You are on page 1of 16

PELAT (SLAB

)

Ngudiyono, ST., MT.

lantai jembatan. lapis perkerasan pada jalan raya dan landasan bagi pesawat terbang di bandara. Hal ini terjadi karena pelat merupakan elemen struktur penahan beban vertikal yang rata dan dapat dibuat dengan luasan yang cukup besar. pelat digunakan sebagai lantai. .Pendahuluan Pelat (slab) adalah elemen horizontal struktur yang mendukung beban mati maupun beban hidup dan menyalurkannya ke rangka vertikal dari sistem struktur Pelat merupakan struktur bidang (permukaan) yang lurus. (datar atau melengkung) yang tebalnya jauh lebih kecil dibanding dengan dimensi yang lain. Pada konstruksi beton bertulang. atap dari gedung.

.5 hingga 7. misalnya bangunan apartemen atau hotel.Tipe Pelat (slab) Flat Slab : Pelat beton bertulang yang langsung ditumpu oleh kolom-kolom tanpa balokbalok disebut Sistem Flat Slab. Sistem ini digunakan bila bentang tidak besar dan intensitas beban tidak terlalu berat. Tebal lantai Flat Slab adalah 125 hingga 250 mm untuk bentangan 4.5 m.

Sistem ini efisien untuk bentang 9 hingga 12 m.Lantai Grid : Sistem lantai grid 2 arah (Waffle-system) memiliki balok-balok yang saling bersilangan dengan jarak yang relatif rapat yang menumpu pelat atas yang tipis. tergantung konfigurasinya. Ini dimakudkan untuk mengurangi berat sendiri pelat dan dapat didesain sebagai Flat Slab atau pelat dua arah. .

Balok lajur tidak perlu dihubungkan dengan kolom interior atau eksterior. .Lajur Balok : Sistem ini hampir sama dengan system balok-pelat tetapi menggunakan balok balok dangkal yang lebih lebar. Sistem lajur balok banyak diterapkan pada bangunan yang mementingkan tinggi antar lantai. Sistem ini menghemat pemakaian cetakan. Alternatif lain adalah dengan menempatkan balok anak membentang di antara balok-balok lajur.

Pelat dan Balok : Sistem ini terdiri dari slab menerus yang ditumpu balok-balok monolit yang umumnya ditempatkan pada jarak sumbu 3 m hingga 6 m. .

Klasifikasi Pelat Pelat Satu Arah (One Way Slab) Pada pelat satu arah. . biasanya pelat hanya ditumpu pada kedua sisinya yang saling berhadapan.

Pelat satu arah adalah pelat yang panjangnya dua kali atau lebih besar dari pada lebarnya L ≥2 S atau Lx Ly ≥2 .

S L . pelat ditumpu pada ke empat sisinya.Pelat Dua Arah (Two Way Slab) Pada pelat dua arah.

Pelat dua arah adalah pelat perbandingan panjang dan lebarnya lebih kecil dari 2 L <2 S atau Lx Ly <2 .

Metode perencanaan langsung ( Direct Design Method ) . yaitu lenturan pelat. Metode ini didasarkan pada fenomena fisis pelat. Lenturan dibuat model matematis dengan menggunakan penyederhanaan-penyederhanaan.Metode garis luluh .dll .Metode jaringan balok .Metode portal ekivalen ( Eqivalen Frame Method ) .Metode Analisis Pelat Metode Klasik : Metode ini sebagian besar ditentukan pada teori elastis. Metode Pendekatan dan numerik.Metode koefisien momen . di mana pemakaian analisis tingkat tinggi banyak dijumpai. antara lain : .

Beban mati : Berat sendiri pelat t = 12 cm : 0. Beban hidup : (tergantung dari fungsi bangunan) Misalkan banguan untuk ruang olah raga = 400 kg/m2 .12 * 2400 = 288 kg/m2 Berat pasir ( jenuh) t = 5 cm : 0.Pembebanan pada pelat Beban yang bekerja pada pelat antara lain : (Contoh perhitungan beban pelat) 1.05 * 1800 = 90 kg/m2 Berat spesi/mortar(per cm) : = 21 kg/m2 Berat plafon : = 11 kg/m2 Penggantung : = 7 kg/m2 Lainnya ( ducting-listrik) : = 10 kg/m2 Total beban mati = 437 kg/m2 2.

Ringkasan beban menurut Buku Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung .