You are on page 1of 13

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Perkembangan adalah perubahan-perubahan yang dialami individu atau organisme menuju tingkat kedewasaannya atau kematangannya (maturation) yang berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan, baik menyangkut fisik (jasmaniah) maupun psikis (rohaniah). Sementara itu, menurut Chaplin (Yusuf:2009) mengartikan perkembangan sebagai : (1) perubahan yang berkesinambungan dan progresif dalam organisme dari lahir sampai mati, (2) Pertumbuhan, (3) Perubahan dalam bentuk dan dalam integrasi dari bagian-bagian jasmaniah ke dalam bagian-bagian fungsional, (4) kedewasaan atau kemunculan pola-pola asasi dari tingkah laku yang tidak dipelajari. Seringkali perkembangan motorik anak prasekolah diabaikan atau bahkan dilupakan oleh orang tua. Hal ini dikarenakan belum pahamnya mereka bahwa perkembangan motorik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan anak usia dini, sebagian besar orang tua dan pembimbing lebih mengedepankan perkembangan kognitif saja. Padahal

perkembangan tidak hanya dalam aspek kognitif melainkan meliputi seluruh aspek yakni perkembangan bahasa, sosial emosional, moral agama serta perkembangan fisik motorik anak. Perkembangan fisik motorik sangat berpengaruh terhadap perkembangan-

perkembangan yang lainnya. Seperti yang di kemukakan oleh para ahli perkembangan. Hurlock (1986:92) menyebutkan bahwa aspek perkembangan yang cukup signifikan dalam kehidupan anak PAUD adalah perkembangan fisik (Physical Depelopment).

B. TUJUAN Menambah wawasan keilmuan mahasiswa mengenai perkembangan Aspek motorik, pada anak

ii

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Perkembangan Motorik Sejalan dengan kemampuan fisik yang terjadi, lebih lanjut menurut Rini Handayani, anak usia 4-6 tahun yang melalui masa preschool memiliki banyak keuntungan dalam hal fisik motorik bila dilakukan lewat permainan-permainan. Tinning (ulfiani:2003) menyatakan : With any education innovation there is a good deal of modification of the original ideas as it is implemented at the individual school and classroom level. The original notion of daily physical education as outlined by the south Australian materials has been modified in many ways. Maksudnya dengan pesatnya inovasi pendidikan dewasa ini, sangat memungkinkan kalangan praktisi pendidikan, khususnya pendidikan jasmani untuk melakukan modifikasi. Modifikasi tersebut timbul berdasarkan tuntutan pengembangan untuk memecahkan beberapa masalah yang dijumpai di lapangan seperti kejenuhan anak, kurang tereksploitasinya kemampuan gerak anak, dan karakteristik anak usia dini yang berbeda dengan anak dewasa. Modifikasi tersebut dapat berupa perubahan luas lapangan, alat yang digunakan, peraturan yang digunakan, dan lain-lain. Pentingnya meningkatkan perkembangan motorik, diantaranya : 1. Peran kemampuan motorik untuk perkembangan fisiologis anak 2. Peran kemampuan motorik untuk perkembangan sosial dan emosional anak 3. Peran kemampuan motorik untuk kognitif anak

2.2 Karakteristik Perkembangan Motorik Anak TK Kecepatan perkembangan jasmani dipengaruhi oleh gizi, kesehatan dan lingkungan fisik lain misal tersedianya alat permainan serta kesempatan yang diberikan kepada anak untuk melatih berbagai gerakan. Menurut Gassel & Ames dan Illing Sworth (mosvirohtadkirotun) pola umum perkembangan motorik terdiri dari 8 tahap yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. Continuity (Bersifat Kontinyu/terus menerus) Uniform Sequence (Memiliki tahapan yang sama) Maturity (Kematangan) Umum ke Khusus Refleks ke gerak terkoordinasi dan bertujuan
ii

6. 7. 8.

Bersifat Chepalocaudal Direction Bersifat Proximodistal Koordinasi Bilateral menuju Crosslateral

Pada usia enam tahun berat badan anak harus kurang lebih tujuh kali berat pada waktu lahir. Anak perempuan rata-rata beratnya 48,5 pon dan anak laki-laki 49 pon. Tulang kakinya tumbuh dengan cepat. Tingkat pengerasan otot bervariasi pada bagian-bagian tubuh mengikuti hukum perkembangan arah. Otot menjadi lebih besar, lebih kuat dan lebih berat, sehingga anak tampak lebih kurus meskipun beratnya bertambah. Pertumbuhan otaknya pada usia lima tahun sudah mencapai 75% dari ukuran orang dewasa, dan 90% pada usia 6 tahun. Perkembangan fisik anak ditandai juga dengan berkembangnya kemampuan atau keterampilan motorik. Kemampuan motorik tersebut dapat dideskripsikan sebagai berikut (yusuf :2009 dan Desmita :2008)

USIA (Tahun) 1. 4-6 2. anak 3. 4. 5. cepat 6.

