You are on page 1of 6

ANALISIS DESKRIPTIF KUALITAS TAHANAN DARI SISTEM PENTANAHAN DI SENTRAL TELEPON OTOMAT (STO) KALIASEM – DENPASAR

Eko Hariyanto (1019451048) Jurusan Teknik Elektro Universitas Udayana Hary.ek.he@gmail.com Abstrak Sistem pentanahan sangat diperlukan dalam menunjang pengamanan sebuah sistem tenaga listrik. Sentral Telepon Otomat (STO) Kaliasem adalah salah satu sistem yang memerlukan sebuah sistem pengamanan yang handal karena STO Kaliasem berperan sebagai pusat dari seluruh STO di Bali. Banyak terdapat perangkat telekomunikasi yang sangat rawan terhadap bahaya sambaran petir. Jika hal ini tidak diperhatikan secara serius, maka akan sangat berbahaya bagi perangkat tersebut yang dapat menjadi rusak dan mengakibatkan jalur telekomunikasi para pelanggan menjadi terganggu. Untuk itu, nilai tahanan dari sistem pentanahan di STO Kaliasem harus terus dievaluasi setiap 6 bulan sekali (PUIL, 2000). Hal ini bertujuan untuk mengetahui nilai tahanan dan masih baik atau tidaknya kualitas sistem pentanahan pada STO Kaliasem. Seluruh perangkat di Sentral Telepon Otomat (STO) masih memenuhi standar yang diijinkan dimana sistem pentanahan yang digunakan adalah sistem pelat dan besar nilai tahanan pentanahan dari hasil pengukuran pada bulan terakhir, yaitu bulan Desember rata – rata sebesar 0,69 Ω sehingga nilai tersebut masih sangat baik karena nilai tahanan jauh lebih kecil dari nilai maksimum yang diijinkan adalah < 3 Ω (PT. Telkom, 1994). Kata Kunci : nilai tahanan pentanahan, sambaran petir Abstract Grounding system is needed to secure the electrical power system. Sentral Telepon Otomat (STO) Kaliasem is one of the system that need the hidhest trade of the grounding system because STO Kaliasem is the center that manage all of STO in Bali. There are many communication hardware from the dangerous thunderclap. If It’s not getting attention very well, then it will be dangerous for the hardware which can be disturbed and it can make communication highway of consumer to be shut down. SO, the resistance of the grounding system at STO Kaliasem is needed to evaluate once every 6 months (PUIL, 2000). It’s purpose to know the resistance of the grounding system and the quality of the grounding system which is used by STO Kaliasem. All of the hardware on the Sentral Telepon Otomat (STO) Kaliasem has suitable with the standard resistance, Its grounding system use metal sheet system and the number of the resistance that has been measured on December is 0,69 Ω. It’s still great number because teh resistance number still far and less than 3 Ω (PT. Telkom, 1994). Keywords : grounding resistance, thunderclap 1. PENDAHULUAN Sistem pentanahan diperlukan untuk mengamankan suatu gedung atau peralatan elektronik yang ada di dalamnya agar tidak mengalami kerusakan akibat terkena sambaran petir. Untuk gedung, diperlukan nilai tahanan pentanahan < 5 ohm (PUIL 2000). Untuk pentanahan peralatan elektronik dibutuhkan nilai tahanan pentanahan < 3 ohm (PT. Telkom, 1994). Kedua batas maksimum tersebut bertujuan agar gedung dan peralatan elektronik tersebut terhindar dari bahaya sambaran petir. PT. Telkom Denpasar memiliki peralatan elektronik