You are on page 1of 8

KEJAHATAN DIBIDANG PASAR MODAL : ANALISIS KASUS REKSA DANA PT.

SARIJAYA PERMANA SEKURITAS Tugas Mata Kuliah “Hukum Pasar Modal”

Disusun Oleh : ANDI RAIFUL PRIYO CAHYONO BILLY JKHEID ATIK LIKAITANJUA LINA Kelas : B

NIM : 201010110311190 NIM : 201010110311111 NIM : 201010110311038 NIM : 201010110311040

Dosen Pengampu: SUKESTI, SH, MH

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2013

serta kelemahan peraturan. lembaga pasar modal merupakan lembaga kepercayaan. namun akibat yang ditimbulkan dapat fatal dan luas. antara lain: kesalahan pelaku. dan perdagangan orang dalam. Persoalan terjadinya kejahatan dan pelanggaran di pasar modal diasumsikan berdasarkan beberapa alasan. pemeriksaan. seperti penipuan. Tindak pidana dibidang pasar modal memiliki karekteristik yang khas. Untuk kasus pelanggaran. Dengan demikian perangkat perundangundangan yang mengatur mengenai pasar modal diharapkan dapat memberi kontribusi positif bagi penegakan hukum di dalam memberi jaminan dan kepastian hukum kepada pelaku pasar modal. tetapi kemampuan untuk memahami dan membaca situasi pasar untuk kepentingan pribadi. Tugas yang diemban Bapepam sangat berat. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 juga menetapkan sanksi pidana denda dan penjara/kurungan bagi para pelaku dengan jumlah atau waktu yang bervariasi. Bapepam memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 telah menggariskan jenis-jenis tindak pidana dibidang pasar modal. . Dikatakan penting karena. dan menuntaskan kejahatan di bidang pasar modal sebagai tindakan represif. Undang-Undang Darurat tersebut diganti karena materinya sangat sumir dan sudah tidak sesuai dengan kebutuhan pengembangan pasar modal dewasa ini. manipulasi pasar.A. antara lain: 1. penyidikan. Pemerintah Indonesia melalui Bapepam berupaya keras untuk mengatasi dan mencegah kejahatan di bidang pasar modal dengan berbagai cara. antara lain dengan menertibkan dan membina pelaku pasar modal sebagai tindakan preventif. Selain menetapkan jenis-jenis tindak pidana dibidang pasar modal. oleh karena itu Bapepam diberi kewenangan untuk melakukan penyelidikan. sampai pemberian sanksi administratif. Undang-undang tersebut menggantikan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1952 yang menetapkan berlakunya Undang-Undang Darurat Nomor 13 Tahun 1951 sebagai Undang-Undang. Penipuan Penipuan menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Pasal 90 huruf c. Pedoman melakukan kegiatan di bidang pasar modal diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Pembuktian tindak pidana pasar modal juga sangat sulit. kelemahan aparat yang mencakup integritas dan profesionalisme. yaitu sebagai lembaga perantara (intermediary) yang menghubungkan kepentingan pemakai dana dan para pemilik dana. adalah: membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta material atau tidak mengungkapkan fakta material agar pernyataan yang dibuat tidak menyesatkan mengenai keadaan yang terjadi pada saat pernyataan dibuat dengan maksud untuk menguntungkan atau menghindarkan kerugian untuk diri sendiri atau pihak lain atau dengan tujuan memengaruhi pihak lain untuk membeli atau menjual efek. selain itu pelaku tindak pidana tidak mengandalkan kemampuan fisik. KEJAHATAN DI BIDANG PASAR MODAL Kejahatan di bidang pasar modal adalah kejahatan yang khas dilakukan oleh pelaku pasar modal dalam kegiatan pasar modal. sampai meneruskan penuntutan kepada kejaksaan atas dugaan terjadinya kejahatan. penyidikan. yaitu barang yang menjadi obyek adalah informasi. Bapepam berkewajiban untuk selalu melakukan penelaahan hukum yang menyangkut perlindungan dan penegakan hukum yang semakin penting. Jenis-jenis tindak pidana yang dikenal dibidang pasar modal.