KEMAMPUAN MOTORIK KASAR Meloncat Mengendarai 1. sepeda 2. 3. Menangkap bola Bermain olah raga 4. 5.

KEMAMPUAN MOTORIK HALUS Menggunakan pensil Menggambar Memotong dengan gunting Menulis huruf cetak Menggunting dengan cukup

Menuruni tangga dengan baik 6. Seimbang saat berjalan 7. Melipat amplop Membawa gelas tanpa

mundur 7. 8. Melompati rintangan Melempar

menumpah-kan isinya 8. Memasikkan benang ke

dan lubang besar

menangkap bola 9. Melambungkan bola

Sedangkan perkembangan motorik masa anak-anak awal menurut Roberton & Halverson (Andri:2010) yaitu: A) Usia 4,5 - 5,5 tahun

ii

Motorik kasar: menyeimbangkan badan diatas satu kaki; berlari jauh tanpa jatuh; dapat berenang dalam air yang dangkal Motorik halus: menggunting; menggambar orang; menirukan angka dan huruf sederhana; membuat susunan yang kompleks dengan kotak-kotak. Unsur-unsur kesegaran Jasmani yaitu kekuatan, daya tahan, kecepatan, kelincahan, kelentukan, koordinasi, ketepatan, keseimbangan.

Setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Untuk memahami bagaimana perkembangan anak, juga perlu dipahami permasalahan-permasalahan yang dialami selama perkembangannya. Hal ini perlu dilakukan agar kita benar-benar dapat mengetahui setiap perubahan yang terjadi pada diri anak. Permasalahan yang dihadapi anak dapat dilihat melalui tingkah laku yang ditunjukan anak maupun keluhan-keluhan yang disampaikan oleh orang-orang sekitar anak. Menurut Rusda Koto dan Sri Maryati, (Agustin & Wahyudin;2010) dalam perkembangannya, mungkin ditemukan beberapa hambatan pada anak diantaranya : a. Gangguan Fungsi panca indra

Gangguan panca indra yang banyak menimbulkan masalah pada anak adalah gangguan panca indra penglihatan dan pendengaran. Kekurangan daya penglihatan dan pendengaran dapat diketahui jika derajat penyimpangannya sudah cukup besar dari yang normal. Sebaliknya bila taraf kekurangannya masih ringan, cukup sulit untuk menditeksi kesulitan yang dihadapi anak. b. Cacat Tubuh

Cacat tubuh umumnya terdapat pada tangan, kaki atau wajah. Bila seorang anak mengalami cacat tubuh pada tangan atau kaki, maka perkembangannya akan mengalami gangguan karena pada masa usia dini kemampuan tubuh sangat penting untuk menunjang perkembangannya. Anak perlu melatih kemampuan melempar dan menangkap bola, membentuk dan menggunting. Demikian juga cacat pada wajah akan menumbuhkan rasa tidak percaya diri pada anak. c. Kegemukan

Kegemukan selalu dianggap bahaya pada tingkat usia manapun. Kegemukan akan membahayakan kesehatan. Kegemukan seringkali kita temukan pada anak usia dini, dan orang tua kadangkala membiarkan atau bahkan senang dengan kegemukan anak karena anak tampak lucu dan menggemaskan. Kegemukan yang dialami anak sejak dini perlu diwaspadai

ii

karena berbahaya bagi perkembangan selanjutnya. Kegemukan dapat menyebabkan penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi dan sebagainya. d. Gangguan gerak peniruan (stereotipik)

Gejala yang nampak dari gangguan stereotipik adalah gerakan motorik kasar (gross motor movement) yang tidak wajar. Gerakan yang disebabkan karena kebiasaan tetapi mempunyai akibat yang tidak baik dan seringkali berkepanjangan. Contoh gerakannya: membenturkan kepala, menggoyang-goyangkan badan, gerakan tangan yang berulang, cepat dan berirama atau gerakan disengaja yang berulang yang secara khas meliputi tangan dan jari.