yang sangat penting karena berhubungan dengan jalur komunikasi dan informasi di Indonesia, terutama di Bali. Tower dan benda – benda elektronik yang ada di dalamnya harus dijaga kinerjanya agar tidak terputus dan menyebabkan peralatan menjadi rusak dan jalur komunikasi menjadi mati. PT. Telkom Bali memiliki STO yang bertempat di Kaliasem, Denpasar. STO ini memiliki 16000 satuan sambungan telepon dan berperan sebagai pusat STO di wilayah Bali. Pengamanan terhadap seluruh komponen penting pada STO ini, baik gedung maupun peralatan yang ada di dalamnya harus diperhatikan secara periodik yaitu dengan melakukan evaluasi setiap 6 bulan agar dapat mengetahui kelayakan nilai tahanan dari sistem pentanahan sehingga kerusakan alat akibat sambaran petir bisa dihindari (PUIL, 2000). Selain itu, dari evaluasi yang dilakukan secara berkala, kualitas dari tahanan sistem pentanahan dapat diketahui dan dapat meramalkan tindakan apa yang harus dilakukan berikutnya. Tindakan evaluasi tersebut diperlukan agar kinerja alat pada tower STO yang secara kontinyu tidak terganggu akibat gangguan berupa sambaran petir. Maka dari itu, artikel ini akan menganalisis secara deskriptif tentang kualitas sistem pentanahan pada STO di Kaliasem guna dapat mengetahui nilai tahanan dari sistem pentanahan, apakah sudah memenuhi batas nilai yang diijinkan. 2. RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang di atas dapat dirumuskan beberapa hal sebagai berikut : 1. Berapakah besar nilai tahanan dari sistem pentanahan pada semua peralatan yang ada di Sentral Telepon Otomat (STO) Kaliasem?

5 sampai 1 meter dari permukaan tanah. 3. Tegangan Sentuh Tegangan sentuh adalah tegangan yang terdapat diantara suatu obyek yang disentuh dan suatu titik berjarak 1 meter. 2. 2. 1999) : 1. tergantung dari kondisi dan jenis tanah. Untuk bahan elektroda pentanahan biasanya digunakan bahan tembaga. Pengujian ini pada umumnya hanya dilakukan sekali untuk setiap jenis dari setiap pabrik pembuat. Tegangan Langkah Tegangan langkah adalah tegangan yang timbul di antara dua kaki orang yang sedang berdiri di atas tanah yang sedang dialiri oleh arus kesalahan ke tanah. atau baja yang bergalvanis atau dilapisi tembaga. Elektroda Bentuk Pita Elektroda ini merupakan logam yang mempunyai penampang yang berbentuk pita atau dapat juga berbentuk bulat. Panjang elektroda yang digunakan sesuai dengan pentanahan yang diperlukan.2. elektroda adalah pengantar yang ditanamkan ke dalam tanah yang membuat kontak lansung dengan tanah. Gambar 3. Bila digunakan sebagai elektroda pembumian pengaman maka cara pemasangannya adalah tegak lurus dengan kedalaman kira-kira 1 meter di bawah permukaan tanah dihitung dari sisi plat sebelah atas.2 Jenis – Jenis Elektroda Pentanahan Elektroda pentanahan adalah penghantar yang ditanam dalam tanah dan membuat kontak langsung dengan tanah. 2. 1991) : 1. melingkar atau kombinasi dari lingkaran dan radial.3 Pengujian Elektroda Elektroda pentanahan sebelum dipasarkan harus melalui beberapa pengujian seperti (Nugraha. Pengujian ini dilaksanakan pada beberapa elektroda pentanahan yang . Uji contoh Pengujian untuk mengetahui sifat-sifat tertentu dari sejumlah elektroda pentanahan yang akan diserah terimakan. Elektroda Bentuk Plat Elektroda plat adalah elektroda dari plat logam. radial.2 Elektroda Plat Dipasang Vertikal 3.1 Elektroda Batang dan Lapisan – lapisan Tanah di Sekeliling Elektroda Gambar 3. Dalam pemasangannya elektroda pita ini dapat ditanam dalam bentuk memanjang. pita yang dipilin atau dapat juga berbentuk kawat yang dipilin. Pada pemasangannya elektroda ini dapat ditanam tegak lurus atau mendatar tergantung dari tujuan penggunaannya. Bila digunakan sebagai elektroda pengatur yaitu mengatur kecuraman gradien tegangan Gambar 3. Bila arus hubung singkat ke tanah dipaksakan mengalir melalui tanah dengan tahanan yang tinggi akan menimbulkan perbedaan tegangan yang besar dan berbahaya. 3. Dalam hal ini dimisalkan jarak antara kedua kaki orang adalah 1 meter dan diameter kaki dimisalkan 8 cm dalam keadaan tidak memakai sepatu. Apakah nilai tahanan pentanahan untuk semua peralatan yang ada di STO Kaliasem sudah memenuhi standar yang diijinkan? guna menghindari tegangan langkah yang besar dan berbahaya.3 Jenis – jenis Elektroda Pita dan Cara Pemasangannya 3. yaitu (Hutahuruk. dengan asumsi bahwa obyek yang disentuh dihubungkan dengan kisi – kisi pengetanahan yang berada dibawahnya. maka elektroda plat tersebut ditanam mendatar. Jenis-jenis elektroda yang digunakan dalam pentanahan adalah sebagai berikut : 1. Uji jenis Pengujian untuk mengetahui sifat-sifat menyeluruh (lengkap) dari elektroda pentanahan.1 Pentanahan Sistem pentanahan berguna untuk memperoleh potensial yang merata dalam suatu bagian struktur dan peralatan serta untuk memperoleh impedansi yang rendah sebagai jalan balik arus hubung singkat ke tanah. Elektroda ini dapat ditanam secara dangkal pada kedalaman antara 0. Adanya kontak langsung tersebut bertujuan agar diperoleh pelaluan arus yang sebaik-baiknya apabila terjadi gangguan sehingga arus tersebut disalurkan ketanah. Elektroda Batang Elektroda batang adalah elektroda dari pipa besi baja profil atau batangan logam lainnya yang dipancangkan ke dalam tanah secara dalam. Menurut PUIL (2000). Hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan sistem pentanahan adalah tidak timbulnya bahaya tegangan langkah dan tegangan sentuh. TINJAUAN PUSTAKA 3.

7 Komposisi Zat – Zat Kimia dalam Tanah Adanya kandungan zat kimia pada tanah terutama zat organik maupun zat anorganik yang dapat larut sangat penting diperhatikan pada keperluan penanaman sistem pentanahan. Kemudahan Pemeliharaan. 50-200 200 . lapisan tanah tidak menambah besarnya tahanan tanah sekeliling pasak. bisa mempengaruhi hasil.6 Teknik Pengkondisian Tanah Tahanan jenis tanah pada suatu daerah perlu diturunkan. Bahaya karat terhadap elektroda pentanahan 3. Temperatur Jika temperatur tanah berkurang. Kondisi ini jarang ditemui kecuali di area padang pasir atau selama periode dari musim kering ekstrim. maka resistivitasnya meningkat terutama ketika temperatur tanah turun di bawah titik beku air. 3. 2004) : 1. Tahanan kontak antara pasak dengan tanah sekitarnya. b. jarak ini disebut daerah tahanan efektif (Pabla. Uji rutin Pengujian untuk memisahkan elektroda pentanahan yang cacat atau menyimpang dari persyaratan dalam standar yang telah ditentukan. Teknik gararn. sehingga elektroda pentanahan yang ditanam mempunyai harga tahanan pentanahan yang rendah. Tahanan antara elektroda dan tanah jauh lebih kecil dari yang biasanya diduga. resistivitas akan meningkat dengan cepat. Dengan cara ini tahanan jenis tanah menjadi lebih rendah dari harga semula. Cara untuk menurunkan tahanan jenis tanah ini disebut dengan teknik pengkondisian tanah. 3.5 Faktor Yang Mempengaruhi Tahanan Pentanahan Suatu elektroda pentanahan tidak bisa ketika ditanamkan ke dalam tanah seketika memperoleh hasil yang baik. Adapun macam – macam teknik pengkondisian tanah yaitu (Huwae. maka Biro Standarisasi Nasional Amerika Serikat menyatakan bahwa tahanan kontak dapat diabaikan (Pabla. Teknik bentonit. dalam hal ini nilai tahanan yang rendah. Pada daerah yang memiliki curah hujan yang tinggi biasanya mempunyai tahanan jenis tanah yang tinggi di Gambar 2. Banyak faktor. 3. Kemudahan Pemasangan. Teknik kokas atau arang. 4. Teknik semen konduktif. Tahanan tanah sekelilingnya.4 Komponen – Komponen Pentanahan 3. 2005) : a. Kelembaban Tanah Tanah manapun. Teknik tepung logam. Lapisan tanah terdekat dengan pasak dengan sendirinya memiliki permukaan paling sempit sehingga memberikan tahanan terbesar. Apabila elektroda bersih dari minyak atau cat dan tanah dapat dipasak dengan kuat. 2000): 1. memberikan tahanan yang lebih kecil. konduktivitas listrik bumi dan didefinisikan sebagai tahanan. 4. Lapisan berikutnya karena lebih luas. Ditinjau dari suatu pasak yang ditanam di tanah yang terdiri atas lapisan-lapisan tanah dengan ketebalan yang sama. Resistivitas bumi (ohm·meter) merupakan nilai resistansi dari bumi yang menggambarkan nilai . Pengujian ini dilaksanakan pada setiap elektroda pentanahan yang diproduksi. bersifat isolasi. keduanya alami dan manusia. 1986). 1986). Tahanan pasaknya sendiri dan sambungan – sambungannya.3. 2. Besarnya tahanan jenis tanah efektif yang dapat dicapai.30000 3.3000 < 10000 2000 . 2.4 Sifat – Sifat dari Sebuah Sistem Elektroda Tanah Hambatan arus yang melewati sistem elektroda tanah mempunyai tiga komponen yaitu (Sudiarto. 5. 4. Kemudahan memperoleh bahan-bahan. 3. Demikian seterusnya sehingga pada suatu jarak tertentu dari pasak. antara permukaan yang berlawanan dari suatu kubus satu meter kubik dalam volume. Kandungan Mineral Tanah Air yang tidak mengandung garam mineral merupakan bahan isolasi sama halnya dengan tanah dengan kelembaban nol. Pemilihan teknik pengkondisian tanah tersebut disesuaikan dengan kondisi lokasi yang tergantung pada (Huwae. Faktor – faktor tersebut antara lain (PUIL. Resistivitas Bumi Resistivitas listrik dari bumi (tahanan bumi untuk mengalirkan arus) menjadi bagian penting. 5.1 Nilai Resistivitas Tanah menurut PUIL 2000 Jenis Tanah Resistivitas (Ω–m) Tanah Rawa 10-40 Tanah Liat 20 -100 Pasir Basah Kerikil Basah Kerikil Kering Tanah Berbatu 2. diambil menurut cara tertentu sedemikian rupa sehingga mewakili sejumlah elektroda pentanahan. 2004) : 1. dengan nilai kelembaban nol. Pasak dengan tahanan seragam yang ditanam ke tanah akan menghantarkan arus ke semua jurusan. Tabel 3. c. dalam ohm.

