You are on page 1of 11

KEBUTUHAN CAIRAN TUBUH MANUSIA

PRINSIP PEMENUHAN KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT 1. Kebutuhan Cairan Tubuh a. Kebutuhan Cairan Tubuh Manusia Kebutuhan cairan merupakan bagian dari kebutuhan dasar manusia secara fisiologis kebutuhan ini memiliki proporsi besar dalam bagian tubuh dengan hampir 90% dari total berat badan. Pengaturan kebutuhan cairan dan elektrolit dalam tubuh diatur oleh ginjal, kulit, paruparu dan gastrointestinal 1) injal injal merupakan organ !ang memiliki peran cukup besar dalam pengaturan kebutuhan cairan dan elektrolit. ") Kulit Kulit merupakan bagian penting dalam pengaturan cairan !ang terkait dengan proses pengaturan panas. #) Paru-paru $rgan paru-paru berperan dalam pengeluaran cairan dengan menghasilkan insensible %ater loss & '00ml(hari. ') astrointestinal astrointestinal merupakan organ saluran pencernan !ang berperan dalam mengeluarkan cairan melalui proses pen!erapan dan pengeluaran air. )alam keadaan normal, cairan !ang hilang dalam sistem ini sekitar 100-"00 ml(hari. *elain itu, pengaturan keseimbangan cairan dapat melalui mekanisme rasa haus !ang dikontrol oleh s!stem endokrin +hormonal), !akni anti diuretic hormone +,)-), sistem aldosteron, prostaglandin, dan glukokortikoid. a) ,)-ormon ini memiliki peran dalam meningkatkan reabsorpsi air sehingga dapat mengendalikan keseimbangan air dalam tubuh. b) ,ldesteron -ormon ini diekresi oleh kelenjar adrenal ddi tubulus ginjal dan berfungsi pada absorbsi natrium c) Prostaglandin Prostaglandin merupakan asam lemak !ang terdapat pada jaringan !ang berfungsi merespons radang, pengendalian tekanan darah, kontraksi uterus, dan pengaturan gerakan gastrointestinal. d) lukokortikoid -ormon ini berfungsi mengatur peningkatan reabsorpsi natrium dan air !ng men!ebabkan .olume darah meningkat sehingga terjadi retensi natrium. b. Cara Perpin ahan Cairan 1) )ifusi )ifusi merupakan tercampurn!a molekul-molekul dalam cairan, gas atau /at padat secara bebas atau acak. ") $smosis

)ehidrasi berat • Pengeluaran( kehilangan cairan '-6 5 • *erum natrium 149-166 m78(5 • -ipotensi • 0urgor kulit buruk • $liguria • 9adi dan pernapasan meningkat .olumen!a.sam amino 5emak Blood volume expanders Blood volume expanders merupakan jenis cairan !ang berfungsi meningkatkan . sehingga larutan !ang berkonsentrasi rendah .itas metabolic dan pengeluaran energi untuk menggerakkan berbagai materi guna menembus membrane sel. !. terjadi jika tubuh lebih ban!ak kehilangan elektrolitn!a daripada air.itamin untuk metabolisme.olume atau dehidrasi Kekurangan cairan eksternal dapat terjadi karena penurunan asupan cairan dan kelebihan pengeluaran cairan. ") )ehidrasi hipertonik. terjadi jika kehilangan sejumlah air !ang lebih ban!ak daripada elektrolitn!a. #) )ehidrasi hipotonik. terjadi jika kekurangan sejumlah cairan dan elektrolitn!a !ang seimbang. )enis Cairan 3airan /at gi/i +nutrien) Pasien !ang istirahat di tempat tidur memerlukan kalori '40 kalori setiap hari.olume cairan eksternal atau dehidrasi. . #) 0ranspor aktif Proses perpindahan cairan tubuh dapat menggunakan mekanisme transport aktif. 3airan nutrien dapat diberikan melalui intra.$smosis adalah proses perpindahan pelarut murni +seperti air) melalui membrane semipermeabel. merupakan pen!aring agar cairan !ang bermolekul besar tidak tergabung. Kalori !ang terdapat dalam cairan nutrien dapat berkisar antara "00-1400 kalori perliter. !aitu1 1) )ehidrasi isotonic. biasan!a terjadi dari larutan dengan konsentrasi !ang kurang pekat ke larutan dengan konsentrasi lebih pekat. proses difusi dan osmosis melibatkan adan!a tekanan cairan b) 2embran semipermiabel.olume darah sesudah kehilangan darah atau plasma.olume cairan) berdasarkan derajatn!a 1 a. *an&&uan+(asa'ah a'a( Pe(enuhan Kebutuhan Cairan a) -ipo. • • • 2) e.ena dalam bentuk karbohidrat. 3airan nutrien terdiri atas 1 Karbohidrat dan air . sedangkan larutan !ang berkonsentrasi lebih tinggi akan bertambah . 1) .da tiga macam kekurangan . "a#t$r %an& Berpen&aruh a'a( Pen&aturan Cairan Proses pengaturan cairan di pengaruhi oleh dua faktor !akni 1 a) 0ekanan cairan.olumen!a akan berkurang. itrogen dan . 0ransport aktif merupakan gerak /at !ang akan berdifusi dan berosmosis !ang memerlukan akti. 2acam dehidrasi +kurang .

