You are on page 1of 10

PROPOSAL KUNJUNGAN RUMAH PASIEN Ny.

K DENGAN HARGA DIRI RENDAH, ISOLASI SOSIAL DAN HALUSINASI

OLEH : ANISAH KHOIRUL U 108104000045

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2013

PROPOSAL KUNJUNGAN RUMAH PASIEN Ny. Melakukan implementasi keperawatan sesuai dengan diagnosa keperawatan terkait dengan Ny. Tujuan Khusus a. K dan 5 tugas perkembangan keluarga. Persepsi keluarga terhadap penyakit yang diderita klien 5. Tujuan Kunjungan Rumah 1. K DENGAN HARGA DIRI RENDAH. Support sistem keluarga c. Memberikan informasi kepada keluarga tentang perkembangan kondisi klien selama dirumah sakit b. Faktor predisposisi dan presipitasi 3. Identitas Klien Inisial Klien Usia Agama Jenis Kelamin Nomor Reg Masuk RSJMM Nama Keluarga Alamat : Ny. Memvalidasi data dan melengkapi data yang diperoleh dari klien dan data sekunder (Rekam Medik ) mengenai 1. K : 25 tahun : Islam : Perempuan : -----------: 21 Oktober 2013 : Tn O : ------------- B. Genogram keluarga 4. ISOLASI SOSIAL DAN HALUSINASI A. Tujuan Umum Keluarga dapat menerima dan merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa dan menjadi sistem pendukung yang efektif 2. . Alasan masuk atau dirawat di Rumah Sakit 2.

Mengkaji keadaan rumah dan lingkungan sekitar. Keluarga mampu mengenal masalah yang dapat menyebabkan klien mengalami gangguan jiwa (Harga Diri Rendah. tidak berpindah posisi dalam waktu lama. Isolasi Sosial dan gangguan persepsi sensori halusinasi) 2. 4. Memotivasi pihak keluarga untuk melajutkan perawatan ketika klien sudah pulang dari runah sakit. Data Objektif : Klien nampak menyendiri dan melamun. mengatakan melihat bayangan dan mendengar suara-suara. tertawa-tawa sendiri. Harga Diri Rendah 2. d. Melakukan pendidikan kesehatan sesuai dengan masalah kesehatan yang ditemukan e.1. 5. tidak suka mengobrol karena klien merasa sulit menangkap maksud pembicaraan orang lain. Keluarga dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada di masyarakat. Klien juga sering nampak sedang berusaha mengusir halusinasinya. f. Klien juga sering menanyakan kemampuannya untuk sembuh. Keluarga mampu melakukan perawatan terhadap klien yang sakit di rumah. Halusinasi pendengaran / penglihatan . Klien mengungkapkan melihat laki-laki dan perempuan dalam bayangannya yang sering mengajaknya berbicara. Resume Klien Alasan Masuk : Klien diantar keluarga karena sering melamun sendiri. Kontak mata kurang saat berkomunikasi dengan orang lain. Faktor Predisposisi : o Pengalaman orang tua bercerai o Klien pernah mengalami trauma masa lalu sering bertengkar dengan suami Faktor Presipitasi : o Suami klien menikah kembali Data Subjektif : Klien mengatakan lebih suka menyendiri. Isolasi Sosial 3. Diagnosa : 1. Keluarga dapat mengidentifikasi support sistem yang ada di keluarga dan memodifikasi lingkungan yang terapeutik yang ada di masyarakat. 3. Keluarga mampu mengambil keputusan dalam melakukan perawatan terhadap klien. Karena merasa kurang dapat menangkap pembicaraan orang klien mengungkapkan ingin bertukar otak agar dapat berkomunikasi dengan baik. C. Gangguan persepsi sensori . Klien sulit memulai pembicaraan dengan orang lain.

