struktur geologi yang sangat kompleks. Komponen utama pembentuk suatu sistem panasbumi (Dwikorianto. 2004). 2004). DASAR TEORI Sistem Panas Bumi Energi panas bumi merupakan energi yang tersimpan dalam bentuk air panas atau uap pada kondisi geologi tertentu pada kedalaman beberapa kilometar di dalam kerak bumi (Santoso. Lohendong (Sulut). 3. Sedangkan ruang lingkup spasial pembahasan akan terbatas pada medan panas bumi di wilayah Indonesia. Gunung Salak. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud penulisan ini untuk memberikan pengetahuan kepada para pembaca tentang pengaruh sesar terhadap permeabilitas batuan pada medan panasbumi. Gambar 2.

2004) Manifestasi Panasbumi di Permukaan Menurut Saptaji (2002) Kenampakan panasbumi dipermukaan dikontrol oleh: 1. 2004) adalah: 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi fluida panas pada kedalaman yang dalam. Viscositas. dan asal fluida panas tersebut. 5. dan pH : 2. Hembusan uap/gas .2 -5 . Mata air campuran khlorida dan sulfat. Mata air panas Mata air khlorida mempunyai kecepatan aliran yang tinggi. dengan kecepatan aliran rendah. Mata air sulfat umumnya kecepatan aliran rendah dan keruh dengan endapan kaolin. Input panas total (Qin) pada bagian dasar reservoar. 2. 3. 2. Tipe utama adari manifestasi panasbumi (Santoso. Profil Kurva Temperatur Titik Didih Untuk Air Murni dan Profil Temperatur Air Pada Sirkulasi Sistem Panasbumi (Sumber : Dickson. 5. dapat berwarna bening atau keruh. 4. dipermukaan umumnya mempunyai sifat keduanya. temperatur. Skema Sebuah Sistem Geothermal yang Ideal (Sumber : Dickson. umumnya berwarna bening dengan disertai endapan silika sinter. 3. Densitas. 2004) Gambar 4. 4. Faktor-faktor masuknya fluida dari luar kedalam sistem hidrologi daerah tersebut.Gambar 3. mineral sulfat dan residu silika. Permeabilitas terutama permeabilitas vertikal yang merupakan jalannya fluida ke permukaan.

dimana reservoir mempunyai permeabilitas antara 1 sampai 100 mD dan transmisivitas (hasil kali permeabilitas dan ketebalan) antara 1 sampai 100 Dm (Darcy meter) (Saptadji. Sifat batuan Reservoir di Beberapa Lapangan Panasbumi (Sember: Bjornsson & Bodvarsson. di mana batuannya terdiri dari rekahanrekahan dan rongga-rongga atau pori-pori. Hingga saat ini baru porosiitas matriks yang dapat diukur di laboratorium. Permeabilitas biasanya dinyatakan dalam satuan mD (mili Darcy). 2002). 1988) . 2002). Porositas batuan reservoir panasbumi biasanya dibedakan menjadi dua. Gambar 5. terkandung tidak hanya dalam pori-pori tetapi juga dalam rekahan-rekahan. Besarnya permeabilitas batuan tidak sama kesegala arah (anisotropy). 2002). Fluida panasbumi. Volume rongga-rongga atau pori-pori batuan tersebut umumnya dinyatakan sebagai fraksi dari volume total batuan dan didefinisikan sebagai porositas (Φ). sedangkan rekahannya sama dengan 100% (Saptadji. Tabel 1. yaitu pororsitas rekahan dan porositas antar butir atau porositas matriks batuan. Porositas (Φ) Reservoar panasbumi umumnya ditemukan pada batuan rekah alami. Alterasi hidrotermal dengan kenampakan khas di lapangan banyak dijumpai batuan yang berubah akibat aliran fluida hidrotermal. Beberapa parameter lain yang penting untuk menerangkan sifat batuan reservoir panasbumi adalah panas spesifik dan konduktivitas panas (Saptadji. Batuan reservoir panasbumi umumnya mempunyai permeabilitas matriks batuan sangat kecil.6. Permeabilitas (k) Permeabilitas suatu batuan merupakan ukuran kemampuan batuan untuk mengalirkan fluida. 2002). 2002). umumnya permeabilitas pada arah horizontal jauh lebih besar dari permeabilitas pada arah vertikal (Saptadji. dibidang geothermal seringkali dinyatakan dalam m2 . Beberapa Tipe Manifestasi Panasbumi Di Permukaan Sifat Batuan Panasbumi Sebagian besar reservoir panasbumi terdapat pada batuan vulkanik dengan aliran utama melalui rekahan. permeabilitas dan densitas batuan. Reservoir panasbumi umumnya mempunyai matriks 3 sampai 25%. dimana 1 Darcy besarnya sama dengan 10-12 m2. sifat batuan yang penting menerangkan sifat batuan reservoir panasbumi adalah porositas. Seperti halnya diperminyakan. Secara matematis porositas dapat dinyatakan sebagai berikut: Φ=Vp/Vb dimana Vp adalah Volume pori dan Vb adalah volume total batuan (Saptadji. Permeabilitas merupakan parameter yang penting untuk menentukan kecepatan aliran fluida di dalam batuan berpori dan batuan rekah alami.