)ehidrasi sedang  Kehilangan cairan "-' l atau antara 4-10% . 4) Pengaturan keseimbangan klorida . dengan terjadin!a kehiangan cairan sampai 4% .ikarbonat arteri 1 "" .ena 1 "' .• Kehilangan cairan mencapai : 10% . .". hiper. dan hipertonik.4 ."6 m 78(5  . b) -iper. b.4 = " 5. dan sisa metabolisme +seperti karbondioksida).olume cairan tubuh. 3airan saline terdir dari cairan isotonic.4 .erhidrasi 0erdapat dua manifestasi !ang ditimbulkan akibat kelebihan cairan !aitu. *istem pengaturann!a melalui tiga langkah1 a) Peningkatan konsentrasi kalium dalam cairan ekstrasel !ang men!ebabkan peningkatan produksi aldosteron. hipotonik.4 mg(100ml b.olume darah) dan edema +kelebihan cairan pada interstisial).  *erum natrium 14"-14< m78(5  2ata cekung c. 3airan tubuh mengandung oksigen.olume atau o.olume +peningkatan . a. .ikarbonat .4 m 78(5  >osfat 1 ". b) Peningkatan jumlah aldosteron akan memengaruhi jumlah kalium !ang dikeluarkanmelalui ginjal. )ehidrasi ringan.#0 m 78(5  Kalsium 1 ' = 4 m 78(5  2agnesium 1 1. Konsentrasi isotonic disebut juga normal saline !ang ban!ak dipergunakan. ") Pengaturan keseimbangan kalium Kalium merupakan kation utama !ang terdapat dalam cairan intrasel dan berfungsi mengatur keseimbangan elektrolit.4..4 . nutrient.ldosteron juga berfungsi mengatur keseimbangan kadar kalium dalam plasma +cairan ekstrasel). c) Peningkatan pengeluaran kalium@ konsentrasi kalium dalam cairan ekstrasel menurun. atau 1. Kebutuhan E'e#tr$'it 7lektrolit terdapat pada seluruh cairan tubuh. Pengaturan 7lektrolit 1) Pengaturan keseimbanga natrium 9atrium merupakan kation dalam tubuh !ang berfngsi dalam pengaturan osmolaritas dan . ?enis 3airan 7lektrolit 3airan elektrolit adalah cairan saline atau cairan !ang memiliki sifat bertegangan tetap. Komposisi elektrolit Komposisi elektrolit dalam plasma sebagai berikut 1  9atrium 1 1#4 = 1'4 m 78(5  Kalium 1 #.# m 78(5  Klorida 1 100 = 106 m 78(5  . !ang semuan!a disebut dengan ion.. c. #) Pengaturan keseimbangan kalsium Kalsium dalam tubuh berfungsi dalam pembentukan tulang ') Pengaturan keseimbangan magnesium 2agnesium merupakan kation dalam tubuh !ang terpenting kedua dalam cairan intrasel.'...

