You are on page 1of 15
STEP 1 1. Flouride/ flour =        suatu kandungan yang dapat mencegah terjadinya plak dan gigi berlubang Suatu kandungan yang dapat membantu gigi dalam proses remineralisasi sehingga merangsang perbaikan danpenghentian lesi karies awal Bahan yang toksik yang dipakai dalam berbagai bentuk pencegahan karies Terdiri dari komponen organic dan anorganic yang mengandung elemen fluorine Kompopnen yang terdapat pada udara, air, tanah, hewan untuk pencegahan karies gigi Kadar flour tertinggi terdapat pada ikan teri, sawi dan teh serta produk pasta gigi dan mouthwash Suatu kandungan yang dapat membantu gigi dalam proses remineralisasi serta merangsang perbaikan dan penghentian lesi karies sehingga mencegah terjadinya plak dan gigi berlubang, dimana komponennya terdiri dari bahan organic dan anorganic yang bisa didapatkan dari udara, air, tanah dan hewan serta makanan seperti ikan teri, sawi serta produk pasta gigi dan mouthwash. STEP 2 Pencegahan karies pada gigi anak Upaya preventif pencegahan karies pada gigi anak 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Apa dan jelaskan pencegahan karies gigi pada anak? Definisi dan tujuan”upaya preventif”? Akibat apabila tidak dilakukan upaya preventif? Metode dari cara pencegahan? Bagaimana cara menyikat gigi yang benar? Bagaimana pemilihan sikat dan pasta gigi yang baik untuk gigi anak? Bagaimana cara melindungi kesehatan gigi anak? Fungsi dan manfaat fluoride terhadap gigi? Cara pemberian fluoride beserta kekurangan dan kelebihannya? Indikasi dan kontraindikasi pemberian fluoride? Bagaimana hubungan antara pencegahan gigi dan komunikasi dengan usia pasien? Bagaimana mekanisme kerja fluoride terhadap gigi? STEP 3 1. Definisi dan tujuan”upaya preventif karies gigi pada anak”?    Upaya pencegahan gigi berlubang sejak dini agar tetap sehat Tindakan pencegahan terhadap penumpukan plak yang dapat menyebabkan karies sejak dini Suatu bentuk pencegahan sebelum gejala klinis dari suatu penyakit timbul            Upaya pencegahan yang di tujukan pada individu atau kelompok untuk mencapai derajat kesehatan yang tinggi Tujuan Untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut Mencegah insidensi karies gigi Mengurangi pembentukan plak Menghilangkan halitosis Menghilangkan plak untuk mencegah plak tidak tertimbun dan menimbulkan kerusakan pada jaringan gigi Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut Untuk membersihkan gigi dan menciptakan tubuh yang sehat Estetika Memberi instruksi dan mendorong semangat untuk mengeluarkan semua debris dan plak dari semua permukaan gigi yang dapat dijangkau 1. Apa dan jelaskan pencegahan karies gigi pada anak?                      Modifikasi kebiasaan anak à Mengenalkan perawatan gigi sejak dini Mengajarkan anak cara menyikat gigi Menghindari penggunaan botol susu Membatasi pemberian makanan manis Motivasi, penyuluhan dan peragaan Motivasi à pemberiaan motivasi untuk menghilangkan kebiasaaan buruk Penyuluhan à mengenai menyikat gigi, flossing, serta penyuluhan diet Peragaan : Pendidikan kesehatan gigi à Mengajarkan mengenai kebersihan mulut , diet (protein dan fosfat yg cukup karena dapat menambah sifat basa pada saliva, sayuran dan buah- buahan yg berserat dan brair merangsang sekresi saliva) dan konsumsi gula Kebersihan mulut à penyikatan gigi, flossing Dokter mengetahui pasien memiliki resiko tinggi terhadap karies Dokter menerangkn situasi kepada pasien Dokter meyakinkan untuk melakukan pengendalian