2.3. Perkembangan Motorik Kasar dan Motorik Halus a. Perkembangan Motorik Kasar Tugas perkembangan jasmani berupa koordinasi gerakan tubuh, seperti berlari, berjinjit, melompat, bergantung, melempar dan menangkap,serta menjaga keseimbangan. Kegiatan ini diperlukan dalam meningkatkan keterampilan koordinasi gerakan motorik kasar. Pada anak usia 4 tahun, anak sangat menyenangi kegiatan fisik yang menantang baginya, seperti melompat dari tempat tinggi atau bergantung dengan kepala menggelantung ke bawah. Pada usia 5 atau 6 tahun keinginan untuk melakukan kegiatan tersebut bertambah. Anak pada masa ini menyenangi kegiatan lomba, seperti balapan sepeda, balapan lari atau kegiatan lainnya yang mengandung bahaya.

b. Perkembangan Motorik Halus Perkembangan motorik halus anak taman kanak-kanak ditekankan pada koordinasi gerakan motorik halus dalam hal ini berkaitan dengan kegiatan meletakkan atau memegang suatu objek dengan menggunakan jari tangan. Pada usia 4 tahun koordinasi gerakan motorik halus anak sangat berkembang, bahkan hampir sempurna. Walaupun demikian anak usia ini masih mengalami kesulitan dalam menyusun balok-balok menjadi suatu bangunan. Hal ini disebabkan oleh keinginan anak untuk meletakkan balok secara sempurna sehingga kadangkadang meruntuhkan bangunan itu sendiri. Pada usia 5 atau 6 tahun koordinasi gerakan motorik halus berkembang pesat. Pada masa ini anak telah mampu mengkoordinasikan gerakan visual motorik, seperti mengkoordinasikan gerakan mata dengan tangan, lengan, dan tubuh secara bersamaan,antara lain dapat dilihat pada waktu anak menulis atau menggambar. Perkembangan fisik sangat berkaitan erat dengan perkembangan motorik anak. Motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinir antara susunan saraf, otot, otak, dan spinal cord..
ii

Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Contohnya kemampuan duduk, menendang, berlari, naik-turun tangga dan sebagainya. Sedangkan motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih. Misalnya, kemampuan memindahkan benda dari tangan, mencoret-coret, menyusun balok, menggunting, menulis dan sebagainya. Kedua kemampuan tersebut sangat penting agar anak bisa berkembang dengan optimal.

Perkembangan motorik pada usia ini menjadi lebih halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan masa bayi. Anak anak terlihat lebih cepat dalam berlari dan pandai meloncat serta mampu menjaga keseimbangan badannya. Untuk memperhalus ketrampilan ketrampilan motorik, anak anak terus melakukan berbagai aktivitas fisik yang terkadang bersifat informal dalam bentuk permainan. Disamping itu, anak anak juga melibatkan diri dalam aktivitas permainan olahraga yang bersifat formal, seperti senam, berenang, dll. Beberapa perkembangan motorik (kasar maupun halus) selama periode ini, antara lain : a). Anak Usia 5 Tahun Mampu melompat dan menari Menggambarkan orang yang terdiri dari kepala, lengan dan badan Dapat menghitung jari jarinya Mendengar dan mengulang hal hal penting dan mampu bercerita Mempunyai minat terhadap kata-kata baru beserta artinya Memprotes bila dilarang apa yang menjadi keinginannya Mampu membedakan besar dan kecil

b). Anak Usia 6 Tahun Ketangkasan meningkat Melompat tali Bermain sepeda Mengetahui kanan dan kiri Mungkin bertindak menentang dan tidak sopan Mampu menguraikan objek-objek dengan gambar

c). Anak Usia 7 Tahun Mulai membaca dengan lancar


ii

Cemas terhadap kegagalan Peningkatan minat pada bidang spiritual Kadang Malu atau sedih

d). Anak Usia 8 9 Tahun Kecepatan dan kehalusan aktivitas motorik meningkat Mampu menggunakan peralatan rumah tangga Ketrampilan lebih individual Ingin terlibat dalam sesuatu Menyukai kelompok dan mode Mencari teman secara aktif.

e). Anak Usia 10 12 Tahun Perubahan sifat berkaitan dengan berubahnya postur tubuh yang berhubungan dengan

pubertas mulai tampak , dll. Adanya keinginan anak unuk menyenangkan dan membantu orang lain Mulai tertarik dengan lawan jenis. Mampu melakukan aktivitas rumah tangga, seperti mencuci, menjemur pakaian sendiri

2.4 Penerapan permainan galah asin di TK Sebelumnya guru mengajak anak-anak untuk bernyanyi berpegangan tangan membuat lingkaran, kemudian melakukan pemanasan dengan bernyanyi ping-pinguin. Setelah itu barulah anak diajak untuk melakukan permainan galah asin. 1. Sebelum permainan dimulai diadakan undian untuk menentukan pihak penjaga dan pihak penyerang, yang menang undian menjadi penyerang dan yang kalah menjadi pihak penjaga. Guru menjelaskan cara bermain pada anak dengan mempraktekkan langsung. 2. Setiap pemain dari pihak penjaga harus menempati garinya masing-masing yang telah ditetapkan sebelumnya, dengan kedua kakinya harus berada di atas garis. Sedangkan bagi penyerang harus bersiap-siapuntuk memasuki ruangan atau petak-petak 3. Permainan dimulai setalah ada aba-aba atau bunyi peluit 4. Setiap anak dari regu penyerang harus berusaha untuk melewati garis yang dijaga oleh regu penjaga, yaitu dengan jalan menghindari tangkapan dan sentuhan dari pihak penjaga, sedangkan setiap pemain dari pihak penjaga berusaha untuk dapat