# m78(5. merupakan suatu keadaan kekurangan kadar natrium dalam plasma darah !ang ditandai dengan adan!a kadar natrium plasma !ang kurang dari 1#4 m78(5. -iperkalsemia.6) A) d. larutan buffer fosfat. -ipernatremia. *ering terjadi pada pasien !ang mengalami diare berkepanjangan. tetapi klorida dapat ditemukan pada cairan ekstrasel dan intrasel. oliguria(anuria.+derajat keasaman). mual. Keseimbangan . Keadaan osidosis dapat di sebabkan karena henti jantung dan koma diabetikum. keseimbangan dapat dipertahankan melalui proses metabolisme dengan sistem buffer pada seluruh cairan tubuh dan melalui pernapasan dengan sistem regulasi +pengaturan di ginjal). !ang ditandai dengan adan!a mukosa kering. dan kadar kalsium daam plasma lebih dari '. Pengaturan keseimbangan fosfat +P$') >osfat bersama-sama dengan kalsium berfungsi dalam pembentukan gigi dan tulang. -al ini terjadi pada pasien !ang mengalami pengangkatan kelenjar gondok dan makan . -iperkalemia dditandai dengan adan!a mual. kram pada kaki dan tangan. lidah kering. -ipokalemia ini dapat terjadi dengan sangat cepat. .itas tubuh memerlukan keseimbangan asam basa.kti. )alam keadaan normal. dll. muntah dan diare. -iperkalsemia ditandai dengan adan!a n!eri pada tulang. merupakan kekurangan kadar magnesium dalam darah. nilai p. merupakan kekurangan kadar kalsium dalam plasma darah. 5aktat merupakan garam dari asam lemah !ang dapat mengambil ion -B dari cairan. hiperaktifitas s!stem pencernaan. ginjal juga berperan untuk mempertahankan keseimbangan asam basa !ang sangat kompleks. selain s!stem pernapasan. merupakan suatu keadaan kekurangan kadar kalium dalam darah. dll. merupakan suatu keadaan kelebihan kadar kalsium dalam darah.bingung. pen!akit ginjal. Pengaturan keseimbangan bikarbonat . keseimbangan asam basa dapat diukur dengan p. -ipokalsemia.# m78(5. batu ginjal. -ipokalsemia ditandai dengan adan!a kram otot dan karam perut. Jenis Asam Basa 3airan basa +alkali) digunakan untuk mengoreksi osidosis. dll. sehingga mengurangi keasaman +asidosis). >ungsi klorida biasan!a bersatu dengan natrium !aitu mempertahankan keseimbangan tekanan osmotic dalam darah. relaksasi otot. merupakan kelebihan kadar magnesium dalam darah. tremor. asidosis metabolik. serta kadar magnesium dalam darah kurang dari 1. turgor kulit buruk dan permukaan kulit membengkak. dan larutan buffer protein.#4 . 1) ") #) ') 4) 6) A) <) 9) Klorida merupakan anion utama dalam cairan ekstrasel. -ipomagnesia. gangguan pernapasan. suatu keadaan dimana kadar natrium dalam plasma tinggi. >osfat diserap dari saluran pencernaan dan dikeluarkan melalui urine.asa . Keadaan ini sering terjadi pada pasien luka bakar. merupakan suatu keadaan dimana kadar kalium dalam darah tinggi.A. -ipokalemia.sam . kulit kemerahan. 3ontoh cairan alkali antara lain natrium +sodium laktat) dan natrium bikarbonat. dan kadar magnesium lebih dari ". Con -B diperoleh dari asam karbonat +-"3$#). !ang mana terurai menjadi -3$# +bikarbonat) dan -B. dll.itamin ) secara berlebihan. -ipomagnesia ditandai dengan adan!a iritabilitas.ikarbonat merupakan elektrolit utama dalam larutan buffer +pen!angga) dalam tubuh.'4. kejang. -iperkalemia. -al ini ditandai dengan adan!a koma. -ipermagnesia. dll. 0iga macam sistem larutan buffer cairan tubuh !aitu larutan bikarbonat.cairan tubuh A.4 m78(5. angguan (2asalah Kebutuhan 7lektrolit -iponatremia.

!ang dapat berpengaruh pada jumlah pemenuhan kebutuhan cairan. dari paru-paru !ang dapat menimbulkan terjadin!a pa3$" arteri kurang dari #4 mm-g.  ?arum infus( abocath atau sejenisn!a sesuai dengan ukuran  Pengalas  0ourni8uet(pembendung  Kapas alkohol A0%  Plester  unting  Kasa steril  . e.lkalosis respiratorik.pabila tubuh kekurangan /at gi/i. Pada keadaan sakit terdapat ban!ak sel !ang rusak.'4.arteri lebih dari A. #) )iet.'4.karena pada proses ini dapat meningkatkan metabolisme sehingga mengakibatkan terjadin!a glikolisis otot !ang dapat menimbulkan retensi natrium dan air. >aktor !ang 2emengaruhi Kebutuhan 3airan dan 7lektrolit Kebutuhan cairan elektrolit dalam tubuh dipengaruhi oleh faktorDfaktor 1 1) Esia.ena !ang dilakukan pada pasien dengan bantuan perangkat infuse. 11) . p.etadine  *arung tangan . sehingga dapat memengaruhi jumlah kebutuhan cairan dan elektrolit. Perbedaan usia menentukan luas permukaan tubuh dan akti.).sidosis respiratorik. melalui proses peningkatan produksi .itas organ.ahan dan . Persiapan . ') *tress dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit. sehingga tubuh akan ban!ak kehilangan cairan. 4) *akit. sehingga untuk memperbaikin!a sel membutuhkan proses pemenuhan cairan !ang cukup.lebih dari A.lat 1  *tandar infuse  Perangkat infuse  3airan sesuai dengan kebutuhan pasien. . ") 0emperature !ang tinggi men!ebabkan proses pengeluaran cairan melalui keringat cukup ban!ak. d. 1") .sidosis metabolik. merupakan suatu keadaan kehilangan 3$".10) . merupakan suatu keadaan kehilangan basa atau terjadi penumpukan asam. 1#) . maka tubuh akan memecah cadangan makanan !ang tersimpan dalam tubuh sehingga terjadi penggerakan cairan dari interstisial ke interseluler. merupakan suatu keadaan !ang disebabkan oleh karena kegagalan s!stem pernapasan dalam membuang karbondioksida dari cairan tubuh.lkalosis metabolik. 0indakan Entuk 2engatasi 2asalah( angguan dalam Pemenuhan Kebutuhan 3airan dan elektrolit a) Pemberian cairan melalui infus Pemberian cairan melalui infus merupakan tindakan memasukkan cairan melalui intra. serta sebagai tindakan pengobatan dan pemberian makanan. 0indakan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit. merupakan suatu keadaan kehilangan ion h!drogen atau penambahan cairan basa pada cairan tubuh dengan adan!a peningkatan bikarbonat plasma lebih dari "6 m78(5 dan p.

uka tetesan.Prosedur Kerja 1  3uci tangan  ?elaskan pada pasien mengenai prosedur !ang akan dilaksanakan.  .  5akukan desinfeksi dengan betadineF dan tutup dengan kasa steril.  3ek apakah sudah mengenai .  Csi cairan ke dalam perangkat infuse dengan menekan bagian ruang tetesan hingga ruangan tetesan terisi sebagian.  5etakkan pengalas  5akukan pembendungan dengan tourni8uet.ena dengan ciri darah keluar melalui jarum infus(abocath. kemudian buka penutup hingga selang terisi dan keluar udaran!a.  .  unakan sarung tangan  )esinfeksi daerah !ang akan ditusuk.  3uci tangan .  -ubungakan cairan dan perangkat infuse dengan menusukkan ke dalam botol infuse +cairan).  0arik jarum infus dan hubungkan dengan selang infus.  3atat respons !ang terjadi.  5akukan penusukan dengan arah jarum ke atas.eri tanggal dan jam pelaksanaan infuse pada plester.

Cara (en&hitun& tetesan in-us .tau tetesan(menit D H Keb.9% ') )arah sesuai dengan kebutuhan pasien 4) ?arum infus(abocath atau sejenisn!a sesuai dengan ukuran 6) Pengalas A) 0ourni8uet(pembendung <) Kapas alcohol A0% 9) Plester 10) unting 11)Kasa steril 1").etadineF .ena dengan menggunakan seperangkat alat transfusi pada pasien !ang membutuhkan darah.cairan G faktor tetesan 5ama infuse +jam) G 60 menit Keterangan 1 >aktor tetsan infus bermacam-macam.lat dan . hal ini dapat dilihat pada label infus +10 tetes ( menit. 0ujuann!a untuk memenuhi kebutuhan darah dan memperbaiki perfusi jaringan.ahan 1 1) *tandar infus ") Perangkat transfusi #) 9a3l 0. 14 tetes ( menit dan "0 tetes (menit) ") . Persiapan . 1) )e%asa 1 +makro dengan "0 tetes(ml) 0etesan (menit D ?umlah cairan !ang masuk 5aman!a infuse +jam) G # .nak 1 0etesan per menit +mikro) D ?umlah cairan !ang masuk 5aman!a infus +jam) b) 0ransfusi )arah 0ransfusi darah merupakan tindakan memasukkan darah melalui .