Kontrak Mahasiswa dan keluarga membuat kesepakatan tentang topik yang akan dibicarakan terkait dengan masalah keperawatan dan perkembangan kondisi klien dan waktu yang diperlukan untuk membicarakan masalah klien serta memilih tempat yang nyaman bagi keluarga dan perawat untuk berbincang-bincang dan berdiskusi 2. genogram. Libatkan keluarga dalam membantu meningkatkan kemampuan klien f. Fase kerja Tindakan keperawatan yang sesuai dengan diagnosa Diagnosa I : Harga Diri Rendah (HDR) Tuk 5 : Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada Tindakan Keperawatan a. Diskusikan dengan anggota keluarga kemempuan yang dimiliki oleh keluarga d. persepsi keluarga tentang penyakit klien. usaha-usaha yang telah dilakukan keluarga. Menjelaskan tujuan dan kontrak waktu bila keluarga bisa menerima kedatangan mahasiswa. Salam dan perkenalan Memperkenalkan diri dengan terlebih dulu memberi salam dan menjelaskan bahwa perawat merupakan mahasiswa dari PSIK UIN JAKARTA yang sedang praktek di RSJ Dr. Marzoeki Mahdi Bogor di ruang Arimbi dan merupakan perawat praktek yang merawat klien selama 2 minggu. sistem pendukung di keluarga. serta kendala keluarga dalam merawat klien dirumah dan mendiskusikan dengan keluarga hal-hal yang dapat dilakukan dirumah. Validasi Mengkaji dan menvalidasi data tentang klien antara lain: alasan klien dibawa ke RSMM. a. Bantu keluarga memberikan dukungan selama klien c. Beri penguatan pada hal-hal positif e.E. b. Rencana Tindakan Keperawatan 1. Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat g. faktor predisposisi dan presipitasi. psikososial dan lingkungan. Orientasi a. c. Beri pujian pada keluarga . Beri penkes pada keluarga tentang cara merawat klien dengan HDR b.

Melatih keluarga mempraktekan cara merawat pasien dengan isolasi sosial 5.tanda dan gejala. Jelaskan cara merawat harga diri rendah terutama memberikan pujian semua hal yang positif pada pasien e. Latih keluarga memberi tanggung jawab kegiatan pertama yang dipilih pasien : bimbing dan beri pujian f. Anjurkan membantu pasien sesuai jadwal dan memberikan pujian Diagnosa 2: Isolasi sosial Tuk 6 : Klien dapat dukungan keluarga dalam memperluas hubungan sosial Tindakan Keperawatan a. dan cara merawat klien menarik diri o Melatih keluarga cara klien menarik diri o Menanyakan perasaan keluarga setelah mencoba cara yang dilatihkan o Memberi motivasi keluarga agar membantu klien untuk bersosialisasi o Memberi pujian pada kelurga atas keterlibatannya pada klien dirumah sakit o Sumber pelayanan kesehatan yang bisa dijangkau SP 1 Keluarga: 1.SP 1 keluarga : a. Mendiskusikan dengan keluarga tentang : o Untuk mengatasi perilaku menarik diri o Potensi keluarga untuk membantu klien membatasi perilaku klien menarik diri o Menjelaskan pada keluarga tentang pengertian. Jelaskan pengertian. tanda dan gejala isolasi sosial yang dialami pasien beserta proses terjadinya o Perilaku menarik diri o Penyebab perilaku menarik diri o Akibat yang akan terjadi jika perilaku menarik diri tidak ditanggapi 3. Menjelaskan cara-cara merawat pasien isolasi sosial 4. dan proses terjadinya harga diri rendah c. penyebab dan akibat. Diskusikan kemampuan atau aspek positif pasien yang pernah dimiliki sebelum dan sesudah sakit d. Menjelaskan pengertian. Melatih keluarga mempraktekan cara merawat langsung kepada pasien isolasi social 6. Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien 2. tanda dan gejala. Membantu keluarga membuat jadwal aktivitas di rumah termasuk minum obat (discharge planning) . Diskusikan masalah yang dirasakan dalam merawat pasien b.

Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien 2. Jelaskan cara merawat halusinasi 4. Tindak lanjut . Fase Terminasi Evaluasi subyektif Menanyakan perasaan keluarga setelah berbicara dan berdiskusi dengan perawat b. mendemontrasikan cara merawat klien. tanda dan gejala halusinasi dan jenis halusinasi yang dialami pasien beserta proses terjadinya o Pengertian halusinasi o Gejala halusinasi yang dialami klien o Jenis halusinasi o Cara yang dapat dilakukan klien dan keluarga untuk memutuskan halusinasi 3. cara-cara merawat klien. Menjelaskan pengertian. Evaluasi Obyektif Keluarga dapat menyebutkan peran serta keluarga dalam merawat klien. a. Anjurkan membantu pasien sesuai jadwal aktivitas di rumah termasuk minum obat (discharge planning) dan beri pujian 3. Latih keluarga cara merawat pasien dengan halusinasi 5. dapat menyebutkan tempat yang dapat dikunjungi bila kambuh c.Diagnosa 3: Perubahan sensori persepsi: halusinasi dengar/lihat Tuk 4 : Klien dapat dukungan keluarga dalam mengontrol halusinasinya Tindakan Keperawatan a. dapat menyebutkan akibat bila masalah tidak ditangani dengan tepat. Mendiskusikan dengan keluarga tentang : o Pengertian halusinasi o Jenis halusinasi yang dialami oleh klien o Tanda dan gejala halusinasi o Cara berkomunikasi o Pemberian obat o Pemberian aktivitas kepada klien o Sumber pelayanan kesehatan yang bisa dijangkau SP 1 Keluarga : 1.

K dirawat disana?. K selama dirawat di RSJ Marzoeki Mahdi dan . apakah sebelumnya Ny. Kontrak Menganjurkan keluarga untuk datang ke RSMM Bogor bila masih ada yang kurang paham tentang cara perawatan di rumah dan dapat meminta penjelasan dari perawat RSMM. Validasi “Bapak dan Ibu. K di RSJ. K melalui pengumpulan data lengkap.” a. K dibawa ke RSJ. K anak ke berapa?. Kontrak “Apa Bapak dan Ibu tidak keberatan jika saya berada disini kurang lebih satu jam untuk mendiskusikan tentang perkembangan Ny. K selama di rawat di Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor. K ?. K maksud dan tujuan kunjungan rumah ini adalah untuk membantu proses keperawatan Ny. Bagaimana hubungan antara Ny. saat dirumah. saya adalah mahasiswa keperawatan FKIK UIN Jakarta. K pernah atau sering cerita kepada keluarga tentang masalahnya yang sedang atau telah dialaminya? Menurut Bapak dan Ibu. K mempunyai berapa saudara ? Ny. kapan terakhir Bapak dan Ibu menjenguk Ny. untuk memberikan informasi kepada Bapak dan Ibu mengenai kondisi perkembangan Ny. gangguan yang sedang dialami Ny. Orientasi “Selamat pagi Bapak dan Ibu. K dengan anggota keluarga di rumah dan masyarakat sekitar sini? apakah Ny.” 2. Marzoeki Mahdi untuk menerima perawatan. K dirawat di Bogor dan membawanya ke sana?. apa yang telah dilakukan atau diberikan keluarga untuk Ny. Ny. K dirawat di RSU atau RSJ ?. bagaimana prosesnya hingga Bapak dan Ibu memutuskan Ny. K belakangan ini selama di RSJ. perkenalkan nama saya adalah Anisah Khoirul Umami biasanya saya cukup di panggil Anis. K sebelumnya?. Strategi Komunikasi 1. apa yang telah terjadi pada Ny. Saya ditugaskan oleh Rumah Sakit jiwa Marzoeki Mahdi untuk melakukan kunjungan rumah pasien yang bernama Ny. K? apakah bapak Ibu pernah menjenguk Ny. selama sakit tersebut. K dalam proses kesembuhannya? Kendala apa yang dialami oleh keluarga dalam memberikan perawatan kepada Ny. apakah Ny. K ini bagaimana? Sebelum dirawat di RSMM. K pernah mengalami sakit seperti ini?. Marzoeki Mahdi selama Ny. Marzoeki Mahdi?. siapa orang terdekat dengan Ny. untuk saat ini Ny. selain itu.Meminta keluarga untuk dapat melakukan perawatan klien dirumah seperti yang telah didiskusikan dengan perawat saat kunjungan rumah d.