diet, mengendalikan plak secara kimia (clokheksidin), sediaan fluor Pencegahan karies Praerupsi à tindakan yang ditunjukan pada kesempurnaan struktur enamel gigi, berpengaruh pada kekuatan dan kekerasan gigi Pasca Erupsi à dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut Menganjurkan mengonsumsi xylitol dan sorbitol sebagai pemanis pengganti gula Memberikan penyuluhan cara pemberian makanan, susu/ASI yg baik agar tidak terjadi nursing karies 6 bulan sekali pergi ke dokter gigi Mulai membersihkan gigi anak setelah gigi pertama erupsi 1. Akibat apabila tidak dilakukan upaya preventif?       Terjadinya penumpukan plak Dapat terjadi karies dan missing teeth Mengganggu fungsi pengunyahan dan estetika Dapat menyebabkan gangguan sistemik oleh karena karies Menyebabkan halitosis (pH saliva asam) Menyebabkan nursing karies dan rampan karies 1. Metode dari cara pencegahan?                   Membersihkan gigi 2x sehari dengan teknik, waktu dan cara yg benar serta menggunakan sikat dan pasta gigi yg benar Datang ke dokter gigi 6 bulan sekali Mengurangi makan makanan kariogenik Mengonsumsi vitamin Menggunakan sikat gigi yg ukurannya cukup Menggunakan pasta gigi berfluoride yang sesuai dengan umur Mengganti sikat gigi 3 bulan atau jika sudah rusak Pengaturan diet plak control penggunaan fluor mekanik sikat gigi plak control flossing kimia flour pasta gigi mouthwash 1. Bagaimana cara menyikat gigi yang benar?            The bass Posisi sikat mengarah kearah gigi, 45 derajat Roll Sejajar dengan akat gigi, gerakan masuk ke sulcus gingival lalu ke gigi Stillman Posisi sikat mengarah kea rah akar gigi , 45 derajat, ½ pada sulcus, ½ diatas gingiva Horizontal/ scrub Gerakan ke depan dan belakang, dapat masuk ke sulcus gingival dan interdental Charter Posisi ujung sikat mengarah ke oklusal Tidak menggosok terlalu keras agar tidak terjadi abrasi     Mengenai seluruh permukaan gigi sesuai bentuk anatomis Menurut ADA Menyikat gigi 2x sehari. setelah sarapan dan sebelum tidur Frekuensi 2- 2,5 menit 1. Bagaimana pemilihan sikat dan pasta gigi yang baik untuk gigi anak?                    Sikat Kepala sikat kecil bulu sikat yang halus bulu sikat lurus dan terpotong rata bulu tidak terlalu soft (tidak dapat membersihkan) dan tidak terlalu hard (merusak) anjuran depkes RI : menggunakan sikat manual, bukan elektrik permukaan bulu rata atau datar sehingga dapat dikendalikan waktu menyikat bulu sikat terbuat dari nilon, lebih efektif, lentur, halus dan tipis panjang x lebar kepala sikat dewasa : 29x 10 mm anak : 20x7 mm, panjang tangkai 13 cm, panjang kepala 2 cm , lebar kepala 0,6 cm balita : 18x 7mm terdiri dari 1600 bulu ukuran 2-3 gigi posterior anak pasta tidak menggunakan pasta yang mengandung mint, karena menyebabkan mulut tidak nyaman apabila menggosok gigi lama mengandung fluor, ion paling baik untuk mencegah terjadinya karies tidak menggunakan detergen 1. Fungsi dan manfaat fluoride terhadap gigi?          Menghambat demineralisasi enamel Meningkatkan remineralisasi enamel dan menghentikan karies sejak dini Menghambat metaboliseme bakteri plak Melindungi enamel Menghasilkan enamel yang lebih tahan terhadap asam Fluor apatit lebih padat dan membentuk Kristal, jadi daerah yg terkena asam lebih sedikit Menghambat banyak system enzimà menghambat pembentukan asam Pencegahan karies gigi dengan dosis 0,05 mg /kg/hari Dalam pasta gigi terdapat 1000ppm atau 0,1% / 1 mg flour/ 1 gram pasta gigi 1. Cara pemberian fluoride beserta kekurangan dan kelebihannya?   