2-2.5 2.4 3. Satuan dari konduktivitas pada batuan adalah W/m.K) Jenis Batuan Limestone Slate Sandstone Bitaminous Coal Rock salt Gneiss Granite Gabro Peridotite 2. penyederhanaan dari satuan (Energi/waktu/luas) (temperatur/jarak) (Saptadji. 2002). Tabel 2 Konduktivitas Panas Bebrapa jenis Batuan (Sumber : Saptadji.8 . Secara matematis konduktivitas dinyatakan sebagi berikut: K = Q/(dT/dz) Dimana Q adalah laju aliran panas per satuan luas dan dT/dz adalah gradien temperatur.°K.26 5.8 2.1 3. 2002).7 2. 2002) Konduktivitas (W/m.2 0.8 Densitas Batuan adalah perbandingan antara berat batuan dengan volume batuan tersebut (Saptadji. (°C) K (mD) Φ (%) Kh (Darcy m) Krafla Laugarnes Laugaland Nesjavellir Swartsengi Larderello Olkari Cerro Prieto Broadlands Wairakei BacMan Tangonan The Geyser Baca Densitas (ρ) Iceland Iceland Iceland Iceland Iceland Italy Kenya Mexico NZ NZ Philipines Philiphines USA USA 300-350 130 80-100 300-400 240 240 300 280-340 270 270 300-320 300-350 240 270 2-10 15 2 1-5 100-150 3-8 10-30 30 30-40 20 10-50 50-100 3-10 3-5 0. Konduktifitas Panas (K) Konduktifitas panas suatu batuan merupakan parameter yang menyatakan besarnya kemampuan batuan tersebut untuk menghantarkan panas dengan cara konduksi apabila pada batuan tersebut ada perbedaan temperatur (gradien temperatur).20 5 5-10 5 2 20 20 20 5 5-10 5 5 1-3 15 2 5 10-100 1-5 4-40 50-100 20-100 30 10-50 1-50 1.6 2.Lapangan Negara Temp.

sesar adalah hal yang lebih umum dibanding dengan lipatan. Sesar terdiri dari berbagai macam bergantung dari penyebabnya. 2002). 2004). Satuan dari panas spesifik batuan adalah J/Kg. Pengenalan sesar pada saat pemetaan panasbumi tidak selalu mudah meskipun terdapat beberapa kriteria yang bermanfaat yaitu:     Cermin sesar dengan striasi Pergesesran yang tampak dari korok pada sisi-sisi yang berlawanan tetapi biasanya hanya terlihat pada sekala kecil. Selama pemetaan. dan hal ini lebih penting dalam pemahaman hidrologi panasbumi (Santoso. bila batuan tersebut mengandung kuarsasebanyak 20 – 35%. Sesar biasanya terbatas namun dapat berukuran dari bebrapa milimeter sampai ratusan kilometer. konduktivitasnya berkisar antara 2. Pendefinisian Sesar Sesar adalah rekahan dimana terjadi pergeseran masa batuan secara relatif satu bagian terhadap yang lainnya.85 kJ/kg°C Pada temperatur sedang 0. Sesar adalah media yang dapat merupakan jalan keluarnya panas ke permukaan (Santoso. Panas spesifik batuan umumnya mempunyai harga sebagai berikut:    Pada temperatur rendah 0. Breksi sesar Lipatan seretan sesar (Drag fold) . akan dihasilkan garis sesar atau jejak sesar yang dapat dipetakan.Konduktivitas panas tidak sama untuk setiap batuan. Meskipun demikian. seperti kompresi. 2004). pada sebagian medan panasbumi. Panas Spesifik Batuan (Cp) Panas spesifik batuan adalah suatu parameter yang menyatakanbanyaknya panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu satu satuan massa batuan tersebut 1°C (Saptadji.5 sampai 4 W/m. Sebagai contoh adalah batuan granit. Keanekaragaman sifat konduktivitas panas batuan diperkirakan tidak hanya karena susunan ion dari suatu struktur kristal tetapi juga orientasi dari masing-masing butiran mineral. Sesar-sesar dapat diinterpretasikan melalui photogeologi yang didukung oleh hasil geologi lapangan. sehingga konduktivitas panas batuan yang mengandung kuarsa umumnya sangat ditentukan oleh fraksi dari kuarsa didalam batuan tersebut.75 – 0.95 kJ/kg°C Pada temperatur tinggi 0.10 kJ/kg°C Struktur Geologi pada Medan Panasbumi Pemetaan struktur Geologi Kebanyakan medan panasbumi terjadi pada struktur yang kompleks meskipun dengan usia batuan reservoir yang masih muda.K.