2004). Generator Set :  Kapasitas Daya : 1000 KVA  Frekuensi : 50 Hz  Tegangan : 380 V / 220 V  Putaran : 1500 rpm  Phasa : 3 phasa  Faktor Daya : 0. dilakukan pada bulan November dan Desember 2011 Pada prinsipnya. dapat diperoleh melalui pembacaan secara langsung pada alat ukur Earth Tester. Ini tak lepas dari kebutuhan STO Kaliasem Denpasar untuk mengoperasikan perangkat – perangkat atau peralatan telekomunikasi beserta peralatan penunjangnya. 80 (1976). Transformator :  Kapasitas : 865 KVA  Pembebanan Maks.6. menurut rujukan IEEE Std. suatu sistem pentanahan dapat dikonstruksikan dengan menghubungkan titik netral sistem ke tanah melalui metode – metode sistem pentanahan yang telah direncanakan (Sulivan. Terdapat empat buah elektroda yang ditancapkan ke dalam tanah dengan jarak a. nilai tahanan pentanahannya harus ≤ 25 Ω electrode method) seperti pada gambar 2. Perangkat MSC (Main Switching Center) c.8  Jumlah : 1 unit 3. Ketentuan yang telah ditetapkan di dalam PUIL (2000). PEMBAHASAN 5.2 Data – Data Teknis Sistem Catu Daya di STO Kaliasem Perangkat – perangkat utama pada catu daya di STO Kaliasem memiliki data – data teknis sebagai berikut : 1. : 540 KVA  Frekuensi : 50 Hz  Tegangan : 20 KV / 380 V / 220 V  Jumlah : 1 unit 2. telah dilakukan oleh Sverko (1999) seperti pada gambar 2. Untuk sistem penangkal petir. Beban Non Esensial Beban-beban non esnsial meliputi : a.permukaan yang disebabkan karena kandungan garam pada lapisan atas akan larut sehingga pada daerah tersebut untuk mendapatkan sistem pentanahan yang berdaya guna harus menanam kutub tanah yang lebih dalam dimana larutan garam masih dapat dijangkau (Huwae. Baterai :  Kapasitas : 19675 AH  Tegangan : 24 V / 48 V  Jumlah : 12 bank 5. 5. dimana elektroda P 1 dan P4 digunakan sebagai elektroda pengukur kuat arus.1 Sentral Telepon Otomat (STO) Kaliasem – Denpasar Peran dari STO Kaliasem sebagai sentral tol dari seluruh STO yang ada di Bali memerlukan energi listrik yang cukup besar yang disuplai dari PLN sebagai catu daya utamanya dan Generator Set sebagai catu daya cadangannya. Perangkat Transmisi d. nilai tahanan pentanahannya harus ≤ 10 Ω. sedangkan elektroda P2 dan P3 dipakai untuk mengukur besarnya perbedaan tegangan. Penerangan b. 5. Eletroda P2 ditempatkan pada jarak 62% dari jarak elektroda P1 ke elektroda P3. termasuk menara transmisi. METODE Pengukuran nilai tahanan sistem pentanahan pada STO Kaliasem. Perangkat VMS (Voice Message) f. 2. Perangkat Komputer dan Router e. nilai tahanan pentanahannya harus ≤ 25 Ω. Nilai tahanan yang ingin diketahui. Untuk stasiun tenaga yang besar (≥ 10 kilovolt). Beban Esensial Beban-beban esensial meliputi : a. dimana dua elektroda pembantu disusun sedemikian rupa dan mengukur beda potensial yang ditimbulkan di permukaan tanah. Gambar 2. 1998). Untuk stasiun tenaga yang kecil (≤ 10 kilovolt). Air Conditioner (AC) Gambar 2.3 Jenis Beban Catu Daya di STO Kaliasem Beban – beban yang terdapat di Sentral Telepon Otomat (STO) Kaliasem dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu : 1.6 Pengukuran ρ dengan Metode Empat Elektroda Pengukuran nilai ρ menurut Nahman (1996).5.5 Pengukuran Nilai Tahanan dengan Metode Tiga Titik Pengukuran nilai tahanan dengan metode tiga titik (three point method). yakni : 1. Rectifier :  Kapasitas Total : 16500 A  Jumlah : 12 unit 4. dilakukan dengan metode empat elektroda.. 4. 4. (four . Untuk peralatan listrik dan elektronika. Perangkat IWF (Interworking Function) 2. 3. Perangkat BSC (Base Station Control) b. nilai tahanan pentanahannya harus ≤ 5 Ω.

