You are on page 1of 21

Laporan Kerja Praktek

BAB III JTM 20 kV 3.1 Gardu Induk Gardu Induk merupakan simpul di dalam sistem tenaga listrik, yang terdiri dari susunan komponen yang dipasang menempati suatu lokasi tertentu untuk menerima dan menyalurkan tenaga listrik, menaikkan dan menurunkan tegangan sesuai dengan tingkat tegangan kerjanya, tempat melakukan switching jaringan listrik dan beberapa kegiatan lain untuk menunjang keandalan penyaluran tenaga listrik. Gardu induk beroperasi pada beberapa tegangan diantaranya TET (Tegangan Ekstra Tinggi) 500 kV, TT (Tegangan Tinggi) 150 kV atau 0 kV, dan T! (Tegangan !enenga") #0 kV. 3.2 Fungsi Gardu Induk $ungsi utama gardu induk adala" untuk menyalurkan tenaga listrik yang berasal dari pembangkit atau dari gardu induk lain sesuai dengan kebutu"an pada tegangan tertentu. %e&ara umum gardu induk memiliki 'ungsi, antara lain ( 1. !entrans'ormasikan tegangan listrik ( a. )ari TET ke TT (500 kV*150 kV) dengan 'rekuensi 50 +,. b. )ari TT ke tegangan lebi" renda" (150 kV* 0 kV) dengan 'rekuensi 50 +,. &. )ari TT ke T! (150 kV* #0 kV, 0 kV*#0 kV) dengan 'rekuensi 50 +,. #. !elakukan pengukuran, penga-asan operasi serta pengamanan dari sistem tenaga listrik. .. !elakukan pengaturan distribusi listrik di tiap penyulang internal dan layanan beban ke GI atau jaringan lain 3.3 Jenis Gardu Induk Gardu induk dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, diantaranya ( 1. /erdasarkan tegangan operasinya,gardu induk dibagi menjadi ( a. Gardu Transmisi, yaitu gardu induk untuk melayani TET dan TT. b. Gardu )istribusi, yaitu gardu induk untuk melayani T!. #. /erdasarkan isolasi yang digunakan,gardu induk dibagi menjadi ( a. Garduk induk kon0ensional, yaitu gardu induk yang menggunakan udara sebagai isolasi trans'ormator, ditunjukkan pada gambar ..1.

11

Laporan Kerja Praktek
b. Gas Insulated Substation atau Gas Insulated Switchgear (GI%), yaitu gardu induk yang menggunakan gas %$ 2 sebagai isolasi trans'ormator, ditunjukkan pada gambar ..#.

Gambar 3.1 Gardu Induk 3on0ensional

Gambar 3.2 Gas Insulated Switchgear (GI%) .. /erdasarkan sistem rel*bus bar,gardu induk dibagi menjadi ( a. Gardu induk sistem single busbar, yaitu gardu yang menggunakan pen&atu tunggal se"ingga ketika ada masala" pada rel maka penyaluran listrik akan terganggu. %istem ini ditunjukkan pada gambar .... b. Gardu induk sistem double busbar. %istem rel ini sangat e'ekti' untuk mengurangi terjadinya tegangan jatu" pada 1#

4 %ingle 4ine )iagram %istem Double Busbar . )iagram single line ditunjukkan pada gambar . .1 Gambar 3. 1. %istem ini ditunjukkan pada gambar .Laporan Kerja Praktek beban. bua" pemutus tegangan (5!T) yang tersusun seri.5.3 %ingle 4ine )iagram Single Busbar Gambar 3.. &. yaitu gardu induk yang mempunyai dua rel dan menggunakan . k"ususnya pada saat melakukan perpinda"an rel tegangan input trans'ormator. Gardu Induk sistem satu setenga"*on half busbar..