°K.95 – 1. Letaknya yang dahulu telah mengalami dislokasi atau perpindahan. adalah konduktor panas yang baik. Hal ini menyebabkan panas merambat dengan laju yang berbeda ke arah yang berlainan (Saptadji. Mungkin inipulalah yang menyebabkan harga konduktivitas berlainnan ke semua arah. 2002). Kwarsa misalnya. 2002). Konduktivitas panas suatu batuan tidak hanya ditentukan oleh jenis batuan atau mineral-mineral penyusunnya. Adanya mineral plagioklas akan menurunkan konduktivitas batuan karena mempunyai konduktivitas panas yang rendah (Saptadji. tarikan atau torsi. tetapi juga ditentukan oleh struktur kristal yang membentuk batuan tersebut. 2004). Masalah penting adalah dislokasi yang sering kali berulang pada posisi yang sama. Pergeseran biasanya terbesar terjadi di bagian tengah sesar.85 – 0. Jika sesar dijumpai permukaan. kedudukan batuan (jurus dan kemiringan) dari unit lithologi harus dicatat sehingga struktur deformasinya adapata dikenali (Santoso.

dimana terdapat potensi panas bumi. seringkali ditemukan struktur sesar (fault) dan kaldera (caldera) sebagai akibat dari letusan gunung maupun aktifitas tektonik lainnya. Seiring dengan berjalannya waktu. Air tersebut tidak lagi turun ke bawah. namun sebagian lainnya telah berubah menjadi uap panas. Keberadaan struktur tersebut tidak sekedar membuka pori-pori atau rongga-rongga antar butiran menjadi lebih terbuka.   Perulangan lapisan Penghilangan lapisan Penghentian yang tiba-tiba dari trend struktur. air tersebut terus terakumulasi dan terpanaskan oleh batuan panas ( hot rock). Tekanan yang terus meningkat. Bukti itu berupa:     Pemotongan kontinuitas lereng Pergeseran sungai/aliran Kelurusan mata air dan zona alterasi hydrothermal Lineasi permukaan PEMBAHASAN Proses daur hidrologi dan aliran fluida pada sistem panasbumi berawal dari adanya air hujan ( rain water) turun dan ketika tiba di permukaan bumi air hujan akan merembes ke dalam tanah melalui saluran pori-pori atau ronggarongga diantara butir-butir batuan. Geothermal Reservoir dan Daur Hidrologi . bahkan lebih dari itu mereka menciptakan zona rekahan (fracture zone) yang cukup lebar dan memanjang secara vertikal atau hampir vertikal dimana air tanah dengan leluasa menerobos turun ke tempat yang lebih dalam lagi sampai akhirnya dia berjumpa dengan batuan panas (hot rock). Kalau sudah tidak tertampung lagi.Di daerah gunungapi. Sementara lapisan batuan dibagian atasnya dinamakan cap rock yang bersifat impermeabel atau teramat sulit ditembus oleh fluida. Akibatnya temperatur air meningkat. Lokasi tempat fluida panas tersebut dinamakan reservoir panas bumi (geothermal reservoir). Daya serap (permeabilitas) masing-masing batuan atau lapisan batuan bervariasi tergantung jenis batuannya. membuat fluida panas tersebut menekan batuan panas yang melingkupinya seraya mencari jalan terobosan untuk melepaskan tekanan tinggi. maka air tersebut akan mengisi rongga-rongga antar butiran sampai penuh atau jenuh. sekarang dia mencari jalan dalam arah horizontal ke lapisan batuan yang masih bisa diisi oleh air. Bila jumlah air hujan yang turun cukup deras. maka akan dijumpai sejumlah manifestasi. Gambar 6. maka air hujan yang masih dipermukaan akan mengalir ke tempat yang lebih rendah. Namun bila celah itu tidak tersedia. Kalau fluida tersebut menemukan celah yang bisa mengantarnya menuju permukaan bumi. Sebagiannya masih tetap berwujud air panas. volume bertambah dan tekanan menjadi naik. Kenampakan Sesar Pada Medan Panasbumi Kenampakan sesar pada medan panasbumi biasanya terlihat secara baik dan jelas dengan foto udara. maka fluida panas itu akan tetap terperangkap disana selamanya.