K sedang mengalami Harga Diri Rendah. K sudah kooperatif saat komunikasi.. saat ini Ny.” “Tahap II dimana bersifat menjijikan. menarik diri dan menghindari orang lain. K menyelesaikan kegiatan. K meningkat.” “Halusinasi mempunyai beberapa tahapan.memberitahukan kepada keluarga bagaimana cara merawat Ny. ekspresi wajah tegang.” “Saya akan menjelaskan satu persatu gangguan yang sedang dialami Ny. Kesulitan berhubungan dengan orang lain. K tersebut. K pulang kerumah nanti... dan sekarang saya akan lanjutkan menjelaskan apa itu halusinasi. tandanya antara lain cenderung mengikuti halusinasinya. antara lain tahap I dimana halusinasi bersifat menyenangkan. K .. kita mulai dari Harga diri rendah”.” “Tahap III yaitu halusinasi yang bersifat mengendalikan.” “Halusinasi adalah tanggapan yang salah tanpa rangsangan dari luar yang dapat berupa halusinasi pendengarang. namun Ny.” “saat ini Ny. menggerakkan bibir tanpa bicara. K masih sulit untuk memulai komunikasi terlebih dahulu dengan orang lain. ketidakmampuan membedakan yang nyata dan tidak nyata. K merasa dirinya tidak berharga? Apakah ada pengalaman pahit dimasa lalu sehingga Ny. gerakan mata cepat.” “Tanda dan gejala adalah berbicara sendiri.kekerasan dalam keluarga. sikap curiga dan bermusuhan. dengan tanda antara lain cemas. perhatian atau .serta hubungan yang kurang harmonis.Betul.” b. Kemudian kita akan membahas mengenai Isolasi sosial. tertawa sendiri tanpa sebab.Salah satunya adalah cemas. ketakutan.. K? Nah Bapak/Ibu tahu tidak apa yang menyebabkan menarik diri? Ya. Bila Ny.. penciuman. K mengalami menarik diri diskusikan dengan pasien tentang keuntungan dan kerugian berinteraksi dengan orang lain dan anjurkan pasien berkenalan “Bapak. bicara lambat. buatlah jadwal kegiatan untuk klien selama dirumah dan diharapkan keluarga dapat memberikan support agar harga diri Ny. Baik bapak/ibu. dengan cara selalu beri pujian setiap Ny.perpisahan dengan orang yang berarti. Ibu apa yang sudah saya jelaskan ini adalah tentang Isolasi Sosial. Isolasi Sosial dan Gangguan sensori persepsi halusinasi. diam dan pikiran dipenuhi oleh sesuatu yang mengasyikan. tidak mau mengurus diri. dapatkah Bapak/Ibu menceritakan awal mula Ny. gangguan Isolasi Sosial.” dinamakan perilaku menarik diri. pembicaraan kacau kadang tidak masuk akal. K berada dirumah gali kemampuan positif Ny. Bapak/Ibu bisa tidak menceritakan awal munculnya menarik diri Ny. perabaan dan kecap. konsentrasi menurun. K saat Ny. saya akan menjelaskan dan menceritakan tentang kondisi atau keadaan terakhir yang sedang dialami oleh Ny. K merasa tidak berharga? Saat Ny. K. penglihatan. tanda dan gejalanya yaitu menyeringai atau tertawa tidak sesuai. dapat berkomunikasi dengan perawat. Fase Kerja “Baiklah Bapak dan Ibu.