Misalnya. Terkait dengan pengertian KUHP tentang penipuan. (2) Menyebarkan informasi yang menyesatkan atau tidak lengkap (misinformation). (3) Tipu muslihat. bagaimana kegiatan perdaganyan pasar modal bisa berjalan? Informasi yang dihembuskan oleh pihak tertentu dapat menimbulkan dampak pada pasar. suatu pihak menyebarkan rumor bahwa emiten A akan segera dilikuidasi. akibatnya harga efek bisa naik atau turun. Jika informasi tersebut tidak dilindungi oleh hukum sebagai informasi yang benar. antara lain: (1) Menyebarkan informasi palsu mengenai emiten dengan tujuan mempengaruhi harga efek perusahaan yang dimaksud di bursa efek (false information). maka gejolak pasar akan berhenti dan berjalan normal kembali. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 menegaskan bahwa hal tersebut termasuk membuat pernyataan yang tidak benar mengenai fakta material atau tidak mengungkapkan fakta yang material. (2) Memakai nama palsu atau martabat palsu. (5) Membujuk orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi utang atau menghapuskan piutang. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 juga memberikan beberapa spesifikasi mengenai pengertian penipuan. Misalnya. Mengenai pengertian tipu muslihat atau rangkaian kebohongan sebagaimana ditentukan dalam KUHP. Harga efek di pasar modal sangat sensitif terhadap suatu peristiwa dan informasi yang berkaitan. Otoritas pasar modal mengantisipasi setiap pihak yang memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam hal modal dan teknologi atau sarana yang kemungkinan bisa melakukan penggambaran sedemikian rupa sehingga pasar memahami dan merespon gambaran tersebut sebagai suatu hal yang benar. baik secara langsung maupun tidak dengan efek tersebut. padahal emiten B termasuk yang diambil alih oleh pemerintah. Begitu telah ada konfirmasi bahwa informasi itu benar. bahkan turut serta melakukan penipuan pun tak lepas dari jerat pasal ini. keadaan pasar. Transaksi yang dapat menimbulkan gambaran semu adalah transaksi efek yang tidak mengakibatkan perubahan kepemilikan atau penawaran jual/beli efek pada harga tertentu . dan/atau penjualan efek yang terjadi dalam rangka penawaran umum. yaitu terbatas dalam kegiatan perdagangan efek yang meliputi kegiatan penawaran. pasar merespon kemudian harga efeknya jatuh tajam di bursa. tindakan yang dilakukan oleh setiap pihak secara langsung maupun tidak dengan maksud untuk menciptakan gambaran semu atau menyesatkan mengenai perdagangan. Informasi merupakan pedoman pokok para pemodal untuk mengambil keputusan terhadap suatu efek. 2. Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 378 tentang penipuan. (4) Rangkaian kebohongan.Larangan tersebut ditujukan kepada semua pihak yang terlibat dalam perdagangan efek. Beberapa pola manipulasi pasar. atau terjadi di bursa efek maupun diluar bursa atas efek emiten atau perusahaan publik. pembelian. suatu pihak menyebarkan rumor bahwa emiten B tidak termasuk perusahaan yang akan dilikuidasi oleh pemerintah. atau harga efek di bursa efek. Manipulasi Pasar Manipulasi pasar menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Pasal 91 adalah. disebutkan bahwa penipuan adalah tindakan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan cara: (1) Melawan hukum.