N. Penyelidikan Geologi Dan Geokimia Panasbumi Dolog Marawa. Proceeding Pemaparan Hasil-Hasil Kegiatan Lapangan Dan Non Lapangan Tahun 2006. Catatan Kuliah ”Eksplorasi Energi Geothermal”.Lapangan panasbumi yang biasanya berasosiasi dengan bentang alam vulkanik merupakan salah suatu area yang biasanya mempunyai batuan penyusun berupa batuan beku serta memiliki struktur geologi yang kompleks. . Pusat Sumberdaya Geologi. Dkk. Kabupaten Simalungun. 2004. Exsploitasi & Pengembangan Panasbumi di Indonesia. Permeabilitas batuan beku biasanya terdapat pada zona rekahan. Perlu diketahui bahwa timbulnya suatu manifestasi panasbumi dipermukaan erat dengan struktur rekahan dan kaldera didaerah vulkanik tersebut. sehingga permeabilitas totalnya menjadi lebih besar. 2002. Tavip. What is Geothermal Energy? Prepared on February 2004. Dimana sesar akan menjadikan batuan beku yang memiliki permeabilitas primer yang kecil akan mempunyai permeabilitas sekunder yang besar. Batuan ini merupakan batuan beku yang mempunyai permeabilitas primer kecil. Sehingga dipermukaan nampak adanya suatu manifestasi panasbumi. Sesar sangat mendukung terbentuknya permeabilitas vertikal. Sedangkan permeabilitas horizontal pada batuan beku baisanya terbentuk oleh adanya kekar. Seminar Nasional HM Teknik Geologi UNDIP 2006. Bandung: Penerbit ITB. Saptadji. Secara matematis dapat ditulis dengan rumus: kt = kp + ks dimana kt = permeabilitas total. Bandung: Penerbit ITB. Catatan Kuliah ”Tenik Panas Bumi” . dan Ciptadi. Dede. Permeabilitas tersebut dapat meloloskan fluida dari bawah menuju ke permukaan. Djoko. DAFTAR PUSTAKA Dickson Mary H. 2004. Dwikorianto. Permeabilitas rekahan (faracture permebility) berdasarkan arahnya dibagi atas dua yaitu permeabilitas vertikal (vertikal permeability) dan permeabilitas horizontal (horizontal permeability). Sehingga karena pengaruh rekahan akan menyebabkan permeabilitas totalnya menjadi besar. maka batuan akan mempunyai permeabilitas sekunder. Dalam kaitan struktur geologi yang berhubungan dengan geothermal. dan Fanelli Mario. Hubungan lain antara sesar dengan panasbumi adalah sesar sebagai penyebab adanya permeabilitas vertikal suatu batuan. struktur geologi yang penting diperhatikan adalah struktur rekahan terutama struktur sesar. 2006. KESIMPULAN Batuan pada medan panasbumi biasanya merupakan batuan vulkanik. Struktur rekahan sangat penting diperhatikan dikarenakan struktur ini erat hubunganya dengan pelolosan fluida hidrotermal dan siklus hidrologi. Sesar merupakan suatu rekahan yang akan membantu batuan memiliki permeabilitas total yang besar. M. Hubungan antara sesar dan manifestasi panasbumi dapat dilihat dilapangan yaitu berupa suatu pola kelurusan antara suatu lokasi manifestasi panasbumi dengan lokasi lainnya pada satu sistem sesar. kp = permeabilitas primer. Exsplorasi. sehingga melalui bidang sesarnya dapat meloloskan fluida panasbumi ke permukaan. Santoso. Sumut. Dan akibat adanya rekahan. Sehingga di lapangan panasbumi biasanya terdapat pola kelurusan antara lokasi suatu menifestasi dengan lokasi manifestasi lainnya dalam satu sistem sesar yang sama. ks = permeabilitas sekunder Selanjutnya apabila dikaji mengenai manifestasi geothermal dihubungkan dengan struktur geologi. Hal ini dikarenakan proses pelolosan fluida panasbumi membutuhkan permeabilitas yang tinggi. Iim. 2006.