6 0. Di sisi lain. 1986).8 0. nilai tahanan sistem pentanahan tersebut masih memenuhi standar yang diijinkan dari PT.c.7 0. Hal ini harus menjadi perhatian lebih karena di cuaca yang tidak menentu seperti saat ini memungkinkan perubahan nilai tahanan sistem pentanahan secara signifikan mengingat kandungan mineral tanah merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi tahanan pentanahan. Telkom. Sambaran petir yang secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak perangkat telekomunikasi tersebut. 5. Telkom Bali.5 Hasil Pengukuran Nilai Tahanan Pentanahan di STO Kaliasem Data – data hasil pengukuran nilai tahanan pentanahan pada masing-masing perangkat di Sentral Telepon Otomat (STO) Kaliasem hasil pengukuran pada bulan Desember seperti pada tabel 4. nilai tahan ini harus kurang dari 1 Ω berdasarkan standar yang dikeluarkan dari pihak STO Kaliasem.69 Ω. Perangkat Sentral 6. sistem pentanahan dengan penambahan zat aditif berupa garam akan mengakibatkan penurunan nilai tahanan pentanahan. nilai tahanan dari seluruh perangkat telekomunikasi pada STO Kaliasem adalah rata – rata sebesar 0. kelembaban tanah. pada sistem pentanahan dari beberapa perangkat elektronika tersebut. menurut Kiswaryono (2005).7 0. ada yang memiliki nilai tahanan yang mendekati nilai 1 Ω. STBN Keseluruhan perangkat tersebut terpasang di ruangan masing – masing berdasarkan fungsi tiap – tiap perangkat itu sendiri. Tower 2. Panel Cubicle/Lemari Penghubung 10. Perangkat Transmisi 9. Sistem pentanahan di Sentral Telepon Otomat (STO) Kaliasem sebanyak 10 unit dengan rincian 1 unit untuk tower dan 9 unit untuk perangkat – perangkat.6 Pembahasan Hasil Faktor – faktor seperti resistivitas bumi.6 0.1 Hasil Pengukuran Nilai Tahanan Pentanahan di STO Kaliasem pada Bulan Desember 2011 HASIL NO LOKASI / PERANGKAT PENGUKURAN TERMINAL KETERANGAN (OHM) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 TOWER RECTIFIER RUANGAN GENERATOR SET RUANGAN BATERAI RUANGAN SENTRAL RUANGAN CDMA RUANGAN MDF PERANGKAT TRANSMISI PANEL CUBICLE STBN 0. penambahan zat aditif berupa bentonit dapat menurunkan nilai tahanan sistem pentanahan. dan temperatur dapat mempengaruhi nialai tahanan dari sistem pentanahan STO Kaliasem dan bisa menyebabkan terjadinya perbedaan saat pemasangan sistem pentanahan sehingga didapatkan nilai pentanahan yang diinginkan (Hutauruk. Tahanan pentanahan pada gedung diharapkan < 5 ohm (PUIL. Hasil pengukuran yang sudah dilakukan.1 di bawah ini : Tabel 5. didapatkan data berupa kenaikan nilai tahanan yang mendekati nilai batas maksimum yang diijinkan. Kedua hal tersebut akan sangat membantu jika di dalam evaluasi. seluruh sistem pentanahan harus dievaluasi setiap 6 . 1987). 5. Adapun jenis – jenis perangkat yang ditunjang pada sistem pentanahan ini adalah : 1.4 Perangkat yang Disediakan Sistem Pentanahan Saat ini. Pompa Air Sistem pentanahan yang handal dengan keandalan yang sangat tinggi dibutuhkan oleh perangkat – perangkat telekomunikasi di STO Kaliasem Bali mengingat cuaca tidak menentu di Indonesia di beberapa tahun terakhir.8 0. kandungan mineral tanah. Rectifier 3. Maka dari itu. Namun. STO Kaliasem menggunakan 10 unit sistem pentanahan berupa sistem pelat. diperlukan suatu tindakan antisipasi berupa pemeliharaan sistem pentanahan secara periodik. Dari hasil yang didapat.7 0.8 0.5 0. Menurut Kerasta (2003). Namun.7 ADA ADA ADA ADA ADA ADA ADA ADA ADA ADA BAIK BAIK BAIK BAIK BAIK BAIK BAIK BAIK BAIK BAIK 5. MDF 8. Maka dari itu. Generator Set 4. Perangkat CDMA 7. Seluruh perangkat telekomunikasi di STO menggunakan pelat guna memenuhi standar nilaia tahanan yang diijinkan yaitu < 3 Ω. Baterai 5. 2000) dan pentanahan peralatan diharapkan memiliki nilai tahanan pentanahan < 3 ohm (PT.