5 %ingle 4ine )iagram on half busbar 3. 5enyebutan switch yard sebenarnya diperuntukkan untuk gardu induk kon0ensional sedangkan switch gear digunakan untuk penyebutan GI%..Laporan Kerja Praktek Gambar 3.4.2 merupakan trans'ormator daya yang ber'ungsi mentran'ormasikan daya listrik dengan meruba" besaran tegangannya tanpa meruba" 'rekuensi. 3omponen pada gedung kontrol 3. 3omponen gardu induk terbagi menjadi dua bagian besar. yaitu ( a. Trans'ormator daya 11 . 3omponen penyusun switch yard/switch gear . 3omponen luar ruangan (switch yard / switch gear) #.1 Switch yard / switch gear !erupakan bagian dari gardu induk yang dijadikan tempat peletakan komponen utama gardu induk.4 Kom onen Gardu Induk Gardu induk terdiri dari beberapa komponen yang saling ber"ubungan. yaitu ( 1. /eda penyebutan keduanya terletak pada pemasangan komponen tersebut. Trans'ormator )aya 5ada gambar . 6ika komponen utama gardu induk terpasang di area terbuka maka disebut switch yard dan jika komponen gardu induk terletak di dalam ruangan disebut switch gear.

: yang merupakan komponen proteksi yang dipasang antara titik netral trans'ormator dengan pentana"an untuk memperke&il arus ketika terjadi gangguan. Neutral Grounding Resistance (7G9) 7G9 ditunjukkan pada gambar ..! Tra'o )aya pada Gardu Induk 3on0ensional Gambar 3.. b. dan gambar .Laporan Kerja Praktek dilengkapi dengan trans'ormator pentana"an yang disebut Neutral Current Transformer (78T) untuk mendapatkan titik netral dari trans'ormator daya." Neutral Grounding Resistance (7G9) Gambar 3. Gambar 3.# Neutral Grounding Resistance i!uid (7G9 i!uid) 15 .

8/ dilengkapi dengan pemadam busur api yang bertujuan untuk memadamkan busur api pada konektor 8/ ketika penyambungan.10 merupakan Disconnecting Switch ()%) yaitu peralatan yang ber'ungsi untuk memisa"kan rangkaian listrik dalam keadaan tidak berbeban. Gambar 3. merupakan 8/ atau 5!T yaitu peralatan yang ber'ungsi untuk memutus rangkaian listrik dalam keadaan berbeban. udara atau gas %$2. 8/ dapat dioperasikan se&ara manual pada saat jaringan dalam kondisi normal maupun pada saat terjadi gangguan. 5emadam tersebut dapat berupa minyak.Laporan Kerja Praktek &... tetapi pada saat ini 8/ dikendalikan ole" %8<)< yang bertujuan untuk e'isiensi pengaturan jaringan. Disconnecting Switch ()%) pada Gambar .$ Circuit Brea"er #0 kV 12 . d. Circuit Brea"er (8/) atau 5emutus Tegangan (5!T) 5ada gambar ..

maka )% baru dapat dioperasikan. e. )% terpasang pada beberapa bagian antara lain ( • Transformer Bay (T9 Bay). ightning $resster (4<) 5ada gambar .Laporan Kerja Praktek Gambar 3. • Bus Cou#le. • Transmission ine Bay (T4 Bay). maka yang "arus dioperasikan terlebi" da"ulu adala" 8/.11 merupakan ightning $resster (4<) yang ber'ungsi sebagai proteksi peralatan listrik di gardu induk dari tegangan lebi" akibat terjadinya sambaran petir (lightning surge) pada ka-at transmisi maupun yang disebabkan ole" lonjakan tegangan pada saat a-al proses "ubung antar konektor (switching surge).10 Disconnecting Switch ()%) )alam gardu induk. %etela" rangkaian diputus ole" 8/.. • Busbar. 1 . 3arena )% "anya dapat dioperasikan pada kondisi jaringan tidak berbeban.