o 5akukan obser. 6..1 kebutuhan intake cairan berdasarkan umur dan berat badan 9o. ". 4..A '4 4' Kebutuhan 3airan +ml) "40 = #00 1140 = 1#00 1#40 = 1400 1<00 = "000 "000 = "400 ""00 = "A00 ""00 = "A00 . "' ?am+ ml ) Emur # hari 1 tahun " tahun 6 tahun 10 tahun 1' tahun 1< tahun .ital selama pemakaian transfusi.CI Kg . o -ubungkan cairan 9a3l 0. identitas pasien..ena dengan ciri darah keluar melalui jarum infus(abocath.9% dan seperangkat transfuse dengan menusukkann!a. o 5akukan pembendungan dengan tourni8uet. anak E2EI .asi tanda-tanda . 0abel ". o 3ek apakah sudah mengenai . o .9% masuk sekitar & 14 menit.4 11. terlebih dahulu cek %arna darah. sedangkan kebutuhan cairan tubuh kira-kira "400 ml per hari sehingga kekurangan sekitar 1000 ml per hari diperoleh dari makanan. 1. #. o Csi cairan 9a3l 0. jenis golongan darah dan tanggal kadalu%arsa.uka tetesan. Cntake 3airan *elama akti.9+ Kg ) . '. +kg) # 9. dan oksidasi selama proses metabolisme. Kemudian buka penutup. o 5akukan desinfeksi dengan betadineF dan tutup dengan kasa steril.< "0 "<.eri tanggal dan jam pelaksanaan infuse pada plester.).itas dan temperatur !ang sedang seorang de%asa minum kira-kira 1400 ml per hari.1#)*arung tangan Prosedur Kerja 1 o 3uci tangan o ?elaskan pada pasien mengenai proosedur !ang akan dilakukan. o 0arik jarum infus dan hubungkan dengan selang tranfusi.5 "' ?am+ ml ) . o . hingga selang terisi dan udaran!a keluar. o 3atat respons !ang terjadi.9% ke dalam perangkat transfusi dengan menekan bagian ruang tetesan hingga ruangan tetesan terisi sebagian.CI 0$0. o 3uci tangan INTAKE DAN OUT PUT 1.7I. o )arah sebelum dimasukkan. o 5etakkan pengalas. ganti dengan darah !ang sudah disiapkan.0 . o unakan sarung tangan o )esinfeksi daerah !ang akan disuntik o 5akukan penusukan dengan arah jarum ke atas. o *etelah 9a3l 0. A.

.itas kelenjar keringat meningkat maka produksi urine akan menurun sebagai upa!a tetap mempertahankan keseimbangan dalam tubuh.' A. c.# <. -al hal !ang perlu di perhatikan1 Iata-rata cairan per hari .A '4. Keringat .0 "40 = <00 '00 = 400 A40 = <40 940 = 1100 1100 = 1"40 1#40 = 1400 1600 = 1<00 1<00 = "000 "000 = "400 ""00 = "A00 ""00 = "A00 ""00 = "A00 <0 = 100 1"4 = 140 1'0 = 160 1#0 = 144 1"4 = 1'4 1"0 = 1#4 114 = 1"4 100 = 110 90 = 100 A0 = <4 40 = 60 '0 = 40 Pengaturan utama intake cairan adalah melalui mekanisme haus. tetapi bila proses respirasi atau suhu tubuh meningkat maka CJ5 dapat meningkat. *ensasi haus akan segera hilang setelah minum sebelum proses absorbsi oleh gastrointestinal.0 "<.ir minum 1 1400-"400 ml b. 1.erkeringat terjadi sebagai respon terhadap kondisi tubuh !ang panas.. perdarahan !ang mengakibatkan penurunan . >eses Pengeluaran air melalui feses berkisar antara 100-"00 ml per hari. sekresi angiotensin CC sebagai respon dari penurunan tekanan darah.ariasi dalam setiap harin!a. sedangkan impulsn!a ditransfer melalui sumsum tulang belakang !ang dirangsang oleh susunan s!araf simpatis pada kulit. a. !ang diatur melalui mekanisme reabsorbsi di dalam mukosa usus besar +kolon). 2elalui kulit dengan mekanisme diffusi. Pada orang !ang sehat kemungkinan produksi urine ber.0 4'." "0.4 11. Pusat haus dikendalikan berada di otak sedangkan rangsangan haus berasal dari kondisi dehidrasi intraseluler. bila akti. atau sekitar #0-40 ml per jam pada orang de%asa.< 16. Output Cairan Kehilangan cairan tubuh melalui empat rute +proses) !aitu 1 Erine Proses pembentukan urine oleh ginjal dan ekskresi melalui traktus urinarius merupakan proses output cairantubuh !ang utama. d. respon ini berasal dari anterior h!potalamus." 4. )alam kondisi normal output urine sekitar 1'00-1400 ml per "' jam. CJ5 +Cnsesible Jater 5oss) CJ5 terjadi melalui paru-paru dan kulit. Pada orang de%asa normal kehilangan cairan tubuh melalui proses ini adalah berkisar #00-'00 ml per hari.6 9. Perasaan kering di mulut biasan!a terjadi bersama dengan sensasi haus %alaupun kadang terjadi secara sendiri.0 #. PROTEIN A. .3 Hari 10 Hari 3 Bulan 6 Bulan 9 Bulan 1 Tahun 2 Tahun 4 Tahun 6 Tahun 10 Tahun 14 Tahun 18 Tahun .olume darah.