Cara Sistemik à diperoleh oleh tubuh dari pencernaan, berfungsi juga sebagai perlindungan topical        Topical à menghambat metabolism bakteri plak yang dapat memfermentasi karbohidrat melalui perubahan hidroksil apatit pada enamel menjadi fluor apatit. Anak pra sekolah yg sudah mengonsumsi tablet harus dibatasi pasta giginya dengan ukuran 0,3 gram (kacang polong kecil), dioleskan langsung ke enamel gigi (menggunakan pasta dan obat kumur) Fluoridasi air minum 1-1,2 ppm Kekurangan Fluorosis (sering pada anak 6 tahun) Kelebihan Mempermudah proses remineralisi Memperkuat enamel gigi 1. Indikasi dan kontraindikasi pemberian fluoride?           Indikasi Anak2 Berumur >6 tahun Dewasa yang mudah terserang karies Pasien ortho Pasien resiko karies sedang – tinggi Pada anak- anak kelainan motorik karena sulit membersihkan gigi Kontraindikasi Anak2 Pasien anak dengan resiko karies rendah Pasien anak yg tinggal di kawasan dengan air mengandung banyak fluor 1. Bagaimana hubungan antara pencegahan karies gigi dan komunikasi dengan usia pasien?        Saat gigi belum tumbuh à menggunakan kasa 6- 12 bulan à dibersihkan dengan sikat gigi kecil dan lembut, tidak dianjurkan menggunakan pasta gigi, menggunakan kasa basah di pijatkan pada bagian gusi untuk memperlancar peredaran darah dan merangsang erupsi gigi 2 tahun à di ajarkan cara menyikat gigi yang baik Prenatal conseling à edukasi ibu hamil Umur 0-12 bulan à dengan kasa steril dan air hangat 1-3 tahun à menggunakan flossing 3-6 tahun à diperbolehkan menggunakan pasta gigi 1. Bagaimana mekanisme kerja fluoride terhadap gigi? lok 12 lbm 7 sgd 3 .... monggo LInya :) oleh Mabrorotin Bm pada 9 April 2012 pukul 20:17 · Judul: “kenapa gigiku tumbuh daging” SKENARIO Seorang ibu mengajak putranya joko (9th) ke dokter gigi karena mengeluh gigi geraham bawah kanannya tiba-tiba sakit sejak 3 hari yang lalu. Joko merasa ada daging yang tumbuh di dalam giginya dan terkadang berdarah. Riwayat sebelumnya gigi tersebut berlubang sejak lama (6 bulan yang lalu) dan tidak dirawat. Pemeriksaan IO: 36 karies profunda disertai dengan adanya jaringan granulomatosa keluar dari ruang pulpa oklusal Perkusi (+), tekanan (-), CE (+) STEP 1        Jaringan granulomatosa Respon pertahanan tubuh agar infeksi tidak menyebar ke bagian yang lain Jar. Penghubung vaskular muda dan berisi neutrofil pmf, neutrofil dan sel2 plasma Ruang pulpa oklusal Tonjolan dari Ruang pulpa yang mencapai pada bagian oklusal Karies profunda Karies yang sudah melebihi setengah dentin, mengenai pembuluh darah dan saraf dan menembus pulpa STEP 2                  Pulpa polip (pulpitis hiperplastik kronis) Definisi Etiologi Predisposisi Gambaran klinis Gejala klinis Patofisiologi Secara histopatologi seperti apa? DD pemeriksaan penatalaksanaan prognosis sakit pada rahang bawah karena apa? Apa penyebab daging tumbuh dan berdarah juga? Hubungan gigi yang berlubang dengan pulpa polip Kenapa pada pemeriksaan tekanan (-), perkusi (+), CE (+)? Penyakit2 pulpa  STEP 3    Pulpa polip (pulpitis hiperplastik kronis) Definisi Suatu inflamasi pada pulpa produktif yg dikarenakan karies yang luas yang kadang2 tertutup epitrlium dan disebabkan karena iritasi tingkat rendah yang berlangsung lama pada pulpa muda(pulpa gigi decidui dan permanent yang baru erupsi)  Bentuk pulpitis ireversible akibat bertumbuhnya pulpa muda yang terinflamasi secara kronik hingga ke permukaan oklusal   Pertumbuhan jaringan berlebih karena inflamasi pada pulpa