1 Simpulan Berdasarkan hasil analisis pada bab sebelumnya. 7. Bandung : PT. vol. Perbandingan Zat Aditif Bentonit Dengan Garam Terhadap Tahanan Pentanahan. 7. 1994. N. Peraturan Instalasi Listrik (PUIL 2000). dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : 1. Pabla. 6. Transmission and Distribution. umur dari suatu sistem pentanahan sangat berpengaruh pada nilai tahanan itu sendiri. VM. JA. 3. . Guide for Safety in AC Substation Grounding. A. DAFTAR PUSTAKA Hutahuruk. Sistem Distribusi Daya Listrik. Huwae. Sistem pentanahan Telekomunikasi. maka kualitas dari sistem pentanahan tersebut juga menjadi semakin tidak baik untuk sebuah pengamanan perangkat elektronika. yaitu arrester yang memiliki fungsi yang hampir sama yaitu mengamankan perangkat – perangkat telekomunikasi dari gangguan sambaran petir. 2005.bulan agar sistem pentanahan dapat berfungsi dengan baik (PUIL. Kerasta. Tugas Akhir : Denpasar : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Udayana. 2000. Perencanaan Dan Pemasangan Sistem Pentanahan Guna Mengamankan Peralatan Elektronik Di Kampus Fakultas Teknik Universitas Udayana Jalan PB. Sulivan. H. IEEE Transaction On Power Delivery.N. Pengetanahan Netral Sistem Tenaga dan Pengetanahan Peralatan.69 Ω sehingga nilai tersebut sangat baik karena nilai tahanan jauh lebih kecil dari nilai maksimum yang diijinkan adalah < 3 ohm. maka nilai tahanan pentanahan tersebut akan semakin meningkat. Jakarta: Erlangga.A. 1998. RM. 1976. Jakarta. JM. Menurut Sudiarto (2005). SIMPULAN 6. Sistem Pentanahan di Sentral Telepon Otomat (STO) Kaliasem sebanyak 10 unit dengan menggunakan sistem pelat untuk mengamankan 1 unit Tower dan 9 unit perangkat. unit pertama yang dipasang pada sisi input perangkat yang mampu melewati arus petir sebesar 10 KA dan unit kedua yang dipasang pada sisi input panel yang berkemampuan melewati arus petir sebesar 15 KA. TS. ---. 2004. 3. IEEE Proceedings Generation. Kiswaryono. Pada STO Kaliasem. Alternative Earthing Calculation for Grids and Rods. ---. Tugas Akhir : Denpasar : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Udayana. Pengaruh Umur Zat Aditif Terhadap Kualitas Nilai Tahanan Pentanahan. ditemukan sebuah pengaman lain selain sistem pentanahan. Tugas Akhir : Denpasar : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Udayana. New York. A. Resistance TO Ground Of Rod Electrodes. Pengaruh Jenis Tanah Dengan Enam Bahan Garam Terhadap Tahanan Pentanahan. Sudirman Denpasar. vol. 1986. Ada dua unit arrester yang digunakan pada STO yaitu. Pengaruh Diameter Pasak Terhadap Tahanan Pentanahan Pada Daerah Dataran Rendah. Nugraha. vol. Telkom. 145 no. Bandung : Erlangga. 11 no. IEEE Standard 80. Semakin panjang usia sistem pentanahan. AS. Sudiarto. New York. Tugas Akhir : Denpasar : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Udayana. 2. 6. Nilai tahanan pentanahan hasil pengukuran pada bulan terakhir rata – rata sebesar 0. Nahman. 2000). 2004. 2004. 1996. Terjemahan Hadi.2 Saran Untuk menjaga kualitas sistem pentanahan sangat penting untuk mengevaluasi sistem pentanahan yang dipasang secara periodik dalam jangka waktu enam bulan agar sistem pentanahan dapat berfungsi dengan baik. Tugas Akhir : Denpasar : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Udayana. Dari pernyataan tersebut. l999. 1991.