kegiatan perdagangan antara rekening efek satu dengan rekening efek lain yang masih berada dalam penguasaan satu pihak atau memiliki keterkaitan sedemikian rupa sehingga tercipta perdagangan semu. menurunkan. (7) Perdagangan Orang Dalam (Insider Trading) Pelaku perdagangan orang dalam dapat dibedakan menjadi dua jenis. (2) Painting the tape adalah. (4) Cornering the market adalah. Manipulasi tersebut dilakukan dengan maksud bahwa mereka membuat gambaran dari aktivitas pasar dimana tidak terjadi penjualan atau pembelian yang sesungguhnya. Pelaku dapat mengambil keuntungan dari situasi tersebut dengan melakukan cornering the market. Manager dari pools tersebut membeli saham suatu perusahaan dan menjualnya kepada anggota kelompok investor tersebut untuk mendorong frekuansi jual-beli efek sehingga dapat meningkatkan harga efek tersebut. yaitu menjual efek dimana pihak penjual belum memiliki efeknya. yaitu: (1) Marking the Close adalah. konsolidasi. Dalam praktik perdagangan efek internasional dikenal beberapa kegiatan yang dapat digolongkan sebagai manipulasi pasar. yaitu: pihak pertama yang mengemban kepercayaan secara langsung maupun tidak dari emiten atau perusahaan publik atau disebut juga pihak yang berada dalam fiduciary position. merekayasa harga permintaan atau penawaran efek pada saat atau mendekati penutupan perdagangan dengan tujuan membentuk harga efek atau harga pembukaan yang lebih tinggi pada hari berikutnya. Hal ini dapat dilakukan karena bursa efek menetapkan jangka waktu penyelesaian transaksi T+3 (penjual wajib menyerahkan efeknya pada hari ke-3 setelah transaksi). Pemegang saham dapat memanfaatkan ketentuan ini untuk kepentingan pribadi melalui tindakan manipulasi pasar. yaitu membeli dalam jumlah besar efek tertentu dan menahannya sehingga akan banyak penjual yang mengalami gagal serah efek dan terpaksa membeli di pasar tunai yang sudah dikuasai oleh pelaku. (3) Pembentukan harga berkaitan dengan merger. atau mempertahankan harga efek. (5) Pools merupakan penghimpunan dana dalam jumlah besar oleh sekelompok investor dimana dana tersebut dikelola oleh broker atau seseorang yang memahami kondisi pasar. atau akuisisi Pasal 55 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas menentukan bahwa. atau akuisisi berhak meminta kepada perseroan untuk membeli saham dengan harga yang wajar.dimana pihak tertentu telah bersekongkol dengan pihak lain yang melakukan penawaran jual/beli efek yang sama pada harga yang kurang lebih sama. . membeli efek dalam jumlah yang besar sehingga dapat menguasai atau menyudutkan pasar. Jika penjual gagal menyerahkan efek pada T+3. (6) Wash Sales Order beli dan jual antara anggota asosiasi dilakukan pada saat yang sama dimana tidak terjadi perubahan kepemilikan manfaat atas efek. pemegang saham yang tidak menyetujui rencana merger. namun dapat dilakukan setiap saat. Pada dasarnya painting the tape mirip dengan marking the close. konsolidasi. Praktiknya dapat dilakukan dengan short selling. maka yang bersangkutan harus membeli efek tersebut di pasar tunai yang biasanya lebih mahal dari harga di pasar regular. Motif dari manipulasi pasar antara lain untuk meningkatkan. dan pihak kedua yang menerima informasi orang dalam dari pihak pertama (disebut juga tippees).