1. 1: ..11 ightning $resster (4<) '.11 merupakan Current Transformator (8T) yang ber'ungsi meruba" besaran arus dari arus kuat menjadi arus lema" untuk keperluan sistem proteksi dan pengukuran. merupakan %otensial Transformator (5T) yang ber'ungsi untuk meruba" besaran tegangan dari tegangan tinggi menjadi tegangan renda" untuk keperluan sistem proteksi dan pengukuran. Current Transformator (8T) 5ada gambar ..12 Current Transformator (8T) g.Laporan Kerja Praktek Gambar 3. Gambar 3. %otensial Transformator (5T) 5ada gambar .

p"asa ##0*.13 %otensial Transformator (5T) ". rectifier serta peralatan lain yang memerlukan listrik tegangan renda".:0 V yang digunakan untuk memenu"i kebutu"an internal gardu induk.14 9el /usbar 1. . alat pendingin (<8).11 Gambar 3. i.. /entuk dari rel dapat dili"at pada Gambar . Trans'ormator 5emakaian %endiri (5%) Trans'ormator ini ber'ungsi sebagai sumber tegangan <8 .Laporan Kerja Praktek Gambar 3. 9el (Busbar) 9el ber'ungsi sebagai titik pertemuan atau tempat penyambungan antara keluaran trans'ormator daya dan masukan tiappenyulang atau biasa disebut cell. Tegangan yang di"asilkan digunakan untuk penerangan di switch yard dan gedung kontrol.

2 Gedung Kon%ro& 'Control Building( 5ada gambar .15 merupakan gedung kontrol yang ber'ungsi sebagai pusat akti'itas pengoperasian gardu induk. Gambar 3.4. /entuk dari panel proteksi dapat dili"at pada gambar . 5anel 5roteksi !erupakan tempat relay pengaman yang ditempatkan di tiap>tiap penyulang*cell. perangkat meter.. • 3=" meter. • $utomatic 'D switching #anel. • D/ control #anel.. /eberapa kontrol di dalam ruangan operator terdiri dari ( • Transmission line control #anel. indikator.. b. )idalamnya berisi saklar. 5anel 3ontrol (Control %anel) 5anel kontrol seperti yang terli"at pada gambar .Laporan Kerja Praktek 3. • <8*)8 control #anel. dan tombol*tuas operasional 5!T* 5!%. se"ingga muda" dalam pengontrolan dan operasionalnya. • Syncroni&ing control #anel.1 . 9elay ini ber'ungsi untuk memproteksi *melindungi sistem jaringan listrik di gardu induk pada saat terjadi gangguan maupun karena kesala"an operasi. /eberapa komponen yang ada di gedung kontrol antara lain ( a.15 Gedung 3ontrol (Control Building) 50 . • Trafo control #anel. 5ada gedung kontrol inila" operator bekerja mengontrol dan mengoperasikan 'ungsi dari gardu induk. • Bus cou#le control #anel.12 ber'ungsi untuk menga-asi kondisi komponen yang ada di gardu induk dan merupakan pusat pengendali lokal gardu induk.

berat jenisnya serta per'orma baterai. 51 . dan lain>lain. relay pengaman.Laporan Kerja Praktek Gambar 3. kebersi"an.1:. %umber )8 ber'ungsi untuk menggerakkan peralatan kontrol. /entuk dari baterai yang digunakan dapat dili"at pada gambar . )%. %umber )8 pada Gardu Induk 5eralatan sumber )8 di gardu induk terdiri dari ( • /aterai !erupakan perangkat yang meng"asilkan sumber tenaga listrik arus seara" yang diperole" dari "asil proses kimia.1" 5anel 5roteksi &. %umber )8 ini "arus selalu ter"ubung dengan re&ti'ier dan "arus diperiksa se&ara rutin kondisi air baterai. motor penggerak 8/..1! 5anel 3ontrol Gambar 3.

1# /aterai d. pemutus. 5anel <8 !erupakan panel yang terpasang sakelar ke&il (mini circuit brea"er) atau 'use>'use. sebagai pembagi beban dan pengaman dari instalasi listrik tra'o 5% di gardu induk. Gambar 3.Laporan Kerja Praktek • Rectifier / 5enyeara" !erupakan peralatan listrik yang ber'ungsi untuk meruba" arus bolak>balik (<8) menjadi arus seara" sesuai spesi'ikasi perangkat. Gambar 3.1$ 3ubikel #0 kV 3. dan 5# . 3eluaran dari penyeara" ini digunakan sebagai pengisi daya baterai.5 Kubike& 20 kV 3ubikel #0 kV adala" sebua" seperangkat peralatan listrik yang dipasang pada gardu distribusi yang ber'ungsi pembagi.