insensible %ater loss +CJ5).  2endokumentasikan '.  2enentukan keseimbangan cairan tubuh klien dengan rumus 1 C90.rata haluaran cairan per hari 1) Erin 1 1'00 -1400 ml ") C%l a) Paru 1 #40 -'00 ml b) Kulit 1 #40 '00 ml #) Keringat 1 100 ml ') >eses 1 100 -"00 ml CJ5 1. muntah. terdiri dari air minum.asculer +plasma) D 4% b) 3airan Cnterstitial D 14% c) 3airan 0ransceluler D 1-# % Perbandingan 3C* dengan 37*  )e%asa D "11  .ir dari makanan 1A40 ml #. air dalam makanan.".a!i D A4% Konsentrasi cairan elektrolit dihitung dengan .  2enentukan jumlah cairan !ang keluar dari tubuh klien. keringat.ena. .a!i D 111 ?umlah 3airan 0ubuh 1 1. 2enentukan tingkat dehidrasi klien.nak D #1"  .) 3airan 0ubuh dibagi 1 • 3airan Cntraselular D "(# 0. cairan intra . )e%asa D '4%-A4% ( . )e%asa 1 14 cc(kg . +'4%-A4% ( .J +'0%). Men&u#ur Inta#e Dan Output a. feses. b. Pria D 60 % Janita D 44% ".nak 1 +#0-usiaKtahunLcc(kg.(hari.nak-.nak M . ". . terdiri dari urine.. Prosedur  2enentukan jumlah cairan !ang masuk ke dalam tubuh klien..ir dari hasil oksidasi atau metabolisme 1"00 ml Iata. )efinisi 2erupakan suatu tindakan mengukur jumlah cairan !ang masuk ke dalam tubuh +intake) dan mengukur jumlah cairan !ang keluar dari tubuh +out put)... air hasil oksidasi +metabolisme).J D 60% ( .(hari /.K7 D $E0PE0. . Perhitungan Cntake M $utput 0otal 0. . • 3airan 7kstraseluler D a) 3airan Cntra. 0ujuan 2enentukan status keseimbangan cairan tubuh klien. c..

! / !00 66-)ari = !0 66-)ari IWL = 80 / .!8 9995(A) = A + . 3 / !00 1 0 = '71 (2aln%tri&i Rin"an) 85 Ke(%t%)an 6airan Ke(%t%)an 6airan $aintenan6e = .! / !001 ' = ' 1 (2aln%tri&i rin"an) Grade I)5 . . = ' k" Per&enta&e BB klien = .7 4 8:.%t <%t %rine = .Iumus 1 2.3 6$ TB n#r$al (0 4 ! t)n) = 3 6$ Per&enta&e TB Klien = 0.! T#tal IWL + SWL = 888 + !07! = .00 (0.! k" BB n#r$al %nt%k %&ia klien (' (%lan)adala) * U$%r ((%lan) + ' = !.!8 + !. Berat Badan BB klien = .00 66 = :00 66 85 2%nta) (! kali) = !00 66 = !8 7 66 ( 3 4 '0 1 ('0 4 '31) . 66-k" BB-=a$ = .:) = .5 Tin""i Badan TB = 0.78(5 D 2g % G 10 G 1 PERHITUNGAN BB. 66-=a$ = 87! 66-)ari .TB DAN KEBUTUHAN CAIRAN (BERDASARKAN IWL DAN SWL) 1.00 (8 . / 5! = !7.. 0C) = .-.0 = 888 66 SWL = !5 .!8 + .5 >e&e& (8 kali) = 8 / ..