You are on page 1of 5

perawatan jenazah

KATA PENGANTAR Assalamualaikum,Wr.Wb. marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat tuhan yang maha esa. Karena atas berkat rahmat dan karunia-Nyalah kita diberikan nikmat kesehatan hingga sampai sekarang ini. Dan tak lupa pula shalawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. Serta para sahabat-sahabat-Nya, pengikut-pegikutnya hingga akhir zaman. Dimana yang telah mengajarkan iman dan islam kepada kita, sehingga kita dapat menikmati indahnya keimanan dan Islam. Dengan penuh rasa syukur kami ucapkan karena dapat menyelesaikan tugas perawatan jenasah ini, yang diberikan oleh dosen Achmad Syawaluddin, S.Kep, kepada kami sebagai tugas dalam mengikuti proses pembelajaran mata kuliah KDM II. Dalam penulisan dan penyusuan kata-kata pada tugas ini masih banyak kesalahan penulisan, untuk itu kami selaku penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pambaca demi kesempurnaan makalah ini di masa yang akan datang. Akhir kata semoga Makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua. Amin. Wassalamu’alaikum Wr.Wb Raha, Maret 2011

Penulis,

DAFTAR ISI Kata Pengantar…………………………………………………………… ! Daftar Isi…………………………………………………………………… !! BAB I PENDAHULUAN…………………………………………….. 1 A. Latar Belakang Masalah………………………………………….. 1 B. Rumusan Masalah………………………………………………… 1 C. Tujuan……………………………………………………………….. 1 BAB II PEMBAHASAN………………………………………………… 2 Perawatan jenasah…….……….………………………………… 2 BAB III PENUTUP…………………………………………………….. 10 A. Kesimpulan…………………………………………………………. B. Saran………………………………………………………………… Daftar Pustaka……………………………………………………………. **

BAB I

apa tujuan dari perawatan jenasah ? 3. Perawatan jenazah dapat dilakukan langsung pada kematian wajar. Dan perawatan jenasah dilakukan untuk mencegah penularan kuman atau bibit penyakit kesekitarnya. misalnya untuk menunggu kerabat yang tinggal jauh diluar kota/diluar negri. Selai itu jenash juga dapat terawat dalam arti dapat diberikan obat-obtana pengawetan seperti formalin sehingga mayat tersebut dapat bertahan lama dan tidak mudah rusak. akan tetapi kematian pada tidak wajar pengawetan jenasah baru boleh dilakukan setelah pemeriksaan jenasah atau otopsi dilakukan. Mekanisme pembusukan disebabkan oleh otorisis yakni tubuh mempunyai enzim yang setelah mati dapat merusak tubuh sendiri. B. Perawatan jenazah dapat dilakukan langsung pada kematian wajar. Tujuan Perawatan jenasah bertujuan untuk mencegah pembusukan. Latar Belakang Perawatan jenazah adalah suatu tindakan medis melakukan pemberian bahan kimia tertentu pada jenazah untuk menghambat pembusukan serta menjaga penampilan luar jenazah supaya tetap mirip dengan kondisi sewaktu hidup. Perawatan jenasah perlu dilakukan pada keadaan adanya penundaan penguburan atau kremasi lebih dari 24 jam. Perawatan jenasah dilakukan karena ditundanya penguburan/kremasi. Selain itu perawatan jenasah juga yaitu untuk mencegah pembusukan. apa yang dimaksud dengan perawatan jenasah ? 2. akan tetapi pada kematian tidak wajar pengawetan jenasah baru boleh dilakukan setelah pemeriksaan jenasah atau otopsi dilakukan. Metode penulisan Dalam penulisan makalah ini metode yang kami gunakan adalah library reseal (metode pustaka). Rumusan Masalah 1. Perawatan Jenazah Perawatan jenazah adalah suatu tindakan medis melakukan pemberian bahan kimia tertentu pada jenazah untuk menghambat pembusukan serta menjaga penampilan luar jenazah supaya tetap mirip dengan kondisi sewaktu hidup. Hal ini penting karena di Indonesia yang beriklim tropis dalam 24 jam mayat sudah mulai membusuk mengeluarkan bau dan cairan pembusukan yang dapat mencemari lingkungan sekitranya.PENADHULUAN A. hal-hal apa yang harus diperhstikan dalam proses perawatan jenasah. perawatan dilakukan untuk menghambat aktifitas kuman. D. Selain itu. Pada kematian yang terjadi jauh dari tempat asalnya terkadang perlu dilakukan pengangkutan atau perpindahan jenasah dari suatu tempat ketempat lainnya. tindakan apa yang di lakukan pada peawatan jenasah 4. Sebelum kami menyusun makalah ini terlebih dahulu kami mengumpulkan datadata dari berbagai sumber seperti buku-buku hingga media seperti internet BAB II PEMBAHASAN A. diperlukan pengawetan jenasah untuk mencegah pembusukan dan penyebaran kuman dari jenasah kelingkungannya. Pada keadaan ini.? C. Jenasah yang meninggal akibat penyakit menular akan cepat membusuk dan potensial .