Lanny menindak-lanjutinya dengan memerintahkan bagian informasi dan teknologi (IT) untuk memproses kenaikan TA 17 nasabah nominee tersebut. maka kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal juga akan pudar. maka pada perdagangan orang dalam obyek pencurian tetap milik orang lain tapi dengan menggunakan informasi yang seharusnya milik umum. Herman dapat melakukan transaksi jual/beli saham di bursa efek. Sehingga. Direktur Utama Sarijaya. B. Perdagangan dimotivasi oleh informasi itu. pegawai. karena dana dalam rekening 17 nasabah nominee ini tidak mencukupi untuk melakukan transaksi. 13.074 nasabah menderita kerugian sebesar Rp. transaksi yang dilakukan Herman. Dilakukan oleh orang dalam perusahaan. e. antara lain: a. Akibat ulah ketiga terdakwa. yaitu Teguh. sehingga pelaku memperoleh keuntungan dari tindakannya. KASUS REKSA DANA PT. Perdagangan orang dalam memiliki beberapa unsur. 235. sebelumnya harus mendapat persetujuan dari para direksi Sarijaya. c. Informasi itu belum diungkap dan dibuka untuk umum. Kemungkinan terjadinya perdagangan dengan menggunakan informasi orang dalam dapat dideteksi dari ada atau tidaknya orang dalam yang melakukan transaksi atas efek perusahaan dimana yang bersangkutan menjadi orang dalam. d. Selama kurang lebih enam tahun. mulai dari lawan transaksi hingga kepada pudarnya kewibawaan regulator dan kredibilitas pasar modal. pemegang saham utama emiten atau perusahaan publik. orang perseorangan yang karena kedudukan atau profesi atau hubungan usahanya dengan emiten memungkinkan orang tersebut memperoleh informasi orang dalam. Zulfian. f. direktur. Sampai tahun 2008. Namun. Pada pencurian konvensional yang menderita kerugian adalah pihak pemilik barang. dan pencucian uang. Walau mengetahui dana yang terdapat pada rekening ketujubelas nasabah nominee tidak mencukupi. Herman . Adanya perdagangan efek.6 milyar. Kalau kredibilitas pudar. para direksi tetap memberikan persetujuan untuk menaikkan TA. antara lain: komisaris. yang menderita kerugian begitu banyak dan luas.Pihak yang termasuk golongan pertama. Kasus perdagangan orang dalam diidentikkan dengan kasus pencurian. tanpa sepengetahuan atau order dari para nasabah. untuk mencari nasabah nominee pada tahun 2002. bedanya bila pada pencurian konvensional yang menjadi obyek adalah materi milik orang lain. maka Herman meminta Lanny Setiono (stafnya) untuk menaikkan batas transaksi atau Trading Available (TA). Rekening itu digunakan Herman untuk melakukan transaksi jual/beli saham di bursa efek. SARIJAYA PERMANA SEKURITAS Terdakwa Herman Ramli bersama dua Direksi PT Sarijaya Permana Sekuritas dianggap penuntut umum telah melakukan tindak pidana penggelapan/penipuan. sudah terhimpun 17 nasabah nominee yang sebagian besar adalah pegawai grup perusahaan Sarijaya. b. Selain itu dapat pula dideteksi dari adanya peningkatan harga dan volume perdagangan efek sebelum diumumkanya informasi material kepada publik terkait dengan terjadinya peningkatan atau penurunan perdagangan yang tidak wajar. dan Yusuf Ramli. dibukakanlah ketujuhbelas nasabah nominee ini rekening. sedangkan pada kasus perdagangan orang dalam. Bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Berawal dari perbuatan Herman yang secara bertahap memerintahkan stafnya. Tapi. Lalu. Adanya inside information. untuk menaikkan TA. Setya Ananda. Kemudian. Padahal.

