You are on page 1of 4

Penggunaan Radioisotop dalam Bidang Kedokteran dan Medis

Radioisotop dapat digunakan untuk radioterapi, seperti larutan iodium-131 (Na l) untuk terapi kelainan tiroid dan fosfor-32 (Na2H32PO4) yang merupakan radioisotop andalan dalam terapi polisitemia vera dan leukemia. Selain, itu radioisotop juga dapat digunakan untuk radiodiagnosis seperti teknesium-99m (Na99mTcO4) untuk diagnosis fungsi dan anatomis organ tubuh, sedangkan studi sirkulasi dan kehilangan darah dapat dilakukan dengan radioisotop krom-51 (Na251CrO4).
131

Radiasi dalam dosis tertentu dapat mematikan mikroorganisme sehingga dapat digunakan untuk sterilisasi alat-alat kedokteran. Sterilisasi dengan cara radiasi mempunyai beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan sterilisasi konvensional (menggunakan bahan kimia), yaitu: • Sterilisasi radiasi lebih sempurna dalam mematikan mikroorganisme. • Sterilisasi radiasi tidak meninggalkan residu bahan kimia. • Karena dikemas dulu baru disetrilkan maka alat tersebut tidak mungkin tercemar bakteri lagi sampai kemasan terbuka. Berbeda dengan cara konvensional, yaitu disterilkan dulu baru dikemas, maka dalam proses pengemasan masih ada kemungkinan terkena bibit penyakit. Radiofarmaka merupakan senyawa radioaktif yang digunakan dalam bidang kedokteran nuklir, baik untuk tujuan diagnosis maupun terapi. Dalam aplikasinya hampir 95% dari radiofarmaka digunakan untuk keperluan diagnosis berbagai kelainan organ tubuh.

Untuk tujuan diagnosis, radioisotop yang ideal adalah Teknesium-99m karena sifatnya yang menguntungkan sebagai penyidik organ, diantaranya : o Mempunyai umur paro fisik yang relatif pendek (6 jam). o Memancarkan sinar gamma murni dengan energi tunggal sebesar 140 keV. o Toksisitasnya rendah. Pengadaan radioisotop Teknesium-99m dapat diperoleh dengan sistem generator 99Mo-99mTc yang pemisahannya dapat dilakukan di rumah sakit, sehingga radiofarmaka yang menggunakan radioisotop tersebut dapat diformulasi dalam bentuk kit kering yaitu sediaan yang dikemas secara terpisah dari radioisotopnya.

o Bidang Pulmonologi Dalam diagnosis kelainan paru-paru radiofarmaka 99mTc-makro agregat albumin (MAA) dengan ukuran partikel tertentu masih untuk digunakan sidik perfusi paru-paru. 99mTc-EC (etil disistein). Sifat multifungsi dari radiofarmaka 99mTc-MIBI juga dapat digunakan untuk penentuan kanker payudara. 99mTc-MAG-3 berperan penting dalam mempelajari sekresi tubulus ginjal. sedangkan 99mTc-HIDA membantu dalam menemukan kelainan hati dan saluran empedu. . fungsi radiofarmaka 99mTc-sulfur koloid dapat diandalkan dalam menelusuri kelainan sistem limfatik. o Bidang Kardiologi dan Arteriologi Dalam bidang ini dapat digunakan 99mTc-isonitril dan derivatnya seperti 99mTc-MIBI untuk menilai perfusi dan viabilitas miokardiak. sedangkan glukoheptonat. radiofarmaka 99mTc-sulfur koloid dalam diagnosis kelainan gastrointestin.Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat aku adalah Penggunaan radiofarmaka bertanda Teknesium-99m Saat ini. berbagai radiofarmaka bertanda Teknesium-99m untuk tujuan diagnosis telah beredar di pasaran. berbagai kelainan tubuh dan organ dapat terungkap. A. o Bidang Nefrologi Dalam kasus penyakit ginjal. radiofarmaka yang dimasukkan ke dalam tubuh akan diangkut oleh darah dan didistribusikan ke organ tubuh secara selektif sesuai dengan radiofarmaka yang digunakan. Dengan menggunakan senyawa bertanda tersebut. Selain itu. DMSA dan DTPA bertanda Teknesium99m sangat berguna dalam mempelajari sekresi glomerulus ginjal. sedangkan 99mTcpirofosfat digunakan untuk infark dan penelusuran keadaan peredaran darah. o Bidang Onkologi Di bidang ini senyawa fosfat dan fosfonat seperti tripolifosfat dan metilen difosfonat (MDP) sering digunakan untuk penentuan kanker tulang. o Bidang Neurologi Sediaan 99mTc-HMPAO dan 99mTc-ECD merupakan radiofarmaka yang menjadi harapan untuk menegakkan diagnosis penyakit Alzheimer. stroke dan trensient ischemic attack. Secara prinsip. o Bidang Gastroenterologi dan Hepatobiliari Dalam bidang ini.