yang berlangsung terus menerus Inflamasi yang terjadi pada pulpa produktif atau pulpa muda yang disebabkan karena iritasi tingkat rendah tetapi berlangsung lama yang bisa muncul jaringan granuloma kepermukaan oklusal              Etiologi Permukaan Karies yang besar pada pulpa muda Terbukanya pulpa karena karies yang lambat dan progresif Keterlibatan bakterial pulpa melalui karies Lepasnya restorasi gigi sehingga menyebabkan karies terbuka Fraktur gigi diikuti terbukanya pulpa Predisposisi Karies besar dan tidak diberi antibiotik à memeprcepat terjadinya polip Pulpa muda yang resisten stimulus tingkat rendah yang kronis imun tubuh ysng rendah sistem mastikasi (semakin untuk mengunyah semakin sakit) adanya iritasi mekanik yang disebabkan karena pengunyahan dan infeksi bakterial yang mengadakan stimulus    Gambaran klinis Pulpa terbuka Tunjulan berbentuk daging, berwarna merah tua dan keluar dari kamar pulpa, Permukaan daging kasar, berbintik dan mudah berdarah, merupakan tonjolan njar.granulomatosa merupakan produk radang yang berasal dari pertambahan jumlah sela atau pembesaran sel2 pulpa dimana didukung oleh banyak vaskularisasi jar.pulpa yang baik, jadi mudah berdarah.  Dari pulpa tumbuh daging keluar (daging yang dikelilingi oleh gigi)   Memenuhi kavitas, menenpati seluruh permukaan oklusal gigi, terasa nyeri jika tertekan makanan Adanya nodul lunak berwarna merah muda-merah tua pada kavitas yang berlubang dan ukuran tidak lebih dari 0.7cm. Jar.granulomatosa seperti daging sebagian besar terdiri dari kamar pulpa, melewari kavitas, jika sudah besar melewati perbatasan gigi Gejala klinis Tidak ada gejala yang parah, terasa nyeri saat mastikasi dan trauma seperti sikat gigi dan benturan Jar.granuloma tidak lebih sensitiv daripada jaringan normal pulpitis Ambang rangsang terhadap stimulasi elektrik < pulpa normal, membutuhkan arus testes pulpa listrik lebih besar daripada pulpa normal Nyeri spontan terhadap stimulus panas dan dingin Asimptomatik, pasien mengeluh benjolan dan mudah berdarah Patofisiologi Terjadinya radang pulpa muda (masih pada tahap pertumbuhan) seharusnya pulpa mengisi ruang pulpa yang kecil, tetapi karena gigi mengalami karies yang dalam sehingga pulpa mengisi bagian karies menuju ke atas. Karies dibiarkan tanpa perawatanàkaries profundaà kuman dan bakterià tubuh membentuk pertahan tubuh, antibodià granulomaà membesaràpolipà desakan dari pulpa karena kavitas yang besar sehingga jaringan granuloma keluar menuju kekavitas Secara histopatologi seperti apa? Permukaan polip pulpa ditutup oleh sel epitel squamos yang bertingkat-tingkat dimana polip pulpa gigi decidui lebih bertingkat dari polip gigi permanent(perbedaan lapisan epitel pada gigi decidui dan permanent) Epitelnya berasal dari gingiva atau sel epitel mukosa yang baru saja mengalami disquomasi, jaringan dalam kamar pulpa berubah menjadi jaringan granulasi menonjol yang masuk kedalam karies merupak penghubng vaskular yang berisi neutrofil, polymorphonuclear, limfosit dan sel plasma DD Dibedakan dari jaringan gingiva yang berkembang biak Gingiva polip Piogenic granuloma (granuloma bernanah) Pemeriksaan Radiografi: untuk melihat pembukaan pulpa atau tidak, untuk melihat karies yang ada dibawah tumpatan Intra oral Gigi bereaksi lemah atau tidak bereaksi sama sekali thd tes thermal kecuali dengan dingin yang ekstrim seperti etil clorida (CE) Tester pulpa listrik                            Tekanan Perkusi Inspeksià terlihat tonjolan berwarna merah