ii

menangkap dan menyentuh penyerang dari pihak lawan dengan tangan, dengan ketentuan kaki masih berada diatas garis. 5. Permainan dinyatakan salah/kalah apabila Kedua kaki keluar dari garis lapangan Mengganggu jalannya permainan

surser untuk pendinginan. Untuk menggali informasi tentang perasaan anak setelah main dan hal-hal yang telah dipelajari guru melakukan percakapan dan tanya jawab. Anak-anak menceritakan pengalamannya selama main. Diakhir kegiatan guru memberikan reward berupa pujian atau hadiah kalung. Setelah melakukan permainan Galah Asin secara teratur beberapa penelitian (wulandari, satrialia) menunjukan bahwa pada diri anak berkembang rasa percaya diri, sportif dalam melaksanakan permainan, memiliki kecepatan proses berpikir, berkembang kemampuan untuk memimpin, pengembangan kecintaan terhadap olah raga, lebih tangkas, kemampuan berlari semakin meningkat dan lincah. Kekuatan dapat diperoleh dari sikap anak yang merentangkan tangannya untuk menghadang lawan. Daya tahan tubuh semakin meningkat karena kebiasaan berolah raga dan bergerak aktif saat bermain. Kecepatandan kelincahan semakin terasah karena harus lari cepat menerobas gawang dan menghindari lawan. Kelentukan semakin fleksibel karena sering melakukan gerakan gerakan manipulatif yang mengecoh lawan. Koordinasi mata dan otot semakin terampil karena melihat peluang dan strategi dalam bermain.keseimbangan semakin terjaga dengan tetap berada di atas garis ketika berjaga. Seperti yang diungkapkan oleh Soejono tiap latihan yang mengikut sertakan sebagian besar otot terutama otot-otot panggul dan tungkai yang bersifat ritmik dan terus menerus akan memberikan efek latihan yang dikehendaki.

ii

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Berdasarkan pembahaan diatas dapat disimpulkan : a. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. b. Motorik halus adalah gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu, yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih.

B. Saran Ada beberapa saran yang perlu disampaikan dalam makalah ini. Antara lain : Ketika anak masih bayi harus dilatih melakukan gerakan, karena dengan gerakan tersebut bayi dapat memuncilkan imajinasi atau telah mengalami pengembangan motoriknya.

ii

DAFTAR PUSTAKA Administator. (2009). Tahapan Perkembangan Motorik Anak. [Online]. Tersedia: http://bidanku.com/index.php?/perkembangan-motorik-kasar-anak. [15 Juli 2012]. Devi, N.S. (2011). Meningkatkan kemampuan gerak dasar dan kognitif anak melalui senam irama (penelitian Tindakan Kelas di Taman Kanak-kanak Riyadush Sholihin Margahayu Kota Bandung). (1), 46-52. Desmita. (2007). Psikologi Perkembangan. Bandung: Rosda. Dwi, H. (2009). Stimulasi Psikososial Pada Anak Kelompok Bermain dan Pengaruhnya Pada Perkembangan Motorik, Kognitif, Sosial Emosi, Dan Moral/Karakter Anak. Vol.2, (1),41-56.

ii

PERKEMBANGAN ASPEK MOTORIK ANAK

DISUSUN OLEH :
NAMA STAMBUK SEMESTER PRODI : RISNA : : 3 : PAUD

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KENDARI KELAS RAHA 2013


ii

KATA PENGANTAR

Segala Puji dan Syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, karena atas berkat dan limpahan rahmatnyalah maka saya boleh menyelesaikan sebuah karya tulis dengan tepat waktu.

Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul PERKEMBANGAN ASPEK MOTORIK ANAK Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang saya buat kurang tepat atau menyinggu perasaan pembaca.

Dengan ini saya mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga Allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat.

Raha, November 2013

"Penulis"

ii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar.......................................................................................................... Daftar Isi...................................................................................................................

i ii

BAB 1 PENDAHULUAN A.Latar Belakang.................................................................................................. B.Tujuan............................................................................................................. 1 1

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Perkembangan Motorik............................................................................................. 2.2 Karakteristik Perkembangan Motorik Anak TK................................................... 2.3. Perkembangan Motorik Kasar dan Motorik Halus.............................................. 2.4 Penerapan permainan galah asin di TK............................................................. 2 2 5 7

BAB III PENUTUP Kesimpulan........................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................... 9 10

ii