0 < atau 1#50 < b. 3ubikel ini dilengkapi trans'ormator arus yang terpasang memiliki sisi sekunder ganda dimana satu sisi untuk mensuplai arus ke alat ukur k-" meter dan satu sisi lagi untuk menggerakan relay proteksi pada saat ter jadi gangguan. termasuk memutus pada saat terjadi gangguan "ubung singkat. )iagram 9angkaian 5!T dapat dili"at pada gambar . 3umparan pelepas (trip) dan indikator yang menunjukan posisi buka * tutup se&ara mekanis. kubikel dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu ( 1. 2.#1. 3ubikel 5!T terdiri dari ( a. Gambar 3.21 %imbol )iagram 5!% #. %atu set busbar tiga 'asa yaitu 100 <. .. 3ubikel pada gambar .. 5ada kubikel ini terdapat tuas untuk pengoperasian se&ara manual maupun otomatis melalui %8<)<.##.5.1. merupakan tempat peletakan 5!T*5!% maupun perangkat metering dan proteksi sistem #0 kV. %ebua" pemutus tenaga kutub jenis %$2 atau "ampa udara dengan pengoperasian melalui energi pegas yang pengisiannya dilakukan se&ara manual atau dengan motor listrik. 5. 3ubikel 5!% (5emisa") * )% (Disconnecting Switch) /er'ungsi untuk membuka dan menutup aliran listrik #0 kV dalam kondisi tak berbeban karena kontak peng"ubung tidak dilengkapi alat peredam busur api..1 Jenis ) Jenis dan Fungsi Kubike& /erdasarkan 'ungsi dan nama peralatan yang terpasang. &. 5!% dilambangkan seperti pada gambar . 3ubikel 5emutus Tegangan (5!T*8/) /er'ungsi untuk membuka dan menutup aliran listrik dalam keadaan berbeban atau tidak berbeban. 3.Laporan Kerja Praktek proteksi sistem penyaluran tenaga listrik #0 kV.

dimana didalam kubikel ini terdapat 5!% dan trans'ormator tegangan yang menurunkan tegangan dari #0 kV menjadi 100 Volt untuk mensuplai tegangan pada alat ukur k-" meter.#.. ?ntuk pengamanan tra'o tegangan ter"adap gangguan "ubung singkat maka dipasangla" 'use T!.#1 merupakan simbol dari kubikel /1. 51 . 3ubikel 5T (%otential Transformer) 3ubikel ini ber'ungsi sebagai kubikel pengukuran.. 9elay sebagai proteksi untuk beban lebi".. 3ubikel ini kadang kala disebut juga dengan istila" kubikel VT ((oltage Transformator).. kubikel ini ber'ungsi sebagai terminal peng"ubung tegangan ke penyulang. 9elay "arus diran&ang agar dapat melepas sumber tenaga dengan atau tanpa memerlukan suatu daya dari luar.23 %imbol )iagram 3ubikel 5T 1. %imbol 5T ditunjukkan pada gambar . )alam keadaan mana posisi membuka maka kontak ter"ubung dengan pentana"an.22 %imbol )iagram 5!T . Gambar 3. 3ubikel /1 ()ut Going Terminal ) Gambar . Gambar 3.Laporan Kerja Praktek d.