jaringan yang telah diproses di bank jaringan dapat digunakan dengan aman.” Berdasarkan penanganan tersebut. karena telah terbebas dari penyakit. dalam hal ini radioisotop Teknesium-99m yang memancarkan sinar gamma berperan sebagai perunut dan memudahkan observasi dengan alat yang digunakan. Untuk mendapatkan produk yang aman. hepatitis B/C. memproses.0 (MIBI) Glukoheptostan (GHA) Macrostan (MAA) Neurostan (ECD) Pyrostan (Pirosfat) Renocystan (EC) Renomercapstan (DMSA) Sulfostan (Sulfur koloid) Hepatostan (HIDA) Kode Tck-01 Tck-02 Tck-03 Tck-04 Tck-05 Tck-06 Tck-07 Tck-08 Tck-09 Tck-10 Kegunaan Sidik Jantung & Kanker Payudara Sidik Ginjal Perfusi Paru Saraf & Otak Pembuluh Darah Sidik Ginjal Sidik Ginjal Sidik Sistem Limfatik Hepatobiliari B. C. Bank Jaringan Bank Jaringan adalah suatu sistem kemudahan yang berupaya untuk mengumpulkan.Unsur radioaktif. Jaringan biologi tersebut berasal dari jaringan yang didermakan oleh donor sehat. . bebas dari berbagai penyakit menular seperti. menyimpan dan mendistribusikan jaringan biologi untuk kebutuhan klinik. menyediakan. dan diproses sebagai bahan biomaterial alami yang dapat digunakan dengan aman. kuman.5 (MIBI) Cardiostan 1. seperti kamera gamma. dan lain-lain. Jenis Kit-Kering Radiofarmaka bertanda Teknesium-99m Produksi Pusat Teknologi Nuklir bahan dan Radiometri (PTNBR) Jenis Radiofarmaka Cardiostan 0. syphilis. bank jaringan berupaya untuk mengendalikan pemilihan bahan baku yang sesuai dan pemrosesan jaringan berdasarkan pada prinsip-prinsip “Cara berproduksi yang baik (CPOB). Sedangkan senyawa yang lainnya bertindak sebagai pembawa untuk mencapai sasaran yang diinginkan sehingga diperoleh gambaran organ dan dapat memberikan informasi mengenai morfologi serta fungsi dari organ tersebut. virus HIV.

Bahan biologi dibekukan dan dikeringkan tanpa melalui fasa cair. Strerilisasi Radiasi Untuk menjaga keamanan dari jaringan biologi. bedah mulut/gigi. jaringan biologi yang dikeringkan tidak mengalami perubahan fisika dan kimia. o Menurunkan biaya rumah sakit dan pasien . Manfaat Bank Jaringan o Meningkatkan mutu kesehatan dan kualitas masyarakat. jaringan disterilkan dengan cara radisasi dengan sinar gamma atau partikel elektron. Sterilisasi radiasi sangat cocok untuk jaringan biologi.Proses Pengawetan Jaringan Liofilisasi Proses pengerngan dari bahan biologi dengan cara sublimasi. o Mengurangi morbiditas dari pasien akibat pengambilan jaringan pengganti dari bagian lain dari pasien itu sendiri (autograf). bedah plastik dan bedah rekonstruksi. o Menghindarkan pasien dari ketidaknormalan struktur tubuhnya akibat pengambilan jaringan pada bagian tubuh lainnya. o Menyediakan jaringan pegganti yang selalu tersedia untuk digunakan oleh pasien yang membutuhkan saat diperlukan oleh pakar bedah orthopedi. Pembekuan pada Suhu -80oC Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan dari jaringan alograf agar tetap awet sebelum diproses. Dengan cara ini. bedah mata. sehingga aman untuk implantasi pada manusia. karena prosesnya dingin sehingga tidak mengubah struktur jaringan. sangat ampuh membunuh mikroorganisme dan juga virus sampai batas tertentu. Disamping itu juga digunakan untuk menyimpan jaringan autograf untuk dipakai kembali oleh pasien yang sama di kemudian hari. Penyimpanan jaringan pada suhu -80oC dapat digunakan sebelum 5 tahun. tidak meninggalkan residu beracun.