dan perlu ditindak sesuai dengan UU Pasar Modal.6 miliar. Herman dianggap telah melakukan tindak pidana penggelapan/penipuan. dan perdagangan orang dalam. melainkan kategori pidana umum. Dan untuk membayar transaksi itu. Mabes Polri dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mempunyai pendapat yang berbeda untuk kasus ini. manipulasi pasar. Adanya persetujuan dari direksi untuk menaikkan batas tarnsaksi tersebut Permasalahan yang muncul dalam kasus PT Sarjaya Permana Sekuritas ini yakni bahwa oleh BAPEPAM-LK dianggap sebagai kejahatan Pidana Umum dan bukan kajahatan pasar modal sehingga kasus ini diserahkan kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyidikan. Adanya 17 Rekenening Fiktif yang terdapat di PT. turut serta menipu atau mengelabui Pihak lain. Dari kenyataan diatas maka alangkah baiknya jika permasalahan PT Sarijaya Permana Sekuritas ini coba kami tinjau dari sudut pandang Undang-Undang Pasar Modal khususnya yang menyangkut Kejahatan Pasar Modal.77 miliar. C. 17 Rekenaing Fiktif itu dibuka oleh Herman Ramli sebagai Komisaris PT Sarijaya Permana Sekuritas dan sebagai pemegang saham terbesar 3. Adanya perintah dari Herman Ramli kepada stafnya untuk menaikkan batas transaksi agar bisa melakukan transaksi 5. Polri menyatakan kasus Sarijaya masuk dalam ranah pasar modal. ANALISA HUKUM ATAS KASUS PT. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 juga menetapkan sanksi pidana denda dan penjara/kurungan bagi para pelaku dengan jumlah atau waktu yang bervariasi. SARIJAYA PERMANA SEKURITAS Dari Kasus diatas maka adapun fakta hukum yang bisa disimpulkan yakni : 1. Sarijaya Permana Sekuritas 2. yakni penggelapan dan pencucian uang. Herman medebet dana 13074 nasabah yang tersimpan di main account Sarijaya Apabila diakumulasikan. seperti penipuan. termasuk di dalamnya modal perusahaan sebesar Rp5. setiap Pihak dilarang secara langsung atau tidak langsung: a.melakukan transaksi jual/beli saham dengan menggunakan rekening ketujuhbelas nasabah nominee. Dari beberapa jenis kejahatan pasar modal sebagaimana diutarakan diatas maka jika kita hubungkan dengan kasus yang dialami oleh PT Sarijaya Permana Sekuritas maka akan lebih mengarah ke kejahatan pasar moda yang berupa penipuan sebagaimana diatur dalam pasal 90 Undang-Undang nomor 8 Tahun 1995 yang isinya atara lain : Dalam kegiatan perdagangan Efek. pemilik 60 persen saham perusahaan sekuritas (Sarijaya) ini telah mempergunakan dana sekitar Rp214. Oleh karena itu. menipu atau mengelabui Pihak lain dengan menggunakan sarana dan atau cara apa pun. Dana yang dimasukan dalam 17 rekening fiktif itu berasal dari dana nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas dengan cara mendebet 13074 rekening nasabah 4. dan pencucian uang yang merugikan 13074 nasabah Sarijaya sekitar Rp235. b.4 miliar. Selain menetapkan jenis-jenis tindak pidana dibidang pasar modal. Seperti diutarakan sebelumnya bahwa Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 telah menggariskan jenis-jenis tindak pidana dibidang pasar modal. Sedangkan Bapepam-LK menganggap kasus ini bukan pelanggaran pasar modal. dan .

Unsur dengan menggunakan cara atau sarana apapun Cara yang dimaksudkan jalan untuk melakukan sesuatu sedangkan sarana yang dimaksudkan yakni segala sesuatu yg dapat dipakai sbg alat dl mencapai maksud atau tujuan Dari unsur-unsur pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 90 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 maka akan kita analisa lebih lanjut dihubungkan dengan fakta hukum yang terdapat dalam kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas yakni : 1. membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta yang material atau tidak mengungkapkan fakta yang material agar pernyataan yang dibuat tidak menyesatkan mengenai keadaan yang terjadi pada saat pernyataan dibuat dengan maksud untuk menguntungkan atau menghindarkan kerugian untuk diri sendiri atau Pihak lain atau dengan tujuan mempengaruhi Pihak lain untuk membeli atau menjual Efek. pembelian. Unsur Setiap Pihak Yang dimaksud dengan pihak dalam undang-undang pasar modal khususnya pasal 1 angka 23 yakni orang perseorangan. atau terjadi di Bursa Efek. (2) Memakai nama palsu atau martabat palsu.c. 4. (4) Rangkaian kebohongan. (5) Membujuk orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi utang atau menghapuskan piutang. 3. perusahaan usaha bersama. (3) Tipu muslihat. Unsur Kegiatan Perdagangan Efek Dalam penjelasan pasal 90 dikatakan bahwa yang dimaksud dengan “kegiatan perdagangan Efek” dalam Pasal ini adalah kegiatan yangmeliputi kegiatan penawaran. adapun oleh beberapa ahli yang memberikan pendapatnya bahwa yang dimaksud dengan penipuan di bidang pasar modal yakni sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 huruf c yakni membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta material atau tidak mengungkapkan fakta material agar pernyataan yang dibuat tidak menyesatkan mengenai keadaan yang terjadi pada saat pernyataan dibuat dengan maksud untuk menguntungkan atau menghindarkan kerugian untuk diri sendiri atau pihak lain atau dengan tujuan memengaruhi pihak lain untuk membeli atau menjual efek. maupun kegiatan penawaran. dan atau penjualan Efek yang terjadi dalam rangkaPenawaran Umum. asosiasi atau keompok terorganisasi. Selain pengertian penipuan dalam pasal 378 KUHP. Namun seperti kita ketahui dalam sistem pembuktian pidana maka suatu kejahatn atau tindak pidana dapat terbukti jika memenuhi unsur-unsur pidana selain itu mengingat jika dikaji maka pasal ini merupakan delik materiil maka perlu untuk dijelaskan unsur-unsur pidana ang terkandung dalam pasal 90 tersebut. Unsur menipu atau mengelabui pihak lain Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 378 tentang penipuan. Unsur Kegiatan Perdagangan Efek Unsur kegiatan perdagangan efek yang terjadi dalam kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas yakni Tindakan Herman Remli sebagai komsaris PT Sarijaya Permana Sekuritas yang . disebutkan bahwa penipuan adalah tindakan untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan cara: (1) Melawan hukum. Menurut hemat kami maka ada beberpa unsur dalam pasal 90 diatas yakni : 1. pembelian dan ataupenjualan Efek di luar Bursa Efek atas Efek Emiten atau Perusahaan Publik 2.