/eberapa bagian penyusun kubikel. yaitu ( 1. /usbar #0 kV Isolator Tonggak !erupakan peng"ubung antara kubikel yang satu dengan lainnya. Gambar 3.#2. se"ingga tidak memba"ayakan operator ter"adap adanya sentu"an langsung ke bagian>bagian yang bertegangan.. peralatan mekanis.5.2! /usbar #0 kV Isolator Tonggak 55 . 3ompartemen !erupakan ruma" dari terminal peng"ubung. 5!T. 5!%. Trans'ormator ukur (8T dan 5T).#5. /entuk dari kompartemen ditunjukkan pada gambar .2 Bagian * Bagian dari Kons%ruksi Kubike& %eperti yang dijelaskan di atas ba"-a kubikel merupakan tempat dimana beberapa komponen gardu induk dipasang. /entuk dari busbar isolator tonggak ditunjukkan pada gambar . /usbar isolator tonggak ini terbuat dari ba"an tembaga atau aluminium dan dilapisi isolator.Laporan Kerja Praktek Gambar 3. 5ada kubikel tipe 9!? (Ring *ain +nit). dan instalasi tegangan renda". busbar ini berada dalam tabung 0akum %$ 2.24 %imbol )iagram 3ubikel )ut Going Terminal 3. ?mumnya busbar ini terletak pada bagian atas kubikel. $use.. #.

0a&um atau dengan "embusan udara untuk memperke&il terjadinya busur api ketika dilakukan pembukaan atau penutupan kontak se&ara mekanis 1. 5eredam busur api pada kubikel 5!T menggunakan media minyak.. 3ompartemen mekanik operasi 5. 3ontak +ubung 5entana"an ?ntuk mengamankan kubikel pada saat tidak bertegangan dengan meng"ubungkan terminal kabel ke tana" (grounding) se"ingga bila ada pekerja yang melakukan pekerjaan pada kubikel tersebut ter"indar ter"adap adanya kesala"an operasi yang menyebabkan kabel terisi tegangan.ing contact) dan kontak tetap (fi-ed contact). 3ompartemen busbar #.Laporan Kerja Praktek 3eterangan ( 1. kontak pemutus terdiri dari dua bagian yaitu kontak gerak ( mo.25 3ompartemen . 52 . gas %$2. 5emutus beban dan saklar pentana"an 1.. 3ompartemen tegangan renda" . 3ompartemen kabel Gambar 3. 3ontak 5emutus 4okal %ebagai pemutus*peng"ubung aliran listrik.

# Gambar 3. Terminal busbar sebagai tempat dudukan busbar. 5. d. Terminal 5T sebagai tempat menyambung konektor 5T untuk pengukuran. b.. !ekanik 3ubikel /er'ungsi untuk menggerakkan dan meruba" posisi membuka* menutup kontak 5!T dan 5!% dengan pentana"an. $use +older !erupakan tempat untuk menempatkan 'use pengaman trans'ormator pada kubikel 5% atau kubikel 5T yang bentuknya dapat dili"at pada Gambar . Terminal kabel sebagai tempat meng"ubungkan kabel incoming dan outgoing #enyulang.Laporan Kerja Praktek 5!% tana" ini biasanya mempunyai sistem interloc" se"ingga pintu kubikel tidak bisa dibuka jika pentana"an 5!% belum masuk. &. !ekanik 5 . Terminal 8T sebagai tempat menyambung konektor 8T untuk pengukuran 2.2" $use +older . ada beberapa terminal antara lain ( a. Terminal 5eng"ubung %ebagai terminal yang meng"ubungkan bagian>bagian kubikel yang bertegangan satu dengan yang lainnya. sebaliknya 5!T tidak bisa masuk sebelum 5!% tana" dibuka.