Tindakan Diluar kamar jenasah Adapun tindakan yang dilakukan diluar kamar jenasah yaitu : .Memakai pelindung wajah dan jubah . B.Tutup kelopak mata atau ditutup dengan kapas atau kasa. agar tidak meningalkan luka dan membuat tubuh menjadi kaku.Lakukan prosedur baku kewas padaan unifersal yaitu cuci tangan sebelum mamakai sarung tangan.Pasang label identitas pada laki-laki . Perlu diingat bahwa virus HIV hanya dapat hidup dan berkembang dalam manusia hidup. kalau pun penguburan atau kremasinya akan segera dilakukan tetap dilakukan perawatan jenasah untuk mencegah penularan kuman atau bibit penyakit disekitarnya. Perawatan jenasah penderita penyakit menular dilaksanakan dengan selalu menerapkan kewaspadaan unifersal tanpa mengakibatkan tradisi budaya dan agama yang dianut keluarganya. firus pun akan mati. seperti misalnya mencium jenasah sebagai bagian dari upacara penguburan. Tradisi yang berkaitan dengan perlakuan terhadap jenasah tersebut dapat diizinkan dengan memperhatikan hal yang telah disebut diatas. Kolera dan sebagainya. . Keluarga serta orang-orang disekitarnya. D.Bersihkan tubuh jenasah tutup dengan kain bersih untuk disaksikan olehkeluarga .Beri alas kepala dengan kain handuk untuk menampung bila ada rembesan darah atau cairan tubuh lainnya.Lepaskan semua alat kesehatan dan letakan alat bekas tersebut dalam wadah yang aman sesuai dengan kaidah kewaspadaan unifersal.Tutup setiap luka yang ada dengan plester kedap air. .Untuk mencegah terjadinya pembusukan pada jenasah . C. Tujuan Perawatan Jenasah Adapun tujuan dari perawatan jenasah yaitu : .Cuci tangan setelah melepas rarung tangan. Pada kasusu semacam ini. Dalam injeksi formalin dapat dimasukan kemulut hidung dan pantat jenasah.Beritahu petugas kamar jenasah bahwa jenasah adalah penderita penyakit menular . maka beberapa waktu setelah penderita infeksi HIV meninggal. begitu pula multu dan telinga. AIDS.menular petugas kamar jenasah. .Petugas memakai alat pelindung : • Sarung tangan karet yang panjang (sampai kesiku).Tutup anus dengan kasa dan plester kedap air. Tindakan dikamar jenasah Adapun tidakan dikamar jenasah yaitu : .Mencuci tangan sebelum memakai sarung tangan . . . . .Dengan menyuntikan zat-zat tertentu untuk membunuh kuman seperti pemberian intjeksi formalin murni. Setiap petugas kesehatan terutama perawat harus dapat menasihati keluarga dan mengambil tindakan yangs sesuai agar penanganan jenasah tidak menambah resiko penularan penyakit seperti halnya hepatits/B. • Sebaiknya memakai sepatu boot sampai lutut • Pelindung wajah (masker dan kaca mata) • Jubah atau celemek sebaiknya yang kedap air.Luruskan tubuh jenasah dan letakan dalam posisi terllentang dengan tangan disisi atau terlipat didada. .

. otosi dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dari pimpinan rumah sakit dan dilaksanakanoleh petugas rumah sakait yang telah mahir dalam hal tersebut. .Sampah dan bahan terkontaminasi lainnya ditempatkan dalam kantong plastic .Jenasah tidak boleh dibalsem atau disuntik atau pengawetan kecauli oleh petugas khusus yang telah mahir dalam hal tersebut.Pengawetan jenasah adalah suatu tindakan medis melakukan pemberian bahan kimia tertentu pada jenah untuk mengahambat pembusukan serta menjaga penampilan jenasah supaya tetap mirim dengan kondisi sewaktu hidup. pembersihan. BAB II PENUTUP A. Hal-hal yang diperhatikan dalam proses keperawatan Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses keperawatan yaitu : . Majalah kedokteran Indonesia .. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari perawtan jenasah yaitu : . Dalam hal tertentu ototpsi dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dari pimpinan rumah sakit dan dilaksanakan oleh petugas yang mahir dalam hal tersebut. .Pembuangan sampah dan bahan yang tercemar sesua pengolah sampah medis.Jenasah dimadikan oleh petugas kamar jenasah yang telah memahami cara membersihkan atau memandikan jenasah penderita penyakit menular . makalah ini masih jauh dari kesempurnaan oleh karena itu. Perawatan jenasah dan aspek medikolegalnya. dalam hal tertentu.Jenasah yang telah dibungkus tidak boleh dibuka lagi. .Bungkus jenasah dengan kain kafan atau kain pembungkus lain sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianut. E.Semua peralatan yang akan digunakan kembali harus diproses dengan urutan : dekontaminasi.5 % .Segera mencuci kulit dan permukaan lain dengan air mengalir bila tekenah darah atau cairan tubuh lain. Buang semua alat atau bendah tajam dalam wadahyang tahan tusukan . desinfeksi.Jenasah tidak boleh diotopsi.Semua permukaan yang terkena percikan atau tumpuahan darah atau cairan tubuh lainnya segera dibersihkan dengancairan klorin 0.Cuci tangan dengan sabun sebelum memakai sarung tangan dan sesudah melepas sarung tangan . kritik dan saran dari pembaca yang membangun sangat kami harapkan demi penyempurnaan makalah ini. Saran lakukan perawatan jenasah sesuai dtandar protocol. atau sterilisai . B.Dalam perawatan jenasah tidak boleh diototpsi.Dilarang memanipulasi alat suntik atau menyarungkan jarum suntik ke tutupnya. . DAFTAR PUSTAKA AtmaDja DS. Pengawetan jenasah dapat dilakukan pada jenasah beberapa hari tidak dikubur.

Agustus 2002) Hamzah A.Aapta Artha Jaya. Kitab Undang-Undang Hukum pidana Jakarta: Bumi Aksara.(Inpress. Jakarta: CV. Hukum acara Pidana Indonesia. 1992 . 1996 Moeljotno.