yang terdapat pada kavitas Penatalaksanaan Permanen:   Pemberian analgesik dan antibiotik merupakan bentuk awal pengobatan untuk menghilangkan infeksi Pengambilan jaringan granulomatosa dengan kuret periodontal atau ecsavator jika terjadi pendarahan dapat dikendalikan dengan tekanan. Setelah itu dressing dengan formocresol ditempatkan berkontak dengan jaringan pulpa untuk mengurangi perdarahan, pulpa radikular di ekstirpasi (diangkat dengan jarum) pada kunjungan ke 2, jika ingin 1 kali kunjungan maka dilakukan dengan pulpektomi Pembersihan bagian akar PSA Pulpektomiàpengambilan jaringan pulpa yang terkena infeksi Restorasi Jika terasa sakit pada akar maka dilakukan ekstrasi Decidui :               Gigi decidui dengan ekstrasi àdagingnya ikut tercabut Prognosis Tidak baik untuk pulpa, prognosis gigi baik setelah dilakukan perawatan endodontik. Tergantung dari kondisi gigi, keadaan bisa atau tidak gigi tersebut di restorasi sakit pada rahang bawah karena apa? Karena gigi 36 karies profunda sehingga dia sakit karena kariesnya Apa penyebab daging tumbuh dan berdarah juga? Daging tumbuh: bentuk pertahan tubuh Berdarah: karena digranuloma terdapar plexus vaskularisasi yang subur karena terkena trauma sehingga pembuluh darah terluka Hubungan gigi yang berlubang dengan pulpa polip patofisiologi Kenapa pada pemeriksaan tekanan (-), perkusi (+), CE (+)? Tekanan: karena tidak terdapat kelainan periodontal, pulpa polip kurang sensitif dibanding pulpa normal CE karena gigi masih vital                      Perkusi: pulpa yang diradik masih normal karena masih ada serabut saraf Penyakit-penyakit pada pulpa Pulpitis Akut Berdasarkan sifat eksudat yang keluar dari pulpa Pulpitis akut serosa Pulpitis akut fibrosa Pulpitis akut hemorag Pulpitis akut purulenta kronis Nekrosis Pulpitis ireversible Pulpitis reversible Hiperemia pulpa Pulpitis kronis hiperplastik STEP 4 STEP 5 STEP 6 LI LBM 5 BLOK 12 oleh Sitta Anake Bandi pada 26 Maret 2012 pukul 16:15 · STEP 1 KARIES :proses patologis yg merusak jar gigi dr enamel sampai ke dentin kerusakan jar gigi disebabkan oleh asam yg ad di karbohidrat melalui mikroorganisme dalm saliva Penyakit jar kers sementum,akytivtas mikroorganisme dyg tlah di ragikan KARIES PROFUNDA :karies mengenai dri setengah dentin bahkan menembus pulpa STEP 2 Rampan karies 1. 1. 7 Faktor penyebab ? 2. 2. 3. 3. 4. 4. 5. 5. 6. 6. 7. 7. 8. 8. 9. 9. Pencegahan ? Apakah dal;am jangka waktu lama minum botol terjadi lkaries ? Definisi Patofisiologi Perawatan Gambaran klinis Faktor predisposisi Perbedaan karies rampan dan karies botol 10. 10. Gejala ? 11. 11. Kenapa si anak merasakan sakit gigi,hub dgn rampan karies 12. 12. Peran bakteri yg menyebabkan karies, 13. 13. Mengapa terjadi karies profunda 14. 14. Kenapa anak2 lebih rentan terkena karies drpda dewasa 15. 15. Pemeriksaan klinis dan menentukan diagnosa 16. 16. Hub susah menyikat gigi dan rampan karies 17. 17. Kandungan dr gula yg menyebabkan karies ? 18. 18. Mana yang lenih bahaya kandungan gula dr susu formula dan asi 19. 19. Kenapa gigi anterior bawah terkena karies padahal lebih imun 20. 20. Penggolongan karies STEP 3 1. 1. Faktor penyebab ? Host :gigi,saliva Mikroorganisme:bakteri meningkat ,waktu,substrat:kandungan karbohidrat 1. 2. Edukasi ortu Pemilihan diet Pencegahan ? Perawatan fluor:tablet,obat kumur Menghilangkan plak dr bakteri:skat gigi Membiasakan kebiasaan baik:sikat gigi 1. 3. 10-40 kali Apakah dal;am jangka waktu lama minum botol terjadi lkaries ? 