dan bagaimana peran Bapak dan Ibu dalam membantu proses penyembuhannya? . Misalnya : Apakah kamu (orang lain itu) mendengar apa yang saya dengar? Meminta orang lain untuk menyapa jika klien berbicara sendiri.” “Tahap IV adalah halusinasi bersifat menaklukan. “Apakah Bapak dan Ibu sudah mengerti tentang masalah yang sekarang dialami oleh Ny. serta apa itu halusinasi?. dan halusinasi?. dan menjelaskan prinsip benar untuk minum obat. tandanya adalah klien mengikuti perintah halusinasi. klien tidak mampu mengikuti perintah nyata dank lien berisiko mencederai diri dan orang lain dan lingkungan. Memotivasi keluarga untuk mengawasi klien minum obat. K kepada Bapak dan Ibu?”. Isolasi Sosial. serta bagaimana tanda dan gejalanya?.konsentrasi menurun/ cepat berubah dan kecemasan berat (berkeringat. Evaluasi i. Mengajarkan klien untuk meminta tolong dengan orang lain untuk menghentikan halusinasi. apa peranan keluarga dalam menghadapi klien dengan Harga Diri Rendah. anjurkan untuk terlibat dalam kegiatan rumah. bagaimana tanda-gejalanya?.” “Cara mengendalikan halusinasi antara lain dengan mengajarkan klien untuk tidak mengikuti perintah halusinasi misalnya.” “Dan bagaimana penanggulanangan halusinasi di rumah?. tidak mampu mengikuti petunjuk/ perintah). Evaluasi subjektif “Sekarang bagaimana perasaan Bapak dan Ibu setelah saya menyampaikan keadaan Ny. memotivasi anggota keluarga yang lain untuk mengontrol keadaan klien. gemetar. dan orang lain. Evaluasi objektif “Baiklah Bapak dan ibu. saya tidak mau mendengar kamu!.” “Apakah Bapak dan Ibu sudah memahami apa itu Harga Diri Rendah dan Isolasi Sosial?. Terminasi a. Bantu klien untuk berlatih cara menghentikan halusinasinya. segera sapa atau mengajak klien bicara. dan segera membawa ke RSJ jika halusinasi berlanjut dan beresiko mencederai diri. penanggulangan atau penanganan klien di rumah antara lain jangan biarkan klien sendiri. jika klien terlihat bicara atau tertawa sendiri.” ii. klien tidak mampu mengendalikan diri. K ?.” 2. memberi pujian positif pada klien dan keluarga saat mampu melakukan apa yang dianjurkan. coba Bapak dan Ibu jelaskan kembali apa yang sedang anak/ saudara Bapak dan Ibu alami? Dan bagaimana peran Bapak dan Ibu dalam membantu proses .

bagaimana peran keluarga dalam memberikan perawatan pada Ny. K agar proses penyembuhannya Ny. Mudah-mudahan apa yang telah saya sampaikan tadi dapat bermanfaat bagi Bapak dan Ibu dalam memberikan perawatan Ny.” b.” . K jadi saya harap Bapak dan Ibu menerapkannya pada Ny. K saat pulang nanti.” c.” “Jika ada hal-hal yang ingin disampaikan. K yang saat ini masih dirawat di RSJ Marzoeki Mahdi Bogor. Bapak dan Ibu dapat menghubungi RSJ Marzoeki Mahdi untuk mendapatkan keterangan atau penjelasan lebih lanjut. K?. K sangat membutuhkan dukungan dari keluarga dalam proses penyembuhannya. K menjadi lebih optimal. Tindak lanjut “Ny. sekarang Bapak dan Ibu telah mengerti gangguan apa yang sedang dialami Ny. apa yang harus Bapak dan Ibu lakukan bila gangguan-gangguan itu muncul?. kapan Bapak dan Ibu bersedia mengunjungi anak Bapak dan Ibu?. Rencana yang akan dating “ Baiklah Bapak dan Ibu sudah satu jama kita berdiskusi tentang masalah dan cara perawatan Ny.penyembuhannya?.