. 4ampu indikator menyala. 10. 3. 5!%. !elepaskan bagian sistem yang terganggu se"ingga sistem yang tidak mengalami gangguan tetap dapat operasi se&ara normal. 5emanas (. yaitu membuka atau menutup posisi kontak "ubung 5!T.eater) )igunakan untuk memanaskan ruang terminal kabel agar kelembabannya terjaga.Laporan Kerja Praktek diran&ang sedemikian rupa se"ingga -aktu membuka dan menutup kontak pemutus berlangsung dengan &epat :. antara lain ( a. 3eadaan ini di"arapkan dapat mengurangi e'ek korona pada terminal kubikel tersebut. baik berasal dari sisi kabel tersebut atau berasal dari busbar . yaitu ( • ). • Ground 'ault Relay (G$9)/ sebagai proteksi ketika terjadi kesala"an dala pentana"an. 4ampu Indikator Indikator diperlukan untuk menandai adanya tegangan (#0 kV) pada sisi kabel. b.! +is%em . • Directional Ground Relay ()G9).ro%eksi JTM 20KV %istem proteksi jaringan tegangan menenga" #0 kV merupakan "al yang sangat penting dalam proses distribusi listrik. Tujuan dari sistem proteksi yaitu ( a. 5engamanan ter"adap manusia dan "arta benda termasuk aset perusa"aan.er current). %istem proteksi merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari beberapa peralatan yang ter"ubung. dikarenakan adanya arus kapasiti' yang di"asilkan ole" kapasitor pembagi tegangan.andle 3ubikel (Tuas @perasi) ?ntuk menggerakkan mekanik kubikel.er Current Relay (@89).. sebagai proteksi beban lebi" (o. sebagai proteksi adanya gangguan 'asa ke tana". . !engamankan peralatan didalam sistem ter"adap gangguan. &. 9elai utama. dan juga kontak "ubung pentana"an (grounding). 5: .

#:. Differential relay pengaman utama trans'ormator. laju penamba"an beban ternyata jau" lebi" &epat dari 5. 5!T. @89 dan G$9 trans'ormator sisi #0 kV. )G9 pengaman utama generator. dan padatnya akti'itas manusia yang tidak bisa dipisa"kan dengan kebutu"an listrik. ?ntuk pengaman pada gardu induk terdapat @89 dan )G9 seperti yang terli"at pada Gambar .2# %istem 5engaman 5ada %istem Tenaga 4istrik 3eterangan ( 1. %istem proteksi #0 kV dibagi menjadi dua. 1. 1. d." . Distance relay. Gambar 3. @89 dan G$9 pengaman utama saluran tegangan renda" 3. Trans'ormator arus dan trans'ormator tegangan. . 2.ada Jaringan 20 kV )ari ta"un ke ta"un terjadi kenaikan kebutu"an listrik seiring dengan bertamba"nya ruma". . . 5. industri.enga%uran Beban . 5roteksi jenis ini merupakan sala" satu terobosan 547 agar dalam penyaluran listrikan menjadi lebi" e'isien dan aman. @89 dan G$9 pengaman utama saluran #0 kV..ice) yang dikendalikan %8<)<. 5ada saat ini 'ungsi kedua relay tersebut suda" terintegrasi dalam sistem IE) (Intelligent 0lectronic De.Laporan Kerja Praktek b.. <kibat kebutu"an listrik yang semakin besar tentu beban yang ditanggung ole" 547 akan semakin banyak. 8atu )aya (baterai). yaitu pada gardu induk dan pada jaringan luar. @89 trans'ormator sisi 150 kV. &.

%istem pengaturan beban ini dapat dijalankan ole" %8<)< melalui 4/% ( oad Brea"er Switch) pada gambar .. Gambar 3. 20 . %elain itu pada jaringan tertentu juga dipasang ?$9 (+nder 're"uensi Relay) untuk meng"indari keseluru"an sistem jatu"*colla#se se"ingga ketika 'rekuensi sistem mengalami penurunan yang disebabkan beban berlebi" maka se&ara otomatis jaringan tersebut dilepas sementara sampai keadaan normal kembali..2$ oad Brea" Switch (4/%) 3. untuk bisa mengatasi "al tersebut diterapkan sistem pengaturan*manu0er beban.0. maka akan jaringan akan diali"kan ke jaringan terdekat yang ber'ungsi normal.0 Ja%im 9ana" kerja <5) 6atim meliputi sisi incoming #0 kV di gardu induk sampai sisi outgoing #0 kV di gardu "ubung yang ditunjukkan pada gambar .#.. Ker/a A.# -ana.. !anu0er beban dilakukan jika ada jaringan pada suatu tempat terjadi gangguan.Laporan Kerja Praktek pada laju pertumbu"an gardu induk.

Laporan Kerja Praktek Gambar 3.30 )iagram 5enyaluran Tenaga 4istrik 21 .