1-3 menit bakteri menjadi substrat,ph turun menjadi 5 Menahan zat kariogenik-asam ph turun menjadi 5 Selama 6 bulan terjadi karies 1. 4. Definisi Keadaan terbentuk karies pada gigi decidui di bagian posterior,jika parah k anterior Pada gigi anterior :incisivus Biasaanya mengenai mahkota gigi,gigi anterior atas Kecepatan dalam 1thun 10 gigi 1. 5. Patofisiologi Minum botol susu,lidah menutup anterior bawah,terjadi pada anterior atas,karbohirat mnjadi asam, ph turun,karies Minum susu,rongga mlut hangat terbentuk asam,bakteri semakin bnyak,karena email demineralisasi Tahap inisiasi:warna putih pda bagian servic n proximal Tahap kerusakan :ditandai kerusalkan lesi,membentuk kavita Lesi dalam :meluas k pulpa Traumatik:keadaan gigi anterior fraktur 1. 6. Perawatan Restorasi menyeluruh pada mahkota gigi dpat mengurangi streptococcus Pulpektomi Pulpotomi pencabutan 1. 7. Gambaran klinis Ginggiva Lunak,gigi kuning,coklat-hitam, Gigi permanen gigi berlubang bagian servik Multipel kavitas 1. 8. Faktor predisposisi Keturunan Asupan makanan:gula pada susu,minuman bersoda Sistemik:DM menyebabkan xerostomia Pola pemberian minuman empeng di celupin ke madu 1. 9. Perbedaan karies rampan dan karies botol Karies botol tahap awal karies rampan Karies botol dan rampan karies incisivus bawah Karies rampan jumlah banyak,lesi cepat Karies botol posterior dahulu Rampan posterior anterior 1. 10. Tanda-tanda karies rampan ? Sakit Multipel kavitas 1. 11. Kenapa si anak merasakan sakit gigi,hub dgn rampan karies Karena terkena pulpa,bakteri masuk k pulpa merasakan sakit Karies sudah dalam 1. 12. Peran bakteri yg menyebabkan karies ? Streptococcus mutant proses awal karies permukaan email,adesif glukan merusak gigi dihasilkan dgn bantuan enzim glukosil tranferase Laktobacilus karies lbih dalam Karbohidrat di ragikan Bakteri yang menempel galatin dr polisakarida,plak menghambat fungsi saliva,plak semakin tebal,karies 1. 13. Mengapa terjadi karies profunda Karbohirat menjadi asam tertahan di dalam mulut 1. 14. Kenapa anak2 lebih rentan terkena karies drpda dewasa Pada anak flora oral anak belum terbentuk pada dewasa sudah terbentuk ?karina 1. 15. Pemeriksaan klinis dan menentukan diagnosa IO Ronge panoramik 1. 16. Hub susah menyikat gigi dan rampan karies Demineralisasi menyebabkan karies?mentari 1. 17. Kandungan dr gula yg menyebabkan karies ? sukrosa 1. 18. Mana yang lenih bahaya kandungan gula dr susu formula dan asi Susu formula 1. 19. Kenapa gigi anterior bawah terkena karies padahal lebih imun 1. 20. Penggolongan karies Karies insipien:pada permukaan gighi Supervisialis mesuk Media dentin yulang gigi Karies profunda STEP 4 STEP 5 STEP 6 1. 21. STEP 7 Faktor penyebab ? 2. 22. Pencegahan ? 3. 23. Apakah dal;am jangka waktu lama minum botol terjadi lkaries ? 4. 24. Definisi 5. 25. Patofisiologi 6. 26. Perawatan 7. 27. Gambaran klinis 8. 28. Faktor predisposisi 9. 29. Perbedaan karies rampan dan karies botol 10. 30. Gejala ? 11. 31. Kenapa si anak merasakan sakit gigi,hub dgn rampan karies 12. 32. Peran bakteri yg menyebabkan karies, 13. 33. Mengapa terjadi karies profunda 14. 34. Kenapa anak2 lebih rentan terkena karies drpda dewasa 15. 35. Pemeriksaan klinis dan menentukan diagnosa 16. 36. Hub susah menyikat gigi dan rampan karies 17. 37. Kandungan dr gula yg menyebabkan karies ? 18. 38. Mana yang lenih bahaya kandungan gula dr susu formula dan asi 19. 39. Kenapa gigi anterior bawah terkena karies padahal lebih imun 20. 40. Penggolongan karies