Yakni pemeriksaan terhadap setiap pihak yang diduga melakukan atau terlibat dalam pelanggaran terhadap UUPM. 4. Dengan demikian nsur menipu atau mengelabui pihak lain telah terbukti. Unsur menipu atau mengelabui pihak lain Unsur menipu atau mengelabui pihak lain yakni membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta material yang berupa 17 rekening fiktif dan melakukan transaksi saham untuk dengan tujuan mendapatkan keuntungan.melakukan transaksi efek baik penjualan maupun pembelian efek dengan menggunakan dana nasabah yang didebet dalam 17 rekening fiktif. jika berkas penyidikan telah lengkap maka bisa dilimpahkan kepada kejaksaan untuk melakukan penuntutan. . Unsur menggunakan cara atau sarana apapun Adapun cara yang digunakan Herman Ramli untuk melakukan tindak pidana pasar modal ini yakni dengan membuka 17 rekening fiktif dan mendebet dana 13074 rekening nasabah PT sarijaya permana sekuritas dan menaikkan batas transaksi untuk dapat melakukan transaksi sebagaimana mestinya. dengan demikian unsur setiap pihak telah terbukti 3. Dengan demikian unsur kegiatan perdagangan efek telah terbukti 2. Selain itu Herman Ramli juga menggunakan sarana yakni memanfaatkan jabatannya sebagai komisaris dan pemegang saham terbesar pada PT. Dalam kasus PT. Sarijaya Permana Sekuritas untuk memerintahkan stafnya menaikkan batas transaksi dan meminta direksi untuk menyetujui penaikkan batas transaksi tersebut. Sarijaya Permana Sekuritas indikasi kejahatan yang dilakukan oleh komisaris Herman Ramli sehingga peran bapepam harus diawali dengan melakukan tindakan pemeriksaan berupa meminta konfirmasi dari pihak pihak terkait yag diduga melakukan pelanggaran terhadap undang-undang pasar modal dan peraturan pelaksananya selanjutnya dari tahap itu dilanjutkan ke tahap berikutnya yakni penyidikan. Dengan demikian unsur menggunakan cara atau sarana apapun telah terbukti. Sebagai salah satu bentuk konkretisasi dari peran Bapepam sebagai lembaga pengawas adalah kewenangan Bapepam untuk melakukan pemeriksaan. Pihak-pihak lain yang ditipu yakni BAPEPAM-LK sebagai pengawas maupun Para SRO dan pihak nasabah sendiri yang dananya telah didebet pada 17 Rekening Fiktif tersebut. Unsur setiap pihak Unsur setiap pihak yang dimaksudkan dalam kasus ini yakni Herman Ramli sebagai orang perorangan.